Dec 2, 2012

METAPHYSICS





 Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang METAPHYSICS, koneklah:






Wss Wr Wb
Marsigit

10 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Kant menyatakan bahwa subyek-subyek metafisika tak mungkin dicapai oleh akal manusia sama sekali. Menanggapi pernyataan Kant tersebut, bagaimana mungkin kita bisa menilai pernyataan Kant ini sebagai salah atau benar, sedangkan pernyataan itu sendiri menyangkut hal yang metafisika yang tidak mungkin dicapai oleh pikiran kita sama sekali?

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Metafisika merupakan istilah yang tak mudah untuk didefinisikan. Metafisika mencoba untuk mengklarifikasi bentuk pokok yang dimengerti orang-orang di dunia mengenai keberadaan sesuatu, obyek dan sifat-sifatnya, ruang dan waktu, sebab dan akibat dan segala kemungkinan yang terjadi di dalamnya. Pusat cabang dari metafisika adalah ontology, kosmologi dan epistemology.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Metafisika berasal dari bahasa Yunani: (meta) = “setelah atau dibalik”, (phusika) = "hal-hal di alam". Metafisika merupakan cabang filsafat yang mempelajari penjelasan asal atau hakekat objek (fisik) di dunia. Metafisika adalah studi keberadaan atau realitas. Dimana metafisika mempersoalkan realitas dan dunia dengan segala struktur dan dimensinya. Apa yang sungguh-sungguh ‘ada’ yang paling utama? Apakah itu ‘kehidupan’? apakah itu ‘dunia fisik’? Apakah keseluruhan kenyataan itu tunggal atau majemuk? Apakah kenyataan itu satu ragam ataukah bermacam ragam? Penggunaan istilah “metafisika” telah berkembang untuk merujuk pada “hal-hal yang diluar dunia fisik”. Menurut para pemikir metafisis seperti Plato dan Aristoteles memberikan asumsi dasar bahwa dunia atau realitas adalah yang dapat dipahami yang mana setiap aliran metafisika mengklaim bahwa akal budi memiliki kapasitas memadai untuk memahami dunia. Seolah – olah akal budi memiliki kualitas “Ampuh” untuk menyibak semua realitas mendasar dari segala yang ada. Sedangkan menurut Hamlyn, metafisika adalah bagian kajian filsafat yang paling abstrak dan dalam pandangan sementara orang merupakan bagian yang paling “tinggi” karena berurusan dengan realitas yang paling utama, berurusan dengan “apa yang sungguh-sungguh ada” yang membedakan sekaligus menentukan bahwa sesuatu itu mungkin ataukah tidak.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Metafisik adalah istilah sulit untuk menentukan. Bahkan filsuf juga sulit untuk menentukan. Metafisik yang berhubungan dengan sesuatu yang tidak berubah.
    Aristoteles Mengidentifikasi subjek-materi filsafat pertama sebagai penyebab pertama. The berubah pertama penyebab tidak ada tetapi menjadi kesamaan dengan hal-hal bisa berubah karena mereka menyukai kita dan benda-benda dari pengalaman kami, mereka, dan ada kemiripan berhenti.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Metafisika bukan hanya sekedar mengetahui, namun juga memahami. Pengetahuan inderawi hanya mengetahui dari sisi fisik semata, namun metafisika berusaha memahami apa yang sebenarnya menjadi dasar dari segala hal seperti keberadaan sesuatu di dunia ini, obyek dan sifat-sifatnya, ruang dan waktu, sebab dan akibat dan segala kemungkinan yang terjadi di dalamnya. Metafisika menyiratkan bahwa segala hal yang ada di dunia ini pada dasarnya adalah abstrak, bahwa itulah jawaban atas segala pertanyaan. Segala sesuatunya, senyata apapun, bila ia terus dipertanyakan, maka akan mencapai suatu batas yang tak terelakkan, yang mau tak mau mengarah pada pertanyaan asli. Maka tidak salah bila salah satu cara memahami metafisika adalah melalui repetisi pertanyaan akan suatu realitas hingga pertanyaan itu berhenti dan ia tidak lagi mendapatkan jawaban.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Metafisika adalah salah satu cabang Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tetrtentu menjadi ada. Jujun S Suriasumantri dalam bukunya “Filsafat Ilmu” mengatakan bahwa metafisika merupakan suatu kajian tentang hakikat keberadaan zat, hakikat pikiran, dan hakikat kaitan zat dengan pikiran. Objek metafisika menurut Aristoteles, ada dua yakni Ada sebagai yang ada; ilmu pengetahuan mengkaji yang ada itu dalam bentuk semurni-murninya, dan ada sebagai yang iLLahi; keberadaan yang mutlak, yang tidak bergantung pada yang lain.

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Metaphysics merupakan ilmu yang mempelajari penyebab segala sesuatu sehingga sesuatu tersebut menjadi ada. Menurut Aristoteles melalui metaphysics manusia dapat mencapai kebenaran akan segala sesuatu. Menurut aristoteles dalam bukunya disebutkan bahwa objek dari metafisika ada 2 yaitu ada sebagai yang ada dan ada sebagai Ilahi. Maksud dari ada dan ada sebagai ilahi yang artinya Tuhan sebagai kesempurnaan tertinggi yang ada untuk ada dalam pemikiran dan perbuatan manusia di bumi.

    ReplyDelete
  9. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Metafisika adalah cabang filsafat yang mengeksplorasi sifat dasar realitas
    Topik penyelidikan metafisik meliputi keberadaan , objek dan sifat , ruang dan waktu , sebab dan akibat , dan kemungkinan . Cabang utama metafisika adalah ontologi , penyelidikan terhadap kategori dasar keberadaan dan bagaimana hubungan mereka satu sama lain. Cabang lain adalah kosmologi metafisik : yang berusaha memahami asal usul dan makna alam semesta oleh pemikiran sendiri.
    Ada dua konsepsi luas tentang apa "dunia" yang dipelajari oleh metafisika. Pandangan klasik yang kuat mengasumsikan bahwa objek yang dipelajari oleh metafisika ada secara independen dari pengamat manapun, sehingga subjeknya adalah ilmu yang paling mendasar. Pandangan yang lebih lemah dan lebih modern mengasumsikan bahwa objek yang dipelajari oleh metafisika ada di dalam pikiran seorang pengamat, sehingga subjek menjadi bentuk introspeksi dan analisis konseptual . Beberapa filsuf, terutama Kant , membahas kedua "dunia" ini dan apa yang bisa disimpulkan tentang masing-masing.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Metafisika yaitu ilmu yang mempelajari sesuatu yang sebenarnya ada di alam semesta ini, tapi belum terbukti ada. Untuk membuktikan hal tersebut, sangat diperlukan pemikiran dan hati yang bersih, jangan sampai terlena dan terlalu terobsesi untuk menemukannya. Dalam metafisika, apa yang ditangkap oleh pikiran adalah bersifat mental. Maka yang bersifat nyata adalah pikiran, sebab dengan berpikirlah maka sesuatu itu lantas ada. Metafisika juga sering dihubungkan dengan hal-hal yang ghaib, yaitu sesuatu yang tidak dapat ditangkap dengan panca indera. Tapi dengan segala pikiran kita, jika kita yakin hal itu ada, maka semuanya akan ada.

    ReplyDelete