Dec 1, 2012

PRAGMATISM

Ass Wr Wb

Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PRAGMATISM, bisa cermati link berikut:






Wss Wr Wb

Marsigit

43 comments:

  1. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Terima kasih linknya bapak
    Pragmatism bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan. Sesuatu dikatakan benar apabila ia efisien, praktis dan berguna. Jadi kebenaran ini tergantung dari siapa yang memandang. Manusia pragmatis sesungguhnya sama tuanya dengan usia manusia itu sendiri. Teori bekerja untuk suatu kegunaan pada manusia primitif selalu diterjemahkan untuk kebutuhan pangan, bukan untuk yang lain. Bahwa kemudian manusia mengenal peradaban, nilai-nilai pragmatisme mulai disandingkan dengan idealisme yang melahirkan berbagai aksi-aksi untuk perjuangan keadilan dan kemanusiaan, termasuk ilmu pengetahuan dan filsafat.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individuDasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima . begitu saja. Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum.Ide menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan. Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat metafisik, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan filsafat Barat di dalam sejarah.

    ReplyDelete
  3. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    ” pragmatist ethics is that it is not an ethical theory per se, but rather it is an anthropology, a way of understanding the human being and his moral action”. Ini yang menjadi pendirian para kaum pragmatis bahwa dalam etika yang baik adalah yang dapat dilaksanakan dan dipraktekkan. Lebih memprioritaskan tindakan daripada pengetahuan dan ajaran.
    Sumber: http://lnx.journalofpragmatism.eu/wp-content/uploads/2011/01/SERRA.pdf

    ReplyDelete
  4. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang beranggapan bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori bergantung kepada berfaedah dan tidaknya ucapan, dalil, atau teori bagi manusia untuk bertindak dalam hidupnya. Hal ini berarti bahwa ucapan, dalil, atau teori akan dinilai benar jika ucapan, dalil, atau teori mempunyai faedah atau manfaat bagi manusia. Sesuatu dianggap benar dilihat dari akibat-akibat atau hasil bukan dari kebenaran obyektif sehingga dapat berguna secara praktis bagi individu-individunya.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pragmatisme adalah tradisi filsafat yang dimulai di Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Charles Sanders Peirce , umumnya dianggap pendirinya, kemudian dijelaskan dalam nya pepatah pragmatis :
    Mempertimbangkan efek praktis dari benda konsepsi Anda. Kemudian, konsepsi Anda dari efek-efek adalah seluruh konsepsi Anda objek.
    Pragmatisme mempertimbangkan pikir instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak ide bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau cermin realitas. pragmatis berpendapat bahwa sebagian besar filsafat topik-seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan ilmu-semua terbaik dilihat dari segi kegunaan praktis mereka dan keberhasilan. Filosofi pragmatisme “menekankan aplikasi praktis dari ide-ide dengan bertindak pada mereka untuk benar-benar menguji mereka dalam pengalaman manusia”. Pragmatisme berfokus pada “alam semesta berubah daripada satu yang tidak berubah sebagai Idealis, Realis dan Thomis mengklaim”.

    ReplyDelete
  6. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.[1] Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.[2]

    Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain.[1][2] Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima begitu saja.[2] Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum.[2] Ide menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan.[2] Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat metafisik, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan filsafat Barat di dalam sejarah.[2]

