Dec 2, 2012

RELATIVISM



Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang RELATIVISM, silahkan konek:
  
http://en.wikipedia.org/wiki/Relativism



Wss Wr Wb
Marsigit

67 comments:

  1. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Relativisme adalah gagasan bahwa pandangan relatif terhadap perbedaan persepsi dan pertimbangan, dan secara intrinsik, tidak memiliki kebenaran atau validitas absolut. Tidak ada yang baik atau buruk, tapi cara berpikir kitalah yang membuatnya begitu.Ada banyak bentuk relativisme yang bervariasi dalam tingkat kontroversi mereka. Istilah ini sering mengacu pada relativisme kebenaran, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu bahwa kebenaran selalu berkaitan dengan kerangka acuan tertentu, seperti bahasa atau budaya.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Relativisme adalah suatu paham yang muncul atas beragamnya argumen dari suatu pemikiran. Di balik beragam argumen tersebut, ada satu yang sama, yakni bahwa realitas, dan seluruh aspeknya, termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaian manusia, tidaklah mutlak, melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Seperti sudut pandang manusia dalam melihat kebenaraan yang sesungguhnya melalui paham ini adalah bersifat relatif, tergantung pada kebermaknaanya di dalam ruang dan waktu yang berbeda.

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Relativism is the idea that views are relative to differences in perception and consideration, and intrinsically, have no absolute truth or validity.
    As moral relativism, the term is often used in the context of moral principles, where principles and ethics are regarded as applicable in only limited context. There are many forms of relativism which vary in their degree of controversy. The term often refers to truth relativism, which is the doctrine that there are no absolute truths, i.e., that truth is always relative to some particular frame of reference, such as a language or a culture (cultural relativism).
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Relativism

    ReplyDelete
  4. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Relativisme adalah gagasan bahwa pandangan relatif terhadap perbedaan persepsi dan pertimbangan, dan secara intrinsik, tidak memiliki kebenaran atau validitas absolut. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip moral, di mana prinsip dan etika dianggap hanya berlaku dalam konteks yang terbatas. Istilah ini sering mengacu pada relativisme kebenaran, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu bahwa kebenaran selalu berkaitan dengan kerangka referensi tertentu, seperti bahasa atau budaya (relativisme budaya).

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Sedangkan secara terminologis, makna relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam paham relativisme ada beberapa aliran-aliran diantaranya: Relativisme etika merupakan paham atau aliran pemikiran filsafat yang secara tegas menolak pendapat yang mengatakan bahwa norma etika berlaku untuk semua orang di mana saja, Relativisme budaya berbeda dengan relativisme etika. Relativisme etika berbicara tentang pengabaian prinsip dan tidak adanya rasa tangggung jawab dalam pengalaman hidup seseorang. Sebaliknya, relativisme budaya berbicara mengenai pegangan yang teguh pada prinsip, pengembangan prinsip tersebut, dan tanggung jawab penuh dalam kehidupan dan pengalaman seseorang, Relativisme agama,paham ini mengajarkan ketidakyakinan atau keraguan umat beragama terhadap kebenaran agamanya sendiri. Inilah akar dari pemikiran Pluralisme Agama yang mengakui kebenaran relatif dari semua agama. Doktrin ini mengajarkan bahwa agama tidak lagi berhak mengklaim mempunyai kebenaran absolut, ia dipahami sama dengan persepsi manusia sendiri yang relatif itu. Lain halnya dengan relativisme etika dan budaya, inilah ujung dari paham relativisme yang sangat mengkhawatirkan.

