Dec 2, 2012

ANALYTIC -SYNTHETIC





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami lebih lanjut apa yang disebut ANALYTIC - SYNTHETIC, koneklah:





Wss Wr Wb

Marsigit

30 comments:

  1. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Definisi Analitik Sintetik sudah diuraikan dalam halaman yang di-link-kan pada postingan ini. Pada halaman tersebut analitik sintetik dianalogkan dengan proporsi subjek predikat yang terkandung dalam analitik maupun sintetik. Pada analitik proporsi predikat terdapat dalam subjeknya, artinya subjek dan predikat pada analitik itu memiliki arti yang sama. Dalam artian jika subjeknya berdiri sendiri akan memiliki arti yang sama jika predikat dari analitik tersebut berdiri sendiri. Seperti contoh yang diberikan pada salah satu halaman di atas " Semua bujangan belum menikah", dari kalimat tersebut kita sudah mengetahui kalau bujang sudah tentu belum menikah. Dan, sintetik sendiri dikatakan pada halamn tersebut bahwa proporsi predikatnya tidak terkandung dalam subjek sintetik itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Analisis-Sintesis merupakan label pembedaan metode argumentasi antara wacana deduktif dan induktif. Kedua metode ini merupakan hal yang tidak dapat dipahami secara terpisah, melainkan harus saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Logika analitik biasanya mengedepankan pada keluasan pengetahuan sedangkan logika sintetik mengedepankan pada kedalaman pemahaman. Dalam pembelajaran, guru hendaknya memandang analitis-sintesis dengan bijak, yaitu menggunakan keduannya untuk dapat memfasilitasi keunikan gaya belajar anak.

    ReplyDelete
  3. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Analitic dan syntetic dalam filsafat berkaitan dengan proposisi analitik dan proposisi sintetis yakni sebagai dasar pengambilan keputusan. Proposisi analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan makna dan konsistensi. Sedangkan Sintetik adalah pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris. Dilihat dari subyek dan predikat diketahu bahwa dalam analitik subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Sedangkan sintetik subjek tidak sama dengan predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi.Terima Kasih

    ReplyDelete
  4. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan salah satu web diatas, analisis dan sintesis memiliki makna yang betolak belakang. Dikatakan bahwa baik logika dan epistemologi, perbedaan (berasal dari Immanuel Kant) antara pernyataan yang predikatnya termasuk dalam subjek (laporan analitik) dan pernyataan yang predikatnya tidak termasuk dalam subjek (pernyataan sintetis). Namun beberapa filsuf lebih memilih untuk mendefinisikan sebagai analisis semua pernyataan yang penyangkalannya akan bertentangan dengan diri sendiri, dan untuk mendefinisikan istilah sintetis sebagai makna "tidak analitik."

    ReplyDelete
  5. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa analitik-sintetik adalah dikotomi yang lazim digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi menjadi dua macam: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Kebenaran proposisi analitik ditentukan oleh kebenaran maknanya, sedangkan nilai kebenaran proposisi sintetik ditentukan oleh maknanya terkait dengan dunia. Adapun definisi Kant mengenai dikotomi adalah proposisi analitik: proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjek, proposisi sintetik : proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep subjeknya namun saling terkait

    ReplyDelete
  6. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa analitik-sintetik adalah dikotomi yang lazim digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi menjadi dua macam: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Kebenaran proposisi analitik ditentukan oleh kebenaran maknanya, sedangkan nilai kebenaran proposisi sintetik ditentukan oleh maknanya terkait dengan dunia. Adapun definisi Kant mengenai dikotomi adalah proposisi analitik: proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjek, proposisi sintetik : proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep subjeknya namun saling terkait

    ReplyDelete
  7. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Analitik dan sintetik merupakan dua hal yang berkebalikan. Dalam pendidikan, dikatakan pendekatan analitik bila prosedur yang ditempuh adalah dari apa yang belum diketahui ke yang sudah diketahui. Pada pendekatan analitik, masalah yang ingin diselesaikan perlu dipecah-pecah hingga jelas hubungan antara bagian-bagian yang belum diketahui dengan yang sudah diketahui.

    Contoh soal pendekatan analitik yaitu Mencari sisi alas limas jika diketahui volume limas 112 cm3 dan tinggi 21cm. carilah sisi alas jika alas limas berbentuk persegi.

