Dec 2, 2012

RELATIVISM



Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang RELATIVISM, silahkan konek:
  
http://en.wikipedia.org/wiki/Relativism



Wss Wr Wb
Marsigit

36 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Relativisme adalah suatu paham yang terdiri dari beragam argumen. Di balik beragam argumen tersebut, ada satu yang sama, yakni bahwa realitas, dan seluruh aspeknya, termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaian manusia, tidaklah mutlak, melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Relativisme mulanya berasal dari Protagoras (490 SM-420 SM), tokoh Sophis Yunani terkemuka abad 5 SM. Relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Relativisme berasal dari kata relativus, yang artinya menunjuk ke. Setiap pengetahuan, menurut paham relativisme, selalu memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya. Relativisme diidentikkan dengan subjektivisme. Artinya, pengetahuan relatif adalah pengetahuan yang bergantung atau memiliki referensi (ataurelated to) subjek-nya.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Relativisme berasal dari bahasa Latin, relativus, yang berarti 'nisbi relatif'.Searah dengan arti asal katanya, secara umum relativisme erpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, rtika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada orang masing-masing atau masyarakat dan budayanya (A Mangunhardjana, 1997).

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Relatif merupakan konsep yang menunjukan bahwa tidak ada sesuatu kebenaran atau ketepatan yang bersifat tetap. Kerelatifan sebuah kebenaran antara yang satu dengan yang lain berbeda tergantung dari sudut mana seseorang menilainya. Berbagai hal yang berkaitan dengan perbedaan manusia, budaya, etika, budaya, moral dan agama bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya dan bersifat relative tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Faham seseorang yang bersifat relative inilah yang disebut RELATIVISM .

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Secara etimologis, relativisme yang dalam bahasa Inggrisnya relativism, relative berasal dari bahasa latin relativus (berhubungan dengan). Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Penggagas utama paham ini adalah Protagoras, Pyrrho. Sedangkan secara terminologis, makna relativisme adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Relativisme adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Sehingga bahwa yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang atau masyarakat dan budayanya. Tidak heran bahwa budaya di Indonesia yang mempunyai banyak ragamnya yang berbeda memiliki norma etis yang berbeda. Sehingga kekuatan dari kaum relativisme adalah kesadarannya bahwa manusia itu unik dan berbeda satu sama lain.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Relativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti nisbi atau relatif.Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakat. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik.

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Relativisme antropologis versus filosofis
    Relativisme antropologi mengacu pada sikap metodologis , di mana peneliti menunda (atau menyangga) bias budayanya sendiri saat mencoba memahami keyakinan dan perilaku dalam konteks lokal mereka. Ini telah dikenal sebagai relativisme metodologis , dan perhatiannya sendiri secara khusus dengan menghindari etnosentrisme atau penerapan standar budaya seseorang terhadap penilaian budaya lain. Ini juga merupakan dasar dari apa yang disebut " emic " dan " etic " perbedaan, di mana:
    • Kisah perilaku emic atau insider adalah deskripsi masyarakat dalam istilah yang bermakna bagi budaya peserta atau aktor itu sendiri; Oleh karena itu, akun emis khas budaya, dan biasanya mengacu pada apa yang dianggap " akal sehat " dalam budaya yang diteliti.
    • Akun etik atau orang luar adalah deskripsi masyarakat oleh seorang pengamat, dalam hal yang dapat diterapkan pada budaya lain; Artinya, akun etik bersifat netral secara kultural, dan biasanya mengacu pada kerangka konseptual ilmuwan sosial. (Ini rumit bila penelitian ilmiah itu sendiri yang sedang dipelajari, atau bila ada perselisihan teoretis atau terminologis dalam ilmu sosial).
    Relativisme filosofis , sebaliknya , menegaskan bahwa kebenaran sebuah proposisi bergantung pada kerangka metafisik, atau teoritis, atau metode instrumental, atau konteks di mana proposisi diungkapkan, atau pada orang, kelompok, atau budaya yang menafsirkan proposisi tersebut. Relativisme metodologis dan relativisme filosofis dapat ada secara independen satu sama lain, namun kebanyakan ahli antropologi mendasarkan relativisme metodologisnya dengan variasi filosofis.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Relativisme berasal dari bahasa latin relativus (berhubungan dengan). Ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Relativisme dapat juga diartikan sebagai doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah, baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Relativisme merupakan paham yang beranggapan bahwasannya kebenaran yang ada dan yang mungkin ada bersifat relatif.
    Relatif diartikan semua yang ada dan yang mungkin ada harus disesuaikan dengan ruang dan waktunya masing-masing.
    Dalam artian segala sesuatu dapat dinilai jika ruang dan waktunya tepat.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Relativism merupakan pandangan relatif terhadap perbedaan persepsi dan pertimbangan, dan secara intrinsik, tidak memiliki kebenaran atau validitas absolut. Terdapat relativisme moral yang digunakan dalam konteks prinsip moral di mana prinsip dan etika dianggap hanya berlaku dalam konteks yang terbatas. Relativisme kebenaran, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak atau kebenaran selalu berkaitan dengan kerangka acuan tertentu. Penganut relativisme mengklaim bahwa perkembangan terakhir ilmu pengetahuan alam, menunjukkan bahwa sains sekarang menjadi relativistik.

