Dec 3, 2012

Philosophy of Science Education





Ass Wr Wb
Terlebih untuk mahasiswa S2 PSn, referensi berikut penting untuk dibaca:



Wss Wr Wb
Marsigit

36 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari beberapa link di atas, salah satu link tersebut membahas tentang ilmu pendidikan adalah bidang yang bersangkutan dengan konten berbagi ilmu pengetahuan dan proses dengan individu tradisional tidak dianggap bagian dari komunitas ilmiah. Peserta didik bidang pendidikan sains mencakup pekerjaan di konten sains, proses sains (metode ilmiah), beberapa ilmu sosial, dan beberapa pedagogi mengajar. Standar untuk pendidikan sains memberikan harapan untuk pengembangan pemahaman bagi siswa melalui seluruh kursus pendidikan K-12 dan seterusnya. Subyek tradisional termasuk dalam standar fisik, kehidupan, bumi, ruang, dan ilmu manusia.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Filsafat pendidikan berperanan sebagai landasan filosofis yang menjiwai seluruh kebijaksanaan dalam pelaksanaan pendidikan . Oleh karena itu, filsafat dan pendidikan memiliki kaitan yang erat di mana filsafat mencoba untuk menimbulkan pemikiran-pemikiran yang muncul dari pikiran manusia sedangkan pendidikan berupaya untuk mewujudkan pemikiran tersebut melalui penalaran dalam pembelajaran. Seperti yang dipaparkan dalam artikel Phylosophy of education bahwa filsafat pendidikan dapat dimengerti bukan sebagai disiplin akademik tetapi sebagai teori normatif pendidikan yang menyatukan pedagogik, kurikulum, teori belajar dan tujuan pendidikan dan mengandaskan spesifik metafisis, epistimologi dan asumsi aksiologi.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Filsafat pendidikan dapat merujuk baik ke aplikasi filsafat terhadap masalah pendidikan, memeriksa definisi, tujuan dan makna pendidikan, atau kepada visi tertentu atau pendekatan pendidikan. Filosofi pendidikan dapat berupa filosofi dari proses pendidikan atau filosofi disiplin pendidikan. Artinya, hal tersebut mungkin menjadi bagian dari disiplin dalam arti yang bersangkutan dengan tujuan, bentuk, metode, atau hasil dari proses mendidik yang berkaitan dengan konsep-konsep, tujuan, dan metode. Filsafat pendidikan juga dapat dipahami bukan sebagai disiplin akademis tetapi sebagai sebuah teori normatif pendidikan yang menyatukan pedagogi, kurikulum, teori belajar, tujuan pendidikan dan didasarkan pada metafisis tertentu, epistemologis, dan aksiologis asumsi.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Filsafat ilmu adalah cabang filsafat yang bersangkutan dengan dasar-dasar, metode, dan implikasi dari ilmu pengetahuan. Pertanyaan-pertanyaan sentral perhatian penelitian ini apa yang memenuhi syarat sebagai ilmu, keandalan teori-teori ilmiah, dan tujuan akhir dari ilmu pengetahuan. Disiplin ini tumpang tindih dengan metafisika, ontologi, epistemologi dan, misalnya, ketika mengeksplorasi hubungan antara ilmu pengetahuan dan kebenaran.

