Dec 1, 2012

PRAGMATISM

Ass Wr Wb

Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PRAGMATISM, bisa cermati link berikut:






Wss Wr Wb

Marsigit

70 comments:

  1. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pragmatis pertama kali diperkenalkan oleh Charles S. Peirce (1839-1914). Teorinya kemudian dikembangkan oleh beberapa filsuf diantaranya adalah William james (1842-1910), John Dewey (1859-1952), George Herbert Mead (1863-1931) dan C.I.LewisPragmatism merupakan paham yang menganut pemikiran pragmatis yakni melihat segala sesuatu itu benar karena mempunyai kegunaan praktis

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sebagai manusia sekiranya mampu menjadi pragmatis namun sikap pragmatis yang dimiliki hendaknya disesuaikan dengan ruang dan waktu, sebab jika pragmatis diterapkan di semua ruang dan waktu akan menjadi tidak efektif. terkadang ada situasi yang membuat kita untuk tidak hanya melihat sisi kemanfaatan suatu hal tertentu.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://www.britannica.com/topic/pragmatism-philosophyPragmatism, Sekolah filsafat, yang dominan di Amerika Serikat pada kuartal pertama abad ke-20, berdasarkan prinsip bahwa kegunaan, kemampuan kerja, dan kepraktisan gagasan, kebijakan, dan proposal merupakan kriteria jasa mereka. Ini menekankan prioritas tindakan atas doktrin, pengalaman mengenai prinsip-prinsip tetap, dan gagasan tersebut meminjamkan gagasan mereka dari konsekuensi dan kebenaran mereka dari verifikasi mereka. Dengan demikian, ide dasarnya adalah instrumen dan rencana tindakan.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Masih berdasarkan link yang sama https://www.britannica.com/topic/pragmatism-philosophyPragmatism, Pragmatisme merupakan kelanjutan dari empirisme kritis dalam menekankan prioritas pengalaman aktual mengenai prinsip-prinsip tetap dan penalaran apriori (nonexperiential) dalam penyelidikan kritis. Dalam metodologi, pragmatisme adalah sikap filosofis yang luas terhadap pembentukan konsep, hipotesis, dan teori dan pembenarannya. Bagi pragmatis, interpretasi individu terhadap realitas dimotivasi dan dibenarkan dengan mempertimbangkan keefektifan dan kegunaannya dalam melayani kepentingan dan kebutuhannya. Pencetakan bahasa dan teori juga tunduk pada tujuan kritis kegunaan maksimal sesuai dengan berbagai tujuan umat manusia.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pragmatisme dilahirkan dengan tujuan untuk menjebatani dua kecenderungan berbeda yang ada pada saat itu. Kedua kecenderungan yang mau dijembatani itu yakni, pertantangan yang terjadi antara “yang spekulatif” dan “yang praksis”. Secara metodologis, pragmatisme akhirnya berhasil diserap oleh bidang-bidang kehidupan sehari-hari Amerika Serikat berkat kerja keras John Dewey. Dewey memusatkan perhatiaanya pada masalah-masalah yang menyangkut etika, pemikiran sosial dan pendidikan.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kata pragmatisme sering sekali diucapkan orang. Orang-orang menyebut kata ini biasanya dalam pengertian praktis. Jika orang berkata, Rencana ini kurang pragmatis, maka maksudnya ialah rancangan itu kurang praktis. Pengertian seperti itu tidak begitu jauh dari pengertian pragmatisme yang sebenarnya, tetapi belum menggambarkan keseluruhan pengertian pragmatisme. Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.2 Aliran ini bersedia menerima segala sesutau, asal saja hanya membawa akibat praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi, kebenaran mistis semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. Dengan demikian, patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pragmatism considers thought an instrument or tool for prediction, problem solving and action, and rejects the idea that the function of thought is to describe, represent, or mirror reality. Pragmatists contend that most philosophical topics—such as the nature of knowledge, language, concepts, meaning, belief, and science—are all best viewed in terms of their practical uses and successes. The philosophy of pragmatism “emphasizes the practical application of ideas by acting on them to actually test them in human experiences”. Pragmatism focuses on a “changing universe rather than an unchanging one as the Idealists, Realists and Thomists had claimed”.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Pragmatism

