Feb 12, 2013

Problematika Pembelajaran Matematika di SD

Identifikasi Problematika Pembelajaran Matematika di SD


1. Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?
2. Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD?
3. Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?
4. Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika?
5. Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di SD?
6. Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar matematika dengan baik khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?
7. Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD>
8. Bagaimana menfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD?
9. Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
10. Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di SD misalnya tentang Pembagian Pecahan?
11. Kreativitas apa saja yang diharapkan dari siswa SD dalam belajar matematika?
12. Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?
13. Apakah yang disebut berpikir logis dan bagaimana membelajarkannya di SD>
14. Bagaimana perbandingan antara pembelajaran matematika SD di Luar Negeri dan di Indonesia?
15. Apakah benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di SD?
16. Apakah Taksonomi Bloom relevan dalam pembelajaran matematika di SD? Jika relevan maka jelaskanlah?

Di identifikasi oleh: Sabina Ndiung, Melly Andriani, Atiaturrahmaniah, Moh. Bisri, Kurnia Hidayati, Laelatul Badriah, Wahyudi, Syarifuddin. Pembimbing: Marsigit

118 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Identifikasi masalah-masalah di atas terjadi saat pembelajaran matematika berlangsung di kelas untuk siswa SD. Jika masalah-masalah di atas diidentifikasi dengan benar dan diberikan solusi yang sesuai maka guru atau pendidik siswa SD akan dapat meningkatkan kemampuan dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu masalah di atas yang menurut saya sering digunakan guru apalagi menjelang US ialah no. 4 bagaimana menyikapi guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat? Menurut saya cara cepat boleh digunakan dalam pembelajaran tetapi setelah guru bersama-sama dengan siswa memperoleh konsep sebelum diajarkannya trik tersebut.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dunia SD masih identik dengan dunia bermain, maka menurut saya pembelajaran matematika SD harus bisa mengkondisikan psikologi anak yang masih identik dengan bermain, maka disini guru dituntut untuk lebih memahami psikologi anak, yakni dengan cara bermain sambil belajar. Guru jangan terlalu memaksakan agar siswa mengerti tentang pelajaran matematika, karena kalau dipaksakan maka akan berdampak buruk bagi siswa itu sendiri. Fasilitasilah siswa dengan materi-materi yang lebih kreatif dan bermakna sehingga siswa kan lebih tertarik untuk belajar matematika. karena menurut saya untuk level matematika tugas guru bukan bagaimana membuat siswa mengerti tapi tugas guru adalah bagaimana siswa tertarik untuk belajar matematika.

    ReplyDelete
  3. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu “Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?”
    Dalam pembelajaran matematika kita diajarkan banyak hal yang membentuk pribadi yang lebih baik. Misalnya, dalam menyelesaikan masalah open ended, kita bisa belajar untuk menghargai pendapat orang lain yang berbeda-beda. Ketika kita diajak untuk menjawab soal dengan runtut akan membentuk pribadi yang teliti dan telaten. Atau dalam menjawab soal harus menggunakan cara, akan membentuk pribadi yang sabar dan bertanggung jawab. Selain itu, dengan pembelajaran matematika bisa membuat kita lebih berani, kreatif, dan berpikir kritis.

    ReplyDelete
  4. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 2 yaitu “Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD?”
    Menurut saya, hasil prestasi belajar matematika di SD masih rendah, terutama dalam materi yang abstrak dan membutuhkan kreativitas dan logika dalam pemecahannya. Berdasarkan artikel yang say abaca, menurut Sudjiono, Dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, hal ini disebabkan oleh guru yang dalam pembelajarannya belum menekankan pada pengembangan daya nalar (reasoning), logika, dan proses berpikir kreatif. Bahkan hampir 80 persen pembelajaran Matematika dan sains di Indonesia berlangsung dengan metode ceramah.

    ReplyDelete
  5. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 3 yaitu “Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?”
    Menurut saya, pembelajaran matematika dapat membawa nilai-nilai moral. Nilai pendidikan dalam pembelajaran matematika tidak hanya mengandung nilai edukasi yang bersifat mencerdaskan peserta didik tetapi juga nilai edukasi yang membantu membentuk pribadi peserta didik. Dalam pendidikan karakter saat ini, guru perlu mengintegrasikan nilai-nilai moral ke dalam pembelajaran. Nilai-nilai moral dalam pembelajaran matematika sendiri dapat diwujudkan misalnya dalam soal cerita matematika. Dengan membuat alur cerita dalam soal yang menanamkan moral, maka diharapkan tujuan dari pendidikan karakter akan tercapai.

    ReplyDelete
  6. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 4 yaitu “Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika?”
    Ada banyak cara-cara cepat atau trik dalam menyelesaikan permasalahan matematika. Cara-cara cepat atau trik ini seringkali diajarkan dalam sebuah lembaga bimbingan belajar. Namun, menurut saya, jika hal ini tidak disikapi dengan bijaksana, justru akan menjerumuskan siswa karena mereka tidak tahu dasar dari penyelesaian masalah tersebut. Sehingga, jika mereka menemukan bentuk permasalahan yang lain, mereka akan kesulitan dalam menyelesaikannya. Sedangkan jika mereka tahu secara benar dasar penyelesaiannya, maka apapun bentuk permasalahannya, mereka akan tetap bisa menyelesaikannya dengan benar. Akan tetapi, cara cepat tersebut terkadang memang diperlukan untuk mempersingkat waktu pengerjaan soal, misalnya ketika ujian nasional. Oleh karena itu, sebaiknya dalam pembelajaran matematika tetap menggunakan metode yang biasa untuk memperdalam materi, kemudian bisa ditambahkan menggunakan cara-cara cepat setelah siswanya sudah bisa dan memahami metode yang biasa.

    ReplyDelete
  7. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 5 tentang “Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di SD?”
    Menurut saya, siswa sekolah dasar belum memiliki kemampuan yang cukup untuk melaksanakan pembelajaran model penemuan. Hal ini dikarenakan metode penemuan memberikan tekanan bagi siswa untuk dapat aktif mengadakan percobaan atau penemuan sendiri sebelum membuat kesimpulan dari yang dipelajari. Hal ini dapat menyebabkan siswa frustasi dan banyak waktu terbuang untuk membimbing siswa dalam melakukan penemuan sehingga pembelajaran menjadi tidak efektif dan efisien. Namun, jika metode ini hendak diimplementasikan pada pembelajaran matematika di SD, sebaiknya topik penemuan yang dipilih jangan terlalu abstrak sehingga siswa masih bisa membayangkannya secara konkret.

    ReplyDelete
  8. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 6 tentang “Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar matematika dengan baik khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?”
    Bukan hal yang mudah bagi guru untuk dapat mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking) siswa. Kemampuan matematika tidak dapat ditingkatkan jika siswa sendiri belum memiliki kemauan untuk belajar matematika. Di sisi lain, guru juga perlu memberikan gambaran mengenai kegunaan matematika dalam kehidupan sehingga siswa benar-benar memehami bahwa matematika itu penting dan berkaitan erat dalam kehidupan. Hal ini akan memotivasi siswa untuk belajar matematika. Jika siswa sudah termotivasi dalam belajar matematika, maka akan lebih mudah bagi guru untuk mengembangkan kemampuan matematika mereka. Salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan latihan soal secara rutin sehingga siswa terbiasa menyelesaikan soal-soal matematika dan secara langsung akan meningkatkan kemampuan matematika mereka.

    ReplyDelete
  9. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 7 tentang “Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD?”
    Mata pelajaran matematika diberikan kepada siswa SD dengan tujuan agar siswa memiliki kemampuan berpikir logis, analisis, sistematis, kritis, dan kreatif serta kemampuan bekerjasama. Konsep-konsep pada kurikulum matematika SD meliputi penanaman konsep dasar, pemahaman konsep, dan pembinaan keterampilan. Tujuan akhir dari pembelajaran matematika SD adalag agar siswa terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  10. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 8 tentang “Bagaimana menfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD?”
    Siswa satu dengan lainnya memiliki karakter yang berbeda-beda karena mereka berasal dari latar belakang (ras, suku, budaya, dll.) yang berbeda-beda pula. Selain itu, setiap siswa juga memiliki kemampuan belajar yang berbeda-beda. Ada siswa yang dapat dengan cepat memahami materi, ada siswa yang lambat serta ada pula yang sedang dalam memahami materi. Oleh karena itu, sudah menjadi keharusan bagi guru untuk bisa menghargai berbagai keberagaman tersebut dan berusaha mengakomodir setiap kebutuhan dan perbedaan siswa. Guru harus menjamin terciptanya keadilan dan saling menghargai keberagaman yang ada dalam pembelajaran di kelas. Hal ini dapat dilakukan dengan membentuk kelompok-kelompok kecil yang heterogen ketika pembelajaran sehingga dapat mengajarkan siswa untuk saling menghargai satu sama lain.

    ReplyDelete
  11. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 9 tentang “Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?”
    Sebenarnya tidak semua orang menganggap matematika sulit. Kecintaan matematika bisa muncul dikarenakan beberapa alasan, misalnya karena guru yang mengampu matematika mudah dimengerti saat menjelaskan permasalahan matematika, kesukaan terhadap matematika sebagai pelajaran favorit, dll. Sebagai seorang guru menghilangkan persepsi bahwa matematika sulit yaitu dengan memberi soal dari yang termudah terlebih dahulu, menciptakan suasana kelas matematika yang menyenangkan dan mengasyikan tidak terlalu tegang, serta tidak lupa untuk memotivasi siswa untuk mau belajar matematika.

