Dec 1, 2012

SCIENTISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang SCIENTISM, konek ke berikut ini:















Wss Wr Wb
Marsigit












11 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Scientisme adalah suatu paham bahwa pernyataan ilmu saja yang benar, yang selain ilmu tidak memiliki arti.Dalam scientisme kebenaran yang dianut adalah kebenaran ilmiah. Kebenaran ilmiah ini mengalahkan kebenaran lainnya, bahkan (dalam versi yang kuat) kebenaran lain dianggap tidak bermakna.Menurut scientisme, Ilmu empiris hanyalah satu-satunya sumber pengetahuan (scientisme kuat) atau lebih moderat (scientisme lemah) sumber terbaik dari kepercayaan rasional tentang sesuatu adalah ilmu empiris.

    ReplyDelete
  2. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Scientism merupakan suatu paham yang menyatakan bahwa pernyataan ilmu saja yang benar, selain ilmu tidak memiliki arti. Dalam scientism kebenaran yang dianut adalah kebenaran ilmiah. kebenaran ilmiah ini mengalahkan kebenarannya yang lain. bahkan dalam versi yang lain, kebenaran lain dianggap tidak bermakna. Paham scientism ini sendiri memiliki kelemahan, yaitu bahwa scientism sendiri menghancurkan dirinya sendiri. Menurut paham scientism, ilmu empiris hanyalah satu-satunya pengetahuan yang kuat. Garis besar dari paham scientism adalah ilmu merupakan satu-satunya jalan bagi pengetahuan manusia.

    ReplyDelete
  3. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Saintisme didefinisikan sebagai pandangan bahwa metode induktif sains adalah satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan sains dapat menghasilkan pengetahuan tentang manusia dan masyarakat yang benar. Sains dianggap sebagai cara pandang dunia yang paling otoritatif atau paling utama, sehingga menyingkirkan cara pandang lainnya (https://en.wikipedia.org/wiki/Scientism). Paham saintisme yang merupakan hasil dari penemuan ilmiah telah berkembang sehingga banyak menimbulkan perspektif tentang bagaimana memandang suatu kebenaran. Meskipun demikian, eksperimen yang dianggap hal paling bisa mengetahui nilai kebenaran, belum cukup untuk dapat membuktikan tingkat kebenaran secara menyeluruh. Pada kenyataannya, penemuan ilmiah dikembangkan menjadi suatu bentuk aliran pemikiran filsafat (scientism) yang dianggap sebagai satu-satunya jalan untuk memcahkan suatu masalah (mencari kebenaran). Hal ini sejalan dengan tidak dianggapnya lagi nilai-nilai lain seperti agama (spiritual) dalam proses menentukan kebenaran dari suatu ilmu.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, Saintisme adalah ideologi yang memandang sebelah mata terhadap suatu kepercayaan, menurut ideologi bahwa metode ilmu pengetahuan alam, atau kategori dan hal-hal yang diakui dalam ilmu pengetahuan alam, membentuk satu-satunya unsur yang tepat dalam penyelidikan filosofis atau lainnya. Pernyataan klasik tentang saintisme adalah pemikiran fisikawan E. Rutherford yang mengatakan “there is physics and there is stamp-collecting”

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Dalam bahasa indonesia SCIENTISM berarti SAINS, sedangkan Sains itu sendiri dalam Kamus Besar bahasa Indonesia berarti (1) ilmu pengetahuan pada umumnya, (2) pengetahuan sistematis tentang alam dan dunia fisik, termasuk di dalamnya, botani, fisika, kimia, geologi, zoologi, dan sebagainya atau ilmu pengetahuan alam, (3) pengetahuan sistematis yang diperoleh dari sesuatu observasi, penelitian, dan uji coba yang mengarah pada penentuan sifat dasar atau prinsip sesuatu yang sedang diselidiki, dipelajari, dan sebagainya. sedangkan dalam link https://en.wikipedia.org/wiki/Scientism disebutkan Scientism adalah istilah yang umumnya digunakan untuk menggambarkan aplikasi kosmetik sains dalam situasi yang tidak beralasan yang tidak tercakup dalam metode ilmiah.

