Dec 2, 2012

EXISTENTIALISM




Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang EXISTENTIALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit



66 comments:

  1. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Eksistensialisme merupakan suatu aliran filsafat yang lahir karena latar belakang ketidakpuasan beberapa filusuf yang memandang bahwa filsafat pada masa Yunani ketika itu seperti protes terhadap rasionalisme Yunani, khususnya pandangan tentang spekulatif tentang manusia. Intinya adalah Penolakan untuk mengikuti suatu aliran, penolakan terhadap kemampuan suatu kumpulan keyakinan, khususnya kemampuan sistem, rasa tidak puas terhadap filsafat tradisional yang bersifat dangkal dan primitif yang sangat dari akademik.

    ReplyDelete
  2. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? Bagaimanakah manusia yang bebas itu? Sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://id.wikipedia.org/wiki/Eksistensialisme Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? Bagaimanakah manusia yang bebas itu? Sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.


    ReplyDelete
  4. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    "Eksistensialisme", dapat didefinisikan sebagai teori filsafat yang menyatakan bahwa satu set lebih lanjut dari kategori, diatur oleh norma keaslian, perlu untuk memahami eksistensi manusia. Untuk pendekatan eksistensialisme cara kategoris ini mungkin tampak untuk menyembunyikan apa yang sering diambil untuk menjadi yang "hati" (Kaufmann 1968: 12), yaitu, karakternya sebagai sikap protes terhadap filsafat akademis, anti-sistem kepekaan nya, penerbangannya dari "sangkar besi" alasan.

    ReplyDelete
  5. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Eksistensialisme yaitu suatu usaha untuk menjadikan masalah menjadi konkret karena adanya manusia dan dunia. Menurut Sartre eksistensialisme yaitu filsafat yang memberi penekanan eksistensi yang mendahului esensi. Memandang segala gejala yang ada berpangkal kepada eksistensi. Eksistensi merupakan keadaan tertentu yang lebih khusus dari sesuatu. Apapun yang bereksistesi tentu nyata ada.

    ReplyDelete
  6. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Søren Kierkegaard is generally considered to have been the first existentialist philosopher, though he did not use the term existentialism. He proposed that each individual—not society or religion—is solely responsible for giving meaning to life and living it passionately and sincerely, or "authentically". Existentialism became popular in the years following World War II, and strongly influenced many disciplines besides philosophy, including theology, drama, art, literature, and psychology.
    While the predominant value of existentialist thought is commonly acknowledged to be freedom, its primary virtue is authenticity. In the view of the existentialist, the individual's starting point is characterized by what has been called "the existential attitude", or a sense of disorientation, confusion, or dread in the face of an apparently meaningless or absurd world. Many existentialists have also regarded traditional systematic or academic philosophies, in both style and content, as too abstract and remote from concrete human experience.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Existentialism

    ReplyDelete
  7. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Seperti rasionalisme dan empirisme,eksistensialisme adalah istilah yang termasuk dalam sejarah intelektual. Definisinya sedemikian rupa menjadi salah satu kenyamanan historis. Istilah ini secara eksplisit diadopsi sebagai deskripsi diri oleh Jean-Paul Sartre. Eksistensialisme sama seperti fenomena sastra sebagai filsafat. Eksistensialisme juga merupakan sebuah istilah yang diterapkan pada karya filsuf Eropa akhir abad ke-19 dan ke-20 yang, walaupun memiliki perbedaan doktrinal yang mendalam, berbagi kepercayaan bahwa pemikiran filosofis Dimulai dengan subjek manusia-bukan hanya subjek berpikir, tapi juga akting, perasaan, individu manusia yang hidup.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Eksistensi dalam kalangan filsafat eksistensialisme memiliki arti sebagai cara berada manusia, bukan lagi apa yang ada, tapi, apa yang memiliki aktualisasi (ada). Cara manusia berada di dunia berbeda dengan cara benda-benda. Terdapat beberapa paham Sartre mengenai eksistensialisme yaitu (1) berada untuk diri, maksudnya bahwa manusia mempunyai hubungan dengan keberadaannya, ia bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada. dan (2) manusia sebagai subjek yang merencanakan segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Manusia sebagai individu yang membuat peraturan atau nilai bagi dirinya sendiri bukan orang lain.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Eksistensialisme berasal dari kata eksestensi artinya keberadan. Eksistensialisme adalah karya filsuf Eropa akhir abad ke-19 dan ke-20 yang, yang memandang dan memiliki kepercayaan bahwa keberadaan pemikiran filosofis dimulai dengan manusia. Subjek-bukan hanya subjek berpikir, tapi juga akting, perasaan, seorang manusia yang hidup.

