Dec 2, 2012

ANALYTIC -SYNTHETIC





Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami lebih lanjut apa yang disebut ANALYTIC - SYNTHETIC, koneklah:





Wss Wr Wb

Marsigit

57 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Analitik bisa dikatakan sebagai sebuah penalaran atau metode atau ilmu untuk melakukan analisis logis. Dalam bukunya Ernest, yang digunakan untuk analisis adalah logika penalaran. Berpikir analitik berarti mengunakan kemampuan rasional dan logika untuk menginterpretasikan sesuatu yang ada di dalam pikirannya. Sedangkan sintetik merupakan kesimpulan dari empiris atau pengalaman yang telah dialaminya. Analitik-sintetik berarti menggunakan perumusan sementara berupa hipotetis untuk menduga kebenaran melalui logika dan rasionalnya, kemudian membuat eksperimen untuk memastikan kebenarannya.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut link yang saya baca, perbedaan analitik-sintetik disebut juga dengan dikotomi analitik-sintetis. Hal tersebut merupakan pembedaan semantik terutama digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi menjadi dua jenis yaitu proposisi analitik dan proposisi sintesis. Proposisi analitik benar berdasarkan maknanya, sementara proposisi sintesis benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Namun filsuf telah menggunakan istilah tersebut dengan cara yang berbeda. Jadi, penggunaannya tergantung dari tujuan apa yang ingin diketahui orang tersebut. Sehingga penggunaan analitik-sintetik dapat menambah pengetahuan kita dalam memperoleh pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  3. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Analiytic merupakan bagian dari kegiatan berpikir, sedangkan synthetic merupakan penyederhanaan dari tesis dan antitesis. Keduanya sangat penting seperti halnya hubungan antara subyek dan predikat. Jadi, syntetic merupakan penyederhanaan dari kegiatan berpikir agar mudah dipahami dan dapat diterima secara umum.

    ReplyDelete
  4. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Analytic – syntetic merupakan dua istilah filsafat yang memiliki arti yang berbeda. Filsuf Immanuel Kant menggunakan istilah "analitik" dan "sintetis" untuk membagi proposisi menjadi dua jenis. Kant memperkenalkan perbedaan analitik-sintetis dalam buku critique dan pure reason. Analytic merupakan cara memahami konsep dengan pikiran langsung, berbeda dengan syntetik merupakan cara memahami suatu konsep dengan pengalaman. Contoh:
    Analitik: Segiempat memiliki empat sisi
    Sintetik: Luas tanah pak Budi 100 meter persegi

    ReplyDelete
  5. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Perbedaan analitik-sintetik adalah perbedaan konseptual, digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia.

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Kita tahu bahwa analytic dan syntetic adalah dua hal yang berhubungan. Proposisi analitik: sebuah proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjeknya. Sedangkan Proposisi sintetis: proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep bahasanya namun terkait. Dmana dalam mensentetis suatau beberapa pengertian sehingga dengan sentetis akan mendapat suatau teori atau definsi yang baru.

    ReplyDelete
  7. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Istilah “analisis” dan “sintesis”, sebagai label pembedaan metode argumentasi antara yang deduktif dan induktif setidak-tidaknya seusia dengan Euklides. Dalam Elements-nya, Euklides menerangkan sejelas-jelasnya bahwa dua metode ini sebaiknya tidak dipahami sebagai saling terpisah, tetapi saling melengkapi. Metodenya memperlihatkan ketepatan teorema-teorema geometrisnya dengan mula-mula menggunakan metode argumentasi analitik (deduktif), dan kemudian mendukung simpulannya dengan penalaran sintetik (induktif). Proses praktis penyusunan deduksi (berlawanan dengan bentuk tertulisnya) berawal dengan perumusan suatu simpulan, lalu pembuktiannya dengan pencarian dua atau lebih asumsi yang benar yang bisa berfungsi sebagai landasannya.

    ReplyDelete
  8. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya memperoleh kata filsafat baru yang sangat digunakan dalam matematika yaitu analytic dan synthetic. Sama seperti apriori dan posteriori, analitik dan sintetic ini selalu bertentangan bagaikan langit dan tanah dimana perbedaannya sangat jauh. Dimana apriori ini menerima analitik sedangkan pada posteriori menerima sintetik. Kedua konsep ini juga dapat menceritakan bagaimana pengetahuan itu dapat di pelajari. Seperti dalam matematika kedua hal ini dapat aplikasikan pada proses pembuktian-pembuktian model matematika.

