Dec 2, 2012

PLURALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PLURALISM, konek berikut:

http://en.wikipedia.org/wiki/Pluralism



Wss Wr Wb
Marsigit

15 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya alam semesta pada dasarnya tidak memiliki kesatuan, kontinuitas, harmonis dan tatanan yang koheren, rasional, fundamental. Didalamnya hanya terdapat pelbagi jenis tingkatan dan dimensi yang tidak dapat diredusir. Pandangan demikian mencangkup puluhan teori, beberapa diantaranya teori para filosuf yunani kuno yang menganggap kenyataan terdiri dari udara, tanah, api dan air.

    ReplyDelete
  2. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Dari pemahaman di atas dapat dikemukakan bahwa aliran ini tidak mengakui adanya satu substansi atau dua substansi melainkan banyak substansi, karena menurutnya manusia tidak hanya terdiri dari jasmani dan rohani tetapi juga tersusun dari api, tanah dan udara yang merupakan unsur substansial dari segala wujud.

    ReplyDelete
  3. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pluralism merupakan paham mengenai keanekaragaman atau kemajemukan dalam kehidupan. paham ini mengakui mengenai adanya keanekaragaman dalam kehidupan. pluralism digunakan dalam arti yang berbeda berdasarkan keberanekaragaman konsep atau pemahaman yang ada yang bersifat lebih dari dua. Keberagaman yang dimaksud biasanya dari segi agama, politik, suku bangsa, adat istiadat, bahasa, dan sebagainya. Hal inilah yang bisasanya menjadi dasar pembentukan kelompok, terbatas dan khas yang membentuk cirri khas dan membedakan kelompok yang satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  4. Pandangan Plurasime dipelopori oleh Leibniz dan Russel. Pluralisme merupakan aliran yang beranggapan bahwa kebenaran tidak hanya datang dari sumber yang satu, yang serba ideal, melainkan juga berasal dari sumber lainnya, yang bersifat plural. Pluralisme beranggapan yang ada dan yang mungkin ada itu tidak hanya terdiri dari materi dan roh atau ide, tetapi terdiri dari banyak unsur. Di Inggris pluralisme semakin populer pada awal abad 20 melalui para tokoh seperti F. Maitland, S.G. Hobson, Harold Laski, R.H. Tawney dan GDH Cole.
    Referensi:
    M. Zainuddin, Filsafat Ilmu: Perspektif Pemikiran Islam (Jakarta: Lintas Pustaka, 2006)
    Muhyar Fanani, “Mewujudkan Dunia Damai: Studi atas Sejarah Ide Pluralisme Agama dan Nasionalisme di Barat’ dalam Ijtihad, Jurnal Wacana Hukum Islam (Salatiga: P3M STAIN Salatiga, 2003)
    http://zainuddin.lecturer.uin-malang.ac.id/2013/11/11/perdebatan-di-seputar-pluralisme-agama/

    ReplyDelete
  5. Pluralisme merupakan aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Menurutnya pluralisme, manusia tidak hanya terdiri dari jasmani dan rohani tetapi juga tersusun dari api, tanah dan udara yang merupakan unsur substansial dari segala wujud. Pluralism berkebalikan dengan monisme. Pluralism biasanya digunakan pada istilah keberagaman faham, agama, suku dan budaya. Seperti Indonesia yang mempunyai semboyan Bhineka Tungga Ika. Bahwa keBhinekaannya adalah karena agama, suku, budaya, bahasa tetapi keBhinekaannya dijadikan sebagai kesatuan Indonesia bukan sebagai perpecahan.

    ReplyDelete
  6. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Istilah pluralisme berakar pada kata dalam bahasa latin pluralis yang berarti jamak atau plurar. Aliran pluralisme secara umum dicirikan oleh keyakinan-keyakinan berikut: 1) realitas fundamental bersifat jamak; 2) ada banyak tingkatan hal-hal dalam alam semesta yang terpisah, yang tidak dapat direduksi, dan pada dirinya independen; 3) alam semesta pada dasarnya tidak tertentukan dalam bentuk; tidak memiliki kesatuan atau kontinuitas harmonis yang mendasar, tidak ada tatanan koheren dan rasional fundamental.
    Dalam sejarah filsafat Yunani klasik, ide pluralisme dapat dilacak pada pemikiran filosofis Anaxagoras dan Empedokles. Empedokles menyatakan bahwa alam jagat raya yang kita saksikan ini terdiri dari empat unsur atau akar, yaitu tanah, udara, api dan air. Pemaparan Empedokles tentang unsur-unsur alam semesta bersifat pluralistik membuat Anaxagoras tertarik dan tidak puas dengan solusi yang ditawarkan Empedokles kemudian setelah melakukan kajian secara seksama, Anaxagoras mencapai kesimpulan bahwa terdapat lebih dari empat unsur yang membentuk alam semesta yaitu terdapat jutaan unsur bahkan substansi yang tak terhitung jumlahnya. (Zaprulkhan, 2016: 53-54).

    ReplyDelete
  7. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pluralisme digunakan pada berbagai topik permasalahan yang berbeda, terdapat keberagaman pandangan dan lebih pada pendekatan atau metode penafsiran. Pluralisme sudah menjadi bagian dari ideologi nasional yang dirumuskan dengan istilah Bhineka Tunggal Ika ini, yakni suatu istilah dari Empu Tantular, yang artinya kesatuan dalam keberagaman (Unity in diversity). Pluralisme juga tercermin dalam pancasila yang terdiri dari berbagai ideologi-ideologi besar dunia tetapi intinya adalah paham gotong royong, kekeluargaan dan kebersamaan.

    ReplyDelete
  8. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Pluralism merupakan paham atas keberagaman. Pluralism juga dapat berarti kesediaan untuk menerima keberagaman (pluralitas), artinya, untuk hidup secara toleran pada tatanan masyarakat yang berbeda suku, gologan, agama, adat, hingga pandangan hidup. Pluralism ini berakibat pada pada tindakan yang berujung pada pengakuan kebebasan beragama, kebebasan berpikir, atau kebebasan mencari informasi (https://id.wikipedia.org/wiki/Pluralisme). Begitu juga dalam hal sosial, agama, dan lmu pengetahuan. Kesemuanya memiliki makna yang berbeda dan bahkan ada yang bertentangan pula.

    ReplyDelete
  9. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas link-link yang dibagikan
    Berdasarkan sumber yang telah saya baca, saya melihat jika pluralisme merupakan penengah pada egoisme beberapa pihak yang keukeuh pada kebenaran versi mereka. Pluralisme membawa angin segar, bahwasannya kebenaran dilihat tidak hanya melewati satu jalan saja. Keabsahan teori kebenaran sering kali diamati bervariasi, hal ini memperlihatkan bahwa ada lebih satu cara dala mencari solusi atau jawaban atas permasalahan atau pertanyaan yang sedang kita hadapi. Akan tetapi, kita juga harus senantiasa menyadari bahwa kebenaran yang mutlak hanya ada satu, yaitu ketettapan Sang Illahi.

    ReplyDelete
  10. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Pluralisme adalah toleransi umum terhadap berbagai jenis hal, atau lebih khusus dari deskripsi dunia yang berbeda dan mungkin tidak dapat dibandingkan, tidak ada yang dianggap lebih mendasar daripada yang lain. Pluralisme sering dikaitkan dengan pemikiran Wittgenstein yang menekankan pada permainan bahasa dan bentuk kehidupan yang berbeda (Blackburn, 1996). Ideologi ini juga merupakan doktrin yang penting dalam teori sastra poststrukturalis, yang sering dikaitkan dengan relativisme dan kecurigaan umum tentang gagasan atau ide tentang 'kebenaran'. Terkadang ideologi ini merupakan doktrin yang relatif tidak berbahaya sehingga tidak ada cara untuk menyatakan kebenaran unik atau satu-satunya kebenaran tentang beberapa materi pelajaran, akan tetapi di lain waktu ideologi ini mungkin bisa menjadi doktrin yang sangat berbahaya yaitu bahwa tidak ada pandangan yang benar, atau bahwa semua pandangan sama-sama benar terutama dalam keyakinan kita di dalam hati dalam hal beragama dan beribadah.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Terimakasih atas link yang diberikan pak, dalam link https://en.wikipedia.org/wiki/Pluralism dituliskan Pluralisme secara umum menunjukkan keragaman pandangan atau pendirian daripada pendekatan atau metode tunggal, dan Pluralisme (filsafat), sebuah doktrin yang menurutnya banyak zat dasar membentuk realitas. sedangkan link http://www.historylearningsite.co.uk/pluralism.htm tidak dapat saya akses.

    ReplyDelete
  12. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Pluralisme adalah kontradiksi dari moisme. Artinya jamak, beragam, beragam paham. Jadi, aliran ini memandang bahwa dalam kehidupan ini kita harus mengakui kemajemukan atau keberagaman dalam suatu kelompok masyarakat. Keberagaman tersebut bisa dari agama, ras, suku dll. Sisi sisi inilah yang menjadi dasar dalam membuat kebijakan dalam masyarakat. Mereka menerima perbedaan. Dan keberagaman atau kemajemukan bukan berarti campur dan hilang identitas. Satu kelompok tetap dengan identitas dan kekhasan kelompoknya tapi dengan membaur dan bersosialisasi dengan kelompok lainnya dan menerima perbedaan.pluralisme yang berupaham paham yang banyak mencerminkan pilihan dan perbedaan dari sudut pandang masing, sehingga saling menghormati satu dengan yang lain untuk menciptakan keharmonisan.

    ReplyDelete
  13. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Pluralisme berasal dari bahasa inggris, yang terdiri dari dua kata yaitu plural yang berarti beragam dan isme yang berarti paham, kemudian diartikan sebagai beragam pemahaman atau bermacam-macam paham. Pluralisme adalah suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan menerima adanya kemajemukan atau keanekaragaman dalam suatu kelompok masyarakat. Realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Secara sederhana, pluralisme dapat diartikan sebagai paham yang mentoleransi adanya keragaman pemikiran, peradaban, agama, dan budaya. Bukan hanya mentoleransi adanya keragaman pemahaman tersebut, tetapi bahkan mengakui kebenaran masing-masing pemahaman, setidaknya menurut logika para pengikutnya.

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pluralisme secara sederhana dapat diartikan sebagai paham unsur yang bersifat banyak. Apabila saya analogikan dalam pembelajaran matematika maka pluralisme banyak ditemukan, seperti bangun persegi panjang memiliki sifat lebih dari satu seperti memiliki 2 panjang yang sama dan 2 lebar yang sama, memiliki empat sudut, memiliki dua diagonal dan masih banyak lagi. Sedangkan dalam kehidupan pembelajaran dapat dianalogikan bahwa setiap siswa memiliki sifat tang berbeda, ada yang pintar dan ada yang slow learner tergantung cara guru dalam mengatasinya dan menanganinya agar siswa memiliki kesempatan yang sama dalam belajar.

    ReplyDelete
  15. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Pluralisme merupakan pandangan yang bermacam-macam. Pluralisme tidak menganggap pandangan yang tunggal. Pluralisme memandang bahwa suatu hal tidak hanya dianggap benar pada satu pandangan saja. Beberapa cara pandang yang berbeda dapat dinyatakan sama-sama benar. Pluralisme berasal dari kata plural. Dalam kehidupan sehari-hari segala sesuatu yang ada memang diciptakan plural. Pluralisme berfungsi untuk mengelola semua yang plural. Dengan memandang suatu kebenaran dapat dinyatakan dari berbagai perspektif sehingga akan timbul rasa saling menghargai antara satu pandangan dengan yang lainnya. Namun perlu diperhatikan juga bahwa tidak semua hal bersifat plural. Sehingga perlu adanya pengontrol untuk dapat berpandangan dan bertindak sesuai dengan peruntukannya.

    ReplyDelete