    ReplyDelete
  10. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Eksistensi berarti ada, dallam filsafat existentialism menunjukkan bahwa manusia itu ada. Pada manusia kebebasan menjadi hal utama yang didambakannya, Kebebasan menjalar menjadi suatu keinginan untuk mengakui bahwa dirinya itu ada. Eksistensi sendiri bisa berarti menguatkan keberadaan sesuatu dan menunjukan sfat-sifat yang dimilikinya. Eksistensi menjadi penting karena adanya pengakuan akan keberadaan. Eksistensi yang berlebihan menyebabkan turunnya kepercayaan orang lain, hal ini perlu dipertimbangkan sebagai cara kontrol kita dala bersikap dan bertutur kata.

    ReplyDelete
  11. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    ReplyDelete
  12. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berbicara masalah existentialism maka erat kaitannya dengan Seperti "rasionalisme" dan "empirisme," "eksistensialisme" adalah istilah yang termasuk dalam sejarah intelektual. Definisinya sedemikian rupa menjadi salah satu kenyamanan historis. Istilah ini secara eksplisit diadopsi sebagai deskripsi diri oleh Jean-Paul Sartre, dan melalui penyebaran yang luas dari keluaran sastra dan filsafat pascaperang dari Sartre dan rekan-rekannya - terutama Simone de Beauvoir, Maurice Merleau-Ponty, dan eksistensiisme Albert Camus menjadi Diidentifikasi dengan gerakan budaya yang berkembang di Eropa pada tahun 1940an dan 1950an. Di antara filsuf utama yang diidentifikasi sebagai eksistensialis (banyak di antaranya - misalnya Camus dan Heidegger - menolak labelnya) adalah Karl Jaspers, Martin Heidegger, dan Martin Buber di Jerman, Jean Wahl dan Gabriel Marcel di Prancis, orang Spanyol José Ortega y Gasset dan Miguel de Unamuno, dan Rusia Nikolai Berdyaev dan Lev Shestov.

    ReplyDelete
  13. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme. Adapun eksistensialisme menurut pengertian terminologinya adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran.

    ReplyDelete
  14. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan paham filsafat baru yaitu existentialism. Dimana existentialism ini merupakan aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Dari sini kita harus mengambil peajaran dalam paham ini, dimana dalam melakukan sesuatu kita harus dapat memikirkan sebab akibatnya dan menikirkan tindakan kita sudah benar apa salah. Karena jika kita memikirkan, kebanyakan dari kita akan menyesal di kemudian hari dan penyesalan itu adanya di akhir setelah kita melakukan sesuatu hal yang tidak kita pikirkan terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  15. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Eksistensialisme adalah menangkap semua istilah untuk orang-filsuf yang menganggap sifat dari kondisi manusia sebagai masalah filosofis kunci dan yang berbagi pandangan bahwa masalah ini adalah yang terbaik ditangani melalui ontologi. definisi yang sangat luas ini akan diklarifikasi dengan membahas tujuh tema utama yang menangani pemikir eksistensiali.

    ReplyDelete
  16. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Eksistensialisme adalah alirArgumen ini disebut fatal karena manusia mau tidak mau harus menerima bahwa ia tidak punya kehendak bebas jika ia percaya kalau ada Tuhan yang mengetahui seluruh masa depan tanpa salah. Sebaliknya, jika ia percaya bahwa manusia punya kehendak bebas, maka ia harus menerima kalau Tuhan tidak mengetahui seluruh masa depan. Bagi fatalisme, Tuhan mengetahui seluruh masa depan tanpa salah.an filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Eksistensialisme menekankan tema eksistensi pribadi yang dibandingkan dengan eksistensi manusia secara umum. Penekanan dari paham ini bahwa seseorang dapat menilai dan menentukan sesuatu oleh tindakannya dan pilihannya sendiri (tidak bergantung dari standard moral yang berlaku baik secara tertulis ataupun secara lisan sehingga kaum eksistensialis mengabaikan nilai-nilai moralitas secara objektif.

    ReplyDelete
  17. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Eksistensialisme memandang segala gejala berpangkal kepada eksistensi yakni cara manusia berada di dalam dunia. Dengan kata lain bagaimana cara manusia mempertahankan eksistensinya ketika di dunia. eksistensi ini sangat erat kaitannya dengan pendidikan. Ketika orang ingin mempertahankan eksistensinya, maka jalan utama yang ditempuh adalah melalui pendidikan. Pendidikan menjadikan manusia dari yang tidak megerti menjadi mengerti, dari yang tidak terampil menjadi terampil, dan sebagainya. Intinya adalah belajar. Jika dapat saya kaitkan dengan pemahaman filsafat yang telah saya terima, eksistensi berarti seseorang tersebut harus tetap ada. Agar dia tetap dianggap ada maka dia harus mengada. Ketika dia mengada tentunya dia menjadi pengada, sehingga tetap ada. Apakah yang ada? Yakni karya-karyanya.

