Dec 2, 2012

EXISTENTIALISM




Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang EXISTENTIALISM, koneklah ke:






Wss Wr Wb
Marsigit



39 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang memendang manusia sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya danmenekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Disini dapat disimpulkan bahwa pusat renungan atau kajian dari eksistensialisme adalah manusia konkret. Dalam hubungannya dengan pendidikan, Sikun Pribadi (1971) mengemukakan bahwa eksistensialisme berhubungan erat sekali dengan pendidikan, karena keduanya bersinggungan satu dengan yang lainnya pada masalah-masalah yang sama, yaitu manusia, hidup, hubungan antar manusia, hakikat kepribadian, dan kebebasan

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Eksistensialisme berkaitan dengan eksistensi yaitu keberadaan manusia itu sendiri yang berhubungan dengan kebebasan untuk menentukan mana yang benar atau yang salah dalam setiap eksistensinya masing-masing. Oleh karena itu, manusia bebas untuk menentukan sesuatu yang menurutnya benar karena kebenaran itu sendiri bersifat relatif.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Kata dasar eksistensi (existency) adalah exist yang berasal dari bahasa Latin ex yang berarti keluar dan sistere yang berarti berdiri. Jadi, eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Artinya dengan keluar dari dirinya sendiri, manusia sadar tentang dirinya sendiri; ia berdiri sebagai aku atau pribadi. Dari uraian di atas dapat diambil pengertian bahwa cara berada manusia itu menunjukkan bahwa ia merupakan kesatuan dengan alam jasmani, ia satu susunan dengan alam jasmani, manusia selalu mengkonstruksi dirinya, jadi ia tidak pernah selesai. Dengan demikian, manusia selalu dalam keadaan membelum; ia selalu sedang ini atau sedang itu.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    eksistensialisme adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Untuk manusia ini berarti bahwa dia tidak sekadar berada dan eksis, tetapi berada dan eksis dalam kondisi ideal sesuai dengan kemungkinan yang dapat dicapai.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? Bagaimanakah manusia yang bebas itu? Sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.
    Dalam studi sekolahan filsafat, eksistensialisme paling dikenal melalui kehadiran Jean-Paul Sartre, yang terkenal dengan diktumnya "human is condemned to be free" atau manusia dikutuk untuk bebas. Artinya, dengan adanya kebebasan maka manusia itu dapat bertindak. Pertanyaan yang paling sering muncul sebagai derivasi kebebasan eksistensialis adalah, sejauh mana kebebasan tersebut bebas? atau "dalam istilah orde baru", apakah eksistensialisme mengenal "kebebasan yang bertanggung jawab"? Bagi eksistensialis, ketika kebebasan adalah satu-satunya universalitas manusia, maka batasan dari kebebasan dari setiap individu adalah kebebasan individu lain.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    menjadi eksistensialis, bukan melulu harus menjadi seorang yang beda-daripada-yang-lain, sadar bahwa keberadaan dunia merupakan sesuatu yang berada di luar kendali manusia, tetapi bukan membuat sesuatu yang unik ataupun yang baru yang menjadi esensi dari eksistensialisme. Membuat sebuah pilihan atas dasar keinginan sendiri, dan sadar akan tanggung jawabnya pada masa depan adalah inti dari eksistensialisme. Sebagai contoh, mau tidak mau kita akan terjun ke berbagai profesi seperti dokter, desainer, insinyur, pebisnis dan sebagainya, tetapi yang dipersoalkan oleh eksistensialisme adalah, apakah kita menjadi dokter atas keinginan orang tua, atau keinginan sendiri.
    Kaum eksistensialis menyarankan kita untuk membiarkan apa pun yang akan kita kaji, baik itu benda, perasaaan, pikiran, atau bahkan eksistensi manusia itu sendiri untuk menampakkan dirinya pada kita. Hal ini dapat dilakukan dengan membuka diri terhadap pengalaman, dengan menerimanya, walaupun tidak sesuai dengan filsafat, teori, atau keyakinan kita

    ReplyDelete
  7. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? Bagaimanakah manusia yang bebas itu? Sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.

