Feb 12, 2013

The Nature of Teaching Learning Processes


By Marsigit
Yogyakarta State University

Some students learn best when they see what is being taught, while others process information best auditorily. Many will prefer movement or touching to make the learning process complete. The best approach to learning styles is a multisensory approach. This type of environment allows for children, who are primarily kinesthetic or motor learners, to be able to learn through touch and movement; it allows the visual learner to see the concept being taught, and the auditory learner to hear and verbalize what is being taught. Ideally, the best learning takes place when the different types of processing abilities can be utilized. Constructivists have focused more on the individual learner’s understanding of mathematical tasks which they face (von Glasersfeld, 1995 in Brown, 1997).

Educationists use the terms 'traditional' and 'progressive' as a shorthand way of characterizing educational practices. The first is often associated with the terms 'classical/ whole class', 'direct', 'transmission', 'teacher-centred/subject-centred', 'conventional', or 'formal'; and the second is sometimes associated with the terms 'individual', 'autonomy', 'constructive', 'child-centred', 'modern', 'informal', and/or 'active learning'. The lack of any clear definition of what the terms mean is one of the sources of misleading rhetoric of the practices. Bennett (1976) found evidence that the loose terms 'traditional' and 'progressive' are symbolic of deep conflicts about some of the aims of education. The main sociological point is that the terms 'progressive' and 'traditional' are emotionally loaded but lack any consensual meaning among practitioners or researchers (Delamont, 1987). He found that, in the UK, ever since 1948 there has been a division between those exposing traditional and progressive ideals, and that feelings about these ideals are bitter and vehemently held. Then, since 1970, there have been some investigations on how the teachers' behaviors attributed by the term of 'traditional' or 'progressive'. The most persuasive prescriptive theory of teaching was that reflected in the Plowden Report (1967) which, influenced by the educational ideas of such theorists as Dewey and Froebel, posited a theory of teaching which distinguished between progressive and traditional teachers.
Specifically, Paul Ernest (1994) elaborated issues of mathematics education as follows:
a. Mathematical pedagogy - problem solving and investigational approaches to mathematics versus traditional, routine or expository approaches? Such oppositions go back, at least, to the controversies surrounding discovery methods in the 1960s.
b. Technology in mathematics teaching – should electronic calculators be permitted or do they interfere with the learning of number and the rules of computation? Should computers be used as electronic skills tutors or as the basis of open learning? Can computers replace teachers, as Seymour Papert has suggested?
c. Mathematics and symbolization – should mathematics be taught as a formal symbolic system or should emphasis be put on oral, mental and intuitive mathematics including child methods?
d. Mathematics and culture – should traditional mathematics with its formal tasks and problems be the basis of the curriculum, or should it be presented in realistic, authentic, or ethnomathematical contexts?”


The current and future challenges of (mathematics) education is how to innovate traditional teaching into innovative teaching; in which, traditional teaching is characterized as teacher centered, teacher delivering method, teachers' domination of initiation, direct teaching, strong controlled teaching. And progressive teaching is characterized as students' centered teaching in which the students will take over their role in learning.

References:

........., 2009, Nature of the Students, Going to a public school, New South Wales,
Department of Education and Training. Retrieved 2009

Brown, T., 1997, Mathematics Education and Language: Interpreting Hermeneutics and
Post-Structuralism. Kluwer Academic Publisher: Dordrecht

Cockroft, H. W., 1982, Mathematics counts : Report of the Committee of Inquiry into the Teaching of Mathematics in School under the Chairmanship of Dr. W H Cockroft, London : Her Majesty's Stationery Office.

Ebbutt, S. and Straker, A., 1995, Mathematics in Primary Schools Part I: Children and Mathematics. Collins Educational Publisher Ltd.: London

Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective.The Falmer Press: London.

Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?
Paul Ernest University of Exeter, United Kingdom. Retrieved

Ernest, P., 2007, Mathematics Education Ideologies And Globalization. Retrieved


Furlong, J., 2002, Ideology and Reform in Teacher Education in England:
Some Reflections on Cochran-Smith and Fries. Retrieved

Glenn, A., 2009, Philosophy of Teaching and Learning "Your job as a teacher is to make every single student feel like a winner”. Retrieved

Grouws, A. D. and Cooney, J. T., 1988, Effective Mathematics Teaching : Volume 1, Virginia : The NCTM, Inc.

Jaworski, B., 1994, Investigating Mathematics Teaching : A Constructivist Enquiry, London : The Falmer Press.

Orton, A. and Wain, G., 1994, Issues in Teaching Mathematics, London : Cassell.
Runes, D.D.,1942, Dictionary of Philosophy. Retrieved 2007

Swanson, R.A. and Holton III, E.F., 2009, Foundation of Human Resources Development
: Second Edition, Berrett-Kohler Publisher Inc.