    ReplyDelete
  18. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Eksistensialisme adalah istilah yang dimiliki sejarah intelektual seperti pada rasionalisme dan empirisisme. Eksistensialisme ialah teori filsafat yang menyatakan bahwa satu set lebih lanjut dari kategori, diatur oleh norma keaslian, untuk memahami eksistensi manusia. Eksistensialisme tidak menyangkal keabsahan kategori dasar fisika, biologi, psikologi, dan ilmu-ilmu lainnya.

    ReplyDelete
  19. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Eksitensialisme ini berkaitan dengan ontologi yaitu mengenai hakikat tentang sesuatu. Secara etimologis, eksistensialisme berasal dari kata eksisten atau keberadaan. Keberadaan yang harus kita khawatirkan disini bukanlah sesuatu yang ada, melainkan keberadaan manusia. Dengan demikian ada perbedaan penting antara eksistensi manusia yang khas dan hal lain, dan eksistensi manusia tidak dapat dipahami pada model benda, yaitu sebagai objek pengetahuan.

    ReplyDelete
  20. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan pada manusiayang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Manusia juga dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi, mengkaji cara manusia berada di dunia dengan kesadaran. Jadi dapat dikatakan pusat renungan eksistensialisme adalah manusia konkret.

    ReplyDelete
  21. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Eksistensialisme berasal dari kata “eksistensi” daro kata dasar “existency” yaitu “exist” adalah bahasa lati artinya “ex”, keluar dan “sistare” artinya berdiri. Jadi, eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Eksistensialisme menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda-benda lain tidaklah sama. Manusia berada di dunia, hewan dan tumbuhan juga berada di dunia. Akan tetapi, cara beradanya tidak sama. Manusia berada di dalam dunia, ia mengalami beradanya di dunia itu. Manusia menyadari dirinya berada di dunia. Manusia menghadapi dunia, menghadapi dengan mengerti yang dihadapinya. Manusia mengerti gunanya pohon, batu, dan salah satu diantaranya ialah ia mengerti bahwa hidupnya mempunyai arti. Apa arti semua ini? artinya ialah bahwa manusia adalah subjek. Subjek artinya yang menyadari, yang sadar. Barang-barang yang disadarinya disebut objek.

    ReplyDelete
  22. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ada beberapa tokeh filsafat eksistensialisme, diantaranya yaitu Martin Heidegger. Menurut Martin Heidegger, keberadaan hanya akan dijawab melalui jalan ontologi, artinya jika persoalan ini dihubungkan dengan manusia dan dicari artinya dalam hubungan itu. Jadi, yang terpenting adalah menemukan dari keberadaan itu. Satu-satung yang berada dalamm arti sesungguhnya adalah beradanya manusia. Keberadaan benda-benda terpisah dengan yang lain, sedang beradanya manusia mengambil tepat di tengah-tengah dunia sekitarnya. Keberadaan manusia disebut desein (berada disana, di tempat). Berada artinya menempati atau mengambil tempat. Untuk itu, manusia harus keluar dari dirinya dan berdiri di tengah-tengah segala yang berada. Desein manusia itu disebut juga eksistensi. Keberadaan manusia, yaitu berada di dalam dunia maka ia dapat memberi tempat kepada benda-benda yang ada disekitarnya. Ia dapat bertemu dengan benda-benda itu dan dengan manusia-manusia lain, dapat bergaul dan berkomunikasi dengan semuanya.

    ReplyDelete
  23. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme. Pendapat materialisme bahwa manusia adalah benda dunia, manusia itu adalah materi , manusia adalah sesuatu yang ada tanpa menjadi Subjek. Pandangan manusia menurut idealisme adalah manusia hanya sebagai subjek atau hanya sebagai suatu kesadaran. Eksistensialisme berkayakinan bahwa paparan manusia harus berpangkalkan eksistensi, sehingga aliran eksistensialisme penuh dengan lukisan-lukisan yang kongkrit.

    ReplyDelete
  24. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Eksistensialisme adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Agar manusia dapat dianggap ada (exist) maka ia harus mengada dan menjadi pengada. Karena setinggi-tingi derajat manusia adalah jika ia bermanfaat bagi makhluk lainnya.

