Dec 2, 2012

DEDUCTIVISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang DEDUCTIVISM, koneklah:






Wss Wr Wb

24 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Konfirmasi hipotesis secara deduktif dibangun dengan gagasan bahwa pembuktian terdiri dari prediksi-prediksi yang benar secara deduksi dan hipotesisnya akan di uji. Deduktivisme merupakan lawan dari induktivisme. Aliran ini beranggapan bahwasuatu prosedur berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Kaum rasionalisme sering menggunakan cara berpikir deduktif ini. Cara berpikir ini sering dipakai oleh Arisototelis. Namun menurut John Locke, berpikir deduksi relatif lebih rendah kedudukannya apabila dibandingkan dengan pengalaman indera dalam pengembangan pengetahuan.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Metode deduktif mengemukakan penjabaran dari pendekatan saintifik. Di mana hasil penemuan saintifik melalui perumusan hipotesis, pengujian hipotesis dan penyimpulan hipotesis tersebut. Hasil penyelidikan ilmiah dengan merumuskan hipotesis dapat dipalsukan oleh tes pada data yang telah diamati sebelumnya. Penjabaran dengan metode deduktif ini berawal dari hal-hal yang bersifat umun menuju kepda penyimpulan yang bersifat khusus. Sehingga faham seseorang yang menggunakan metode deduktif inilah yang disebut DEDUCTIVISM.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulanyang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dansebuah kesimpulan. Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yangumum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    hipotetis-deduktif atau metode adalah deskripsi diusulkan metode ilmiah.enyelidikan ilmiah hasil dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dibayangkan dapat dipalsukan oleh tes pada data yang dapat diobservasi. Sebuah tes yang bisa dan tidak berjalan bertentangan dengan prediksi dari hipotesis diambil sebagai pemalsuan hipotesis. Sebuah tes yang bisa tetapi tidak berjalan bertentangan dengan hipotesis menguatkan teori. Hal ini kemudian diusulkan untuk membandingkan nilai penjelasan hipotesis bersaing dengan menguji bagaimana ketat mereka dikuatkan oleh prediksi mereka.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Penalaran deduktif adalah suatu prosedur yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Orang-orang rasionalisme dalam mencari kebenaran sangat menjunjung tinggi penalaran atau yang disebut dengan cara berpikir deduksi, yaitu pembuktian dengan menggunakan logika.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Model atau metode hypothetico deduktif adalah deskripsi metode ilmiah yang diusulkan . Menurutnya, penyelidikan ilmiah berlanjut dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dapat dipalsukan dipalsukan oleh sebuah pengujian terhadap data yang dapat diamati. Tes yang bisa dan memang bertentangan dengan prediksi hipotesis diambil sebagai pemalsuan hipotesis. Sebuah tes yang bisa tapi tidak bertentangan dengan hipotesis menguatkan teori tersebut. Kemudian diusulkan untuk membandingkan nilai penjelasan dari hipotesis yang bersaing dengan menguji seberapa ketatnya bukti tersebut dikuatkan oleh prediksi mereka.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Deductivism mengkaji mengenai masalah filosofis yang berkembang secara umum ke khusus. Untuk menyelesaikan masalah tersebut, masalah tersebut diorganisasikan atau dikelompokkan menurut prinsip-prinsip ilmu tertentu. Salah satu metode deductivism yaitu hypothetico deductivism yang dibagi menjadi suatu kesimpulan yang benar dari umum ke khusus dan harus benar jika premis yang digunakan juga benar. Pada akhirnya hypothetico deductivism kurang disegani pada pembuktian karena hipotesis yang digunakan, dan hypothetico deductivism relevan dengan praktek ilmiah.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Deduktivisme adalah paradigma yang berdasar pada perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan kemudian menyimpulkan hipotesis tersebut. Pradigma ini yang sering digunakan dalam metode penyelidikan ilmiah. Deduktivisme juga bisa diartikan sebagai sebuah pemikiran yang diawali oleh pernyataan umum lalu dikembangkan/diperjelas oleh pernyataan-pernyataan khusus. Pemikiran ini bisa bisa berupa buku, penelitian/tesis, artikel, diskusi atau semacamnya.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Metode deduktif berawal dari hal umum ke hal khusus. Hal ini bisa diperoleh dari menurunkan teorema yang mana secara logika benar. Akan tetapi tak jarang juga dapat ditemui kekeliruan.
    Dalam penarikan kesimpulan yg biasanya terjadi kesalahan (falase) hal ini dikarenakan tidak semua hal terkadang tidak dapat diturunkan secara logika.

