Dec 2, 2012

RATIONALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih jauh tentang RATIONALISM, dapat konek:






Wss Wr Wb

32 comments:

  1. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Rasionalisme merupakan suatu paham di mana kriteria kebenaran tidak bersifat indrawi tapi intelektual dan deduktif. Kaum rasionalis memiliki kepercayaan yang tinggi dengan alasan bahwa bukti empiris dan bukti fisik dianggap tidak perlu untuk memastikan kebenaran tertentu - dengan kata lain, "ada beberapa cara penting di mana konsep dan pengetahuan kita diperoleh secara independen dari pengalaman indra."

    ReplyDelete
  2. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Rasionalisme merupakan pandangan yang mengangap bahwa pikiran dan rasio (akal budi) merupakan dasar satu-satunya untuk memecahkan kebenaran lepas dari jangkauan indra. Dalam pandangan Rasionalisme, akal merupakan alat yang sangat penting untuk memperoleh dan menguji pengetahuan. Seiring berkembangnya waktu, manusia semakin menganggap penting kemampuan akal, sehingga saat ini diyakini bahwa melalui kemampuan akal segala macam persoalan dapat dijelaskan, semua permasalahan dapat dipahami dan dipecahkan termasuk seluruh masalah kompleks yang berkaitan dengan kemanusiaan.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Rasionalisme merupakan paham dimana penemuan sebuah kebenaran dilandaskan oleh pembuktian secara logika, fakta dan analisis. Dalam berpikir secara rasional harus memiliki landasan agar tidak terjerumus dalam kesesatan. Oleh karena itu, spiritual memegang peranan penting untuk mempengaruhi arah pemikiran secara rasional. Terima Kasih

    ReplyDelete
  5. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Saya ingin mencoba menyimpulkan dari bacan di atas, bahwa rasionalisme merupakan adanya kesenjangan antara idealitas dengan realitas.Kedua item tersebut sebagai alat untuk membangun pengetahuan.Pengetahuan dikatakan bersifat rasional jika kedua-keduanya terpenuhi.Seandainya hanya unsur realitas yang mendominasi kemudian mengingkari adanya idealitas berarti ada sifat ketidakadilan atau lebih kepada rasa egoisentris yang terlalu berlebihan.Yang saya lihat keaadan sekarang begitulah adanya,dimana unsur realitas lebih diadakan padahal realitas tidak akan ada jika unsur idealitas tidak ada.

    ReplyDelete
  6. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa rasionalisme adalah pandangan epistemologis yang menyatakan penalaran sebagai sumber dan penguji utama dari pengetahuan atau pandangan yang menyatakan penalaran sebagai metodologi atau teori di mana kriteria kebenaran bukanlah sensorik namun intelektual dan deduktif.

    ReplyDelete
  7. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saya tertarik untuk membaca Rasionalisme dari link http://plato.stanford.edu/entries/rationalism-empiricism/ . Dari link tersebut saya mendapatkan bahwa untuk menjadi rasionalis kita seharusnya mengadopsi setidaknya satu dari tiga klaim.
    Sedangkan berdasarkan link http://en.wikipedia.org/wiki/Progressive_rationalism , Menjelaskan tentang Rasionalisme progresif, yaitu keyakinan humanistik bahwa perbaikan dalam kesejahteraan global bergantung pada perubahan politik berdasarkan akal.

    ReplyDelete
  8. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Rasionalisme atau gerakan rasionalis menurut wikipedia adalah doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan atau didapatkan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, bukan berasal dari pengalaman inderawi. Rasionalisme menentang paham empirisme, karena kaum rasionalis berpendapat bahwa ada kebenaran yang secara langsung dapat dipahami. Dengan kata lain, orang-orang yang menganut paham rasionalis ini menegaskan bahwa beberapa prinsip rasional yang ada dalam logika, matematika, etika, dan metafisika pada dasarnya benar
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  9. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam sumber lain mengatakan bahwa latarbelakang munculnya rasionalisme adalah keinginan untuk membebaskan diri dari segala pemikiran tradisional (scholastic), yang pernah diterima, tetapi ternyata tidak mampu mengenai hasil-hasil ilmu pengetahuan yang dihadapi. Para tokoh aliran Rasionalisme diantaranya adalah :
    1. Rene Descartes ( 1596- 1650 M ) : sumber pengetahuan yang dapat dipercayai adalah akal.
    2. Spinoza (1632- 1677 M) : aturan atau hukum ynag terdapat pada semua hal itu tidak lain dari aturan dan hukum yang terdapat pada ide.
    3. Leibniz (1646 – 1716 M) : substansi itu memang mencantumkan segala dasar kesanggupannya, dari itu mengandung segala kesungguhan pula.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas dapat saya pahami bahwa rasionalisme adalah paham yang menyatakan kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan dan analisis yang berdasarkan fakta. Filsafat Rasionalisme sangat menjunjung tinggi akal sebagai sumber dari segala pembenaran. Segala sesuatu harus diukur dan dinilai berdasarkan logika yang jelas. Rasionalisme adalah pandangan yang menganggap bahwa akal adalah sumber utama dari pengetahuan.

