Dec 2, 2012

PHENOMENOLOGY





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PHENOMENOLOGY, koneklah:





Wss Wr Wb
Marsigit

27 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Fenomenologi merupakan kajian tentang bagaimana manusia sebagai subyek memaknai obyek-obyek di sekitarnya. Aliran ini beranggapan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita.Ketika berbicara tentang makna dan pemaknaan yang dilakukan, maka hermeneutik terlibat di dalamnya.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Fenomenologi merupakan cabang ilmu filsafat yang membahas atau mengkaji tentang tentang gejala-gejala, objek-objek yang nampak. Dimana gejala-gejala tersebut disebut dengan “fenomena”. Objek-objek yang dikaji ini diturunkan dari 3 idea yang besifat a priori (transendental) yaitu Allah (Idea teologis), Jiwa (idea psikologis), dan Dunia (idea kosmologis). Dimana ketiga idea ini digunakan sebagai prasyarat yang memungkinkan kita untuk dapat memahami objek (Fenomena).

    Refrensi : Yusuf Lubis, Akhyar. 2016. Filsafat ilmu klasik hingga kontemporer. Jakarta : Rajawali Press. Hal 134

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Fenomenologi umumnya dipahami dalam salah satu dari dua cara: sebagai bidang disiplin dalam filsafat, atau sebagai sebuah gerakan dalam sejarah filsafat. Disiplin fenomenologi dapat didefinisikan awalnya sebagai studi tentang struktur pengalaman, atau kesadaran. Secara harfiah, fenomenologi adalah studi tentang “fenomena”: penampilan hal, atau hal-hal seperti yang muncul dalam pengalaman kita, atau cara kita mengalami hal-hal, sehingga makna hal tersebut ada dalam pengalaman kita. Filsafat fenomenologi ini kemudian berkembang menjadi, ontologi (hakikat tentang sesuatu), epistemologi (studi pengetahuan), logika (studi tentang penalaran valid), etika (studi tindakan yang benar dan yang salah), dll. Gerakan sejarah fenomenologi adalah tradisi filsafat diluncurkan pada paruh pertama abad ke-20 oleh Edmund Husserl, Martin Heidegger, Maurice Merleau Ponty, Jean-Paul Sartre, et al. Dalam gerakan itu, disiplin fenomenologi itu sangat berharga sebagai landasan yang tepat dari semua filsafat. Metode dan karakterisasi disiplin secara luas diperdebatkan oleh Husserl dan penerusnya, dan perdebatan ini terus sampai hari ini.

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran seperti yang dialami dari titik pertama-orang pandang. Struktur utama dari pengalaman adalah intensionalitas nya, yang diarahkan terhadap sesuatu, karena merupakan pengalaman atau sekitar beberapa objek. Pengalaman diarahkan obyek berdasarkan isi atau makna (yang mewakili objek) bersama-sama dengan kondisi yang memungkinkan sesuai.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Fenomenologi umumnya dipahami dalam salah satu dari dua cara: sebagai bidang disiplin dalam filsafat, atau sebagai sebuah gerakan dalam sejarah filsafat. Disiplin fenomenologi dapat didefinisikan awalnya sebagai studi tentang struktur pengalaman, atau kesadaran. Secara harfiah, fenomenologi adalah studi tentang “fenomena”: penampilan hal, atau hal-hal seperti yang muncul dalam pengalaman kami, atau cara kita mengalami hal-hal, sehingga makna hal yang harus dalam pengalaman kami. Fenomenologi mempelajari pengalaman sadar seperti yang dialami dari sudut orang subjektif atau pertama pandang. Bidang ini filsafat kemudian harus dibedakan dari, dan terkait dengan, bidang utama lain dari filsafat: ontologi (studi menjadi atau apa yang), epistemologi (studi pengetahuan), logika (studi tentang penalaran valid), etika (studi tindakan yang benar dan yang salah), dll

