Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

72 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham ini meyakini bahwa tidak ada perbedaan antara ilmu alam dan ilmu sosial, sehingga antara ilmu alam dan ilmu sosial bisa berjalan berdampingan dalam kehidupan ini. Berjalan dengan aturan-aturan yang ada sehingga dalam kehidupan pun dapat berjalan baik.

    ReplyDelete
  2. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Salah satu pandangan filsafat adalah Positivisme, positivisme sendiri merupakan suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data empiris dalam kajian filsafat, sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Tujuan utama yang ingin dicapai oleh positivisme adalah membebaskan ilmu dari kekangan filsafat (metafisika). Menurut Ernst, ilmu hendaknya dijauhkan dari tafisran-tafsiran metafisis yang merusak obyektifitas

    ReplyDelete
  3. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dengan menjauhkan tafsiran-tafisran metafisis dari ilmu, para ilmuwan hanya akan menjadikan fakta yang dapat ditangkap dengan indera untuk menghukumi segala sesuatu. Hal ini sangat erat kaitannya dengan tugas filsafat. Menurut positivisme, tugas filsafat bukanlah menafsirkan segala sesuatu yang ada di alam. Tugas filsafat adalah memberi penjelasan logis terhadap pemikiran. Oleh karena itu filsafat bukanlah teori.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Positivisme berpendirian bahwa kepercayaan yang dogmatis harus digantikan dengan pengetahuan faktawi. Apapun yang berada diluar dunia pengalaman tidak perlu diperhatikan. Manusia harus menaruh perhatian pada dunia ini. Filsafat positivisme berpandangan bahwa semua fenomena tunduk terhada hukum alam yang sama. Urusan kita adalah mengupayakan suatu penemuan akurat atas hukum-hukum itu.


    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Positivisme (disebut juga sebagai empirisme logis, empirisme rasional, dan juga neo-positivisme) adalah sebuah filsafat yang berasal dari Lingkaran Wina pada tahun 1920-an. Positivisme Logis berpendapat bahwa filsafat harus mengikuti rigoritas yang sama dengan sains. Filsafat harus dapat memberikan kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar, salah atau tidak memiliki arti sama sekali.

    ReplyDelete
  6. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Secara umum, para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme , naturalisme, filsafat dan empirisme.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Positivism is a philosophical theory stating that certain ("positive") knowledge is based on natural phenomena and their properties and relations. Thus, information derived from sensory experience, interpreted through reason and logic, forms the exclusive source of all certain knowledge. Positivism holds that valid knowledge (certitude or truth) is found only in this a posteriori knowledge.
    Verified data (positive facts) received from the senses are known as empirical evidence; thus positivism is based on empiricism.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Positivism

    ReplyDelete
  8. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Positivisme merupakan suatu peristiwa yang dialami sebagai suatu realita. Positivisme, dalam filsafat Barat, umumnya, sistem apa pun yang membatasi dirinya pada data pengalaman dan mengecualikan spekulasi apriori atau metafisik. Lebih sempit lagi, istilah tersebut menunjuk pemikiran filsuf Prancis Auguste Comte (1798-1857). Sebagai ideologi dan gerakan filosofis, positivisme pertama-tama mengasumsikan ciri khasnya dalam karya Comte, yang juga menamai dan mensistematisasikan sosiologi. Kemudian dikembangkan melalui beberapa tahap yang dikenal dengan berbagai nama, seperti empiriokritisme, positivisme logis, dan empirisisme logis, yang akhirnya bergabung, pada pertengahan abad ke-20, ke dalam tradisi yang sudah ada yang dikenal sebagai filsafat analitik.

    ReplyDelete
  9. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Istilah positivisme pertama kali digunakan oleh Saint Simon (sekitar tahun 1825 M), jikalau kita melihat lebih lanjut, maka dapat kita katakan bahwa positivisme merupakan kelanjutan dari empirisme. Prinsip filosofik tentang positivisme pertama kali dikembangkan oleh seorang empiris Inggris yang bernama Francis Bacon (sekitar tahun 1600 M). Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Secara umum, para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme, naturalisme, filsafat dan empirisme.

    ReplyDelete
  11. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme tidak mengenal adanya spekulasi, semua harus didasarkan pada data empiris. Positivisme dianggap bisa memberikan sebuah kunci pencapaian hidup manusia dan ia dikatakan merupakan satu-satunya formasi sosial yang benar-benar bisa dipercaya kehandalan dan dan akurasinya dalam kehidupan dan keberadaan masyarakat.