    ReplyDelete
  8. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Eksistensialisme adalah salah satu aliran filsafat yang berkenaan dengan eksistensi/keberadaan manusia, situasi manusia di dalam dunia, kebebasan dalam memilih tujuan dan proyek sendiri, dan berusaha memahami arti kehidupannya sendiri. Eksistensialisme membahas tentang hakikat manusia secara spesifik dan meneliti kenyataan konkrit manusia. Eksistensialisme mengacu pada hal yang konkret, individual dan dinamis. Itu dimaksudkan karena seorang individu belajar dari apa yang mereka alami sesuai faktanya. Dan itu dialami oleh dirinya sendiri bukan orang lain.

    ReplyDelete
  9. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar.
    Dalam paham ini menganggap bahwasannya kebenaran bersifat relatif.
    Sehingga antara kebenaran individu yang satu dengan yang lain bisa dimungkinkan berbeda. Sehingga semua yang ada dan mungkin ada berpusat pada manusia individu.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Existentialism mengenai kepercayaan akan pemikiran filosofis yang dimulai dengan subjek manusia, dimana manusia tidak hanya subjek berpikir tetapi subjek yang menggunakan perasaan dan pemikiran dalam kehidupan sehari-hari. Existentialism digunakan untuk memahami keberadaan manusia. Menurut Satre, Existentialism merupakan usaha untuk menarik semua konsekuensinya dari posisi ateisme yang konsisten. Existentialism menjadi bukti seperti yang diutarakan filsuf, aku berpikir maka aku ada, dengan demikian sebagai manusia haruslah pandai-pandai dalam bersosialisasi dalam masyarakat agar tetap terlihat jika kita ada dan mampu untuk berinteraksi.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan.
    Keberadaan manusia ini diartikan, manusia dianggap ada ketika manusia diberikan kebebasan.
    Kebebasan untuk berpikir, kebebasan untuk memahami sesuatu, dan kebebasan untuk lainnya.
    Kebebasan ini tidak serta merta bebas sebebas-bebasnya akan tetapi bebas yang bertanggungjawab.

    ReplyDelete
  12. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Eksistensi artinya adalah ada, sehingga secara harfiah eksistensialisme dapat diartikan sebagai aliran filsafat yang menunjukkan bahwa manusia itu ada. Manusia berada di bumi, diciptakan oleh Allah sebagai khalifah di bumi untuk memelihara bumi. Oleh karena itu untuk menunjukkan keberadaan manusia tidak perlu bertindak sesuatu yang sifatnya merusak bumi, tidak perlu untuk menjadi yang unik daripada manusia lain. Namun dengan menunjukkan kesepenuhan hati dalam bertindak, bersungguh-sungguh, mencintai hal yang sedang kita lakukan baik atas keinginan sendiri maupun orang lain. Sikap ikhlas dalam perbuatan sudah menunjukkan kebebasan yang dimiliki oleh manusia, sesuai ajaran eksistensialisme. Bebas bukan berarti tanpa aturan, bebas juga memiliki batasan yaitu aturan itu sendiri.

    ReplyDelete
  13. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Eksistensialisme merupakan suatu aliran filsafat yang lahir karena latar belakang ketidakpuasan beberapa filusuf yang memandang bahwa filsafat pada masa Yunani ketika itu seperti protes terhadap rasionalisme Yunani, khususnya pandangan tentang spekulatif tentang manusia. Intinya adalah Penolakan untuk mengikuti suatu aliran, penolakan terhadap kemampuan suatu kumpulan keyakinan, khususnya kemampuan sistem, rasa tidak puas terhadap filsafat tradisional yang bersifat dangkal dan primitif yang sangat dari akademik.

    ReplyDelete
  14. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? Bagaimanakah manusia yang bebas itu? Sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://id.wikipedia.org/wiki/Eksistensialisme Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.
    Eksistensialisme adalah salah satu aliran besar dalam filsafat, khususnya tradisi filsafat Barat. Eksistensialisme mempersoalkan keber-Ada-an manusia, dan keber-Ada-an itu dihadirkan lewat kebebasan. Pertanyaan utama yang berhubungan dengan eksistensialisme adalah melulu soal kebebasan. Apakah kebebasan itu? Bagaimanakah manusia yang bebas itu? Sesuai dengan doktrin utamanya yaitu kebebasan, eksistensialisme menolak mentah-mentah bentuk determinasi terhadap kebebasan kecuali kebebasan itu sendiri.


