Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

38 comments:

  1. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Positivisme diambil berdasarkan turunan dari kata positive. John M. Echols mengartikan positive dengan beberapa kata yaitu positif (lawan dari negatif), tegas, pasti, ataupun meyankinkan. Dalam filsafat, positivisme berarti suatu aliran filsafat yang berpangkal pada sesuatu yang pasti, faktual, nyata, dari apa yang diketahui dan berdasarkan data empiris. Ketika membaca judul elegi ini tentang POSITIVISM, ingatan saya langsung tertuju pada penelitian kualitatif, dimana peneltian kualitatif paradigma yang digunakan adalah positivisme. Sejauh ini saya pernah membaca bahwa positivisisme terbagi menjadi positivisme sosiologi dan positivisme yuridis.

    ReplyDelete
  2. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PM A PPs UNY 2018

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positif, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris Ini berarti positivisme kontradiksi dengan impian atau hanya angan-angan atau kreasi kemampuan untuk berpikir. Sumber atau pangkat positivisme adalah kejadian yang sebenar-benarnya dan tidak mengkaji hal-hal yang diluar pangkalnya.

    ReplyDelete
  3. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Positivisme merupakan suatu paham yang selalu berpandangan pada kebenaran dan kebaikan dengan mengedepankan hati dan pikiran kepada hal yang positif. Orang yang cenderung berpikir positif dapat dikategorikan bahwa bagian dari paham positivisme, paham ini juga sangat terikat dengan bukti-bukti yang ada dan mungkin ada sesuai dengan realita atau kenyataan. Orang yang berpaham positivisme akan percaya apabila peristiwa tersebut benar-benar terjadi atau real serta dihadapkan dengan bukti-bukti.

    ReplyDelete
  4. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Aliran positivism diperkenalkan oleh Auguste Compte. Sacara etimologi, positivisme berasal dari kata positif. Secara terminologis, positivisme merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat sehingga menghindari spekulasi metafisis. A. Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metafisik, dan ilmiah. Dalam tahap teologi, fenomena alam dan sosial dapat dijelaskan berdasarkan kekuatan spiritual. Pada tahap metafisik, manusia akan mencari penyebab akhir (ultimate cause) dari setiap fenomena yang terjadi. Dalam tahapan ilmiah usaha untuk menjelaskan fenomena akan ditinggalkan dan dilanjutkan dengan mencari korelasi antar fenomena berdasarkan eksperimen.

    ReplyDelete
  5. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Paham positivisme berkaitan erat dengan naturalisme yang berpedoman pada pengetahuan, para paham ini menyekini bahwa hampir tidak ada perbedaan ilmu sosial denan ilmu alam, sehingga masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga dengan alam yang ada aturannya. Untuk positivisme sendiri secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar- benar terjadi, yang dpat dialami sebagai suatu realita atau real terjadi. Pada paham ini bertentangan dengan paham yang ada didalam impian atau angan-angan, atau dapat dikatakan bahwa bertentangan dengan apa yang merupakan kontruksi atau kreasi kemampuan untuk berpikir dariakal manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa paham positivisme merupakan paham yang dalam pencapaian kebenarnya berseumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  6. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Positivisme adalah pandangan bahwa sosiologi dapat dan harus menggunakan metode ilmu alam (seperti fisika dan kimia). Sebagai ideologi dan gerakan filosofis, positivisme pertama-tama mengasumsikan ciri khasnya dalam karya Comte, yang juga menamai dan mensistematisasi ilmu sosiologi. Kemudian berkembang melalui beberapa tahapan yang dikenal dengan berbagai nama, seperti empiriocriticism, positivisme logis, dan empirisme logis, akhirnya bergabung, pada pertengahan abad ke-20, ke dalam tradisi yang sudah ada yang dikenal sebagai filsafat analitik. Dasar positivisme adalah (1) bahwa semua pengetahuan mengenai hal-hal fakta didasarkan pada data pengalaman “positif” dan (2) yang di luar realitas adalah logika murni dan matematika murni. Ketaatan yang ketat terhadap kesaksian pengamatan dan pengalaman adalah keharusan yang sangat penting dari positivisme.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  7. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Positivism merupakan paham pemikiran yang mengacu pada sebuah kondisi positif. Kondisi positif dalam hal ini merupakan suatu fakta yang telah terjadi sehingga dapat dipahami sebagai suatu realita. Sehingga dalam suatu plan atau angan-angan buah kreasi akal yang masih belum menjadi realitas bertentangan dengan paham ini. Paham positivism mengarahkan pada sebuah perkembangan sains yang dapat digeneralkan kebenarannya. Walaupun beberapa kebenaran dalam area theologi tetap tidak akan tergapai, namun paham ini memberikan dorongan pada manusia khususnya kaum intelektual untuk mengeksplorasi alam berbasis pada akal. Sebetulnya terdapat permasalahan besar dalam perkembangan paham yang berbasis pada akal budi ini. Penganut rentan mendewakan akal budi, bahkan beberapa diantara intelektual menyingkirkan religi dari part of life.

