Dec 2, 2012

REALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami REALISM, koneklah:




Wss Wr Wb

Marsigit

41 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Realisme merupakan suatu pandangan dalam filsafat yang berarti anggapan bahwa obyek indra kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Realisme menegaskan bahwa sikap common sense yang diterima orang secara luas adalah benar, artinya, bahwa bidang aam atau obyek fisik itu ada, tak bersandar kepada kita, dan bahwa pengalaman kita tidak mengubah watak benda yang kita rasakan (Harold H.Titus, dkk., 1984: 330). Kelompok realis membedakan antara obyek pikiran dan tindakan pikiran itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Real berarti yang aktual atau yang ada, kata tersebut menunjuk kepada benda benda atau kejadian-kejadian yang sungguh-sungguh, artinya yang bukan sekadar khayalan atau apa yang ada dalam pikiran. Real menunjukkan apa yang ada. Reality adalah keadaan atau sifat benda yang real atau yang ada. Dalam arti umum, realisme berarti kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Akan tetapi dalam filsafat, kata realisme dipakai dalam arti yang lebih teknis. Dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya. Kelompok realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan yang belum dicoba kebenarannya.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Real berarti fakta, nyata yang benar-benar ada, sehingga realisme dapat diartikan sebagai pandangan yang menggambarkan sesuatu berdasarkan realita atau kenyataan yang ada. Berbagai hal yang ada dalam kehidupan ini, keberadaannya merupakan kenyataan bahwa hal-hal tersebut kita ketahui dan benar-benar nyata atau ada dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Kita tidak bisa melpaskan diri dari fakta bahwa terdapat perbedaan antara benda dan ide. Bagi common sense biasa, ide adalah ide tentang sesuatu benda, suatu fikiran dalam akal kita yang menunjuk suatu benda. Dalam hal ini benda dalah realitas dan ide adalah 'bagaimana benda itu nampak pada kita'. Oleh karena itu, maka fikiran kita harus menyesuaikan diri dengan benda-benda , jika mau menjadi benar, yakni jika kita ingin agar ide kita menjadi benar, jika ide kita cocok dengan bendanya, maka ide itu salah dan tidak berfaedah.

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Realisme adalah suatu bentuk yang dapat merepresentasikan kenyataan. Aliran Realisme adalah aliran filsafat yang memandang realitas sebagai dualitas.Aliran filsafat realisme menurut Plato ada tiga ajaran pokok yaitu idea, jiwa dan proses mengenal

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Seorang filsuf asal Yunani Aristoteles (384-322 SM) yang merupakan murid Plato mengembangkan aliran realisme yang menekankan pada pengetahuan dan nilai. Ilmuwan membawa paham realisme pada abad 21, ilmuwan realisme beranggapan bahwa realitas yang ada tidak bergantung pada apa yang kita ketahui dan metode ilmiah adalah cara yang terbaik untuk mendapatkan deskripsi yang akurat dari apa itu dunia dan bagaimana kerjanya. Untuk menjelaskan dan untuk menggunakan penemuan ilmiah, kita harus menyusun suatu teori. Untuk meningkatkan penelitian ilmiah, kita dapat meninjau kembali dan menyaring teori-teori kita sehingga lebih akurat terhadap realitas.
    Realisme merupakan suatu aliran dalam ilmu pengetahuan. Aliran realisme mempersoalkan obyek pengetahuan manusia. Aliran realisme memandang bahwa obyek pengetahuan manusia terletak di luar diri manusia. Contohnya bagaimana kursi itu ada karena ada yang membuatnya, begitu juga dengan adanya alam yang berarti ada yang membuat. Tetapi kaum realis tidak mempercayai adanya ruh karena yang ada hanyalah jiwa. Kaum realis berpendapat bahwa tidak ada kehidupan sesudah kematian.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Kita tidak bisa melepaskan diri dari fakta bahwa terdapat perbedaan antara benda dan ide. Dalam hal ini benda dalah realitas dan ide adalah 'bagaimana benda itu nampak pada kita'. Oleh karena itu, pikiran kita harus menyesuaikan diri dengan benda-benda. Benda tidak menyesuaikan dengan ide kita. Kita harus mengganti ide-ide kita dan terus selalu menggantinya sampai kita mendapatkan ide yang benar.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam pemikiran filsafat realisme berpandangan bahwa pengetahuan tidaklah terbatas pada pengalaman indrawi ataupun gagasan yang terbangun dari dalam. Pendekatan realistik dalam pembelajaran matematika merupakan suatu kerangka pembelajaran yang berlandaskan bahwa matematika adalah human activities, maka pendekatan matematika hendaknya menggambarkan aktivitas kehidupan manusia.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Realism merupakan keyakinan mengenai beberapa aspek realitas yang secara ontologis tidak bergantung pada konsep konseptual, persepsi, kepercayaan dan lain sebagainya. Realism dapat dihubungkan dengan pemikiran masa lalu, masa depan, universal dan entitas matematika. Realism berpendepat bahwa apapun yang kita percaya saat ini hanya berasal dari kenyataan yang ada dan masih dapat ditingkatkan.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam pembelajaran matematika realisme menggunakan suatu situasi dunia nyata atau suatu konteks sebagai titik tolak dalam belajar matematika. Pada tahap ini siswa melakukan matematisasi horizontal. Maksudnya siswa mengorganisasikan masalah dan mengidentifikasikan aspek masalah yang ada pada masalah tersebut, kemudian dengan menggunakan matematisasi vertikal siswa tiba pada tahap pembentukan konsep.

    ReplyDelete
  12. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://plato.stanford.edu/entries/realism/, Pertanyaan tentang sifat dan masuk akal realisme muncul sehubungan dengan sejumlah besar pokok bahasan, termasuk etika, estetika, sebab-akibat, modalitas, sains, matematika, semantik, dan dunia sehari-hari benda dan benda makroskopis. Meskipun memungkinkan untuk menerima (atau menolak) realisme di seluruh papan, lebih umum bagi filsuf untuk secara selektif realis atau non-realis dalam berbagai topik: sehingga sangat mungkin untuk menjadi realis tentang dunia makroskopis sehari-hari. Benda dan sifat mereka, tapi non-realis tentang nilai estetika dan moral. Selain itu, sangat menyesatkan untuk berpikir bahwa ada pilihan langsung dan jelas antara menjadi realis dan non-realis tentang materi pelajaran tertentu. Hal ini agaknya adalah kenyataan bahwa seseorang dapat menjadi lebih realis tentang materi pelajaran tertentu. Juga, ada banyak bentuk yang berbeda yang bisa dilakukan realisme dan non-realisme.

    ReplyDelete
  13. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Realisme berpandangan bahwa obyek persepsi indrawi dan pengertian sungguh-sungguh ada, terlepas dari indra dan budi yang menangkapnya kerena obyek itu memang dapat diselidiki, dianalisis, dipelajari lewat ilmu, dan ditemukan hakikatnya lewat filsafat.
    Realisme berpendapat bahwa dalam melaksanakan prinsip-prinsip dan mengejar cita-cita etis orang perlu bersikap realistis. Artinya, dalam dalam melaksanakan prinsip dan cita-cita etis itu orang perlu memperhitungkan semua faktor ; situasi, kondisi, keadaan, ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, dan orang-orang yang terlibat. Dengan memperhitungkan semua faktor itu, akan ditemukan bahwa tidak semua faktor mendukung pelaksanaan prinsip dan cita-cita etis.

    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Realisme merupakan paham filsafat mengenai sesuatu berdasarkan kenyataan. Telah diketahui bahwa segala yang ada pada dunia nyata ini sifatnya berubah-ubah, relatif, terikat oleh ruang dan waktu. Jika dalam bertindak mempertimbangkan realita tentu sangatlah bagus, namun bukan berarti realita menjadi tolok ukur yang utama tanpa memikirkan idealita. Akan lebih baik jika antara idealis dan realita berjalan seimbang, sehingga dalam berpikir atau berencana sesuatu juga mempertimbangkan realita.