    ReplyDelete
  12. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menurut saya problematika pembelajaran di SD jika ditangani bisa menjadi problem berkelanjutan pada jenjang sekolah lanjutan baik SMP maupun SMA. Maka dari itu perlu adanya solusi dalam menangani problematika pembelajaran di SD. Misalnya saja siswa SD siswa dalam tahap membangun konsep, sebaiknya seorang guru membantu siswa dalam membangun konsep dengan pengajaran yang menyenangkan dan tidak rumit agar siswa tertarik pada pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  13. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya ingin menjawab pertanyaan nomor 6. Dalam pembelajaran matematika tingkat dasar, diharapkan terjadi reinvention (penemuan kembali). Penemuan kembali adalah menemukan suatu cara penyelesaian secara informal dalam pembelajaran di kelas. ‘Menemukan’ disini terutama adalah ‘menemukan lagi (discovery) atau dapat juga menemukan hal baru (invention). Oleh karena itu, kepada siswa materi disajikan bukan dalam bentuk akhir dan tidak diberitahukan cara penyelesaiannya. Selain itu dalam pembelajaran matematikia tingkat dasar, diharapkan terjadi proses belajar bermakna dimana siswa belajar memahami apa yang sudah diperolehnya dan dikaitkan dengan keadaan lain sehingga apa yang ia pelajari akan lebih mengerti. Siswa mencoba menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka dalam setiap penyelesaian masalah. Selain belajar penemuan dan belajar bermakna, pada pembelajaran matematika harus terjadi pula belajar secara “konstruktivisme”. Menurut Piaget, konstruksi pengetahuan dilakukan sendiri oleh siswa, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan menciptakan iklim yang kondusif.

    ReplyDelete
  14. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya juga ingin menjawab pertanyaan nomor 7 mengenai hakikat pembelajaran matematika di SD. Siswa Sekolah Dasar (SD) umumnya berkisar antara 6 atau 7 tahun, sampai 12 atau 13 tahun. Menurut Piaget, mereka berada pada fase operasional konkret. Kemampuan yang tampak pada fase ini adalah kemampuan dalam proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika,meskipun masih terikat dengan objek yang bersifat konkret. Konsep-konsep pada kurikulum matematika SD dapat dibagi menjadi tiga kelompok besar, yaitu
    1. Penanaman Konsep Dasar, yaitu pembelajaran suatu konsep baru matematika, ketika siswa belum pernah mempelajari konsep tersebut. Pembelajaran matematika penanaman konsep dasar merupakan jembatan yang harus dapat menghubungkan kemampuan kognitif siswa yang konkret dengan konsep baru matematika yang abstrak. Dalam pembelajaran matematika konsep dasar ini, media atau alat peraga diharapkan dapat digunakan untuk membantu kemampuan pola pikir siswa.
    2. Pemahaman Konsep, yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep, yang bertujuan agar siswa lebih memahami suatu konsep matematika. Pemahaman konsep terdiri atas dua pengertian. Pertama, merupakan kelanjutan dari pembelajaran penanaman konsep dalam satu pertemuan. Kedua, pembelajaran pemahaman konsep dilakukan pada pertemuan yang berbeda, tetapi masih merupakan lanjutan penanaman konsep. Pada pertemuan tersebut, penanaman konsep dianggap sudah disampaikan pada pertemuan sebelumnya, di semester atau di kelas sebelumnya.
    3. Pembinaan Keterampilan, yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep dan pemahaman konsep. Pembelajaraan pembinaan keterampilan bertujuan agar siswa lebih terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika. Seperti halnya pada pemahaman konsep, pembinaan keterampilan juga terdiri atas dua pengertian yaitu pertama, merupakan kelanjutan dari pembelajaran penanaman konsep. Kedua, pembelajaraan pembinaan keterampilan dilakukan pada pertemuan yang berbeda, tetapi masih merupakan lanjutan dari penanaman dan pemahaman konsep.

    ReplyDelete
  15. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016


    Saya akan mencoba menjawa pertanyaan nomor 10. Pecahan adalah salah satu materi pembelajaran yang cukup berat bagi siswa. Hasil dari tes NAEP secara konsisten telah menunjukan bahwa para siswa memiliki pemahaman yang sangat lemah terhadap konsep pecahan (Van de Wall,2008). Kekurangan dalam pemahaman tentang konsep pecahan akan mengakibatkan siswa kesulitan dalam hal perhitungan dengan pecahan, konsep desimal dan persen, penggunaan pecahan dalam pengukuran dan konsep rasio dan proporsi. Oleh karena itu, penulis berusaha untuk mengembangakan proses pengajaran materi pecahan berdasarkan tahap-tahap pada konsep-konsep kurikulum SD. Langkah pertama adalah siswa diharuskan dapat mengkonstruksikan bagian-bagian pecahan dari keseluruhan (utuh)-bagian-bagian yang terjadi jika satu unit telah dibagi menjadi bagian-bagian yang sama atau bagian-bagian yang lain. Para siswa memahami bahwa jika ingin membagi sesuatu kepada teman-temannya maka mereka akan membagi secara adil kepada temannya. Sehingga tugas-tugas membagi merupakan cara yang baik untuk memulai pengembangan konsep pecahan.

    ReplyDelete
  16. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Kemampuan berpikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta kemampuan bekerjasama merupakan tujuan diberikannya mata pelajaran matematika di kelas. Dalam hal ini, siswa mampu berpikir logis, analitis, sistematis dan kritis jika mereka hanya menghafal bentuk dan rumus untuk setiap persoalan yang diberikan. Jika siswa telah memahami konsep maka ia akan tetap dapat menyelesaikannya. Menghadapi hal seperti ini, agar siswa tidak melulu melakukan penghafalan rumus, seorang guru hendaknya mengembangkan soal-soal problem solving yang dalam pengerjaannya memerlukan suatu prosedur yang tidak rutin. Artinya siswa menyelesaikan permasalahan dengan langkah-langkah yang tidak biasa ia lakukan.

    ReplyDelete
  17. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Terkait pembelajaran pada tingkat SD khususnya pada mata pelajaran matematika, Siswa sangat senang dengan belajar matematika karena mereka bisa merasakan manfaat belajara matematika dalam kehidupan mereka yang tentunya dengan matematika sederhana. Namun lambat laun kesenangan siswa dalam belajar matematika mulai pudar dan menjadikannya sebagai mata pelajara yang menakutkan, ini disebabkan karena objek kajian pada matematika semakin abstrak serta cara guru yang kurang tepat dalam menyajikan materi. Maka seyogyanya seorang guru harus terampil dalam menyajikan materi matematika. Meningkatkan keprofesionalan dalam mengajar, memberikan contoh yang bekaitan langsung dengan kehidupan siswa, penggunaan alat praga yang fleksibel dll.

    ReplyDelete
  18. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 10 tentang “Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di SD misalnya tentang Pembagian Pecahan?”
    PMRI bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap mata pelajaran matematika dan mengembangkan daya nalar. Dalam menerapkan PMRI pada materi pecahan, guru dapat menyajikan masalah kontekstual, misalnya meminta siswa membagi roti. Kemudian, guru bisa menggunakan alat peraga untuk menyajikan bentuk pecahan, misalnya sebagai ganti roti disiapkan kertas warna-warni yang berbentuk persegi. Dengan begitu, diharapkan siswa bisa langsung melihat bagaimana konsep dari pecahan tersebut. Dengan pendekatan PMRI ini diharapkan siswa dapat memahami konsep pecahan.

    ReplyDelete
  19. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 11 tentang “Kreativitas apa saja yang diharapkan dari siswa SD dalam belajar matematika?”
    Kreativitas merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa dalam pembelajaran matematika. Materi matematika di Sekolah Dasar sendiri secara garis besar menyangkut tentang masalah perhitungan. Oleh karena itu, siswa harus memiliki kemampuan berhitung untuk menunjang pemahaman terhadap materi-materi lain yang juga membutuhkan perhitungan. Jadi, salah satu kreativitas yang diperlukan oleh siswa Sekolah Dasar adalah perhitungan dengan menggunakan berbagai metode.

    ReplyDelete
  20. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dunia anak SD identik dengan dunia bermain, maka pembelajaran matematika SD lebih cocok jika bermain sambil belajar dengan pengawasan dan pengelolaan pembelajaran yang baik dari guru. Siswa SD belajar matematika lebih cocok melalui aktivitas dan benda-benda konkret di sekitar mereka. Mereka berada dalam tahap membangun konsep, oleh karena itu jangan sampai guru salah pemahaman tentang bagaimana pembelajaran matematika untuk siswa SD. Tidak lah tepat jika guru langsung memberikan konsep matematika yang bersifat abstrak atau langsung memberikan definisi kepada mereka, jika hal itu dilakukan, maka sama saja dengan membunuh intuisi siswa.

    ReplyDelete
  21. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Untuk pertanyaan nomor 4. Saya pribadi tidak setuju jika ada sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam menyelesaikan masalah matematika. Karena menurut saya, siswa SD masih dalam tahap membangun dan memahami konsep dasar matematika. Cara-cara cepat atau trik hanya mengandalkan kemampuan menghafal tetapi tidak dapat mengembangkan intuisi dan kemampuan berpikir matematika siswa.

    ReplyDelete
  22. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?
    Yang membedakan matematika dengan pelajaran lain adalah aspek menalar yang sangat ditekankan. Dengan menalar yang baik akan memutuskan langkah – langkah apa yang akan dilakukan. Matematikawan cenderung akan sistematis dalam mengambil langkah terbaik. Dengan cara menalar yang baik ia akan memandang masalah secara logika, jika A maka B dan seterusnya, dan memperhitungkan dampak negatifnya dengan peluang sekecil – kecilnya dari opsi yang akan diambil. Setelah opsi diambil akan ada langkah – langkah penyelesaian masalah tersebut, langkah – langkah tersebut dibuat secara terstruktur dan sistematis dengan penerapan yang tertib. Sehingga dengan matematika guru dapat mengubah pola pikir siswa dan secara tidak langsung dapat mengubah kepribadian siswa, namun ini hanya untuk siswa yang mempelajar matematika dengan baik.

    ReplyDelete
  23. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika?
    Siswa lebih menyenangi cara cepat, apalagi gurunya lebih senang menjelaskan cara tersebut. Mengapa? Karena siswa lebih cepat mencerna dengan penjelasan yang ringkas, dan guru tidak perlu berlama – lama menjelaskaan secara panjang lebar untuk menjelaskan cara panjangnya. Hal ini jelas tidak benar untuk dilakukan.
    Hal yang seharusnya dilakukan oleh guru mengajak siswa untuk menemukan, mengkonstruk dan memahami suatu konsep, hingga rincian – rinciannya. Namun jika siswa menemukan cara lain selain konsep tersebut dan menurutnya jauh lebih mudah, guru harus mempertimbangkan hal – hal berikut: (1) memastikan siswa memahami terlebih dahulu konsep dasarnya; (2) siswa mengetahui syarat – syarat kapan digunakan rumus cepat tersebut; (3) penggunaan cara cepat hanya digunakan untuk kondisi dengan waktu yang singkat dalam penyelesaian.