    ReplyDelete
  11. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Relativisme adalah aliran yang beranggapan bahwa penilaian baik dan buruk, benar dan salah, tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Tidak ada kebenaran mutlak. Apa yang dipandang sebagai kebenaran oleh satu orang atau sekelompok orang belum tentu berlaku bagi orang atau kelompok lain. Suatu tindakan bisa jadi baik bagi seseorang tetapi buruk bagi orang lain. Namun satu tindakan tidak bisa dinilai baik dan buruk sekaligus. Hanya ada satu pilihan, tindakan itu baik atau tindakan itu buruk. Relativisme beranggapan bahwa satu hal relatif terhadap sudut pandang dan sudut pandang apapun tersebut unik atau istimewa.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Relativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti nisbi atau relatif. Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya
    Hal ini menjelaskan bahwasannya perbedaan yang ada berdasarkan ruang dan waktunya bukan berbeda secara hakikat.

    ReplyDelete
  13. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Secara etimologis, relativisme yang dalam bahasa Inggrisnya relativism, relative berasal dari bahasa latin relativus (berhubungan dengan). Dalam penerapan epistemologisnya ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Penggagas utama paham ini adalah Protagoras, Pyrrho (490 SM-420 SM), tokoh Sophis Yunani terkemuka abad 5 SM. Ia berprinsip bahwa manusia adalah ukuran segala sesuatu (man is the measure of all things). Manusia yang dimaksud di sini adalah manusia sebagai individu. Dengan demikian, pengenalan terhadap sesuatu bergantung pada individu yang merasakan sesuatu itu dengan panca indranya. Contohnya bagi orang sakit, angin terasa dingin. Sedangkan bagi orang sehat, angin itu terasa panas. Di sini kedua orang tersebut benar, sebab pengenalan terhadap angin berdasarkan keadaan fisik dan psikis orang-orang tersebut.

    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Relativisme berasal dari kata utama 'relatif', sehingga dari kosa katanya pun sudah terlihat bahwa relativisme adalah paham yang menjunjung tinggi kerelatifan dalam memandang segala hal, seperti baik-buruk, kaya-miskin. Relatif karena terikat oleh ruang dan waktu, misal pada kehidupan sehari-hari berbohong itu perbuatan buruk, namun saat menghadapi seorang penjahat, berbohong kepada penjahat demi keselamatan bukanlah perbuatan yang buruk. Para relativisme haruslah bijak dalam menggunakan pandangan kerelatifannya, dan tidak menyalahgunakannya

