Dec 3, 2012

SCIENTIFIC METHOD (METODE ILMIAH)





 Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami tenteng SCIENTIFIC METHOD (METODE ILMIAH), yaitu Epistemology Contemporer, bacalah berikut:


Wss Wr Wb
Marsigit

49 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sesungguhnya saintifik hanya fenomena menajam saja dari fenomena yang lain. Jika hidup kita dikomandani oleh hati/spiritual maka pada setiap titiknya akan terjadi hermenitika kehidupan (yang meniru lintasan bumi mengelilingi matahari) yaitu fenomena menajam (dengan saintifik), kemudian fenomena mendatar (membudayakan), dan fenomena mengembang (konstruksi-membangun hidup). Maka tidak tepat jika hanya menggunakan saintifik saja untuk membangun dunia, karena saintifik hanya sepertiga dunia.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Metode saintifik merupakan metode ilmiah yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Metode ini dikatakan sebagai metode penemuan di mana siswa mampu untuk memecahkan dan menemukan sendiri permasalahan yang diberikan. Dalam artikel Scientific method, The Oxford English Dictionary mendefinisikan metode saintifik sebagai sebuah metode atau cara yang mempunyai karakteristik sains alami sejak abad ke 17, yang terdiri dari observasi (pengamatan), mengukur, dan percobaan, menemukan perumusan, menguji, dan pengujian hipotesis. Dari definisi ini dapat diasumsikan bahwa metode saintifik mampu membantu siswa dalam menemukan konsep permasalahan sendiri.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol, Atau Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
    1. Karakterisasi (observasi dan pengukuran)
    2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil observasi dan pengukuran)
    3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
    4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    metode ilmiah teknik untuk menyelidiki fenomena dan memperoleh pengetahuan baru, serta untuk mengoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Hal ini didasarkan pada diamati, empiris, direproduksi, bukti terukur, dan tunduk pada hukum penalaran.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Salah satu metode ilmiah yaitu model atau metode hypothetico-deductive. Menurut metode tersebut hasil penyidikan ilmiah dengan merumuskan hipotesis bisa tidak sesuai dengan data yang diperoleh melalui observasi. Sebuah tes yang dapat berjalan dengan baik dan tidak bertentangan dengan hipotesis yang diambil dapat menguatkan teori. Aturan yang digunakan dalam metode hypothetico-deductive sebagai berikut: menggunakan pengalaman yang ada, membuat hipotesis, menyimpulkan prediksi dari hipotesis dan tes atau percobaan. Metode ini sering digunakan dalam pembelajaran siswa dikelas.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah ilmuwan
    dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbu-dayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pembelajaran saintifik dilakukan dengan tahap mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman siswa dari segi isi maupun pengalaman (Edelson, Gordin & Pea, 1999).

    References:
    Edelson, D.C., Gordin, D.N, & Pea, R.D. 1999. “Addressing the Challenges of Inquiry-
    Based Learning through Technology and Curriculum Design”. The Journal of the Learning Sciences, 1999, 8 (3-4), pp.391- 450.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu dengan cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Ilmu yang merupakan pengetahuan khusus untuk mengetahui tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa itu terjadi. Dalam hal ini adanya persayaratan ilmiah terhadap sesuatu sehingga disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persayaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yag telah ada lebih dahulu.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Metode ilmiah atau lebih dikenal dengan metode saintifik merupakan penemuan di mana siswa mampu untuk memecahkan dan menemukan sendiri permasalahan yang diberikan.
    Metode ini dinilai mampu membuat siswa lebih berkembang sehingga dalam kurikulum 2013 yang dicanangkan sekarang ini, metode saintifik sebagai metode dasar yang digunakan.

    ReplyDelete
  9. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Metode ilmiah merupakan langkah atau tahap yang teratur dan sistematis yang digunakan dalam memecahkan suatu masalah ilmiah. Metode tersebut berawal dari adanya permasalahan yang diperoleh dari pengamatan terhadap gejala-gejala (fenomena) yang terjadi pada suatu objek pengamatan. Metode ilmiah mencakup enam langkah yaitu merumuskan masalah, menyusun hipotesis, melaksanakan penelitian ilmiah, mengumpulkan data dari hasil penelitian, mengolah dan menganalisis data, membuat kesimpulan.