    ReplyDelete
  12. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Menurut positivisme, tugas filsafat bukanlah menafsirkan segala sesuatu yang ada di alam. Tugas filsafat adalah memberi penjelasan logis terhadap pemikiran. Oleh karena itu filsafat bukanlah teori. Filsafat adalah aktifitas. Filsafat tidak menghasilkan proposisi-proposisi filosofis, tetapi yang dihasilkan oleh filsafat adalah penjelasan terhadap proposisi- proposisi. Alasan yang digunakan oleh positivisme dalam membatasi tugas filsafat di atas adalah karena filsafat bukanlah ilmu. Kata filsafat hendaklah diartikan sebagai sesuatu yang lebih tinggi atau lebih rendah dari ilmu-ilmu eksakta. Penjelasan dari hal ini adalah bahwa tugas utama dari ilmu adalah memberi tafsiran terhadap materi yang menjadi obyek ilmu tersebut. Tugas dari ilmu-ilmu eksakta adalah memberi tafsiran terhadap segala sesuatu yang terjadi di alam dan sebab-sebab terjadinya.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari sumber di atas dapat kita ketahui bahwa positivisme untuk pertama kali diperkenalkan oleh Auguste Comte. Pmeikiran ini muncul akibat dari ketidakpuasan Comte terhadap pandangan filsuf terdahulu yang hanya berisi teori dan tidak dapat digunakan untuk membangun dunia. Positivisme menyatakan bahwa satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah, dan bahwa pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif dari teori-teori melalui ketat ilmiah metode. Positivisme juga digambarkan sebagai "pandangan bahwa semua pengetahuan yang benar adalah ilmiah," dan bahwa segala sesuatu yang pada akhirnya terukur.

    ReplyDelete
  14. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Menurut pandangan positivism suatu kebenaran dapat dibuktikan dengan kejadian yang benar-benar terjadi, bukan khayalan. Karena dalam wikipedia yang diberikan dijelaskan bahwa logika positivism itu didasari oleh observasi secara empirik. Sehingga kaun positivisme mempercayai suatu hal jika ia telah mengalami dan melihat sendiri atau mengamati sendiri kejadian tersebut. Pengalaman yang dimiliki sangat mempengaruhi kaum yang memiliki pandangan positivism.

    ReplyDelete
  15. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pada abad ke-19 Auguste comte berpendapat bahwapositivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. Artinya, filsafat pun harus meneladani contoh tersebut. Menanyakan “hakikat” benda-benda atau “penyebab yang sebenarnya” bagi positivism tidaklah mempunyai arti apa-apa. Ilmu pengetahuan termasuk filsafat, hanya menyelidiki fakta-fakta dan hubungannya yang terdapat diantara fakta-fakta. Tugas khusus filsafat adalah mengkoordinasikan ilmu-ilmu pengetahuan yang aneka ragam. Positivism tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah

    ReplyDelete
  16. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang menyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat karenanya spekulasi metafisis dihindari.

    ReplyDelete
  17. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari portal link ini saya mendapatkan kata aliran baru pada filsafat yaitu positivism. sejenak melihat namanya saja, saya dapat menebak bahwa aliran ini pasti baik. Setelah saya menelusuri link tersebut dapat saya katakan bahwa aliran positivism merupakan aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Jadi pada dasarnya positivism sama dengan empirisme ditambah rasionalisme.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Auguste Comte pada tahun1857 memperkenalkan istilah "positivisme”. Sebuah tren dalam filsafat borjuis yang menyatakan alam (empiris) ilmu menjadi satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak nilai kognitif studi filsafat. Positivisme muncul dalam menanggapi ketidakmampuan filsafat spekulatif untuk memecahkan masalah filosofis yang timbul sebagai akibat dari perkembangan ilmiah. Istilah positivism juga dikenal dengan saintifik.

    ReplyDelete
  19. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Positivisme merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu-ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak spekuliasi dari suatu filosofis atau metafisik. Aliran positivisme ini lahir berusaha menyempurnakan aliran empirisme dan rasionalisme, dengan cara memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Adapun tokoh terkenal yang menganut aliran positivisme adalah Auguste Comte (1798-1857).