    ReplyDelete
  6. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Relativisme adalah aliran yang memiliki pandangan terhadap semua yang ada berisat relatif, tidak memiliki kebenaran atau validitas absolut. Relatif artinya dapat berubah sedangkan mutlak adalah sudah pasti dan tidak berubah lagi. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip moral, di mana prinsip dan etika dianggap hanya berlaku dalam konteks yang terbatas. Ada banyak bentuk relativisme yang bervariasi dalam tingkat kontroversi mereka. Saya sangat setuju yang dijelaskan dari sumber yang ada bahwa istilah ini sering mengacu pada relativisme kebenaran, yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu bahwa kebenaran selalu berkaitan dengan kerangka acuan tertentu, seperti bahasa atau budaya (relativisme budaya). Kebenaran memang pada hakekatnya relatif. Menurut si A benar belum tentu benar juga bagi si B. Namun, ada satu kebenaran yang mutlak yaitu kebenaran milik Allah SWT.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    George Lakoff dan Mark Johnson mendefinisikan relativisme dalam bukunya Metaphors We Live By sebagai penolakan terhadap objektivisme subjektivisme dan metafisik untuk memusatkan perhatian pada hubungan di antara mereka, yaitu metafora yang dengannya kita menghubungkan pengalaman kita saat ini dengan pengalaman kita sebelumnya. Secara khusus, Lakoff dan Johnson mencirikan "objektivisme" sebagai "manusia jerami", dan, pada tingkat yang lebih rendah, mengkritik pandangan Karl Popper, Kant dan Aristoteles. (https://en.wikipedia.org/wiki/Relativism). Lain hal nya dengan Label "relativisme" telah dikaitkan dengan berbagai gagasan dan posisi yang mungkin menjelaskan kurangnya konsensus tentang bagaimana istilah tersebut harus didefinisikan. Kelebihan penggunaan istilah "relativisme" dalam filsafat kontemporer berarti bahwa tidak ada konsensus siap mengenai satu definisi apapun. Berikut adalah tiga pendekatan yang menonjol namun tidak harus tidak sesuai (https://plato.stanford.edu/entries/relativism/). jenis relativis dependensi mengusulkan memiliki kaitan dengan pertanyaan tentang definisi. Mari kita ambil beberapa contoh: (A) Keadilan relatif terhadap norma-norma lokal. (B) Kebenaran relatif terhadap permainan bahasa. (C) Pengukuran suhu relatif terhadap skala yang kita gunakan.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Realitivism memandang kebaikan dan kejahatan, yang benar dan yang salah tergantung ada masing-masing orang dan budayanya. Semua hal yang ada pada realivism ini tergantung pada konsep pemahaman dan sudut pandang seseorang, sehingga tidak memiliki patokan yang tetap dalam menilai sesuatu. Hal ini dirasa cukup bijak karena setiap sesuatu memiliki karakteristik yang berebda satu dengan yang lain sehingga tidaklah bisa jika harus disamakan standar penilaiannya.

    ReplyDelete
  9. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Relativisme adalah suatu paham yang terdiri dari beragam argumen. Dibalik beragam argumen tersebut ada satu yang sama yakni bahwa realitas dan seluruh aspeknya termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaian manusia tidaklah mutlak melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Yang paling sering ditemukan adalah relativisme dalam bidang moral. Argumen yang sering muncul adalah apa yang baik dan buruk itu amat relatif pada kultur setempat.

    ReplyDelete
  10. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pemahaman paham baru dalam filsafat yaitu relativism. Dimana relativism ini berhubungan dengan perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Seperti hal nya di negara kita ini yang mempunyai pandangan Bhineka Tunggal Ika dimana perbedaan dari suku, agama, budaya, dll bukankah perbedaan dalam hakikat. Sehingga tanpa di sadari negara kita ini juga bisa mengaplikasikan relativism ini.

    ReplyDelete
  11. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Istilah “relativisme” berasal dari bahasa Latin, relativus, yang artinya “menunjuk ke.” Setiap pengetahuan, menurut paham relativisme, selalu memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya. Relativisme meniadakan kebenaran universal. Jika tidak ada pengetahuan yang salah, karena setiap pengetahuan memiliki rujukannya sendiri, maka juga tidak ada pengetahuan yang benar secara universal. Relativisme sebagai suatu aliran filsafat, melihat perlunya penghargaan terhadap keberagaman. Setiap pandangan selalu bersifat subjektif, karena bersifat subjektif maka apa yang dihasilkannya bersifat relatif.

    ReplyDelete
  12. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Relativisme berasal dari bahasa latin “relativus”, yang berarti nisbi atau relatif. Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, dan sebagainya, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Mendengar istilah relativisme memang sudah tidak asing, karena ini berkaitan dengan sudut pandang atau relativitas seseorang dalam memandang sesuatu. Saya menyoroti salah satu artikel yang membedakan antara relativisme antropologoi dan relativisme filosofi. Relativisme antropologi mengacu pada sikap metodologis, di mana peneliti menunda (atau menyangga) bias budayanya sendiri saat mencoba memahami keyakinan dan perilaku dalam konteks lokal mereka. Ini telah dikenal sebagai relativisme metodologis, dan perhatiannya sendiri secara khusus dengan menghindari etnosentrisme atau penerapan standar budaya seseorang terhadap penilaian budaya lain. Sedangkan Relativisme filosofis, sebaliknya, menegaskan bahwa kebenaran sebuah proposisi bergantung pada kerangka metafisik, atau teoritis, atau metode instrumental, atau konteks di mana proposisi diungkapkan, atau pada orang, kelompok, atau budaya yang menafsirkan proposisi tersebut.

