Dec 2, 2012

HEGELIANISM





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami HEGELIANISM, silahkan konek:




Wss Wr Wb

Marsigit

20 comments:

  1. Supianto
    S3 PEP A 2016

    "saat mendengarkan musik, aku tak dapat berpikir" (Hegel).

    ReplyDelete
  2. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Idealisme Jerman menemukan raksasanya yang paling akbar, yakni dalam diri Hegel. Tidak berlebihan juga jika dia dipandang sebagai tokoh puncak segala bentuk spekulasi filosofis dalam sejarah filsafat Barat modern. Sejarah filsafat sesudahnya bahkan bisa dipandang sebagai sebuah usaha sepenuh tenaga untuk merobohkan bangunan raksasa yang didirikan oleh filsuf ini.

    ReplyDelete
  3. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Suatu topik yang kerap dilewati kalau kita membicarakan idealisme Hegel adalah karya-karya teologis awalnya. Meskipun tidak bisa dianggap sebagai titik tolak filsafatnya, minat ini ternyata mewarnai filsafat Hegel di kemudian hari. Yang dimaksud di sini adalah usaha Hegel untuk memulihkan kesatuan asali yang lenyap dalam agama Kristen.

    ReplyDelete
  4. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Dalam pandangannya tentang agama, Hegel mempersoalkan paham agama yang disebarkan oleh Pencerahan, yaitu bahwa agama Kristen adalah sebuah agama rasional. Menurutnya, agama rasional macam itu justru membuat para penganutnya tercerabut dari semangat kebudayaan Jerman.

    ReplyDelete
  5. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Yang diidam-idamkan Hegel sebenarnya adalah agama seperti yang dianut kebudayaan Yunani. Agama Yunani kuno itu berakar pada semangat rakyat dan terintegrasi dalam kebudayaan Yunani. Agama Yunani adalah sebuah agama rakyat, yakni sebuah agama yg rasional namun tetap berada dalam semangat rakyat.

    ReplyDelete
  6. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Hegel berusaha menjelaskan mengapa agama Kristen berubah menjadi agama yang rasional tetapi juga otoriter. Dalam gereja perdana, dibayangkannya ada sebuah "komunitas etis". Di sana para penganut menghayati apa yang diyakininya dari dalam. Konsep kesusilaan di kemudian hari bersumber pada gambaran gereja perdana ini. Alan tetapi melalui ajarkan 2 para rasul, pengharapan personal itu mulai diatur. Sehingga orang mulai terang dari dirinya yang otentik.

    ReplyDelete
  7. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Kebebasan berpikir lenyap oleh dogma-dogma yang makin lama makin lengkap dalam gereja selanjutnya. Hegel mengatakan bahwa manusia di sini terasing bahkan dari Allah sendiri. Alienasi dalam agama ini, dalam Katolisisme, dipulihkan lewat kepercayaan akan sakramen-sakramen.

    ReplyDelete
  8. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Dalam agama Yahudi, menurutnya, Allah adalah tuan sedangkan manusia adalah budak yang melaksanakan perintah-Nya. Hubungan macam ini adalah sebuah alienasi, dan menurut Hegel, alienasi ini diatasi dalam agama Kristen yang memandang Allah itu kasih, maka keterasingan manusia dari Allah dan dari sesamanya disembuhkan oleh kesatuan kasih.

    ReplyDelete
  9. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Menurut Hegel hubungan antara Allah dan manusia itu, antara yang tak terbatas dan yang terbatas pada hakikatnya adalah sebuah kesatuan yang utuh, tetapi dalam perealisasian sejarahnya selalu saja muncul problem alienasi dan oposisi di antara keduanya.

    ReplyDelete
  10. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Hegel lalu berusaha keras untuk menemuan kembali kesatuan asali yang lenyap itu, sebuah totalitas etis. Problematik ini diangkat menjadi tema sentral dalam filsafatnya selanjutnya dalam bentuk idealisme.

