Dec 3, 2012

SCIENTIFIC METHOD (METODE ILMIAH)





 Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami tenteng SCIENTIFIC METHOD (METODE ILMIAH), yaitu Epistemology Contemporer, bacalah berikut:


Wss Wr Wb
Marsigit

18 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.Metode ilmiah memiliki beberapa ciri yaitu (1) Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah, (2) Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis, (3) Metode ilmiah didasarkan pada data empiris, (4) Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol.

    ReplyDelete
  2. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    metode ilmiah merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengonstruk pengetahuan. metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis dalam pelaksanaannya. metode ini digunakan untuk mengamati kemudian membuktikan hipotetsis yang terbentuk.

    ReplyDelete
  3. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    metode ilmiah ini atau yang sering disebut dengan metode saintifik, menjadi salah satu metode yang digalakkan pada kurikulum 2013. namun, dalam kurikulum 2013 ini, sintaks hipotesis "diganti" menjadi sintaks menanya, sehingga dalam kurikulum 2013 sering disebut sebagai 5M yaitu "mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengomunikasikan."

    ReplyDelete
  4. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Mempelajari metode ilmiah sangat penting sekali dalam penyusunan suatu karya ilmiah. Dengan mempelajari metode ilmiah, karya ilmiah yang disusun mnejadi sistematis dan sesuai dengan prosedur keilmiahan. Dalam melakukan penelitian kita harus mengetahui langkah-langkah metode ilmiahnya. Langkah-langkah tersebut diantaranya melakukan observasi awal, mengidentifikasi masalah, merumuskan atau menyatakan hipotesis, melakukan eksperimen, dan menyimpulkan hasil eksperimen. Adapun kriteria dalam metode ilmiah yaitu adalah sistematis, logis, analitik dan universal.

    ReplyDelete
  5. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Metode ilmiah menggabungkan antara pengalaman empiris (observasi) dan akal dalam memperoleh pengetahuan atau menyelesaikan persoalan-persoalan yang tengah dihadapi oleh ilmuan (saintis). Menurut Harold H. Titus dkk dalam Zaprulkhan (2016: 80-81), metode ilmiah dalam pengetahuan secara rinci harus meliputi enam langkah berikut:
    1) Keinsafan tentang adanya problema, berpikir bermula jika ada sesuatu penghalang atau kesulitan, atau jika ingin mengetahui tentang suatu hal.
    2) Data yang relevan dan tersedia dikumpulkan, bagi problema sederhana, bahan-bahannya mungkin telah ada, namun problema yang lebih sukar mungkin memerlukan penyelidikan yang memakan waktu lama untuk mengumpulkannya.
    3) Data ditertibkan, data-data diberi nomor, dianalisis dan dikelompok-kelompokkan (diklasifikasikan).
    4) Hipotesis dibentuk (diformulasikan), hipotesis harus bersifat “masuk akal”, deduksi yang dapat dicoba dan harus dapat menjadi petunjuk untuk penyelidikan lebih jauh.
    5) Deduksi dapat ditarik dari hipotesis, dalam inferensi kita sampai sekarang prinsip logika formal dapat membantu kita, matematika juga dapat membantu untuk mengungkapkan jenis susunan dan hubungan yang harus dikemukakan dalam subjek.
    6) Verifikasi adalah tahap terakhir, proses verifikasi dapat dilakukan dengan pengamatan, dengan eksperimen atau mencek konsistensi hipotesis dengan fakta-fakta yang ada sangkut pautnya dan yang dikira benar.

    ReplyDelete
  6. Terimakasih atas link-link yang dibagikan. Saya mencoba membukanya namun tidak semua link aktif. Saya sebagai seorang guru sekolah dasar, mengalami saat menggunakan metode saintifik ini pada anak-anak, tahapan dalam metode saintifik ini tidak dapat diberlakukan pada semua situasi dan pada semua anak. Untuk melakukannya, perlu ada kajian terlebih dahulu dari guru terhadap kemampuan siswa. Sebab jika guru belum memahami kemampuan siswa, anak bisa jadi justru menjadi bingung. Pada anak-anak di kelas 1 atau 2 SD, tahapan yang mungkin adalah sampai pada collecting data. Hanya sangat sedikit anak yang bisa melakukan analisis, apalagi sampai ke kesimpulan tertentu. Mereka masih membutuhkan bimbingan guru.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas link-link yang dibagikan
    Metode saintifik dalam pembelajaran masih menjadi isu yang hangat diperbincangkan. Terlebih lagi dengan implementasi kurikulum 2013 yang masih "maju mundur". Dari beberapa sumber yang saya baca, pembelajaran saintifik methode bahwa proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Hal ini memperlihatkan besarnya tugas guru, bukan? Guru harus mampu berjalan bersama peserta didiknya dengan metode pembelajaran seperti ini. Maka guru terlebih dahulu harus memahami kebutuhan siswanya, baru setelahnya guru dapat memberikan pembelajaran yang benar-banar sesuai, yaitu sesuai dengan kebutuhan siswa dan ssesuai dengan apa yang seharusnya diterima oleh siswa. Terimakasih, melalui link-link yang telah dibagikan, saya bersemangat untuk berusaha membuka diri untuk terus membaca. Bismillah, semoga kita selalu diberikan kesempatan oleh-Nya

