Dec 2, 2012

EXISTENTIALISM




Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang EXISTENTIALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit



30 comments:


  1. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Kembali memainkan pikiran untuk sedikit mengerti kata demi kata dari setiap tulisan.Saya memahami bahw eksistensialisme memiliki pandangan lebih menekankan pada karakter keberadaan individu.Dimana seorang indvidu bertindak secara alami dan sadar.Sepengetahuan saya dalam menjalani dan menggapai makna hidup untuk menentukan mana yang menjadi pilihannya tergantung pada individu itu sendiri.Dalam ketekunan untuk bertindak dan bersikap demi mencapai apa yang menjadi tujun dari hidupnya .

    ReplyDelete
  2. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang memandang berbagai macam gejala berdasarkan pada eksistensinya, atau singkatnya, bagaimana manusia eksis (berada) di dunia. Bereksistensi berarti harus bersifat dinamis, Bereksistensi berarti menciptakan dirinya secara aktif. Bereksistensi berarti berbuat, menjadi, merencanakan. Setiap manusia menjadi lebih atau kurang dari keadaanya.

    ReplyDelete
  3. Rosnida Nurhayati
    17709251042
    PPs PM B 2017

    Eksistensialisme adalah dapat dipahami sebagai suatu aliran yang berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Dalam pemikiran seseorang dia bebas untuk menentukan mana yang bear atau salah sesuai dengan kemampuannya.

    ReplyDelete
  4. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Eksistansialisme merupakan paham yang berpusat pada manusia secara individu yang bertanggungjawab atas keiinginanya yang bebas tanpa mempertimbangkan apakah itu benar atau tidak benar. Artinya seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Inti dari paham eksistensi ini adalah membuat sebuah pilihan atas dasar keinginan sendiri dan sadar akan tanggung jawabnya pada masa depan .

    ReplyDelete
  5. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Eksistensialisme, Aliran filsafat yang memfokuskan pemahaman berpusat pada individu dan individu bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Istilah ini dikemukakan oleh ahli filsafat jerman martin heidegger. Eksistensialisme populer setelah adanya perang dunia II, dan sangat mempengaruhi banyak ilmu seperti filsafat, drama , teologi, sastra, psikologi, seni, juga pendidikan. Eksistensialisme dalam pendidikan memandang manusia adalah penci[pta esensi dirinya, dalam hal ini adalah siswa. Guru berperan sebagai fasilitator bagi siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimilinya dan mengarahkan siswa untuk memperoleh hasil yang sama meskipun melalui jalan yang berbeda. Terima Kasih

    ReplyDelete
  6. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat barat. Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    ReplyDelete
  7. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi dari wikipedia yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa existensialism adalah sebuah paham dalam filsafat yang walaupun terdapat beberapa perbedaan doktrin namun semuanya sepakat bahwa pemikiran filsafat berawal dari subjek manusia, dan bukannya subjek pemikiran. Manusia yang bertindak, merasa serta hidup lah yang mengawali pemikiran filsafat

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas dapat saya pahami bahwa eksistensi seseorang identik dengan keberadaannya dilingkungan tempat tinggalnya. Pada link http://en.wikipedia.org/wiki/Existentialism Jean - Paul Sartre merupakan filsuf pertama penganut eksistensialisme mengadopsi istilah eksistensialisme sebagai deskripsi diri. Inti dari eksistensi seseorang adalah tentang kesadaran bahwa kehadirannya memiliki tanggung jawab atas masa depannya dan selalu berusaha untuk menggapai cita-citanya dengan penuh keyakinan. Aliran ini berpusat pada manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya sehingga mereka bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah.

    ReplyDelete
  9. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum.Eksistensialisme adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Kajian dari eksistensialisme adalah manusia konkret. Terdapat 2 ciri aliran eksistensialisme, yaitu selalu melihat cara manusia berada dan eksistensi sendiri disini diartikan secara dinamis sehingga ada unsur berbuat dan menjadi, dan manusia dipandang sebagai suatu realitas yang terbuka dan belum selesai serta didasari dari pengalaman yang konkret atau empiris yang kita kenal. Wassalamualaikum

    ReplyDelete
  10. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Eksistensialis merupakan salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat barat. Dari referensi yang saya baca, eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  11. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam studi sekolahan filsafat, eksistensialisme paling dikenal melalui kehadiran Jean-Paul Sartre, yang terkenal dengan diktumnya "human is condemned to be free" atau manusia dikutuk untuk bebas. Artinya, dengan adanya kebebasan maka manusia itu dapat bertindak. Pertanyaan yang paling sering muncul sebagai derivasi kebebasan eksistensialis adalah, sejauh mana kebebasan tersebut bebas? Atau "dalam istilah orde baru", apakah eksistensialisme mengenal "kebebasan yang bertanggung jawab"? Bagi eksistensialis, ketika kebebasan adalah satu-satunya universalitas manusia, maka batasan dari kebebasan dari setiap individu adalah kebebasan individu lain.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  12. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Berdasarkan yang saya pahami, dalam paham eksistensialisme, titik awal individu dicirikan oleh apa yang disebut sikap eksistensial, atau rasa disorientasi, kebingungan, atau ketakutan dalam menghadapi dunia yang tampaknya tidak berarti atau tidak masuk akal. Maka setiap individu memiliki tanggung jawab dalam memberi makna pada kehidupannya melalui berbagai upaya. Dengan memberi makna pada kehidupannya seorang individu akan memiliki tempat dalam hidup atau dapat dikatakan akan eksis dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  13. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Eksistensi dapat diartikan sebagai ada atau keberadaan. Berdasarkan referensi yang saya baca, eksistensialisme mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan. Secara umum manusia dalam keberadaannya sadar bahwa dirinya ada dan segala sesuatu keberadaannya ditentukan oleh keakuannya. Menurut filsafat, eksistensialisme merupakan salah satu aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar.