    Tidak ada konsensus di antara filsuf tentang banyak masalah sentral yang bersangkutan dengan filsafat ilmu, termasuk apakah ilmu pengetahuan dapat mengungkapkan kebenaran tentang hal-hal yang tidak teramati dan apakah penalaran ilmiah dapat dibenarkan sama sekali. Selain pertanyaan-pertanyaan umum tentang ilmu pengetahuan secara keseluruhan, filsuf ilmu menganggap masalah yang berlaku untuk ilmu-ilmu tertentu (seperti biologi atau fisika). Beberapa filsuf ilmu pengetahuan juga menggunakan hasil kontemporer dalam ilmu untuk mencapai kesimpulan tentang filsafat itu sendiri.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Filsafat menjadi dasar bagi pendidikan. Pada filsafat ada tiga hal yang mendasari yaitu ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Ontologis adalah hakikat, epistimologis adalah proses, dan aksiologis adalah manfaat. Maka filsafat pendidikan itu tentang hakikat pendidikan, proses dan tujuan serta manfaatnya. Sehingga filsafat pendidikan juga merujuk pada dasar dalam menentukan kurikulum pendidikan yang diterapkan di negeri ini. Selain itu lebih khusus pada pembelajaran maka filsafat maka merujuk pada teori-teori belajar.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Filsafat dalam pendidikan merupakan praktek belajar mengajar filsafat sesuai dengan penelitian yang terkait. Pendidikan dibagi menjadi 4 tahapan yaitu pra-sekolah, tingkat sekolah dasar, sekolah menengah dan sekolah menengah atas, serta pendidikan pada perguruan tinggi. Metode yang digunakan dalam pembelajaran filsafat ialah metode didaktik yaitu metode dari Socrates dan Hermeneutika yang pembelajarannya berdasarkan pada penelitian yang telah dilakukan oleh filsuf pendidikan. Tidak semua negara memberikan pendidikan filsafat di semua tingkatan. Di Asia yang menerapkan pembelajaran filsafat di sekolah hanya di India, Cina dan Korea. Sedangkan di Amerika Latin, filsafat merupakan bagian dari sekolah menengah atas dengan kurikulumnya sejak 2008.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Filsafat pendidikan artinya filsafat digunakan untuk merujuk berbagai persoalan yang ada pada pendidikan dengan memeriksa definisi, tujuan, makna suatu pendidikan atau visi tertentu serta pendekatan dalam pendidikan. Filsafat dalam pendidikan dibedakan menjadi Idealism, Realism, Scholasticism, Pragmatism, Analisis Filsafat, Existentialist, Critical Theory dan pemikiran-pemikiran lainnya. Serta filsafat pendidikan yang dibagi atas Perennialism, progressivism, essentialism, sosial reconstructionism dan critical pedagogy dan lainnya. Salah satu pencetus Pragmatism ialah John Dewey yang berpendapat bahwa pendidikan merupakan sarana dalam kelangsungan kehidupan sosial seseorang dengan demikian pendidikan merupakan suatu keharusan untuk hidup dalam kelompok masyarakat.

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Pendidikan sains adalah bidang yang berkaitan dengan berbagi konten sains dan proses dengan individu yang secara tradisional tidak dianggap sebagai bagian dari komunitas ilmiah. Peserta didik mungkin adalah anak-anak, mahasiswa, atau orang dewasa di masyarakat umum; Bidang pendidikan sains mencakup karya sains, proses sains ( metode ilmiah ), beberapa ilmu sosial , dan beberapa pedagogi pengajaran . Standar untuk pendidikan sains memberikan harapan untuk pengembangan pemahaman bagi siswa melalui keseluruhan program pendidikan K-12 mereka dan seterusnya . Subjek tradisional yang termasuk dalam standar adalah fisik , kehidupan, bumi , ruang , dan ilmu pengetahuan manusia .

    Orang pertama yang dikreditkan untuk dipekerjakan sebagai guru Sains di sebuah sekolah umum Inggris adalah William Sharp yang meninggalkan pekerjaan di Rugby School pada tahun 1850 setelah mendirikan Science to the curriculum. Sharp dikatakan telah menetapkan model bagi Science untuk diajarkan di seluruh British Public Schools.
    Langkah selanjutnya datang ketika British Academy for the Advancement of Science (BAAS) menerbitkan sebuah laporan pada tahun 1867. BAAS mempromosikan pengajaran "ilmu pengetahuan murni" dan pelatihan tentang "kebiasaan ilmiah pikiran". Gerakan pendidikan progresif saat itu mendukung ideologi pelatihan mental melalui sains. BAAS menekankan pelatihan pra-profesional secara terpisah dalam pendidikan sains sekunder. Dengan cara ini, anggota BAAS masa depan bisa dipersiapkan.