    ReplyDelete
  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://www.sciencedaily.com/terms/scientific_method.htm Metode ilmiah adalah sekumpulan teknik untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Hal ini didasarkan pada pengumpulan bukti observasional, empiris dan terukur yang tunduk pada prinsip penalaran tertentu, pengumpulan data melalui observasi dan eksperimen, dan perumusan dan pengujian hipotesis. Peneliti ilmiah mengajukan hipotesis sebagai penjelasan fenomena, dan merancang studi eksperimental untuk menguji hipotesis ini. Langkah-langkah ini harus diulang untuk memprediksi sebuah hasil yang terupdate.

    ReplyDelete
  11. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Metode ilmiah merupakan suatu teknik untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau memperbaiki dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Scientific method diperoleh dari pengumpulan data hal yang diamati, empiris dan bukti untuk prinsip-prinsip penalaran tertentu, pengumpulan data melalui observasi dan eksperimen serta adanya pengujian hipotesa. Langkah-langkah atau prosedur dalam pelaksanaan metode ilmiah ini ini bevariasi. Variasinya berdasarkan dari bidang penelitiannya. Penelitian ini mudah dipahami atau bedakan antara penyelidikan ilmiah dari metodologi pengetahuan lainnya.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dalam kurikulum terbaru yaitu kurikulum 2013 yang menggunakan pendekatan saintifik, dimana pendekatan disini juga bermakna metode. pendekatan saintifik merupakan pendekatan di dalam kegiatan pembelajaran yang mengutamakan kreativitas dan temuantemuan siswa. Pengalaman belajar yang mereka dapat tidak bersifat indoktrinisasi, hafalan, dan sejenisnya. atau bisa juga pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan tertentu.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam artikel Scientific method, The Oxford English Dictionary mendefinisikan metode saintifik sebagai sebuah metode atau cara yang mempunyai karakteristik sains alami sejak abad ke 17, yang terdiri dari observasi (pengamatan), mengukur, dan percobaan, menemukan perumusan, menguji, dan pengujian hipotesis.
    Sehingga melalui kegiatan mengamati siswa diharapkan dapat mengukur objek hingga melakukan percobaan untuk selanjutnya dapat melakukan perumusan dari percobaan dan mengujinya untuk mendapatkan konsep yang tepat.

    ReplyDelete
  14. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Dalam penerapannya, belajar tidak cukup hanya dengan sekedar mengingat, siswa juga diharapkan mampu untuk dapat mengamati masalah yang ada, menemukan solusinya, menguasainya, menerapkan, serta menemukan hal-hal yang bermanfaat bagi dirinya. Dalam proses pembelajaran selama ini khususnya bidang studi matematika masih banyak guru yang menggunakan metode ceramah, sedangkan disisi lain siswa masih sering mengalami kesulitan memahami materi yang disampaikan ketika pembelajaran tersebut berlangsung. Metode saintifik pada umumnya melibatkan pengamatan dan penalaran juga membutuhkan kerjasama baik secara individual maupun secara kelompok. Metode saintifik merupakan metode yang merangsang siswa untuk belajar aktif dan belajar kreatif yang selalu mempertanyakan suatu kondisi dengan mengajukan ide baru.

    ReplyDelete
  15. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Metode ilmiah umumnya menfokuskan untuk melakukan identifikasi terhadap masalah yang harus dipecahkan, pengumpulan data, lalu menanalisis data dan menarik kesimpulan yang tepat. Penelitian ini sifatnya sangat objektif, karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman maupun intuisi seorang peneliti yang sifatnya subjektif. Supaya suatu metode yang digunakan dalam penelitian disebut dengan Metode Ilmiah, maka metode tersebut harus mempunyai beberapa kriteria yang sebagai berikut: berdasarkan kenyataan atau fakta, bebas dari prasangk, memakai prinsip analisa, menggunakan hipotesis, menggunakan ukuran yang objektif, menggunakan teknik kuantifikas.