    ReplyDelete
  8. Sedangkan pendekatan saintifik yaitu pembahasan mulai dari yang diketahui ke yang diketahui langkah-langkah secara berurut ditempuh dengan mengkaitkan hal yang diketahui dengan hal-hal lain yang diperlukan dan tidak diketahui dari soal, hingga akhirnya apa yang tidak dicari dapat ditemukan.

    Contoh soal dalam matematika yaitu:Mencari volume limas
    Hitunglah volume limas yang mempunyai panjang alas 7 cm dan lebar alas 3 cm dengan tinggi 9 cm!

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Berdasarkan referensi yang saya baca, analitik secara historis dicirikan sebagai orang yang kebenarannya bergantung pada makna istilah penyusunnya, sedangkan sintesis bergantung pada fakta tentang dunia yang diwakili oleh kalimat tersebut. Beberapa filsuf lebih memilih untuk mendefinisikan sebagai analisis semua pernyataan yang penyangkalannya akan bertentangan dengan diri sendiri, dan untuk mendefinisikan istilah sintetis sebagai makna "tidak analitik."

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  11. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Berdasarkan artikel tersebut dapat saya simpulkan bahwa analitik dan sintetik merupakan perbedaan semantik yang digunakan dalam filsafat yang digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi analitik dan proposisi sintetis. Proposisi analitik ialah benar berdasarkan maknanya, sementara proposisi sintetis adalah benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia.

    ReplyDelete
  12. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Analitik-sintetik memilik perbedaan konseptual, analitik yaitu berdasarkan makna yang kebenarannya tampak dapat diketahui dengan mengetahui arti dari kata-katanya. Sintentik dapat dilihat dari kebenaran kata dan kebenaran pada kehidupan nyata (dunia). Pernyataan tersebut mengandung dua makna, kita dapat melihat dari kebenaran makna dan kebenaran di kehidupan apakah betul mahasiswa pendidikan dalam kehidupan nyata cerdas-cerdas. Istilah analitik dan sintetik diperkenalkan oleh Kant pada awalnya Critique of Pure Reason. Berdasarkan berbagai sumber, saya memahami bahwa analytic merupakan kegiatan berpikir untuk memaknai suatu pernyataan, sedangkan synthetic merupakan kegiatan berpikir menggunakan beberapa pengetahuan yang dibutuhkan dan yang ada untuk membuat pemikiran baru yang bersifat menyeluruh.

    ReplyDelete
  13. Junianto
    PM C

    Dari salah satu sumber di atas, bisa saya pahami bahwa analitik-sintetik adalah pembeda semantik yang digunakan untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang merupakan pernyataan afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis yaitu proposisi analitik dan proposisi sintetis. Proposisi analitik bernilai benar berdasarkan maknanya sedangkan proposisi sintetik benar berdasarkan bagaimana keterkaitan makna tersebut dengan dunia.

    ReplyDelete
  14. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berdasarkan https://en.wikipedia.org/wiki/Analytic%E2%80%93synthetic_distinction, saya memperoleh bahwa analitik-sintesis digunakan dalam filsafat untuk proposisi menjadi dua jenis yaitu proposisi analitik dan proposisi sintetis. Proposisi analitik artinya benar berdasarkan maknanya. Contohnya adalah pernyataan “bujangan belum menikah”. Pernyataan tersbeut benar berdasarkan maknanya karena kata bujangan artinya belum menikah, demikian pula sebaliknya belum menikah artinya bujangan. Sementara proposisi sintetis benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Analitik dan sintetik, merupakan dua istilah yang berbeda. Analitik adalah perkataan yang tidak membutuhkan pengetahuan dari luar, dan sintetik adalah perkataan yang membutuhkan pengetahuan dari luar.Sabagai contoh : Analitik: Guru yang mengajar murid di sekolah (sudah jelas sebutan guru adalah orang yang mengajar murid di sekolah). Sintetik: Siswa itu baik (belum tentu, harus dicari tahu apakah betul siswa tersebut baik atau tidak)