    ReplyDelete
  10. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Hubungan antara sains dan filsafat sangat dekat sehingga beberapa ilmu pengetahuan tertentu, khususnya cabang-cabang yang lebih umum, seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan psikologi sangat diperlukan dalam filsafat. Sains pada prinsipnya merupakan suatu usaha untuk mengorganisasikan dan mensistematisasikan common sense, suatu pengetahuan yang berasal dari pengalaman dan pengamatan dalam kehidupan sehari-hari dan dilanjutkan dengan suatu pemikiran secara cermat dan teliti dengan menggunakan berbagai metode yang biasa dilakukan dalam penelitian ilmiah, observasi, eksperimen, survey, studi kasus dan lain-lain. Epistimologi sains menjelaskan tentang objek pengetahuan sains, cara memperoleh pengetahuan sains, cara mengukur benar tidaknya pengetahuan sains, hakikat sains menjawab pertanyaan apa sains itu sebenarnya, dan struktur sains menjelaskan tentang cabang-cabang sains dan Aksiologi sains membahas tentang kegunaan sains, cara sains menyelesaikan masalah, dan netralitas sains.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat sangatlah berperan dalam pendidikan. Berkenaan dengan itu maka munculah filsafat pendidikan. Dimana filsafat pendidikan berperanan sebagai landasan filosofis yang menjiwai seluruh kebijakan dalam pelaksanaan pendidikan.
    Sehingga dalam pelaksanaan dan kebijakan dalam dunia pendidikan berdasarkan filsafat yang sudah benar-benar dipikirkan secara matang dan mendalam.

    ReplyDelete
  12. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Dasar-dasar filsafat keilmuwan yang terkait dengan pendidikan antara lain dasar ontologis, epistimologis, aksiologis serta dasar antropologis ilmu pendidikan. Secara ontologis, aspek realitas yang dijangkau teori dan ilmu pendidikan melalui panca indera adalah dunia pengalaman manusia secara empiris. Objek materiil ilmu pendidikan adalah manusia seutuhnya lengkap dengan kepribadiannya, yaitu manusia bernilai-nilai luhur, berakhlak mulia dalam lingkup pendidikan. Sementara dasar epistimologis diperlukan pendidikan untuk mengembangkan ilmunya secara produktif dan bertanggung jawab. Inti dasar epistimologi ini adalah agar dapat ditentukan bahwa dalam menjelaskan objek formalnya, telaah ilmu pendidikan tidak hanya mengembangkan ilmu terapan tetapi menuju telaah teori dan ilmu pendidikan sebagai otonom yang mempunyai objek formal sendiri. Maka dari itu uji kebenaran sangat diperlukan secara korspondensi, koheren dan secara praktis dan pragmatis. Secara antropologis, pendidikan merupakan pertemuan interaksi antara pendidik dan peserta didik yang keduanya sebagai subjek, yang di antaranya terjadi transfer ilmu dua arah dan terjadi komunikasi timbal balik. Kita dapat mengerti bahwa teori-teori pendidikan bisa menjadi sebuah ilmu yang otonom. Maksudnya ilmu yang apabila ditelaah terus-menerus menjadi ilmu yang berkembang pesat seperti ilmu psikologi, kedokteran ekonomi dan lain sebagainya. Pada akhirnya filsafat menjadi alas dalam menemukan suatu permasalah dalam pendidikan sampai ke akar-akar teorinya.

    ReplyDelete
  13. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_education filsafat pendidikan adalah praktik filsafat pengajaran dan pembelajaran beserta penelitian ilmiah yang terkait. Pendidikan dalam subjek biasanya dibagi menjadi 4 tahap utama: pra-sekolah (yaitu pra-primer, misalnya TK) dan tingkat pendidikan dasar (misalnya sekolah dasar), tingkat pendidikan menengah (menengah) yang lebih rendah (misalnya sekolah menengah atas) , Tingkat pendidikan tersier (tinggi) (mis. Perguruan tinggi, universitas), dan pendidikan pasca sarjana. Terkadang tahap yang disebut "post-secondary non-tersier" juga disertakan (dalam mode yang serupa dengan tingkat ISCED). Tidak semua negara memberikan studi filsafat di semua tingkat dan banyak subjek hampir tidak ada dari keseluruhan kurikulum.