59 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pendekatan diperlukan untuk mengatasi tipe belajar siswa yang berbeda – beda. Pendekatan yang tepat akan memudahkan siswa dalam belajar. Pada pembelajaran saat ini banyak pendekatan yang digunakan untuk dapat membantu siswa dalam memahami materi oleh karena itu perlu menggeser dari pembelajaran tradisional agar siswa memperoleh hal – hal baru dari pendekatan yang bermacam – macam. Guru juga harus dapat memanfaatkan berbagai macam kemajuan teknologi untuk kemajuan pembelajaran agar siswa termotivasi dalam belajar.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pada artikel disebutkan bahwa pembelajaran sering dikategorikan sebagai ‘tradisional’ dan ‘progresif’. Pembelajaran yang ideal adalah pembelajaran progresif, sehingga pembelajaran tradisional yang sering digunakan guru diharapkan dapat beralih ke pembelajaran progresif. Dalam pembelajaran matematika diupayakan bahwa antara guru dan siswa saling membutuhkan, sehingga terjadi interaksi saat belajar matematika dalam kelas. Suasana pembelajaran harus selalu diupayakan agar dapat mengoptimalkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Siswa memiliki kemampuan pemahaman yang berbeda-beda, sehingga dalam proses pembelajaran di kelas pun guru tidak bisa menyama-ratakan begitu saja. Metode pembelajaran tradisional (konvensional) masih berpusat pada guru, dan siswa diharuskan untuk melakukan apa yang diinginkan oleh sang guru. Metode ini siswa tidak dapat mengekspresikan kreativitasnya dalam memecahkan masalah, karena langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah telah ditentukan oleh guru. Hal ini dapat menyebabkan siswa merasa jenuh dalam belajar.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pembelajrana yang terbaik bagi siswa apabila pembelajaran itu bermakna bagisiswa itu sendiri. Dan juga pembelajaran tradisionalyang selalu kita terapkan itu pasti tidak akan terlepas dan tidak akan hilang begitu saja karena sudah menjadi dasar bagi kita apalagi angkatan agak tuaan. Dalam pendidikan sekarang kita stahu bahwa pembelajarn ada 2 katagori, yaitu student center dan teacher center. Yang mana dua hal itu memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Sebagaimana yang telah dijelaskana dibeberapa elegi-elegi diatas saya lebih cenderung menyarankan pemebalajaran matematika itu harus student center yanag mana opembelajaran berpusat pada siswa. sehinga dengan adanya student center maka siswa dapat membangun pengetahuan mereka dan pata berpikir kritis dan berpikir kritis yang mana duia skill itu sangat diperlukan dalam dunia sekaranag.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Guru harus melakukan inovasi yaitu terus melakukan perubahan dalam pembelajarannya. Agar siswa menyenangi matematika maka menurut (Ebbut and Straker, 1995) guru tidak seyogyanya menggunakan definisi matematika aksiomatis, melainkan mendefinisikan matematika sebagai matematika sekolah. hakekat matematika sekolah menurutnya antara lain matematika merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan, matematika adalah kreativitas yang memerlukan imajinasi, intuisi dan penemuan, matematika adalah kegiatan problemsolving dan matematika merupakan alat berkomunikasi

    ReplyDelete
  6. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Berbicara masalah masalah karakteristik siswa dalam belajar maka kita berbicara masalah (Identifikasi masalah psikologi mengajar matematika, psikologi belajar matematika dan psikologi pembelajaran matematika), outputnya adalah seorang guru dapat mendiagnosis apa karakteristik dan kesulitan siswa dalam belajar matematika. Menjadi guru matematika tidaklah mudah, menguasai materi merupakan hanya syarat cukup dalam mengajarkan matematika. Maka ada syarat perlu yang harus terpenuhi untuk bisa menanamkan konsep. Sayarat perlu disini adalah guru harus sepenuh hati dalam mengajarkan matematika. Sebelum memulai proses belajar, maka guru terlebih dahulu mendiagnosis kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa. Karakteristik tiap siswa itu berbeda-beda. Ada anak yang dalam belajar harus dengan suasana yang tenang. Ada anak yang kalau belajar harus sambil mendengarkan musik. Ada pula anak yang hyperactive, kalau sedang belajar ia tidak bisa diam. Apabila dalam suatu kelas ada 30 sampai 40 siswa, maka juga ada 30 sampai 40 karakteristik dari siswa tersebut. Jika guru menerapkan satu metode yang sama bagi 30 sampai 40 siswa tersebut, maka hal itu sangat kurang tepat. Mengapa demikian? Itu karena satu metode tersebut hanya dapat sesuai dengan karakteristik dua atau tiga siswa saja. Oleh karena itu, guru harus menerapkan metode inovatif yang dapat digunakan untuk melayani ke-30 sampai 40 siswa tersebut. Metode inovatif dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang jumlah siswanya banyak karena metode inovatif sangat fleksibel, sehingga meskipun ada banyak siswa dengan banyak karakter, guru masih dapat melayani keseluruhan siswanya tersebut dengan baik.

    ReplyDelete
  7. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sependapat bahwa tantangan sekarang ini adalah merubah pembelajaran dan pengajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Pembelajaran yang berpusat pada guru atau teacher-centered memang harus dirubah menjadi student-centered. Dominasi guru dirubah menjadi dominasi dari siswa dalam pembelajaran berupa investigasi dan percobaan dalam menemukan konsep dan pengetahuannya.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Gaya belajar seseorang berpengaruh terhadap hasil belajar, untuk itu diperlukan peran guru dalam mendiagnosis gaya belajar siswa sehingga nantinya bisa dilakukan tindak lanjut yang tepat. Dengan gaya belajar yang berbeda-beda maka perlunya inovasi pembelajaran dalam meningkatkan kreatifitas dan berpikir kritis siswa, sehingga guru juga dituntut untuk lebih kreatif dan kritis.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Ada beberapa cara/gaya yang dapat digunakan dalam proses belajar mengajar. Pertama ada siswa yang bisa belajar dan mudah memahami konsep jika mereka melihat apa yang diajarkan. Hal ini membantu mereka dengan baik dan efektif dalam memproses informasi yang diberikan. Guru dapat menyediakan berbagai benda atau objek yang bisa diamati siswa untuk siswa yang demikian. Pendekatan terbaik untuk gaya belajar adalah pendekatan multisensor.
    Kedua, ada yang lebih memilih belajar dengan mendengarkan. Mereka merasa lebih mudah memahami konsep ketika mendengarkan penjelasan guru. Dalam hal ini memberikan penjelasan kepada siswa tentang apa yang dipelajari.

