Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

33 comments:

  1. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Yang saya dapat pahami berdasarkan bacaan,positivisme suatu pengetahuan yang berusaha menekankan bahwa hanya pernyataan yang dapat ditelusuri melalui pengamatan yang empiris.Saya menilai bahwa positivisme membatasi ruang geraknya terhdap suatu yang tak teramati.Berati kaalu dilihat ada keberpihakannya terhadap ilmu sains seperti biologi dan fisika.Lebih tepatnya bahwa positivisme adalah ilmu alam

    ReplyDelete
  2. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Positivisme merupakan pandangan yang sejalan dengan empirisme, menempatkan penghayatan yang penting serta mendalam yang bertujuan untuk memperoleh suatu kebenaran pengetahuan yang nyata, karena harus didasarkan kepada hal-hal pengalaman-pengalaman yang hanya bersifat objektif saja. Salam positivism dinyatakan bahwa ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik karena tidak mengenal adanya spekulasi.

    ReplyDelete
  3. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Paham positivisme ini diperkenalkan oleh Aguste Comte. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. Misalnya, hal panas. Positivisme mengatakan bahwa air mendidih adalah 100 derajat celcius, besi mendidih 1000 derajat celcius, dan yang lainnya misalnya tentang ukuran meter, ton, dan seterusnya. Ukuran – ukuran tadi adalah operasional, kuantitatif, tidak memungkinkan perbedaan pendapat.
    Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu – satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal.

    ReplyDelete
  4. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Positivisme sebagai salah satu aliran filsafat membatasi pikiran pada semua hal yang dapat dibuktikan melalui pengamatan atau analissi definisi dan relasi antara istilah-istilah. Aliran ini memiliki pandangan bahwa ilmu pengetahuan merupakan satu-satunya sumber pengetahuan yang benar, oleh karena itu aliran ini menolak adanya metafisika dan segala spekulasi. Menurut referensi lain bahwa biasanya penganut aliran ini memiliki minat yang kuat terhadap sains dan memiliki sikap skeptis terhadap ilmu agaman dan hal-hal yang berbau matafisika. Terima Kasih

    ReplyDelete
  5. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017


    Positivisme diperkenalkan oleh Auguste Comte (1798-1857) yang tertuang dalam karya utama Auguste Comte adalah Cours de philosophic positive, yaitu kursus tentang filsafat positif (1830-1842) yang dirbitkan dalam enam jilid. Selain itu dia juga mempunyai sebuah karya yaitu Discour L’esprit Positive (1844) yang artinya pembicaraan tentang jiwa positif. Inti ajaran comte adalah bahwa, terdapat kepastian adanya hukum-hukum perkembangan yang menguasai roh manusia dan segala gejala hidup bersama, dan itulah secara mutlak

    ReplyDelete
  6. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas yang dapat saya pahami adalah bahwa positivisme yang merupakan pola pikir bahwa semua teori harus memiliki bukti secara keilmuan dengan mengesampingkan metafisika dan bahkan ilmu agama. Paham positivism mengarahkan pada sebuah perkembangan sains yang dapat digeneralkan kebenarannya. Pola pikir positivisme harus dibatasi pada bidang keilmuan tertentu saja, karena banyak hal yang tidak dapat semata-mata dibuktikan dengan alur fikir positivisme.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Aguste Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Maka bagi pengikut positivism, hanya ada sedikit perbeaan antara ilmu sosial dan ilmu alam. Sehingga semua hal harus berdasarkan sains, termasuk ilmu sosial.

    ReplyDelete
  9. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Positivisme adalah sebuah paham yang mengakui kejadian/peristiwa yang benar benar terjadi sesuai dengan kenyataan/realita. Pada positivisme ini, kejadian yang terjadi akan mempengaruhi atau menjadi hal yang penting dalam paham ini.

    ReplyDelete
  10. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dalam bahasa filsafat positivisme diterjemahkan sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi atau yang dialami sebagai suatu realita. Positivisme sangat berkaitan erat dengan naturalisme. Auguste Comte mengatakan bahwa positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  11. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Positivisme ini mulai bergulir sejak abad-19, ini berarti sesudah berkembangnya filsafat teologi dan metafisika. Kendati demikian, kehadiran filsafat positivisme tak serta-merta menghapus atau menafikan aliran-aliran filsafat terdahulu. Positivism bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian).

    ReplyDelete
  12. Junianto
    PM C

    Paham ini pertama kali dikemukakan oleh Auguste Comte. Paham ini mengatakan bahwa ilmu alam merupakan satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktivitas yang berkenaan dengan metafisik dan spekulasi. Paham ini menganggap bahwa bukti empiris yang bersumber dari alam merupakan sesuatu yang harus ada sebagai bukti kebenaran suatu ilmu. Tidak perlu lagi ada spekulasi yang dilakukan tanpa bukti empiris karena dianggap hanya sebagai argumen manusia saja.