    ReplyDelete
  14. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Relativisme berasal dari dari kata Latin ‘relativus’ yang berarti relatif, nisbi atau berhubungan dengan. Relativisme adalah suatu paham yang menyatakan semua kebenaran bersifat relatif. Kebenaran itu relatif, yaaa, sesuai dengan ruang dan waktunya. Akan tetapi tidak semua kebenaran itu relatif. Terdapat kebenaran yang mutlak atau absolut yaitu kebenaran yang berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Jika kita hanya perbandangan bahwa kebenaran itu relatif, kita tidak akan memiliki patokan atau acuan secara universal tentang sebuah kebenaran. Sehingga juga dibutuhkan kebenaran yang absolut.

    ReplyDelete
  15. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Relativisme ialah suatu konsep dimana sudut pandang tidak memiliki kebenaran yang mutlak atau validitas, namun hanya memiliki relatif dan bernilai subjektif menurut perbedaan persepsi dan pertimbangan. Sebagai relativisme moral, istilah ini sering digunakan dalam konteks prinsip-prinsip moral, di mana prinsip-prinsip dan etika dianggap berlaku dalam konteks terbatas. Istilah ini sering mengacu pada kebenaran relativisme yang merupakan doktrin bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak. Kebenaran akan selalu relatif terhadap beberapa frame acuan tertentu, seperti bahasa atau budaya.

    ReplyDelete
  16. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Relativisme berarti paham yang percaya bahwa segala sesuatu itu bersifat tidak mutlak, mulai dari pengetahuan mau pun prinsip. secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik.

    ReplyDelete
  17. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    makna relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah; baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial.

    ReplyDelete
  18. Relativisme merupakan sudut pandang atau cara pikir atau aliran yang menyatakan bahwa segala yang ada tidak mempunyai kebenaran yang mutlak tetapi tergantung kepada budaya masing-masing. Misal tentang pengetahuan maka adan yang menyatakan pengetahuan yang benar berdasarkan akal/rasio yang lain menyatakan berdasarkan pengalaman atau empiris. Sistem pemerintahan yang benar adalah demokrasi tetapi diwilayah lain masih dengan sistem kerajaan atau otoriter.

    ReplyDelete
  19. Rahmi Puspita Arum
    1779251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Relatif berarti tidak mutlak, Relativism adalah konsep bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak atau valid dengan sendirinya, tetapi kebenaran itu relatif, kebenaran itu nilainya berdasarkan persepsi yang berbeda dan juga pertimbangan yang berbeda. Jadi relativisme adalah suatu paham yang menyatakan bahwa tidak ada yang mutlak benar atau mutlak salah, karena relatif itu sendiri adalah bergantung pada pandangan orang, bergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Segala sesuatu yang ada di dunia ini bersifat plural (pluralisme) dan relatif (relativisme). Relaitvisme menganggap bahwa perbedaan persepsi dan pertimbangan merupakan pandangan yang relatif. Menurut relativisme, tidak ada kebenaran yang universal dan obyektif. Sebaliknya setiap sudut pandang memiliki kebenaran tersendiri. Benar dan salah merupakan hal yang relatif, dilihat dari sudut pandang dan konteks apa pembicaraannya. Sehingga apa yang menurut diri sendiri benar, belum tentu menurut orang lain juga benar.

    ReplyDelete
  21. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas link-link yang dibagikan
    Sangat menarik, memberikan pengetahuan bagi saya. Berdasarkan sumber bacaan yang sudah saya baca, saya melihat bahwa kebenaran suatu hal tergantung pada subjek penilaianya. Jadi derajat kebenaran suatu hal akan menjadi berbeda-beda jika dibandingkan antara subjek yang membedakan yang satu dengan yang lainnya. Manusia sendiri adalah seorang pemikir relativisme. Karena sebenar-benarnyar kebenaran yang absolut hanyalah kebenaran milik Alloh SWT.

    ReplyDelete
  22. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Pemahaman kami relativisme adalah ideologi yang meyakini bahwa secara permanen di beberapa wilayah pemikiran, kebenaran itu sendiri bersifat relatif terhadap sudut pandang subjek penilaian dari subjeknya itu sendiri. Pernyataan klasik pertama adalah doktrin orang-orang yang skeptis, misalnya Protagoras bahwa 'manusia adalah ukuran segala sesuatu'. Relativisme bisa menjadi ideologi global tentang semua pengetahuan, ataupun ideologi lokal tentang beberapa bidang (estetika, etika, atau penilaian kualitas sekunder, misalnya). Aspek mata pelajaran (pengetahuan) yang seharusnya menentukan kebenaran yang mencakup latar belakang sejarah, budaya, sosial, bahasa, atau psikologis, atau konstitusi sensorik yang kasar. Relativisme adalah salah satu upaya untuk memperhitungkan kontinjensi ini dalam merumuskan hubungan antara orang percaya dan kebenaran yang diyakini. Ideologi ini dapat dianggap sebagai upaya untuk menghindari skeptisisme yang hampir pasti terjadi ketika konsepsi kebenaran yang mutlak digabungkan dengan mengenali cara-cara penilaian, cara-cara kontingen dan kontingen yang berbeda, untuk membuat penilaian.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  23. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Relativisme, menurut pendapat saya adalah suatu hal yang memandang suatu pendapat berdasar sudut pandangnya masing-masing. Jadi tidak baik atau buruknya suatu pendapat tergantung sudut mana yang digunakan orang tersebut dalam melihat permasalahan tersbeut. Dan mungkin tidak akan pernah sama karena setiap manusia diciptakan dengan keanekaragaman pemikiran.

