Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 20: Apkh Mat Kontradiktif? (Tanggapn utk Bu Kriswianti bgn kedua)




Oleh Marsigit

Dear Ibu Kriswanti,

Sungguh menurut saya Definisi Matematika yang dibuat oleh Prof Sudjadi sangatlah bersifat Logicist-Formalist-Foundationalist. Definisi matematika demikian TIDAK CUKUP RAMAH untuk bergaul dengan Siswa-Siswa SD dan SMP. Definisi Matematika demikian juga tidak mampu menyelesaikan problem pembelejaran matematika di sekolah.

Maka saya ingin sampaikan kembali Definisi Alternatif Matematika sebagai MATEMATIKA SEKOLAH yang kemudian disebut sebagai Matematika begitu saja.

Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan Matematika sebagai berikut:
1. Matematika adalah ILMU tentang penelusuran Pola dan Hubungan
2. Matematika adalah ILMU tentang Pemecahan Masalah (ProblemSolving)
3. Matematika adalah ILMU tentang Kegiatan Investigasi
4. Matematika adalah ILMU berkomunikasi.

Ibu Kriswianti danyang lainnya bisa membandingkan dan merasakan, kira-kira apakah definisi alternatif demikian lebih dekat dengan para siswa? Sebagai seorang Educationist tentu saya memilih definisi ini, karena definisi ini sangat kaya dengan aspek-aspek Psikologis, Social dan Constructivist.

Sedangkan Definisi matematika yang di buat atau dibangun oleh para Logicist-Formalist-Foundationalist (termasuk Prof Sudjadi) itu lebih cocok untuk pengembangan Pure Mathematics. Jika Pure Mathematics dipaksakan untuk di Introduce dan di develop di sekolah, itulah jadinya seperti sekarang ini, matematika tidak disukai generasi muda.

Demikian semoga bermanfaat. Amin

Marsigit, UNY

________________________________________
From: Theresia Kriswianti
To: indoms@yahoogroups.com
Sent: Sat, September 25, 2010 9:17:23 AM
Subject: Re: [indoms] Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Ketujuh)


Urun rembug mengenai konsistensi dalam Matematika:Menurut Prof Sudjadi dalam bukunya Kiat Pendidikan Matematika di Indonesia, Matematika mempunyai karakteristik sbb:
1. Memiliki obyek kajian abstrak
2. Bertumpu pada kesepakatan
3. Berpola pikir deduktif
4. Memiliki simbol yang kosong dari arti
5. Memperhatikan semesta dari pembicaraan
6. Konsisten pada sistemnya.
Jadi kalau yang dikemukakan pak Wono bahwa terjadi kontradiksi karena 3 + 4 = 7 saya kira tidak tepat. Dia tetap konsisten pada semestanya, yakni bilangan berbasis 8 ke atas.

Demikian, semoga bermanfaat. Terima kasih.
Kriswianti

84 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Terdapat perbedaan antara matematika formal dengan matematika sekolah. Matematika sekolah tidak boleh lepas dari perkembangan psikologi anak, matematika sekolah haruslah menggunakan media konkret agar peserta didik dapat lebih mudah dalam memahami materi, karena anak-anak masih dalam tahap perkembangan berpikir konkret. Guru sebagai pendidik mempelajari matematika murni. Guru dapat menjadi pengubung bagi siswa dalam belajar matematika. Guru pernah merasakan menjadi siswa. Sedangkan siswa belumlah mampu mencapai pemikiran orang dewasa terutama untuk memahami matematika murni. Sehingga, peran guru sangat besar di sini dalam membelajarkan matematika.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika pada setiap jenjang memanglah berbeda-beda, baik SD, SMP maupun SMA. Apalagi pada anak perkuliahan, hal ini tentu sangatlah perbedaan. Setiap jenjang dalam belajar matematika pasti mengalami pendewasaan dalam sudut pandang, dalam pemecahan masalah, dalam pola pikir. Hal ini yang dapat terlihat dalam pembelajaran matematika setiap jenjangnya.

    ReplyDelete
  3. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari tulisan ini saya sendiri juga mengalami banyak belajar. Terutama bertambahnya pengetahuan – pengetahuan tentang matematika. Matematika merupakan hal yang dijumpai dalam kehidupan sehari – hari namun saya rasa dalam penyampaiannya membutuhkan cara yang tepat terutama di jenjang pendidikan dasar dan menengah. Oleh karena itu saya setuju dengan yang disampaikan Ebbut dan Straker bahwa matematika mencakup ke empat ilmu tersebut yang dalam penyampaiannya harus menggunakan metode yang tepat agar matematika dapat dipahami di semua jenjang pendidikan.

    ReplyDelete
  4. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Definisi matematika menurut Ebbutt and Straker yang menyatakan matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan, problem solving, investigasi, dan komunikasi ini lebih condong kea rah definisi matematika sekolah. Sehingga pembahasan matematika lebih dekat dengan siswa. Terutama jika dibandingkan dengan definisi matematika menurut Prof Sudjadi, yang menyatakan bahwa matematika memiliki obyek kajian abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola pikir deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta dari pembicaraan, dan konsisten pada sistemnya. Karena memang definisi menurut Prof Sudjadi ini lebih memandang matematika sebagai matematika murni, yang terbebas ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  5. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Hakekat matematika sekolah lah yang selama ini digunakan sebagai alternatif agar matematika di sekolah tampak lebih bersahabat dan menyenangkan bagi siswa. Ebbutt and straker membuat hakekat matematikan sekolah antara lain: matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan, Matematika adalah kegiatan problem solving, matematika adalah kegiatan investigasi, dan matematika adalah komunikasi. namun jika Pure Mathematics dipaksakan untuk diterapakan di sekolah dan diajarkan kepada anak-anak, maka hasilnya matematika akan menjadi hal yang tidak menyenangkan dan tidak disukai oleh anak-anak sesuai dengan hakekat matematika

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Namanya juga manusia pasti selalau berbeda. Tidak ada yang sama. Karena sebagaimana kita tahu bahwa A=A tidak akan terjadi pada kita. Oleh karena itu berbagai defenisi juga akan melatarbelakangi defenisis itu tergantung ruag dan waktu itu terjadinay kapan. Seperti Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan Matematika sebagai berikut:1. Matematika adalah ILMU tentang penelusuran Pola dan Hubungan2. Matematika adalah ILMU tentang Pemecahan Masalah (ProblemSolving)3. Matematika adalah ILMU tentang Kegiatan Investigasi4. Matematika adalah ILMU berkomunikasi.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam memilih dan menyampaikan definisi, hendaknya harus melihat situasi dan kondisi cara berpikir siswa. Disana terletak bukan apa yang harus dikuasai namun lebih pada membiarkan siswa menemukan dengan caranya sesuai dengan pola pikirnya. Sehingga buatlah matematika itu menyenangkan agar siswa dengan mudah menerima apa yang disampaikan oleh guru.

