Feb 12, 2013

Problematika Pembelajaran Matematika di SD

Identifikasi Problematika Pembelajaran Matematika di SD


1. Bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD?
2. Bagaimana pandangan kita tentang prestasi belajar matematika di SD?
3. Apakah pembelajaran matematika mampu membawa nilai-nilai moral?
4. Bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika?
5. Bagaimana mengimplementasikan metode penemuan secara baik pada pembelajaran matematika di SD?
6. Bagaimana guru mampu memfasilitasi agar siswa mampu belajar matematika dengan baik khususnya dalam mengembangkan kemampuan matematika (mathematical thinking)?
7. Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD>
8. Bagaimana menfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD?
9. Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
10. Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di SD misalnya tentang Pembagian Pecahan?
11. Kreativitas apa saja yang diharapkan dari siswa SD dalam belajar matematika?
12. Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?
13. Apakah yang disebut berpikir logis dan bagaimana membelajarkannya di SD>
14. Bagaimana perbandingan antara pembelajaran matematika SD di Luar Negeri dan di Indonesia?
15. Apakah benar bahwa matematika adalah seni dan bagaimana sikap guru dalam pembelajaran matematika di SD?
16. Apakah Taksonomi Bloom relevan dalam pembelajaran matematika di SD? Jika relevan maka jelaskanlah?

Di identifikasi oleh: Sabina Ndiung, Melly Andriani, Atiaturrahmaniah, Moh. Bisri, Kurnia Hidayati, Laelatul Badriah, Wahyudi, Syarifuddin. Pembimbing: Marsigit

44 comments:

  1. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ke sembilan "Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?" . Persepsi ini sangat sulit untuk dipecahkan sebab dari generasi ke generasi siswa selelu memiliki persepsi tersebut. Menurut saya persepsi tersebut muncul atau tidaknya tergantung pada sikap guru. Guru sangat berpengaruh didalam proses pembelajaran dan sangat berpengaruh terhadap minat dan motivasi belajar siswa. Padahal minat dan motivasi siswa dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa. Cara yang paling tepat adalah guru harus mempersiapkan sedemikian rupa sehingga pembelajaran menjadi menarik dan hal yang menurut siswa sulit dapat terpecahkan. Yang paling penting adalah rancangan pembelajaran yang dibuat dapat membentuk konsep matematika dan konsep dasar matematika dapat tertanam dibenak siswa. Sebab didalam matematika setiap konsep seling berhubungan dan berkesinambungan sehingga jika konsep dasar sudah tertanam untuk mencapai konsep-konsep selanjutnya akan lebih mudah. Selain itu, guru juga harus menfasilitasi yang menunjuang pembelajaran siswa dan harus menyadarkan siswa bahwa belajar matematika itu sangat penting serta menunjukkan bahwa dikehidupan kita sehari-hari pasti akan di hadapkan pada persoalan matematika.

    ReplyDelete
  2. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Problematika dalam pembelajaran memang tidak ada habisnya. Problem untuk mereka belum tentu problem untuk kami, problem untuk kami, belum tentu problem untuk mereka , oleh karean itu perlu diskusi untuk mencari solusi yang terbaik. Dari 16 problem yang di tulisankan dalam artikel diatas, kami mencoba menanggapi problem nomor 9 yakni bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika sulit?. Hingga saat ini perseosi tentang matematika ajek dengan predikat “sulit”. Persepsi ini tidak boleh dibiarkan turun menurut sehingga menjadi mitos, Oleh karena itu untuk menghilangkan persepsi ini perlu bantuan dari guru untuk menerapkan pembelajaran matematika yang kontekstual yakni dalam proses pembelajaran siswa diajak untuk mengeksplore dan mengkomunikasikan materi pembelajaran matematika dengan pengetahuan yang telah dimiliki serta tujuan dari materi pelajaran matematika. Contohnya materi nilai uang kelas 2 SD pada kurikulum k13. Siswa akan lebih tertarik untuk belajar materi ini jika mereka diajak secara langsung untuk praktik seperti kegiatan jual beli sederhana di took ataupun pasar. Serta kekreatifan guru dalam menciptakan dan menggunakan alat peraga juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mempermudah menyampaian materi. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  3. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Problematika pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar sangatlah banyak dan kompleks. Pada artikel diatas diuraikan bebagai macam problematikan pembelajaran matematika pada tingkat sekolah dasar, akan saya coba menjawabnya secara subjektif menurut saya hasil dari sedikit pengalaman saya. Pembelajaran matematika khususnya pada sekolah dasar mempengaruhi hampir keseluruhan hidup siswanya kelak, khususnya cara berpikir, pola, logika, kreatifitas, dan sudut pandang. Saya kira prestasi belajar siswa sekolah dasar relatif hampir sama baik dari sekolah di desa hingga kota, yang membedakannya adalah budaya sosialnya, tetapi hal tersebut akan sangat mempengaruhi pendidikan dimasa depan.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  4. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pembelajaran matematika di SD sering menjadi tolak ukur kedepannya. Karena ini merupakan ilmu dasar siswa yang akan sering digunakan untuk menerima ilmu pengetahuan dengan tingkatan yang lebih tinggi lagi. Problematika pun muncul seiring berkembangnya zaman. Kreativitas pembelajaran yang ditunut dalam pembelajra matematika di SD adalah bagaimana cara siswa itu belajar dengan mudah dan menyenangkan. Karena pada usia SD, siswa masih berfikir nyata dan belum bisa berimajinasi. Maka dari itu, guru dituntut untuk lebih berinovasi mewujudkan media pembelajaran yang akan mempermudah siswa memahami.