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Suatau pandangan bahwa semuanaya itu adalah baik, selalau positif thinking.. Positivisme logis dan empirisme logis, yang bersama-sama membentuk neopositivisme, adalah sebuah gerakan dalam filsafat Barat yang tesis utamanya adalah verifikasi, teori pengetahuan yang menegaskan bahwa hanya pernyataan yang dapat diverifikasi melalui pengamatan empiris yang secara kognitif bermakna. Gerakan ini berkembang pada tahun 1920 dan 1930an di beberapa pusat Eropa.
    Upaya untuk mengubah filsafat menjadi "filsafat ilmiah" baru ini, yang dibagikan dengan contoh-contoh terbaik ilmu empiris, seperti teori relativitas umum Einstein, berusaha mencegah kebingungan yang berakar pada bahasa yang tidak jelas dan klaim yang tidak dapat diverifikasi.
    Dan juga positivism karena melarang pembicaraan tidak teramati, seperti entitas mikroskopis atau gagasan seperti kausalitas dan prinsip umum, tapi itu berlebihan. Sebaliknya, kebanyakan neopositivis memandang pembicaraan tidak dapat diamati sebagai metaforis atau elips: pengamatan langsung yang diungkapkan secara abstrak atau tidak langsung. Jadi istilah teoritis akan mengumpulkan makna dari istilah pengamatan melalui peraturan korespondensi, dan dengan demikian undang-undang teoretis akan dikurangi menjadi undang-undang empiris. Melalui logika Bertrand Russell, mengurangi matematika ke logika, rumus matematika 'fisika akan diubah menjadi logika simbolis

    ReplyDelete
  21. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Positivism merupakan salah satu aliran filsafat yang menyatakanbahwa ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Aliran tersebut berasal dari pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19 yang menganggap bahwa suatu hal dinilai benar jika dapat dibuktikan secara empiris. Namun kita ketahui bahwa pikiran kita tidak akan menerima semua itu. Terdapat hal-hal yang memang tidak dapat dibuktikan secara empiris. Mengapa demikian? Karena kita merupakan orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Jika kita memaksakan ilmu-ilmu Tuhan harus dibuktikan secara empiris, maka kita tidak akan mampu memaknai ilmu-ilmu Tuhan secara menyeluruh, baru secara parsial. Padahal, hendaknya kita mempelajari sesuatu itu secara menyeluruh, jangan setengah-setengah.

    ReplyDelete
  22. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Positivisme adalah keyakinan bahwa pengetahuan dapat terorganisir secara jelas dan berlaku umum. Sebuah positivis percaya terdapat "satu cara terbaik" untuk melakukan suatu hal dan menjawab pertanyaan dalam ilmu pengetahuan atau politik. Sehingga positivisme merupakan ajaran bahwa hanya fakta atau hal yang dapat ditinjau dan diuji melandasi pengetahuan sah. Para penganut paham ini meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas.

    ReplyDelete
  23. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Positivisme pada intinya adalah secara empiris membawa konsekuensi logis yang mengenai pengetahuan apa pun adalah pengetahuan empiris dalam satu bentuk atau bentuk, tidak ada spekulasi yang bisa menjadi pengetahuan. Positivisme tidak luput dari kebanyakan filosofi tradisional, karena proposisi positivisme (penolakan spekulasi, fenomenalisme, dll) ternyata tidak dapat diverifikasi oleh pengalaman dan metafisik. Positivisme logis dan empirisisme logis, yang bersama-sama membentuk neopositivisme, merupakan teori pengetahuan yang menegaskan bahwa hanya pernyataan yang dapat diverifikasi melalui pengamatan empiris yang bermakna secara kognitif. Artinya, pengalaman empiris disini sangat menentukan kebermaknaan pengetahuan.

    ReplyDelete
  24. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    positivisme berasal dari kata positif, dalam hal ini bahwa filsafat berasal dari fakt fakta yang ada sehingga sesuai dengan apa yang terjadi.

    ReplyDelete
  25. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Paham positivisme dipelopori oleh Auguste Comte. Ditinjau dari sejarah filsafat, filsafat positivisme merupakan filsafat modern. Filsafat ini muncul sebagai wujud protes terhadap doktrin yang tanpa dilandasi observasi. Positivime adalah positif. Positif adalah segala yang tampak seperti apa adanya, sebatas pengalaman-pengalaman objektif. Paham filsafat positivisme menganjurkan bahwa pengetahuan haruslah positif. Pengetahuan yang positif adalah pengetahuan yang objektif serta bebas dari nilai prasangka dan subjektivitas. Filsafat positivisme menjunjung tinggi objektivitas dan mengganggapnya sebagai salah satu persyaratan dasar pengetahuan yang benar, kebenaran harus bersifat objektif dan universal


    ReplyDelete
  26. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Paradigma positivisme telah menjadi pegangan para ilmuwan untuk mengungkapkan kebenaran realitas. Kebenaran yang dianut positivisme dalam mencari kebenaran adalah teori korespondensi. Teori korespondensi menyebutkan bahwa suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut. Atau dengan kata lain, suatu pernyataan dianggap benar apabila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian (korespondensi) dengan obyek faktual yang ditunjuk oleh pernyataan tersebut.

