Dec 2, 2012

DETERMINISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal DETERMINISM, koneklah ke:

http://en.wikipedia.org/wiki/Determinism





Wss Wr Wb
Marsigit



37 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Teori determinisme sebuah teori dalam filsafat yang menyatakan bahwa ada faktor tunggal yang menyebabkan sebuah perubahan. Determinisme adalah keyakinan dalam keniscayaan sebab-akibat. Segala sesuatu yang terjadi adalah hal yang hanya mungkin yang bisa terjadi. Rantai dan jaringan penyebab begitu kuat dan tak terhindarkan bahwa setiap hasil yang tidak bisa dihindari.Jadi penganut teori ini selalu mempecayai bahwa segala sesuatu bukan kebetulan namun ada penyebabnya.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut buku yang ditulis oleh A. Mangunhardjana, secara etimologis, determinisme berakar pada kata Latin determinare, yang berarti 'menentukan', 'menetapkan'. Secara umum, determinisme berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia, baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok masyarakat, ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis, dan keagamaan yang ada.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Determinis merupakan sebuah paham yang beranggapan bahwa setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan manusia pasti sudah ditentukan dan disebabkan oleh sesuatu. Kejadian-kejadian tersebut terjadi karena adanya hukum sebab akibat dan ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai masyarakat. Pemikiran determinis mengakibatkan perilaku baik ataupun buruk dari manusia bersifat relatif, tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di luarnya saja, tetapi tetapi juga oleh kehendak pelakunya.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Secara khusus, gagasan bahwa pilihan-pilihan dari para pelaku rasional tertentu di masa lalu dapat saja dilakukan dengan cara berbeda atau bahkan gagasan bahwa keputusan-keputusan dari para pelaku tersebut di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang lain dari apa yang mereka kehendaki, biasanya mendapat tantangan dalam pandangan ini. Determinisme sering diartikan sebagai determinisme kausal, yang dalam fisika dikenal sebagai sebab-dan-akibat. Konsep ini menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa dalam suatu paradigma yang diberikan terikat oleh kausalitas sedemikian rupa sehingga setiap kondisi (dari suatu objek atau peristiwa) sepenuhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi sebelumnya.

    ReplyDelete
  5. Berpangkal dari cara pandang dan pikir itu, adalah aliran pemikiran dari determinisme yang berarti ‘menetapkan’ ‘menentukan’. Diantaranya yaitu Determinisme Psikis menyatakan, Anda seperti ini karena begitulah orangtua Anda mendidik sejak kecil dulu. Anda tidak punya pilihan, jadi beginilah Anda sekarang ini, dan itu kesalahan orangtua ketika mendidik Anda. eterminisme Lingkungan mengatakan, Anda seperti sekarang ini karena lingkungan Anda. Anda tinggal di kalangan penjahat, maka jadilah Anda seorang penjahat. Sehingga perilaku menjadi baik atau buruk ditentukan oleh faktor-faktor yang ada diluarnya.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Secara khusus, gagasan bahwa pilihan-pilihan dari para pelaku rasional tertentu di masa lalu dapat saja dilakukan dengan cara berbeda—atau bahkan gagasan bahwa keputusan-keputusan dari para pelaku tersebut di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang lain dari apa yang mereka kehendaki—biasanya mendapat tantangan dalam pandangan ini. Dengan demikian, "masalah" kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—seringkali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari. Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan budi dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. ... "Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan."
    Sehebat-hebat manusia, determinnya masih relativ. Determin absolute adalah Tuhan, karena Tuhan yang menciptakan segalanya di dunia ini. Sebagian besar orang sangat suka menjatuhkan sifat kepada orang lain terutama kepada orang yang dikuasainya.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan. Teori-teori deterministik sepanjang sejarah filsafat berkembang dari keragaman dan terkadang saling tumpang tindih antara berbagai motif dan pertimbangan. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan ide-ide dari fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme adalah beberapa jenis indeterminisme (yang lainnya disebut nondeterminisme). Determinisme seringkali dikontraskan dengan kehendak bebas.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Determinism secara umum adalah tesis yang mengatakan bahwa seluruh keadaan dan tindakan mental kita, termasuk pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan, tindakan-tindakan kita, adalah dampak yang niscaya dari sebab-sebab yang mendahuluinya, perilaku yang akan segera di aplikasikan namun sudah terlebih dahulu diseleksi yang mana dapat dilakukan sesuai batasan-batasan perilaku yang ada. Determinism bersifat terikat kepada batasan-batasan yang ada, tidak bersikap egois dan memikirkan akibat dari keinginannya. Jadi, masa depan kita pada kenyataannya telah ditetapkan (fixed) dan tidak bisa diubah, dengan cara yang sama seperti masa lalu juga tak bisa diubah.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan.
    Hal ini menjelaskan bahwasannya sesuatu yang terjadi memang karena suatu keharusan sesuatu tersebut terjadi dan tidak bisa dihindari atau terelakan.
    Sehingga memang harus benar-benar terjadi tanpa bisa dihindari.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Determinism merupakan gagasan filosofis mengenai setiap peristwa termasuk keputusan dan tindakan manusia sebagai konsekuensi yang tidak dapat terelakkan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa determinism merupakan kepercayaan yang timbul adanya sebab-akibat. Bagi seorang determinist, tidak ada yang tidak mungkin. Semua yang terjadi merupakan satu-satunya hal yang mungkin terjadi dalam ruang dan waktu dan manusia akan mengingat setiap apa yang telah terjadi. Dengan demikian, kita haruslah sering mengintropeksi diri kita akan segala sesuatu yang telah terjadi.

    ReplyDelete
  13. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam determinisme berpandangan bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari.
    Sehingga ada hubungan yang tak bisa diputuskan antar masa. Yang terjadi sekarang merupakan akibat dari apa yang terjadi dimasa lalu, begitu juga apa yang terjadi yang akan datang merupakan hasil dari apa yang terjadi sekarang.

    ReplyDelete
  14. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Determinisme mengandung maksud menentukan. Menentukan yang dimaksud dalam determinisme adalah pandangan filsafat mengenai ketentuan yang sudah ada untuk manusia serta menentukan batasan-batasan dari manusia. Dalam suatu tindakan manusia, selain karena ketentuan batasan agama, adat, hukum, namun juga karena sesungguhnya Allah telah menentukan. Jika orang terlalu fanatik dengan pandangan determinisme ini, dikhawatirkan manusia akan mudah saja dalam memberi alasan atas perbuatan buruknya, karena hal tersebut telah ditentukan. Dalam menganut suatu paham, sesungguhnya dibutuhkan kejernihan pikir dan kebijaksanaan dalam penggunaannya.

    ReplyDelete
  15. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    determinisme merupakan cara berpikir bahwa semua kejadian di dunia ini sudah direncanakan Tuhan. Bahkan jatuhnya daunpun sudah ditentukan Tuhan. Bahkan secara ekstrim ada yang mengatakan kekalahan timnas PSSI melawan Iran dan Bahrain sudah merupakan takdir. Tentu, cara berpikir yang ekstrim seperti itu berlebihan dan tidak sepenuhnya benar.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Secara khusus, gagasan bahwa pilihan-pilihan dari para pelaku rasional tertentu di masa lalu dapat saja dilakukan dengan cara berbeda—atau bahkan gagasan bahwa keputusan-keputusan dari para pelaku tersebut di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang lain dari apa yang mereka kehendaki—biasanya mendapat tantangan dalam pandangan ini. Dengan demikian, "masalah" kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—seringkali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari.

    ReplyDelete
  17. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan link https://en.wikipedia.org/wiki/Determinism , Determinisme adalah posisi filosofis bahwa untuk setiap peristiwa ada kondisi yang tidak dapat menyebabkan kejadian lain. "Ada banyak determinisme, tergantung pada pra-kondisi apa yang dianggap menentukan suatu peristiwa atau tindakan." [1] Teori deterministik sepanjang sejarah filsafat bermunculan dari motif dan pertimbangan yang beragam dan terkadang saling tumpang tindih. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan gagasan fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme adalah semacam indeterminisme (jika tidak disebut nondeterminisme). Determinisme sering dikontraskan dengan kehendak bebas. [2] Determinisme sering dianggap sebagai determinisme kausal, yang dalam fisika dikenal sebagai sebab dan akibat. Ini adalah konsep bahwa peristiwa dalam paradigma tertentu terikat oleh kausalitas sedemikian rupa sehingga setiap keadaan (suatu objek atau peristiwa) benar-benar ditentukan oleh negara bagian sebelumnya. Makna ini bisa dibedakan dari varietas determinisme lain yang disebutkan di bawah ini. Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan.

    ReplyDelete
  18. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Determinisme adalah ide filosofis bahwa setiap peristiwa atau keadaan, termasuk setiap keputusan dan tindakan manusia, adalah konsekuensi tak terelakkan dan perlu negara yg urusan. Lebih ketat, determinisme harus dibedakan dari pre-determinisme, gagasan bahwa seluruh masa lalu dan juga masa depan ditentukan pada asal usul alam semesta. Untuk determinis, ada tidak ada kontra. Tidak ada yang tidak terjadi mungkin bisa terjadi. Segala sesuatu yang tidak terjadi adalah satu-satunya hal yang mungkin bisa terjadi pada saat itu dalam ruang dan waktu, mengingat penyebab.

    ReplyDelete
  19. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Determinisme sangat penting untuk pertanyaan atas suatu keinginan yang bebas yang muncul dalam benak dan terkadang tidak disadari. Determinisme ketat menyiratkan satu kemungkinan yang terjadi selanjutnya atau dimasa depan. Kesempatan berarti bahwa masa depan tidak dapat diprediksi. Kesempatan memungkinkan alternatif berjangka dan pertanyaannya menjadi bagaimana yang sekarang sebenarnya untuk menyadari dari kemungkinan ini sebagai suatu alternatif.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Determinism is the philosophical position that for every event there exist conditions that could cause no other event. "There are many determinisms, depending on what pre-conditions are considered to be determinative of an event or action."Deterministic theories throughout the history of philosophy have sprung from diverse and sometimes overlapping motives and considerations. Some forms of determinism can be empirically tested with ideas from physics and the philosophy of physics. The opposite of determinism is some kind of indeterminism (otherwise called nondeterminism). Determinism is often contrasted with free will.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Determinism

    ReplyDelete
  21. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Determinisme adalah posisi filosofis bahwa untuk setiap peristiwa ada kondisi yang tidak dapat menyebabkan kejadian lain. Teori deterministik sepanjang sejarah filsafat bermunculan dari motif dan pertimbangan yang beragam dan terkadang saling tumpang tindih. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan gagasan fisika dan filsafat fisika. Determinisme sering dikontraskan dengan kehendak bebas. Determinisme juga merupakan gagasan filosofis bahwa setiap peristiwa atau keadaan, termasuk setiap keputusan dan tindakan manusia, adalah konsekuensi yang tak terelakkan dan perlu dari keadaan antecedent. Determinisme harus dibedakan dari pra-determinisme, gagasan bahwa keseluruhan masa lalu (dan juga masa depan) ditentukan pada asal usul alam semesta.

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Determinisme menyangkal adanya kebebasan manusia. Determinisme kalau ditinjau dari aspek etimologinya, yaitu “determinare” (menentukan batas, membatasi), berarti bahwa setiap peristiwa atau kejadian “ditentukan”. Artinya, suatu peristiwa tidak bisa terjadi kalau tidak ditentukan. Menurut teori ini setiap peristiwa di alam semesta ini merupakan konsekuensi yang tak dapat dihindarkan dari sebab-sebab yang mendahuluinya. Mereka juga mengatakan bahwa bentuk jagat raya ini diberikan saat determinisme dan setiap detail dalam alam semesta ini mempunyai hubungan dengan yang akan datang. Determinisme menggarisbawahi bahwa kesadaran manusia akan kebebasan pribadi merupakan putusan yang salah, yang muncul dari ketidaktahuan akan dorongan-dorongan yang tidak sadar. Kalau pandangan tentang kebebasan dari determinisme ini kita cermati kita bisa menyimpulkan bahwa sebenarnya tidak ada kebebasan di dunia manusia ini.

    ReplyDelete
  23. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Secara umum, pemikiran ini berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Pandangan lain mengatakan bahwa segala sesuatu di alam semesta diatur oleh hukum kausalitasm (sebab-akibat). Segala sesuatu yang terjadi adalah satu-satunya hal yang mungkin bisa terjadi. Rantai dan jaringan penyebab begitu kuat dan tak terelakkan bahwa setiap hasil tak terelakkan. Menurut kaum determinis, segala sesuatu yang paling mungkin terjadi adalah tidak terjadi. Apabila saya hubungkan dengan matematika, sebagai contoh anggota himpunan yang pasti anggota seluruh himpunan adalah himpunan kosong. Menurut kaum determinis semua pilihan itu ilusi dan memiliki keyakinan akan kehendak bebas.Pemikiran determinisme yang melihat bahwa perilaku etis ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai masyarakat, mengakibatkan dua hal, yaitu: Pertama, adanya berbagai faktor yang memengaruhi perilaku etis manusia menyebabkan perilaku etis manusia bersifat relatif. Perilaku baik ataupun jahat dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di luarnya. Kedua, perilaku etis tidak hanya ditentukan oleh faktor-faktor yang mengelilinginya tetapi juga oleh kehendak pelakunya.

    ReplyDelete
  24. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Determinisme merupakan paham yang menganggap setiap kejadian atau tindakan, baik yang menyangkut jasmani maupun rohani, merupakan konsekuensi kejadian sebelumnya dan ada di luar kemauan manusia. Determinisme berisi ide filosofis bahwa setiap peristiwa atau keadaan, termasuk setiap keputusan dan tindakan manusia, adalah konsekuensi tak terelakkan dari setiap manusia. Selanjutnya, determinisme merupakan tesis filosofis yang menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini, termasuk manusia, ditentukan oleh hukum sebab akibat. Determinisme menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas. Aliran ini berpendapat bahwa apabila manusia mempu mengingat dan mengetahui apa saja yang dapat mempengaruhi dirinya, maka semua tindakan manusia dapat diperhitungkan sebelumnya.

    ReplyDelete
  25. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Bedasarkan wikipedia dinyatakan teori deterministik sepanjang sejarah filsafat bermunculan dari motif dan pertimbangan yang beragam dan terkadang saling tumpang tindih. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan gagasan fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme adalah semacam indeterminisme (jika tidak disebut nondeterminisme). Determinisme sering dikontraskan dengan kehendak bebas. Sepengetahuan saya, determine artinya menentukan. Maka determinisme sering dianggap sebagai suatu metode untuk menentukan suatu hal. Dalam filsafat, determinisme dianggap sebuah pandangan atau keyakinan bahwa menentukan sesuatu dapat mewakili keseluruhan.

    ReplyDelete
  26. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    jika dikerucutkan determinism adalah hkum sebab akibat.dalam kehidupan ruang gerak dan sikap manusia penting untuk dibatasi agar manusia sadar akan kodratnya agar dapat menentukan bagaimana harus bersikap. Inilah yang mengajarkan manusia untuk selalu berhati-hati dalam berbuat dan bertutur kata. Jika dipahami bahwa selalu ada sebab akibat, maka akan ada batasan nyata dari segala yang akan adan kelaka kita lakukan atau katakan. selalu akan ada sebab yang menuai akibat sebagai konsekuensinya.

    ReplyDelete
  27. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Determinisme beranggapan bahwa setiap peristiwa atau kejadian telah ditentukan. Artinya, setiap peristiwa tidak bias terjadi jika tidak pernah ditentukan. Determinisme juga diartikan sebagai keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan.

    ReplyDelete
  28. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Determinisme adalah sebuah filosofis yang mengatakan bahwa untuk setiap peristiwa ada kondisi yang tidak dapat menyebabkan kejadian lain. "Ada banyak determinisme, tergantung pada pra-kondisi apa yang dianggap menentukan suatu peristiwa atau tindakan." (A list of a dozen varieties of determinism is provided in Bob Doyle (2011). Free Will: The Scandal in Philosophy. I-Phi Press. pp. 145–146) Teori deterministik sepanjang sejarah filsafat bermunculan dari motif dan pertimbangan yang beragam dan terkadang saling tumpang tindih. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan gagasan fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme adalah semacam indeterminisme (jika tidak disebut nondeterminisme). Determinisme sering dikontraskan dengan kehendak bebas.

    ReplyDelete
  29. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Determinisme adalah Semua aktivitas manusia dipengaruhi dan tergantung pada kondisi alam dengan kata lain manusia tidak dapat menentukan hidupnya sendiri, oleh Karl Ritter. Determinisme merupakan tesis filosofis yang menyatakan bahwa segala sesuatu di dunia ini termasuk manusia ditentukan oleh hukum sebab akibat. Determinisme menyatakan bahwa perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan secara jelas. Faktor-faktor itu berupa motif yang tidak disadari, pengaruh masa kecil, pengaruh keturunan, pengaruh kultural, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  30. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari sini saya dapat pengertian paham filsafat baru yaitu determinism. Dimana determinism tersebut menurut salah satu link wikipedia di atas dapat diartikan bahwa keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Jika dipandang dari aspek spiritual, determinism ini sama seperti takdir. Dimana takdir tersebut ada yang menentukan dan kita yang menjalani mempunyai keharusan dan karenanya tak terelakkan kejadiannya.

    ReplyDelete
  31. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Doktrin yang menyatakan bahwa semua peristiwa yang terjadi karena adanya keharusan dan kepastian di awal sehingga tak dapat terelakkan disebut determinisme. Definisi determinisme bercabang bergantung pada sudut pandang, misalnya bergantung pada siapa yang menginisiasi rantai determinisme tersebut atau seberapa `kuat’ determinisme itu. Berbagai macam sudut pandang determinisme diantaranya Causal Determinism, Logical Determinism, Theological Determinism, Predeterminism, dan Fatalism. Apapun bentuk dan istilahnya, pada dasarnya aliran determinisme berpijak pada garis pemikiran yang sama bahwa segala sesuatu di dunia ini ditentukan oleh hukum sebab akibat. Konsekuensi logis dari pemikiran itu adalah bahwa di dunia ini tidak ada kebebasan.

