Dec 2, 2012

PHENOMENOLOGY





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PHENOMENOLOGY, koneklah:





Wss Wr Wb
Marsigit

65 comments:

  1. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jika kita membaca referensi terkait fenomena, dapat kita ketahui bahwa fenomenologi diartikan sebagai: 1) pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal, 2) suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang (Husserl). Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. dalam arti yang lebih khusus, istilah ini mengacu pada penelitian terdisiplin tentang kesadaran dari perspektif pertama seseorang. Fenomenologi kadang-kadang digunakan sebagai perspektif filosofi dan juga digunakan sebagai pendekatan dalam metode kualitatif. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Dalam hal ini, para fenomenologis ingin memahami bagaimana dunia muncul kepada orang lain.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Phenomenology merupakan studi tentang struktur kesadaran sebagai pengalaman dari sudut pandang orang pertama. Phenomenology juga merupakan sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenomenologi (Phenomenology) berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak.

    ReplyDelete
  3. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Fenomenologi merupakan studi filosofis tentang struktur pengalaman dan kesadaran. Fenomenologi dalam konsepsi Husserl terutama berkaitan dengan refleksi sistematis dan mempelajari struktur kesadaran dan fenomena yang muncul dalam tindakan kesadaran. Fenomenologi dapat dibedakan dari metode analisis Cartesian yang memandang dunia sebagai objek, kumpulan objek, dan objek yang saling bereaksi satu sama lain.

    ReplyDelete
  4. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Phenomenology, in Husserl's conception, is primarily concerned with the systematic reflection on and study of the structures of consciousness and the phenomena that appear in acts of consciousness. Phenomenology can be clearly differentiated from the Cartesian method of analysis which sees the world as objects, sets of objects, and objects acting and reacting upon one another.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Phenomenology_(philosophy)

    ReplyDelete
  5. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Fenomenologi memiliki banyak sekali arti sesuai dengan sudut pandang mana kita memahaminya. Dimana berdasarkan dari sumber yang diberikan, jika dari sudut pandang metode pengukuran dalam sains maka Fenomenologi dapat merujuk pada penelitian empiris. Sedangkan dalam filsafat Fenomenologi (filsafat) merupakan metode filosofis dan sekolah filsafat yang didirikan oleh Edmund Husserl (1859-1938). Menurut saya, Fenomenologi merujuk pada fenomena atau sesuatu yang terjadi, sehingga Fenomenologi merupakan metode untuk memahami fenomena atau sesuatu yang terjadi tersebut.

    ReplyDelete
  6. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Dalam bukunya Neues Organon (1764) menulis tentang ilmu yang tak nyata. Fenomenologi umumnya dipahami dalam salah satu dari dua cara: sebagai bidang disiplin dalam filsafat, atau sebagai sebuah gerakan dalam sejarah filsafat.

    ReplyDelete
  7. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berbicara masalah phenomenology maka erat kaitannya dengan Penelitian empiris, bila digunakan untuk menggambarkan metode pengukuran dalam beberapa sains. (1) Hubungan empiris atau model fenomenologis.(2) fenomenologi (arsitektur), berdasarkan pengalaman bahan bangunan dan sifat inderanya. (3) Fenomenologi (arkeologi), berdasarkan pemahaman lanskap budaya dari perspektif sensorik. (4) Fenomenologi (fisika partikel), cabang fisika partikel yang berhubungan dengan penerapan teori terhadap eksperimen berenergi tinggi. (5) Fenomenologi (filsafat), metode filosofis dan sekolah filsafat yang didirikan oleh Edmund Husserl (1859-1938).(6) Fenomenologi (psikologi), pengalaman subyektif atau pelajaran mereka.
    Sebagai contoh: Dalam penelitian fenomenologis epoché digambarkan sebagai proses yang melibatkan pemblokiran bias dan asumsi untuk menjelaskan suatu fenomena dalam bentuk sistem makna inherennya sendiri. Salah satu teknik sebenarnya dikenal dengan bracketing. Ini melibatkan langkah sistematis untuk "menyisihkan" berbagai asumsi dan kepercayaan tentang sebuah fenomena untuk meneliti bagaimana fenomena tersebut muncul dalam dunia peserta

    ReplyDelete
  8. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Fenomenologi adalah studi tentang pengetahuan yang berasal dari kesadaran atau cara memahami suatu objek atau peristiwa dengan mengalaminya secara sadar. Dengan demikian fenomenologi menuntut pengalaman langsung bagi penganutnya. Kesadaran menjadi cirikhas dari studi ini. Fenomenologi tidaklah merujuk kepada suatu yang tidak dapat dikenal. Fenomenologi berkeyakinan bahwa kita dapat melihat “benda yang sebenarnya” dalam fenomenon merujuk kepada “bendanya itu sendiri”.
    Contoh : Phenomenologi matematika adalah proses memahami objek matematika yang real dan proses belajar matematika melalui pengalaman melakukan. Ilmu matematika yang disusun berdasarkan penelitian-penelitian dan hal nyata yang dilakukan oleh para ilmuan.