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Model atau metode hypothetico deduktif adalah deskripsi metode ilmiah yang diusulkan. Mengacu pada penyelidikan ilmiah berlanjut dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dapat dipalsukan dipalsukan oleh sebuah pengujian terhadap data yang dapat diamati. Tes yang bisa dan memang bertentangan dengan prediksi hipotesis diambil sebagai pemalsuan hipotesis.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Penemuan hingga pembuktian dengan metode deduktif berawal dari hal-hal yang bersifat umun menuju kepda penyimpulan yang bersifat khusus.
    Mempelajari hal-hal yang bersifat atau berlaku secara umum selanjutnya diaplikasikan ke hal yang khusus.
    Jika masih bernilai benar maka hal ini benar adanya, akan tetapi jika ditemui kekeliruan maka ada pengecualian terhadap hal tertentu.

    ReplyDelete
  12. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://en.wikipedia.org/wiki/Hypothetico-deductive_model Model atau metode hypothetico deduktif adalah deskripsi metode ilmiah yang diusulkan. Menurutnya, penyelidikan ilmiah berlanjut dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dapat dipalsukan dipalsukan oleh sebuah pengujian terhadap data yang dapat diamati. Tes yang bisa dan memang bertentangan dengan prediksi hipotesis diambil sebagai pemalsuan hipotesis. Sebuah tes yang bisa tapi tidak bertentangan dengan hipotesis menguatkan teori tersebut. Kemudian diusulkan untuk membandingkan nilai penjelasan dari hipotesis yang bersaing dengan menguji seberapa ketatnya bukti tersebut dikuatkan oleh prediksi mereka.


    ReplyDelete
  13. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Deduktivisme berasal dari kata 'deduktif' yang artinya adalah penarikan kesimpulan tertentu dari sesuatu yang sudah ada dan bersifat umum. Deduktif dipakai dalam pembelajaran matematika, penarikan kesimpulan dari sesuatu yang sudah ada dan sesuatu yang umum. Berpikir secara deduksi ini akan mendapat kesimpulan yang pasti benar adanya, sehingga implementasi dalam kehidupan sehari-hari, untuk mengambil kesimpulan, ambillah dari sesuatu yang ada dalam kenyataan, dan bersifat benar untuk umum, maka pasti akan benar untuk tertentu yang termasuk dalam umum tersebut

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Dalam strategi belajar mengajar deduktif, pesan atau materi pelajaran diolah mulai dari yang umum, generalisasi atau rumusan konsep atau rumusan aturan, dilanjutkan kepada yang khusus yaitu penjelasan bagian-bagiannya atau atribut-atributnya (ciri-cirinya) dengan menggunakan berbagai ilustrasi atau contoh. Strategi belajar mengajar deduktif antara lain dapat digunakan pada pelajaran mengenai konsep “terdefinisi”.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Pembelajaran deduktif merupakan strategi pembelajaran yang mengutamakan penalaran dari umum ke khusus. Pembelajaran deduktif merupakan imbangan yang sangat dekat bagi model pembelajaran induktif. Keduanya dirancang untuk mengajarkan konsep dan generalisasi, mengandalkan contoh dan bergantung pada keterlibatan guru secara aktif dalam membimbing siswa. Perbedaan terletak pada urutan kejadian selama pembelajaran, keterampilan berpikir, cara memotivasi dan waktu yang diperlukan serta biasanya pada pembelajaran pendekatan deduktif seorang guru harus lebih aktif daripada siswanya. Pembelajaran dilakukan dengan metode ceramah, tanya jawab dan simulasi.