    ReplyDelete
  9. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Terdapat dua cara pengambilan keputusan yaitu secara analitik dan secara sintetik. Dalam analitik, subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Dalam analitik, A sama dengan B (subjek = predikat), predikat B masuk ke dalam A atau predikat B terletak atau masuk penuh ke dalam A. Dengan kata lain, analitik merupakan intuisi murni dan cara pengambilan keputusan berdasarkan konsistensi koherensi. Sedangkan dalam sintetik, A tidak sama dengan B subjek ≠ predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi. Dengan kata lain, sintetik merupakan pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris.

    ReplyDelete
  10. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Perbedaan analitik-sintetik adalah perbedaan konseptual, terutama digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik adalah benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetik adalah benar oleh bagaimana makna hubungan mereka dengan dunia.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam pembelajaran matematika, berpikir analitik berarti pembahasan bahan pelajaran dimulai dari hal yang tidak di ketahui sampai kepada yang sudah di ketahui atau sebaliknya dari yang sudah diketahui menghasilkan apa yang ingin diketahui. Sedangkan sintetik merupakan lawan dari analitik, yaitu pendekatan dimana pembahasan bahan pelajarannya dimulai dari hal yang diketahui ke hal yang belum diketahui Jadi,pada pendekatan sintetik pembahasannya dengan langkah-langkah secara berurutan dengan mengaitkan hal yang diketahui dengan hal-hal lain dan yang diperlukan dan tidak diketahui dari soal sehingga akhirnya apa yang tidak dicari dapat ditemukan. Dalam pembelajaran, terutama matematika, alangkah lebih baik jika menggunakan perpaduan keduanya, yaitu analitik-sintetik dalam memperoleh pengetahuan.

    ReplyDelete
  12. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Salah satu link di atas menjelaskan tentang perbedaan analitik-sintetik yang biasa disebut juga dengan dikotomi analitik-sintetik, yakni perbedaan konseptual yang digunakan terutama dalam filsafat untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis yaitu proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik disebut juga proposisi a priori adalah benar berdasarkan maknanya. Contohnya ikan adalah hewan. Kata “hewan” pengertiannya sudah terkandung pada subyek “ikan”. Jadi predikat pada proposisi analitik tidak mendatangkan pengetahuan baru. Sedangkan proposisi sintetik atau disebut juga proposisi a posteriori adalah benar oleh bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia, dengan kata lain proposisi predikatnya mempunyai pengertian yang bukan menjadi keharusan bagi subyeknya. Contohnya, mangga itu manis. Kata “manis” pengertiannya belum terkandung pada subyeknya, yaitu “mangga”. Antara analitik a priori dan sintetik a posteriori, jika kita membangun pengetahuan berdasarkan salah satu dari keduanya, maka kita tidak akan mampu membangun pengetahuan. Immanuel Kant mencetuskan suatu ide dalam membangun pengetahuan dengan cara menyilangkan antara keduanya, menjadi sintetik a priori serta analitik a posteriori.

    ReplyDelete
  13. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Istilah “analitik” dan “sintetik” telah dipakai oleh filsuf-filsuf dengan berbagai cara yang berbeda. Analitik dan sintetik adalah bentuk dari kegiatan berpikir atau berlogika dengan menggunakan bahasa dan referensinya sebagai alat nalar bagi proposisi untuk menyatakan kebenaran sebuah pernyataan. Logika analitik menawarkan kejelasan pengindraan yaitu berupa keluasan pengetahuan. Sedangkan logika sintetik menawarkan kejelasan wawasan yaitu kedalaman pemahaman. Menurut Kant, proposisi akan merupakan analitik bila subjeknya terkandung di dalam predikatnya, sedangkan yang sintetik adalah yang subyeknya berada di luar predikatnya.

    ReplyDelete
  14. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dari link di atas, kita dapat mengetahui perbedaan mendasar antara analitik dan sintetik. Kedua istilah tersebut (analitik dan sintetik) mengandung makna istilah untuk membedakan suatu perkataan. Perkataan yang diketahui secara otomatis hanya dengan mengetahui makna dari istilah tersebut. Jadi, dalam kasus sintetik kita harus mengetahui dunia luar agar mengetahui pengetahuan itu. Sebaliknya dalam pemikiran sintetik hal itu tidak diperlukan. Jika kita memahami kata yang digunakan dalam pernyataan analitis maka kita bisa menentukan benar atau tidaknya.