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pragmatisme adalah tradisi filosofis yang berasal dari Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Yang terpenting dari pragmatis klasik adalah Charles Sanders Peirce (1839-1914), William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952). Pengaruh pragmatisme menurun selama dua pertiga pertama abad ke-20, namun telah mengalami kebangkitan sejak tahun 1970an dengan para filsuf semakin bersedia untuk menggunakan tulisan dan gagasan para pragmatis klasik, dan juga sejumlah pemikir, seperti Richard Rorty, Hilary Putnam dan Robert. Inti pragmatisme adalah pepatah pragmatis, sebuah aturan untuk mengklarifikasi isi hipotesis dengan menelusuri konsekuensi praktis mereka. Dalam karya Peirce dan James, aplikasi peribahasa pragmatis yang paling berpengaruh adalah konsep kebenaran.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan sumber yang ada di atas, dapat kita ketahui bahwa pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Pragmatis merupakan sebuah konsep yang lebih mementingkan sisi kepraktisan daripada sisi manfaat. Dengan kata lain pragmatis lebih mementingkan hasil akhir daripada nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Pragmatisme dalam perkembangannya mengalami perbedaan kesimpulan walaupun berangkat dari gagasan asal yang sama. Kendati demikian, ada tiga patokan yang disetujui aliran pragmatisme yaitu, (1) menolak segala intelektualisme, dan (2) absolutisme, serta (3) meremehkan logika formal.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”. Pragmatisme memandang bahwa kriteria kebenaran adalah “faedah” atau “manfaat”. Suatu teori atau hipotesis dianggap benar oleh Pragmatisme apabila membawa suatu hasil. Dengan kata lain, suatu teori itu benar kalau berfungsi (if it works). Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi masyarakat tertentu, tetapi terbukti berguna bagi masyarakat yang lain. Maka konsep itu dinyatakan benar oleh masyarakat yang kedua.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aliran filsafat Pragmatisme menganggap pemikiran sebagai instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak gagasan bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kenyataan. Pragmatis berpendapat bahwa kebanyakan topik filosofis seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan sains semuanya paling baik dilihat dari segi kegunaan praktis dan kesuksesan mereka. Filosofi pragmatisme menekankan penerapan ide-ide praktis dengan bertindak pada mereka untuk benar-benar menguji mereka dalam pengalaman manusia. Pragmatisme berfokus pada alam semesta yang berubah dan bukan yang tidak berubah seperti yang Idealis, Realis dan Thomis telah mengklaim.

    ReplyDelete
  12. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang menekankan pengamatan penyelidikan dengan eksperimen (tindak percobaan), serta kebenaran yang mempunyai akibat – akibat yang memuaskan. Pragmatisme juga dapat diartikan sebagai hal mempergunakan segala sesuatu secara berguna. Sedangkan menurut istilah adalah berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang berarti perbuatan ( action) atau tindakan (practice). Isme sendiri berarti ajaran atau paham. Maka, pragmatisme itu berarti ajaran yang menekankan bahwa pemikran itu menuruti tindakan.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang engajarkan bahwa benar adalah segala sesuatu hal yang membuktikan drinya benar dengan melihat akibat yang ditimbulkan bermanfaat secara praktis. Seseorang yang pragmatism merupakan orang yang sellau berjalan lurus demi tercapai tujuan hidupnya tanpa melihat lebih makna dari proses perjalanan hidupnya. Pragmatism sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Menjadi bijak dalam menentukan pilihan adalah hal yang harus dipahami agar dapat emenrima segala konsekuensi dari pilihan.

    ReplyDelete
  14. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibatnya yang bermanfaat secara praktis filosuf yang terkenal sebagai tokoh filsafat pragmatisme adalah William James dan John Dewey. Seperti dengan aliran-aliran filsafat pada umumnya pragmatisme juga memiliki kekuatan dan kelemahan sehingga menimbulkan kritikan terhadap aliran filsafat ini. Para pragmatis selalu menolak jika filsafat mereka dikatakan berlandaskan suatu pemikiran metafisik sebagaimana metafisika tradisional yang selalu memandang bahwa dalam hidup ini terdapat sesuatu yang bersifat absolute dan berada di luar jangkauan pengalaman-pengalaman empiris.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Para pragmatis selalu menolak jika filsafat mereka dikatakan berlandaskan suatu pemikiran metafisik sebagaimana metafisika tradisional yang selalu memandang bahwa dalam hidup ini terdapat sesuatu yang bersifat absolute dan berada di luar jangkauan pengalaman-pengalaman empiris. Dari itu, bagi mereka seandainya pun realitas adikodrati memang ada, mereka berasumsi bahwa manusia tidak akan mampu mengetahui hal itu. Pemikiran ini menunjukkan bahwa epistemology pragmatisme sepenuhnya berbasis pendekatan empiris : apa yang bisa dirasakan itulah yang benar. Artinya, akal, jiwa, dan materi adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebab hanya dengan mengalamilah pengetahuan itu dapat diserap. Pengalaman menjadi parameter ketika sesuatu dapat diterima kebenarannya. Oleh karena itu, para pragmatis tidak nyaris pernah mendasarkan satu hal kebenaran. Menurut mereka, pengalaman yang pernah mereka alami akan berubah jika realitas yang mereka alami pun berubah.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Corak paling kuat dari pragmatism adalah kuatnya pemikiran tentang konsep kegunaan. Makna kegunaan dalam pragmatisme lebih ditetapkan pada kebenaran sains, bukan pada hal-hal bersifat metafisik. Maka, dalam pragmatisme pengetahuan tidak selalu mesti diidentikkan dengan kepercayaan, tetapi kerap menjadi dua hal yang sama sekali terpisah. Kebenaran yang mungkin dianggap perlu dipercayai (to believe) bagi para pragmatis selalu menjadi sesuatu hal bersifat professional atau pribadi dan itu tidak perlu dikabarkan pada public. Sedangkan, hal-hal yang diangap perlu diketahui haruslah selalu dikabarkan atau didemonstrasikan pada pengamat yang qualified dan tak berpihak. Kepercayaan memang ada dalam pengetahuan meski banyak pula kepercayaan tidak akan ditemukan siapapun di banyak pengetahuan. Pandangan-pandangan itu semuanya terangkai oleh konsep kegunaan dan fungsi pragmatis. Oleh karena itu, para pragmatis kerap mengungkapkan betapa apa yang kita mesti ketahui keraplah bukan sesuatu yang mesti kita percayai. Dalam sisi yang lain, sebab konsep kegunaan, apa yang ita percayai tidak selalu menjadi sesuatu hal yang pragmatisme selalu hadir menjadi relative dan kasuistik. Sebuah kebenaran yang dipandang benar-benar valid dan berguna, di waktu yang lain bisa menjadi sesuatu hal yang sama sekali mesti dilupakan.