    ReplyDelete
  11. Junianto
    PM C

    Rasionalis dalam filsafat adalah pandangan epistimologis yang menganggap alasan sebagai sumber utama dan ujian pengetahuan atau anggapan bahwa pendapat apapun yang menarik bagi akan bisa dijadikan sumber pengetahuan. Dengan kata lain, pandangan rasionalis ini lebih mengutamakan rasio/ akal/ logika sebagai sumber pengetahuan sehingga kriteri kebenaran tidak harus bersifat inderawi atau bisa dilihat dengan indera manusia.

    ReplyDelete
  12. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Rasionalisme merupakan aliran filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Rasionalisme mempunyai kemiripan dari segi ideologi dan tujuan dengan humanisme dan atheisme. Rasionalisme dapat diterapkan pada masalah-masalah politik atau sosial. Dalam masalah politik dan sosial yang menjadi ciri-ciri penting dari perpektif para rasionalis adalah penolakan terhadap perasaan, adat-istiadat atau kepercayaan. Mohon koreksinya apabila terdapat kesalahan Prof. Marsigit. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh

    ReplyDelete
  13. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Dalam filsafat, rasionalisme adalah pandangan epistemologis yang mengganggap alasan merupakan sumber utama pengetahuan. Secara lebih formal, rasionalisme didefinisikan sebagai metodologi atau teori di mana kriteria kebenaran tidak bersifat indrawi tapi intelektual dan deduktif. Paham rasionalisme ini mempercayai bahwa pengetahuan dan kebenaran itu cukuplah melalui rasio atau akal, tidak memerlukan indra. Menurut saya, rasionalism ini tidak sesuai diterapkan dalam pembelanaran sekolah karena bagaimanapun juga, pembuktian secara indrawi atau induktif diperlukan. Pembuktian secara induktif mwmbantu siswa memiliki pengetahuannya sendiri, bukan sekedar pemberian. Pembuktian induktif juga membantu mengembangkan kemampuan intuitifnya.

    ReplyDelete
  14. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Rasionalisme merupakan metode yang menganggap bahwa pikiran dan akal merupakan satu-satunya dasar untuk memecahkan masalah. Menurut filsafat, rasionalisme didefinisikan sebagai pandangan epistemologis yang menganggap akal sebagai sumber utama dan ilmu pengetahuan selalu mempunyai penjelasan yang dapat diterima oleh akal. Rene Decartes dan Baruch Spinoza merupakan salah satu tokoh dari aliran rasionalisme.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Rasionalisme merupakan paham yang mengatakan bahwa akal ialah alat pencari dan pengukur pengetahuan. Pengetahuan dapat dicari dengan akal, temuannya diukur dengan akal pula. Dicari dengan akal ialah dicari dengan berfikir logis. Diukur dengan akal artinya diuji apakah temuan itu logis atau tidak. Bila logis, berarti benar namun bila tidak, berarti salah. Dengan akal itulah aturan untuk mengatur manusia dan alam itu dibuat. Ini juga berarti bahwa kebenaran itu bersumber pada akal.

    ReplyDelete
  16. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Secara formal, rasionalisme diartikan sebagai metodologi atau teori "di mana kriteria kebenaran tidak bersifat indrawi tapi intelektual dan deduktif". Dalam filsafat, rasionalisme adalah pandangan epistemologis bahwa "menganggap alasan sebagai sumber utama dan ujian pengetahuan" atau "pandangan apapun yang menarik bagi akal sebagai sumber pengetahuan atau pembenaran". Para rasionalis berpendapat bahwa ada kebenaran tertentu dan bahwa intelek dapat secara langsung memahami kebenaran ini. Artinya, para rasionalis menegaskan bahwa beberapa prinsip rasional ada dalam logika, matematika, etika, dan metafisika yang pada dasarnya benar sehingga menyangkal hal tersebut menyebabkan seseorang jatuh ke dalam kontradiksi.

