Dec 1, 2012

POSMODERNISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang POSMODERNISM, silahkan konek ke:


http://plato.stanford.edu/entries/postmodernism/

Wss Wr Wb
Marsigit

9 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Postmodernisme adalah faham yang berkembang setelah era modern dengan modernisme-nya. Postmodernisme bukanlah faham tunggal sebuat teori, namun justru menghargai teori-teori yang bertebaran dan sulit dicari titik temu yang tunggal. Banyak tokoh-tokoh yang memberikan arti postmodernisme sebagai kelanjutan dari modernisme. Namun kelanjutan itu menjadi sangat beragam. Bagi Lyotard dan Geldner, modernisme adalah pemutusan secara total dari modernisme. Bagi Derrida, Foucault dan Baudrillard, bentuk radikal dari kemodernan yang akhirnya bunuh diri karena sulit menyeragamkan teori-teori.

    ReplyDelete
  2. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Posmoderims merujuk pada gagasan setelah zaman modern sendiri. Pada zaman ini merupakan zaman mosern yang banyak manusia memenuhi keinginan dengan menggunakan fasilitas teknologi yang canggih sekarang. Paham ini berkembang setelah era modern.seperto menurut Josh McDowell dan Bob Hostetler yang mendefinisikan postmodernisme meurpakan Suatu pandangan dunia yang ditandai dengan keyakinan bahwa tidak ada kebenaran dalam pengertian objektif tetapi diciptakan bukan ditemukan." Kebenaran adalah "yang diciptakan oleh budaya spesifik dan hanya ada di budaya Dalam paham ini, pikiran digantikan oleh keinginan, penalaran digantikan oleh emosi, dan moralitas digantikan oleh relativisme, dan kebenaran disamakan dengan kekuasaan atau kekuatan.

    ReplyDelete
  3. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Postmodernisme atau dalam bahasa indonesia disebut sebagai pascamodernisme merupakan paham yang berkembang setelah modernisme. Istilah ini muncul pertama kali pada tahun 1930 pada bidang seni oleh Federico de Onis untuk menunjukkan reaksi dari modernisme (https://id.wikipedia.org/wiki/Pascamodernisme). Apa yang menbedakan modernisme dan postmodernisme adalah modernitas itu sendiri, dimana postmodernisme adalah kelanjutan pemikiran modern dalam mode lain. Habermas berpendapat bahwa postmodernisme bertentangan dengan dirinya sendiri melalui referensi diri, dan mencatat bahwa para postmodernis mengandaikan konsep yang jika tidak mereka coba akan merugikan, misalnya, kebebasan, subjektivitas, atau kreativitas. Sehingga apa yang mereka anggap benar perupakan hal yang diciptakan, tanpa memperhatikan pembuktian-pembuktian dari mana kebenaran tersebut ada.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, postmodernisme, dalam kebudaya pada umumnya, biasanya dikaitkan dengan penerimaan permukaan dan gaya dangkal, kutipan dan parodi yang sadar akan diri sendiri, dan merupakan sebuah perayaan yang ironis, sementara, dan mewah. Hal ini biasanya dilihat sebagai reaksi terhadap keyakinan naif dan sungguh-sungguh dalam kemajuan, dan bertentangan dengan keyakinan akan kebenaran objektif atau ilmiah. Oleh karena itu, dalam filsafat, ideologi ini menyiratkan ketidakpercayaan terhadap modernitas pembenaran: pembenaran berskala besar masyarakat barat dan kepercayaan akan kemajuan yang terlihat di Kant, Hegel, atau Marx, atau yang timbul dari visi kesempurnaan utopia yang dicapai melalui evolusi, sosial perbaikan, pendidikan, atau penyebaran sains. Dalam aspek post-strukturalisnya, hal itu mencakup penolakan terhadap segala makna tetap, atau korespondensi antara bahasa dan dunia, atau kenyataan atau kebenaran tetap atau fakta untuk dijadikan objek penyelidikan.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  5. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Awal munculnya postmodernisme karena adanya keinginan untuk berpaling dari paham modernisme yang dianggap berlebihan dalam mendeskripsikan kehidupan. Postmodernisme merupakan antitesis dari modernisme, modernisme dinilai telah gagal dan tidak relevan lagi bagi perkembangan zaman. Postmodernisme tidak memperhatikan batasan yang ketat dari “isme” antara yang satu dengan yang lain, sebab postmodernisme menyesuaikan, mentransformasikan, dan mentransendensikan, misalnya strukturalisme, romantisme, fenomenisme, nihilisme, eksitensialisme, hermenitika.(Jalaluddin, 2014: 66)

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Postmodernism, tentu lahir setelah modernism. Sangat membutuhkan tenaga untuk membaca dan memahaminya. Sebagai paham baru yang lahir setelah modernisme, tentu postmodernism menjadi paham yang lebih terbuka. Maksut saya, postmodernism hadir untuk memberikan atap pada berbagai teori-teori yang sulit dicari titik temu yang tunggal. Oleh karena itu dalam mencari satu titik temu, sudah pasti dibutuhkan kehati-hatian dalam menyusun tesis, anti tesis, dan sintesis dari beberapa aliran dan teori yang sudah ada. Oleh karena itu, pertanyaan saya, apakah bisa postmodernism ini gagal dalam menyatukan berbagai macam aliran atau teori yang sudah eksis dan berkembang? Jika tidak ditemukan titik temu dari berbagai aliran dan teori yang sudah ada, apakah berarti postmodernism juga ikut gagal dan mati? Mohon pencerahannya. Terimakasih

    ReplyDelete
  7. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Postmodernisme dalam link https://plato.stanford.edu/entries/postmodernism/ didefinisikan sebagai seperangkat praktik kritis, strategis dan retoris yang menggunakan konsep seperti perbedaan, pengulangan, jejak, simulacrum, dan hyperreality untuk mengacaukan konsep lain seperti kehadiran, identitas, kemajuan historis, kepastian epistemis, dan ketidakberadaan makna. berankat dari kata modern yang berarti terbaru; mutakhir, istilah postmodern dapat diaktikan sesuatu yang lebih baru dari yang sudah modern.

    ReplyDelete
  8. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177092510005

    Assalamualaikum prof,
    Berdasarkan asau usul kata, Post-modern-isme, berasal dari bahasa Inggris yang artinya faham (isme), yang berkembang setelah (post) modern. Sesuai dengan asal usul katanya, postmodernisme merupakan salah satu aliran filsafat yang berkembang setelah era modern dengan modernismenya. Banyak pula tokoh-tokoh yang memberikan arti postmodernisme sebagai kelanjutan dari modernisme. Ciri pemikiran di era postmodern ini adalah pluralitas berpikir dihargai, setiap orang boleh berbicara dengan bebas sesuai pemikirannya karena faham ini bukanlah faham tunggal atau sebuah teori, namun justru menghargai teori-teori yang bertebaran dan sulit dicari titik temu yang tunggal. Mereka menolak arogansi dari setiap teori, sebab setiap teori punya tolak pikir masing-masing.

    ReplyDelete
  9. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. terima kasih atas link yang bapak ssajikan. Menurut beberapa sumber, posmodernisme selalu dikaitkan dengan pemikiran yang anti kemapanan. Posmodernisme kurang lebih sebagai suatu paham yang mencoba untuk mendekonstruksi kemapanan modernisme. Tokoh-tokoh yang terkenal yang sering dikaitkan dengan paham ini seperti Michel Foucoult, Derrida, dll.

    ReplyDelete