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Secara umum relativisme dapat didefinisikan sebagai penolakan terhadap bentuk kebenaran universal tertentu. Dengan definisi ini, mungkin saja terdapat berbagai bentuk relativisme. Relativisme dapat dibahas di berbagai bidang. Kesamaan yang dimiliki oleh semua bentuk atau subbentuk relativisme adalah keyakinan bahwa sesuatu (misalnya, pengetahuan atau moralitas) bersifat relative terhadap prinsip tertentu dan penolakan bahwa prinsip itu mutlak benar. Relativisme berkembang pada peradaban modern yang didasarkan atas dasar rasionalisme, materialisme, positivisme, evolusonisme dan hedonisme. Paham ini selalu terkait dengan masalah etika, agama dan kebudayaan.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Relativisme adalah gagasan bahwa pandangan relatif terhadap perbedaan persepsi dan pertimbangan, dan secara intrinsik, tidak memiliki kebenaran atau validitas absolut. Tidak ada yang baik atau buruk, tapi cara berpikir kitalah yang membuatnya begitu.Ada banyak bentuk relativisme yang bervariasi dalam tingkat kontroversi mereka. Istilah ini sering mengacu pada relativisme kebenaran, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu bahwa kebenaran selalu berkaitan dengan kerangka acuan tertentu, seperti bahasa atau budaya.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Relativisme adalah suatu paham yang muncul atas beragamnya argumen dari suatu pemikiran. Di balik beragam argumen tersebut, ada satu yang sama, yakni bahwa realitas, dan seluruh aspeknya, termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaian manusia, tidaklah mutlak, melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Seperti sudut pandang manusia dalam melihat kebenaraan yang sesungguhnya melalui paham ini adalah bersifat relatif, tergantung pada kebermaknaanya di dalam ruang dan waktu yang berbeda.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Relativism is the idea that views are relative to differences in perception and consideration, and intrinsically, have no absolute truth or validity.
    As moral relativism, the term is often used in the context of moral principles, where principles and ethics are regarded as applicable in only limited context. There are many forms of relativism which vary in their degree of controversy. The term often refers to truth relativism, which is the doctrine that there are no absolute truths, i.e., that truth is always relative to some particular frame of reference, such as a language or a culture (cultural relativism).
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Relativism

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Relativisme adalah gagasan bahwa pandangan relatif terhadap perbedaan persepsi dan pertimbangan, dan secara intrinsik, tidak memiliki kebenaran atau validitas absolut. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip moral, di mana prinsip dan etika dianggap hanya berlaku dalam konteks yang terbatas. Istilah ini sering mengacu pada relativisme kebenaran, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu bahwa kebenaran selalu berkaitan dengan kerangka referensi tertentu, seperti bahasa atau budaya (relativisme budaya).

    ReplyDelete
  20. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Sedangkan secara terminologis, makna relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam paham relativisme ada beberapa aliran-aliran diantaranya: Relativisme etika merupakan paham atau aliran pemikiran filsafat yang secara tegas menolak pendapat yang mengatakan bahwa norma etika berlaku untuk semua orang di mana saja, Relativisme budaya berbeda dengan relativisme etika. Relativisme etika berbicara tentang pengabaian prinsip dan tidak adanya rasa tangggung jawab dalam pengalaman hidup seseorang. Sebaliknya, relativisme budaya berbicara mengenai pegangan yang teguh pada prinsip, pengembangan prinsip tersebut, dan tanggung jawab penuh dalam kehidupan dan pengalaman seseorang, Relativisme agama,paham ini mengajarkan ketidakyakinan atau keraguan umat beragama terhadap kebenaran agamanya sendiri. Inilah akar dari pemikiran Pluralisme Agama yang mengakui kebenaran relatif dari semua agama. Doktrin ini mengajarkan bahwa agama tidak lagi berhak mengklaim mempunyai kebenaran absolut, ia dipahami sama dengan persepsi manusia sendiri yang relatif itu. Lain halnya dengan relativisme etika dan budaya, inilah ujung dari paham relativisme yang sangat mengkhawatirkan.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Relativisme adalah aliran yang memiliki pandangan terhadap semua yang ada berisat relatif, tidak memiliki kebenaran atau validitas absolut. Relatif artinya dapat berubah sedangkan mutlak adalah sudah pasti dan tidak berubah lagi. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip moral, di mana prinsip dan etika dianggap hanya berlaku dalam konteks yang terbatas. Ada banyak bentuk relativisme yang bervariasi dalam tingkat kontroversi mereka. Saya sangat setuju yang dijelaskan dari sumber yang ada bahwa istilah ini sering mengacu pada relativisme kebenaran, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu bahwa kebenaran selalu berkaitan dengan kerangka acuan tertentu, seperti bahasa atau budaya (relativisme budaya). Kebenaran memang pada hakekatnya relatif. Menurut si A benar belum tentu benar juga bagi si B. Namun, ada satu kebenaran yang mutlak yaitu kebenaran milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  22. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    George Lakoff dan Mark Johnson mendefinisikan relativisme dalam bukunya Metaphors We Live By sebagai penolakan terhadap objektivisme subjektivisme dan metafisik untuk memusatkan perhatian pada hubungan di antara mereka, yaitu metafora yang dengannya kita menghubungkan pengalaman kita saat ini dengan pengalaman kita sebelumnya. Secara khusus, Lakoff dan Johnson mencirikan "objektivisme" sebagai "manusia jerami", dan, pada tingkat yang lebih rendah, mengkritik pandangan Karl Popper, Kant dan Aristoteles. (https://en.wikipedia.org/wiki/Relativism). Lain hal nya dengan Label "relativisme" telah dikaitkan dengan berbagai gagasan dan posisi yang mungkin menjelaskan kurangnya konsensus tentang bagaimana istilah tersebut harus didefinisikan. Kelebihan penggunaan istilah "relativisme" dalam filsafat kontemporer berarti bahwa tidak ada konsensus siap mengenai satu definisi apapun. Berikut adalah tiga pendekatan yang menonjol namun tidak harus tidak sesuai (https://plato.stanford.edu/entries/relativism/). jenis relativis dependensi mengusulkan memiliki kaitan dengan pertanyaan tentang definisi. Mari kita ambil beberapa contoh: (A) Keadilan relatif terhadap norma-norma lokal. (B) Kebenaran relatif terhadap permainan bahasa. (C) Pengukuran suhu relatif terhadap skala yang kita gunakan.