    ReplyDelete
  24. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
    Jika siswa diminta untuk mengerjakan soal matematika, pasti yang dikeluhkan oleh mereka adalah kesulitan, padahal materi tersebut telah dipelajari dan soal tersebut belum dilihat mereka sudah berteriak bahwa soal yang diberikan itu sulit. Hal tersebut menunjukkan mindset siswa bahwa matematika pelajaran yang sulit dan menakutkan.
    Cara menghilangkan persepsi tersebut secara bertahap. Diawali dengan membuat siswa tertarik dengan pengajar dari mata pelajaran matematika. Saya masih memegang pernyataan siswa menyenangi pelajaran karena ia menyenangi gurunya. Setelah kesan pertama yang positif diterima oleh siswa, barulah guru membuat pembelajaran semenarik mungkin, diselipi dengan permainan – permainan yang mengedukasi dan merefleksi pikiran yang telah terkuras selama proses pembelajaran berlangsung. Metode pembelajaran dari guru yang bervariasi dan sulit ditebak oleh siswa merupakan strategi yang secara perlahan mengubah persepsi awal siswa yang menyatakan bahwa matematika itu sulit.

    ReplyDelete
  25. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Saya ingin menanggapi problematika “Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?”. Pernah mendengar karakteristik yang dimiliki matematika. Nah dengan mempelajari matematika, maka karatkteristik matematika tersebut niscaya akan menular bagi yang mempelajarinya. Karakteristik matematika ada banyak, misal kreatifitas, sportifitas, kejujuran, kehati-hatian, ketelitian, kerja keras, pantang menyerah, dan sebagainya. Sehingga jika siswa SD sudah asyik belajar matematika dan menghayatinya, dapat dipastikan kerakteristik matematika dapat mempengaruhi kepribadian siswa.

    ReplyDelete
  26. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Selanjutnya, saya ingin menanggapi problematika “Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD”. Mungkin sedikit kolot dengan apa yang akan saya ungkapkna, tapi kenyataan ini memang benar adanya. Biasanya siswa yang berprestasi di bidang matematika, ia juga akan berprestasi di bidang pelajaran lainnya. Seperti yang telah saya ungkapkan diatas, dengan mempelajari matematika maka karakteristik matematika akan melekat pada kita. Dan karakteristik tersebut sangat membantu dalam mepelajari pelajaran yang lainnya.
    Terkait problematika “Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?” seperti yang saya katakan sebelumnya, matematika memiliki karakteristiknya sendiri dan dapat mempengaruhi bagi yang mempelajarinya matematika dengan sungguh-sungguh. Nah karakteistik matematika itu sendiri merupakan nilai-nilai moral. Sehingga ya, jika pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral.

    ReplyDelete
  27. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjawab pertanyaan no 12 mengenai perbedaan mendasar matematika sekolah dan matematika murni. Ebbutt, S dan Straker, A., (1995) mendefinisikan matematika sekolah sebagai: (1) kegiatan matematika merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan, (2) kegiatan matematika memerlukan kreativitas, imajinasi, intuisi dan penemuan, (3) kegiatan dan hasil-hasil matematika perlu dikomunikasikan, (4) kegiatan problem solving adalah bagian dari kegiatan matematika, (5) algoritma merupakan prosedur untuk memperoleh jawaban-jawaban persoalan matematika, dan (6) interaksi sosial diperlukan dalam kegiatan matematika. Sedangkan Matematika murni didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang disusun secara deduksi yang terdiri dari definisi, aksioma dan teorema yang di dalamnya tidak boleh ada saling kontradiksi. Matematika murni yang bersifat aksiomatis beserta matematika terapan belum cukup operasional jika digunakan oleh guru untuk berinteraksi dengan siswa

    ReplyDelete
  28. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Seorang guru tidak hanya profesional dalam mendidik tetapi harus memahami karakter siswanya. Guru harus mengetahui bagaimana siswa yang mereka didik dapat mencapai tujuan pembelajaran, metode apa saja yang sesuai dengan karakteristik siswanya yang mempunyai latar belakang daerah dan keluarga yang berbeda-beda. Guru harus tanggap dalam segala macam situasi yang terjadi.

    ReplyDelete
  29. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Pembelajaran matematika yang terjadi selama ini adalah pembelajaran yang hanya menekan pada perolehan hasil dan mengabaikan pada proses. Sehingga siswa mengalami kesulitan dalam mengerjakan dalam bentuk soal yang lain. Akibat dari pembelajaran yang hanya menekankan hasil adalah hasil yang dicapai tidak tahan lama atau anak akan mudah lupa pada materi pembelajaran yang dilaksanakan oleh guru.
    Salah satu permasalahan yang terjadi di Pembelajaran Matematika kelas rendah adalah operasi hitung yang bilangan pengurangya mengandung angka yang lebih besar. Misalnya 31 – 19 = …
    Untuk memecahkan problematika pembelajaran tersebut maka guru perlu menggunakan, media, dan pendekatan pembelajaran yang sesuai dengan materi yang digunakan dalam pembelajaran

    ReplyDelete
  30. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD?
    Prestasi belajar matematika pada tingkat Sekolah Dasar belum bisa dikatakan baik, masih banyak anak-anak yang merasa kesulitan saat belajar matematika. Ini merupakan salah satu akibat penanaman matematika yang belum baik pula. kebanyakan siswa masih merasa takut dengan matematika, dan emang sudah seharusnya pembelajaran matematika dibuat semenarik mungkin dan lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Hal itu bermaksu agar para siswa SD bisa lebih mudah dalam menyusun pengetahuan mereka mengenai matematika, sehingga prestasi belajar matematika dapat menjadi lebih baik pula.

    ReplyDelete
  31. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari paparan artikel tersebut menyebutkan bahwa ada banyak masalah dalam pembelajaran matematika di SD. Untuk no.8 misalnya, muncul pertanyaan tentang memfasilitasi berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD. Menurut saya, salah satu cara memfasilitasi yaitu dengan metode pembelajaran yang tepat. Selain itu juga dengan menerapkan diskusi kelompok dalam pembelajaran. Dengan diskusi kelompok diharapkan bahwa setiap kelompok akan bervariasi, terdiri dari berbagai latar belakang dan kemampuan siswa. Dengan kerjasama dari mereka diharapkan bahwa siswa akan saling belajar dan berkomunikasi dengan temannya. Jika komunikasi terjalin dengan baik maka perbedaan tersebut bukan lagi menjadi hal yang utama. Tetapi kemudian metode mengajar yang tepat yang difokuskan agar siswa memahami materi.

    ReplyDelete
  32. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?
    Tidak semua siswa, bahkan mungkin hanya sedikit siswa, yang belajar matematika akan menjadi matematikawan di kelak kemudian hari. Oleh karena alasan itulah pembelajaran matematika di sekolah harus memperhatikan kegunaannya bagi kehidupan insani siswa. Soedjadi (1999) mendefisikan matematika sekolah sebagai bagian-bagian dari matematika yang dipilih dengan orientasi kepada kepentingan kependidikan dan perkembangan IPTEK. Perbedaan matematika
    sekolah dan matematika sebagai ilmu terletak pada (1) penyajian, (2) pola pikir, (3) keterbatasan semesta, dan (4) tingkat keabstrakannya.

    ReplyDelete
  33. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Salah satu pertanyaan yang ada akan saya jawab, semoga apa yang saya jawab nanti bisa menjadi pengetahuan bagi yang lain. Bagaimana cara menerapkan PMRI misalnya pada materi pecahan,caranya adalah kita tahiu bahwa PMTI adalah suatu pendekatakan matematika realistik, yang mana jika guru menggunakan pendekatan ini maka kita sebagai guru matematika harus membelajarkan matematika dengan sesuatu yang real, artinya ada bendanya, misalnya pada materi pecahan kita bisa mengunakan sepotong kue atau apel atau benda apa saja. Misalkan akan mengajarkan pecahan ½ maka kita bsa mengatakan kepada siswa bahawa ½ itu jika sepotong kue di belah menjadi dua maka saya dape ½ dan kamu dapat ½. Dan seterusnya.

    ReplyDelete
  34. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjawab pertanyaan Apakah Taksonomi Bloom relevan dalam pembelajaran matematika di SD? Jika relevan maka jelaskanlah?, maka saya dapat katakan bahwa taksonomi bloom relavan di ajarkan pada matematika SD karena kita tahu bahwa taksonomi bloom mempunya 6 tingkatakan Pengetahuan (Knowledge), Pemahaman (Comprehension), Aplikasi (Application), Analisis (Analysis), Sintesis (Synthesis), Evaluasi (Evaluation). Dimana pada taksonomi bloom juga dapat kita bagi menjadi lower order thinking dan higher order thinkinng, yang mana pada bagian lower itu mempunya tingkatakn dari pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sedangkan untuk higher adalah analisis, sintesism da evaluasi, yanag mana pada setiap bagian bloom itu sangat cocok diterapkan. Dengan adanya tingkatakn seperti itu kita bisa membagi pengethauan yang mana kita inginkan.

    ReplyDelete
  35. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Seperti yang kita ketahui bahwa cara berpikir anak berbeda dengan berpikir orang dewasa. Pada usia SD/MI daya pikir anak sudah berkembang ke arah berpikir konkrit dan rasional. Cara guru memfalisitasi siswa agar mampu belajar matematika dengan baik yaitu dengan menggunakan alat peraga atau benda konkrit yang dapat dipegang dan dilihat secara langsung bagi siswa sehingga siwa akan mengalami dan menemukan konsep secara langsung

    ReplyDelete
  36. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari sekian banyak list identifikasi problematika pembelajaran matematika di SD, masih banyak problem lain yang terjadi di lapangan. Memang masalah persepsi bahwa matematika adalah sulit seringkali terjadi pada siswa. Problem ini bisa muncul karena akibat dari guru, model pembelajaran, atau bahkan fasilitas pembelajaran dan bagaimana guru menyampaikan materi. Yang menjadi PR adalah bagaimana guru dapat membuat siswa ‘happy’ dengan belajar matematika, salah satunya adalah dengan menerapkan pembelajaran PMRI di SD tentang materi pembagian pecahan. Inovasi guru sangat dibutuhkan disini sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  37. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Permasalahan pembelajaran matematika sejatinya bukan disebabkan oleh siswa, namun disebabkan oleh orang dewasa selaku guru, orang tua, orang-orang yang mengambil kebijakan seperti kepala sekolah, dinas pendidikan, hingga menteri sekalipun. Karena mereka berpikiran bahwa matematika adalah ilmu yang disusun secara deduksi yang bersifat abstrak. Ini merupakan bencana bagi siswa. Kemudian tujuan pendidikan yang mengacu kepada “ujian nasional oriented” ini juga menambah beban siswa. Ketidakpekaan orang dewasa inilah yang telah terjadi pada pembelajaran matematika sekarang. Pendidikan kita sekarang telah kehilangan intuisi karena para pendidik hanya memberi definisi-definisi yang masih bersifat abstrak bagi siswa. misalnya matematika pada tingkat SD didefinisikan sebagai pengalaman, sebagai kegiatan dan dari pengalaman ini akan muncul intuisi siswa.