    ReplyDelete
  15. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Dua metode pemaknaan pernyataan, analisis dan sintesis, merupakan label pembedaan metode argumentasi antara yang deduktif dan induktif. Kedua metode ini sebaiknya tidak dipahami secara terpisah, melainkan dipahami untuk saling melengkapi. Logika analitik dapat digunakan untuk menghasilkan pengetahuan kapan saja bilamana yang terpikir dipaparkan di dalam batas transendental (umpamanya, sesuatu yang dapat kita lihat). Sedangkan bila berhadapan dengan persoalan yang tidak begitu kitaketahui dengan pasti, kita bisa menemukan hal-hal yang kita yakini dengan memanfaatkan logika sintetik untuk memperoleh wawasan yang dibutuhkan untuk mendukung keyakinan-keyakinan itu. Oleh karena itu, metode analisis dan sintesis sangat berguna dalam membangun ilmu pengerahuan.

    ReplyDelete
  16. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Terkait pemikiran tentang ontologi dan epistemologi mengenai hubungan subjek dan predikat, Imanuel Kant berpendapat bahwa pada akhirnya pemikiran tersebut menghasilkan proses berpikir analitik dan sintetik. Sifat pengetahuan yang ada dalam pikiran adalah analitik, ukuran kebenarannya adalah konsisten. Ketika kita berbicara tentang konsisten yang berkaitan dengan proses berpikir analitik maka ini menyangkut pada masa yang akan datang. Jika tidak konsisten maka bisa jadi urusan di masa yang akan datang menjadi berantakan dan banyak kegiatan yang sudah diagendakan hanya menjadi sebuah wacana. Sedang sifat dari pengetahuan pengalaman adalah sintetik, dan bersifat kontradiksi. Ketika kita mempelajari sesuatu, mungkin kita akan menemukan ketidaksesuaian dengan apa yang telah kita pelajari sebelumnya. Ketidaksesuaian (kontradiksi) tersebut menjadikan kita bertambah ilmu dan pengetahuan. Dari situlah kita dapat mendapatkan ilmu baru

    ReplyDelete
  17. Analitik dapat diartikan sebagai cara pemikiran yang diturunkan dari sistem deduksi. Dalam sistem deduksi maka dibuat aksioma yang menjaadi pangkal. Pamgkal tersebut langsung diterima dan tidak perlu dijelaskan lagi karena semua orang dengan akal pikirannya sendiri langsung tahu. Kemudian dari pangkal tersebut diturunkan pernyataan-pernyataan lain secara analitik. Sintetik dapat diartikan bahwa pengetahuan yang diperoleh hasil dari pengalaman atau empiris. Adanya suatu pengalaman atau empiris kemudian menjadi suatu pengetahuan merupakan proses sintetik.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimkasih Prof atas link-link yang dibagikan
    Saya berusaha memahami secara pelan-pelan. Berdasarkan sumber yang saya baca, dikatakan bahwa proposisi analitik benar berdasarkan maknanya, sementara proposisi sintetis benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Mohon ijin berpendapat, dari beberapa sumber yang saya baca saya melihat bahwa analisis itu bisa dikatakan "melonggarkan", yaitu memisahkan sesuatu yang awalnya disebut "keseluruhan" menjadi bagian-bagian. Sedangkan sintesis adalah menggabungkan "bagian-bagian" menjadi suatu keseluruhan. Terimakasih, saya akan berusaha memahainya kembali.

    ReplyDelete
  19. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. dalam kbbi, analisis diartikan sebagai suat penyelidikan terhadap suatu peristiwa (karangan, perbuatan, dsb) untuk mengetahui keadaan yang sebenarnya (sebab muasab, duduk perkaranya, dsb). Sedangkan sintesis adalah bagian dari perjalanan dialektika yang mencoba menggabungkan antara tesis dan antithesis menjadi suatu tesis yang baru. Misal dalam sejarah filsafat, Emanuel kant mensintesiskan antara dua pemikiran besara yakni empirisme dan idealism. Dalam hal ini, menurut saya, analisis-sintesis adalah suatu proses penyelidikan yang moderat (jalan tengah) untuk menggali masing-masing kebenaran dalam setiap tesis yang saling bertentangan

    ReplyDelete
  20. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Perbedaan analitik-sintetik atau sering juga disebut sebagai dikotomi analitik-sintetik merupakan perbedaan yang lebih bersifat konseptual, analitik-sintetik ini pada filsafat digunakan untuk membedakan preposisi khususnya tentang perynataan yang bersifat afirmatif terhadap penilaian subjek dan predikatnya. Preposisi dibedakan menjadi dia yaitu preposisi analitik yaitu preposisi yang diyakini benar berdasarkan makna dan rasio logika, sedangkan preposisi sintetik diyakini benar karena telah mengalami langsung atau relah berhubungan dengan dunia. Immanuel Kant mengembangkan lagi sehingga dia menyimpulkan adanya analitik apriori dan sintetik aposteriori.