    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Metode ilmiah atau juga biasa disebut proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis untuk melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam yang berupa proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari link yang baca menjelaskan bahwa metode ilmiah merupakan sekumpulan teknik untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Agar dapat disebut ilmiah, metode penyelidikan umumnya didasarkan pada bukti empiris atau terukur yang tunduk pada prinsip penalaran yang spesifik. Kamus Oxford Online mendefinisikan metode ilmiah sebagai metode atau prosedur yang memiliki karakteristik ilmu pengetahuan alam sejak abad ke-17 yang terdiri dari pengamatan, pengukuran, dan eksperimen sistematis, dan perumusan, pengujian, serta modifikasi hipotesis. Hal ini menurut saya dapat diterapkan ketika ingin mengadakan penelitian sehingga hasil yang diperoleh dapat dimaksimalkan.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Metode ilmiah atau proses ilmiah (scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.
    Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
    1. Karakterisasi (pengamatan dan pengukuran)
    2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil pengamatan dan pengukuran)
    3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
    4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)
    Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Metode_ilmiah

    ReplyDelete
  19. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Metode saintifik merupakan suatu cara yang digunakan dalam pembelajaran dengan melibatkan siswa secara aktif untuk melakukan berbagai kegiatan inkuiri atau menemukan. Saintifik artinya ilmiah dalam rangka melakukan percobaan untuk menemukan sesuatu. Dalam pembelajaran metode ini digunakan dengan tujuan supaya siswa sendiri yang menemukan konsepnya sehingga misi untuk perubahan paradigma pendidikan/kurikulum pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Metode ini menjadi model dari kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Landasan perbahan pendidikan/kurikulum pembelajaran yang dikenal dengan metode saintifik adalah pemerintahan ingin masyarakat Indonesia mampu bersaing dengan negara lain. Sebab di abad 21 ini peluang untuk mendapatkan pekerjaan terbuka luas dan bebas siapapun bisa bekerja di Indonesia. Sehingga siswa-siswa kita harus mampu bersaing dengan memiliki berbagai keterampilan. Maka dari itu untuk mengembangkan dan melatih berbagai keterampilan tersebut siswa dituntut untuk melakukan kegiatan saintifik. Diharapkan dengan metode pembelajaran ini memberikan damfak positif terhadap kualitas anak bangsa kita.

    ReplyDelete
  21. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran dengan pendekatan saintifik adalah proses pembelajaran yang dirancang sedemikian rupa agar peserta didik secara aktif mengonstruk konsep, hukum atau prinsip melalui tahapan-tahapan mengamati (untuk mengidentifikasi atau menemukan masalah), merumuskan masalah, mengajukan atau merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dengan berbagai teknik, menganalisis data, menarik kesimpulan dan mengomunikasikan konsep, hukum atau prinsip yang “ditemukan”. Pendekatan saintifik dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam mengenal, memahami berbagai materi menggunakan pendekatan ilmiah, bahwa informasi bisa berasal dari mana saja, kapan saja, tidak bergantung pada informasi searah dari guru. Oleh karena itu kondisi pembelajaran yang diharapkan tercipta diarahkan untuk mendorong peserta didik dalam mencari tahu dari berbagai sumber melalui observasi, dan bukan hanya diberi tahu.

    ReplyDelete
  22. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    pembelajaran dengan pendekatan saintifik bagus untuk membantu siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sendiri. seperti yang telah kita ketahui bahwa pembelajaran sudah beralih dari teacher-center ke student center , sehingga guru berfungsi sebagai fasilitator dan siswa yang berusaha mengkonsep pengetahuannya.

