Dec 2, 2012

PHENOMENOLOGY





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PHENOMENOLOGY, koneklah:





Wss Wr Wb
Marsigit

18 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Kant menamakan bagian keempat dan karyanya yang berjudul metaphysical principles of natural science. Bagian ini menguraikan gerak dan diam sebagai karakteristik umum yang menandai setiap gejala. Kant memerlukan studi fenomenologi tentang perbedaan antara dunia inderawi dan dunia intelligensi guna memecah kekacauan metafisik antara keduanya.

    ReplyDelete
  2. Fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang muncul atau tampak. Fenomena bearti hal-hal yang dapat dirasakan oleh indra manusia. Lawannya adalah noumena yaitu hal-hal yang tidak dapat dipersepsikan oleh indra.

    ReplyDelete
  3. Assalamu'alaikum wr.wb.

    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Johann Heinrich Lambert, seorang filsuf Jerman. Ada empat tahapan prosedur penelitian fenomenologi, yaitu epoche, reduksi fenomenologi, variasi imajinasi, dan sintesis makna dan esensi.

    Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    ReplyDelete
  4. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Fenomenologi adalah metode filosofis dan sekolah filsafat yang didirikan oleh Edmund Husserl. Ada empat konsep sentral dari Husserl, yaitu Intensionalitas, intersubjektivitas, intituisi atau refleksi, dan transcendental logic.
    a. Intensionalitas : keterarahan objek dalam status mental kita bukan sekedar mental in existence saja, lebih lanjut Husserl mengembangkan bahwa intensionalitas merupakan subjective act of meaning. subjective act dibedakan antara material of act (content yang dipisah dari sense of experience) dan quality of act (perceiving,imaging, desiring, hating on the esteeming of content).
    b. Intersubjektivitas : bagian dan telaah phenomenologi transcendental. Saat kita membuat refleksi the other world dengan intensionalitas kita, kita berhadapan dengan subjektivitas intensionalitas subjek lain.
    c. Intituisi atau refleksi : basis and ultimate telos bagi kognisi human. Konfirmasi atau penolakan tentang objek fisik melalui jenis khusus proses intuisi yang disebut Husserl sebagai eidetik.
    d. Transcendental logic : Husserl telah mengakui tentang phenomenologi transenden yang mungkin dapat dijangkau lewat phenomenological insight dengan memasukkan dunia riil lewat dunia ideal kita.
    Dalam perkembangan phenomenologi, ada dua jenis pendekatan phenomenologi yaitu : phenomenologi induktif (Edmund Husserl) dan phenomenologi deduktif (Karl Popper).

    ReplyDelete
  5. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Inilah salah satu kesombonganku, mungkin (astaga ku baru menyadarinya). Membaca judul ini, dengan sedikit enteng ku berbincang dengan diri sendiri, wah fenomenologi bukanlah hal baru lagi bagiku. Tapi apa? fenomenologi yang kuimani selama ini hanyalah sebagian kecil dari fenomenologi yang sesungguhnya (yang sesungguhnya belum juga ku ketahui secara jelas). Jadi begini, fenomenologi yang ku tahu selama ini adalah satu pendekatan dalam penelitian kualitatif. Oke begini, penelitian kualitatif memiliki 5 pendekatan, ada grounded research, studi kasus, fenomenologi, etnografi, dan biografi. Dan ternyata oh ternyata, ketika secara sengaja ku memilih rujukan link yang pertama, https://plato.stanford.edu/entries/phenomenology/, ku menemui deretan kalimat, berusaha ku terjemahkan dalam bahasa Indonesia, ku pinta uluran tangan dari kawan (google translate). Akhirnya, ku peroleh definisi seperti ini tentang fenomenologi (kawan baru yang kukiran kawan karibku),

    "Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. Struktur utama sebuah pengalaman adalah intensionalitasnya, yang diarahkan pada sesuatu, karena ini adalah pengalaman atau tentang beberapa objek. Suatu pengalaman diarahkan ke objek berdasarkan isi atau maknanya (yang mewakili objek) bersama dengan kondisi pengaktifan yang sesuai.