    ReplyDelete

  14. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link http://plato.stanford.edu/entries/education-philosophy/ Semua masyarakat manusia, dulu dan sekarang, memiliki kepentingan dalam pendidikan; Dan beberapa akal telah mengklaim bahwa mengajar (yang terbaik adalah kegiatan pendidikan) adalah profesi tertua kedua. Meskipun tidak semua masyarakat menyalurkan sumber daya yang memadai untuk mendukung kegiatan dan institusi pendidikan, setidaknya mereka mengakui sentralitas mereka-dan untuk alasan yang bagus. Untuk satu hal, jelas bahwa anak-anak terlahir buta huruf dan tidak terhitung jumlahnya, dan tidak peduli dengan norma dan prestasi budaya masyarakat atau masyarakat tempat mereka didorong; Tetapi dengan bantuan guru profesional dan amatir yang berdedikasi di keluarga mereka dan lingkungan sekitar (dan juga bantuan sumber pendidikan yang tersedia melalui media dan internet saat ini), dalam beberapa tahun mereka dapat membaca, menulis, menghitung , Dan bertindak (setidaknya sering) dengan cara yang sesuai dengan budaya. Maka dari itu guru adalah sebuah pekerjaan yang mulia.

    ReplyDelete
  15. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016


    Filosofi pendidikan bisa jadi filosofi proses pendidikan atau filosofi disiplin pendidikan. Artinya, ini mungkin bagian dari disiplin dalam arti peduli dengan tujuan, bentuk, metode, atau hasil. Dari proses mendidik atau dididik, atau mungkin metadisiplin dalam pengertian berkaitan dengan konsep, tujuan, dan metode disiplin. Dengan demikian, ini adalah bagian dari bidang Pendidikan dan bidang filsafat terapan, mulai dari bidang metafisika, epistemologi, aksiologi dan pendekatan filosofis

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Pendidikan sains adalah bidang yang berkaitan dengan berbagi konten sains dan proses dengan individu yang secara tradisional tidak dianggap sebagai bagian dari komunitas ilmiah. sebagaimana yang ada di pendidikan indonesia bahwa pendidikan dikembangkan untuk meningkatkan kualitas kehidupan indonesia dengan melakukan penelitian tentang alam dan kegunaannya. Standar untuk pendidikan sains memberikan harapan untuk pengembangan pemahaman bagi siswa melalui keseluruhan program pendidikan.Subjek tradisional yang termasuk dalam standar adalah fisik, kehidupan, bumi, ruang, dan ilmu pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  17. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat dan pendidikan memiliki hubungan yang tak terpisahkan. Filsafat berusaha untuk menimbulkan pemikiran-pemikiran yang muncul dari pikiran manusia secara kodrati sedangkan pendidikan berupaya untuk mewujudkan pemikiran tersebut melalui penalaran dalam pembelajaran.
    Sehingga keduanya akan saling berhubungan satu sama lain untuk saling mendukung.

    ReplyDelete
  18. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Dalam dunia pendidikan, filsafat memiliki peranan yang sangat besar. Karena filsafat yang merupakan pandangan hidup ikut menentukan arah dan tujuan proses pendidikan. Oleh karena itu, filsafat dan pendidikan berhubungan dengan sangat erat. Sebab pendidikan sendiri merupakan proses pewarisan nilai-nilai filsafat, yang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupan yang lebih baik dari keadaan sebelumnya. Dalam pendidikan, diperlukan bidang filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan sendiri adalah ilmu yang mempelajari dan berusaha mengadakan penyelesaian terhadap masalah-masalah pendidikan yang bersifat filosofis. Jadi, jika ada masalah atas pertanyaan-pertanyaan soal pendidikan yang bersifat filosofis, wewenang filsafat pendidikanlah untuk menjawab dan menyelesaikannya.

