Dec 2, 2012

ANALYTIC -SYNTHETIC





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami lebih lanjut apa yang disebut ANALYTIC - SYNTHETIC, koneklah:





Wss Wr Wb

Marsigit

33 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Immanuel Kant telah menjabarkan teori terkait pemikiran tentang ontologi dan epistemologi mengenai hubungan subjek dan predikat, pada akhirnya menghasilkan proses berpikir analitik dan sintetik. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten. Sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Terkait dengan proses berpikir analitik maka tak lepas dengan kontradiksi. Ketika kita mempelajari sesuatu, mungkin kita akan menemukan ketidaksesuaian dengan apa yang telah kita pelajari sebelumnya. Ketidaksesuaian (kontradiksi) tersebut menjadikan kita bertambah ilmu dan pengetahuan. Ketidaksesuaian inilah yang membantu kita dalam mendapatkan ilmu baru.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pengetahuan diformulasikan dalam bentuk putusan (judgement), ada dua bentuk, yaitu: Putusan analitik adalah putusan dimana predikatnya ada di dalam subyek, misalnya semua lingkaran adalah bulat; Putusan sintetik adalah putusan dimana predikatnya di luar subyek, yaitu sesuatu yang berbeda dari subyek dan memberikan tambahan terhadap subyek, misalnya semua benda memiliki berat. Analitik sintetik merupakan perpaduan dari dua bentuk proses berpikir yaitu analitik dan sintetik. Berpikir Analitik berarti pemahaman konsep yang telah ada dalam pikiran sebagai akibat adanya aktifitas berpikir tersebut. Berpikir sintetik berarti pemahaman konsep yang berdasar pada pengalaman di luar pikiran. Berpikir analitik sintetik berarti pemahaman konsep dan informasi-informasi sesuai dengan apa yang telah ada atau konsep yang ada sebelumnya dan beradasrkan pengalaman sehingga mampu menghasilkan pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Secara etimologis, kata ‘analisis’ yang dalam Bahasa Inggris ‘analysis’ berasal dari leksem bahasa Yunani analyein (gabungan morfem ana- dan lyein) berarti ‘melonggarkan’ atau ‘memisahkan’ (memisahkan keseluruhan menjadi bagian-bagian). Menurut istilah, ‘analisis’ merupakan bentuk kegiatan logika yang menyarikan kebenaran konkret suatu proposisi, dan memusatkan perhatian mula-mula dan terutama pada forma telanjangnya (yang pada dasarnya matematis), yaitu nilai kebenarannya (Palmquist, 2000). Secara etimologis, sintesis berasal dari bahasa Yunani syntithenai (syn- + tithenai) yang berarti ‘meletakkan’ atau ‘menempatkan’ (Meriam-Webster Dictionary, 2009). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia sintesis diartikan sebagai “paduan berbagai pengertian atau hal sehingga merupakan kesatuan yang selaras atau penentuan hukum yang umum berdasarkan hukum yang khusus.” Jadi analisis dan sintesis merupakan bentuk kegiatan berpikir atau berlogika yang menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat bedah nalar bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Perbedaan analitik-sintetik (juga disebut dikotomi analitik-sintetik) adalah perbedaan semantik, digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetik. proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana maknanya berkaitan dengan dunia. [1] Namun, filsuf telah menggunakan istilah dalam cara yang sangat berbeda. Selain itu, filsuf telah memperdebatkan apakah ada perbedaan yang sah.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Immanuel Kant memperkenal istilah analitik dan sintetik dalam buku Critique of pure reason. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik atau dikenal juga dengan hukum identitas. Nilai kebenarannya ditentukan apakah dia konsisten atau tidak. Sedangkan sifat pengetahuan pengalaman adalah sintetik atau dikenal juga dengan hukum kontradiktif. Yang ada di dunia ini berupa material, dunia pengalaman, dunia ruang dan waktu, hukumnya kontradiktif. Nilai kebenarannya bersifat korespondensi.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam analytic-synthetic ini dimulai dari pendapat Frege bahwa pengetahuan tentang logika dan matematika tampak apriori. Yang pada akhirnya pandangan ini menjadi sebuah masalah yang menyebabkan banyak filsuf yang mempunyai pendapat berbeda mengenai analytic-synthetic. Seperti Immanuel Kant, analytic berlaku untuk rasio manusia yang bersifat konsisten sedangkan synthetic berlaku untuk pengalaman manusia yang bersifat kontradiksi.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Analisis sebagai kegiatan berpikir yang melakukan perincian terhadap istilah-istilah atau pernyataan-pernyataan ke dalam bagian-bagiannya agar dapat menangkap makna yang dikandungnya atau memahami komponen terlebih dahulu kemudian menguraikan komponen. Sedangkan Sintesis dalam filsafat merupakan kombinasi bagian atau elemen untuk menghasilkan pandangan atau sistem yang lebih legkap atau sempurna. Koherensi yang dihasilkan dianggap mampu menunjukkkan kebenaran secara lengkap daripada hanya sebagai kumpulan dari bagian-bagaian. Istilah sintesis juga merujuk pada peningkatan derajat kebenaran yang mengkombinasikan kebenaran tesis dan antitesis dalam filsafat dialektika. Dengan demikian, bahwa analisis dan sintesis merupakan bentuk kegiatan berpikir atau berlogika yang menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat bedah nalar bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan.

