Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

39 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  2. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positif, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme. (http://id.wikipedia.org/wiki/Positivisme)

    ReplyDelete
  3. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Pandangan ini menganggap bahwa sesuatu yang bisa dipelajari adalah sesuatu yang nyata (positif). Tahap perkembangan Positivisme yaitu positivime Klasik, positivisme empiris dan positivisme logis.

    ReplyDelete
  4. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Positivisme, dalam filsafat Barat , umumnya merujuka pasa setiap sistem yang membatasi diri pada data pengalaman dan tidak termasuk apriori atau spekulasi metafisik. Lebih sempit, istilah menunjuk pemikiran filsuf Perancis Auguste Comte (1798-1857). Sebagai filosofis ideologi dan gerakan, positivisme pertama diasumsikan fitur khas dalam karya Comte , yang juga bernama dan sistematis yang ilmu dari sosiologi . Kemudian dikembangkan melalui beberapa tahapan yang dikenal dengan berbagai nama, seperti empiriocriticism, positivisme logis , dan logis empirisme , akhirnya penggabungan, pada pertengahan abad ke-20, ke dalam tradisi yang sudah ada dikenal sebagai filsafat analitik

    ReplyDelete
  5. Nahrul Pintoko Aji
    14301244008
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham positivisme meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan (jika ada) antara ilmu sosial dan ilmu alam, karena masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga alam.

    ReplyDelete
  6. Wahyu Lestari
    16709251024
    PPs P.Matematika Kelas D

    Pengertian Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam ‘pencapaian kebenaran’-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal diluar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme. Tokoh aliran ini adalah August Comte (1798-1857). Pada dasarnya positivisme bukanlah suatu aliran yang khas berdiri sendiri. Ia hanya menyempurnakan empirisme dan rasionalisme. Dengan kata lain, ia menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme. Misalnya, hal panas.

    ReplyDelete
  7. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Positivism merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Comte berpendapat positivism adalah cara pandang dalam memahami dunia berdasarkan sains. Penganut paham positivism meyakini bahwa hanya ada sedikit perbedaan antara ilmu sosial dan alam, karena kehidupan sosial dan alam berjalan berdasarkan aturan-aturan. Positivism secara etimologi berasal dari kata positive, yang maksudnya suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian).

    ReplyDelete
  8. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Positivism mengenai sistem apapun yang membatasi dirinya pada pengalaman dan mengecualikan epriori atau metafisik manusia. Postivism berkaitan erat dengan naturalism berdasarkan pendapat dari Auguste Comte yang menyatakan bahwa positivism merupakan cara pandang dalam memahami dunia berdasarkan sains. Postivism secara etimologi bermakna peristiwa yang benar-benar terjadi yang dialami sebagai suatu realita. Seperti segala sesuatu yang telah kita lakukan selama kita beraktivitas.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, ilmu ghaib, dan tidak mengenal adanya spekulasi, semua didasarkan pada data empiris. Positivisme dicetuskan pada pertengahan abad ke-19 oleh salah satu pendiri ilmu sosiologi yaitu Auguste Comte dalam karyanya yang berjudul The Course of Positive Philosophy. Comte berpendapat bahwa positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Menurut positivisme, objek ilmu pengetahuan maupun pernyataan-pernyataan ilmu pengetahuan (Scientific Proporsition) haruslah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut: dapat di/ter-amati (observable), dapat di/ter-ulang (repeatable), dapat di/ter-ukur (measurable), dapat di/ter-uji (testable), dan dapat di/ter-ramalkan (predictable).

    ReplyDelete
  10. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Positivisme berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta.
    Dalam paham positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya.
    Sehingga apa yang ada sebagai pengetahuan merupakan fakta-fakta yang benar adanya.

    ReplyDelete
  11. Nurwanti Adi Rahayu
    16709251067
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dalam paham positivisme ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan.
    Dalam filsafat meneladani contoh tersebut.
    Dalam paham ini menolak cabang filsafat metafisika yang tanpa fakta.