    ReplyDelete
  25. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    eksistensialisme merupakan pemahaman yang menempatkan “eksistensi atau keberadaan manusia sebagai yang utama”.Dalam eksistensialisme tidak membahas esensi manusia secara abstrak, maksudnya ialah dimana eksistensialisme ini membahas tentang hakikat manusia secara spesifik meneliti kenyataan konkrit manusia, sebagaimana manusia itu sendiri berada dalam dunianya. Eksistensialisme tidak mencari esensi atau substansi yang ada di balik penampakan manusia, melainkan hendak mengungkap eksistensi manusia sebagaimana yang dialami oleh manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  26. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Existentialism didefinisikan sebagai teori filsafat yang menyatakan bahwa segalanya itu berdasarkan pada eksistensi. Sedangkan eksistensi sendiri adalah cara manusia berada dalam dunia ini, cara itu hanya khusus bagi manusia, jadi yang bereksistensi itu hanya manusia. Seorang eksistensialis menurut sarte adalah orang yang percaya dan bertindak berdasarkan dalil berikut, yang berlaku untuk semua ummat manusia “eksistensi mendahului esensi”

    ReplyDelete
  27. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Eksistensi manusia yang diungkapkan dalam existentialism ini merupakan bahasan tentang hakikat manusia secara spesifik. Hal ini berkaitan dengan kenyataan manusia yang berada dalam dunianya. Sebagai contohnya, yaitu pengalaman manusia. Dalam kenyataan hidup, tidak ada sesuatupun yang mempunyai ciri atau karakter eksistensi selain manusia. Sehingga hanya manusia lah yang bereksistensi.

    ReplyDelete
  28. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Eksistensialisme adalah hasil pemikiran dari Soren Kierkegaard, yaitu merupakan aliran filsafat yang memandang segala hal berpangkal pada eksistensinya, artinya aliran ini merupakan cara manusia berada, atau lebih tepatnya “mengada” di dunia ini.

    ReplyDelete
  29. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami eksistensialisme merupakan tema yang cukup luas untuk berbagai ideologi yang menekankan pada tema umum tertentu: individu, pengalaman pilihan, dan tidak adanya pemahaman rasional tentang alam semesta dengan ketakutan atau ketakutan yang tidak pasti dalam kehidupan manusia. Kombinasi tersebut menunjukkan rasa emosional atau suasana hati daripada serangkaian tesis yang berhubungan secara deduktif, dan eksistensialisme mencapai puncaknya di Eropa setelah Kekecewaan dari Perang Dunia Kedua. Namun, tokoh penting pertama yang menekankan tema semacam ini adalah Kierkegaard, yang karyanya pada umumnya dianggap sebagai asal usul eksistensialisme. Tulisan eksistensialis bereaksi terhadap pandangan bahwa alam semesta adalah sistem yang tertutup, koheren, dapat dipahami, dan ujung akhir yang dihasilkan sebagai penyebab emosional. Dalam menghadapi alam semesta yang terkadang acuh tak acuh, kita dilemparkan kembali atas kebebasan kita sendiri. Bertindak secara otentik menjadi bertindak dalam terang ruang terbuka kemungkinan yang memungkinkan dunia. Penulis yang berbeda yang bersatu dalam menekankan pentingnya tema-tema ini tetap mengembangkan sistem etis dan metafisik yang sangat berbeda sebagai konsekuensinya. Dalam eksistensialisme Heidegger berubah menjadi ontologi skolastik; di Sartre menjadi eksplorasi dramatis saat-saat menghadapi pilihan dan tekanan stres; Dalam teolog Barth, Tillich, dan Bultmann, eksistensialisme menjadi alat untuk menemukan kembali hubungan antara manusia dan Tuhan. Eksistensialisme tidak pernah mengakar kuat di luar benua Eropa, dan banyak filsuf telah menyuarakan ketidakpercayaan terhadap masalah eksistensialis tertentu, misalnya dengan keberadaan dan ketidakberadaan, atau dengan rasa libertarian tentang analisis kehendak bebasnya.


    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  30. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sudah sangat sering saya mendengar bahkan menggunakan istilah eksistensi. Tapi, sama seperi sebelum-sebelumnya, adalah sulit untuk menjawab apa itu eksistensi, apa itu eksistensialisme. Benar saja, tiadalah aku mapu menjawab segala pertanyaan.
    Bagi saya, eksistensi berkaitan dengan keberadaan manusia. Maka sekali lagi menurut saya, eksistensialisme mungkin saja kebenaran yang dihubungkan dengan keberadaan manusia. Tapi, di luar pendapat saya itu, saya menemukan satu statement menraik pada salah satu link di atas, menurut pemahaan saya statemen tersebut mengungkapkan bahwa eksistensialisme adalah suatu norma keaslian yang digunakan untuk memahami keberadaan manusia. Saya ragu, apakah istilah "norma keaslian" tersebut merupakan hasil terjemahan yang tepat yang menggambarkan kata aslinya (dalam bahasa Inggris). Oleh karena itu, jika teman-teman di sini berkenan, mohon pencerahannya?

    Yang kedua, masih tentang eksistensialisme, berarti tentang keberadaan manusia. Maka menurut eksistensialisme, "keberadaan" manusia merupakan subyek utama dalam mencapai suatu kebenaran. Hal ini juga memberikan gabaran bahwa dalam eksistensialisme, pusatnya adalah manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya. Maka pertanyaan yang timbul dalam diri saya, Lantas siapakah yang akan bertanggung jawab, atau paling tidak koridor apa yang akan membatasi individu-individu dalam menggapai segala keinginannya?

