Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 20: Apkh Mat Kontradiktif? (Tanggapn utk Bu Kriswianti bgn kedua)




Oleh Marsigit

Dear Ibu Kriswanti,

Sungguh menurut saya Definisi Matematika yang dibuat oleh Prof Sudjadi sangatlah bersifat Logicist-Formalist-Foundationalist. Definisi matematika demikian TIDAK CUKUP RAMAH untuk bergaul dengan Siswa-Siswa SD dan SMP. Definisi Matematika demikian juga tidak mampu menyelesaikan problem pembelejaran matematika di sekolah.

Maka saya ingin sampaikan kembali Definisi Alternatif Matematika sebagai MATEMATIKA SEKOLAH yang kemudian disebut sebagai Matematika begitu saja.

Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan Matematika sebagai berikut:
1. Matematika adalah ILMU tentang penelusuran Pola dan Hubungan
2. Matematika adalah ILMU tentang Pemecahan Masalah (ProblemSolving)
3. Matematika adalah ILMU tentang Kegiatan Investigasi
4. Matematika adalah ILMU berkomunikasi.

Ibu Kriswianti danyang lainnya bisa membandingkan dan merasakan, kira-kira apakah definisi alternatif demikian lebih dekat dengan para siswa? Sebagai seorang Educationist tentu saya memilih definisi ini, karena definisi ini sangat kaya dengan aspek-aspek Psikologis, Social dan Constructivist.

Sedangkan Definisi matematika yang di buat atau dibangun oleh para Logicist-Formalist-Foundationalist (termasuk Prof Sudjadi) itu lebih cocok untuk pengembangan Pure Mathematics. Jika Pure Mathematics dipaksakan untuk di Introduce dan di develop di sekolah, itulah jadinya seperti sekarang ini, matematika tidak disukai generasi muda.

Demikian semoga bermanfaat. Amin

Marsigit, UNY

________________________________________
From: Theresia Kriswianti
To: indoms@yahoogroups.com
Sent: Sat, September 25, 2010 9:17:23 AM
Subject: Re: [indoms] Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Ketujuh)


Urun rembug mengenai konsistensi dalam Matematika:Menurut Prof Sudjadi dalam bukunya Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia, Matematika mempunyai karakteristik sbb:
1. Memiliki obyek kajian abstrak
2. Bertumpu pada kesepakatan
3. Berpola pikir deduktif
4. Memiliki simbol yang kosong dari arti
5. Memperhatikan semesta dari pembicaraan
6. Konsisten pada sistemnya.
Jadi kalau yang dikemukakan pak Wono bahwa terjadi kontradiksi karena 3 + 4 = 7 saya kira tidak tepat. Dia tetap konsisten pada semestanya, yakni bilangan berbasis 8 ke atas.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih.
Kriswianti

44 comments:

  1. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Karakteristik matematika menurut Prof. Sudjadi mungkin adalah suatu Pure mathematics dimana pue mathematics sendiri jika diterapkan dalam matematika sekolah akan dianggap tidak menyenangkan. Maka dari itu matematika perlu diubah menjadi lebih menyenangkan dengan memperhatikan unsur-unsur psikologi dan sosial pada diri siswa seperti dengan definisi Ebbutt and Straker (1995).

    ReplyDelete
  2. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Saya menyetujui bahwa defenisi matematika merupakan ILMU tentang penelusuran Pola dan Hubungan, ILMU tentang Pemecahan Masalah (Problem Solving), ILMU tentang Kegiatan Investigasi, ILMU berkomunikasi. karena ketiga komponen tersebut sangat melekat didiri saya yang masih dikategorikan sebagai pembelajar, ketika saya mengaitkan matematika dengan keabstrakan, bertumpu pada kesepakatan, memiliki pola pikir deduktif, dll, maka yang saya rasakan matematika yang hampa, matematika yang tidak tau ujung pangkalnya. oleh karena itu sepatutnya akan lebih kita melihat dulu semesta pembicaraanu untuk menanggapi langkah apa selanjutnya kita lakukan.