    ReplyDelete
  6. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terdapat hal menarik. Pada satu bacaan, saya membaca bahwa agama dan sains sering dipandang sebagai kutub yang berlawanan dalam pemahaman kita tentang dunia. Disebutkan pula perbedaan-perbedaan tentang agama dan sains. Hal ini benar-benar menarik bagi saya. Apakah benar-benar berlawanan kutub agama dan kutub sains? Jika memikirkan kepercayaan dan agama, kemudia saya mencoba memikirkan tentang sains yang berlawanan dengan itu semua, maka yang ada dalam pikiran saya bahwa sains menuntut sesuatu yang mutlak, sangat rasional, dan memiliki bukti empiris. Sains tidak menerima gagasan irasional dan tidak empiris. Pada pembelajaran kali ini, satu kali lagi, saya diingatkan bahwa "hati" dan "pikir" haruslah selalu ada. Karena bisa saja ada suatu pengetahuan baru yang menyeret "pikir" saya melayang jauh. Apa jadinya kira-kira jika "hati" tidak mengkuti? tentu akan terhempas.

    ReplyDelete
  7. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Saintisme berkaitan dengan ilmu. Aliran ini memandang bahwa ilmu adalah segalanya. Ilmu bisa diterapkan dalam setiap aspek kehidupan. Melalui ilmu kita bisa mendapatkan kebenaran ilmiah yang merupakan sumber pengetahuan. pada pembelajaran yang saat ini juga sekarng memakai scintifik yaitu berbasih pada pengetahuan. pengetahuan adalah sumber segalanya dengan mendapatkan pengetahuan sesuai dengan prosedur yang ada.

    ReplyDelete
  8. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. kalau boleh dikatakan, scientism adalah paham/pemikiran yang memiliki pengaruh besar dalam terciptanya zaman teknologi dan infomasi yang modern. Paham ini selalu dipertentangkan dengan paham tradisionil yang penuh dengan mitos-mitos yang tidak memiliki bukti. Scientism berdiri di atas bukti-bukti ilmiah. Suatu hal yang belum dapat dibuktikan (tidak memiliki bukti) belum dapat dikatakan ilmiah (kebenaran). Ada banyak saintis yang terjerumus ke dalam ateisme karena pandangan tersebut. Sebut saja fisikawan berpengaruh pada abad ini “Stephen Hawking” dan ilmuan biologi berpengaruh “Richard Dawkins” yang memiliki pandangan ateistik. Bagi mereka keberadaan Tuhan adalah tidak mungkin (tidak dapat dibuktikan secara ilmiah).

    ReplyDelete
  9. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177092510005

    Assalamualaikum prof,
    Saintisme adalah suatu paham filsafat yg menganggap bahwa sains adalah satu-satunya alat kebenaran yang bermakna. Metode dan pendekatan ilmuah dapat diterapkan untuk segala hal dan sains merupakan cara pandang dunia yang paling otoratif atau paling berharga hingga menyingkirkan cara pandang yang lainnya. Metode ini harus digunakan ketika orang melakukan pencarian untuk menemukan pengetahuan baru berdasarkan rasio sekaligus indra manusia. Manurut paham ini, pengetahuan disebut benar jika memenuhi dua syarat pembuktian, yaitu masuk akal dan terdeteksi serta teridentifikasi secara inderawi. Agar masuk akal harus dibuktikan berdasarkan hasil pengamatan dan pengukuran inderawi, sedangkan yang teramati secara inderawi harus bisa disimpulkan sebagai sesuatu yang benar berdasarkan prosedur.

    ReplyDelete
  10. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Dari berbagai sumber yang saya baca mengenai Saintisme, secara sederhana saintisme dapat pahami sebagai suatu paham yang mengedepankan sains dalam memandang segala hal dalam kehidupan. Sebenar-benarnya pengetahuan adalah yang diperoleh dengan serangkaian prosedur sains yang disebut dengan metode sains. Dengan kata lain, hanya dengan sains lah manusia dapat memperoleh pengetahuan - pengetahuan yang benar yang dibutuhkan dalam kehidupan. Segala sesuatu dianggap salah atau tidak ada artinya ketika tidak di dapat atau tidak dapat dibuktikan dengan menggunakan metode sains.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Saintisme dapat dimaknai bahwa paham yang menyatakan bahwa metode atau pendekatan dapat digunakan untuk menghasilkan pengetahuan dan menjadi sumber yang benar. Apabila saya analogikan dengan pembelajaran maka saintisme mungkin sejenis dengan pendekatan saintifik di mana dalam melaksanakan pendekatan tersebut terdapat langkah-langkah ilmiah untuk mendapatkan kesimpulan. Paham ini juga telah digunakan dalam pembelajran sejak adanya kurikulum 2013, sebenarnya saya setuju dengan saintisme karena suatu pengetahuan atau ilmu memang harus dipastikan dulu kebenarnannya, karena ilmu dan pengetahuan tersebut akan diturunkan ke anak cucu kita, dan apabila ternyata ilmu dan pengetauan yang kita temukan tidak berdasar maka akan menjadi kesesatan untuk generasi selanjutnya.

    ReplyDelete