    ReplyDelete
  31. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kata Eksistensialisme berasal dari kata eksistensi yang berarti hal berada atau keberadaan, sedangkan Eksistensialisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar. sedangkan dalam link http://www.iep.utm.edu/existent/ dituliskan Eksistensialisme adalah menangkap semua istilah untuk orang-orang filsuf yang menganggap sifat dari kondisi manusia sebagai masalah filosofis kunci dan yang berbagi pandangan bahwa masalah ini terbaik diatasi melalui ontologi.

    ReplyDelete
  32. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Eksis artinya ada. Eksistensialisma adalah bagaimana cara manusia mengada.Paham ini mengajarkan bahwa setiap individu bertanggungjawab akan keberadaanya melalui berbagai tantangan, pilihan hidup yang ia jalani dan tentukan secara bebas. berbicara berkaitan dengan keberadaan indovidu dsebagai subjek. dan juga pada eksistensi ini adalah individu yang bertanggaug jwab apa yang menjadi pilihannya dan apa yang menjadi keputusannya atas kemauannya sendiri dari mulai yang mendalam atau tidak berkaitan salah atau benar dan berkaitan tepat atau tidak semua adalah tanggungjawab individu sendiri.

    ReplyDelete
  33. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Dari hasil kajian sesuai dengan link yang bapak sajikan, menurut saya, eksistensialisme cenderung bertolakbelakang dengan nilai-nilai keagamaan yang mempercayai adanya kekuatan absolut yang dinamakan Tuhan, karena paham tersebut mempercayai bahwa tidak ada kebenaran yang relative, semua adalah akumulasi dari kebenaran-kebenaran yang sifatnya individualistik. Oleh karena itu, eksistensialisme menekankan pada kedaulatan individu. Karena kebenaran itu relatif, maka setiap individu memiliki kebebasan untuk mengekspresikan kehendaknya.

    ReplyDelete
  34. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Filsafat eksistensialisme merupakan pemberontakan terhadap beberapa sifat dari filsafat tradisional dan masyarakat modern. Eksistensialisme suatu protes terhadap rasionalisme Yunani , atau tradisi klasik dari filsafat, khususnya pandangan spekulatif. Eksistensialisme memandang berbagai gejala dengan berdasar pada eksistensinya, yaitu bagaimana manusia berada (bereksistensi) di dunia. Pandangan ini berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Kaum eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, oleh karena itu masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Paham ini mempersoalkan keberadaan manusia yang dihadirkan melalui kebebasan sehingga menolak mentah berbagai bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.

    ReplyDelete
  35. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Eksistensialisme dapat dipandang sebagai paham yang berpusat pada ketertanggug jawaban setiap individu terhadap apa yang telah diperbuat. Terdapat pandangan bahwa aliran eksistensialism memandang bahwa kebenaran adalah hal yang relatif sehingga apabila setiap individu berpikir bahwa perilaku individu itu benar asalkan dapat mempertanggung jawabkan. Apabila hal terebut dikaitkan dalam pembelajaran matematika hal ini berlaku ketika siswa saat mengungkapkan pengetahuannya tersebut merupakan hal yang benar dan guru tidak boleh langsung menyalahkan. Karena apabila hal tersebut belum sesuai dengan konsep guru dapat menanyakan alasan dari pendapat siswa tersebut agar siswa dapat mempertanggungjawabkan setiap pendapat dan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  36. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Saya dapat menyimpulkan dari berbagai bacaan bahwa paham akan eksistensialism berpusat pada rasio dan pengalaman. Eksistensi dapat diartikan sebagai wadah dan isinya kesadaran dan di luar kesadaran. Setiap orang menginginkan dirinya dapat hadir dalam ruang dan waktunya. Kehadiran tersebut tidaklah hanya sebatas fisik semata namun benar-benar hadir dalam ruang jiwa. Dalam filsafat sendiri, seseorang yang dikatakan eksis apabila ia kuasa membangun hidupnya. Proses demi proses juga dijalani dengan segenap upaya daripada potensi yang dimilikinya. Sebaik-baik hidup adalah jika kuasa membangun segala aspek yang ada dan yang mungkin ada. Oleh karenanya manusia hendaknya mampu bergerak sesuai dengan siklusnya.

    ReplyDelete

  37. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Kembali memainkan pikiran untuk sedikit mengerti kata demi kata dari setiap tulisan.Saya memahami bahw eksistensialisme memiliki pandangan lebih menekankan pada karakter keberadaan individu.Dimana seorang indvidu bertindak secara alami dan sadar.Sepengetahuan saya dalam menjalani dan menggapai makna hidup untuk menentukan mana yang menjadi pilihannya tergantung pada individu itu sendiri.Dalam ketekunan untuk bertindak dan bersikap demi mencapai apa yang menjadi tujun dari hidupnya .