    ReplyDelete
  32. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Selama mengikuti perkuliahan degan Prof. saya sering mendengar kata-kata determinist. Sebenarnya saya kurang begitu paham maksudnya apa. Dan dari postingan blog ini saya baru mengetahui apa itu determinist. Determinisme merupakan paham yang menekankan bahwa setiap peristiwa atau keadaan, termasuk setiap keputusan dan tindakan manusia adalah konsekuensi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Penganut awal pemikiran determinisme ini adalah Demokritos yang percaya bahwa sebab-akibat menjadi penjelasan bagi semua kejadian. Saya termasuk salah satu orang yang percaya akan adanya hubungan sebab akibat dalam kehidupan manusia, termasuk pula hukum karma. Apa yang kita tanam itulah yang kita petik. Sehingga segala hal atau kejadian yang menimpa kita itu pasti ada sebabnya. Walaupun semua kehendak Allah Swt. kita bisa menelusuri sebabnya dari hikmah yang dapat kita petik pada kejadian tersebut. dengan menyadari tentang adanya hukum sebab akibat dalam kehidupan, maka kita akan lebih berhati-hati dalam bertindak. Jika tidak sekarang kita merasakan akibatnya, mungkin di masa mendatang atau beberapa tahun kedepan kita menuai akibatnya.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Determinisme dalam filsafat yaitu teori bahwa semua kejadian, termasuk pilihan moral benar-benar ditentukan oleh sebab-sebab yang sudah ada sebelumnya. Teori ini menyatakan bahwa alam semesta rasional. Hal tersebut karena terdapat pengetahuan lengkap tentang situasi tertentu yang menjamin bahwa ketepatan pengetahuan tentang masa depan juga mungkin. Determinisme sering diartikan determinisme kausal, yang dalam fisika dikenal sebagai sebab-akibat. Namun disisi lain terdapat Indeterminisme yang merupakan pandangan bahwa setidaknya beberapa peristiwa di alam semesta tidak memiliki penyebab deterministik tetapi terjadi secara kebetulan.

    ReplyDelete
  34. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Setiap kejadian yang kita alami saat ini akan menentukan kejadian yang berikutnya. Setiap ilmu yang kita pelajari akan menentukan keberlangsungan atau pencapaian ilmu yang berikutnya. Inilah yang dimaksud paham determinisme, artinya menentukan, bahwa setiap yang ada dan mungkin ada ini berlaku hukum sebab-akibat. Banyak model matematis sistem fisik bersifat deterministik. Hal ini berlaku untuk sebagian besar model yang melibatkan persamaan diferensial (terutama, tingkat perubahan yang diukur dari waktu ke waktu). Model matematis yang tidak deterministik karena melibatkan keacakan disebut stochastic. Karena ketergantungan yang sensitif pada kondisi awal, beberapa model deterministik mungkin tampak berperilaku tidak deterministik.

    ReplyDelete
  35. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akbibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakan. Pandangan ini mengakibatkan adanya paham bahwa segala sesuatu disebabkan hokum sebab akibat dan dipengaruhi oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi atau nilai masyarakat. Pandangan ini menyatakan bahwa kita ada karena hasil keputusan kita di masa lalu, hasil didikan di masa lalu dan hasil pergaulan kita di masa lalu.

    ReplyDelete
  36. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Determinisme adalah pandangan bahwa semua kejadian sosial atau fenomena entah bagaimana ditentukan oleh faktor mendasar, intrinsik atau bahkan supranatural. Determinisme merupakan gagasan tentang hubungan deterministik yang ditafsirkan sebagai doktrin. Ini mengandaikan adanya hubungan yang diperlukan antara kejadian dan fenomena (mendasar atau intrinsik).

    ReplyDelete
  37. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Determinism berasal dari kata “to determin” yang berarti memberlakukan sifat atau menjatuhkan sifat. Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Bahaya dari determinism adalah jika merugikan orang lain, determinism kecil merugikan, determinism besar bisa membunuh. Dan bahaya lagi jika yang bersangkutan tidak menyadarinya dan itu telah dilakukan oleh hampir semua guru di Indonesia, karena semua guru suka menutupi murid-muridnya dengan bayang-bayang mereka. Maka hendaknya kita janganlah terlalu cepat untuk menilai orang, karena belum tentu penilaian kita itu adalah benar.

    ReplyDelete