    ReplyDelete
  13. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, ilmu ghaib, dan tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte dalam karyanya yang berjudul The Course of Positive Philosophy. Comte berpendapat bahwa positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Menurut positivisme, objek ilmu pengetahuan maupun pernyataan-pernyataan ilmu pengetahuan (Scientific Proporsition) haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: dapat di/ter-amati (observable), dapat di/ter-ulang (repeatable), dapat di/ter-ukur (measurable), dapat di/ter-uji (testable), dan dapat di/ter-ramalkan (predictable).

    ReplyDelete
  14. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Awal munculnya aliran positivism ini didasarkan pada kepercayaan terhadap hukum-hukum alam sebagai kendali terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu, dari dasar pemikiran ini kepercayaan terhadap takhayul, ketakutan, kebodohan, dan paksaan, dan konflik sosial dihilangkan dari masyarakat. Pandangan inilah yang menjadi awal kelahiran aliran positivism. Positivsm ini dapat pula dipandang sebagai suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya berasal dari hal-hal yang nyata atau terjadi di lingkungan sekitar kita.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  15. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Positivisme adalah paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws).

    ReplyDelete
  16. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Positivisme adalah sebuah gerakan dalam filsafat Barat yang tesis utamanya adalah verifikasi, teori pengetahuan yang menegaskan bahwa hanya pernyataan yang dapat diverifikasi melalui pengamatan empiris yang bermakna secara kognitif. Positivisme didirikan oleh Auguste Comte, yang memperkenalkan istilah "positivisme".

    ReplyDelete
  17. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa positivisme logis adalah pergerakan yang bersama dengan empirisme logis membentuk neopositivisme dalam filsafat Barat yang tesis utamanya adalah verifikasionisme, teori pengetahuan yang menyatakan bahwa hanya pernyataan yang terverifikasi lewat observasi empiris yang berarti secara kognitif.

    ReplyDelete
  18. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Positivism adalah paham filsafat yang memandang ilmu alam sebagai sumber pengetahuan. Yang memandang dunia berdasarkan pembuktian ilmiah. Karena jika hanya dalam pemikiran saja tanpa dibuktikan kebenarannya melalui penelitian ilmiah, maka tidak dipercaya kebenarannya. Paham yang semuanya didasarkan pada data empirisme, data rasional. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan fakta yang jelas seperti paham rasionalisme, baturalisme, empirisme.

    ReplyDelete
  19. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Positivisme awal mulanya dari pemikiran Auguste Comte. Menurutnya positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Menurut paham ini, sesuatu kebenaran itu berdasarkan atau bepangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Selain itu sepemahaman saya paham ini berbasis empirisme, sehingga semua pengetahuan tentang pengalaman-dengan sensorik logika matematika dan linguistik yang sifatnya ilmiah itulah yang digunakan sebagai bukti untuk membuktikan suatu kebenaran. Terimakasih

    ReplyDelete
  20. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Positivisme logis, yang pada dasarnya adalah doktrin Lingkaran Wina, mengalami sejumlah perubahan dan inovasi penting di pertengahan abad ke-3, yang menyarankan adanya kebutuhan akan sebuah nama baru. Posisi positivisme sangat terkait dengan tradisi instrumentalisme dan fenomenalisme Comte-Mach. Namun, penekanan bahwa tradisi ini menempatkan fakta positif pengamatan dan sikap negatif mereka terhadap teori atom dan keberadaan entitas teoretis pada umumnya tidak lagi sejalan dengan semangat sains modern. Meskipun demikian, persyaratan bahwa hipotesis dan teori dapat diuji secara empiris, meskipun menjadi lebih fleksibel dan toleran, tidak dapat dilepaskan. Maka wajar bila kata empirisme harus terjadi dengan nama baru apa pun. Dengan demikian, mempertahankan istilah logis dalam arti awal yang sama sebelumnya, nama baru "empirisme logis" diciptakan.

    ReplyDelete
  21. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Positivisme ialah suatu aliran filsafat yang menyatakan bahwa ilmu merupakan satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivisme dikenalkan oleh Auguste Comte. Auguste Comte bahkan mengatakan bahwa agama bukanlah sesuatu yang penting, ilmu pengetahuanlah yang di atas segalanya. Sebenarnya, ilmu pengetahuan memanglah penting, tetapi tidak akan ada ilmu pengetahuan tanpa seizin Tuhan YME. Sehingga, sehebat apapun ilmu pengetahuan, kita tidak boleh meminggirkan agama.

    ReplyDelete
  22. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Paham yang dicetuskan oleh Auguste Comte ini cukup sering hadir dalam blog ini. Positivisme adalah suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data empiris dalam kajian filsafat. Jadi, dalam paham ini semuanya harus konkret, apabila tidak, mereka tidak akan mau menerima pembenarannya mungkin ini jugalah alasan mengapa Comte meletakkan agama pada tingkatan terbawah dalam pemikirannya karena menurutnya hal-hal seperti itu tidak konkret.