    ReplyDelete
  24. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia relativisme /re·la·ti·vis·me/ /rélativisme/ diartikan sebagai pandangan bahwa pengetahuan itu dibatasi, baik oleh akal budi yang serba terbatas maupun oleh cara mengetahui yang serba terbatas. sedangkan dalam link http://www.iep.utm.edu/relativi/ relativisme dituliskan berkonotasi negatif. sehingga Mungkin karena relativisme dikaitkan dengan pandangan semacam itu, hanya sedikit filsuf yang mau menggambarkan diri mereka sebagai relativis.

    ReplyDelete
  25. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Relatif artinya tidak mutlak, namun bernilai nisbi (relatif). Artinya, setiap orang mempunyai pendapat dan opininya masing masing. Salah, benar, baik, buruk tergantung siapa yang memandangnya. Oleh karena itu sebanyak manusia yang plural dan beragam, kita harus saling menghargai antar sesama manusia karena perbedaan pandangan tersebut. relatif itu berubah dan bergerak sesuai dengan pendapat masing2, karena pandangan setiap manusia berbeda. saling menghormati adalah kunci.

    ReplyDelete
  26. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu, karena kebenaran bersifat relatif. . Kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain.Menurut paham relativism, yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada persepsinya masing-masing Paham relativisme tidak setuju dengan kebenaran mutlak atau kebenaran mutlak atau absolut. Paham ini dapat menyatakan dua hal yang berkontradiksi dapat dikatakan keduanya benar, karena kebenaran adalah relatif.

    ReplyDelete
  27. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Relatif dalam filsafat dapat dimaknai sebagai segala kehidupannya dibatasi ruang dan waktu, tidak konsisten. Namun relatif inilah yang dibutuhkan oleh siswa-siswa di Indonesia, hal tersebut karena saat siswa berpikir relatif maka siswa memiliki perasaan ingin selalu mengembangkan pemikirannya, sesuai dengan rasa ingin tahu yang tinggi bahkan ada pendapat bahwa paham relatif ini merupakan paham yang cocok bagi ilmuan. Ilmuan memang terkenal dengan penemuan-penemuan. Apabila kebanyakan ilmun telah percaya secara mutlak dengan penemuan sebelumnya maka dia tidak mau belajar untuk mengetahui hal lain berdarkan penemuan sebelumnya, namun bila penemua tersbeu tidak mudah percaya dan masih memiliki rasa ingin tahu karena mereka otu relatif diperlukan.

    ReplyDelete
  28. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Relatifism adalah paham yang mengakui akan perbedaan pandangan. Dalam relatifism dua hal yang dinyatakan berlainan sudut pandang tidak selalu benar dan salah akan tetapi disesuaikan dengan konteksnya. Kebenaran tidak ada yang mutlak namun kebenaran yang ada bersifat relatif tergantung pada acuan masing-masing. Relatifisme dianggap sebagai sikap toleransi dan menghargai perbedaan namun disisi lain relatifisme dianggap sebagai pemikiran yang tidak kritis. Menurut saya segala yang ada dan yang mungkin ada di dunia ini adalah relatif. Karena yang absolut hanyalah Kuasa Tuhan. Namun, dalam menjalani hidup ini bukan berarti segala sesuatu harus dikaitkan dengan relatif dan terlalu terpaku pada satu paham saja. Yang terpenting adalah bagaimana agar dapat bijaksanan dalam setiap tindakan dan menyesuaikan dengan konteks ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  29. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Relativisme adalah sebuah pandangan bahwa nilai dan kebenaran ditentukan oleh pandangan hidup dan kerangka berpikir setiap individu, yang di dalamnya semua hal seperti pandangan, nilai, keyakinan, kebenaran dan makna mengandung kebenaran relatif. Persoalan benar atau salah, baik atau buruk, moral atau amoral, semuanya bersifat relatif. Artinya, tidak ada yang benar secara absolut, demikian pula sebaliknya. Contohnya saja suntik mati bagi orang yang sudah koma bertahun-tahun dianggap tidak bermoral di beberapa negar namun dianggap wajar di negara lain.