    ReplyDelete
  9. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Jika kita membahas tentang pendekatan maka akan melihatnya dari berbagai sudut pandang yang beragam, tergantung bagaimana menyikapi dan melihatnya lebih dalam. Belajar dari pengalaman akan mengajarkan banyak hal secara langsung yang biasanya akan lebih bermakna. Hakikat manusia sbg individu dan makhluk sosial yang berkaitan terhadap cara kita memposisikan diri dengan baik pada lingkungan masyarakat untuk menghargai diri sendiri.

    ReplyDelete
  10. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Tradisi fenomenologi berkonsentrasi pada pengalaman pribadi termasuk bagian dari individu – individu yang ada saling memberikan pengalaman satu sama lainnya. Komunikasi di pandang sebagai proses berbagi pengalaman atau informasi antar individu melalui dialog. Hubungan baik antar individu mendapat kedudukan yang tinggi dalam tradisi ini. Dalam tradisi ini mengatakan bahwa bahasa adalah mewakili suatu pemaknaan terhadap benda. Jadi, satu kata saja sudah dapat memberikan pemaknaan pada suatu hal yang ingin di maknai. Pada intinya, bahwa aliran fenomenologi mempunyai pandangan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita.

    ReplyDelete
  11. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan arti kata baru dari filsafat yaitu phenomenology. Dimana phenomenology ini mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenomena di sini berarti bahwa dapat dicerna dengan akal. Sehingga jika terdapat kejadian-kejadian yang dapat kita cerna melalui pemikiran akal kita maka secara tidak langsung kita telah melakukan phenomenolgy. Selain itu dalam dunia penelitian, phenomenology ini juga muncul dimana pada pendekatan penelitian kualitatif. Sehingga dari sini kita harus jelas dari sisi mana kita mengartikan dari phenomenology ini.

    ReplyDelete
  12. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Metodologi berpikir di dalam filsafat Husserl dikenal sebagai fenomenologi. Menurut Husserl, fenomenologi merupakan sebuah studi tentang struktur kesadaran yang memungkinkan kesadaran-kesadaran tersebut menunjuk kepada objek-objek di luar dirinya. Smith memperjelas bahwa fenomenologi Husserl adalah sebuah upaya untuk memahami kesadaran sebagaimana dialami dari sudut pandang orang pertama. Secara literal, fenomenologi adalah studi tentang fenomena, atau tentang segala sesuatu yang tampak bagi kita di dalam pengalaman subyektif, atau tentang bagaimana kita mengalami segala sesuatu di sekitar kita. Fenomenologi Husserlian adalah ilmu tentang esensi dari kesadaran. Berdasarkan penelitian Smith, fenomenologi Husserl dibangun di atas setidaknya dua asumsi. Asumsi pertama yaitu setiap pengalaman manusia sebenarnya adalah satu ekspresi dari kesadaran dan asumsi kedua yaitu setiap bentuk kesadaran selalu merupakan kesadaran akan sesuatu.

    ReplyDelete
  13. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Artikel ini berkaitan dengan artikel sebelumnya yang menerangkan mengenai Epoché yang ternyata juga berkaitan dengan fenomenologi. Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. Struktur sentral sebuah pengalaman adalah intensionalitasnya, yang diarahkan pada sesuatu, karena ini adalah pengalaman atau tentang beberapa objek. Suatu pengalaman diarahkan ke objek berdasarkan isi atau maknanya (yang mewakili objek) bersama dengan kondisi pemungkin yang sesuai. Fenomenologi ini pun ada berbagai macamnya, diantaranya yaitu fenomenologi arsitektur, fenomenologi arkeologi, fenomenologi bagian fisika, fenomenologi filsafat dan fenomenologi psikologi.

    ReplyDelete
  14. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Fenomenologi secara khusus berbicara tentang kesadaran dan strukturnya, atau cara-cara bagaimana fenomena muncul pada kita. Karena kesadaran semestinya merupakan apa, dimana segala sesuatu menyatakan dirinya dan fenomenologi adalah studi tentang kesadaran, maka fenomenologi merupakan filsafat utama.

    ReplyDelete
  15. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Fenomenologi umumnya dipahami dari salah satu dalam dua cara yaitu sebagai bidang disiplin dalam filsafat, atau sebagai gerakan dalam sejarah filsafat. Fenomenologi dalam bidang disiplin didefinisikan sebagai studi tentang struktur pengalaman atau kesadaran. Secara harfiah, fenomenologi adalah studi tentang "fenomena" atau hal-hal yang muncul dalam pengalaman kita atau cara kita mengalami hal-hal sehingga makna hal tersebut dimiliki dalam pengalaman kita. Sedangkan fenomenologi dalam gerakan sejarah adalah tradisi filsafat yang diluncurkan pada awal abad ke-20 oleh Edmund Husserl, Martin Heidegger, Maurice Merleau-Ponty, Jean-Paul Sartre, dll. Pada dasarnya, fenomenologi mempelajari struktur berbagai jenis pengalaman mulai dari persepsi, pikiran, memori, imajinasi, emosi, keinginan dan kemauan kesadaran jasmani, mewujudkan tindakan, dan kegiatan sosial, termasuk kegiatan linguistik.