    ReplyDelete
  11. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Hegel berpendapat bahwa tujuan dasariah filsafat adalah mengatasi oposisi-oposisi. Dalam pengalaman sehari-hari pikiran kita hanya menangkap kemajemukan, pertentangan, kontradiksi dan seterusnya.

    ReplyDelete
  12. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Pikiran, misalnya, menghadapi soal dualisme jiwa dan badan,atau kontradiksi antara subjek dan objek, Alam dan Ro yang terbatas dan yang tak terbatas. Oposisi-oposisi macam itu tidak memuaskan pikiran, dan menurut Hegel kepentingan dasariah dari rasio adalah mengusahakan kesatuan utuh dari oposisi-oposisi itu.

    ReplyDelete
  13. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Dengan kata lain, rasio selalu ingin mencapai Yang Absolut. Karena itu Hegel ingin merumuskan Yang Absolut itu secara filosofis. Untuk itu, dia menjumpai sebuah masalah kalau mau dirumuskan secara filosofis, tak ada jalan lain kecuali lewat refleksi,padahal refleksi termasuk dalam intelek yang beroperasi dengan data indrawi. Hegel mengatasi masalah itu dengan mengangkat refleksi akan Yang Absolut itu ke taraf rasio atau intuisi intelektual.

    ReplyDelete
  14. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Titik-tolak bagi idealisme Hegel kemudian adalah Yang Absolut. Yang Absolut adalah totalitas,seluruh kenyataan.

    ReplyDelete
  15. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Hegel memahami seluruh kenyataan ini sebagai sebuah "proses menjadi". Dalam arti ini, setuju dengan Schelling, dia memahami kenyataan sebagai sebuah proses teleologis. Yang Absolut tidak hanya dipahami sebagai seluruh proses itu, melainkan juga tujuan dari proses itu sendiri.

    ReplyDelete
  16. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Hegel memahami Yang Absolut itu sebagai subjek. Kalau dia itu subjek,tentu ada objeknya. Menurut pemahaman Hegel, objeknya adalah dirinya sendiri. Dalam arti ini, Yang Absolut adalah "Pikiran yang memikirkan dirinya sendiri" subjek yang menyadari dirinya sendiri".

    ReplyDelete
  17. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Kalau Yang Absolut itu totalitas realitas, dan Yang Absolut itu menyadari dirinya, seluruh realitas oleh Hegel dipandang sebagai Alam proses refleksi diri. Mengapa? Karena realitas itu adalah proses berpikir itu sendiri. Realitas adalah sesuatu yang menyadari dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  18. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Hegel menjelaskan bagaimana terjadinya pengenalan diri itu. Menurut Hegel,pengenalan diri terjadi dalam dan melalui kesadaran manusia. Tetapi kesadaran tanpa sesuatu yang lain dari dirinya tak mungkin muncul. Karena itu Yang Absolut itu mengalienasikan diri dalam Alam, atau "mengobjektivasikan" dirinya sendiri. Alam menjadi sesuatu yang memungkinkan kesadaran manusia. Dalam kesadaran manusia, lalu, Yang Absolut itu mengatasi alienasinya atau dengan kata lain, mengenali dirinya kembali.

    ReplyDelete
  19. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Sistem filsafat Hegel diuraikan dalam tiga tahap itu. Ketiga Pengajaran tahap dipandangnya sebagai tiga tahap kehidupan Yang Absolut sendiri. Tahap pertama adalah ldea, tahap kedua adalah Alam, dan akhirnya tahap ketiga adalah Roh.

    ReplyDelete
  20. Supianto
    S3 PEP A 2016

    Sistem filsafat Hegel juga dibagi menjadi tiga bagian. Pertama adalah Logika yang bagi Hegel berarti metafisika yang mempelajari hakikat Yang Absolut pada dirinya sendiri. Kedua adalah Filsafat Alam yang mempelajari Yang Absolut yang sudah mengalienasikan diri dalam Alam. Akhirnya, yang ketiga adalah Filsafat Roh yg mempelajari Yang Absolut yang mengenali dirinya kembali.

    ReplyDelete


Note: Only a member of this blog may post a comment.