    ReplyDelete
  8. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi ini kita dapat ambil pokok pentingnya bahwa matematika sekolah itu merupakan kegiatan interaksi, investigasi, penelusuran pola, dan pemecahan masalah. Matematika harus cukup ramah bergaul dengan siswa-siswa, sehingga mampu menyelesaikan problematika di sekolah.

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika yang konsisten pada sistemnya, yang bersifat deduktif inilah yang membuat siswa cenderung memahami bahwa matematika itu sulit. Akan lebih baik jika kita mengembangkan pemikiran mereka dengan melibatkan siswa dalam proses penelusuran Pola dan Hubungan, kemudian menghadapkan siswa pada suatu masalah (misalnya masalah kontekstual) untuk kemudian mereka dapat memecahkan masalah (Problem Solving), siswa melakukan kegiatan Investigasi untuk menemukan suatu konsep misalnya dan juga mengembangkan kemampuan berkomunikasi siswa, misalnya dengan diskusi atau presentasi. Matematika yang seperti inilah nantinya yang akan lebih dekat dengan siswa.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Jika matematika hanya dipandang seperti logicist dan formalism memandang matematika yaitu sebagai objek yang abstrak maka matematika tidak memenuhi bagi siswa SD dan SMP. Siswa SD dan SMP masih cukup sulit untuk memahami yang abstrak. Mereka membutuhkan yang berhubungan dengan permasalahan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari atau konsep yang lebih konkret. Sehingga di sini ada kontradiksi.

    ReplyDelete
  11. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. matematika sebagai ilmu murni dan matematika sebagai matematika sekolah perlu dibedakan. Matematika sekolah merupakan metametika yang diajarkan kepada siswa disekolah yang merupakan ilmu tentang penelusuran pola dan hubungan, pemecahan masalah, investigasi dan matematika sebagai ilmu tetang komunikasi. Matematika sekolah meruapakan sarana siswa untuk mengembangkan intuisi matematikanya.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    matematika sekolah memang memiliki perbedaan dengan kegiatan matematika murni tetapi tetapi pada dasarnya pengetahuan tentang matematika sekolah harus tetap didasarkan pada matematika murni. Dengan kata lain, guru harus kreatif dengan metode pengajaran untuk paket matematika sekolah lebih ramah dan menyenangkan bagi siswa

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika memiliki karakteristik memiliki obyek kajian abstrak, bertumpu pada kesepakatan, berpola piker deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, memperhatikan semesta pembicaraan, dan konsisten dalam sistemnya. Matematika sekolah adalah matematika yang telah dipilah-pilah dan disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa, serta digunakan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir bagi para siswa. Dengan demikian guru hendaknya memahami dengan baik perbedaan tersebut, agar tidak terjadi kekeliruan dalam mengajarkan matematika sekolah kepada siswa.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam artikel di atas disebutkan definisi matematika menurut Ebbutt and Straker. Menurut Ebbutt and Straker (1995) definisi Matematika sebagai berikut:
    1. Matematika adalah ILMU tentang penelusuran Pola dan Hubungan
    2. Matematika adalah ILMU tentang Pemecahan Masalah (ProblemSolving)
    3. Matematika adalah ILMU tentang Kegiatan Investigasi
    4. Matematika adalah ILMU berkomunikasi.
    Definisi menurut Ebbutt and Straker sangat berkaitan dengan matematika sekolah.

    ReplyDelete
  15. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Salah satu karakteristik matematika yang disebutkan dalam postingan di atas adalah bahwa matematika itu memperhatikan semesta pembicaraannya.
    Hal ini tepat seperti yang disampaikan Bapak Marsigit dalam perkuliahan filsafat, bahwa segala sesuatu itu tergantung dari ruang dan waktunya.
    Kekonsistenan dalam matematika menandakan bahwa hal yang ebrsifat kontradiktif dalam matematika menandakan telah terjadi kekeliruan dalam suatu proses atau pernyataan matematika.

    ReplyDelete
  16. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Matematika yang diterapkan disekolah dasar sebaiknya adalah matematika yang bersifat kontextual dan realistic dikehidupan sehari-hari,. Sehingga ketika siswa mempelajarinya, maka siswa akan merasa bahwa matematika memang peenting untuk dipelajari , karena matematika akan menjadi suatu bekal lifeskill pada anak baik pada masa kini maupun pada masa yang akan datang. Jadi defenisi matematika alternatif memang cocok untuk diterapkan sebagai defenisi matematika yang ada di pendidikan dasar.

    ReplyDelete
  17. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada dasarnya, school math yang diajarkan guru di kelas pun itu haruslah dilandasi oleh pure math. Hanya saja siswa tidak seharusnya disuguhi rumus-rumus dan bukti seperti pada pure math. Di sinilah tugas guru, yakni mngemas pure math dalam school math agar para siswa merasa tertarik pada pembelajaran dan tidak cepat bosan. Guru perlu mendesain strategi dan metode yang tepat agar pure math tetap dapat dikenali siswa dengan tidak melampaui pengalaman dan pola pikir siswa

    ReplyDelete
  18. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Sebetulnya soal perasaan menyenangkan atau tidak menyenangkan juga berbeda-beda berdasarkan orang yang mengalaminya. Bisa saja ada orang yang lebih senang dengan pure matematik dari pada matematika sekolah. Hal ini bergantung dari pada dimana orang tersebut tinggal dan bekerja, serta dari mana latar belakangnya. Jadi menurut saya, tidak perlu ada perdebatan mana definisi matematika yang paling baik. Karena hal ini benar untuk masing-masing sistemnya. Jika dikaji secara ontologis, keduanya bisa saling melemahkan dengan mengambil titik yang bukan menjadi sistem dari keduanya.

    ReplyDelete
  19. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Terdapat beberapa definisi mengenai matematika menurut pandangan para ahli. Dalam elegi ini terdapat definisi matematika menurut para logicist, formalis dan faoundationalist, termasuk Prof Sudjadi dan juga definisi matematika dari Ebbutt dan Straker. Dalam memilih atau menggunakan definisi yang ada, hendaknya memperhatikan kemampuan berfikir siswa dan yang dijadikan tolak ukur adalah para siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  20. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Jika seorang guru menginginkan siswanya senang belajar matematika maka hendaknya dapat membuat matematika itu ramah dengan siswa. Maka saya setuju bahwa definisi matematika yang mengatakan bahwa matematika itu merupakan penelusuran pola dan hubungan, matematika merupakan pemecahan masalah, matematika merupakan kegiatan investigasi dan komunikasi. Jika definisi ini kita terapkan pada matematika sekolah maka diharapkan siswa akan senang belajar matematika.

