Dec 1, 2012

PRAGMATISM

Ass Wr Wb

Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PRAGMATISM, bisa cermati link berikut:






Wss Wr Wb

Marsigit

8 comments:

  1. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Terima kasih linknya bapak
    Pragmatism bersifat mengutamakan segi kepraktisan dan kegunaan (kemanfaatan. Sesuatu dikatakan benar apabila ia efisien, praktis dan berguna. Jadi kebenaran ini tergantung dari siapa yang memandang. Manusia pragmatis sesungguhnya sama tuanya dengan usia manusia itu sendiri. Teori bekerja untuk suatu kegunaan pada manusia primitif selalu diterjemahkan untuk kebutuhan pangan, bukan untuk yang lain. Bahwa kemudian manusia mengenal peradaban, nilai-nilai pragmatisme mulai disandingkan dengan idealisme yang melahirkan berbagai aksi-aksi untuk perjuangan keadilan dan kemanusiaan, termasuk ilmu pengetahuan dan filsafat.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individuDasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain. Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima . begitu saja. Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum.Ide menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan. Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat metafisik, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan filsafat Barat di dalam sejarah.

    ReplyDelete
  3. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    ” pragmatist ethics is that it is not an ethical theory per se, but rather it is an anthropology, a way of understanding the human being and his moral action”. Ini yang menjadi pendirian para kaum pragmatis bahwa dalam etika yang baik adalah yang dapat dilaksanakan dan dipraktekkan. Lebih memprioritaskan tindakan daripada pengetahuan dan ajaran.
    Sumber: http://lnx.journalofpragmatism.eu/wp-content/uploads/2011/01/SERRA.pdf

    ReplyDelete
  4. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pragmatisme merupakan aliran filsafat yang beranggapan bahwa benar tidaknya suatu ucapan, dalil, atau teori bergantung kepada berfaedah dan tidaknya ucapan, dalil, atau teori bagi manusia untuk bertindak dalam hidupnya. Hal ini berarti bahwa ucapan, dalil, atau teori akan dinilai benar jika ucapan, dalil, atau teori mempunyai faedah atau manfaat bagi manusia. Sesuatu dianggap benar dilihat dari akibat-akibat atau hasil bukan dari kebenaran obyektif sehingga dapat berguna secara praktis bagi individu-individunya.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pragmatisme adalah tradisi filsafat yang dimulai di Amerika Serikat sekitar tahun 1870. Charles Sanders Peirce , umumnya dianggap pendirinya, kemudian dijelaskan dalam nya pepatah pragmatis :
    Mempertimbangkan efek praktis dari benda konsepsi Anda. Kemudian, konsepsi Anda dari efek-efek adalah seluruh konsepsi Anda objek.
    Pragmatisme mempertimbangkan pikir instrumen atau alat untuk prediksi, pemecahan masalah dan tindakan, dan menolak ide bahwa fungsi pemikiran adalah untuk menggambarkan, mewakili, atau cermin realitas. pragmatis berpendapat bahwa sebagian besar filsafat topik-seperti sifat pengetahuan, bahasa, konsep, makna, kepercayaan, dan ilmu-semua terbaik dilihat dari segi kegunaan praktis mereka dan keberhasilan. Filosofi pragmatisme “menekankan aplikasi praktis dari ide-ide dengan bertindak pada mereka untuk benar-benar menguji mereka dalam pengalaman manusia”. Pragmatisme berfokus pada “alam semesta berubah daripada satu yang tidak berubah sebagai Idealis, Realis dan Thomis mengklaim”.

    ReplyDelete
  6. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis.[1] Dengan demikian, bukan kebenaran objektif dari pengetahuan yang penting melainkan bagaimana kegunaan praktis dari pengetahuan kepada individu-individu.[2]

    Dasar dari pragmatisme adalah logika pengamatan, di mana apa yang ditampilkan pada manusia dalam dunia nyata merupakan fakta-fakta individual, konkret, dan terpisah satu sama lain.[1][2] Dunia ditampilkan apa adanya dan perbedaan diterima begitu saja.[2] Representasi realitas yang muncul di pikiran manusia selalu bersifat pribadi dan bukan merupakan fakta-fakta umum.[2] Ide menjadi benar ketika memiliki fungsi pelayanan dan kegunaan.[2] Dengan demikian, filsafat pragmatisme tidak mau direpotkan dengan pertanyaan-pertanyaan seputar kebenaran, terlebih yang bersifat metafisik, sebagaimana yang dilakukan oleh kebanyakan filsafat Barat di dalam sejarah.[2]

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Pragmatisme adalah aliran filsafat yang mengajarkan bahwa yang benar adalah segala sesuatu yang membuktikan dirinya sebagai yang benar dengan melihat kepada akibat-akibat atau hasilnya yang bermanfaat secara praktis. menurut istilah adalah berasal dari bahasa Yunani “ Pragma” yang berarti perbuatan ( action) atau tindakan (practice). Isme sendiri berarti ajaran atau paham. Dengan demikian Pragmatisme itu berarti ajaran yang menekankan bahwa pemikran itu menuruti tindakan. Aliran ini bersedia menerima segala sesuatu, asal saja hanya membawa akibat praktis. Pengalaman-pengalaman pribadi, kebenaran mistis semua bisa diterima sebagai kebenaran dan dasar tindakan asalkan membawa akibat yang praktis yang bermanfaat. Dengan demikian, patokan pragmatisme adalah “manfaat bagi hidup praktis”. Pragmatisme memandang bahwa kriteria kebenaran ajaran adalah “faedah” atau “manfaat”. Suatu teori atau hipotesis dianggap oleh Pragmatisme benar apabila membawa suatu hasil. Dengan kata lain, suatu teori itu benar kalau berfungsi (if it works).Kata pragmatisme sering sekali diucapkan orang. Orang-orang menyebut kata ini biasanya dalam pengertian praktis. Jika orang berkata, Rencana ini kurang pragmatis, maka maksudnya ialah rancangan itu kurang praktis. Pengertian seperti itu tidak begitu jauh dari pengertian pragmatisme yang sebenarnya, tetapi belum menggambarkan keseluruhan pengertian pragmatisme.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pragmatism adalah aliran dalam filsafat yang melihat kebenaran sesuatu dari kepraktisan dan kebermanfaatan yang dirasakan dan diperoleh masing-masing individu dari sesuatu itu. Dasar dari pragmatism ini adalah logika pengamatan masing-masing individu sehingga ide menjadi benar ketika memiliki fungsi praktis dan kegunaan atau manfaat bagi individu tersebut.

    ReplyDelete