    ReplyDelete
  23. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Realitivism memandang kebaikan dan kejahatan, yang benar dan yang salah tergantung ada masing-masing orang dan budayanya. Semua hal yang ada pada realivism ini tergantung pada konsep pemahaman dan sudut pandang seseorang, sehingga tidak memiliki patokan yang tetap dalam menilai sesuatu. Hal ini dirasa cukup bijak karena setiap sesuatu memiliki karakteristik yang berebda satu dengan yang lain sehingga tidaklah bisa jika harus disamakan standar penilaiannya.

    ReplyDelete
  24. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Relativisme adalah suatu paham yang terdiri dari beragam argumen. Dibalik beragam argumen tersebut ada satu yang sama yakni bahwa realitas dan seluruh aspeknya termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaian manusia tidaklah mutlak melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Yang paling sering ditemukan adalah relativisme dalam bidang moral. Argumen yang sering muncul adalah apa yang baik dan buruk itu amat relatif pada kultur setempat.

    ReplyDelete
  25. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pemahaman paham baru dalam filsafat yaitu relativism. Dimana relativism ini berhubungan dengan perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Seperti hal nya di negara kita ini yang mempunyai pandangan Bhineka Tunggal Ika dimana perbedaan dari suku, agama, budaya, dll bukankah perbedaan dalam hakikat. Sehingga tanpa di sadari negara kita ini juga bisa mengaplikasikan relativism ini.

    ReplyDelete
  26. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Istilah “relativisme” berasal dari bahasa Latin, relativus, yang artinya “menunjuk ke.” Setiap pengetahuan, menurut paham relativisme, selalu memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya. Relativisme meniadakan kebenaran universal. Jika tidak ada pengetahuan yang salah, karena setiap pengetahuan memiliki rujukannya sendiri, maka juga tidak ada pengetahuan yang benar secara universal. Relativisme sebagai suatu aliran filsafat, melihat perlunya penghargaan terhadap keberagaman. Setiap pandangan selalu bersifat subjektif, karena bersifat subjektif maka apa yang dihasilkannya bersifat relatif.

    ReplyDelete
  27. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Relativisme berasal dari bahasa latin “relativus”, yang berarti nisbi atau relatif. Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, dan sebagainya, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya.