    ReplyDelete
  27. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Positivisme menurut saya merupakan suatu hal yang telah terjadi dan sudah menjadi fakta dan menyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman. Atau bisa dikatakan positivisme dapat dibuktikan dari hal hal yang sudah terjadi.

    ReplyDelete
  28. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Positivism merupakan salah satu aliran filsafat yang dikenalkan oleh Auguste Comte. Positivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. Artinya, filsafat pun harus meneladani contoh tersebut. Dengan dasar ini aliran ini menolak cabang filsafat metafisika. Menanyakan “hakikat” benda-benda atau “penyebab yang sebenarnya” bagi positivism tidaklah mempunyai arti apa-apa. Ilmu pengetahuan termasuk filsafat, hanya menyelidiki fakta-fakta dan hubungannya yang terdapat diantara fakta-fakta. Tugas khusus filsafat adalah mengkoordinasikan ilmu-ilmu pengetahuan yang aneka ragam. Positivism tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah.

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Positivisme berkaitan erat dengan naturalisme yang berpedoman pada pengetahuan, para paham ini menyekini bahwa hampir tidak ada perbedaan ilmu sosial denan ilmu alam, sehingga masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga dengan alam yang ada aturannya. Untuk positivisme sendiri secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar- benar terjadi, yang dpat dialami sebagai suatu realita atau real terjadi. Pada paham ini bertentangan dengan paham yang ada didalam impian atau angan-angan, atau dapat dikatakan bahwa bertentangan dengan apa yang merupakan kontruksi atau kreasi kemampuan untuk berpikir dariakal manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa paham positivisme merupakan paham yang dalam pencapaian kebenarnya berseumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  30. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Dapat dikatakan apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan, atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Sehingga positivisme secara terminologis merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran.

    ReplyDelete
  31. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Berdasarkan sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Logical_positivism, aliran positivisme modern merupakan aliran dari Neo-positivisme pada abad ke-20. Positivism menganggap bahwa pengetahuan tentang kenyataan diberikan hanya dalam ranah pemikiran ilmiah konkret. Aliran ini ditemukan oleh Auguste Comte, yang memperkenalkan istilah "positivisme. Positivisme terbagi menjadi 3 bagian yaitu sosiologi, empirio-criticism, dan Positivism terakhir atau neo-positivism.

    ReplyDelete
  32. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, positivisme adalah filsafatnya Comte, yang meyakini bahwa bentuk pengetahuan tertinggi atau satu-satunya adalah deskripsi fenomena sensorik (yang tampak dan kongkrit). Comte berpendapat bahwa ada tiga tahap kepercayaan manusia: teologis, metafisik, dan akhirnya yang positif, yang disebut karena membatasi diri pada apa yang positif diberikan, menghindari semua spekulasi. Posisi pemikiran Comte berada pada versi empirisme tradisional, tanpa kecenderungan idealisme atau skeptisisme yang menarik perhatian. Dalam tulisannya sendiri, kepercayaan tersebut dikaitkan dengan optimisme tentang ruang lingkup sains dan manfaat sosiologi sains yang sesungguhnya. Pada abad ke-19, positivisme juga dikaitkan dengan teori evolusioner, dan perlakuan naturalistik terhadap urusan manusia secara sungguh-sungguh. Turunan dari positivisme ini mencakup filosofi Mach, dan positivisme logis.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  33. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Positivisme memandang bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah bersumber dari fakta empiris. Aliran positivisme memegang paham bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empirisnya yang terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme.Positivisme menganggap bahwa ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid, dan fakta-fakta sajalah yang dapat menjadi obyek pengetahuan.

    ReplyDelete
  34. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Berdasarkan apa yang saya pahami, positivisme memiliki tolok ukur kebenaran pada hal yang benar-benar terjadi. Nilai kebenaran paham ini pada hal-hal yang sifatnya riil dan telah terjadi. Oleh karena itu, sudah sangat jelas jika paham ini bertentangan dengan hal-hal yang sifatnya masih dalam angan-angan, impian, bayangan, dan hal lainnya yang belum pernah terbukti nyata.