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. menurut istilah adalah berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang berarti perbuatan ( action) atau tindakan (practice). Isme sendiri berarti ajaran atau paham. Dengan demikian Pragmatisme itu berarti ajaran yang menekankan bahwa pemikran itu menuruti tindakan. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu, asal saja hanya membawa akibat praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi, kebenaran mistis semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. Dengan demikian, patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”. Pragmatisme memandang bahwa kriteria kebenaran ajaran adalah “faedah” atau “manfaat”. Suatu teori atau hipotesis dianggap oleh Pragmatisme benar apabila membawa suatu hasil. Dengan kata lain, suatu teori itu benar kalau berfungsi (if it works).Kata pragmatisme sering sekali diucapkan orang. Orang-orang menyebut kata ini biasanya dalam pengertian praktis. Jika orang berkata, Rencana ini kurang pragmatis, maka maksudnya ialah rancangan itu kurang praktis. Pengertian seperti itu tidak begitu jauh dari pengertian pragmatisme yang sebenarnya, tetapi belum menggambarkan keseluruhan pengertian pragmatisme.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pragmatism adalah aliran dalam filsafat yang melihat kebenaran sesuatu dari kepraktisan dan kebermanfaatan yang dirasakan dan diperoleh masing-masing individu dari sesuatu itu. Dasar dari pragmatism ini adalah logika pengamatan masing-masing individu sehingga ide menjadi benar ketika memiliki fungsi praktis dan kegunaan atau manfaat bagi individu tersebut.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pragmatism merupakan aliran filsafat bahwa yang benar merupakan segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat sebab-akibat atau hasil yang bermanfaat secara praktis. Dasar aliran ini ialah logika pengamatan. Sebagai seorang guru haruslah dapat menerapkan metode pengajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa agar tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai yang dharapkan, maka diperlukan pengamatan mengenai karakteristik siswanya.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Istilah Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang artinya guna,dan Isme sendiri berarti ajaran atau paham. Maka Pragmatisme adalah suatu ajaran yang mengajarkan sesuatu yang benar dapat diterima jika bermanfaat dan praktis. Filsafat pragmatisme ini berkembang di Amerika pada abad ke-19.Pragmatisme merupakan aliran filsafat dalam ajarannya menyatakan bahwa segala sesuatu itu dianggap benar apabila dia memiliki hasil yang bermanfaat bagi manusia. Yang menjadi penting dalam filsafat ini bukan kebenaran objek suatu pengetahuan, tetapi yang menjadi fokus adalah bagaimana manfaatnya bagi manusia. Salah satu tokohnya adalah William James. Prinsip-prinsip dasar William James terhadap pragmatisme antara lain adalah bahwa dunia ini sebenarnya tidaklah spontan, dunia ini benar adanya. Kebenaran itu tidak melekat pada ide. Manusia itu bebas untuk meyakini tentang apa yang dipercayainya mengenai dunia. Kebenaran itu bukan merupakan suatu titik yang absolut.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pragmatisme berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang berarti perbuatan ( action) atau tindakan (practice). Isme sendiri berarti ajaran atau paham.
    Pragmatisme dapat diartikan sebagai ajaran yang menekankan bahwa pemikran itu menuruti tindakan.
    Sehingga yang dipikirkan oleh manusia merupakan berdasarkan tindakan yang dilakukan.
    Tindakan disini lebih diperhatikan dibandingkan hasil pemikiran yang tidak dapat ditangkap oleh indera.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pragmatisme merupakan aliran yang menerima segala sesuatu yang membawa akibat praktis. Pengalaman individu dan kebenaran mistis dapat diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan selagi membawa akibat yang praktis yang bermanfaat.
    Melihat hal di atas patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”.
    Sehingga suatu teori atau hipotesis dianggap oleh pragmatisme benar apabila membawa suatu hasil.
    Atau dengan kata lain, suatu teori itu benar kalau berfungsi (if it works).

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pragmatis pertama kali diperkenalkan oleh Charles S. Peirce (1839-1914). Teorinya kemudian dikembangkan oleh beberapa filsuf diantaranya adalah William james (1842-1910), John Dewey (1859-1952), George Herbert Mead (1863-1931) dan C.I.LewisPragmatism merupakan paham yang menganut pemikiran pragmatis yakni melihat segala sesuatu itu benar karena mempunyai kegunaan praktis

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sebagai manusia sekiranya mampu menjadi pragmatis namun sikap pragmatis yang dimiliki hendaknya disesuaikan dengan ruang dan waktu, sebab jika pragmatis diterapkan di semua ruang dan waktu akan menjadi tidak efektif. terkadang ada situasi yang membuat kita untuk tidak hanya melihat sisi kemanfaatan suatu hal tertentu.

