Dec 1, 2012

PRAGMATISM

Ass Wr Wb

Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PRAGMATISM, bisa cermati link berikut:






Wss Wr Wb

Marsigit

13 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pragmatisme berasal dari dua kata yaitu pragma dan isme. Pragma berasal dari bahasa Yunani yang berarti tindakan atau action. Sedangkan isme yang merujuk pada cara berpikir atau suatu aliran berpikir. Dengan demikian filsafat pragmatisme beranggapan bahwa fikiran itu mengikuti tindakan. William James mengatakan bahwa secara ringkas prgamatisme adalah realitas sebagaimana yang kita ketahui

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Aliran ini terutama berkembang di Amerika Serikat, walau pada awal perkembangannya sempat juga berkembang ke Inggris, Perancis, dan Jerman. Orang pertama yang memperkenalkan ini ke seluruh dunia adalah William James.

    ReplyDelete
  3. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Pragmatism adalah aliran filsafat yang mengatakan bahwa benar atau tidaknya sesuatu bergantung pada bermanfaat atau tidaknya sesuatu tersebut. Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani yaitu pragma yang artinya yang dikerjakan, yang dilakukan, perbuatan, dan tindakan. Aliran pragmatism ini dikembangkan oleh William James (1842 - 1910) di Amerika Serikat (wikipedia). Contoh pragmatism dalam kehidupan sehari-hari adalah ilmu. Ilmu dikatakan hal yang benar jika ia memiliki manfaat bagi khalayak ramai, tetapi akan dipandang hal yang salah jika ilmu tersebut tidak memiliki manfaat atau bahkan mengundang kerusakan bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  4. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pencetus teori Pragmatisme adalah Charles S. Pierce. Charles berpendirian bahwa teori kebenaran yang terbaik tentang suatu ide adalah pernyataan. Jika ide tersebut benar, apakah akibatnya terhadap tindakan kita dalam kehidupan?. Menurut teori ini suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut bersifat fungsional dan memiliki manfaat dalam kehidupan praktis. Sebagai contoh, motivasi merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, dapat dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai kegunaan praktis.

    ReplyDelete
  5. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Setelah membaca beberapa link yang Bapak berikan, menurut hemat saya, pragmatisme merupakan salah satu aliran filsafat yang melihat suatu kebenaran berdasarkan pemikiran dari logika dari pengamatan. Pengamatan ini merupakan fakta konkret/ nyata dari kegiatan manusia yang terpisah satu dengan yang lainnya. Hal ini mengakibatkan pada representasi dari realitas yang tidak bersifat secara umum karena hanya berdasarkan pemikiran manusia yang belum tentu sama.

    ReplyDelete
  6. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Pragmatisme merupakan filsafat yang berdasarkan paham bahwa kebenaran, arti, atau nilai suatu gagasan harus dinilai dari segi praktisnya. Charles S. Pierce, sebagai bapak pragmatisme berpendirian bahwa ujian kebenaran terbaik tentang suatu ide adalah melalui pertanyaan: jika ide itu benar, apakah akibatnya kepada tindakan kita dalam hidup?. Pierce memandang kehidupan manusia sebagai perjuangan hidup yang tak berkesudahan dan makna terpenting dalam perjuangan itu adalah konsekuensi-konsekuensi yang bersifat praktis yang tentu erat hubungannya dengan makna dan kebenaran.

    ReplyDelete
  7. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, pragmatisme adalah filsafat tentang makna dan kebenaran yang terutama terkait dengan Peirce dan James. Pragmatisme diberikan berbagai formulasi oleh kedua penulis, namun intinya adalah meyakini bahwa makna sebuah doktrin sama dengan efek praktis pengadopsiannya. Peirce menafsirkan kalimat teoretis sebagai bentuk pikiran yang bingung yang maknanya hanya dari pepatah praktis yang sesuai (memberi tahu kita apa yang harus dilakukan dalam beberapa keadaan). Dalam James, masalah posisi dalam teori kebenaran, dengan sengaja membiarkan kepercayaan itu, termasuk misalnya kepercayaan kepada Tuhan, adalah benar jika kepercayaan "bekerja dengan memuaskan dalam arti kata yang paling luas". Menurut James hampir semua keyakinan bisa dianggap terhormat, dan bahkan benar, asalkan ia bekerja (tapi bekerja bukanlah masalah sederhana bagi James). Konsekuensi yang tampaknya subjektif dari hal ini ditentang oleh Russell, Moore, dan yang lainnya pada tahun-tahun awal abad ke-20. Hal ini menyebabkan terjadinya pembagian dalam pragmatisme antara orang-orang seperti Dewey, yang konsepsi praktikistik humanistiknya tetap terinspirasi oleh sains, dan rute yang lebih idealis yang diambil terutama oleh penulis Inggris FCS Schiller (1884-1937), merangkul doktrin bahwa usaha kognitif kita dan kebutuhan manusia benar-benar mengubah realitas yang ingin kita gambarkan. James sering menulis seolah-olah dia bersimpati dengan perkembangan ini. Dia menganggap hipotesis bahwa orang lain tidak memiliki pikiran dan ucapan bahwa hipotesis tersebut tidak akan berhasil karena tidak memuaskan hasrat egois kita untuk pengakuan dan kekaguman orang lain. Implikasi bahwa inilah yang membuat benar bahwa orang lain memiliki pikiran adalah bagian yang mengganggu.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  8. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pragmatism meruapakan suatu paham yang menyatakan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang mampu membuktikan dirinya sebagai yang paling benar dengan disertai segala macam akibat yang bermanfaat secara praktis. Artinya, segala sesuatu dapat diterima asalkan bermanfaat bagi kehidupan. Dan paham ini memfokuskan kepada praktik dalam mengadakan sebuah pembuktian pembenaran dari sesuatu hal yang dapat dilihat dari tindakannya yang praktis atau dari segi kegunaan. Paham ini terkadang bisa mengabaikan mengabaikan pendapat orang lain karena merasa dirinyalah yang benar, dan hanya mau mengakui pendapat orang apabila ada pembuktian secara empiris.