    ReplyDelete
  28. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Mendengar istilah relativisme memang sudah tidak asing, karena ini berkaitan dengan sudut pandang atau relativitas seseorang dalam memandang sesuatu. Saya menyoroti salah satu artikel yang membedakan antara relativisme antropologoi dan relativisme filosofi. Relativisme antropologi mengacu pada sikap metodologis, di mana peneliti menunda (atau menyangga) bias budayanya sendiri saat mencoba memahami keyakinan dan perilaku dalam konteks lokal mereka. Ini telah dikenal sebagai relativisme metodologis, dan perhatiannya sendiri secara khusus dengan menghindari etnosentrisme atau penerapan standar budaya seseorang terhadap penilaian budaya lain. Sedangkan Relativisme filosofis, sebaliknya, menegaskan bahwa kebenaran sebuah proposisi bergantung pada kerangka metafisik, atau teoritis, atau metode instrumental, atau konteks di mana proposisi diungkapkan, atau pada orang, kelompok, atau budaya yang menafsirkan proposisi tersebut.

    ReplyDelete
  29. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Relativisme berasal dari dari kata Latin ‘relativus’ yang berarti relatif, nisbi atau berhubungan dengan. Relativisme adalah suatu paham yang menyatakan semua kebenaran bersifat relatif. Kebenaran itu relatif, yaaa, sesuai dengan ruang dan waktunya. Akan tetapi tidak semua kebenaran itu relatif. Terdapat kebenaran yang mutlak atau absolut yaitu kebenaran yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Jika kita hanya perbandangan bahwa kebenaran itu relatif, kita tidak akan memiliki patokan atau acuan secara universal tentang sebuah kebenaran. Sehingga juga dibutuhkan kebenaran yang absolut.

    ReplyDelete
  30. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Relativisme ialah suatu konsep dimana sudut pandang tidak memiliki kebenaran yang mutlak atau validitas, namun hanya memiliki relatif dan bernilai subjektif menurut perbedaan persepsi dan pertimbangan. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip-prinsip moral, di mana prinsip-prinsip dan etika dianggap berlaku dalam konteks terbatas. Istilah ini sering mengacu pada kebenaran relativisme yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak. Kebenaran akan selalu relatif terhadap beberapa frame acuan tertentu, seperti bahasa atau budaya.

    ReplyDelete
  31. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Relativisme berarti paham yang percaya bahwa segala sesuatu itu bersifat tidak mutlak, mulai dari pengetahuan mau pun prinsip. secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik.

    ReplyDelete
  32. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Relativisme merupakan pandangan yang menyatakan bahwa benar-salah, kebenaran dan kepalsuan semuanya bergantung pada konteks pemberi pendapat. Lebih jauh lagi, relativisme berpendapat bahwa beberapa kelas memiliki sifat-sifat tersendiri. Dengan demikian, semua kebenaran bergantung pada sudut pandang orang yang menilainya. Semua hal benar bagi beberapa orang, namun bagi orang yang lain ada beberapa hal yang dianggap salah. Bagi beberapa orang A merupakan hal yang baik, namun bagi orang lain A merupakan hal yang buruk. Kebenaran relative bagi setiap orang sehingga tidak ada yang dapat saling menyalahkan.

    ReplyDelete
  33. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Relativisme adalah sebuah konsep dengan beberapa lapisan makna. Istilah ini bisa digunakan pada tingkat kata orang relatifnya ikan itu besar'. Atau, di sisi lain, 'semua pengetahuan itu relatif'. Pada contoh pertama, penggunaan relatif menyiratkan serangkaian kriteria 'obyektif' terhadap pernyataan relatif mana yang dapat diukur. Ini, pada dasarnya, bukanlah relativisme sejati. Intinya, relativisme berkaitan dengan tesis yang lebih mendasar yang menyangkal kemungkinan pengetahuan objektif yang terlepas dari pengetahuan, lingkungan sosial dan etika / nilai yang menimpa orang-orang yang mengetahui.

    ReplyDelete
  34. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya.

    ReplyDelete
  35. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    makna relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah; baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial.

    ReplyDelete
  36. Relativisme merupakan sudut pandang atau cara pikir atau aliran yang menyatakan bahwa segala yang ada tidak mempunyai kebenaran yang mutlak tetapi tergantung kepada budaya masing-masing. Misal tentang pengetahuan maka adan yang menyatakan pengetahuan yang benar berdasarkan akal/rasio yang lain menyatakan berdasarkan pengalaman atau empiris. Sistem pemerintahan yang benar adalah demokrasi tetapi diwilayah lain masih dengan sistem kerajaan atau otoriter.

    ReplyDelete