Dec 1, 2012

POSITIVISM

Ass Wr Wb
Jika ingin membaca lebih lanjut perihal POSITIVISME, silahkan konek berikut:











Wss Wr Wb

Marsigit

9 comments:

  1. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Positivism merupakan salah satu aliran filsafat yang dikenalkan oleh Auguste Comte. Positivism berasal dari kata positif yang diartikan secara faktual adalah apa yang didasarkan fakta-fakta. Menurut positivism, pengetahuan tidak boleh melebihi fakta-faktanya. Dengan demikian,ilmu pengetahuan empiris menjadi contoh istimewa dalam bidang pengetahuan. Artinya, filsafat pun harus meneladani contoh tersebut. Dengan dasar ini aliran ini menolak cabang filsafat metafisika. Menanyakan “hakikat” benda-benda atau “penyebab yang sebenarnya” bagi positivism tidaklah mempunyai arti apa-apa. Ilmu pengetahuan termasuk filsafat, hanya menyelidiki fakta-fakta dan hubungannya yang terdapat diantara fakta-fakta. Tugas khusus filsafat adalah mengkoordinasikan ilmu-ilmu pengetahuan yang aneka ragam. Positivism tidak menerima sumber pengetahuan melalui pengalaman batiniah.

    ReplyDelete
  2. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Positivisme berkaitan erat dengan naturalisme yang berpedoman pada pengetahuan, para paham ini menyekini bahwa hampir tidak ada perbedaan ilmu sosial denan ilmu alam, sehingga masyarakat dan kehidupan sosial berjalan berdasarkan aturan-aturan, demikian juga dengan alam yang ada aturannya. Untuk positivisme sendiri secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar- benar terjadi, yang dpat dialami sebagai suatu realita atau real terjadi. Pada paham ini bertentangan dengan paham yang ada didalam impian atau angan-angan, atau dapat dikatakan bahwa bertentangan dengan apa yang merupakan kontruksi atau kreasi kemampuan untuk berpikir dariakal manusia. Sehingga dapat dikatakan bahwa paham positivisme merupakan paham yang dalam pencapaian kebenarnya berseumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi.

    ReplyDelete
  3. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Positivisme secara etimologi berasal dari kata positive, yang dalam bahasa filsafat bermakna sebagai suatu peristiwa yang benar-benar terjadi, yang dapat dialami sebagai suatu realita. Dapat dikatakan apa yang disebut sebagai positif bertentangan dengan apa yang hanya ada di dalam angan-angan, atau terdiri dari apa yang hanya merupakan konstruksi atas kreasi kemampuan untuk berpikir dari akal manusia. Sehingga positivisme secara terminologis merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Aliran positivism adalah aliran filsafat yang berpangkal pada fakta yang positif, sesuatu yang diluar fakta atau kenyataan dikesampingkan dalam pembicaraan filsafat dan ilmu pengetahuan. Positivism bukanlah suatu aliran yang berdiri sendiri, aliran ini menyempurnakan emperisme dan rasionalisme yang bekerja sama. Dengan kata lain, Positivism menyempurnakan metode ilmiah (scientific method) dengan memasukkan perlunya eksperimen dan ukuran-ukuran.

    ReplyDelete
  4. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 PM A

    Berdasarkan sumber http://en.wikipedia.org/wiki/Logical_positivism, aliran positivisme modern merupakan aliran dari Neo-positivisme pada abad ke-20. Positivism menganggap bahwa pengetahuan tentang kenyataan diberikan hanya dalam ranah pemikiran ilmiah konkret. Aliran ini ditemukan oleh Auguste Comte, yang memperkenalkan istilah "positivisme. Positivisme terbagi menjadi 3 bagian yaitu sosiologi, empirio-criticism, dan Positivism terakhir atau neo-positivism.