    ReplyDelete
  14. Junianto
    PM C

    Yang saya pahami dari salah satu sumber di atas adalah bahwa paham ini merupakan tradisi penyelidikan filsuf Eropa abad ke -19 dan ke-20 meskipun memiliki perbedaan doktrin yang mendalam. Paham ini berkeyakinan bahwa pemikiran filosofis dimulai dengan subjek manusia bukan hanya subjek berpikir tetapi bertindak, merasa, manusia sebagai makhluk individu. Secara sederhana eksistensi mengatakan bahwa subjek yang pertama kali adalah keberadaan dari individu/ makhluk itu sendiri di dunia.

    ReplyDelete
  15. Latifah Fitriasari
    PM C
    Dasar dari pemikiran eksistensialisme adalah bahwa filsafat harus bertolak pada masyarakat kongkret. Eksistensialisme tidak menghendaki adanya aturan-aturan pendidikan dalam segala bentuk. Dengan kata lain ia mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan Eksistensi manusia menjadi titik sentral pemikiran.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    PM C

    Eksistensialisme tidak menghendaki adanya aturan-aturan pendidikan dalam segala bentuk. Dengan kata lain ia mempersoalkan keberadaan manusia dan keberadaan itu dihadirkan lewat kebebasan. Eksistensi manusia menjadi titik sentral pemikiran. Eksistensialisme berupaya untuk menarik semua konsekuensi dari posisi koheren artheistic dan dasar dari pemikiran eksistensialisme adalah bahwa filsafat harus bertolak pada masyarakat kongkret

    ReplyDelete
  17. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Eksistensialisme tidak menyangkal keabsahan kategori dasar fisika, biologi, psikologi, dan ilmu-ilmu lainnya (kategori seperti materi, kausalitas, kekuatan, fungsi, organisme, pengembangan, motivasi, dan sebagainya). Namun, manusia tidak dapat memahami sepenuhnya. Pemahaman juga tidak bisa seperti yang bisa diperoleh dengan menambah gambar ilmiah kita dengan moral.

    ReplyDelete
  18. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Eksistensialisme adalah istilah yang termasuk dalam sejarah intelektual. Definisinya adalah sampai batas tertentu salah satu kenyamanan historis. Istilah ini secara eksplisit diadopsi sebagai deskripsi diri oleh Jean-Paul Sartre. Dalam pandangan eksistensialis, titik awal individu dicirikan oleh apa yang disebut "sikap eksistensial", atau rasa disorientasi, kebingungan, atau ketakutan dalam menghadapi dunia yang tampaknya tidak berarti atau tidak masuk akal.

    ReplyDelete
  19. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Eksistansialisme merupakan aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada individu manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Eksistensialisme sering dikaitkan pada keinginan seseorang untuk menunjukan bahwa ia ada. Eksistensialisme dalam kondisi tertentu sangat dibutuhkan untuk penokohan ataupun menarik orang lain untuk tujuan-tujuan tertentu. Tetapi seyogyanyalah eksistensialisme dilakukan dengan cara yang baik.

    ReplyDelete
  20. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Existentialism disini lebih pada paham bahwasannya manusia itu bisa dikatakan berada di dunia ini jika mereka itu dianggap bebas untuk melakukan sesuatu. Kebebasan inilah yang menjadikan mereka itu dianggap keberadaannya. Hal lain dari existentialism ini memiliki pemikiran bahwa mereka menuntut adanya kebebasan mereka untuk berpikir, memahami sesuatu, dan kebebasan yang lainnya. Karena jika kebebasan mereka direnggut, maka mereka akan sakit hati karena keberadaan mereka dipertanyakan jika kebebasan itu dibatasi.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  21. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Istilah eksistensialisme dikemukakan oleh ahli filsafat Jerman Martin Heidegger (1889-1976). Eksistensialisme adalah merupakan filsafat dan akar metodologinya berasal dari metoda fenomologi yang dikembangkan oleh Hussel (1859-1938). Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme. Pendapat materialisme bahwa manusia adalah benda dunia, manusia itu adalah materi , manusia adalah sesuatu yang ada tanpa menjadi Subjek. Pandangan manusia menurut idealisme adalah manusia hanya sebagai subjek atau hanya sebagai suatu kesadaran. Eksistensialisme berkayakinan bahwa paparan manusia harus berpangkalkan eksistensi, sehingga aliran eksistensialisme penuh dengan lukisan-lukisan yang kongkret.