    ReplyDelete
  30. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Dalam filsafat tidak ada suatu hal yang salah maupun benar, inilah bukti adanya sifat relatif. Relatif erat kaitannya dengan ruang dan waktu yang saling berinteraksi. Maka dari itu dalam filsafat seseorang diharapkan dapat sesuai dengan ruang dan waktunya. Kesesuaian tersebut dapat diterapkan dalam segala hal baik itu dalam berpikir, bertanya, bertindak, berkata, merenung, dan sebagainya. Kesemuanya itu diperlukan pengelolaan diri yang efektif. Jika diibaratkan manusia adalah lakonnya. Lakon yang berada dalam ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  31. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Relativisme dalam penerapan epistemologisnya menganggap bahwa semua kebenaran adalah relatif. Selain itu relativisme juga memandang bahwa doktrin atas ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas adalah erat kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut dianggap tidak bersifat mutlak. Namun, ketika relativisme dihadapkan dengan teologi, justru paham ini akan menjadi tendangan bagi agama-agama yang ada di dunia, karena akan merubah konsep relasi keyakinan manusia dengan Tuhan sebagai sebuah relatifitas bukan mutlak.

    ReplyDelete
  32. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu (kebenaran bersifat relatif). Sehingga paham ini bertentangan dengan paham monoisme karena yang pada awalnya menyatakan kebenaran itu mutlak hanya ada satu, dengan paam relativisme ini seseorang dapat menyanggah bahwa kebenaran mutlak itu belum tentu benar. Paham relativisme ini sangat disenangi pada manusia sekarang yaitu postmodern yang memiliki ego merasa paling benar yang sangat tinggi.

    ReplyDelete
  33. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Relativisme merupakan salah satu pandangan filsafat yang memahami bahwa tidak ada kebenaran mutlak. Secara umum perbedaan manusia, budaya, etika, moral maupun agama tidak berbeda secara hakikat , nemun karena faktor-faktor luarnya. Contohnya baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Namun, paham relativisme diikuti oleh segelintir tokoh seperti protagras dan pyrrho. karena beberapa pendapat mengatakan bahwa dalam pemahaman ini tidak ada salah dan benar secara universal. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  34. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Relativisme merupakan salah satu pandangan filsafat yang memahami bahwa tidak ada kebenaran mutlak. Secara umum perbedaan manusia, budaya, etika, moral maupun agama tidak berbeda secara hakikat , nemun karena faktor-faktor luarnya. Contohnya baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Namun, paham relativisme diikuti oleh segelintir tokoh seperti protagras dan pyrrho. karena beberapa pendapat mengatakan bahwa dalam pemahaman ini tidak ada salah dan benar secara universal. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  35. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Melalui bacaan di atas saya mencermati,bahwa relativisme merupakan paham yang mengnggap bahwa kebenaran bersifat relatif dan meniadakan kebenaran mutlak. Penekanannya lebih kepada bahasa dan budaya.Memang diasadari bahwa kehidupan di dunia tidak ada yang sempurna dan memiliki keterbatasan.Segala sesuatunya bersifat sementara dan tidak ada yang kekal abadi.Jikalau saya tidak salah memahami relitivisme menganggap tidak ada kebenaran mutlak berarti sama halnya dengan tidak mengindahkan keberadaan Tuhan. Dan bagi kita ini sangat keliru karena kebenaran

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Berdasarkan link tersebut, Relativisme adalah pandangan bahwa kebenaran dan kepalsuan, benar dan salah, standar penalaran, dan prosedur pembenaran adalah produk dari konvensi dan kerangka kerja penilaian yang berbeda dan bahwa kewenangan mereka terbatas pada konteks yang memunculkannya. Lebih tepatnya, relativisme mencakup pandangan yang mempertahankannya pada tingkat abstraksi yang tinggi, setidaknya beberapa kelas memiliki sifat yang mereka miliki (misalnya, indah, baik secara moral, secara epistemis dapat dibenarkan) tidak simpliciter, namun hanya relatif terhadap yang diberikan kerangka penilaian (misalnya, norma budaya lokal, standar individu), dan

    ReplyDelete
  37. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa relativisme adalah gagasan yang menyatakan bahwa sudut pandang adalah relatif karena adanya perbedaan persepsi dan pertimbangan. Tidak ada kebenaran yang berlaku universal dan objektif menurut penganut paham relativisme, melainkan semua sudut pandang memiliki kebenarannya masing-masing. Secara garis besar, relativisme terdiri dari dua macam, relativisme deskriptif yang bertujuan untuk menggambarkan perbedaan antar kebudayaan dan manusia tanpa evaluasi serta relativisme normatif yang mengevaluasi moral atau kebenaran dari setiap sudut pandang dalam kerangka pikir yang ada.