    ReplyDelete
  12. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    istilah positivisme sangat berkaitan erat dengan istilah naturalisme dan dapat dirunut asalnya ke pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19. Comte berpendapat, positivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Penganut paham ini meyakini bahwa tidak ada perbedaan antara ilmu alam dan ilmu sosial, sehingga antara ilmu alam dan ilmu sosial bisa berjalan berdampingan dalam kehidupan ini. Berjalan dengan aturan-aturan yang ada sehingga dalam kehidupan pun dapat berjalan baik.

    ReplyDelete
  13. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Salah satu pandangan filsafat adalah Positivisme, positivisme sendiri merupakan suatu aliran filasafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika, tidak mengenal adanya spekulasi, semua di dasarkan pada data empiris dalam kajian filsafat, sesungguhnya aliran ini menolak adanya spekulasi teoritis sebagai sarana untuk memperoleh pengetahuan. Tujuan utama yang ingin dicapai oleh positivisme adalah membebaskan ilmu dari kekangan filsafat (metafisika). Menurut Ernst, ilmu hendaknya dijauhkan dari tafisran-tafsiran metafisis yang merusak obyektifitas

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Dengan menjauhkan tafsiran-tafisran metafisis dari ilmu, para ilmuwan hanya akan menjadikan fakta yang dapat ditangkap dengan indera untuk menghukumi segala sesuatu. Hal ini sangat erat kaitannya dengan tugas filsafat. Menurut positivisme, tugas filsafat bukanlah menafsirkan segala sesuatu yang ada di alam. Tugas filsafat adalah memberi penjelasan logis terhadap pemikiran. Oleh karena itu filsafat bukanlah teori.

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Positivisme berpendirian bahwa kepercayaan yang dogmatis harus digantikan dengan pengetahuan faktawi. Apapun yang berada diluar dunia pengalaman tidak perlu diperhatikan. Manusia harus menaruh perhatian pada dunia ini. Filsafat positivisme berpandangan bahwa semua fenomena tunduk terhada hukum alam yang sama. Urusan kita adalah mengupayakan suatu penemuan akurat atas hukum-hukum itu.


    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Positivisme (disebut juga sebagai empirisme logis, empirisme rasional, dan juga neo-positivisme) adalah sebuah filsafat yang berasal dari Lingkaran Wina pada tahun 1920-an. Positivisme Logis berpendapat bahwa filsafat harus mengikuti rigoritas yang sama dengan sains. Filsafat harus dapat memberikan kriteria yang ketat untuk menetapkan apakah sebuah pernyataan adalah benar, salah atau tidak memiliki arti sama sekali.

    ReplyDelete
  17. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Secara umum, para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme , naturalisme, filsafat dan empirisme.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Positivism is a philosophical theory stating that certain ("positive") knowledge is based on natural phenomena and their properties and relations. Thus, information derived from sensory experience, interpreted through reason and logic, forms the exclusive source of all certain knowledge. Positivism holds that valid knowledge (certitude or truth) is found only in this a posteriori knowledge.
    Verified data (positive facts) received from the senses are known as empirical evidence; thus positivism is based on empiricism.
    Sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Positivism

    ReplyDelete
  19. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Positivisme merupakan suatu peristiwa yang dialami sebagai suatu realita. Positivisme, dalam filsafat Barat, umumnya, sistem apa pun yang membatasi dirinya pada data pengalaman dan mengecualikan spekulasi apriori atau metafisik. Lebih sempit lagi, istilah tersebut menunjuk pemikiran filsuf Prancis Auguste Comte (1798-1857). Sebagai ideologi dan gerakan filosofis, positivisme pertama-tama mengasumsikan ciri khasnya dalam karya Comte, yang juga menamai dan mensistematisasikan sosiologi. Kemudian dikembangkan melalui beberapa tahap yang dikenal dengan berbagai nama, seperti empiriokritisme, positivisme logis, dan empirisisme logis, yang akhirnya bergabung, pada pertengahan abad ke-20, ke dalam tradisi yang sudah ada yang dikenal sebagai filsafat analitik.

    ReplyDelete
  20. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Istilah positivisme pertama kali digunakan oleh Saint Simon (sekitar tahun 1825 M), jikalau kita melihat lebih lanjut, maka dapat kita katakan bahwa positivisme merupakan kelanjutan dari empirisme. Prinsip filosofik tentang positivisme pertama kali dikembangkan oleh seorang empiris Inggris yang bernama Francis Bacon (sekitar tahun 1600 M). Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Ini berarti, apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan (impian), atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Dapat disimpulkan pengertian positivisme secara terminologis berarti merupakan suatu paham yang dalam "pencapaian kebenaran"-nya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Segala hal di luar itu, sama sekali tidak dikaji dalam positivisme.