    ReplyDelete
  17. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari link-link yang saya baca ini saya memperoleh arti aliran filsafat yang baru saya kenal, yaitu pragmatism dimana pragmatism ini merupakan aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Pragmatism ini tentunya sangat berguna jika di aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat karena di situ mengandung kebenaran dalam kebermanfaatan secara praktis. Oleh karena itu kita harus belajar-belajar terus agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Teori pragmatis menyatakan bahwa 'apa yang benar adalah apa yang berfungsi, jadi dapat dikatakan bahwa Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan kata lain, sesuatu tidak dipandang dari kebenaran objektif dari hal tersebut, melainkan bagaimana kebergunaannya bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  19. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Para filsuf yang terkenal sebagai tokoh pragmatisme diantaranya Charles Sanders Peirce, William James, John Dewey. Selanjutnya, pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu adalah apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu, kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Kemunculan pragmatisme sebagai aliran filsafat dalam kehidupan kontemporer telah membawa kemajuan-kemajuan yang pesat bagi ilmu pengetahuan maupun teknologi. Pragmatisme telah berhasil mendorong cara berfikir liberal, bebas dan selalu menyangsikan segala yang ada. Sesuai dengan coraknya yang sekuler, pragmatisme tidak mau mengakui sesuatu yang bersifat metafisika dan kebenaran absolut yang secara tidak langsung mengingkari sesuatu yang transendental. Pragmatisme menciptakan pola pikir masyarakat yang materialistik. Untuk mencapai materialismenya, manusia mengejarnya dengan berbagai cara, tanpa memperdulikan lagi dirinya merupakan anggota dari masyarakat sosialnya.

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Pragmatisme adalah tradisi filosofis yang berasal dari Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Yang terpenting dari 'pragmatis klasik' adalah Charles Sanders Peirce (1839-1914), William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952). Pengaruh pragmatisme menurun selama dua pertiga pertama abad ke-20, namun telah mengalami kebangkitan sejak tahun 1970an dengan para filsuf semakin bersedia untuk menggunakan tulisan dan gagasan para pragmatis klasik, dan juga sejumlah pemikir, seperti Richard Rorty, Hilary Putnam dan Robert Brandom mengembangkan pandangan filosofis yang mewakili tahap selanjutnya dari tradisi pragmatis. Inti pragmatisme adalah pepatah pragmatis, sebuah aturan untuk mengklarifikasi isi hipotesis dengan menelusuri 'konsekuensi praktis' mereka. Dalam karya Peirce dan James, aplikasi peribahasa pragmatis yang paling berpengaruh adalah konsep kebenaran. Tetapi para pragmatis juga cenderung berbagi pandangan epistemologis yang khas, pendekatan anti-Cartesian yang tidak berperasaan terhadap norma-norma yang mengatur penyelidikan.

    ReplyDelete
  21. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Seorang pragmatis memanganggap bahwa suatu kebenaran tentang ilmu pengetahuan itu bergantung dari pengetahuan tersebut bermanfaat atau tidak bagi kehidupan manusia. Kebermanfaatan sebuah ilmu menunjukkan bahwa ilmu tersebut benar adanya. Termasuk pula di dalamnya adalah ilmu-ilmu matematika. Terdapat beberapa tokoh yang memang berpandangan demikian. Namun, kita ketahui bahwa matematika merupakan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Karena matematika sejatinya sangat dekat dengan manusia dan berada di sekitar manusia.

    ReplyDelete
  22. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pragmatisme merupakan penolakan terhadap gagasan bahwa fungsi pikiran untuk menggambarkan, mewakili, atau sebagai cermin dari realitas. Pragmatisme ini merupakan tradisi filsafat yang dimulai di Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Pragmatis dianggap sebagai produk dari pertimbangan interaksi antara organisme dan lingkungan. Pragmatis berpendapat bahwa sebagian besar topik filosofis seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan semua ilmu terbaik dilihat dari segi manfaat praktis dan keberhasilan.

    ReplyDelete
  23. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Secara epitemologis pragma berarti tindakan atau action, sehingga pragmatisme beranggapan bahwa fikiran itu mengikuti tindakan. Pragmatisme menganggap pemikiran sebagai instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak gagasan bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kenyataan. Pragmatisme juga berlaku dalam dunia pendidikan. Tekanan utama pragmatisme dalam pendidikan selalu dilandaskan bahwa subjek didik bukanlah objek, melainkan subjek yang memiliki pengalaman. Setiap subjek didik tidak lain adalah individu yang mengalami sehingga mereka berkembang, serta memiliki insiatif dalam mengatasi problem-problem hidup yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  24. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.Filosuf yang terkenal sebagai tokoh filsafat pragmatisme adalah William James dan John Dewey.

