Dec 2, 2012

RATIONALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih jauh tentang RATIONALISM, dapat konek:






Wss Wr Wb

9 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Kritis rasionalisme muncul dari salah satu sekolah filsafat yang ingin mengembangkan filsafat ilmu deduktif. Karl Popper menjelaskan perkembangan ilmu pengetahuan tanpa bukti, proyek ini telah menghasilkan teori yang bersaing rasionalitas dan telah diperpanjang untuk berbagai bidang. Dalam salah satu artikel ini ia membahas dan berkonsentrasi pada logika internal dan masalah yang terlibat dalam pengembangan metode kritis mampu menghasilkan pertumbuhan pengetahuan.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam sejarah Filsafat, Plato adalah seorang filsuf rasionalisme klasik (Tokoh modern rasionalisme adalah Descartes, Spinoza, Leibniz). Tokoh rasionalisme berpandangan bahwa sumber pengetahuan yang terpercaya adalah rasio (akal). Pengetahuan menurut kaum rasionalisme bersifat a priori yaitu pengetahuan tanpa melalui pengalaman. Cara kerjanya adalah berdasarkan penalaran deduktif, logis dan matematis. Rasionalisme adalah faham doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan pada fakta. Hal ini berarti bahwa pengetahuan yang dimiliki pembenarannya harus dapat diterima oleh akal sehat (rasio) melalui pembuktian dan logika dan harus sesuai dengan fakta yang ada.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Rasionalisme adalah paham yang mengatakan bahwa akal itulah alat pencari dan pengukur pengetahuan. Pengetahuan dicari dengan akal, temuannya diukur dengan akal pula. Dicari dengan akal ialah dicari dengan berfikir logis. Diukur dengan akal artinya diuji apakah temuan itu logis atau tidak. Bila logis, benar; bila tidak, salah. Dengan akal itulah aturan untuk mengatur manusia dan alam itu dibuat. Ini juga berarti bahwa kebenaran itu bersumber pada akal. Rasionalisme itu berpendirian, sumber pengetahuan terletak pada akal. Bukan karena Rasionalisme mengingkari nilai pengalaman, melainkan pengalaman paling-paling dipandang sebagai sejenis perangsang bagi pikiran. Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Rasionalis umumnya mengembangkan pandangan mereka dalam dua cara. Pertama, mereka berpendapat bahwa ada kasus di mana isi dari konsep atau pengetahuan melampaui informasi. Keduaalasan bagaimana dalam beberapa bentuk atau lainnya memberikan informasi tambahan tentang dunia.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Secara etimologis Rasionalisme berasal dari kata bahasa Inggris rationalism. Kata ini berakar dari kata bahasa Latin ratio yang berarti “akal”. Rasionalisme menempati sebuah tempat yang sangat penting. Paham ini dikaitkan dengan kaum rasionalis abad ke-17 dan ke-18, tokoh-tokohnya ialah Rene Descartes, Spinoza, Leibzniz, dan Wolff, meskipun pada hakikatnya akar pemikiran mereka dapat ditemukan pada pemikiran para filsuf klasik misalnya Plato, Aristoteles, dan lainnya.Paham ini beranggapan, ada prinsip-prinsip dasar dunia tertentu, yang diakui benar oleh rasio manusia. Dari prinsip-prinsip ini diperoleh pengetahuan deduksi yang ketat tentang dunia. Prinsip-prinsip pertama ini bersumber dalam budi manusia dan tidak dijabarkan dari pengalaman, bahkan pengalaman empiris bergantung pada prinsip-prinsip ini.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam epistemologi , rasionalisme adalah pandangan bahwa " menganggap alasan sebagai sumber utama dan ujian pengetahuan" atau "pandangan apapun yang menarik bagi akal sebagai sumber pengetahuan atau pembenaran". lebih formal, rasionalisme didefinisikan sebagai metodologi atau teori "di mana kriteria kebenaran tidak bersifat indrawi tapi intelektual dan deduktif ".
    Dalam sebuah kontroversi lama, rasionalisme menentang empirisme , di mana kaum rasionalis percaya bahwa realitas memiliki struktur logis secara intrinsik. Karena itu, para rasionalis berpendapat bahwa ada kebenaran tertentu dan bahwa intelek dapat secara langsung memahami kebenaran ini. Artinya, para rasionalis menegaskan bahwa beberapa prinsip rasional ada dalam logika, matematika, etika, dan metafisika yang pada dasarnya benar sehingga menyangkal hal tersebut menyebabkan seseorang jatuh ke dalam kontradiksi. Kaum rasionalis memiliki kepercayaan yang tinggi dengan alasan bahwa bukti empiris dan bukti fisik dianggap tidak perlu untuk memastikan kebenaran tertentu - dengan kata lain, "ada beberapa cara penting di mana konsep dan pengetahuan kita diperoleh secara independen dari pengalaman indra".

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Rationalism dalam epistemologi menganggap bahwa alasan sebagai sumber utama dari pengetahuan dan pandangan apapun yang berasal dari akal merupakan pengetahuan atau pembenaran. Rationalism dalam ilmu formal didefinisikan sebagai metodologi atau teori dengan kebenarannya tidak bersifat indrawi tetapi intelektual dan deduktif. Rasionalism dulunya menentang empirisme karena kaum rasionalism percaya bahwa realitas memiliki struktur yang logis. Para penganut rasionalis menegaskan bahwa beberapa prinsip rasional ada dalam logika, matematika, etika, dan metafisika yang benar sehingga menyebabkan terjadinya kontradiksi. Kaum rasionalis memiliki kepercayaan yang tinggi mengenai suatu kebenaran berdasarkan bukti empiris dan bukti fisik.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Rasionalisme adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Rasionalisme dapat diterapkan ke masalah-masalah politik atau sosial. Dalam kasus-kasus seperti ini, yang menjadi ciri-ciri penting dari perpektif para rasionalis adalah penolakan terhadap perasaan (emosi), adat-istiadat atau kepercayaan.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam paham rasinalisme akal sumber pengetahuan. Sehingga menyusun pengetahuan awal melalui akal.
    Jika pegetahuan secara akal dapat diterima maka tidak memerlukan pengalaman sebagai sumber pengetahuan lagi. Sudah cukup dengan alasan yang logis untuk membuktikannya.

    ReplyDelete