    Fenomenologi sebagai disiplin berbeda dari tapi terkait dengan disiplin ilmu kunci lainnya dalam filsafat, seperti ontologi, epistemologi, logika, dan etika. Fenomenologi telah dipraktikkan dalam berbagai samaran selama berabad-abad, namun terjadi pada awal abad ke 20 dalam karya-karya Husserl, Heidegger, Sartre, Merleau-Ponty dan lainnya. Masalah fenomenologis kesengajaan, kesadaran, qualia, dan perspektif orang pertama telah menonjol dalam filsafat pikiran baru-baru ini"

    Saya berjanji, saya akan membaca lebih dalam lagi

    ReplyDelete
  6. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Phenomenology berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Dengan demikian, fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Lorens Bagus memberikan dua pengertian terhadap fenomenologi. Dalam arti luas, fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Dalam arti sempit, ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita.
    Maka dari itu fenomenologi adalah ilmu yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat tampak oleh mata, dan berusaha memperoleh bukti nyata dari sesuatu yang sedang dikaji.Fenomenologi menggunakan pengalaman intuisi atas segala kejadian yang ada pada realitas, sesuatu yang ada hadir setelah adanya rangkaian pengalaman belajar yang telah dilalui.

    ReplyDelete
  7. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Berbicara tentang fenomenologi tentu tidak lepas dari Bapak Fenomenologi yaitu Edmund Gustav Albrecht Husserl (1859 – 1938). Husserl mengungkapkan empat komponen konseptual dalam fenomenologi transcendental yaitu: Kesengajaan, noema (sisi objektif dari fenomena) dan noesis (subjektivitas), intuisi, dan intersubjektivitas. Fenomenologi akan memberi pengetahuan yang perlu dan esensial mengenai apa yang ada. Fenomenologi kaitannya dengan penelitian fenomenologi, oleh Creswell, diartikan sebagai studi yang mendeskripsikan pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap berbagai pengalaman hidup mereka terkait dengan konsep atau fenomena. Penelitian fenomenologi juga bisa diaplikasikan dalam bidang Pendidikan, seperti meneliti fenomena kebocoran soal Ujian Nasional, fenomena pembelajaran pasca erupsi Gunung Merapi, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  8. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Fenomenologi erat kaitannya dengan mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Sebagai salah satu pendekatan dalam penelitian kualitatif, fenomonologi menggambarkan makna bagi beberapa individu tentang pengalaman hidup mereka terhadap suatu fenomena. Pengetahuan yang kita miliki tentang fenomena itu harus kita tinggalkan atau lepaskan dulu, agar fenomena itu dapat menampakkan dirinya sesuai dengan realitanya. Bagi peneliti fenomenologi, ia akan secara obyektif memandang partisipannya dan mengesampingkan subyektivitasnya. Hal ini bertujuan agar apa yang terjadi secara nyata akan alami disampaikan dari partisipannya.

    ReplyDelete
  9. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Dari yang saya ketahui, fenomenologi adalah salah-satu jenis penelitian ilmiah dalam rumpun penelitian kualitatif. Fenomenologi mencoba untuk menggali suatu fenomena dari sudut pandang si subjek yang secara langsung mengalami pengalaman-pengalaman di masa hidupnya. Fenomenologi memanfaatkan intuisi dan komunikasi mendalam dalam proses penelitian. Si peneliti secara langsung menyelami jalan fikiran si subjek dengan cara ikut merasakan langsung pengalaman yang dialami oleh si subjek. Dalam fenomenologi dibutuhkan epoche sebagai suatu prinsip untuk menciptakan objektifitas dalam penelitian.

    ReplyDelete
  10. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami memahami bahwa istilah fenomenologi pertamakali dikenalkan oleh filsuf asal Jerman yaitu J.H. Lambert. Fenomenolgi merupakan suatu ilmu dalam filsafat yang mempelajari manusia sebagai suatu fenomena. Ilmu fenomenologi dalam filsafat sangat erat dengan hermeuneutika, yaitu ilmu yang mempelajari makna atau arti dari fenomena tersebut.

    ReplyDelete
  11. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A 2017

    Fenomenologi adalah studi yang mendeskripsikan pemaknaan umum dari sejumlah individu terhadap berbagai pengalaman hidup mereka terkait dengan konsep atau fenomena. Ilmu fenomenologi ini merekam dua unsur, yaitu “apa” yang telah dialami oleh individu atau kelompok tertentu dan “bagaimana” mereka mengalaminya. Jadi fenomenologi sangat erat kaitannya dengan pembahasan esensi dari apa yang telah mereka alami dan bagaimana makna fenomena tersebut bagi mereka.

    ReplyDelete
  12. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, fenomenologi/fe·no·me·no·lo·gi/ /fénoménologi/ berarti ilmu tentang perkembangan kesadaran dan pengenalan diri manusia sebagai ilmu yang mendahului ilmu filsafat atau bagian dari filsafat sedangkan dalam link http://plato.stanford.edu/entries/phenomenology/ disebutkan bahwa Phenomenology is the study of structures of consciousness as experienced from the first-person point of view (Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama). first-person (orang pertama) yang dimaksud disini adalah subyek itu sendiri.

    ReplyDelete
  13. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas artikel diatas. Dari link-link di atas, saya baru menyadari bahwa fenomenologi yang kupelajari dan kupahami selama ini hanyalah sebagian kecil dari fenomenologi yang sesungguhnya. Dalam wikipedia, Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Dalam arti luas, fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Dalam arti sempit, ilmu tentang gejala-gejala yang menampakkan diri pada kesadaran kita.
    Maka dari itu fenomenologi adalah ilmu yang mengarah kepada hal-hal yang bersifat tampak dan terlihat oleh mata, dan berusaha memperoleh bukti nyata dari sesuatu yang sedang dikaji. Semoga kita mampu mengkaji lagi lebih dalam tentang fenomenologi dan kebermanfaatannya dalam kehidupan seharihari. amin, Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  14. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Fenomenologi adalah ilmu yang berorientasi untuk mendapatkan penjelasan tentang realitas yang tampak. Fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena, sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis, sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur – hakekat dari pengalaman dan hakekat dari apa yang kita alami.

    ReplyDelete
  15. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Fenomenologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu Phainómenon yang berarti “yang muncul” dan logos yang berarti “ilmu”. Secara harafiah fenomenologi merupakan suatu ilmu yang mempelajari tentang fenomena. Fenomena adalah segala sesuatu yang tampak atau muncul bagi manusia. Fenomenologi terkait dengan pengalaman subyektif (subjective experience) manusia atas sesuatu. Dalam hidup sehari-hari, orang sebenarnya telah melakukan praktek fenomenologi, ketika mereka melakukan proses refleksi, yakni proses bertanya pada dirinya sendiri. Ilmu fenomenologi ini biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti dari fenomena. Dalam pendekatan sastra, fenomenologi memanfaatkan pengalaman intuitif atas fenomena. Fenomenologi juga lebih menekankan pada penggunaan panca indera sebagai alat untuk menghasilkan suatu pengalaman. Sesuatu yang hadir dalam refleksi fenomenologis sebagai titik awal dan usaha untuk mendapatkan fitur dan hakekat dari pengalaman dan hakekat dari apa yang dialami.

    ReplyDelete
  16. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Fenomenologi adalah pengetahuan berdasarkan pengalaman (realitas/empiris). Fenomenologi juga dapat diartikan sebagai pegkajian terhadap tampilan suatu objek yang didapat dari hasil pengelaman panca indra manusia. Di bidang filsafat sendiri, fenomena adalah studi tentang keberadaan suatu objek atau apa adanya dari sebuah objek, kemudian objek tersebut dilakukan studi pengetahuan yang ada di objek tersebut.

    ReplyDelete
  17. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Fenomenologi Husserl memiliki pemaknaan kajian yaitu membedakan antara subjektif, intersubjektif, dan objektif.. Tentu saja ketiga hal tersebut sangat erat dalam kehidupan kita seperti halnya subjektif yang berasal dari pemikiran, pandangan, dan pendapat diri kita yang dipengaruhi oleh pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki Namun hal tersebut tidak cukup apabila tidak dilengkapi oleh objektif di mana terdapat pandangan ahli lain yang memiliki pengetahuan secara netral yang dapat mempengaruhi keputusan yang akan dibuat. Untuk selanjutnta dianalisis atau digeneralisasi apakah keputusan tersebut sesuai dengan pandangan atau aturan yang telah terlaksana di dunia ini.

    ReplyDelete
  18. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Sebelumnya melihat fenomenologi dari sudut pandang pendekatan penelitian. Namun, setelah saya membaca link yang Bapak berikan saya menjadi tahu berbagai fenomenologi dari multi-disiplin ilmu. Begitu sempitnya pemetaan yang ada di dalam pikiran saya sebelumnya. Sungguh begitu besar lingkup yang dapat dilihat berdasarkan fenomenologi tersebut. Saya dapat menyimpulkan bahwa fenomenologi mencakup segala dimensi yang ada dan yang mungkin ada. Saya bersyukur melalui filsafat ilmu pikiran saya dilatih untuk melihat secara luas-seluasnya dan terlihat bahwa ilmu yang satu tentulah berbeda dengan ilmu yang lain. Sebab sebenar-benar ilmu adalah pembeda atau pembanding antara satu dengan yang lain.

    ReplyDelete