    ReplyDelete
  22. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Eksistensialism adalah paham yang memandang seseorang dari eksistensinya di dunia. Eksistensi itu adalah dikenal, berpengaruh terhadap lingkungannya. Sehingga manusia itu ada jika dia dikenal dan berpengaruh terhadap lingkungannya. Eksistensi di sini bukan mengenai prestasi tetapi lebih mengarah pada kehadiran dan perannya. Jika ia memiliki peran, berarti dia diakui, jika tidak, maka dia dianggap tidak ada di dunianya.

    ReplyDelete
  23. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Berdasarkan sumber di atas, eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Bukan berarti tidak ingin membuktikan mana yang benar dan mana yang tidak benar, namun mereka percaya bahwa dalil landasan sebagai dasar utama eksistensialisme adalah “eksistensi mendahului esensi”, bahwa pertama-tama manusia itu eksis (ada, hadir) baru memiliki nilai dan makna dari pribadi masing-masing

    ReplyDelete
  24. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Dari sudut etimologi eksistensi berasal dari kata “eks” yang berarti diluar dan “sistensi” yang berarti berdiri atau menempatkan, jadi secara luas eksistensi dapat diartikan sebagai berdiri sendiri sebagai dirinya sekaligus keluar dari dirinya. Adapun eksistensialisme menurut pengertian terminologinya adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran.

    ReplyDelete
  25. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dalam pandangan existentialism, titik awal individu dicirikan oleh apa yang disebut "sikap eksistensial", atau rasa disorientasi, kebingungan, atau ketakutan dalam menghadapi dunia yang tampaknya tidak berarti atau tidak masuk akal. Banyak existentialism juga menganggap filosofi sistematik atau akademis tradisional, baik dalam gaya dan isi, terlalu abstrak dan jauh dari pengalaman manusia yang konkret.

    ReplyDelete
  26. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Existentialism merupakan aliran dalam filsafat yang pahamnya berpusat pada individu tiap manusia yang bertanggungjawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya seseorang tersebut bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan tidak benar tetapi seseorang yang menganut paham eksistensialisme sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Eksistensialisme mempersoalkan keber-ada-an manusia, dan keber-ada-an tersebut itu dihadirkan lewat kebebasan.

    ReplyDelete
  27. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Assalammualaikum wr.wb
    Eksistensialisme pahamnya yang berpusat pada individu manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya. Hanya saja kemauan orang eksistensialisme ini biasanya ingin bebas tanpa memikirkan mana yang benar dan mana yang tidak benar, mana yang baik dan mana yang buruk. Orang seperti ini memiliki karakter orang yang acuh, tidak perdulo omongan/nasehat orang, biasanya mereka tidak mau di kekang. Apa yang ingin mereka lakukan, mereka tidak peduli apakah yang mereka lakukan itu benar atau salah.

    ReplyDelete
  28. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Eksistensi atau eksis secara bahasa bermakna ada, sehingga secara harfiah eksistensialisme dapat dipahami sebagai sebuah paham atau aliran filsafat yang menitik beratkan pada keberadaan atau eksistensi, filsafat ini menunjukkan bahwa manusia itu ada. Paham ini memandang bahwa manusia bertanggung jawab atas keberadaan atau eksistensi dirinya, maka ia bebas untuk berekspresi demi dianggap ada. Sayangnya, kebebasan ini seringkali dimaknai sebagai kebebasan yang sebebas-bebasnya sehingga cenderung tidak mempedulikan hak-hak orang lain.

    ReplyDelete
  29. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Eksistensti seseorang identik dengan keberadaannya dilingkungan tempat tinggalnya. Seberapa terkenalnya orang tersebut, seberapa besar pengaruh orang tersebut terhadap lingkungannya, seberapa unik kah dia dan seberapa banyak prestasi yang ia raih dalam kehidupannya. Padahal eksistensi seseorang tidak melulu harus menjadi seseorang yang beda dari yang lain, yang penting ia sadar bahwa kehadirannya di dunia memiliki tanggung jawab atas masa depannya dan selalu berusaha untuk menggapai cita-citanya dengan penuh keyakinan. Itulah inti dari eksistensialisme, karena aliran ini berpusat pada manusia yang bertanggung jawab atas kemauannya sehingga mereka bisa menentukan mana yang benar dan mana yang salah

    ReplyDelete
  30. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Kebebasan menjadi hal utama yang selalu didambakan oleh stiap manusia. Kebebasan berkembang menjalar hingga kepada keinginan untuk mengakui dirinya ada. Eksistensi menguatkan keberadaan sesuatu dan menunjukkan sifat-sifat yang dimilikinya. Hal ini menjadi penting karena dengan adanya pengakuan akan keberadaan, maka manusia tidaklah dipandang sebelah mata dan dapat dipertimbangakan terkait aspek yang ada padanya. Namun, eksistensi yang berlebihan seringkali menyebabkan turunnya kepercayaan orang lain terhadapnya, akibat negatif ini perlu dipertimbangkan dengan cara selalu mengontrol dalam bersikap dan bertutur kata.

    ReplyDelete