    ReplyDelete
  16. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    "Eksistensialisme", dapat didefinisikan sebagai teori filsafat yang menyatakan bahwa satu set lebih lanjut dari kategori, diatur oleh norma keaslian, perlu untuk memahami eksistensi manusia. Untuk pendekatan eksistensialisme cara kategoris ini mungkin tampak untuk menyembunyikan apa yang sering diambil untuk menjadi yang "hati" (Kaufmann 1968: 12), yaitu, karakternya sebagai sikap protes terhadap filsafat akademis, anti-sistem kepekaan nya, penerbangannya dari "sangkar besi" alasan.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Eksistensialisme yaitu suatu usaha untuk menjadikan masalah menjadi konkret karena adanya manusia dan dunia. Menurut Sartre eksistensialisme yaitu filsafat yang memberi penekanan eksistensi yang mendahului esensi. Memandang segala gejala yang ada berpangkal kepada eksistensi. Eksistensi merupakan keadaan tertentu yang lebih khusus dari sesuatu. Apapun yang bereksistesi tentu nyata ada.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Søren Kierkegaard is generally considered to have been the first existentialist philosopher, though he did not use the term existentialism. He proposed that each individual—not society or religion—is solely responsible for giving meaning to life and living it passionately and sincerely, or "authentically". Existentialism became popular in the years following World War II, and strongly influenced many disciplines besides philosophy, including theology, drama, art, literature, and psychology.
    While the predominant value of existentialist thought is commonly acknowledged to be freedom, its primary virtue is authenticity. In the view of the existentialist, the individual's starting point is characterized by what has been called "the existential attitude", or a sense of disorientation, confusion, or dread in the face of an apparently meaningless or absurd world. Many existentialists have also regarded traditional systematic or academic philosophies, in both style and content, as too abstract and remote from concrete human experience.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Existentialism

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Seperti rasionalisme dan empirisme,eksistensialisme adalah istilah yang termasuk dalam sejarah intelektual. Definisinya sedemikian rupa menjadi salah satu kenyamanan historis. Istilah ini secara eksplisit diadopsi sebagai deskripsi diri oleh Jean-Paul Sartre. Eksistensialisme sama seperti fenomena sastra sebagai filsafat. Eksistensialisme juga merupakan sebuah istilah yang diterapkan pada karya filsuf Eropa akhir abad ke-19 dan ke-20 yang, walaupun memiliki perbedaan doktrinal yang mendalam, berbagi kepercayaan bahwa pemikiran filosofis Dimulai dengan subjek manusia-bukan hanya subjek berpikir, tapi juga akting, perasaan, individu manusia yang hidup.

    ReplyDelete
  20. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Eksistensialisme merupakan aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Eksistensi dalam kalangan filsafat eksistensialisme memiliki arti sebagai cara berada manusia, bukan lagi apa yang ada, tapi, apa yang memiliki aktualisasi (ada). Cara manusia berada di dunia berbeda dengan cara benda-benda. Terdapat beberapa paham Sartre mengenai eksistensialisme yaitu (1) berada untuk diri, maksudnya bahwa manusia mempunyai hubungan dengan keberadaannya, ia bertanggung jawab atas fakta bahwa ia ada. dan (2) manusia sebagai subjek yang merencanakan segala sesuatu bagi dirinya sendiri. Manusia sebagai individu yang membuat peraturan atau nilai bagi dirinya sendiri bukan orang lain.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Eksistensialisme berasal dari kata eksestensi artinya keberadan. Eksistensialisme adalah karya filsuf Eropa akhir abad ke-19 dan ke-20 yang, yang memandang dan memiliki kepercayaan bahwa keberadaan pemikiran filosofis dimulai dengan manusia. Subjek-bukan hanya subjek berpikir, tapi juga akting, perasaan, seorang manusia yang hidup.