    ReplyDelete
  15. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu‑satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya. Kelompok realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan yang belum dicoba kebenarannya.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Realisme adalah suatu istilah yang meliputi bermacam-macam aliran filsafat yang mempunyai dasar-dasar yang sama. Sedikitnya ada tiga aliran dalam realisme modern. Pertama, kecenderungan kepada materialisme dalam bentuknya yang modern. Kedua, kecenderungan terhadap idealisme. Ketiga, terdapat kelompok realis yang menganggap bahwa realitas itu pluralistik dan terdiri atas bermacam-macam jenis; jiwa dan materi hanya merupakan dua dari beberapa jenis lainnya.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Realisme dalam filsafat merupakan sudut pandang yang diberikan untuk hal-hal yang diketahui atau dirasakan eksistensi/keberadaannya terlepas dari apakah kita berpikir tentang atau mengamati hal-hal tersebut. Manusia perlu memandang apa yang benar terjadi dalam kehidupannya termasuk apa yang terjadi atas pemikirannya. Keadaan tersebut dipengaruhi oleh keadaan yang terjadi dalam kenyataan.

    ReplyDelete
  18. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Realisme peculative adalah gerakan dalam filsafat kontemporer yang mendefinisikan sendiri, sikapnya realisme metafisik. Selanjutnya, terdapat dua aspek umum dalam realism, pertama berupa aspek yang menyatakan tentang kehidupan. Tabel, batu, bulan, dan sebagainya, mengenai semua yang ada. Aspek kedua realisme menyebutkan tentang dunia sehari-hari mengenai benda makroskopik dan sifat kekhawatiran mengenai kebebasan.

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Contemporary philosophical realism is the belief that some aspects of reality are ontologically independent of our conceptual schemes, perceptions, linguistic practices, beliefs, etc. Realism may be spoken of with respect to other minds, the past, the future, universals, mathematical entities (such as natural numbers), moral categories, the physical world, and thought. Realism can also be promoted in an unqualified sense, in which case it asserts the mind-independent existence of the world, as opposed to skepticism and solipsism. Philosophers who profess realism often claim that truth consists in a correspondence between cognitive representations and reality.
    Realists tend to believe that whatever we believe now is only an approximation of reality but that the accuracy and fullness of understanding can be improved. In some contexts, realism is contrasted with idealism. Today it is more usually contrasted with anti-realism, for example in the philosophy of science.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Philosophical_realism

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Realism cenderung percaya bahwa apapun yang kita percaya sekarang hanyalah sebuah perkiraan dari kenyataan, namun akurasi dan kepenuhan pemahaman dapat ditingkatkan. Dalam beberapa konteks, realisme kontras dengan idealisme. Hari ini lebih sering dikontraskan dengan anti-realisme, misalnya dalam filsafat sains. Filsuf yang mengaku realisme sering mengklaim bahwa kebenaran terdiri dari korespondensi antara representasi kognitif dan kenyataan. Realisme dapat dibicarakan sehubungan dengan pemikiran lain, masa lalu, masa depan, universal, entitas matematika Seperti bilangan natural), kategori moral, dunia fisik, dan pemikiran.

    ReplyDelete
  21. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu-satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya. Kelompok realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan yang belum dicoba kebenarannya. Inti realisme dapat dipahami sebagai kajian tentang budaya sebagai praktik-praktik pemaknaan dari representasi. Aliran realisme memandang dunia ini mempunyai hakikat realitas yang terdiri dari dunia fisik dan dunia rohani. Ajaran realisme memperlihatkan bahwa realisme adalah sesuatu yang real atau sesuatu yang benar yang merupakan gambaran nyata di dunia realitas. Realisme membagi realitas menjadi dua bagian yaitu subjek yang menyadari dan mengetahui di satu pihak dan yang kedua adanya realita di luar manusia yang dapat dijadikan objek pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  22. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dalam filsafat, Realisme merupakan aliran dengan keyakinannya bahwa realitas ada secara independen dari pengamat. Terdapat beberapa pandangan realisme dalam filsafat yaitu Realisme Hermeneutik, dalam filsafat (Heidegger); Realisme internal, dalam filsafat (Putnam); Realisme lokal, sebuah istilah yang digunakan oleh Einstein dalam konteks Prinsip lokalitas; Realisme logis, keyakinan bahwa aturan logika bersifat mind-independent; Realisme Scotistic; Realisme spekulatif; Realisme struktural; Realisme transendental; Realisme agung.