    ReplyDelete
  38. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang memandang berbagai macam gejala berdasarkan pada eksistensinya, atau singkatnya, bagaimana manusia eksis (berada) di dunia. Bereksistensi berarti harus bersifat dinamis, Bereksistensi berarti menciptakan dirinya secara aktif. Bereksistensi berarti berbuat, menjadi, merencanakan. Setiap manusia menjadi lebih atau kurang dari keadaanya.

    ReplyDelete
  39. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Eksistensialisme adalah dapat dipahami sebagai suatu aliran yang berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Dalam pemikiran seseorang dia bebas untuk menentukan mana yang bear atau salah sesuai dengan kemampuannya.

    ReplyDelete
  40. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Eksistansialisme merupakan paham yang berpusat pada manusia secara individu yang bertanggungjawab atas keiinginanya yang bebas tanpa mempertimbangkan apakah itu benar atau tidak benar. Artinya seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Inti dari paham eksistensi ini adalah membuat sebuah pilihan atas dasar keinginan sendiri dan sadar akan tanggung jawabnya pada masa depan .

    ReplyDelete
  41. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Eksistensialisme, Aliran filsafat yang memfokuskan pemahaman berpusat pada individu dan individu bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Istilah ini dikemukakan oleh ahli filsafat jerman martin heidegger. Eksistensialisme populer setelah adanya perang dunia II, dan sangat mempengaruhi banyak ilmu seperti filsafat, drama , teologi, sastra, psikologi, seni, juga pendidikan. Eksistensialisme dalam pendidikan memandang manusia adalah penci[pta esensi dirinya, dalam hal ini adalah siswa. Guru berperan sebagai fasilitator bagi siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimilinya dan mengarahkan siswa untuk memperoleh hasil yang sama meskipun melalui jalan yang berbeda. Terima Kasih

    ReplyDelete
  42. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat barat. Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    ReplyDelete
  43. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa existensialism adalah sebuah paham dalam filsafat yang walaupun terdapat beberapa perbedaan doktrin namun semuanya sepakat bahwa pemikiran filsafat berawal dari subjek manusia, dan bukannya subjek pemikiran. Manusia yang bertindak, merasa serta hidup lah yang mengawali pemikiran filsafat

    ReplyDelete
  44. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas dapat saya pahami bahwa eksistensi seseorang identik dengan keberadaannya dilingkungan tempat tinggalnya. Pada link http://en.wikipedia.org/wiki/Existentialism Jean - Paul Sartre merupakan filsuf pertama penganut eksistensialisme mengadopsi istilah eksistensialisme sebagai deskripsi diri. Inti dari eksistensi seseorang adalah tentang kesadaran bahwa kehadirannya memiliki tanggung jawab atas masa depannya dan selalu berusaha untuk menggapai cita-citanya dengan penuh keyakinan. Aliran ini berpusat pada manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya sehingga mereka bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah.

    ReplyDelete
  45. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.Eksistensialisme adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Kajian dari eksistensialisme adalah manusia konkret. Terdapat 2 ciri aliran eksistensialisme, yaitu selalu melihat cara manusia berada dan eksistensi sendiri disini diartikan secara dinamis sehingga ada unsur berbuat dan menjadi, dan manusia dipandang sebagai suatu realitas yang terbuka dan belum selesai serta didasari dari pengalaman yang konkret atau empiris yang kita kenal. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  46. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Eksistensialis merupakan salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat barat. Dari referensi yang saya baca, eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  47. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam studi sekolahan filsafat, eksistensialisme paling dikenal melalui kehadiran Jean-Paul Sartre, yang terkenal dengan diktumnya "human is condemned to be free" atau manusia dikutuk untuk bebas. Artinya, dengan adanya kebebasan maka manusia itu dapat bertindak. Pertanyaan yang paling sering muncul sebagai derivasi kebebasan eksistensialis adalah, sejauh mana kebebasan tersebut bebas? Atau "dalam istilah orde baru", apakah eksistensialisme mengenal "kebebasan yang bertanggung jawab"? Bagi eksistensialis, ketika kebebasan adalah satu-satunya universalitas manusia, maka batasan dari kebebasan dari setiap individu adalah kebebasan individu lain.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  48. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Berdasarkan yang saya pahami, dalam paham eksistensialisme, titik awal individu dicirikan oleh apa yang disebut sikap eksistensial, atau rasa disorientasi, kebingungan, atau ketakutan dalam menghadapi dunia yang tampaknya tidak berarti atau tidak masuk akal. Maka setiap individu memiliki tanggung jawab dalam memberi makna pada kehidupannya melalui berbagai upaya. Dengan memberi makna pada kehidupannya seorang individu akan memiliki tempat dalam hidup atau dapat dikatakan akan eksis dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  49. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Eksistensi dapat diartikan sebagai ada atau keberadaan. Berdasarkan referensi yang saya baca, eksistensialisme mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan. Secara umum manusia dalam keberadaannya sadar bahwa dirinya ada dan segala sesuatu keberadaannya ditentukan oleh keakuannya. Menurut filsafat, eksistensialisme merupakan salah satu aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar.