    ReplyDelete
  25. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pragmatisme berasal dari dua kata yaitu pragma dan isme. Pragma berasal dari bahasa Yunani yang berarti tindakan atau action. Sedangkan isme yang merujuk pada cara berpikir atau suatu aliran berpikir. Dengan demikian filsafat pragmatisme beranggapan bahwa fikiran itu mengikuti tindakan. William James mengatakan bahwa secara ringkas prgamatisme adalah realitas sebagaimana yang kita ketahui

    ReplyDelete
  26. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Aliran ini terutama berkembang di Amerika Serikat, walau pada awal perkembangannya sempat juga berkembang ke Inggris, Perancis, dan Jerman. Orang pertama yang memperkenalkan ini ke seluruh dunia adalah William James.

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Pragmatism adalah aliran filsafat yang mengatakan bahwa benar atau tidaknya sesuatu bergantung pada bermanfaat atau tidaknya sesuatu tersebut. Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani yaitu pragma yang artinya yang dikerjakan, yang dilakukan, perbuatan, dan tindakan. Aliran pragmatism ini dikembangkan oleh William James (1842 - 1910) di Amerika Serikat (wikipedia). Contoh pragmatism dalam kehidupan sehari-hari adalah ilmu. Ilmu dikatakan hal yang benar jika ia memiliki manfaat bagi khalayak ramai, tetapi akan dipandang hal yang salah jika ilmu tersebut tidak memiliki manfaat atau bahkan mengundang kerusakan bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  28. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pencetus teori Pragmatisme adalah Charles S. Pierce. Charles berpendirian bahwa teori kebenaran yang terbaik tentang suatu ide adalah pernyataan. Jika ide tersebut benar, apakah akibatnya terhadap tindakan kita dalam kehidupan?. Menurut teori ini suatu pernyataan dianggap benar jika pernyataan tersebut bersifat fungsional dan memiliki manfaat dalam kehidupan praktis. Sebagai contoh, motivasi merupakan faktor yang sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, dapat dianggap benar jika pernyataan tersebut mempunyai kegunaan praktis.

    ReplyDelete
  29. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Setelah membaca beberapa link yang Bapak berikan, menurut hemat saya, pragmatisme merupakan salah satu aliran filsafat yang melihat suatu kebenaran berdasarkan pemikiran dari logika dari pengamatan. Pengamatan ini merupakan fakta konkret/ nyata dari kegiatan manusia yang terpisah satu dengan yang lainnya. Hal ini mengakibatkan pada representasi dari realitas yang tidak bersifat secara umum karena hanya berdasarkan pemikiran manusia yang belum tentu sama.

    ReplyDelete
  30. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Pragmatisme merupakan filsafat yang berdasarkan paham bahwa kebenaran, arti, atau nilai suatu gagasan harus dinilai dari segi praktisnya. Charles S. Pierce, sebagai bapak pragmatisme berpendirian bahwa ujian kebenaran terbaik tentang suatu ide adalah melalui pertanyaan: jika ide itu benar, apakah akibatnya kepada tindakan kita dalam hidup?. Pierce memandang kehidupan manusia sebagai perjuangan hidup yang tak berkesudahan dan makna terpenting dalam perjuangan itu adalah konsekuensi-konsekuensi yang bersifat praktis yang tentu erat hubungannya dengan makna dan kebenaran.

    ReplyDelete
  31. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, pragmatisme adalah filsafat tentang makna dan kebenaran yang terutama terkait dengan Peirce dan James. Pragmatisme diberikan berbagai formulasi oleh kedua penulis, namun intinya adalah meyakini bahwa makna sebuah doktrin sama dengan efek praktis pengadopsiannya. Peirce menafsirkan kalimat teoretis sebagai bentuk pikiran yang bingung yang maknanya hanya dari pepatah praktis yang sesuai (memberi tahu kita apa yang harus dilakukan dalam beberapa keadaan). Dalam James, masalah posisi dalam teori kebenaran, dengan sengaja membiarkan kepercayaan itu, termasuk misalnya kepercayaan kepada Tuhan, adalah benar jika kepercayaan "bekerja dengan memuaskan dalam arti kata yang paling luas". Menurut James hampir semua keyakinan bisa dianggap terhormat, dan bahkan benar, asalkan ia bekerja (tapi bekerja bukanlah masalah sederhana bagi James). Konsekuensi yang tampaknya subjektif dari hal ini ditentang oleh Russell, Moore, dan yang lainnya pada tahun-tahun awal abad ke-20. Hal ini menyebabkan terjadinya pembagian dalam pragmatisme antara orang-orang seperti Dewey, yang konsepsi praktikistik humanistiknya tetap terinspirasi oleh sains, dan rute yang lebih idealis yang diambil terutama oleh penulis Inggris FCS Schiller (1884-1937), merangkul doktrin bahwa usaha kognitif kita dan kebutuhan manusia benar-benar mengubah realitas yang ingin kita gambarkan. James sering menulis seolah-olah dia bersimpati dengan perkembangan ini. Dia menganggap hipotesis bahwa orang lain tidak memiliki pikiran dan ucapan bahwa hipotesis tersebut tidak akan berhasil karena tidak memuaskan hasrat egois kita untuk pengakuan dan kekaguman orang lain. Implikasi bahwa inilah yang membuat benar bahwa orang lain memiliki pikiran adalah bagian yang mengganggu.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  32. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pragmatism meruapakan suatu paham yang menyatakan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang mampu membuktikan dirinya sebagai yang paling benar dengan disertai segala macam akibat yang bermanfaat secara praktis. Artinya, segala sesuatu dapat diterima asalkan bermanfaat bagi kehidupan. Dan paham ini memfokuskan kepada praktik dalam mengadakan sebuah pembuktian pembenaran dari sesuatu hal yang dapat dilihat dari tindakannya yang praktis atau dari segi kegunaan. Paham ini terkadang bisa mengabaikan mengabaikan pendapat orang lain karena merasa dirinyalah yang benar, dan hanya mau mengakui pendapat orang apabila ada pembuktian secara empiris.

