Dec 2, 2012

EXISTENTIALISM




Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang EXISTENTIALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit



11 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    eksistensialisme merupakan pemahaman yang menempatkan “eksistensi atau keberadaan manusia sebagai yang utama”.Dalam eksistensialisme tidak membahas esensi manusia secara abstrak, maksudnya ialah dimana eksistensialisme ini membahas tentang hakikat manusia secara spesifik meneliti kenyataan konkrit manusia, sebagaimana manusia itu sendiri berada dalam dunianya. Eksistensialisme tidak mencari esensi atau substansi yang ada di balik penampakan manusia, melainkan hendak mengungkap eksistensi manusia sebagaimana yang dialami oleh manusia itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Existentialism didefinisikan sebagai teori filsafat yang menyatakan bahwa segalanya itu berdasarkan pada eksistensi. Sedangkan eksistensi sendiri adalah cara manusia berada dalam dunia ini, cara itu hanya khusus bagi manusia, jadi yang bereksistensi itu hanya manusia. Seorang eksistensialis menurut sarte adalah orang yang percaya dan bertindak berdasarkan dalil berikut, yang berlaku untuk semua ummat manusia “eksistensi mendahului esensi”

    ReplyDelete
  3. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Eksistensi manusia yang diungkapkan dalam existentialism ini merupakan bahasan tentang hakikat manusia secara spesifik. Hal ini berkaitan dengan kenyataan manusia yang berada dalam dunianya. Sebagai contohnya, yaitu pengalaman manusia. Dalam kenyataan hidup, tidak ada sesuatupun yang mempunyai ciri atau karakter eksistensi selain manusia. Sehingga hanya manusia lah yang bereksistensi.

    ReplyDelete
  4. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Eksistensialisme adalah hasil pemikiran dari Soren Kierkegaard, yaitu merupakan aliran filsafat yang memandang segala hal berpangkal pada eksistensinya, artinya aliran ini merupakan cara manusia berada, atau lebih tepatnya “mengada” di dunia ini.

    ReplyDelete
  5. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami eksistensialisme merupakan tema yang cukup luas untuk berbagai ideologi yang menekankan pada tema umum tertentu: individu, pengalaman pilihan, dan tidak adanya pemahaman rasional tentang alam semesta dengan ketakutan atau ketakutan yang tidak pasti dalam kehidupan manusia. Kombinasi tersebut menunjukkan rasa emosional atau suasana hati daripada serangkaian tesis yang berhubungan secara deduktif, dan eksistensialisme mencapai puncaknya di Eropa setelah Kekecewaan dari Perang Dunia Kedua. Namun, tokoh penting pertama yang menekankan tema semacam ini adalah Kierkegaard, yang karyanya pada umumnya dianggap sebagai asal usul eksistensialisme. Tulisan eksistensialis bereaksi terhadap pandangan bahwa alam semesta adalah sistem yang tertutup, koheren, dapat dipahami, dan ujung akhir yang dihasilkan sebagai penyebab emosional. Dalam menghadapi alam semesta yang terkadang acuh tak acuh, kita dilemparkan kembali atas kebebasan kita sendiri. Bertindak secara otentik menjadi bertindak dalam terang ruang terbuka kemungkinan yang memungkinkan dunia. Penulis yang berbeda yang bersatu dalam menekankan pentingnya tema-tema ini tetap mengembangkan sistem etis dan metafisik yang sangat berbeda sebagai konsekuensinya. Dalam eksistensialisme Heidegger berubah menjadi ontologi skolastik; di Sartre menjadi eksplorasi dramatis saat-saat menghadapi pilihan dan tekanan stres; Dalam teolog Barth, Tillich, dan Bultmann, eksistensialisme menjadi alat untuk menemukan kembali hubungan antara manusia dan Tuhan. Eksistensialisme tidak pernah mengakar kuat di luar benua Eropa, dan banyak filsuf telah menyuarakan ketidakpercayaan terhadap masalah eksistensialis tertentu, misalnya dengan keberadaan dan ketidakberadaan, atau dengan rasa libertarian tentang analisis kehendak bebasnya.