    ReplyDelete
  35. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Positivisme pada dasarnya adalah empirisisme membawa konsekuensi logis yang ekstrem dalam beberapa hal: karena pengetahuan apapun adalah pengetahuan empiris dalam satu bentuk atau bentuk lain, tidak ada spekulasi yang bisa menjadi pengetahuan. begitu kira-kira yang tertulis dalam link https://www.marxists.org/reference/subject/philosophy/help/mach1.htm. sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia positivisme /po·si·tiv·is·me/ diartikan sebagai aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti.

    ReplyDelete
  36. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177092510005

    Assalamualaikum prof,
    Aliran positivism diperkenalkan oleh Auguste Compte. Sacara etimologi, positivisme berasal dari kata positif. Secara terminologis, positivisme merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat sehingga menghindari spekulasi metafisis. A. Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metafisik, dan ilmiah. Dalam tahap teologi, fenomena alam dan sosial dapat dijelaskan berdasarkan kekuatan spiritual. Pada tahap metafisik, manusia akan mencari penyebab akhir (ultimate cause) dari setiap fenomena yang terjadi. Dalam tahapan ilmiah usaha untuk menjelaskan fenomena akan ditinggalkan dan dilanjutkan dengan mencari korelasi antar fenomena berdasarkan eksperimen.

    ReplyDelete
  37. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    P. Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum Wr. Wb. terima kasih atas link yang bapak ssajikan. Dari beberapa referensi yang saya baca, sayadpat menyederhakan bahwa postivisme adalah salah-satu aliran dalam filsafat atau dalam ilmu sosial yang pertama kali diperkenalkan oleh filsuf yang bernama Aguste Comte. Kurang lebih, Comte menerapkan prinsip dalam ilmu alam ke dalam ilmu sosial. Bagi Comte, perkembangan masyarakat melalui tiga fase yaitu fase teologis, fase metafisis, dan fase ilmiah atau positivis.

    ReplyDelete
  38. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Positivisme dapat dimaknai sebagai paham yang menggunkan metode dalam penelitiannya untuk mengidentifikasi. Apabila saya kaitkan dalam pembelajarn matematika positivisme dapat saya analogikan bahwa ketika kita memperoleh berita atau informasi lebih baik dikonfirmasi terlebih dahulu kebenarannya dengan mencari sumber-sumber yang lebih valid. Karena apabila kita langsung mempercayai yang kita dengar bisa jadi berita itu merupakan hoax dan apabila kita sudah terlanjur mempercayainya dan berita tersebut tidak benar maka akan menimbulkan fitnah apalagi kita telah menyebarkan berita tersebut kepada orang lain. Tentu saja kita akan termakan oleh fitnah tersebut dan akan merugikan orang lain juga.

    ReplyDelete
  39. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Yang saya dapat pahami berdasarkan bacaan,positivisme suatu pengetahuan yang berusaha menekankan bahwa hanya pernyataan yang dapat ditelusuri melalui pengamatan yang empiris.Saya menilai bahwa positivisme membatasi ruang geraknya terhdap suatu yang tak teramati.Berati kaalu dilihat ada keberpihakannya terhadap ilmu sains seperti biologi dan fisika.Lebih tepatnya bahwa positivisme adalah ilmu alam

    ReplyDelete
  40. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Positivisme merupakan pandangan yang sejalan dengan empirisme, menempatkan penghayatan yang penting serta mendalam yang bertujuan untuk memperoleh suatu kebenaran pengetahuan yang nyata, karena harus didasarkan kepada hal-hal pengalaman-pengalaman yang hanya bersifat objektif saja. Salam positivism dinyatakan bahwa ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik karena tidak mengenal adanya spekulasi.

    ReplyDelete
  41. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Paham positivisme ini diperkenalkan oleh Aguste Comte. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. Misalnya, hal panas. Positivisme mengatakan bahwa air mendidih adalah 100 derajat celcius, besi mendidih 1000 derajat celcius, dan yang lainnya misalnya tentang ukuran meter, ton, dan seterusnya. Ukuran – ukuran tadi adalah operasional, kuantitatif, tidak memungkinkan perbedaan pendapat.
    Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang meyakini bahwa satu – satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal.

