Dec 1, 2012

PRAGMATISM

Ass Wr Wb

Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PRAGMATISM, bisa cermati link berikut:






Wss Wr Wb

Marsigit

29 comments:

  1. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Pragmatisme merupakan pandangan yang menilai baik buruknya sesuatu berdasarkan manfaat praktis dari tindakan. Apabila suatu tindakan tidak memiliki manfaat praktis maka tindakan tersebut tidak bisa dikatakan baik. Begitu pula sebaliknya. Pragmatisme menekankan pada pengamatan. Pragmatisme menolak pertanyaan tentang kebenaran terutama tentang metafisik. Karena bermanfaat secara praktis merupakan satu-satunya tujuan pragmatisme. Pragmatisme lebih menekankan pada hasil akhir tanpa mempedulikan prosesnya. apabila seseorang menganggap bahwa satu-satunya penilaian baik buruk tindakan adalah dapat digunakan secara praktis maka seseorang tersebut telah berpandangan pramatis.

    ReplyDelete
  2. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Menggumam kecil dalam hati dengan mengiyakan apa yang dikatakan oleh pragmatisme.Tepat seperti yang saya alami.Ketika mengahadapi masalah yang sulit saya cenderung menggunakan hal yang praktis tanpa harus bersusah payah untuk berpikir.Ya seperti sedang mengomentari artikel ini.Memainkan jari-jemari di atas leptop menerjemahkan kata demi kata meminta bantuan google trenslate.Menyadari sepnuhnya tidak dapat menghindar dari hal tersebut.Pragmatisme lebih mengutamakan hasil dibandingkan proses.Mengambil jalan pintas dan tidak ingin bersusah payah.Sepamahan saya, pragmatisme tidak memberikan ruang yang lebih untuk proses berpikir

    ReplyDelete
  3. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Mungkin dalam suatu masyarakat menyatakan bahwa konsep A tidak memiliki manfaat bagi mereka, namun ternyata konsep A tersebut memiliki manfaat bagi suatu masyarakat lainnya, maka ia dianggap bermanfaat bagi masyarakat laiinnya. Dapat dikatakan sifat dari pragmatisme relatif tidak mutlak.

    ReplyDelete
  4. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pragmatisme merupakan suatu paham yang memiliki kriteria kebenaran sesuatu apabila sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi individu tertentu, tetapi terbukti berguna bagi individu yang lain. Maka konsep itu dinyatakan benar oleh individu yang kedua.

    ReplyDelete
  5. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.
    Ada tiga patokan yang disetujui aliran pragmatisme yaitu :
    1. Menolak segala intelektualisme
    2. Absolutisme
    3. Meremehkan logika formal.

    ReplyDelete
  6. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Ini artinya pragmatisme adalah sebuah fikiran yang mengutamakan kebenaran, karena menurut para orang yang pragmatis yaitu jika semua dilakukan dengan kebenaran/ kejujuran maka akan membuahkan hasil yang baik. Namun kalau sesuatu diawali dengan sebuah yang salah maka hasilnya pun akan berantakan/kacau. Oleh sebab itu pentingnya kita untuk melakukan sesuatu dengan logika, memperhatikan kebenaran dalam suatu hal.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas yang dapat saya pahami adalah bahwa pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori, semata-mata bergantung kepada manfaat atau tidaknya ucapan, dalil, atau teori tersebut bagi manusia. Pragmatis didasari pada suatu logika observatif yang nampak pada kenyataan. Semua hal memiliki kebenaran jika terdapat kegunaan dalam pengamalannya.

    ReplyDelete
  8. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Pragmatisme memisahkan agama dari kehidupan. Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain.

    ReplyDelete
  9. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Terima kasih linknya bapak
    Pragmatism bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan. Sesuatu dikatakan benar apabila ia efisien, praktis dan berguna. Jadi kebenaran ini tergantung dari siapa yang memandang. Manusia pragmatis sesungguhnya sama tuanya dengan usia manusia itu sendiri. Teori bekerja untuk suatu kegunaan pada manusia primitif selalu diterjemahkan untuk kebutuhan pangan, bukan untuk yang lain. Bahwa kemudian manusia mengenal peradaban, nilai-nilai pragmatisme mulai disandingkan dengan idealisme yang melahirkan berbagai aksi-aksi untuk perjuangan keadilan dan kemanusiaan, termasuk ilmu pengetahuan dan filsafat.

    ReplyDelete
  10. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Contoh dari pragmatism ini adalah pandangan bahwa bekerja untuk menjadi kaya. Padahal kita bekerja bukan hanya untuk menjadi kaya, tetapi kita harus memikirkan arti dari pekerjaan kita. Kita bekerja bukan hanya untuk mencari harta tetapi memberi manfaat bagi orang lain.