    ReplyDelete
  23. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Realismeadalah keyakinan bahwa realitas ada secara independen dari pengamat. Dapat dilihat dengan mata. Sehingga keberannya itu pasti. keyakinan bahwa beberapa aspek realitas secara ontologis tidak bergantung pada konsep konseptual, persepsi, praktik linguistik, kepercayaan, dan lain-lain. Realisme dapat dibicarakan sehubungan dengan pemikiran lain, masa lalu, masa depan, universal, entitas matematika Seperti bilangan natural), kategori moral, dunia fisik, dan pemikiran. Realisme juga dapat dipromosikan dalam pengertian yang tidak berkualifikasi, dalam hal ini ia menegaskan keberadaan dunia yang bebas dari pikiran, berlawanan dengan skeptisisme dan solipsisme. Filsuf yang mengaku realisme sering mengklaim bahwa kebenaran terdiri dari korespondensi antara representasi kognitif dan kenyataan (https://en.wikipedia.org/wiki/Philosophical_realism )

    ReplyDelete
  24. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Realism ini berpandangan melihat sesuatu hal itu berdasarkan pada fakta dan bukan hanya berdasrkan pada pikirannya saja. Hal ini menjadi konsep dari realism sendiri melihat sesuatu secara jelas da akurat. Hal ini baik, karena apa yang ada didalam pikiran masih berupa sesuatu hal yang mungkin ada. Berbeda dengan apa yang kita lihat yang nyata ada. Wajar kiranya jika paham realism begtu percaa pada apa yang mereka lihat, dengar dan rasakan daripada apa yang ada didalam pikiran mereka.

    ReplyDelete
  25. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Kajian yang mendalam mengenai realisme ini lebih cenderung kepada politik, namun beberapa subjek membahas mengenai pendidikan. Realisme pendidikan dipelopori oleh beberapa orang filosuf diantaranya David Hume, John Stuart Mill. realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya. Kelompok realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan yang belum dicoba kebenarannya.

    ReplyDelete
  26. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Realisme berarti kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Realisme juga berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya. Kelompok realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan yang belum dicoba kebenarannya.

    ReplyDelete
  27. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Real berarti yang aktual yang ada. Dalam fisafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Bagi kelompok realis, alam itu, dan satu satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengannya.

    ReplyDelete
  28. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pemahaman kata filsafat baru yaitu realism. Dimana realism ini berhubungan dengan objek-objek yang nyata. Pada realism ini juga menekankan teori korespondensi untuk meneliti kebenaran pernyataan-pernyataan. Kebenaran adalah hubungan erat putusan kita kepada fakta-fakta pengalaman atau kepada dunia sebagaimana adanya. Kebenaran adalah kepatuhan kepada realitas yang obyektif. Seorang realis menyatakan, ia tidak menjauhkan diri dari fakta yang nyata. Sehingga yang ditekankan pada realism ini mengandung konsep yang selalu mempercayai fakta yang nyata.

    ReplyDelete
  29. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Gagasan filsafat realisme terlacak dimulai sebelum periode abad masehi dimulai, yaitu dalam pemikiran murid Plato bernama Aristoteles (384-322 SM). Aristoteles mengembangkan aliran realisme yang menekankan pada pengetahuan dan nilai. Ilmuwan membawa paham realisme pada abad 21, ilmuwan realisme beranggapan bahwa realitas yang ada tidak bergantung pada apa yang kita ketahui dan metode ilmiah adalah cara yang terbaik untuk mendapatkan deskripsi yang akurat dari apa itu dunia dan bagaimana kerjanya. Kaum realisme berpendapat bahwa yang ada itu adalah yang nyata, riil, empiris, bisa dipegang, bisa diamati dan lain-lain. Dengan kata lain sesuatu yang nyata adalah sesuatu yang bisa diindrakan (bisa diterima oleh panca indra). Selain itu, aliran realisme sebagai aliran dalam ilmu pengetahuan mempersoalkan objek pengetahuan manusia. Aliran realisme memandang bahwa obyek pengetahuan manusia terletak di luar diri manusia. Contohnya, bagaimana kursi itu ada karena ada yang membuatnya, begitu juga dengan adanya alam yang berarti ada yang membuat. Tetapi kaum realis tidak mempercayai adanya ruh karena yang ada hanyalah jiwa. Kaum realis berpendapat bahwa tidak ada kehidupan sesudah kematian.