    ReplyDelete
  16. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Istilah fenomenologi pertama kali diperkenalkan oleh seorang filsuf Jerman yaitu Johann Heinrich Lambert. Fenomenologi dapat diartikan sebagai sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenomena sendiri merupakan suatu hal yang bisa disaksikan dengan panca indera serta dapat dinilai dan diterangkan secara ilmiah. Fenomena juga dapat diartikan sebagai suatu fakta yang kita temui di lapangan. Dengan demikian, dapat saya simpulkan bahwa fenomenologi merupakan sebuah studi tentang semua kejadian atau semua hal yang dapat disaksikan yang berkaitan dengan manusia. Artinya, semua permasalahan-permasalahan yang dialami oleh manusia serta yang mempengaruhinya.

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Fenomenologi merupakan kajian tentang bagaimana manusia sebagai subyek memaknai obyek-obyek di sekitarnya. Ketika berbicara tentang makna dan pemaknaan yang dilakukan, maka hermeneutik terlibat di dalamnya. Pada intinya, bahwa aliran fenomenologi mempunyai pandangan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita. Fenomenologi merupakan suatu pengetahuan tentang kesadaran murni yang dialami manusia.

    ReplyDelete
  18. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Kant menamakan bagian keempat dan karyanya yang berjudul metaphysical principles of natural science. Bagian ini menguraikan gerak dan diam sebagai karakteristik umum yang menandai setiap gejala. Kant memerlukan studi fenomenologi tentang perbedaan antara dunia inderawi dan dunia intelligensi guna memecah kekacauan metafisik antara keduanya.

    ReplyDelete
  19. Fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang muncul atau tampak. Fenomena bearti hal-hal yang dapat dirasakan oleh indra manusia. Lawannya adalah noumena yaitu hal-hal yang tidak dapat dipersepsikan oleh indra.

    ReplyDelete
  20. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert, seorang filsuf Jerman. Ada empat tahapan prosedur penelitian fenomenologi, yaitu epoche, reduksi fenomenologi, variasi imajinasi, dan sintesis makna dan esensi.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  21. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Fenomenologi adalah metode filosofis dan sekolah filsafat yang didirikan oleh Edmund Husserl. Ada empat konsep sentral dari Husserl, yaitu Intensionalitas, intersubjektivitas, intituisi atau refleksi, dan transcendental logic.
    a. Intensionalitas : keterarahan objek dalam status mental kita bukan sekedar mental in existence saja, lebih lanjut Husserl mengembangkan bahwa intensionalitas merupakan subjective act of meaning. subjective act dibedakan antara material of act (content yang dipisah dari sense of experience) dan quality of act (perceiving,imaging, desiring, hating on the esteeming of content).
    b. Intersubjektivitas : bagian dan telaah phenomenologi transcendental. Saat kita membuat refleksi the other world dengan intensionalitas kita, kita berhadapan dengan subjektivitas intensionalitas subjek lain.
    c. Intituisi atau refleksi : basis and ultimate telos bagi kognisi human. Konfirmasi atau penolakan tentang objek fisik melalui jenis khusus proses intuisi yang disebut Husserl sebagai eidetik.
    d. Transcendental logic : Husserl telah mengakui tentang phenomenologi transenden yang mungkin dapat dijangkau lewat phenomenological insight dengan memasukkan dunia riil lewat dunia ideal kita.
    Dalam perkembangan phenomenologi, ada dua jenis pendekatan phenomenologi yaitu : phenomenologi induktif (Edmund Husserl) dan phenomenologi deduktif (Karl Popper).

    ReplyDelete
  22. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Inilah salah satu kesombonganku, mungkin (astaga ku baru menyadarinya). Membaca judul ini, dengan sedikit enteng ku berbincang dengan diri sendiri, wah fenomenologi bukanlah hal baru lagi bagiku. Tapi apa? fenomenologi yang kuimani selama ini hanyalah sebagian kecil dari fenomenologi yang sesungguhnya (yang sesungguhnya belum juga ku ketahui secara jelas). Jadi begini, fenomenologi yang ku tahu selama ini adalah satu pendekatan dalam penelitian kualitatif. Oke begini, penelitian kualitatif memiliki 5 pendekatan, ada grounded research, studi kasus, fenomenologi, etnografi, dan biografi. Dan ternyata oh ternyata, ketika secara sengaja ku memilih rujukan link yang pertama, https://plato.stanford.edu/entries/phenomenology/, ku menemui deretan kalimat, berusaha ku terjemahkan dalam bahasa Indonesia, ku pinta uluran tangan dari kawan (google translate). Akhirnya, ku peroleh definisi seperti ini tentang fenomenologi (kawan baru yang kukiran kawan karibku),

    "Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. Struktur utama sebuah pengalaman adalah intensionalitasnya, yang diarahkan pada sesuatu, karena ini adalah pengalaman atau tentang beberapa objek. Suatu pengalaman diarahkan ke objek berdasarkan isi atau maknanya (yang mewakili objek) bersama dengan kondisi pengaktifan yang sesuai.