    ReplyDelete
  38. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Berdasarkan sumber dari wikipedia, relativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti nisbi atau relatif. Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  39. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas dapat saya pahami bahwa relativitasme merupakan suatu paham yang memandang sesuatu dari sudutt pandang ruang dan waktu. Paham ini menyatakan bahwa segala sesuatu dapat berubah sesuai dengan ruang dan waktu. Salah satu tokoh dari paham relativism adalah Albert Einstein melalui Teori Relativitasnya, ia menjelaskan pengaruh dari teori tersebut pada tiga besaran fisika, yaitu pada : relativisme waktu yang berkaitan dengan umur benda, relativisme massa yang berkaitan dengan eksistensi benda, sebab sesuatu disebut ada jika ia memiliki massa atau memiliki energi. Kemudian relativisme jarak yang berkaitan dengan visual atau penglihatan. Inti dari relativitas khusus adalah bahwa boleh jadi dua orang atau lebih yang mengukur waktu atau umur, massa dan jarak sebuah benda yang sama akan mendapatkan hasil yang tampak amat berbeda satu sama lain. Hal tersebut bukan disebabkan oleh perbedaan jenis atau kemampuan presisi dan akurasi alat ukurnya, namun karena memang seperti itulah adanya, tampak berbeda, bergantung keadaan si pengukur.

    ReplyDelete
  40. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Terimakasih Prof. Marsigit atas referensi yang diberikan. Berikut refleksi saya setelah membaca referensi-referensi tersebut. Relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Relativisme berasal dari kata relativus, yang artinya menunjuk ke. Setiap pengetahuan, menurut paham relativisme, selalu memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya. Relativisme diidentikkan dengan subjektivisme. Artinya, pengetahuan relatif adalah pengetahuan yang bergantung atau memiliki referensi (ataurelated to) subjek-nya. Contoh, dalam pengetahuan “langit itu biru”, produk kebenaran “biru” adalah hasil dari relasi aku sebagai subjek yang mengetahui dengan langit sebagai objek yang saya ketahui. Wassalamualaikum.

    ReplyDelete
  41. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Relativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti nisbi atau relatif. Paham relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Maka menurut paham relativisme, benar salah, baik buruk, merupakan suatu hal yang relatif tergantung budaya suatu masyarakat. Benar salah, baik buruk, terkadang memang sangat relatif tergantung dimana kita berada. Tetapi kita juga harus meyakini bahwa ada baik buruk dan benar salah yang mutlak yaitu kebaikan dan kebenaran menurut Allah Swt.

    ReplyDelete
  42. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Makna relativisme ialah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah, baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial.

    ReplyDelete
  43. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Relativisme adalah gagasan bahwa pandangan terhadap perbedaan persepsi itu bernilai relatif. Tidak ada kebenaran universal dan obyektif menurut relativisme. Sebaliknya setiap sudut pandang memiliki kebenarannya tersendiri. Kebenaran yang bersifat mutlak atau absolut hanyalah milik Tuhan semesta alam.

    ReplyDelete
  44. Junianto
    PM C

    Relativism adalah paham yang menganggap bahwa kebenaran itu bersifat relatif sehingga sesuatu yang yang dianggap benar oleh seseorang belum tentu dianggap benar oleh orang lain. Hal ini berlaku juga untuk norma maupun aturan sosial. Maka dari itu, secara sederhana bisa kita lihat bahwa setiap kampung di daerah kita memiliki aturan yang berbeda-beda apalgi aturan/ norma sosial yang tidak tertulis secara eksplisit di masyarakat. Sehingga, dimana kita berada harus mamapu menempatkan diri dan menghargai norma yang berlaku di tempat tersbut.

    ReplyDelete
  45. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Relativisme memiliki banyak arti sesuai dengan pandangannya. Relativisme budaya adalah prinsip bahwa kepercayaan dan aktivitas setiap orang harus dipahami menurut budaya orang itu sendiri. Terkadang relativisme diidentifikasi (biasanya oleh para pengkritiknya) sebagai tesis bahwa semua sudut pandang sama-sama valid.

    ReplyDelete
  46. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Relativisme adalah aliran yang beranggapan bahwa penilaian baik dan buruk, benar dan salah, tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Tidak ada kebenaran mutlak. Apa yang dipandang sebagai kebenaran oleh satu orang atau sekelompok orang belum tentu berlaku bagi orang atau kelompok lain. Suatu tindakan bisa jadi baik bagi seseorang tetapi buruk bagi orang lain. Namun satu tindakan tidak bisa dinilai baik dan buruk sekaligus. Hanya ada satu pilihan, tindakan itu baik atau tindakan itu buruk. Relativisme beranggapan bahwa satu hal relatif terhadap sudut pandang dan sudut pandang apapun tersebut unik atau istimewa.