    ReplyDelete
  33. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Pragmatisme berkaitan dengan manfaat yang praktis. Apapun diterima asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. Dengan demikian, patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”.Kata pragmatisme sering sekali diucapkan orang. Orang-orang menyebut kata ini biasanya dalam pengertian praktis. Jika orang berkata, Rencana ini kurang pragmatis, maka maksudnya ialah rancangan itu kurang praktis. Pragmatisme memandang sesuatu dalam tataran praktis bukan teoritis. Pragmatisme menciptakan pola pikir materialistis karena berfokus pada sesuatu yang nyata, praktis, cepat, langsung dinikmati hasilnya. semakin perkembangannya zaman sepertisaat ini pun banyak yang memakai jalan pintas untuk mendapat kan sesuatu. hal ini harus di hindari sebagai generasi penerus kaarena usaha untuk mendapatkan sesuatu atau ada proses dibalik dari sebuah hasil adalh hal yang digunakan untuk mengerti sebuah proses dan pengorbanan. dari itu kita bisa menghadgai suatu proses.

    ReplyDelete
  34. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Saya pernah membaca tentang pemikiran Jhon Dewey. Bagi Dewey, teori tidak akan berguna tanpa praktik. Nah, kurang lebih itulah asumsi dasar dari pragmatisme. Dalam beberapa sumber dikatakan bahwa, pragmatisme adalah salah-satu pemikiran dalam filsafat yang menyatakan bahwa manfaat praktis adalah yang paling utama dari suatu pengetahuan. Dalam konteks penelitian ilmiah, pragmatisme menurut saya memiliki manfaat terutama dalam konteks penerapan metode dalam pengumpulan dan analisa data penelitian.

    ReplyDelete
  35. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pragmatisme adalah satu faham filsafat yang mengimani nilai kebenaran atau nilai benar suatu hal terletak pada akibat atau manfaat yang dihasilkan secara praktis. Jadi, segala yang ada di dunia ini, jika membawa manfaat praktis bagi manusia, maka hal itu adalah benar. Akan tetapi, sebaliknya, jika segala sesuatu yang ditindaklanjuti tidak membawa dampak berupa manfaat praktis, maka tiadalah kebenaran pada tindakan itu. Akan tetapi, saat ini saya sendiri masih berupaya mencari tahu sebenarnya manfaat praktis itu seperti apa, kemudian apakah manfaat praktis ini adalah hal hal yang memberikan kenikmatan dan kenyamanan bagi manusia? Jika iya, lantas apakah beda pragmatisme dan hedonisme? Akan tetapi tunggu dulu, akan saya lanjutkan usaha saya kali ini.
    Pendapat saya selanjutnya berdasarkan sumber yang saya baca, pragmatisme memanglah menekankan nilai kebenaran pada manfaat praktis yang dihasilkan. Maka poin selanjutnya yang mengiringi pembahasan ini mungkinkah segala yang membawa manfaat praktis masuk ke dalam pragmatisme? Misalkan saja hal hal yang irasional, tetapi membawa manfaat praktis bagi manusia. Poin yang selanjutnya lagi, jika nilai kebenaran dari pragmatisme dilihat dari kegunaan praktis yang dihasilkan, mungkinkan jika pragmatisme juga bersifat relativisme? Mohon ijin, maksut saya apakah berarti pragmatisme suatu golongan adalah relatif, karena setiap golongan tentu punya takaran kebermanfaatan yang berbeda beda. Sekian, mari kita terus berusaha, berdoa, dan baca

    ReplyDelete
  36. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kata dasar dari Pragmatisme adalah Pragmatis yang berarti bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan); mengenai atau bersangkutan dengan nilai-nilai praktis. sedangkan pragmatisme sendiri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia memiliki 3 arti : (1) kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan, dan sebagainya), bergantung pada penerapannya bagi kepentingan manusia; (2) paham yang menyatakan bahwa segala sesuatu tidak tetap, melainkan tumbuh dan berubah terus; dan (3) pandangan yang memberi penjelasan yang berguna tentang suatu permasalahan dengan melihat sebab akibat berdasarkan kenyataan untuk tujuan praktis.

    ReplyDelete
  37. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Pragmatisme berasal dari kata Yunani, yaitu pragma yang berarti guna. Pragmatisme merupakan aliran yang menganut bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat akibat-akibat yang bermanfaat secara praktis. Menurut pandangan pragmatisme, segala sesuatu dapat diterima asalkan bermanfaat bagi kehidupan. Aliran ini uga menekankan pada praktik dalam mengadakan pembuktian pembenaran dari sesuatu hal yang dapat dilihat dari tindakannya yang praktis atau dari segi kegunaan. Oleh karena itu, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.