    ReplyDelete
  21. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Secara umum, para penganut paham positivisme memiliki minat kuat terhadap sains dan mempunyai sikap skeptis terhadap ilmu agama dan hal-hal yang berbau metafisika. Mereka meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas. Sehingga, penganut paham ini mendukung teori-teori paham realisme, materialisme, naturalisme, filsafat dan empirisme.

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisik. Positivisme tidak mengenal adanya spekulasi, semua harus didasarkan pada data empiris. Positivisme dianggap bisa memberikan sebuah kunci pencapaian hidup manusia dan ia dikatakan merupakan satu-satunya formasi sosial yang benar-benar bisa dipercaya kehandalan dan dan akurasinya dalam kehidupan dan keberadaan masyarakat.

    ReplyDelete
  23. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Menurut positivisme, tugas filsafat bukanlah menafsirkan segala sesuatu yang ada di alam. Tugas filsafat adalah memberi penjelasan logis terhadap pemikiran. Oleh karena itu filsafat bukanlah teori. Filsafat adalah aktifitas. Filsafat tidak menghasilkan proposisi-proposisi filosofis, tetapi yang dihasilkan oleh filsafat adalah penjelasan terhadap proposisi- proposisi. Alasan yang digunakan oleh positivisme dalam membatasi tugas filsafat di atas adalah karena filsafat bukanlah ilmu. Kata filsafat hendaklah diartikan sebagai sesuatu yang lebih tinggi atau lebih rendah dari ilmu-ilmu eksakta. Penjelasan dari hal ini adalah bahwa tugas utama dari ilmu adalah memberi tafsiran terhadap materi yang menjadi obyek ilmu tersebut. Tugas dari ilmu-ilmu eksakta adalah memberi tafsiran terhadap segala sesuatu yang terjadi di alam dan sebab-sebab terjadinya.

    ReplyDelete
  24. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari sumber di atas dapat kita ketahui bahwa positivisme untuk pertama kali diperkenalkan oleh Auguste Comte. Pmeikiran ini muncul akibat dari ketidakpuasan Comte terhadap pandangan filsuf terdahulu yang hanya berisi teori dan tidak dapat digunakan untuk membangun dunia. Positivisme menyatakan bahwa satu-satunya pengetahuan yang otentik adalah pengetahuan ilmiah, dan bahwa pengetahuan tersebut hanya dapat datang dari afirmasi positif dari teori-teori melalui ketat ilmiah metode. Positivisme juga digambarkan sebagai "pandangan bahwa semua pengetahuan yang benar adalah ilmiah," dan bahwa segala sesuatu yang pada akhirnya terukur.

    ReplyDelete
  25. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Menurut pandangan positivism suatu kebenaran dapat dibuktikan dengan kejadian yang benar-benar terjadi, bukan khayalan. Karena dalam wikipedia yang diberikan dijelaskan bahwa logika positivism itu didasari oleh observasi secara empirik. Sehingga kaun positivisme mempercayai suatu hal jika ia telah mengalami dan melihat sendiri atau mengamati sendiri kejadian tersebut. Pengalaman yang dimiliki sangat mempengaruhi kaum yang memiliki pandangan positivism.

    ReplyDelete
  26. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pada abad ke-19 Auguste comte berpendapat bahwapositivisme adalah cara pandang dalam memahami dunia dengan berdasarkan sains. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. Artinya, filsafat pun harus meneladani contoh tersebut. Menanyakan “hakikat” benda-benda atau “penyebab yang sebenarnya” bagi positivism tidaklah mempunyai arti apa-apa. Ilmu pengetahuan termasuk filsafat, hanya menyelidiki fakta-fakta dan hubungannya yang terdapat diantara fakta-fakta. Tugas khusus filsafat adalah mengkoordinasikan ilmu-ilmu pengetahuan yang aneka ragam. Positivism tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah

    ReplyDelete
  27. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Positivisme adalah suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Pada dasarnya positivisme adalah sebuah filsafat yang menyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman aktualfisikal. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat karenanya spekulasi metafisis dihindari.

