Dec 2, 2012

STRUCTURALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang STRUCTURALISM, koneklah:

http://en.wikipedia.org/wiki/Structuralism



Wss Wr Wb
Marsigit

11 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Strukturalisme merupakan paham atau pandangan yang menyatakan bahwa semua masyarakat dan kebudayaan memilki suatu struktur yang sama dan tetap.Strukturalisme juga dianggap sebagai suatu pendekatan ilmu humanis yang mencoba untuk menganalisis bidang tertentu (misalnya, mitologi) sebagai sistem kompleks yang saling berhubungan.Strukturalisme sebagai aliran filsafat yang bereaksi terhadap subjektivisme yang didewakan oleh Eksistensialisme mempunyai ciri-ciri: “Desentralisasi” manusia, “Kematian” manusia sebagai subjek, dan manusia dibicarakan dalam rangka struktur bahasa, sosial, ekonomi, dan politik.

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Strukturalisme adalah faham atau pandangan yang menyatakan bahwa semua masyarakat dan kebudayaan memiliki suatu struktur yang sama dan tetap. Strukturalisme juga adalah sebuah pembedaan secara tajam mengenai masyarakat dan ilmu kemanusiaan. Tujuan Strukturalisme adalah mencari struktur terdalam dari realitas yang tampak kacau dan beraneka ragam di permukaan secara ilmiah (obyektif, ketat dan berjarak). Struktur yang ada tersebut hendaknya dapat dipahami sehingga dapat tidak lagi menghasilkan realita yang kacau dan beraneka ragam.
    Strukturalis memandang bahwa matematika bukanlah tentang beberapa himpunan tertentu dari objek abstrak melainkan matematika adalah ilmu tentang pola struktur, dan benda-benda tertentu yang relevan dengan matematika sejauh mereka memenuhi beberapa pola atau struktur. Strukturalis memandang bahwa matematika adalah suatu subyek atau bidang studi yang harus dipelajari dan dikuasai siswa. Hal ini menunjukan kecenderungan tentang pemahaman matematika yang lebih formal, terstruktur, dan axiomatic deduktif. Operasi dalam sistem matematika merupakan bagian utama dari aktivitas matematika atau bisa dikatakan pembelajaran matematika lebih ke arah formal.

    Refrensi: Fruedenthal, H. (2002) Revisting Mathematics Education. New York: Kluwer Academic Publisher.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Strukturalisme adalah metodologi yang unsur budaya manusia harus dipahami dalam hal hubungan mereka dengan yang lebih besar. Sistem secara menyeluruh atau umum disebut struktur. Ia bekerja untuk mengungkap struktur yang mendasari semua hal yang manusia lakukan, pikirkan, rasakan, dan merasa. Atau, seperti yang dirangkum oleh filsuf Simon Blackburn, strukturalisme adalah "keyakinan bahwa fenomena kehidupan manusia yang tidak dimengerti kecuali melalui keterkaitan mereka. Hubungan ini merupakan struktur, dan belakang variasi lokal dalam fenomena yang muncul di permukaan ada hukum konstan dari budaya abstrak". Tujuan Strukturalisme adalah mencari struktur terdalam dari realitas yang tampak kacau dan beraneka ragam di permukaan secara ilmiah.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    strukturalisme adalah metodologi bahwa unsur-unsur dari kebudayaan manusia harus dipahami dengan cara hubungan mereka ke yang lebih besar, sistem menyeluruh atau struktur. Ia bekerja untuk mengungkap struktur yang mendasari semua hal yang manusia lakukan, pikirkan, rasakan, dan merasa.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Strukturalisme merupakan salah satu aliran filsafat yang berpendapat bahwa masyarakat dan kebudayaan memiliki struktur yang sama dan tetap. Strukturalisme menyingkapkan dan melukiskan struktur inti dari suatu obyek (hirarkinya, kaitan timbal balik antara unsur-unsur pada setiap tingkat). Strukturalisme mengkaji pikiran-pikiran yang terjadi dalam diri manusia. Strukturalisme menganalisa proses berfikir manusia dari mulai konsep hingga munculnya simbol-simbol atau tanda-tanda (termasuk didalamnya upacara-upacara, dan sebagainya) sehingga membentuk sistem bahasa. Bahasa yang diungkapkan dalam percakapan sehari-hari juga mengenai proses kehidupan yang ada dalam kehidupan manusia. Sehingga memunculkan sifat sosialitas pada diri manusia dan membentuk sebuah struktur dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Strukturalisme adalah sebuah pendekatan yang mulai dikenal dan dikembangkan di Prancis pada tahun 1950-an dari pemikiran linguis Ferdinand deSaussure. Menurut Saussure, prinsip dasar strukturalisme adalah bahwa alam semesta terjadi dari relasi (forma) dan bukan benda (substansial). Di bidang antropologi dua tokoh strukturalis yang paling berpengaruh adalah Claude Lévi-Strauss (1908-2009) dan Roland Barthes (1915 – 1980). Perjumpaan Levi-Strauss dengan Roman Jakobson menentukan karir akademisnya, terutama dengan diperkenalkannya linguistik modern. Beberapa prinsip linguistik modern Levi-Strauss dipengaruhi oleh Ferdinand de Saussure. Saussure menganggap fenomena-fenomena umum bahasa (langage) selalu memiliki dua sisi, yaitu parole (speech, language use) dan langue.


    ReplyDelete
  8. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam sosiologi , antropologi dan linguistik , strukturalisme adalah metodologi bahwa unsur-unsur budaya manusia harus dipahami melalui hubungan mereka dengan sistem atau struktur yang lebih luas. Ia bekerja untuk mengungkap struktur yang mendasari semua hal yang manusia lakukan, pikirkan, rasakan, dan rasakan. Sebagai alternatif, seperti yang diringkas oleh filsuf Simon Blackburn , strukturalisme adalah "keyakinan bahwa fenomena kehidupan manusia tidak dapat dipahami kecuali melalui keterkaitannya. Hubungan ini merupakan struktur, dan dibalik variasi lokal dalam fenomena permukaan ada hukum budaya abstrak yang konstan".
    Strukturalisme di Eropa berkembang pada awal 1900-an, dalam linguistik struktural Ferdinand de Saussure dan Praha berikutnya, [2] Moskow [2] dan sekolah linguistik Kopenhagen. Pada akhir 1950-an dan awal 1960-an, ketika linguistik struktural menghadapi tantangan serius dari orang-orang seperti Noam Chomsky dan dengan demikian memudar dalam arti penting, sejumlah ilmuwan di bidang humaniora meminjam konsep Saussure untuk digunakan di bidang studi masing-masing. Antropolog Prancis Claude Lévi-Strauss bisa dibilang sebagai cendekiawan pertama, yang memicu minat luas terhadap strukturalisme.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Structuralism membahas mengenai apa yang terpenting dari matematika bukanlah mengenai sifat benda-bendanya melainkan bagaimana benda-benda tersebut berhubungan satu sama lain. Structuralism mempunyai ciri-ciri pemusatan pada keadaan aktual objek melalui penyidikan sifat-sifat mengenai suatu hal melalui pendidikan. Para filsuf yang menganut Structuralism menentang ekistensialisme dan fenomenologi yang mereka anggap terlalu individualis dan kurang ilmiah.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Strukturalis memandang bahwa matematika bukanlah tentang beberapa himpunan tertentu dari objek abstrak melainkan matematika adalah ilmu tentang pola struktur, dan benda-benda tertentu yang relevan dengan matematika sejauh mereka memenuhi beberapa pola atau struktur. Strukturalis memandang bahwa matematika adalah suatu subyek atau bidang studi yang harus dipelajari dan dikuasai siswa. Pernyataan ini menunjukan kecenderungan tentang pemahaman matematika yang lebih formal, terstruktur, dan aksiomatik deduktif.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Strukturalisme memandangn masyarakat dan kebudayaan memiliki suatu struktur yang sama dan tetap. Kaitannya dengan matematika pendekatan stukturalisme memandang matematisasi vertikal artinya dalam mempelajari matematika harus berawal dari soal kontekstual yang kemudian dibawa ke dalam ke hal yang abstrak, karena matematika mempunyai struktur

    ReplyDelete