    ReplyDelete
  38. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pragmatisme dapat diartikan sebagai paham yang lebih mengutamakan kepercayaan sebagai kebenaran yang sebenarnya, kaum pragmatisme lebih memandang bahwa pengalaman dapat mempengaruhi timbal balik seseorang. Apabila saya analogikan dalam pembelajaran matematika, sepertinya pragmatisme lebih sesuai dengan meaningfull learning yang lebih mengutamakan pembelajaran yang bermakna. Hal ini karena dalam pembelajaran bermakna juga lebih memperhatikan pengalaman siswa. Oleh karena itu guru sebagai fasilitator dapat memunculkan dan menerapkan pembelajaran yang membuat siswa terlibat dalam pengalaman tersebut sehingga siswa memiliki pengalamannya tersendiri dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  39. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Pragmatisme adalah paham yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi masyarakat tertentu, tetapi terbukti berguna bagi masyarakat yang lain. Maka konsep itu dinyatakan benar oleh masyarakat tersebut.

    ReplyDelete
  40. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pragma yang berarti perbuatan atau tindakan dan ism yang berarti aliran atau paham. Sehingga pragmatism ini menjelaskan bahwa yang bena adalah segala sesuatu yang dapat membuktikan dirinya benar sebagai yang benar dengan melihat akibat-akibat yang memiliki manfaat secara praktis. Inti dari aliran ini adalah berrmanfaat bagi kehidupan yang paktis. Oeh sebab itu pada aliran ini sifat dari suatu kebenaran relatif tidak mutlak, karena suatu konsep sama sekali tidak memberikan manfaat bagi kaum tertentu, tetapi terbukti bemanfaat bagi kaum yang lainnya. Maka konsep yang awalnya dinyatakan salah oleh kaum yang petama bisa juga dinyatakan benar oleh kaun yang kedua.

    ReplyDelete
  41. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Pragmatisme merupakan pandangan yang menilai baik buruknya sesuatu berdasarkan manfaat praktis dari tindakan. Apabila suatu tindakan tidak memiliki manfaat praktis maka tindakan tersebut tidak bisa dikatakan baik. Begitu pula sebaliknya. Pragmatisme menekankan pada pengamatan. Pragmatisme menolak pertanyaan tentang kebenaran terutama tentang metafisik. Karena bermanfaat secara praktis merupakan satu-satunya tujuan pragmatisme. Pragmatisme lebih menekankan pada hasil akhir tanpa mempedulikan prosesnya. apabila seseorang menganggap bahwa satu-satunya penilaian baik buruk tindakan adalah dapat digunakan secara praktis maka seseorang tersebut telah berpandangan pramatis.

    ReplyDelete
  42. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Menggumam kecil dalam hati dengan mengiyakan apa yang dikatakan oleh pragmatisme.Tepat seperti yang saya alami.Ketika mengahadapi masalah yang sulit saya cenderung menggunakan hal yang praktis tanpa harus bersusah payah untuk berpikir.Ya seperti sedang mengomentari artikel ini.Memainkan jari-jemari di atas leptop menerjemahkan kata demi kata meminta bantuan google trenslate.Menyadari sepnuhnya tidak dapat menghindar dari hal tersebut.Pragmatisme lebih mengutamakan hasil dibandingkan proses.Mengambil jalan pintas dan tidak ingin bersusah payah.Sepamahan saya, pragmatisme tidak memberikan ruang yang lebih untuk proses berpikir

    ReplyDelete
  43. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Mungkin dalam suatu masyarakat menyatakan bahwa konsep A tidak memiliki manfaat bagi mereka, namun ternyata konsep A tersebut memiliki manfaat bagi suatu masyarakat lainnya, maka ia dianggap bermanfaat bagi masyarakat laiinnya. Dapat dikatakan sifat dari pragmatisme relatif tidak mutlak.

    ReplyDelete
  44. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pragmatisme merupakan suatu paham yang memiliki kriteria kebenaran sesuatu apabila sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi individu tertentu, tetapi terbukti berguna bagi individu yang lain. Maka konsep itu dinyatakan benar oleh individu yang kedua.

    ReplyDelete
  45. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.
    Ada tiga patokan yang disetujui aliran pragmatisme yaitu :
    1. Menolak segala intelektualisme
    2. Absolutisme
    3. Meremehkan logika formal.

    ReplyDelete
  46. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Ini artinya pragmatisme adalah sebuah fikiran yang mengutamakan kebenaran, karena menurut para orang yang pragmatis yaitu jika semua dilakukan dengan kebenaran/ kejujuran maka akan membuahkan hasil yang baik. Namun kalau sesuatu diawali dengan sebuah yang salah maka hasilnya pun akan berantakan/kacau. Oleh sebab itu pentingnya kita untuk melakukan sesuatu dengan logika, memperhatikan kebenaran dalam suatu hal.

    ReplyDelete
  47. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas yang dapat saya pahami adalah bahwa pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung kepada manfaat atau tidaknya ucapan, dalil, atau teori tersebut bagi manusia. Pragmatis didasari pada suatu logika observatif yang nampak pada kenyataan. Semua hal memiliki kebenaran jika terdapat kegunaan dalam pengamalannya.

