Dec 2, 2012

RELATIVISM



Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang RELATIVISM, silahkan konek:
  
http://en.wikipedia.org/wiki/Relativism



Wss Wr Wb
Marsigit

8 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Relativisme adalah suatu paham yang terdiri dari beragam argumen. Di balik beragam argumen tersebut, ada satu yang sama, yakni bahwa realitas, dan seluruh aspeknya, termasuk pikiran, moralitas, pengalaman, dan penilaian manusia, tidaklah mutlak, melainkan relatif posisinya pada sesuatu yang lain. Relativisme mulanya berasal dari Protagoras (490 SM-420 SM), tokoh Sophis Yunani terkemuka abad 5 SM. Relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Relativisme berasal dari kata relativus, yang artinya menunjuk ke. Setiap pengetahuan, menurut paham relativisme, selalu memiliki rujukan, referensi. Dengan demikian, setiap pengetahuan memiliki logika dan ranah kebenarannya sendiri bergantung kepada rujukannya. Relativisme diidentikkan dengan subjektivisme. Artinya, pengetahuan relatif adalah pengetahuan yang bergantung atau memiliki referensi (ataurelated to) subjek-nya.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Relativisme berasal dari bahasa Latin, relativus, yang berarti 'nisbi relatif'.Searah dengan arti asal katanya, secara umum relativisme erpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, rtika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya. Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada orang masing-masing atau masyarakat dan budayanya (A Mangunhardjana, 1997).

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Relatif merupakan konsep yang menunjukan bahwa tidak ada sesuatu kebenaran atau ketepatan yang bersifat tetap. Kerelatifan sebuah kebenaran antara yang satu dengan yang lain berbeda tergantung dari sudut mana seseorang menilainya. Berbagai hal yang berkaitan dengan perbedaan manusia, budaya, etika, budaya, moral dan agama bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya dan bersifat relative tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakatnya. Faham seseorang yang bersifat relative inilah yang disebut RELATIVISM .

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Secara etimologis, relativisme yang dalam bahasa Inggrisnya relativism, relative berasal dari bahasa latin relativus (berhubungan dengan). Dalam penerapan epistemologisnya, ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Penggagas utama paham ini adalah Protagoras, Pyrrho. Sedangkan secara terminologis, makna relativisme adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Relativisme adalah doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Sehingga bahwa yang baik dan yang buruk, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang atau masyarakat dan budayanya. Tidak heran bahwa budaya di Indonesia yang mempunyai banyak ragamnya yang berbeda memiliki norma etis yang berbeda. Sehingga kekuatan dari kaum relativisme adalah kesadarannya bahwa manusia itu unik dan berbeda satu sama lain.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Relativisme berasal dari kata Latin, relativus, yang berarti nisbi atau relatif.Sejalan dengan arti katanya, secara umum relativisme berpendapat bahwa perbedaan manusia, budaya, etika, moral, agama, bukanlah perbedaan dalam hakikat, melainkan perbedaan karena faktor-faktor di luarnya Sebagai paham dan pandangan etis, relativisme berpendapat bahwa yang baik dan yang jahat, yang benar dan yang salah tergantung pada masing-masing orang dan budaya masyarakat. Ajaran seperti ini dianut oleh Protagras, Pyrrho, dan pengikut-pengikutnya, maupun oleh kaum Skeptik.

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Relativisme antropologis versus filosofis
    Relativisme antropologi mengacu pada sikap metodologis , di mana peneliti menunda (atau menyangga) bias budayanya sendiri saat mencoba memahami keyakinan dan perilaku dalam konteks lokal mereka. Ini telah dikenal sebagai relativisme metodologis , dan perhatiannya sendiri secara khusus dengan menghindari etnosentrisme atau penerapan standar budaya seseorang terhadap penilaian budaya lain. Ini juga merupakan dasar dari apa yang disebut " emic " dan " etic " perbedaan, di mana:
    • Kisah perilaku emic atau insider adalah deskripsi masyarakat dalam istilah yang bermakna bagi budaya peserta atau aktor itu sendiri; Oleh karena itu, akun emis khas budaya, dan biasanya mengacu pada apa yang dianggap " akal sehat " dalam budaya yang diteliti.
    • Akun etik atau orang luar adalah deskripsi masyarakat oleh seorang pengamat, dalam hal yang dapat diterapkan pada budaya lain; Artinya, akun etik bersifat netral secara kultural, dan biasanya mengacu pada kerangka konseptual ilmuwan sosial. (Ini rumit bila penelitian ilmiah itu sendiri yang sedang dipelajari, atau bila ada perselisihan teoretis atau terminologis dalam ilmu sosial).
    Relativisme filosofis , sebaliknya , menegaskan bahwa kebenaran sebuah proposisi bergantung pada kerangka metafisik, atau teoritis, atau metode instrumental, atau konteks di mana proposisi diungkapkan, atau pada orang, kelompok, atau budaya yang menafsirkan proposisi tersebut. Relativisme metodologis dan relativisme filosofis dapat ada secara independen satu sama lain, namun kebanyakan ahli antropologi mendasarkan relativisme metodologisnya dengan variasi filosofis.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Relativisme berasal dari bahasa latin relativus (berhubungan dengan). Ajaran ini menyatakan bahwa semua kebenaran adalah relatif. Relativisme dapat juga diartikan sebagai doktrin bahwa ilmu pengetahuan, kebenaran dan moralitas wujud dalam kaitannya dengan budaya, masyarakat maupun konteks sejarah, dan semua hal tersebut tidak bersifat mutlak. Dalam paham relativisme apa yang dikatakan benar atau salah, baik atau buruk tidak bersifat mutlak, tapi senantiasa berubah-ubah dan bersifat relatif tergantung pada individu, lingkungan maupun kondisi sosial.

    ReplyDelete