    Fenomenologi sebagai disiplin berbeda dari tapi terkait dengan disiplin ilmu kunci lainnya dalam filsafat, seperti ontologi, epistemologi, logika, dan etika. Fenomenologi telah dipraktikkan dalam berbagai samaran selama berabad-abad, namun terjadi pada awal abad ke 20 dalam karya-karya Husserl, Heidegger, Sartre, Merleau-Ponty dan lainnya. Masalah fenomenologis kesengajaan, kesadaran, qualia, dan perspektif orang pertama telah menonjol dalam filsafat pikiran baru-baru ini"

    Saya berjanji, saya akan membaca lebih dalam lagi

    ReplyDelete
  23. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Phenomenology berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Lorens Bagus memberikan dua pengertian terhadap fenomenologi. Dalam arti luas, fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Dalam arti sempit, ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita.
    Maka dari itu fenomenologi adalah ilmu yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat tampak oleh mata, dan berusaha memperoleh bukti nyata dari sesuatu yang sedang dikaji.Fenomenologi menggunakan pengalaman intuisi atas segala kejadian yang ada pada realitas, sesuatu yang ada hadir setelah adanya rangkaian pengalaman belajar yang telah dilalui.

    ReplyDelete
  24. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Berbicara tentang fenomenologi tentu tidak lepas dari Bapak Fenomenologi yaitu Edmund Gustav Albrecht Husserl (1859 – 1938). Husserl mengungkapkan empat komponen konseptual dalam fenomenologi transcendental yaitu: Kesengajaan, noema (sisi objektif dari fenomena) dan noesis (subjektivitas), intuisi, dan intersubjektivitas. Fenomenologi akan memberi pengetahuan yang perlu dan esensial mengenai apa yang ada. Fenomenologi kaitannya dengan penelitian fenomenologi, oleh Creswell, diartikan sebagai studi yang mendeskripsikan pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap berbagai pengalaman hidup mereka terkait dengan konsep atau fenomena. Penelitian fenomenologi juga bisa diaplikasikan dalam bidang Pendidikan, seperti meneliti fenomena kebocoran soal Ujian Nasional, fenomena pembelajaran pasca erupsi Gunung Merapi, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  25. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Fenomenologi erat kaitannya dengan mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Sebagai salah satu pendekatan dalam penelitian kualitatif, fenomonologi menggambarkan makna bagi beberapa individu tentang pengalaman hidup mereka terhadap suatu fenomena. Pengetahuan yang kita miliki tentang fenomena itu harus kita tinggalkan atau lepaskan dulu, agar fenomena itu dapat menampakkan dirinya sesuai dengan realitanya. Bagi peneliti fenomenologi, ia akan secara obyektif memandang partisipannya dan mengesampingkan subyektivitasnya. Hal ini bertujuan agar apa yang terjadi secara nyata akan alami disampaikan dari partisipannya.

    ReplyDelete
  26. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Dari yang saya ketahui, fenomenologi adalah salah-satu jenis penelitian ilmiah dalam rumpun penelitian kualitatif. Fenomenologi mencoba untuk menggali suatu fenomena dari sudut pandang si subjek yang secara langsung mengalami pengalaman-pengalaman di masa hidupnya. Fenomenologi memanfaatkan intuisi dan komunikasi mendalam dalam proses penelitian. Si peneliti secara langsung menyelami jalan fikiran si subjek dengan cara ikut merasakan langsung pengalaman yang dialami oleh si subjek. Dalam fenomenologi dibutuhkan epoche sebagai suatu prinsip untuk menciptakan objektifitas dalam penelitian.

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa istilah fenomenologi pertamakali dikenalkan oleh filsuf asal Jerman yaitu J.H. Lambert. Fenomenolgi merupakan suatu ilmu dalam filsafat yang mempelajari manusia sebagai suatu fenomena. Ilmu fenomenologi dalam filsafat sangat erat dengan hermeuneutika, yaitu ilmu yang mempelajari makna atau arti dari fenomena tersebut.

    ReplyDelete
  28. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Fenomenologi adalah studi yang mendeskripsikan pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap berbagai pengalaman hidup mereka terkait dengan konsep atau fenomena. Ilmu fenomenologi ini merekam dua unsur, yaitu “apa” yang telah dialami oleh individu atau kelompok tertentu dan “bagaimana” mereka mengalaminya. Jadi fenomenologi sangat erat kaitannya dengan pembahasan esensi dari apa yang telah mereka alami dan bagaimana makna fenomena tersebut bagi mereka.

    ReplyDelete
  29. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fenomenologi/fe·no·me·no·lo·gi/ /fénoménologi/ berarti ilmu tentang perkembangan kesadaran dan pengenalan diri manusia sebagai ilmu yang mendahului ilmu filsafat atau bagian dari filsafat sedangkan dalam link http://plato.stanford.edu/entries/phenomenology/ disebutkan bahwa Phenomenology is the study of structures of consciousness as experienced from the first-person point of view (Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama). first-person (orang pertama) yang dimaksud disini adalah subyek itu sendiri.

    ReplyDelete
  30. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel diatas. Dari link-link di atas, saya baru menyadari bahwa fenomenologi yang kupelajari dan kupahami selama ini hanyalah sebagian kecil dari fenomenologi yang sesungguhnya. Dalam wikipedia, Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Dalam arti luas, fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Dalam arti sempit, ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita.
    Maka dari itu fenomenologi adalah ilmu yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat tampak dan terlihat oleh mata, dan berusaha memperoleh bukti nyata dari sesuatu yang sedang dikaji. Semoga kita mampu mengkaji lagi lebih dalam tentang fenomenologi dan kebermanfaatannya dalam kehidupan seharihari. amin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  31. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Fenomenologi adalah ilmu yang berorientasi untuk mendapatkan penjelasan tentang realitas yang tampak. Fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena, sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis, sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur – hakekat dari pengalaman dan hakekat dari apa yang kita alami.

