Dec 2, 2012

METAPHYSICS





 Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang METAPHYSICS, koneklah:






Wss Wr Wb
Marsigit

35 comments:

  1. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Kajian metafisika menjelaskan studi keberadaan atau realitas. Manusia secara tidak sadar selalu memiliki rasa ingin tahu tentang asal atau hakikat objek (fisik) di dunia. Setiap pengetahuan yang diketahui oleh manusia membutuhkan penafsiran-penafsiran secara ilmu pengetahuan. keberadaan metafisika dalam ilmu pengetahuan memberikan banyak wawasan bagaimana metafisika merupakan hal substantif dalam menelaah lebih jauh konsep keilmuan dalam menunjang kejayaan manusia dalam berpikir dan menganalisis. Metafisika mengajarkan kepada kita untuk mencari prinsip pertama sebagai kebenaran yang paling akhir.

    ReplyDelete
  2. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Metafisik adalah cabang filsafat yang mengkaji tentang esensi dari segala sesuatu. Hal ini termasuk mempertanyakan tentang kehidupan, keberadaan dan realitas yang dikaji. Kata metafisik, berasal dari dua kata dalam bahasa yunani yang secara bersamaan berarti setelah fisik. Artinya metafisik mengkaji sesuatu yang berhubungan dengan kealmian sesuatu, esensi dibalik sesuatu, dan kualitas suatu mahluk hidup bukan apa yang dapat dilihat oleh mata. Metafisik pada umumnya mencari jawaban secara abstrak. Topik-topik yang diinvestigasi dalam metafisik berupa keberadaan objek dan lingkungannya, ruang dan waktu, sebab-akibat, dan kemungkinan-kemungkinan yang ada dalam suatu objek.

    ReplyDelete
  3. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Metafisika merupakan salah satu cabang tradisional filsafat yang mempelajari dan memahami penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Dengan kata lain metafisika menjelaskan sifat dasar dari keberadaan di dunia. . Misalnya, keberadaan, benda dan sifat, ruang dan waktu, sebab dan akibat, dan kemungkinan. Metafisika berkaitan dengan sifat manusia dan hubungannnya secara kontekstual dan individu dengan realita dalam alam semesta; sifat dan fakta bagi tujuan, perilaku, penyebab, dan aturan; problem pilihan, khususnya kebebasan versus determinisme pada perilaku manusia. Metafisika berusaha menjawab pertanyaan, apakah ada? Dan seperti apa? Cabang utama metafisika ada dua yaitu otologi dan kosmologi. Otologi menekankan pada bagaimana mereka berhubungan satu sama lain. sedangakan kosmologi menekankan pada studi tentang totalitas dari semua fenomena dalam alam semesta

    ReplyDelete
  4. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Metafisika adalah salah satu cabang filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tetrtentu menjadi ada. Metafisika berasal dari bahasa yunani ta meta ta physica yang artinya “yang datang setelah fisika”. Metafisika sering disebut sebagai disiplin filsafat yang terumit dan memerlukan daya abstraksi sangat tinggi, ber-metafisika membutuhkan enersi intelektual yang sangat besar sehingga membuat tidak semua orang berminat menekuninya.

    ReplyDelete
  5. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Metafisik merupakan suatu keilmuan yang mempelajari tentang suatu keberadaan dan relaita dalam cakupan yang luas. Metafisika menuntun untuk mengkaji secara mendalam mengenai keberadaan suatu zat, hakikat suatu pikiran dan hakikan mengenai hubungan zat tersebut dengan pikiran yang ada. Basis dari sistem keilmuan ini adalah kemurnian, dimana sesuatu dipelejari secara mendalam sampai dalam keadaan yang semurni-murninya.
    Metafisik sangat erat dengan sesuatu yang tidak nampak. Beberapa orang pun mendefinisikannya sebagai sebuah kekuatan besar yang sumbernya pada mental, pikiran, hati dan jiwa. Suatu kekuatan akan muncul jika sumbernya diaktifkan semua. Dalam film avatar sistem aktifasi metafisik di ilustrasikan dengan diaktifkannyaa 7 cakra dalam tubuh manusia untuk mendapatkan kemurnian hidup, dimana kemurnian tersebut akan menghasilkan kekuatan non-sains yang luar biasa.