    ReplyDelete
  19. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Telah kita ketahui bahwa hubungan antara sains dan filsafat sangat dekat sehingga beberapa ilmu pengetahuan tertentu, khususnya cabang-cabang yang lebih umum, seperti matematika, fisika, kimia, biologi dan psikologi sangat diperlukan dalam filsafat. Filsafat dan sains keduanya tertarik terhadap pengetahuan yang terorganisir dan tersusun secara sistematis. Sains membantu filsafat dalam mengembangkan sejumlah bahan deskriptif dan faktual serta esensial bagi pemikiran filsafat. Sains mengoreksi filsafat dengan menghilangkan sejumlah ide-ide yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah. Filsafat merangkum pengetahuan yang terpotong, yang menjadikan beraneka macam sains yang berbeda serta menyusun bahan tersebut ke dalam suatu pandangan tentang hidup dan dunia yang lebih menyeluruh dan terpadu. melalui filsafat kita dapat mengerti teori-teori pendidikan, bisa menjadi sebuah ilmu yang otonom. Maksudnya ilmu yang apabila ditelaah terus-menerus menjadi ilmu yang berkembang pesat seperti ilmu psikologi, matematika, biologi, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari salah satu link yang diberikan, menurut pemahan saya bahwa filsafat pendidikan merujuk pada penerapan filsafat terhadap masalah pendidikan. Studi yang melibatkan studi filosofis tentang pendidikan dan masalahnya mengarah pada pokok bahasan pendidikan. Filosofi pendidikan bisa jadi filosofi proses pendidikan atau filosofi disiplin pendidikan yang artinya peduli dengan tujuan, bentuk, metode atau hasil dari proses pendidikan di sekolah – sekolah.

    ReplyDelete
  21. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Salah satu yang dibahas dalam referensi diatas adalah tentang filsafat pendidikan yang dapat digunakan pada rujukan baik untuk penerapan filsafat terhadap masalah pendidikan, memeriksa definisi, tujuan dan arti pendidikan, atau kepada visi tertentu atau pendekatan pendidikan. Filsafat pendidikan digunakan untuk semual hal terkait perkembangan pendidikan dan untuk setiap aspek-aspek yang mengandung keterkaitan dengan dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Filsafat, sains, dan pendidikan merupakan dasar terciptanya filsafat pendidikan sains yang ketiganya saling terkait satu sama lain. Pendidikan yang melibatkan sains yang memerlukan pemikiran-pemikiran serta praktik memiliki filosofi sangat berarti. Alam tercipta untuk kita pelajari agar menjadi pembelajar yang bertentangan dengan kodrat alam.

    ReplyDelete
  23. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Filsafat pendidikan dapat merujuk pada penerapan filsafat terhadap masalah pendidikan, menguji definisi, tujuan dan rantai makna yang digunakan dalam pendidikan oleh guru, administrator dan pembuat kebijakan. Ini dapat melibatkan pemeriksaan visi atau pendekatan tertentu oleh para periset dan pembuat kebijakan dalam pendidikan yang sering menangani perdebatan dan asumsi kontemporer tentang inovasi dan praktik dalam pengajaran dan pembelajaran dengan mempertimbangkan profesinya dalam konteks filosofis atau sosiokultural yang lebih luas.
    Ada banyak cabang pendidikan, diantaranya yaitu pendidikan sains. Pendidikan sains adalah bidang yang berkaitan dengan berbagi konten sains dan proses dengan individu yang secara tradisional tidak dianggap sebagai bagian dari komunitas ilmiah. Peserta didik mungkin adalah anak-anak, mahasiswa, atau orang dewasa di masyarakat umum; Bidang pendidikan sains mencakup karya sains, proses sains (metode ilmiah), beberapa ilmu sosial, dan beberapa pedagogi pengajaran. Standar untuk pendidikan sains memberikan harapan untuk pengembangan pemahaman bagi siswa melalui keseluruhan program pendidikan K-12 mereka dan seterusnya. Subjek tradisional yang termasuk dalam standar adalah fisik, kehidupan, bumi, ruang, dan ilmu pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  24. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana dalam mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar siswa bisa mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kecerdasan, akhlak, serta keterampilan yang diperlukan dalam hidup bermasyarakat. Pendidikan berlangsung seumur hidup dimulai ketika kita dilahirkan sampai akhirnya kita mati. Pendidikan merupakan pangalaman manusia, karena selama manusia itu hidup pasti melakukan suatu proses belajar baik sadar ataupun tidak sadar, dan dalam proses belajar tersebut manusia memperoleh pengalaman sehingga dari pengalaman tersebut terbentuk suatu jati diri dari manusia tersebut.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Filsafat pendidikan adalah praktik filsafat pengajaran dan pembelajaran beserta penelitian ilmiah yang terkait. Bukankah filsafat pendidikan juga studi filosofis pendidikan pada umumnya. Kita tahu bahwa filsafat pendidikan memiliki banyak tokoh-tokon. Kita tahu juga bahwa Pendidikan dalam subjek biasanya dibagi menjadi 4 tahap utama: pra-sekolah (yaitu pra-primer, misalnya TK) dan tingkat pendidikan dasar (misalnya sekolah dasar), tingkat pendidikan menengah (menengah) yang lebih rendah (misalnya sekolah menengah atas) , Tingkat pendidikan tersier (tinggi) (mis. Perguruan tinggi, universitas), dan pendidikan pasca sarjana. Terkadang tahap yang disebut "post-secondary non-tersier" juga disertakan (dalam mode yang serupa dengan tingkat ISCED). Akan tetapi tidak semua objek itu diajarkan studi tentang filsafat pendidikan