    ReplyDelete
  8. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan judul diatas, positivism adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. contohnya, tugas yang harusnya selesai dalam 7 hari, dan tugas itu cukup banyak dan membingungkan, nah saya akan berusaha menyelesaikan semaksimal kemampuan yang saya miliki tanpa membuat saya sakit. Jika memang tidak sanggup untuk menyeeesaikan, mau bilang apa, karena memang saya hanya bisa segitu saja. Saya tidak ingin merusak pikiran, mental dan membuat saya sakit. Mudah-mudahan saja bisa saya selesaikan tepat waktu. Jika yang terbaik hanya segitu, insyaallah berkah. jika kita sudah berusaha, jangan lupa doanya juga. Positivism berarti tetap berusaha tanpa mengorbankan kebutuhan saya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      s2 Pendidikan Matematika 2018

      Terkait, komentar dari saudara Anggoro bahwa "positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris", berdasarkan pernyataan tersebut, sepertinya mengarah pada hal-hal yang menitik beratkan pada kebenaran atau realitas tetapi merujuk pada positif

      Delete
  9. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
    Besse Rahmi Alimin
    18709251039
    s2 Pendidikan Matematika 2018

    Terkait topik bahasan mengenai positivisme bahwa Positivisme muncul sebagai tanggapan terhadap ketidakmampuan filsafat spekulatif (misalnya Idealisme Jerman Klasik) untuk memecahkan masalah filosofis yang muncul sebagai hasil dari perkembangan ilmiah. Kaum positivis beralih ke spekulasi teoritis yang ekstrim dan menolak sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Positivisme dinyatakan salah dan tidak masuk akal semua masalah, konsep dan proposisi filsafat tradisional tentang keberadaan, zat, penyebab, dll., Yang tidak dapat diselesaikan atau diverifikasi oleh pengalaman karena tingkat alam abstrak yang tinggi. Positivisme mengklaim sebagai filosofi baru, non-metafisik ("positif") yang mendasar, yang dimodelkan pada sains empiris dan memberi mereka sebuah metodologi. Positivisme pada dasarnya adalah empirisisme yang membawa konsekuensi logis yang ekstrim dalam hal-hal tertentu: sejauh pengetahuan adalah pengetahuan empiris dalam satu bentuk atau lainnya, tidak ada spekulasi yang dapat berupa pengetahuan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Assalamu Alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
      Besse Rahmi Alimin
      18709251039
      s2 Pendidikan Matematika 2018