    ReplyDelete
  5. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Problematika yang saya cermati disini, saya fokuskan pada problematika nomor 1. Pembelajaran matematika dapat mempengaruhi kepribadian siswa SD. Jika kita sebagai guru SD hanya memberikan pelajaran matematika dengan penyelesaian yang singkat, maka akan mempengaruhi kepribadian siswa SD untuk selalu menyelesaikan sesuatu dengan singkat. Namun, jika dari kecil kita latih untuk tahap demi tahap menyelesaikan masalah yang ada, maka akan membuat kepribadian siswa untuk berlatih membuat sesuatu itu rapih dan tertata sesuai dengan aturan yang ada. Contoh sederhana adalah melatih kesabaran siswa untuk menyelesaikan permasalahan. Jika siswa dalam menyelesaikan permasalahan itu secara instan, maka ketika mendapatkan sesuatu yang kompleks, mereka akan cepat mudah menyerah dan tidak sabar menyelesaikannya. Namun, jika siswa dilatih dengan penyelesaian yang beruntut, maka mereka akan mencoba mencari tahu bagaimana menyelesaikannya dengan sabar. Hal ini akan melatih mereka untuk tidak mudah menyerah juga.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  6. Isoka Amanah Kurnia
    17709351051
    PPs Pend. Matematika C 2017

    Kreativitas yang diharapkan dari siswa dalam mempelajari matematika di tingkat SD dapat tertuang dalam kemampuan siswa memecahkan permasalahan dan memberikan kesempatan bagi siswa untuk menyajikan hasil diskusi atau pikirannya ke dalam bentuk karya seni atau media kreativitas lainnya. Siswa SD lebih senang jika pembelajaran tidak berjalan dengan serius, melainkan dalam setting yang dapat dinikmati oleh siswa. Dengan memberikan permasalhaan yang open ended, siswa akan menuangkan kreativitasnya dalam mencari solusi permasalahan menurut pola pikir dan ide yang berbeda-beda.

    ReplyDelete
  7. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Problematika pembelajaran matematika di Sd adalah anak usia SD lebih membutuhkan permainan sambil belajar daripada sekadar untuk belajar karena tingkat stres yang dibebankan tidak boleh melebihi batas. Dan pembelajaran matematika harusnya lebih menyenangkan dan dikaitkan dengan dunia mereka, jangan dibebankan dengan hafalan-hafalan rumus, tetapi dihubungkan dengan kehidupan permainan anak usia SD.

    ReplyDelete
  8. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ada beberapa perbedaan mendasar antara matematika dengan matematika sekolah mulai dari penyajiannya, pola pikirnya, keterbatasan semestanya hingga pada tingkat keabstrakannya. Materi-materi matematika yang disajikan di sekolah merupakan hasil pilihan materi yang diolah sedemikian rupa dan disesuaikan dengan tahap perkembangan kognitif siswa, serta diformulasikan sebagai salah satu sarana untuk mengembangkan kemampuan berpikir (logis, kritis dan kreatif) bagi para siswa.