    ReplyDelete
  6. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan judul diatas, metafisika memelajari tentang segala hal yang mendasari segala hal yang ada di dalam alam semesta ini. Metafisika bukan hanya sekedar mengetahui, namun juga memahami yang ada dan mungkin ada. Pengetahuan inderawi hanya mengetahui dari sisi fisik semata, namun metafisika berusaha memahami apa yang sebenarnya menjadi dasar dari segala hal. Metafisika menyiratkan bahwa segala hal yang ada dan mungkin ada di dunia ini pada dasarnya adalah abstrak, bahwa itulah jawaban atas segala pertanyaan. Segala sesuatunya, senyata apapun, bila ia terus dipertanyakan, maka akan mencapai suatu batas yang tak terelakkan, yang mau tak mau mengarah pada pertanyaan asli.

    ReplyDelete
  7. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Metafisika adalah cabang filsafat yang mengkaji seluruh realitas atau tentang segala sesuatu yang ada. Yang ada merupakan objek filsafat yaitu yang ada dan mungkin ada. Ada dalam metafisika dibagi menjadi tiga yaitu ada dalam kenyataan yang artinya dapat diketahui dengan panca indra manusia, ada dalam angan-angan atau ada dalam pikiran, dan ada dalam sebuah kemungkinan.

    ReplyDelete
  8. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Metafisik merupakan cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas hakikat fundamental tau dasar mengenai keberadaan sesuatu dan realitas yang menyertainya. Kajian tentang metafisika biasanya berporos pada pertanyaan mendasar mengenai keberadaan sesuatu dan sifat-sifat yang meliputi realitas yang dikaji. Pemberian makna mengenai metafisika berbeda dan bervariasi dari masa ke masa. Para filsufpun juga memiliki pandangan yang berbeda-beda mengenai pengertian metafsika. Akan tetapi, secara umum membahas mengenai eksistensi, keberadaan, karakteristik yang menyertai ruang dan waktu.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  9. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Obyek pembahasan metafisika sebenarnya bukan semata-mata mengenai hal empiris atau hal-hal yang dapat dijangkau oleh pengalaman individual saja, akan tetapi juga padahal-hal tentang aspek-aspek yang menjadi dasar realitas itu sendiri. Pembahasan mengenai metafisika memiliki bebearap sub bahasan, misalnya pembahasan sentral metafisika adalah ontologi, yaitu proses analitis dan pengkajian klasifikasi berdasarkan prinsip-prinsip kategori keberadaan dan relasi diantaranya, dll.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  10. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Berkaitan dengan metafisik, sebelumnya dalam perkuliahan Prof sudah menjelaskan bahwa metafisik adalah sesuatu yang ada “disebalik” benda tersebut. Contohnya ketika kita melihat daun itu berwarna hijau. Warna hijau yang kita lihat adalah kualitas pertama, disebalik itu ada metafisik yang belum tentu kita ketahui yaitu selain warna hijau.

    ReplyDelete
  11. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Metafisik merupakan salah satu cabang filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu yang menyebabkan hal tertentu menjadi ada. Dalam sebuah artikel para psikologi mengatakan bahwa metafisik disebut sebagai disiplin filsafat yang terumit dan memerlukan daya abstraksi sangat tinggi. Bermetafisik membutuhkan energi intelektual yang sangat besar sehingga tidak semua orang minat untuk menekuni bidang metafisik.

    ReplyDelete
  12. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Metafisika kerap dihubungkan dengan illmu ghaib yang mungkin merupakan satu rangkaian, yang intinya mengaktifkan energi yang berasal dari kekuatan non-sains. Seorang filosof Jerman bernama Christian Wolff mengklasifikasikan metafisika umum atau sering disebut ontologi dan metafisika khusus. Metafisika umum mengkaji realitas sejauh dapat dijangkau melalui indera. Sedangkan metafisika khusus (metafisika) mengkaji realitas yang tidak dapat dijangkau indera, seperti halnya realitas ketuhanan (teologi), semesta sebagai keseluruhan (kosmologi) maupun kejiwaan manusia(psikologi).