    ReplyDelete
  11. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Menurut kamus besar bahasa Indonesia, pragmatis diartikan sebagai yang bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan atau kemanfaatan. Dalam kacamata filsafat, pragmatisme didefinisikan sebagai aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Penganut aliran pragmatisme berpendapat bahwa bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting, melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada orang lain.

    ReplyDelete
  12. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pragmatisme secara umum dipandang berupaya menengahi pertikaian idealisme dan empirisme serta berupaya melakukan sintesis antara keduanya. Pragmatisme mendasarkan dirinya pada metode filsafat yang memakai sebab-sebab praktis dari pikiran serta kepercayaan. Pragmatisme merupakan gerakan filsfat Amerika yang menjadi terkenal selama satu abad terakhir. Ia adalah filsafat yang mencerminkan dengan kuat sifat-sifat kehidupan Amerika.

    ReplyDelete
  13. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Istilah Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang artinya guna,dan Isme sendiri berarti ajaran atau paham. Maka Pragmatisme adalah suatu ajaran yang mengajarkan sesuatu yang benar dapat diterima jika bermanfaat dan praktis. Filsafat pragmatisme ini berkembang di Amerika pada abad ke-19.Pragmatisme merupakan aliran filsafat dalam ajarannya menyatakan bahwa segala sesuatu itu dianggap benar apabila dia memiliki hasil yang bermanfaat bagi manusia. Yang menjadi penting dalam filsafat ini bukan kebenaran objek suatu pengetahuan, tetapi yang menjadi fokus adalah bagaimana manfaatnya bagi manusia. Salah satu tokohnya adalah William James. Prinsip-prinsip dasar William James terhadap pragmatisme antara lain adalah bahwa dunia ini sebenarnya tidaklah spontan, dunia ini benar adanya. Kebenaran itu tidak melekat pada ide. Manusia itu bebas untuk meyakini tentang apa yang dipercayainya mengenai dunia. Kebenaran itu bukan merupakan suatu titik yang absolut.

    ReplyDelete
  14. Junianto
    PM C

    Pragmatisme menganggap pemikiran sebagai instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak gagasan bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kenyataan. Pragmatis berpendapat bahwa kebanyakan topik filosofis seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan sains, semuanya paling baik dilihat dari segi kegunaan praktis dan kesuksesan mereka. Yang menjadi kata kunci dari paham ini adalah kegunaan praktis suatu topik filosofis.

    ReplyDelete
  15. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pragmatisme pada dasarnya merupakan gerakan filsafat Amerika yang begitu dominan selama satu abad terakhir dan mencerminkan sifat-sifat kehidupan Amerika. Demikian dekatnya pragmatisme dangan Amerika sehingga Popkin dan Stroll menyatakan bahwa pragmatisme merupakan gerakan yang berasal dari Amerika yang memiliki pengaruh mendalam dalam kehidupan intelektual di Amerika. Rakyat Amerika umumya menginginkan hasil yang kongkrit. Sesuatu yang penting harus pula kelihatan dalam kegunaannya.

    ReplyDelete
  16. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pragmatisme adalah salah satu paham filosofis yang berasal dari Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Inti pragmatisme adalah pepatah pragmatis, sebuah aturan untuk mengklarifikasi isi hipotesis dengan menelusuri 'konsekuensi praktis' dari teorinya Richard Rorty, Hilary Putnam dan Robert Brandom. Pragmatisme menganggap pemikiran sebagai instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak gagasan bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kenyataan.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Pragmatis itu bersifat praktis dan berguna bagi umum; bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan).Pragmatisme adalah kepercayaan bahwa kebenaran atau nilai suatu ajaran (paham, doktrin, gagasan, pernyataan, ucapan), bergantung pada penerapannya bagi kepentingan manusia. Pragmatism adalah aliran yang percaya bahwa kebenaran itu sifatnta tergantung pada kepentingan manusia. Pragmatism lebih mementingkan sisi kepraktisan dibandingkan sisi manfaat. Dengan kata lain pragmatis adalah sesuatu hal yang lebih mementingkan hasil akhir ketimbang nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat.

    ReplyDelete
  18. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Teori pragmatisme dijadikan dasar dalam pengembangan ilmu terapan. Menurut teori pragmatisme, suatu kebenaran dan suatu pernyataan diukur dengan kriteria apakah pernyataan tersebut bersifat fungsional dalam kehidupan manusia. Kebenaran terbukti oleh kegunaannya, oleh hasilnya, dan oleh sebab akibat praktisnya.

    ReplyDelete
  19. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa pragmatisme adalah tradisi filsafat yang muncul di Amerika Serikat sekitar 1870. Pragmatisme menganggap pikiran adalah instrumen atau batal untuk melakukan prediksi, memecahkan masalah serta tindakan, dan menolak gagasan yang menyatakan bahwa fungsi pikiran adalah untuk menggambarkan, representasi atau merefleksikan realitas.

