Dec 2, 2012

REALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami REALISM, koneklah:




Wss Wr Wb

Marsigit

11 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Real berarti yang aktual atau yang ada,kata tersebut menunjuk kepada benda benda atau kejadian-kejadian yang sungguhsungguh,artinya yang bukan sekadar khayalan atau apa yang ada dalam pikiran. Real menunjukkan apa yang ada. Reality adalah keadaan atau sifat benda yang real atau yang ada,yakni bertentangan dengan yang tampak. Dalam arti umum, realisme berarti kepatuhan kepada fakta, kepada apa yang terjadi, jadi bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Akan tetapi dalam filsafat, kata realisme dipakai dalam arti yang lebih teknis. Dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita.

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Realism merupakan paham yang mendasari pandangan atau paham positivism. Pokok kata realism adalah real yang berarti nyata, fakta, benar-benar ada. Jadi realisme adalah pandangan yang menggambarkan sesuatu berdasarkan realita atau kenyataan sesungguhnya, hal-hal dalam kehidupan yang kenyataan atau keberadaannya benar-benar nyata dalam kehidupan dan bukan hanya dalam pikiran saja.

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Realisme adalah filsafat yang menganggap bahwa terdapat satu dunia eksternal nyata yang dapat dikenali. Karena itu, realisme berpandangan bahwa objek persepsi indrawi dan pengertian sungguh-sungguh ada, terlepas dari indra dan budi yang menangkapnya karena objek itu memang dapat diselidiki, dianalisis, dipelajari lewat ilmu, dan ditemukan hakikatnya lewat ilmu filsafat . Realisme berarti anggapan bahwa obyek indra kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita. Kelompok realis membedakan antara obyek pikiran dan tindakan pikiran itu sendiri. Pada umumnya, kaum realis menekankan teori korespondensi untuk meneliti kebenaran pernyataan-pernyataan. Kebenaran adalah hubungan erat putusan kita kepada fakta-fakta pengalaman atau kepada dunia sebagaimana adanya. Kebenaran adalah kepatuhan kepada realitas yang obyektif.

    ReplyDelete
  4. Realisme dapat dirujuk pada pemikiran Aristoteles. Aristoteles sangat mementingkan pengalaman dan hasil pengindraan untuk memperoleh pengetahuan atau pengetahuan yang diperoleh dari kenyataan. Ilmuwan realisme beranggapan bahwa realitas yang ada tidak bergantung pada apa yang kita ketahui dan metode ilmiah adalah cara yang terbaik untuk mendapatkan deskripsi yang akurat dari apa itu dunia dan bagaimana kerjanya. Kaum realisme berpendapat bahwa yang ada itu adalah yang nyata, riil, empiris, bisa dipegang, bisa diamati dan lain-lain. Dengan kata lain sesuatu yang nyata adalah sesuatu yang bisa diindrakan (bisa diterima oleh panca indra). Aliran realisme memandang bahwa obyek pengetahuan manusia terletak di luar diri manusia. Pengetahuan datang dari luar diri manusia dengan pengamatan, kemudian pengumpulan informasi, menalar. Realisme dan empirisme yang memunculkan metode saintifik.

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Penganut paham realism menganggap bahwa kebenaran adalah hubungan antara keputusan seseorang terhadap fakta dari pengalaman atau terhadap apa yang ada. Kebenaran juga merupakan keterkaitan dari realitas yang obyektif. Kelompok realis membedakan antara obyek pikiran dan tindakan dari pikiran itu sendiri. Seorang realis menyatakan, ia tidak menjauhkan diri dari fakta yang nyata, namun ia menekan kemauan dan perhatiannya untuk menerima perbedaan dari benda-benda sebagai kenyataan dan sifat yang menonjol dari dunia.

