Feb 12, 2013

Elegi Guru Menggapai Perubahan




Oleh Marsigit

Guru:
Wahai perubahan, perkenankanlah aku ingin bertanya. Apakah perubahan itu?. Apakah aku sebagai seseorang diri perlu melakukan perubahan? Jika perlu maka apakah yang harus berubah pada diriku? Dana bagaimana melakukan perubahan pada diriku?

Perubahan:
Wahai guru, tiadalah sesuatu itu tanpa perubahan. Engkau tidak memikirkanpun, maka engkau senantiasa berubah. Apakah engkau masih ragu tentang hal itu? Jika engkau masih ragu, maka tunjuklah siapa dirimu itu. Sebenar-benar yang terjadi adalah bahwa engkau tidak akan pernah bisa menunjuk dirimu itu. Begitu engkau selesai menunjuk dirimu maka dirimu telah berubah menjadi dirimu yang lain. Mengapa? Karena dirimu semula yang engkau tunjuk telah dimakan oleh ruang dan waktu.

Guru:
Jika aku berubah tanpa aku sadari maka apakah pada diriku itu yang berubah? Sedangkan jika aku menyadari dan aku ingin berubah maka apakah pada diriku itu yang berubah dan bagaimana melakukan perubahan itu?

Perubahan:
Struktur, bentuk, sifat-sifat, potensi, serta fakta-faktamu itulah yang selalu berubah walaupun engkau tidak menyadarinya. Sedangkan jika engkau mengiginkan perubahan maka engkau harus tambahkan “arah” pada perubahan dirimu. Maka sebenar-benarnya perubahan adalah kesadaran akan ruang, waktu, arah, potensi dan faktamu. Sedangkan jika keinginanmu semakin besar untuk berubah, maka engkau dapat menambahkan “makna’ pada perubahan dirimu. Perubahanmu akan bermakna jika perubahanmu bermakna pula bagi yang lainnya. Sedangkan jika keinginanmu semakin besar lagi untuk berubah, maka engkau dapat tambahkan “positif bagi dirimu dan yang lainnya” . Sedangkan jika keinginanmu semakin besar lagi untuk berubah, maka engkau dapat tambahkan “bermanfaat bagi dirimu dan yang lain” . Sedangkan jika keinginanmu semakin besar lagi untuk berubah, maka engkau dapat tambahkan “bermanfaat bagi dirimu dan dunia”. Sedangkan jika keinginanmu semakin besar lagi untuk berubah, maka engkau dapat tambahkan “bermanfaat bagi dirimu dan yang lain di dunia dan akherat”. Maka setinggi-tingginya perubahan adalah jika demikian engkau sadari bahwa perubahan itu mempunyai arah, makna positif, dan bermanfaat baik untuk dunia maupun akherat.

Guru:
Kemudian bagaimanakah aku dapat melakukan perubahan itu?

Perubahan:
Ada syarat-syarat bahwa engkau itu bisa melakukan perubahan. Pertama, engkau harus mempunyai kesadaran tentang perubahan itu sendiri. Kedua, engkau harus memperbaharui niat dan motivasi untuk melakukan perubahan. Ketiga, engkau harus menemukan alasan melakukan perubahan. Keempat, engkau harus mempunyai pemahaman tentang perubahan itu. Kelima, engkau harus mencoba, berlatih dan terbiasa melakukan perubahan. Keenam, engkau harus selalu bercermin pada dirimu sendiri.

Guru:
Wahai perubahan, bagaimanakah tentang diriku? Aku adalah seorang guru. Apakah aku sebagai guru perlu melakukan perubahan? Jika perlu maka apakah yang harus berubah pada diriku? Dana bagaimana melakukan perubahan pada diriku?

Perubahan:
Ada syarat-syarat bahwa engkau sebagai guru itu bisa melakukan perubahan. Pertama, guru harus mempunyai kesadaran tentang perubahan itu sendiri. Kedua, guruharus memperbaharui niat dan motivasi untuk melakukan perubahan. Ketiga, guru harus menemukan alasan melakukan perubahan. Keempat, guru harus mempunyai pemahaman tentang perubahan itu. Kelima, guru harus mencoba, berlatih dan terbiasa melakukan perubahan. Keenam, guru harus selalu bercermin pada dirimu sendiri.

Guru:
Wahai perubahan, jika aku ingin melakukan perubahan pada cara mengajarku, maka bagaimanakah caranya itu?

Perubahan:
Pertama, lakukan perubahan itu dengan bekerja-sama dengan orang lain. Kedua, lakukan perubahan secara sistemik. Ketiga, bekerjasamalah dengan pihak-pihak terkait dalam melakukan perubahan. Keempat, rencanakan perubahan itu. Kelima, sadarlah bahwa perubahan itu memerlukan waktu. Keenam, kenalilah dirimu sendiri dan kenalilah pula semua aspek dari pekerjaanmu sebagai guru. Ketujuh, selalu renungkanlah hakekat perubahan pada dirimu itu dan temukanlah makna di balik dari setiap perubahan mu itu. Kedelapan, tetapkanlah hatimu sebagai komandan pada setiap perubahan dirimu.