    ReplyDelete
  20. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pragmatism adalah paham filsafat yang memandang bahwa kriteria kebenaran itu apakah memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Mkasudnya paham yang memandang dunia dari tindakan yang dilakukan. Padahal tindakan itu apakah menghasilkan atau tidak. Dapat juga dikatakan apa yang dikatakan apakah cocok dengan apa yang dilakukan. Karena apa yang dilakukan merupakan perwujudan dari apa yang kita pikirkan. Dalam pendidikan, pragmatism ini memandang bahwa siswa adalah komponen yang mempunyai kemampuan luar biasa untuk tumbuh. Sedangkan guru membimbing pada proses belajar mengajar tanpa harus memaksakan minat siswa. Biarkan siswa itu mengembangkan pengetahuannya sendiri sesuai dengan minat yang diinginkan.

    ReplyDelete
  21. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pragmatisme merupakan paham mengacu pada pemikiran eksperimental, empiris, dan purposif berdasarkan dan diterapkan pada pengalaman. Dalam filsafat pendidikan, gagasan bahwa anak-anak belajar dengan melakukan, bahwa standar prosedur dan pemahaman kritis muncul dari penerapan konsep hingga materi pelajaran yang dialami secara langsung, telah disebut "pragmatis." Dalam linguistik, "pragmatik" mengacu pada bidang yang mempelajari hubungan pengguna bahasa dengan kata-kata atau tanda lain yang digunakan.

    ReplyDelete
  22. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Pragmatisme itu ajaran yang menekankan bahwa pemikran itu menuruti tindakan. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu, asal saja hanya membawa akibat praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi, kebenaran mistis semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. Pragmatisme memandang bahwa kriteria kebenaran ajaran adalah “faedah” atau “manfaat”. Jadi, selama hal itu membawa faedah baginya, para penganut pragmatisme akan menganggap bahwa hal itu benar meskipun sebenarnya hal itu merugikan orang lain. Ajaran ini akan berbahaya apabila dimiliki oleh para pemimpin karena dapat membawa mereka melakukan penyelewengan-penyelewangan dan tindakan korupsi. Bagi mereka hal-hal itu bermanfaat untuk dirinya, padahal sesungguhnya sangat merugikan bangsa.

    ReplyDelete
  23. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting.

    ReplyDelete
  24. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Pragmatisme adalah aliran pemikiran yang memandang bahwa benar tidaknya sesuatu semata-mata bergantung kepada berfaedah atau tidaknya sesuatu tersebut bagi manusia untuk bertindak dalam kehidupannya. Dengan kata lain, aliran ini selalu memandang dari sisi kebergunaan sesuatu

    ReplyDelete
  25. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pragmatism merupakan aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu. Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, dimana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret dan terpisah satu sama lain.

    ReplyDelete
  26. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Filsafat pada mulanya, sampai kapan pun, merupakan usaha menjawab pertanyaan yang penting-penting. Orang telah berusaha menjawab pertanyaan itu dengan indera (empirisisme dalam artian yang datar), dengan akal (rasionalisme dalam artian yang datar), dan dengan rasa (intuisionisme, juga dalam artian yang datar).
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  27. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Empirisisme, rasionalisme, intuisionisme. Ketiga isme itu mempunyai banyak variasi pandangan didalamnya. James mencoba menjawab pertanyaan dengan isme pertama dan ingin menggabungkannya dengan isme kedua. Penggabungan yang dilakukannya dinamakannya pragmatisme, meminjam nama yang sudah digunakan orang sebelum dia.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  28. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Para penganut paham pragmatisme menganggap bahwa segala hal dianggap benar jika memiliki manfaat praktis dalam kehidupan. Kaitannya dengan pengetahuan, pengetahuan tidak selamanya harus memiliki bukti empiris selama pengetahaun tersebut mampu memberikan manfaat bagi kehidupan secara nyata, artinya pengetahuan tersebut berguna dan dapat digunakan alam kehidupan.

    ReplyDelete
  29. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pragmatisme merupakan salah satu aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan melihat akibat atau hasil yang bermanfaat secara praktis. Tidak ada yang salah dalam hal ini. Namun jika diamati lagi, seorang yang pragmatis merupakan seseorang yang selalu berjalan lurus demi tujuan hidupnya tanpa melihat lebih dalam makna dari perjalanannya tersebut. Ini menjadi pembelajaran buat banyak orang yang masih bersikap pragmatis untuk dapat lebih memahami apa yang ia pikirkan maupun apa yang ia jalankan. Jadikanlah keduanya sebuah jembatan untuk membentuk manusia yang lebih manusiawi lagi. Pragmatis memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Sehingga, menjadi bijak dalam menentukan pilihan adalah hal yang harus dapat dipahami segala konsekuensinya nanti.

    ReplyDelete