Feb 12, 2013

Pembelajaran Matematika Seperti Apa yang Kita Harapkan di SD?




Jika dikaitkan dengan pandangan tokoh Pendidikan Matematika Realistik (Realistic mathematics Education), Matematika merupakan kegiatan manusia (Freudenthal, 1977).


Menurut pandangannya Matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Selain memandang matematika sebagai subyek yang ditransfer, Freudenthal menekankan ide matematika sebagai suatu kegiatan kemanusiaan. Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk “dibimbing” dan “menemukan kembali” matematika dengan melakukannya. Oleh karena itu seorang guru harus mengetahui langkah-langkah pembelajarannya agar penyampaian sistematis. Seperti yang disampaikan oleh Zulkardi, 2002) langkah-langkah pembelajaran matematika realistik:

1. Persiapan

Selain menyiapkan masalah kontekstual, guru harus benar-benar memahami masalah dan memiliki berabagai macam strategi yang mungkin akan ditempuh siswa dalam menyelesaikannya.

2. Pembukaan

Pada bagian ini siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri.

3. Proses pembelajaran

Siswa mencoba berbagai strategi untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan pengalamanya, dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Kemudian setiap siswa atau kelompok mempresentasikan hasil kerjanya didepan siswa atau kelompok lain dan siswa atau kelompok lain memberi tangggapan terhadap hasil kerja siswa atau kelompok penyaji. Guru mengamati jalannya diskusi kelas dan memberi tanggapan sambil mengarahkan siswa untuk mendapatkan strategi terbaik serta menemukan atauran atau prinsip yang bersifat lebih umum.

4. Penutup

Setelah mencapai kesepakatan tentang strategi terbaik melalui diskusi kelas, siswa diajak menarik kesimpulan dari pelajaran saat itu. Pada akhir pertemuan siswa harus mengerjakan soal evaluasi dalam bentuk matematika formal.

Sehingga menurut pendapat saya, dari beberapa uraian diatas menunjukkan bahwa tidak ada cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika, kecuali kalau kita menjadi yang terbaik agak proses menjadi lebih baik. Seorang tak akan pernah berhenti belajar dan mencari mana yang akan menjadi pilihan bagi dirinya untuk melakukannya. Oleh karena tiu, marilah kita selalu siap dan peka terhadap segala perubahan yang ada dan mencintai profesi serta anaka didik seperti kita mencintai diri kita adanya.
( Sabina Ndiung SPd, Mahasiswa S2 Prodi DIKDAS UNY Angkatan 2007)

34 comments:

  1. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan matematika di SD adalah matematika sekolah yang berisi kegiatan-kegiatan/ aktiviats-aktivitas menemukan konsep.

    ReplyDelete
  2. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Disini siswa sebagai subyek dan pengetahuan sebagai sesuatu yang harus digeluti dan dipikirkan oleh siswa sehingga dalam pembelajaran tidak hanya sekedar tranfer pengetahuan melainkan bagaimana menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.

    ReplyDelete
  3. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam pembelajaran tersebut agar siswa lebih mudah dalam menemukan konsep dan membangun pengetahuan maka dalam kegiatan menemukan konsep tersebut dikaitkan dengan masalah kontekstual yang berkaitan dengan masalah-masalah yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Hendaknya seorang guru dapat mengkaitkan dengan sesuatu yang kongkret pada pembelajaran matematika pada siswa SD. Sehingga materinya akan dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Alasannya ialah karena siswa SD membutuhkan suatu media yang menarik dan nyata untuk menuntun pemahaman mereka terhadap konsep matematika.

    ReplyDelete
  5. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pada pembelajaran matematika, siswa harus dibiasakan untuk aktif dalam memahami dan mengembangkan konsep matematika yang tentunya dengan bimbingan guru, karena matematika yang didapatkan melalui cara sendiri akan dapat tersimpan di dalam memori otak dalam jangka waktu yang lama. Maka guru harus dapat mengarahkan dan menuntun siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan berfikir kritis.

    ReplyDelete
  6. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sangat setuju jika pembelajaran matematika di SD seharusnya dipandang sebagai aktivitas atau kegiatan manusia seperti yang dikonsepkan dalam Pendidikan Matematika Realistik. Pendidikan matematika Realistik sebagai suatu alternatif pendekatan pembelajaran matematika memandang bahwa matematika harus dikaitkan dengan kenyataan dan dekat terhadap keseharian siswa. Ini berarti mengajarkan konsep matematika di sekolah dasar harus dalam bentuk konkret karena siswa pada sekolah dasar masih berada dalam tahap konkret operasional berdasarkan Teori Perkembangan Kognitif Piaget.

    ReplyDelete
  7. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
    Langsung pada kontekstual dan tidak dimulai dari abstrak. Jika matematika dimulai dengan yang nyata (bisa dilihat dan nyata bentuknya) maka murid tersebut akan merasa matematika itu penting. Kalau dari saya pribadi, saya akan menggunakan fun teaching. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat peserta didik tidak merasa bosan. Pengalaman pribadi, jika saya merasa nyaman/asik dengan guru tersebut maka saya akan senang hati menerima pelajaran tersebut. Namun sebaliknya semudah apapun pelajaran tetapi jika gurunya “killer” saya menjadi kurang suka dengan pelajaran itu. Metode yang digunakan juga harus bervariasi.

    ReplyDelete
  8. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Jika kita sebagai guru SD memperhatikan tahap perkembangan berpikir siswa kita maka sesungguhnya berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, siswa SD masih dalam kategori tahapan berpikir yang operasional konkrit. Artinya, siswa dapat lebih memahami hal-hal yang nyata bagi dirinya, yang dapat dibayangkan oleh mereka atau yang dapat dirasakan oleh panca indera mereka. Siswa SD belum dapat berpikir secara formal atau memahami hal-hal yang abstrak. Sehingga pembelajaran yang diharapkan dapat dilakukan guru di kelas adalah pembelajran yang sesuai dengan tahap berpikir siswa SD. Yakni menyajikan konsep atau materi matematika yang terkesan abstrak menjadi nyata atau konkrit bagi siswanya. Sehingga, materi yang disajikan dalam pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik kepadda para siswanya.

    ReplyDelete
  9. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Dalam mempelajari matematika, memang lebih baik jika mempelajarinya berangkat dari kenyataan sehari-hari yang dekat dengan kehidupan siswa. Karena pada dasarnya siswa menyukai hal-hal yang bersifat dekat dengan lingkungan disekitarnya, sehingga siswa benar-benar merasakan manfaat dari hal yang mereka pelajari tersebut. Seperti yang ditekankan oleh Freudenthal bahwa dalam mempelajari matematika sebaiknya siswa diberikan kebebasan untuk dibimbing dan menemukan kembali matematika dengan melakukan berbagai kegiatan. Dengan demikian, keaktifan siswa sangat dituntut disini. Bagaimana siswa mampu mengeksplor dirinya untuk berkreasi dan berkreatifitas, dengan guru bertindak sebagai fasilitator. Maka diharapkan siswa akan lebih mudah memahami materi pembelajaran.
    Selanjutnya, berdasarkan langkah-langkah pembelajaran matematika realistik terdapat empat tahapan, yaitu persiapan, pembukaan, proses pembelajaran, dan penutup. Keempat tahapan tersebut harus saling bersinergi untuk mencapai tujuan pembelajaran melalui penerapan strategi pembelajaran yang mesti dipersiapkan secara matang oleh guru dengan menimbang masalah kontekstual dan kemampuan siswa dalam menerima materi.
    Melalui artikel ini, saya menjadi lebih paham bagaimana seharusnya guru memilih cara terbaik untuk memberikan pelajaran kepada siswanya sehingga menghasilkan pembelajaran yang optimal.

    ReplyDelete
  10. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    S2 PM A

    Pembelajaran matematika realistik menjadikan siswa lebih terlatih dan terlibat secara aktif dalam pengalaman belajar, pengetahuan akan terkonstruksi dengan baik dalam benak siswa sehingga mereka tidak cepat lupa karena masalah yang diberikan adalah masalah kontekstual dan hal ini akan meningkatkan pengetahuan mereka. Pernyataan "tidak ada cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika, kecuali kalau kita menjadi yang terbaik agar proses menjadi lebih baik" memunculkan pertanyaan untuk guru (pendidik) yaitu apakah sudah memberikan kemampuan terbaiknya dalam proses belajar mengajar. Karena semua pendekatan, strategi, model pembelajaran sebenarnya memiliki kelebihan dan kelemahannya masing-masing, namun sekarang tergantung kepada guru sudah memilih pendekatan, strategi, model pembelajaran yang terbaik menurutnya dan mengoptimalkannya di kelas.

    ReplyDelete
  11. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya setuju dengan postingan di atas yang menjabarkan bagaimana langkah-langkah pembelajaran yang seharusnya diterapkan di tingkat Sekolah Dasar, terutama di bagian bahwa matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak, dan relevan terhadap masyarakat atau dengan kata lain matematika realistik. Hal ini karena untuk setingkat siswa SD, mereka belum bisa berfikir secara abstrak, sehingga matematika harus dikaitkan dengan kenyataan yang ada di sekitar mereka. Akan tetapi, saya masih ragu apakah bisa langkah pembelajaran "siswa atau kelompok mempresentasikan hasil kerjanya didepan siswa atau kelompok lain dan siswa atau kelompok lain memberi tangggapan terhadap hasil kerja siswa atau kelompok penyaji" diterapkan di tingkat siswa SD. Menurut saya ini belum mampu dilakukan oleh anak SD. Hal ini biasanya dilakukan oleh siswa tingkat SMP dan SMA. Menurut saya, sebaiknya kegiatan mempresentasikan hasil kerja untuk tingkat siswa SD diganti dengan tanya jawab antar guru dengan siswa atau kelompok siswa mengenai hasil yang siswa dapatkan, atau dengan kata lain mereka dibimbing untuk menyampaikan hasil yang mereka dapatkan, tidak mempresentasikan sendiri. Sehingga dengan begitu, siswa tetap aktif dan harapan agar siswa dapat mempresentasikan hasil kerjanya terlaksana walau dengan bimbingan guru.

    ReplyDelete
  12. Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Baru saja tadi pagi saya menerima kuliah umum dari dosen universitas Utrecht. Beliau memparkan teman yang sama dengan artikel diatas yakni Pendekatan Matematika Realistik. Disini saya menyadari begitu banyak kekurangan dalam pendidikan matematika di indonesia utamanya pada pendidikan matematika. Sistem pendidikan matematika kita lebih menuntut anak-anak untuk bekerja dengan sejumlah aturan algorithm yang justru menutup peluang mereka untuk mengembangkan teori matematika di dlama diri masing-masing. Hasil menjadi yang paling utama tidak mnekankan pada proses. Pendekatan Matematika Realistik adalah satu dari sekian banyak pendekatan dalam pembelajaran matematika. Secara pribadi, saya melihat pendekatan ini sebagai pendekatan yang mampu meyakinkan siswa bahwa pelajaran matematika itu penting dan menunjang kehidupan sehari-hari Siswa menjadi sadar bahwa banyak masalah yang harus diselesaikan dengan menggunakan matematika, dengan begitu kecintaan siswa terhadap matematika akan semakin bertambah. Pendekatan Matematika Realistik juga diperlukan upaya mengaktifkan siswa. Upaya tersebut dapat diwujudkan dengan cara (1) Mengoptimalkan keikutsertaan unsur-unsur proses belajar mengajar (2) Mengoptimalkan keikutsertaan seluruh sense peserta didik. Salah satu kemungkinannya adalah dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk dapat menemukan atau mengkontruksi sendiri pengetahuan yang akan dikuasainya

    ReplyDelete
  13. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Di SD pembelajaran yang diharapkan adalah bermain sambil belajar. Karena pada dasarnya jika dilihat dari perkembangan kognitifnya masih dalam perkembangan operasional kongkrit, maka akan lebih suka jika belajarnya memang benar-benar dari benda kongkrit. Jadi siswa SD tidak menyadari bahwa dia sedang belajar, walaupun terkesannya hanya bermain-main saja. Untuk sistem evaluasinya tidak menggunakan tes, perlu adanya tes pemahaman, yang dilihat adalah prosesnya, bukan mementingkan hasilnya saja.

    ReplyDelete
  14. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Pembelajaran matematika yang diharapkan di SD yaitu pembelajaran yang bertujuan agar siswa mampu menemukan kembali matematika dengan bimbingan. Tentu saja pembelajaran dilakukan dengan kegiatan kemanusiaan dan dilakukan secara nyata bukan abstrak. Contohnya ketika siswa diperkenalkan dengan bilangan phi (3,14…), guru membimbing siswa dalam kegiatan nyata. Caranya dengan meminta siswa membawa atau mengumpulkan benda-benda di sekitarnya yang berbentuk lingkaran. Kemudian siswa diminta mengukur berapa panjang diameternya dan kelilingnya menggunakan tali/benang dan penggaris. Lalu siswa diminta untuk membagi keliling masing-masing benda dengan diameternya. Dari kegiatan tersebut siswa akan mengetahui bahwa terdapat satu bilangan konstan dalam hasil bagi dari setiap benda. Bilangan konstan ini mendekati 3,14 dan disebut bilangan phi.
    Pembelajaran tersebut dapat dikategorikan sebagai pembelajaran realistik. Dalam melakukan pembelajaran tersebut diperlukan langkah-langkah pembelajaran agar penyampaiannya sisteatis. Seperti yang disampaikan oleh Zulkardi, 2002. Langkah-langkah pembelajaran matematika realistik yaitu: 1. Persiapan, 2. Pembukaan, 3. Proses pembelajaran, 4. Penutup. Perlu diperhatikan bahwa hal yang penting sebelum dilakukan pembelajaran matematika adalah persiapan. Baik itu persiapan guru maupun siswa. Jika kegiatan awalnya sudah salah maka akan berimbas pada langkah-lankah kegiatan pembelajaran selanjutnya. Sebaiknya dalam persiapan juga melibatkan siswa. Agar siswa merasa dilibatkan dalam proses pembelajaran dan pembelajaran matematika menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  15. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pendidikan Matematika Realistik akan membawa pengalaman dan aktivitas sehari-hari dalam pembelajaran matematika. Guru mengawali suatu pembelajaran matematika dengan berbagi pengalaman, mengajak anak untuk beraktivitas, serta bermain berkaitan dengan hal-hal yang nyata. Lalu dari pengalaman tersebut, guru menggiring siswa untuk memasuki topik matematika. Dengan begitu, siswa akan merasa bahwa belajar matematika akan bermanfaat dalam kehidupannya, sehingga mereka akan bersemangat dalam mengikuti pembelajaran.

    ReplyDelete
  16. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Yang kami pahami dari tulisan ini adalah mengenai bagaimana seharusnya siswa SD belajar matematika. Sepemahaman saya objek matematika itu hanya ada dalam pikiran, tidak lain dan tidak bukan merupakan objek yang abstrak. Akan tetapi merupakan hal yang tidak bijaksana apabila kita memaksakan pembelajaran matematika langsung secara abstrak kepada siswa SD karena mereka pasti akan kesulitan. Dunia anak adalah dunia kongkrit, mereka akan lebih mudah memahami apabila mereka melihat, menyentuh, mendengar dan mengalami. Sehingga belajar matematika bagi siswa SD hendaknya merupakan suatu aktivitas atau kegiatan dengan mengamati, gejala-gejala, objek-objek atau fenomena-fenomena kongkrit.

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terima kasih Pak atas postingan ini. Saya belajar tentang langkah-langkah dalam pembelajaran dan pembelajaran yang kita harapkan di SD.
    Di dalam pembelajaran, guru sebelumnya mempersiapkan segala macam yang akan digunakan untuk proses KBM. Guru juga hendaknya menyadari bahwa dalam pembelajaran matematika di sekolah harus mengerti akan yang diinginkan siswa. Bagaimana siswa dapat merasa nyaman dan senang belajar. Selain itu juga selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran agar siswa tidak merasa jenuh dan selalu bersemangat untuk belajar. Dalam pembelajaran matematika yang berkaitan dengan kehidupan di dekat siswa akan memberikan kemudahan bagi siswa untuk membayangkan dan berpikir.

    ReplyDelete
  18. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pembahasan tentang pembelajaran hingan tugas dan peran guru selalu menarik bagi saya. Mungkin karena dulu saya pernah bercita-cita menjadi guru. Sekarang pun masih sama, cita-cita saya tetap ingin menjadi guru atau dosen. Dosen pun guru. Terlepas dari apa yang ingin saya capai, saya setuju dengan postingan ini, yang menyebutkan bahwa matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Saya setuju, karena anak-anak jauh lebih mudah menerima pengetahuan yang dekat dengan pengalaman-pengalaman dia sehari-hari.

    Disebutkan juga terkait langkah-langkah pembelajaran matematika. Dari sini saya melihat bahwa tugas guru adalah tugas yang serius, di pundaknya terdapat tanggung jawab masa depan bangsa.

    ReplyDelete
  19. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Pembelajaran matematika yang diharapkan untuk tingkat SD yaitu pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Pembelajaran yang dapat memberikan contoh sesuai dengan kehidupan nyata siswa. Proses pembelajarannya juga tentunya harus yang sistematis yaitu mulai dari persiapan, pembukaan, proses pembelajaran, dan penutup. Strategi yang digunakan dalam pembelajaran juga harus dijelaskan kepada siswa, supaya siswa paham jika proses pembelajarnanya berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Tetapi sebaik-baik model dan strategi pembelajaran, yang lebih utama adalah menjadi guru yang terbaik supaya proses pembelajaran berjalan dengan baik, dan menjadi panutan yang baik pula bagi siswa.

    ReplyDelete
  20. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Guru yang baik adalah guru yang bisa memfasilitasi siswanya untuk belajar dan mengembangkan diri secara maksimal. Oleh karena itu, guru harus selalu menyesuaikan metode mengajarnya dengan keadaan siswa. Adalah benar pernyataan terakhir yang dinyatakan; "tidak ada cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika, kecuali kalau kita menjadi yang terbaik agak proses menjadi lebih baik"
    Guru yang mau ikut berproses, belajar mengembangkan diri dalam menganalisis karakteristik siswa, mencari metode yang sesuai dan terus berinovasi dalam mengajar adalah guru yang dibutuhkan dalam pembelajaran matematika khususnya di SD. Di SD, siswa diajarkan materi matematika yang akan menjadi dasar pembelajaran matematika di jenjang-jenjang selanjutnya. Materi-materi seperti penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian, konsep waktu, konsep pecahan dan lain-lain sangat krusial dan menjadi dasar pengembangan pengetahuan siswa selanjutnya. Oleh karena itu,guru memegang peranan penting dalam mengajarkan materi-materi dasar matematika ini agar dapat benar-benar dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  21. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof.

    Kesuksesan anak didik biasanya karena gurunya.Untuk menciptakan suasana belajar yang kondusif seorang guru harus memahami masalah dan karakter anak didik.Adanya penguasaan materi sangat brepengaruh terhadap proses belajar mengajar.Saya juga sangat setuju bahwa seorang anak di dalam belajar matematika tidak semata-mata hanya dihidupkan melalui teori atau konsep saja melainkan juga butuh praktek yang nyata di dalam kehidupan.Agar anak-anak tidak sekedar memahami konsep saja tetapi juga memahami prakteknya.Karena matematika sangat dekat dengan dunia nyata di dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  22. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Matematika untuk anak-anak atau dalam hal ini siswa sekolah dasar ialah matematika sekolah. Karena untuk anak-anak, matematika sekolah bersifat konkret dan kontekstual. Karena itu munculah pembelajaran realistik. Pembelajaran tersebut berasal dari Belanda yang kemudian disesuaikan dengan kondisi di Indonesia dan disebut sebagai Pendidikan Realistik Indonesia (PMRI). Saya setuju bahwa pembelajaran ini dapat menjadi opsi bagi guru dalam membelajarkan matematika pada siswa SD. Pada pembelajaran ini menekankan aktivitas siswa dalam memperoleh pengetahuannya. Matematika dikaitkan dengan realita sehingga matematika dekat dengan anak dan relevan dengan kehidupan sehari-harinya. Maka peran guru dalam menentukan konteks apa yang relevan dan dapat benar-benar memfasilitasi belajar siswa sangatlah penting dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  23. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih atas postingannya, Prof. saya setuju dengan pembelajaran yang menggunakan pembelajaran matematika realistik diterapkan di sekolah dasar. Karena pembelajaran matematika realistik mengkolaborasikan realitas dan pengalaman siswa sebagai titik awal pembelajaran. Sehingga ini dapat mendorong kemampuan problem solving siswa. Aktivitas-aktivitas seperti pemecahan masalah, mencari masalah, dan mengorganisasi masalah yang berikaitan dengan mateatika dapat bermanfaat bagi siswa-siswa dalam mengaplikasikan konsep matematika di dalam kehidupan sehari-harinya.

    ReplyDelete
  24. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Matematika, dalam pandangan sebagian orang masih dianggap sebagai bidang ilmu yang rumit karena memuat berbagai macam teorema dan teka-teki pikiran. Dalam bermatematika, guru, harus mengurangi kata salah terhadap pandangan siswa terhadap matematika. Siswa lah yang semestinya dapat menyadari sendiri jika ia salah. Dari mulut guru cukup pertanyaan yang menggali dan menggiring siswa bahwa apa yang dilakukan sebelumnya salah. Senjata utama guru adalah mendengar dan bertanya. Kelas haruslah mulai dibangun secara kolaboratif dengan siswa.

    ReplyDelete
  25. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Dalam beberapa tahun saya mengajar di SD (dan SMP), awalnya saya yang kurang pengalaman hanya melakukan pembelajaran yang cenderung lebih teacher centered. Seiring waktu berjalan, saya menemukan bahwa siswa cenderung lebih menyukai pembelajaran yang konkrit, yang realistik seperti yang telah dikemukakan pada postingan diatas. Mereka ingin diajak 'bermain' matematika. Untuk itu sebagai guru, saya berusaha sebaik mungkin mentransfer ilmu yang saya punya kepada mereka dengan cara yang lebih menyenangkan dan lebih bermakna. Tetapi ternyata beberapa dari mereka mengatakan bahwa mereka senang (sehingga lebih paham) dalam belajar apabila bu guru senang dan tidak galak.

    Memang terkadang sulit untuk mencari model pembelajaran yang cocok dengan karakteristik siswa, tetapi saat guru dapat berinteraksi siswa dengan baik dan mendapatkan hati mereka,maka Insya Allah pembelajaran matematika di sekolah akan sukses. Saat guru melakukan usaha terbaik (dan ikhlas) dalam mengajar siswa, Insya Allah siswa juga akan memperoleh hasil terbaik dalam kegiatan belajar mereka.

    ReplyDelete
  26. Shelly LUbis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb

    Tahapan-tahapan pada proses pembelajaran di atas sangat menarik dan cocok di terapkan untuk pembelajaran di sekolah dasar. siswa juga sekaligus dilatih untuk dapat memaparkan hasil temuannya. dengan demikian juga dapat membantu siswa untuk bisa berpikir kritis dan sistematis, serta kedepannya dapat diharapkan bisa menyelesaikan persoalan dalam kehisupan sehari-hari secara matematis.

    ReplyDelete
  27. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Saya sangat setuju dengan penggunaan pendekatan realistik dalam pembelajaran matematika di tingkat sekolah dasar mengingat siswa pada usia itu belum mampu berpikir abstrak. Siswa SD belum kenal matematika rasional yang sebagian besar tentang definisi dan teorema, melainkan matematika bagi mereka adalah pengalaman empiris sehingga mereka butuh pembelajaran berupa aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Pembelajaran Realistik adalah alternatif bagus yang dapat diterapkan di Sekolah Dasar.

    ReplyDelete
  28. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya berharap pembelajaran matematika di SD berawal dari sesuatu yang real. Karena pada anak SD masih melihat segala sesuatu merupakan hal yang konkret. Dalam kurikulum 2013, proses pembelajaran bagian mengamati, siswa dihadapkan pada fenomena sehari-hari atau masalah nyata agar siswa dapat memahami manfaat mempelajari suatu topik matematika. Apalagi sekarang pelajaran SD pada kurikulum 2013 bersifat tematik, sehingga akan semakin mudah dalam mengetahui keterhubungan pembelajaran dengan pembelajaran lainnya. Hal ini akan membuat siswa berpikir kreatif dan menyusun strategi dalam memecahkan masalahnya

    ReplyDelete
  29. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    pada pembelajaran di sekolah dasar (SD), pada Lembar Kerja Siswa bagian mengamati, seharusnya siswa dihadapkan pada fenomena sehari-hari atau masalah nyata yang dituangkan dalam LKS. karena pada perkembangan di SD, anak masih harus belajar apa yang dilihat. Kemudian untuk langkah selanjutnya hampir sama dengan yang dijabarkan pada tulisan ini. Fenomena dan masalah nyata tersebut akan menjadikan LKS yang dibut bersifat kontekstual dan siswa dapat memahami manfaat mempelajari suatu topik matematika. Kemudian pada bagian menanya, siswa diminta untuk membuat pertanyaan tentang apa saja yang tertuang pada fenomena yang diamati. Hal ini akan membuat siswa berpikir kreatif dan menyusun strategi dalam memecahkan masalahnya.
    Pembelajaran matematika di SD dan SMP hampir sama karena berawal dari sesuatu yang real. hanya saja pada pendalaman materinya, siswa SMP akan sedikit lebih abstrak.

    ReplyDelete
  30. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dengan melihat pola pikir dan karakteristik prilaku siswa- siswi SD menurut saya pembelajaran matematika yang cocok adalah pembelajaran matematika yang dikemas dalam bentuk games. Karena pada usia tersebut siswa SD akan lebih tertarik jika guru bisa mengemas pembelajaran dalam bentuk games dan dikolaborasikan dengan pembelajaran kontekstual agar siswa dapat melihat benda-benda yang dipelajari dalam bentuk konkret.

    ReplyDelete
  31. Dewi saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Matematika adalah sebuah pelajaran yang mungkin untuk sebagian anak-anak mengganggap hal yang rumit. Tetapi jika guru dapat menggunakan langkah-langkah pembelajaran matematika dari (Zulkardi, 2002) mungkin saja menset siswa mengenai hal itu dapat perlahan-lahan akan hilang, karena pembelajaran matematika dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari mereka dengan pengalaman langsung mereka, sehingga apa yang mereka pelajari dapat lebih cepat dipahami oleh para siswa.

    ReplyDelete
  32. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Matematika masih menjadi mata pelajaran yang ditakuti oleh siswa karena dianggap sebagai pelajaran yang sulit. Jika guru mengaitkan matematika dengan kenyataan dan pengalaman keseharian dunia anak-anak, mungkin saja pandangan siswa tentang matematika akan berbeda. Apalagi jika guru mengajar dengan permainan edukatif, matematika akan menjadi mata pelajaran yang menyenangkan dan mengasyikan. Saya setuju dengan pendapat Bapak bahwa tidak ada cara terbaik untuk mengajar, yang ada adalah guru yang berproses untuk menjadi lebih baik setiap harinya.

    ReplyDelete
  33. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.

    Pembelajaran matematika di SD haruslah dimulai dengai benda-benda yang konkrit, apalagi jika pelajaran matematika, sudah seharusnya kegiatan pembelajaran tersebut dikaitkan dengan benda-benda yang ada lingkungan siswa dan dapat dibayangkan oleh siswa (kalau ada media pembelajaran akan lebih baik). Menurut saya, tidak selamanya pembelajaran dengan metode kelompok akan belajar efektif. Dikegiatan pembukaan, akan lebih baik jika siswa diberikan motivasi atau permasalah yang nyata dengan lingkungannya dengan tujuan untuk menimbulkan rasa minta dan penasaran siswa akan penyelesaian permasalahan tersebut, buakan hanya memperkenalkan strategi dan tujuan pembelajaran. Kemudian guru membantu siswa dalam menarik kesimpulan dan menyusun bentuk formal matematika yang telah dikerjakan dan didiskusikan. Dan berikan juga penghargaan atau feedback kepada siswa atau kelompok yang memiliki nilai kerjasama yang baik dan aktif di dalam kelas.

    ReplyDelete
  34. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Matematika yang diharapkan di SD adalah matematika yang dapat membuat siswa mengenal matematika itu sendiri sebagai objek yang bersifat contekstual. Bukan menganggap matematika sebagai pelajaran yang sulit atau menjadi momok yang menakutkan melainkan mejadikan matematika sebagai pelajaran yang menyenangkan dan membuat siswa rindu untuk belajar dikelas.

    ReplyDelete