    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Deduksi merupakan cara berfikir yang mengarah kepada bentuk penalaran yang dapat berlangsung dari seusuatu yang bersifat general dengan proses dalam pikir ke arah sesuat yangbersifat particular/khusus. Deduksi juga dapat dikatakan sebagai penalaran dari suatu kebenaran umum ke suatu hal (contoh) khusus dari kebenaran itu. Deduksi menyederhanakan apa yang begitu luas didalam pikir menjadi lebih kecil dan khusus yang masih termuat dalam bagian yang begitu luas tersebut.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Model atau metode hipotetis-deduktif berupa deskripsi dalam metode ilmiah. Deduktivisme merupakan paradigma yang berdasar pada perumusan hipotesis, pengujian hipotesis, dan kemudian menyimpulkan hipotesis tersebut. Paradigma ini yang sering digunakan dalam metode penyelidikan ilmiah. Metode deduktif juga sering digambarkan sebagai pengambilan kesimpulan dari sesuatu yang umum ke sesuatu yang khusus dalam suatu penelitian.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Deductivism is an attempt to develop a position that avoids the difficulties that beset inductivism. It is accepted that theoretical elements enter science at all stages and that inductive generalizations lack proper justification. The basic idea of deductivism is that theories are not built bottom-up from theory-free data, but that they are deductively tested against data. Inductivism and deductivism share the view of scientific explanation and prediction.
    Sumber:
    http://www.zeww.uni-hannover.de/Theories%20and%20Methods.%20Chapter%203.pdf

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari yang saya baca tentang deduktif saya dapat mengambil inti bahwa deduktif deskripsi metode ilmiah yang diusulkan. Dalam metode hypothetico deduktif, penyelidikan ilmiah berlanjut dengan merumuskan hipotesis dalam bentuk yang dapat dipalsukan oleh sebuah pengujian terhadap data yang diamati. Sebuah tes yang bisa tapi tidak bertentangan dengan hipotesis menguatkan teori tersebut. Kemudian diusulkan untuk membandingkan nilai penjelasan dari hipotesis yang menguji seberapa ketatnya bukti tersebut dikuatkan oleh prediksi mereka. https://en.wikipedia.org/wiki/Hypothetico-deductive_model

    ReplyDelete
  20. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari link di atas dapat kita ketahui bahwa deductivism merupakan aliran dalam berfikir yang titik awalnya merupakan gagasan umum yang dianggap benar. Dari gagasan umum tersebutlah lalu diperjelas, dikembangkan, dianalisis, sehingga memunculkan pernyataan ataupun kesimpulan baru yang lebih khusus atau mendetail. Pada matematika pola berpikir deduktif diperlukan untuk membuktikan suatu teorema berdasarkan teorema-teorema sebelumnya yang telah diakui kebenaranya. Dalam penarikan kesimpulan deduktif dikenal dengan silogisme, di mana pernyataan dikatakan benar apabila didasarkan premis-premis yang benar (minor dan mayor) serta proses/ prosedur penarikan kesimpulan juga benar.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Deductivism merupakan suatu aliran dalam filsafat (karena berbicara pada konteks filsafat) yang memandang bahwa metode berpikir kita itu secara deduktif. Deduktif artinya kita memulai dari premis umum kemudian ke premis khusus. Dalam matematika saya berikan contoh, seperti dari bentuk umum kita dapat menentukan suatu bentuk khusus. Misalnya untuk menentukan bahwa 1+2+3+...+5.

    ReplyDelete
  22. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Deduksi adalah cara berpikir dimana dari pernyataan yang bersifat umum ditarik kesimpulan yang bersifat khusus. Penarikan kesimpulan secara deduktif biasanya mempergunakan pola berpikir yang dinamakan silogismus. Silogismus disusun dari dua buah pernyataan dan sebuah kesimpulan. Metode deduksi umumnya dipakai pada bidang matematika untuk membuat turunan-turunan rumus yang lebih simpel. Penalaran deduktif menghubungkan premis-premis dengan kesimpulan. Jika semua premi benar, istilah jelas, dan aturan logika deduktif ditaati, maka kesimpulan ini tentu benar.

    ReplyDelete
  23. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Deduktif bisa dikatakan sebagai pendefinisian dari hal yang paling umum menuju hal yang sifatnya lebih khusus. Mengenalkan definisi terlebih dahuru barulah memberi contoh. Hal Hal ini untuk menguatkan teori dasar ketika bertemu dengan khusus, akan lebih mudah menentukan arah harus bagaimana dan kemana.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Deductivism adalah proses untuk menyatakan validitas kesimpulan dari serangkaian premis yang telah diberi nilai kebenaran. Konteks penjelasan Deductivisme terjalin dengan konsep argumen logis. Dan kita tahu bahwa dedukti adalah dari awal menuju khusus. Maksudnya kita berkonsep dari hal-hal yang umu menuju sesuatu yang khusus.

    ReplyDelete