    ReplyDelete
  21. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Sebagaimana yang tercantum di link https://en.wikipedia.org/wiki/Analytic%E2%80%93synthetic_distinction bahwa menurut Imanuel Kant proposisi analitik merupakan proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjeknya sedangkan proposisi sintetis merupakan proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep subjeknya namun terkait. jika kita perhatikan antara analytic dan synthetic memiliki sedikit perbedaan dimana proporsi analytic konsep subyek mengandung konsep pridikat sedangkan dalam proporsi synthetic antara subyek dan predikat hanya saling terkait saja.

    ReplyDelete
  22. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Analitik dan sintetik memiliki perbedaan secara konseptual. Analitik merupakan proposisi yang benar apabila sesuai dengan maknanya dan dapat dikatakan sebagai konsistensi ide. Analitik merupakan konsep subyek yang didalamnya terdapat konsep predikat. Sedangkan sintetik merupakan proposisi yang benar apabila dihubungkan dengan dunia nyata. Sintetik ialah ketika konsep predikat tidak terkandung dalam subyek. Beberapa kegiatan analitik yang mungkin dilakukan pada pembelajaran matematika adalah menganalisis suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana, seperti menganalisis elemen, menganalisis hubungan, menganalisis pola, dan menganalisis aturan. Sementara kegiatan sintetik yang mungkin dilakukan dalam pembelajaran matematika adalah adalah memadukan bagian-bagian secara logik sehingga diperoleh penyeleseaian suatu masalah, seperti menemukan hubungan, menemukan konsep, menemukan konjektur, dan menyusun pembuktian.

    ReplyDelete
  23. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Analitik sintetik tidak bisa dipisahkan, seperti halnya seorang guru yang memiliki pengalaman(sintetik) mengajar sudah banyak namun dia tidak mau menambah pengetahuannya(analitik) maka guru tersebut tidak dapat beradaptasi dengan kondisi jaman, pendidikan, dan siswa yang berbeda dengan guru tersebut. Sedangkan apabila seorang guru telah memiliki pengetahuan (analitik) yang sudah cukup namun masih sedikit pengalamannya, contohnya guru baru. Maka dia juga akan mengalami kesulitan dalam mengelola kelas dan menghadapi siswa-siswa. Oleh karena itu baik analitik sintetik harus seimbang agar kegiatan belajar mengajar dapat berjalan lancar.

    ReplyDelete
  24. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Berdasarkan pada bacaan yang terdapat di dalam link, antara analitik dengan sintetik berfungsi sebagai pembeda dalam tindakan-tindakan subyek. Melalui keduanya seseorang dapat menilai sejauhmana tingkat kebenaran terhadap sesuatu. Saya dapat menyimpulkan bahwa sintetik erat kaitannya dengan hasil dari definisi yang dikaitkan dengan bagian yang lainnya. Sehingga seseorang dapat memiliki pengetahuan yang mendalam dari obyek yang ada dan yang mungkin ada. Sedangkan analitik hanyalah berfokus pada definisi pada obyek tersebut. Seseorang yang hanya memahami definisi daripada suatu obyek maka ilmu yang diperoleh bersifat dangkal. Bahkan tidak dapat mengetahui fungsi dari obyek yang didefinisikan. Saya dapat menyimpulkan bahwa analitik hanya berfokus pada sesuatu yang kongkret. Sebaik-baik proses dalam menggapai ilmu, saat melibatkan proses analitik dan sintetik di dalamnya. Dengan demikian, seseorang dapat menggapai kebenaran terhadap sesuatu sesuai dengan sebagaimana keberfungsiannya.

    ReplyDelete
  25. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Perbedaan antara analitik dan sintesik dapat dilihat dari keguanaannya, dimana proposisi analitik berdasarkan maknanya, akan tetapi jika proposisi sintetis bagaimana dengan hubungan makna tersebut. Maka menurut saya, dapat disimpulkan bahwa kegunaan dari proposisi analitik dapat digunakan dengan adanya hubungan langsung dengan proposisi sintetik. Misalkan ingin melakukan sebuah penelitian, peniliti dapat menyimpulkan materi terlebih dahulu sebelum bergerak untuk melakukan penelitian.

    ReplyDelete
  26. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Saya berusaha mencoba mangambil makna dari bacaan di atas,kebenaran analitik hanya terdeksi pada aturan definisi.Yang pastinya perlu kehati-hatian seandainya masuk ke ranah epistimologi.Karena kebenaran yang dipaparkan cenderung menyimpan suatu keraguan.Sebagaimana yang diterapkan dalam matematika murni.Makanya Khant memiliki sensitifitas terkait pernyataan tersebut.Karena kebenaran yang digambarkan masih separuhnya dunia dan separuhnya lagi merupakan milik kontradiksi.