    ReplyDelete
  42. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Positivisme sebagai salah satu aliran filsafat membatasi pikiran pada semua hal yang dapat dibuktikan melalui pengamatan atau analissi definisi dan relasi antara istilah-istilah. Aliran ini memiliki pandangan bahwa ilmu pengetahuan merupakan satu-satunya sumber pengetahuan yang benar, oleh karena itu aliran ini menolak adanya metafisika dan segala spekulasi. Menurut referensi lain bahwa biasanya penganut aliran ini memiliki minat yang kuat terhadap sains dan memiliki sikap skeptis terhadap ilmu agaman dan hal-hal yang berbau matafisika. Terima Kasih

    ReplyDelete
  43. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017


    Positivisme diperkenalkan oleh Auguste Comte (1798-1857) yang tertuang dalam karya utama Auguste Comte adalah Cours de philosophic positive, yaitu kursus tentang filsafat positif (1830-1842) yang dirbitkan dalam enam jilid. Selain itu dia juga mempunyai sebuah karya yaitu Discour L’esprit Positive (1844) yang artinya pembicaraan tentang jiwa positif. Inti ajaran comte adalah bahwa, terdapat kepastian adanya hukum-hukum perkembangan yang menguasai roh manusia dan segala gejala hidup bersama, dan itulah secara mutlak

    ReplyDelete
  44. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu'alaikum. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam

    ReplyDelete
  45. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dari link yang diberikan diatas yang dapat saya pahami adalah bahwa positivisme yang merupakan pola pikir bahwa semua teori harus memiliki bukti secara keilmuan dengan mengesampingkan metafisika dan bahkan ilmu agama. Paham positivism mengarahkan pada sebuah perkembangan sains yang dapat digeneralkan kebenarannya. Pola pikir positivisme harus dibatasi pada bidang keilmuan tertentu saja, karena banyak hal yang tidak dapat semata-mata dibuktikan dengan alur fikir positivisme.

    ReplyDelete
  46. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Aguste Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Maka bagi pengikut positivism, hanya ada sedikit perbeaan antara ilmu sosial dan ilmu alam. Sehingga semua hal harus berdasarkan sains, termasuk ilmu sosial.

    ReplyDelete
  47. Widuri Asmaranti
    17709251035
    S2 Pend Matematika B 2017

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Positivisme adalah sebuah paham yang mengakui kejadian/peristiwa yang benar benar terjadi sesuai dengan kenyataan/realita. Pada positivisme ini, kejadian yang terjadi akan mempengaruhi atau menjadi hal yang penting dalam paham ini.

    ReplyDelete
  48. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Dalam bahasa filsafat positivisme diterjemahkan sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi atau yang dialami sebagai suatu realita. Positivisme sangat berkaitan erat dengan naturalisme. Auguste Comte mengatakan bahwa positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  49. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Positivisme ini mulai bergulir sejak abad-19, ini berarti sesudah berkembangnya filsafat teologi dan metafisika. Kendati demikian, kehadiran filsafat positivisme tak serta-merta menghapus atau menafikan aliran-aliran filsafat terdahulu. Positivism bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian).

    ReplyDelete
  50. Junianto
    PM C

    Paham ini pertama kali dikemukakan oleh Auguste Comte. Paham ini mengatakan bahwa ilmu alam merupakan satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktivitas yang berkenaan dengan metafisik dan spekulasi. Paham ini menganggap bahwa bukti empiris yang bersumber dari alam merupakan sesuatu yang harus ada sebagai bukti kebenaran suatu ilmu. Tidak perlu lagi ada spekulasi yang dilakukan tanpa bukti empiris karena dianggap hanya sebagai argumen manusia saja.

    ReplyDelete
  51. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, ilmu ghaib, dan tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte dalam karyanya yang berjudul The Course of Positive Philosophy. Comte berpendapat bahwa positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Menurut positivisme, objek ilmu pengetahuan maupun pernyataan-pernyataan ilmu pengetahuan (Scientific Proporsition) haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: dapat di/ter-amati (observable), dapat di/ter-ulang (repeatable), dapat di/ter-ukur (measurable), dapat di/ter-uji (testable), dan dapat di/ter-ramalkan (predictable).

    ReplyDelete
  52. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Awal munculnya aliran positivism ini didasarkan pada kepercayaan terhadap hukum-hukum alam sebagai kendali terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu, dari dasar pemikiran ini kepercayaan terhadap takhayul, ketakutan, kebodohan, dan paksaan, dan konflik sosial dihilangkan dari masyarakat. Pandangan inilah yang menjadi awal kelahiran aliran positivism. Positivsm ini dapat pula dipandang sebagai suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya berasal dari hal-hal yang nyata atau terjadi di lingkungan sekitar kita.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  53. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Positivisme adalah paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws).

    ReplyDelete
  54. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Positivisme adalah sebuah gerakan dalam filsafat Barat yang tesis utamanya adalah verifikasi, teori pengetahuan yang menegaskan bahwa hanya pernyataan yang dapat diverifikasi melalui pengamatan empiris yang bermakna secara kognitif. Positivisme didirikan oleh Auguste Comte, yang memperkenalkan istilah "positivisme".