    ReplyDelete
  10. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dalam proses pembelajaran kita mengenal adanya dua sistem, yaitu sistem tradisional dan progresif. Pada sistem tradisional ini, pada intinya guru berperan sebagai penguasa dalam pembelajaran yang mengatur, menjelaskan, menemukan, merumuskan, dan sebagai penceramah bagi siswanya. Sedangkan pada sistem progresif, siswa cenderung yang lebih aktif. Siswa dilatih untuk berkembang di mana mereka dapat mencari, menemukan, merumuskan, dan memiliki konsep sendiri.

    ReplyDelete
  11. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ketergantungan siswa kepada guru perlu diminimalisir. Penyajian materi pun tidak secara langsung dapat dinikmati oleh siswa, melainkan membutuhkan proses atau usaha dari siswa terlebih dahulu. Guru berperan sebagai peneliti jalannya pembelajaran yang dapat membantu siswa jika terdapat kesulitan atau kekeliruan dalam pemahaman konsep materi yang dipelajari.

    ReplyDelete
  12. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dari artikel di atas, Paul Ernest (1994) menguraikan berbagai permasalahan dalam pendidikan matematika, yaitu pedagogi matematika, teknologi dalam pengajaran matematika, matematika dan simbolisasi, serta matematika dan budaya.
    Melihat praktik proses pembelajaran saat ini, kebanyakan guru masih menerapkan pembelajaran tradisional. Saya setuju bahwa pendidikan di Indonesia membutuhkan berbagai perubahan yang mengarah pada sistem progresif, yang diharapkan mampu mengembangkan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  13. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pendekatan terbaik untuk gaya belajar adalah pendekatan multisensor. Proses pembelajaran terbaik terjadi ketika berbagai jenis kemampuan siswa dapat dimanfaatkan. Tantangan pendidikan saat ini ialah bagaimana merubah paradigma dari pendidikan tradisional ke pendidikan yang memfasilitasi siswa. Inivasi pendidikan harus terus dilakukan dengan memperhatikan kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  14. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Karakteristik tiap siswa itu berbeda-beda. Ada anak yang dalam belajar harus dengan suasana yang tenang. Ada anak yang kalau belajar harus sambil mendengarkan musik. Ada pula anak yang hyperactive, kalau sedang belajar ia tidak bisa diam. Metode inovatif dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran yang jumlah siswanya banyak karena metode inovatif sangat fleksibel, sehingga meskipun ada banyak siswa dengan banyak karakter, guru masih dapat melayani keseluruhan siswanya tersebut dengan baik.

    ReplyDelete
  15. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada elegi ini Ernest menyinggung penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika. Apakah teknologi ini dibutuhkan dalam pembelajaran? Menurut pendapat saya teknologi dibutuhkan dalam setiap pembelajaran, akan kelak siswa tidak tertinggal dengan kemajuan teknologi saat ini. Kemajuan teknologi ini tidak selalu digunakan bisa jadi tergantung pada materi tertentu baru digunakan.

    ReplyDelete
  16. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Pendidikan di Indonesia membutuhkan berbagai macam perubahan yang mengarah pada sistem yang inovatif dan progresif, yang diharapkan mampu mengembangkan pendidikan di Indonesia dan memberikan inovasi-inovasi baru yang sangat bermanfaat dalam pembelajaran. Karena pada sistem ini siswa dituntut untuk lebih aktif. Siswa dilatih untuk berkembang di mana mereka dapat mencari, menemukan, merumuskan, menganalisis dan memiliki konsep mereka sendiri. Siswa diharapkan dapat membentuk pola pemikiran mereka dalam memahami suatu materi dengan kritis dan kreatif. Pengajaran dan pembelajaran matematika juga diharapkan memiliki karakteristik tersendiri dari setiap pembelajaran yang dihadirkan. Sehingga sifat pengajaran dan pembelajaran matematika dapat terlaksana dan tercapai dengan baik dan optimal.

    ReplyDelete
  17. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Siswa mempunyai cara belajar yang berbeda-beda. Oleh karena itu, guru harus mampu memfasilitasi cara belajar siswa yang berbeda-beda, mungkin dengan menggunakan berbagai variasi metode belajar sehingga semua siswa mempunyai kesempatan untuk mengembangkan kemampuannya. Guru dituntut kreatif dan inovaif. Guru seharusnya tidak melakukan transfer pengetahuan dari guru kepada siswa. Siswa harus dilibatkan dalam pembelajaran. Siswa harus mampu mengkonstruk pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  18. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hakikat dari proses belajar mengajar matematika adalah dengan memahami karakteristik dan hakikat dari matematika dan matematika sekolah. Tantangan yang tengah dihadapi berhubungan dengan proses belajar mengajar matematika adalah mengubah paradigma atau cara mengajar dari pengajaran yang tradisional (teacher centered) menuju pengajaran yang inovatif (student centered).