      Selanjutnya, Afirmasi dasar positivisme adalah bahwa semua pengetahuan mengenai hal-hal fakta didasarkan pada data pengalaman "positif" dan yang di luar kenyataan adalah logika murni dan matematika murni. Kedua disiplin itu sudah diakui oleh empirisis Skotlandia abad ke-18 dan skeptis David Hume karena hanya peduli dengan "hubungan gagasan," dan, dalam fase akhir positivisme, mereka diklasifikasikan sebagai ilmu murni formal. Di sisi negatif dan kritis, positivis menjadi terkenal karena penolakan mereka terhadap metafisika — yaitu, spekulasi mengenai sifat realitas yang secara radikal melampaui bukti yang mungkin yang dapat mendukung atau menolak klaim pengetahuan "transenden" semacam itu. Dalam postur ideologisnya yang mendasar, positivisme demikian bersifat duniawi, sekuler, antitheologis, dan antimetafisik. Ketaatan yang ketat terhadap kesaksian pengamatan dan pengalaman adalah keharusan yang sangat penting dari positivisme. Keharusan itu juga tercermin dalam kontribusi positivis terhadap etika dan filsafat moral, yang pada umumnya bersifat utilitarian sehingga sesuatu seperti "kebahagiaan terbesar bagi sebagian besar orang" adalah pepatah etis mereka. Perlu dicatat, dalam hubungan ini, bahwa Comte adalah pendiri agama berumur pendek, di mana objek pemujaan bukanlah keilahian agama monoteistik tetapi kemanusiaan.

      Delete
  10. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positiv. Paham yang bermakna adanya sesuatu yang tegas, nyata terjadi. Sehingga paham ini memberi penolakan terhadap metafisik yang tidak berdasar pada bukti-bukti. Sehingga dapat saya tarik kesimpulan bahwa Paham ini juga berkaitan dengan filsafat analitik yang tidak mempercayai sesuatu yang tidak dapat dibuktikan kebenarannya.

    ReplyDelete
  11. Tiara Cendekiawaty
    18709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Positivism adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivism mementingkan sesuatu yang benar-benar terjadi/sesuai dengan realita dan fakta-fakta. Positivism meletakkan spiritual dibawah, artinya spiritul bersifat tradisional. Karena yang tertinggi adalah logika.

    ReplyDelete
  12. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Positivisme dapat diartikan sebagai suatu realita atau sebagai suatu peristiwa yang benar benar terjadi yang dialami dalam makna bahasa filsafat. Hal ini berarti, segala sesuatu yang disebut sebagai positif akan berkontradiksi dengan segala sesuatu yang hanya ada di dalam angan-angan, atau segala sesuatu yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Penganut paham positivisme meyakini bahwa masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam maka mereka berpendapat bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam

    ReplyDelete
  13. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Secara epistemologi, positivisme berasal dari kata positive yang berarti sesuatu yang benar-benar terjadi. Maka dari itu, positif sangat bertentangan dengan segala sesuatu yang masih dalam angan-angan atau segala sesuatu yang hanya masih sebatas pikiran saja. Sehingga dapat disimpulkan bahwa positivisme berarti suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  14. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Dalam ranah ilmu sosial, positivisme sangat berkaitan erat dengan naturalisme yang berasal dari pemikiran Auguste Comte. Comte berpendapat bahwa positivisme merupakan cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  15. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivism ini merupakan pemikiran dari Agus Te Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Aliran ini dikembangkan dalam bidang ilmu sosiologi, antropologi, dan bidang ilmu sosial lainnya.

    ReplyDelete
  16. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Positivisme berasal dari kata “positif”. Kata positif disini sama artinya dengan faktual yaitu apa yang berdasarkan fakta-fakta. Menurut positivisme, pengetahuan tidak pernah boleh melebihi fakta-fakat. Maka dari itu, posistivisme menolak cabang filsafat metafisika. Awal munculnya aliran positivism ini didasarkan kepercayaan terhadap hukum-hukum alam sebagai kendali terhadap kehidupan manusia. Oleh karena itu, dari dasar pemikiran ini kepercayaan terhadap takhayul, ketakutan, kebodohan, dan paksaan serta konflik sosial dihilangkan dari masyarakat.

    ReplyDelete
  17. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Jadi secara umu positivism adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivism tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris,. Aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai suatu sarana untuk memperoleh pengetahuan. Positivism merupakan empirisme yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

    ReplyDelete
  18. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam. Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan.

    ReplyDelete
  19. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Positivisme merupakan empirisme, yang dalam segi-segi tertentu sampai kepada kesimpulan logis ekstrim karena pengetahuan apa saja merupakan pengetahuan empiris dalam satu atau lain bentuk, maka tidak ada spekulasi dapat menjadi pengetahuan. Positivisme logis adalah aliran pemikiran dalam filsafat yang membatasi pikirannya pada segala hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisis definisi dan relasi antara istilah-istilah. Terimakasih

    ReplyDelete
  20. Seftika Anggraini
    18709251016
    S2 PM A 2018

    Mengutip dari salah satu sumber diatas, Positivisme dalam bahasa filsafat bermakna suatu pristiea yang benar-benar terjadi, atau yang dapat dialami sebagai suatu realita. Filsafat ini memilik metode yang berbeda dari sains. Tugas dari filsafat ini adalah menemukan prinsip-prinsip umum bagi semua sains, dan menggunakan prinsip ini sbeagai arah terhadap perilaku manusia yang digunakan sebagai dasar organisasi sosial. Karena itu, positivisme mengingkari hakekat atau makna dari kekuatan atau materi yang melampaui fakta serta hukum-hukum yang ditemukan sains.
    Terima kasih

    ReplyDelete
  21. Elsa Apriska

    18709251005

    S2 PM A 2018



    Terimakasih atas link yang dibagikan Prof. Yang saya baca Positivisme adalah suatu aliran filsafat manyatakan ilmu alam sebagau satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Comte memuangkan gagasan positivisnya dalam bukunya mengenai evolusi filosofis dari semua ilmu dan merupakan suatu pernyataan yang sistematis yang semuanya itu terwujud dalam tahap akhir perkembangan.

    ReplyDelete
  22. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Positivisme merupakan suatu paham dalam mencapai kebenaran bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Di luar itu, sama sekali tidak dikaji oleh positivisme, seperti dalam kajian ilmu sosial. Fenomena yang sekiranya dapat dilihat adalah aktivitas metode pendidikan yang berada di kajian keilmuan berbasis eksakta.

    ReplyDelete
  23. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Positivisme adalah doktrin filosofi dan ilmu pengetahuan sosial yang menempatkan peran sentral pengalaman dan bukti empiris sebagai basis dari ilmu pengetahuan dan penelitian. Terminologi positivisme dikenalkan oleh Auguste Comte untuk menolak doktrin nilai subyektif, digantikan oleh fakta yang bisa diamati serta penerapan metode ini untuk membangun ilmu pengetahuan yang diabdikan untuk memperbaiki kehidupan manusia

    ReplyDelete
  24. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Kemunculan positivism menimbulkan gelombang optimism akan kemajuan umat manusia didasarkan keberhasilan teknologi industri. Positivisme yakin bahwa masyarakat akan mengalami kemajuan apabila mengadopsi total pendekatan ilmu pengetahuan dan teknologi. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empirisnya, yang terukur. Terukur inilah sumbangan penting positivism

    ReplyDelete
  25. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Pada perkembangannya, positivisme mengalami perombakan, maka salah satu hasil perombakan tersebut terbemtuklah positivisme logis. Positivisme logis adalah aliran pemikiran dalam filsafat yang membatasi pikirannya pada segala hal yang dapat dibuktikan dengan pengamatan atau pada analisi definisi dan relasi anatara istilah-istilah. Fungsi analisis disini mengurangi metafisika dan meneliti struktur logis pengetahuan ilmiah. Tujuan dari pembatasan ini adalah menentukan isi konsep–konsep dan pernyataan-pernyataan ilmiah yang dapat diverifikasi secara empiris.

    ReplyDelete
  26. Darwis Cahyo Nugroho
    18709251038
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum wr.wb
    Latar belakang dari timbulnya positivisme logis adalah akibat adanya Perang Dunia 1 yang memakan banyak korban. Hal ini memancing para intelektual untuk memikirkan kembali bagaimana menata masyrakat dari puing-puing kehancurannya. Para penganut positivisme –Logis berpendapat bahwa untuk dapat membangun kembali haruslah menggunakan ilmu-ilmu positif. Positivisme logis beranggapan bahwa misi administrasi masyarakat secara rasional harus dilandasi pad pengetahuan yang berkesatuan. Kesatuan pengetahuan hanya bisa dicapai apabila dikembangkan suatu bahasa ilmiah yang berlaku pada semua bidangilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  27. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Secara etimologi Positivisme berasal dari kata positive yang bermakna sesuati yang benar-benar terjadi. Positive bukan sesuatu yang berada di angan-angan maupun impian. Tokoh aliran ini adalah August Comte.

    ReplyDelete
  28. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Kebanyakan positivis logis mengusulkan bahwa semua pengetahuan didasarkan pada kesimpulan logis dari "kalimat protokol" sederhana yang didasarkan pada fakta yang dapat diamati. Lebih jauh, istilah-istilah teoretis tidak perlu lagi mendapatkan makna dengan definisi eksplisit dari istilah-istilah observasi: koneksi mungkin tidak langsung, melalui sistem definisi implisit.

    ReplyDelete
  29. Ardhya Handayani
    19701251015
    S2 PEP 2019 A

    Positivism merupakan aliran filsafat yang menyatakan bahwa semua hal mengacu pada data dan pengalaman dan menolak apoiori dan spekulasi yang bersifat metafisik. Positivism dicetuskan oleh August Comte. Dalam perkembanganya terbagi menjadi beberapa stages. Stages pertama di cetuskan oleh Comte, E Littre, Laffitte di Perancis dan Js Mill, Herbert Spencer di Inggris yang menitikberakan pada sosiologi. Perkembangan kedua dilakukan oleh Ernst Mach pada tahun yang menghasilkan empirio criticism, dan perkembangan stages ketiga oleh Veinna Circle dan Berling Society for Scientific philosophy yang mengembangkan neo-positivism.

    ReplyDelete
  30. Rizki Nisa Setyowati
    19701251013
    PEP S2 A

    Positivisme meyakini pengalaman dan data-data empiris sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak segala hal yang metafisik dan spekulatif. Berdasar prinsip tersebut, para positivist mengadopsi pendekatan ilmu alam yang sifatnya rasional dan terukur ke dalam ilmu sosial untuk menciptakan tatanan masyarakat maju dan mampu berpikir rasional ilmiah.

    ReplyDelete
  31. Sekar Hidayatun Najakh
    19701251007
    S2 PEP A 2019

    Assalamualaykum wr wb...
    Pada hakikatnya tidak semua aspek didalam agama dapat dilogikakan. Karena memang manusia memiliki keterbatasan terkait dengan hal tersebut. Manusia sebatas dimampukan untuk berusaha belajar, berusaha memahami, berusaha berdoa, terutama berusaha patuh, selebihnya adalah mutlak urusan Tuhan Yang Maha Kuasa. Jika ada kekeliruan mengenai urusan pembangunan dunia, bukan salah agamanya sebab agama mengajarkan bagaimana manusia dapat mencapai kesuksesan kehidupan dunia bahkan sampai pada kehidupan setelah adanya kematian. Jika ada ketidakseimbangan dalam urusan dunia, itu adalah salah manusianya bukan agamanya. Maka tetaplah unsur spiritual atau agama yang utama untuk landasan segala urusan, tetaplah Tuhan menjadi pusat kepatuhan. Agama bukan belenggu, tapi agama adalah jalan menuju kebenaran hakiki. Ibaratnya kita ingin menuju suatu tujuan, maka kita memilih melalui jalan yang terbaik dengan jalur-jalur yang sudah ada. Bisa saja kita melalui apapun yang kita anggap sebagai jalan, tapi tanpa adanya jalur, tidak akan ada jaminan kita bisa selamat sampai ke tujuan.