    ReplyDelete
  55. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017
    Terima kasih atas postingannya, Prof. Berdasarkan referensi yang saya baca, dapat saya simpulkan bahwa positivisme logis adalah pergerakan yang bersama dengan empirisme logis membentuk neopositivisme dalam filsafat Barat yang tesis utamanya adalah verifikasionisme, teori pengetahuan yang menyatakan bahwa hanya pernyataan yang terverifikasi lewat observasi empiris yang berarti secara kognitif.

    ReplyDelete
  56. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Positivism adalah paham filsafat yang memandang ilmu alam sebagai sumber pengetahuan. Yang memandang dunia berdasarkan pembuktian ilmiah. Karena jika hanya dalam pemikiran saja tanpa dibuktikan kebenarannya melalui penelitian ilmiah, maka tidak dipercaya kebenarannya. Paham yang semuanya didasarkan pada data empirisme, data rasional. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan fakta yang jelas seperti paham rasionalisme, baturalisme, empirisme.

    ReplyDelete
  57. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Positivisme awal mulanya dari pemikiran Auguste Comte. Menurutnya positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Menurut paham ini, sesuatu kebenaran itu berdasarkan atau bepangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Selain itu sepemahaman saya paham ini berbasis empirisme, sehingga semua pengetahuan tentang pengalaman-dengan sensorik logika matematika dan linguistik yang sifatnya ilmiah itulah yang digunakan sebagai bukti untuk membuktikan suatu kebenaran. Terimakasih

    ReplyDelete
  58. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Positivisme logis, yang pada dasarnya adalah doktrin Lingkaran Wina, mengalami sejumlah perubahan dan inovasi penting di pertengahan abad ke-3, yang menyarankan adanya kebutuhan akan sebuah nama baru. Posisi positivisme sangat terkait dengan tradisi instrumentalisme dan fenomenalisme Comte-Mach. Namun, penekanan bahwa tradisi ini menempatkan fakta positif pengamatan dan sikap negatif mereka terhadap teori atom dan keberadaan entitas teoretis pada umumnya tidak lagi sejalan dengan semangat sains modern. Meskipun demikian, persyaratan bahwa hipotesis dan teori dapat diuji secara empiris, meskipun menjadi lebih fleksibel dan toleran, tidak dapat dilepaskan. Maka wajar bila kata empirisme harus terjadi dengan nama baru apa pun. Dengan demikian, mempertahankan istilah logis dalam arti awal yang sama sebelumnya, nama baru "empirisme logis" diciptakan.

    ReplyDelete
  59. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Positivisme ialah suatu aliran filsafat yang menyatakan bahwa ilmu merupakan satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivisme dikenalkan oleh Auguste Comte. Auguste Comte bahkan mengatakan bahwa agama bukanlah sesuatu yang penting, ilmu pengetahuanlah yang di atas segalanya. Sebenarnya, ilmu pengetahuan memanglah penting, tetapi tidak akan ada ilmu pengetahuan tanpa seizin Tuhan YME. Sehingga, sehebat apapun ilmu pengetahuan, kita tidak boleh meminggirkan agama.

    ReplyDelete
  60. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Paham yang dicetuskan oleh Auguste Comte ini cukup sering hadir dalam blog ini. Positivisme adalah suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data empiris dalam kajian filsafat. Jadi, dalam paham ini semuanya harus konkret, apabila tidak, mereka tidak akan mau menerima pembenarannya mungkin ini jugalah alasan mengapa Comte meletakkan agama pada tingkatan terbawah dalam pemikirannya karena menurutnya hal-hal seperti itu tidak konkret.

    ReplyDelete
  61. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  62. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Positivisme adalah paham untuk mengesampingkan agama dalam upaya membangun dunia. Paham ini sangat terkenal dikemukakan oleh Augus Compte dengan tulisannya bewrjudul Fenomea Bendungan Compte. Inti dari paham ini bahwa agama itu perlu ada tetapi bukan merupakan kebutuhan utama dalam membangun dunia. Tentu hal ini sangat bertentangan dengan landasan Negara Republik Indonesia yaitu Pancasila. Pancasila meletakkan ketuhanan yang maha Esa di sila pertama, yang artinya bahwa tuhan yang Esa atau agama itu berada di posisi pertama yang diperlukan oleh bangsa kita dalam membangun dunia.
    Sayangnya, di zaman modern ini rakyat Indonesia mulai melupakan ideologi Pancasilanya. Hal ini disebabkan oleh gaya hidup modern dan sifat hedonism. Sehingga melupakan ibadah karena mengejar kesenangan dunia. Padahal tanpa landasan agama, pembangunan dunia yang dimaksud akan menjadi kacau. Tidak ada budi pekerti, moral, dan etika, yang ada hanyalah bagaimana cara membangun diri sendiri demi menjadi yang tertinggi. Dengan cara mengeksploitasi bumi kita sehingga memberikan dampak buruk bagi ekosistem. Oleh karena itu betapa pentingnya agama dalam membangun dunia.