    ReplyDelete
  28. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari portal link ini saya mendapatkan kata aliran baru pada filsafat yaitu positivism. sejenak melihat namanya saja, saya dapat menebak bahwa aliran ini pasti baik. Setelah saya menelusuri link tersebut dapat saya katakan bahwa aliran positivism merupakan aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Jadi pada dasarnya positivism sama dengan empirisme ditambah rasionalisme.

    ReplyDelete
  29. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Auguste Comte pada tahun1857 memperkenalkan istilah "positivisme”. Sebuah tren dalam filsafat borjuis yang menyatakan alam (empiris) ilmu menjadi satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak nilai kognitif studi filsafat. Positivisme muncul dalam menanggapi ketidakmampuan filsafat spekulatif untuk memecahkan masalah filosofis yang timbul sebagai akibat dari perkembangan ilmiah. Istilah positivism juga dikenal dengan saintifik.

    ReplyDelete
  30. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Positivisme merupakan suatu aliran filsafat yang menyatakan ilmu-ilmu alam (empiris) sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak spekuliasi dari suatu filosofis atau metafisik. Aliran positivisme ini lahir berusaha menyempurnakan aliran empirisme dan rasionalisme, dengan cara memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran. Adapun tokoh terkenal yang menganut aliran positivisme adalah Auguste Comte (1798-1857).

    ReplyDelete
  31. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    S2 Pendidikan Matematika D

    Suatau pandangan bahwa semuanaya itu adalah baik, selalau positif thinking.. Positivisme logis dan empirisme logis, yang bersama-sama membentuk neopositivisme, adalah sebuah gerakan dalam filsafat Barat yang tesis utamanya adalah verifikasi, teori pengetahuan yang menegaskan bahwa hanya pernyataan yang dapat diverifikasi melalui pengamatan empiris yang secara kognitif bermakna. Gerakan ini berkembang pada tahun 1920 dan 1930an di beberapa pusat Eropa.
    Upaya untuk mengubah filsafat menjadi "filsafat ilmiah" baru ini, yang dibagikan dengan contoh-contoh terbaik ilmu empiris, seperti teori relativitas umum Einstein, berusaha mencegah kebingungan yang berakar pada bahasa yang tidak jelas dan klaim yang tidak dapat diverifikasi.
    Dan juga positivism karena melarang pembicaraan tidak teramati, seperti entitas mikroskopis atau gagasan seperti kausalitas dan prinsip umum, tapi itu berlebihan. Sebaliknya, kebanyakan neopositivis memandang pembicaraan tidak dapat diamati sebagai metaforis atau elips: pengamatan langsung yang diungkapkan secara abstrak atau tidak langsung. Jadi istilah teoritis akan mengumpulkan makna dari istilah pengamatan melalui peraturan korespondensi, dan dengan demikian undang-undang teoretis akan dikurangi menjadi undang-undang empiris. Melalui logika Bertrand Russell, mengurangi matematika ke logika, rumus matematika 'fisika akan diubah menjadi logika simbolis

    ReplyDelete
  32. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Positivism merupakan salah satu aliran filsafat yang menyatakanbahwa ilmu alam sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang benar dan menolak aktifitas yang berkenaan dengan metafisika. Aliran tersebut berasal dari pemikiran Auguste Comte pada abad ke-19 yang menganggap bahwa suatu hal dinilai benar jika dapat dibuktikan secara empiris. Namun kita ketahui bahwa pikiran kita tidak akan menerima semua itu. Terdapat hal-hal yang memang tidak dapat dibuktikan secara empiris. Mengapa demikian? Karena kita merupakan orang-orang yang percaya akan adanya Tuhan Yang Maha Esa. Jika kita memaksakan ilmu-ilmu Tuhan harus dibuktikan secara empiris, maka kita tidak akan mampu memaknai ilmu-ilmu Tuhan secara menyeluruh, baru secara parsial. Padahal, hendaknya kita mempelajari sesuatu itu secara menyeluruh, jangan setengah-setengah.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Positivisme adalah keyakinan bahwa pengetahuan dapat terorganisir secara jelas dan berlaku umum. Sebuah positivis percaya terdapat "satu cara terbaik" untuk melakukan suatu hal dan menjawab pertanyaan dalam ilmu pengetahuan atau politik. Sehingga positivisme merupakan ajaran bahwa hanya fakta atau hal yang dapat ditinjau dan diuji melandasi pengetahuan sah. Para penganut paham ini meyakini bahwa semua ilmu pengetahuan haruslah berdasarkan inferensi logis yang berdasarkan fakta yang jelas.