    ReplyDelete
  16. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    menurut
    Analitik sintetik dapat dipandang sebagai kegiatan yang menampilkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Munandar (1999), mengatakan bahwa kegiatan analitik adalah kegiatan yang menampilkan aktivitas siswa dalam hal membedakan, menguji, menggolongkan, menyususn, menguraikan, membandingkan, membuat deduksi, dan memeriksa. Sementara kegiatan sintetikmeliputi merancang, menggabungkan, menambah, membangun, mengembangkan, mengelola, merencanakan, mengusulkan, dan membuat hipotesis.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  17. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Jika diimplikasikan pada pembelajaran matematika, kegiatan analitik adalah menganalisis suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana, seperti menganalisis elemen, menganalisis hubungan, menganalisis pola, dan menganalisis aturan. Sementara kegiatan sintetiknya adalah memadukan bagian-bagian secara logik sehingga diperoleh penyeleseaian suatu masalah, seperti menemukan hubungan, menemukan konsep, menemukan konjektur, dan menyusun pembuktian.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  18. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Cara berpikir Analitik a Priori mengandalkan pada kemampuan visualisasi seseorang dalam mengimajinasikan sesuatu dengan menggunakan pendekatan-pendekatan logika tanpa harus merasakan atau mengalaminya terlebih dahulu. Cara berpikir ini dapat melatih kita dalam meningkatkan kemampuan kognitif dalam memandang suatu persoalan, namun kelemahannya yaitu apa yang dihasilkan tidak benar-benar valid karena tidak mengalami kejadian secara langsung. Sedangkan Sintetik a Posteriori lebih mengandalkan pada pengalaman.

    ReplyDelete
  19. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan sumber yang ada, cara berpikir manusia terbagi menjadi dua macam, yaitu analitik dan Sintetik . Analitik adalah cara erpikir yang dilakukan sebelum melihat atau mengalami, sedangkan sintetik adalah cara berpikir yang dilakukan setelah melihat atau mengalami. Sebenarnya, sungguh besar kuasa Tuhan yang sudah memberikan kemampuan kepada manusia untuk berfikir sebelum melihat sesuatu ataupun setelah melihatnya. Seyogyanyalah kita sebagai hambanya bersyukur.

    ReplyDelete
  20. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Perbedaan antara analytic dan synthetic menurut Immanuel Kant adalah bahwa analytic merupakan pernyataan yang predikatnya termasuk dalam subjek sedangkan synthetic merupakan pernyataan yang predikatnya tidak termasuk dalam subjek. Sementara itu menurut beberapa filsuf lainnya mendefinisikan sebagai analisis semua pernyataan yang penyangkalannya akan bertentangan dengan diri sendiri dan untuk mendefinisikan istilah sintetis sebagai makna "tidak analitik."

    ReplyDelete
  21. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Analitik dan sintetik mungkin dipandang sebagai dua hal yang berbeda dalam penerapannya. Namun sebenarnya memiliki fungsi yang serupa dalam mendeskripsikan sesuatu. Analitik lebih kepada suatu analisa dari apa yang ada. Sementara itu sintetik perlu adanya kajian referensi yang mendalam dalam mendeskripsikan sesuatu. Oleh sebab itu, tentunya akan sangat baik jika dalam memandang atau menafsirkan sesuatu, dilakukan dengan analitik-sintetik, tidak hanya salah satunya saja.

    ReplyDelete
  22. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Analytic merupakan paham yang diberikan oleh Rene De Scrates dimana dia hanya mengandalkan apa yang ada di dalam pikiran merupakan satu-satunya yang membuat peserta didik itu memperoleh ilmu pengetahuan. Jadi pengertian disini atau teori yang diberikan oleh Rene De Scrates disini dimunculkan karena pengakammnya sehigga menganggap keberadaan dia itulah yang disebabkan oleh pikiran mereka yang selalu berjalan dengan cara selalu bertanya. Makanya, dia membuat pernyataan bahwa Cargito Ergo Sum saya berfikir, maka saya hidup.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  23. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam sumber di atas proporsi analitik diartikan “a proposition whose predicate concept is contained in its subject concept.” Contoh misalnya: Semua biksu disana tidak menikah. Sementara proporsi sintetik adalah “a proposition whose predicate concept is not contained in its subject concept but related” Contohnya: Semua biksu disana sendiri. Dalam matematika, analitik mengarah pada matematika formal yang abstrak meliputi penggunaan rumus-rumus, notasi-notasi, simbol-simbol, atau definisi-definisi. Sintetik meliputi matematika pengalaman yaitu matematika yang didapat dari kegiatan sehari-hari.