    ReplyDelete
  9. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Saya merasakan bahwa matematika sangat sulit dan kurang bermakna bagi kehidupan kecuali operasional dasar penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang sederhana. Pembelajarannya kurang menarik, dan menurut saya pelajaran matematika adalah pelajaran yang sulit. Seharusnya pembelajaran matematika di SD didesain sebagai pembelajaran yang mudah, menarik, berkaitan dengan kehidupan dan bermakna.
    Menurut saya perlu adanya diklat bagi guru-guru SD, karena SD adalah dasar dan melandasi anak untuk belajar di jenjang berikutnya.

    ReplyDelete
  10. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 7 Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD? Menurut saya matematika yang dipelajari di Sekolah Dasar adalah matematika realistik, di mana siswa merasakan langsung matematika yang dapat mereka temukan dalam kehidupan nyata. Hal ini akan memberikan pengalaman tersendiri kepada siswa SD untuk memaknai matematika dan mengubah matematika yang empiris tersebut menjadi simbolisasi angka-angka dan simbol. Saat guru langsung memberikan simbol dan angka secara langsung tanpa memperlihatkan hal empiris terlebih dahulu, tentu saja hal tersebut akan membuat siswa langsung menganggap matematika susah, namun ketika diberikan contoh secara langsung maka siswa akan mengetahui dan memaknainya.

    ReplyDelete
  11. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Problematika pembelajaran di SD sangatlah beragam. Salah satu yang saya soroti adalah masalah nomor 3 yaitu bagaimana pembelajaran matematika membawa nilai moral. Nilai moral yang sangat banyak terkandung dalam matematika, adalah kejujuran. Penerapan konsep penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian seperti dalam soal cerita tentang memberi kelereng, menerima kue, membeli buku, dan sebagainya akan mengajarkan konsep kejujuran. Selain itu, konsep jual beli, untung rugi, diskon, gaji/upah, pajak, juga melibatkan matematika. Tidak dipungkiri matematika juga turut andil dalam mencegah budaya korupsi sejak dini.

    ReplyDelete
  12. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Apa sebetulnya hakekat matematika yang dipelajari di SD?
    Pembelajaran matematika di sekolah dasar adalah matematika sekolah bukan matematika abstrak. Oleh karena itu, diharapkan pembelajaran bersifat dekat dengan kenyataan di sekitar sehingga mereka mudah memahaminya. Keaktifan siswa diperlukan dalam pembelajaran ini, agar mereka menyukai pelajaran matematika. Selain itu, mereka juga akan bisa menemukan matematika dengan cara mereka sendiri, sehingga siswa bisa mengingatnya dalam jangka panjang.

    ReplyDelete
  13. Sebagai pendidik, bagaimana kita secara arif dan bijaksana menyikapi adanya sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat atau trik dalam matematika? Kita harus luruskan kembali pemahaman mereka mengenai matematika, matematika bukanlah ilmu perdukunan. Akan tetapi, matematika melewati proses yang seharusnya dipahami sehingga dapat mengaplikasikannya untuk menyelesaikan masalah-masalah matematika.

    ReplyDelete
  14. Bagaimana menfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD?
    Siswa pasti memiliki latar belakang pengetahuan yang berbeda-beda, hal ini dapat diketahui saat kita melakukan apersepsi. Nah, cara agar semua anak dapat mengikuti pembelajaran dengan baik adalah dengan menggunakan metode belajar berkelompok, misalnya saja TGT,STAD

    Bagaimana menerapkan pembelajaran PMRI di SD misalnya tentang Pembagian Pecahan?
    Pembelajaran di SD harus menggunakakan benda konkrit dan sesuai dengan masalah sehari-hari. Untuk pembelajaran materi pembagian pecahan bisa menggunakan pizza, roti ataupun coklat batang.

    ReplyDelete
  15. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A

    Pembelajaran matematika di SD hakikatnya adalah kegiatan-kegiatan. Hal ini sejalan dengan pendapat yang dikemukakan Ebutt dan Straker yang menyatakan bahwa matematika sekolah merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan, kegiatan problem solving, kegiatan mengkomunikasikan. Setiap kegiatan yang dilakukan siswa itulah dasar atau sumber utama pembentukan konsep matematika. Bahwa siswa SD akan lebih mudah memahami konsep matematika melalui pengalaman yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan pembelajaran yang berlangsung.