    ReplyDelete
  22. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Eksistensi berarti ada, dallam filsafat existentialism menunjukkan bahwa manusia itu ada. Pada manusia kebebasan menjadi hal utama yang didambakannya, Kebebasan menjalar menjadi suatu keinginan untuk mengakui bahwa dirinya itu ada. Eksistensi sendiri bisa berarti menguatkan keberadaan sesuatu dan menunjukan sfat-sifat yang dimilikinya. Eksistensi menjadi penting karena adanya pengakuan akan keberadaan. Eksistensi yang berlebihan menyebabkan turunnya kepercayaan orang lain, hal ini perlu dipertimbangkan sebagai cara kontrol kita dala bersikap dan bertutur kata.

    ReplyDelete
  23. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Eksistensialisme adalah aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berbicara masalah existentialism maka erat kaitannya dengan Seperti "rasionalisme" dan "empirisme," "eksistensialisme" adalah istilah yang termasuk dalam sejarah intelektual. Definisinya sedemikian rupa menjadi salah satu kenyamanan historis. Istilah ini secara eksplisit diadopsi sebagai deskripsi diri oleh Jean-Paul Sartre, dan melalui penyebaran yang luas dari keluaran sastra dan filsafat pascaperang dari Sartre dan rekan-rekannya - terutama Simone de Beauvoir, Maurice Merleau-Ponty, dan eksistensiisme Albert Camus menjadi Diidentifikasi dengan gerakan budaya yang berkembang di Eropa pada tahun 1940an dan 1950an. Di antara filsuf utama yang diidentifikasi sebagai eksistensialis (banyak di antaranya - misalnya Camus dan Heidegger - menolak labelnya) adalah Karl Jaspers, Martin Heidegger, dan Martin Buber di Jerman, Jean Wahl dan Gabriel Marcel di Prancis, orang Spanyol José Ortega y Gasset dan Miguel de Unamuno, dan Rusia Nikolai Berdyaev dan Lev Shestov.

    ReplyDelete
  25. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme. Adapun eksistensialisme menurut pengertian terminologinya adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran.

    ReplyDelete
  26. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan paham filsafat baru yaitu existentialism. Dimana existentialism ini merupakan aliran filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Dari sini kita harus mengambil peajaran dalam paham ini, dimana dalam melakukan sesuatu kita harus dapat memikirkan sebab akibatnya dan menikirkan tindakan kita sudah benar apa salah. Karena jika kita memikirkan, kebanyakan dari kita akan menyesal di kemudian hari dan penyesalan itu adanya di akhir setelah kita melakukan sesuatu hal yang tidak kita pikirkan terlebih dahulu.

    ReplyDelete
  27. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Eksistensialisme adalah menangkap semua istilah untuk orang-filsuf yang menganggap sifat dari kondisi manusia sebagai masalah filosofis kunci dan yang berbagi pandangan bahwa masalah ini adalah yang terbaik ditangani melalui ontologi. definisi yang sangat luas ini akan diklarifikasi dengan membahas tujuh tema utama yang menangani pemikir eksistensiali.

    ReplyDelete
  28. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Eksistensialisme adalah alirArgumen ini disebut fatal karena manusia mau tidak mau harus menerima bahwa ia tidak punya kehendak bebas jika ia percaya kalau ada Tuhan yang mengetahui seluruh masa depan tanpa salah. Sebaliknya, jika ia percaya bahwa manusia punya kehendak bebas, maka ia harus menerima kalau Tuhan tidak mengetahui seluruh masa depan. Bagi fatalisme, Tuhan mengetahui seluruh masa depan tanpa salah.an filsafat yang pahamnya berpusat pada manusia individu yang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Eksistensialisme menekankan tema eksistensi pribadi yang dibandingkan dengan eksistensi manusia secara umum. Penekanan dari paham ini bahwa seseorang dapat menilai dan menentukan sesuatu oleh tindakannya dan pilihannya sendiri (tidak bergantung dari standard moral yang berlaku baik secara tertulis ataupun secara lisan sehingga kaum eksistensialis mengabaikan nilai-nilai moralitas secara objektif.

    ReplyDelete
  29. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Eksistensialisme memandang segala gejala berpangkal kepada eksistensi yakni cara manusia berada di dalam dunia. Dengan kata lain bagaimana cara manusia mempertahankan eksistensinya ketika di dunia. eksistensi ini sangat erat kaitannya dengan pendidikan. Ketika orang ingin mempertahankan eksistensinya, maka jalan utama yang ditempuh adalah melalui pendidikan. Pendidikan menjadikan manusia dari yang tidak megerti menjadi mengerti, dari yang tidak terampil menjadi terampil, dan sebagainya. Intinya adalah belajar. Jika dapat saya kaitkan dengan pemahaman filsafat yang telah saya terima, eksistensi berarti seseorang tersebut harus tetap ada. Agar dia tetap dianggap ada maka dia harus mengada. Ketika dia mengada tentunya dia menjadi pengada, sehingga tetap ada. Apakah yang ada? Yakni karya-karyanya.

    ReplyDelete
  30. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Eksistensialisme adalah istilah yang dimiliki sejarah intelektual seperti pada rasionalisme dan empirisisme. Eksistensialisme ialah teori filsafat yang menyatakan bahwa satu set lebih lanjut dari kategori, diatur oleh norma keaslian, untuk memahami eksistensi manusia. Eksistensialisme tidak menyangkal keabsahan kategori dasar fisika, biologi, psikologi, dan ilmu-ilmu lainnya.

    ReplyDelete
  31. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Eksitensialisme ini berkaitan dengan ontologi yaitu mengenai hakikat tentang sesuatu. Secara etimologis, eksistensialisme berasal dari kata eksisten atau keberadaan. Keberadaan yang harus kita khawatirkan disini bukanlah sesuatu yang ada, melainkan keberadaan manusia. Dengan demikian ada perbedaan penting antara eksistensi manusia yang khas dan hal lain, dan eksistensi manusia tidak dapat dipahami pada model benda, yaitu sebagai objek pengetahuan.

    ReplyDelete
  32. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Eksistensialisme merupakan suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan pada manusiayang bertanggung jawab atas kemauannya yang bebas tanpa memikirkan secara mendalam mana yang benar dan mana yang tidak benar. Sebenarnya bukannya tidak mengetahui mana yang benar dan mana yang tidak benar, tetapi seorang eksistensialis sadar bahwa kebenaran bersifat relatif, dan karenanya masing-masing individu bebas menentukan sesuatu yang menurutnya benar. Manusia juga dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi, mengkaji cara manusia berada di dunia dengan kesadaran. Jadi dapat dikatakan pusat renungan eksistensialisme adalah manusia konkret.

    ReplyDelete
  33. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Eksistensialisme berasal dari kata “eksistensi” daro kata dasar “existency” yaitu “exist” adalah bahasa lati artinya “ex”, keluar dan “sistare” artinya berdiri. Jadi, eksistensi adalah berdiri dengan keluar dari diri sendiri. Eksistensialisme menyatakan bahwa cara berada manusia dan benda-benda lain tidaklah sama. Manusia berada di dunia, hewan dan tumbuhan juga berada di dunia. Akan tetapi, cara beradanya tidak sama. Manusia berada di dalam dunia, ia mengalami beradanya di dunia itu. Manusia menyadari dirinya berada di dunia. Manusia menghadapi dunia, menghadapi dengan mengerti yang dihadapinya. Manusia mengerti gunanya pohon, batu, dan salah satu diantaranya ialah ia mengerti bahwa hidupnya mempunyai arti. Apa arti semua ini? artinya ialah bahwa manusia adalah subjek. Subjek artinya yang menyadari, yang sadar. Barang-barang yang disadarinya disebut objek.

    ReplyDelete
  34. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ada beberapa tokeh filsafat eksistensialisme, diantaranya yaitu Martin Heidegger. Menurut Martin Heidegger, keberadaan hanya akan dijawab melalui jalan ontologi, artinya jika persoalan ini dihubungkan dengan manusia dan dicari artinya dalam hubungan itu. Jadi, yang terpenting adalah menemukan dari keberadaan itu. Satu-satung yang berada dalamm arti sesungguhnya adalah beradanya manusia. Keberadaan benda-benda terpisah dengan yang lain, sedang beradanya manusia mengambil tepat di tengah-tengah dunia sekitarnya. Keberadaan manusia disebut desein (berada disana, di tempat). Berada artinya menempati atau mengambil tempat. Untuk itu, manusia harus keluar dari dirinya dan berdiri di tengah-tengah segala yang berada. Desein manusia itu disebut juga eksistensi. Keberadaan manusia, yaitu berada di dalam dunia maka ia dapat memberi tempat kepada benda-benda yang ada disekitarnya. Ia dapat bertemu dengan benda-benda itu dan dengan manusia-manusia lain, dapat bergaul dan berkomunikasi dengan semuanya.

    ReplyDelete
  35. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Eksistensialisme merupakan filsafat yang secara khusus mendeskripsikan eksistensi dan pengalaman manusia dengan metedologi fenomenologi, atau cara manusia berada. Eksistensialisme adalah suatu reaksi terhadap materialisme dan idealisme. Pendapat materialisme bahwa manusia adalah benda dunia, manusia itu adalah materi , manusia adalah sesuatu yang ada tanpa menjadi Subjek. Pandangan manusia menurut idealisme adalah manusia hanya sebagai subjek atau hanya sebagai suatu kesadaran. Eksistensialisme berkayakinan bahwa paparan manusia harus berpangkalkan eksistensi, sehingga aliran eksistensialisme penuh dengan lukisan-lukisan yang kongkrit.

    ReplyDelete
  36. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Eksistensialisme adalah suatu aliran dalam ilmu filsafat yang menekankan segala sesuatu terhadap manusia dan segala sesuatu yang mengiringinya, dan dimana manusia dipandang sebagai suatu mahluk yang harus bereksistensi atau aktif dengan sesuatu yang ada disekelilingnya, serta mengkaji cara kerja manusia ketika berada di alam dunia ini dengan kesadaran. Agar manusia dapat dianggap ada (exist) maka ia harus mengada dan menjadi pengada. Karena setinggi-tingi derajat manusia adalah jika ia bermanfaat bagi makhluk lainnya.

    ReplyDelete
  37. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Eksistensialism berbicara mengenai kebebasan manusia untuk menentukan sendiri mana yang benar atau salah dalam setiap eksistensinya masing-masing. Manusia bebas memilih dan melakukan sesuatu yang menurutnya benar. Kebenaran manusia bersifat relative, maka manusia berhak memilih apapun yang dianggapnya benar.

    ReplyDelete
  38. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Eksistensialisme adalah filsafat yang menekankan eksistensi, kebebasan dan pilihan individu. Pandangan inilah yang kemudian mengatakan bahwa manusia mendefinisikan makna mereka sendiri dalam kehidupan, dan mencoba membuat keputusan rasional meski ada di alam semesta yang tidak masuk akal. Eksistensialisme berfokus pada pertanyaan keberadaan manusia, dan perasaan bahwa tidak ada tujuan atau penjelasan tentang inti keberadaannya. Ini berpendapat bahwa, karena tidak ada Tuhan atau kekuatan transenden lainnya, satu-satunya cara untuk melawan ketiadaan ini (dan karenanya untuk menemukan makna dalam hidup) adalah dengan merangkul eksistensi.

    ReplyDelete
  39. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    eksistensialisme merupakan pemahaman yang menempatkan “eksistensi atau keberadaan manusia sebagai yang utama”.Dalam eksistensialisme tidak membahas esensi manusia secara abstrak, maksudnya ialah dimana eksistensialisme ini membahas tentang hakikat manusia secara spesifik meneliti kenyataan konkrit manusia, sebagaimana manusia itu sendiri berada dalam dunianya. Eksistensialisme tidak mencari esensi atau substansi yang ada di balik penampakan manusia, melainkan hendak mengungkap eksistensi manusia sebagaimana yang dialami oleh manusia itu sendiri.

    ReplyDelete