    ReplyDelete
  3. Matematika tidak disukai oleh generasi muda Indonesia khususnya. Banyak siswa yang mempunyai pemahaman dan nilai yang rendah dilihat dari nilai UN dan survey internasional. Matematika yang diajarkan disekolah didasarkan pada pemikiran bahwa objek matematika yang abstrak dan dimulai dari pernyataan deduktif yang diturunkan. Hal ini menyulitkan pemikiran siswa untuk memahami matematika. untuk menumbuhkan minat belajar matematika siswa maka belajar matematika dapat dilihat dari hubungan antara materi dari yang telah dipelajari sebelumnya dengan materi yang baru, kegiatan penyelidikan terhadap suatu masalah serta memecahkan masalah tersebut.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Terdapat begitu banyak definisi matematika, dan dari tulisan ini saya dapat mendefinisikan bahwa matematika merupakan sebuah ilmu penarikan sebuah kesimpulan yang bernilai benar tanpa prasyarat. Untuk menemukan konsep dan putusan yang benar yang mendasari pada pengetahuan, para Logicist-Formalist-Foundationalist berusaha mencari sumber dari kegiatan berpikir untuk menemukan ide dasar dari sebuah kebenaran. Kegiatan penarikan kesimpulan ini didasarkan pada premis-premis yang terbukti kebenarannya.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pure Mathematics dan School Mathematics tentu dua hal yang berbeda. Penerapaannya pun tidak bisa disamakan. Jika Pure Mathematics dipaksakan untuk di Introduce dan di develop di sekolah, itulah jadinya seperti sekarang ini, matematika tidak disukai generasi muda. Dunia Pendidikan sangat berkaitan erat dengan aspek-aspek Psikologis, Social dan Constructivist siswa. Saya setuju dengan definisi matematika yang disampaikan oleh Ebbutt dan Straker, A. (1995) tentang matematika sekolah, yaitu matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan, kegiatan problem solving, kegiatan investigasi, serta kegiatan untuk mengkomunikasikan informasi atau ide. Guru perlu memahami bahwa siswa tidak bisa belajar matematika langsung ke bentuk abstrak. Matematika perlu diperkenalkan dalam bentuk konkret, matematika merupakan kegiatan untuk berkreatifitas yang melibatkan imajinasi, intuisi, dan penemuan.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Hemat saya menanggapi elegi di atas bahwa apalah jadinya tanpa matematika. Sumanya akan menjadi simpangsiur tanpa ada pola, struktur yang mengaturnya. Dan telah kita ketahui bahwa kemampuan matematika itu bukan sebatas kemampuan mengerjakan soal dan memecahkan masalah namun juga mendidik anak berpikir logis dan terstruktur. Kemudian dalm matematika sekolah, anak didik memerlukan matematika untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari. Misalnya, dapat berhitung, dapat menghitung isi dan berat, dapat mengumpulkan, mengolah, menyajikan dan menafsirkan data, dapat menggunakan kalkulator dan komputer. Selain itu, agar mampu mengikuti pelajaran matematika lebih lanjut, membantu memahami bidang studi lain seperti fisika, kimia, arsitektur, farmasi, geografi, ekonomi, dan sebagainya, dan agar para siswa dapat berpikir logis, kritis, dan praktis, beserta bersikap positif dan berjiwa kreatif. Selanjutnya sesuai apa yang tertulis di atas saya setuju bahwa apabila karakteristik matematika yang lebih mengarah pada pure mathematics diterapkan di sekolah tentunya matematika tidak disukai generasi muda.

    ReplyDelete
  7. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Matematika tebagi menjadi dua jenis yaitu Pure Mathematics dan School Matematics. Sehingga pendapat ibu Kriswianti lebih cocok untuk matematika murni. Hal ini karena Prof Sudjadi adalah ilmuwan atau ahli matematika murni. Sedangkan yang diungkapkan oleh Bapak Prof Marsigit definisi tersebut cocok untuk matematika sekolah. Hal ini karena Ebbut dan Straker memang adalah ilmuwan di bidang pendidikan. Mereka sudah melakukan penelitian sejak dibangku kuliah bersama. Kemudian akhirnaya menemukan metode pembelajaran matematika yang telah dijabarkan di atas. Metode tersebut cocok diterapkan pada pembelajaran kooperatif sederhana. Sehingga pendapat di atas tepat tergantung ruang dan waktu (secara filsafat). Dan pendapat di atas tepat tergantung definisi dan semesta (secara matematis).

    ReplyDelete
  8. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pure mathematics oleh kaum logcist-formalist-foundalist, yaitu matematika yang abstrak dan biasanya sesuai kesepakatan. Matematika seperti ini dipelajari pada tingkat perguruan tinggi karena memang tingkat perguruan tinggi dipandang telah mampu untuk mempelajari matematika tersebut. Sedangkan school mathematics adalah matematika yang telah memasuki dunia sekolah sehingga harus menyesuaikan dengan ruang dan waktu siswa. Seperti sebuah elegi sebelumnya tentang pengakuan para matematikawan. Elegi tersebut mengatakan bahwa terdapat banyak definisi tentang matematika. Oleh karena itu memang tidak dapat dipungkiri bahwa matematika itu memiliki banyak definisi sesuai paham yang diikuti dan menimbulkan perbedaan pendapat seperti pada artikel di atas. Perbedaan yang terjadi pada artikel di atas adalah matematika dengan dua sudut pandang yaitu pure mathematics dan school mathematics.
    Ada beberapa hal yang menjadi dampak dari pendapat tentang Pure mathematics dalam sebuah praktek pembelajaran school mathematics. Pertama, matematika dipandang sebagai ilmu yang dinamis, karena matematika mengarahkan kepada penemuan manusia. Matematika bukan lah selesai pada hasil semata, tetapi dapat terbuka untuk direvisi (pandangan pemecahan berbasis masalah/Problem solving). Kedua, matematika dipandang sebagai suatu kesatuan yang satis dari sebuah pengetahuan, yang sudah memiliki struktur dan kebenaran. Matematika adalah monolit, prodauk dari statis, penemuan, bukan diciptakan (Pandangan Platonis). Ketiga, matematika dipandang sebagai kumpulan ilmu yang berguna terkait dengan akumulasi fakta, aturan dan keterampilan (Pandangan instrumentalis).

    Paul Ernest. (1989). “The Knowledge, Beliefs and Attitudes of the Mathematics Teacher: a model”. Journal of Education for Teaching : International research and pedagogy. Publisher: Routledge.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Melalui tulisan Bapak saya melihat matematika jauh lebih mengerucut. Ilmu matematika sungguh dapat digunakan di dalam pola pikir, kehidupan bahkan dalam pengambilan keputusan sekalipun. Namun dalam dunia Pendidikan guru hanya memberikan gambaran kepada siswa mengenai implikasi dasar dari matematika, yaitu bahwa matematika adalah ilmu tentang penelusuran pola dan hubungan, tentang pemecahan masalah (problemsolving), tentang kegiatan investigasi dan ilmu berkomunikasi.

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    tentu saja siswa yang masih berada di sekolah dasar dan sekolah menenngah pertama belum bisa untuk berpikir abstrak, karena usia mereka juga ikut mempengaruhi pola pikirnya. maka sangat tidak cocok jika kita membahas matematika kontradiktif pada mereka. matematika dapat terbagi dalam beberapa hal tergantung pada ruang dan waktunya. ingat kadang kebenaran pun dapat bersifat benar dan dapat bersifat salah, karena itu harus sesuai dengan ruang dan waktunya,.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Jika dibandingkan dari pengertian Matematika menurut Prof Sudjadi dan Ebbutt and Straker rasanya memang nyaman yang kedua. Disana terletak bukan apa yang harus dikuasai namun lebih pada membiarkan siswa menemukan dengan caranya sesuai dengan pola pikirnya.

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Bagai mana siswa berinteraksi dengan apa yang dipelajari dan bagai mana siswa menelusuri masalah-masalah yang ada sesuai dengan kapabilitasnya. Hal ini jelas bukan suatu doktrinisasi bahwa siswa pokoknya harus ini dan harus itu atau istilahnya ada rumus kasihkan tanpa tahu untuk apa dan bagaimana menggunakannya serta dari mana rumus ini. Namun dirasa-rasa matematika di sekolah Indonesia kebanyakan masih lah pada pengertian yang pertama. Mungkinkah itu sebabnya matematika masih dianggap pelajaran yang menyeramkan ?