    ReplyDelete
  13. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Metaphysics atau metafisika adalah salah satu cabang filsafat yang mempelajarai dan memahami penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Istilah Metafisika berasal dari Yunani Meta Ta Physica yang artinya yang dating setelah fisika. Metafisika sering disebut sebagai disiplin filsafat yang paling rumit dan memerlukan daya abstraksi yang sangat tinggi. Dalam filsafat ilmu, metafisika merupakan suatu kajian tentang keberadaan zat, hakikat pikiran, dan kaitan dengan zat yang ada di pikiran. Metafisik disebut ontology yaitu keberadaan zat yang mutlak, yang tidak bergantung pada yang lain yaitu Tuhan. Dalam epistemology yaitu asal, sifat, metode, dan batasan pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  14. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Metafisika adalah sebuah kekuatan yang terletak pada kekuatan mental, akal pikiran, hati, jiwa serta semua fisik tubuh manusia, yang mana jika manusia bisa membangkitkan kinerja semua unsur tubuh mereka, maka mereka memiliki kekuatan yang sangat dahsyat.Metafisika merupakan sebuah ilmu yang sumber kekuatannya terletak pada kekuatan hati, jiwa, akal pikiran, mental, spiritual,serta semua unsur tubuh fisik manusia.

    ReplyDelete
  15. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    metafisika adalah studi non-empiris yang dilakukan dengan menggunakan deduksi dari apa yang dikenal sebagai apriori. Seperti matematika dasar metafisika yang diterapkan pada keberadaan angka, ia mencoba memberikan penjelasan yang koheren tentang struktur dunia, yang mampu menjelaskan persepsi kita sehari-hari dan ilmiah tentang dunia, dan bebas. dari kontradiksi. dalam metafisika ada banyak cara berbeda untuk mendefinisikan objek, properti, konsep, dan entitas lain yang diklaim membentuk dunia. Terimakasih

    ReplyDelete
  16. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Sumber dai Wikipedia menyebutkan bahwa Metafisika adalah cabang filsafat yang meneliti sifat dasar realitas, termasuk hubungan antara pikiran dan materi, antara substansi dan atribut, dan antara kemungkinan dan aktualitas. Metafisika mempelajari pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan apa itu ada sesuatu dan jenis keberadaan apa yang ada. Imre Lakatos menyatakan bahwa semua teori ilmiah memiliki "inti keras" metafisik yang penting untuk menghasilkan hipotesis dan asumsi teoretis. Hal ini menunjukkan bahwa metafisik nberguna untuk semuanya.

    ReplyDelete
  17. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Para ahli filsuf memiliki definisi dan pandangan yang berbeda mengenai metafisik. Salah satunya yaitu pendapat ahli filsuf yang menyatakan bahwa metafisika merupakan cabang filsafat yang mengkaji yang ada dibalik yang ada. Metafisik menjelaskan mengenai keberadaan dibalik yang ada. Seperti semar tokoh dalam elegi-elegi yang sering Prof gunakan dimana metafisik Semar adalah Ilmu.

    ReplyDelete
  18. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Metaphysics atau metafisika berasal dari kata ‘meta’ yang berarti dibalik dan ‘phusika’ yang berarti hal-hal di alam. Metafisika sendiri merupakan salah satu aliran filsafat yang memandang bahwa segala sesuatu terjadi pasti ada penyebabnya dan perlu dipahami. Metafisika dikatakan memiliki kerumitan yang kompleks, sehingga memerlukan pemikiran abstraksi yang tinggi untuk mempelajarinya.