Guru:
Wahai perubahan, bagaimana cara membangun kerjasama untuk melakukan perubahan?

Perubahan:
Pertama, budayakanlah kerjasama untuk tujuan kebaikan di dunia dan akherat. Kedua, lakukanlah percobaan secara terbatas tentang aspek perubahan itu dan implementasikanlah pada masalah-masalah yang nyata. Ketiga, tetapkan harapan-harapanmu dari perubahan yang engkau lakukan. Keempat, jujurlah dan bersifat terbuka dalam kerjasamamu. Kelima, kembangkanlah sikap peduli terhadap orang lain dan lingkungan sekitar. Keenam, selalu temukanlah hikmah dari segala kejadian yang engkau alami. Ketujuh, berpikiran positiflah terhadap sesama dan lingkungan. Kedelapan, selalu ikhlaslah dalam setiap tindakanmu. Kesembilan, belajarlah mengambil keputusan yang tepat atas segala aspek kehidupanmu. Kesepuluh, lakukanlah semuanya itu dengan semangat dan tawadu’.



Guru:
Wahai perubahan, secara lebih khusus bagaimana cara melakukan inovasi pembelajaran?

Perubahan:
Pertama, kenalilah faktor pendukungnya. Kedua, Kenalilah segala informasi yang berkenaan dengan inovasi pembelajaran. Ketiga, berkomunikasilah dengan referensi dan nara sumber. Keempat, carilah orang-orang yang mempunyai visi, persepsi, kepentingan dan tujuan yang sama. Kelima, pelajarilah atau lihatlah model-model inovasi pembelajaran yang telah ada, misalnya video pembelajaran. Keenam, tetapkanlah skala prioritas. Ketujuh, kenalilah dan pelajarilah teori-teori dan paradigma pendidikan. Sesuaikan paradigma mengajarmu. Maka sebenar-benar kelas pembelajaranmu adalah laboratorium. Kedelapan, kenalilah hakekat keilmuan. Kesembilan, kenalilah hakekat siswa. Kenalilah hakekat penilaian, Kenalilah hakekat alat peraga, dst. Kesepuluh, kenalilah konteks pembelajaran, kenalilah budaya, kenalilah kebiasaan, kenalilah individu siswa, kenalilah ..dst.

Guru:
Wahai perubahan, secara lebih khusus lagi, bagaimana cara melakukan inovasi pembelajaran?

Perubahan:
Pertama, pahamilah arah dan tujuan pendidikan atau pembelajaran. Itulah yang disebut misi pendidikan. Kedua, pahamilah bagaimana cara mencapai misi tersebut. Itulah visi pendidikan. Ketiga, lakukanlah kegiatan penelitian pendidikan. Keempat, kenalilah masalah, dari mana masalah, dan kepada siapa masalah itu. Kelima, kembangkanlah skema pembelajaran yang fleksibel. Keenam, kembangkan interaksi belajar bagi semua siswa. Ketujuh, kembangkanlah sumber belajar. Kedelapan, kembangkanlah teknologi pembelajaran. Kesembilan, keterampilan menyelesaikan masalah. Kesepuluh, promosikanlah bekerja bersama dalam belajar. Kesebelas, kembangkanlah pendekatan pemecahan masalah dan inovasi pada level sekolah. Duabelas, kembangkanlah pangkalan data berkaitan dengan pemecahan masalah dan inovasi.

Guru:
Wahai perubahan, secara lebih khusus dan khusus lagi, bagaimana cara melakukan inovasi pembelajaran?

Perubahan:
Pelajarilah lesson study dan implementasikan aspek-aspeknya sesuai dengan konteksnya.Pelajarilah Penelitian Tindakan kelas dan implementasikan aspek-aspeknya sesuai dengan konteksnya.Pelajarilah model-model dan strategi pembelajaran dan implementasikan aspek-aspeknya sesuai dengan konteksnya.

Guru:
Kenapa semua itu musti terjadi?

Orang tua berambut putih:
Wahai guru, sebenar-benar kelas pembelajaran adalah laboratorium bagi siswa-siswamu. Maka sebenar-benar kegiatan pembelajaran adalah kegiatan penelitian. Maka tiadalah perubahan dan inovasi dapat engkau lakukan tanpa pemahaman-pemahaman tersebut. Sesungguhnya perubahan atau inovasi itu betul-betul sunatullah. Amien

7 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Perubahan adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan, dikarena Allah telah memberikan kepada manusia akal, pikiran dan nafsu maka manusia terus ingin berubah, berbeda dengan binatang yang hanya diberikan nafsu, maka binatang tidak pernah berubah. Berkenaan dengan perubahan saya ingin mengutip dari Al-Qur'an surat Ar-Ra'd ayat 11 yang artinya "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sampai mereka merubah keadaan mereka sendiri".