    ReplyDelete
  19. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Proses alami belajar mengajar paling menonjol dari pendapat Ernest adalah pada bagian matematika dan budaya. Karena dari aspek ini sangat tampak kebebasan atau keterkekangan ekspresi dalam belajar mengajar. Jika pembelajaran sesuai dengan keadaan daerah tersebut, maka pembelajaran akan menjadi lebih menyenangkan karena siswa yang belajar merasakan matematika sangat dekat dengan mereka. Berbeda dengan apabila pembelajaran menggunakan pemikiran import dari daerah lain. Pembelajaran akan menjadi sangat menekan dan tidak kondusif. Sehingga yang disebut dengan proses alami belajar mengajar sulit akan terjadi.

    ReplyDelete
  20. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pembelajaran matematika yang baik adalah pembelajaran matematika yang dapat dirasakan oleh inderawi manusia atau utamanya oleh siswa yang akan belajar matematika. Idealnya, pembelajaran terbaik terjadi ketika berbagai jenis kemampuan pemrosesan dapat dimanfaatkan. Konstruktivis telah lebih terfokus pada pemahaman pelajar individu tugas matematika yang mereka hadapi. Tantangan saat ini dan masa depan pendidikan dalam dunia pendidikan khususnya dalam pembelajaran matematika adalah bagaimana berinovasi mengajar tradisional menjadi pengajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Setiap orang memiliki gaya belajar yang unik. Tidak ada suatu gaya belajar yang lebih baik atau lebih buruk daripada gaya belajar yang lain. Tidak ada individu yang berbakat atau tidak berbakat. Setiap individu secara potensial pasti berbakat—tetapi ia mewujud dengan cara yang berbeda-beda. Singkat kata, tidak ada individu yang bodoh (atau setiap individu adalah cerdas). Ada individu yang cerdas secara logika-matematika, namun ada juga individu yang cerdas di bidang kesenian. Pandangan-pandangan baru yang bertolak dari teori Howard Gardner mengenai intelligensi ini telah membangkitkan gerakan baru pembelajaran, antara lain dalam hal melayani keberbedaan gaya belajar pebelajar. Suatu cara pandang baru inilah yang mengakui keunikan setiap individu manusia.

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Dengan menerapkan strategi pembelajaran (matematika), maka guru harus mengetahui, bahwa akan ada beragam profil gaya belajar siswa, yaitu:
    Siswa yang belajar matematika dengan menggunakan kecerdasan Linguistik, Matematis, Visual-Spasial, Musikal, Kinestetis, Interpersonal, Intrapersonal, Eksistensial, Naturalis. Jika sembilan profil gaya belajar siswa dalam belajar matematika di atas benar-benar dapat didesain oleh guru dalam pelaksanaan kegiatan proses pembelajaran (Lesson Plan) dan benar-benar dilaksanakan, maka tidak akan ditemukan siswa yang benci terhadap matematika. Akibatnya, siswa menyenangi belajar matematika, siswa menjadi enjoy dan tidak takut ketika waktunya pelajaran matematika.

    ReplyDelete
  23. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Paul Ernest (1994) mengelaborasi masalah pendidikan matematika menjadi empat bagian, yaitu pada pedagogik matematika, teknologi pembelajaran matematika, matematika dan simbolisasi serta matematika dan budaya. Tantangan kedepannya bagi kita adalah bagaimana merubah pembelajaran matematika yang tradisional dimana pembelajaran berpusat pada guru kepada pembelajaran matematika yang inovativ dimana pembelajaran berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  24. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Paul Ernest (1994) mengelaborasi masalah pendidikan matematika menjadi empat bagian, yaitu pada pedagogik matematika, teknologi pembelajaran matematika, matematika dan simbolisasi serta matematika dan budaya. Tantangan kedepannya bagi kita adalah bagaimana merubah pembelajaran matematika yang tradisional dimana pembelajaran berpusat pada guru kepada pembelajaran matematika yang inovativ dimana pembelajaran berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  25. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Tantangan saat ini dan tantangan masa depan (matematika) adalah bagaimana berinovasi pengajaran tradisional menjadi pengajaran yang inovatif; di mana, pengajaran tradisional dicirikan sebagai berpusat pada guru, metode pengantar guru, dominasi guru terhadap inisiasi, pengajaran langsung, pengajaran terkontrol dengan kuat. Dan pengajaran progresif ditandai sebagai pengajaran berpusat pada siswa di mana siswa akan mengambil alih peran mereka dalam belajar. Dalam memahami suatu materi siswa memiliki proses belajar yang berbeda ada yang menggunakan visual, audio, gerakan, dll. Sebagai seorang pendidik adanya keberagaman proses pembelajaran akan merangkul kebutuhan masing-masing siswa. Keberagaman strategi, model, dan pendekatan yang berbeda tersebut menjadikan guru lebih kreatif sehingga tidak hanya sekedar mengajar saja, tetapi memperhatikan setiap kegiatan dan perkebangan siswanya. Selain itu selalu adanya inovasi dan kreatifitas akan menjadi daya tarik siswa dalam melaksanakan proses pembelajaran matematika, siswa akan merasa penasaran dan lebih semangat lagi dalam belajar karena ingin mengetahui model dan strategi apa yang digunakan sehingga siswa tidak bosan dalam peoses belajar.