    ReplyDelete
  38. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 12 yaitu “Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?”
    Matematika yang dipelajari di sekolah selama ini bukanlah matematika murni, melainkan matematika sekolah. Matematika murni memiliki beberapa karakteristik seperti objek kajiannya yang abstrak serta memuat simbol-simbol yang tidak bermakna. Berbeda dari matematika murni, matematika sekolah adalah matematika murni yang telah disesuaikan dengan tahap perkembangan intelektual siswa dan digunakan sebagai sarana mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Pokok dari belajar matematika sekolah adalah untuk memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  39. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 13 yaitu “Apakah yang disebut berpikir logis dan bagaimana membelajarkannya di SD?”
    Berpikir logis merupakan kegiatan berpikir untuk memperoleh suatu pengetahuan menurut suatu pola atau logika tertentu. Kemampuan berpikir logis dapat dibelajarkan kepada anak usia Sekolah Dasar melalui pembelajaran matematika. Dalam hal ini, guru dituntut untuk memebrikan alasan-alasan yang logis ketika menjelaskan suatu konsep kepada siswa. Sebagai contoh, ketika menjelaskan bahwa penjumlahan bersifat komutatif, siswa diberi suatu contoh khusus, misalnya 2 + 3 = 5 dan 3 + 2 = 5. Melalui contoh tersebut, siswa difasilitasi untuk melihat pola sehingga menemukan bahwa ternyata susunan dari penjumlahan tidak mengubah hasil.

    ReplyDelete
  40. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 14 yaitu “Bagaimana perbandingan antara pembelajaran matematika SD di Luar Negeri dan di Indonesia?”
    Pembelajaran matematika SD di luar negeri dan di Indonesia memiliki berbagai perbedaan, di antaranya dilihat dari materi yang dipelajari dan fasilitas penunjang pembelajaran. Dilihat dari segi materi yang dipelajari, materi Matematika SD di luar negeri tersusun lebih sistematis. Sebagai contoh, penjumlahan dalam matematika SD di Indonesia dianggap sebagai proses berhitung namun tidak dalam matematika SD di Jepang. Di Jepang, sebelum siswa masuk ke dalam materi penjumlahan, ada bab tersendiri yang dibahas, yaitu bab “How Many?”. Dalam bab tersebut, siswa diajarkan untuk melakukan partisi dari suatu bilangan, misalnya 12 adalah 6 dan 6 atau 2 dan 10. Kemudian, dilihat dari segi fasilitas penunjang pembelajaran, matematika SD di Indonesia masih kurang memadahi. Hal ini bisa dilihat dari pembelajaran di luar negeri yang menggunakan banyak papan tulis serta kondisi ruangan yang fleksibel mudah ditata sesuai kebutuhan pembelajaran.

    ReplyDelete
  41. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 15 yaitu “Apakah benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di SD?”
    Menurut saya, benarlah bahwa matematika merupakan seni. Matematika merupakan mata pelajaran yang sulit diajarkan di sekolah karena karakteristiknya yang banyak memuat perhitungan-perhitungan dan rumus. Tidak sedikit siswa yang kurang tertarik dalam mempelajari mata pelajaran ini. Padahal, matematika menekankan pada kreativitas. Melalui matematika, siswa dilatih untuk dapat kreatif dalam menyelesaikan masalah. Dalam pembelajarannya pun dibutuhkan kreativitas guru untuk menggabungkan berbagai metode pembelajaran sehingga siswa dapat tertarik untuk belajar. Sebagai contoh, dalam pembelajaran matematika di SD, sebaiknya belajar didesain sebagai kegiatan aktif yang menarik misalnya menggunakan permainan sebagai media pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  42. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari sekian banyak problematika matematika SD yang dialami siswa, maka perlu penerapan PMRI dimana dengan realistik itu sendiri menjadikan pembelajaran matematika menjadi senang, inovatif, kreatif, dan bermakna.

    ReplyDelete
  43. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 16 yaitu “Apakah Taksonomi Bloom relevan dalam pembelajaran matematika di SD? Jika relevan maka jelaskanlah?”
    Taksonomi Bloom yang meliputi perubahan tiga ranah belajar yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik. Ranah kognitif berkenaan dengan perilaku yang berhubungan dengan berfikir, mengetahui dan pemecahan masalah. Ranah ini mempunyai enam tingkatan, yaitu remember (mengingat pengetahuan), understanding (pemahaman), apply (penerapan), analize (analisis), evaluate (mengevaluasi), dan create (mencipta). Ranah afektif berkaitan dengan sikap, nilai, interes apresiasi dan penyesuaian perasaan sosial. Ranah ini mempunyai lima tingkatan, yaitu receiving (penerimaan), responding (menanggapi/partisipasi), valuing (berkeyakinan/penentuan), organization (penerapan karya), dan characterization (ketekunan/pembentukan pola). Ranah psikomotorik berkaitan dengan keterampilan yang bersifat manual atau motorik. Ranah ini memiliki tujuh tingkatan, yaitu perception (persepsi), set (kesiapan), mechanism (mekanisme), guided respon (respon terbimbing), complex over respons (kemahiran), adaptation (adaptasi), dan organization (organisasi). Menurut saya, taksonomi bloom relevan untuk diterapkan dalam pembelajaran matematika di SD. Dalam hal ini, penerapannya disesuaikan dengan kemampuan berpikir siswa SD. Level “mencipta” untuk siswa SD akan berbeda dengan level “mencipta” pada siswa SMP dan SMA. Jika ketiga ranah ini dapat dikembangkan pada siswa sekolah dasar maka akan sangat membantu siswa dalam mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  44. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pembelajaran matematika di SD menurut saya merupakan pembahasan yang menarik. Kebanyakan jika siswa SD ditanya mata pelajaran apa yang paling meresa senangi, maka akan dijawab matematika. namun jika siswa SMP atau SMA ditanya mata pelajaran yang disenangi rata-rata tidak menjawab matematika dan menggangap matematika sebagai pelajaran yang tidak disukai. Saya binggung dengan fenomena tersbut.
    Siswa SD masih menyukai bermain dan belum bisa berpikir secara abstrak, menurut saya untuk membantu siswa SD belajar matematika guru perlu memanfaatkan pangalaman sehari-hari siswa. Guru perlu memanfaatkan media permainan yang biasa dilakukan siswa dengan mengkombinasikannya dengan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  45. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Di dalam pembelajaran di kelas, tentunya terdapat berbagai macam halangan yang menghadang. Sehingga perlu bagi guru untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan permasalahan yang dapat muncul, beserta merancang solusinya. Ini dapat membantu menghadapi permasalahan yang mungkin muncul di dalam kelas. Tidak hanya itu, identifikasi masalah juga dapat membuat guru menciptakan pembelajaran dan pemahaman konsep yang lebih mendalam bagi siswa.

    Di dalam pembelajarannya pun, siswa hendaknya tidak terlalu dikekang. Ini dikarenakan masa-masa sekolah dasar sebenarnya adalah masa dimana siswa masih bermain. Sehingga perlu diidentifikasi hal yang perlu dilakukan agar siswa dapat belajar dengan menyenangkan.

    ReplyDelete
  46. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk menjawab pertanyaan no 10. Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di SD misalnya tentang Pembagian Pecahan? Untuk masalah ini, guru SD hendaknya bisa menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Alat peraga tidak hanya dibuat oleh guru saja tetapi dengan bantuan guru sebagai fasilitator siswa juga dapat mengambil bagian dalam membuat sendiri gambar-gambar sehingga konsep siswa tentang bilangan bisa terbentuk. Dengan alat peraga alat peraga siswa tentunya bisa lebih memahami tentang berbagai konsep matematika dengan mudah, karena dapat mengurangi keabstrakan dari matematika itu sendiri. Sebagaimana dalam tulisan ini yang menawarkan Matematika realistik sebagai titik tolak dalam menyampaikan pelajaran dikelas. Misalkan 2 dibagi ½ sama dengan 4. Seharusnya sesuatu yang dibagi mesti semakin kecil tetapi pembagian pecahan tidaklah berlaku. Maka ini dapat dijelaskan dengan real konteks yaitu misalkan 2 roti dibagi ½ , maka akan menghasilkan 4 roti dalam bentuk ½ an bukan 4 dalam bentuk satuan.

    ReplyDelete
  47. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada tahap pembelajaran SD, pembelajaran yang efektif dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah suasana pembelajaran. Suasana pembelajaran matematika SD sebaiknya disusun agar menyenangkan dan kondusif bagi siswa. Menyusun suasana kelas yang menyenangkan bagi siswa dapat dilakukan mulai daro hal kecil seperti penataan meja dan kursi siswa. Jika kebanyak kelas disusun secara berbanjar, maka di SD dapat dilakukan dengan penataan melingkar, later U, dan sebagainya dengan tujuan agar siswa tidak mudah bosan. Selain itu, menciptkan suasana belajar yang menyenangkan di SD juga dapat dilakukan dengan memberi beberapa games sederhana saat siswa mulai jenuh dengan pembelajaran.

    ReplyDelete
  48. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari 16 problematika yang disajikan di atas dapat saya simpulkan bahwa problematika pembelajaran matematika di SD yaitu persepsi bahwa matematika sulit, bagaimana hakikat matematika yang dipelajari di SD dan apakah perbedaan matematika sekolah dan matematika murni serta bagaimana sebaiknya membelajarkan matematika di SD dengan baik agar kepribadian, nilai-nilai moral, dan kreativitas siswa dapat dikembangkan. Satu hal yang menjadi perhatian saya adalah persepsi bahwa matematika sulit, memang benar bahwa ketakutan anak akan pelajaran matematika biasanya dimulai dari tingkat sekolah dasar maka dari itu hal ini menjadi PR bagi guru untuk menghilangkan persepsi tersebut.