    ReplyDelete
  23. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terimakasih atas artikel artikel yang Bapak berikan, sangat membantu saya dan menambah referensi ilmu. hal tersebut juga dapat membantu saya untuk menyiapkan lebih matang lagi mengenai pembelajaran saintifik sebagai bekal saya untuk PPL dan kedepan jika saya diberi kesempatan untuk menjadi guru.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Metode ilmiah erat kaitannya dengan metode saintifik yang dua hal itu salaing berkaitan. Sejarah metode ilmiahnya menganggap perubahan metodologi penyelidikan ilmiah, berbeda dengan sejarah sains itu sendiri. Pengembangan peraturan untuk penalaran ilmiah belum langsung; Metode ilmiah telah menjadi subyek perdebatan yang intens dan berulang sepanjang sejarah sains, dan filsuf alam dan ilmuwan terkemuka berpendapat keunggulan pendekatan satu sama lain untuk membangun pengetahuan ilmiah. Terlepas dari ketidaksepakatan tentang pendekatan, metode ilmiah telah maju dalam langkah-langkah yang pasti. Penjelasan rasionalis tentang alam, termasuk atomisme, muncul baik di Yunani kuno dalam pemikiran Leucippus dan Democritus, dan di India kuno, di sekolah Nyaya, Vaisesika dan Budha, sementara materialisme Charvaka menolak kesimpulan sebagai sumber pengetahuan yang mendukung empirisisme. Itu selalu diragukan. Aristoteles mempelopori metode ilmiah di Yunani kuno bersamaan dengan biologi empiris dan karyanya tentang logika, menolak kerangka deduktif murni yang mendukung generalisasi yang dilakukan dari pengamatan alam.
    rene decrates adalah yang terkelanal pada metode ilmiah, Inductivism, yang menjadi terkenal dengan Isaac Newton dan para pengikutnya

    ReplyDelete
  25. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Secara sederhana, pengertian metode ilmiah adalah langkah kerja yang dilakukan oleh para peneliti dalam menjawab masalah yang ada. Dalam buku Schaum outline dijelaskan bahwa pengertian metode ilmiah atau metode saintifik adalah langkah langkah kerja rutin dari saintis saintis aktif seiring dibimbingnya mereka oleh keingintahuan untuk mempelajari keteraturan dan hubungan di antara fenomena yang mereka pelajari.

    ReplyDelete
  26. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berdasarkan sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Scientific_method. Metode ilmiah adalah metode untuk memperoleh suatu teori dengan proses yang sistematis dan dengan bukti fisik. Sistematis yang dimaksud adalah berdasarkan hipotesis atau dugaan, dilakukan eksperimen atau percobaan berkali-kali. Jika eksperimennya mendapatkan hasil yang baik, maka hipotesis dapat menjadi sebuah teori yang dianggap benar.

    ReplyDelete
  27. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada era abad 21 ini mendengar Scientific method sudah tidak asing lagi bagi kita. Karena metode ini sangat diharuskan pada kurikulum kita pada saat ini. Dimana setiap pembelajaran metode ini dimunculkan pada kegiatan pembelajaran. Metode ini tentunya sangat erat dengan bukti-bukti fisik sehingga diperlukan eksperimen-eksperimen dalam sebuah kegiatan pembelajarannya. Sejak di tetapkan sebagai kewaiban dalam pembelajaran di kurikulum 2013 ini, banyak peneliti2 yang tertarik untuk meneliti dan menulis tentang scientific ini. Dimana banyak ditemukan dengan pendekatan scientific siswa dapat berpikir kritis, analitis, dan tepat dalam mengidentifikasi, memahami, memecahkan masalah, dan mengaplikasikan materi pembelajaran. Selain itu, siswa juga mampu menerapkan, dan mengembangkan pola berpikir yang rasional dan objektif dalam merespon materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  28. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dua kaum yang berbeda pada zaman pra Socrates yaitu kaum Rasionalis dan kaum Empirik sama-sama mencari suatu kebenaran terhadap realitas. Dua kaum ini mempunyai keunikan untuk mencapai suatu kebenaran dalam mengidentifikasi sebuah realitas. Kaum Rasionalis mempunyai paham a priori sedangkan kaum Empirik mempunyai paham a posteriori. Kaum Rasionalis dan Empirik mempunyai logikanya masing-masing dengan kelebihan dan kekurangannya dalam mengidentifikasi suatu objek. Oleh karena itu, beberapa para filsuf/ilmuwan mencoba menggabungkan cara berpikir dua kaum ini, yang sekarang kita kenal dengan nama metode ilmiah. Dengan demikian, metode ilmiah dasarnya adalah penggabungan antara cara berpikir kaum Rasionalis dan kaum Empirik, maka dari itu metode ilmiah harus mempunyai pemikiran yang konsisten dan kebenarannya teruji secara empirik.