    ReplyDelete
  27. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Definisi Analitik Sintetik sudah diuraikan dalam halaman yang di-link-kan pada postingan ini. Pada halaman tersebut analitik sintetik dianalogkan dengan proporsi subjek predikat yang terkandung dalam analitik maupun sintetik. Pada analitik proporsi predikat terdapat dalam subjeknya, artinya subjek dan predikat pada analitik itu memiliki arti yang sama. Dalam artian jika subjeknya berdiri sendiri akan memiliki arti yang sama jika predikat dari analitik tersebut berdiri sendiri. Seperti contoh yang diberikan pada salah satu halaman di atas " Semua bujangan belum menikah", dari kalimat tersebut kita sudah mengetahui kalau bujang sudah tentu belum menikah. Dan, sintetik sendiri dikatakan pada halamn tersebut bahwa proporsi predikatnya tidak terkandung dalam subjek sintetik itu sendiri.

    ReplyDelete
  28. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Analisis-Sintesis merupakan label pembedaan metode argumentasi antara wacana deduktif dan induktif. Kedua metode ini merupakan hal yang tidak dapat dipahami secara terpisah, melainkan harus saling melengkapi satu dengan yang lainnya. Logika analitik biasanya mengedepankan pada keluasan pengetahuan sedangkan logika sintetik mengedepankan pada kedalaman pemahaman. Dalam pembelajaran, guru hendaknya memandang analitis-sintesis dengan bijak, yaitu menggunakan keduannya untuk dapat memfasilitasi keunikan gaya belajar anak.

    ReplyDelete
  29. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Analitic dan syntetic dalam filsafat berkaitan dengan proposisi analitik dan proposisi sintetis yakni sebagai dasar pengambilan keputusan. Proposisi analitik adalah pengambilan keputusan berdasarkan makna dan konsistensi. Sedangkan Sintetik adalah pengambilan keputusan berdasarkan pengalaman atau intuisi empiris. Dilihat dari subyek dan predikat diketahu bahwa dalam analitik subjek sama dengan predikat sehingga bisa dikatakan bahwa analitik adalah identitas. Sedangkan sintetik subjek tidak sama dengan predikat sehingga sintetik berarti kontradiksi.Terima Kasih

    ReplyDelete
  30. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan salah satu web diatas, analisis dan sintesis memiliki makna yang betolak belakang. Dikatakan bahwa baik logika dan epistemologi, perbedaan (berasal dari Immanuel Kant) antara pernyataan yang predikatnya termasuk dalam subjek (laporan analitik) dan pernyataan yang predikatnya tidak termasuk dalam subjek (pernyataan sintetis). Namun beberapa filsuf lebih memilih untuk mendefinisikan sebagai analisis semua pernyataan yang penyangkalannya akan bertentangan dengan diri sendiri, dan untuk mendefinisikan istilah sintetis sebagai makna "tidak analitik."

    ReplyDelete
  31. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa analitik-sintetik adalah dikotomi yang lazim digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi menjadi dua macam: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Kebenaran proposisi analitik ditentukan oleh kebenaran maknanya, sedangkan nilai kebenaran proposisi sintetik ditentukan oleh maknanya terkait dengan dunia. Adapun definisi Kant mengenai dikotomi adalah proposisi analitik: proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjek, proposisi sintetik : proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep subjeknya namun saling terkait

    ReplyDelete
  32. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa analitik-sintetik adalah dikotomi yang lazim digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi menjadi dua macam: proposisi analitik dan proposisi sintetik. Kebenaran proposisi analitik ditentukan oleh kebenaran maknanya, sedangkan nilai kebenaran proposisi sintetik ditentukan oleh maknanya terkait dengan dunia. Adapun definisi Kant mengenai dikotomi adalah proposisi analitik: proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjek, proposisi sintetik : proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep subjeknya namun saling terkait

    ReplyDelete
  33. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Analitik dan sintetik merupakan dua hal yang berkebalikan. Dalam pendidikan, dikatakan pendekatan analitik bila prosedur yang ditempuh adalah dari apa yang belum diketahui ke yang sudah diketahui. Pada pendekatan analitik, masalah yang ingin diselesaikan perlu dipecah-pecah hingga jelas hubungan antara bagian-bagian yang belum diketahui dengan yang sudah diketahui.