    ReplyDelete
  17. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Rasionalisme selalu menganggap bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengetahuan maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berpikir.Tokoh-tokohnya adalah Rene Descartes, Benedictus de Spinoza, Leibniz, dan Blaise Pascal. Descartes memandang pengetahuan melalui indera adalah kabur. Untuk meyakinkan orang bahwa dasar filsafat haruslah akal, ia menyusun argumentasi yang amat terkenal. Argumentasi ini tertuang di dalam sebuah metode yang sering disebut Cogito Descartes atau metode keraguan Descartes (Cartesian Doubt). Aku berpikir maka aku ada

    ReplyDelete
  18. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Rasionalisme merupakan suatu aliran atau ajaran yang didasarkan pada ide yang dapat diterima oleh akal. Rasionalisme dipelopori oleh Rene Descartes yang disebut sebagai bapak filsafat modern. Ajaran ini lebih menekankan pada kekuatan akal sebagai alat dalam menggali sumber pengetahuan. Aliran Rasionalisme ini mengacu pada perolehan kebenaran melalui logika, pembuktian serta analisis yang berdasarkan fakta.

    ReplyDelete
  19. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan sumber di atas, rasionalisme didefinisikan sebagai metodologi atau teori dimana kriteria kebenaran tidak bersifat indrawi tapi intelektual dan deduktif. Artinya, rasionalisme tidak akan mempercayai sesuatu jika tidak didasarkan pada logika dan fakta yang ada. Hal yang bisa kita ambil hikmahnya ialah, dalam menanggapi sesuatu sebaiknya harus kita sesuaikan dengan logika dan kenyataan yang ada (bersikap kritis) agar tidak salah dalam melangkah.

    ReplyDelete
  20. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Rasionalisme mengacu pada rasio yakni akal, maka rasionlisme adalah segala sesuatunya berpusat pada akal. Paham ini mengatakan bahwa akal itulah sebenar-benar alat untuk mencari dan mengukur ilmu pengetahuan. Pengetahuan dicari dengan akal, temuannya diukur dengan akal pula. Dicari dengan akal ialah dicari dengan berfikir logis. Diukur dengan akal artinya diuji apakah temuan itu logis atau tidak. Maka segala yang tidak dapat dibuktikan dengan akal pikiran yang logis, maka tidak bisa disebut sebagai sebuah ilmu.

    ReplyDelete
  21. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dalam filsafat, rationalism adalah pandangan epistemologis bahwa "menganggap alasan sebagai sumber utama dan ujian pengetahuan" atau "pandangan apapun yang menarik bagi akal sebagai sumber pengetahuan atau pembenaran". Secara lebih formal, rasionalisme didefinisikan sebagai metodologi atau teori di mana kriteria kebenaran haruslah ditentukan atau didapatkan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, bukan berasal dari pengalaman inderawi tapi intelektual dan deduktif.

    ReplyDelete
  22. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Rasionalism merupakan paham yang lebih condong memperoleh ilmu atau apa yang benar dari ilmu itu adalah sesuatu yang dapat dirasionalkan atau bisa dilogikakan. Dan jika bertentangan dengan logika atau rasionalnya, maka pengetahuan tersebut dianggap salah. Paham rasionalism tidak bisa bersandingan dengan paham spiritualism. Karena pada dasarnya mereka cenderung memiliki perbedaan yang sangatlah krusial. Jika kedua paham tersebut berdebat, maka tidak akan ada yang kalah maupun yang menang, karena pada dasarnya masing-masing memiliki ego yang sama-sama kuat.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  23. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Rationalism merupakan paham yang memandang bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, daripada melalui iman, dogma, atau ajaran agama. Dengan mengenyampingkan agama maupun kepercayaan, seorang rasionalis akan mengedepankan kemampuan berpikir secara logika berdasarkan fakta dan kemudian menganalisisnya.

    ReplyDelete
  24. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Rasionalisme adalah paham filsafat yang mengatakan bahwa akal (reason) adalah alat terpenting dalam memperoleh pengetahuan dan mengetes pengatahuan. Jika empiris mengatakan bahwa pengetahuan diperoleh dengan alam mengalami objek empiris, maka rasionalisme mengajarkan bahwa pengetahuan diperoleh dengan cara berfikir. Alat dalam berpikir itu ialah kaidah-kaidah logis atau kaidah-kaidah logika. Paham ini beranggapan, ada prinsip – prinsip dasar dunia tertentu, yang diakui benar oleh budi manusia. Dari prinsip-prinsip ini diperoleh pengetahuan deduksi yang ketat tentang dunia. Prinsip-prinsip pertama ini bersumber dalam budi manusia dan tidak dijabarkan dari pengalaman.