    ReplyDelete
  29. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Metode ilmiah merupakan suatu prosedur yang mencakup berbagai tindakan pikiran, pola kerja, cara teknis, dan tata langkah untuk memperoleh pengetahuan baru atau mengembangkan pengetahuan yang telah ada. Dengan kata lain, metode ilmiah adalah prosedur atau cara untuk mengetahui sesuatu yang mempunyai langkah-langkah sistematis dan menggunakan cara berfikir yang logis. Langkah-langkah tersebut dimulai dari adanya kebutuhan objektif, perumusan masalah, pengumpulan teori, perumusan hipotesis, pengumpulan data/informasi/fakta, analisis data, dan diakhiri dengan penarikan kesimpulan

    ReplyDelete
  30. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Scientific Method atau metode ilmiah merupakan metode pada epistemologi kontemporer, yang berkembang pada abd ke-21, yaitu perubahan paradigma konstruktivisme. Metode ilmiah adalah proses yang berkelanjutan, yang biasanya dimulai dengan pengamatan tentang alam atau dunia nyata. Setelah adanya observasi maka akan muncul dugaan atau hipotesis yang akan diuji kebenarannya menggunakan eksperimen. Hail eksperimen inilah yang kemudian akan dianalisis untuk kemudian menghasilkan simpulan yang menjawab hipotesis. Dalam melakukan analisis, maka seseorang yang berpikir ilmiah akan berpikir secara hipotetic-deductive.

    ReplyDelete
  31. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

    ReplyDelete
  32. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Metode ilmiah atau proses ilmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam.

    ReplyDelete
  33. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Scientific method atau metode ilmiah merupakan pengembangan dan elaborasi dari penalaran ilmiah dan penyidikan tidak langsung. Sedangkan prosesnya berupa proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Adapun langkah-langkahnya meliputi pengamatan, membentuk hipotesis untuk menjelaskan fenomena alam, memprediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis, menguji dengan melakukan eksperimen, dan menyimpulkan. Penalaran yang digunakan dalam mengambil kesimpulan menekankan pada penalaran induktif dibanding dengan penalaran deduktif. Dan kurikulum terbaru di Indonesia yaitu Kurikulum 2013. Pembelajaran yang berlandung berdasarkan metode scientifik, dengan menerapkan 5M, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunikasikan.

    ReplyDelete
  34. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    pendekatan saintifik erat kaitannya dengan kurikulum 2013, pendekatan disini bisa disebut juga metode, dalam pelaksanaanya saintifik menekankan pada keaktifan siswa, siswa belajar melalui proses mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi dan mengkomunikasi, sehingga siswa dapat mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  35. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menurut link https://en.wikipedia.org/wiki/History_of_scientific_method bahwa metode ilmiah telah menjadi subyek perdebatan yang intens dan berulang sepanjang sejarah sains, dan filsuf alam dan ilmuwan terkemuka berpendapat keunggulan pendekatan satu sama lain untuk membangun pengetahuan ilmiah. Beberapa perdebatan terpenting dalam sejarah metode ilmiah berpusat pada: rasionalisme, terutama yang dianjurkan oleh Descartes; Inductivism, yang menjadi terkenal dengan Isaac Newton

    ReplyDelete
  36. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari berbagai referensi di atas dapat disimpulkan metode ilmiah merupakan suatu langkah atau proses ilmiah dalam rangka memeperoleh pengetahuan yang disusun secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan. Dalam metode ilmiah tersebut menggunakan beberapa tahap, diantaranya merumuskan masalah, mengumpulkan keterangan, menyusun hipotesis, menguji hipotesis dengan melakukan percobaan atau penelitian, mengolah data, dan menarik kesimpulan. Selain itu, dalam pelaksanaan metode ilmiah juga dibutuhkan beberapa sikap ilmiah guna meminimalisir terjadinya kekeliruan. Menurut Brotowidjoyo (dalam Zaenal Arifin 2008: 4) mengatakan bahwa: orang yang berjiwa ilmiah adalah orang yang memiliki tujuh macam sikap ilmiah. Ketujuh macam sikap tersebut adalah (1) sikap ingin tahu, (2) sikap kritis, (3) sikap terbuka, (4) sikap objektif, (5) sikap rela menghargai karya orang lain, (6) sikap berani mempertahankan kebenaran, dan (7) sikap menjangkau ke depan.