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenomenologi ini biasanya dihubungkan dengan hermeneutika yaitu menerjemahkan dan diterjemahkan. Manusia menerjemahkan arti dari fenomena sebagai pengetahuan bagi nya atau pun mengeksplorasi pengalaman yang dapat dijadikan sumber ilmu dan mempelajarinya lebih lanjut. Ilmu tersebut memuat bagaimana terjadinya fenomena itu, mengapa bisa terjadi, sebabnya bagaimana, akibatnya seperti apa, apa hikmah yang terkandung didalamnya dan lainnya.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Fenomenologi merupakan studi tentang struktur kesadaran yang dialami seseorang dari pertama kali melihat melalui indranya dan bagaimana seseorang mengalami sebuah pengalaman. Fenomenologi berkaitan erat dengan ilmu dalam filsafat yaitu ontologi mengenai studi tentang individu, epistemologi mengenai bagaimana seseorang mengetahui pengetahuan, logika mengenai alasan apa yang digunakan dalam penalaran dan etika mengenai bagaimana kita seharusnya dalam bertindak. Fenomenologi mengembangkan kesadaran manusia dalam kompleks kesadaran temporal, kesadaran spasial, perhatian, kesadaran diri sendiri dan lainnya.

    ReplyDelete
  8. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    fenomenologi berarti ilmu tentang gejala-gejala atau apa saja yang tampak. Menurut Kant, pengalaman itu hanya terjadi didalam dunia fenomenal. Dimana fenomena merupakan sesuatu yang kelihatan atau tampak, dunia inderawi, dan dunia lahiriah. Dibalik fenomena, ada dunia noumena. Fenomena dan noumena dikenai kategori-kategori akal budi yang mempunyai pengaruh juga terhadap pandangan Kant mengenai kebebasan kehendak manusia yang menyangkut etika juga

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Fenomenologi (dari bahasa Yunani phainómenon "yang muncul" dan lógos "study") adalah studi filosofis tentang struktur pengalaman dan kesadaran . Sebagai gerakan filosofis yang didirikannya pada tahun-tahun awal abad ke-20 oleh Edmund Husserl dan kemudian diperluas oleh sekelompok pengikutnya di universitas Göttingen dan Munich di Jerman . Kemudian menyebar ke Prancis , Amerika Serikat , dan tempat lain, seringkali dalam konteks yang jauh dari karya awal Husserl.
    Fenomenologi tidak boleh dianggap sebagai gerakan kesatuan; Sebaliknya, penulis yang berbeda memiliki kesamaan keluarga yang sama namun juga memiliki banyak perbedaan yang signifikan. Demikian:
    Definisi fenomenologis yang unik dan terakhir itu berbahaya dan bahkan mungkin paradoks karena tidak memiliki fokus tematik. Sebenarnya, ini bukan doktrin, atau sekolah filosofis, melainkan gaya pemikiran, metode, pengalaman terbuka dan selalu diperbaharui yang memiliki hasil yang berbeda, dan ini dapat membingungkan siapa saja yang ingin mendefinisikan makna fenomenologi.
    Fenomenologi, dalam konsepsi Husserl, terutama berkaitan dengan refleksi sistematis dan mempelajari struktur kesadaran dan fenomena yang muncul dalam tindakan kesadaran. Fenomenologi dapat dengan jelas dibedakan dari metode analisis Cartesian yang memandang dunia sebagai objek, kumpulan objek, dan objek yang saling berakting dan bereaksi satu sama lain.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Phenomology merupakan suatu pembelajaran yang didasarkan oleh pengalaman yang dialami sebelumnya. Seorang yang cerdas adalah seseorang yang mampu dan mau belajar dari pengalamannya. Bahkan, bisa dikatakan rugi, jika seseorang yang telah mempunyai gelar sarjana, namun tidak bisa memaknai setiap pengalamannya yang telah dilalui. Semua bergantung dari mau tidaknya kita belajar dari pengalaman. Optimis akan hasil yang dicapai. Berusaha, pantang menyerah dan berdoa.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Fenomenologi membahas atau mengkaji tentang tentang gejala-gejala, objek-objek yang nampak. Dimana gejala-gejala tersebut disebut dengan “fenomena”.
    Gejala yang ada dialami beberapa orang atau banyak orang. Sehingga tidak hanya satu orang yang mengalaminya akan tetapi komunitas orang. Hasil yang ada diperoleh dari responden apa adanya.

