Dec 1, 2012

Analytic Philosophy


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut Filsafat Analitik, bisa akses ke:




Wss Wr Wb

Marsigit

39 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Filsafat analitik adalah pandangan yang menjunjung tinggi keilmiahan dari sesuatu. Sehingga sangat diperlukan melihat kenyataan dari sesuatu itu untuk mengungkap kebenarannya. Seperti halnya dalam bahasa, pengertian analitik adalah pengertian dari apa yang ada atau apa yang menempel dari sesuatu yang akan diartikan tersebut.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Salah satu perkembangan terbaru dalam ilmu filsafat disebut “Filsafat Analitik”. Filsafat analitik bukan suatu filafat sistematik sebagaimana idealism, realism, atau pragmatism. Sungguh, kebanyakan ahli filsafat analitik bekerja dengan hati-hati untuk menanggalkan identitas sebagai filsafat sistematis, mereka berpendapat bahwa pendekatan sistem dalam filsafat lebih banyak membawa masalah daripada memberikan solusi kepada masalah-masalah manusia (Knight:1982) . Sebagain besar ahli filsafat analitik mencari cara untuk memperjelas bahasa, konsep-konsep, dan metode-metode yang digunakan secara lebih tepat untuk aktifitas kehidupan , misalnya dalam bidang sains. Usaha-usaha filsafat analitik diperluas dalam bidang lain seperti pendidikan.




    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Filsafat analitik merupakan perkembangan filsafat yang dominan dalam bidang bahasa yang menolak setiap bentuk filsafat yang berkaitan dengan teori metafisika. Filsafat analitik digunakan sebagai upaya untuk menjawab pertanyaan filosofis melalui analisis, melihat konsep dalam penggunaan bahasa kemudian mengartikan sejelas mungin sebelum mencoba memberikan jawaban. Analisis bahasayang diadakan guna memulihkan penggunaan bahasa untuk memecahkan kesalahpahaman yang dilakukan oleh filsafat terhadap logika bahasa. Wittgenstein menekankan makna kata atau kalimat amat ditentukan oleh penggunaan dalam bahasa, bukan oleh logika.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Filsafat analitik adalah suatu gerakan filsafat yang memfokuskan perhatiannya pada upaya menganalisis pernyataan dalam konteks kebahasaan yang bersandar pada tehnik linguistik dan analisis logis. Karena peran bahasa sangatlah penting di dunia ini. Bahasa yang digunakan filsafat yaitu yang prinsipnya logis.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    filsafat analitik dimulai ketika Moore dan kemudian Russell mulai membela realisme menyeluruh tentang apa Moore disebut “akal sehat” atau tampilan “biasa” dari dunia. Ini melibatkan pluralisme metafisik subur, keyakinan bahwa ada banyak hal yang ada simpliciter. Itu tidak pluralisme ini, bagaimanapun, maupun isi dari pandangan filosofisnya, yang mengilhami gerakan analitik. Sebaliknya, itu adalah cara dan idiom berfilsafat Moore. Pertama, Moore menolak membangun sistem atau membuat sintesis grand pandangannya, lebih memilih untuk fokus pada masalah filosofis yang didefinisikan secara sempit diadakan dalam isolasi. Kedua, ketika Moore diartikulasikan realisme, ia melakukannya dalam idiom “proposisi” dan “makna.” Ada ambiguitas penting apakah ini adalah item linguistik atau yang mental.

    “Itu menjelang akhir 1898,” tulis Bertrand Russell, bahwa Moore dan saya memberontak terhadap kedua Kant dan Hegel . Moore memimpin jalan, tapi saya diikuti jejaknya .... Aku merasa ... pembebasan besar, seolah-olah aku telah melarikan diri dari rumah panas ke Tanjung berangin. Dalam kegembiraan pertama pembebasan, saya menjadi seorang realis naif dan bersukacita dalam pikiran bahwa rumput benar-benar hijau. (Russell 1959, 22)

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Ragam filsafat analitik membahas pertanyaan-pertanyaan tentang arti (meaning―questions) dari pengertian-pengertian yang dipergunakan dalam filsafat.12 Dengan perkataan lain, filsafat analitik terutama memusatkan perhatiannya pada analisis secara cermat terhadap makna berbagai pengertian yang diperbincangkan dalam filsafat seperti misalnya substansi, eksistensi, moral, realitis, sebab, nilai, kebenaran, kebaikan, keindahan, dan kemestian.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Filsafat analitik mempunyai pandangan utama yaitu penolakan terhadap metafisika karena tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Tokoh yang mengembangkan filsafat ini adalah Bertrand Russell dan Ludwig Wittgenstein. Mereka mengadakan analisis bahasa untuk memulihkan penggunaan bahasa untuk memecahkan kesalahpahaman yang dilakukan oleh filsafat terhadap logika bahasa. Hal inilah yang ditekankan oleh Charlesworth. Penekanan lain oleh Wittgenstein adalah makna kata atau kalimat ditentukan oleh penggunaan dalam bahasa, bukan oleh logika.

    ReplyDelete
  8. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pasca filsafat Immanuel Kant dan perkembangan pemikiran neo-Kantian pada akhir abad ke-19, dunia filsafat seolah terbelah dua. Di satu sisi, para filsuf di Eropa Kontinental mengembangkan idealisme Hegelian, eksistensialisme Nietzsche dan Heidegger, dan post-strukturalisme. Sementara, di sisi lain, para filsuf Inggris dan Amerika bergerak ke arah yang hampir sama sekali berlawanan, yakni filsafat analitik.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Para filsuf analitik berpendapat bahwa filsuf Jerman, Gottlob Frege (1848-1925), adalah filsuf terpenting setelah Immanuel Kant. Frege hendak merumuskan logika yang rigorus sebagai metode berfilsafatnya. Dengan kata lain, filsafat itu sendiri pada intinya adalah logika.

    ReplyDelete
  10. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Analytic Philosophy atau filsafat analitik yang bertujuan untuk memaknai berbagai pengertian yang dibahas dalam ilmu filsafat seperti sebab-akibat, kebenaran, moral, realitas, substansi, ekistensi dan lain sebagainya. Pada Analytic Philosophy tidak ada fakta filosofis khusus dan bahwa objek filsafat adalah klarifikasi logis dari pemikiran manusia mengenai fenomena yang terjadi pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pandangan filsafat analitik utamanya adalah penolakan terhadap metafisika.
    Bagi filsafat analitik menganggap metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
    Karena tidak ada keilmiahan yang mendukungnya.

    ReplyDelete
  12. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat analitik berpandangan bahwa pengetahuan diperoleh dari pendekatan ilmiah.
    Sehingga filsafat analitik berkaitan erat dengan filsafat sains.
    Pengetahuan yang diperoleh dari hal sains/ ilmiah.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pusat bagi filsafat analiitis adalah pembentukan definisi linguistik atau non-linguistik, real atau kontekstual. Salah satu pendirian filsafat analitis yang pokok ialah bahwa suatu kalsifikasi arti dan penggunaan kata sangat penting dalam menangani masalah filosofis khususnya metafisis, dengan memperlihatkan bahwa masalah itu terletak pada pemakaian bahasa yang salah.

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Salah satu filsuf yang mengungkap pemikirannya tentang filsafat analaitik adalah G.E Moore yang berpendapat bahwa filsafat analitik tidak menemukan fakta-fakta tentang dunia tetapi sebaliknya mendefinisikan dan menjelaskan konsep. Ludwig Wittgenstein juga mengungkapkan bahwa tujuan filsafat analitik ialah menerjemahkan semua pernyataan yang rumit dan deskriptif (preposisi, ungkapan linguistik) ke dalam pernyataan dasar (Lorens Bagus:249). Dari penjelasan ini dapat disederhanakan bahwa filsafat analitik menganalisis pernyataan-pernyataan yang rumit menjadi lebih jelas dengan bahasa.

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://id.wikipedia.org/wiki/Filsafat_analitik Filsafat analitik adalah aliran filsafat yang muncul dari kelompok filsuf yang menyebut dirinya lingkaran Wina. Filsafat analitik lingkaran Wina itu berkembang dari Jerman hingga ke luar, yaitu Polandia dan Inggris. Pandangan utamanya adalah penolakan terhadap metafisika. Bagi mereka, metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.


    ReplyDelete
  16. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dan berdasarkan link http://www.iep.utm.edu/analytic/ Sekolah filsafat analitik telah mendominasi filsafat akademis di berbagai wilayah, terutama Inggris Raya dan Amerika Serikat, sejak awal abad ke-20. Ini berasal sekitar pergantian abad ke-20 karena G. E. Moore dan Bertrand Russell memisahkan diri dari sekolah dominan di universitas-universitas Inggris, Idealisme Mutlak. Banyak juga termasuk Gottlob Frege sebagai pendiri filsafat analitik di akhir abad ke-19, dan isu kontroversial ini dibahas di bagian 2c. Ketika Moore dan Russell mengartikulasikan alternatif mereka terhadap Idealisme, mereka menggunakan idiom linguistik, yang sering mendasarkan argumen mereka pada "makna" istilah dan proposisi. Selain itu, Russell percaya bahwa tatabahasa bahasa alami seringkali secara filosofis menyesatkan, dan bahwa cara untuk menghilangkan ilusi adalah untuk mengungkapkan kembali proposisi dalam bahasa logika simbolik ideal yang ideal, sehingga mengungkapkan bentuk logis sejati mereka. Karena penekanan pada bahasa ini, filosofi analitik secara luas, meski mungkin keliru, diambil untuk melibatkan belokan ke bahasa sebagai pokok bahasan filsafat, dan dibawa untuk melibatkan perubahan metodologis yang menyertainya menuju analisis linguistik. Jadi, menurut pandangan tradisional, filsafat analitik lahir dalam linguistik ini. Konsepsi linguistik filsafat benar dilihat sebagai novel dalam sejarah filsafat. Untuk alasan ini, filosofi analitik dianggap berasal dari sebuah revolusi filosofis dalam skala besar - tidak hanya dalam pemberontakan melawan Idealisme Inggris, namun bertentangan dengan filsafat tradisional secara keseluruhan.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pengertian filsafat analitika adalah pemecahan dan penjelajahan problem serta konsep filsafat melalui analisis bahasa, maka sebenarnya atas dasar isi dan materi filsafat analitika bahasa telah berkembang sejak zaman Yunani. Filsafat analitik timbul sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemikirasn filsafat modern kala itu. Tatkala para penganut filsafat modern bertikai tentang hakikat kebenaran, kalangan filosof analitika bahasa sadar bahwa sebenarnya problema filsafat dapat dipecahkan, dijelaskan, dan diuraikan dengan menggunakan analisis ungkapan filsafat atau analisis bahasa. Para filosof analitika melihat banyak ungkapan filsafat kaum idealisme, rasionalisme, maupun intuisionisme tak bermakna, bahkan dengan tegas kaum positivisme logis ingin menghilanghkan metafisika.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    The term "analytic philosophy" can refer to one of several things:
    As a philosophical practice, it is characterized by an emphasis on argumentative clarity and precision, often making use of formal logic, conceptual analysis, and, to a lesser degree, mathematics and the natural sciences.
    As a historical development, analytical philosophy refers to certain developments in early 20th-century philosophy that were the historical antecedents of the current practice. Central figures in this historical development are Bertrand Russell, Ludwig Wittgenstein, G. E. Moore, Gottlob Frege, and the logical positivists.
    The logical-positivist principle that there are not any specifically philosophical facts and that the object of philosophy is the logical clarification of thoughts. This may be contrasted with the traditional foundationalism, which considers philosophy to be a special science (i.e., the discipline of knowledge) that investigates the fundamental reasons and principles of everything. Consequently, many analytic philosophers have considered their inquiries as continuous with, or subordinate to, those of the natural sciences.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Analytic_philosophy

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Filsafat analitik merupakan salah satu perkembangan dari ilmu filsafat. Filosofi analitik secara luas, meski mungkin keliru, diambil untuk melibatkan belokan ke bahasa sebagai pokok bahasan filsafat, dan dibawa untuk melibatkan perubahan metodologis yang menyertainya menuju analisis linguistik.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Filsafat analitik menolak setiap bentuk filsafat yang berbau metafisik. Juga ingin menyerupai ilmu-ilmu alam yang empirik, sehingga kriteria yang berlaku dalam ilmu eksakta juga harus dapat diterapkan pada filsafat (misalnya harus dapat dibuktikan dengan nyata, istilah-istilah yang dipakai harus berarti tunggal, jadi menolak kemungkinan adanya analogi). Yang pokok bagi filsafat analitik adalah pembentukan definisi baik yang linguistik atau nonlinguistik nyata atau yang konstektual.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Filsafat analitik sendiri, secara umum, hendak mengklarifikasi makna dari penyataan dan konsep dengan menggunakan analisis bahasa. Filsafat analitik linguistik bukan merupakan suatu bangunan pengetahuan, melainkan suatu aktivitas yang bertujuan menjernihkan istilah-istilah yang dipergunakan. Model analitik linguistik mengandung arti bahwa filsafat sebagai analisis logis tentang bahasa dan penjelasan makna istilah. Para filosof memakai metode analitik linguistik untuk menjelaskan arti sebuah istilah dan pemakaian bahasa. Beberapa filsuf mengatakan bahwa analisis tentang arti bahasa merupakan tugas pokok filsafat dan tugas analisis konsep sebagai satu-satunya fungsi filsafat.

    ReplyDelete
  22. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    “Filsafat Analitik” merupakan salah satu perkembangan terbaru dalam ilmu filsafat. Filsafat analitik bukan suatu filafat sistematik sebagaimana idealism, realism, atau pragmatism. Kebanyakan ahli filsafat analitik bekerja dengan hati-hati untuk menanggalkan identitas sebagai filsafat sistematis, mereka berpendapat bahwa pendekatan sistem dalam filsafat lebih banyak membawa masalah daripada memberikan solusi kepada masalah-masalah manusia. Filsafat analitik mungkin lebih baik dilihat sebagai suatu pemberontakan terhadap tujuan dan metode filsafat tradisional. Filsafat analitik bukan sebagai suatu bentuk aliran filsafat, tetapi lebih pada suatu pendekatan dalam berfilsafat.Filsafat analitik merupakan upaya untuk mengklarifikasi, menggunakan analisis, makna dari kalimat dan konsep. Filsafat analitis merupakan hal yang penting dalam dunia akademis. Pandangan utamanya adalah penolakan terhadap metafisika. Bagi mereka, metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jadi filsafat analitik memang mirip dengan filsafat sains.

    ReplyDelete
  23. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Filsuf yang memperkenalkan filsafat analitik adalah G. E. Moore dan Bertrand Russell sekitar pergantian abad ke-20 yang memisahkan diri dari sekolah dominan di universitas-universitas Inggris, Idealisme Mutlak. Selain itu, ada Gottlob Frege sebagai pendiri filsafat analitik di akhir abad ke-19. Filosofi analitik mengalami beberapa revolusi mikro internal yang membagi sejarahnya menjadi lima fase. Tahap pertama berjalan kira-kira dari tahun 1900 sampai 1910. Ini ditandai dengan bentuk realisme kuasi-Platonis yang awalnya disahkan oleh Moore dan Russell sebagai alternatif Idealisme. Realisme mereka diungkapkan dan dipertahankan dalam ungkapan proposisi dan makna, jadi dibawa untuk melibatkan belokan menuju bahasa.

    ReplyDelete
  24. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Saya jadi ingat bahwa dalam filsafat mengikuti pemikiran pada filsuf. Oleh karena itu kita harus mengetahui pemikiran/aliran-aliran para filsful-filsuf dunia. Begitu pula pada analytic philosophy ini jika dikaitkan dapat ditandai dengan penekanan pada kejelasan dan ketepatan argumentatif, sering menggunakan logika formal, analisis konseptual, dan, pada tingkat yang lebih rendah, matematika dan ilmu pengetahuan alam.

    ReplyDelete
  25. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Filsafat analitik adalah suatu gerakan filosof Abad ke 20, khususnya di Inggris dan Amerika Serikat yang memusatkan perhatiannya pada bahasa dan mencoba menganalisa pernyataan-pernyataan (konsep-konsep, ungkapan-ungkapan kebahasaan, atau bentuk-bentuk yang logis) supaya menemukan bentuk-bentuk yang paling logis dan singkat yang cocok dengan fakta-fakta atau makna-makna yang disajikan. Filsafat analitik menolak setiap bentuk filsafat yang berbau metafisik dan juga ingin menyerupai ilmu-ilmu alam yang empirik, sehingga kriteria yang berlaku dalam ilmu elsakta juga harus dapat diterapkan pada filsafat (misalnya harus dapat dibuktikan dengan nyata, istilah-istilah yang dipakai harus berarti tunggal, jadi menolak kemungkinan adanya analogi).

    ReplyDelete
  26. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Berdasarkan artikel diaatas, maka filsafat analitik telah mendominasi filsafat akademis di berbagai wilayah, terutama Inggris Raya dan Amerika Serikat, sejak awal abad ke-20. Ini berasal sekitar pergantian abad ke-20 karena G. E. Moore dan Bertrand Russell memisahkan diri dari sekolah dominan di universitas-universitas Inggris, Idealisme Mutlak. Banyak juga termasuk Gottlob Frege sebagai pendiri filsafat analitik di akhir abad ke-19, dan isu kontroversial ini dibahas di bagian 2c. Ketika Moore dan Russell mengartikulasikan alternatif mereka terhadap Idealisme, mereka menggunakan idiom linguistik, yang sering mendasarkan argumen mereka pada "makna" istilah dan proposisi. Selain itu, Russell percaya bahwa tatabahasa bahasa alami seringkali secara filosofis menyesatkan, dan bahwa cara untuk menghilangkan ilusi adalah untuk mengungkapkan kembali proposisi dalam bahasa logika simbolik ideal yang ideal, sehingga mengungkapkan bentuk logis sejati mereka. Karena penekanan pada bahasa ini, filosofi analitik secara luas, meski mungkin keliru, diambil untuk melibatkan belokan ke bahasa sebagai pokok bahasan filsafat, dan dibawa untuk melibatkan perubahan metodologis yang menyertainya menuju analisis linguistik

    ReplyDelete
  27. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Filsafat analitik sendiri secara umum hendak mengklarifikasi makna dari penyataan dan konsep dengan menggunakan analisis bahasa. Di dunia berbahasa Inggris, tradisi filsafat semacam ini telah menjadi bagian penting di dalam refleksi filosofis sejak awal abad ke-20. Para filsuf analitik berpendapat bahwa filsuf Jerman, Gottlob Frege (1848-1925) adalah filsuf terpenting setelah Immanuel Kant. Frege hendak merumuskan logika yang rigorus sebagai metode berfilsafatnya. Dengan kata lain, filsafat itu sendiri pada intinya adalah logika. Dalam hal ini, ia dipengaruhi filsafat analitik, filsafat-logika, dan filsafat bahasa.

    ReplyDelete
  28. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Tokoh yang mengembangkan filsafat ini adalah Bertrand Russell dan Ludwig Wittgenstein. Pandangan utamanya adalah penolakan terhadap metafisika. Bagi mereka, metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jadi filsafat analitik memang mirip dengan filsafat sains.Mereka mengadakan analisis bahasa untuk memulihkan penggunaan bahasa untuk memecahkan kesalahpahaman yang dilakukan oleh filsafat terhadap logika bahasa. Bapak Marsigit saat perkuliahan filsafat ilmu di kelas pernah menyampaikan Filsafat analitik menerangkan bahwa duniaku itu adalah kata-kataku. Maka sesungguhnya sebenar-benar kata-katamu menunjukkan duniamu.

    ReplyDelete
  29. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Analytic filosofi merupakan tren dalam filsafat kontemporer dengan metodologi dan konten yang berbeda. Hal ini dimulai di Inggris pada awal abad kedua puluh (GE Moore, B. Russell) bertentangan dengan filsafat idealis spekulatif. Beberapa variasi filsafat analitik dikembangkan terutama di negara-negara di mana bahasa Inggris adalah bahasa utama (esp. Di Amerika Serikat dan Australia).

    ReplyDelete
  30. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Secara umum, filsafat analitik hendak mengklarifikasi makna dari penyataan dan konsep dengan menggunakan analisis bahasa. Pasca filsafat Immanuel Kant dan perkembangan pemikiran neo-Kantian pada akhir abad ke-19, dunia filsafat seolah terbelah dua. Di satu sisi, para filsuf di Eropa Kontinental mengembangkan idealisme Hegelian, eksistensialisme Nietzsche dan Heidegger, dan post-strukturalisme. Sementara, di sisi lain, para filsuf Inggris dan Amerika bergerak ke arah yang hampir sama sekali berlawanan, yakni filsafat analitik. Para filsuf analitik berpendapat bahwa filsuf Jerman, Gottlob Frege (1848-1925), adalah filsuf terpenting setelah Immanuel Kant. Frege hendak merumuskan logika yang rigorus sebagai metode berfilsafatnya. Dengan kata lain, filsafat itu sendiri pada intinya adalah logika. Dalam hal ini, ia dipengaruhi filsafat analitik, filsafat-logika, dan filsafat bahasa. Frege berpendapat bahwa dasar yang kokoh bagi matematika dapat ‘diamankan’ melalui logika dan analisis yang ketat terhadap logika dasar kalimat-kalimat. Cara itu juga bisa menentukan tingkat kebenaran suatu pernyataan.

    ReplyDelete
  31. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Aliran filsafat analitik menolak adanya metafisika. Artinya bahwa semua yang ada mernurut mereka harus dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Filsafat tersebut mirip dengan filsafat sains. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa tidak semua hal dapat dibuktikan secara ilmiah. Karena ilmu Tuhan meliputi semua yang ada dan yang mungkin ada. Dan tugas kita sebagai manusia hanyalah menerima dan mensyukurinya.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Cara mudah dalam memahami filsafat analitik dalam menjawab pertanyaan filosofis ialah melalui analisis. Caranya yaitu dengan melihat bahasa dan konsep yang digunakan, kemudian menarik keluar maknanya secara jelas. Filsafat yang berbau metafisik ditolak oleh filsafat analitik ini. Serta terdapat hal yang menyerupai ilmu alam yang empirik, sehingga kriteria yang berlaku dalam ilmu eksakta juga harus dapat diterapkan pada filsafat, misalnya harus dapat dibuktikan dengan nyata dan istilah-istilah yang dipakai harus berarti tunggal. Negara yang menjunjung filsafat analitik tepatnya dalam bidang bahasa adalah negara Inggris.

    ReplyDelete
  33. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam eegi lain sudah dijelaskan mengenai metafisika, artinya hakekat tentang sesuatu objek (fisik) nya dipelajari, dan setiap pengetahuan harus dipertanggungjawabkan secara ilmiah? Hal ini berlawanan dengan filsafat analitik, dimana pengetahuan yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah tetap berlaku benar. Munculnya filsafat analitik, yang dipahami sebagai pertumbuhan yang relatif kontinu dari sebuah sekolah filosofis baru yang berasal dari "linguistik" Moore, akhirnya diakui sebagai tidak hanya munculnya filsafat sekolah lain, namun sebagai sebuah "revolusi dalam filsafat" pada umumnya.

    ReplyDelete
  34. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    dari link yang bapak share saya mengambil dari link pertama yang berisi Filosofi analitik mengalami beberapa revolusi mikro internal yang membagi sejarahnya menjadi lima fase. Tahap pertama berjalan kira-kira dari tahun 1900 sampai 1910. Ini ditandai dengan bentuk realisme kuasi-Platonis yang awalnya disahkan oleh Moore dan Russell sebagai alternatif Idealisme.

    ReplyDelete
  35. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Filsafat analitik adalah suatu gerakan filosof Abad ke 20, khususnya di Inggris dan Amerika Serikat yang memusatkan perhatiannya pada bahasa dan mencoba menganalisa pernyataan-pernyataan (konsep-konsep, ungkapan-ungkapan kebahasaan, atau bentuk-bentuk yang logis) supaya menemukan bentuk-bentuk yang paling logis dan singkat yang cocok dengan fakta-fakta atau makna-makna yang disajikan. Yang pokok bagi filsafat analitik adalah pembentukan definisi baik yang linguistik atau nonlinguistik nyata atau yang konstektual.Filsafat analitik sendiri, secara umum, hendak mengklarifikasi makna dari penyataan dan konsep dengan menggunakan analisis bahasa.

    ReplyDelete
  36. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Filosofi analitik mengalami beberapa revolusi mikro internal yang membagi sejarahnya menjadi lima fase. Fase pertama adalah Revolusi Moore dan Russell yaitu realisme Cambridge dan Perubahan Linguistik, Menurut Moore Tugas filsuf bukanlah mempertanyakan kebenaran proposisi akal sehat, tapi untuk memberikan analisis atau penjelasan yang benar. Penggunaan istilah "analisis" Moore dengan cara ini adalah sumber dari nama "filsafat analitik". Fase yang kedua adalah Russell dan Early Wittgenstein yaitu Bahasa Ideal dan Atomisme Logis, Fase yang ketiga merupakan Positivisme logis, Lingkaran Wina, dan Quine. Fase keempat adalah Filsafat Wittgenstein dan Ordinary-Languages . Dan Fase kelima merupakan era eleticsm yang terjadi pada tahun 1960 dan selanjutnya.

    ReplyDelete
  37. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Filsafat analitik merupakan upaya untuk mengklarifikasi, menggunakan analisis, makna dari kalimat dan konsep. Filsafat analitis merupakan hal yang penting dalam dunia akademis. Pandangan utamanya adalah penolakan terhadap metafisika. Bagi mereka, metafisika tidak dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. Jadi filsafat analitik memang mirip dengan filsafat sains.

    ReplyDelete
  38. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Filsafat Analitik (atau kadang-kadang disebut Analytical Philosophy) adalah gerakan abad ke-20 dalam filsafat yang berpendapat bahwa filsafat harus menerapkan teknik logis untuk mencapai kejernihan konseptual, dan bahwa filsafat harus sesuai dengan keberhasilan sains modern. Bagi banyak Analytic Philosophers, bahasa adalah alat utama (mungkin satu-satunya), dan filsafat terdiri dari klarifikasi bagaimana bahasa dapat digunakan.

    ReplyDelete
  39. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    filsafat analitik mendominasi filsafat akademik di berbagai daerah, terutama Inggris dan Amerika Serikat, sejak awal abad kedua puluh. Filsafat analitik dianggap telah berasal dari sebuah revolusi filosofis di grand skala-tidak hanya dalam pemberontakan terhadap Idealisme Inggris, tetapi melawan filsafat tradisional secara keseluruhan. Filsafat analitik sulit untuk menentukan dalam hal fitur intrinsik atau komitmen dasar filosofis. Akibatnya, ia selalu bergantung pada kontras dengan pendekatan lain untuk filsafat-terutama pendekatan yang menemukan dirinya menentang fundamental-untuk membantu memperjelas sifat sendiri.

    ReplyDelete