    ReplyDelete
  8. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)


    Suatu pernyataan bersifat analitik, jika predikat dari subjek termuat dalam subjek. Sebagai contoh, tautologi “Bola itu bulat”. Pernyataan ini benar karena predikat ‘bulat’ terkandung dalam subjek ‘bola’.
    - Suatu pernyataan bersifat tidak analitik, jika pernyataan tersebut menambahkan sesuatu yang baru tentang subjek. Pernyataan ini kemudian disebut tidak murni dan disebut sebagai pernyataan sintetik. Sebagai contoh, “Bola itu berwarna merah”.

    Oleh Kant, metode sintetik dilawankan dengan metode analitik dan konsep “a priori” dilawankan
    dengan “a posteriori”.

    ReplyDelete
  9. Secara etimologis, kata “analisis” yang dalam bahasa Inggris “analysis” berasal dari leksem bahasa Yunani analyein (gabungan morfem ana- dan lyein) berarti “melonggarkan” atau “memisahkan” (memisahkan keseluruhan menjadi bagian-bagian). Analisis pada dimaknai sebagai kegiatan berpikir yang melakukan perincian terhadap istilah-istilah atau pernyataan- pernyataan ke dalam bagian-bagiannya agar dapat menangkap makna yang dikandungnya atau memahami komponen terlebih dahulu kemudian menguraikan komponen.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Menurut Kant, pengetahuan harus permanen. Jika diambil dari analitik, pengetahuan akan bersifat universal tapi tidak memberikan pengetahuan baru. Jika diambil dari sintetik, akan memberikan pengetahuan baru. Kant menggabungkan keduanya, yang di jadikan pengetahuan adalah yang diambil dari pengalaman pribadi yang partikular (sintesis), tapi pada saat yang sama bentuknya harus bisa di universalkan (analitik). Contoh, ketika air dipanaskan 100 derajat celsius, akan mendidih. Panas 100 derajat celsius tidak ada di dalam air mendidih. Ini adalah dua hal yang berbeda (sintetik). Tapi dari sana, bisa ditarik ada suatu hal yang bersifat analitik, yakni sebab-akibat. Walau tindakan memanaskan air itu kita alami secara partikular sebagi pengalaman pribadi namun ia juga bersifat universal. Semua orang pasti mengalami hal yang sama ketika mereka memanaskan air 100 derajat celsius, pasti akan mendidih. Contoh di atas bersifat analitik sintetik.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Perbedaan analitik-sintetis (juga disebut dikotomi analitik-sintetis) adalah pembedaan semantik, terutama digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang merupakan predikat predikat subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetis. Proposisi analitik benar berdasarkan maknanya, sementara proposisi sintetis benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Namun, filsuf telah menggunakan istilah tersebut dengan cara yang sangat berbeda. Selanjutnya, para filsuf telah memperdebatkan apakah ada perbedaan yang sah.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Sintetik artinya pemahaman konsep yang berdasar pada pengalaman di luar pikiran. Sintetik merupakan pendekatan dimana pembahasan bahan pelajarannya dimulai dari hal yang diketahui ke hal yang belum diketahui. Pada pendekatan sintetik pembahasannya dengan langkah-langkah secara berurutan dengan mengaitkan hal yang diketahui dengan hal-hal lain dan yang diperlukan dan tidak diketahui dari soal sehingga akhirnya apa yang tidak dicari dapat ditemukan.