    ReplyDelete
  2. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Sesuatu di dunia ini senantiasa bergerak. Sekecil apapun, selambat apapun. Hal – hal yang tidak pernah berubah adalah “perubahan” itu sendiri. Maka, pendidikan pun tidak terlepas dari perubahan. Entah perubahan itu sengaja di adakan atau perubahan itu tidak sengaja melainkan merupakan akibat tak langsung dari perubahan – perubahan yang lain. Menjadi guru tidak boleh berhenti berusaha untuk menjadi yang lebih baik. Tetaplah melakukan inovasi – inovasi dalam melakukan pembelajaran.
    Yang ingin saya tanyakan Pak, perubahan menurut saya bisa ke arah yang positif dan arah negative. Bagaimana cara memastika bahwa perubahan kita berjalan ke arah yang positif.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Untuk “perubahan” mempunya syarat utama yaitu harus mempunyai kesadaran tentang perubahan itu sendiri. Ketika menjadi seorang guru, hendaklah kita berubah menjadi lebih baik, pada proses mengajar, dan memahami siswa. Layaknya mempelajari berbagai metode pembelajaran jika dirasa kurang tepat untuk siswa maka rubahlah metode pembelajaran. Perubahan tidak berarti buruk, jadi ketika kita berada dikondisi untuk berubah janganlah takut.

    ReplyDelete
  4. Perubahan senantiasa terjadi pada diri manusia, bahkan manusia yang tidak melakukan apapun mengalami perubahan. Seperti Heraklitos yang terkenal dengan ucapannya panta rhei kai uden menei yang berarti, "semuanya mengalir dan tidak ada sesuatupun yang tinggal tetap”. Semua hal yang ada berada dalam proses menjadi. Gurupun tidak ada yang sempurna tetapi berusaha menjadi sempurna. Perubahan yang dilakukan harus mempunyai arah, yaitu pembelajaran menuju yang lebih baik. Pembelajaran akan ada perbaikan-perbaikan jika guru melakukan penelitian yang dapat menghasilkan inovasi-inovasi.

    ReplyDelete
  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berbicara tentang perubahan dilihat dari Paradigma matematika di tanah air yang saat ini sedang mengalami perubahan paradigma. Terdapat kesadaran yang kuat, terutama di kalangan pengambil kebijakan, untuk memperbaharui pendidikan matematika. Tujuannya adalah agar pembelajaran matematika lebih bermakna bagi siswa dan dapat memberikan bekal kompetensi yang memadai baik untuk studi lanjut maupun untuk memasuki dunia kerja. Banyak solusi yang dapat digunakan untuk membawa perubahan salah satunya adalah dengan mempelajari lesson study dan mengimplementasikan aspek-aspeknya sesuai dengan konteksnya, memplejari Penelitian Tindakan kelas dan mengimplementasikan aspek-aspeknya sesuai dengan konteksnya, mempelajari model-model dan strategi pembelajaran dan mengimplementasikan aspek-aspeknya sesuai dengan konteksnya.

    ReplyDelete
  6. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Membaca postingan di atas, saya pribadi menjadi sadar, bahwasanya perubahan yang saya alami terkadang tidak mempunyai arah, makna positif, dan bermanfaat.
    Setiap dari kita, terlebih saya sendiri sebagai seorang mahasiswa jurusan "pendidikan" & calon guru, tentunya menjadi harapan dari perubahan itu sendiri. Perubahan pada cara mengajar, cara memandang siswa, cara memandang ilmu, dan masih banyak lagi. Sehingga, pembelajaran sesungguhnya akan lebih bermakna.
    Dengan posisi sebagai mahasiswa, maka semua itu dapat dimulai dengan belajar, membaca, membaca apapun, entah situasi, entah kebutuhan, menelitinya, memahaminya, merenungkannya, mencari masalahnya, menentukan solusinya, mengevaluasinya, serta menindaklanjutinya.
    Perubahan tidak akan pernah berhenti, maka yang bisa diakukan ialah memberinya arah dan makna, sehingga bisa bermanfaat untuk dunia dan akhirat.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Guru sebagai salah satu faktor utama keberhasilan siswa dalam belajar dan keberhasilan terciptanya pembelajaran yang inovatif. Maka sejatinya seorang guru harus melakukan perubahan dalam pendidikan khususnya bagaimana agar ilmu atau pengetahuan yang kita transfer dapat diterima dengan baik oleh siswa dan bermakna bagi siswa, sehingga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-harinya. Seorang guru di samping mempunyai tugas untuk mencerdaskan siswanya juga bertugas untuk membimbing siswanya agar mempunyai akhlak yang baik. Maka di sinilah guru melakukan perubahan-perubahan baik dari segi metode belajar maupun pendekatan kepada siswa, karena siswa yang dihadapi guru berbeda setiap tahunnya dan mempunyai karakter yang berbeda-beda pula.

    ReplyDelete