    ReplyDelete
  21. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika terbagi menjadi dua, yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Kedua matematika tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Matematika itu akan terasa sekali manfaatnya jika diterapkan sesuai dengan jenisnya. Yang terjadi sekarang ini adalah kurikulum matematika sekolah dibuat oleh orang-orang matematika murni, sehingga terjadilah apa yang terjadi, matematika seolah-olah menjadi momok bagi para siswa.

    ReplyDelete
  22. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika terbagi menjadi dua, yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Kedua matematika tersebut memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain. Matematika itu akan terasa sekali manfaatnya jika diterapkan sesuai dengan jenisnya. Yang terjadi sekarang ini adalah kurikulum matematika sekolah dibuat oleh orang-orang matematika murni, sehingga terjadilah apa yang terjadi, matematika seolah-olah menjadi momok bagi para siswa.

    ReplyDelete
  23. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam elegi ini, terdapat defenisi matematika menurut para Logicist-Formalist-Foundationalist termasuk Prof Sudjadi dan juga defenisi matematika menurut Ebbut dan Straker. Defenisi matematika yang dibuat oleh para Logicist-Formalist-Foundationalist (termasuk Prof Sudjadi) itu lebih cocok untuk pengembangan Pure mathematics. Matematika murni dan matematika sekolah tentunya berbeda. Sesungguhnya matematika murni tidak dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika di kelas, karena anak-anak belum mampu untuk mempelajari matematika yang bersifat abstrak tersebut. Hal inilah yang membuat kebanyakan siswa tidak menyukai dengan matematika, karena matematika dianggap pelajaran yang paling sulit.

    ReplyDelete
  24. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas publikasi elegi ini
    Sesungguhnya saya selalu kagum dan terkesima pada elegi yang diposting sebagai jawaban suatu pertanyaan. Saya kagum, mengapa semua pertanyaan bisa terjawab oleh Prof Marsigit.
    Terkait dengan elegi ini, dimunculkan teori matematika menurut Ebbutt and Straker (1995). Artinya, ini adalah pengetahuan baru bagi saya. Artinya, saya sedang diberikan kesempatan kepada Alloh SWT untuk belajar dan belajar lagi.
    Saya tertarik pada salah satu statement pada elegi ini bahwa Pure Mathematics dipaksakan untuk di Introduce dan di develop di sekolah menyebabkan generasi muda tidak menyukai matematika. Pengalaman saya dari SD hingga SMA, banyak dari teman saya tidak menyukai matematika, bahkan ketika SMA rasa cinta saya pada matematika sedikit berkurang. Apakah saya generasi yang menerima dan menelan bulat-bulat pure mathematics? Sekali lagi terimakasih atas ilmu yang sangat bermanfaat ini.

    ReplyDelete
  25. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami dalam pembelajaran materi belajar biasanya disesuaikan dengan umur serta ruang dan waktunya. Demikian halnya dengan matematika, tentulah materi yang diberikan akan berbeda di setiap tingkatan umur. Pada setiap tingkatan umur (TK, SD, maupun SMA/K), kemampuan anak/seseorang pastilah berbeda dalam kemampuannya untuk berabstraksi. Sebagai seorang guru harus memahami hal tersebut, guru harus mengenali dan memahami ditingkat mana siswanya mampu berabstraksi.

    ReplyDelete
  26. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Saya mencoba memahami elegi ini, tidak cukup sekali saya membacanya, mohon maaf jika pemahaman saya keliru Pak. Siapa saja boleh mendefinisikan matematika sesuai dengan pandangannya, tak terkecuali para logicist-formalist-foundationalist. Dan pada elegi ini juga dipaparkan definisi matematika menurut Ebbutt dan Straker. Menurut saya definisi dari Ebbutt dan Straker sangatlah tepat sesuai dengan kebutuhan siswa SD maupun SMP, terutama definisi yang pertama yaitu tentang penelusuran pola dan hubungan. Dalam proses belajar anak-anak dimulai dari menelusuri pola hal yang konkrit kemudian menarik hubungan antara satu unsur dengan unsur yang lainnya. Diistulah proses intuisi siswa dibangun.

    ReplyDelete
  27. Nama: Hendrawansyah
    NI M: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof

    Matematika yang dibangun berdasarkan prinsip logicist-formalist-foundationalist tidaklah cukup dalam mengembangkan dan menyelesaikan masalah terkait pembelajaran matematika. Kenyaataannya sekarang itulah yang terjadi di berbagai tingkatan sekolah. Setidaknya membutuhkan pasangan berupa pendekatan , metode atau penemuan baru untuk mengimbangi prinsip logicist-formalist-foundationalis tersebut .Gagasan yang di paparkan di dalam elegi tersebut terkait teori dari Ebbutt and Straker (1995) mengenai matematika adalah menjadi alternatif yang cocok untuk dikenalkan kepada generasi muda sehingga seorang siswa dengan mandirinya dapat mencari dan menemukan terkait masalah-masalah yang dihadapi di dalam matematika.

    ReplyDelete
  28. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Memang terdapat banyak sekali pendapat tentang matematika, sebanyak orang yang memikirkannya. Bahkan setiap pendapat tersebut seringkali saling berlainan. Jika dikelompokkan secara garis besar, terdapat dua macam pendapat, yaitu 1) matematika yang bersifat abstrak, konsisten, menggunakan pola pikir deduktif, dan semacamnya. Namun, matematika yang seperti ini tidak sesuai dengan dunia sekolah, terlebih lagi bagi anak-anak awal. Maka definisi matematika harus disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Definisi matematika yang lebih cocok bagi anak-anak adalah matematika sekolah seperti yang diungkapkan oleh Ebbutt dan Straker, yaitu matematika sebagai sebagai kegiatan penelusuran pola atau hubungan, problem solving, investigasi, dan komunikasi.

    ReplyDelete
  29. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menurut saya pendapat Ebbutt and Straker (1995) mengenai alternatif definisi matematika sangatlah tepat untuk disinergiskan pada tujuan pembelajaran matematika sekolah. Pola dan hubungan, problem solving, investigasi dan komunikasi adalah unsur penting pembentuk matematika dalam pikiran siswa. Tanpa komunikasi maka siswa akan menjadi insan individu dan egois dalam bermatematika serta tidak akan mendapatkan pembelajaran yang bermakna.