    ReplyDelete
  13. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://www.britannica.com/topic/analytic-synthetic-distinction Perbedaan analitik-sintetis, Baik logika dan epistemologi, perbedaan (berasal dari Immanuel Kant) antara pernyataan yang predikatnya termasuk dalam subjek (laporan analitik) dan pernyataan yang predikatnya tidak termasuk dalam subjek (pernyataan sintetis). Beberapa filsuf lebih memilih untuk mendefinisikan sebagai analisis semua pernyataan yang penyangkalannya akan bertentangan dengan diri sendiri, dan untuk mendefinisikan istilah sintetis sebagai makna "tidak analitik." Perbedaan, yang diperkenalkan oleh Kant dalam The Critique of Pure Reason, menimbulkan perdebatan yang luas di pertengahan- Abad ke-20, terutama karena keberatan yang diajukan oleh WVO Quine.

    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Analitik-sintetik adalah dua hal yang berbeda dalam penerapannya, namun memiliki fungsi yang sama yaitu dalam mendeskripsikan sesuatu. Analitik artinya adalah menganalisis apa yang ada. Sedangkan sintetik perlu kajian referensi dalam mendeskripsikan sesuatu. Misalnya pernyataan analitik : guru adalah seorang pengajar. Pernyataan sintetik: guru memiliki peranan penting, dan akan menciptakan pembelajaran bermakna jika menggunakan teori kontruktivisme dalam pembelajaran. Akan sangta baik jika dalam mengartikan sesuatu, dilakukan dengan analitik-sintetik, tidak hanya salah satunya saja.

    ReplyDelete
  15. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Analitik bisa dikatakan sebagai sebuah penalaran atau metode atau ilmu untuk melakukan analisis logis. Dalam bukunya Ernest, yang digunakan untuk analisis adalah logika penalaran. Berpikir analitik berarti mengunakan kemampuan rasional dan logika untuk menginterpretasikan sesuatu yang ada di dalam pikirannya. Sedangkan sintetik merupakan kesimpulan dari empiris atau pengalaman yang telah dialaminya. Analitik-sintetik berarti menggunakan perumusan sementara berupa hipotetis untuk menduga kebenaran melalui logika dan rasionalnya, kemudian membuat eksperimen untuk memastikan kebenarannya.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut link yang saya baca, perbedaan analitik-sintetik disebut juga dengan dikotomi analitik-sintetis. Hal tersebut merupakan pembedaan semantik terutama digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi menjadi dua jenis yaitu proposisi analitik dan proposisi sintesis. Proposisi analitik benar berdasarkan maknanya, sementara proposisi sintesis benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Namun filsuf telah menggunakan istilah tersebut dengan cara yang berbeda. Jadi, penggunaannya tergantung dari tujuan apa yang ingin diketahui orang tersebut. Sehingga penggunaan analitik-sintetik dapat menambah pengetahuan kita dalam memperoleh pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  17. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Analiytic merupakan bagian dari kegiatan berpikir, sedangkan synthetic merupakan penyederhanaan dari tesis dan antitesis. Keduanya sangat penting seperti halnya hubungan antara subyek dan predikat. Jadi, syntetic merupakan penyederhanaan dari kegiatan berpikir agar mudah dipahami dan dapat diterima secara umum.

    ReplyDelete
  18. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Analytic – syntetic merupakan dua istilah filsafat yang memiliki arti yang berbeda. Filsuf Immanuel Kant menggunakan istilah "analitik" dan "sintetis" untuk membagi proposisi menjadi dua jenis. Kant memperkenalkan perbedaan analitik-sintetis dalam buku critique dan pure reason. Analytic merupakan cara memahami konsep dengan pikiran langsung, berbeda dengan syntetik merupakan cara memahami suatu konsep dengan pengalaman. Contoh:
    Analitik: Segiempat memiliki empat sisi
    Sintetik: Luas tanah pak Budi 100 meter persegi

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Perbedaan analitik-sintetik adalah perbedaan konseptual, digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Kita tahu bahwa analytic dan syntetic adalah dua hal yang berhubungan. Proposisi analitik: sebuah proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjeknya. Sedangkan Proposisi sintetis: proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep bahasanya namun terkait. Dmana dalam mensentetis suatau beberapa pengertian sehingga dengan sentetis akan mendapat suatau teori atau definsi yang baru.