    ReplyDelete
  26. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Secara filosofis pendidikan adalah hasil dari peradaban suatu bangsa yang terus menerus dikembangkan berdasarkan cita-cita dan tujuan filsafat serta pandangan hidupnya sehingga menjadi suatu kenyataan yang melembaga di dalam masyarakatnya. Dengan demikian filsafat pendidikan menjadi dasar suatu bangsa itu berpikir, berperasaan, dan berkelakuan yang menentukan bentuk sikap hidupnya. Adapun proses pendidikan dilakukan secara terus menerus dilakukan dari generasi ke generasi secara sadar.

    ReplyDelete
  27. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya memperoleh bahwa philosophy of science education sebagai ilmu pengetahuan yang bersifat eksistensial, artinya sangat erat hubungannya dengan kehidupan kita salah satunya pada dunia pendidikan. Bahkan filsafat ini menjadi dasar bagi motor penggerak bagi bidang pendidikan, baik sebagai objek pendidik atau subjek pendidik di lingkungan pendidikan. Tentunya hal yang menjadi dasar dan perlu diperhatikan adalah ontologi, epistemoligi, dan aksiologi dari bidang ini. Sehingga kita tahu kebermaknaan dari sebuah filsafat pendidikan ini.

    ReplyDelete
  28. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Filsafat pendidikan sains berarti menempatkan filsafat sebagai landasan dalam praktek pendidikan sains. Melalui filsafat, teori-teori pendidikan dapat menjadi sebuah ilmu yang otonom. Maksudnya ilmu yang apabila ditelaah terus-menerus menjadi ilmu yang berkembang pesat seperti ilmu psikologi, kedokteran ekonomi dan lain sebagainya. Pada akhirnya filsafat menjadi alas dalam menemukan suatu permasalahan dalam pendidikan sampai ke akar-akar teorinya.

    ReplyDelete
  29. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari hakikat pelaksanaan dan pendidikan. Bahan yang dipelajari meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat pendidikan. Metode yang dilakukan adalah dengan menganalisa secara kritis struktur dan manfaat pendidikan. Filsafat pendidikan berupaya untuk memikirkan permasalahan pendidikan. Salah satu yang dikritisi secara konkret adalah relasi antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran. Filsafat pendidikan berusaha menjawab pertanyaan mengenai kebijakan pendidikan, sumber daya manusia, teori kurikulum dan pembelajaran serta aspek-aspek pendidikan yang lain.