    ReplyDelete
  30. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Saya seringkali menjumpai anak-anak mengatakan bahwa matematika itu sulit, belajar matematika itu membosankan dan bahkan menakutkan. Hal tersebut menjadi miris. Anak-anak sudah membangun pikiran yang negatif tentang matematika. Hal itu terjadi mungkin karena penerapan matematika yang belum sesuai. Matematika yang dibelajarkan bukan matematika untuk anak yang berupa kegiatan, matematika yang masih abstrak. Berdasarkan realita tersebut semoga pihak-pihak yang terlibat dalam pendidikan saat ini dapat segera menemukan solusi atas permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  31. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Salah satu karakteristik matematika yang disebutkan dalam postingan di atas adalah bahwa matematika itu memperhatikan semesta pembicaraannya, bahwa segala sesuatu itu tergantung dari ruang dan waktunya. jika penggunaan matematika sesuai dengan Ruang dan Wktunya atau sesuai dengan keadaan untuk mengguanakan matematika, maka kesiapan pembelajaran matematika pun akan bisa dikondisikan.Kekonsistenan dalam matematika menandakan bahwa hal yang bersifat kontradiktif dalam matematika menandakan telah terjadi kekeliruan dalam suatu proses atau pernyataan matematika. pembelajaran matematika dalam kelas dibutuhkan suatu komunikasi yang aktif antara guru dan siswa agar penerimaan ilmu pengetahuan dapat diterima dengan mudah.

    ReplyDelete
  32. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Jawaban matematika disebut benar apabiala sudah sesuai dengan prosedur dan proses yang digunakan juga benar. Prosedur itu dimulai dengan memahami dan memodelkan maslaah tersbeut dalam model matematika. Namun akan bersifat kontradiktif jika terjadi kekeliruan dalam suatu proses atau pernyataan matematika atau model matematika yang dibuat. Sehingga dibutuhkan ketelitian dan kekonsistenan dalam matematika, agar tidak terjadi kesalahan dalam menyelesaikan masalah.

    ReplyDelete
  33. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B 2017

    Assalamu'alaikkum wr.wb

    Definisi alternatif sebagai definisi dari matematika sekolah yang disampaikan oleh pak Marsigit disini telah disampaikan di bagian sebelumnya. dan saya setuju bahwa definisi tersebut lebih ramah bagi siswa sekolah, sehingga mereka tidak menganggap metematika sebagai momok yang mengerikan jika dipaksakan menggunakan definisi matematika murni yang ada di perguruan tinggi.

    ReplyDelete
  34. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Makanan seorang bayi adalah bubur atau asi, hak ini karena pertumbuhan pada bayi belum lengkap yaitu belum munculnya gigi. Baru setelah menginjak usia beberapa bulan bayi mulai diberikan makanan yang berserat hingga ketika mereka berusi 12 bulan mereka mampiu makan sepeti orang dewasa. Hal ini menunjukan asupan kepada seseorang itu disesuaikan dengan usia dan tahap perkembangannya. Apa yang akan terjadi ketika seorang bayi diberi makan sepeti makanan orang dewasa? Sedikit uraian diatas saya analogikan sebagai kegundahan hati saya dimana pendidikan matematika sekarang mengajarkan hal-hal yang masih belum disesuaikan dengan perkembangan pemikiran anak-anak Indonesia. Matematika diajarkan dalam bentuk abstrak, siswa hanya diajarkan sebuah prosedur tanpa memaknai kandungan dari yang mereka kerjakan.

    ReplyDelete
  35. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Semua yang ada dan mungkin ada dalam kehidupan ini baiknya disesuaikan dengan ruang dan waktunya. Begitu juga dengan matematika. Matematika sebaiknya diajarkan dengan memperhatikan subyek yang belajar. Jika mahasiswa di peguruan tinggi maka kita bisa menggunakan prinsip matematika yang disebutkan oleh Prof. Sudjadi (yang bersifat Logicist-Formalist-Foundationalist). Akan tetapi, siswa di sekolah sebaiknya diajarkan matematika dengan menggunakan prinsip matematika sekolah oleh Ebbutt and Straker (1995) yangmana lebih dekat kepada siswa dan mendorong siswa untuk belajar secara konstruktivisme.

    ReplyDelete
  36. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Membandingkan dua pendapat mengenai karakter matematika ini, saya secara pribadi lebih menyukai pendapat dari Ebbutt dan Straker (1995). Pendapat Ebbutt dan Straker ini bisa lebih mudah dicerna dan diterima dibandingkan pendapat dari Prof Sudjadi. Meskipun begitu, bukan berarti saya menyalahkan pendapat Prof Sudjadi. Pendapat Prof Sudjadi ini benar, namun menurut saya pribadi kurang pas bagi anak-anak di sekolah. Tapi pendapat ini cukup pas jika digunakan di kalangan para ahli matematika atau yang menggeluti matematika secara lebih mendalam.

    ReplyDelete
  37. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Ada satu definisi Matematika menurut Ebbutt and Straker (1995) yang dicantumkan di atas yang menarik perhatian saya:
    ....
    4. Matematika adalah ILMU berkomunikasi
    Wah ternyata matematika tak hanya tentang hasil saja, angka saja, atau jawabannya saja. Matematika juga proses komunikasi ya? Ternyata proses mengemukakannya juga penting dalam matematika. Kalau begitu kontradiksi 3+4=7 ada pada definisi yang keempat ini. Di manakah penjelasannya? Karena ilmu matematika adalah komunikasi, maka sangat ditunggu penjelasan yang mendalam dari pernyataan 3+4=7.

    ReplyDelete
  38. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Terdapat banyak definisi matematika menurut para ahli, namun jika dikaitkan dengan dunia anak, matematika sekolah atau disebut matematika saja didefinisikan sebagai sebuah ilmu penelusuran pola/hubungan, pemecahan masalah,investigasi serta komunikasi. definisi ini sangat konkret dan dekat dengan anak sekolah. Bukan berarti definisi lain salah, hanya saja kita perlu memperhatikan ruang dan waktu penggunaannya.

    ReplyDelete
  39. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Pada elegi ini, matematika itu sebagai suatu definisi. Definisi matematika itu lebih menekankan pada konstruksi matematika dalam pikiran, sehingga apabila dibentuk dengan skema atau struktur, bentuk skemanya akan saling terkait dan terstruktur dengan yang lainnya sehingga membentuk skema-skema yang lebih besar. Kemudian dari pemikiran itu, skema itu digunakan untuk memecahkan masalah dalam matematika