    ReplyDelete
  50. Junianto
    PM C

    Yang saya pahami dari salah satu sumber di atas adalah bahwa paham ini merupakan tradisi penyelidikan filsuf Eropa abad ke -19 dan ke-20 meskipun memiliki perbedaan doktrin yang mendalam. Paham ini berkeyakinan bahwa pemikiran filosofis dimulai dengan subjek manusia bukan hanya subjek berpikir tetapi bertindak, merasa, manusia sebagai makhluk individu. Secara sederhana eksistensi mengatakan bahwa subjek yang pertama kali adalah keberadaan dari individu/ makhluk itu sendiri di dunia.

    ReplyDelete
  51. Latifah Fitriasari
    PM C
    Dasar dari pemikiran eksistensialisme adalah bahwa filsafat harus bertolak pada masyarakat kongkret. Eksistensialisme tidak menghendaki adanya aturan-aturan pendidikan dalam segala bentuk. Dengan kata lain ia mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan Eksistensi manusia menjadi titik sentral pemikiran.

    ReplyDelete
  52. Latifah Fitriasari
    PM C

    Eksistensialisme tidak menghendaki adanya aturan-aturan pendidikan dalam segala bentuk. Dengan kata lain ia mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan. Eksistensi manusia menjadi titik sentral pemikiran. Eksistensialisme berupaya untuk menarik semua konsekuensi dari posisi koheren artheistic dan dasar dari pemikiran eksistensialisme adalah bahwa filsafat harus bertolak pada masyarakat kongkret

    ReplyDelete
  53. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Eksistensialisme tidak menyangkal keabsahan kategori dasar fisika, biologi, psikologi, dan ilmu-ilmu lainnya (kategori seperti materi, kausalitas, kekuatan, fungsi, organisme, pengembangan, motivasi, dan sebagainya). Namun, manusia tidak dapat memahami sepenuhnya. Pemahaman juga tidak bisa seperti yang bisa diperoleh dengan menambah gambar ilmiah kita dengan moral.

    ReplyDelete
  54. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Eksistensialisme adalah istilah yang termasuk dalam sejarah intelektual. Definisinya adalah sampai batas tertentu salah satu kenyamanan historis. Istilah ini secara eksplisit diadopsi sebagai deskripsi diri oleh Jean-Paul Sartre. Dalam pandangan eksistensialis, titik awal individu dicirikan oleh apa yang disebut "sikap eksistensial", atau rasa disorientasi, kebingungan, atau ketakutan dalam menghadapi dunia yang tampaknya tidak berarti atau tidak masuk akal.

    ReplyDelete
  55. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Eksistansialisme merupakan aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada individu manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Eksistensialisme sering dikaitkan pada keinginan seseorang untuk menunjukan bahwa ia ada. Eksistensialisme dalam kondisi tertentu sangat dibutuhkan untuk penokohan ataupun menarik orang lain untuk tujuan-tujuan tertentu. Tetapi seyogyanyalah eksistensialisme dilakukan dengan cara yang baik.

    ReplyDelete
  56. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Existentialism disini lebih pada paham bahwasannya manusia itu bisa dikatakan berada di dunia ini jika mereka itu dianggap bebas untuk melakukan sesuatu. Kebebasan inilah yang menjadikan mereka itu dianggap keberadaannya. Hal lain dari existentialism ini memiliki pemikiran bahwa mereka menuntut adanya kebebasan mereka untuk berpikir, memahami sesuatu, dan kebebasan yang lainnya. Karena jika kebebasan mereka direnggut, maka mereka akan sakit hati karena keberadaan mereka dipertanyakan jika kebebasan itu dibatasi.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  57. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Istilah eksistensialisme dikemukakan oleh ahli filsafat Jerman Martin Heidegger (1889-1976). Eksistensialisme adalah merupakan filsafat dan akar metodologinya berasal dari metoda fenomologi yang dikembangkan oleh Hussel (1859-1938). Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme. Pendapat materialisme bahwa manusia adalah benda dunia, manusia itu adalah materi , manusia adalah sesuatu yang ada tanpa menjadi Subjek. Pandangan manusia menurut idealisme adalah manusia hanya sebagai subjek atau hanya sebagai suatu kesadaran. Eksistensialisme berkayakinan bahwa paparan manusia harus berpangkalkan eksistensi, sehingga aliran eksistensialisme penuh dengan lukisan-lukisan yang kongkret.

