Dec 2, 2012

RELATIVISM



Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang RELATIVISM, silahkan konek:
  
http://en.wikipedia.org/wiki/Relativism



Wss Wr Wb
Marsigit

12 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    makna relativisme seperti yang tertera dalam Ensiklopedi Britannica adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah; baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial.

    ReplyDelete
  2. Relativisme merupakan sudut pandang atau cara pikir atau aliran yang menyatakan bahwa segala yang ada tidak mempunyai kebenaran yang mutlak tetapi tergantung kepada budaya masing-masing. Misal tentang pengetahuan maka adan yang menyatakan pengetahuan yang benar berdasarkan akal/rasio yang lain menyatakan berdasarkan pengalaman atau empiris. Sistem pemerintahan yang benar adalah demokrasi tetapi diwilayah lain masih dengan sistem kerajaan atau otoriter.

    ReplyDelete
  3. Rahmi Puspita Arum
    1779251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Relatif berarti tidak mutlak, Relativism adalah konsep bahwa tidak ada kebenaran yang mutlak atau valid dengan sendirinya, tetapi kebenaran itu relatif, kebenaran itu nilainya berdasarkan persepsi yang berbeda dan juga pertimbangan yang berbeda. Jadi relativisme adalah suatu paham yang menyatakan bahwa tidak ada yang mutlak benar atau mutlak salah, karena relatif itu sendiri adalah bergantung pada pandangan orang, bergantung pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  4. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Segala sesuatu yang ada di dunia ini bersifat plural (pluralisme) dan relatif (relativisme). Relaitvisme menganggap bahwa perbedaan persepsi dan pertimbangan merupakan pandangan yang relatif. Menurut relativisme, tidak ada kebenaran yang universal dan obyektif. Sebaliknya setiap sudut pandang memiliki kebenaran tersendiri. Benar dan salah merupakan hal yang relatif, dilihat dari sudut pandang dan konteks apa pembicaraannya. Sehingga apa yang menurut diri sendiri benar, belum tentu menurut orang lain juga benar.

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas link-link yang dibagikan
    Sangat menarik, memberikan pengetahuan bagi saya. Berdasarkan sumber bacaan yang sudah saya baca, saya melihat bahwa kebenaran suatu hal tergantung pada subjek penilaianya. Jadi derajat kebenaran suatu hal akan menjadi berbeda-beda jika dibandingkan antara subjek yang membedakan yang satu dengan yang lainnya. Manusia sendiri adalah seorang pemikir relativisme. Karena sebenar-benarnyar kebenaran yang absolut hanyalah kebenaran milik Alloh SWT.

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Pemahaman kami relativisme adalah ideologi yang meyakini bahwa secara permanen di beberapa wilayah pemikiran, kebenaran itu sendiri bersifat relatif terhadap sudut pandang subjek penilaian dari subjeknya itu sendiri. Pernyataan klasik pertama adalah doktrin orang-orang yang skeptis, misalnya Protagoras bahwa 'manusia adalah ukuran segala sesuatu'. Relativisme bisa menjadi ideologi global tentang semua pengetahuan, ataupun ideologi lokal tentang beberapa bidang (estetika, etika, atau penilaian kualitas sekunder, misalnya). Aspek mata pelajaran (pengetahuan) yang seharusnya menentukan kebenaran yang mencakup latar belakang sejarah, budaya, sosial, bahasa, atau psikologis, atau konstitusi sensorik yang kasar. Relativisme adalah salah satu upaya untuk memperhitungkan kontinjensi ini dalam merumuskan hubungan antara orang percaya dan kebenaran yang diyakini. Ideologi ini dapat dianggap sebagai upaya untuk menghindari skeptisisme yang hampir pasti terjadi ketika konsepsi kebenaran yang mutlak digabungkan dengan mengenali cara-cara penilaian, cara-cara kontingen dan kontingen yang berbeda, untuk membuat penilaian.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  7. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017


    Relativisme, menurut pendapat saya adalah suatu hal yang memandang suatu pendapat berdasar sudut pandangnya masing-masing. Jadi tidak baik atau buruknya suatu pendapat tergantung sudut mana yang digunakan orang tersebut dalam melihat permasalahan tersbeut. Dan mungkin tidak akan pernah sama karena setiap manusia diciptakan dengan keanekaragaman pemikiran.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia relativisme /re·la·ti·vis·me/ /rélativisme/ diartikan sebagai pandangan bahwa pengetahuan itu dibatasi, baik oleh akal budi yang serba terbatas maupun oleh cara mengetahui yang serba terbatas. sedangkan dalam link http://www.iep.utm.edu/relativi/ relativisme dituliskan berkonotasi negatif. sehingga Mungkin karena relativisme dikaitkan dengan pandangan semacam itu, hanya sedikit filsuf yang mau menggambarkan diri mereka sebagai relativis.

    ReplyDelete
  10. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Relatif artinya tidak mutlak, namun bernilai nisbi (relatif). Artinya, setiap orang mempunyai pendapat dan opininya masing masing. Salah, benar, baik, buruk tergantung siapa yang memandangnya. Oleh karena itu sebanyak manusia yang plural dan beragam, kita harus saling menghargai antar sesama manusia karena perbedaan pandangan tersebut. relatif itu berubah dan bergerak sesuai dengan pendapat masing2, karena pandangan setiap manusia berbeda. saling menghormati adalah kunci.

    ReplyDelete
  11. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Relativisme adalah paham yang menganut kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain. Relativisme menganut suatu kebenaran tidak selalu berlaku pada semua orang di segala tempat dan waktu, karena kebenaran bersifat relatif. . Kebenaran menurut seseorang belum tentu benar menurut orang lain.Menurut paham relativism, yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada persepsinya masing-masing Paham relativisme tidak setuju dengan kebenaran mutlak atau kebenaran mutlak atau absolut. Paham ini dapat menyatakan dua hal yang berkontradiksi dapat dikatakan keduanya benar, karena kebenaran adalah relatif.

    ReplyDelete
  12. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Relatif dalam filsafat dapat dimaknai sebagai segala kehidupannya dibatasi ruang dan waktu, tidak konsisten. Namun relatif inilah yang dibutuhkan oleh siswa-siswa di Indonesia, hal tersebut karena saat siswa berpikir relatif maka siswa memiliki perasaan ingin selalu mengembangkan pemikirannya, sesuai dengan rasa ingin tahu yang tinggi bahkan ada pendapat bahwa paham relatif ini merupakan paham yang cocok bagi ilmuan. Ilmuan memang terkenal dengan penemuan-penemuan. Apabila kebanyakan ilmun telah percaya secara mutlak dengan penemuan sebelumnya maka dia tidak mau belajar untuk mengetahui hal lain berdarkan penemuan sebelumnya, namun bila penemua tersbeu tidak mudah percaya dan masih memiliki rasa ingin tahu karena mereka otu relatif diperlukan.

    ReplyDelete