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami objek dari matematika adalah objek yang abstrak dan hanya ada dalam pikiran. Siswa terutama pada jenjang dasar biasanya kesulitan apabila mempelajari matematika hanya secara abstrak saja. Pembelajaran matematika bagi siswa seperti ini sebaiknya dilakukan dengan pembelajaran yang kongkrit yaitu dengan sumber-sumber belajar yang dapat ditangkap oleh panca indera. Pembelajaran matematika hendaknya memfasilitasi siswa agar siswa melakukan suatu aktifitas sehingga dengannya dia mendapatkan suatu pengalaman empiris yang dan kemudian mereka dibimbing untuk membangun pemahamannya sendiri terhadap suatu konsep matematika (konstruktivisme). Guru saat ini dituntut untuk mampu melakukan hal tersebut.

    ReplyDelete
  27. 17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Belajar buakn hanya untuk mengetahui apa yang tidak diketahui oleh manusi. Belajar adalah suatu proses dan aktivitas yang selalu dilakukan sejak manusia di dalam kandungan sampai tumbuh berkembang dari anak-anak sampai dewasa, hingga ke liang lahat sesuai dengan prinsip pembelajaran sepanjang hayat. belajar dapat dimaknai sebagai suatu proses untuk memperoleh pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki perilaku, sikap, dan mengokohkan kepribadian. Dengan demikian buah dari proses belajar tersebut dapat berupa bertambahnya pengetahuan, adanya peningkatan keterampilan, semakin sempurnanya perilaku dan sikap serta semakin matang kepribadian. Sehingga bisa saya simpulkan bahwa dengan belajar, kita dapat memanusiakan manusia.

    ReplyDelete
  28. Dimas Candra SAputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Cara belajar siswa bermacam-macam. Ada siswa yang lebih baik ketika belajar melalui visual, ada siswa yang lebih baik ketika belajar melalui auditori, dan adapula siswa yang belajar lebih baik melalui kinestetik. Melihat kenyataan tersebut, maka pembelajaran yang terbaik adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan multisensori. Dengan demikian, pembelajaran yang dilakukan akan dapat memfasilitasi siswa dengan cara belajarnya masing-masing. Di samping gaya belajar, guru juga perlu memahami karakteristik siswa yang lain sehingga guru dapat melakukan proses pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan siswa. Selain itu, pembelajaran yang baik merupakan pembelajaran yang student center. Guru perlu melakukan inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  29. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    I agree that the current and future challenges on education program is to convert from traditional method to a modern methods, innovative methods, teacher centered, and other methods. the teaching learning processes must be developed to get better educaton system.

    ReplyDelete
  30. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Cara belajar siswa bermacam-macam. Ada siswa yang belajar lebih baik jika mereka melihat langsung apa yang diajarkan (visual), sementara yang lain lebih baik belajar jika mendengar apa yang diajarkan (auditori), bahkan ada juga yang belajar lebih baik melalui gerakan (kinestetik). Oleh karena itu, seyogyanya pendekatan terbaik untuk gaya belajar adalah pendekatan multisensor sehingga dapat mengcover siswa yang visual, auditori, dan kinestetik. Selain itu, proses pembelajaran juga berpusat pada siswa di mana siswa akan mengambil alih peran mereka dalam belajar.

    ReplyDelete
  31. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Pada jenjang sekolah dasar, matematika merupakan suatu aktivitas. Kemampuan siswa dalam mengolah informasi tentu berbeda-beda. Hal ini didasarkan pada kecenderungan siswa terhadap gaya belajarnya. Sependapat dengan ulasan bapak di atas, pendekatan terbaik untuk gaya belajar adalah pendekatan multisensor. Hal ini memungkinkan anak-anak yang beajar secara kinestetik atau motorik dapat belajar melalui sentuhan dan gerakan. Selain itu, memungkinkan siswa dengan kecenderungan belajar visual untuk melihat konsep yang diajarkan, dan pendengaran untuk mendengar dan mengungkapkan secara verbal apa yang diajarkan. Melalui pembelajaran ini, jenis kemampuan yang berbeda-beda tersebut akan dapat dimanfaatkan siswa untuk mencapai pembelajaran yang baik. Pemilihan jenis pendekatan dalam pembelajaran juga tidak terlepas dari inovasi pembelajaran dengan merubah paradigma tradisional dimana siswa yang dulunya pasif menjadi siswa aktif sebagai pusat pembelajaran.

    ReplyDelete
  32. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Dalam praktik pendidikan, guru menghadapi berbagai macam siswa dengan gaya belajarnya masing-masing. Tugas guru adalah dapat memfasilitasi kebutuhan setiap siswa tanpa terkecuali. Agar setiap siswa dapat terfasilitasi kebutuhannya, maka dalam kegiatan pembelajaran guru menciptakan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran yang dapat mengembangkan kemampuan siswa sesuai gaya belajarnya. Memahami siswa adalah hal penting yang harus dilakukan oleh guru untuk mempersiapkan segala macam kegiatan dalam pembelajaran. Membaca postingan Bapak ini memberikan saya pengetahuan tentang tindakan yang dilakukan untuk menjadi seorang guru yang dapat memfasilitasi semua siswanya. Belajar untuk bertransformasi dari pembelajaran yang berpusat pada guru dengan tujuan menyampaikan materi sebanyak-banyaknya menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa dengan tujuan memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya sendiri dan mengembangkan ide-idenya.

