Feb 12, 2013

IDENTIFICATION PSYCHOLOGICAL PROBLEMS IN THE TEACHING LEARNING OF MATHEMATICS




IDENTIFICATION PSYCHOLOGICAL PROBLEMS IN THE TEACHING LEARNING OF MATHEMATICS.
By: S1 Students of Pre-Service Teacher Training Program of Secondary Mathematics Education. Thursday, November 20, 2008

1.How to encourage students to understand mathematics?
2.How to develop innovative teaching learning of mathematics?
3.The influence of teacher’s emotional on teaching learning of mathematics?
4.How to develop methods of teaching learning of mathematics?
5.How to facilitate the lower achievement students?
6.How to overcome teacher’s nervous whenever he/she conduct teaching learning mathematics?
7.How to promote effective communication in the class of mathematics?
8.How to develop students’ motivation in learning mathematics?
9.How to develop problem solving activities of mathematics?
10.What do you know about Home Schooling and how it implementation in teaching learning of mathematics?
11.What is the relevant of the theory of S-R in teaching learning of mathematics?
12.How to promote innovative teaching learning of mathematics?
13.How to develop the schema/scenario of teaching learning of mathematics?
14.How to develop teaching learning of mathematics in such a way that the students enjoy.
15.What do you know about Moving Class and how the impacts to the teaching learning of mathematics?
16. To what extent the influence of IQ to students’ competency in mathematics?
17. The role of memorizing activities in teaching learning of mathematics.
18. What do you think about trick/quick method in teaching learning of mathematics?
Contributors: Riyanti, Agustin Pandhuniawati Heriani, Hengkang Bara, Budiono, Mega Kusuma Listyotami, Dewi Fitrianing Lestari, Mei Hardiyanti, Dian Krismayanti, Mela Agustina, Endang Wahyuningsih, Indra Setyawati, Astrid Amretasari, Fajar Susilo, Rina Yulianingsih, Reni Nuraini, Agustiana Dwi Nurcahyani. Supervisor: Dr. Marsigit

91 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Saya tertarik dengan masalah “How to encourage students to understand mathematics?”.
    Masalah pembelajaran matematika dari aspek kognitif adalah masalah yang terkait dengan pemahaman materi matematika. Biasanya, masalah ini bersumber pada penyajian materi pembelajaran matematika. Seperti dikaji di bagian pendahuluan, pembelajaran sebaiknya disajikan dengan meminimalkan extraneous cognitive load dan mengoptimalkan germane cognitive load melaui penyajian bahan ajar dan instruksi pembelajaran yang tepat. Selain itu juga ada faktor intrinsic cognitive load yang memberikan alasan mengapa materi ajar perlu disajikan dengan terurut atau skematis, juga bertahap sesuai kemampuan prasyarat yang dimiliki oleh siswa.
    Apabila ketiga cognitive load ini dapat ditata atau diorganisasikan dengan baik oleh guru, maka semakin kecil kemungkinan munculnya kesulitan memahami materi matematika tertentu. Oleh karena itu, penyelesaian dari masalah ini atau untuk menghindari munculnya masalah ini, metode pembelajaran matematika harus didesain dengan strategik dan inovatif. Strategik artinya metode pembelajaran ini sistematis mengarah pada tujuan yang jelas (terukur). Dengan menyusun tujuan pembelajaran yang jelas, guru dapat mengidentifikasi kebutuhan materi prasyarat, menyusun materi dengan sistematis dan skematis, mengidentifikasi kemampuan awal siswa dan menyusun tahap-tahap pembelajaran dengan efisien. Inovatif artinya metode pembelajaran yang disusun selalu disesuaikan dengan karakteristik kognitif siswa sehingga tidak monoton. Pembelajaran yang inovatif adalah pembelajaran yang dapat mendorong siswa untuk belajar dengan terlibat secara (individu) aktif (secara mental) dalam proses belajar itu, tidak selalu secara kolaboratif tetapi juga secara mandiri. Peran guru dalam memfasilitasi pembelajaran yang inovatif sangatlah besar, meskipun untuk mencapai ini, diperlukan persiapan pembelajaran yang cukup intensif.
    Mungkin tidak ada satu metode yang terbaik dalam pembelajaran matematika, namun apapun nama metodenya, asalkan metode pembelajaran matematika ini strategik (mencapai tujuan pembelajaran) dan inovatif (bervariasi sesuai kebutuhan belajar siswa) maka metode ini adalah metode yang terbaik. Dengan metode pembelajaran seperti ini, masalah kesulitan pemahaman materi matematika kemungkinan besar dapat dihindari.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    How to develop students’ motivation in learning mathematics?
    Mungkin salah satu solusinya sebagai pendidik harus pandai memahami suasana kelas,‎ ini bertujuan agar tidak ada hal-hal yang dapat mengganggu atau ‎menghambat jalannya proses pembelajaran.‎ Gunakan permainan‎ agar siswa tidak bosan,maka libatkanlah mereka dalam sebuah permainan matematika. Penggunaan media belajar yang bersifat konkret‎ agar siswa mampu melihat langsung apa yang dimaksud oleh ‎guru. Terapkan Diskusi,‎ lakukanlah diskusi dalam pemecahan saoal-soal yang belum dipahami siswa,baik secara diskusi antar ‎teman ataupun antar kelompok dengan bimbingan dari guru.‎ Sehingga dari sini diharapkan akan muncul motivasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    8.How to develop students’ motivation in learning mathematics?

    Dengan cara memperjelas tujuan yang akan membuat siswa penasara mengenai yang ingin dicapai dalam pembelajaran, menciptakan suasana yang mana akan membuat siswa nyaman berada dalam lingkungan belajar dan yang menyenangkan dalam belajar, menggunakan variasi metode penyajian yang menarik sehingga tidak memunculkan sifat bosan siswa akan belajar, memberikan pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa, memberikan penilaian, memberi komentar terhadap hasil pekerjaan siswa dan menciptakan persaingan serta kerjasama.

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    How to facilitate the lower achievement students?
    The main problem that is developing in the our education today is still about the low achievement of student learning. Teacher is someone who has an important role in facilitating student learn. To facilitate the lower achievement students, we must patiently accept them, teach math by repeating the material, use contextual problems, give an example and feeds, use the variety of methods, interactions, resources and media of learning, and the others. Teacher should be creative and innovative in facilitating student learn.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    What do you know about Moving Class and how the impacts to the teaching learning of mathematics?
    “Moving Class” atau kelas berjalan merupakan suatu sistem pembelajaran dimana setiap kelas ditetapkan sebagai tempat pembelajaran untuk mata ajar tertentu yang telah dilengkapi sarana prasarana yang diperlukan dalam proses pembelajaran mata ajar tersebut. Sistem moving class dapat membawa dampak positif dan dampak negatif bagi pembelajaran (termasuk pembelajaran matematika). Sistem pembelajaran dengan menggunakan moving class dapat menumbuhkan kesadaran dan tanggung jawab siswa, karena siswa harus mencari ruang kelasnya pada setiap pergantian pelajaran. Selain itu dapat melatih peserta didik dan guru untuk menggunakan waktu sebaik mungkin agar waktu pembelajaran dapat berjalan dengan efektif. Tapi dampak negatifnya, moving class ini memerlukan persiapan yang matang. Akan sangat banyak masalah pembelajaran yang muncul jika dilakukan tanpa persiapan yang matang. Selain itu, guru juga perlu memperhatikan waktu dan jarak dari satu kelas ke kelas lain serta sarana dan prasarana di setiap kelas.

