Feb 12, 2013

The Nature of Teaching Learning Processes


By Marsigit
Yogyakarta State University

Some students learn best when they see what is being taught, while others process information best auditorily. Many will prefer movement or touching to make the learning process complete. The best approach to learning styles is a multisensory approach. This type of environment allows for children, who are primarily kinesthetic or motor learners, to be able to learn through touch and movement; it allows the visual learner to see the concept being taught, and the auditory learner to hear and verbalize what is being taught. Ideally, the best learning takes place when the different types of processing abilities can be utilized. Constructivists have focused more on the individual learner’s understanding of mathematical tasks which they face (von Glasersfeld, 1995 in Brown, 1997).

Educationists use the terms 'traditional' and 'progressive' as a shorthand way of characterizing educational practices. The first is often associated with the terms 'classical/ whole class', 'direct', 'transmission', 'teacher-centred/subject-centred', 'conventional', or 'formal'; and the second is sometimes associated with the terms 'individual', 'autonomy', 'constructive', 'child-centred', 'modern', 'informal', and/or 'active learning'. The lack of any clear definition of what the terms mean is one of the sources of misleading rhetoric of the practices. Bennett (1976) found evidence that the loose terms 'traditional' and 'progressive' are symbolic of deep conflicts about some of the aims of education. The main sociological point is that the terms 'progressive' and 'traditional' are emotionally loaded but lack any consensual meaning among practitioners or researchers (Delamont, 1987). He found that, in the UK, ever since 1948 there has been a division between those exposing traditional and progressive ideals, and that feelings about these ideals are bitter and vehemently held. Then, since 1970, there have been some investigations on how the teachers' behaviors attributed by the term of 'traditional' or 'progressive'. The most persuasive prescriptive theory of teaching was that reflected in the Plowden Report (1967) which, influenced by the educational ideas of such theorists as Dewey and Froebel, posited a theory of teaching which distinguished between progressive and traditional teachers.
Specifically, Paul Ernest (1994) elaborated issues of mathematics education as follows:
a. Mathematical pedagogy - problem solving and investigational approaches to mathematics versus traditional, routine or expository approaches? Such oppositions go back, at least, to the controversies surrounding discovery methods in the 1960s.
b. Technology in mathematics teaching – should electronic calculators be permitted or do they interfere with the learning of number and the rules of computation? Should computers be used as electronic skills tutors or as the basis of open learning? Can computers replace teachers, as Seymour Papert has suggested?
c. Mathematics and symbolization – should mathematics be taught as a formal symbolic system or should emphasis be put on oral, mental and intuitive mathematics including child methods?
d. Mathematics and culture – should traditional mathematics with its formal tasks and problems be the basis of the curriculum, or should it be presented in realistic, authentic, or ethnomathematical contexts?”


The current and future challenges of (mathematics) education is how to innovate traditional teaching into innovative teaching; in which, traditional teaching is characterized as teacher centered, teacher delivering method, teachers' domination of initiation, direct teaching, strong controlled teaching. And progressive teaching is characterized as students' centered teaching in which the students will take over their role in learning.

References:

........., 2009, Nature of the Students, Going to a public school, New South Wales,
Department of Education and Training. Retrieved 2009

Brown, T., 1997, Mathematics Education and Language: Interpreting Hermeneutics and
Post-Structuralism. Kluwer Academic Publisher: Dordrecht

Cockroft, H. W., 1982, Mathematics counts : Report of the Committee of Inquiry into the Teaching of Mathematics in School under the Chairmanship of Dr. W H Cockroft, London : Her Majesty's Stationery Office.

Ebbutt, S. and Straker, A., 1995, Mathematics in Primary Schools Part I: Children and Mathematics. Collins Educational Publisher Ltd.: London

Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective.The Falmer Press: London.

Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?
Paul Ernest University of Exeter, United Kingdom. Retrieved

Ernest, P., 2007, Mathematics Education Ideologies And Globalization. Retrieved


Furlong, J., 2002, Ideology and Reform in Teacher Education in England:
Some Reflections on Cochran-Smith and Fries. Retrieved

Glenn, A., 2009, Philosophy of Teaching and Learning "Your job as a teacher is to make every single student feel like a winner”. Retrieved

Grouws, A. D. and Cooney, J. T., 1988, Effective Mathematics Teaching : Volume 1, Virginia : The NCTM, Inc.

Jaworski, B., 1994, Investigating Mathematics Teaching : A Constructivist Enquiry, London : The Falmer Press.

Orton, A. and Wain, G., 1994, Issues in Teaching Mathematics, London : Cassell.
Runes, D.D.,1942, Dictionary of Philosophy. Retrieved 2007

Swanson, R.A. and Holton III, E.F., 2009, Foundation of Human Resources Development
: Second Edition, Berrett-Kohler Publisher Inc.

7 comments:

  1. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini saya memperoleh pemahaman bahwa setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu pendekatan terbaik dalam model pembelajaran adalah melalui pendekatan multisensory. Pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menggunakan berbagai kemampuan memproses masukan yang diberikan. Pada artikel ini juga dijelaskan bahwa terdapat dua macam praktik pendidikan yaitu tradisional dan progresif. Kedua jenis praktik pembelajaran tersebut saling bertolak belakang karena memiliki tujuan dan metode yang berbeda. Karakteristik pembelajaran tradisional adalah berpusat pada guru, guru mentrasfer ilmu, serta guru mendominasi dan mengkontrol pembelajaran secara penuh. Sedangkan karakteristik pembelajaran progresif adalah berpusat pada siswa, dimana siswa berperan banyak dalam pembelajaran. Tantangan dalam pembelajaran matematika adalah mengubah pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari wacana diatas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa gaya belajar siswa bermacam-macam. Ada siswa yang bisa paham hanya dengan mendengar, ada yang hanya melihat, ada juga yang melihat dan mendengar, bahkan ada juga yang tidak bisa mendengar dan melihat harus dilibatkan langsung. Maka disinilah peran seorang guru untuk mengetahui karakteristik dan psikologi seorang siswa. Karena tidak ada satupun gaya yang terbaik untuk diterapkan, maka kreatitivitas dan inovasi dari guru sangat diharapkan untuk mengkonstruk pemikiran siswa sehingga pendidikan dimasa yang akan datang akan semakin maju.

    ReplyDelete
  3. Proses pembelajaran di sekolah dapat dibedakan menjadi pembelajaran tradisonal dan pembelajaran progres. Pembelajaran tradisional berpusat pada guru sedangkan pembelajaran progres berpusat pada siswa. Siswa merupakan individu yang mempunyai potensi yang besar dan berbeda-beda. Masing-masing potensi tidak dapat disamakan. Pembelajaran seharusnya diberdayakan menggunakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa sendiri yang membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  4. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Setiap siswa memiliki kemampuan karakteristik dan potensi yang berbeda-beda antara anak yang satu dengan yang lain sebagai seorang guru harus dapat menempatkan diri sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswanya tersebut melalui beberapa pendekatan dan cara mengajar yang biasa dipakai guru dalam proses pembelajaran ada 2 yaitu cara mengajar tradisional dan progresif. Dalam kegiatan mengajar yang berlangsung saat ini kebanyakan guru menggunakan cara mengajar tradisional hal inilah yang perlu segera diubah sehingga dalam proses pembelajaran guru kearah yang progresif, yaitu pembelajaran yang berorientasi pada siswa.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Siswa dalam suatu kelas adalah individu yang berbeda. Mereka memiliki karakteristik, kemampuan, gaya belajar, minat, dan aspek lainnya yang berbeda-beda. Apabila dalam suatu kelas ada 30 siswa, maka juga ada 30 karakteristik dari siswa tersebut. Jika guru menerapkan satu metode yang sama bagi semua siswa, maka hal itu sangat kurang tepat. Mengapa demikian? Itu karena satu metode tertentu hanya dapat sesuai dengan karakteristik dua atau tiga siswa saja. Oleh karena itu, seorang guru dituntut untuk menggunakan metode, sumber, media dan interaksi pembelajaran yang bervariasi untuk memfasilitasi siswa belajar. Selain itu, guru sebaiknya mengelola pembelajaran yang berpusat pada siswa dan guru berperan sebagai fasilitator. Guru memfasilitasi siswa untuk belajar, membangun pengetahuannya sendiri dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk bereksplorasi serta mengembangkan potensi-potensi yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Artikel ini membahas tentang beragamnya gaya belajar yang dimiliki oleh masing-masing siswa. Terdapat gaya belajar visual, gaya belajar audio dan gaya belajar kinestetik. Beberapa siswa akan belajar dengan cepat dan baik dengan melihat apa yang diajarkan oleh guru. Beberapa siswa lain akan cepat mempelajari sesuatu melalui audio, dan beberapa siswa lainnya akan cepat mempelajari suatu pelajaran melalui sebuah gerakan atau sentuhan . Menurut Brown, Pendekatan terbaik untuk gaya belajar adalah pendekatan multisensor yang memungkinkan anak-anakuntuk dapat belajar melalui sentuhan dan gerakan; Hal ini memungkinkan pelajar visual untuk melihat konsep yang diajarkan, dan pendengaran pendengaran untuk mendengar dan mengungkapkan secara verbal apa yang diajarkan. Idealnya, pembelajaran terbaik terjadi ketika berbagai jenis kemampuan pengolahan dapat dimanfaatkan dan ini menjadi tantangan bagi guru untuk menghadapi karakteristik siswa dalam memiliki gaya belajar.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dalam kelas sering kita temui banyak perbedaan antara satu siswa dengan yang lainnya. kinestetik, audio dan visual merupakan gaya belajar siswa pada umumnya yang membutuhkan peran guru yang sesuai dengan gaya belajar mereka tersebut.
    dengan menggunakan multisensory approach tentu pembelajaran yang dilakukan lebih adil untuk setiap siswa. namun pendekatan ini perlu untuk dikembangkan lebih lagi untuk hasil yang optimal.

    ReplyDelete