    ReplyDelete
  40. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Sesungguhnya matematika murni dan matematika sekolah itu memilki unsur-unsur pencapaian yang berbeda. Dalam matematika sekolah haruslah berkaitan dengan psikologi, kognitif serta kontruktivisme siswa. Sehingga tujuan pembelajaran matematika di sekolah berbeda dengan pembelajaran matematika yang bersifat pure matematics. Maka sebagai seorang guru, haruslah mampu untuk menanamkan unsur-unsur tersebut dalam prose pembelajaran.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  41. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Mungkin dapat saya ceritakan pengalaman. Saya tidak pernah membenci pelajaran apapun, termasuk matematika. Meskipun ketika SD saya tidak mengerti apapun materi matematika yang diajarkan oleh guru, dan selalu bergantung pada teman yang selalu rangking 1. Namun keajaiban terjadi ketika SMP, mulai mengerti dan diminta mewakili sekolah untuk perlombaan matematika. Saya jarang menemukan teman sebaya yang selalu underestimate ketika bertemu dengan matematika. Menyederhanakan matematika untuk jaman sekarang semakin tidak mudah, karena anak-anak jaman sekarang banyak yang masih berpikir bahwa matematika itu sulit. Namun, matematika sekolah memanglah harus disederhanakan supaya siswa sekolah menjadi lebih paham dalam pengenalan konsep hingga penerapannya dalam kehidupan sehari. Definisi dari Ebbut dan Straker tentang matematika, bagi saya sudah tepat. Tinggal bagaimana guru harus lebih bisa menyederhanakan setiap bahasan konsep dari materi yang diajarkan di kelas agar siswa tidak hanya menghafalkan namun juga benar-benar memahaminya. Terlebih matematika adalah ilmu tentang kegiatan investigasi. Jika guru mampu dan mau menjadikan siswa sebagai objek pembelajaran, maka tugas guru sebagai fasilitator akan membuat siswa akan lebih mengerti dengan konsep jika mereka lbeih sering berkegiatan investigasi. Sehinga jika Pure Mathematics dipaksakan untuk di Introduce dan di develop di sekolah, itulah jadinya seperti sekarang ini, matematika tidak disukai generasi muda jaman sekarang. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  42. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Lingkup kajian matematika memang sangat luas, tak terbatasnya ruang dan waktu bukan berarti setiap orang harus mempelajari ,materi matematika dengan bahasa yang sama. Kami setuju dengan tulisan diatas bahwa tujuan dari mempelajari matematika harus disesuaikan bahasanya sesuai dengan siapa yang mempelajarinya, terlebih subyek yang belajar ini berbeda usia. Contohnya mahasiswa dan siswa, mereka memiliki tingkat pemikiran yang berbeda dalam menangkap materi matematika sehingga dalam tinggat sekolah diharapkan pelajaran matematika disamapaikan dengan kontekstual. Terima Kasih

    ReplyDelete
  43. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Tentu dalam berbagai jenjang sekolah akan memiliki pendekatan matematika yang berbeda-beda pula. Jika definisi matematika diajarkan secara murni, maka benar itu tidak cocok untuk diterapkan SD. Karena sebagai pendidik jelas kita mengetahui pola pikir siswa SD yang masih harus diajarkan secara real. Sehingga definisi matematika menurut Ebbutt dan Straker saya rasa dan sejalan denagn pemikiran prof marsigit lebih sesuai untuk diterapkan di jenjang SD dan akan lebih terwujud tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  44. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih Prof atas ilmu diberikan melalui elegy diatas, saya memahami bahwasannya pola dan hubungan, problem solving, investigasi dan komunikasi adalah unsur penting pembentuk matematika dalam pikiran siswa. Tanpa komunikasi maka siswa akan menjadi insan individu dan egois dalam bermatematika serta tidak akan mendapatkan pembelajaran yang bermakna

    ReplyDelete
  45. Terimkasih bapak karena telah berbagi lagi hasil diskusinya atas pertanyaan yang diajukan oleh bu Kriswianti. Sebagai seorang pendidik haruslah memisahkan antara matematika para logic-formalis-foundatonalis dengan matematika sekolah, karena saat kita dekat bersama siswa, tentulah sebagai seorang pendidik yang mungkin sudah berpengalaman mengajar, akan mengetahui matematika mana yang layak untuk anak-anak sekolah.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  46. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya menggaris bawahi bagian pure mathematics dan school mathematics. Secara teori sangat jelas perbedaan antar school dan pure mathematics. Namun, secara praktek tidak dipungkiri mencampuradukkan keduanya masih sering terjadi. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab miskonsepsi siswa. Hal ini juga sering terjadi pada siswa tingkat sekolah dasar, dimana mereka memang masih membutuhkan sesuatu yang konkret. Ditambah lagi, pure mathematics di tingkat universitas pun masih membuat beberapa mahasiswa kesulitan memahaminya.

    ReplyDelete
  47. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Meski matematika telah didefinisikan sedemikian serupa, tetaplah perlu diperhatikan maknanya. Definisi matematika akan tepat jika definisi tersebut memenuhi kebutuhan dari matematika dasar sampai perguruan tinggi terutama dalam pembelajaran di sekolah. Jangan sampai apa yang menjadi definisi matematika tersebut menjadi penyebab kebencian siswa terhadap matematika.

    ReplyDelete
  48. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Ketidakramahan matematika kepada peserta didik akan memberikan dampak yang buruk bagi siswa. Jika matematika tidak memberikan dampak yang bagus atau positive terhadap peserta didik. Hal ini akan membuat intuisi mereka juga tidak tajam atau tumpul yang menyebabkan kecerdasan mereka juga akan menurun. Hal ini karena dulu pada komen sebelumnnya, saya membicarakan mengenai kecerdasan itu berdasarkan intuisi mereka yang tajam.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  49. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pure mathematics bukan merupakan suatu substansi yang disampaikan di sekolah. Matematika sekolah lebih ramah dari pada sekadar matematika pure yang abstrak. Seperti definisi matematika yang diungkapkan oleh Ebutt dan Starker, bahwa matematika sekolah itu meliputi penelusuran pola dan hubungan, pemecahan masalah, investigasi, dan komunikasi. Jika guru matematika di sekolah hanya mengajarkan rumus, angka-angka, simbol-simbol saja, maka guru tersebut dianggap tidak memahami hakikat pembelajaran matematika di sekolah. Pendekatan matematika yang sesuai adalah PMRI atau Contextual Teaching and Learning (CTL) .

    ReplyDelete
  50. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Matematika sekolah harus mampu membawa anak untuk bisa membangun sendiri pengetahuannya sesuai tingkat kreativitas berpikirnya, dan dari pengalaman – pengalaman yang dapat diperolehnya. Jadi anak tidak hanya sekedar menghafal rumus. Jika anak tidak memahami konsep maka akan kesulitan untuk menghafalnya satu persatu sehingga anak tidak tertarik untuk menyelesaikan soal. Pendidikan matematika di sekolah dasar seharusnya menggunakan pembelajaran yang konstektual dan sesuai dengan kehidupan yang dialami siswa. Maka pembeajaranya harus mengandung aspek-aspek Psikologis, Social dan Constructivist.