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    To answer the question no. 8 How to develop students’ motivation in learning mathematics? As we know motivation is very improtant in learning mathematics. Because in learning mathematics must have wish ourselves especially student. And strategies for increasing student motivation in math is (1) Call Attention to a Void in Students' Knowledge (2)Show a Sequential Achievement (3) Discovering a Pattern (4) Present a Challenge (5) Entice the Class with a “Gee-Whiz” Mathematical Result (6). Indicate the Usefulness of a Topic (7) Use Recreational Mathematics (8). Tell a Pertinent Story (9) Get Students Actively Involved in Justifying Mathematical Curiosities.
    (https://www.edutopia.org/blog/9-strategies-motivating-students-mathematics-alfred-posamentier)

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam pembelajaran pastinya ada masalah baik dalam proses maupun hasilnya. Peran guru dalam menyelesaikan masalah yaitu terlihat dari cara guru menidentifikasi masalah tersebut kemudian mencoba mencari solusi atas permasalahannya dengan cara memperbaiki kekurangan dari segi pembelajaran. Sehingga dalam mengembangkan metode pembelajaran matematika, guru harus menyesuaikan materi yang akan dipelajari dan strategi dalam penyampaiannya.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Salah satu aspek penting dalam pembelajaran yang perlu disiapkan oleh guru adalah menggunakan metode pembelajaran yang inovatif. Jika pembelajaran disampaikan dengan metode tradisional atau ceramah, artinya guru bermula dengan menyampaikan definisi, rumus, contoh soal dan kemudian memberikan latihan soal yang serupa dengan contoh soal, maka pemahaman konsep siswa tidak akan bermakna. Pembelajaran sebaiknya memfasilitasi siswa untuk ikut andil dalam menemukan konsep. Metode pembelajaran yang dapat digunakan misalnya dengan kooperatif atau dengan metode Lesson Study. Dengan pembelajaran yang inovatif diharapkan pemahaman siswa lebih luas dan mendalam sehingga prestasi belajar siswa bisa optimal.

    ReplyDelete
  9. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Identifikasi psikologi tidaklah mudah apalagi setiap anak memiliki masalah psikologinya masing-masing. Untuk itu, peran guru sangat diperlukan dalam hal ini agar pembelajaran dapat berhasil maka masalah psikologi harus dapat teratasi terlebih dahulu. Disinilah tantangan guru, meski sulit namun keberhasilan adalah kepuasan tersendiri.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. menurut saya persoalan psikologi merupakan persoalan yang sedikit rumit, sebab siswa sendirilah yang bisa mengatasi persoalan tersbut, guru hanya menjadi fasilitator yang membantu siswa mengatasi persoalan psikologis. Untuk dapat membantu siswa mengatasi masalah psikologisnya menurut saya guru harus berusaha membuat matematika terasa mudah dan menyenagkan. Langkah yang dapat dilakukan dengan terus belajar dan berinovasi dalam pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  11. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Mengidentifikasi masalah belajar mengajar matematika memiliki tujuan untuk menentukan bagaimana langkah yang harus diambil guru dalam mengajarkan matematika kepada siswa. Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan no 8 pada tulisan ini:
    How to develop students’ motivation in learning mathematics?
    Untuk menumbukhan atau mengembangkan motivasi siswa dalam belajar matematika maka guru harus menanamkan kepada siswa bahwa matematika itu menyenagkan dan penting. Sebagai langkah yang harus dilakukan guru maka: Pertama, untuk pembelajaran matematika yang menyenangkan kita dapat menerapkan permainan dalam pembelajaran matematika, ataupun dapat menerapkan metode pembelajaran TGT (Team Game Tournament). TGT dapat didesain dalam setiap materi pembbelajaran matematika. Kedua, bagaimana caranya agar siswa menganggap matematika penting, maka dapat diterapkan pembelajaran matematika realistik, karena pembelajaran ini bertitik pada pembelajaran menggunakan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  12. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    The influence of teacher’s emotional on teaching learning of mathematics
    Pengaruh emosi guru terhadap pengajarannya dalam pembelajaran matematika. Menurut saya hal ini berpengaruh karena emosi selalu menyertai sesorang dalam kegiatannya. Dalam pembelaran matematika mungkin guru menemui siswa yang memiliki kecerdasan rendah, karakter yang kurang baik atau siswa yang kuat pemahamannya tentang matematika. Hal ini menuntut guru menggunakan emosinya dengan bijak. Dimana emosi adalah perasaan yang bisa saja memuncak ketika menghadapi permasalahan yang ia tidak suka. Seorang guru harus mampu menahan emosi dan mengatur emosinya ketika pembelajaran berlangsung, terma matematika.

    ReplyDelete
  13. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    18. What do you think about trick/quick method in teaching learning of mathematics?
    Cara cepat atau trik cepat merupakan salah satu budaya instan dalam pendidikan, sama halnya dengan pengajaran tanpa alasan. Pengajaran dengan aturan-aturan tanpa alasan diibaratkan seseorang yang belajar mengemudi, diberitahu jika ia ingin istirahat ia harus menekan pedal kopling, tanpa diberitahu alasannya. Menurut Skemp (1971:119), jika yang diinginkan agar siswa mampu menyelesaikan permasalahan dengan cepat dan efisien, maka metode seperti ini cukup memadai. Akan tetapi, jika ada kepentingan lain dibutuhkan untuk memahami yang dikerjakan seseorang, maka metode ini tidak cukup. Dan pemahaman ini tidak sekedar prestise untuk membuat tugas lebih menyenangkan, melainkan suatu keperluan agar mampu menyesuaikan pengetahuannya dengan situasi-situasi baru.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Saat ini masih ada pembelajaran dimana guru mengawali pembelajaran dengan pemberian rumus cepat dan definisi. Padahal siswa tidak mudah menerima konsep matematika langsung melalui definisi dan rumus cepat. Memang dengan menggunakan rumus cepat akan lebih cepat menemukan jawabannya. Namun, proses lebih penting dari jawaban. Guru seharusnya memulai dengan memberikan contoh dan non contoh ke siswa, sehingga siswa mampu memberikan definisi sendiri mengenai konsep yang diajarkan, siswa mampu mengkonstruk sendiri pengetahuannya, tidak memberikan rumus cepat.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut UU Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 4, yang dimaksud guru sebagai agen pembelajaran (learning agent) adalah peran guru antara lain sebagai fasilitator, motivator, pemacu, perekayasa pembelajaran, dan pemberi inspirasi belajar bagi peserta didik. Dari pengertian tersebut, jelas lah guru memiliki tanggung jawab yang tinggi.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru di sini memiliki berbagai peran antara lain, guru sebagai inspirator, informator, motivator, inisiator, fasilitator, pembimbing, mediator, dan elevator. Dari berbagai peran di atas dapat disimpulkan bahwa guru berperan untuk memberikan pemahaman mengenai bagaimana cara belajar yang baik, memberikan informasi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, mendorong minat belajar siswa, menciptakan belajar yang menyenangkan, membimbing siswa menjadi lebih cakap dan mandiri, serta guru dituntut untuk menjadi seorang evaluator yang baik dan jujur, dengan memberikan penilaian yang menekankan pada proses di mana siswa yang lebih aktif. Jangan jadikan matematika sebagai pelajaran yang identik dengan menghafal rumus matematika, akan tetapi jadikan matematika sebagai pelajaran yang memeberikan tantangan kepada siswa untuk selalu melakukan investigasi. Sehingga, siswa terpacu dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

    ReplyDelete
  17. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari berbagai artikel dan elegi-elegi Bapak Marsigit memberikan banyak manfaat kepada kita terutama dalam proses pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran inovatif. Hal ini memberikan jalan alternatif yang sepatutnya dapat mejadi modal atau dapat diterapkan oleh calon guru atau guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, hendaknya setiap guru berperan sesuai dengan hakikat tugasnya yaitu sebagai pendidik profesional. Sehingga, diharapkan mampu mencapai tujuan pendidikan secara efektif.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Sebelum memulai pembelajaran di awal semsester salah satu tugas guru adalah mengidentifikasi masalah psikologis dalam pembelajaran matematika yang nantinya akan berdampak pada pembelajaran. Dan tidak masalah yang timbul dalam diri siswa saja tetapi juga pada gurunya. Pertanyaan no. 6 bagaimana mengatasi kegelisahan guru setiap kali ia melakukan pembelajatan matematika? Nah ini bisa saja terjadi ketika guru masuk ke kelas untuk mengajar tetapi tidak mempersiapkan RPP dan perangkat lainnya apalagi jika guru tidak menguasai materi yang akan di ajarkan.