    ReplyDelete
  30. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Realisme dapat diartikan sebagai pandangan yang menggambarkan sesuatu berdasarkan realita atau kenyataan yang ada. Kaum realisme berpendapat bahwa sesuatu yang ada itu adalah yang nyata, riil, empiris, bisa dipegang, bisa diamati dan lain-lain. Dengan kata lain sesuatu yang nyata adalah sesuatu yang bisa diindrakan (bisa diterima oleh panca indra). Selain itu, aliran realisme sebagai aliran dalam ilmu pengetahuan mempersoalkan objek pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  31. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terdapat dua aspek umum dalam realisme yang telah diilustrasikan dengan melihat realisme tentang dunia sehari-hari seperti benda-benda makroskopik dan sifanya. Pertama terdapat klaim tentang keberadaan tersebut. Tabel, batu, bulan, dan sebagainya yang semua itu ada, seperti halnya fakta-fakta berikut: tabel bentuk persegi, batu yang terbentuk dari granit, dan bulan yang bulat dan kuning. Aspek kedua dari realisme tentang dunia sehari-hari benda-benda makroskopik dan sifat mereka menyangkut kemerdekaan. Fakta bahwa bulan seperti bola independen apa pun siapa pun yang terjadi untuk mengatakan atau berpikir tentang masalah ini. Realisme berarti anggapan bahwa objek indera kita adalah real atau nyata, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita.

    ReplyDelete
  32. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Realisme merupakan penggambaran keadaan yang sesungguhnya / sebenarnya. Ada berbagai kaitan yang berhubugan dengan realisme, diantaranya adalah realisme sastra, realisme sosialis, realisme politik bahkan realisme spekultaif. Disini saya menyoroti realisme spekulatif, bahwa Realisme spekulatif adalah sebuah gerakan dalam filsafat kontemporer yang mendefinisikan dirinya secara longgar dalam pendirian realita metafisik melawan bentuk dominan filsafat pasca-Kantian (atau apa yang disebutnya korelasiisme)

    ReplyDelete
  33. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Realisme adalah suatu paham yang menekankan pada hal-hal yang bersifat nyata dan kebenaran hanyalah dari sesuatu yang dapat dilihat oleh panca indera. Di dalam filsafat pendidikan matematika, salah satunya adalah realistic, yaitu cara mengajarkan matematika dengan melibatkan masalah-masalah nyata atau real. Masalah tersebut tidak harus benar-benar ada asalkan dapat dibayangkan oleh siswa. filsafat ini merupakan yang dianggap paling cocok untuk mengajarkan matematika kepada anak-anak. Dalam realistik terdapat sebuah proses yang dikenal dengan matematisasi ayaitu proses mematematikakan masalah nyata ke dalam bentuk matematika. matematisasi ada dua yaitu horizontal dan vertikal.

    ReplyDelete
  34. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Aliraan realisme adalaah aliran yang memandang bahwa dunia materi di luar kesadaran ada sebagai suatu yang nyata dan penting untuk kita kenal dengan mempergunakan intelegensi. Segala yang diamati oleh panca indra kita adalah suatu kebenaran. Dalam bidang pendidikan pengaruh aliran realisme yakni kemampuan dasar dalam proses kependidikan yang dialami lebih ditentukan perkembangannya oleh pendidikan atau lingkungan sekitar, karena empiris (pengalaman) pada hakikatnya yang membentuk manusia.

    ReplyDelete
  35. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, Realisme memfokuskan pada pengetahuan dan nilai. Realisme merupakan suatu yang terjadi atau sudah menjadi fakta, bukan suatu hal yang masih diharapkan atau sedang direncanakan.

