Dec 2, 2012

DETERMINISM


Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal DETERMINISM, koneklah ke:

http://en.wikipedia.org/wiki/Determinism





Wss Wr Wb
Marsigit



11 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Determinism berasal dari kata “to determin” yang berarti memberlakukan sifat atau menjatuhkan sifat. Determinisme adalah keyakinan filosofis bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Bahaya dari determinism adalah jika merugikan orang lain, determinism kecil merugikan, determinism besar bisa membunuh. Dan bahaya lagi jika yang bersangkutan tidak menyadarinya dan itu telah dilakukan oleh hampir semua guru di Indonesia, karena semua guru suka menutupi murid-muridnya dengan bayang-bayang mereka. Maka hendaknya kita janganlah terlalu cepat untuk menilai orang, karena belum tentu penilaian kita itu adalah benar.

    ReplyDelete
  2. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Determinism merupakan suatu paham yang mengatakan bahwa tidak ada hal yang terjadi berdasarkan kebebasan kehendak atau kebebasan memilih atau secara kebetulan. Segala yang terjadi dapat ditunjukkan sebab dan penyebabnya. Perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor yang dapat ditunjukkan atau disebutkan secara jeas. Faktor-faktor itu mungkin berupa motif yang tidak disadari, pengaruh masa kecil, pengaruh budaya, dan faktor pengukuhan dari dunia luar dan sebagainya.

    ReplyDelete
  3. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Determinism ialah paham yang menganggap bahwa semua kehidupan dan aktivitas manusia dipengaruhi dan tergantung pada pemberian yang ada. Hal ini menyebabkan manusia yang cenderung pasif dalam menghadapi alam. Selain itu, respon terhadap kejadian yang terjadi hanya berupa respon menerima apa adanya. Sehingga, manusia tidak dapat menentukan hidupnya sendiri karena ketergantungannya pada alam. Hal ini dapat dilihat dari mata pencaharian, tingkah laku, kebiasaan, serta kebudayaan manusia pada lingkungan tertentu.

    ReplyDelete
  4. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, determinisme adalah ideologi yang meyakini bahwa setiap peristiwa memiliki sebab. Maksudnya adalah bahwa pada setiap peristiwa yang telah terjadi, pasti selalu ada beberapa keadaan atau kejadian pendahulunya, yang terkait sedemikian rupa sehingga bisa melanggar hukum alam karena keadaan pendahulunya, jika tidak ada maka kejadian tersebut tidak akan terjadi. Pernyataan merupakan metafisik murni, dan tidak membawa implikasi apakah pada prinsipnya kita dapat memprediksi kejadian tersebut. Yang menjadi konsentrasi utama dalam determinisme adalah dalam menilai implikasinya untuk kehendak bebas. Namun, pada bidang fisika kuantum pada dasarnya suatu kejadian tidak pasti penyebabnya, namun pandangan bahwa tindakan kita tergantung pada indeterminasi keadaan kuantum hampir tidak memberikan rasa tanggung jawab kita sendiri terhadap kejadian yang terjadi tersebut.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  5. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Determinisme merupakan aliran atau paham pemikiran yang menolak adanya kebebasan dalam diri manusia, determinisme mengajarkan bahwa segala sesuatunya sudah ditentukan oleh berbagai faktor dan kondisi tertentu. Determinisme dibedakan menjadi beberapa aliran seperti determinisme biologis, determinisme psikologis, determinisme teologis dan determinisme sosiologis.

    ReplyDelete
  6. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Determinisme adalah gagasan filosofis bahwa setiap peristiwa atau keadaan, termasuk setiap keputusan dan tindakan manusia, adalah konsekuensi yang tak terelakkan dari kondisi/keadaan yang terdahulu. begitu yang saya dari dari apa yang tertulis didalam link http://www.informationphilosopher.com/freedom/determinism.html. kemudian untuk memperkuat pemahaman tentang Determinisme, saya mencari arti katanya didalam KBBI disana dituliskan determinisme /de·ter·min·is·me/ /détérminisme/ n paham yang menganggap setiap kejadian atau tindakan, baik yang menyangkut jasmani maupun rohani, merupakan konsekuensi kejadian sebelumnya dan ada di luar kemauan.

    ReplyDelete
  7. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Determinisme adalah kepercayaan akan sebab-akibat. Segala sesuatu yang terjadi adalah satu-satunya hal yang mungkin terjadi. Bagi seorang determinist, tidak ada yang tidak mungkin terjadi. Segala sesuatu yang terjadi adalah satu-satunya hal yang mungkin terjadi pada saat itu dalam ruang dan waktu, mengingat penyebabnya. Jika kita kembalikan kepada prinsip kausal, maka memprediksi masa depan dapat dilakukan dengan memiliki cukup infofmasi tentang masa kini.

    ReplyDelete
  8. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Sebelum sampai pada postingan ini, beberapa kali saya membaca postingan lain yang membahas tentang determinisme. Pernah saya membaca jika determinisme berasal dari kata "to determine" yang maknanya adalah memberikan sifat atau menjatuhkan sifat. Pernah juga saya membaca jika seorang determinis bisa jadi menjadi orang yang paling berbahaya di dunia, karena telah berlaku agak "sewenang-wenang" dengan menentukan sifat orang yang lainnya. Kedua penegtahuan ini, sedikit banyak menjadi bekal dan penuntun langkah saya dalam membaca beberapa link di atas.
    Berdasarkan beberapa sumber ilmu di atas, saya memahami bahwa determinisme merupakan kepercayaan atau satu aliran filosofis yang mempercayai bahwa semua peristiwa terjadi sebagai akibat dari adanya beberapa keharusan dan karenanya tak terelakkan. Terdapat suatu pola hubungan sebab akibat. Ada pihak yang menjadi penentu, maka ada pula pihak yang menjadi seseorang yang menjalankan ketentuan yang dijatuhkan. Setelah membaca beberapa sumber bacaan di atas, maka refleksi saya, sedapat mungkin janganlah kita menjadi seorang yang determinis. Akan tetapi, di dunia ini tidak ada yang mutlak "nol", maka saya memiliki keyakinan bahwa tidak ada orang yang benar-benar tidak determinis.

    ReplyDelete
  9. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. Terima kasih atas link yang bapak sajikan. setelah membaca beberapa pembahasan dalam link yang bapak sajikan, saya dapat menyimpulkan bahwa determinisme adalah suatu paham atau pemikiran yang menyatakan bahwa suatu peristiwa di masa sekarang adalah konsekuensi dari peristiwa di masa lalu dan akan menjadi sebab pada peristiwa di masa yang akan datang. Paham ini menekankan bahwa alur waktu adalah suautu kontinuitas yang tidak bisa dipisahkan. Misalnya: kebesaran Islam tidak mungkin kita raih tanpa perjuangan Rasulullah Muhammad SAW. Pada masa silam. Tidak mungkin kemerdekaan dapat kita rasakan tanpa perjangan para pahlawan yang telah mendahului kita.

    ReplyDelete
  10. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177092510005

    Assalamualaikum prof,
    Determinisme merupakan suatu pandangan yang menyatakan bahwa semua kejadian saat ini dan masa depan secara kausal disebabkan oleh peristiwa masa lalu yang dikombinasikan dengan hukum alam. Oleh karenanya, menurut pemikiran ini, keadaan hidup dan perilaku manusia ditentukan oleh faktor-faktor fisik geografis, biologis, psikologis, sosiologis, ekonomis dan keagamaan yang ada. Determinisme juga berpegangan bahwa perilaku etis manusia ditentukan oleh lingkungan, adat istiadat, tradisi, norma dan nilai etis masyarakat, manusia tidak dapat menentukan hidupnya sendiri.

    ReplyDelete
  11. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Determinisme dapat dimaknai sebagai pembatasan. Apabila diaplikasikan dalam kehidupan maka dapat dipahami bahwa segala sesuatu di dunia ini terdapat batas-batas. Contoh yang paling sederhana adalah batas negara. Batas tersebut berguna untuk menentukan hal yang boleh dilakukan dan hal yang tidak boleh dilakukan. Seseorang tidak boleh sembarangan untuk melampuai perbatasan, seperti batas negara, maka setiap negara lain yang ingin melewati batas maka dia memiliki kewajiban untuk melapor terlebi dahulu dan terdapat syarat-syarat yang harus dipenuhi. Masih banyk contoh lain dalam perbatasan, seperti kelakuan dan sifat manusia yang terbatas dari berbagai macam faktor.

    ReplyDelete