    ReplyDelete
  19. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    banyak manfaat yang didapat dari elegi-elegi artikel Prof Marsigit untuk kita terutama dalam proses pembelajaran yang mengarah pada pembelajaran inovatif. Hal ini memberikan jalan alternatif yang sepatutnya dapat mejadi modal atau dapat diterapkan oleh calon guru atau guru dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu, hendaknya setiap guru berperan sesuai dengan hakikat tugasnya yaitu sebagai pendidik profesional. Sehingga, diharapkan mampu mencapai tujuan pendidikan secara efektif.

    ReplyDelete
  20. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada point 14.How to develop teaching learning of mathematics in such a way that the students enjoy.Cara mengembangkan pemeblajaran yang disukai siswa adalah dengan cara mengenali dan memahami kebutuhan siswa dalam pembelajaran. Guru dituntut mampu untuk memahami kebutuhan siswa, jadi jika dirasa siswa merasa bosan dengan pembelajaran maka guru harus mengubah metode pengajarannya.

    ReplyDelete
  21. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mengenai bagaimana memfasilitasi siswa yang memiliki lower achievement yaitu dengan cara pendekatan working examples, dalam working examples siswa memahami masalah yang dilengkapi dengan langkah-langkah penyelesaiannya, kemudian siswa mengerjakan masalah yang penyelesaiannya mirip dengan contoh yang diberikan, sehingga cara ini efektif bagi siswa yang memiliki lower achievement.

    ReplyDelete
  22. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran diawali dengan motivasi dari guru. Motivasi yang disampaikan dapat berupa tujuan mempelajari suatu matematika, bisa juga memberikan gambaran kepada siswa pentingnya mempelajari matematika tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Maka dari situlah siswa belajar dengan mengetahui untuk apa mereka belajar, dan mereka dapat bersungguh-sungguh dalam belajar. Paparan diatas juga dapat sekaligus menjawab pertanyaan 25. Guru dapat memberikan motivasinya di awal pembelajaran, juga menyemangati siswa di tengah-tengah pembelajaran.

    ReplyDelete
  23. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran bermakna adalah ketika siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, dan pada pembelajarannya guru berperan sebagai fasilitator, dan siswa lah yang melaksanakan pembelajaran secara aktif dan mandiri. Pembelajaran bermakna juga berarti pembelajaran sebagai cycle, dan melekat pada diri seorang siswa

    ReplyDelete
  24. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Pertanyaan yang paling menarik perhatian saya adalah, “bagaimana membuat pembelajaran matematika yang bisa membuat siswa enjoy”. Karena berdasarkan pengalaman saya mengobservasi pembelajaran matematika (untuk penelitian skripsi), pembelajaran matematika sangat membosankan. Hasil yang saya dapatkan, hal ini terjadi karena guru menggunakan metode yang monoton, sehingga tidak terjadi inovasi dan siswa mengalami kejenuhan. Setelah dibuatkan media pembelajaran dan guru menggunakannya, siswa menjadi lebih semangat dalam belajar dan termotivasi untuk meningkatkan prestasinya.

    ReplyDelete
  25. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    How to encourage students to understand mathematics?

    One of the tasks of teachers is to motivate students to be more ready and bring up the curiosity of students. It is necessary, so students is learning a material are not forced to learn it. But it was driven from him to study the material. Example how to motivate student is to give little story about the material to be learned and its usefulness in everyday life so that emerge seeds of motivation appear in student.

    ReplyDelete
  26. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    How to develop innovative teaching learning of mathematics?

    To develop innovative mathematical learning, which teacher first serves as a facilitator. And students act as subject of education. So the teacher must provide methods, and so on for the purpose of learning is met. So that learning is no longer centered on the teacher. But now it is centered on students. So students are able to reconstruct their knowledge with the variety that teachers have prepared. To meet the needs of students.

    ReplyDelete
  27. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    The influence of teacher’s emotional on teaching learning of mathematics?

    In the course of teaching it is the teacher must control the emotions in his heart churned. So the teacher can be professional distinguish school affairs with that is not. So that in the learning of teachers must bring a sense of gemberi in order to erase a comfortable atmosphere for students on the move reach math.

    ReplyDelete
  28. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    How to develop methods of teaching learning of mathematics?

    The main idea is as like as may coment to number 2. But to develop method firsly techear have to understand the cokgnitif of the student. Which is grouping student to the best method tor teaching their in class like on article “ Forum Tanya Jawab 63: Bagaimana Siswa Bisa Menentukan Kurikulum?” written by Prof Marsigit.So techer have to known the characteristics of their students.

    ReplyDelete
  29. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    How to facilitate the lower achievement students?

    To facilitate students with low achievements as well as facilitate high achieving students as well as facilitate students in general by providing a variety of methods, media, props and more. In this case, however, teachers facilitate high achievers to reconstruct their own knowledge. So that independently learn and do activities that have been prepared. Which is likely to spend more activity than other students. So as I have explained teachers still have to provide variations yng different kinds of existence. So that the target is not the number of activities dilakakukan but how where the process otan kereka evolved.

    ReplyDelete
  30. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Psikologi sangat berpengaruh terhadap proses pembelajaran.
    Masalah psikologi ini tidak hanya dialami oleh siswa saja, melainkan juga oleh guru.
    Seperti misalnya kecemasan guru sewaktu melakukan proses pembelajaran.
    Kecemasan guru akan datangnya ujian nasional, maupun kecemasan-kecemasan psikologi yang lain.
    Kecemasan dan masalah psikologi ini harus segera diatasi oleh guru agar tidak menghambat proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  31. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pembelajaran matematika dikatakan sedang menghadapi masalah yaitu apabila pembelajaran matematika tersebut berada pada kondisi yang tidak ideal dan ingin menuju kondisi ideal, namun untuk mencapai tujuan tersebut tidak mudah dan memerlukan pemikiran untuk sampai pada solusinya, maka pada saat itulah dapat dikatakan bahwa.

    ReplyDelete
  32. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dengan mengindetifikasi masalah-masalah yang muncul, hendaknya seorang guru terus belajar dan berusaha untuk menemukan solusi dari permasalahan tersebut guna mencapai tujuan yang akan dicapai. Maka diperlukan peran aktif guru dalam menyelesaikan masalah tersebut.

    ReplyDelete
  33. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Identifikasi masalah psikologis dalam belajar-mengajar matematika umumnya terkait dengan bagaimana cara guru membangun pemahaman siswa terhadap konsep matematika, mengembangkan pembelajaran inovatif, memotivasi siswa, memberdayakan atau mengembangkan potensi yang dimiliki siswa, pengaruh aspek emosional guru dalam mengajar, dan juga sistem pembelajaran matematika di kelas.

    ReplyDelete
  34. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    8.How to develop students’ motivation in learning mathematics?
    Kita membuat siswa senang dengan matematika. Berbagai cara dapat dilakukan salah satunya adalah dengan menggunakan fun teaching. Dengan metode pembelajaran matematika yang menyenangkan, maka siswa akan termotivasi untuk belajar matematika. Cara lain adalah dengan mengetahui betapa pentingnya matematika pada pokok bahasan tertentu dengan kehidupannya sehari-hari. Jika siswa mengetahui betapa pentingnya matematika, maka dia akan bersungguh-sungguh untuk mempelajarinya.

    ReplyDelete
  35. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Permasalahan yang sering dihadapi oleh beberapa guru muda adalah kemampuannya dalam penguasaan kelas, terkadang mereka serikngkali tidak maksimal melaksanakan kegiatan pembelajaran dikarenakan mereka masih belum dapat beradaptasi dengan baik dengan situasi serta kondisi kelas. Mereka sering merasa cemas dan gugup ketika melaksanakan pembelajaran. Hal ini menjadi salah satu hambatan bagi para guru untuk dapat menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam pembelajaran. Kegugupan ini merupakan hal yang wajar dirasakan oleh para guru terutama guru-guru yang baru pertama kali melaksanakan kegiatan pembelajarna di kelas. Kegugupan ini akan hilang seiring dengan banyaknya intensitas pembelajaran yang mereka lakukan. Semakin sering mereka melaksanakan pembelajaran maka rasa gugup akan semakin berkurang.