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Positivisme adalah paham untuk mengesampingkan agama dalam upaya membangun dunia. Paham ini sangat terkenal dikemukakan oleh Augus Compte dengan tulisannya bewrjudul Fenomea Bendungan Compte. Inti dari paham ini bahwa agama itu perlu ada tetapi bukan merupakan kebutuhan utama dalam membangun dunia. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan landasan Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila meletakkan ketuhanan yang maha Esa di sila pertama, yang artinya bahwa tuhan yang Esa atau agama itu berada di posisi pertama yang diperlukan oleh bangsa kita dalam membangun dunia.
    Sayangnya, di zaman modern ini rakyat Indonesia mulai melupakan ideologi Pancasilanya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup modern dan sifat hedonism. Sehingga melupakan ibadah karena mengejar kesenangan dunia. Padahal tanpa landasan agama, pembangunan dunia yang dimaksud akan menjadi kacau. Tidak ada budi pekerti, moral, dan etika, yang ada hanyalah bagaimana cara membangun diri sendiri demi menjadi yang tertinggi. Dengan cara mengeksploitasi bumi kita sehingga memberikan dampak buruk bagi ekosistem. Oleh karena itu betapa pentingnya agama dalam membangun dunia.

    ReplyDelete
  25. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Positivisme asal katanya bahasa inggris (positivism) yang berarti meletakkan, dari buku filsafat Ilmu yang ditulis oleh Dr. Biyanto, M. Ag mengatakan bahwa yang pertama kali mengenalkan istilah positivisme pertama kali ini adalah Saint Simon (1760-1825), namun yang bila membicarakan positivisme yang kita ingat adalah August Compte (1798-1857), sebab dalam hal ini ia lebih berjasa dalam mempopulerkan istilah positivisme. Positivisme dimaknai secara filsafati sebagai aliran yang menekankan aspek faktual pengetahuan, khususnya pengetahuan ilmiah. Selain itu, positivisme juga diartikan sebagai aliran yang menyatakan bahwa ilmu-ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak nilai kognitif dari studi filosofis atau metafisik.

    ReplyDelete
  26. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme. Tokoh aliran ini adalah August Comte (1798-1857). Pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri. Ia hanya menyempurnakan empirisme dan rasionalisme. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme.

    ReplyDelete
  27. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Positivism berasal dari kata positif yang diartikan sebagai apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan fakta tersebut.

    ReplyDelete
  28. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Istilah positivisme dikenalkan Aguste Comte dari kata positif yang artinya factual. Menurut positivisme pengetahuan kita tidak boleh melebihi fakta-fakta. Fakta adalah satu-satunya unsur yang dianggap membangun pengetahuan. Aliran ini juga dikembangkan atau dimasukkan dalam agama dan bahkan digunakan untuk menggeser agama.

    ReplyDelete
  29. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  30. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Positif merupakan kata asal dari positivisme. Positif memiliki makna secara faktual bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah berdasarkan fakta yang ada. Paham ini menganggap suatu pengetahuan itu didasarkan pada fakta-fakta yang besar. Jika hal tersebut melebihi fakta-fakta yang benar, maka hal tersebut bukan merupakan suatu pengetahuan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  31. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Upaya penelitian, dalam hal ini adalah untuk mengungkapkan kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Menurut Emile Durkheim (1982:59) bahwa objek studi sosiologi adalah fakta sosial (social-fact): Fakta sosial yang dimaksud meliputi: bahasa, sistem hukum, sistem politik, pendidikan, dan lain-lain. Sekalipun fakta sosial berasal dari luar kesadaran individu, tetapi dalam penelitian positivisme, informasi kebenaran itu ditanyakan oleh penelitian kepada individu yang dijadikan responden penelitian. Untuk mencapai kebenaran ini, maka seorang pencari kebenaran (penelitian) harus menanyakan langsung kepada objek yang diteliti, dan objek dapat memberikan jawaban langsung kepada penelitian yang bersangkutan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Paham positivisme menganggap bahwa segala sesuuatu harus memiliki bukti empiris agar dianggap sebagai suatu kebenaran. Maka dari itu, menerut para positisif sebenar-benar ilmu adalah ilmu pengetahuan alam yang didukung dengan bukti empiris yang nyata. Diluar dari itu atau yang tidak didukung bukti empiris, tidak bisa disebut sebagai sebuah kebenaran. Oleh sebab itu paham ini menolak pengetahuan yang bersifat spekulasi.
    Paham ini sejalan dengan pemikiran paham saintisme yang sama-sama mengedepankan metode ilmiah dalam menguji kebenaran suatu hal. Paham ini memiliki peran besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan sehingga keberadaanya merupakan suatu hal yang penting.

    ReplyDelete