    ReplyDelete
  16. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A

    2. Pada kenyataannya hakikat matematika sekolah belum sepenuhnya dipahami untuk dilaksanakan. Bisa jadi beberapa guru sudah paham mengenai hakikat matematika sekolah, tetapi mereka terkendala dalam hal persiapan untuk melakukan aktivitas pembelajaran yang inovatif. Mengingat kegiatan inovatif ini memerlukan alat dan bahan juga tenaga dan pikiran yang tidak sedikit. Hal ini tentu menjadi tantangan tersendiri tidak hanya bagi para guru matematika SD tetapi juga praktisi pendidikan secara umum. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik antara pemerintah, guru, kepala sekolah, orang tua, dan pemerhati pendidikan anak untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya coba menanggapi problematika nomor 9. Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
    Sudah menjadi rahasia umum bahwasanya mateamtika itu “sulit” terkadang stigma di masyarakat tersebut menjadikan anak berpikiran negatif dengan matematika. Untuk itu, cara untuk menghilangkan persepsi tersebut adalah buatlah pembelajaran matematika menjadi menyenangkan dan lebih bermakna. Hal tersebut dapat diawali dengan membuat apersepsi yang dapat menarik perhatian siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  18. Junianto
    PM C

    Siswa akan berpikir bahwa matematika adalah dunia mereka. Sehingga, diharapkan siswa akan menyenangi matematika karena mereka sendiri mengalaminya. Kemudian guru juga harus bisa mengarahkan siswa tentang dunia mereka kaitannya dengan matematika. Jangan sampai keasyikan anak-anak dengan dunianya membuat mereka terlalu fokus sehingga melupakan materi matematika yang dipelajari. Disnilah pembelajaran bermakna terjadi. Harapnnya denga pembelajaran yang bermakna, pengetahuan yang dibangun sendiri oleh siswa akan melakat lebih lama dalam diri siswa.

    ReplyDelete
  19. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Para siswa memerlukan bimbingan guna mengembangkan kemampuan memahami pengetahuan baru. Bimbingan dapat dilakukan melalui instruksi lisan atau tulisan untuk memperlancar belajar suatu konsep atau hubungan-hubungan matematika agar pembelajaran penemuan terbimbing melibatkan aktivitas guru dan siswa secara maksimal. Siswa aktif melakukan penemuan dan guru aktif memberi bimbingan secara bertahap dan menciptakan lingkungan yang memungkinkan siswa melakukan proses penemuan. Pembelajaran penemuan mencakup penciptaan suasana lingkungan atau cara yang memungkinkan siswa melakukan penyelidikan dan menemukan sesuatu yang baru bagi mereka.

    ReplyDelete
  20. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pertanyaan pertama yang saya soroti adalah no 4 tentang sebagian guru atau siswa yang menghendaki cara-cara cepat cepat atau trik dalam matematika. Menurut saya, ini tidaklah tepat diberikan kepada anak SD. Pembelajaran matematika di SD merupakan pembangunan pondamen atas matematika itu sendiri. Jika cara-cara cepat diberikan pada siswa SD maka akan terjadi keruntuhan pondamen saat pondamen itu sendiri belum berhasil dibangun. Terkadang guru memberikan cara-cara cepat kepada siswa dengan maksud agar matematika dipandang mudah sehingga siswa memiliki minat dan ketertarikan akan matematika, namun menurut saya ini bukanlah langkah bijak dalam menumbuh kembangkan minat siswa.

    ReplyDelete
  21. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba menangapi pertanyaan no.9 bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit. Menurut saya, pondamen matematika baik itu pemahaman maupun persepsi terhadap matematika dibangun dari sekolah dasar. Maka pertanyaan yang tepat bukan tentang bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit namun harus diganti menjadi ‘bagaimana membangun persepsi bahwa matematika itu mudah’. Menurut saya, tiadalah cara terbaik selain mengenalkan siswa dengan matematika itu sendiri. Siswa harus menyadari bahwa dalam kehidupan, mereka tidak akan pernah lepas dari matematika. maka pembelajaran matematika yang diberikan harus didukung dengan contoh real dalam kehidupan sehingga tumbuhnya student engagement terhadap matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  22. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan bagaimana menghilangkan persepsi pada siswa yang beranggapan bahwa matematika itu sulit. Pembelajaran matematika dianggap sulit oleh siswa SD karena pembelajaran matematika di sekolah yang kurang bermakna bagi siswa. Siswa belum terlibat aktif dalam rangkaian pembelajaran dalam menemukan konsep-konsep matematika. Padahal kemampuan matematika dasar yang diajarkan dalam tingkat SD menjadi dasar siswa untuk menguasai materi-materi berikutnya di jenjang yang lebih tinggi. Penggunaan media yang interaktif, penerapan model pembelajaran yang efektif, dan ketersediaan sumber-sumber belajar yang variatif adalah upaya untuk menghilangkan persepsi kurang baik siswa terhadap matematika.