    Contoh soal pendekatan analitik yaitu Mencari sisi alas limas jika diketahui volume limas 112 cm3 dan tinggi 21cm. carilah sisi alas jika alas limas berbentuk persegi.

    ReplyDelete
  34. Sedangkan pendekatan saintifik yaitu pembahasan mulai dari yang diketahui ke yang diketahui langkah-langkah secara berurut ditempuh dengan mengkaitkan hal yang diketahui dengan hal-hal lain yang diperlukan dan tidak diketahui dari soal, hingga akhirnya apa yang tidak dicari dapat ditemukan.

    Contoh soal dalam matematika yaitu:Mencari volume limas
    Hitunglah volume limas yang mempunyai panjang alas 7 cm dan lebar alas 3 cm dengan tinggi 9 cm!

    ReplyDelete
  35. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  36. Berdasarkan referensi yang saya baca, analitik secara historis dicirikan sebagai orang yang kebenarannya bergantung pada makna istilah penyusunnya, sedangkan sintesis bergantung pada fakta tentang dunia yang diwakili oleh kalimat tersebut. Beberapa filsuf lebih memilih untuk mendefinisikan sebagai analisis semua pernyataan yang penyangkalannya akan bertentangan dengan diri sendiri, dan untuk mendefinisikan istilah sintetis sebagai makna "tidak analitik."

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  37. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Berdasarkan artikel tersebut dapat saya simpulkan bahwa analitik dan sintetik merupakan perbedaan semantik yang digunakan dalam filsafat yang digunakan dalam filsafat untuk membedakan proposisi analitik dan proposisi sintetis. Proposisi analitik ialah benar berdasarkan maknanya, sementara proposisi sintetis adalah benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia.

    ReplyDelete
  38. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Analitik-sintetik memilik perbedaan konseptual, analitik yaitu berdasarkan makna yang kebenarannya tampak dapat diketahui dengan mengetahui arti dari kata-katanya. Sintentik dapat dilihat dari kebenaran kata dan kebenaran pada kehidupan nyata (dunia). Pernyataan tersebut mengandung dua makna, kita dapat melihat dari kebenaran makna dan kebenaran di kehidupan apakah betul mahasiswa pendidikan dalam kehidupan nyata cerdas-cerdas. Istilah analitik dan sintetik diperkenalkan oleh Kant pada awalnya Critique of Pure Reason. Berdasarkan berbagai sumber, saya memahami bahwa analytic merupakan kegiatan berpikir untuk memaknai suatu pernyataan, sedangkan synthetic merupakan kegiatan berpikir menggunakan beberapa pengetahuan yang dibutuhkan dan yang ada untuk membuat pemikiran baru yang bersifat menyeluruh.

    ReplyDelete
  39. Junianto
    PM C

    Dari salah satu sumber di atas, bisa saya pahami bahwa analitik-sintetik adalah pembeda semantik yang digunakan untuk membedakan proposisi (khususnya, pernyataan yang merupakan pernyataan afirmatif penilaian subjek-predikat) menjadi dua jenis yaitu proposisi analitik dan proposisi sintetis. Proposisi analitik bernilai benar berdasarkan maknanya sedangkan proposisi sintetik benar berdasarkan bagaimana keterkaitan makna tersebut dengan dunia.

    ReplyDelete
  40. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Berdasarkan https://en.wikipedia.org/wiki/Analytic%E2%80%93synthetic_distinction, saya memperoleh bahwa analitik-sintesis digunakan dalam filsafat untuk proposisi menjadi dua jenis yaitu proposisi analitik dan proposisi sintetis. Proposisi analitik artinya benar berdasarkan maknanya. Contohnya adalah pernyataan “bujangan belum menikah”. Pernyataan tersbeut benar berdasarkan maknanya karena kata bujangan artinya belum menikah, demikian pula sebaliknya belum menikah artinya bujangan. Sementara proposisi sintetis benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia.

    ReplyDelete
  41. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Analitik dan sintetik, merupakan dua istilah yang berbeda. Analitik adalah perkataan yang tidak membutuhkan pengetahuan dari luar, dan sintetik adalah perkataan yang membutuhkan pengetahuan dari luar.Sabagai contoh : Analitik: Guru yang mengajar murid di sekolah (sudah jelas sebutan guru adalah orang yang mengajar murid di sekolah). Sintetik: Siswa itu baik (belum tentu, harus dicari tahu apakah betul siswa tersebut baik atau tidak)

