Dec 1, 2012

Analytic Philosophy


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut Filsafat Analitik, bisa akses ke:




Wss Wr Wb

Marsigit

9 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Filsafat analitik adalah pandangan yang menjunjung tinggi keilmiahan dari sesuatu. Sehingga sangat diperlukan melihat kenyataan dari sesuatu itu untuk mengungkap kebenarannya. Seperti halnya dalam bahasa, pengertian analitik adalah pengertian dari apa yang ada atau apa yang menempel dari sesuatu yang akan diartikan tersebut.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Salah satu perkembangan terbaru dalam ilmu filsafat disebut “Filsafat Analitik”. Filsafat analitik bukan suatu filafat sistematik sebagaimana idealism, realism, atau pragmatism. Sungguh, kebanyakan ahli filsafat analitik bekerja dengan hati-hati untuk menanggalkan identitas sebagai filsafat sistematis, mereka berpendapat bahwa pendekatan sistem dalam filsafat lebih banyak membawa masalah daripada memberikan solusi kepada masalah-masalah manusia (Knight:1982) . Sebagain besar ahli filsafat analitik mencari cara untuk memperjelas bahasa, konsep-konsep, dan metode-metode yang digunakan secara lebih tepat untuk aktifitas kehidupan , misalnya dalam bidang sains. Usaha-usaha filsafat analitik diperluas dalam bidang lain seperti pendidikan.




    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Filsafat analitik merupakan perkembangan filsafat yang dominan dalam bidang bahasa yang menolak setiap bentuk filsafat yang berkaitan dengan teori metafisika. Filsafat analitik digunakan sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan filosofis melalui analisis, melihat konsep dalam penggunaan bahasa kemudian mengartikan sejelas mungin sebelum mencoba memberikan jawaban. Analisis bahasayang diadakan guna memulihkan penggunaan bahasa untuk memecahkan kesalahpahaman yang dilakukan oleh filsafat terhadap logika bahasa. Wittgenstein menekankan makna kata atau kalimat amat ditentukan oleh penggunaan dalam bahasa, bukan oleh logika.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Filsafat analitik adalah suatu gerakan filsafat yang memfokuskan perhatiannya pada upaya menganalisis pernyataan dalam konteks kebahasaan yang bersandar pada tehnik linguistik dan analisis logis. Karena peran bahasa sangatlah penting di dunia ini. Bahasa yang digunakan filsafat yaitu yang prinsipnya logis.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    filsafat analitik dimulai ketika Moore dan kemudian Russell mulai membela realisme menyeluruh tentang apa Moore disebut “akal sehat” atau tampilan “biasa” dari dunia. Ini melibatkan pluralisme metafisik subur, keyakinan bahwa ada banyak hal yang ada simpliciter. Itu tidak pluralisme ini, bagaimanapun, maupun isi dari pandangan filosofisnya, yang mengilhami gerakan analitik. Sebaliknya, itu adalah cara dan idiom berfilsafat Moore. Pertama, Moore menolak membangun sistem atau membuat sintesis grand pandangannya, lebih memilih untuk fokus pada masalah filosofis yang didefinisikan secara sempit diadakan dalam isolasi. Kedua, ketika Moore diartikulasikan realisme, ia melakukannya dalam idiom “proposisi” dan “makna.” Ada ambiguitas penting apakah ini adalah item linguistik atau yang mental.

    “Itu menjelang akhir 1898,” tulis Bertrand Russell, bahwa Moore dan saya memberontak terhadap kedua Kant dan Hegel . Moore memimpin jalan, tapi saya diikuti jejaknya .... Aku merasa ... pembebasan besar, seolah-olah aku telah melarikan diri dari rumah panas ke Tanjung berangin. Dalam kegembiraan pertama pembebasan, saya menjadi seorang realis naif dan bersukacita dalam pikiran bahwa rumput benar-benar hijau. (Russell 1959, 22)

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Ragam filsafat analitik membahas pertanyaan-pertanyaan tentang arti (meaning―questions) dari pengertian-pengertian yang dipergunakan dalam filsafat.12 Dengan perkataan lain, filsafat analitik terutama memusatkan perhatiannya pada analisis secara cermat terhadap makna berbagai pengertian yang diperbincangkan dalam filsafat seperti misalnya substansi, eksistensi, moral, realitis, sebab, nilai, kebenaran, kebaikan, keindahan, dan kemestian.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Filsafat analitik mempunyai pandangan utama yaitu penolakan terhadap metafisika karena tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tokoh yang mengembangkan filsafat ini adalah Bertrand Russell dan Ludwig Wittgenstein. Mereka mengadakan analisis bahasa untuk memulihkan penggunaan bahasa untuk memecahkan kesalahpahaman yang dilakukan oleh filsafat terhadap logika bahasa. Hal inilah yang ditekankan oleh Charlesworth. Penekanan lain oleh Wittgenstein adalah makna kata atau kalimat ditentukan oleh penggunaan dalam bahasa, bukan oleh logika.

    ReplyDelete
  8. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pasca filsafat Immanuel Kant dan perkembangan pemikiran neo-Kantian pada akhir abad ke-19, dunia filsafat seolah terbelah dua. Di satu sisi, para filsuf di Eropa Kontinental mengembangkan idealisme Hegelian, eksistensialisme Nietzsche dan Heidegger, dan post-strukturalisme. Sementara, di sisi lain, para filsuf Inggris dan Amerika bergerak ke arah yang hampir sama sekali berlawanan, yakni filsafat analitik.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Para filsuf analitik berpendapat bahwa filsuf Jerman, Gottlob Frege (1848-1925), adalah filsuf terpenting setelah Immanuel Kant. Frege hendak merumuskan logika yang rigorus sebagai metode berfilsafatnya. Dengan kata lain, filsafat itu sendiri pada intinya adalah logika.

    ReplyDelete