    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sudah sangat sering saya mendengar bahkan menggunakan istilah eksistensi. Tapi, sama seperi sebelum-sebelumnya, adalah sulit untuk menjawab apa itu eksistensi, apa itu eksistensialisme. Benar saja, tiadalah aku mapu menjawab segala pertanyaan.
    Bagi saya, eksistensi berkaitan dengan keberadaan manusia. Maka sekali lagi menurut saya, eksistensialisme mungkin saja kebenaran yang dihubungkan dengan keberadaan manusia. Tapi, di luar pendapat saya itu, saya menemukan satu statement menraik pada salah satu link di atas, menurut pemahaan saya statemen tersebut mengungkapkan bahwa eksistensialisme adalah suatu norma keaslian yang digunakan untuk memahami keberadaan manusia. Saya ragu, apakah istilah "norma keaslian" tersebut merupakan hasil terjemahan yang tepat yang menggambarkan kata aslinya (dalam bahasa Inggris). Oleh karena itu, jika teman-teman di sini berkenan, mohon pencerahannya?

    Yang kedua, masih tentang eksistensialisme, berarti tentang keberadaan manusia. Maka menurut eksistensialisme, "keberadaan" manusia merupakan subyek utama dalam mencapai suatu kebenaran. Hal ini juga memberikan gabaran bahwa dalam eksistensialisme, pusatnya adalah manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya. Maka pertanyaan yang timbul dalam diri saya, Lantas siapakah yang akan bertanggung jawab, atau paling tidak koridor apa yang akan membatasi individu-individu dalam menggapai segala keinginannya?

    ReplyDelete
  7. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Kata Eksistensialisme berasal dari kata eksistensi yang berarti hal berada atau keberadaan, sedangkan Eksistensialisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar. sedangkan dalam link http://www.iep.utm.edu/existent/ dituliskan Eksistensialisme adalah menangkap semua istilah untuk orang-orang filsuf yang menganggap sifat dari kondisi manusia sebagai masalah filosofis kunci dan yang berbagi pandangan bahwa masalah ini terbaik diatasi melalui ontologi.

    ReplyDelete
  8. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Eksis artinya ada. Eksistensialisma adalah bagaimana cara manusia mengada.Paham ini mengajarkan bahwa setiap individu bertanggungjawab akan keberadaanya melalui berbagai tantangan, pilihan hidup yang ia jalani dan tentukan secara bebas. berbicara berkaitan dengan keberadaan indovidu dsebagai subjek. dan juga pada eksistensi ini adalah individu yang bertanggaug jwab apa yang menjadi pilihannya dan apa yang menjadi keputusannya atas kemauannya sendiri dari mulai yang mendalam atau tidak berkaitan salah atau benar dan berkaitan tepat atau tidak semua adalah tanggungjawab individu sendiri.

    ReplyDelete
  9. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. Dari hasil kajian sesuai dengan link yang bapak sajikan, menurut saya, eksistensialisme cenderung bertolakbelakang dengan nilai-nilai keagamaan yang mempercayai adanya kekuatan absolut yang dinamakan Tuhan, karena paham tersebut mempercayai bahwa tidak ada kebenaran yang relative, semua adalah akumulasi dari kebenaran-kebenaran yang sifatnya individualistik. Oleh karena itu, eksistensialisme menekankan pada kedaulatan individu. Karena kebenaran itu relatif, maka setiap individu memiliki kebebasan untuk mengekspresikan kehendaknya.

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Filsafat eksistensialisme merupakan pemberontakan terhadap beberapa sifat dari filsafat tradisional dan masyarakat modern. Eksistensialisme suatu protes terhadap rasionalisme Yunani , atau tradisi klasik dari filsafat, khususnya pandangan spekulatif. Eksistensialisme memandang berbagai gejala dengan berdasar pada eksistensinya, yaitu bagaimana manusia berada (bereksistensi) di dunia. Pandangan ini berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Kaum eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, oleh karena itu masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Paham ini mempersoalkan keberadaan manusia yang dihadirkan melalui kebebasan sehingga menolak mentah berbagai bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Eksistensialisme dapat dipandang sebagai paham yang berpusat pada ketertanggug jawaban setiap individu terhadap apa yang telah diperbuat. Terdapat pandangan bahwa aliran eksistensialism memandang bahwa kebenaran adalah hal yang relatif sehingga apabila setiap individu berpikir bahwa perilaku individu itu benar asalkan dapat mempertanggung jawabkan. Apabila hal terebut dikaitkan dalam pembelajaran matematika hal ini berlaku ketika siswa saat mengungkapkan pengetahuannya tersebut merupakan hal yang benar dan guru tidak boleh langsung menyalahkan. Karena apabila hal tersebut belum sesuai dengan konsep guru dapat menanyakan alasan dari pendapat siswa tersebut agar siswa dapat mempertanggungjawabkan setiap pendapat dan pengetahuannya.

    ReplyDelete