    ReplyDelete
  21. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Istilah “analisis” dan “sintesis”, sebagai label pembedaan metode argumentasi antara yang deduktif dan induktif setidak-tidaknya seusia dengan Euklides. Dalam Elements-nya, Euklides menerangkan sejelas-jelasnya bahwa dua metode ini sebaiknya tidak dipahami sebagai saling terpisah, tetapi saling melengkapi. Metodenya memperlihatkan ketepatan teorema-teorema geometrisnya dengan mula-mula menggunakan metode argumentasi analitik (deduktif), dan kemudian mendukung simpulannya dengan penalaran sintetik (induktif). Proses praktis penyusunan deduksi (berlawanan dengan bentuk tertulisnya) berawal dengan perumusan suatu simpulan, lalu pembuktiannya dengan pencarian dua atau lebih asumsi yang benar yang bisa berfungsi sebagai landasannya.

    ReplyDelete
  22. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya memperoleh kata filsafat baru yang sangat digunakan dalam matematika yaitu analytic dan synthetic. Sama seperti apriori dan posteriori, analitik dan sintetic ini selalu bertentangan bagaikan langit dan tanah dimana perbedaannya sangat jauh. Dimana apriori ini menerima analitik sedangkan pada posteriori menerima sintetik. Kedua konsep ini juga dapat menceritakan bagaimana pengetahuan itu dapat di pelajari. Seperti dalam matematika kedua hal ini dapat aplikasikan pada proses pembuktian-pembuktian model matematika.

    ReplyDelete
  23. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Terdapat dua cara pengambilan keputusan yaitu secara analitik dan secara sintetik. Dalam analitik, subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Dalam analitik, A sama dengan B (subjek = predikat), predikat B masuk ke dalam A atau predikat B terletak atau masuk penuh ke dalam A. Dengan kata lain, analitik merupakan intuisi murni dan cara pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi. Sedangkan dalam sintetik, A tidak sama dengan B subjek ≠ predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi. Dengan kata lain, sintetik merupakan pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  24. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Perbedaan analitik-sintetik adalah perbedaan konseptual, terutama digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana makna hubungan mereka dengan dunia.

    ReplyDelete
  25. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam pembelajaran matematika, berpikir analitik berarti pembahasan bahan pelajaran dimulai dari hal yang tidak di ketahui sampai kepada yang sudah di ketahui atau sebaliknya dari yang sudah diketahui menghasilkan apa yang ingin diketahui. Sedangkan sintetik merupakan lawan dari analitik, yaitu pendekatan dimana pembahasan bahan pelajarannya dimulai dari hal yang diketahui ke hal yang belum diketahui Jadi,pada pendekatan sintetik pembahasannya dengan langkah-langkah secara berurutan dengan mengaitkan hal yang diketahui dengan hal-hal lain dan yang diperlukan dan tidak diketahui dari soal sehingga akhirnya apa yang tidak dicari dapat ditemukan. Dalam pembelajaran, terutama matematika, alangkah lebih baik jika menggunakan perpaduan keduanya, yaitu analitik-sintetik dalam memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  26. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Salah satu link di atas menjelaskan tentang perbedaan analitik-sintetik yang biasa disebut juga dengan dikotomi analitik-sintetik, yakni perbedaan konseptual yang digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis yaitu proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik disebut juga proposisi a priori adalah benar berdasarkan maknanya. Contohnya ikan adalah hewan. Kata “hewan” pengertiannya sudah terkandung pada subyek “ikan”. Jadi predikat pada proposisi analitik tidak mendatangkan pengetahuan baru. Sedangkan proposisi sintetik atau disebut juga proposisi a posteriori adalah benar oleh bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia, dengan kata lain proposisi predikatnya mempunyai pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subyeknya. Contohnya, mangga itu manis. Kata “manis” pengertiannya belum terkandung pada subyeknya, yaitu “mangga”. Antara analitik a priori dan sintetik a posteriori, jika kita membangun pengetahuan berdasarkan salah satu dari keduanya, maka kita tidak akan mampu membangun pengetahuan. Immanuel Kant mencetuskan suatu ide dalam membangun pengetahuan dengan cara menyilangkan antara keduanya, menjadi sintetik a priori serta analitik a posteriori.