    ReplyDelete
  33. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Lots of qualities in the learning process. In my opinion, it is time for the teaching and learning process to leave the traditional and progressive nature, where learning centered on the teacher, while the students just listen to the teacher's explanation and record it in their notebooks respectively. Teachers in contemporary times, should have thought of the issues of mathematical education as Paul Ernest had thought. I would rather emphasize on how students should be able to have the competence of being an intelligent and creative problem solver with an investigative approach. If students often practice with such a process, it is expected that the output of Indonesian students in this contemporary era becomes superior and able to compete internationally with satisfying and proud results. Therefore, both teachers who have long been in the teaching world and new teachers in the teaching world, are able to understand very well the qualities of good teaching and learning process, which are needed by students to achieve their goals. Wallahu'alam bishowab.

    ReplyDelete
  34. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Salah satu isu terkini dalam aktivitas belajar dan mengajar matematika adalah penggunaan teknologi dalam pembelajaran matematika. Teknologi pada dasarnya adalah bertujuan untuk memudahkan kegiatan atau proses pembelajaran, akan tetapi tidak bisa menggantikan peran guru, karena guru bukanlah hanya sebagai sumber belajar tapi sebagai pendidik yang mengajarkan siswa tentang moral dan perilaku yang mana teknologi tidak dapat menjalankan peran tersebut. Lagipula teknologi tidak bisa memberikan pembelajaran yang intuitif seperti yang bisa dilakukan oleh guru terhadap siswanya. Jadi teknologi hanyalah sebagai alat bantu saja yang mendukung atau mempermudah kegiatan belajar.

    ReplyDelete
  35. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Teachers should always improve their teaching skills. Beside that, they have to be creative in applying variation of teaching and learning methods. Learning also should be built in Student-Centered. Teachers are only facilitators in the learning process. Students better construct their own knowledge. Teachers give opportunity to students to do cooperative learning. Teachers use most of the time to discuss, ask and answer, in order to increase students’ critical thinking.

    ReplyDelete
  36. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pengajaran yang baik adalah pengajaran yang disesuaikan dengan kondisi siswa. Beberapa siswa lebih dapat menerima pembelajaran melalui visual, beberapa siswa yang lain lebih dapat menerima pembelajaran melalui auditori, beberapa yang lain lebih dapat melalui kinestetik. Dengan mengkombinasikan berbagai model, metode dan pendekatan pembelajaran akan lebih mudah memberikan pembelajaran yang dapat diterima oleh berbagai jenis siswa.

    ReplyDelete
  37. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya setuju dengan pendapat Von Glasersfeld mengenai pendekatan terbaik untuk gaya belajar adalah pendekatan multiindrawi. Pemanfaatan indera dalam proses pembelajaran terlebih matematika kemungkinan akan lebih besar dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar matematika siswa. Dengan pemanfaatan indera maka pembelajaran akan lebih bermakna karena bukan hanya sekedar mata dan telinga untuk mendengarkan konsep-konsep matematika, tetapi juga tangan (kulit) untuk memanipulasi obyek permasalahan matematika, serta lidah untuk berpartisipasi aktif memberikan respon argumen terhadap pembelajaran.

    ReplyDelete
  38. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Berdasarkan artikel diatas, saya mendapatkan beberapa point diantaranya adalah bahwa setiap anak atau siswa mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Mulai dari gaya belajar audio, visual, kinestetik dan sebagainya. Namun secara teori, pendekatan terbaik dalam membelajarkan matematika adalah dengan pendekatan multisensor, yaitu penggabungan beberapa gaya belajar yang memungkinan dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman siswa. Selain hal tersebut, hal yang juga musti diperhatikan dalam permasalahan pendidikan matematika adalah yang terkait dengan pendekatan pembelajaran yang dilaksanakan, penggunaan teknologi, simbolisasi matematika hingga kaitan matematika dengan budaya.
    Selain yang telah diuraikan diatas, secara umum yang musti diingat dalam mengahadapi permasalahan pendidikan matematika adalah bagaimana melaksanakan inovasi-inovasi pembelajaran yaitu mengubah pembelajaran yang awalnya berpusat pada guru berganti dengan pembelajaran yang berpusat kepada siswa.

    ReplyDelete
  39. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Budaya mengajarkan matematika perlu dikaji ulang. Banyak budaya pembelajaran matematika di Indonesia yang membuat guru menerapkan cara yang tidak banyak berbeda dari guru-guru sebelumnya. Misalnya budaya menjelaskan dengan ekspositori, budaya tidak menggunakan kalkulator dan sebagainya. Bahwasanya menjelaskan dengan ekspositori sudah tidak relevan lagi dengan zaman ini. Mengingat tuntutan zaman yang semakin kompleks, matematika dengan problem solving semakin diminati.