    ReplyDelete
  32. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Phainómenon yang berarti “yang muncul” dan logos yang berarti “ilmu”. Secara harafiah fenomenologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang fenomena. Fenomena adalah segala sesuatu yang tampak atau muncul bagi manusia. Fenomenologi terkait dengan pengalaman subyektif (subjective experience) manusia atas sesuatu. Dalam hidup sehari-hari, orang sebenarnya telah melakukan praktek fenomenologi, ketika mereka melakukan proses refleksi, yakni proses bertanya pada dirinya sendiri. Ilmu fenomenologi ini biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti dari fenomena. Dalam pendekatan sastra, fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena. Fenomenologi juga lebih menekankan pada penggunaan panca indera sebagai alat untuk menghasilkan suatu pengalaman. Sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur dan hakekat dari pengalaman dan hakekat dari apa yang dialami.

    ReplyDelete
  33. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Fenomenologi adalah pengetahuan berdasarkan pengalaman (realitas/empiris). Fenomenologi juga dapat diartikan sebagai pegkajian terhadap tampilan suatu objek yang didapat dari hasil pengelaman panca indra manusia. Di bidang filsafat sendiri, fenomena adalah studi tentang keberadaan suatu objek atau apa adanya dari sebuah objek, kemudian objek tersebut dilakukan studi pengetahuan yang ada di objek tersebut.

    ReplyDelete
  34. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Fenomenologi Husserl memiliki pemaknaan kajian yaitu membedakan antara subjektif, intersubjektif, dan objektif.. Tentu saja ketiga hal tersebut sangat erat dalam kehidupan kita seperti halnya subjektif yang berasal dari pemikiran, pandangan, dan pendapat diri kita yang dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Namun hal tersebut tidak cukup apabila tidak dilengkapi oleh objektif di mana terdapat pandangan ahli lain yang memiliki pengetahuan secara netral yang dapat mempengaruhi keputusan yang akan dibuat. Untuk selanjutnta dianalisis atau digeneralisasi apakah keputusan tersebut sesuai dengan pandangan atau aturan yang telah terlaksana di dunia ini.

    ReplyDelete
  35. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Sebelumnya melihat fenomenologi dari sudut pandang pendekatan penelitian. Namun, setelah saya membaca link yang Bapak berikan saya menjadi tahu berbagai fenomenologi dari multi-disiplin ilmu. Begitu sempitnya pemetaan yang ada di dalam pikiran saya sebelumnya. Sungguh begitu besar lingkup yang dapat dilihat berdasarkan fenomenologi tersebut. Saya dapat menyimpulkan bahwa fenomenologi mencakup segala dimensi yang ada dan yang mungkin ada. Saya bersyukur melalui filsafat ilmu pikiran saya dilatih untuk melihat secara luas-seluasnya dan terlihat bahwa ilmu yang satu tentulah berbeda dengan ilmu yang lain. Sebab sebenar-benar ilmu adalah pembeda atau pembanding antara satu dengan yang lain.

    ReplyDelete
  36. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Dari berbagai sumber yang sebelumnya dan sekarang yang saya dapat ,Fenomenologi adalah sesuatu yang sifatnya mengglobal atau universal.Saya ingin mengatakan bahwa inilah yang terjadi saat –saat sekarang ini .Sumber rujukannya berdalih pada pengalaman dan keasadaran.Saya ingin memberikan sedikit ilustrasi : Bagaikan orang yang mencicipi buah jeruk dalam karung dengan mengambil salah satunya dan ternyata rasanya manis sehingga yang lainpun merasa hal yang serupa dengan aa yang dirasakan orang tersebut .Padahal jeruk dalam ember tersebut belum tentu rasanya manis semua pasti ada yang kecut, pahit, asam, kecut pahit, atau kecut asam.Keebnaran seperti ini masih bersiafat bias tidak dapat dijadikan tolak ukur sepenuhnya.

    ReplyDelete
  37. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP

    Phenomenologi asal katanya adalah fenomena, fenomena berarti apa yang nampak tejadi, sehingga fenomenologi adalah ilmu dalam filsafat yang membahas mengenai pengetahuan tentang apa yang terlihat atau nampak. Tokoh yang mengusung fenomenologi adalah Husserl. Menurut apa yang disampaikan oleh Husserl fenomena adalah realitas yang terlihat setelah kita menyadarinya bahwa itu realitas. Sehingga fenomenoligi sangat eat kaitannya dengan elaitas kehidupan sehai-hari dari sudut pandang oang-orang yang terlibat di dalamnya.