    ReplyDelete
  27. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Istilah “analitik” dan “sintetik” telah dipakai oleh filsuf-filsuf dengan berbagai cara yang berbeda. Analitik dan sintetik adalah bentuk dari kegiatan berpikir atau berlogika dengan menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat nalar bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan. Logika analitik menawarkan kejelasan pengindraan yaitu berupa keluasan pengetahuan. Sedangkan logika sintetik menawarkan kejelasan wawasan yaitu kedalaman pemahaman. Menurut Kant, proposisi akan merupakan analitik bila subjeknya terkandung di dalam predikatnya, sedangkan yang sintetik adalah yang subyeknya berada di luar predikatnya.

    ReplyDelete
  28. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari link di atas, kita dapat mengetahui perbedaan mendasar antara analitik dan sintetik. Kedua istilah tersebut (analitik dan sintetik) mengandung makna istilah untuk membedakan suatu perkataan. Perkataan yang diketahui secara otomatis hanya dengan mengetahui makna dari istilah tersebut. Jadi, dalam kasus sintetik kita harus mengetahui dunia luar agar mengetahui pengetahuan itu. Sebaliknya dalam pemikiran sintetik hal itu tidak diperlukan. Jika kita memahami kata yang digunakan dalam pernyataan analitis maka kita bisa menentukan benar atau tidaknya.

    ReplyDelete
  29. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    "Perbedaan analitik-sintetis" mengacu pada perbedaan antara dua jenis kebenaran. Kebenaran sintetis adalah benar karena apa yang mereka maksud dan karena dunia seperti itu, sedangkan kebenaran analitik benar berdasarkan makna semata. Misalnya "Salju berwarna putih" benar karena memang benar sesuai dengan apa artinya dan juga benar salju memiliki warna tertentu. Keberadaan kebenaran analitik kontroversial. Filsuf yang mengira kebenaran analitik ada adalah termasuk Immanuel Kant, Gottlob Frege, dan Rudolf Carnap.

    ReplyDelete
  30. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Analytic -Synthetic adalah perbedaan konseptual, digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi yaitu proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sementara proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana artinya berhubungan dengan dunia.

    ReplyDelete
  31. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Dua metode pemaknaan pernyataan, analisis dan sintesis, merupakan label pembedaan metode argumentasi antara yang deduktif dan induktif. Kedua metode ini sebaiknya tidak dipahami secara terpisah, melainkan dipahami untuk saling melengkapi. Logika analitik dapat digunakan untuk menghasilkan pengetahuan kapan saja bilamana yang terpikir dipaparkan di dalam batas transendental (umpamanya, sesuatu yang dapat kita lihat). Sedangkan bila berhadapan dengan persoalan yang tidak begitu kitaketahui dengan pasti, kita bisa menemukan hal-hal yang kita yakini dengan memanfaatkan logika sintetik untuk memperoleh wawasan yang dibutuhkan untuk mendukung keyakinan-keyakinan itu. Oleh karena itu, metode analisis dan sintesis sangat berguna dalam membangun ilmu pengerahuan.

    ReplyDelete
  32. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkait pemikiran tentang ontologi dan epistemologi mengenai hubungan subjek dan predikat, Imanuel Kant berpendapat bahwa pada akhirnya pemikiran tersebut menghasilkan proses berpikir analitik dan sintetik. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten. Ketika kita berbicara tentang konsisten yang berkaitan dengan proses berpikir analitik maka ini menyangkut pada masa yang akan datang. Jika tidak konsisten maka bisa jadi urusan di masa yang akan datang menjadi berantakan dan banyak kegiatan yang sudah diagendakan hanya menjadi sebuah wacana. Sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Ketika kita mempelajari sesuatu, mungkin kita akan menemukan ketidaksesuaian dengan apa yang telah kita pelajari sebelumnya. Ketidaksesuaian (kontradiksi) tersebut menjadikan kita bertambah ilmu dan pengetahuan. Dari situlah kita dapat mendapatkan ilmu baru

    ReplyDelete
  33. Analitik dapat diartikan sebagai cara pemikiran yang diturunkan dari sistem deduksi. Dalam sistem deduksi maka dibuat aksioma yang menjaadi pangkal. Pamgkal tersebut langsung diterima dan tidak perlu dijelaskan lagi karena semua orang dengan akal pikirannya sendiri langsung tahu. Kemudian dari pangkal tersebut diturunkan pernyataan-pernyataan lain secara analitik. Sintetik dapat diartikan bahwa pengetahuan yang diperoleh hasil dari pengalaman atau empiris. Adanya suatu pengalaman atau empiris kemudian menjadi suatu pengetahuan merupakan proses sintetik.

    ReplyDelete