    ReplyDelete
  12. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://plato.stanford.edu/entries/phenomenology/ Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama. Struktur sentral sebuah pengalaman adalah intensionalitasnya, yang diarahkan pada sesuatu, karena ini adalah pengalaman atau tentang beberapa objek. Suatu pengalaman diarahkan ke objek berdasarkan isi atau maknanya (yang mewakili objek) bersama dengan kondisi pemungkin yang sesuai. Fenomenologi sebagai disiplin berbeda dari tapi terkait dengan disiplin ilmu kunci lainnya dalam filsafat, seperti ontologi, epistemologi, logika, dan etika. Fenomenologi telah dipraktekkan dalam berbagai samaran selama berabad-abad, namun terjadi pada awal abad ke 20 dalam karya Husserl, Heidegger, Sartre, Merleau-Ponty dan lainnya. Isu fenomenologis kesengajaan, kesadaran, qualia, dan perspektif orang pertama telah menonjol dalam filsafat pikiran baru-baru ini

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Fenomenologi sebagai disiplin berbeda tapi terkait dengan disiplin ilmu kunci lainnya dalam filsafat, seperti ontologi, epistemologi, logika, dan etika.
    Fenomenologi adalah studi tentang struktur kesadaran yang dialami dari sudut pandang orang pertama.Isu fenomenologis kesengajaan, kesadaran, qualia, dan perspektif orang pertama telah menonjol dalam filsafat pikiran baru-baru ini. karena itulah fenomenologi memasuki ranah utama filsafat.

    ReplyDelete
  14. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Objek-objek yang dikaji dalam fenomenologi diturunkan dari 3 idea yang besifat a priori (transendental) yaitu Allah (Idea teologis), jiwa (idea psikologis), dan dunia (idea kosmologis).
    Hal ini mengartikan bahwa dalam mempelajari fenomena yang ada harus di dasarkan pada aturan Allah yang harus ditaati, selanjutnya berdasarkan jiwa hingga masalah yang ada merupakan masalah yang hubungannya denga dunia yang dialami sekelompok orang.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Dalam memahami matematika Fenomenologi menggunakan prinsip studinya yaitu menuntut kesadaran. Matematika yang menuntut kemampuan nalar yang lebih akan lebih mudah dipahami dengan fenomenologi. Selain itu matematika juga menuntut suatu latihan yang rutin untuk bisa meningkatkan kemampuan pemecahan masalah. Dalam hal ini diperlukan kesadaran penuh untuk melakukannya. Fenomenologi memandang matematika dari segi konkritnya karena fenomenologi menuntut objek yang dapat dilihat. Sedangkan untuk objek abstrak matematika fenomenologi membutuhkan model yang dibuat oleh matematika.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Pendidikan matematika yang memiliki objek dan subjek yang konkrit menjadi suatu keuntungan bagi fenomenologi. Fenomenologi yang berusaha memahami sesuatu berdasarkan pengalaman nyata akan lebih mudah mencerna pendidikan matematika. Dalam memahami pendidikan matematika fenomenologi memandang proses pembelajaran matematika yang terjadi secara nyata dan sadar.
    Pendidikan merupakan proses sadar untuk menjadikan manusia yang lebih baik. Begitu pula dengan pendidikan matematika yang secara sadar berusaha membantu siswa dalam membangun pengetahuan matematikannya. Proses yang terjadi dalam pendidikan matematika jika dipandang dengan kacamata fenomenologi sesungguhnya merupakan suatu proses pencapaian yang dilakukan melalui pengalaman yang nyata.