    ReplyDelete
  23. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Pembelajaran matematika bagi siswa sekolah dasar ialah pembelajaran berbasis aktivitas. Maka untuk membawa nilai-nilai moral dalam pembelajaran matematika di sekolah dasar, guru dapat menyisipkannya dalam aktivitas-aktivitas siwa. Misalnya ketika belajar tentang pengurangan guru dapat meminta siswa membawa permen sejumlah sekian kemudian siswa memberikan permen yang dimilikinya kepada temannya. Maka secara tidak langsung siswa akan belajar tentang saling berbagi dan memberi.

    ReplyDelete
  24. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Untuk menghilangkan persepsi pada siswa bahwa Matematika sulit, harus dimulai dari diri guru. Salah satu caranya yaitu guru harus mengubah paradigma pembelajaran tradisional ke paradigma pembelajaran inovatif. Pada paradigma tradisional pembelajaran Matematika di sekolah cenderung ditekankan pada penyampaian pengetahuan dan materi yang banyak, serta terdapat tuntutan waktu untuk menyelesaikan materi pembelajaran tersebut dengan cepat. Guru tidak mempedulikan apakah siswa tersebut benar-benar mendalami atau paham terhadap materi yang dipelajari.

    ReplyDelete

  25. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Salah satu indikator belajar yaitu munculnya pertanyaan lalu dilakukan kajian-kajian untuk menyelesaikan permasalahan. Adanya pertanyaan-pertanyaan tentang problematika yang dialami oleh pendidik pada jenjang SD ini akan memberikan kesempatan bagi peneliti untuk mengkaji lebih dalam dalam upaya menemukan solusi. Harapannya dengan adanya upaya ini, pendidikan dari mulai tingkatan paling dasar dapat memiliki kualitas yang lebih baik.

    ReplyDelete
  26. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pembelajaran matematika di SD menurut saya merupakan pembahasan yang menarik. Kebanyakan jika siswa SD ditanya mata pelajaran apa yang paling meresa senangi, maka akan dijawab matematika. namun jika siswa SMP atau SMA ditanya mata pelajaran yang disenangi rata-rata tidak menjawab matematika dan menggangap matematika sebagai pelajaran yang tidak disukai. Saya binggung dengan fenomena tersbut.
    Siswa SD masih menyukai bermain dan belum bisa berpikir secara abstrak, menurut saya untuk membantu siswa SD belajar matematika guru perlu memanfaatkan pangalaman sehari-hari siswa. Guru perlu memanfaatkan media permainan yang biasa dilakukan siswa dengan mengkombinasikannya dengan pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  27. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Banyak sekali problem pembelajran matematika yang terjadi di SD. Problem tersebut harus dipecahkan oleh kita semua, karena pembelajran matematika merupakan pembelajaran yang penting untuk siswa. Dengan adanya pengidentifikasian masalah tersebut, kita mnjadi aware akan masalah yang terjadi. Maka dari itu kita perlu menjadi bagian dari solusi pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  28. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu identifikasi problematika pembelajaran matematika di SD ada pada point ke 9 terkait pertanyaan bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika itu sulit? Menurut saya saya persepsi matematika adalah sulit itu dikarenakan gurunya juga, anak mengatakan demikian karena dia tertekan, guru yang mengajar mungkin dirasa galak atau sadis atau menakutkan, sehingga dengan seperti itu anak akan takut dengan gurunya sehingga dia malas dengan matematika dan menyatakan matematika itu sulit. Agar persepsi sulit itu dapat dihilangkan, mulailah mengajar tanpa muka seram, buatlah siswa senyaman mungkin, sebahagia mungkin dengan belajar matematika, dengan demikian siswa akan menyukai gurunya dan bersemangat dengan matematika.