    ReplyDelete
  58. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Eksistensialism adalah paham yang memandang seseorang dari eksistensinya di dunia. Eksistensi itu adalah dikenal, berpengaruh terhadap lingkungannya. Sehingga manusia itu ada jika dia dikenal dan berpengaruh terhadap lingkungannya. Eksistensi di sini bukan mengenai prestasi tetapi lebih mengarah pada kehadiran dan perannya. Jika ia memiliki peran, berarti dia diakui, jika tidak, maka dia dianggap tidak ada di dunianya.

    ReplyDelete
  59. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan sumber di atas, eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Bukan berarti tidak ingin membuktikan mana yang benar dan mana yang tidak benar, namun mereka percaya bahwa dalil landasan sebagai dasar utama eksistensialisme adalah “eksistensi mendahului esensi”, bahwa pertama-tama manusia itu eksis (ada, hadir) baru memiliki nilai dan makna dari pribadi masing-masing

    ReplyDelete
  60. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari sudut etimologi eksistensi berasal dari kata “eks” yang berarti diluar dan “sistensi” yang berarti berdiri atau menempatkan, jadi secara luas eksistensi dapat diartikan sebagai berdiri sendiri sebagai dirinya sekaligus keluar dari dirinya. Adapun eksistensialisme menurut pengertian terminologinya adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran.

    ReplyDelete
  61. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dalam pandangan existentialism, titik awal individu dicirikan oleh apa yang disebut "sikap eksistensial", atau rasa disorientasi, kebingungan, atau ketakutan dalam menghadapi dunia yang tampaknya tidak berarti atau tidak masuk akal. Banyak existentialism juga menganggap filosofi sistematik atau akademis tradisional, baik dalam gaya dan isi, terlalu abstrak dan jauh dari pengalaman manusia yang konkret.

    ReplyDelete
  62. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Existentialism merupakan aliran dalam filsafat yang pahamnya berpusat pada individu tiap manusia yang bertanggungjawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya seseorang tersebut bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan tidak benar tetapi seseorang yang menganut paham eksistensialisme sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Eksistensialisme mempersoalkan keber-ada-an manusia, dan keber-ada-an tersebut itu dihadirkan lewat kebebasan.

    ReplyDelete
  63. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb
    Eksistensialisme pahamnya yang berpusat pada individu manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya. Hanya saja kemauan orang eksistensialisme ini biasanya ingin bebas tanpa memikirkan mana yang benar dan mana yang tidak benar, mana yang baik dan mana yang buruk. Orang seperti ini memiliki karakter orang yang acuh, tidak perdulo omongan/nasehat orang, biasanya mereka tidak mau di kekang. Apa yang ingin mereka lakukan, mereka tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu benar atau salah.

    ReplyDelete
  64. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Eksistensi atau eksis secara bahasa bermakna ada, sehingga secara harfiah eksistensialisme dapat dipahami sebagai sebuah paham atau aliran filsafat yang menitik beratkan pada keberadaan atau eksistensi, filsafat ini menunjukkan bahwa manusia itu ada. Paham ini memandang bahwa manusia bertanggung jawab atas keberadaan atau eksistensi dirinya, maka ia bebas untuk berekspresi demi dianggap ada. Sayangnya, kebebasan ini seringkali dimaknai sebagai kebebasan yang sebebas-bebasnya sehingga cenderung tidak mempedulikan hak-hak orang lain.

    ReplyDelete
  65. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Eksistensti seseorang identik dengan keberadaannya dilingkungan tempat tinggalnya. Seberapa terkenalnya orang tersebut, seberapa besar pengaruh orang tersebut terhadap lingkungannya, seberapa unik kah dia dan seberapa banyak prestasi yang ia raih dalam kehidupannya. Padahal eksistensi seseorang tidak melulu harus menjadi seseorang yang beda dari yang lain, yang penting ia sadar bahwa kehadirannya di dunia memiliki tanggung jawab atas masa depannya dan selalu berusaha untuk menggapai cita-citanya dengan penuh keyakinan. Itulah inti dari eksistensialisme, karena aliran ini berpusat pada manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya sehingga mereka bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah

    ReplyDelete
  66. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Kebebasan menjadi hal utama yang selalu didambakan oleh stiap manusia. Kebebasan berkembang menjalar hingga kepada keinginan untuk mengakui dirinya ada. Eksistensi menguatkan keberadaan sesuatu dan menunjukkan sifat-sifat yang dimilikinya. Hal ini menjadi penting karena dengan adanya pengakuan akan keberadaan, maka manusia tidaklah dipandang sebelah mata dan dapat dipertimbangakan terkait aspek yang ada padanya. Namun, eksistensi yang berlebihan seringkali menyebabkan turunnya kepercayaan orang lain terhadapnya, akibat negatif ini perlu dipertimbangkan dengan cara selalu mengontrol dalam bersikap dan bertutur kata.

    ReplyDelete