    ReplyDelete
  8. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Metode ilmiah adalah langkah langkah ilmiah untuk memecahkan sebuah permasalahan yang tersusun secara sistematis. Dikatakan ilmiah karena memenuhi unsur unsur ilmiah seperti ada permasalahan, kajian teori, kerangka berpikir, hipotesis, penelitian dan kesimpulan. Diharapkan dengan memenuhi unsur unsur tersebut sebuah karya ilmiah bisa tersusun secara bagus sehingga hasilnya maksimal dan menambah khasanah pengetahuan bagi yang menulis atau yang lainnya.dalam pembelajaran sekarang sudah menujusearah pembelajaran berbasis ilmiah ( scientific) yaitu siswa ditumbuhkan dan dibiasakan dengan sikap ilmiah dalam pembelajaran, sehingga dalam pembelajaranpun menggunakan langkah scientific yaitu 5M, dari itu diharapkan siswa dapat mengkontruksi pengetahuan yang dimiliki sebalumnya untuk memperoleh pengetahuan baru.



    ReplyDelete
  9. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Menurut pemahaman saya, scientific dapat berperan sebagai pendekatan dan juga metode. Saintifik ini menjadi sering terdengar ketika dikaitkan dengan pembelajaran pada kurikulum 2013. Namun ternyata, saintifik ini telah ada sejak dulu. Saintifik sebagai metode merupakan sekumpulan teknik untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Metode ini umumnya didasarkan pada bukti empiris atau terukur berdasarkan pada prinsip penalaran tertentu untuk membuktikan suatu pengetahuan. Hal yang terpenting dari metode saintific ini adalah pengujian dari hipotesis sehingga diperoleh bukti secara ilmiah terhadap suatu pengetahuan.

    ReplyDelete
  10. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Metode ilmiah merupakan hal yang penting untuk diketahui khususnya dalam proses penelitian, karena metode ilmiah merupakan suatu prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan yang sering disebut dengan pengetahuan ilmiah. Menurut para peneliti terdahulu berpendapat bahwa dalam proses penelitian harus dilakukan secara ilmiah. Suatu penelitian dikatakan penelitian ilmiah perlu memperhatikan beberapa kriteria yang harus dipenuhi. Adapun kriteria dalam metode ilmiah iyalah harus sistematis, masuk akal atau logis, analitik dan bersifat universal.

    ReplyDelete
  11. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Sesuai dengan kurikulum 2013 saat ini metode ilmiah merupakan pendekatan yang di anjurkan oleh pemerintah untuk diterapkan di sekolah hal ini bertujuan agar siswa dapat lebih mengeksplor potensi diri yang mereka miliki. Selain itu metode ilmiah juga cocok dikombinasikan dengan metode berbasis masalah dimana siswa berperanan aktif untuk mencari penyelesaian dari masalah matematika yang diberikan oleh guru. Dengan begitu guru dapat meminimalisir peranannya di dalam proses pembelajaran sehingga guru benar-benar hanya bertindak sebagai fasilitator dan mediator dan bukan sebagai sumber utama pengetahuan selama proses pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  12. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Pemahaman kami inti dari metode saintifik sendiri sebenarnya metode pembelajaran dengan mengamati fenomena-fenomena yang ada di sekitar kita untu mendapatkan atau memahami suatu konsep dan pengetahuan. Metode saintifik ini sudah mulai digalakkan di Indonesia sejak diberlakukannya kurikulum 2013. Dalam kurikulum 2013 ditegaskan bahwa metode saintifik mencakup lima kegiatan yang sering disebut dengan 5 M, yaitu menngamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi (menalar), dan mengkomunikasikan. Akan tetapi dalam prakteknya guru hanya berfokus pada 5M tersebut, dan melupakan hakekat dari metode saintifik itu sendiri yaitu mengamati fenomena. Yang sering terjadi adalah
    Mengamati: siswa mengamati guru menjelaskan materi
    Menanya: siswa menanyakan hal-hal yang belum jelas dari penjelasan guru
    Mengumpulkan informasi: siswa mencatat informasi-informasi dari penjelasan guru
    Mengasosiasi: siswa mengerjakan soal-soal/masalah-masalah yang diberikan guru
    Mengkomunikasikan: siswa mempresentasikan pekerjaan