    ReplyDelete
  29. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Problematika pembelajaran di SD memang sangat beragam, dan apa yang bapak paparkan di atas mungkin menjadi gambaran umum dari identifikasi-identifikasi permasalahannya. Dari 16 identifikasi di atas, saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 11 terkait “Kreativitas apa saja yang diharapkan dari siswa SD dalam belajar matematika?”. Kreativitas yang diharapkan melalui pembelajaran matematika adalah kemampuan siswa dalam pemecahan masalah menjadi berkembang, mereka dapat memikirkan berbagai alternatif jawaban untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Dengan belajar matematika juga diharapkan siswa dapat berpikir “out of the box” dan dapat mengimplementasikannya bukan hanya dalam pembelajaran saja, melainkan dalam kehidupan sehari-hari juga.

    ReplyDelete
  30. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Untuk pertanyaan no 12 terkait “Apakah perbedaan mendasar antara matematika sekolah dan matematika murni?”, perbedaan mendasarnya ada pada materi matematikanya dan penyampaian materi. Matematika murni merupakan matematika formal yaitu matematika yang berisi definisi, teorema atau aksioma-aksioma harus dibuktikan kebenarannya. Sedangkan matematika sekolah adalah matematika informal yaitu matematika yang mengarah pada kejelasan materi atau matematika yang semudah mungkin dapat diterima oleh peserta didik. Penyampaian materi pada matematika sekolah dan matematika murni juga berbeda. Pada matematika sekolah, penyampaian materi tidak seabstrak dan tidak menggunakan bahasa matematis seperti di matematika murni. Terutama bagi anak-anak, matematikanya yang mengarah pada kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  31. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Untuk pertanyaan no 14 yaitu “Bagaimana perbandingan antara pembelajaran matematika SD di Luar Negeri dan di Indonesia?”, saya rasa pembelajaran matematika sd di Indonesia lebih menekankan pada keterampilan berhitung sedangkan di negara-negara seperti amerika, jerman atau finlandia lebih menekankan pada penalaran dan logika. Bahkan di Finlandia, anak-anak pada awal-awal tingkat sekolah lebih banyak dibebaskan daripada hanya duduk diam di kelas. Mereka lebih mementingkan kualitas pembelajaran daripada lamanya waktu pembelajaran. Berbeda dengan di Indonesia yang bahkan sempat marak akan diberlakukan full day school bagi siswa sekolah dasar. Di Finlandia pada tingkat awal, siswa benar-benar dibentuk mentalnya dengan pendidikan karakter bahkan ujian seperti UN di Indonesia tidak ada selama 9 tahun pembelajaran di sana.

    ReplyDelete
  32. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan “Bagaimana menfasilitasi adanya berbagai macam latar belakang dan kemampuan siswa dalam belajar matematika di SD?”. Dalam pembelajaran inovatif, guru hanya bertindak sebagai fasilitator, fasilitator yang menyediakan intrumen pembalajaran yang mampu memfasilitasi semua siswanya belajar tanpa terkecuali. Siswa sebagai kodratnya manusia pasti memiliki latar belakang dan kemampuan berpikir yang berbeda-beda, maka tugas gurulah untuk membuat pbm yang mampu semua siswa itu belajar namun sesuai dengan potensinya masing-masing. Seperti yang telah diungkapkan pada postingan-postingan sebelumnya, cara untuk mengatasinya adalah guru perlu menyediakan variasi, dan salah satu variasi yang dapat guru lakukan adalah membuat variasi LKS, guru membuat LKS sesuai dengan kemampuan siswanya sehingga siswa yang memiliki kemampuan tinggi dapat belajar sendiri tanpa harus menunggu siswa yang memiliki kemampuan rendah.
    Wassalamualaikum, wr.wb

    ReplyDelete
  33. Assalamualaikum, wr.wb.
    Perbedaan antara matematika sekolah dan matematika murni sudahlah cukup jelas yaitu matematika sekolah adalah matematika yang berdasarkan pada pengalaman/aktivitas siswa membangun pengetahuan dan belajar dari masalah nyata yang sesuai dengan dunia anak-anak. Sedangkan matematika murni adalah matematika yang berdasarkan definisi, teorema dan rumus, dan masalanya adalah masalah yang sudah abstrak. Oleh karena itu paradigma matematika murni tidak boleh dibawa oleh guru ke dalam matematika sekolah.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  34. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 7 terkait tentang hakikat matematika yang dipelajari di SD. Pada hakikatnya, matematika yang dpelajari di SD adalah suatu aktivitas atau kegiatan. Matematika bukanlah mata pelajaran yang mudah bagi siswa. karena ia bersifat abstrak dan sessuatu yang abstrak bagi anak SD bukanlah hal mudah untuk bisa dipahami oleh siswa, seperti rumus-rumus yang ada dalam matematika. Oleh karena itu diperlukan suatu aktivitas yang sesuai dengan dunia mereka, yaitu dunia anak-anak untuk mmbangun pengetahuan dan menanamkan konsep bagi siswa.