    ReplyDelete
  40. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Menurut pendapat saya, pendekatan kognitif untuk belajar mencakup rentang yang luas. Pada satu sisi, upaya telah dilakukan melalui bidang-bidang seperti kecerdasan buatan untuk memberikan representasi mekanik, elektronik, dan fisik proses mental, yang mencerminkan sangat banyak seperti posisi epistemologis objektivi, di sisi lain, guru yang menempatkan penekanan kuat pada siswa mengembangkan makna pribadi melalui refleksi, analisis, dan konstruksi pengetahuan melalui proses mental yang sadar akan menunjukkan lebih banyak posisi epistemologis konstruktivis. Pendekatan kognitif untuk belajar "dengan fokus pada abstraksi, generalisasi, dan berpikir kreatif" tampaknya cocok jauh lebih baik dalam pendidikan tinggi.

    ReplyDelete
  41. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Sudah tidak jaman lagi saat guru lebih memilih pembelajaran tradisional, di saat pemerintah telah memeberikan pengarahan penggunaan pembelajaran yang progresif. Peralihan pembelajaran tradisional ke pembelajaran progresif bukan sekedar formalitas saja. Namun guru dengan niat yang baik ingin membuat siswanya belajar matematika yang lebih bermakna, sehingga siswa dapat menjadikan konsep matematikanya berguna bukan hanya sekedar menghafalkan rumus saja. Selain itu dalam pembelajaran abad 21 ini, memang diperlukan proses pembelajaran yang lebih terpusat pada siswa, karena siswalah yang akan mengembangkan kemajuan teknologi mendatang seperti menjadi ilmuan, pengusaha, bahkan ada juga yang akan mengikuti jejak menjadi guru matemtika.

    ReplyDelete
  42. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dari artikel di atas, Paul Ernest (1994) menguraikan berbagai permasalahan dalam pendidikan matematika, yaitu pedagogi matematika, teknologi dalam pengajaran matematika, matematika dan simbolisasi, serta matematika dan budaya.
    Melihat praktik proses pembelajaran saat ini, kebanyakan guru masih menerapkan pembelajaran tradisional. Saya setuju bahwa pendidikan di Indonesia membutuhkan berbagai perubahan yang mengarah pada sistem progresif, yang diharapkan mampu mengembangkan pendidikan di Indonesia

    ReplyDelete
  43. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Setiap siswa mempunyai gaya belajar yang berbeda. Seperti ada yang lebih menyukai gaya belajar visual, auditory, atau kinestetik dan sebgainya. Tetapi pada dasarnya pembelajaran terbaik terjadi ketika berbagai jenis pengolahan kemampuan dapat dimanfaatkan. Sehingga siswa yang berbeda beda gaya belajarnya merasa dihargai. Oleh karena guru sebaiknya dapat dapat menyesuaikan bagaimana menempatkan diri, bisa memahami karakter siswa, dan membuat pembelajaran yang lebih inovatif. Sehingga nantinya siswa akan aktif dan dapat membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  44. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Changing mindset of people is not as easy as it seems. If we have lived with the mindset of "teacher giving all the knowledge" for almost forever in our life, that's a big challenge to try to transform it into student centered. But, the world is moving forward. What we can do is start improving too whereas we'll not be as good as the developing country in the blink of an eye. We need to start from the very basic things, such as paradigm. Traditional learning is not a fault, but based on the research we found that this paradigm would not let the students accept the meaningful learning.

    ReplyDelete
  45. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya tertarik dengan pembahasan tentang jenis pembelajaran matematika ditinjau dari kemampuan sensori motori siswa menerima informasi. Seperti yang kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki lima indera atau sensori motori yaitu pendengaran, penglihatan, menciuman, perabaan, dan pengecapan. Dalam konteks membelajarkan matematika terdapat tiga sensori yang berperan penting, yakni pendengaran, penglihatan serta bagi anak usia sekolah dasar termasuk juga perabaan. Terdapat bermacam-macam karakteristik siswa, ada yang mampu menerima informasi secara efisien dengan mendengarkan penjelasan dari guru, ada juga siswa yang akan menerima informasi lebih efisien dengan melihat contoh serta mempraktikan atau melakukan kegiatan langsung. Agar mampu mencakup semua kebutuhan siswa, maka sebagai guru yang inovatif tentunya harus mampu menggunakan kedua pendekatan tersebut dalam kegiatan pembelajarannya.

    ReplyDelete
  46. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendekatan terbaik untuk gaya belajar adalah pendekatan multisensor. Proses pembelajaran terbaik terjadi ketika berbagai jenis kemampuan siswa dapat dimanfaatkan. Tantangan pendidikan saat ini ialah bagaimana merubah paradigma dari pendidikan tradisional ke pendidikan yang memfasilitasi siswa. Inivasi pendidikan harus terus dilakukan dengan memperhatikan kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  47. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dikatakan dalam artikel diatas bahwa pendekatan pembelajran terbaik adalah ketika proses tersebut dapat mencakup berbagai jenis gaya belajar anak. Sehingga kebutuhan anak akan belajar yang menggunakan berbagai jenis gaya belajar dapat terfasilitasi oleh guru. Maka siswa akan berkembang secar maksimal ketika sudah difasilitasi dengan maksimal juga.

    ReplyDelete
  48. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda, ada yag cepat belajar dengan melihat saja, mendengar saja, atau beraktivitas saja Hal ini pun akan berpengaruh pada kemampuan belajarnya dan akhirnya pun akan berpengaruh terhadap pbm di kelas. Oleh karena itu tantangan bagi proses pembelajaran guru saat ini adalah mengubah pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif, yang mampu membuat siswa dengan beragam gaya belajar itu mampu belajar dengan baik.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  49. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Siswa yang memiliki gaya belajar visual akan lebih mudah belajar jika melalui membaca, sehingga jika disaat itu ia dalam pbm harus belajar melalui mendengarkan maka siswa tersebut pun akan mengalami kesulitan belajar. Begittu pula yang akan dialami oleh siswa yang memiliki gaya belajar auditory, maupun kinestetik jika pbm tidak sesuai dengan gaya belajarnya Oleh karena itu guru perlu merancang pembelajaran dimana didalam prosesnya menggunakan ketiga gaya belajar tersebut.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  50. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Peserta didik masing-masing memilik cara yang berbeda dalam memahami sesuatu. Sehingga, proses pembelajaran tidak boleh digeneralisasikan. Metode pembelajaran tradisional adalah metode yang menggeneralisasi proses pembelajaran karena metode ini berpusat pada guru. Peserta didik dipaksa untuk melakukan apa yang guru perintahkan. Dalam metode ini kreaitvitas siswa sangat dibatasi. Jika siswa tidak merasa bebas dalam belajar, mereka akan dengan mudah merasa bosan dan bingung dalam proses pembelajaran. Hal ini sangat tidak baik karena proses pembelajaran akan menjadi tidak efektif. Sehingga, sebagai guru harus dapat selalu mengembangkan metode pembelajarannya yang dapat memfasilitasi perbedaan siswa, sehingga siswa dapat belajar matematika dengan baik.

    ReplyDelete
  51. Pendidikan di masa yang akan datang menginginkan perubahan yang signifikan untuk menjadikan pembelajran lebih inovatif. Pembelajaran diharapkan lebih menjadi berpusat pada siswa barulah itu dinamakan sebagai pembelajran inovatif yang memungkinkan kreativitas siswa.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  52. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Istilah pembelajaran progresif dan pembelajaran tradisional seperti disampaikan beberapa ahli diatas, menjadi topic yang hingga saat ini tidak habis-habisnya di bawah. Dimna pembelajajran tradisional lebih menekankan pada guru yang ceramah dan siswa dipandang sebagai obyek pembelajajan. Sedangkan pada pembelajaran yang progresif, siswa dipandang sebagai subyek pembelajar dimana guru sebagai fasilitator bagi siswa untuk mengembangkan segala potensi dan kemampuannya. Transformasi dari pembelajajran tradisional menuju pembelajaran yang progresif memang membutuhkan bekal yang tidak sedikit serta mampu berinovasi. Terima Kasih

    ReplyDelete
  53. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Setiap siswa memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Ada siswa yang begitu melihat sudah paham, ada yang harus mempraktikkan atau mencoba sebelum memahami suatu konsep. Dan seringkali siswa yang dapat memahami sesuatu dengan gerakan atau sentuhan dianggap mengganggu pembelajaran. Padahal memang seperti itulah gaya belajar mereka. Karena itulah guru dapat menerapkan pembelajaran multisensory untuk memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa. Pendekatan multisensor ini utamanya akan memfasilitasi siswa dengan gaya belajar kinestetik (dengan gerakan) tanpa mengesampingkan siswa dengan gaya belajar audio dan visual.

    ReplyDelete
  54. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Inovasi merupakan kewajiban pada zaman yang telah serba berkembang ini, guru harus membiasakan diri untuk mecoba hal-hal yang baru. Baik metode pembelajaran baru, media pembelajaran baru atau suasana pembelajaran baru. untuk mecapai inovasi pendidikan, guru harus berani keluar dari zona nyaman menuju zona yang berbeda dan diharapkan zona tersebut dapat membawa angin segar bagi siswa dan dapat meningkatkan kemampuan siswa. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  55. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pembelajaran pada hakikatnya ialah untuk dap[at membawa siswa menuju zona berkembangnya yang maksimal. Sehingga fitrah pendidikan ialah untuk membelajarkan siswa, apapun itu materinya sehingga siswa dapat memperoleh perubahan positif yang relatif lama. fitrah pendidikan memberikan tantangan tersendiri bagi guru untuk dapat menyesuaikan perkembangan siswa, kemudian mengimbanginya dengan memberikan metode pembelajaran dan media pembelajaran yang relevan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  56. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Berbagai permasalahan yang umumnya dihadapi oleh para guru matematika, antara lain menyangkut metode mengajar, penilaian hasil belajar, peningkatan kemampuan siswa dalam berbagai keterampilan atau kompetensi matematika ataupun bagaimana pemahaman mereka terhadap kemampuan siswa dan persepsi siswa serta bagaimana siswa berpikir tentang matematika. Kompetensi yang dituntut dalam pembelajaran matematika sekolah dari SD hingga SMA meliputi kemampuan pemecahan masalah, penalaran, komunikasi, koneksi dan representasi (NCTM, 2000). Demikian juga permasalahan yang dihadapi siswa tentang bagaimana sulitnya mereka memahami konsep matematika dan menggunakannya dalam mencari solusi terhadap berbagai permasalahan dalam matematika.

    ReplyDelete
  57. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Saya sangat setuju bahwa sebaik-baiknya pembelajaran adalah pembelajaran yang dapat memfasilitasi siswa secara multidimensi, mengingat setiap orang memiliki gaya belajar yang berbeda-beda. Disinilah peranan media pembelajaran menjadi sangat penting dalam membantu memenuhi kebutuhan siswa akan gambaran nyata dari konteks pembelajaran.

    ReplyDelete