    ReplyDelete
  9. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Pragmatisme berkaitan dengan manfaat yang praktis. Apapun diterima asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. Dengan demikian, patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”.Kata pragmatisme sering sekali diucapkan orang. Orang-orang menyebut kata ini biasanya dalam pengertian praktis. Jika orang berkata, Rencana ini kurang pragmatis, maka maksudnya ialah rancangan itu kurang praktis. Pragmatisme memandang sesuatu dalam tataran praktis bukan teoritis. Pragmatisme menciptakan pola pikir materialistis karena berfokus pada sesuatu yang nyata, praktis, cepat, langsung dinikmati hasilnya. semakin perkembangannya zaman sepertisaat ini pun banyak yang memakai jalan pintas untuk mendapat kan sesuatu. hal ini harus di hindari sebagai generasi penerus kaarena usaha untuk mendapatkan sesuatu atau ada proses dibalik dari sebuah hasil adalh hal yang digunakan untuk mengerti sebuah proses dan pengorbanan. dari itu kita bisa menghadgai suatu proses.

    ReplyDelete
  10. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Saya pernah membaca tentang pemikiran Jhon Dewey. Bagi Dewey, teori tidak akan berguna tanpa praktik. Nah, kurang lebih itulah asumsi dasar dari pragmatisme. Dalam beberapa sumber dikatakan bahwa, pragmatisme adalah salah-satu pemikiran dalam filsafat yang menyatakan bahwa manfaat praktis adalah yang paling utama dari suatu pengetahuan. Dalam konteks penelitian ilmiah, pragmatisme menurut saya memiliki manfaat terutama dalam konteks penerapan metode dalam pengumpulan dan analisa data penelitian.

    ReplyDelete
  11. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pragmatisme adalah satu faham filsafat yang mengimani nilai kebenaran atau nilai benar suatu hal terletak pada akibat atau manfaat yang dihasilkan secara praktis. Jadi, segala yang ada di dunia ini, jika membawa manfaat praktis bagi manusia, maka hal itu adalah benar. Akan tetapi, sebaliknya, jika segala sesuatu yang ditindaklanjuti tidak membawa dampak berupa manfaat praktis, maka tiadalah kebenaran pada tindakan itu. Akan tetapi, saat ini saya sendiri masih berupaya mencari tahu sebenarnya manfaat praktis itu seperti apa, kemudian apakah manfaat praktis ini adalah hal hal yang memberikan kenikmatan dan kenyamanan bagi manusia? Jika iya, lantas apakah beda pragmatisme dan hedonisme? Akan tetapi tunggu dulu, akan saya lanjutkan usaha saya kali ini.
    Pendapat saya selanjutnya berdasarkan sumber yang saya baca, pragmatisme memanglah menekankan nilai kebenaran pada manfaat praktis yang dihasilkan. Maka poin selanjutnya yang mengiringi pembahasan ini mungkinkah segala yang membawa manfaat praktis masuk ke dalam pragmatisme? Misalkan saja hal hal yang irasional, tetapi membawa manfaat praktis bagi manusia. Poin yang selanjutnya lagi, jika nilai kebenaran dari pragmatisme dilihat dari kegunaan praktis yang dihasilkan, mungkinkan jika pragmatisme juga bersifat relativisme? Mohon ijin, maksut saya apakah berarti pragmatisme suatu golongan adalah relatif, karena setiap golongan tentu punya takaran kebermanfaatan yang berbeda beda. Sekian, mari kita terus berusaha, berdoa, dan baca

    ReplyDelete
  12. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kata dasar dari Pragmatisme adalah Pragmatis yang berarti bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan); mengenai atau bersangkutan dengan nilai-nilai praktis. sedangkan pragmatisme sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki 3 arti : (1) kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan, dan sebagainya), bergantung pada penerapannya bagi kepentingan manusia; (2) paham yang menyatakan bahwa segala sesuatu tidak tetap, melainkan tumbuh dan berubah terus; dan (3) pandangan yang memberi penjelasan yang berguna tentang suatu permasalahan dengan melihat sebab akibat berdasarkan kenyataan untuk tujuan praktis.

    ReplyDelete
  13. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Pragmatisme berasal dari kata Yunani, yaitu pragma yang berarti guna. Pragmatisme merupakan aliran yang menganut bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat akibat-akibat yang bermanfaat secara praktis. Menurut pandangan pragmatisme, segala sesuatu dapat diterima asalkan bermanfaat bagi kehidupan. Aliran ini uga menekankan pada praktik dalam mengadakan pembuktian pembenaran dari sesuatu hal yang dapat dilihat dari tindakannya yang praktis atau dari segi kegunaan. Oleh karena itu, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.

    ReplyDelete