    ReplyDelete
  49. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika mempunyai tingkatan, mulai dari konkret sampai dengan abstrak. Siswa SD belum bisa memahami matematika abstrak. Tidak mudah mengajarkan atau mengubah matematika abstrak menjadi matematika konkret yang dapat dipahami oleh siswa SD. Saat ini masih ada pembelajaran dimana guru mengawali pembelajaran dengan pemberian rumus cepat dan definisi. Padahal siswa tidak mudah menerima konsep matematika langsung melalui definisi dan rumus. Guru seharusnya memulai dengan memberikan contoh dan non contoh ke siswa, sehingga siswa mampu memberikan definisi sendiri mengenai konsep yang diajarkan, siswa mampu mengkonstruk sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  50. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari berbagai pertanyaan mengenai problematika pembelajaran Matematika di SD yang telah diuraikan di atas menjadi renungan dan motivasi kita untuk memperbaiki serta meningkatkan pembelajaran Matematika.
    Mengapa selama ini matematika identik sebagai pelajaran yang sulit bagi sebagian besar siswa? Anggapan ini tidak terlepas dari persepsi yang berkembang di masyarakat bahwa Matematika merupakan pelajaran yang sulit. Hal ini justru telah mensugesti pikiran siswa. Sebenarnya, kesulitan berawal dari siswa yang tidak suka dengan pelajaran Matematika. Tidak suka di sini disebabkan siswa merasa asing dan hanya menerima materi begitu saja. Ibaratnya, guru hanya menyuapi sekian banyak siswa dengan makanan pengetahuan yang telah diolah dan dimasak sendiri oleh guru. Sedangkan siswa tinggal menelannya saja tanpa mengetahui proses pembuatannya dan tanpa ada protes bahwa makanan tersebut pahit, manis, asam, asin, bahkan basi sekalipun. Akibatnya, Matematika terkesan sulit dan rumit serta siswa menjadi pasif.

    ReplyDelete
  51. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk menghilangkan persepsi pada siswa bahwa Matematika sulit, harus dimulai dari diri guru. Salah satu caranya yaitu guru harus mengubah paradigma pembelajaran tradisional ke paradigma pembelajaran inovatif. Pada paradigma tradisional pembelajaran Matematika di sekolah cenderung ditekankan pada penyampaian pengetahuan dan materi yang banyak, serta terdapat tuntutan waktu untuk menyelesaikan materi pembelajaran tersebut dengan cepat. Guru tidak mempedulikan apakah siswa tersebut benar-benar mendalami atau paham terhadap materi yang dipelajari.

    ReplyDelete
  52. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Ada bebarapa problematika lain dalam pembelajaran Matematika di SD diantaranya pengaruh pembelajaran Matematika terhadap kepribadian siswa, prestasi belajar siswa, nilai-nilai moral yang terkandung dalam pembelajaran, pengaruh cara-cara cepat atau trik dalam Matematika, kreativitas siswa, dan lain-lain. Oleh karena itulah, hal ini menjadi tugas kita bersama. Hendaknya kita siangi satu per satu problematika tersebut.

    ReplyDelete
  53. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  54. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika dapat mempengaruhi kepribadian siswa SD karena Matematika melatih kemampuan menalar, kemampuan berpikir kritis, dan kemampuan berpikir kreatif. Dengan diajarkan Matematika sejak dini dapat meningkatkan kecerdasan siswa. Kegiatan-kegiatan siswa dalam bermatematika akan membentuk kepribadian siswa untuk selalu percaya diri terhadap kemampuannya, menjadi orang yang kreatif, menjadi orang yang selalu berpikir kritis.

    ReplyDelete
  55. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Prestasi belajar matematika SD masih perlu ditingkatkan. Matematika di SD masih menekankan bagaimana cara menghitung. Matematika di SD belum mengajarkan mengenai konsep-konsep dalam matematika. Pembelajaran yang hanya mempelajari operasi hitung akan menutupi kemampuan siswa untuk berpikir kritis, kemampuan menalar, dan kemampuan berpikir kreatif Karena siswa tidak diberi kesempatan untuk berpikir seluas-luasnya. Sehingga Pengetahuan dan Keterampilan siswa perlu diseimbangkan agar prestasi belajar siswa tinggi.

    ReplyDelete
  56. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Banyak permasalahan-permasalahan dalam pembelajaran matematika, tugas guru saat ini adalah bagaimana cara mengubah persepsi siswa terhadap salah satu permasalahan yaitu pelajaran matematika yang dianggap sulit itu menjadi pelajaran yang menyenangkan. Guru harus memahami dan mengetahui kesulitan-kesulitan serta hambatan-hambatan yang dialami siswanya selama proses pembelajaran terlebih dahulu. Dan menurut saya, identifikasi problematika pembelajaran matematika di SD tersebut dapat membantu para guru untuk lebih mengenal permasalahan-permasalahan kaitannya dengan pembelajaran matematika di SD agar tidak ada lagi anggapan bahwa matematika itu sulit dan agar ke depannya pembelajaran matematika di SD dapat berjalan dengan lancar.

    ReplyDelete
  57. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab soal nomer 14, dari beberapa cerita yang saya dapatkan di perkuliahan, terlihat jelas perbedaan antara pembelajaran matematika SD di luar negeri dengan di Indonesia. Salah satunya adalah metode pembelajaran yang dilakukan. Di luar negeri, siswa diarahkan untuk menemukan, sedangkan di Indonesia terkesan memaksakan. Sehingga yang terjadi adalah, semakin bertambahnya kelas, mereka semakin ‘mati’’ intuisinya. Mereka beranggapan bahwa semakin lama mereka bersekolah, akan semakin sulit matematika yang mereka terima.

    ReplyDelete
  58. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 12, matematika sekolah dengan matematika murni berbeda. Hal itu dilihat dari penggunaan simbol-simbol dan konsep yang diajarkan. Matematika sekolah bersifat kegiatan mencari pola, sedangkan matematika formal umumnya menemukan konsep atau definisi atau membuktikan teorema. Sehingga pembelajaran yang sesuai untuk SD adalah matematika sekolah, bukan matematika formal.

    ReplyDelete
  59. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 7, hakekat pembelajaran SD adalah matematika yang membuat siswa mampu berfikir logis, analitis, sistematis, kritis, dan kreatif, serta memiliki melatih kerjasama. Dari hal tersebut tentunya peran guru sangat berpengaruh dalam penyelenggaraan pembelajarannya. Diharapkan guru mampu memfasilitasi siswa sehingga tercapai tujuan tersebut

    ReplyDelete
  60. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 4, adanya cara cepat/trik dalam menyelesaikan soal atau masalah dalam matematika memang sering dijumpai, terutama di lembaga-lembaga bimbingan belajar. Namun perlu diperhatikan bahwa, cara cepat tersebut baru bisa digunakan setelah siswa paham dari manakah penyelesaian itu didapat. Sehingga siswa dapat menyelesaikan soal-soal lain yang berganti layout, tidak merasa kebingungan lagi menyelesaikan soal itu. Juga jangan sampai ada siswa yang hanya menggunakan cara cepat itu untuk sekedar menyelesaikan soal, tidak paham maksud dan makna dari solusi nya.

    ReplyDelete
  61. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 5, Guru dapat mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika SD dengan menerapkan pendekatan RME, dengan bentuk kegiatan yang beragam. Kegiatannya diarahkan dalam menemukan pola dan hubungan, menyelesaikan masalah kontekstual, melakukan investigasi, dan mengkomunikasikan. Kuncinya adalah. guru memberikan masalah kontekstual yang benar-benar dipahami siswa

    ReplyDelete
  62. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 9, guru dapat menggunakan kreatifitasnya untuk merancang pembelajaran yang inovatif, seperti penggunaan media, variasi metode, dan menciptakan kondisi di kelas sedemikian sehingga siswa merasa bahwa belajar matematika merupakan aktivitas yang menyenangkan, bukan malah menyulitkan. Dengan melibatkan semua siswa dalam pembelajaran, mereka dapat mengubah pandangannya tentang matematika.

    ReplyDelete
  63. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    3. Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?
    Hal ini tergantung dengan pelaksanaan di lapangannya. Apakah guru menyisipkan pendidikan moral di dalamnya? Apakah matematika diajarkan secara benar? Apakah siswa dibiasakan untuk bermoral saat belajar matematika? Apakah ada penekanan pesan moral sebelum, saat, dan setelah pembelajaran sesuai dengan konteks dan materi yang telah di ajarkan? Apakah guru mengingatkan siswa untuk menerapkan ilmu yang diperoleh kapanpun, di manapun dengan tetap dibatasi oleh koridor moral?
    Jika hal itu dilakukan,matematika bisa menjadi sarana penyampaian nilai-nilai moral. Terlebih untuk siswa SD yang sangat memerlukan penekanan karakter positif sebagai bekal untuk menentukan jati diri saat kelak sudah mencapai kedewasaan. Namun jika dalam pembelajaran yang diutamakan hanya mengejar materi dan nilai baik saat ujian, maka bisa terjadi bias nilai-nilai moral. Hal ini bisa mengakibatkan siswa berpikir untuk fokus pada hasil akhir dengan mengabaikan karakter kerja keras, jujur, percaya diri, dan karakter lain yang akan hilang tertutup oleh perilaku “mencontek”. Seyogyanya mampu atau tidaknya matematika membawa nilai-nilai moral, tergantung pada sikap dan perilaku yang dilakukan oleh orang perseorangan yang terlibat.

    ReplyDelete
  64. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Bagaimana pembelajaran matematika dapat mempengaruhi kepribadian siswa di SD?
    Matematika dapat ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Saat siswa mengalami mathematics experience, siswa diajarkan untuk membangun strategi sendiri dalam menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Dengan demikian, logika berpikir mulai ditanamkan. Jika pembelajaran matematika ditanamkan dengan baik dan guru tidak menuntut siswa untuk mengetahui matematika dengan melakukan lompatan kognitif, maka siswa akan merasa matematika menyenangkan dan hal ini akan mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Douglas dan Sarama (2001) menjelaskan mengenai hal tersebut. Menurut hasil penelitian mereka, pembelajaran matematika yang tidak berhasil di usia dini hingga SD akan mempengaruhi kemampuan membaca dan menalar siswa dan kemudian mempengaruhi psikologis siswa di kemudian hari.