    ReplyDelete
  38. "fenomenologi" sering kali terbatas pada karakterisasi kualitas sensorik dalam melihat, mendengar, dll: bagaimana rasanya memiliki sensasi dari berbagai jenis

    ReplyDelete
  39. Wisniarti
    17709251037
    PM B Matematika

    Dari referensi di atas fenemonoligi dipahami berdasarkan bidang disiplin dalam filsafat, atau sebagai gerakan dalam sejarah filsafat. Fenomenologi yang dipahami berdasarkan bidang disiplin dalam filsafat didefinisikan pada awalnya sebagai studi tentang struktur pengalaman, atau kesadaran. Dan, pada baru-baru ini istilah "fenomenologi" sering kali terbatas pada karakterisasi kualitas sensorik dalam melihat, mendengar, dll: bagaimana rasanya memiliki sensasi dari berbagai jenis. Pengalaman dan kesadaran itu berhubungan dengan kualitas sensori manusia. Contohnya, manusia belajar merupakan, manusia melihat adanya pelangi merupakan fenomenologi. Fenomenologi itu pengalaman yang membawa manusia itu memiliki suatu kesadaran mengenai sesuatu yang memberikan sensori.

    ReplyDelete
  40. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Fenomenologi merupakan studi dalam bidang filsafat yang memperlajari manusia sebagai sebuah fenomena. Mempelajari manusia sebagai fenomena tidak lepas dari hakikat manusia itu sendiri atau disebut ilmu hermeunetik. Oleh karena itu, topik yang dibahas dalam tradisi fenomenologis meliputi sifat intensionalitas, persepsi, kesadaran waktu, kesadaran diri, kesadaran tubuh dan kesadaran orang lain. Terima Kasih

    ReplyDelete
  41. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Berdasarkan salah satu web diata, fenomenologi merupakan salah satu gerakan pada abad 20. Pada filsafat kontemporer menyebutkan bahwafenomenologi adalah sebuah properti dari beberapa keadaan mental, properti yang mereka miliki jika dan hanya jika ada sesuatu yang seperti berada di dalamnya. Dengan demikian, "fenomenologis" mengacu pada cara melakukan filsafat yang kurang lebih terkait erat dengan gerakan yang sesuai. Fenomenologi menggunakan metode khusus untuk mempelajari ciri-ciri struktural pengalaman dan hal-hal seperti yang dialami. Ini terutama disiplin deskriptif dan dilakukan dengan cara yang sebagian besar tidak bergantung pada penjelasan ilmiah, termasuk kausal, penjelasan dan penjelasan tentang sifat pengalaman. Topik yang dibahas dalam tradisi fenomenologis meliputi sifat intensionalitas, persepsi, kesadaran waktu, kesadaran diri, kesadaran tubuh dan kesadaran orang lain.

    ReplyDelete
  42. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Fenomenologi merupakan pandangan filsafat dengan beberapa macam rujukan, diantaranya yaitu fenomenologi filsafat, fenomenologi bagian fisika, fenomenologi arsitektur, fenomenologi arkeologi, dan fenomenologi psikologi. Fenomenologi secara umum dapat dimaknai sebagai suatu konsep yang membicarakan tentang fenomena atau segala sesuatu yang nampak atau menampakan diri. Fenomenologi dapat dikatakan sebagai filsafat utama karena ia merupakan studi tentang kesadaran. Dalam Fenomenologi Kenyataan tidak harus didekati dengan argumen-argumen, konsep-konsep dan teori umum, namun kita dpat memperkenalkan gejala-gejala dengan menggunakan intuisi.

    ReplyDelete
  43. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa phenomenology dapat didefinisikan berdasarkan beberapa sudut pandang keilmuan. Jika ditinjau dari bidang penelitian empiris, fenomenologi merupakan metode penelitian. Dalam filsafat sendiri, fenomenologi merupakan suatu metode filsafat mengenai struktur pengalaman atau kesadaran

    ReplyDelete
  44. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Secara bahasa phenomenologi berasal dari kata phainomenon yang artinya apa yang dapat dilihat atau tampak. Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. fenomonologi merupakan cabang ilmu filsafat yang biasanya dihubungkan dengan ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena yang ada.

    Sementara itu, dalam kaitannya dengan matematika, fenomenologi berusaha untuk memahami objek kajian matematika dengan kesadaran melalui suatu pengalaman. Dengen demikian dituntut adanya kesadaran penuh dan kemampuan bernalar yang tinggi untuk memahami adanya fenomena dalam matematika itu sendiri. Fenomenologi memandang matematika dari segi konkritnya karena fenomenologi menuntut objek yang dapat dilihat. Sedangkan untuk objek abstrak matematika fenomenologi membutuhkan model yang dibuat oleh matematika.

    ReplyDelete
  45. Adapun contoh dari phenomenologi pendidikan matematika adalah segala proses yang dilakukan secara sadar dan terencana dalam pendidikan matematika itu sendiri, misalnya saja proses pembelajaran matematika yang melibatkan siswa, guru, dan sumber belajar. Selain itu, Contoh dari fenomenologi matematika adalah proses memahami objek matematika abstrak melalui suatu contoh yang real yang dilakukan dengan melakukan aktivitas atau melalui serangkaian pengalaman. Misalnya mengenai pemahaman konsep kubus dan balok.