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://www.britannica.com/topic/pragmatism-philosophyPragmatism, Sekolah filsafat, yang dominan di Amerika Serikat pada kuartal pertama abad ke-20, berdasarkan prinsip bahwa kegunaan, kemampuan kerja, dan kepraktisan gagasan, kebijakan, dan proposal merupakan kriteria jasa mereka. Ini menekankan prioritas tindakan atas doktrin, pengalaman mengenai prinsip-prinsip tetap, dan gagasan tersebut meminjamkan gagasan mereka dari konsekuensi dan kebenaran mereka dari verifikasi mereka. Dengan demikian, ide dasarnya adalah instrumen dan rencana tindakan.

    ReplyDelete
  16. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Masih berdasarkan link yang sama https://www.britannica.com/topic/pragmatism-philosophyPragmatism, Pragmatisme merupakan kelanjutan dari empirisme kritis dalam menekankan prioritas pengalaman aktual mengenai prinsip-prinsip tetap dan penalaran apriori (nonexperiential) dalam penyelidikan kritis. Dalam metodologi, pragmatisme adalah sikap filosofis yang luas terhadap pembentukan konsep, hipotesis, dan teori dan pembenarannya. Bagi pragmatis, interpretasi individu terhadap realitas dimotivasi dan dibenarkan dengan mempertimbangkan keefektifan dan kegunaannya dalam melayani kepentingan dan kebutuhannya. Pencetakan bahasa dan teori juga tunduk pada tujuan kritis kegunaan maksimal sesuai dengan berbagai tujuan umat manusia.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pragmatisme dilahirkan dengan tujuan untuk menjebatani dua kecenderungan berbeda yang ada pada saat itu. Kedua kecenderungan yang mau dijembatani itu yakni, pertantangan yang terjadi antara “yang spekulatif” dan “yang praksis”. Secara metodologis, pragmatisme akhirnya berhasil diserap oleh bidang-bidang kehidupan sehari-hari Amerika Serikat berkat kerja keras John Dewey. Dewey memusatkan perhatiaanya pada masalah-masalah yang menyangkut etika, pemikiran sosial dan pendidikan.

    ReplyDelete
  18. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kata pragmatisme sering sekali diucapkan orang. Orang-orang menyebut kata ini biasanya dalam pengertian praktis. Jika orang berkata, Rencana ini kurang pragmatis, maka maksudnya ialah rancangan itu kurang praktis. Pengertian seperti itu tidak begitu jauh dari pengertian pragmatisme yang sebenarnya, tetapi belum menggambarkan keseluruhan pengertian pragmatisme. Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.2 Aliran ini bersedia menerima segala sesutau, asal saja hanya membawa akibat praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi, kebenaran mistis semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. Dengan demikian, patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”.

    ReplyDelete
  19. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pragmatism considers thought an instrument or tool for prediction, problem solving and action, and rejects the idea that the function of thought is to describe, represent, or mirror reality. Pragmatists contend that most philosophical topics—such as the nature of knowledge, language, concepts, meaning, belief, and science—are all best viewed in terms of their practical uses and successes. The philosophy of pragmatism “emphasizes the practical application of ideas by acting on them to actually test them in human experiences”. Pragmatism focuses on a “changing universe rather than an unchanging one as the Idealists, Realists and Thomists had claimed”.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Pragmatism

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pragmatisme adalah tradisi filosofis yang berasal dari Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Yang terpenting dari pragmatis klasik adalah Charles Sanders Peirce (1839-1914), William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952). Pengaruh pragmatisme menurun selama dua pertiga pertama abad ke-20, namun telah mengalami kebangkitan sejak tahun 1970an dengan para filsuf semakin bersedia untuk menggunakan tulisan dan gagasan para pragmatis klasik, dan juga sejumlah pemikir, seperti Richard Rorty, Hilary Putnam dan Robert. Inti pragmatisme adalah pepatah pragmatis, sebuah aturan untuk mengklarifikasi isi hipotesis dengan menelusuri konsekuensi praktis mereka. Dalam karya Peirce dan James, aplikasi peribahasa pragmatis yang paling berpengaruh adalah konsep kebenaran.