    ReplyDelete
  37. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sikap ilmiah dapat dijadikan acuan dalam pelaksanaan metode ilmiah. Sebab, informasi dan pengetahuan akan terus bertambah dan berkembang dari masa ke masa. Sifat manusia tidak pernah puas dengan apa yang sudah diketahuinya, sehingga menjadikan ilmu pengetahuan menjadi siklus yang akan terus berkembang. Oleh karena itu, dengan “metode ilmiah” dapat menjadi jembatan untuk berkembangnya ilmu pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  38. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Diambil dari en.wikipedia.org/wiki/Scientific_method

    Metode ilmiah adalah sekumpulan teknik untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Untuk disebut ilmiah, metode penyelidikan umumnya didasarkan pada bukti empiris atau terukur yang tunduk pada prinsip penalaran tertentu. Metode ilmiah adalah proses yang terus menerus, yang biasanya dimulai dengan pengamatan tentang alam. Manusia pastinya memiliki rasa ingin tahu, jadi mereka sering mengajukan pertanyaan tentang hal-hal yang mereka lihat atau dengar dan sering mengembangkan gagasan (hipotesis) tentang mengapa keadaannya seperti apa adanya. Hipotesis terbaik mengarah pada prediksi yang dapat diuji dengan berbagai cara, termasuk melakukan observasi lebih lanjut tentang alam. Begitulah dua tahapan awal dari metode ilmiah

    ReplyDelete
  39. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terima kasih atas sumber-sumber bacaan yang telah diberikan. Metode ilmiah adalah tubuh teknik untuk menyelidiki fenomena, memperoleh pengetahuan baru, atau mengoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. [1] Untuk dapat disebut ilmiah, metode penyelidikan harus didasarkan pada empiris dan terukur tunduk bukti untuk prinsip-prinsip tertentu penalaran. [2] The Oxford English Dictionary mendefinisikan metode ilmiah sebagai: ". sebuah metode atau prosedur yang telah ditandai ilmu alam sejak abad ke-17, yang terdiri dalam pengamatan sistematis, pengukuran, dan percobaan, dan perumusan, pengujian, dan modifikasi hipotesis" [3]

    ReplyDelete
  40. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode saintifik merupakan metode yang digunakan untuk menunjang Kurikulum 2013. Metode ini biasa dikenal dengan 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mencoba, Menalar, dan Mengkomunikasikan. Setiap tahap tersebut disusun sistematis untuk membentuk siswa yang sesuai dengan harapan Kurikulum 2013.

    ReplyDelete
  41. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode saintifik adalah teknik dalam menginvestigasi fenomena, mendapatkan ilmu baru, ataau memperbaiki dan mengintegrasikan ilmu sebelumnya. Metode ini didasarkan pada bukti empiris atau dapat diukur. Bagian penting dari metode saintifik ini adalah eksperimen. Metode saintifik adalah suatu siklus yang berulang, diawali dengan eksperimen

    ReplyDelete
  42. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode saintifik memiliki beberapa langkah. Berdasarkan http://www.sciencebuddies.org/science-fair-projects/project_scientific_method.shtml, ada 6 langkah pada metode ini, yang pertama adalah menanya. Yang perlu ditanyakan ada 6, yaitu 5W+1H. Selanjutnya adalah penelitian. Mencari konsep dengan fasilitas, diantaranya menggunakan referensi dari perpustakaan atau internet untuk menemukan solusi yang tepat. Selanjutnya adalah mengkonstruksi hipotesis. Hipotesis adalah tebakan ilmiah yang menjelaskan pertanyaan. Hipotesis yang baik akan sama dengan hasil akhir. Selanjutnya adalah mengetes hipotesis apakah sudah akurat atau belum, yaitu dengan eksperimen. Dengan eksperimen, siswa dapat mengetahui apakah prediksinya benar dan hipotesis yang diajukan mendukung. Selanjutnya menganalisis data yang diperoleh dan mengambil kesimpulan. Terakhir, komunikasikan hasil yang didapat dengan teman lain dan guru-guru

    ReplyDelete
  43. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode saintifik yang berkembang di Indonesia mengacu pada kebijakan yang dikeluarkan pemerintah. Dalam pembelajaran (khususnya matematika), siswa diharapkan dapat melalui 5 tahap sintaks pada metode saintifik, yaitu mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Sehingga siswa mampu belajar mandiri dan bermakna

    ReplyDelete
  44. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Scientific Method atau Metode ilmiah terdiri dari pengamatan sistematis, pengukuran, dan percobaan, dan perumusan, pengujian, dan modifikasi hipotesis. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk menentukan apakah pengamatan atau observasi setuju atau bertentangan dengan prediksi yang berasal dari hipotesis.

