Dec 2, 2012

ANALYTIC -SYNTHETIC





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami lebih lanjut apa yang disebut ANALYTIC - SYNTHETIC, koneklah:





Wss Wr Wb

Marsigit

10 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Dua metode pemaknaan pernyataan, analisis dan sintesis, merupakan label pembedaan metode argumentasi antara yang deduktif dan induktif. Kedua metode ini sebaiknya tidak dipahami secara terpisah, melainkan dipahami untuk saling melengkapi. Logika analitik dapat digunakan untuk menghasilkan pengetahuan kapan saja bilamana yang terpikir dipaparkan di dalam batas transendental (umpamanya, sesuatu yang dapat kita lihat). Sedangkan bila berhadapan dengan persoalan yang tidak begitu kitaketahui dengan pasti, kita bisa menemukan hal-hal yang kita yakini dengan memanfaatkan logika sintetik untuk memperoleh wawasan yang dibutuhkan untuk mendukung keyakinan-keyakinan itu. Oleh karena itu, metode analisis dan sintesis sangat berguna dalam membangun ilmu pengerahuan.

    ReplyDelete
  2. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkait pemikiran tentang ontologi dan epistemologi mengenai hubungan subjek dan predikat, Imanuel Kant berpendapat bahwa pada akhirnya pemikiran tersebut menghasilkan proses berpikir analitik dan sintetik. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten. Ketika kita berbicara tentang konsisten yang berkaitan dengan proses berpikir analitik maka ini menyangkut pada masa yang akan datang. Jika tidak konsisten maka bisa jadi urusan di masa yang akan datang menjadi berantakan dan banyak kegiatan yang sudah diagendakan hanya menjadi sebuah wacana. Sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Ketika kita mempelajari sesuatu, mungkin kita akan menemukan ketidaksesuaian dengan apa yang telah kita pelajari sebelumnya. Ketidaksesuaian (kontradiksi) tersebut menjadikan kita bertambah ilmu dan pengetahuan. Dari situlah kita dapat mendapatkan ilmu baru

    ReplyDelete
  3. Analitik dapat diartikan sebagai cara pemikiran yang diturunkan dari sistem deduksi. Dalam sistem deduksi maka dibuat aksioma yang menjaadi pangkal. Pamgkal tersebut langsung diterima dan tidak perlu dijelaskan lagi karena semua orang dengan akal pikirannya sendiri langsung tahu. Kemudian dari pangkal tersebut diturunkan pernyataan-pernyataan lain secara analitik. Sintetik dapat diartikan bahwa pengetahuan yang diperoleh hasil dari pengalaman atau empiris. Adanya suatu pengalaman atau empiris kemudian menjadi suatu pengetahuan merupakan proses sintetik.

    ReplyDelete
  4. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimkasih Prof atas link-link yang dibagikan
    Saya berusaha memahami secara pelan-pelan. Berdasarkan sumber yang saya baca, dikatakan bahwa proposisi analitik benar berdasarkan maknanya, sementara proposisi sintetis benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Mohon ijin berpendapat, dari beberapa sumber yang saya baca saya melihat bahwa analisis itu bisa dikatakan "melonggarkan", yaitu memisahkan sesuatu yang awalnya disebut "keseluruhan" menjadi bagian-bagian. Sedangkan sintesis adalah menggabungkan "bagian-bagian" menjadi suatu keseluruhan. Terimakasih, saya akan berusaha memahainya kembali.

    ReplyDelete
  5. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. dalam kbbi, analisis diartikan sebagai suat penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab muasab, duduk perkaranya, dsb). Sedangkan sintesis adalah bagian dari perjalanan dialektika yang mencoba menggabungkan antara tesis dan antithesis menjadi suatu tesis yang baru. Misal dalam sejarah filsafat, Emanuel kant mensintesiskan antara dua pemikiran besara yakni empirisme dan idealism. Dalam hal ini, menurut saya, analisis-sintesis adalah suatu proses penyelidikan yang moderat (jalan tengah) untuk menggali masing-masing kebenaran dalam setiap tesis yang saling bertentangan

    ReplyDelete
  6. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Perbedaan analitik-sintetik atau sering juga disebut sebagai dikotomi analitik-sintetik merupakan perbedaan yang lebih bersifat konseptual, analitik-sintetik ini pada filsafat digunakan untuk membedakan preposisi khususnya tentang perynataan yang bersifat afirmatif terhadap penilaian subjek dan predikatnya. Preposisi dibedakan menjadi dia yaitu preposisi analitik yaitu preposisi yang diyakini benar berdasarkan makna dan rasio logika, sedangkan preposisi sintetik diyakini benar karena telah mengalami langsung atau relah berhubungan dengan dunia. Immanuel Kant mengembangkan lagi sehingga dia menyimpulkan adanya analitik apriori dan sintetik aposteriori.

    ReplyDelete
  7. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sebagaimana yang tercantum di link https://en.wikipedia.org/wiki/Analytic%E2%80%93synthetic_distinction bahwa menurut Imanuel Kant proposisi analitik merupakan proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjeknya sedangkan proposisi sintetis merupakan proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep subjeknya namun terkait. jika kita perhatikan antara analytic dan synthetic memiliki sedikit perbedaan dimana proporsi analytic konsep subyek mengandung konsep pridikat sedangkan dalam proporsi synthetic antara subyek dan predikat hanya saling terkait saja.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Analitik dan sintetik memiliki perbedaan secara konseptual. Analitik merupakan proposisi yang benar apabila sesuai dengan maknanya dan dapat dikatakan sebagai konsistensi ide. Analitik merupakan konsep subyek yang didalamnya terdapat konsep predikat. Sedangkan sintetik merupakan proposisi yang benar apabila dihubungkan dengan dunia nyata. Sintetik ialah ketika konsep predikat tidak terkandung dalam subyek. Beberapa kegiatan analitik yang mungkin dilakukan pada pembelajaran matematika adalah menganalisis suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana, seperti menganalisis elemen, menganalisis hubungan, menganalisis pola, dan menganalisis aturan. Sementara kegiatan sintetik yang mungkin dilakukan dalam pembelajaran matematika adalah adalah memadukan bagian-bagian secara logik sehingga diperoleh penyeleseaian suatu masalah, seperti menemukan hubungan, menemukan konsep, menemukan konjektur, dan menyusun pembuktian.

    ReplyDelete
  10. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Analitik sintetik tidak bisa dipisahkan, seperti halnya seorang guru yang memiliki pengalaman(sintetik) mengajar sudah banyak namun dia tidak mau menambah pengetahuannya(analitik) maka guru tersebut tidak dapat beradaptasi dengan kondisi jaman, pendidikan, dan siswa yang berbeda dengan guru tersebut. Sedangkan apabila seorang guru telah memiliki pengetahuan (analitik) yang sudah cukup namun masih sedikit pengalamannya, contohnya guru baru. Maka dia juga akan mengalami kesulitan dalam mengelola kelas dan menghadapi siswa-siswa. Oleh karena itu baik analitik sintetik harus seimbang agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar.

    ReplyDelete