    ReplyDelete
  35. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Selanjutnya, menanggapi pertanyaan nomor 12 terkait tentang perbedaan matematika sekolah dengan matematika murni. Perbedaan mendasar yang menjadi pembedanya adalah pola pikirnya. Pola pikir matematika murni adalah deduktif. Berpikir dari sesuatu yang umum ke yang khusus. Walaupun menemukan suatu teorema secara induktif, maka tetap harus kemudian dibuktikan kebenarannya secara deduktif sesuai dengan sistematikanya. Berbeda halnya dengan matematika sekolah, matematika bagi anak seharusnya menyesuaikan dengan perkembangan kognitifnya. Artinya materi matematika dipilih dan disesuaikan dengan kemampuan berpikir anak.

    ReplyDelete
  36. Pembelajaran matematika di SD sudah seharusnya mengangkat sesuatu hal yang kongkrit dalam kehidupan sehari-hari mereka, sehingga pengetahuan informal mereka itu akan lebih mudah membuat mereka mengerti bahwa dalam kehidupan mereka itulah matematika diangkat, menjadi sesuatu yang lebih abstrak dalam matematika.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  37. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Dari sekian banyak Problem Belajar Matematika di Sekolah Dasar diatas, ada beberapa yang menarik perhatian saya. yaitu masalah kedua dan kesembilan, "bagaimana pandangan kita tentang prestasi matematika di sekolah dasar?" dan "bagaimana menyingkirkan persepsi bahwa matematika itu sulit?"
    Masalah pertama (Opini saya terkait problem kedua)
    Menurut saya, prestasi matematika di sekolah dasar di Indonesia masih dalam 'tingkat rendah'. Ok, memang ada beberapa siswa Indonesia yang sukses di olimpiade Matematika, bahkan di tingkat Internasional. Tapi, apakah siswa di indonesia hanya mereka? hanya mereka? Tidak. Kita tidak bisa menutup mata dan telinga kita karena nyatanya banyak anak di Indonesia masih mengalami kesulitan dalam matematika, dan bahkan sudah menjadi rahasia umum bahwa banyak anak yang tidak ingin belajar matematika.
    definisi prestasi belajar (prestasi belajar) adalah hasil usaha pembelajaran yang menunjukkan ukuran kemampuan berprestasi dalam bentuk nilai. Namun, jika nilai yang didapat dari hasil kecurangan, apakah masih bisa disebut prestasi belajar? saya tidak berpikir begitu. Saya lebih suka mengatakan bahwa prestasi belajar adalah keberhasilan proses belajar daripada nilai yang kita dapatkan dari proses belajar. Sebab bila kita memiliki yang baik / sukses dalam proses belajar, kita bisa mendapatkan hasil yang baik / nilai bagus juga. Tapi bila kita memiliki / mendapat nilai bagus, itu tidak harus menyebabkan kita memiliki proses belajar yang baik, itu juga bisa menyebabkan kecurangan (saya tidak bermaksud untuk berprasangka, tapi itu fakta yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari). Oleh karena itu, saya mengatakan bahwa prestasi belajar matematika di Indonesia masih dalam 'tingkat rendah'.

    ReplyDelete
  38. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017


    Masalah kedua (Opini saya terkait Problem ke 9)
    Berbeda dengan anak-anak sekolah dasar di negara lain, anak-anak sekolah dasar di Indonesia cenderung takut dan membenci matematika. Lantas, bagaimana cara menyingkirkan persepsi bahwa matematika itu sulit? Daripada meminta anak-anak untuk menghafal bahwa 1/2 lebih besar dari 1/4 dan 1/4 lebih besar dari 1/5, lebih baik jika kita mendemonstrasikannya dengan benda nyata. Seperti kita memotong pai, apel atau makanan lainnya menjadi dua bagian, empat, lima dan seterusnya, setelah itu kita bertanya "mana yang lebih besar? Yang mana yang terbesar?" Melalui pengalaman itu, anak akan lebih mudah memahami materi. Saya pikir mulai dengan menjelaskan matematika dengan cara mudah seperti itu bisa membantu siswa untuk menyukai matematika. Perlahan, perasaan bahwa matematika itu menakutkan dan sulit bisa lenyap dari pikiran anak-anak / pelajar.