    ReplyDelete
  36. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Dari identifikasi-identifikasi yang diuraikan di atas seharusnya menjadi perhatian besar bagi guru maupun calon guru. Jika tidak salah, identifikasi masalah di atas mempermaslahkan bagaimana mengembangkan metode pembelajaran yang inovatif, kreatif, komunikasi antara guru dan siswa efektif, motivasi belajar siswa, dan pemecahan masalah matematika. Selain itu juga yang menjadi perhatian penting bagi guru adalah bagaimana peran guru untuk memfasilitasi kemampuan siswa yang berbagaimacam karakter. Untuk itu perlu kiranya bagi kita semua dapat menganalisis bagaimana solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan-permasalahan psikologi dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  37. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Saya tertarik untuk menanggapi persoalan yang terakhir, menurut pengalaman saya trik atau metode cepat dalam pembelajaran matematika tidak dapat menanamkan konsep pada diri seseorang. Trik-trik tersebut hanya dapat digunakan untuk tujuan jangka pendek. Bahkan cara-cara tersebut hanya dapat digunakan pada soal-soal type khusus. Akibatnya, siswa tidak akan mampu menyelesaikan masalah yang lebih tinggi. Dengan kata lain, kemampuan berpikir siswa tidak akan bisa berkembang dengan baik. Jika siswa terbiasa menggunakan cara-cara cepat, maka siswa akan kesulitan untuk mempelajari materi berikutnya yang membutuhkan pemahaman konsep pada materi yang bersangkutan. Adanya trik dan cara cepat ini ditengarai karena kecenderungan siswa dan juga pendidik yang menginginkan cara yang instan dalam pembelajaran. Biasanya hal ini dipengaruhi oleh tuntutan UN.

    ReplyDelete
  38. Shelly Lubis
    177092521040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    I want to give my opinion about How to encourage students to understand mathematics. to encourage them, we can give them an idea about what the topic can be applied to context in real life, before the instruction starts. for example, they are going to study about quadratic function. before the teacher start the lesson, she/he can give examples about what's the advantage of learnign this topic, it can be appied when you become an engineer and wanna make a bridge. or when you want to calculate the maximum heigt of the bullet in physics.

    ReplyDelete
  39. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 18. What do you think about trick/quick method in teaching learning of mathematics?Kecemasan merupakan hal yang daoat dialami oleh setiap orang. Sebagai serang pendidik kecemasan harus sesuai dengan kadarnya.Kecemasan seorang pendidik dapat dikarenakan bahwa dia tidak menguasai materi yang hendak diajarkan. Pendidik harus dapat mengatasi kecemasannya baik saat menyampakan pelajaran, mengolah data nilai, menghadapi siswa, dan kecemasan psikologi lain. Pendidik harus menutupi kecemasannya agar siswa tidak merasakan kecemasan dari pendidiknya. Karena apabila pendidik sendiri cemas, apa yang akan dipercayai siswa mengenai pembelajarannya.

    ReplyDelete
  40. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    berkaiatan dengan bagaimana mengemabnagkan pembelajaran yang inovatif, merupakan dimana usaha seorang guruuntuk kreatif dan inovatif dalam pembelajaran matematika. gurumemanfaatkan media disekitar atau dengan menggunakan teknologi yang sudah berkembang speerti saat ini sebagai metode atau alat yang digunakan untuk pembelajaran yang lebih inovatif. selain itu penggunaaan metode yang bervariasi juga dapat digunakan untuk mengmbangakn inovatif dalam pembelajaran, sehingga siswa akan menanti pelajaran matematika yang menarik setelahnya, sehingga akan membantu siswa dalam memotivasi diri untuk senang terhadao matematika.

    ReplyDelete
  41. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Thank you for sharing this, Sir. In my opinion, we cannot encourage students to understand mathematics, since the word 'understand' is more related to cognitive process of individuals, it is difficult for other people to do something about it. Instead, we can encourage them or motivate them to develop their motivation to learn mathematics and apply it to their real life.

    ReplyDelete
  42. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Keceradasan siswa sangat membantu guru di dalam pembelajaran matematika. Setiap siswa memiliki kecerdasan yang berbeda-beda diantaranya adalah meliputi kecerdasan intuisi dan refleksi. Kecerdasan intuisi adalah keceradasan yang bersifat spontanitas artinya siswa memberikan respon tanpa adanya melalui proses pengalaman belajar. Sedangkan kecerdasan refleksi adalah kebalikan dari intuisi yakni siswa memerlukan pengalaman belajar terlebih dahulu agar bisa memahami dan meberikan respon dari pelajaran yang berikan oleh guru. Dengan diketahuinya jenis kecerdasan yang dimiliki siswa maka guru sudah semestinya dapat memberikan perlakuan yang adil dan sesuai kepada seluruh siswa agar proses pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  43. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Saya akan mencoba menanggapi permasalahan yang terakhir mengenai penggunaan trik atau cara cepat dalam pembelajaran matematika. Menurut saya, boleh jika guru atau siswa yang menginginkan matematika diselesaikan dengan cara cepat atau dengan trik. Karena cara-cara cepat seperti ini terkadang dibutuhkan terutama dalam menyelesaikan soal-soal yang banyak dengan waktu yang sedikit seperti pada soal-soal UN atau SBMPTN. Dan juga penyelesaian soal-soal matematika dengan menggunakan trik justru menjadi suatu daya tarik tersendiri bagi siswa dalam mempelajari matematika, sehingga secara tidak langsung siswa menyenangi matematika dikarenakan trik ini.
    Namun, musti diingat bahwa sebelum menggunakan trik atau cara cepat, guru haruslah menanamkan konsep dasar dari suatu materi. Dan jika siswa telah menduduki konsep tersebut, maka bukan menjadi suatu masalah jika siswa diajarkan cara cepat penyelesaian matematika.

    ReplyDelete
  44. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Belajar merupakan usaha sadar dan terencana yang dilakukan siswa untuk mengembangkan pengetahuannya. Jika ditinjau dari psikologi belajar, belajar adalah proses mental yang tidak dapat diamati secara kasat mata. Masalah psikologi belajar matematika dapat ditinjau dari materi ajar, guru (metode pembelajaran), dan dari pribadi siswa itu sendiri seperti motivasi dan kemauan. Oleh karena itu, sebaiknya ketiga komponen tersebut diperhatikan agar proses belajar mengajar yang dialami siswa berjalan dengan maksimal. Misalnya ketika maeri pembelajaran sulit, maka guru sebaiknya menyajikan materi tersebut dengan mudah dan tidak acak agar mudah dipahami siswa, selain itu perlu dilakukan treatment agar motivasi siswa dalam belajar tinggi karena inti dari belajar ialah siswa. Jika siswa tidak ada motivasi maka sebagus apapun proses pembelajaran tidak akan mempengaruhi siswa.

    ReplyDelete
  45. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    15.What do you know about Moving Class and how the impacts to the teaching learning of mathematics?

    Saya merujuk pada salah satu peratanyaan di antara banyaknya pertanyaan .Berdasarkan pengalaman yang saya dapatkan ketika waktu SMA dulu .Sekolah kami menjalankan program moving class.Jadi saya bersama teman-teman dan kelas lainnya berpindah-pindah kelas jika bunyi bel menandakan adanya pergantian Jam.Banyak siswa maupun guru-guru yang mengeluh.Salah satu kekurangannya bahwa siswa tidak dapat memenej waktu.Tidak dapat dibayangkan siswa harus berlari ke sana ke mari untuk menemukan kelasnya ketika pergantian jam.Namun mengenai pengaruh program moving class pada pembelajaran matematika saya belum mengetahuinya.Ini merupakan pelajaran penting juga buat diri saya .