    ReplyDelete
  45. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Metode Ilmiah adalah cara terorganisir yang membantu ilmuwan (atau siapa pun) menjawab sebuah pertanyaan atau memecahkan masalah. Biasanya ada enam bagian untuk itu.
    (1) Tujuan / Merumuskan Pertanyaan - Apa yang ingin Saya pelajari? Contoh: "Apakah warna bola lampu mempengaruhi pertumbuhan biji rumput?"
    (2) Studi Pustaka – Mengumpulkan informasi sebanyak bisa dicari, dari buku, internet, dan dengan berbicara dengan guru sebelum mulai bereksperimen.
    (3) Hipotesis - Setelah melakukan studi pustaka, coba prediksi jawabannya. Istilah lain untuk hipotesis adalah 'tebakan terdidik'. Contohnya adalah, "Jika saya menanam bibit rumput di bawah bola lampu hijau, maka mereka akan tumbuh lebih cepat daripada tanaman yang tumbuh di bawah bola lampu merah."
    (4) Percobaan - Rancang sebuah tes atau prosedur untuk mengetahui apakah hipotesis Saya benar. Contoh: Saya akan menyiapkan bibit rumput di bawah bola lampu hijau dan biji di bawah lampu merah dan mengamati masing-masing selama beberapa minggu. Saya juga akan menyiapkan bibit rumput di bawah cahaya putih biasa sehingga Saya bisa membandingkannya dengan yang lain. Jika Saya melakukan ini untuk mendapatkan sains, Saya mungkin harus menuliskan secara tepat apa yang Saya lakukan untuk eksperimen Saya selangkah demi selangkah.
    (5) Analisis - Catat apa yang terjadi selama percobaan. Juga dikenal sebagai 'data'.
    (6) Kesimpulan - Tinjau kembali data dan periksa apakah hipotesis Saya benar. Jika rumput di bawah bola lampu hijau tumbuh lebih cepat, maka Saya membuktikan hipotesis Saya, jika tidak, hipotesis Saya salah.

    ReplyDelete
  46. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendekatan pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran menginvestigasi suatu permasalahan secara ilmiah, melakukan langkah-langkah menemukan konsep secara ilmiah, yaitu mengamati, menanya, mencoba, menalar dan mengomunikasikan. Pembelajaran saintifik ini memberikan atmosfir pembelajaran yang mengkonstruk pengetahuan siswa secara mandiri. Guru memfasilitasi siswa dengan LKS penemuan atau ilmiah yang sistematis.

    ReplyDelete
  47. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol.Metode ilmiah memiliki beberapa ciri yaitu (1) Metode ilmiah merupakan proses berpikir untuk memecahkan masalah, (2) Pada Metode Ilmiah, proses berpikir dilakukan secara sistematis, (3) Metode ilmiah didasarkan pada data empiris, (4) Pada metode ilmiah, proses berpikir dilakukan secara terkontrol.

    ReplyDelete
  48. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    metode ilmiah merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengonstruk pengetahuan. metode ini menggunakan langkah-langkah yang sistematis dalam pelaksanaannya. metode ini digunakan untuk mengamati kemudian membuktikan hipotetsis yang terbentuk.

    ReplyDelete
  49. Eka Dina Kamalina
    14301241055
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    metode ilmiah ini atau yang sering disebut dengan metode saintifik, menjadi salah satu metode yang digalakkan pada kurikulum 2013. namun, dalam kurikulum 2013 ini, sintaks hipotesis "diganti" menjadi sintaks menanya, sehingga dalam kurikulum 2013 sering disebut sebagai 5M yaitu "mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengomunikasikan."

    ReplyDelete