    ReplyDelete
  39. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menaggapi pertanyaan bagaimana pembelajaran matematika mempengaruhi kepribadian siswa di SD? saya ingin sekedar berbagi pengalaman yang saya dapatkan di asrama. siswa SD pada zaman sekarang telah jauh bergeser dibandingkan angkatan atasnya. Mereka telah mengenal media sosial yang bahkan merke belum bisa memanfaakannya dengan baik, mereka telah mengenal lawan jenis dan merasakan perasaan suka kepada lawan jenisnya. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  40. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Problematika siswa SD saat ini dapat ditinjau dari segi materi, metode, siswanya sendiri, teman serta lingkungan pergaulan mereka. Kehidupan yang semain memberikan akses untuk berkembang dengan mudah justru disalahgunakan sehingga menjadi boomerang dan justru menjadian moral kita marut-marut. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  41. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Seperti yang kita ketahui, SD merupakan tempat melandasakan ilmu pengetahuan formal kepada anak. Pondasi awal ilmu dibangun dari sekolah Dasar. Menurut Mansur (2007), tujuan pendidikan dasar adalah meletakkan dasar kecerdasan, penegtahuan, kepribadian, akhlak mulia, serta ketrampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Salah satu komponen untuk mencapai tujuan tersebut adalah pembelajaran matematika tingkat sekolah dasar. Sehingga perang pendidik sangat penting dalam membelajarkan materi. Ia adalah penentu sukses kedepannya anak mengkonstruksi pengetahuannya, apakah sudah sesuai dengan konsep yang seharusnya atau belum. Hal itu juga merupakan salah satu problematika pembelajaran matematika di SD yang perlu dipikirkan.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  42. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Hakekat matematika di SD. Setiap individu memiliki keunikan masing-masing, sehingga pada dasarnya tidak ada individu yang sama. Keunikan tersebut di antaranya dapat dilihat dari bentuk fisik, minat, bakat, kepribadian, keinginan, tanggung jawab, kemampuan, pengalaman, kebiasaan, dan cara berpikir. Siswa Sekolah Dasar merupakan individu dengan segala keunikan yang dimilikinya. Seorang guru hendaknya juga senantiasa memperhatikan dan mempertimbangkan segala perbedaan karakteristik yang ada pada siswanya, karena hal tersebut merupakan faktor yang menentukan keberhasilan siswa dalam belajar, khususnya belajar matematika.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  43. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Matematika dapat membawa nilai-nilai moral dalam pendidikan sekolah dasar. Nilai-nilai moral dalam pendidikan matematika sekolah dasar itu dapat terlihat pada saat proses pembelajaran, pada proses penilaian atau bahkan dapat dilihat dari sikap siswa terhadap guru. dengan belajar matematika diharapkan siswa dapat memiliki sikap disiplin, telitih dan mampu memecahkan masalah sendiri dalam artian mandiri dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  44. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Problematika dalam pembelajaran selalu muncul di setiap jenjang, termasuk di Sekolah Dasar. Malahan menurut saya, problem yang muncul di SD sering kali menjadi dasar untuk menjadi problem di sekolah lanjutan. JIka dari dasarnya sudah muncul masalah, maka biasanya masalah akan terus berlanjut tanpa adanya penyelesaian. Di sinilah perlunya peran guru dan orang tua dalam memahami dan mangatasi kesulitan-kesulitan yang dihadapai siswa SD. Dengan adanya pemahaman sejak awal, diharapkan nantinya siswa-siswa SD dapat lebih kuat pondasinya untuk lanjut pada pembelajaran matematika yang lebih tinggi lagi. Begitu juga dengan proses pembelajarannya sendiri, sedapat mungkin menggunakan metode dan pendekatan yang tepat agar terlaksananya sebuat pembelajaran yang menyenangkan namun efektif bagi siswa SD. Untuk para guru, saya rasa diperlukan ekstra kesabaran dalam menghadapi siswa SD yang sering kali masih bersifat kekanakan dalam pertingkah laku dan berprilaku.

    ReplyDelete