    ReplyDelete
  65. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?
    Pembelajaran matematika dapat membawa nilai-nilai moral. Pembelajaran matematika membentuk moral yang sesuai seperti tidak ada ruang untuk perasaan yang merugikan. Pandangan yang menyimpang, diskriminasi, dan berpikir tidak masuk akal. Matematika membantu siswa dalam analisis obyektif, memberikan alasan yang benar, kesimpulan yang valid (sah), dan pertimbangan yang tidak berat sebelah. Nilai-nilai moral ini tertanam dalam pikiran siswa karena perulangan dan membantu siswa menjadi anggota masyarakat yang berhasil. Dengan demikian, penting bagi guru SD untuk memperhatikan pembelajaran yang disampaikan di kelas.

    ReplyDelete
  66. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika di SD diharapkan menggunakan media yang menarik, karena siswa SD lebih suka kepada pembelajaran yang menarik dan mengasyikan, banyak sugesti yang bilang bahwa matematika itu sulit, sehingga siswa terbawa sugesti tersebut menjadikan matematika momok bagi siswa SD, namun dengan pendekatan media yang menarik maka siswa akan lebih tahu bahwa matematika itu menyenangkan.

    ReplyDelete
  67. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab nomor 13, berpikir logis adalah suatu kegiatan berpikir untuk memperoleh pengetahuan matematika yang diajarkan di sekolah (matematika sekolah) yang berdasarkan pola dan logika yang tepat. Sejak dini siswa dapat dilatihkan kemampuan berpikir logis. Oleh karenanya, guru perlu mengembangkan media dan kegiatan yang memfasilitasi siswa mengasah kemampuan berpikir kritisnya.

    ReplyDelete
  68. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 15, matematika adalah seni, saat guru mampu mendesain pembelajaran yang akan dilaksanakan di kelas. Saat siswa menemukan pola dan hubungan, itulah seni. Maka guru disini perlu melatih kemampuan seni nya dalam mengajar matematika, dan juga melatih kreatifitasnya dalam merancang pembelajaran yang memfasilitasi seluruh siswa SD

    ReplyDelete
  69. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomer 16, Taksonomi Bloom sangat relevan dalam pembelajaran matematika di SD. Guru mempertimbangkan kegiatan-kegiatan atau soal-soal manakah yang siswa mampu lakukan/pecahkan. Apakah itu C1, C2, atau bahkan sampai C6. Tentu setiap langkah diperlukan pertimbangan, apakah siswa cocok dengan kegiatan dan atau penyampaian materi dengan yang dipilih oleh guru

    ReplyDelete
  70. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mencoba menjawab no 9, untuk menghilangkan persepsi matematika itu sulit pada benak siswa mungkin tidak mudah, akan tetapi masalah tersebut bisa dikurangi dengan pembelajaran yang inovatif dan tidak seperti diktator yaitu hanya transfer ilmu guru ke siswa. Dengan membuat suasana pembelajaran kondusif dan menyenangkan, saya rasa perasaan matematika itu sulit oleh siswa akan berkurang.

    ReplyDelete
  71. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setelah membaca identifikasi diatas saya menjadi teringat dengan pembelajaran matematika saat saya SD dulu. Dulu saat saya SD pelajaran matematika termasuk pelajaran yang sulit, terutama pada saat mempelajari bangun ruang di kelas tinggi. Banyak siswa di kelas yang dapat nilai yang jelek pada saat itu. Beberapa teman saya yang mengikuti Bimbingan Belajar dapat mengerjakan dengan mudah karena mereka menggunakan rumus singkat tetapi mereka tidak tau asal usulnya. Di sekolah guru mengajar dengan rumus rumus sesuai dengan buku paket yang panjang lebar, siswa tidak dilibat kan dalam pembentukan rumus tersebut dan tinggal menghafalkan rumus yang ada di buku paket.

    ReplyDelete
  72. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru berkewajiban untuk mengubah mindset matematika sulit menjadi matematika itu menyenangkan. Untuk itu guru harus tau permasalahan apa yang ada dalam pembelajaran matematika di SD yang telah diidentifikasi di blog ini. Pelajaran matematika terkesan sulit karena siswa dipaksa menguasai rumus yang asing bagi mereka, hal ini karena siswa tidak dilibatkan dalam pembentukan rumus. Sebaiknya Guru mengajak siswa berdiskusi cara memperoleh rumus, tidak hanya memberitahukan. Karena dengan menemukan sendiri ilmu pengetahuannya menjadi lebih familiar dan awet diingat.

    ReplyDelete
  73. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran matematika di SD seharusnya guru menerapkan strategi pembelajaran yang dapat menarik perhatian siswa dan bersifat nyata. Salah satu dapat menggunakan pendekatan kontekstual. Di usia anak SD, pemikirannya belum dituntut untuk berfikir abstrak. Pemberian contoh yang nyata justru akan memberikan makna bagi siswa itu sendiri. Terlebih lagi dengan konsep belajar yang mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia nyata.

    ReplyDelete
  74. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Terimakasih pak Marsigit. Tulisan ini sangat membantu, terutama dalam menyusun latar belakang penelitian. Karena penelitian berangkat dari masalah. Saya sangat tertarik dengan masalah terkait kreativitas siswa SD setelah mempelajari matematika. Karena materi matematika SD memang seharusnya membuat siswa menjadi kreatif. Hal ini karena materi matematika SD masih sangat dekat dengan realita kehidupan sehari-harinya. Usia anak-anak juga merupakan usia kreatif. Kreativitas yang dapat dikembangkan dari matematika SD lebih kearah pemanfaatan matematika untuk kehidupan sehari-hari dan kesenian. Misalnya membuat kotak tempat tisu, membuat tempat pulpen, membuat celengan, membuat hiasan dan kerajinan tangan lainnya.

    ReplyDelete
  75. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menjawab pertanyaan: 1. Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?

    Secara umum pemb elajran pastinya akan mempengaruhi berbagai aspek salah empatnya yaitu: spiritual, social, pengetahuan, dan ketrampilan. Dalam pembelajran matematika tersendiri juga mempengaruhi keempat aspek diatas. Sehingga dalam pembelajaran matematika akan membentuk kepribadian siswa. Jika dirujuk kedalam psikologis siswa SD akan mudah dibentuk kepribadiannya, sehingga pembelajaran matematika sangat mudah mempengaruhi kepribadian siswa. Jika diharapkan, pembelajaran matematika ingin membentuk kepribadian yang baik seperti hidup yang terstruktur dan terpola. Serta Berbagai sifat-sifat dalam matematika yang akan terserap kedalam siswa.

    ReplyDelete
  76. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Menjawab pertanyaan: 2. Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD?

    Berdasarkan data yang saya dapatkan, prestasi belajar siswa sd pada mata pelajaran matematika di Indonesia berada di rata-rata bawah. Hal ini disebabkan karena kurangnya variasi dalam penggunaan metode, alat perag, media dan seterusnya. Serta guru yang mengguankan metode ceramah untuk siswa sd. Hal itu kurang disarankan karena matematika untuk siswa sd bukan berupa ilmu pengetahuan namun aktifitas matematika yang sedikit direduksi untuk pengetahuan siswa sd.

    ReplyDelete
  77. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Menjawab pertanyaan: 3. Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?

    Setiap pemebelajran yang dilakukan juga merupakan pembelajaran tentang moral baik itu secara instrinsik ataupun ekstrinsik. Matematika pun demikian dalam pembelajarannya juga membawa nilai moral. Seperti dapat dielegikan “kesamaan itu sebuah keadilan”. Dimatematika, kesamaan artinya ruas kana nilainya sama dengan ruas kiri. Lebih dalamnya walaupun dua subjek yang berbeda dapat memiliki kedudukan yang sama pula dimata Tuhan.

    ReplyDelete
  78. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Terimakasih kepada bapak marsigit yang telah memposting tulisan yang bermanfaat bagi guru maupun calon guru.
    Dengan banyaknya problematika pembelajaran matematika di SD, hal ini tentu harus menjadi sebuah catatan bagi guru SD agar mempersiapkan pembelajaran dengan lebih baik lagi sehingga problematika-problematika ini dapat diatasi dalam proses pembelajaran.
    Pertanyaa-pertanyaan ini alangkah baiknya jika didiskusikan antar sesama guru SD dengan dosen agar pertanyaan-pertanyaan ini dapat terjawab dan pembelajaran menjadi lebih optimal.
    Dalam hal ini diperlukan lesoon study agar problematika ini tidak menjadi penghambat dalam kemajuan pendidikan pada anak sekolah dasar. Dapatkah Bapak juga memposting tentang problematika pembelajaran matematika di SMP dan SMA?

    ReplyDelete
  79. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam identifikasi masalah tersebut saya tertarik untuk menjawab nomer 15, yaitu “Apakah benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di SD?”
    Menurut saya matematika di SD memang lah sebuah seni. Seni adalah sebuah karya yang diciptakan manusia dan mewakili apa yang ada dalam dirinya. Matematika di tingkat SD adalah sesuatu yang dapat dipegang secara langsung oleh siswa. Sehingga dapat dikatakan bahwa matematika ditingkat SD adalah sebuah karya seni yang diciptakan oleh siswa secara langsung.
    Lalu bagaimana sikap guru dalam pembelajaran? Dalam pembelajaran guru harus mampu mematik kreatfitas siswa sehingga mampu menyalurkan kreatifitasnya dalam matematika. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi seorang guru.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  80. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Hakekat matematika ditingkat SD adalah beraktifitas. Sehingga siswa SD akan kesulitan jika dikenalkan dengan matematika formal, melainkan harus dikenalkan dengan matematika secara umum yang terdapat dalam kehidupannya secara langsung, yaitu dengan menggunakan pendekatan horizontal. Mereka tidak bisa dipaksa untuk mempelajari matematika secara formal, jika mereka dipaksa maka bisa saja siswa akan mendapat trauma dan untuk selanjutnya akan berpikir matematika itu sulit.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  81. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Untuk menghilangkan persepsi matematika yang susah pada anak SD maka perlu dilakukan pengenalan matematika yang baik. Siswa perlu dikenalkan dengan matematika melalui kegiatan yang menyenangkan bukan malah dengan matematika formal yang mereka anggap susah.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  82. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Postingan Prof. Marsigit ini menyadarkan pembaca bahwasanya masih ada banyak problematika dalam pembelajaran SD. Yang tercantum dalam postingan ini hanya beberapa diantaranya, namun seharusnya sudah cukup memmbuat pembaca baik guru maupun calob guru untuk memikirkan apa yang harus dilakukan, memikirkan solusi dari masalah masalah tersebut dan tentunya akan tidak menganggap mudah pelajaran SD dan menyepelekannya. Ada banyak PR, ada banyak pekerjaan, ada banyak tantangan. Dari sini kita menyadari banyaknya volume pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengoptimalkan pembelajaran di SD.