    ReplyDelete
  46. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan yang kedua "How to develop innovative teaching learning of mathematics?"
    Menurut saya tidak selamanya pembelajaran yang inovatif itu selalu berhubungan dengan teknologi. Salah satu cara mengembangkan ynh bukam teknologi adalah dengan mencoba hal-hal yang ada disekitar kita menjadi menarik. Kita harus menunjukkan bahwa matematika itu ada disekitar kita. Model pembelajaran juga harus berbeda dari yang sebelumnya dan harus memancing siswa untuk berpikir kritis. Selain itu, model pembelajaran harus bisa membuat siswa untuk mau mengungkapkan pendapatnya.

    ReplyDelete
  47. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari hasil perjalanan hidu saya yang masih singkat ini saya akan mencoba mengomentari pertanyaan pertanyaan diatas menurut sudut pandang saya berdasarkan hasil pengalaman saya yang telah saya reduksi menurut diri saya. kita tidak bisa membuat siswa paham matematika, yang bisa kita lakukan hanyalah mensuport, dan mereka sendirilah yang akan memahaminya, entah nantinya mereka mau paham atau tidak. pembelajaran yang inovatif seharusnya tidak menghilangkan tujuan belajar itu sendiri. emosi guru akan tersampaikan kepada siswa. Metode pembelajaran itu tergantung siswa. Memudahkan siswa berprestasi rendah adalah tidak terlalu menarik mereka, tetapi mendorong mereka. Kegelisahan guru terkadang akan membawa jalan yang baik, tergantung apa yang akan diusahakan guru selanjutnya.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  48. Terimakasih bapak atas sharing pertanyaan-pertanyaan yang muncul tentang indentifikasi masalah psikologi dalam pembelajaran matematika, semoga saya mampu untuk merenungkan kembali jawaban-jawaban atas pertanyaan tersebut, yang kemudian dapat menuntun saya menjadi guru yang lebih baik jka saya merenungi dari jawaban atas pertanyaan tersebut di pikiran dan hati saya.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  49. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    On this elegi, i only focus on first number. First something that we should do to encourage them is making fun method. Because from fun lesson it will make student more interesting than conventional method. When we has already have thei attention, it will easier us as a teacher to make them understand our explanation. If this strategy always be used all teacher, I’m sure that they will be understand with mathematics.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  50. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Talking about psychological problems in learning and teaching mathematics is the same as talking about students and teachers' psychological problems towards mathematics. In my opinion, both students and teachers are of course having psychological problems considering that we are all human beings. To cope with these psychological problems, the individual, whether it is student or teacher should take a look at them selves first. The reasons between those psychological problems of course are different, and I know that sometimes, we need to consider ourselves first before taking care of other people. However, we, as educators and teachers need to know the importance of (self) reflection, what we have done and how students reacted to it. We have to understand that one of teacher's duties is encouraging students reaching their maximum potentials. We, as teachers, have to show that mathematics is not scary, it is challenging but fun. If the students are happy, I think the teachers are too, so that we then don't feel stressed out in our activities in (learning and) teaching mathematics.

    ReplyDelete
  51. Isoka Amanah Kurnia
    17709351051
    PPs Pend. Matematika C 2017

    Quick method is simply used for a certain problem which have a very clear form to easily solved just by applying formulas or computation. Using trick in math problems will set the negative mindset for students. This could be great if students find the quick method by them self based on their deep practice while solving some problems related to certain subject, which make the students see the patterns and then carrying out some quick method for generalizing the main steps out of different form of problems. But if the trick only given by the tutor or else, they will find difficulties in solving different kind of problems. Quick method cannot cover all different kind of problems. Mathematics is not always about the result, but its also attaching the importance of the process to reach the final result. So it is not recommended for students to keep the mindset of using trick or quick method.

    ReplyDelete
  52. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    How to facilitate the lower achievement students? Bagaimana memfasilitasi siswa denga prestasi yang rendah.
    Memfasilitasi siswa dengan dengan kemampuan tinggi dan rendah tentu berbeda. Jika siswa dengan kemampuan lebih tidak memerlukan banyak waktu dalam melaksanakan pembelajaran, berkebalikan dengan siswa dengan kemampuan rendah. Salah satu penyebab terumum mengapa capaian siswa dikategorikan rendah karena minimnya prior knowledge siswa. Prior knowledge berperan dalam menentukan sukses tidaknya proses belajar siswa. Siswa dengan pengetahuan awal yang tinggi cenderung lebih mudah dalam mengenali informas/pengetahuan baru, juga lebih mudah dan cepat dalam menentukan strategi pemecahan masalah. Sehingga untuk memfasilitasi siswa dengan kondisi demikian guru sebaiknya sering melakukan apersepsi terlebih dahulu. Pengulangan kembali materi-materi prasyarat yang paling relevan dan esensial. Selain itu dengan menyusun perangkat pembelajaran dan mendesain pembelajaran yang sesuai dengan karakter siswa harapannya mampu memudahkan siswa dalam mencapai suksesnya proses belajar yang dilakukan.

    ReplyDelete
  53. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Tidak semua siswa memahami apa yang disampaikan guru dan tidak semua siswa menyukai pelajaran matematika karena sebagian besar siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, peran guru dalam mengelola proses pembelajaran sangat diperlukan. Guru hendaknya menciptakan pembelajaran yang inovatif, komunikatif, dan bervariasi. Komunikasi antara guru dan siswa sangat diperlukan dalam proses pembelajaran.
    Kondisi psikologi siswa sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. Guru hendaknya dapat memahami kondisi psikologi masing-masing siswanya. Selain itu, pemberian motivasi kepada siswa diperlukan untuk menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri siswa dalam belajar matematika. Sehingga dengan adanya motivasi, siswa akan merasa terdorong untuk lebih giat belajar matematika.

    ReplyDelete
  54. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Ternyata problem psikologi guru sangatlah beragam. Saya mendapati problem psikologi yang hampir sama / identic, yaitu problem nomor 2 dan 4. Bagaimana mengembangkan metode pembelajaran tentu terkait dengan bagaimana mengembangkan inovasi guru. Untuk mengatasinya guru harus berani mencoba hal-hal yang baru. Metode pembelajaran yang digunakan janganlah metode yang itu-itu saja. Guru harus senantiasa belajar sesuatu yang baru. Hindari pembelajaran yang selalu klasikal / teacher centered. Sebaliknya, kembangkan metode cooperative learning dengan mengutamakan diskusi dengan siswa.

    ReplyDelete
  55. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Thank you Prof. for posting this article, about identification psychological problems in the teaching learning of mathematics. Through this article I begin to understand that there are many problem related to psychological in the teaching learning of mathematics that need to discuss deeply. In fact, I was interested in learning and understanding psychological in the teaching learning of mathematics. Because, mathematics and psychology have a close relationship in the learning activities of mathematics, both for teachers and for students.
    So, if we understand the problems in mathematics and psychology, we can find the solutions of the problem.

    ReplyDelete
  56. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    How to develop innovative teaching learning of mathematics?
    Untuk meningkatkan pembelajaran inovatif pada pembelajaran matematika tentunya dipengaruhi dengan pemilihan metode belajar. LKS juga berpengaruh, semakin LKS mengajak anak kreatif maka akan semakin baik, jadi anak dapat belajar matematika dengan menyenangkan.

    How to overcome teacher’s nervous whenever he/she conduct teaching learning mathematics?
    Untuk mengurangi rasa nervous mengajar di depan kelas, bisa dengan berusaha menyiapkan pembelajaran dengan baik, menguasai materi, alat peraga, dan juga memahami langkah-langkah serta jawaban yang ada di LKS. Jika persiapan sudah matang, insyaaAllah jadi percaya diri dalam mengajar.