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pendapat Ebbutt and Straker (1995)mengenai alternatif definisi matematika sangatlah tepat untuk disinergiskan pada tujuan pembelajaran matematika sekolah. Pola dan hubungan, problem solving, investigasi dan komunikasi adalah unsur penting pembentuk matematika dalam pikiran siswa.
    Tanpa mengetahui pola dan hubungan yang ada dalam setiap unsur yang terkandung dalam matematika, maka siswa tidak akan mendapatkan makna dari mempelajari matematika. Tanpa problem solving maka siswa akan terkubur kreativitas dan inovasinya untuk mengembangkan hal yang menarik dalam matematika.
    tanpa investigasi, siswa akan menjadi konsumen rumus-rumus matematika tanpa mengetahui bagaimana mendapatkan dan menemukan sesuatu yang bermakna dalam matematika.
    Tanpa komunikasi maka siswa akan menjadi insan individu dan egois dalam bermatematika serta tidak akan mendapatkan pembelajaran yang bermakna.
    Jadi sangatlah tepat apabila unsur yang membentu matematika itu adalah seperti yang pendapat Ebbutt and Straker (1995). Semua itu akan menumbuhkan aspek psikologi, sosial, dan constructiv bagi siswa.
    Dengan begitu pembelajaran matematika sekolah akan mempunyai daya tarik bagi siswa dan tidak dianggap sebagai momok oleh para siswa

    ReplyDelete
  14. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Definisi matematika sekolah oleh Ebutt dan Straker bahwa matematika merupakan ilmu tentang penelusuran pola dan hubungan, pemecahan masalah (problem solving), kegiatan investigasi dan komunikasi sejalan dengan definisi oleh NCTM. Definisi terbut harus dapat dikembangkan oleh guru di tingkat SD sampai SMA, dengan mengembangkan perangkat pembelajaran yang dilakukan sendiri oleh guru berdasarkan karakteristik dari siswanya yang mempunyai latar belakang yang berbeda-beda. Dengan mengembangkan matematika sebagai ilmu yang telah disebutkan oleh Ebbutt dan Straker akan memenuhi tujuan yang akan dicapai guru dan siswanya.

    ReplyDelete
  15. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Terdapat perbedaan antara matematika formal dengan matematika sekolah. Matematika sekolah tidak boleh lepas dari perkembangan psikologi anak, matematika sekolah haruslah menggunakan media konkret agar peserta didik dapat lebih mudah dalam memahami materi, karena anak-anak masih dalam tahap perkembangan berpikir konkret. Guru sebagai pendidik mempelajari matematika murni. Guru dapat menjadi pengubung bagi siswa dalam belajar matematika. Guru pernah merasakan menjadi siswa. Sedangkan siswa belumlah mampu mencapai pemikiran orang dewasa terutama untuk memahami matematika murni. Sehingga, peran guru sangat besar di sini dalam membelajarkan matematika.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika pada setiap jenjang memanglah berbeda-beda, baik SD, SMP maupun SMA. Apalagi pada anak perkuliahan, hal ini tentu sangatlah perbedaan. Setiap jenjang dalam belajar matematika pasti mengalami pendewasaan dalam sudut pandang, dalam pemecahan masalah, dalam pola pikir. Hal ini yang dapat terlihat dalam pembelajaran matematika setiap jenjangnya.

    ReplyDelete
  17. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari tulisan ini saya sendiri juga mengalami banyak belajar. Terutama bertambahnya pengetahuan – pengetahuan tentang matematika. Matematika merupakan hal yang dijumpai dalam kehidupan sehari – hari namun saya rasa dalam penyampaiannya membutuhkan cara yang tepat terutama di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu saya setuju dengan yang disampaikan Ebbut dan Straker bahwa matematika mencakup ke empat ilmu tersebut yang dalam penyampaiannya harus menggunakan metode yang tepat agar matematika dapat dipahami di semua jenjang pendidikan.

    ReplyDelete
  18. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Definisi matematika menurut Ebbutt and Straker yang menyatakan matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan, problem solving, investigasi, dan komunikasi ini lebih condong kea rah definisi matematika sekolah. Sehingga pembahasan matematika lebih dekat dengan siswa. Terutama jika dibandingkan dengan definisi matematika menurut Prof Sudjadi, yang menyatakan bahwa matematika memiliki obyek kajian abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola pikir deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta dari pembicaraan, dan konsisten pada sistemnya. Karena memang definisi menurut Prof Sudjadi ini lebih memandang matematika sebagai matematika murni, yang terbebas ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hakekat matematika sekolah lah yang selama ini digunakan sebagai alternatif agar matematika di sekolah tampak lebih bersahabat dan menyenangkan bagi siswa. Ebbutt and straker membuat hakekat matematikan sekolah antara lain: matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan, Matematika adalah kegiatan problem solving, matematika adalah kegiatan investigasi, dan matematika adalah komunikasi. namun jika Pure Mathematics dipaksakan untuk diterapakan di sekolah dan diajarkan kepada anak-anak, maka hasilnya matematika akan menjadi hal yang tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh anak-anak sesuai dengan hakekat matematika

    ReplyDelete
  20. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Namanya juga manusia pasti selalau berbeda. Tidak ada yang sama. Karena sebagaimana kita tahu bahwa A=A tidak akan terjadi pada kita. Oleh karena itu berbagai defenisi juga akan melatarbelakangi defenisis itu tergantung ruag dan waktu itu terjadinay kapan. Seperti Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan Matematika sebagai berikut:1. Matematika adalah ILMU tentang penelusuran Pola dan Hubungan2. Matematika adalah ILMU tentang Pemecahan Masalah (ProblemSolving)3. Matematika adalah ILMU tentang Kegiatan Investigasi4. Matematika adalah ILMU berkomunikasi.

    ReplyDelete
  21. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam memilih dan menyampaikan definisi, hendaknya harus melihat situasi dan kondisi cara berpikir siswa. Disana terletak bukan apa yang harus dikuasai namun lebih pada membiarkan siswa menemukan dengan caranya sesuai dengan pola pikirnya. Sehingga buatlah matematika itu menyenangkan agar siswa dengan mudah menerima apa yang disampaikan oleh guru.

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi ini kita dapat ambil pokok pentingnya bahwa matematika sekolah itu merupakan kegiatan interaksi, investigasi, penelusuran pola, dan pemecahan masalah. Matematika harus cukup ramah bergaul dengan siswa-siswa, sehingga mampu menyelesaikan problematika di sekolah.

    ReplyDelete
  23. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika yang konsisten pada sistemnya, yang bersifat deduktif inilah yang membuat siswa cenderung memahami bahwa matematika itu sulit. Akan lebih baik jika kita mengembangkan pemikiran mereka dengan melibatkan siswa dalam proses penelusuran Pola dan Hubungan, kemudian menghadapkan siswa pada suatu masalah (misalnya masalah kontekstual) untuk kemudian mereka dapat memecahkan masalah (Problem Solving), siswa melakukan kegiatan Investigasi untuk menemukan suatu konsep misalnya dan juga mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa, misalnya dengan diskusi atau presentasi. Matematika yang seperti inilah nantinya yang akan lebih dekat dengan siswa.

    ReplyDelete
  24. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Jika matematika hanya dipandang seperti logicist dan formalism memandang matematika yaitu sebagai objek yang abstrak maka matematika tidak memenuhi bagi siswa SD dan SMP. Siswa SD dan SMP masih cukup sulit untuk memahami yang abstrak. Mereka membutuhkan yang berhubungan dengan permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari atau konsep yang lebih konkret. Sehingga di sini ada kontradiksi.

    ReplyDelete
  25. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. matematika sebagai ilmu murni dan matematika sebagai matematika sekolah perlu dibedakan. Matematika sekolah merupakan metametika yang diajarkan kepada siswa disekolah yang merupakan ilmu tentang penelusuran pola dan hubungan, pemecahan masalah, investigasi dan matematika sebagai ilmu tetang komunikasi. Matematika sekolah meruapakan sarana siswa untuk mengembangkan intuisi matematikanya.

    ReplyDelete
  26. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    matematika sekolah memang memiliki perbedaan dengan kegiatan matematika murni tetapi tetapi pada dasarnya pengetahuan tentang matematika sekolah harus tetap didasarkan pada matematika murni. Dengan kata lain, guru harus kreatif dengan metode pengajaran untuk paket matematika sekolah lebih ramah dan menyenangkan bagi siswa

    ReplyDelete
  27. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika memiliki karakteristik memiliki obyek kajian abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola piker deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta pembicaraan, dan konsisten dalam sistemnya. Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Dengan demikian guru hendaknya memahami dengan baik perbedaan tersebut, agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengajarkan matematika sekolah kepada siswa.

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam artikel di atas disebutkan definisi matematika menurut Ebbutt and Straker. Menurut Ebbutt and Straker (1995) definisi Matematika sebagai berikut:
    1. Matematika adalah ILMU tentang penelusuran Pola dan Hubungan
    2. Matematika adalah ILMU tentang Pemecahan Masalah (ProblemSolving)
    3. Matematika adalah ILMU tentang Kegiatan Investigasi
    4. Matematika adalah ILMU berkomunikasi.
    Definisi menurut Ebbutt and Straker sangat berkaitan dengan matematika sekolah.

    ReplyDelete
  29. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Salah satu karakteristik matematika yang disebutkan dalam postingan di atas adalah bahwa matematika itu memperhatikan semesta pembicaraannya.
    Hal ini tepat seperti yang disampaikan Bapak Marsigit dalam perkuliahan filsafat, bahwa segala sesuatu itu tergantung dari ruang dan waktunya.
    Kekonsistenan dalam matematika menandakan bahwa hal yang ebrsifat kontradiktif dalam matematika menandakan telah terjadi kekeliruan dalam suatu proses atau pernyataan matematika.

    ReplyDelete
  30. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Matematika yang diterapkan disekolah dasar sebaiknya adalah matematika yang bersifat kontextual dan realistic dikehidupan sehari-hari,. Sehingga ketika siswa mempelajarinya, maka siswa akan merasa bahwa matematika memang peenting untuk dipelajari , karena matematika akan menjadi suatu bekal lifeskill pada anak baik pada masa kini maupun pada masa yang akan datang. Jadi defenisi matematika alternatif memang cocok untuk diterapkan sebagai defenisi matematika yang ada di pendidikan dasar.

    ReplyDelete
  31. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada dasarnya, school math yang diajarkan guru di kelas pun itu haruslah dilandasi oleh pure math. Hanya saja siswa tidak seharusnya disuguhi rumus-rumus dan bukti seperti pada pure math. Di sinilah tugas guru, yakni mngemas pure math dalam school math agar para siswa merasa tertarik pada pembelajaran dan tidak cepat bosan. Guru perlu mendesain strategi dan metode yang tepat agar pure math tetap dapat dikenali siswa dengan tidak melampaui pengalaman dan pola pikir siswa

    ReplyDelete
  32. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sebetulnya soal perasaan menyenangkan atau tidak menyenangkan juga berbeda-beda berdasarkan orang yang mengalaminya. Bisa saja ada orang yang lebih senang dengan pure matematik dari pada matematika sekolah. Hal ini bergantung dari pada dimana orang tersebut tinggal dan bekerja, serta dari mana latar belakangnya. Jadi menurut saya, tidak perlu ada perdebatan mana definisi matematika yang paling baik. Karena hal ini benar untuk masing-masing sistemnya. Jika dikaji secara ontologis, keduanya bisa saling melemahkan dengan mengambil titik yang bukan menjadi sistem dari keduanya.

    ReplyDelete
  33. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Perlu adanya penekanan bahwa segala sesuatu dimaknai berdasarkan ruang dan waktunya. Begitupun dengan matematika, bahwa matematika itu memperhatikan semesta pembicaraannya. Makna matematika untuk Pure Mathematics dengan Makna matematika untuk matematika sekolah sudah berbeda pandangannya. Pada dasarnya, matematika sekolah dimaknai dengan kegiatan penelusuran pola, kegiatan problem solving, kegiatan invertigasi dan kegiatan komunikasi. Dengan begitu, matematika akan menjadi suatu hal yang enteng untuk dikenal di sekolah khususnya pada diri siswa.

    ReplyDelete
  34. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Matematika sekolah merupakan suatu kegiatan. Kegiatan tersebut meliputu kegiatan penyelesaian masalah, penelusuran pola dan hubungan, kegiatan investigasi, serta kegiatan komunikasi. Ketika guru berpandangan seperti ini maka guru akan memberikan kesempatan siswa untuk melakukan matematika, melakukan aktivitas matematika, sehingga guru akan memberikan kesempatan siswa untuk emmbangun matematikanya sendiri, tidak memberikan matematikanya.

    ReplyDelete
  35. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti yang dijelaskan oleh bapak marsigit di atas. Hal-hal tersebut merupakan bentuk dari pembelajaran dengan sifat construcktivism sehingga siswa sendiri yang merekonstruksi pengetahuannya dan dalam pikirnya timbullah gejolak untuk berpikir nkritis. Tinggal gurulah yang merespon rasa ingin tahu siswa, apakah akan mereduksikan matematika atau titdak karena guru sebagai fasilitator juga harus mengetahuai struktur metakognisi siswanya akan siap dengan materi yang lebih luas atau tidak.