    ReplyDelete
  30. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berdasarkan salah satu referensi yang disebutkan di atas, Filsafat pendidikan dapat juga dipahami bukan sebagai disiplin akademis melainkan sebagai teori pendidikan normatif yang menyatukan pedagogi, kurikulum, teori belajar, dan tujuan pendidikan dan didasarkan pada asumsi metafisik, epistemologis, dan aksiologis tertentu. Teori-teori ini juga disebut filsafat pendidikan. Misalnya, seorang guru mungkin dikatakan mengikuti filsafat pendidikan abadi atau mengikuti filsafat pendidikan perennialis. Seorang guru melaksanakan pembelajaran dengan kurikulum atau metode pembelajaran tertentu, maka guru tersebut sudah melaksanakan filsafat pendidikan yang dipahaminya.

    ReplyDelete
  31. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Aspek filsafat sesungguhnya merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan kinerja dan mutu pendidikan di suatu negara, meskipun bukan satu-satunya determinan. Di samping kajian filsafat mengenai eksistensi ilmu pendidikan, perumusan dan kejelasan filsafat pendidikan itu sendiri akan menentukan kebijakan dasar pendidikan, dan selanjutnya menentukan tingkat kemajuan dan perkembangan pendidikan nasional.

    ReplyDelete
  32. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Filsafat ilmu pendidikan merupakan salah satu cabang dari filsafat sains. Filsafat pendidikan merupakan filsafat yang mempelajari tentang pelaksanaan pendidikan meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat pendidikan. Dengan kata lain, filsafat ilmu pendidikan mengungkapkan apa itu pendidikan secara filsafati yaitu meliputi aspek ontologi, epistimologi, dan aksiologi. Hakikat suatu pendidikan merupakan komponen-komponen yang menjadikan pendidikan tersebut ada, seperti perangkat pembelajaran, guru, siswa, media-media pembelajaran, dan lain sebagainya. Kebenaran sebuah pendidikan yakni ketika terjadi kesepakatan antara guru dengan siswa tentang suatu pengetahuan di dalam kelas. Artinya ketika guru menyampaikan sebuah pengetahuan, siswa memahaminya dengan baik, itulah yang disebut kesepakatan. Sedangkan aksiologi atau keindahan suatu pendidikan adalah tujuan diadakannya pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
  33. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari beberapa link yang bapak berikan saya tertarik pada link https://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_of_education Filsafat pendidikan adalah dirujuknya filsafat terhadap masalah pendidikan, menguji definisi, tujuan yang digunakan dalam pendidikan guru, dan pembuat kebijakan. Filsafat pendidikan juga bisa dipahami bukan sebagai disiplin akademis melainkan sebagai teori pendidikan normatif yang menyatukan pedagogi, kurikulum, teori belajar, dan tujuan pendidikan dan didasarkan pada asumsi metafisik, epistemologis, dan aksiologis tertentu.

    ReplyDelete
  34. Ika Agustina Fitriani
    14301241018
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Indonesia seharusnya belajar dan segera mencontoh program pendidikan filsafat sejak dini tersebut. Karena selain menghasilkan masyarakat yang berpikir kritis dan koheren, juga dapat melahirkan situasi sosial yang harmonis, penuh toleransi, dan saling menghargai

    ReplyDelete
  35. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih pak Prof atas link yang dibagikan. Semoga kami dapat mengambil ilmu dari beberapa artikel diatas sehingga kami dapat terbuka pikiran dan wawasannya mengenai apa sebenarnya hubungan antara sains dan filsafat

    ReplyDelete
  36. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sains bukanlah satu-satunya cara untuk mengetahui kebenaran, dan juga bukan cara yang terbaik. Filsafat adalah cara lain untuk mengetahui kebenaran, sehingga sains dan filsafat harus saling melengkapi. Berkenaan dengan berbagai aspek pengetahuan kita tentang realitas seperti mengenai kausalitas, waktu, kehendak bebas, moralitas dan penjelasan akhir, filsafat memiliki kontribusi yang penting. Karena sains tidak dapat memberikan peran yang maksimal dalam bidang tersebut. Pemahaman yang lebih baik tentang isu filosofis dasar akan menghasilkan pengetahuan yang lebih baik dan bahkan mungkin memotivasi pertanyaan ilmiah. Sehingga jelas sekali bahwa hubungan sains dan filsafat sangat erat.

    ReplyDelete