    ReplyDelete
  21. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Berdasarkan sumber yang ada di atas, dapat kita ketahui bahwa pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Pragmatis merupakan sebuah konsep yang lebih mementingkan sisi kepraktisan daripada sisi manfaat. Dengan kata lain pragmatis lebih mementingkan hasil akhir daripada nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat. Pragmatisme dalam perkembangannya mengalami perbedaan kesimpulan walaupun berangkat dari gagasan asal yang sama. Kendati demikian, ada tiga patokan yang disetujui aliran pragmatisme yaitu, (1) menolak segala intelektualisme, dan (2) absolutisme, serta (3) meremehkan logika formal.

    ReplyDelete
  22. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu ialah, apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”. Pragmatisme memandang bahwa kriteria kebenaran adalah “faedah” atau “manfaat”. Suatu teori atau hipotesis dianggap benar oleh Pragmatisme apabila membawa suatu hasil. Dengan kata lain, suatu teori itu benar kalau berfungsi (if it works). Oleh sebab itu kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Mungkin sesuatu konsep atau peraturan sama sekali tidak memberikan kegunaan bagi masyarakat tertentu, tetapi terbukti berguna bagi masyarakat yang lain. Maka konsep itu dinyatakan benar oleh masyarakat yang kedua.

    ReplyDelete
  23. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aliran filsafat Pragmatisme menganggap pemikiran sebagai instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak gagasan bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kenyataan. Pragmatis berpendapat bahwa kebanyakan topik filosofis seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan sains semuanya paling baik dilihat dari segi kegunaan praktis dan kesuksesan mereka. Filosofi pragmatisme menekankan penerapan ide-ide praktis dengan bertindak pada mereka untuk benar-benar menguji mereka dalam pengalaman manusia. Pragmatisme berfokus pada alam semesta yang berubah dan bukan yang tidak berubah seperti yang Idealis, Realis dan Thomis telah mengklaim.

    ReplyDelete
  24. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang menekankan pengamatan penyelidikan dengan eksperimen (tindak percobaan), serta kebenaran yang mempunyai akibat – akibat yang memuaskan. Pragmatisme juga dapat diartikan sebagai hal mempergunakan segala sesuatu secara berguna. Sedangkan menurut istilah adalah berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang berarti perbuatan ( action) atau tindakan (practice). Isme sendiri berarti ajaran atau paham. Maka, pragmatisme itu berarti ajaran yang menekankan bahwa pemikran itu menuruti tindakan.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang engajarkan bahwa benar adalah segala sesuatu hal yang membuktikan drinya benar dengan melihat akibat yang ditimbulkan bermanfaat secara praktis. Seseorang yang pragmatism merupakan orang yang sellau berjalan lurus demi tercapai tujuan hidupnya tanpa melihat lebih makna dari proses perjalanan hidupnya. Pragmatism sendiri memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri. Menjadi bijak dalam menentukan pilihan adalah hal yang harus dipahami agar dapat emenrima segala konsekuensi dari pilihan.

    ReplyDelete
  26. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibatnya yang bermanfaat secara praktis filosuf yang terkenal sebagai tokoh filsafat pragmatisme adalah William James dan John Dewey. Seperti dengan aliran-aliran filsafat pada umumnya pragmatisme juga memiliki kekuatan dan kelemahan sehingga menimbulkan kritikan terhadap aliran filsafat ini. Para pragmatis selalu menolak jika filsafat mereka dikatakan berlandaskan suatu pemikiran metafisik sebagaimana metafisika tradisional yang selalu memandang bahwa dalam hidup ini terdapat sesuatu yang bersifat absolute dan berada di luar jangkauan pengalaman-pengalaman empiris.