    ReplyDelete
  36. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sebenarnya dari cara mendefenisikan matematika akan terlihat apakah ia seorang matematika murni atau seorang matematika pendidikan. Terlihat pula bagaimana proses pemikirannya dalam memikirkan sesuatu. Apakah ia penganut paham realis atau idealis. Dengan berkembangnya matematika seiring waktu, saat ini matematika sekolah telah mulai sedikit demi sedikit menerapkan teori konstrutivisme, memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan dan mengeksplor kemampuan yang mereka punya serta pengetahuan-pengetahuan mereka yang telah ada untuk menemukan sesuatu dalam belajar matematika itu sendiri. hal ini bisa lebih efektif diterapkan bagi peserta didik di tingkat sekolah, sebab daripada siswa menerima “produk” matematika dari guru seperti yang selama ini telah lama diterapkan atau lebih dikenal dengan teacher center maka akan lebih berpeluang efektif jika siswa diberi oleh guru.

    ReplyDelete
  37. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Sebagaimana yang sering disebutkan bahwa school mathematics itu berbeda dengan pure mathematics. Definisi yang lebih cocok untuk matematika sekolah adalah definisi menurut Ebbutt and Straker (1995). Karena definisi matematika menurut Ebbutt and Straker lebih sesuai dengan tingkat kognitif dan psikologi siswa sekolah.

    ReplyDelete
  38. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Definisi alternatif matematika yang cocok diajarkan di sekolah adalah matematika sekolah. Peranan matematika sekolah secara umum adalah untuk memenuhi kebutuhan praktis dan memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari, yang ditujukan bagi siswa yang mempelajarinya. Oleh karena itu, matematika yang diajarkan kepada siswa haruslah dekat dengan keseharian siswa agar siswa mengetahui manfaat matematika dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  39. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Matematika terbagi menjadi dua, yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Kedua matematika tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Matematika itu akan terasa sekali manfaatnya jika diterapkan sesuai dengan jenisnya. Yang terjadi sekarang ini adalah kurikulum matematika sekolah dibuat oleh orang-orang matematika murni, sehingga terjadilah apa yang terjadi, matematika seolah-olah menjadi momok bagi para siswa.

    ReplyDelete
  40. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terdapat beberapa definisi mengenai matematika menurut pandangan para ahli. Dalam elegi ini terdapat definisi matematika menurut para logicist, formalis dan faoundationalist, termasuk Prof Sudjadi dan juga definisi matematika dari Ebbutt dan Straker. Dalam memilih atau menggunakan definisi yang ada, hendaknya memperhatikan kemampuan berfikir siswa dan yang dijadikan tolak ukur adalah para siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  41. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Jika seorang guru menginginkan siswanya senang belajar matematika maka hendaknya dapat membuat matematika itu ramah dengan siswa. Maka saya setuju bahwa definisi matematika yang mengatakan bahwa matematika itu merupakan penelusuran pola dan hubungan, matematika merupakan pemecahan masalah, matematika merupakan kegiatan investigasi dan komunikasi. Jika definisi ini kita terapkan pada matematika sekolah maka diharapkan siswa akan senang belajar matematika.

    ReplyDelete
  42. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika terbagi menjadi dua, yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Kedua matematika tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Matematika itu akan terasa sekali manfaatnya jika diterapkan sesuai dengan jenisnya. Yang terjadi sekarang ini adalah kurikulum matematika sekolah dibuat oleh orang-orang matematika murni, sehingga terjadilah apa yang terjadi, matematika seolah-olah menjadi momok bagi para siswa.

    ReplyDelete
  43. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika terbagi menjadi dua, yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Kedua matematika tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Matematika itu akan terasa sekali manfaatnya jika diterapkan sesuai dengan jenisnya. Yang terjadi sekarang ini adalah kurikulum matematika sekolah dibuat oleh orang-orang matematika murni, sehingga terjadilah apa yang terjadi, matematika seolah-olah menjadi momok bagi para siswa.

    ReplyDelete
  44. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam elegi ini, terdapat defenisi matematika menurut para Logicist-Formalist-Foundationalist termasuk Prof Sudjadi dan juga defenisi matematika menurut Ebbut dan Straker. Defenisi matematika yang dibuat oleh para Logicist-Formalist-Foundationalist (termasuk Prof Sudjadi) itu lebih cocok untuk pengembangan Pure mathematics. Matematika murni dan matematika sekolah tentunya berbeda. Sesungguhnya matematika murni tidak dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika di kelas, karena anak-anak belum mampu untuk mempelajari matematika yang bersifat abstrak tersebut. Hal inilah yang membuat kebanyakan siswa tidak menyukai dengan matematika, karena matematika dianggap pelajaran yang paling sulit.

    ReplyDelete