Dec 3, 2012

Philosophy of Science Education





Ass Wr Wb
Terlebih untuk mahasiswa S2 PSn, referensi berikut penting untuk dibaca:



Wss Wr Wb
Marsigit

10 comments:

  1. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Filsafat pendidikan berkaitan dengan aplikasi filsafat pada permasalahan pendidikan. Yang dipelajari dalam filsafat pendidikan adalah tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat pendidikan. Filsafat pendidikan memandang kegiatan pendidikan sebagai objek yang dikaji. Pendidikan dapat dibedakan menjadi dua wilayah yaitu humanisme dan akademik. Sisi humanisme mengembangkan manusia dari segi ketrampilan dan praktik hidup. Sementara aspek akademik menekankan nilai kognitif dan ilmu murni. Keduanya merupakan aspek penting yang sebenarnya tidak dapat dipisahkan. Filsafat pendidikan berperan untuk terus menganalisa dan mengkritisi aspek akademik dan humanis demi sebuah pendidikan yang utuh dan seimbang. Filsafat pendidikan akan terus melakukan peninjauan terhadap proses pendidikan demi perkembangan pendidikan yang mencetak manusia handal.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  2. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas link-link yang telah dibagikan
    Pada ulasan di atas diberikan beberapa rujukan. Saya pada awalnya membuka link http://en.wikipedia.org/wiki/Philosophy_of_education untuk mengetahui apa yang dimaksud filsafat pendidikan dala link tersebut. Melalui link tersebut saya memperoleh pengetahuan bahwa pokok bahasan filsafat pendidikan adalah pendidikan dengan menggunakan metode filosofis. Dari link tersebut saya juga sedikit memahami mengapa perguruan tinggi membekali mahasiswanya dengan mata kuliah filsafat pendidikan. Karena mengkaji pendidikan secara filosofis adalah hal yang sangat penting. Kegiatan ini akan membuat kita mengerti pendidikan secara lebih mendala hingga ke akar-akarnya. Realitas yang ada, tidak sedikit orang, atau bahkan pemangku kebijakan di bidang pendidikan tidak memahami unsur filosofis pendidikan. Hal ini tidak jarang mengakibatkan kebijakan pendidikan yang diputuskan hanyalah konsep kebijakan yang tipis, berupa kulit luar saja.

    Kemudian pada link berikutnya, saya membaca tentang pendidikan sains. Saya membaca bahwa Pendidikan sains adalah bidang yang berkaitan dengan berbagi konten sains dan proses dengan individu yang secara tradisional tidak dianggap sebagai bagian dari komunitas ilmiah. Kemudian berdasarkan tesis tesis yang saya peroeleh, saya mensintesiskan bahwa dala pembelajaran, alangkah lebih baik jika kita berusaha memahai pendidikan sains secara filosofis. Hal itu berkaitan dengan pemahaman kita terhadap apa yang akan kita pelajarai maupun apa yang akan kita ajarkan kepada orang lain

    ReplyDelete
  3. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Filsafat pendidikan sains adalah hasil pemikiran dan perenungan secara mendalam mengenai pendidikan sains. Filsafat pendidikan sains merupakan terapan filsafat dalam pendidikan sains. Pendidikan membutuhkan filsafat karena masalah-masalah pendidikan bukan hanya berhubungan dengan pelaksanaan pendidikan yang dibatasi pengalaman, tetapi permasalahan yang lebih luas, lebih dalam, serta lebih kompleks, yang tidak dibatasi pengalaman maupun fakta-fakta pendidikan, Filsafat pendidikan pada dasarnya menggunakan cara kerja filsafat dan akan menggunakan hasil-hasil dari filsafat, yaitu berupa hasil pemikiran manusia tentang realitas, pengetahuan, dan nilai tentang kebenaran, dan dalam kajiannya didasarkan pada model berpikir sistemik, sehingga harus senantiasa dikaitkan. Harapan dengan filsafat ini yang diterapkan dalam pendidikan, menjadikan seseorang iklas dan bijaksana dalam mengolah dan menikmati kehidupan. dalam penbelajaran pun bahasa secara filosofis dapat digunakan dalampembelajaran untuk menagkap dan memahami pengetahuan yang pelajari dan di dapat dari pengalaman atau diberikan oleh orang lain.

    ReplyDelete
  4. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Hubungan antara sains dan filsafat sangatlah dekat sehingga beberapa ilmu pengetahuan tertentu,seperti sains memerlukan filsafat dalam pembelajarannya. Filsafat yang berperan dalam pendidikan ini disebut sebagai filsafat pendidikan. Filsafat pendidikan berusaha menyelesaikan masalah-masalah pendidikan yang bersifat filosofis. Sains membahas tentang pengetahuan yang terorganisir dan sistematis yang akan membantu filsafat dalam mengembangkan sejumlah bahan deskriptif dan faktual serta esensial bagi pemikiran filsafat. Bahkan, sains mengoreksi filsafat dengan menghilangkan sejumlah ide-ide yang bertentangan dengan pengetahuan ilmiah.

    ReplyDelete
  5. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Menurut salah satu sumber yang saya baca dari link yang Bapak berikan di atas, bahwa filsafat pendidikan bukan hanya dipandang sebagai disiplin ilmu akademis saja, tetapi juga dipandang sebagai teori pendidikan normatif karena menyatukan banyak unsur, seperti pedagogik, kurikulum pembelajaran, teori pembelajaran, dan tujuan pendidikan dengan didasari oleh asumsi metafisik, epistimologis, dan aksiologis tertentu. Adapun filsuf dalam filsafat pendidikan dengan aliran idealisme diantaranya, Plato, Immanuel Kant, dan Georg Wilhelm Friedrich Hegel. Sedangkan filsuf dalam filsafat pendidikan dengan aliran Realisme diantaranya Aristoteles, Ibnu Tufail, Brouudy, dll.

    ReplyDelete
  6. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, thank you prof. Marsigit for an interesting article that is on the fourth link. For the government of Indonesia, science education is not something strange and foreign, because science education has been applied in early childhood even to college. The importance of science education encourages and is useful to children students are able to think more critically about nature, love and take lessons that exist and may exist in nature. The field of science education includes scientific work, the process of science (scientific method), some social sciences, and some pedagogy of teaching. Standards for science education provide hope for the development of understanding for students through the entire curriculum education program 2013 until they are adults. But if we talk about the relationship between science and philosophy is so close that some particular science, such as science requires philosophy in its learning. Science deals with organized and systematic knowledge that will assist philosophy in developing a number of descriptive and factual material as well as essential for philosophical thought. so it is very closely related between philosophy and science education, especially if we want to learn about the meaning of science education in philosophy, of course there will be many lessons and knowledge that we can take and applied in everyday life. Wallahu'alam bishowab

    ReplyDelete
  7. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Salah satu link tersebut merujuk pada Jean –Jackques Rousseau. Beliau merupakan seorang filsuf Jenewa, penulis, dan komposer pada abad ke-18. Filsafat politiknya mempengaruhi Revolusi Perancis serta pengembangan keseluruhan pemikiran politik, sosiologis, dan pendidikan modern. Rousseau berpendapat bahwa manusia mempunyai keadaan alamiah atau keadaan asli dalam dirinya sebagai suatu individu yang bebas atau merdeka tanpa adanya suatu intervensi atau paksaan dari manapun. Meskipun mempunyai kebebasan yang mutlak, manusia tidak memiliki keinginan sekaligus memiliki keinginan untuk menakhlukan sesamanya karena manusia secara alamiah bersifat tidak baik maupun tidak buruk. Menurutnya, manusia abad pencerahan sudah mengubah dirinya menjadi manusia rasional, yaitu mementingkan factor material untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Faktor-faktor non-materail berupa perasaan dan emosi mengalami pengikisan sehingga manusia seolah-olah hanya berlaku menurut rasio saja. Abad Pencerahan menurut Rousseau adalah abad pesimisme total. Pemikir-pemikir pencerahan, perkembangan teknologi dan sains menyebabkan dekadensi moral dan budaya. Akibatnya, manusia menjadi rakus dan tamak sehingga terjadi kerusakan dan penghancuran besar-besaran bagi keberlangsungan manusia, baik itu alam maupun manusianya sendiri. Oleh sebab itu, Rousseau berpikir bahwa manusia seharusnya kembali pada kehidupannya yang alamiah yang memiliki emosi dan perasaan untuk mencegah dan terhindar dari kehancuran total. Pemikiran ini menjadi cikal bakal dari aliran Romantisme yang berkembang di eropa.

    ReplyDelete
  8. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Filosofi pendidikan merupakan jalan yang akan ditempuh oleh para pendidik dan peserta didik. Alangkah indahnya jika jalan yang dibangun mengarah pada kebijaksanaan dalam hidup. Saya menyadai proses pencapaian pendidikan itu tentulah bersifat subyektif. Tidaklah sama pemahaman antara satu orang dengan yang lainnya. Saya sendiri saja masih dalam proses mencari filosofi pendidikan itu sendiri. Mencoba mendaki gunung-gunung yang ada. Bahkan terkadang tidak terasa selama perjalanan pendakian tersebut. Terkadang merasa tertatih-tatih dalam menempuhnya. Menikmati proses yang terjal dan berliku adalah bagian yang dapat dirasakan dan digapai. Sebenar-benar kehidupan adalah bagian dari filosofi pendidikan itu sendiri.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya juga menyadari bahwa filsafat pendidikan dapat mengarahkan pada pembentukan pengetahuan, pengalaman dan pembelajaran. Komponen tersebut termasuk ke dalam intuisi seseorang. Menggali keingintahuan melalui filsafat pendidikan menurut saya adalah salah satu cara yang dapat membuat pendidikan yang dijalani seseorang akan lebih bermakna. Kemudian, pengetahuan yang diperoleh dapat bersifat intensif dan ekstensif. Namun, bagaimanapun ini tergantung pada kemauan untuk mencari dan menggapainya.

      Delete
  9. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Filsafat dalam pendidikan sains, merupakan salah satu bukti bahwa filsafat dapat ditemukan di mana saja. Apabila kita kaitkan dengan matematika maka filsafat dalam pendidikan sains juga dpaat dikaitkan dengan matematika. Karena saya ingat dengan pepatah yang mengatakan bahwa “Mathematics is king of science”. Artinya matematika dapat diperoleh dimana saja. Semua pembelajran terdapat matematika, bahwa, sosial, dan mata pelajaran lain terdapat matematika. Guru dapat menggunakan sifat matematika tersebut untuk mengintegrsikan dengan pelajaran lain sehingga pembelajaran akan ebih bermakna dan akan membuat menarik bagi siswa.

    ReplyDelete