    ReplyDelete
  36. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Realisme melibatkan pandangan bahwa di dunia ini ada benda yang konkret (termasuk manusia lain) yang berada di luar dan terlepas dari pikiran manusia atau kesadaran individu, yaitu dapat diketahui melalui indra dan proses otak, yaitu dapat diketahui dengan kesadaran. Realisme kontras dengan nominalisme. Realisme dalam pengertian ini adalah gagasan bahwa universal memiliki eksistensi substansial yang nyata terlepas dari pemikiran (Duns Scotus). Nominalisme, di sisi lain, adalah pandangan bahwa universal tidak memiliki eksistensi di luar pemikiran dan hanyalah nama yang tidak mewakili apa pun yang benar-benar ada (William of Ockham).

    ReplyDelete
  37. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Realisme menyatakan bahwa kebenaran terdiri dalam korespondensi pikiran dengan realitas. Realis cenderung percaya bahwa apapun yang kita percaya sekarang adalah hanya perkiraan realitas dan bahwa setiap pengamatan baru membawa kita lebih dekat untuk memahami realitas.

    ReplyDelete
  38. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Real berarti yang aktual atau yang ada,kata tersebut menunjuk kepada benda benda atau kejadian-kejadian yang sungguhsungguh,artinya yang bukan sekadar khayalan atau apa yang ada dalam pikiran. Real menunjukkan apa yang ada. Reality adalah keadaan atau sifat benda yang real atau yang ada,yakni bertentangan dengan yang tampak. Dalam arti umum, realisme berarti kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Akan tetapi dalam filsafat, kata realisme dipakai dalam arti yang lebih teknis. Dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita.

    ReplyDelete
  39. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Realism merupakan paham yang mendasari pandangan atau paham positivism. Pokok kata realism adalah real yang berarti nyata, fakta, benar-benar ada. Jadi realisme adalah pandangan yang menggambarkan sesuatu berdasarkan realita atau kenyataan sesungguhnya, hal-hal dalam kehidupan yang kenyataan atau keberadaannya benar-benar nyata dalam kehidupan dan bukan hanya dalam pikiran saja.

    ReplyDelete
  40. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Realisme adalah filsafat yang menganggap bahwa terdapat satu dunia eksternal nyata yang dapat dikenali. Karena itu, realisme berpandangan bahwa objek persepsi indrawi dan pengertian sungguh-sungguh ada, terlepas dari indra dan budi yang menangkapnya karena objek itu memang dapat diselidiki, dianalisis, dipelajari lewat ilmu, dan ditemukan hakikatnya lewat ilmu filsafat . Realisme berarti anggapan bahwa obyek indra kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Kelompok realis membedakan antara obyek pikiran dan tindakan pikiran itu sendiri. Pada umumnya, kaum realis menekankan teori korespondensi untuk meneliti kebenaran pernyataan-pernyataan. Kebenaran adalah hubungan erat putusan kita kepada fakta-fakta pengalaman atau kepada dunia sebagaimana adanya. Kebenaran adalah kepatuhan kepada realitas yang obyektif.

    ReplyDelete
  41. Realisme dapat dirujuk pada pemikiran Aristoteles. Aristoteles sangat mementingkan pengalaman dan hasil pengindraan untuk memperoleh pengetahuan atau pengetahuan yang diperoleh dari kenyataan. Ilmuwan realisme beranggapan bahwa realitas yang ada tidak bergantung pada apa yang kita ketahui dan metode ilmiah adalah cara yang terbaik untuk mendapatkan deskripsi yang akurat dari apa itu dunia dan bagaimana kerjanya. Kaum realisme berpendapat bahwa yang ada itu adalah yang nyata, riil, empiris, bisa dipegang, bisa diamati dan lain-lain. Dengan kata lain sesuatu yang nyata adalah sesuatu yang bisa diindrakan (bisa diterima oleh panca indra). Aliran realisme memandang bahwa obyek pengetahuan manusia terletak di luar diri manusia. Pengetahuan datang dari luar diri manusia dengan pengamatan, kemudian pengumpulan informasi, menalar. Realisme dan empirisme yang memunculkan metode saintifik.

    ReplyDelete