Dec 2, 2012

PLURALISM





Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut tentang PLURALISM, konek berikut:

http://en.wikipedia.org/wiki/Pluralism



Wss Wr Wb
Marsigit

43 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis yang artinya jamak. Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Aliran ini tidak mengakui adanya satu substansi atau dua substansi melainkan banyak substansi, karena menurutnya manusia tidak hanya terdiri dari jasmani dan rohani tetapi juga tersusun dari api, tanah dan udara yang merupakan unsur substansial dari segala wujud. Pluralism merupakan kebalikan dari monism, Pandangan ini dipelopori oleh Leibniz dan Russel. Di Inggris pluralisme semakin populer pada awal abad 20 melalui para tokoh seperti F. Maitland, S.G. Hobson, Harold Laski, R.H. Tawney dan GDH Cole.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pluralism digunakan dalam arti yang berbeda berdasarkan keberanekaragaman konsep atau pemahaman yang ada yang tidak bersifat tunggal atau lebih dari dua (banyak). Pluralisme merupakan paham yang mengakui ada begitu banyak keanegaragaman atau kemajemukan dalam kehidupan. Pluralism merupakan lawan dari keseragaman “monism”. Pluralism biasanya digunakan pada istilah keberagaman faham, agama, suku dan budaya.

    ReplyDelete
  3. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pluralisme berasal dari kata “plural” yang berarti kemajemukan atau keanekaragaman dan “isme” yang berarti paham, jadi pluralism adalah paham kemajemukan. Dalam rangka membentuk masyarakat beragama yang rukun dan damai, para ahli banyak menekankan tentang pluralisme. Paham ini menitik beratkan pada aspek persamaan, dimana semua agama itu sama.dalam artian banyak jalan menuju surga. Sebenarnya paham pluralism merupakan paham yang sudah cukup lama. Paham ini muncul bersamaan dengan modernisasi Negara-negara barat. Dengan kata lain paham ini pada awalnya muncul dari belahan dunia barat,yakni Eropa. Dalam paham pluralisme agama yang berkembang di Barat sendiri terdapat sekurang-kurangnya dua aliran yang berbeda: yaitu paham yang dikenal dengan program teologi global (global theology) dan paham kesatuan transenden agama-agama (Transcendent Unity of Religions). Kedua aliran ini telah membangun gagasan, konsep dan prinsip masing-masing yang akhirnya menjadi paham yang sistemik. Karena itu yang satu menyalahkan yang lain.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Para filsuf yang termasuk dalam aliran ini antara lain: Empedakles (490-430 SM), yang menyatakan hakikat kenyataan terdiri dari empat unsur, yaitu api, udara, air dan tanah. Anaxogoras (500-428 SM), yang menyatakan hakikat kenyataan terdiri dari unsur-unsur yang tidak terhitung banyaknya, sebab jumlah sifat benda dan semuanya dikuasai oleh suatu tenaga yang dinamakan nodus yaitu suatu zat yang paling halus yang memiliki sifat pandai bergerak dan mengatur.

    ReplyDelete
  5. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Pluralisme adalah suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan menerima adanya “kemajemukan” atau “keanekaragaman” dalam suatu kelompok masyarakat. Kemajemukan dimaksud misalnya dilihat dari segi agama, suku, ras, adat-istiadat, dll.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pluralisme menunjukkan keragaman pandangan atau pendirian daripada pendekatan atau metode tunggal. Pluralisme atau pluralis mungkin mengacu pada: Isi trekait 1 Politik dan hukum 2 Filsafat 3 Agama. Dalam Politik dan hukum, pluralism terkait dengan Pluralisme (filsafat politik) yaitu pengakuan akan keragaman sistem politik , Pluralisme (teori politik) yaitu percaya bahwa harus ada pusat kekuasaan yang beragam dan bersaing di masyarakat , Pluralisme hukum yakni adanya sistem hukum yang berbeda dalam suatu populasi atau daerah Demokrasi pluralis , sistem politik dengan lebih dari satu pusat kekuasaan. Dalam Filsafat pluarsime terkait dengan : Pluralisme (filsafat) , sebuah doktrin yang menurutnya banyak zat dasar membentuk realitas, Sekolah pluralis , sebuah sekolah filsafat filsuf Yunani pra-Sokrates Pluralisme epistemologis atau pluralisme metodologis, pandangan bahwa beberapa fenomena memerlukan banyak metode untuk menjelaskan sifatnya dan Nilai pluralisme , gagasan bahwa beberapa nilai mungkin sama benar namun bertentangan satu sama lain. Dalam Agama Pluralisme agama , penerimaan semua jalan religius sama validnya, mempromosikan koeksistensi Memegang beberapa kantor gerejawi, lihat "Pluralisme" di Benefice

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pluralisme adalah sebuah paham yang mendoktrinkan bahwa kebenaran itu bersifat banyak atau tidak tunggal. Ada pluralisme dalam agama, hukum, moral, filsafat dan lain sebagainya. Pluralisme dapat juga diartikan sebagai suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan menerima adanya “kemajemukan” atau “keanekaragaman” dalam suatu kelompok masyarakat. Kemajemukan yang dimaksud misalnya dari segi agama, suku, ras, adat-istiadat, dll. Segi-segi inilah yang biasanya menjadi dasar pembentukan aneka macam kelompok, terbatas dan khas, serta yang mencirikhaskan dan membedakan kelompok yang satu dengan kelompok yang lain. Misalnya masyarakat Indonesia yang majemuk, yang terdiri dari berbagai kelompok umat beragama, suku, dan ras, yang memiliki aneka macam budaya atau adat-istiadat.

    ReplyDelete
  8. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pluralisme adalah suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan menerima adanya “KEMAJEMUKAN” atau “KEANEKARAGAMAN”.
    Dalam paham ini keberagaman sangatlah dihargai. Karena memang di dunia ini sangatlah banyak keanekaragaman yang ada. Dengan keberagaman yang ada tidak menjadikan tidak bisa bersatu. Tetapi keberagaman untuk menjadi tunggal.

    ReplyDelete
  9. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pluralism dalam ilmu filsafat berarti doktrin keberagaman yang sering digunakan untuk menentang monism (doktrin mengenai kesatuan) dan dualisme (doktrin mengenai dualitas). Pluralism memiliki arti yang berbeda-beda, seperti pada metafisika, pluralism merupakan doktrin yang menyatakan lebih dari satu kenyataan sedangkan monism berpendapat bahwa hanya ada satu kenyataan yang mungkin memiliki ontologi objektif tunggal atau jamak. Dalam intologi, pluralism mengacu pada berbagai cara, jenis, dan keberadaan mengenai segala sesuatu. Dalam epistemogi, pluralism meyakini tidak ada satu cara konsisten untuk mendekati kebenaran mengenai dunia. Sedangkan dalam ilmu logika, pluralism mendukung bahwa tidak ada logika yang benar.

    ReplyDelete
  10. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Pluralisme berpandangan bahwa segenap macam bentuk merupakan kenyataan. Para filsuf yang termasuk dalam aliran ini antara lain Empedakles dan Anaxogoras. Empedakles menyatakan bahwa hakikat kenyataan terdiri dari empat unsur, yaitu api, udara, air dan tanah. Anaxogoras menyatakan bahwa hakikat kenyataan terdiri dari unsur-unsur yang tidak terhitung banyaknya, sebab jumlah sifat benda dan semuanya dikuasai oleh suatu tenaga yang dinamakan nous yaitu suatu zat yang paling halus yang memiliki sifat pandai bergerak dan mengatur.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pluralisme merupakan paham yang menerima adanya keberagaman adanya perbedaan. Penerimaan perbedaan ini bukan berarti menyamaratakan.
    Akan tetapi menghargai semua perbedaan yang ada dengan sama, tidak membedakan antara penerimaan perbedaan yang satu dengan perbedaan yang ada.
    Sehingga perbedaan tetap ada dan tetap berjalan dengan harmonis.

    ReplyDelete
  12. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://plato.stanford.edu/entries/truth-pluralist/, Keabsahan teori kebenaran sering kali diamati bervariasi, kadang-kadang secara luas, di berbagai domain atau wilayah wacana yang berbeda. Karena varians ini, masalah internal masing-masing teori tersebut menjadi menonjol karena mereka terlalu menghargai. Oleh karena itu, saran alami adalah bahwa tidak semua kalimat (deklaratif) di semua domain benar dengan cara yang persis sama. Kalimat dalam matematika, moral, komedi, kimia, politik, dan keahlian memasak mungkin benar dengan cara yang berbeda, jika dan kapan hal itu benar. 'Pluralisme tentang kebenaran' menamai tesis bahwa ada lebih dari satu cara menjadi kenyataan.

    ReplyDelete
  13. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://en.wikipedia.org/wiki/Pluralism_(political_philosophy) , Pluralisme sebagai filsafat politik adalah pengakuan dan penegasan keragaman di dalam tubuh politik, yang memungkinkan koeksistensi damai dengan berbagai kepentingan, keyakinan dan gaya hidup. Kaum pluralis tidak secara inheren adalah kaum sosialis (yang menempatkan kesetaraan sebagai prinsip penuntun mereka), kaum liberal (yang menempatkan kebebasan sebagai prinsip penuntun mereka) atau kaum konservatif (yang menempatkan tradisi sebagai prinsip penuntun mereka) namun menganjurkan bentuk moderasi politik. Kaum pluralis politik juga tidak menganjurkan pluralitas demokrasi, namun pada umumnya sepakat bahwa bentuk pemerintahan ini seringkali paling baik dalam memoderasi nilai diskrit.

    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pluralisme berasal dari kata plural yang artinya adalah jamak atau banyak. Pandangan filsafat mengenai segala sesuatu adalah bersifat banyak, memiliki banyak sekali makna. Seperti ungkapan 'jadilah orang yang kuat seperti hujan, meski jatuh berkali-kali namun dia akan tetap ada', para pluralisme tidak akan mudah setuju dengan ungkapan tersebut, karena mereka memandang hujan sebagai tetesan-tetesan air yang begitu banyaknya. Tetes air yang jatuh pada detik ini akan berbeda dengan tetes air yang jatuh pada detik berikutnya, apalagi pada hari yang berbeda.

    ReplyDelete
  15. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya alam semesta pada dasarnya tidak memiliki kesatuan, kontinuitas, harmonis dan tatanan yang koheren, rasional, fundamental. Di dalamnya hanya terdapat pelbagai jenis tingkatan dan dimensi yang tidak dapat diredusir. Pandangan demikian mencakup puluhan teori, beberapa di antaranya teori para filosuf yunani kuno yang menganggap kenyataan terdiri dari udara, tanah, api dan air. Dari pemahaman di atas dapat dikemukakan bahwa aliran ini tidak mengakui adanya satu substansi atau dua substansi melainkan banyak substansi, karena menurutnya manusia tidak hanya terdiri dari jasmani dan rohani tetapi juga tersusun dari api, tanah dan udara yang merupakan unsur substansial dari segala wujud.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016 (S2)
    Pluralisme dalam perspektif filsafat budaya merupakan konsep kemanusiaan yang memuat kerangka interaksi dan menunjukkan sikap saling menghargai, saling menghormati, toleransi satu sama lain dan saling hadir bersama atas dasar persaudaraan dan kebersamaan,dilaksanakan secara produktif dan berlangsung tanpa konflik sehingga terjadi asimilasi dan akulturasi budaya. Sebenarnya pluralisme merupakan cara pandang yang bersifat horisontal, menyangkut bagaimana hubungan antarindividu yang berbeda identitas harus disikapi.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    Pluralis bahwa ada banyak cara untuk menjadi benar biasanya ditafsirkan sebagai sama saja dengan klaim bahwa jumlah sifat kebenaran lebih besar dari satu.
    Demikian juga, pluralisme tentang kebenaran harus dibedakan dari beberapa pandangan tetangga, seperti subjektivisme, kontekstualisme, relativisme, atau bahkan nihilisme tentang kebenaran. Misalnya, seseorang dapat mempertahankan beberapa bentuk subjektivisme tentang kebenaran sambil tetap agnostik tentang berapa banyak cara menjadi kenyataan

    ReplyDelete
  18. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pluralisme dalam bahasa Inggris yang berarti kemajemukan. Dari kata dasar plural yang berarti jamak. Dalam filsafat, pluralism adalah salah satu paham yang mencoba menelaah bagaimana dan mengapa terbentuknya suatu penilaian yaitu tentang kebenaran. Tesis dari pluralism tentang kebenaran tersebut adalah menganggap bahwa ada lebih dari satu cara untuk menjadi benar. Kebenaran yang terbentuk muncul karena adanya khalayak banya yang menyetujui suatu ideologi.

    ReplyDelete
  19. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Pluralism terdiri dari dua kata plural yang artinya beragam dan isme yang berarti paham, sehingga pluralism berarti beragam pemahaman. Pluralisme merupakan suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan menerima adanya kemajemukan atau keanekaragaman dalam suatu kelompok masyarakat yang dapat dilihat dari segi agama, suku, ras, adat-istiadat dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pluralism is a term used in philosophy, meaning "doctrine of multiplicity", often used in opposition to monism ("doctrine of unity") and dualism ("doctrine of duality"). The term has different meanings in metaphysics, ontology, epistemology and logic.
    In metaphysics, pluralism is a doctrine that there is more than one reality, while monism holds that there is but one reality, that may have single objective ontology or plural ontology. In one form, it is a doctrine that many substances exist, in contrast with monism which holds existence to be a single substance, often either matter (materialism) or mind (idealism), and dualism believes two substances, such as matter and mind, to be necessary.
    In ontology, pluralism refers to different ways, kinds, or modes of being. For example, a topic in ontological pluralism is the comparison of the modes of existence of things like 'humans' and 'cars' with things like 'numbers' and some other concepts as they are used in science.
    In epistemology, pluralism is the position that there is not one consistent means of approaching truths about the world, but rather many. Often this is associated with pragmatism, or conceptual, contextual, or cultural relativism.
    In logic, pluralism is the view that there is no one correct logic, or alternatively, that there is more than one correct logic. One may, for instance, believe that classical logic is the correct logic generally, but believe that paraconsistent logic is the correct logic for dealing with certain paradoxes.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Pluralism_(philosophy)

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Istilah pluralisme yang digunakan dalam filsafat berarti doktrin keberagaman yang sering digunakan untuk menentang monisme dan dualisme. Istilah ini memiliki arti yang berbeda dalam metafisika, ontologi, epistemologi, dan logika. Dalam metafisika, pluralisme adalah doktrin bahwa ada lebih dari satu kenyataan, sementara monisme berpendapat bahwa hanya ada satu kenyataan yang mungkin ontologi objektif tunggal atau ontologi jamak. Dalam ontologi, pluralisme mengacu pada berbagai cara, jenis, atau bentuk keberadaan. Dalam epistemologi, pluralisme adalah posisi bahwa tidak ada satu cara konsisten untuk mendekati kebenaran tentang dunia, namun lebih dari itu. Dalam logika, pluralisme adalah pandangan bahwa tidak ada logika yang benar, atau alternatifnya, bahwa ada lebih dari satu logika yang benar.

    ReplyDelete
  22. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dapat kita pahami bahwa pluralisme adalah paham yang mengakui dan menerima adanya kemajemukan atau keanekaragaman dalam suatu kelompok masyarakat. Kemajemukan yang dimaksud misalnya dari segi agama, suku, ras, adat-istiadat, dll. Segi-segi inilah yang biasanya menjadi dasar pembentukan aneka macam kelompok lebih kecil, terbatas, dan khas, serta mencirikhaskan dan membedakan kelompok yang satu dengan kelompok yang lainnya, dalam suatu kelompok masyarakat yang majemuk dan yang lebih besar atau lebih luas. Misalnya masyarakat Indonesia yang majemuk, yang terdiri dari berbagai kelompok umat beragama, suku, dan ras yang memiliki aneka macam budaya dan adat istiadat. Menerima kemajemukan artinya menerima adanya perbedaan. Menerima perbedaan bukan berarti menyamaratakan, tetapi mengakui ada hal yang tidak sama. Menerima kemajemukan dalam hal beragama misalnya bukanlah berarti membuat penggabungan di mana ciri masing-masing terlebur atau hilang. Justru di dalam pluralisme , ciri yang membedakan hal (agama) yang satu dengan yang lainnya tetap ada dan tetap dipertahankan.

    ReplyDelete
  23. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pluralisme saling berkontradiksi dengan paham Monoisme. Dimana Pluralisme menunjukkan keragaman pandangan atau pendirian daripada pendekatan atau metode tunggal. Pluralisme atau pluralis mungkin mengacu pada hal yang sifatnya memiliki keragaman seperti Politik dan hukum. Dalam politik dan hukum Pluralisme (filsafat politik)merupakan pengakuan akan keragaman sistem politik. Dalam filsafat nilai pluralisme bersangkutan pada gagasan bahwa beberapa nilai mungkin sama benar namun bertentangan satu sama lain. Kemudian adama dimana penerimaan semua jalan religius sama validnya, mempromosikan keeksistensinya. Kita fokus pada konteks filsafat, maka Pluralisme merupakan aliran yang memiliki pandangan bahwa pikiran dan fenomena yang ada itu beragam dan memiliki nilai yang berbeda kemudian mungkin saja berkontradiksi atau bertentengan.

    ReplyDelete
  24. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya alam semesta pada dasarnya tidak memiliki kesatuan, kontinuitas, harmonis dan tatanan yang koheren, rasional, fundamental. Para filsuf yang termasuk dalam aliran ini antara lain: Empedakles (490-430 SM), yang menyatakan hakikat kenyataan terdiri dari empat unsur, yaitu api, udara, air dan tanah. Anaxogoras (500-428 SM), yang menyatakan hakikat kenyataan terdiri dari unsur-unsur yang tidak terhitung banyaknya, sebab jumlah sifat benda dan semuanya dikuasai oleh suatu tenaga yang dinamakannodus yaitu suatu zat yang paling halus yang memiliki sifat pandai bergerak dan mengatur.

    ReplyDelete
  25. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Pluralisme adalah istilah yang digunakan dalam filsafat, yang berarti "doktrin keragaman", yang sering digunakan untuk menentang monisme ("doktrin kesatuan") dan dualisme ("doktrin dualitas"). Istilah ini memiliki arti yang berbeda dalam metafisika, ontologi, epistemologi dan logika. Yang mana kebaikan atau lawan dari monoism dan dualisme.Dalam metafisika, pluralisme adalah doktrin bahwa ada lebih dari satu kenyataan, sementara monisme berpendapat bahwa hanya ada satu kenyataan, yang mungkin memiliki ontologi obyektif tunggal atau ontologi jamak. Dalam satu bentuk, itu adalah doktrin bahwa banyak zat ada, berbeda dengan monisme yang memiliki eksistensi sebagai satu substansi, seringkali juga materi (materialisme) atau pikiran (idealisme), dan dualisme percaya dua zat, seperti materi dan pikiran, Menjadi perlu.Dalam ontologi, pluralisme mengacu pada berbagai cara, jenis, atau bentuk keberadaan. Misalnya, topik dalam pluralisme ontologis adalah perbandingan mode eksistensi hal-hal seperti 'manusia' dan 'mobil' dengan hal-hal seperti 'angka' dan beberapa konsep lain seperti yang digunakan dalam sains. (Joshua Spencer (November 12, 2012). "Ways of being". Philosophy Compass. 7 (12): 910–918). Dalam epistemologi, pluralisme adalah posisi bahwa tidak ada satu cara konsisten untuk mendekati kebenaran tentang dunia, namun lebih dari itu. Seringkali ini dikaitkan dengan pragmatisme, atau relativisme konseptual, kontekstual, atau budaya.

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pluralism merujuk pada bagaimana kita bisa menerima perbedaan yang ada. Perbedaan merupakan hal yang tidak bisa di hidari, sehingga menjadikan perbedaan itu sendiri sebagai keberagaman hidup. Menerima perbedaan tidak berarti menjadikan sama namun lebih kepada pengakuan bahwa banyak hal yang sifatnya tidak sama.

    ReplyDelete
  27. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Pluralisme adalah suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan menerima adanya “KEMAJEMUKAN” atau “KEANEKARAGAMAN” dalam suatu kelompok masyarakat. Kemajemukan dimaksud misalnya dilihat dari segi agama, suku, ras, adat-istiadat, dll. Segi-segi inilah yang biasanya menjadi dasar pembentukan aneka macam kelompok lebih kecil, terbatas dan khas serta yang mencirikhaskan dan membedakan kelompok yang satu dengan kelompok yang lain dalam suatu kelompok masyarakat yang majemuk dan yang lebih besar atau lebih luas.

    ReplyDelete
  28. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya mendapatkan pemahaman paham baru dari filsafat yaitu pluralism. Dimana pluralism ini mengakui dan menerima adanya keanekaragaman dalam suatu kelompok masyarakat. Paham ini yang perlu kita aplikasikan dalam kehidupan bermasyarakat, khususnya pada masyarakat negara Indonesia. Dengan menerima keanekaragaman dalam suatu kelompok masyarakat makat Bhineka Tunggal Ika di negara ini dapat terlaksana dan buka hanya kata-kata biasa saja. Selain itu mungkin jika paham ini kita aplikasikan ada nilai plus tersendiri dari negara kita, misalnya kerukunan dapat terjamin.

    ReplyDelete
  29. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pluralisme berasal dari kata Pluralis yang berarti jamak. Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya, alam semesta pada dasarnya tidak memiliki kesatuan, kontinuitas, harmonis dan tatanan yang koheren, rasional, fundamental. Para filsuf yang termasuk dalam aliran pluralisme diantaranya Empedakles (490-430 SM), Anaxogoras (500-428 SM).

    ReplyDelete
  30. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya alam semesta pada dasarnya tidak memiliki kesatuan, kontinuitas, harmonis dan tatanan yang koheren, rasional, fundamental.

    ReplyDelete
  31. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya alam semesta pada dasarnya tidak memiliki kesatuan, kontinuitas, harmonis dan tatanan yang koheren, rasional, dan fundamental. Salah satu filsuf yang termasuk dalam aliran ini adalah Empedakles (490-430 SM), yang menyatakan hakikat kenyataan terdiri dari empat unsur, yaitu api, udara, air dan tanah. Contoh dari pluralism juga terjadi pada manusia, manusia bersifat pluralism dimana setiap manusia di dunia ini tidak ada yang sama. Manusia adalah individu yang berbeda-beda. Manusia memiliki rasa, pikiran, minat, tubuh, suara, dan hal-hal lainnya yang berbeda dengan manusia lainnya.

    ReplyDelete
  32. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berdasarkan makna secara etimologisnya pluralisme berarti paham tentang keberagaman. Pluralisme adalah aliran yang berpendapat unsur pokok hakikat kenyataan ini adalah banyak artinya bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. aliran ini tidak mengakui adanya satu substansi atau dua substansi melainkan banyak substansi, karena menurutnya manusia tidak hanya terdiri dari jasmani dan rohani tetapi juga tersusun dari api, tanah dan udara yang merupakan unsur substansial dari segala wujud.

    ReplyDelete
  33. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Salah satu prasarat terwujudnya masyarakat modern yang demokratis adalah terwujudnya masyarakat yang menghargai kemajemukan bangsa. Kemajemukan ini diapresiasi sebagai sunnatullah. Masyarakat majemuk ini tentu saja memiliki budaya dan aspirasi yang beraneka, tetapi mereka seharusnya memiliki kedudukan yang sama, tidak ada superioritas antara satu suku, etnis atau kelompok sosial dengan yang lainnya. Mereka juga memiliki hak yang sama untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial dan politik. Namun kadang-kadang perbedaan-perbedaan ini menimbulkan konflik di antara mereka. Maka sebagai upaya untuk mengatasi permasalahan ini dimunculkan konsep atau paham kemajemukan (pluralisme). Untuk mewujudkan dan mendukung pluralisme tersebut, diperlukan adanya toleransi. Meskipun hampir semua masyarakat yang berbudaya kini sudah mengakui adanya kemajemukan sosial, namun kenyataannya, permasalahan toleransi ini masih dalam kehidupan sehari-hari. Maka tugas kitalah untuk menjaga kemajemukan yang ada di Indonesia yang kita cintai ini.

    ReplyDelete
  34. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Pluralisme berasal dari kata ‘plural’ yang berarti jamak, beragam. Pluralisme merupakan paham terhadap kebaragaman ataupun paham terhadap berbagai pemahaman. Dalam pluralisme dapat menerima kemajemukan berarti menerima adanya perbedaan. Dalam Indonesia, tentunya paham ini sangat dibutuhkan yaitu agar semua orang menyadari bahwa memang terdapat kemajemukan baik dari segi suku, adat isitiadat, agama, ras, bahasa, dan masih banyak lagi. Perbedaan tersebut seharusnya dijadikan sebagai sebuah keindahan, bukan menjadikannya permusuhan atau perselisihan. Perbedaan menumbuhkan rasa toleransi, saling menghargai, dan saling menerima antara satu dengan yang lain sehingga mewujudkan sebuah kebersamaan.

    ReplyDelete
  35. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pluralisme adalah suatu paham atau pandangan hidup yang mengakui dan menerima adanya kemajemukan atau keanekaragaman dalam suatu kelompok masyarakat. Pluralisme akan mengakui bahwa terdapat hal maupun beberapa hal yang tidak sama. Tidak hanya menoleransi adanya keragaman pemahaman tersebut, pluralism juga mengakui kebenaran masing-masing pemahaman. Pemahaman tersebut setidaknya menurut logika para pengikutnya.

    ReplyDelete
  36. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Plurarisme berasal dari kata “Pluralis” yaitu jamak. Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya alam semesta pada dasarnya tidak memiliki kesatuan, kontinuitas, harmonis, dan tatanan yang koheren, rasional, fundamental. Di dalamnya hanya terdapat berbagai jenis tingkatan dan dimensi yang tidak dapat diredusir. Aliran pluralisme tidak mengakui adanya satu substansi atau dua substansi melainkan banyak substansi, karena menurutnya manusia tidak hanya terdiri dari jasmani dan rohani tetapi juga tersusun dari api, tanah, dan udara yang merupakan unsur substansi dari segala wujud.

    ReplyDelete
  37. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Pluralisme bukan keberagaman saja, tapi keterlibatan energik dengan keragaman. Keanekaragaman bisa dan berarti terciptanya ghetto religius dengan sedikit lalu lintas antara atau di antara mereka. Saat ini, keragaman agama memang diberikan, namun pluralisme tidak diberikan. Keanekaragaman belaka tanpa perjumpaan dan hubungan nyata akan menghasilkan ketegangan yang meningkat di masyarakat kita. Pluralisme tidak hanya toleransi, tapi pencarian aktif untuk memahami garis perbedaan. Toleransi adalah kebajikan publik yang perlu, tapi tidak memerlukan orang Kristen dan Muslim, Hindu, Yahudi, dan sekuler yang bersemangat untuk mengetahui sesuatu tentang satu sama lain. Toleransi terlalu tipis merupakan fondasi bagi dunia perbedaan dan kedekatan religius. Tidak ada yang bisa menghilangkan ketidaktahuan kita satu sama lain, dan membiarkan stereotip, setengah kebenaran, ketakutan yang mendasari pola pembagian dan kekerasan lama. Di dunia tempat kita hidup hari ini, ketidaktahuan kita satu sama lain akan semakin mahal harganya.

    ReplyDelete
  38. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pluralisme adalah doktrin yang menyatakan bahwa ada lebih dari satu realitas atau sebuah doktrin yang menyatakan bahwa banyak zat yang ada.

    ReplyDelete
  39. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pluralisme (Pluralism) berasal dari kata Pluralis (jamak). Aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Sebagai konsekuensinya alam semesta pada dasarnya tidak memiliki kesatuan, kontinuitas, harmonis dan tatanan yang koheren, rasional, fundamental. Didalamnya hanya terdapat pelbagi jenis tingkatan dan dimensi yang tidak dapat diredusir. Pandangan demikian mencangkup puluhan teori, beberapa diantaranya teori para filosuf yunani kuno yang menganggap kenyataan terdiri dari udara, tanah, api dan air.

    ReplyDelete
  40. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Dari pemahaman di atas dapat dikemukakan bahwa aliran ini tidak mengakui adanya satu substansi atau dua substansi melainkan banyak substansi, karena menurutnya manusia tidak hanya terdiri dari jasmani dan rohani tetapi juga tersusun dari api, tanah dan udara yang merupakan unsur substansial dari segala wujud.

    ReplyDelete
  41. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pluralism merupakan paham mengenai keanekaragaman atau kemajemukan dalam kehidupan. paham ini mengakui mengenai adanya keanekaragaman dalam kehidupan. pluralism digunakan dalam arti yang berbeda berdasarkan keberanekaragaman konsep atau pemahaman yang ada yang bersifat lebih dari dua. Keberagaman yang dimaksud biasanya dari segi agama, politik, suku bangsa, adat istiadat, bahasa, dan sebagainya. Hal inilah yang bisasanya menjadi dasar pembentukan kelompok, terbatas dan khas yang membentuk cirri khas dan membedakan kelompok yang satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  42. Pandangan Plurasime dipelopori oleh Leibniz dan Russel. Pluralisme merupakan aliran yang beranggapan bahwa kebenaran tidak hanya datang dari sumber yang satu, yang serba ideal, melainkan juga berasal dari sumber lainnya, yang bersifat plural. Pluralisme beranggapan yang ada dan yang mungkin ada itu tidak hanya terdiri dari materi dan roh atau ide, tetapi terdiri dari banyak unsur. Di Inggris pluralisme semakin populer pada awal abad 20 melalui para tokoh seperti F. Maitland, S.G. Hobson, Harold Laski, R.H. Tawney dan GDH Cole.
    Referensi:
    M. Zainuddin, Filsafat Ilmu: Perspektif Pemikiran Islam (Jakarta: Lintas Pustaka, 2006)
    Muhyar Fanani, “Mewujudkan Dunia Damai: Studi atas Sejarah Ide Pluralisme Agama dan Nasionalisme di Barat’ dalam Ijtihad, Jurnal Wacana Hukum Islam (Salatiga: P3M STAIN Salatiga, 2003)
    http://zainuddin.lecturer.uin-malang.ac.id/2013/11/11/perdebatan-di-seputar-pluralisme-agama/

    ReplyDelete
  43. Pluralisme merupakan aliran ini menyatakan bahwa realitas tidak terdiri dari satu substansi atau dua substansi tetapi banyak substansi yang bersifat independen satu sama lain. Menurutnya pluralisme, manusia tidak hanya terdiri dari jasmani dan rohani tetapi juga tersusun dari api, tanah dan udara yang merupakan unsur substansial dari segala wujud. Pluralism berkebalikan dengan monisme. Pluralism biasanya digunakan pada istilah keberagaman faham, agama, suku dan budaya. Seperti Indonesia yang mempunyai semboyan Bhineka Tungga Ika. Bahwa keBhinekaannya adalah karena agama, suku, budaya, bahasa tetapi keBhinekaannya dijadikan sebagai kesatuan Indonesia bukan sebagai perpecahan.

    ReplyDelete