    ReplyDelete
  17. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Fenomenologi adalah ilmu filsafat mengenai fenomena dalam kehidupan. Fenomena yang terjadi pada seseorang secara umum sama dengan fenomena pada diri orang lain, hal ini dikarenakan sudah terdapat banyak teori-teori dari ilmuwan mengenai cara berpikir dan tingkah dari manusia. Fenomenologi pasti akan berguna bagi para peneliti kasus-kasus seseorang berdasarkan data-data dari orang tersebut pasti juga dapat memperkirakan fenomena yang terjadi pada seseorang.

    ReplyDelete
  18. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Jika kita membaca referensi terkait fenomena, dapat kita ketahui bahwa fenomenologi diartikan sebagai: 1) pengalaman subjektif atau pengalaman fenomenologikal, 2) suatu studi tentang kesadaran dari perspektif pokok dari seseorang (Husserl). Istilah fenomenologi sering digunakan sebagai anggapan umum untuk menunjuk pada pengalaman subjektif dari berbagai jenis dan tipe subjek yang ditemui. dalam arti yang lebih khusus, istilah ini mengacu pada penelitian terdisiplin tentang kesadaran dari perspektif pertama seseorang. Fenomenologi kadang-kadang digunakan sebagai perspektif filosofi dan juga digunakan sebagai pendekatan dalam metode kualitatif. Fenomenologi merupakan pandangan berpikir yang menekankan pada fokus kepada pengalaman-pengalaman subjektif manusia dan interpretasi-interpretasi dunia. Dalam hal ini, para fenomenologis ingin memahami bagaimana dunia muncul kepada orang lain.

    ReplyDelete
  19. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Phenomenology merupakan studi tentang struktur kesadaran sebagai pengalaman dari sudut pandang orang pertama. Phenomenology juga merupakan sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Fenomenologi (Phenomenology) berasal dari bahasa Yunani phainomenon dan logos. Phainomenon berarti tampak dan phainen berarti memperlihatkan. Sedangkan logos berarti kata, ucapan, rasio, pertimbangan. Fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Fenomenologi merupakan studi filosofis tentang struktur pengalaman dan kesadaran. Fenomenologi dalam konsepsi Husserl terutama berkaitan dengan refleksi sistematis dan mempelajari struktur kesadaran dan fenomena yang muncul dalam tindakan kesadaran. Fenomenologi dapat dibedakan dari metode analisis Cartesian yang memandang dunia sebagai objek, kumpulan objek, dan objek yang saling bereaksi satu sama lain.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Phenomenology, in Husserl's conception, is primarily concerned with the systematic reflection on and study of the structures of consciousness and the phenomena that appear in acts of consciousness. Phenomenology can be clearly differentiated from the Cartesian method of analysis which sees the world as objects, sets of objects, and objects acting and reacting upon one another.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Phenomenology_(philosophy)

    ReplyDelete
  22. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Fenomenologi memiliki banyak sekali arti sesuai dengan sudut pandang mana kita memahaminya. Dimana berdasarkan dari sumber yang diberikan, jika dari sudut pandang metode pengukuran dalam sains maka Fenomenologi dapat merujuk pada penelitian empiris. Sedangkan dalam filsafat Fenomenologi (filsafat) merupakan metode filosofis dan sekolah filsafat yang didirikan oleh Edmund Husserl (1859-1938). Menurut saya, Fenomenologi merujuk pada fenomena atau sesuatu yang terjadi, sehingga Fenomenologi merupakan metode untuk memahami fenomena atau sesuatu yang terjadi tersebut.

