Dec 3, 2012

SCIENTIFIC METHOD (METODE ILMIAH)





 Ass Wr Wb
Jika ingin mendalami tenteng SCIENTIFIC METHOD (METODE ILMIAH), yaitu Epistemology Contemporer, bacalah berikut:


Wss Wr Wb
Marsigit

7 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Sesungguhnya saintifik hanya fenomena menajam saja dari fenomena yang lain. Jika hidup kita dikomandani oleh hati/spiritual maka pada setiap titiknya akan terjadi hermenitika kehidupan (yang meniru lintasan bumi mengelilingi matahari) yaitu fenomena menajam (dengan saintifik), kemudian fenomena mendatar (membudayakan), dan fenomena mengembang (konstruksi-membangun hidup). Maka tidak tepat jika hanya menggunakan saintifik saja untuk membangun dunia, karena saintifik hanya sepertiga dunia.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Metode saintifik merupakan metode ilmiah yang dapat diterapkan dalam proses pembelajaran. Metode ini dikatakan sebagai metode penemuan di mana siswa mampu untuk memecahkan dan menemukan sendiri permasalahan yang diberikan. Dalam artikel Scientific method, The Oxford English Dictionary mendefinisikan metode saintifik sebagai sebuah metode atau cara yang mempunyai karakteristik sains alami sejak abad ke 17, yang terdiri dari observasi (pengamatan), mengukur, dan percobaan, menemukan perumusan, menguji, dan pengujian hipotesis. Dari definisi ini dapat diasumsikan bahwa metode saintifik mampu membantu siswa dalam menemukan konsep permasalahan sendiri.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Metode ilmiah atau dalam bahasa inggris dikenal sebagai scientific method adalah proses berpikir untuk memecahkan masalah secara sistematis,empiris, dan terkontrol, Atau Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan observasi serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah. Unsur utama metode ilmiah adalah pengulangan empat langkah berikut:
    1. Karakterisasi (observasi dan pengukuran)
    2. Hipotesis (penjelasan teoretis yang merupakan dugaan atas hasil observasi dan pengukuran)
    3. Prediksi (deduksi logis dari hipotesis)
    4. Eksperimen (pengujian atas semua hal di atas)

    ReplyDelete
  4. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    metode ilmiah teknik untuk menyelidiki fenomena dan memperoleh pengetahuan baru, serta untuk mengoreksi dan mengintegrasikan pengetahuan sebelumnya. Hal ini didasarkan pada diamati, empiris, direproduksi, bukti terukur, dan tunduk pada hukum penalaran.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Salah satu metode ilmiah yaitu model atau metode hypothetico-deductive. Menurut metode tersebut hasil penyidikan ilmiah dengan merumuskan hipotesis bisa tidak sesuai dengan data yang diperoleh melalui observasi. Sebuah tes yang dapat berjalan dengan baik dan tidak bertentangan dengan hipotesis yang diambil dapat menguatkan teori. Aturan yang digunakan dalam metode hypothetico-deductive sebagai berikut: menggunakan pengalaman yang ada, membuat hipotesis, menyimpulkan prediksi dari hipotesis dan tes atau percobaan. Metode ini sering digunakan dalam pembelajaran siswa dikelas.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Pembelajaran saintifik merupakan pembelajaran yang mengadopsi langkah-langkah ilmuwan
    dalam membangun pengetahuan melalui metode ilmiah. Model pembelajaran yang diperlukan adalah yang memungkinkan terbu-dayakannya kecakapan berpikir sains, terkembangkannya “sense of inquiry” dan kemampuan berpikir kreatif siswa. Pembelajaran saintifik dilakukan dengan tahap mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasikan, dan mengomunikasikan. Pembelajaran ini dapat meningkatkan pemahaman siswa dari segi isi maupun pengalaman (Edelson, Gordin & Pea, 1999).

    References:
    Edelson, D.C., Gordin, D.N, & Pea, R.D. 1999. “Addressing the Challenges of Inquiry-
    Based Learning through Technology and Curriculum Design”. The Journal of the Learning Sciences, 1999, 8 (3-4), pp.391- 450.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Metode ilmiah merupakan prosedur dalam mendapatkan pengetahuan yang disebut ilmu dengan cara menerapkan prinsip-prinsip logis terhadap penemuan, pengesahan dan penjelasan tentang suatu kebenaran. Ilmu yang merupakan pengetahuan khusus untuk mengetahui tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa itu terjadi. Dalam hal ini adanya persayaratan ilmiah terhadap sesuatu sehingga disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persayaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yag telah ada lebih dahulu.

    ReplyDelete