    ReplyDelete
  47. Latifah Fitriasari
    PM C

    Relativisme diidentikkan dengan subjektivisme. Artinya, pengetahuan relatif adalah pengetahuan yang bergantung atau memiliki referensi (ataurelated to) subjek-nya. Sehingga relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu (kebenaran bersifat relatif)Salah satu aliran filsafat yang melihat perlunya penghargaan terhadap keberagaman adalah apa yang disebut sebagai relativisme kognitif.

    ReplyDelete
  48. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Relativisme adalah cara pandang individu itu memandang titik A itu bisa jauh, bisa dekat, bisa cepat, bisa lambat, bisa terlihat, bisa tidak terlihat, bisa terdengar atau bisa tidak terdengar, bisa satu bisa juga dua, dan masih banyak lainnya. Hal itu dikarenakan cara pandang setiap individu itu berbeda-beda.

    ReplyDelete
  49. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan sumber di atas, relativisme merupakan pandangan relatif terhadap perbedaan persepsi dan pertimbangan. Menurut relativisme, tidak ada kebenaran universal dan obyektif. Setiap sudut pandang memiliki kebenaran tersendiri. Dengan demikian, pandangan relativisme mempertimbangkan ruang dan waktu. Artinya, setiap kebenaran itu tidak berlaku absolut. Setiap orang mempunyai pandangannya masing-masing terhadap sesuatu tergantung dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  50. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Relativisme merupakan aliran atau pandangan yang sifatnya relatif dan sangat bergantung pada subjeknya. Pandangan ini identik dengan pandangan subjektivisme, yang sangat kental akan kesubjektivitasnya, gagasan atau sudut pandang seseorang adalah relatif disebabkan oleh adanya perbedaan persepsi dan pertimbangan. Pandangan ini merupakan salah satu dari pandangan yang bertentangan dengan pandangan absolutisme (kebenaran mutlak) selain pandangan lainnya yaitu falibilisme. Dengan demikian relativisme dapat dipandang sebagai paham filsafat yang menyetujui bahwa tidak ada kepastian mutlak terhadap sesuatu sebab sesuatu tersebut dapat dipandang secara relatif, dimana tidak ada anggapan sesuatu benar atau salah secara mutlak.

    ReplyDelete
  51. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  52. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Relativism adalah gagasan bahwa pandangan relatif terhadap perbedaan persepsi dan pertimbangan. Tidak ada kebenaran yang bersifat universal dan obyektif menurut relativism, namun sebaliknya setiap sudut pandang memiliki kebenaran tersendiri. Terdapat beberapa kategori utama dari relativism ini, (1) Relativism moral mencakup perbedaan penilaian moral di antara orang-orang dan budaya, (2) Relativism kebenaran adalah doktrin bahwa tidak ada kebenaran mutlak, yaitu bahwa kebenaran selalu berkaitan dengan kerangka acuan tertentu, seperti bahasa atau budaya (relativism budaya), (3) Relativism deskriptif yaitu berusaha untuk menjelaskan perbedaan antara budaya dan orang tanpa evaluasi, (4) Relativism normatif mengevaluasi moralitas atau kebenaran pandangan dalam kerangka kerja yang diberikan.

    ReplyDelete
  53. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenarnya, saya juga mungkin menganut faham ini. Dimana kebenaran yang ada di dunia ini bersifat relatif. Karena pada daarnya, kebenaran itu didunia ini tidaklah ada yang mutlak karena adanya subjektifitasan dalam memberikan ini adalah benar dan ini adalah tidak benar. Namun, ada satu hal yang benar bahwa ketentuan yang sudah menjadi Kuasa Tuhan itu sudah pasti mutlak benar dan tidak ada yang bisa menyalahkannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  54. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Relatif berarti tidak mutlak, relativism adalah konsep bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak atau valid dengan sendirinya, tetapi kebenaran itu relatif, kebenaran itu nilainya berdasarkan persepsi yang berbeda dan juga pertimbangan yang berbeda. Jadi relativism adalah suatu paham yang menyatakan bahwa tidak ada yang mutlak benar atau salah, karena relatif itu sendiri adalah bergantung pada pandangan orang, bergantung pada ruang dan waktu

    ReplyDelete
  55. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu (kebenaran bersifat relatif). Paham Relativisme ini sangat disukai oleh banyak orang terutama di zaman ini yaitu zaman Postmodern karena setiap manusia memiliki ego untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah. Manusia pada zaman ini mempunyai semangat ingin menjadi tuhan atas dirinya sendiri. Sehingga jika orang berbuat dosa tidak ada yang dapat / boleh menilai orang itu salah atau tidak dengan demikian orang akan semakin suka berbuat dosa dan dosa akan semakin meluas di dalam setiap bidang kehidupan.