    ReplyDelete
  27. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Para pragmatis selalu menolak jika filsafat mereka dikatakan berlandaskan suatu pemikiran metafisik sebagaimana metafisika tradisional yang selalu memandang bahwa dalam hidup ini terdapat sesuatu yang bersifat absolute dan berada di luar jangkauan pengalaman-pengalaman empiris. Dari itu, bagi mereka seandainya pun realitas adikodrati memang ada, mereka berasumsi bahwa manusia tidak akan mampu mengetahui hal itu. Pemikiran ini menunjukkan bahwa epistemology pragmatisme sepenuhnya berbasis pendekatan empiris : apa yang bisa dirasakan itulah yang benar. Artinya, akal, jiwa, dan materi adalah sesuatu hal yang tidak dapat dipisahkan. Sebab hanya dengan mengalamilah pengetahuan itu dapat diserap. Pengalaman menjadi parameter ketika sesuatu dapat diterima kebenarannya. Oleh karena itu, para pragmatis tidak nyaris pernah mendasarkan satu hal kebenaran. Menurut mereka, pengalaman yang pernah mereka alami akan berubah jika realitas yang mereka alami pun berubah.

    ReplyDelete
  28. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Corak paling kuat dari pragmatism adalah kuatnya pemikiran tentang konsep kegunaan. Makna kegunaan dalam pragmatisme lebih ditetapkan pada kebenaran sains, bukan pada hal-hal bersifat metafisik. Maka, dalam pragmatisme pengetahuan tidak selalu mesti diidentikkan dengan kepercayaan, tetapi kerap menjadi dua hal yang sama sekali terpisah. Kebenaran yang mungkin dianggap perlu dipercayai (to believe) bagi para pragmatis selalu menjadi sesuatu hal bersifat professional atau pribadi dan itu tidak perlu dikabarkan pada public. Sedangkan, hal-hal yang diangap perlu diketahui haruslah selalu dikabarkan atau didemonstrasikan pada pengamat yang qualified dan tak berpihak. Kepercayaan memang ada dalam pengetahuan meski banyak pula kepercayaan tidak akan ditemukan siapapun di banyak pengetahuan. Pandangan-pandangan itu semuanya terangkai oleh konsep kegunaan dan fungsi pragmatis. Oleh karena itu, para pragmatis kerap mengungkapkan betapa apa yang kita mesti ketahui keraplah bukan sesuatu yang mesti kita percayai. Dalam sisi yang lain, sebab konsep kegunaan, apa yang ita percayai tidak selalu menjadi sesuatu hal yang pragmatisme selalu hadir menjadi relative dan kasuistik. Sebuah kebenaran yang dipandang benar-benar valid dan berguna, di waktu yang lain bisa menjadi sesuatu hal yang sama sekali mesti dilupakan.

    ReplyDelete
  29. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari link-link yang saya baca ini saya memperoleh arti aliran filsafat yang baru saya kenal, yaitu pragmatism dimana pragmatism ini merupakan aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Pragmatism ini tentunya sangat berguna jika di aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat karena di situ mengandung kebenaran dalam kebermanfaatan secara praktis. Oleh karena itu kita harus belajar-belajar terus agar dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan bermasyarakat.

    ReplyDelete
  30. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Teori pragmatis menyatakan bahwa 'apa yang benar adalah apa yang berfungsi, jadi dapat dikatakan bahwa Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dengan kata lain, sesuatu tidak dipandang dari kebenaran objektif dari hal tersebut, melainkan bagaimana kebergunaannya bagi kehidupan.