    ReplyDelete
  25. Metia Novianti
    17709251021
    PPs PM A

    Secara etimologis Rasionalisme berasal dari kata bahasa Inggris rationalism. Kata ini berakar dari kata bahasa Latin ratio yang berarti “akal”. A.R. Lacey menambahkan bahwa berdasarkan akar katanya rasionalisme adalah sebuah pandangan yang berpegangan bahwa akal merupakan sumber bagi pengetahuan dan pembenaran. Sementara itu, secara terminologis aliran ini dipandang sebagai aliran yang berpegang pada prinsip bahwa akal harus diberi peranan utama dalam penjelasan. Ia menekankan akal budi (rasio) sebagai sumber utama pengetahuan, mendahului atau unggul atas, dan bebas (terlepas) dari pengamatan indrawi.

    ReplyDelete
  26. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Terima kasih Pak atas referensinya. Dari referensi tersebut, saya memperoleh bahwa rasionalisme adalah paham dalam filsafat yang memandang bahwa cara memperoleh pengetahuan adalah dengan berpikir. Sehingga akal (pikiran) adalah alat terpenting untuk memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  27. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Rasionalisme merupakan doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta daripada melalui iman, dogma atau ajaran agama. Rasionalisme menganut paham bahwa segala sesuatunya haruslah bisa dipikir dengan olah pikir atau masuk akal.

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Rasionalisme didefinisikan sebagai suatu teori dimana kriteria kebenaran tidak bersifat indrawi melainkan bersifat deduktif dan intelektual. Rasionalisme bertentangan dengan paham empirisme. Para rasionalis menyatakan bahwa beberpa prinsip rasional ada dalam logika, matematika, etika, dan metafisika yang pada dasarnya benar, sehingga mereka menyangkal hal tersebut hingga menimbulkan suatu kontradiksi. Kaum rasionalis memiliki kepercayaan yang tinggi dengan alasan bahwa bukti empiris dianggap tidak dibutuhkan untuk memastikan kebenaran tertentu.

    ReplyDelete
  29. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof
    Rasionalisme adalah sebuah paham/doktrin filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah ditentukan dan didapatkan melalui pembuktian, logika, dan analisis yang berdasarkan fakta, bukan berasal dari pengalaman. Jadi pada paham ini memiliki keyakinan bahwa segala sesuatu haruslah sesuai dengan logika dan fakta, bukan hanya karena pengalaman seseorang.

    ReplyDelete
  30. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Rasionalism adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa kebenaran haruslah didapatkan melalui pembuktian, logika dan analisis yang berdasarkan fakta bukan hanya dari pengalaman indrawi. Berdasrkan sumber yang saya baca, rasionalism memiliki kemiripan dengan humanisme dan atheisme, dimana mereka sama-sama menyediakan pemikiran filsafat diluar kepercayaan agam dan hal gaib. Namun mereka memiliki beberapa perbedaan. Dalam atheisme adalah suatu keadaan tanpa kepercayaan akan adanya Tuhan atau dewa. Dalam rasionalisme mtidak menyatakan mengenai tuhan ataupun dewa, namun rasionalisme menolak kepercayaan apapun yang hanya berdasarkan iman. Sehingga pengaruh atheisme sangat kuat dalam rasionalisme modern, namun tidak semua rasionalis adalah seorang atheis. Terimakasih

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Sesuatu yang dianggap benar tentu harus dapat dibuktikan kebenarannya. Dalam membuktikan sesuatu itu benar atau salah, tentu harus dilandasi oleh dasar yang kuat, sesuai logika dan dapat dianalisis berdasarkan fakta yang ada. Inilah bentuk paham rationalism yang berpegang teguh kepada rasional (masuk akal). Dalam rationalism, proses memeroleh pengetahuan dengan cara berfikir sesuai dengan kaidah dan logika.

    ReplyDelete
  32. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Rasionalisme adalah paham yang menyatakan kebenaran haruslah ditentukan melalui pembuktian, logika, dan dan analisis yang berdasarkan fakta. Filsafat Rasionalisme sangat menjunjung tinggi akal sebagai sumber dari segala pembenaran. Segala sesuatu harus diukur dan dinilai berdasarkan logika yang jelas. Titik tolak pandangan ini didasarkan kepada logika matematika. Saya jadi semakin yakin bahwa pemikiran yang rasional itu akan mengenali diri dan pikiran kita, sementara kenyataannya kita masih melihat adanya ada lain di alam kenyataan.

    ReplyDelete