    ReplyDelete
  42. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    menurut
    Analitik sintetik dapat dipandang sebagai kegiatan yang menampilkan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Munandar (1999), mengatakan bahwa kegiatan analitik adalah kegiatan yang menampilkan aktivitas siswa dalam hal membedakan, menguji, menggolongkan, menyususn, menguraikan, membandingkan, membuat deduksi, dan memeriksa. Sementara kegiatan sintetikmeliputi merancang, menggabungkan, menambah, membangun, mengembangkan, mengelola, merencanakan, mengusulkan, dan membuat hipotesis.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  43. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Jika diimplikasikan pada pembelajaran matematika, kegiatan analitik adalah menganalisis suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana, seperti menganalisis elemen, menganalisis hubungan, menganalisis pola, dan menganalisis aturan. Sementara kegiatan sintetiknya adalah memadukan bagian-bagian secara logik sehingga diperoleh penyeleseaian suatu masalah, seperti menemukan hubungan, menemukan konsep, menemukan konjektur, dan menyusun pembuktian.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  44. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Cara berpikir Analitik a Priori mengandalkan pada kemampuan visualisasi seseorang dalam mengimajinasikan sesuatu dengan menggunakan pendekatan-pendekatan logika tanpa harus merasakan atau mengalaminya terlebih dahulu. Cara berpikir ini dapat melatih kita dalam meningkatkan kemampuan kognitif dalam memandang suatu persoalan, namun kelemahannya yaitu apa yang dihasilkan tidak benar-benar valid karena tidak mengalami kejadian secara langsung. Sedangkan Sintetik a Posteriori lebih mengandalkan pada pengalaman.

    ReplyDelete
  45. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Berdasarkan sumber yang ada, cara berpikir manusia terbagi menjadi dua macam, yaitu analitik dan Sintetik . Analitik adalah cara erpikir yang dilakukan sebelum melihat atau mengalami, sedangkan sintetik adalah cara berpikir yang dilakukan setelah melihat atau mengalami. Sebenarnya, sungguh besar kuasa Tuhan yang sudah memberikan kemampuan kepada manusia untuk berfikir sebelum melihat sesuatu ataupun setelah melihatnya. Seyogyanyalah kita sebagai hambanya bersyukur.

    ReplyDelete
  46. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Perbedaan antara analytic dan synthetic menurut Immanuel Kant adalah bahwa analytic merupakan pernyataan yang predikatnya termasuk dalam subjek sedangkan synthetic merupakan pernyataan yang predikatnya tidak termasuk dalam subjek. Sementara itu menurut beberapa filsuf lainnya mendefinisikan sebagai analisis semua pernyataan yang penyangkalannya akan bertentangan dengan diri sendiri dan untuk mendefinisikan istilah sintetis sebagai makna "tidak analitik."

    ReplyDelete
  47. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Analitik dan sintetik mungkin dipandang sebagai dua hal yang berbeda dalam penerapannya. Namun sebenarnya memiliki fungsi yang serupa dalam mendeskripsikan sesuatu. Analitik lebih kepada suatu analisa dari apa yang ada. Sementara itu sintetik perlu adanya kajian referensi yang mendalam dalam mendeskripsikan sesuatu. Oleh sebab itu, tentunya akan sangat baik jika dalam memandang atau menafsirkan sesuatu, dilakukan dengan analitik-sintetik, tidak hanya salah satunya saja.

    ReplyDelete
  48. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Analytic merupakan paham yang diberikan oleh Rene De Scrates dimana dia hanya mengandalkan apa yang ada di dalam pikiran merupakan satu-satunya yang membuat peserta didik itu memperoleh ilmu pengetahuan. Jadi pengertian disini atau teori yang diberikan oleh Rene De Scrates disini dimunculkan karena pengakammnya sehigga menganggap keberadaan dia itulah yang disebabkan oleh pikiran mereka yang selalu berjalan dengan cara selalu bertanya. Makanya, dia membuat pernyataan bahwa Cargito Ergo Sum saya berfikir, maka saya hidup.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  49. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam sumber di atas proporsi analitik diartikan “a proposition whose predicate concept is contained in its subject concept.” Contoh misalnya: Semua biksu disana tidak menikah. Sementara proporsi sintetik adalah “a proposition whose predicate concept is not contained in its subject concept but related” Contohnya: Semua biksu disana sendiri. Dalam matematika, analitik mengarah pada matematika formal yang abstrak meliputi penggunaan rumus-rumus, notasi-notasi, simbol-simbol, atau definisi-definisi. Sintetik meliputi matematika pengalaman yaitu matematika yang didapat dari kegiatan sehari-hari.