    Terimakasih Prof.

    ReplyDelete
  32. Sri Ningsih
    19709251064
    S2 Pendidikan Matematika kelas D

    Filasafat merupakan induk dari setiap ilmu-ilmu yang telah kita pelajari, misalnya psikologi, sosiologi, sains, dan antropologi dan lain-lain. Salah satu aliran yang terdapat dalam filsafat adalah aliran positivism. Positivisme secara etimologi dapat berasal dari kata positive, yang memiliki makna dalam bahasa filsafat sebagai sesuatu peristiwa yang benar-benar terjadi atau bisa disebut sebagai sesuatu yang realita. positivsm merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya berasal dari hal-hal yang nyata atau terjadi di lingkungan sekitar kita. Jika kejadian tersebut hanya berupa angan-angan atau hanya berupa perencanaan hal-hal tersebut tidak termasuk dalam kajian positivism.

    ReplyDelete
  33. Yufida Afkarina Nizar Isyam
    S2 Pendidikan Matematika D 2019
    19709251073

    Positivisme sendiri merupakan suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data yang ada dalam kajian filsafat, sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Tujuan utama yang ingin dicapai oleh positivisme adalah membebaskan ilmu dari kekangan filsafat (metafisika) karena hal ini dapat merusak objektivitas.

    ReplyDelete
  34. Zuari Anzar
    19701251006
    S2 PEP A 2019

    Positivism adalah suatu pemikiran yang mengajarkan bahwa ilmu harus dapat membuat hukum-hukum. Dengan demikian hanya ilmu yang dilengkapi dengan hukum-hukumnyalah yang berhak diakui sebagai ilmu pengetahuan. Menurut pandangan positivism bahwa hanya yang terlihat, empirik dan teruji secara analitik matematislah yang bisa dipahami sebagai kenyataan. Sementara yang metafisik adalah sesuatu yang tidak bisa dipahami karena dianggap tidak empirik dan juga tidak analitik.

    ReplyDelete
  35. Rifki Rinaldo
    19709251070
    S2 Pendidikan Matematika D 2019

    Positivisme, dalam filsafat Barat, umumnya, sistem apa pun yang membatasi diri pada data pengalaman dan mengecualikan spekulasi apriori atau metafisik.
    Penegasan dasar dari positivisme adalah bahwa semua pengetahuan tentang hal-hal berdasarkan fakta berdasarkan "positif" data pengalaman dan yang di luar bidang fakta adalah logika murni dan matematika murni. Dalam ranah ideologis dasarnya, positivisme dengan demikian bersifat duniawi, sekuler, antitologis, dan antimetafisik. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman adalah keharusan yang sangat penting dalam positivism.

    ReplyDelete
  36. Syaiful Syamsuddin
    19701261002
    S3 PEP 2019

    Assalamu alaikum wr.wb
    Positivisme untuk pertama kali diperkenalkan oleh Auguste Comte. Pmeikiran ini muncul akibat dari ketidakpuasan Comte terhadap pandangan filsuf terdahulu yang hanya berisi teori dan tidak dapat digunakan untuk membangun dunia. Positivisme menyatakan bahwa satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah, dan bahwa pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif dari teori-teori melalui ketat ilmiah metode. Positivisme juga digambarkan sebagai "pandangan bahwa semua pengetahuan yang benar adalah ilmiah," dan bahwa segala sesuatu yang pada akhirnya terukur.

    ReplyDelete