    ReplyDelete
  6. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Salah satu tokoh pencetus lahirnya paham realism adalah Aristoteles. Paham ini menyatakan bahwa bahwa pengetahuan sesungguhnya adalah dunia real yaitu dunia nyata yang beragam, relatif, dan berubah-ubah. Artinya akal pada manusia tidaklah mengandung ide-ide bawaan, melainkan mengabstraksikan ide-ide yang terdapat dalam bentuk benda-benda berdasarkan hasil dari pemahaman panca indra. Pandangan realism lebih bersifat ke arah common sense yang memiliki makna bahwa pengetahuan adalah sebuah persepsi, sedangkan dunia natural adalah dunia nyata, dan pengalaman indrawi adalah dasar pengetahuan ilmiah.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, realisme secara filosofis yang sempit merupakan ideologi yang meyakini bahwa obyek yang ditangkap pleh panca indera manusia adalah objek real, keberadaan sutau benda, keberadaan benda tersebut terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya atau tidak dengan pikiran kita. Bagi kaum realis, satu‑satunya hal yang dapat kita lakukan adalah: menjalin hubungan yang baik dengan alam dan realitas yang ada. Kaum realis berusaha untuk melakukan hal ini, bukan untuk menafsirkannya menurut keinginan atau kepercayaan/keyakina yang belum dicoba/tentu kebenarannya.

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Dari tiga link di atas, ketiga-tiganya masih memiliki kategori sulit bagi saya. Sangat pelan, masih merangkak, mencoba berjalan, begitulah proses belajar saya saat ini. Sebelum sampai pada postingan ini, sebelum bertemu dengan link-link di atas, "realisme" yang saya pahami adalah suatu kebenaran yang memiliki indikator bahwa benar yang sebenar-benarnya adalah benar berkaitan dengan sesuatu yang "real", dapat ditangkap melalui pengalaman panca indera.
    Setelah saya membaca, berupaya memahami pelan-pelan, saya melihat bahwa realisme menjunjung suatu kebenaran berdasarkan apa yang ditangkap oleh sistem indera. Akan tetapi pertanyaan saya, apakah ada hubungan antara realisme dengan naturalisme?

    ReplyDelete
  9. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    "Philosophical realism, belief that reality exists independently of observers" begitu yang tertulis dalam link https://en.wikipedia.org/wiki/Realism, saya mengartikannya seperti ini "Realisme filosofis, percaya bahwa realitas ada secara independen dari pengamat", masih agak rancau untuk dipahami, kemudian saya cek arti kata realisme dalam kamus besar bahasa indonesia disana dituliskan realisme /re·al·is·me/ /réalisme/ berarti (1) paham atau ajaran yang selalu bertolak dari kenyataan; (2) aliran kesenian yang berusaha melukiskan (menceritakan sesuatu sebagaimana kenyataannya).

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Realisme merupakan aliran atau gaya yang memandang dunia ini tanpa ilusi, apa adanya tanpa menambah dan mengurangi objek. Realisme berarti kepatuhan kepada fakta dan kepada apa yang terjadi. Bukan kepada yang diharapkan atau yang diinginkan. Akan tetapi dalam filsafat, kata realisme dipakai dalam arti yang lebih teknis. Dalam arti filsafat yang sempit, realisme berarti anggapan bahwa obyek indera kita adalah real, benda-benda ada, adanya itu terlepas dari kenyataan bahwa benda itu kita ketahui, atau kita persepsikan atau ada hubungannya dengan pikiran kita.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dalam paham realisme memandang bahwa objek dikatakan benar harus tampak ada dalam kenyataan, bukan ide. Apabila dikaitkan dalam pembelajaran matematika, paham realisme cocok digunakan guru khususnya guru SD, karena pada siswa SD masih belum dapat berpikir secara abstrak namun dunia siswa SD akan lebih paham ketika diberikan materi dengan objek nyata daripada membayangkan secara absrtrak. Berbeda dengan anak SMP atau SMA yang secara perlahan mulai dapat digiring ke dalam sesuat yang bersifat abstrak.Namun walaupun siswa SMP dan SMA telah dapat berpikir secara abstark guru juga tetap harus menyampaikan contoh dalam kehidupan sehari-hari agar pembelajaran menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete