Dec 2, 2012

DETERMINISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal DETERMINISM, koneklah ke:

http://en.wikipedia.org/wiki/Determinism





Wss Wr Wb
Marsigit



10 comments:

  1. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Teori determinisme sebuah teori dalam filsafat yang menyatakan bahwa ada faktor tunggal yang menyebabkan sebuah perubahan. Determinisme adalah keyakinan dalam keniscayaan sebab-akibat. Segala sesuatu yang terjadi adalah hal yang hanya mungkin yang bisa terjadi. Rantai dan jaringan penyebab begitu kuat dan tak terhindarkan bahwa setiap hasil yang tidak bisa dihindari.Jadi penganut teori ini selalu mempecayai bahwa segala sesuatu bukan kebetulan namun ada penyebabnya.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Menurut buku yang ditulis oleh A. Mangunhardjana, secara etimologis, determinisme berakar pada kata Latin determinare, yang berarti 'menentukan', 'menetapkan'. Secara umum, determinisme berpendapat bahwa keadaan hidup dan perilaku manusia, baik sebagai perorangan maupun sebagai kelompok masyarakat, ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis, dan keagamaan yang ada.

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Determinis merupakan sebuah paham yang beranggapan bahwa setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan manusia pasti sudah ditentukan dan disebabkan oleh sesuatu. Kejadian-kejadian tersebut terjadi karena adanya hukum sebab akibat dan ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai masyarakat. Pemikiran determinis mengakibatkan perilaku baik ataupun buruk dari manusia bersifat relatif, tidak hanya dipengaruhi oleh faktor-faktor yang ada di luarnya saja, tetapi tetapi juga oleh kehendak pelakunya.

    ReplyDelete
  4. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Secara khusus, gagasan bahwa pilihan-pilihan dari para pelaku rasional tertentu di masa lalu dapat saja dilakukan dengan cara berbeda atau bahkan gagasan bahwa keputusan-keputusan dari para pelaku tersebut di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang lain dari apa yang mereka kehendaki, biasanya mendapat tantangan dalam pandangan ini. Determinisme sering diartikan sebagai determinisme kausal, yang dalam fisika dikenal sebagai sebab-dan-akibat. Konsep ini menyatakan bahwa peristiwa-peristiwa dalam suatu paradigma yang diberikan terikat oleh kausalitas sedemikian rupa sehingga setiap kondisi (dari suatu objek atau peristiwa) sepenuhnya ditentukan oleh kondisi-kondisi sebelumnya.

    ReplyDelete
  5. Berpangkal dari cara pandang dan pikir itu, adalah aliran pemikiran dari determinisme yang berarti ‘menetapkan’ ‘menentukan’. Diantaranya yaitu Determinisme Psikis menyatakan, Anda seperti ini karena begitulah orangtua Anda mendidik sejak kecil dulu. Anda tidak punya pilihan, jadi beginilah Anda sekarang ini, dan itu kesalahan orangtua ketika mendidik Anda. eterminisme Lingkungan mengatakan, Anda seperti sekarang ini karena lingkungan Anda. Anda tinggal di kalangan penjahat, maka jadilah Anda seorang penjahat. Sehingga perilaku menjadi baik atau buruk ditentukan oleh faktor-faktor yang ada diluarnya.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Secara khusus, gagasan bahwa pilihan-pilihan dari para pelaku rasional tertentu di masa lalu dapat saja dilakukan dengan cara berbeda—atau bahkan gagasan bahwa keputusan-keputusan dari para pelaku tersebut di masa mendatang dapat menghasilkan sesuatu yang lain dari apa yang mereka kehendaki—biasanya mendapat tantangan dalam pandangan ini. Dengan demikian, "masalah" kehendak bebas—atau gagasan bahwa kehendak bebas adalah suatu "ilusi"—seringkali timbul sebagai suatu akibat dari klaim utama yang dihasilkan oleh determinisme, yaitu bahwa masa lalu, masa kini, dan masa depan diidentifikasi dengan suatu rangkaian kondisi yang pada hakikatnya tak terputus dan tidak ada satu kondisi pun yang dapat dihindari. Beberapa determinis sepenuhnya menolak gagasan mengenai "kemungkinan" ataupun "keacakan", bahkan menyatakan bahwa gagasan-gagasan tersebut hanya merupakan suatu ciptaan budi dan/atau sekadar hasil imajinasi. Pada akhirnya merupakan suatu hasil dari ketidaktahuan dalam menghadapi segala faktor. Bagaimanapun berbicara mengenai kehendak bebas merupakan perhatian tersendiri, dan setiap pembahasan terkait determinisme pada prinsipnya tidak memerlukan pembahasan mengenai kehendak bebas. Selain isu-isu ini, terdapat perdebatan-perdebatan mengenai usaha keras dari bahasa untuk dapat benar-benar menangkap apa yang dimaksudkan secara tepat—dengan asumsi ada suatu maksud tertentu—ataupun apa sebenarnya hakikat sejati dari realitas terlepas dari bagaimana meyakinkannya hakikat dari konsep determinisme.

    ReplyDelete
  7. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. ... "Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan."
    Sehebat-hebat manusia, determinnya masih relativ. Determin absolute adalah Tuhan, karena Tuhan yang menciptakan segalanya di dunia ini. Sebagian besar orang sangat suka menjatuhkan sifat kepada orang lain terutama kepada orang yang dikuasainya.

    ReplyDelete
  8. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  9. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ada banyak determinisme, tergantung dari prakondisi apa yang dianggap sebagai penentu dari suatu peristiwa atau tindakan. Teori-teori deterministik sepanjang sejarah filsafat berkembang dari keragaman dan terkadang saling tumpang tindih antara berbagai motif dan pertimbangan. Beberapa bentuk determinisme dapat diuji secara empiris dengan ide-ide dari fisika dan filsafat fisika. Kebalikan dari determinisme adalah beberapa jenis indeterminisme (yang lainnya disebut nondeterminisme). Determinisme seringkali dikontraskan dengan kehendak bebas.

    ReplyDelete
  10. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Determinism secara umum adalah tesis yang mengatakan bahwa seluruh keadaan dan tindakan mental kita, termasuk pilihan-pilihan dan keputusan-keputusan, tindakan-tindakan kita, adalah dampak yang niscaya dari sebab-sebab yang mendahuluinya, perilaku yang akan segera di aplikasikan namun sudah terlebih dahulu diseleksi yang mana dapat dilakukan sesuai batasan-batasan perilaku yang ada. Determinism bersifat terikat kepada batasan-batasan yang ada, tidak bersikap egois dan memikirkan akibat dari keinginannya. Jadi, masa depan kita pada kenyataannya telah ditetapkan (fixed) dan tidak bisa diubah, dengan cara yang sama seperti masa lalu juga tak bisa diubah.

    ReplyDelete