    ReplyDelete
  50. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Analitik dan sintetik merupakan etode yang sering kali digunakan dalam berfilsafat. Analitik diartikan sebagai metode filsafat dalam menjabarkan sesuatu yang memiliki makna yang rumit menjadi bentuk yang lebih sederhana. Sedangkan sintetik merupakan adanya kombinasi bagian-bagian atau elemen-elemen yang membentuk satu kesatuan. Sintetik dapat berupa kombinasi konsep yang berlainan menjadi satu dan saling berhubungan. Maka alangkah lebih baik bawha metode berpikir yang dapat dibiasakan yaitu dengan menggabungkan keduanya, menjadi analitik sintetik yaitu menguraikan sesuatu yang rumit tadi menjadi lebih sederhana dan saling berhubungan dan memiliki makna yang terikat dengan sesuatu yang sederhana lainnya.

    ReplyDelete
  51. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kant membagi pengetahuan menjadi 3, yaitu Analitik a Priori, Sintetik a Posteriori dan Sintetik a Priori. Perbedaan antara Analitik a Priori dan Sintetik a Posteriori adalah Analitik a Priori diperoleh sebelum pengalaman dan Sintetik a Posteriori diperoleh setelah pengalaman. Sedangkan Sintetik a Priori menggunakan sumber pengetahuan yang bersifat sintesis tetapi bersifat apriori juga. Misalnya keputusan “segala kejadian mempunyai sebabnya”. Ilmu eksakta, mekanika, dan ilmu pengetahuan alam disusun atas putusan sintesis bersifat apriori.

    ReplyDelete
  52. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Analitik-sintetik dapat dikatakan juga sebagai pendekatan pembelajaran. Menurut Rusefendi (1988), pendekatan analitik adalah cara menyelesaikan soal dimulai dari yang tidak diketahui, sedangkan pendekatan sintetik adalah cara menyelesaikan soal dimulai dari yang diketahui. Kegiatan analitik pembelajaran matematika dapat dilakukan melalui kegiatan menganalisis suatu masalah menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan lebih sederhana, seperti menganalisis elemen, menganalisis hubungan, menganalisis pola, dan menganalisis aturan. Sedangkan kegiatan sintetiknya adalah memadukan bagian-bagian secara logis sehingga diperoleh penyeleseaian suatu masalah, seperti menemukan hubungan, menemukan konsep, menemukan konjektur, dan menyusun pembuktian

    ReplyDelete
  53. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Perbedaan analitik-sintetik terletak pada konseptualnya. Analitik merupakan proposisi yang benar apabila sesuai dengan maknanya. Analitik adalah konsep subyek yang di dalamnya terdapat konsep predikat. Sedangkan sintetik merupakan proposisi yang benar apabila dihubungan dengan dunia nyata. Sintetik adalah ketika konsep predikat tidak terkandungdalam konsep subyek.

    ReplyDelete
  54. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof
    Para filsuf membagi filsafat secara proposisinya kedalam dua bagian, proposisi analitik dan proposisi sintetik. Proposisi analitik dan sintetik berbeda dilihat dari konsep memaknai kebenaran yang mereka anggap benar. Proposisi analitik menganggap benar berdasarkan maknanya, sedangkan proposisi sintetis menganggap benar dengan bagaimana makna mereka berhubungan dengan dunia. Namun,jika dilihat dari subjek dan predikatnya, proposisi analitik adalah proposisi yang konsep predikatnya terkandung dalam konsep subjeknya. Sedangkan roposisi sintetis adalah proposisi yang konsep predikatnya tidak terkandung dalam konsep subjeknya namun terkait.

    ReplyDelete
  55. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Menganalisis sesuatu dirasa perlu apalagi dalam mengerjakan sesuatu bahkan dalam melakukan sesuatu pun diperlukan analisis tentang kesesuaian tujuan, maupun penyelesaiannya. Sehingga analisis menjadi hal penting yang harus mampu dilakukan oleh setiap orang. Sintetik analisis mengajarkan kita untuk dapat menganalisis sesuatu secara lebih mendalam karena menggabungkan beberapa hal untuk menguatkan analisis.

    ReplyDelete
  56. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Setelah membaca referensi tersebut, hal yang saya pahami adalah bahwa analitik dan sintetik merupakan bentuk kalimat yang memiliki perbedaan dalam penyususnnya. Pada kalimat analitik terdapat subjek yang didalamnya telah menjelaskan konsep predikat. contoh : guru matematika adalah guru, semua duda tidak mempunyai istri. kalimat tersebut kebenarnnya telah jelas dilihat dari istilah penyusunan kalimatnya sendiri. sedangkan kalimat sintetis, kebenarannya dapat dilihat berdasarkan fakta, contohnya : guru matematika memiliki banyak harta, ibu saya sangat bahagia, dan sebagainya.

    ReplyDelete