    ReplyDelete
  24. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Analitik dan sintetik merupakan etode yang sering kali digunakan dalam berfilsafat. Analitik diartikan sebagai metode filsafat dalam menjabarkan sesuatu yang memiliki makna yang rumit menjadi bentuk yang lebih sederhana. Sedangkan sintetik merupakan adanya kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Sintetik dapat berupa kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu dan saling berhubungan. Maka alangkah lebih baik bawha metode berpikir yang dapat dibiasakan yaitu dengan menggabungkan keduanya, menjadi analitik sintetik yaitu menguraikan sesuatu yang rumit tadi menjadi lebih sederhana dan saling berhubungan dan memiliki makna yang terikat dengan sesuatu yang sederhana lainnya.

    ReplyDelete
  25. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kant membagi pengetahuan menjadi 3, yaitu Analitik a Priori, Sintetik a Posteriori dan Sintetik a Priori. Perbedaan antara Analitik a Priori dan Sintetik a Posteriori adalah Analitik a Priori diperoleh sebelum pengalaman dan Sintetik a Posteriori diperoleh setelah pengalaman. Sedangkan Sintetik a Priori menggunakan sumber pengetahuan yang bersifat sintesis tetapi bersifat apriori juga. Misalnya keputusan “segala kejadian mempunyai sebabnya”. Ilmu eksakta, mekanika, dan ilmu pengetahuan alam disusun atas putusan sintesis bersifat apriori.

    ReplyDelete
  26. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Analitik-sintetik dapat dikatakan juga sebagai pendekatan pembelajaran. Menurut Rusefendi (1988), pendekatan analitik adalah cara menyelesaikan soal dimulai dari yang tidak diketahui, sedangkan pendekatan sintetik adalah cara menyelesaikan soal dimulai dari yang diketahui. Kegiatan analitik pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana, seperti menganalisis elemen, menganalisis hubungan, menganalisis pola, dan menganalisis aturan. Sedangkan kegiatan sintetiknya adalah memadukan bagian-bagian secara logis sehingga diperoleh penyeleseaian suatu masalah, seperti menemukan hubungan, menemukan konsep, menemukan konjektur, dan menyusun pembuktian

    ReplyDelete
  27. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Perbedaan analitik-sintetik terletak pada konseptualnya. Analitik merupakan proposisi yang benar apabila sesuai dengan maknanya. Analitik adalah konsep subyek yang di dalamnya terdapat konsep predikat. Sedangkan sintetik merupakan proposisi yang benar apabila dihubungan dengan dunia nyata. Sintetik adalah ketika konsep predikat tidak terkandungdalam konsep subyek.

    ReplyDelete
  28. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof
    Para filsuf membagi filsafat secara proposisinya kedalam dua bagian, proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik dan sintetik berbeda dilihat dari konsep memaknai kebenaran yang mereka anggap benar. Proposisi analitik menganggap benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetis menganggap benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Namun,jika dilihat dari subjek dan predikatnya, proposisi analitik adalah proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjeknya. Sedangkan roposisi sintetis adalah proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep subjeknya namun terkait.

    ReplyDelete
  29. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Menganalisis sesuatu dirasa perlu apalagi dalam mengerjakan sesuatu bahkan dalam melakukan sesuatu pun diperlukan analisis tentang kesesuaian tujuan, maupun penyelesaiannya. Sehingga analisis menjadi hal penting yang harus mampu dilakukan oleh setiap orang. Sintetik analisis mengajarkan kita untuk dapat menganalisis sesuatu secara lebih mendalam karena menggabungkan beberapa hal untuk menguatkan analisis.

    ReplyDelete
  30. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Setelah membaca referensi tersebut, hal yang saya pahami adalah bahwa analitik dan sintetik merupakan bentuk kalimat yang memiliki perbedaan dalam penyususnnya. Pada kalimat analitik terdapat subjek yang didalamnya telah menjelaskan konsep predikat. contoh : guru matematika adalah guru, semua duda tidak mempunyai istri. kalimat tersebut kebenarnnya telah jelas dilihat dari istilah penyusunan kalimatnya sendiri. sedangkan kalimat sintetis, kebenarannya dapat dilihat berdasarkan fakta, contohnya : guru matematika memiliki banyak harta, ibu saya sangat bahagia, dan sebagainya.

    ReplyDelete