    ReplyDelete
  83. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Permasalahan yang timbul dalam pembelajaran matematika SD disebabkan anak kurang latihan soal-soal matematika di luar sekolah (di rumah), sehingga anak mudah lupa apa yang sudah mereka kuasai tentang pembelajaran matematika, karena permasalahan di lingkungan lebih banyak yang menarik perhatian mereka, sehingga pelajaran kurang diperhatikan. Permasalahan pembelajaran matematika SD juga dikarenakan 2 faktor, yaitu faktor internal (Kurangnya motivasi belajar matematika, baik itu dari anaknya sendiri maupun dari orangtuanya.) dan faktor eksternal (Banyaknya pengaruh-pengaruh dari perkembangan teknologi seperti HP, PS, warnet dan alat-alat teknologi lainnya, sehingga anak lebih memilih bermain dibanding dengan belajar matematika).

    ReplyDelete
  84. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembelajaran matematika di SD memang penuh dengan masalah atau problematika. Menurut teori perkembangan kognitif, anak-anak pada usia SD masih berada pada tingkat berpikir yang sederhana, terbatas pada hal-hal yang konkret. Sementara itu objek kajian dari matematika adalah bersifat abstrak. Lantas bagaimanakah cara untuk membelajarkan sesuatu yang abstrak kepada siswa yang pemikirannya belum sampai untuk menangkap hal-hal yang abstrak tersebut? Selain itu, guru yang mengajar mata pelajaran matematika untuk SD kebanyakan adalah guru kelas yang memiliki tugas untuk mengajar mata pelajaran yang lain. Tentu saja ia tidak mengetahui secara mendalam mengenai seluk beluk matematika dan bagaimana cara membelajarkannya kepada anak. Tak jarang pula terjadi miskonsepsi atau salah konsep pada guru hingga kemudian ia menyampaikan sesuatu yang salah tersebut kepada siswanya. Pembelajaran matematika di SD seharusnya dimulai dari hal-hal yang konkret berasaskan pada aktivitas atau kegiatan, namun realitanya bagaimana? Karena itulah, ini semua menjadi tugas dan tanggung jawab bagi para praktisi pendidikan dan kita sebagai mahasiswa calon pendidik untuk mencari penyelesaian permasalahan ini melalui inovasi-inovasi dalam pembelajaran matematika di SD.

    ReplyDelete
  85. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dengan banyaknya problematika pembelajaran matematika di SD, hal ini tentu harus menjadi sebuah catatan bagi guru SD agar mempersiapkan pembelajaran dengan lebih baik lagi sehingga problematika-problematika ini dapat diatasi dalam proses pembelajaran. Pertanyaa-pertanyaan ini alangkah baiknya jika didiskusikan antar sesama guru SD dengan dosen agar pertanyaan-pertanyaan ini dapat terjawab dan pembelajaran menjadi lebih optimal. selain itu, lesoon study memegang peran penting agar problematika ini tidak menjadi penghambat dalam kemajuan pendidikan pada anak sekolah dasar.

    ReplyDelete
  86. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Problematika yang sering dialami guru pada pembelajaran matematika SD adalah kurangnya penerapan pembelajaran yang bersifat nyata. Masih saja guru mengajarkan matematika SD dengan keabtrakannya. Peranan guru dalam penggunaan media pembelajaran sangat berdampak pada keantusiasan siswa dalam pembelajaran sehingga akan terbentuk pembelajaran yang bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  87. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sekolah bagi anak – anak sangatlah penting. Karena pada usia dini, karakter siswa lebih mudah dibentuk melalui kebiasaan – kebiasaan yang dilakukan. Pembelajaran matematika di SD sangat memiliki pengaruh besar. Karena apabila pembelajaran matematika di Sd dilakukan dalam bentuk kegiatan – kegaitan yang meanrik siswa dapat membentuk kepribadian siswa, misalnya kegiatan dilakukan secara berkelompok, dapat membuat siswa memiliki rasa kebersamaan dan membangun kerjasama dan komunikasi antar siswa. Selain itu, ketika pembelajaran matematika dikaitkan dengan masalah sehari – hari akan membangun pola pikir siswa bahwa masalah yang ada bisa diselesaikan.

    ReplyDelete
  88. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada problematika nomor Apakah 3 mengenai apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral? Menurut saya, pembelajaran matematika pada anak SD mampu membawa nilai-nilai moral. Karena hakikatnya pada pembelajaran anak SD tidak hanya mempelajari materi tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral.

    ReplyDelete
  89. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada problematika nomor 7 tentang Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD. Menurut definisi pembelajaran pada hakikatnya adalah upaya untuk membelajaran siswa. Dalam upaya membelajaran murid/siswa dapat dirancang tidak hanya berinteraksi dengan guru sebagai satu-satunya sumber belajar, melainkan berinteraksi dengan semua sumber belajar yang mungkin untuk mencapai hasil pembelajaran. (Madjid, 2008: 11-12).

    ReplyDelete
  90. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, problematika nomor 12 tentang Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni adalah sebagai berikut. Seorang lulusan Pendidikan Matematika memang dipersiapkan untuk menjadi tenaga pengajar (guru) ditingkat sekolah menengah (baik itu SMP maupun SMA), sementara seorang lulusan Matematika dipersiapkan untuk menjadi seorang matematikawan (mathematician) atau ilmuwan bidang Matematika. Tentu saja, kedua-duanya juga bisa meraih pekerjaan sebagai dosen di jurusannya masing-masing.

    ReplyDelete
  91. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Melanjutkan jawaban nomor 12, Dalam hal ini, tentu lulusan Pendidikan Matematika jauh lebih memahami perihal bagaimana mengajarkan Matematika kepada siswa-siswi sekolah menengah dan seorang matematikawan (lulusan Matematika murni) dituntut untuk melakukan pengembangan keilmuan sesuai bidang minatnya di jurusan Matematika.

    ReplyDelete
  92. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Maka kesimpulan yang dapat saya ambil untuk menjawab pertanyaan nomor 12 adalah lulusan matematika murni dan pendidikan matematika itu berbeda. Karena dari tujuan awalnya pun berbeda, bahwa matematika murni lebih diarahkan ke seorang matematikawan, sedangkan pendidikan matematika diarahkan menjadi seorang guru.

    ReplyDelete
  93. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomor 7, hakekat matematika yang dipelajari di SD yaitu memiliki kemampuan berpikir secara kritis, dengan pendekatan matematika realistik, dapat meningkatkan berpikir kritis siswa karena pembelajaran menggunakan benda konkrit yang ada di sekitar siswa sehingga siswa dapat kritis, apabila menemukan suatu material disekitarnya dia dapat menghubungkannya dengan konteks matematika.

    ReplyDelete
  94. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Perbandingan antara pembelajaran matematika di Luar Negeri dan Indonesia yaitu terletak kepada media yang digunakan, di luar negeri menggunakan media yang menarik, unik, penuh warna dan membuat murid menyukai dan tertarik untuk mempelajarinya. Sedangkan kebanyakan di Indonesia mengenalkan matematika secara formal padahal SD masih tahap suka bermain, dengan diberikan pembelajaran yang formal membuat siswa tidak berkembang dan menganggap matematika sulit.

    ReplyDelete
  95. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tugas guru matematika yang tersulit adalah bagaimana cara mengubah persepsi siswa terhadap pelajaran matematika yang dianggap sulit itu menjadi pelajaran yang menyenangkan. Guru harus mampu menghilangkan stigma negatif yang melekat pada pelajaran matematika agar siswa tidak lagi menganggap matematika sebagai sesuatu yang menakutkan. Tapi sebelumnya, guru harus memahami dan mengetahui kesulitan-kesulitan serta hambatan-hambatan yang dialami siswanya selama proses pembelajaran terlebih dahulu. Dan menurut saya, identifikasi problematika pembelajaran matematika di SD tersebut dapat membantu para guru untuk lebih mengenal permasalahan-permasalahan kaitannya dengan pembelajaran matematika di SD agar tidak ada lagi anggapan bahwa matematika itu sulit dan agar ke depannya pembelajaran matematika di SD dapat berjalan dengan lancar

    ReplyDelete
  96. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran matematika di SD mampu membawa nilai-nilai moral. Karena pembelajaran matemika SD mengajarkan untuk selalu berpikir kritis, berpikir kreatif, berpikir logis, dan percaya diri. Pembelajaran Matematika SD mengajarkan agar siswa selalu sabar dan teliti untuk menemukan solusi, agar siswa mandiri tidak selalu mencotek hasil pekerjaan orang lain, agar siswa tidak tergesa-gesa dalam menetapkan pilihan, dan selalu percaya diri terhadap kemampuannya.

    ReplyDelete
  97. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Adanya cara-cara cepat dalam bermatematika membuat menjadi tidak mandiri baik guru maupun siswa. Cara cepat yang diberikan guru membuat cara berpikir siswa menjadi sempit, Karena siswa terbiasa diberikan dengan hal yang praktis. Siswa tidak didorong untuk berpikir kreatif dan kritis, sehingga membuat kemampuan berpikir kreatif, kemampuan berpikir kritis, dan kepercayaan diri siswa menjadi rendah.

    ReplyDelete
  98. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matemmatika di SD adalah dengan cara memberikan permasalahan melalui media benda-benda konkrit kemudian siswa mengamati dan mengidentifikasi informasi apa saja yang ditemukan. Kemudian siswa diminta mengajukan hipotesis. Siswa diberikan kebebasan dalam mencari solusi dari permasalahan yang diberikan. Tugas guru hanyalah fasilitator. Kegiatan pembelajaran matematika dibuat semenarik mungkin agar siswa tertarik belajar matematika.