    ReplyDelete
  13. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah, terimakasih prof. Marsigit atas link-link yang telah di sajikan di atas. Metode ilmiah merupakan hal yang penting untuk diketahui khususnya dalam proses penelitian dan pembelajaran, karena metode ilmiah merupakan suatu prosedur atau cara-cara tertentu yang digunakan untuk memperoleh pengetahuan ilmiah. Dalam pembelajaran saintifik methode bahwa proses pembelajaran dapat dipadankan dengan suatu proses ilmiah, karenanya Kurikulum 2013 mengamanatkan dan mempromosikan dengan gencar esensi pendekatan saintifik dalam pembelajaran dikelas. Maka semakin beratlah tugas seorang pendidik. Siswa pun juga dituntut untuk mampu mengamati masalah yang ada, menanyakan bagaimana seluk beluk dan solusi yang benar, mengumpulkan data dan informasi untuk memecahkannya, mengasosiasi atau mengorganisir data supaya lebih jelas dan detail, mengkomunikasikannya di depan kelas, dan terakhir adalah mencipta atau membuat sebuah produk akhir yang menjadi cerminan transfer dari segala ilmu pengetahuan yan ia miliki. Dengan demikian, siswa ditumbuhkan dan dibiasakan dengan sikap ilmiah dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  14. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Menurut salah satu sumber tersebut, metode ilmiah merupakan bagian tehnik untuk menginvestigasi fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan mengintegrasi pengetahuan sebelumnya. Hal tersebut berdasarkan pada kumpulan yang dapat observasi, bukti empiris dan terukur untuk alasan prinsip yang spesifik, kumpulan data dalam observasi dan percobaan, dan formulasi dan pengujian hipotesis. Walaupun prosedur metode ilmiah sangat berbeda-beda dari satu bidang penyelidikan dengan yang lain, perbedaan sifat-sifat penyelidikan ilmiah bisa didentifikasi dari pengetahuan metodologi lainnya. Peneliti ilmiah mengajukan hipotesis sebagai penelasan fenomena dan mendesaik studi eksperimen untuk menguji hipotesis tersebut. Langkah tersebut haru diulang untuk memprediksi ketergantungan hasil di masa yang akan datang.

    ReplyDelete
  15. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Metode ilmiah tumbuh mulai abad 19 berdasarkan paradigma rasionalism, salah satu tokohnya adalah Rene Descartes. Segala sesuatu atau sumber belajar dalam pembelajaran metode ilmiah dianggap sebagai sesuatu yang dapat diamati/observable. Oleh sebab itu, tahapan awal dalam pembelajaran dengan metode ilmiah diawali dengan mengamati.

    ReplyDelete
  16. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Metode ilmiah memiliki beberapa kelebihan saat diterapkan di pembelajaran. Saat siswa menemukan masalah yang akan diselesaikan maka siswa mengidentifikasi melalui hipotesis yang akan dilaksanakan kemudian siswa menganalisis untuk mendapatkan kesimpulan atau jawaban dari hipoteisnya terbukti atau tidak. Kegiatan ini akan memberikan sifat kreatif kepada siswa karena siswa akan mencari tahu dengan berbagai cara bahkan sesuai kemampuan siswa Dalam hal ini siswa mendapatkan informasi juga berdasarkan identifikasi bersama-sama dengan temannya, saling berdiskusi untuk mendapatkan jawaban sehigga akan memberikan pengalaman tersendiri bagi siswanya.

    ReplyDelete
  17. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Metode ilmiah juga bisa didapat dari sebuah penelitian ilmiah atau sebuah percobaan, yang mana di dalam sebuah penelitian ilmiah mempunyai langkah-langkah yang sistematis dan berurutan. Metode ilmiah dilakukan dengan tujuan untuk menemukan sebuah teori yang baru atau membuktikan sebuah teori. Metode ilmiah dapat pula diartikan sekumpulan teknik untuk menyelidiki suatu fenomena dan mengintegrasi sebuah pengetahuan sebelumnya. Metode ilmiah juga merupakan penggabungan antara pengalaman dan bukti empiris lalu disusun sebuah hipotesis, dan dilakukan pengujian terhadap hipotesis tersebut.

    ReplyDelete
  18. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Melalui metode ilmiah, siswa diberikan kebebasan untuk menyadari hal-hal yang ada di sekitarnya. Metode tersebut sangatlah berpusat pada gap atau permasalahan yang ada. Sehingga dalam mencari suatu kesimpulan dan interpretasi tentunya dibutuhkan langkah-langkah yang sistematis. Kemudian, hasil dari sebuah penelitian dapat dijadikan sebagai acuan dalam menyelesaikan gap tersebut. Metode ilmiah tidak hanya untuk mengoptimalkan cara berpikir seseorang namun dapat dijadikan sebagai ruang untuk merefleksikan pengalamannya.

    ReplyDelete