Dec 2, 2012

RATIONALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih jauh tentang RATIONALISM, dapat konek:






Wss Wr Wb

11 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Aliran rasionalisme ini dipelopori oleh Rene Descartes. Rasionalisme atau gerakan rasionalis adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Rasionalisme juga dapat diartikan sebagai aliran filsafat yang menekankan dan berpendapat bahwa sumber pengetahuan yang dapat dipercaya adalah rasio (akal). Hanya pengetahuan yang dicapai melalui akal yang dinilai memenuhi syarat yang dituntut oleh semua pengetahuan ilmiah.

    ReplyDelete
  2. Rasionalisme merupaka cara pandang atau faham yang mempercayai bahwa pengetahaun yang benar hanya yang berdasarkan pada akal (reason). Hanya akal/rasio yang benar-benar dapat dijadikan pertimbangan terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan. Hal ini disebabkan karena pengetahuan yang diperoleh melalui indera adalah kabur, kadang menipu, dan tidak lengkap. Misal bahwa didunia ini kita akan melihat benda geometri, tetapi benda yang kita lihat tersebut tidak sempurna mesti ada yang cacat. Jika dua garis yang dibuat dalam kertas yang sama akan memperoleh garis yang berbeda atau tidak identik . Padahal garis haruslah sama.

    ReplyDelete
  3. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027
    Merangkum dari sejumlah referensi, secara sederhana rasionalisme dalam filsafat dapat dimaknai sebagai paham yang meyakini bahwa akal itulah alat pencari dan pengukur pengetahuan dan kebenaran. Kebenaran haruslah ditentukan atau didapatkan melalui proses pembuktian, logika, dan analisis yang harus didasarkan pada fakta, bukan hanya sekadar berasal dari pengalaman inderawi, emosi, perasaan, dan asumsi tanpa dasar. Contoh sederhananya adalah ketika kita tengah belajar matematika. Setiap hal yang diungkapkan sebisa mungkin harus dapat dibuktikan secara logis, sehingga apa yang kita ungkapkan kuat dan dapat diterima secara umum.

    ReplyDelete
  4. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas link-link yang diberikan
    Saya memperoleh penegtahuan baru terkait rasionalisme. Dari beberapa sumber yang saya baca saya melihat bahwa rasionalisme menggunakan memiliki kriteria kebenaran bahwa kebenaran tidaklah bersifat inderawi tapi intelektual dan deduktif. Hal ini menunjukkan jika akal dan metode berpikir menjadi hal yang utama dalam paham rasionalisme. Mohon ijin, maka pertanyaan saya jika rasionalisme bersifat deduktif, maka apakah rasionalisme di sini berangkat melalui hipotesis-hipoteis?

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Dalam http://en.wikipedia.org/wiki/Rationalism dijelaskan bahwa rasionalism memandang suatu kebenaran harus ditentukan atau didapatkan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, bukan berasal dari pengalaman inderawi. Rasionalism juga menyakini bahwa pengetahuan didaasarkan pada asas-asas a priori yang terdapat dalam rasio, bukan pada pengalaman empiris. Tentu saja hal ini bertentangan dengan empirism yang meletakkan pengalaman sebagai suatu dasar dari pengetahuan. Jadi, dapat disimpulkan pula bahwa kebenaran dan ketidakbenaran terletak hanya di dalam ide.

    ReplyDelete
  6. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Rasionalisme adalah pandangan bahwa kita mengetahui apa yang kita pikirkan dan bahwa akal mempunyai kemampuan untuk mengungkapkan kebenaran dengan diri sendiri, atau bahwa pengetahuan itu diperoleh dengan membandingkan ide dengan ide. Bagi seorang rasionalis, pengetahuan hanya terdapat dalam konsep, prinsip dan hukum, dan ciri-ciri penting dari perspektif para rasionalis adalah penolakan terhadap perasaan (emosi), adat istiadat atau kepercayaan yang sedang populer.

    ReplyDelete
  7. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. setahu saya, rasionalisme memiliki esensi yang sama dengan empirisme. Aliran ini menyatakan bahwa suatu kebenaran dikatakan benar jika kebenaran tersebut rasional dan logis. Dalam hal ini, kebenaran harus didapatkan melalui penyelidikan atau penelitian yang berbasis bukti yang valid. Bukti yang dapat diukur melalui penginderaan. Dalam pandangan ini, sesuatu yang tidak bisa dibuktikan adalah tidak eksis. Terkadang rasionalisme depertentangkan dengan spritualitas dalam ajaran agama samawi terutama mengenai konsep keberadaan Tuhan.

    ReplyDelete
  8. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami rasionalisme merupakan aliran filsafat yang memperbesar peran atau lebih mengutamakan argumentasi atau rasio tanpa bantuan dalam memperoleh dan mencari kebenaran akan pengetahuan. Sedangkan pemikiran dengan alasan/argumentasi berdasarkan atas pengalaman indra sebagai sumber pengetahuan dimulai dengan Eleatics, dan berperan penting dalam ideologi/filsafat dalam Platonisme. Tokoh-tokoh rasionalis terutama Descartes, Leibniz, dan Spinoza, sering kali dipertentangkan dengan tokoh empiris Inggris (Locke, Berkeley, dan Hume), namun pertentangan semacam ini biasanya terlalu menyederhanakan gambaran yang sebenarnya sangat kompleks. Sebagai contoh, perlu dicatat sejauh mana Descartes menyetujui penyelidikan empiris, dan sejauh mana Locke membagikan pandangan rasionalis tentang pengetahuan nyata sebagai semacam intuisi intelektual.

    ReplyDelete
  9. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Rasionalis mengklaim bahwa ada banyak cara di mana konsep dan pengetahuan kita diperoleh secara independen dari pengalaman indra, begitu yang tertulis dalam link https://plato.stanford.edu/entries/rationalism-empiricism/, sednagkan kalau dilihat dari arti kata rasionalis berarti orang yang menganut paham rasionalisme, dan rasionalisme itu sendiri berarti teori (paham) yang menganggap bahwa pikiran dan akal merupakan satu-satunya dasar untuk memecahkan problem (kebenaran) yang lepas dari jangkauan indra; paham yang lebih mengutamakan (kemampuan) akal daripada emosi, atau batin.

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Rasionalisme merupakan salah satu paham filsafat yang mementingkan rasio (akal). Menurut paham ini, sumber pengetahuan satu-satunya yang benar adalah rasio (akal budi). Rasionalisme meyakini bahwa akal adalah alat terpenting dalam memperoleh dan mengetes pengetahuan. Di dalam akal terdapat ide-ide untuk membangun ilmu pengetahuan. Rasionalisme cenderung mengabaikan realitas di luar akal. Rasionalisme juga memberikan ajaran bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Matematika terkenal dengan ilmu yang berpikir nalar dan bersifat rasional artinya dapat dibuktikan kebenarannya. Oleh karena bersifat rasional maka seluruh konsep dalam matematika akan memiliki keterkaitan bahkan solver dapat mengaitkan konsep-konsep tersebut untuk menjadikan suatu pengetahuan matematika bersifat rasional. Hal ini merupakan sifat yang baik apabila dimaknai oleh siswa, karena setiap kegiatan yang dilakukan oleh siswa harus dipikirkan terlebih dahulu kerasionalnnya sehingga harus dibuktikan. Hal ini juga akan mengajarkan siswa agar tidak mudah mempercayai sesuatu yang tidak diketahui kebenarnnya atau berita hoax yang akhir-akhir ini menjadi sarana fitnah paling mudah.

    ReplyDelete