    ReplyDelete
  23. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Fenomenologi adalah sebuah studi dalam bidang filsafat yang mempelajari manusia sebagai sebuah fenomena. Ilmu fenomonologi dalam filsafat biasa dihubungkan dengan ilmu hermeneutik, yaitu ilmu yang mempelajari arti daripada fenomena ini. Dalam bukunya Neues Organon (1764) menulis tentang ilmu yang tak nyata. Fenomenologi umumnya dipahami dalam salah satu dari dua cara: sebagai bidang disiplin dalam filsafat, atau sebagai sebuah gerakan dalam sejarah filsafat.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berbicara masalah phenomenology maka erat kaitannya dengan Penelitian empiris, bila digunakan untuk menggambarkan metode pengukuran dalam beberapa sains. (1) Hubungan empiris atau model fenomenologis.(2) fenomenologi (arsitektur), berdasarkan pengalaman bahan bangunan dan sifat inderanya. (3) Fenomenologi (arkeologi), berdasarkan pemahaman lanskap budaya dari perspektif sensorik. (4) Fenomenologi (fisika partikel), cabang fisika partikel yang berhubungan dengan penerapan teori terhadap eksperimen berenergi tinggi. (5) Fenomenologi (filsafat), metode filosofis dan sekolah filsafat yang didirikan oleh Edmund Husserl (1859-1938).(6) Fenomenologi (psikologi), pengalaman subyektif atau pelajaran mereka.
    Sebagai contoh: Dalam penelitian fenomenologis epoché digambarkan sebagai proses yang melibatkan pemblokiran bias dan asumsi untuk menjelaskan suatu fenomena dalam bentuk sistem makna inherennya sendiri. Salah satu teknik sebenarnya dikenal dengan bracketing. Ini melibatkan langkah sistematis untuk "menyisihkan" berbagai asumsi dan kepercayaan tentang sebuah fenomena untuk meneliti bagaimana fenomena tersebut muncul dalam dunia peserta

    ReplyDelete
  25. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Fenomenologi adalah studi tentang pengetahuan yang berasal dari kesadaran atau cara memahami suatu objek atau peristiwa dengan mengalaminya secara sadar. Dengan demikian fenomenologi menuntut pengalaman langsung bagi penganutnya. Kesadaran menjadi cirikhas dari studi ini. Fenomenologi tidaklah merujuk kepada suatu yang tidak dapat dikenal. Fenomenologi berkeyakinan bahwa kita dapat melihat “benda yang sebenarnya” dalam fenomenon merujuk kepada “bendanya itu sendiri”.
    Contoh : Phenomenologi matematika adalah proses memahami objek matematika yang real dan proses belajar matematika melalui pengalaman melakukan. Ilmu matematika yang disusun berdasarkan penelitian-penelitian dan hal nyata yang dilakukan oleh para ilmuan.

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Jika kita membahas tentang pendekatan maka akan melihatnya dari berbagai sudut pandang yang beragam, tergantung bagaimana menyikapi dan melihatnya lebih dalam. Belajar dari pengalaman akan mengajarkan banyak hal secara langsung yang biasanya akan lebih bermakna. Hakikat manusia sbg individu dan makhluk sosial yang berkaitan terhadap cara kita memposisikan diri dengan baik pada lingkungan masyarakat untuk menghargai diri sendiri.

    ReplyDelete
  27. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Fenomenologi secara umum dapat diartikan sebagai kajian terhadap fenomena atau apa-apa yang nampak. Tradisi fenomenologi berkonsentrasi pada pengalaman pribadi termasuk bagian dari individu – individu yang ada saling memberikan pengalaman satu sama lainnya. Komunikasi di pandang sebagai proses berbagi pengalaman atau informasi antar individu melalui dialog. Hubungan baik antar individu mendapat kedudukan yang tinggi dalam tradisi ini. Dalam tradisi ini mengatakan bahwa bahasa adalah mewakili suatu pemaknaan terhadap benda. Jadi, satu kata saja sudah dapat memberikan pemaknaan pada suatu hal yang ingin di maknai. Pada intinya, bahwa aliran fenomenologi mempunyai pandangan bahwa pengetahuan yang kita ketahui sekarang ini merupakan pengetahuan yang kita ketahui sebelumnya melalui hal-hal yang pernah kita lihat, rasa, dengar oleh alat indera kita.

    ReplyDelete