    ReplyDelete
  51. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Saya sepakat dengan yang dikemukakan oleh Ebut dan Straker tentang karakteristik matematika. Karakteristik matematika yang diberikan lebih ramah untuk matematika sekolah dibandingkan karakteristik matematika yang dibuat oleh para Pure Logicist, Formalist, dan Foundamentalist. hal tersebut guna mencegah matematika yang tidak disukai oleh kawula muda.

    ReplyDelete
  52. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Definisi matematika sekolah dari Ebbutt dan Straker (1995) lebih akrab bagi siswa karena mungkin guru mereka dapat memberikan informasi tentang definisi matematika, seperti di bangku SMP. Definisi di atas membawa mereka lebih ke intuisi mereka. Sehingga pandangan mereka tentang matematika lebih mudah bagi mereka dan mereka disarankan untuk belajar matematika dengan baik.

    ReplyDelete
  53. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Matematika yang ada di sekolah berbeda dengan matematika murni yang ada pada tingkat universitas. Matematika yang ada di sekolah adalah matematika yang ramah, di mana matematika tersbeut sesuai dengan dunia anak sekolahan. Saat matematika didefinisikan dengan cara murni yang lebih cocok pada tingkat universitas maka matematika ini hanya akan menjadi mitos-mitos bagi anak sekolah yang tidak akan pernah mencapai logosnya. Hal ini disebabkan oleh dunia matematikanya berbeda dengan dunia matematika siswa. Sehingga dalam mengajarkan matematika di sekolah hendaknya menggunakan pendidikan matematika agar siswa dapat mencapai logos matematika sekolah.

    ReplyDelete
  54. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P Mat A S2 UNY

    Saya telah membaca elegi bapak yang lain bahwa matematika itu ada 2, yaitu matematika sekolah dan matematika formal. Matematika sekolah itu untuk anak-anak. sedangkan matematika formal adalah matematikanya para dewa. Sehingga dalam proses pembelajarannya perlu dibedakan. Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan Matematika sebagai berikut:
    1. Matematika adalah ILMU tentang penelusuran Pola dan Hubungan
    2. Matematika adalah ILMU tentang Pemecahan Masalah (ProblemSolving)
    3. Matematika adalah ILMU tentang Kegiatan Investigasi
    4. Matematika adalah ILMU berkomunikasi.
    Dari definisi tersebut, hendaknya seorang guru dapat mengajarkan matematika sekolah dengan baik melalui metode yang kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  55. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Matematika murni dengan matematika sekolah memiliki sudut pandang yang berbeda dari segi definisi matematika itu sendiri. Pada matematika sekolah, kita tidak bisa membawa matematika murni untuk memberikan pemahaman kepada siswa terutama siswa sekolah dasar dan sekolah menengah pertama karena tingkatan berpikir mereka masih dalam tingkatan berpikir konkret sedangkan matematika murni sangat bersifat abstrak. Jika kita melakukan pembelajaran yang ilmunya bersifat abstrak maka siswa bisa kesulitan dalam memahaminya, oleh sebab itu matematika sekolah haruslah membumi, artinya dapat dijangkau oleh kemampuan berpikir siswa.

    ReplyDelete
  56. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pendapat setiap orang memang seringkali berbeda satu dengan yang lainya. Tapi menurut saya, pemahaman matematika lebih mudah jika kita menggunakan definisi dari Ebutt dan Starker. Dalam hal ini matematika menjdai lebih ramah dan mudah bagi siswa dan juga mencakup aspek definisi itu sendiri,psikologis mereka,sosial dan juga konstruktivis.

    ReplyDelete
  57. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Jika seorang guru menginginkan siswanya senang belajar matematika maka hendaknya dapat membuat matematika itu ramah dengan siswa. Maka saya setuju bahwa definisi matematika yang mengatakan bahwa matematika itu merupakan penelusuran pola dan hubungan, matematika merupakan pemecahan masalah, matematika merupakan kegiatan investigasi dan komunikasi. Jika definisi ini kita terapkan pada matematika sekolah maka diharapkan siswa akan senang belajar matematika.

    ReplyDelete
  58. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017
    Saya melihat bahwa antara pure dan school mathematics tidak bisa dicampuradukkan. School mathematics membutuhkan aspek psikologi pendidikan karena goalnya adalah mengoptimalkan pemahaman/prestasi siswa sesuai dengan karakter siswa tersebut. school mathematics lebih memperhatikan subjek yang belajar, bagaimana cara siswa mampu memahami, dan menerapkan ilmu yang didapat dalam kehidupannya. Sedangkan pure mathematics hanya berfokus pada penemuan-penemua yang konsisten, abstrak di benak siswa. Dengan demikian adalah sebuah kesalahan yang besar jika kita memaksa siswa untuk memahami pemikiran seorang ilmuwan ataupun matematikawan.

    ReplyDelete
  59. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Menurut saya definisi alternatif yang disampaikan oleh Bapak lebih mudah diterima oleh siswa. Hal itu karena menurut definisi tersebut bahwa matematika itu ilmu yang dapat dibangun melalui pengalaman, sehingga siswa dapat mealakukan penemuan, pemecahan masalah, komunikasi itu dapat dilakukan melalui pengalaman yang telah dimiliki siswa. Sedangkan matematika murni tidak akan cocok jika diterapkan untuk siswa, karena mereka tidak membangun pemahaman matematika melalui pengalaman melainkan melalui logika yang sifatnya abstrak. Terimaksih

    ReplyDelete
  60. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    1. Matematika adalah ilmu tentang penelusuran Pola dan Hubungan dapat diartikan sebagai memfasilitasi peserta didik untuk melakukan kegiatan penemuan dan penyelidikan pola-pola untuk menentukan hubungan, melakukan percobaan dengan berbagai cara, menemukan adanya urutan, perbedaan, perbandingan, pengelompokan, dsb, serta memfasilitasi untuk menarik kesimpulan umum.

    ReplyDelete
  61. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    2. Matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah (problem solving) dapat diartikan sebagai menyediakan lingkungan belajar matematika yang merangsang timbulnya persoalan matematika, membantu peserta didik memecahkan persoalan matematika menggunakan caranya sendiri, membantu peserta didik mengetahui informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan matematika, mendorong peserta didik untuk berpikir logis, konsisten, sistematis dan mengembangkan sistem dokumentasi/catatan mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk memecahkan persoalan, serta membantu peserta didik mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan berbagai alat peraga/media pendidikan matematika seperti : jangka, penggaris, kalkulator, dsb.

    ReplyDelete
  62. Vidiya rachmawati
    17709251019
    PM A

    3. Matematika adalah ilmu tentang Kegiatan Investigasi dapat diartikan sebagai memfasilitasi (mendorong) inisiatif peserta didik dan memberikan kesempatan berpikir berbeda, memfasilitasi rasa ingin tahu, keinginan bertanya, kemampuan menyanggah dan kemampuan memperkirakan, dan menghargai penemuan yang diluar perkiraan sebagai hal bermanfaat daripada menganggapnya sebagai kesalahan, mendorong peserta didik menemukan struktur dan desain matematika, menghargai penemuan peserta didik yang lainnya, serta mendorong peserta didik berfikir refleksif, dan tidak menyarankan hanya menggunakan satu metode saja.

    ReplyDelete
  63. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    4. Matematika adalah ilmu berkomunikasi dapat diartikan sebagai memfasilitasi peserta didik untuk mengenal sifat-sifat matematika, diantaranya membuat contoh sifat matematika, menjelaskan sifat matematika, memberikan alasan perlunya kegiatan matematika, membicarakan persoalan matematika, membaca dan menulis matematika, menghargai bahasa ibu dalam membicarakan matematika.

    ReplyDelete
  64. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Matematika kebanyakan tidak disukai oleh siswa karena yang lebih diajarkan kepada siswa adalah matematika murni, bukan matematika sekolah. Matematika sekolah memang memiliki perbedaan dengan kegiatan matematika murni tetapi pada dasarnya, pengetahuan tentang matematika sekolah harus tetap berdasarkan matematika murni. Oleh karena itu, guru harus kreatif dengan metode pengajaran untuk matematika sekolah yang lebih menyenangkan bagi siswa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Elsa Susanti
      17709251024
      S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

      Saya sependapat dengan mbak Ilania. Bahwa persepsi negatif yang melekat pada pembelajaran matematika disebabkan sebagian besar pembelajaran matematika di sekolah menganut definisi menurut Prof Sudjadi. Siswa lebih difokuskan untuk mencapai karakteristik-karakteristik yang seharusnya hanya ditekankan pada pure mathematics. Sehingga hal ini melahirkan presepsi bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan pembelajaran yang abstrak. Untuk mengubah ini, maka hal utama yang harus diubah ada mindset guru tekait definisi matematika itu sendiri. Hal ini karena definisi yang dianut guru akan mempengaruhi metode pembelajaran yang dirancang.

      Delete
  65. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya setuju dengan alasan yang bapak paparkan di atas. Bahwa definisi matematika yang dapat kita adobsi adalah defenisi berdasarkan Ebbutt and Straker. Sedangkan menurut saya definisi matematika yang sampaikan Prof Sudjadi terlalu kaku dan tidak menyinggung unsur pendidikan. Maka definisi ini hanya cocok untuk pure mathematics.
    Namun dalam bidang pendidikan, fokus utama tidak hanya terkait materi itu sendiri namun memperhatikan unsur-unsur pendukung lain. Oleh karena itu, seorang guru dituntut tidak hanya memiliki kompetensi profesional (penguasaan materi) namun juga kompetensi pedagogik, kepribadian, dan sosial.

    ReplyDelete

  66. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Seperti sebuah elegi yang pernah saya baca sebelumnya, pengakuan para matematikawan. Elegi tersebut mengatakan bahwa terdapat banyak definisi tentang matematika. Oleh karena itu memang tidak dapat dipungkiri bahwa matematika itu memiliki banyak definisi sesuai paham yang diikuti dan menimbulkan perbedaan pendapat seperti pada artikel di atas. Perbedaan yang terjadi pada artikel di atas adalah matemtika dengan dua sudut pandang yaitu pure mathematics dan school mathematics. Pure mathematics adalah matemtika para logcist-formalist-foundalist, yaitu matematika yang abstrak dan biasanya sesuai kesepakatan. Matematika seperti ini dipelajari pada tingkat perguruan tinggi karena memang tingkat perguruan tinggi dipandang telah mampu untuk mempelajari matematika tersebut. Sedangkan school mathematics adalah matematika yang telah memasuki dunia sekolah sehingga harus menyesuaikan dengan ruang dan waktu siswa.

    ReplyDelete
  67. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Definisi tentang matematika jika dibahasakan kepada siswa SD dan menengah tanpa mengganti menjadi kalimat yang lebih bersahabat, akan memberi bad impression pada matematika. Sama halnya dengan menyampaikan tujuan pembelajarn kepada siswa. Jika kita tidak menyampaikannya dengan cara yang mudah diterima oleh siswa, maka siswa sudah beranggapan pembelajarannya akan sulit dan pola pikir tsb akan terbawa selama pembelajaran berlangsung. Matematika sebagai mata pelajaran yang melayani berbagai bidang disiplin ilmu memiliki definisi yang bermacam-macam sehingga tak jarang menimbulkan konroversi tentang mana yang benar dan mana yang seharusnya dipakai. Namun kembali ditegaskan bahwa matematika menembus ruang dan waktu sehingga bisa jadi benar dan salah di waktu yang berbeda.

    ReplyDelete
  68. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. matematika sebagai ilmu murni dan matematika sebagai matematika sekolah perlu dibedakan. Matematika sekolah merupakan metametika yang diajarkan kepada siswa disekolah yang merupakan ilmu tentang penelusuran pola dan hubungan, pemecahan masalah, investigasi dan matematika sebagai ilmu tetang komunikasi. Matematika sekolah meruapakan sarana siswa untuk mengembangkan intuisi matematikanya.

    ReplyDelete
  69. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  70. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Ternyata matematika memiliki dua dunia yang sangat kontadiksi. Dua dunia tersebut ialah dunia matematika murni dan dunia matematika sekolah. Jika dalam matematika murni definisi matematika ialah suatu sistem yanga absolut dan ada di dalam pikiran, maka definisi matematika sekolah ialah matematika sebagai ilmu tentang kegiatan siswa dalam membangun pengetahuannya. Seorang guru tentu memiliki kedua dunia matematika tersebut di dalam dirinya. Sangat tidak bijak jika menggunakan definisi matematika untuk pembelajaran di sekolah. Maka sebaiknya para guru mengesampingkan dunia matematika murninya kemudian menggunakan atribut dunia matematika sekolanya di dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  71. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Definisi matematika yang dijabarkan oleh Prof Sudjadi menyatakan bahwa matematika memiliki objek kajian yang abstrak, berpola deduktif, memiliki simbol yang kosong dari arti, konsisten, dan sebagainya. Matematika yang seperti ini merupakan matematika yang abstrak atau dengan kata lain adalah matematika murni. Matematika murni berbeda dengan matematika sekolah, karena dalam matematika sekolah matematika lebih berbicara karena itu adalah ilmu berkomunikasi. Matematika adalah ilmu yang mempelajari pola dan hubungan, mempelajari bagaimana pemecahan suatu masalah, karena matematika sekolah adalah perpaduan antara yang konkret dan yang abstrak.