    ReplyDelete
  46. Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. Fenomenologi merupakan karya Husserl pada abad ke-20. fenomenologi mempelajari manusia sebagai suatu fenomena. Fenomenologi dapat merujuk dari berbagai hal dan berbagai bidang. Dalam matematika, fenomenologi merujuk pada hal konkret atau objek nyata yang dapat dilihat, oleh karena itu dalam memahami matematika secara fenomenologi dibutuhkan kesadaran dan kemampuan bernalar.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  47. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sebelumnya, pengetahuan saya mengenai fenomenologi hanyalah sebatas mengartikan fenomenologi sebagai salah satu jenis penelitian kualitatif. Dari artikel tesebut dapat saya simpulkan bahwa fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. Dan ternyata fenomenologi mempunyai keterkaitan dengan disiplin ilmu filsafat lainnya seperti ontologi, epistemologi , logika, dan etika.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link http://plato.stanford.edu/entries/phenomenology/. Yang saya pahami adalah phenomenology adalah suatu pemahaman sebagai bagian dari filsafat atau bisa dikatakan sebagai perkembangan dari sejarah filsafat. Phenomenology mempelajari pengalaman sadar sebagai bentuk pengalaman dari sudut pandang orang pertama. Phenomenology berkaitan dengan ontology, epistemology, logic dan ethics. Fenomenologi adalah sebuah tradisi yang digunakan untuk memaknai sebuah fenomena secara mendalam. Dalam hal ini manusia merupakan subjek dalam suatu fenomena. Proses pemaknaan akan menekankan pada suatu pengkajian secara mendalam terhadap tiap bagian dari fenomena yang selalu memberikan arti.

    ReplyDelete
  49. Junianto
    PM C

    Fenomenologi merupakan cabang dari ilmu filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Kaitannya dengan matematika maka fenomenologi bisa dilihat sebagai salah satu usaha untuk memahami objek matematika secara sadar melalui sebuah pengalaman. Kata kunci utama dalam hal ini adalah “pengalaman” dimana belajar matematika tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak ada pengalaman yang terjadi. Maka dari itu, ketika siswa belajar ia harus mengalami sendiri pembelajaran itu bukan hanya mendengar penjelasan dari guru. Siswa juga diharapkan aktif melakukan kegiatan untuk membangun konsep mereka.

    ReplyDelete
  50. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Fenomenologi dapat didefinisikan pada awalnya sebagai studi tentang struktur pengalaman, atau kesadaran. Fenomenologi dapat diartikan sebagai studi tentang fenomena yaitu penampilan sesuatu, atau hal-hal seperti yang muncul dalam pengalaman kita, atau cara kita mengalami banyak hal, jadi makna ada pada pengalaman kita. Fenomenologi mempelajari pengalaman sadar yang dialami dari sudut pandang subjektif atau orang pertama. Fenomenologi ini merupakan salah satu jenis penelitian kualitatif. Penelitian fenomenologi bertujuan untuk menginterpretasikan tindakan sosial yang bermakna dalam kehidupan sosial.

    ReplyDelete
  51. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Fenomenologi yaitu ilmu yang mempelajari tentang peristiwa ataupun gejala yang terjadi pada alam semesta ini pada umumnya, dan manusia untuk yang lebih khususnya, sehingga merupakan sumber ilmu bagi manusia untuk mempelajarinya lebih lanjut. Ilmu tersebut memuat bagaimana terjadinya fenomena itu sendri, mengapa bisa terjadi, sebabnya bagaimana, akibatnya seperti apa, apa hikmah yang terkandung didalamnya dan lainnya.

    ReplyDelete
  52. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Pada dasarnya fenomenologi adalah suatu tradisi pengkajian yang digunakan untuk mengeksplorasi pengalaman manusia. Kaum fenomenologi memandang bahwa perilaku manusia bahwa apa yang dikatakan dan dilakukan orang sebagai produk dari cara orang tersebut menafsirkan dunianya. Asumsi pokok fenomenologi adalah manusia secara aktif menginterpretasikan pengalamannya dengan memberikan makna atas sesuatu yang dialaminya. Oleh karena itu interpretasi merupakan proses aktif untuk memberikan makna atas sesuatu yang dialami manusia.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  53. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Fenomenologi merupakan bagian dari metodologi kualitatif yang mengandung nilai sejarah dalam perkembangannya. Fenomenolog memegang teguh prinsip bahwa periset harus memfokuskan diri pada sesuatu yang disebut `menemukan permasalahan` sebagaimana yang diarahkan kepada objek dan pembetulannya terhadap objek sebegaimana ditemukan permasalahannya. Sehingga dapat saya simpulkan bahwa fenomenologi merupakan metodologi kualitatif yang berfokus untuk menemukan permasalahan terhadap fenomena atau kejadian yang sedang terjadi.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  54. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Fenomenologi dalam konsepsi Husserl, terutama berkaitan dengan refleksi yang sistematis dan studi tentang struktur kesadaran dan fenomena yang muncul dalam tindakan kesadaran. Ontologi ini ( studi realitas ) dapat jelas dibedakan dari metode Cartesian analisis yang melihat dunia sebagai obyek, set objek, dan objek bertindak dan bereaksi terhadap satu sama lain.

    ReplyDelete
  55. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Fenomenologi merupakan sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenomonologi dalam filsafat dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Untuk mempelajari manusia sebagai fenomenea, maka perlu dilakukan berulang-ulang kali (hermeneutik). Manusia memang menjadi objek yang sangat menarik untuk diteliti dan diperhatikan dengan keunikan dan semua rahasianya. Sehingga sebenarnya, objek-objek untuk penelitian tidak akan habis topiknya.

    ReplyDelete
  56. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Phenomenology pertama kali ditemukan oleh Edmund Hussrel. Phenomenology merupakan studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. Phenomenology menggunakan metode khusus untuk mempelajari ciri-ciri struktural pengalaman dan hal-hal seperti yang dialami. Hal ini dilakukan dengan cara yang sebagian besar tidak bergantung pada penjelasan ilmiah. Topik yang dibahas dalam tradisi phenomenology meliputi sifat intensionalitas, persepsi, kesadaran waktu, kesadaran diri, kesadaran tubuh dan kesadaran orang lain.

    ReplyDelete
  57. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Gejala-gejala dan objek-objek yang nampak di dunia ini merupaka kajian yang dibahas oleh fenomenologi. Gejala-gejala yang dikaji oleh fenomena disini biasa kita kenal dengan sebutan fenomena. Objek-objek kajian dalam fenomena disini merupakan turunan dari sifat transendental yang merupakan idea teologis, idea psikologi, serta idea kosmos. Dimana ketiganya saling berhubungan satu sama lainnya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  58. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Sebagai pendiri aliran fenomenologi, Edmun Husserl mengatakan bahwa fenomenologi adalah aliran (logos) pengetahuan tentang apa yang tampak (phainomenon). Jadi fenomenologi adalah ilmu yang mempelajari yang tampak atau apa yang menampakkan diri atau fenomenon. Sebagai filsafat, fenomenologi menurut Husserl memberi pengetahuan yang perlu dan esensial mengenai apa yang ada.

    ReplyDelete
  59. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Secara harfiah, fenomenologi fenomenalisme adalah aliran atau paham yang menganggap bahwa fenomenalisme (gejala) adalah sumber pengetahuan dan kebenaran. Salah seorang tokoh fenomenologi adalah Endmund Husserl (1859-1938), ia selalu berupaya ingin mendekati realitas tidak melalui argumen-argumen, konsep-konsep, atau teori ilmu "zuruck zu den sachen seibst", kembali kepada benda-benda itu sendiri merupakan inti dari pendekatan yang dipakai untuk mendeskripsikan realitas menurut apa adanya.

    ReplyDelete
  60. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Yang saya pahami dari bacaan diatas adalah dalam filsafat, fenomenologi adalah sebuah kajian filsafat yang mempelajari struktur pengalaman dan kesadaran. Menurut Edmund Husserl, fenomenologi adalah suatu analisis deskriptif serta introspektif mengenai kedalaman dari semua bentuk kesadaran dan pengalaman-pengalaman langsung; religius, moral, estetis, konseptual, serta indrawi.

    ReplyDelete
  61. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Fenomenologi umumnya dipahami dalam salah satu dari dua cara yaitu sebagai bidang disiplin dalam filsafat, atau sebagai gerakan dalam sejarah filsafat. Disiplin fenomenologi awalnya didefinisikan sebagai studi tentang struktur pengalaman atau kesadaran.

    ReplyDelete
  62. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Secara harfiah, fenomenologi adalah studi tentang fenomena, hal-hal yang muncul berdasarkan pengalaman, atau cara kita mengalami suatu hal sehingga makna hal tersebut ada dalam pengalaman. Dalam bidang filsafat kemudian dibedakan dan dikaitkan dengan bidang utama lainnya dalam filsafat yaitu ontologi, epistemologi, logika, etika dan lainnya.

    ReplyDelete
  63. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb Prof
    Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. Jadi dikatakan fenomenologi dilihat dari pendapat pertama dari seseorang. Fenomenologi berasal dari kata fenomena. Fenomena adalah hal-hal yang dapat disaksikan dengan pancaindra dan dapat diterangkan serta dinilai secara ilmiah. Fenomenologi berarti sudut pandang untuk sesuatu yang pernah dialami.

    ReplyDelete
  64. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Berbicara tentang pendekatan, maka kita dapat melihatnya dari sudut pandang yang beragam. Tergantung bagaimana menyikapinya dan melihatnya lebih dalam. Biasanya kita dapat mengamati banyak hal dari pengalaman. Belajar dari pengalaman justru mampu mengajarkan banyak hal secara langsung yang biasanya akan lebih bermakna. Lebih jauh, hakikat manusia sebagai individu dan makhluk sosial ini berkaitan terhadap bagaimana memposisikan diri baik dalam tananan masyarakat atau dalam menghargai diri sendiri.

    ReplyDelete
  65. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Dari referensi tersebut dapat diketahui bahwa fenomenologi umumnya dipandang dalam 2 hal yaitu sebagai disiplin ilmu filsafat dan juga gerakan dalam sejaran filsafat. jika didefinisikan sebagai ilmu filsafat, maka fenomenologi dapat diartikan sebagai studi tentang struktur pengalaman sadar, atau kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. dengan kata lain, fenomenologi merupakan studi tentang fenomena, dapat berupa penampilan sesuatu, hal-hal yang muncul dalam pengalamna atau cara kita mengalami banyak hal. contohnya : saya melihat seekor kucing berjalan didepan rumah, saya ingin memiliki sebuah apartemen, dan sebagainya.

    ReplyDelete