    ReplyDelete
  31. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Para filsuf yang terkenal sebagai tokoh pragmatisme diantaranya Charles Sanders Peirce, William James, John Dewey. Selanjutnya, pragmatisme adalah aliran dalam filsafat yang berpandangan bahwa kriteria kebenaran sesuatu adalah apakah sesuatu itu memiliki kegunaan bagi kehidupan nyata. Oleh sebab itu, kebenaran sifatnya menjadi relatif tidak mutlak. Kemunculan pragmatisme sebagai aliran filsafat dalam kehidupan kontemporer telah membawa kemajuan-kemajuan yang pesat bagi ilmu pengetahuan maupun teknologi. Pragmatisme telah berhasil mendorong cara berfikir liberal, bebas dan selalu menyangsikan segala yang ada. Sesuai dengan coraknya yang sekuler, pragmatisme tidak mau mengakui sesuatu yang bersifat metafisika dan kebenaran absolut yang secara tidak langsung mengingkari sesuatu yang transendental. Pragmatisme menciptakan pola pikir masyarakat yang materialistik. Untuk mencapai materialismenya, manusia mengejarnya dengan berbagai cara, tanpa memperdulikan lagi dirinya merupakan anggota dari masyarakat sosialnya.

    ReplyDelete
  32. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Pragmatisme adalah tradisi filosofis yang berasal dari Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Yang terpenting dari 'pragmatis klasik' adalah Charles Sanders Peirce (1839-1914), William James (1842-1910) dan John Dewey (1859-1952). Pengaruh pragmatisme menurun selama dua pertiga pertama abad ke-20, namun telah mengalami kebangkitan sejak tahun 1970an dengan para filsuf semakin bersedia untuk menggunakan tulisan dan gagasan para pragmatis klasik, dan juga sejumlah pemikir, seperti Richard Rorty, Hilary Putnam dan Robert Brandom mengembangkan pandangan filosofis yang mewakili tahap selanjutnya dari tradisi pragmatis. Inti pragmatisme adalah pepatah pragmatis, sebuah aturan untuk mengklarifikasi isi hipotesis dengan menelusuri 'konsekuensi praktis' mereka. Dalam karya Peirce dan James, aplikasi peribahasa pragmatis yang paling berpengaruh adalah konsep kebenaran. Tetapi para pragmatis juga cenderung berbagi pandangan epistemologis yang khas, pendekatan anti-Cartesian yang tidak berperasaan terhadap norma-norma yang mengatur penyelidikan.

    ReplyDelete
  33. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Seorang pragmatis memanganggap bahwa suatu kebenaran tentang ilmu pengetahuan itu bergantung dari pengetahuan tersebut bermanfaat atau tidak bagi kehidupan manusia. Kebermanfaatan sebuah ilmu menunjukkan bahwa ilmu tersebut benar adanya. Termasuk pula di dalamnya adalah ilmu-ilmu matematika. Terdapat beberapa tokoh yang memang berpandangan demikian. Namun, kita ketahui bahwa matematika merupakan ilmu yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Karena matematika sejatinya sangat dekat dengan manusia dan berada di sekitar manusia.

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pragmatisme merupakan penolakan terhadap gagasan bahwa fungsi pikiran untuk menggambarkan, mewakili, atau sebagai cermin dari realitas. Pragmatisme ini merupakan tradisi filsafat yang dimulai di Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Pragmatis dianggap sebagai produk dari pertimbangan interaksi antara organisme dan lingkungan. Pragmatis berpendapat bahwa sebagian besar topik filosofis seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan semua ilmu terbaik dilihat dari segi manfaat praktis dan keberhasilan.