    ReplyDelete
  48. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Pragmatisme memisahkan agama dari kehidupan. Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain.

    ReplyDelete
  49. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Terima kasih linknya bapak
    Pragmatism bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan. Sesuatu dikatakan benar apabila ia efisien, praktis dan berguna. Jadi kebenaran ini tergantung dari siapa yang memandang. Manusia pragmatis sesungguhnya sama tuanya dengan usia manusia itu sendiri. Teori bekerja untuk suatu kegunaan pada manusia primitif selalu diterjemahkan untuk kebutuhan pangan, bukan untuk yang lain. Bahwa kemudian manusia mengenal peradaban, nilai-nilai pragmatisme mulai disandingkan dengan idealisme yang melahirkan berbagai aksi-aksi untuk perjuangan keadilan dan kemanusiaan, termasuk ilmu pengetahuan dan filsafat.

    ReplyDelete
  50. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Contoh dari pragmatism ini adalah pandangan bahwa bekerja untuk menjadi kaya. Padahal kita bekerja bukan hanya untuk menjadi kaya, tetapi kita harus memikirkan arti dari pekerjaan kita. Kita bekerja bukan hanya untuk mencari harta tetapi memberi manfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  51. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pragmatis diartikan sebagai yang bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan atau kemanfaatan. Dalam kacamata filsafat, pragmatisme didefinisikan sebagai aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Penganut aliran pragmatisme berpendapat bahwa bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting, melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  52. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pragmatisme secara umum dipandang berupaya menengahi pertikaian idealisme dan empirisme serta berupaya melakukan sintesis antara keduanya. Pragmatisme mendasarkan dirinya pada metode filsafat yang memakai sebab-sebab praktis dari pikiran serta kepercayaan. Pragmatisme merupakan gerakan filsfat Amerika yang menjadi terkenal selama satu abad terakhir. Ia adalah filsafat yang mencerminkan dengan kuat sifat-sifat kehidupan Amerika.

    ReplyDelete
  53. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Istilah Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang artinya guna,dan Isme sendiri berarti ajaran atau paham. Maka Pragmatisme adalah suatu ajaran yang mengajarkan sesuatu yang benar dapat diterima jika bermanfaat dan praktis. Filsafat pragmatisme ini berkembang di Amerika pada abad ke-19.Pragmatisme merupakan aliran filsafat dalam ajarannya menyatakan bahwa segala sesuatu itu dianggap benar apabila dia memiliki hasil yang bermanfaat bagi manusia. Yang menjadi penting dalam filsafat ini bukan kebenaran objek suatu pengetahuan, tetapi yang menjadi fokus adalah bagaimana manfaatnya bagi manusia. Salah satu tokohnya adalah William James. Prinsip-prinsip dasar William James terhadap pragmatisme antara lain adalah bahwa dunia ini sebenarnya tidaklah spontan, dunia ini benar adanya. Kebenaran itu tidak melekat pada ide. Manusia itu bebas untuk meyakini tentang apa yang dipercayainya mengenai dunia. Kebenaran itu bukan merupakan suatu titik yang absolut.

    ReplyDelete
  54. Junianto
    PM C

    Pragmatisme menganggap pemikiran sebagai instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak gagasan bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kenyataan. Pragmatis berpendapat bahwa kebanyakan topik filosofis seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan sains, semuanya paling baik dilihat dari segi kegunaan praktis dan kesuksesan mereka. Yang menjadi kata kunci dari paham ini adalah kegunaan praktis suatu topik filosofis.

    ReplyDelete
  55. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pragmatisme pada dasarnya merupakan gerakan filsafat Amerika yang begitu dominan selama satu abad terakhir dan mencerminkan sifat-sifat kehidupan Amerika. Demikian dekatnya pragmatisme dangan Amerika sehingga Popkin dan Stroll menyatakan bahwa pragmatisme merupakan gerakan yang berasal dari Amerika yang memiliki pengaruh mendalam dalam kehidupan intelektual di Amerika. Rakyat Amerika umumya menginginkan hasil yang kongkrit. Sesuatu yang penting harus pula kelihatan dalam kegunaannya.

    ReplyDelete
  56. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pragmatisme adalah salah satu paham filosofis yang berasal dari Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Inti pragmatisme adalah pepatah pragmatis, sebuah aturan untuk mengklarifikasi isi hipotesis dengan menelusuri 'konsekuensi praktis' dari teorinya Richard Rorty, Hilary Putnam dan Robert Brandom. Pragmatisme menganggap pemikiran sebagai instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak gagasan bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kenyataan.

    ReplyDelete
  57. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Pragmatis itu bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan).Pragmatisme adalah kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan), bergantung pada penerapannya bagi kepentingan manusia. Pragmatism adalah aliran yang percaya bahwa kebenaran itu sifatnta tergantung pada kepentingan manusia. Pragmatism lebih mementingkan sisi kepraktisan dibandingkan sisi manfaat. Dengan kata lain pragmatis adalah sesuatu hal yang lebih mementingkan hasil akhir ketimbang nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.

    ReplyDelete
  58. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Teori pragmatisme dijadikan dasar dalam pengembangan ilmu terapan. Menurut teori pragmatisme, suatu kebenaran dan suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan manusia. Kebenaran terbukti oleh kegunaannya, oleh hasilnya, dan oleh sebab akibat praktisnya.