    ReplyDelete
  72. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Matematika sekolah merupakan suatu kegiatan. Kegiatan tersebut meliputu kegiatan penyelesaian masalah, penelusuran pola dan hubungan, kegiatan investigasi, serta kegiatan komunikasi. Ketika guru berpandangan seperti ini maka guru akan memberikan kesempatan siswa untuk melakukan matematika, melakukan aktivitas matematika, sehingga guru akan memberikan kesempatan siswa untuk emmbangun matematikanya sendiri, tidak memberikan matematikanya.

    ReplyDelete
  73. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini dibahas tentnag definisi matematika. terdapt tokoh dari dalam negeri yang mendefinisikan matematika, terdapat 8 ciri matematika yang diuraikannya. 8 uraian tersebut lebih cocok digunakan untuk menumbuh kembangkan matematika murni dari pada matematika sekolah. Karena 3 + 4 =7 masih dalam tataran anak sekolah, maka diperlukan defini yang cocok untuk diterapkan dalam matematika sekolah.

    ReplyDelete
  74. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Banyak siswa yang tidak menyukai matematika karena pengenalan dan pengembangan matematika murni yang digunakan pada pembelajaran. Matematika murni tidak cocok untuk siswa karena tidaak cocok dengan perkembangan psikologi dan sosial mereka. Sehingga, sangat penting untuk memilih definisi matematika yang tepat untuk digunakan di sekolah. Definisi itu adalah definisi matematika sekolah yang diungkapkan oleh Straker dan Ebbutt yang meliputi matematika sebagai aktivitas penemuan pola dan hubungan, kegiatan pemecahan masalah, kegiatan investigasi, dan kegiatan komunikasi.

    Matematika seharusnya tidak diajarkan hanya dengan maksud agar siswa mencapai apa yang harus dikuasai namun pembelajaran matematika harus cenderung membiarkan siswa menemukan dengan caranya sendiri sesuai dengan pola pikirnya. Matematika tidak seharusnya diajarkan secara otoriter, siswa harus melakukan ini dan itu atau hanya memberi rumus tanpa tahu untuk apa dan bagaimana menggunakannya serta dari mana rumus berasal. Dalam pembelajaran matematika seharusnya siswa berinteraksi dengan apa yang dipelajari dan menelusuri masalah-masalah yang ada sesuai dengan kemampuannya.

    ReplyDelete
  75. muhammad sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    sungguh luas ilmu tuhan dan kita tidak akan mampu menguasai sepenuhnya karena keterbatasan kita sebagai manusia. apa yang dipapakan diatas menunjukkan betapa luasnya suatu ilmu, bidang matematika saja memiliki banyak obyek kajian baik yang murni ataupun yang kependidikan atau matematika sekolah. untuk memahami seluruh ilmu matematika saja kita belum mampu, kita hanya bisa terus berusaha dan bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu.

    ReplyDelete
  76. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Matematika murni dianggap sebagai matematika abstrak. Dan sesuatu yang absyrak akan sulit diterima oleh orang, terutama siswa sekolah dasar dan menengah. Bagi anak, matematika merupakan sebuah kegiatan, dimana kegi atan untuk memahami objek matematika yang abstrak tadi dapat dihadirkan dengan mudah dan dipahami oleh siswa. Matrmatika untuk siswa tingkat ini disebut matematika sekolah, yaitu dengan menyesuaikan materi untuk siswa

    ReplyDelete
  77. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Perbedaan definisi matematika yang dibuat oleh Prof Sudjadi sangatlah bersifat Logicist-Formalist-Foundationalist. Dimana definisi matematika tidak cukup ramah untuk bergaul dengan Siswa-Siswa SD dan SMP. Dan matematika demikian tidak mampu menyelesaikan problem pembelejaran matematika di sekolah.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  78. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Matematika demikian tidak mampu menyelesaikan problem pembelejaran matematika di sekolah Dimana definisi matematika yang di buat atau dibangun oleh para Logicist-Formalist-Foundationalist (termasuk Prof Sudjadi) itu lebih cocok untuk pengembangan Pure Mathematics.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  79. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Matematika sekolah itu memperhatikan bagaimana cara siswa belajar dan berpikir. Matematika siswa itu menekankan pada pengalaman dalam membentuk pengetahuannya dengan hal-hal yang dekat dengan siswa tersebut. Hal-hal yang dekat dengan siswa artinya yang mereka temui setiap harinya. Yang mereka temui setiap harinya itu seperti memecahkan masalah, mengamati, dan lain sebagainya. Matematika yang bersifat kongkrit merupakan pembelajaran yang baik untuk siswa.

    ReplyDelete
  80. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Banyak orang yang mencampuradukkan matematika dewasa dan matematika anak-anak. Sehingga banyak guru yang menguasai matematikanya orang dewasa, namun meeka tidak dapat menurunkan mateamtika tersebut ke dalam dunia anak-anak yang maih bersifat kongkrit. Kegagalan guru dalam membawa mateamtika inilah yang akan menjadikan siswa merasa jauh dengan matematika dan selanjutnya akan membuka celah siswa untuk terjadinya miskonsepsi atau missunderstanding. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  81. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Konsep probelm solving banyak yang disalah artikan oleh sebagian guru sebagai tagihan matematika saja tanpa adanya internalisasis matematika dalam diri siswa. Padahal sebenarnya problem solving dalam matematika diajarkan agar siswa dapat menyelesaikan maalah yang ada di dalam kehidupannya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  82. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pure Mathematics sesungguhnya masih sulit diterapkan di sekolah karena masih terlalu berat sehingga nantinya matematika akan dianggap sebagai pelajaran yang tidak menyenagkan oleh siswa. Oleh karena itu matematika perlu diubah menjadi lebih menyenangkan dengan memperhatikan unsur-unsur psikologi dan sosial siswa.

    ReplyDelete
  83. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Saya sependapat dengan Prof, bahwa matematika sekolah harus mampu membawa peserta didik untuk dapat membangun sendiri pengetahuannya sesuai tingkat kreativitas berpikirnya dan dari pengalaman-pengalaman yang diperolehnya. Jika anak hanya sekedar menghafal rumus tanpa mengetahui dari mana rumus diperoleh, maka ketika mengerjakan soal tidak dapat membantunya belajar pada bentuk soal yang lebih kompleks permasalahannya. Menghafal rumus matematika tidak mudah dilakukan karena bentuknya yang sangat banyak. kita ambil contoh rumus trigonometri. Jika peserta didik tidak memahami konsepnya, maka akan sulit untuk menghafal satu persatu sehingga peserta didik akan sulit untuk mengerjakan soal yang berhubungan dengan trigonometri. Jadi, agar pembelajaran matematika sekolah dapat menyenangkan bagi peserta didik, maka peserta didik perlu diberi kesempatan untuk membangun sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete