Dec 1, 2012

UTILITARIANISM

Ass Wr Wb

Jika ingin membaca lebih lanjut tentang UTILITARIANISM, silahkan konek ke:










Wss Wr Wb

Marsigit





7 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory). Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham dan muridnya, John Stuart Mill. Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak.

    ReplyDelete
  2. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Utilitarianism is an effort to provide an answer to the practical question “What ought a man to do?” Its answer is that he ought to act so as to produce the best consequences possible. Yaitu apa yang harus dilakukan? Bertindak sehingga menghasilkan dengan kemungkinan konsekuensi yang baik. Maka paham Utilitarianisme merupakan Teori Kebahagiaan Terbesar yang mengajarkan tiap manusia untuk meraih kebahagiaan (kenikmatan) terbesar untuk orang terbanyak. Karena, kenikmatan adalah satu-satunya kebaikan intrinsik, dan penderitaan adalah satu-satunya kejahatan intrinsik.
    https://www.utilitarianism.com/utilitarianism.html

    ReplyDelete
  3. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Utilitarianisme berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan. Utilitarianisme adalah suatu paham etis yang berpendapat bahwa baik buruknya perbuatan atau tindakan manusia bergantung dari segi berguna, bermanfaat dan menguntungkan atau tidak perbuatan tersebut. Menurut kaum utilitarianisme, tujuan perbuatan sekurang-kurangnya menghindari atau mengurangi kerugian yang diakibatkan oleh perbuatan yang dilakukan, baik bagi diri sendiri ataupun orang lain.dengan demikian perbuatan yang dilakukan haruslah mengarah pada sesuatu yang bermanfaat sehingga kebahagiaan dalam hidup dapat dicapai.

    ReplyDelete
  4. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Utilitarianism is an effort to provide an answer to the practical question “What ought a man to do?” Its answer is that he ought to act so as to produce the best consequences possible.
    In the notion of consequences the Utilitarian includes all of the good and bad produced by the act, whether arising after the act has been performed or during its performance. If the difference in the consequences of alternative acts is not great, some Utilitarians do not regard the choice between them as a moral issue. According to Mill, acts should be classified as morally right or wrong only if the consequences are of such significance that a person would wish to see the agent compelled, not merely persuaded and exhorted, to act in the preferred manner.

    References:
    https://www.utilitarianism.com/utilitarianism.html

    ReplyDelete
  5. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    Pendidikan Matematika A 2014

    Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
    John Stuart Mill

    Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan. "Utilitarianisme" berasal dari kata Latin utilis, yang berarti berguna, bermanfaat, berfaedah, atau menguntungkan.[1] Istilah ini juga sering disebut sebagai teori kebahagiaan terbesar (the greatest happiness theory).[2] Utilitarianisme sebagai teori sistematis pertama kali dipaparkan oleh Jeremy Bentham[3] dan muridnya, John Stuart Mill.[2][4] Utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan.[1][5] Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tak bermanfaat, tak berfaedah, dan merugikan.[1] Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak. Dari prinsip ini, tersusunlah teori tujuan perbuatan.[1]

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Utilitarianisme adalah suatu teori dari segi etika normatif yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah yang memaksimalkan penggunaan (utility), biasanya didefinisikan sebagai memaksimalkan kebahagiaan dan mengurangi penderitaan.Mangunhardjo mengungkapkan secara terminology utilitarianisme merupakan suatu paham etis yang berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, berfaedah, dan menguntungkan. Sebaliknya yang jahat atau buruk adalah yang tidak bermanfaat, tidak berfaedah, dan merugikan. Karena itu, baik buruknya perilaku dan perbuatan ditetapkan dari segi berguna, berfaedah, dan menguntungkan atau tidak. Jhon Stuart Mill mengatakan sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmat bahwa utilitarianisme adalah aliran yang menerima kegunaan atau prinsip kebahagiaan terbesar sebagai landasan moral, berpendapat bahwa tindakan benar sebanding dengan apakah tindakan itu meningkatkan kebahagian, dan salah selama tindakan itu menghasilkan lawan kebahagiaan. Sedangkan kebahagiaan adalah kesenangan dan hilangnya derita; yang dimaksud dengan ketidak bahagiaan adalah derita dan hilangya kesenangan.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Utilitarianism adalah teori dari segi etika normative yang menyatakan bahwa suatu tindakan yang patut adalah memaksimalkan penggunaan (utility) yang berasal dari bahasa latin yang artinya berguna, bermanfaat, berfaedah atau menguntungkan. Utilitarianism berpendapat bahwa yang baik adalah yang berguna, bermanfaat, berfaedah dan menguntungkan. Sebaliknya, yang jahat atau buruk adalah yang tidak berguna, tidak bermanfaat, tidak berfaedah dan merugikan. Oleh karena itu, baik atau buruknya perilaku dan perbuatan ditentukan dari segi berguna, bermanfaat, berfaedah dan menguntungkan atau tidak.

    ReplyDelete