    ReplyDelete
  59. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa pragmatisme adalah tradisi filsafat yang muncul di Amerika Serikat sekitar 1870. Pragmatisme menganggap pikiran adalah instrumen atau batal untuk melakukan prediksi, memecahkan masalah serta tindakan, dan menolak gagasan yang menyatakan bahwa fungsi pikiran adalah untuk menggambarkan, representasi atau merefleksikan realitas.

    ReplyDelete
  60. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pragmatism adalah paham filsafat yang memandang bahwa kriteria kebenaran itu apakah memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Mkasudnya paham yang memandang dunia dari tindakan yang dilakukan. Padahal tindakan itu apakah menghasilkan atau tidak. Dapat juga dikatakan apa yang dikatakan apakah cocok dengan apa yang dilakukan. Karena apa yang dilakukan merupakan perwujudan dari apa yang kita pikirkan. Dalam pendidikan, pragmatism ini memandang bahwa siswa adalah komponen yang mempunyai kemampuan luar biasa untuk tumbuh. Sedangkan guru membimbing pada proses belajar mengajar tanpa harus memaksakan minat siswa. Biarkan siswa itu mengembangkan pengetahuannya sendiri sesuai dengan minat yang diinginkan.

    ReplyDelete
  61. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pragmatisme merupakan paham mengacu pada pemikiran eksperimental, empiris, dan purposif berdasarkan dan diterapkan pada pengalaman. Dalam filsafat pendidikan, gagasan bahwa anak-anak belajar dengan melakukan, bahwa standar prosedur dan pemahaman kritis muncul dari penerapan konsep hingga materi pelajaran yang dialami secara langsung, telah disebut "pragmatis." Dalam linguistik, "pragmatik" mengacu pada bidang yang mempelajari hubungan pengguna bahasa dengan kata-kata atau tanda lain yang digunakan.

    ReplyDelete
  62. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Pragmatisme itu ajaran yang menekankan bahwa pemikran itu menuruti tindakan. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu, asal saja hanya membawa akibat praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi, kebenaran mistis semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. Pragmatisme memandang bahwa kriteria kebenaran ajaran adalah “faedah” atau “manfaat”. Jadi, selama hal itu membawa faedah baginya, para penganut pragmatisme akan menganggap bahwa hal itu benar meskipun sebenarnya hal itu merugikan orang lain. Ajaran ini akan berbahaya apabila dimiliki oleh para pemimpin karena dapat membawa mereka melakukan penyelewengan-penyelewangan dan tindakan korupsi. Bagi mereka hal-hal itu bermanfaat untuk dirinya, padahal sesungguhnya sangat merugikan bangsa.

    ReplyDelete
  63. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting.

    ReplyDelete
  64. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya sesuatu semata-mata bergantung kepada berfaedah atau tidaknya sesuatu tersebut bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. Dengan kata lain, aliran ini selalu memandang dari sisi kebergunaan sesuatu

    ReplyDelete
  65. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pragmatism merupakan aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu. Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, dimana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret dan terpisah satu sama lain.

    ReplyDelete
  66. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Filsafat pada mulanya, sampai kapan pun, merupakan usaha menjawab pertanyaan yang penting-penting. Orang telah berusaha menjawab pertanyaan itu dengan indera (empirisisme dalam artian yang datar), dengan akal (rasionalisme dalam artian yang datar), dan dengan rasa (intuisionisme, juga dalam artian yang datar).
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  67. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Empirisisme, rasionalisme, intuisionisme. Ketiga isme itu mempunyai banyak variasi pandangan didalamnya. James mencoba menjawab pertanyaan dengan isme pertama dan ingin menggabungkannya dengan isme kedua. Penggabungan yang dilakukannya dinamakannya pragmatisme, meminjam nama yang sudah digunakan orang sebelum dia.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  68. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Para penganut paham pragmatisme menganggap bahwa segala hal dianggap benar jika memiliki manfaat praktis dalam kehidupan. Kaitannya dengan pengetahuan, pengetahuan tidak selamanya harus memiliki bukti empiris selama pengetahaun tersebut mampu memberikan manfaat bagi kehidupan secara nyata, artinya pengetahuan tersebut berguna dan dapat digunakan alam kehidupan.

    ReplyDelete
  69. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pragmatisme merupakan salah satu aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat akibat atau hasil yang bermanfaat secara praktis. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Namun jika diamati lagi, seorang yang pragmatis merupakan seseorang yang selalu berjalan lurus demi tujuan hidupnya tanpa melihat lebih dalam makna dari perjalanannya tersebut. Ini menjadi pembelajaran buat banyak orang yang masih bersikap pragmatis untuk dapat lebih memahami apa yang ia pikirkan maupun apa yang ia jalankan. Jadikanlah keduanya sebuah jembatan untuk membentuk manusia yang lebih manusiawi lagi. Pragmatis memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sehingga, menjadi bijak dalam menentukan pilihan adalah hal yang harus dapat dipahami segala konsekuensinya nanti.

    ReplyDelete
  70. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Pragmatism adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Pragmatisme akan menghasilkan suatu manfaat melalui cara hidup yang praktis. Ada baiknya jika kita menerapkan pragmatism ini dalam hidup.

    ReplyDelete