    ReplyDelete
  56. Relativism merupakan sebuah gagasan atau pandangan yang bersifat relatif terhadap suatu pertimbangan atau tergantung dari persepsi yang berbeda dari setiap orang. Relativism menolak adanya kebenaran yang bersifat tunggal (universal) dan objektif. Relativis melihat setiap sudut pamdang yang berbeda, dan memiliki kebenaran tersendiri pula

    ReplyDelete
  57. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Menurut pendapat lain, relativism ini memiliki kebenaran yang tidak mutlak. Relativism kebenaran merupakan dokttin bahwa suatu kebenaran akan mengacu pada kerangka acuan tertentuseperti budaya atau bahasa.

    ReplyDelete
  58. Metia Novianti
    17709251021
    PPs PM A

    Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu (kebenaran bersifat relatif). Paham Realtivisme bisa menyatakan dua hal yang berkontradiksi dapat dikatakan keduanya benar karena kebenaran adalah relatif. Paham Relativisme ini sangat disukai oleh banyak orang terutama di zaman ini yaitu zaman Postmodern karena setiap manusia memiliki ego untuk menentukan mana yang benar dan mana yang salah.

    ReplyDelete
  59. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Menurut paham relativisme ini pengetahuan harus memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya. Sehingga setiap pengetahuan dapat dianggap benar karena memang memiliki rujukan yang membenarkan pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  60. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Relativisme berasal dari kata Latin yang berarti relatif. Secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat melainkan perbedaan karena faktor-faktor luarnya. Relativisme juga berpendapat bahwa yang baik dan jahat, yang benar dan salah tergantung kepada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya.

    ReplyDelete
  61. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Relativism memandang tidak ada suatu kebenaran yang mutlak. Relativisme memandang tidak ada suatu kebenaran yang bersifat universal. Relativisme terkait pula dengan aliran subjectivism. Setiap pengetahuan tidak bersifat mutlak atau absolut melainkan relatif bergantung pada subjeknya.

    ReplyDelete
  62. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,
    Paham relatifisme meyakini bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama
    bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor lainnya.
    Dapat diartikan pula sebagai paham yang meyakini bahwa pendapat seseorang belum
    tentu benar menurut pendapat orang lain. Yaitu suatu kebenaran tidak sellau berlaku
    pada semua orang di segala tempat dan waktu. Paham ini bertentangan dengan paham
    absolutisme. Contoh ha yang relative ialah apabila seorang anak SD diberi uang jajan
    oleh ibunya sebesar Rp10.000,- maka ia sangat senang karena uang itu sangat banyak
    baginya, namun apabila uang Rp10.000,- itu diberikan untuk uang saku ana yang sudah
    duduk di bangku kuliah tentu saja uang itu pas-pasan atau bahkan kurang apabila ia
    menempuh jarak jauh yang memerlukan ongkos transportasi.

    ReplyDelete
  63. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof
    Relativisme adalah sebuah paham yang memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu tergantung sudut pandang seseorang. Segala sesuatu tergantung ruang dan waktu yang ada. Jadi segala sesuatu bisa dikatakan relatif. Contoh, apakah si A cantik? Menurut B bisa jadi si A cantik, namun belum tentu menurut C si A itu cantik. Karena sudut pandang cantik setiap orang berbeda-beda. Nah inilah yang disebut paham relativisme. Segala sesuatu tergantung dengan kondisi, sudut pandang serta ruang dan waktu yang ada.

    ReplyDelete
  64. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya, begitulah relativitas dalam menilai sesuatu. Semua tergantung konsep pemahaman dan sudut pandang seseorang, sehingga tidak ada patokan tetap dalam menilai sesuatu. Ini dirasa cukup bijak karena memang sesuatu memiliki karakteristik yang berbeda satu sama-lain sehingga tidaklah bisa jika harus disamakan standar penilaiannya.

    ReplyDelete
  65. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Paham ini memberikan pandangan bahwa suatu penilaian seperti cantik, bagus, baik ataupun buruknya sesuatu hal tergantung dari sudut pandang setiap orang. Karena setiap orang mempunyai padangan yang berbeda-beda dalam memberikan penilaian. Dengan demikian relatif merupakan suatu penilaian yang tidak memiliki batas atau acuan yang jelas yang dapat dinyatakan dalam bentuk bilangan atau angka.

    ReplyDelete