    ReplyDelete
  57. How to develop students’ motivation in learning mathematics?
    Untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dapat dengan cara menceritakan kegunaan atau manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari. Karena matematika digunakan di hampir semua bidang.

    What do you think about trick/quick method in teaching learning of mathematics?
    Kita harus luruskan kembali pemahaman mereka mengenai matematika, matematika bukanlah ilmu perdukunan. Akan tetapi, matematika melewati proses yang seharusnya dipahami sehingga dapat mengaplikasikannya untuk menyelesaikan masalah-masalah matematika

    ReplyDelete
  58. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 9 yaitu How to develop problem solving activities of mathematics? Menurut saya cara untuk mengembangkan pemecahan masalah adalah dengan memulai memberikan soal motivasi berdasarkan masalah kehidupan nyata, hal ini akan menjadi ketertarikan sendiri dalam motivasi menyelsaikan masalah tersbeut. Selanjutnya secara berkelompok siswa menyelesaikan masalah tersbut dapat dengan langkah-langkah dalam menyelesaikan maslaah seperti memahami masalah, merencanakan pemecahan, melaksanakan rencana, dan mengevaluasi atau melihat kembali. Dengan langkah-langkah seperti ini siswa akan mudah untuk menyelesaikan masalah. Namun hal yang paling substansial adalah siswa-siswalah yang menyelesaikan masalah tersbeut agar siswa memaknai dan merasakan secara langsung keterlibatan mereka dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  59. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Menurut pendapat saya, seorang guru harus mempunyai waktu untuk membuat ‎persiapan dalam mengajar, tujuannya agar guru mampu menyampaikan materi dengan sebaik-‎baiknya sehingga siswa mampu memahami apa yang diajarkan oleh guru.‎ Guru juga harus pandai memahami suasana kelas,‎ ini bertujuan agar tidak ada hal-hal yang dapat mengganggu atau ‎menghambat jalannya proses pembelajaran.‎ Pembelajaran menggunakan permainan‎ agar siswa tidak bosan,maka libatkanlah mereka dalam sebuah permainan matematika. Penggunaan media belajar yang bersifat konkret‎ agar siswa mampu melihat langsung apa yang dimaksud oleh ‎guru. Menerapkan metode diskusi,‎ lakukanlah diskusi dalam pemecahan saoal-soal yang belum dipahami siswa,baik secara diskusi antar ‎teman ataupun antar kelompok dengan bimbingan dari guru.

    ReplyDelete
  60. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Terkait pertanyaan nomor 7, bagaimana melakukan komunikasi yang efektif pada pembelajaran matematika, komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan cara melakukan komunikasi yang bersifat dua arah. Jadi bukan hanya interaksi guru terhadap siswa saja, melainkan juga interaksi siswa terhadap guru. Melalui interaksi, guru memberikan tanggapan, penguatan, evaluasi, dan timbal balik. Melalui interaksi pula siswa membangun konsep matematika dan merepresentasikan matematika berdasarkan pemahamannya untuk kemudian diberikan tanggapan oleh guru. Jadi komunikasi yang efektif adalah komunikasi yang bersifat dua arah.

    ReplyDelete
  61. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Terkait pertanyaan nomor 5, bagaimana cara memfasilitasi siswa yang memiliki prestasi rendah, caranya adalah dengan guru menginvestigasi dimana letak kesulitan belajar siswa, apakah terletak pada kesulitan konsep, prosedural, atau formal. Setelah guru mengetahui letak kesulitannya, guru memberikan evaluasi, pemahaman matematika dan memotivasi siswa untuk belajar mengatasi kesulitan yang dialaminya. Guru juga perlu untuk memastikan bahwa kemampuan awal yang dimiliki siswa sudah memadai sebelum guru memulai suatu pokok bahasan baru agar tidak terjadi kesalahan konsep yang berkelanjutan.

    ReplyDelete
  62. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 10 tentang Homeschooling, bahwa Homeschooling dapat dipandang sebagai suatu pendidikan alternatif yang merupakan substansi dari aktivitas sekolah, dimana anak belajar di bawah supervise dan kontrol penuh orangtua. Homeschooling adalah kegiatan belajar anak yang sepenuhnya berada dalam program dan kendali orangtua. menurut Sumardiyono (2007), dalam pelaksanaannya, homeschooling sebagai model pendidikan alternatif mempunyai bentuk variasi, diantaranya homeschooling terstruktur (school at home) dimana merupakan metode pendidikan yang serupa dengan yang diselenggarakan di sekolah, hanya saja bertempat di rumah. dan homeschooling tak struktur dimana proses pembelajaran tidak tertentu pada jam belajar saja, tetapi bisa terjadi dimana saja dan disepanjang hari, sumber belajar pun tidak hanya sosok tertentu dan buku pelajaran, tetapi dapat siapa saja dan apa saja.

    ReplyDelete
  63. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan no 15 tentang moving class, dulu ketika saya SMA saya sempat merasakan bagaimana moving class tersebut selama tiga tahun. Moving class, pada dasarnya hampir sama dengan sistem di perkuliahan yaitu di mana mahasiswa berpindah-pindah lokasi belajar sesuai dengan mata kuliah berdasarkan kelas yang telah ditentukan untuk mata kuliah tersebut. Begitu pula, dengan pengalaman moving class yang dulu pernah saya rasakan. Misalnya ketika belajar matematika maka siswa pindah ke kelas matematika, kemudian saat belajar bahasa inggris maka siswa pindah ke kelas bahasa inggris, begitu juga dengan kelas lainnya. Menurut saya moving class terasa lebih menyenangkan dibandingkan belajar di kelas yang sama dan hanya gurunya yang berganti-ganti, sebab dengan adanya pergantian kelas memberi kesempatan siswa untuk refresh kembali dan menghilangkan kepenatan setelah belajar dengan menikmati udara di luar kelas saat berjalan menuju ruang belajar selanjutnya. Dan terus terang, 3 tahun yang saya habiskan di SMA terasa sangat singkat dan tidak membosankan. Moving class mengurangi kesempatan siswa mengarjakan tugas di sekolah.

    ReplyDelete
  64. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan no 5 tentang bagaimana memfasilitasi siswa berkemampuan rendah, menurut saya salah satu cara untuk memfasilitasi siswa berkemampuan rendah belajar adalah misalnya dengan mengolaborasikan atau mengombinasikan siswa yang berkemampuan tinggi dengan siswa berkemampuan rendah untuk belajar bersama dalam kelompok yang sama dengan begitu mereka dapat saling berbagi atau yang berkemampuan tinggi dapat membantu temannya yang berkemampuan rendah untuk memahami materi yang sedang dipelajari.

    ReplyDelete
  65. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Identifikasi masalah tentang psikologi anak terhadap perkembangan dalam pembelajaran matematika ini seharusnya menjadi perhatian bagi para pendidik maupun calon pendidik. Secara garis besar identifikasi masalah tersebut mengenai bagaimana mengembangkan metode, pembelajaran yang inovatif, motivasi siswa, komunikasi efektif antara guru-siswa dalam kelas, dan pemecahan masalah dalam matematika. Selain itu, hal yang penting juga adalah bagaimana peran guru yang emosional dalam kegiatan belajar mengajar, memfasilitasi siswa yang kurang cerdas, pengarus IQ siswa dan bagaimana memahami psikologi anak yang beraneka ragam dalam cara mereka belajar. Untuk melakukan inovasi pembelajaran yang lebih baik lagi, para pendidik maupun pendidik hendaknya dapat menganalisis identifikasi masalah tersebut, dan mengetahui, memahami serta mencari tahu bagaimana cara mengatasi hal-hal tersebut.

    ReplyDelete
  66. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 9 yaitu bagaimana mengembangkan aktivitas pemecahan masalah pada matematika. Untuk mengembangkan aktivitas pemecahan masalah, guru dapat memilih metode-metode pembelajaran yang dapat membantu untuk mengembangkan aktivitas pemecahan masalah seperti problem solving, problem based learning. Selain itu guru perlu pengembangkan lembar kegiatan siswa yang memfasilitasi kegiatan pemecahan masalah. Dan yang tidak kalah penting adalah bagaimana guru memilih masalah yang efektif. Masalah yang diberikan kepada siswa harus disesuaikan dengan kemampuan siswa, tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah serta memiliki konten yang menarik.