    ReplyDelete
  99. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Yang terpenting dalam pembelajaran matematika khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika adalah guru harus memberikan kesempatan siswa mecari solusi dari permasalahan yang diberikan. Sehingga siswa terlatih dalam kemampuanya berikir kritis, kreatif, dan logis. Guru juga dapat memberika inovasi pembelajaran yang berkaitan dengan pembelajaran dalam mengembangkan kemampuan matematika siswa.

    ReplyDelete
  100. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu cara menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit adalah memberikan pembelajaran matematika yang berupa kegiatan-kegiatan bermatematika yang menarik dan menyenangkan. Pembelajaran matematika di SD lebih cenderung menggunakan perangkat media pembelajaran atau alat peraga pembelajaran atau benda-benda konkrit sehingga siswa belajar matematika seperti sedang bermain matematika. Dengan pembelajaran matematika seperti itu membuat siswa lebih berminat belajar matematika dan menganggap matematika tidaklah sulit. Kemudian guru harus dapat membuat inovasi pembelajaran agar pembelajaran matematika tidak membosankan.

    ReplyDelete
  101. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika sekolah menghubungkan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga matematika sekolah memikirkan tujuan praktisnya. Sedangkan matematika murni lebih tinggi dari matematika sekolah. Matematika murni merupakan matematika yang abstrak sehingga tidak memikirkan tujuan praktisnya.

    ReplyDelete
  102. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran matematika SD di Luar Negeri lebih mengajarkan konsep bagaimana menghitung. Anak SD dibebaskan untuk berpikir kreatif untuk mencari solusinya. Pembelajaran SD lebih menekankan kegiatan-kegiatan bermatematika yang menyenangkan. Sedangkan pembelajaran matematika di Indonesia masih menekankan mengenai operasi hitung. Tidak mempelajari konsep berhitung. Pembelajaran matematikanya lebih ke mengerjakan soal-soal latihan, belum berisi serangkaian kegiata-kegiatan bermatematika yang menyenangkan. Sehingga membuat matematika terlihat sangat sulit bagi siswa.

    ReplyDelete
  103. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ya, benar. Dalam pembelajaran matematika SD, matematika juga merupakan seni. Misalkan dalam materi geometri, guru dapat meminta tolong ke siswanya untuk menggambar berbagai macam bentuk segitiga dan mewarnainya.

    ReplyDelete
  104. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Prestasi belajar matematika di SD dipengaruhi oleh pembelajaran yang dilaksanakan. Ketika pembelajaran didasarkan pada definisi yang tidak sesuai dengan proses tumbuh kembang siswa pada usia dini akan memicu prestasi yang kurang. Siswa akan cenderung lebih berorientasi pada menghafal rumus serta mengerjakan soal dengan tepat. Tetapi jika pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan proses tumbuh kembang siswa, maka siswa akan lebih mudah untuk menangkap ilmu yang dipelajari serta akan lebih terasa bagaimana ilmu itu berguna bagi siswa untuk dipelajari. Sehingga siswa akan bersemangat untuk belajar matematika dan prestasi akan lebih baik.

    ReplyDelete
  105. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran akan terasa bermakna bagi siswa jika siswa dapat mengonstruk pengetahuannya serta dapat mengimlementasikan pengetahuan yang diperolehnya. Metode yang sesuai adalah ketika siswa bisa mengeksplore kemampuan yang ia miliki sebelumnya untuk menemukan solusi dari suatu permasalah. Ketika siswa sudah mampu menemukan solusi dengan caranya sendiri, kemudian guru bisa memfasilitasi atau membimbing siswa untuk menggunakan suatu metode baru. Oleh karena itu siswa bisa membandingkan dua cara yang telah ia miliki. siswa dapat mengimplementasikan cara mana yang sesuai untuk suatu kondisi terstentu.

    ReplyDelete
  106. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 5. Implementasi metode penemuan terbimbing pada pembelajaran SD dapat dilakukan dengan melibatkan siswa secara langsung dan aktif ke dalam kegiatan pembelajara sehingga siswa akan memperoleh berbagai pengalaman. Karena sejatinya matematika untuk anak usia sekolah dasar merupakan

    ReplyDelete
  107. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjawab pertanyaan nomor 7. Mengenai hakekat matematika yang dipelajari di SD. Pada hakekatnya matematika untuk anak usia SD yaitu matematika dipandang sebagai aktivitas bukan ilmu.

    ReplyDelete
  108. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 9. Salah satu cara untuk menghilangkan persepsi bahwa matematika itu sulit yaitu dengan menyajikan kegiatan yang menyenangkan. Matematika dihadirkan dari lingkungan terdekat anak. Sehingga anak akan berpikir ternyata matematika itu ada disekitar kita dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  109. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hakekat matematik yang dipelajari di SD adalah kegiatan. Sehingga pembelajaran matematika yang baik untuk siswa SD berupa kegiatan – kegiatan. Melalui proses kegiatan tersebut siswa dapat mengembangkan kemampuan kognitif serta afektifnya. Kemampuan kognitif akan berkembang ketika siswa dapat mengonstruk pengetahuandari kegiatan yang ia lakukan. Bersamaan dengan proses kegiatan yang berlangsung dapat mengemabngkan kemampuan afektif siswa, bisa kemampuan kerjasama, kemampuan berkomunikasi dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  110. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu yang harus diperhatikan guru ketika memberikan pembelajaran adalah karakteristik dan latar belakang siswa yang beraneka macam. Salah satu yang bisa digunakan untuk membantu mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat siswa menjadi beberapa kelompok yang heterogen. Dengan kelompok tersebut diharapkan siswa yang memiliki kemampuan rendah dapat meniru contoh dari siswa yang memiliki kemmapuan lebih tinggi.

    ReplyDelete
  111. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hasil dari belajar matematika tidak hanya berupa nilai ujian saja, tetapi masih banyak lagi. Contohnya adalah kemampuan kreativitas siswa. Dari proses pembelajaran matematika siswa akan memiliki banyak cara untuk menyeleaikan suatu permalahn. Berdasrakn kegiatan – kegiatan yang pernah dilakukan, siswa bisa memilih mana cara yang sesuai untuk menyelesaikan masalah dalam kondisi tertentu. Selain itu siswa juga bisa berpikir lebih kritis terhadap suatu permasalahan.

    ReplyDelete
  112. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, problematika pembelajaran yang terjadi di SD adalah masih banyaknya guru yang mengajarkan kepada SD hanya sebatas memberikan pengetahuan saja. Padahal pada usia SD itu juga tidak hanya mengajar tetapi juga mendidik, mendidik salah satunya adalah tentang pendidikan karakter,

    ReplyDelete
  113. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada saat SD, siswa hendaknya belajar melalui kegiatan. Mereka masih belum bisa jika belajar langsung tanpa melalui kegiatan. Ini dikarenakan, siswa di umur tersebut masih pada masa bermain. Problematika yang kadang muncul, dan menjadi acuan masyarakat adalah anak kelas satu SD harus sudah dapat membaca dan menulis. Akibatnya, di TK mereka “dipaksa” untuk sudah dapat membaca dan menulis. Padahal, dengan begitu dapat berakibat pada psikologis anak.

    ReplyDelete
  114. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seperti yang telah uraikan pada artikel ini, banyak masalah dari pembelajaran matematika SD. Permasalahan-permasalahan tersebut menjadi renungan serta PR untuk calon guru SD yang kelak akan membimbing para siswa SD. Salah satu cara untuk mempersiapkan diri menjadi seorang guru yang profesional adalah mengidentifikasi masalah-masalah yang berkaitan dengan pembelajaran suatu mata pelajaran. Seorang guru harus selalu belajar untuk menjadi guru yang menyenangkan bagi siswa, sehingga apabila mereka senang dan nyaman maka pelajaran matematika akan mudah mereka terima dan pahami.

    ReplyDelete
  115. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Identifikasi persoalan pembelajaran matematika di sekolah dasar pada umumnya meliputi prestasi belajar matematika, pembelajaran matematika yang mampu membangun karakter siswa, mengajarkan konsep matematika dengan metode penemuan pada siswa sekolah dasar, persepsi siswa sekolah dasar terhadap matematika, membangun kreativitas siswa dalam belajar matematika, perbandingan pembelajaran matematika sekolah dasar di Indonesia dan di luar negeri.

    ReplyDelete
  116. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Hakekat matematika yang dipelajari di SD adalah untuk mengenalkan siswa SD kepada matematika sekaligus membuatnya tertarik dan memiliki persepsi bahwa matematika itu menarik, matematika itu mudah, matematika itu menyenangkan, matematika adalah mata pelajaran favorit, dan sebagainya. Untuk itu guru SD memiliki tugas yang berat dalam mengenalkan matematika pada siswa.

    ReplyDelete
  117. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Jika dari awal siswa sudah menganggap matematika sebagai "musuh", maka ke jenjang yang lebih tinggi SMP, SMA, tentu matematika akan selalu menjadi musuh bagi diri siswa tersebut, kecuali seiring berjalannya waktu, dalam diri siswa tersebut kemudian terbesit kesadaran akan kebutuhannya terhadap matematika sehingga menjadikannya menyukai matematika. Hal itu mungkin terjadi. Sehingga pembelajaran matematika di SD menjadi krusial karena menentukan pembelajaran matematika di jenjang selanjutnya.

    ReplyDelete
  118. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pembelajaran matematika di SD haruslah menjadi pembelajaran yang menyenangkan bagi siswanya. Sehingga matematika tidak lagi dipandang sebagai momok yang menakutkan dan dihindari para siswanya. Pembelajaran Matematika di SD harus lebih menekankan kepada kegiatan dan partisipasi aktif siswa, buatlah situasai pembelajaran dimana siswa SD menjadi nyaman dalam belajarn matematika, lebih baik lagi apabila siswa SD tersebut tidak sadar kalau mereka sedang belajar matematika. Kegiatan-kegiatan menyenangkan yang dapat dilakukan bisa dalam bentuk permainan atau kegiatan lain yang dapat menstimulasi anak untuk menguasai pengetahuan matematika.

    ReplyDelete