    ReplyDelete
  19. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    There is a sentence in wikipedia that "Like mathematics, metaphysics is a non-empirical study", can I ask for the explanation, Prof?Thank you

    ReplyDelete
  20. Jefri Mailool
    PEP 18701261002

    Metafisika adalah studi non-empiris yang dilakukan dengan menggunakan deduksi yang dikenal sebagai apriori. Seperti halnya matematika dasar, metafisik mencoba memberikan penjelasan yang koheren tentang struktur dunia, yang mampu menjelaskan persepsi kita sehari-hari dan ilmiah tentang dunia, dan bebas dari kontradiksi.

    ReplyDelete
  21. Elsa Apriska
    18709251005
    S2 PM A 2018

    Terimakasih atas link yang sudah diberikan Prof. Metafisika secara harfiah adalah salah satu cabang filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segalah sesuatu sehingga hal tersebut menjadi ada. Sebenarnya disiplin filsafat metafisika telah di mulai semenjak zaman Yunani kuno. Mulai dari filsuf-filsuf alam sampai Aristoteles (284-322 SM). Aristoteles sendiri tidak pernah memakai istilah metafisika. Aristoteles menyebut sesuatu yang mengkaji hal-hal yang sifatnya diluar fisika sebagai filsafat pertama untuk membedakannya dengan filsafat kedua yaitu disiplin yang mengkaji hal-hal yang bersifat hal-hal yang bersifat fisika.

    ReplyDelete
  22. Ardhya Handayani
    19701251015
    S2 PEP 2019 A

    Kata metafisik berasalah dari Bahasa Yunani, yang secara harfiah berarti ‘setelah, dibalik, atau antara’ fenomena. Secara etimologi metafisik berarti “what comes after physics”. Metafisik merupakan cabang ilmu filsafat yang mempelajari mengenai sifat dasar dari realitas. Metafisik menjawab pertanyaan seputar bagaimana fenomena terjadi, mengapa fenomena terjadi, mengungkapkan arti, struktur, dan prinsip dari suatu hal atau fenomena. Secara singkat metafisik mencoba menyingkap hal-hal yang ada dibalik suatu fenomena.

    ReplyDelete
  23. Rizki Nisa Setyowati
    19701251013
    PEP S2 A

    Realitas yang dilihat dan dialami manusia pasti menyimpan fenomena yang tersembunyi di baliknya. Metafisik dalam ilmu filsafat mengkaji potensi realita ini dengan menghubungkan dunia pikiran dengan dunia di luar manusia. Metafisik dalam bahasa sehari-hari sering diasosiasikan dengan sesuatu yang ghaib dan bersifat supranatural. Konsep ini, menurut saya, adalah penyederhanaan total dari konsep awal metafisik karena pada hakikatnya metafisik memang bersinggungan dengan sesuatu yang tidak terlihat atau tertutupi namun sesuatu yang tidak terlihat ini belum tentu adalah sesuatu yang ghaib. Faktanya, ada hal-hal tidak terlihat yang bisa dijelaskan secara rasional dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki manusia.

    ReplyDelete
  24. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Sangat menarik jika kita mengkaji mengenai "metafisik". Sebab metafisik adalah hal yang sebenarnya paling mendasar atau suatu hakikat fundamental dari hal-hal realitas. Dibalik hal nyata atau secara yang terlihat (fisik) akan ada banyak hal yang membayanginya. Seperti bayangan, dia ada dan selalu ada kemana arah fisik berada namun jarang menjadi pusat perhatian. Padahal dengan adanya metafisik, segala yang nyata tidak sekaku yang terlihat. Sebab yang nyata bukan hanya sebatas pandangan mata.

    Terimakasih Prof.

    ReplyDelete
  25. Choirul Amri
    (19709251078 S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2019)

    Bismillah, Metafisika merupakan bagian dari aspek ontologi dalam kajian filsafat. Metafisika merupakan bagian Filsafat tentang hakikat yang ada di sebalik fisika. Hakikat yang bersifat abstrak dan di luar jangkauan pengalaman manusia. Tegasnya tentang realitas kehidupan di alam ini. Pemikiran Metafisika di bagi ke dalam pemikiran filosof barat dan Islam. Menurut pemikiran filosof barat metafisika adalah suatu eksistensi yang cenderung terhadap duniawi (manusia) kecenderungan yang bersifat niscaya, yaitu keinginan untuk hidup bahagia, senang, sedih, marah, benci, cinta. Dan berbuat baik. Sedangkan metafisika Islam cenderug kepada Wujud yang abstrak dan bersifat mutlak yaitu Tuhan (Allah SWT).
    Terimakasih

    ReplyDelete
  26. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Kebijaksanaan dalam berpikir adalah, manakala manusia berpikir dari yang nyata secara visual maupun yang tidak tampak sebatas pandangan mata. Sebab segala objek filsafat yaitu yang ada dan yang mungkin ada, memiliki makna disebaliknya. Manusia akan terjerumus dalam pembelokan makna hidup manakala manusia berhasil tergoda dengan metafisik yang belum diketahui. Manusia akan keluar jalur tindakan maupun pikir ketika manusia tidak mengetahui apa yang sebenar-benarnya tidak diketahui atau disebut sebagai dosa. Sehingga manusia memang seharusnya senantiasa berhati-hati dalam berpikir dan bertindak sesuai aturan-aturan hidup yang sudah ditentukan olehNya.

    Terimakasih Prof.

    ReplyDelete
  27. Ngaenun Nangim
    19709251058
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Metafisika adalah fisika yang tersembunyi. Didefinisikan pula sebagai kekuatan mental, akal pikiran, hati, jiwa dan fisik manusia, yang jika dibangkitkan kinerja semua unsurnya menghasilkan kekuatan yang sangat dahsyat. Objeknya ada dua yakni ada sebagai yang ada dan ada sebagai yang Illahi. Sebagai yang ada, karena metafisika mengkaji hal-hal yang ada karena memang itu ada dan diadakan oleh pengada agar menjadi ada. Sebagai yang Illahi, karena semua yang ada semata-mata karena keberadaan dan kuasa Tuhan untuk mengadakan yang ada dan yang mungkin ada agar menjadi ada dan diyakini keberadaannya.

    ReplyDelete
  28. Lovie Adikayanti
    19709251068
    S2 Pendidikan Matematika D
    Assalamualaikum wr.wb
    Istilah metaphysics pertama kali berasal dari Aristoteles, dimana maksud dari metaphysics pada saat itu adalah sebagai peringatan kepada siswa bahwa mereka seharusnya mencoba metaphysics hanya jika setelah mereka menguasai “hal yang bersifat fisik” tentang suatu hal. Selanjutnya diketahui bahwa metaphysics merupakan cabang filsafat yang mengeksplorasi pertanyaan mendasar, termasuk sifat konsep seperti keberadaan, eksistensi, dan kenyataan. Topik dari penyelidikan metaphysics meliputi eksistensi atas objek dan sifat, ruang dan waktu, sebab dan akibat, dan kemungkinan. Sedangkan cabang pusat metaphysics adalah ontologi, yaitu penyelidikan terhadap kategori relativitas.

    ReplyDelete
  29. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  30. Rifki Rinaldo
    19709251070
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Berdasarkan artikel yang saya baca, metaphysics merupakan filsafat yang mempelajari pertanyaan mendasar, termasuk sifat konsep seperti keberadaan, eksistensi, dan kenyataan. Sejalan dengan itu, Metafisika bisa juga disebut cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas hakikat fundamental mengenai keberadaan dan realitas yang menyertainya. Dalam hal ini metapysics cenderung juga merupakan ilmu yang mempelajari sebeb terjadinya fenomena atau kejadian. Metapysics dipandang sebagian orang sebagai ilmu tingkat tinggi karena hanya orang-orang tertentu yang dapat mencapainya.

    ReplyDelete
  31. Syaiful Syamsuddin
    19701261002
    S3 PEP 2019

    Assalamu alaikum wr.wb
    Metafisika merupakan cabang ilmu Filsafat yang mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Di samping itu, Hamlyn mendefinisikan metafisika sebagai bagian kajian filsafat yang paling abstrak dan dalam pandangan sementara orang merupakan bagian yang paling “tinggi” karena berurusan dengan realitas yang paling utama, berurusan dengan “apa yang sungguh-sungguh ada” yang membedakan sekaligus menentukan bahwa sesuatu itu mungkin ataukah tidak. Berkaitan dengan pembentukan minat intelektual, maka metafisika mengajarkan mengenai cara berpikir yang serius dan mendalam tentang hakikat-hakikat segala sesuatu yang bersifat enigmatik, hingga pada akhirnya melahirkan sikap ingin tahu yang tinggi sebagaimana mestinya dimiliki oleh para intelektual. Metafisika mengajarkan pada peminat filsafat untuk mencari prinsip pertama sebagai kebenaran akhir (http://adipustakawan01.blogspot.co.id/2013/06/metafisika-filsafat-umu.html)

    ReplyDelete
  32. sintha fardu anggraeni
    19709251071
    S2 pend matematika D 2019

    Metafisika adalah cabang filsafat yang berkaitan dengan proses analitis atas hakikat fundamental mengenai keberadaan dan realitas yang menyertainya. Kajian mengenai metafisika umumnya berporos pada pertanyaan mendasar mengenai keberadaan dan sifat-sifat yang meliputi realitas yang dikaji. Pemaknaan mengenai metafisika bervariasi dan setiap masa dan filsuf tentu memiliki pandangan yang berbeda. Secara umum topik analisis metafisika meliputi pembahasan mengenai eksistensi, keberadaan aktual dan karakteristik yang menyertai, ruang dan waktu, relasi antar keberadaan seperti pembahasan mengenai kausalitas, posibilitas, dan pembahasan metafisis lainnya.

    ReplyDelete
  33. Sri Ningsih
    19709251064
    S2 Pendidikan Matematika kelas D

    Metafisika menjadi sebuah disiplin yang fundamental dalam kajian filsafat. Sepanjang sejarah kefilsafatan, metafisika menjangkau problem-problem klasik dalam filsafat teoretis. Umumnya kajian metafisika menjadi "batu pijakan" atas struktur gagasan kefilsafatan dan prinsip-prinsip yang lebih kompleks untuk menjelaskan problem lainnya. Sehingga, dalam pemahaman metafisika klasik, metafisika membahas pertanyaan-pertanyaan mendasar yang jawaban-jawaban atasnya dapat digunakan menjadi dasar bagi pertanyaan yang lebih kompleks. Misalnya: adakah maksud utama dalam beradanya dunia ini? Lalu apakah keberadaannya sebatas keberadaan yang "mengada" atau dependen terhadap keberadaan lainnya?; Apakah tuhan/tuhan-tuhan ada? Lalu, jika ada, apa saja hal-hal yang bisa manusia tahu/tidak tahu tentangnya?; Benarkah terdapat hal semacam intellectus, terutama dalam pembahasan mengenai pembedaan antara problem pemisahan entitas jiwa–badan?; Apakah jiwa sesuatu yang nyata, dan apakah ia berkehendak bebas?; Apakah segalanya tetap atau berubah? Apakah terdapat hal atau relasi yang selalu bersifat tetap yang bekerja dalam berbagai fenomena?; dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang sejenis. Objek bahasan metafisika bukan semata-mata hal-hal empiri atau hal-hal yang dapat dijangkau oleh pengamatan individual, melainkan hal-hal atau aspek-aspek yang menjadi dasar realitas itu sendiri. Klaim-klaim atas metode dan objek kajian metafisika telah menjadi problem perenial kefilsafatan. Pembahasan mengenai metafisika memiliki berbagai subbahasan. Misalnya pembahasan sentral metafisika adalah ontologi, yaitu proses analitis dan penggalian klasifikasi berdasarkan prinsip-prinsip kategori keberadaan dan relasi di antaranya. Bahasan sentral lainnya adalah kosmologi metafisik, yaitu kajian mendalam atas prinsip keberadaan dunia, realitas, asal mula, dan makna keberadaan atasnya.

    ReplyDelete