    ReplyDelete
  63. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Positivisme asal katanya bahasa inggris (positivism) yang berarti meletakkan, dari buku filsafat Ilmu yang ditulis oleh Dr. Biyanto, M. Ag mengatakan bahwa yang pertama kali mengenalkan istilah positivisme pertama kali ini adalah Saint Simon (1760-1825), namun yang bila membicarakan positivisme yang kita ingat adalah August Compte (1798-1857), sebab dalam hal ini ia lebih berjasa dalam mempopulerkan istilah positivisme. Positivisme dimaknai secara filsafati sebagai aliran yang menekankan aspek faktual pengetahuan, khususnya pengetahuan ilmiah. Selain itu, positivisme juga diartikan sebagai aliran yang menyatakan bahwa ilmu-ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak nilai kognitif dari studi filosofis atau metafisik.

    ReplyDelete
  64. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme. Tokoh aliran ini adalah August Comte (1798-1857). Pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri. Ia hanya menyempurnakan empirisme dan rasionalisme. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme.

    ReplyDelete
  65. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Positivism berasal dari kata positif yang diartikan sebagai apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan fakta tersebut.

    ReplyDelete
  66. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Istilah positivisme dikenalkan Aguste Comte dari kata positif yang artinya factual. Menurut positivisme pengetahuan kita tidak boleh melebihi fakta-fakta. Fakta adalah satu-satunya unsur yang dianggap membangun pengetahuan. Aliran ini juga dikembangkan atau dimasukkan dalam agama dan bahkan digunakan untuk menggeser agama.

    ReplyDelete
  67. Endah Dwi Nur Rahmawati
    17709251046
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  68. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Positif merupakan kata asal dari positivisme. Positif memiliki makna secara faktual bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah berdasarkan fakta yang ada. Paham ini menganggap suatu pengetahuan itu didasarkan pada fakta-fakta yang besar. Jika hal tersebut melebihi fakta-fakta yang benar, maka hal tersebut bukan merupakan suatu pengetahuan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  69. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Upaya penelitian, dalam hal ini adalah untuk mengungkapkan kebenaran realitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  70. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Menurut Emile Durkheim (1982:59) bahwa objek studi sosiologi adalah fakta sosial (social-fact): Fakta sosial yang dimaksud meliputi: bahasa, sistem hukum, sistem politik, pendidikan, dan lain-lain. Sekalipun fakta sosial berasal dari luar kesadaran individu, tetapi dalam penelitian positivisme, informasi kebenaran itu ditanyakan oleh penelitian kepada individu yang dijadikan responden penelitian. Untuk mencapai kebenaran ini, maka seorang pencari kebenaran (penelitian) harus menanyakan langsung kepada objek yang diteliti, dan objek dapat memberikan jawaban langsung kepada penelitian yang bersangkutan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  71. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Paham positivisme menganggap bahwa segala sesuuatu harus memiliki bukti empiris agar dianggap sebagai suatu kebenaran. Maka dari itu, menerut para positisif sebenar-benar ilmu adalah ilmu pengetahuan alam yang didukung dengan bukti empiris yang nyata. Diluar dari itu atau yang tidak didukung bukti empiris, tidak bisa disebut sebagai sebuah kebenaran. Oleh sebab itu paham ini menolak pengetahuan yang bersifat spekulasi.
    Paham ini sejalan dengan pemikiran paham saintisme yang sama-sama mengedepankan metode ilmiah dalam menguji kebenaran suatu hal. Paham ini memiliki peran besar dalam kemajuan ilmu pengetahuan sehingga keberadaanya merupakan suatu hal yang penting.

    ReplyDelete
  72. Gandes Sih Mustika
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241015

    Positivisme sendiri merupakan suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data yang ada dalam kajian filsafat, sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Tujuan utama yang ingin dicapai oleh positivisme adalah membebaskan ilmu dari kekangan filsafat (metafisika) karena hal ini dapat merusak objektivitas.

    ReplyDelete