    ReplyDelete
  35. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Secara epitemologis pragma berarti tindakan atau action, sehingga pragmatisme beranggapan bahwa fikiran itu mengikuti tindakan. Pragmatisme menganggap pemikiran sebagai instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak gagasan bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau mencerminkan kenyataan. Pragmatisme juga berlaku dalam dunia pendidikan. Tekanan utama pragmatisme dalam pendidikan selalu dilandaskan bahwa subjek didik bukanlah objek, melainkan subjek yang memiliki pengalaman. Setiap subjek didik tidak lain adalah individu yang mengalami sehingga mereka berkembang, serta memiliki insiatif dalam mengatasi problem-problem hidup yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  36. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pragmatisme berasal dari kata pragma (bahasa Yunani) yang berarti tindakan, perbuatan. Pragmatisme adalah suatu aliran yang mengajarkan bahwa yang benar apa yang membuktikan dirinya sebagai benar dengan perantaraan akibat-akibatnya yang bermanfaat secara praktis.Filosuf yang terkenal sebagai tokoh filsafat pragmatisme adalah William James dan John Dewey.

    ReplyDelete
  37. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari sumber literasi yang sudah saya baca, aliran pragmatisme memandang bahwa peserta didik dalam pendidikan bukanlah objek, melainkan subjek yang memiliki pengalaman. Setiap subjek Didik tidak lain adalah individu yang mengalami, sehingga mereka berkembang serta memiliki inisiatif dalam mengatasi permasalahan - permalasahan hidup yang mereka miliki.

    ReplyDelete
  38. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pelaksanaanya, pendidikan pragmatisme mengarahkan agar subjek Didik saat belajar di sekolah tak berbeda ketika ia berada di luar sekolah. Oleh karenanya, kehidupan di sekolah selalu disadari sebagai bagian dari pengalaman hidup, bukan bagian dari persiapan untuk menjalani hidup.

    ReplyDelete
  39. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Subjek Didik menghadapi problem yang menyebabkan lahirnya tindakan penuh dari pemikiran yang reflektif. Kesadaran akan kecerdasan itulah yang akan melahirkan pertumbuhan dan pertumbuhan akan membawa mereka di dalam beradaptasi dengan dunia yang berubah. Ide gagasan yang berkembang menjadi sarana keberhasilan.

    ReplyDelete
  40. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Selanjutnya, pendidikan pragmatisme kerap dianggap sebagai pendidikan yang mencanangkan nilai-nilai demokrasi dalam ruang pembelajaran sekolah. Karena pendidikan bukan ruang yang terpisah dari sosial, setiap orang dalam suatu masyarakat juga diberi kesempatan untuk terlibat dalam setiap pengambilan keputusan pendidikan yang ada. Keputusan - keputusan tersebut kemudian mengalami evaluasi berdasarkan situasi-situasi sosial yang ada.

    ReplyDelete
  41. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Pragmatisme, meski banyak varian, intinya berarti kita mengenal dunia melalui kepraktisan atau kegunaan benda (atau konsep). Pragmatisme adalah istilah yang diciptakan oleh C. S. Pierce untuk menunjukkan analisis maknanya. Dia berpendapat bahwa konsepsi kita tentang sebuah benda dibingkai secara keseluruhan oleh konsepsi yang kita miliki tentang bantalan praktis yang mungkin dimiliki objek tersebut. Telah dikemukakan bahwa istilah pragmatisme adalah keliru karena pragmatis sebagai kelompok tidak menganut doktrin namun pendukung metode. Pragmatisme juga diartikan sebagai cara untuk menganalisis masalah.

    ReplyDelete
  42. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pragmatisme berasal dari dua kata yaitu pragma dan isme. Pragma berasal dari bahasa Yunani yang berarti tindakan atau action. Sedangkan isme yang merujuk pada cara berpikir atau suatu aliran berpikir. Dengan demikian filsafat pragmatisme beranggapan bahwa fikiran itu mengikuti tindakan. William James mengatakan bahwa secara ringkas prgamatisme adalah realitas sebagaimana yang kita ketahui

    ReplyDelete
  43. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Aliran ini terutama berkembang di Amerika Serikat, walau pada awal perkembangannya sempat juga berkembang ke Inggris, Perancis, dan Jerman. Orang pertama yang memperkenalkan ini ke seluruh dunia adalah William James.

    ReplyDelete