    ReplyDelete
  34. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Positivisme pada intinya adalah secara empiris membawa konsekuensi logis yang mengenai pengetahuan apa pun adalah pengetahuan empiris dalam satu bentuk atau bentuk, tidak ada spekulasi yang bisa menjadi pengetahuan. Positivisme tidak luput dari kebanyakan filosofi tradisional, karena proposisi positivisme (penolakan spekulasi, fenomenalisme, dll) ternyata tidak dapat diverifikasi oleh pengalaman dan metafisik. Positivisme logis dan empirisisme logis, yang bersama-sama membentuk neopositivisme, merupakan teori pengetahuan yang menegaskan bahwa hanya pernyataan yang dapat diverifikasi melalui pengamatan empiris yang bermakna secara kognitif. Artinya, pengalaman empiris disini sangat menentukan kebermaknaan pengetahuan.

    ReplyDelete
  35. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    positivisme berasal dari kata positif, dalam hal ini bahwa filsafat berasal dari fakt fakta yang ada sehingga sesuai dengan apa yang terjadi.

    ReplyDelete
  36. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika 2016

    Paham positivisme dipelopori oleh Auguste Comte. Ditinjau dari sejarah filsafat, filsafat positivisme merupakan filsafat modern. Filsafat ini muncul sebagai wujud protes terhadap doktrin yang tanpa dilandasi observasi. Positivime adalah positif. Positif adalah segala yang tampak seperti apa adanya, sebatas pengalaman-pengalaman objektif. Paham filsafat positivisme menganjurkan bahwa pengetahuan haruslah positif. Pengetahuan yang positif adalah pengetahuan yang objektif serta bebas dari nilai prasangka dan subjektivitas. Filsafat positivisme menjunjung tinggi objektivitas dan mengganggapnya sebagai salah satu persyaratan dasar pengetahuan yang benar, kebenaran harus bersifat objektif dan universal


    ReplyDelete
  37. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Positivisme merupakan paradigma ilmu pengetahuan yang paling awal muncul dalam dunia ilmu pengetahuan. Keyakinan dasar aliran ini berakar dari paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas ada (exist) dalam kenyataan yang berjalan sesuai dengan hukum alam (natural laws). Paradigma positivisme telah menjadi pegangan para ilmuwan untuk mengungkapkan kebenaran realitas. Kebenaran yang dianut positivisme dalam mencari kebenaran adalah teori korespondensi. Teori korespondensi menyebutkan bahwa suatu pernyataan adalah benar jika terdapat fakta-fakta empiris yang mendukung pernyataan tersebut. Atau dengan kata lain, suatu pernyataan dianggap benar apabila materi yang terkandung dalam pernyataan tersebut bersesuaian (korespondensi) dengan obyek faktual yang ditunjuk oleh pernyataan tersebut.

    ReplyDelete
  38. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Positivisme menurut saya merupakan suatu hal yang telah terjadi dan sudah menjadi fakta dan menyakini bahwa satu-satunya pengetahuan yang benar adalah yang didasarkan pada pengalaman. Atau bisa dikatakan positivisme dapat dibuktikan dari hal hal yang sudah terjadi.

    ReplyDelete
  39. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Positivism merupakan salah satu aliran filsafat yang dikenalkan oleh Auguste Comte. Positivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. Artinya, filsafat pun harus meneladani contoh tersebut. Dengan dasar ini aliran ini menolak cabang filsafat metafisika. Menanyakan “hakikat” benda-benda atau “penyebab yang sebenarnya” bagi positivism tidaklah mempunyai arti apa-apa. Ilmu pengetahuan termasuk filsafat, hanya menyelidiki fakta-fakta dan hubungannya yang terdapat diantara fakta-fakta. Tugas khusus filsafat adalah mengkoordinasikan ilmu-ilmu pengetahuan yang aneka ragam. Positivism tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah.

    ReplyDelete