    ReplyDelete
  5. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami, positivisme adalah filsafatnya Comte, yang meyakini bahwa bentuk pengetahuan tertinggi atau satu-satunya adalah deskripsi fenomena sensorik (yang tampak dan kongkrit). Comte berpendapat bahwa ada tiga tahap kepercayaan manusia: teologis, metafisik, dan akhirnya yang positif, yang disebut karena membatasi diri pada apa yang positif diberikan, menghindari semua spekulasi. Posisi pemikiran Comte berada pada versi empirisme tradisional, tanpa kecenderungan idealisme atau skeptisisme yang menarik perhatian. Dalam tulisannya sendiri, kepercayaan tersebut dikaitkan dengan optimisme tentang ruang lingkup sains dan manfaat sosiologi sains yang sesungguhnya. Pada abad ke-19, positivisme juga dikaitkan dengan teori evolusioner, dan perlakuan naturalistik terhadap urusan manusia secara sungguh-sungguh. Turunan dari positivisme ini mencakup filosofi Mach, dan positivisme logis.

    Sumber:
    Blackburn, S. (1996). The Oxford Dictionary of Philosophy Oxford Paperback Reference. Oxford: Oxford University Press.

    ReplyDelete
  6. Muhammad Kamaluddin
    P. Mat B PPs 2017
    17709251027

    Positivisme memandang bahwa sebenar-benarnya ilmu adalah bersumber dari fakta empiris. Aliran positivisme memegang paham bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empirisnya yang terukur. “Terukur” inilah sumbangan penting positivisme.Positivisme menganggap bahwa ilmu adalah satu-satunya pengetahuan yang valid, dan fakta-fakta sajalah yang dapat menjadi obyek pengetahuan.

    ReplyDelete
  7. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Berdasarkan apa yang saya pahami, positivisme memiliki tolok ukur kebenaran pada hal yang benar-benar terjadi. Nilai kebenaran paham ini pada hal-hal yang sifatnya riil dan telah terjadi. Oleh karena itu, sudah sangat jelas jika paham ini bertentangan dengan hal-hal yang sifatnya masih dalam angan-angan, impian, bayangan, dan hal lainnya yang belum pernah terbukti nyata.

    ReplyDelete
  8. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Positivisme pada dasarnya adalah empirisisme membawa konsekuensi logis yang ekstrem dalam beberapa hal: karena pengetahuan apapun adalah pengetahuan empiris dalam satu bentuk atau bentuk lain, tidak ada spekulasi yang bisa menjadi pengetahuan. begitu kira-kira yang tertulis dalam link https://www.marxists.org/reference/subject/philosophy/help/mach1.htm. sedangkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia positivisme /po·si·tiv·is·me/ diartikan sebagai aliran filsafat yang beranggapan bahwa pengetahuan itu semata-mata berdasarkan pengalaman dan ilmu yang pasti.

    ReplyDelete
  9. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    177092510005

    Assalamualaikum prof,
    Aliran positivism diperkenalkan oleh Auguste Compte. Sacara etimologi, positivisme berasal dari kata positif. Secara terminologis, positivisme merupakan suatu paham yang dalam pencapaian kebenarannya bersumber dan berpangkal pada kejadian yang benar-benar terjadi. Positivisme mengajarkan bahwa kebenaran ialah yang logis, ada bukti empiris yang terukur. Pengetahuan demikian hanya bisa dihasilkan melalui penetapan teori-teori melalui metode saintifik yang ketat sehingga menghindari spekulasi metafisis. A. Comte percaya bahwa dalam alam pikiran manusia melewati tiga tahapan historis yaitu teologi, metafisik, dan ilmiah. Dalam tahap teologi, fenomena alam dan sosial dapat dijelaskan berdasarkan kekuatan spiritual. Pada tahap metafisik, manusia akan mencari penyebab akhir (ultimate cause) dari setiap fenomena yang terjadi. Dalam tahapan ilmiah usaha untuk menjelaskan fenomena akan ditinggalkan dan dilanjutkan dengan mencari korelasi antar fenomena berdasarkan eksperimen.

    ReplyDelete