    ReplyDelete
  67. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  68. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Menanggapi pertanyaan pertama tentang how to encourage students to understand mathematics?, menurut saya bila ditanyakan bagaimana untuk mendorong siswa untuk belajar matematika, maka hal ini akan ada kaitannya dengan pemberian motivasi oleh guru, untuk membuat siswa belajar matematika maka hal pertama yang perlu menjadi perhatian guru adalah bagaimana menumbuhkan minat dan motivasi siswa untuk belajar matematika, motivasi siswa ada jika mereka memiliki ketertarikan untuk belajar, sehingga bila mereka tertarik untuk belajar maka perhatian siswa ada pada matematika dan ini mendukung siswa untuk memahami matematika. Maka selanjutnya, tugas guru adalah memikirkan dan memilih motivasi yang tepat untuk memulai pembelajaran matematika, misalnya seperti membuka pembelajaran dengan konteks nyata yang dekat dengan siswa, atau menggunakan topik yang menarik perhatian siswa atau dengan mengaitkan topik yang dipelajari dengan penerapannya dalam konteks kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  69. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. menurut saya persoalan psikologi merupakan persoalan yang sedikit rumit, sebab siswa sendirilah yang bisa mengatasi persoalan tersbut, guru hanya menjadi fasilitator yang membantu siswa mengatasi persoalan psikologis. Untuk dapat membantu siswa mengatasi masalah psikologisnya menurut saya guru harus berusaha membuat matematika terasa mudah dan menyenagkan. Langkah yang dapat dilakukan dengan terus belajar dan berinovasi dalam pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  70. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Meanggapi soal nomor 9 bahwa mengembangkan aktivitas pemecahan masalah matematika memang tidak mudah. Sebelumny guru harus benar-benar paham dan mengerti tingkat kemamppuan siswa. Setelah mengetahui tingkat pemahaman siswa , hal itu dapat menjadi acuan untuk mengembangkan pembelajaran sesuai kemampuan dan kopetensi siswa itu sendiri. Proses pengajuan materi tidak langsung diberika guru, namun guru memberikan atau mengajukan masalah yang kemudia siswa diminta untuk memcahkannya dengan pemahaman siswa. Terima Kasih

    ReplyDelete
  71. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Salah satu masalah yang terdapat dalam psikologi pembelajaran matematika dalah bagaimana cara memajukan pembelajaran matematika. salah satu caranya adalah dengan membuat pembelajran berpusat kepada siswa dan guru juga menfasilitasi siswa untuk berkembang sesau dengan kemampuannya. Dengan begitu pengetahuan siswa mampu terkonstruk dengan rapi.

    ReplyDelete
  72. Vidiya Rachamwati
    17709251019
    PM A

    Berdasarkan uraian identifikasi masalah tentang psikologi anak terhadap perkembangan dalam pembelajaran matematika ini seharusnya menjadi perhatian bagi para pendidik maupun calon pendidik. Secara garis besar identifikasi masalah tersebut mengenai bagaimana mengembangkan metode, pembelajaran yang inovatif, motivasi siswa, komunikasi efektif antara guru-siswa dalam kelas, dan pemecahan masalah dalam matematika. Selain itu, hal yang penting juga adalah bagaimana peran guru yang emosional dalam kegiatan belajar mengajar, memfalisitasi siswa yang kurang cerdas, pengarus IQ siswa dan bagaimana memahami psikologi anak yang beraneka ragam dalam cara mereka belajar. Untuk melakukan inovasi pembelajaran yang lebih baik lagi, para pendidik maupun pendidik hendaknya dapat menganaslisis identifikasi masalah tersebut, dan mengetahui, memahami serta mencari tahu bagaimana cara mengatasi hal-hal tersebut.

    ReplyDelete
  73. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Kondisi psikologi siswa sangat berpengaruh dalam proses pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika. Guru hendaknya dapat memahami kondisi psikologi masing-masing siswanya. Tidak semua siswa memahami apa yang disampaikan guru dan tidak semua siswa menyukai pelajaran matematika karena sebagian besar siswa menganggap matematika adalah pelajaran yang sulit. Untuk mengatasi masalah tersebut, peran guru dalam mengelola proses pembelajaran sangat diperlukan. Guru hendaknya menciptakan pembelajaran yang inovatif, komunikatif, dan bervariasi. Komunikasi antara guru dan siswa sangat diperlukan dalam proses pembelajaran. Dengan adanya komunikasi yang baik, siswa akan merasa diperhatikan dan dihargai.

    ReplyDelete
  74. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Pembelajaran yang inovatif secara perlahan akan menggeser paradigma siswa mengenai sulitnya belajar matematika menjadi pembelajaran matematika menyenangkan. Apabila pembelajaran matematika menyenangkan maka proses belajar akan lebih cepat dan lebih mudah diterima siswa. Pembelajaran yang bervariasi juga sangat diperlukan. Pembelajaran bervariasi yaitu pembelajaran yang tidak hanya terpaku pada satu metode saja, melainkan kombinasi dari beberapa metode. Dengan adanya pembelajaran yang bervariasi maka siswa tidak mudah bosan dan tidak mudah jenuh dalam mengikuti pembelajaran matematika. Selain itu, pemberian motivasi kepada siswa diperlukan untuk menumbuhkan semangat dan rasa percaya diri siswa dalam belajar matematika. Sehingga dengan adanya motivasi, siswa akan merasa terdorong untuk lebih giat belajar matematika.

    ReplyDelete
  75. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.14 tentang bagaimana mengembangkan pembelajaran matematika agar dapat membuat siswa merasa senang. Mungkin untuk siswa usia sekolah dasar terutama di kelas awal, melakukan pembelajaran matematika yang menyenangkan itu mudah karena beban materinya masih ringan. Guru hanya perlu melakukan kegiatan yang menarik serta menggunakan konteks nyata yang diminati siswa terkait dengan materi yang diajarkan. Namun, siswa di jenjang yang lebih tinggi seperti jennjang menenga memiliki beban materi yang cukup kompleks bahkan abstrak. Guru dalam memotivasi siswa untuk belajar ta semuda saat siswa masih di sekolah dasar. Oleh karena itu, sebagai guru harus memahami karakteristik siswanya. Apa yang diharapkan siswa dalam pembelajarannya dan seperti apa kemampuan belajar siswa. Dengan begitu guru dapat menentukan metode pembelajaran yang tepat seperti yang diharapkan siswa serta mampu memenuhi target materi sesuai dengan kurikulum.

    ReplyDelete
  76. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menenggapi pertanyaan nomor 4, How to develop methods of teaching learning of mathematics?
    Tidak ada metode terbaik dalam pembelajaran. Setiap metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing. Dalam memilih metode pembelajaran yang akan digunakan haruslah memperhatikan materi pembelajaran, kemampuan kognitif siswa, motivasi siswa, serta tujuan pembelajaran atau fokus pembelajaran yang diinginkan. Sebagai contoh ketika tujuan pembelajaran yang ingin dicapai adalah kemampuan pemecahan masalah, maka alternatif metode yang dapat digunakan adalah pembelajaran berbasis masalah, pembelajaran dengan pendekatan kontekstual, pembelajaran problem solving, dan sebagainya. Untuk itu, guru harus terus berupaya meningkatkan pengetahuannya mengenai model pembelajaran serta banyak membaca hasil-hasil penelitian pendidikan matematika

    ReplyDelete
  77. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 8, yaitu tentang How to develop students’ motivation in learning mathematics?. Motivasi dapat dikembangkan salah satunya dengan pembelajaran yang bervariasi dan inovatif sehingga siswa merasa tertantang dalam pembelajaran dan menumbuhkan motivasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  78. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 9 tentang How to develop problem solving activities of mathematics?. Guru dapat memilih model pembelajaran yang sesuai dan dapat mengembangkan kemampuan problem solving siswa. Dalam pembelajaran, guru harus membawa murid pada suasana siap menerima tantangan atau permasalahan dan mempersilahkan mereka untuk menyelesaikan permasalahan dengan berbagai alternatif jawaban dan cara apa saja yang mereka ketahui.

    ReplyDelete
  79. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan mengenai “How to develop innovative teaching learning of mathematics?” Menurut saya, salah satu cara yang dapat dilakukan untuk mengembangkan pembelajarn inovatif adalah melalui lesson study. Melalui lesson study guru akan mengetahui stregi untuk mengatasi permasalahan pembelajaran yang ia temui. Sehingga berawal dari situlah dia akhirnya akan mampu menentukan dan mengembangkan pembelajaran yang sepenuhnya memfasilitasi siswa dengan belajar.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  80. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Untuk masalah mengenai cara untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang disenangi oleh siswa. Menurut saya yang pertama yang harus dilakukan adalah diawali dengan gurunya terlebih dahulua harus menyenangi mtk, mengajarkannya dengan penuh senang hati. Kemudian guru dengan menciptakan pbm yang sesuai dengan dunia siswa-siswanya, menggunakan masalah-masalah kontekstual yang dekat dengan siswa, membuat pbm yang sesuai dengan kemampuan siswa-siswanya, kemudian pbmnya pun melibatkan siswanya atau dengan kata lain siswa adalah actor belajarnya, dan terakhir adalah membuat pbm mtk itu sendiri menyenangkan misalnya menggunakan variasi metode, media pembelajaran, lks, dsb.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete

  81. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Kecemasan merupakan hal yang dapat dialami oleh setiap orang. Sebagai seorang pendidik kecemasan harus sesuai dengan kadarnya. Jangan sampai mengganggu proses pembelajaran. Sebelum kecemasan tersebut mengganggu, perlu dipahami ilmu untuk mengatasinya. Belajar belajar dan belajar merupakan penyelesaian terbaik yang dapat dilakukan pendidik.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete

  82. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Pendidik harus dapat mengatasi kecemasannya baik saat menyampaikan pelajaran, mengolah data nilai, menghadapi siswa, dan kecemasan psikologi lain. Pendidik harus menutupi kecemasannya agar siswa tidak merasakan kecemasan dari pendidiknya. Maka, belajar menjadi pendidik yang cerdas merupakan tuntutan yang tidak dapat dipungkiri agar apapun yang ada didalam pikiran pendidik tidak mempengaruhi kenyamanan siswa dalam belajar.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  83. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    menenggapi pertanyaan nomor 2, how to develop innovatif teaching learning of mathematics?
    Terdapat banyak komponen yang perlu diperhatikan untuk mengembangkan pembelajaran matematika yang inovatif, diantaranya adalah RPP, LKS, apersepsi, diskusi kelompok, variasi metode pembelajaran, variasi media pembelajaran, interaksi, skema pencapaian kompetensi, dan refleksi. Setiap komponen tersebut harus dilaksanakan dengan baik agar dapat terjadi pembelajaran matemtika yang inovatif

    ReplyDelete
  84. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C
    Meningkat

    kan kemampuan matematika siswa yang memiliki kemampuan di bawah rata-rata ialah salah satu problematika pembelajaran tersendiri. Harus diingat dan dipahami bahwa siswa memiliki kemampuanaatau kapasitas yang berbeda-beda. Sehingga sebagai guru harus dapat memberikan scaffolding yang tepat dengan porsi yang tepa pula bagi siswa-siswanya.Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  85. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Untuk meningkatakan kualitas pembelajaran matematika inovatif salah satunya dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran yang menyenangkan dan dapat mebingkatkan minat serta motivasi belajar siswa, jika motivasi belajar siswa tinggi, maka pembelajaran yang dilakukan dapat meningkatkan tingkat pemahaman siswa mengenai matematika serta materi yang dipelajari siswa pada umumnya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  86. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Melakukan pembelajaran dimana siswa merasa nyaman dan menikmati pembelajaran yang berjalan dapat disiasati dengan melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan pembelajaran. Pembelajaran berbasis proyek atau diskusi dapat digunakan untuk meingkatkan motivasi siswa. Meningkatnya motivasi siswa akan membuat siswa bersemangat dan menikmati pembelajaran yang dilakukan apapun bentuknya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  87. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Dalam proses pembelajaran, kondisi psikologi siswa sangat mempengaruhi keberhasilan proses pembelajaran. Guru hendaknya dapat memahami kondisi psikologi masing-masing siswanya. Tidak semua siswa memahami apa yang disampaikan guru dan tidak semua siswa menyukai pelajaran matematika. Untuk mengatasi masalah tersebut, peran guru dalam mengelola proses pembelajaran sangat diperlukan. Guru hendaknya menciptakan pembelajaran yang inovatif, komunikatif, dan bervariasi. Komunikasi atau interaksi antara guru dan siswa sangat diperlukan dalam proses pembelajaran.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  88. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan komentar saya sebelumnya, pembelajaran yang inovatif pelan-pelan akan mengubah paradigma siswa mengenai sulitnya belajar matematika menjadi menyenangkan. Apabila pembelajaran matematika menyenangkan maka proses belajar akan lebih mudah ditangkap siswa. Pembelajaran yang bervariasi juga sangat diperlukan. Pembelajaran bervariasi yaitu pembelajaran yang tidak hanya terpaku pada satu metode saja, melainkan kombinasi dari dua atau lebih metode. Dengan adanya pembelajaran yang bervariasi maka siswa tidak mudah bosan dan tidak mudah jenuh dalam mengikuti pembelajaran matematika. Selain itu, pemberian motivasi kepada siswa diperlukan untuk menumbuhkan semangat dan motivasi dalam belajar matematika. Sehingga dengan adanya motivasi, siswa akan merasa terdorong untuk lebih giat belajar matematika.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  89. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Talking about psychological problems in learning and teaching mathematics is related to talking about teachers and students problems' in learning and teaching mathematics. In my opinion, the idea of effective learning-teaching environment is to engage teachers and students in the process. Engaging teachers, as well students can make them feel secured so that they do the teaching-learning process eagerly. Particularly as teachers, we need to realize these matters and convince our selves that teaching is not an anxious routine. It is not just our duties. Perhaps, we should believe that teaching is fun. Perhaps. I believe by saying those words to our selves, it will also affect to our teaching styles, our students attitudes, and at the end it gives us the most effective teaching-learning environment that it can ever be.

    ReplyDelete
  90. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Terima kasih prof atas identifikasi permasalahan yang dimunculkan dalam artikel di atas. Dengan adanya identifikasi permasalahan di atas, kami selaku calon pendidik mampu mengetahui permasalahan apa yang sekiranya muncul dalam pembelajaran matematika serta metode apa yang sekiranya tepat untuk meminimalisir permasalahan psikologi dari siswa. Dengan adanya pertimbangan-pertimbangan sejak dini, diharapkan pendidik mampu meminimalisir permasalahan yang akan muncul pada proses pembelajaran yang akan pendidik laksanakan.

    ReplyDelete
  91. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih prof atas identifikasi permasalahannya terkait masalah-masalah psikologis dalam kegiatan belajar dan mengajar matematika. Saya cukup tertarik dengan poin nomer 6 mengenai “How to overcome teacher’s nervous whenever he/she conduct teaching learning mathematics?”
    Saya sendiri ketika pertama kali mencoba mengajar dalam praktik microteaching tentunya mengalami nervous karena belum terbiasa mengajar. Namun seiring dengan latihan yang terus menerus, rasa nervous tersebut dapat berkurang sedikit demi sedikit. Selain itu, persiapan yang matang baik dari segi penguasan materi, media pembelajaran, serta metode dan model yang digunakan dalam pembelajaran dapat menambah rasa percaya diri kita dalam melaksanakan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete