Feb 12, 2013

Pembelajaran Matematika Seperti Apa yang Kita Harapkan di SD?




Jika dikaitkan dengan pandangan tokoh Pendidikan Matematika Realistik (Realistic mathematics Education), Matematika merupakan kegiatan manusia (Freudenthal, 1977).


Menurut pandangannya Matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Selain memandang matematika sebagai subyek yang ditransfer, Freudenthal menekankan ide matematika sebagai suatu kegiatan kemanusiaan. Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk “dibimbing” dan “menemukan kembali” matematika dengan melakukannya. Oleh karena itu seorang guru harus mengetahui langkah-langkah pembelajarannya agar penyampaian sistematis. Seperti yang disampaikan oleh Zulkardi, 2002) langkah-langkah pembelajaran matematika realistik:

1. Persiapan

Selain menyiapkan masalah kontekstual, guru harus benar-benar memahami masalah dan memiliki berabagai macam strategi yang mungkin akan ditempuh siswa dalam menyelesaikannya.

2. Pembukaan

Pada bagian ini siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran yang dipakai dan diperkenalkan kepada masalah dari dunia nyata. Kemudian siswa diminta untuk memecahkan masalah tersebut dengan cara mereka sendiri.

3. Proses pembelajaran

Siswa mencoba berbagai strategi untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan pengalamanya, dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Kemudian setiap siswa atau kelompok mempresentasikan hasil kerjanya didepan siswa atau kelompok lain dan siswa atau kelompok lain memberi tangggapan terhadap hasil kerja siswa atau kelompok penyaji. Guru mengamati jalannya diskusi kelas dan memberi tanggapan sambil mengarahkan siswa untuk mendapatkan strategi terbaik serta menemukan atauran atau prinsip yang bersifat lebih umum.

4. Penutup

Setelah mencapai kesepakatan tentang strategi terbaik melalui diskusi kelas, siswa diajak menarik kesimpulan dari pelajaran saat itu. Pada akhir pertemuan siswa harus mengerjakan soal evaluasi dalam bentuk matematika formal.

Sehingga menurut pendapat saya, dari beberapa uraian diatas menunjukkan bahwa tidak ada cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika, kecuali kalau kita menjadi yang terbaik agak proses menjadi lebih baik. Seorang tak akan pernah berhenti belajar dan mencari mana yang akan menjadi pilihan bagi dirinya untuk melakukannya. Oleh karena tiu, marilah kita selalu siap dan peka terhadap segala perubahan yang ada dan mencintai profesi serta anaka didik seperti kita mencintai diri kita adanya.
( Sabina Ndiung SPd, Mahasiswa S2 Prodi DIKDAS UNY Angkatan 2007)

99 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Saya sangat setuju jika dalam pembelajaran siswa SD lebih menggunakan pendekatan RME karena siswa akan mudah mengingat dan melogika permasalahan yang ada di lingungan sekitarnya bukan dengan penerapan konsep-konsep atau pemberian rumus secara langsung. Pembelajaran dengan RME membuat siswa lebih aktif dan guru hanya sebagai fasilitator. Pembelajaran dengan RME diawali dengan dunia nyata, agar dapat memudahkan siswa dalam belajar matematika, kemudian siswa dengan bantuan guru diberikan kesempatan untuk menemukan sendiri konsep-konsep matematika. Sehingga RME tepat diterapkan dalam pembelajaran di SD.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju bahwa dalam mengajar ataupun mengajarkan matematika tidak ada satu metode yang terbaik, namun tergantung pada guru yang mengajarkannya. Untuk pembelajaran matematika di SD memang sudah seharusnya menggunakan pendekatan realistik sehingga siswa mudah memahaminya karena ada dalam dunia nyata. Sebagaimana kita ketahui bahwa untuk level SD dan SMP pembelaran matematika lebih efektif menggunakan pendekatan realitik.

    ReplyDelete
  3. Hendra Erik Rudyanto
    S3 dikdas

    Salah satu yang menyebabkan matematika sulit adalah kita tidak memahami karakteristik siswa. Kadangkala kita mengajarkan matematika orang dewasa kepada anak. Dimana matematika orang dewasa adalah matematika formal, sementara matematika anak adalah matematika konkret. Sebagai guru kita harus bisa memfasilitasi siswa dalam belajar dalam rangka untuk membangun pengetahuannya sendiri supaya lebih bermakna bagi siswa. RME merupakan pendekatan dimana konsep utamanya adalah matematika merupakan aktivitas manusia. Karena aktivitas manusia maka berkaitan dengan kehidupan sehari-hari, dan cocok jika diterapkan dalam pembelajaran matematika SD.

    ReplyDelete
  4. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya setuju dengan Prof bahwa dak ada cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika, kecuali kalau kita menjadi yang terbaik agak proses menjadi lebih baik. Karena setiap kebutuhan siswa akan berbeda-beda maka dari itu seorang guru dituntut memberikan pembelajaran yang inovatif agar siswa tertarik dalam pembelajarannya dan tujuan pembelajaran dapat tercapai sesuai kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  5. Matematika di SD dilakukan dengan keadaan lingkungan yang nyata atau realistik. Jika siswa menghitung 10 maka ada sepuluh benda yang dihitungnya. Kemudian operasinya juga menggunakan benda yang benar-benar nyata. Dengan demikian siswa akan melakukan aktivitas atau terlibat secara fisik dalam belajar matematika. Matematika bukan sekedar simbol angka yang kadang menyulitkan siswa. Mengenai konsep-konsep praktis tentang menjumlah bertingkat atau mengali menggunakan angka diberikan setelah siswa memahami makna dari penjumlahan atau perkalian. Siswa dibimbing dari yang nyata ke yang abstrak tetapi siswa telah mempunyai pemahaman atau gambaran secara nyata.

    ReplyDelete
  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut pendapat saya belajar matematika di SD itu haruslah belajar dengan menyenangkan dan bila mungkin melalui permainan. Misalkan anak SD mempelajari konsep luas dan keliling. Saya bisa meminta mereka berdiri membentuk lingkaran dan memberikan konsep luas dan keliling. Pembelajaran matematika di SD haruslah pembelajaran Penanaman Konsep Dasar, yaitu pembelajaran suatu konsep baru matematika, ketika siswa belum pernah mempelajari konsep tersebut, Pemahaman Konsep, yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep, yang bertujuan agar siswa lebih memahami suatu konsep matematika., dan Pembinaan Keterampilan, yaitu pembelajaran lanjutan dari penanaman konsep dan pemahaman konsep. Pembelajaraan pembinaan keterampilan bertujuan agar siswa lebih terampil dalam menggunakan berbagai konsep matematika.


    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Pembelajaran matematika seperti apa yang kita harapkan di SD?

    Pembelajaran matematika merupakan suatu proses pembelajaran yang harus dilakukan dengan makna. Oleh karena itu, matematika harus dikaitkan dengan kehidupan nyata. Kehidupan yang sangat dekat dengan siswa dan menjadi suatu yang relevan. Pembelajaran matematika juga merupakan kegiatan kemanusiaan. Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada siswa untuk dibimbing dan menemukan kembali matematikanya dengan cara melakukannya.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2
    Dari tulisan di atas PRM mempunyai pandangan bahwa matematika harus dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Jadi dalam proses pembelajaran dari awal yaitu tahap persiapan sampai akhir atau penutup, singkatnya pembelajaran dikaitkan dengan hal-hal yang konkret, sehingga nantinya dalam proses evaluasi siswa dengan mudah mengerjakan masalah yang diberikan dalam bentuk matematika formal.

    ReplyDelete
  9. Saya sependapat dengan Sabina Ndiung SPd, Mahasiswa S2 Prodi DIKDAS UNY Angkatan 2007, bahwa tidaklah ada cara yang terbaik untuk membelajarkan matematika sehingga yang harus kita lakukan untuk membelajarkan matematika adalah melakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan bukan malah sibuk memikirkan cara mana yang terbaik. Kita harus senantiasa belajar dan menambah pengalaman bagaimana membelajarkan matematika yang baik sehingga kita bisa memaksimalkan kemampuan yang kita punya sebagai fasilitator untuk siswa belajar matematika.

    'Aynun Fitri
    14301241016
    Pendidikan Matematika 2014 A

    ReplyDelete
  10. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pendidikan Matematika Realistik dapat digunakan di jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama. Hal ini dikarenakan pada kedua jenjang ini siswa masih menggunakan penalaran induktifnya. Dengan penalaran ini siswa diajak untuk berfikir secara umum kemudian dibawa ke dalam konteks yang khusus. Pendidikan Matematika Realistik merupakan pembelajaran yang mengenalkan siswa dengan hal – hal yang bersifat realistis baik itu dalam konteks nyata maupun dapat dibayangkan. Dari hal – hal tersebut guru mengarahkan siswa ke konsep yang menjadi menjadi tujuan pembelajaran pada pertemuan tersebut.

    ReplyDelete
  11. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Teori konstruktivis merupakan suatu teori yang menarik dimana para peserta didik diharapkan dapat membangun matematikanya sendiri. Hanya saja membimbing mereka kesana itu bukanlah hal yang mudah, memfasilitasi dan membimbing mereka untuk menangkap konsep yang dimaksudkan oleh pendidik merupakan tugas yang sulit. Guru perlu untuk memberikan fasilitas dan pancingan-pancingan yang tepat, seperti media, alat bantu dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  12. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Peserta didik pada jenjang sekolah dasar membutuhkan benda-benda real untuk dapat membantu mereka menemukan matematikanya, hal yang sedekat mungkin dengan dunia mereka, misalnya menghitung luas lingkaran deangan menghadirkan benda asli yang berupa lingkaran misalnya. Dari situ peserta didik bisa dibimbing sedikit demi sedikit, setahap demi setahap hingga pada akhirnya meeka menemukan konsep itu sendiri. Tahap yang panjang dan membutuhkan waktu yang lama memang, tetapi jika peserta didik telah menemukan konsep tersebut dan tertarik, maka mereka akan mencari lebih banyak materi tanpa perintah dari gurunya.

    ReplyDelete
  13. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Untuk menentukan metode pembelajaran seperti apa yang tepat diterapkan di SD, kita pahami dulu perkembangan kognitif seorang anak pada usia SD terlebih dahulu. Sehingga metode yang kita terapkan sesuai dengan perkembangan kognitifnya. Menurut Jean Piaget usia SD (7-11 tahun) merupakan tahap operasional konkrit. Mempunyai ciri berupa penggunaan logika yang memadai. Proses-proses penting selama tahapan ini adalah:
    Pengurutan—kemampuan untuk mengurutan objek menurut ukuran, bentuk, atau ciri lainnya. Contohnya, bila diberi benda berbeda ukuran, mereka dapat mengurutkannya dari benda yang paling besar ke yang paling kecil.
    Klasifikasi—kemampuan untuk memberi nama dan mengidentifikasi serangkaian benda menurut tampilannya, ukurannya, atau karakteristik lain, termasuk gagasan bahwa serangkaian benda-benda dapat menyertakan benda lainnya ke dalam rangkaian tersebut. Anak tidak lagi memiliki keterbatasan logika berupa animisme (anggapan bahwa semua benda hidup dan berperasaan)
    Decentering—anak mulai mempertimbangkan beberapa aspek dari suatu permasalahan untuk bisa memecahkannya. Sebagai contoh anak tidak akan lagi menganggap cangkir lebar tapi pendek lebih sedikit isinya dibanding cangkir kecil yang tinggi.
    Reversibility—anak mulai memahami bahwa jumlah atau benda-benda dapat diubah, kemudian kembali ke keadaan awal. Untuk itu, anak dapat dengan cepat menentukan bahwa 4+4 sama dengan 8, 8-4 akan sama dengan 4, jumlah sebelumnya.
    Konservasi—memahami bahwa kuantitas, panjang, atau jumlah benda-benda adalah tidak berhubungan dengan pengaturan atau tampilan dari objek atau benda-benda tersebut. Sebagai contoh, bila anak diberi cangkir yang seukuran dan isinya sama banyak, mereka akan tahu bila air dituangkan ke gelas lain yang ukurannya berbeda, air di gelas itu akan tetap sama banyak dengan isi cangkir lain.
    Penghilangan sifat Egosentrisme—kemampuan untuk melihat sesuatu dari sudut pandang orang lain (bahkan saat orang tersebut berpikir dengan cara yang salah). Sebagai contoh, tunjukkan komik yang memperlihatkan Siti menyimpan boneka di dalam kotak, lalu meninggalkan ruangan, kemudian Ujang memindahkan boneka itu ke dalam laci, setelah itu baru Siti kembali ke ruangan. Anak dalam tahap operasi konkrit akan mengatakan bahwa Siti akan tetap menganggap boneka itu ada di dalam kotak walau anak itu tahu bahwa boneka itu sudah dipindahkan ke dalam laci oleh Ujang
    Setelah mengetahui perkembangan kognitif anak usia SD, selanjutnya kita tinggal mennetukan metode yang tepat seperti, matematika realistik, matematika konkrit, matematika bermain dan sebagainya.

    ReplyDelete
  14. Metode pembelajaran yang tepat diterapkan bagi siswa SD adalah matematika realistik. Pendidikan Matematika Realistik Indonesia diadopsi dan diadaptasikan dari RME (Realistic Mathematic Education) dari Belanda, yang merupakan pengembangan gagasan pemikiran dari Freudenthal (1905-1990). Ide penerapan pertama kali diperkenalkan di negara Belanda sekitar tahun 1970. Dimana pengembangan matematika realistic didasarkan pada pandangan Freudenthal terhadap matematika yang berpandangan bahwa : (1) Matematika harus dikaitkan dengan hal-hal yang nyata bagi murid (kontekstual), (2) Matematika harus dipandang sebagai suatu aktivitas manusia (human activity). Dari kedua pandangan tersebut di atas dan prinsip self development model (Gravemaijer, 1994) dioperasionalisasikan kedalam lima karakteristik dasar dari Realistic Mathematics Education (de Lange,1987; Gravemaijer,1994), yaitu (1) Menggunakan masalah kontekstual. (2) Menggunakan Model. (3) Menggunakan hasil konstruksi siswa. (4) Interaktivitas. (5) Terintegrasi dengan topik pembelajaran lainnya.

    ReplyDelete
  15. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Konsep siswa yang dibentuknya di SD akan menjadi pondasi awal bagi pengetahuannya untuk kelak melangkah ke tahap selanjutnya. Karena itu, pengetahuan matematika SD amat penting untuk membangun konsep yang lain. Pembentukan konsep bagi anak SD perlu dikaitkan dengan konteks dunia nyata karena ranah belajar siswa masih pada benda kongkrit, juga agar para siswa mampu mengenali matematika di lingkungan sekitarnya, dan berbagai manfaatnya untuk kehidupan. Siswa juga haruslah dilibatkan secara langsung dan aktif dalam proses pembelajaran untuk mengembangkan dirinya.

    ReplyDelete
  16. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pembelajaran matematika di SD merupakan pembelajaran matematika yang kongkret, menunjukan barangnya, kaena anak-anak belum bisa diajak berpkir abstrak. Maka diperlukan pembelajaran realistik untuk siswa SD. Tahapan pertama yaitu persiapan, guru menyiapkan masalah kontekstual dan memiliki strategi pembelajaran untuk menyelesaikannya. Tahapan kedua yaitu pembukaan, siswa diperkenalkan dengan strategi pembelajaran dan masalah nyata. Tahap ketiga yaitu proses pembelajaran, siswa mencoba berbagai strategi untuk menyelesaikan masalahnya. Dan terakhir adalah penutup, siswa diajak menarik kesimpulan.

    ReplyDelete
  17. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Pembelajaran matematika yang harapkan di SD adalah pembelajaran matematika yang menyenangkan dan dapat membangun pemahaman konsep matematika, bukan hafalan. Ketika siswa mengalami pembelajaran matematika yang menyenangkan maka siswa tidak akan takut terhadap matematika dan kemungkinan siswa untuk tertarik untuk mempelajari matematika lebih tinggi. Ketika siswa belajar dengan pemahaman, mereka tidak akan menganggap matematika adalah hal yang abstrak. Salah satu pembelajaran yang cocok untuk digunakan di SD adalah pembelajaran matematika realistik yang menganggap matematika sebagai kegiatan. Matematika dekat dengan kehidupan real siswa. Pendekatan matematika realistik membangun matematika siswa melalui matematisasi horisontal yaitu dari konsep real ke simbol-simbol matematika, kemudian melalui matematisasi vertikal yaitu penalaran yang terjadi di dalam sistem matematika.

    ReplyDelete
  18. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tahap berpikir siswa Sekolah Dasar (SD) dalam belajar matematika adalah pada tahap konkret. Belajar matematika untuk anak SD adalah melalui aktivitas atau melalui benda konkret. Oleh karena itu, untuk pembelajaran matematika, guru harus memperhatikan apakah penyampaian materi sesuai dengan dunia anak. Janganlah langsung menyampaikan materi matematika yang bersifat abstrak tanpa melalui tahap konkret. Janganlah guru langsung memberikan definisi suatu konsep matematika kepada peserta didik karena itu sama saja dengan membunuh intuisi siswa. Guru harus mengetahui dan memahami bahwa dengan pembelajaran matematika, intuisi siswa seharusnya dapat berkembang. Intuisi sangat berguna dalam pembelajaran matematika, salah satunya untuk mengembangkan dan menghasilkan ide-ide/strategi penyelesaian masalah matematika.

    ReplyDelete
  19. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  20. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pembelajaran matematika tidak hanya di SD di tingkat SMP ataupun SMA siswa akan lebih memahami materi jika guru dapat membawa materi ke dalam kehidupan sehari-hari siswa apalagi dengan kurikulum 2013 siswa menggunakan konsep pembelajaran tematik yang dapat membuat siswa tidak terpaku dengan suatu permasalahan saja, tetapi siswa dapat belajar sambil bermain. Penutup di atas menurut saya kurang lengkap, karena di akhir pembelajaran guru beserta dengan siswa melakukan evaluasi dan menarik kesimpulan bersama-sama tidak hanya guru yang membentuk matematika secara formalnya.

    ReplyDelete
  21. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut saya salah satu pembelajaran yang cocok untuk di laksanakan di SD adalah pembelajaran matematika realistik juga berdasarkan teori belajar Bruner yaitu dengan tahapan enaktif, ikonik, simbolik.

    ReplyDelete
  22. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pembelajaran matematika pada tingkat Sekolah Dasar masih membutuhkan alat bantu dalam proses belajar mereka. Tahapan yang dimana masih membutuhkan benda-benda konkrit yang dapat di pegang dan dapat dilihat secara langsung oleh mata, sehingga mereka mendapat gambarannya dengan baik. Pembelajaran matematika pada tingkat SD sangat jauh dari abstraksi, jadi lebih baik untuk menggunakan alat bantu. Metode pembelajaran yang dapat digunakan salah satunya adalah PMRI, yang berawal dari RME di Belanda. Dalam metode pembelajaran ini, anak-anak diajarkan matematika menggunakan benda-benda konkrit yang mudah diingat oleh anak-anak, sehingga mereka bisa lebih baik menyusun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  23. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Saya sependapat jika dalam pembelajaran matematika di SD menggunakan RME. Karena dengan RME siswa akan dibantu untuk belajar matematika dari dunia nyata dan dari kehidupan sehari – hari yang mereka temui. Dengan hal tersebut maka siswa akan lebih mudah menerima pelajaran yang disampaikan karena dekat dengan kehidupan nyata. Siswa juga diberi kesempatan untuk mengeksplorasi kemampuannya melalui kegiatan yang disusun dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini akan mejadikan siswa mengalami matematika dalam kehidupan dan dekat dengan matematika.

    ReplyDelete
  24. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Apabila ditilik dari prosesnya maka matematika pada permulaannya bermula dari masalah situasional kehidupan insani. Kemudian melalui proses idealisasi, abstraksi, dan generalisasi berkembang menuju kepada ilmu matematika formal. Pada akhirnya, dalam pembuktian matematika formal yang berlaku adalah cara berfikir yang deduktif dan menolak cara berfikir induktif. Oleh karenanya bukti dengan induksi matematikapun juga memakai cara berfikir deduktif (Ruseffendi, 2006).
    Dari tingkatan masalah situasional menuju tingkatan matematika formal terdapat dua tingkatan antara, yakni tingkatan referensial dan tingkatan general (Gravemeijer, 1994: p. 102).
    Proses yang dimulai dari masalah-masalah situasional insani berpindah menuju pada matematika formal dialami oleh setiap orang. Secara mudah dikatakan bahwa setiap aktivitas insani selalu melibatkan matematika baik secara langsung maupun tidak langsung. Olah karenanya Hans Freudenthal, seorang matematikawan dari Belanda, mengemukakan gagasan bahwa matematika dianggap sebagai akvititas insani (mathematics as human activity) (Lange, 2000; Hadi, 2005). Kiranya pandangan Freudenthal tentang matematika sesuai bila diterapkan dalam pembelajaran matematika di sekolah.

    ReplyDelete
  25. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Dalam mencapai tujuan pembelajaran dibutuhan hubungan yang baik, yaitu antara guru, media atau alat peraga, sumber belajar, metode pembelajaran, dan siswa (SD). Di sini, guru memiliki peran penting dalam keberhasilan penyampaian dan pemahaman materi khususnya bagi siswa SD. Sebab anak SD lebih mudah belajar Matematika dengan melihat apa yang ada di sekitarnya. Siswa akan menjadi lebih kreatif, dapat mengembangkan materi, tidak terpaku atau tergantung pada apa yang disampaikan guru, timbul kesenangan terhadap pelajaran, bahkan siswa diharapkan mampu menyimpulkan dan merumuskan suatu materi pelajaran

    ReplyDelete
  26. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Pembelajaran yang sangat di harapkan di SD adalah adanya penedekatan RME yang mana dengan adanay RME siswa SD dapat lebih menegrti akan matematika itu seperti apa. Karena siswa SD dalam emepelajari matematika tidak bisa menggunakan defiinisi saja akan tetapi harus mempunyai benda yang konkret dalam memehamai matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  27. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Matematika kerap menjadi pelajaran yang ditakuti. Keberadaannya seperti menjadi momok bagi sebagian orang. Bahkan, kalau bisa dihindari, mereka bakal menghindarinya sejauh mungkin. Namun tidak demikian seharusnya, karena matematika sangat berperan dalam memecahkan masalah sehari- hari. Sehingga memperkenalkan matematika pada anak tingkat dasar haruslah dengan cara menyenangkan. Guru harus masuk kedalam kelompok siswa, sehingga tidak ada kesenjangan anatar guru dan siswa. Guru harus dapat mengaitkan materi dengan sesuatu yang real dan kongkrit pada pembelajarannya serta menggunakan media pembelajaran. Karena hal ini, siswa pun akan menyimpan apa yang ia ketahui dari apa yang ia lakukan sendiri dari pengalaman-pengalamannya kedalam memori jangka panjang serta akan menjadi bekal untuk mempelajari matematika pada tingkat selanjutnya.

    ReplyDelete
  28. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menurut tahap perkembangan kognitifnya, siswa SD memang masih pada tahapan Operasional Kongkrit menurut Piaget. Sehingga dalam praktik pembelajaran, sebaiknya guru memfasilitasi siswa untuk mengaitkan materidengan kenyataan, yang dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat. Hal ini sangat membantu dalam pembelajaran matematika terutama dalam proses pengabstraksian.

    ReplyDelete
  29. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran matematika di SD yang kita harapkan adalah pembelajaran yang bermakna, dengan kebermaknaan itu sendiri mereka senang, tahu, paham serta berkesan dan menumbuhkan kreatifitas dan inovatif.

    ReplyDelete
  30. Listia Palupi Wisnu Aji
    14301241007
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika di SD sangat membutuhkan kreativitas dan inovasi seorang guru sehingga pembelajaran menarik bagi siswa. Matematika SD merupakan matematika konkret yaitu pembelajaran matematika dikaitkan dengan kenyataan atau kehidupan sehari/ hari. Siswa dituntut aktif dalam proses pembelajaran misalnya memecahkan masalah menurut cara mereka sendiri, diskusi kelompok, ataupun presentasi. Seorang guru perlu persiapan yang matang dengan mencari masalah konstektual dan di akhir pembelajaran guru mengajak siswanya untuk menarik kesimpulan dan jika masih ada waktu yang tersisa bisa mengadakan post test untuk mengukur kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  31. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Siswa SD masih menggunakan pengalaman konkritnya untuk belajar, termasuk juga dalam mempelajari matematika. siswa SD mempelajari matematika dari pengalam langsung yang kemudian diabstraksikan secara bertahap. Menurut saya tepat jika pembelajaran matematika di SD dilaksanakan menggunkan pendidikan matematika realistik, sebab pendidikan matematika relistik memanfaatkan pengalaman langsung yang dimiliki oleh siswa untuk mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  32. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya sangat setuju dengan pernyataan tentang bahwa tidak ada cara terbaik dalam membelajarkan matematika. Ini dikarenakan bahwa setiap siswa memiliki perbedaan, baik dari segi kepribadian atau kecerdasan, serta berbagai macam cara yang ada belum tentu dapat mengakomodir dan memfasilitasi setiap jenis kepribadian atau kecerdasan yang dimiliki oleh para siswa.

    Di tingat sekolah dasar, pembelajaran hendaknya diambil dari hal yang dekat dengan siswa itu sendiri, ini seperti yang disampaikan di awal artikel ini. Ini dikarenakan, jika pembelajaran diambil dari hal disekitar mereka, tentu akan lebih mudah dipahami karena sering mereka temukan. Ditambah apabila mereka dapat menemukannya sendiri, tentu akan lebih membekas pada diri siswa.

    ReplyDelete
  33. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Guru SD hendaknya bisa menggunakan alat peraga dalam proses pembelajaran sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik. Alat peraga tidak hanya dibuat oleh guru saja tetapi dengan bantuan guru sebagai fasilitator siswa juga dapat mengambil bagian dalam membuat sendiri gambar-gambar sehingga konsep siswa tentang bilangan bisa terbentuk. Dengan alat peraga alat peraga siswa tentunya bisa lebih memahami tentang berbagai konsep matematika dengan mudah, karena dapat mengurangi keabstrakan dari matematika itu sendiri. Sebagaimana dalam tulisan ini yang menawarkan Matematika realistik sebagai titik tolak dalam menyampaikan pelajaran dikelas.

    ReplyDelete
  34. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014 UNY

    Siswa sekolah dasar rata-rata berusia 7-12 tahun. Berdasarkan teori perkembangan kognitif yang disampaikan oleh Piaget, di usia tersebut anak berada di tahap operasional konkret, artinya siswa lebih menggunakan panca indera dan mampu mengatasi masalah konkret. Oleh karena itu, pembelajaran di sekolah, khususnya pembelajaran matematika, perlu difasilitasi agar anak tidak kesulitan dalam belajar suatu konsep matematika. Pendekatan yang dirasa pas adalah pembelajaran matematika realistik. Masalah yang disajikan guru adalah masalah kontekstual, yang dapat dibayangkan siswa, guru menerapkan pembelajaran dengan contoh, juga dapat menggunakan media konkret dan alat bantu visual

    ReplyDelete
  35. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Disamping melihat dari sudut pandang siswa, guru sebelumnya perlu memahami subjek pembelajaran. Guru saat memilih masalah kontekstual hendaknya juga paham dan dapat mengira-ira apakah masalah tersebut dapat dipahami siswa. Juga saat mengkondisikan sisw SD yang rata-rata kemampuan memfokuskan diri nya masih terbatas. Guru perlu merancang pembelajaran inovatif secara maksimal

    ReplyDelete
  36. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran untuk siswa SD lebih mengarah dan merujuk pada pembelajaran realistik. Siswa SD belum mampu menggunakan penaralan induktifnya seperti siswa SMA atau mahasiswa. Mereka membutuhkan pembelajaran yang sesuai dengan keadaan yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga pembelajaran realistik cocok digunakan untuk pembelajaran siswa SD. Adapun langkah-langkahnya yaitu, persiapan, pembukaan, proses pembelajaran, dan penutup.

    ReplyDelete
  37. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seperti yang kita ketahui, membelajarkan matematika untuk anak-anak berbeda dengan matematika untuk orang dewasa. Matematika untuk anak dimulai dengan mengenalkan pada bentuk-bentuk konkrit, dalam hal ini dikaitkan dengan kenyataan, dekat dengan pengalaman anak dan relevan terhadap masyarakat, dengan tujuan menjadi bagian dari kegiatan kemanusiaan. Walaupun demikian, prinsip pembelajaran bahwa siswa adala pelaku utama dalam pembelajaran tetap harus diterapkan, artinya siswa lah yang membangun konsepnya sendiri dengan bimbingan dari guru.

    ReplyDelete
  38. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika di SD diajarkan dengan mengaitkan kenyataan yang dekat dengan pengalaman anak dan dengan pembelajaran matematika realistik. Dengan pembelajaran matematika realistik ini siswa akan mampu memahami matematika konkret kemudian siswa akan mampu menerapkannya dalam matematika formal, tentunya dengan bimbingan guru serta menemukan dengan strateginya sendiri.

    ReplyDelete
  39. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran RME juga menarik untuk diterapkan dalam pembelajaran SD. Namun Guru juga harus mampu membedakan yang mana pembelajaran untuk tingkat SD, SMP, atau SMA. Pembelajaran untuk SD adalah pembelajaran yang menggunakan model-model konkret karena untuk anak usia SD masih belum bisa berpikir secara abstrak. Sehingga Pembelajaran SD lebih menonjolkan kegiatan-kegiatan membangun konsep materi yang dipelajari melalui benda-benda konkrit yang ada dalam kehidupan sehari-hari. Siswa diberikan kesempatan penuh untuk membangun pengetahuannya. Dengan memberikan kesempatan penuh untuk siswa, menjadikan siswa tidak tertekan dalam proses pembelajaran. Dalam pembelajaran SD juga diharapakan pembelajaran yang menarik, kreatif, dan menyenangkan, agar siswa lebih berminat dalam belajar sehingga pembelajarannya lebih bermakna.

    ReplyDelete
  40. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pembelajaran matematika di SD sangat penting karena menjadi dasar untuk di tingkatan selanjutnya. Membelajarkan matematika merupakan tantangan sekaligus tanggung jawab yang besar. Guru dituntut untuk lebih memahami siswa terutama dari segi perkembangan kognitif dan psikologisnya. Hal yang utama adalah matematika di SD haruslah nyata, harus dirasakan sendiri oleh siswa, dan disenangi oleh siswa. Karena anak-anak masih dalam tahap konkret, matematika untuk anak terikat oleh ruang dan waktu dan akan sering berubah, lingkaran saat ini akan berbeda dengan lingkaran yang ditemuinya besok. Pembelajaran matematika yang cocok untuk anak SD adalah pembelajaran kontekstual dengan matematika konkret, menggunakan contoh benda-benda konkret agar anak dapat mudah memahami (kontekstual). Mengenai model pembelajaran yang akan digunakan, tergantung dengan materi dan kondisi (kebutuhan) dari peserta didik. Siswa akan lebih merasa dekat dengan matematika dan mudah memahami konsep-konsep dasar tersebut.

    ReplyDelete
  41. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    Penggunaan metode RME untuk pembelajaran di SD sangat baik digunakan, karena siswa SD masih mudah untuk mengingat, dan pembelajaran yang menggunakan model model konkret akan membantu siswa untuk memahami materi yang diajarkan. pembelajaran dikemas sesuai dengan perkemabangan dan daya pikir siswa, guru harus menyesuaikan hal tersebut, agar terciptanya pembelajaran yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.

    ReplyDelete
  42. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika mempunyai tingkatan, mulai dari konkret sampai dengan abstrak. Siswa SD belum bisa memahami matematika abstrak. Tidak mudah mengajarkan atau mengubah matematika abstrak menjadi matematika konkret yang dapat dipahami oleh siswa SD. Oleh karenanya pembelajaran untuk SD bisa mengambil contoh dari kehidupan sehari-hari atau benda-benda konkret, menggunakan model pembelajaran RME, sehingga siswa mampu untuk membayangkan penerapan konsep matematika abstrak yang diajarkan.

    ReplyDelete
  43. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam mencapai tujuan pembelajaran dibutuhan korelasi yang baik, yaitu antara guru, media atau alat peraga, sumber belajar, metode pembelajaran, dan siswa (SD). Di sini, guru memiliki peran penting dalam keberhasilan penyampaian dan pemahaman materi khususnya bagi siswa SD. Sebab anak SD lebih mudah belajar Matematika dengan melihat apa yang ada di sekitarnya. Siswa akan menjadi lebih kreatif, dapat mengembangkan materi, tidak terpaku atau tergantung pada apa yang disampaikan guru, timbul kesenangan terhadap pelajaran, bahkan siswa diharapkan mampu menyimpulkan dan merumuskan suatu materi pelajaran. Jika sejak awal pembelajaran Matematika sudah dihadapkan pada angka atau sebuah teori, maka kesan pertama anak terhadap pelajaran pun menjadi jenuh, rumit, dan sulit.

    ReplyDelete
  44. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya setuju dengan uraian pembelajaran Matematika di SD di atas, karena pembelajaran Matematika khususnya di SD tidak lepas dari pengalaman dan lingkungan sekitar siswa. Oleh karena itu, kita sebagai calon guru hendaknya senantiasa belajar untuk selalu menemukan metode-metode pembelajaran Matematika yang baru untuk bekal mengajar nanti. Amien.

    ReplyDelete
  45. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    jika langkah-langkah tersebut diimplementasikan dalam proses pembelajaran yang realistis pembelajaran matematika karena pembelajaran berorientasi pada siswa, tidak berpusat pada guru, mengembangkan potensi siswa sehingga siswa lebih berkembang, mandiri, dan kreatif. matematika belajar seharusnya berhubungan dengan kehidupan siswa, khususnya bagi siswa sekolah dasar. Siswa harus dilatih untuk menemukan matematika melalui aktif dan kolaboratif sehingga pembelajaran matematika menjadi menyenangkan, mudah, dan siswa terbiasa untuk berpikir inovatif dan mampu menggunakan pengetahuan mereka untuk memecahkan masalah yang dihadapi.

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada postingan diatas dijelaskan mengenai pembelajaran yang seperti apakah yang diharapnkan di sekolah dasar. Salah satunya adalah penerapan pendekatan RME atau Realistic Mathematics Education. Dari pandangan Freudenthal, RME diartikan sebagai kegiatsan manusia. Maka dari itu perlu disusun langkah-langkah pembelajaran matematika realistik

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Langkah-langkah pembelajaran RME diantaranya : persiapan, pembukaan, proses pembelajaran, dan yang terakhir adalah penutup. Untuk langkah persiapan, guru perlu menyiapkan masalah kontekstual yang sebaiknya dikuasai dan dipahami oleh guru dan mengenali apa saja strategi yang bisa jadi ditempuh oleh siswa. Yang kedua yaitu pembukaan. Siswa dikenalkan dengan strategi yang dipakai dan masalah kontekstualnya. Lalu siswa diminta memecahkan masalah sendiri. Pada proses pembelajaran, siswa memecahkan masalah dengan pengalamannya (dengan berdiskusi), sembari guru mendampingi jalannya diskusi. Langkah terakhir adalah penutup. Siswa bersama-sama menarik kesimpulan dan mengerjakan soal evaluasi dari guru dalam benrtuk matematika formal

    ReplyDelete
  48. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pembelajaran matematika untuk anak SD tidak bisa dimulai dengan menggunakan definisi-definisi serta teorema. Guru harus memulai pembelajaran matematika melalui hal yang konkret dan realistik untuk benak anak. Siswa akan sulit memahami materi yang diajarkan secara abstrak. Misal untuk materi pecahan. Guru perlu membangun pemahaman siswa dengan menggunakan berbagai alat peraga untuk menunjukkan nilai dari pecahan itu. Berbagai operasi perhitungan dalam matematika akan mudah diterima oleh siswa jika dijelaskan secara konkret dan dikaitkan dengan permasalahan yang ada di lingkungan sekitar.

    ReplyDelete
  49. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Matematika sebagai suatu obyek abstrak, tentu saja sangat sulit dicerna anak-anak SD yang oleh Piaget, diklasifikasikan masih dalam tahap operasi konkret. Siswa SD belum mampu untuk berpikir formal maka dalam pembelajaran matematika sangat diharapkan bagi para pendidik (guru) mengaitkan proses belajar mengajar di SD dengan benda konkret. Sangat diharapkan pembelajaran matematika menyenangkan bagi siswa dan pembelajaran matematika menjadi efektif sehingga siswa tidak hanya mampu menghafal konsep-konsep matematika, tetapi juga harus dapat mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Jadi sangat diharapkan dalam proses pembelajaran yang dipraktekkan guru juga melibatkan dan mengaktifkan siswa dalam proses menemukan konsep-konsep matematika.

    ReplyDelete
  50. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    “ tidak ada cara yang terbaik dalam membelajarkan matematika, kecuali kalau kita menjadi yang terbaik agak proses menjadi lebih baik. “.
    Seorang guru diharapkan untuk mengenali bagaimana cara siswa belajar, berpikir, menyelesaikan suatu masalah yang diberikan, apa yang membuat siswa tertarik dalam mempelajari matematika, dan juga apa yang membuat siswa menolak mempelajari matematika. Semua cara baik, namun jika tidak dilengkapi dengan keinginan untuk terus belajar guru hanya akan mematikan kreativitas anak. Masing-masing anak memiliki cara tersendiri untuk mengerti matematika, strategi tersendiri dalam menyelesaikan masalah yang diberikan. Oleh karena itu, sebagai guru teruslah belajar untuk melakukan yang terbaik sehingga hasil yang diterima pun lebih baik.

    ReplyDelete
  51. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    pembelajaran pada siswa SD tentunya disesuaikan dengan karakteristik siswa SD. pembelajaran yang tidak sesuai akan menyebabkan ketidakharmonisan antara tujuan guru mengajar dengan kemampuan pemikiran siswa, siswa SD cenderung masih senang dengan melakukan kegiatan dll, maka dibuatlah pembelajaran yang melibatkan siswa, seperti mengamati bendabenda konkret yang ada untuk mempelajari materinya, menggunakan benda benda konkret ini juga bertujuan untuk mempermudah siswa dalam memahami materi.

    ReplyDelete
  52. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    saya sependapat dengan penulis bahwa tidak ada metode pembelajaran yang terbaik. berdasarkan referensi yang pernah saya baca menurut Nisbet, tidak ada cara belajar yang paling benar, dan cara mengajar yang paling baik, orang-orang berbeda dalam kemampuan intelektual, sikap, dan kepribadian sehingga mereka(pendidik) mengadopsi pendekatan-pendekatan yang karakteristiknya berbeda untuk belajar.

    ReplyDelete
  53. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Setelah membaca artikel diatas, saya sangat setuju apabila langkah-langkah pembelajaran matematika realistik tersebut dapat diterapkan dalam proses pembelajaran matematika karena langkah-langkah tersebut dapat mendorong siswa untuk menjadi lebih mandiri dan tidak selalu bergantung pada gurunya. Melalui langkah-langkah pembelajaran matematika realistik tersebut, siswa dapat mengenali masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata karena pada dasarnya matematika harus dikaitkan dengan kenyataan. Membelajarkan matematika bagi siswa di sekolah dasar (SD) yang tingkat perkembangan berpikirnya masih belum formal, seorang guru idealnya menggunakan alat bantu pembelajaran. Penggunaan alat bantu dalam pembelajaran matematika berfungsi  membantu  penanaman dan pemahaman konsep secara bermakna. Selain itu, alat bantu pembelajaran dapat juga berfungsi sebagai jembatan bagi guru untuk  mengilustrasikan suatu konsep dalam matematika yang bersifat abstrak agar lebih mudah untuk dipahami siswa. Keberhasilan dari kegiatan belajar siswa dipengaruhi banyak hal seperti pengalaman, kemampuan, kematangan, dan motivasi. Pengalaman akan benda-benda kongkrit yang dekat dengan anak sangat membantu melandasi pemahaman konsep abstrak matematika. Guru harus terampil membangun jembatan penghubung antara pengalaman kongkrit yang dimiliki kebanyakan anak dengan konsep-konsep matematika yang abstrak. Oleh karena itu benda-benda nyata akan sangat membantu anak dalam memahami matematika. Dengan demikian, alat peraga dan bahan ajar, memiliki peranan yang penting dalam kegiatan pembelajaran matematika di sekolah dasar.

    ReplyDelete
  54. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika merupakan kegiaatan manusia.sedangkan matematika unuk anak harus dibuat lebih lebih realistis dan dekat dengan pengalaman anak. Pembelajaran matematika merupakan kegiatan kemanusiaan.dalam pembelajaran matematika perlu memberikan kesempatan pada siswa siswa untuk dibimbing dan menemukan kembali matematikanya. Oleh karena itu seorang guru harus dapat menemukan matematikanya. Oleh karena itu seorang guru perlu tau bagaimana urutan agar pembelajaran nya sistematis.berikut adalah urutan pembelajaran matematika yang sistematis menurut Zulkardi yang secara singkat dapat ditulis sebagai berikut
    1. Persiapan
    Guru memahami masalah yang akan dibahas dan bermacam macam cara penyelesaian yang mungkin dipilih siswa
    2. Pembukaan
    siswa diperkenalkan masalak yang real dan siswa diminta menyelesaikannya.
    3. Proses pembelajaran
    Siswa mencoba berbagai strategi untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan pengalamanya, dapat dilakukan secara perorangan maupun kelompok. Kemudian setiap siswa atau kelompok mempresentasikan hasil kerjanya didepan siswa atau kelompok lain dan siswa atau kelompok lain memberi tangggapan terhadap hasil kerja siswa atau kelompok penyaji. Guru mengamati jalannya diskusi kelas dan memberi tanggapan sambil mengarahkan siswa untuk mendapatkan strategi terbaik serta menemukan atauran atau prinsip yang bersifat lebih umum.
    4. Penutup
    siswa berdiskusi, menarik kesimpulan sendiri dan mengerjakan evaluasi dengan soal matematika formal.

    ReplyDelete
  55. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Penerapan model/metode/strategi RME dirasa sangat cocok untuk pembelajaran matematika tingkat SD, karena pada usia anak SD masa dimana anak dalam pembentukan konsep-konsep dasar dalam pendidikannya terutama belajar matematika. Untuk itu dengan pembelajaran yang nyata diharapakan proses belajar akan lebih bermakna dengan anak mengalami apa yang dipelajarinya, bukan hanya mengetahuinya.

    ReplyDelete
  56. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Pembelajaran RME adalah pembelajaran berdasarkan pengalaman, sehingga jika siswa kurang memiliki pengalaman, pembelajaran akan menjadi kurang efektif. Namun, apabila pembelajaran RME dilakukan secara kontinu, siswa akan memiliki banyak pengalaman dari pengalaman sebelumnya, sehingga pembelajaran menjadi semakin efektif. Dalam pembelajaran RME, masalah yang digunakan adalah masalah kontekstual, sehingga yang menjadi sorotan kemudian adalah, guru harus bisa memilih masalah yang kontekstual yang merupakan bagian dari pengalaman siswa.

    ReplyDelete
  57. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran Matematika Realistik tepat bagi pembelajaran matematika untuk siswa SD, karena syntaks dari RME tepat untuk meningkatkan ketertarikan siswa terhadap matematika, dengan RME siswa lebih dapat memahami materi dengan mudah dan bermakna sehingga pembelajaran matematika di kelas menjadi lebih menyenangkan dan menarik.

    ReplyDelete
  58. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Jika dibahas mengenai pembelajaran untuk siswa SD mungkin yang saya bayangkan yang sesuai dengan tuntutan jama adalah pembelajaran yang memperbanyak kegiatan aktivitas oleh siswa dalam upaya merekonstruksi pengetahuannya. Karena untuk siswa SD masih masanya untuk bermai jika diharapkan siswa SD untuk belajar ilmu formal maka jadinya saat besar akan bosan dengan ilmu. Sehingga sesuai karakter siswa ini, maka pembelajarannya harus didominasi dengan aktivitas oleh siswa sehingga siswa juga senang akan ilmu dan mendapatkan ilmu juga.

    ReplyDelete
  59. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan pada pembelajaran SD adalah pembeljaran dengan Realistic Mathematics Education atau di Indonesia sudah mengembangkan matematika sejenis ini yaitu PMRI aatau Pendidikan Matematika Realistik Indonesia. Pembelajaran dengan berbasisikan RME ini digunakan karena kemampuan siswa yang sulit untuk menerjemahkan matematika yang abstrak sehingga memerlukan objek-objek disekitar siswa untuk menerjemahkannya sehingga beban otak siswa tidak terbebani.

    ReplyDelete
  60. Elli susilawati
    16709251073
    pmat D 2016

    Pembelajaran matematika realistik pada dasarnya adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami peserta didik untuk memperlancar proses pembelajaran matematika, sehingga mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik dari pada yang lalu.

    ReplyDelete
  61. Elli susilawati
    16709251073
    pmat D 2016

    Pembelajaran matematika realistik pada dasarnya adalah pemanfaatan realitas dan lingkungan yang dipahami peserta didik untuk memperlancar proses pembelajaran matematika, sehingga mencapai tujuan pendidikan matematika secara lebih baik dari pada yang lalu.

    ReplyDelete
  62. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Sejalan dengan pendapat dari Zulkardi tentang permasalahan yang diberikan kepada siswa hendaknya adalah permasalahan yang memiliki banyak penyelesaian. Hal itu dilakukan agar tidak membatasi kreatfitas siswa dalam mencari solusi terhadap masalah yang diberikan. Seperti apapun penyelsaian yang dilakukan siswa, guru tidak boleh menyalahkan jawaban tersebut. Namun guru dapat memberi perbaikan pada jawaban yang dilakukan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  63. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Saya sependapat dengan kesimpulan yang diutarakan Pak Marsigit, bahwa tidak ada pembelajaran yang terbaik yang bisa digunakan. Karena pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Dalam praktiknya seorang guru harus terus meningkatkan pengetahuannya tentang pendidikan dan pembelajaran terkini, karen setiap tahunnya dia akan menemui beragam siswa baru yang membutuhkan pembelajaran sesuai dengan karakternya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  64. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Saya sependapat dengan kesimpulan yang diutarakan Pak Marsigit, bahwa tidak ada pembelajaran yang terbaik yang bisa digunakan. Karena pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan dan tujuan pembelajaran. Dalam praktiknya seorang guru harus terus meningkatkan pengetahuannya tentang pendidikan dan pembelajaran terkini, karen setiap tahunnya dia akan menemui beragam siswa baru yang membutuhkan pembelajaran sesuai dengan karakternya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  65. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Kata-kata terakhir dalam tulisan tersebut menjadi motivasi bagi kita para calon guru untuk tetap belajar agar mampu meningkatkan kualitas pembelajaran yang kita lakukan, karena pada dasarnya kita tidak akan berhenti belajar. Seorang guru harus mampu menjadi pengajar bagi siswanya dan tetap menjadi pelajar bagi dirinya sendiri.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  66. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seperti yang kita ketahui bersama, siswa SD belum berada pada Tahap formal yang dapat membayangkan dan memahami pengetahuan yang bersifat abstrak. Guru haruslah memahami hal tersebut. Memahami kemampuan siswa justru dapat mengefektifkan pembelajaran yang bermakna. Tidak perlu buru-buru. untuk apa? yang terpenting adalah siswa dapat memaknai pembelajaran yang ia lakukan.

    ReplyDelete
  67. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam postingan ini terdapat kalimat yang merupakan pesan yang diharapkan tersampaikan kepada pembaca dari tulisan ini yaitu Selain memandang matematika sebagai subyek yang ditransfer, Freudenthal menekankan ide matematika sebagai suatu kegiatan kemanusiaan. Pelajaran matematika harus memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk “dibimbing” dan “menemukan kembali” matematika dengan melakukannya.

    Nah dari tulisan tersebut jelas, bahwa disini implisit menekankan pembelajaran sd yang diharapkan adalah berupa kegiatan kegiatan oleh siswa dengan guru yang memfasilitasinya sehingga siswa dapat memaknai pembelajaran sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  68. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran matematika di SD tentu berbeda dengan pembelajaran matematika SMP maupun SMA. Matematika untuk SD adalah matematika untuk anak-anak. Menurut tahapan Bruner, pembelajaran matematika dimulai dengan tahap enaktif, ikonik, simbolik. Matematika SD ini sebaiknya dimulai dengan benda-benda konkret (tahap enaktif). Salah satu cara yang dapat digunakan adalah mengenalkan lingkungan yang sesuai kepada anak-anak, kemudian melalui benda-benda yang ada di lingkungan tersebut dibawa ke pengenalan matematika konkrit. Dengan demikian, siswa dapat secara langsung mengalami proses pembelajaran. Proses mengalami sendiri (experiencing) dapat MENJADIKAN pembelajaran menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  69. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  70. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pada dasarnya matematika merupakan suatu pengetahuan yang didasarkan atas akal semata (rasio) yang berhubungan dengan hal-hal yang abstrak (karena sesungguhnya objek matematika adalah hal-hal yang abstrak) hal ini mungkin bertentangan dengan sejarah, bahwa matamatika ditemukan dari hasil pengamatan, pengalaman, dan dikembangkan dengan analogi dan coba-coba. Karena matematika adalah pengetahuan deduktif, seharusnya pembelajaran matematika menggunakan pendekatan deduktif. Namun ahli pendidikan matematika menyadari bahwa pembelajar-pembelajar di tingkat dasar masih sulit menggunakan rasio/akal semata dalam belajar matematika dengan pendekatan deduktif. Berdasarkan pertimbangan ini pembelajar dalam pembelajaran matematika sebaiknya menggunakan pendekatan induktif. Berdasarkan penalaran induktif, sekarang dikembangkan suatu pendekatan pembelajaran matematika untuk pembelajar tingkat SD, yaitu Pendekatan Realistik berdasarkan situasi nyata yang dihadapi anak di lingkungannya”. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pendekatan realistik sejalan dengan pendekatan pembelajaran induktif, dalam pendekatan pembelajaran induktif pengetahuan dapat diperoleh melalui akal. Penalaran induktif, sekarang dikembangkan suatu pendekatan pembelajaran matematika untuk pembelajar tingkat SD, yaitu Pendekatan Realistik berdasarkan situasi nyata yang dihadapi anak di lingkungannya.

    ReplyDelete
  71. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pembelajaran matematika selama ini terlalu dipengaruhi pandangan bahwa matematika adalah
    alat yang siap pakai. Pandangan ini mendorong guru bersikap cenderung memberi tahu konsep/
    sifat/ teorema dan cara menggunakannya. Guru cenderung mentransfer pengetahuan yang dimiliki ke pikiran anak dan anak menerimanya secara pasif dan tidak kritis. Adakalanya siswa
    menjawab soal dengan benar namun mereka tidak dapat mengungkapkan alasan atas jawaban mereka. Siswa dapat menggunakan rumus tetapi tidak tahu dari mana asalnya rumus itu dan mengapa rumus itu digunakan. Keadaan demikian mungkin terjadi karena di dalam proses pembelajaran tersebut siswa kurang diberi kesempatan dalam mengungkapkan ide-ide dan alasan jawaban mereka sehingga kurang terbiasa untuk mengungkapkan ide-ide atau alasan dari jawabannya. Perubahan cara berpikir yang perlu sejak awal diperhatikan ialah bahwa hasil belajar siswa merupakan tanggung jawab siswa sendiri. Artinya bahwa hasil belajar siswa dipengaruhi
    secara langsung oleh karakteristik siswa sendiri dan pengalaman belajarnya. Tanggung jawab
    langsung guru sebenarnya pada penciptaan kondisi belajar yang memungkinkan siswa memperoleh pengalaman belajar yang baik. Pengalaman belajar akan
    terbentuk apabila siswa ikut terlibat dalam pembelajaran yang terlihat dari aktivitas belajarnya.
    PMRI juga menekankan untuk membawa matematika pada pengajaran bermakna dengan
    mengkaitkannya dalam kehidupan nyata sehari- hari yang bersifat realistik. Siswa disajikan
    masalah-masalah kontekstual, yaitu masalah-masalah yang berkaitan dengan situasi realistik.
    Kata realistik disini dimaksudkan sebagai suatu situasi yang dapat dibayangkan oleh siswa atau
    menggambarkan situasi dalam dunia nyata.

    ReplyDelete
  72. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pada Lembar Kerja Siswa bagian mengamati, siswa dihadapkan pada fenomena sehari-hari atau masalah nyata yang dituangkan dalam LKS. Kemudian untuk langkah selanjutnya hampir sama dengan yang dijabarkan pada tulisan ini. Fenomena dan masalah nyata tersebut akan menjadikan LKS yang dibut bersifat kontekstual dan siswa dapat memahami manfaat mempelajari suatu topik matematika. Kemudian pada bagian menanya, siswa diminta untuk membuat pertanyaan tentang apa saja yang tertuang pada fenomena yang diamati. Hal ini akan membuat siswa berpikir kreatif dan menyusun strategi dalam memecahkan masalahnya.

    ReplyDelete
  73. ‘Aynun Fitri
    14301241016
    Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajaran matematika realistik merupakan teori belajar mengajar dalam pendidikan matematika. Teori pembelajaran matematika realistik pertama kali diperkenalkan dan dikembangkan di Belanda pada tahun 1970 oleh Institut Freudenthal. Freudenthal berpendapat bahwa matematika harus diartikan dengan realita dan matematika merupakan aktivitas manusia. Dari pendapat Freudenthal memang benar alangkah baiknya dalam pembelajaran matematika harus ada hubungannya dengan kenyataan dan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu manusia harus diberi kesempatan untuk menemukan ide dan konsep matematika dengan bimbingan orang dewasa. Matematika harus dekat dengan anak dan kehidupan sehari-hari. Upaya ini dilihat dari berbagai situasi dan persoalan-persoalan “realistik”. Realistik ini dimaksudkan tidak mengacu pada realitas pada realitias tetapi pada sesuatu yang dapat dibayangkan.

    ReplyDelete
  74. ‘Aynun Fitri
    14301241016
    Pendidikan Matematika 2014 A

    Pembelajajaran matematika realistik cocok untukk diterapkan pada pembelajaran di SD karena anak bisa belajar dari hal-hal yang real

    ReplyDelete
  75. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran yang cocok diterapkan pada pembelajaran matematika di SD adalah pembelajaran yang mengedepankan contoh dan non contoh. karena pada usia tersebut konsep dasar sangat diperlukan untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Untuk itu contoh dan non contoh diharapakn dapat menjadikan pembelajaran yang bermaknsa bagi siswa, karena bersifat nyata bukan abstrak.

    ReplyDelete
  76. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Matematika Realistik atau pembelajaran kontekstual merupakan pembelajaran yang cocok untuk diterapkan pada pembelajaran matematika SD karena yang bersifat mengaitkan pada kehidupan nyata atau kehidupan sehari-hari siswa sehingga siswa dapat memahami kebermanfaatan dari materi yang sedang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  77. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika yang sesuai untuk anak SD adalah pembelajaran dengan aktivitas yang membuat siswa dapat mengonstruksi pengetahuan berdasarkan pengalaman dan aktivitas yang siswa lakukan. Oleh karena itu, pembelajaran yang sesuai adalah dengan kegiatan – kegiatan yang meicu siswa untuk bisa berpikir atas dasar rasa ingin tahu serta membangun pengetahuan barunya. Dengan itu, peran guru sangatlah penting untuk membuat inovasi – inovasi pembelajaran yang berdasarkan kegiatan di dalam maupun di luar kelas.

    ReplyDelete
  78. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya, Dari postingan tersebut, dapat memberikan motivasi kita sebagai guru maupun calon guru untuk dapat berfikir kreatif lagi dalam melaksanakan pembelajaran yang eektif dan bermakna. Apalagi pembelajaran untuk anak SD, model atau metode pembelajarannya yang diterapkan haruslah menggunakan benda-benda yang konkrit agar mudah dipahami siswa tersebut.

    ReplyDelete
  79. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Media yang digunakan dalam pembelajaran tersebut juga sangat menarik, efektif,dan juga inovatif. Sehingga dengan digunakannya media tersebut dalam pembelajaran untuk anak SD, diharapkan siswa rsebut dapat memahami makna dari pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  80. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran yang diterapkan pada anak SD, yang harusnya diterapkan adalah pembelajaran yang menguhubungkan dengan benda-benda konkrit atau dapat dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan seperti itu, maka nantinya siswa dapat memahami maksud dari pembelajaran tersebut sehingga tidak terjadi misskonsepsi.

    ReplyDelete
  81. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Maka, hal ini menjadi tantangan bagi guru maupun calon guru yang nantinya juga akan berada di keadaan seperti ini. Belum meratanya pendidikan juga menjadi tantangan bagi guru untuk terus mengasah kemampuan dan terus menambah ilmu agar dapat diterapkan dalam pembelajaran sehingga tercapainya tujuan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  82. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika di SD yang diharapkan dalah pembelajaran yang dapat mengolah pola pikir anak. Dalam hal ini yang dapat dilakukan guru di sekolah adalah melakukan pembelajaran yang inovatif, kreatif, dan pembelajaran yang menggunakan benda-benda konkrit. Pembelajaran yang seperti itu akan dapat meningkatkan kemampuan berpikir siswa sehingga dapat memahami materi dengan baik. Selain pembelajaran dengan benda-benda konkrit disekitar siswa, pengkaitan materi yang dibahas dengan kehidupan nyata dan pengalaman anak juga akan menambah kemampuan berpikir anak.

    ReplyDelete
  83. Suci Renita Sari
    14301241052
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika d SD dapat dilakukan dengan menggunakan pembelajaran realistik yang meliputi aktivitas pemecahan masalah, mencari masalah, dan mengorganisasi pokok persoalan. Pembelajaran di SD dengan menggunakan pembelajaran relaistik dapat melatih siswa untuk terbiasa berpikir dan mengemukakan pendapat, memupuk kerjasama dalam kelompok, mendidik budi pekerti siswa, serta menyenangkan bagi siswa karena pembelajaran menggunakan pengalaman dan realitas kehidupan sehingga siswa sudah mengenal dan terbiasa

    ReplyDelete
  84. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran realistik dengan pendekatan games memberikan hiburan dan semangat bagi siswa, siswa SD masih dalam tahap suka bermain, maka dari itu penerapan pembelajaran yang realistik dikemas dengan suatu games sehingga psikologis siswa akan baik dan tujuan pembelajaran akan tercapai.

    ReplyDelete
  85. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pembelajaran matematika di SD perlu diperhatikan karena di sanalah siswa mulai mengenal apa itu matematika, apakah mereka akan menganggap sebagai mata pelajaran yang sullit atau menyenangkan. Mind set itu akan berpengaruh sampai dewasa dikarenakan materi dalam matematika saling terkait antar satu meteri dengan yang lainnya. Realistic Mathematics Education (RME) sangat disarankan bagi matematika SD karena siswa masih belajar di ranah konkrit, sehingga guru perlu mengemas pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan, dengan memperhatikan pengalaman siswa.

    ReplyDelete
  86. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sebenarnya saya penasaran dengan proses pembelajaran matematika SD, karena mereka diajarkan oleh para pendidik lulusan PGSD, bukan pendidikan matematika? Apakah hal tersebut efektif dikarenakan matematika SD merupakan pembentukan pondasi awal bagi siswa untuk mengenal dan membentuk mind set-nya mengenai matematika.

    ReplyDelete
  87. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Melalui langkah-langkah pembelajaran matematika realistik (PMRI) siswa dapat mengenali masalah-masalah yang berkaitan dengan kehidupan nyata karena pada dasarnya matematika harus dikaitkan dengan kenyataan. Melalui langkah pembelajaran matematika tersebut, siswa juga dapat mengenali cara pemecahan terhadap suatu permasalahan. Mereka menjadi lebih kreatif karena mereka mampu membangun pengertian dan membuat kesimpulan mereka sendiri terhadap suatu persoalan yang telah mereka selidiki dengan berbagai strategi yang mereka gunakan. Oleh karena itu, saya sangat setuju apabila langkah-langkah pembelajaran matematika realistik tersebut dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  88. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tidak bisa dipungkiri jika anak – anak bisa lebih mudah memahami matematika jika dikaitkan dengan masalah kontekstual atau masalah di kehidupan sehari – hari siswa. Salah satu pembelajaran yang bisa digunakan adalah matematika realistik seperti yang telah dijelaskan dalam bacaan di atas. Matematika realistik cocok untuk siswa SD karena melalui masalah – masalah di kehidupan nyata bisa dikonstruk menjadi matematika formal.

    ReplyDelete
  89. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya pembelajaran matematika yang seperti apa untuk anak usia SD, pembelajaran yang menggunakan benda benda konkrit, atau pembelajaran yang mengguanakan pendekatan kontekstual, yaitu yang menghubungan materi pelajaran matematika dengan kehidupan sehari-hari yang dialami oleh siswa.

    ReplyDelete
  90. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  91. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Karakteristik siswa SD adalah masih aktif dan suka bermain dan melakukan hal hal yang menyenangkan, sehingga pembelajarannya pun harus sesuai dengan kondisi dan kebutuhan siswa, sebaiknya pembelajaran untuk siswa SD menggunakan model model konkret terlebih dahulu agar siswa dapat lebih mudah memahami nya kemudian baru menemukan konsep matematika melalui model model konkret yang ada. Kemudian pembelajarannya pun harus inovatif, ajak siswa untuk ikut berpartisipasi dalam pembelajaran dan buat suasana pembelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  92. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan matematika di SD adalah matematika sekolah yang berisi kegiatan-kegiatan/ aktiviats-aktivitas menemukan konsep.

    ReplyDelete
  93. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Disini siswa sebagai subyek dan pengetahuan sebagai sesuatu yang harus digeluti dan dipikirkan oleh siswa sehingga dalam pembelajaran tidak hanya sekedar tranfer pengetahuan melainkan bagaimana menciptakan kondisi belajar bagi peserta didik.

    ReplyDelete
  94. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dalam pembelajaran tersebut agar siswa lebih mudah dalam menemukan konsep dan membangun pengetahuan maka dalam kegiatan menemukan konsep tersebut dikaitkan dengan masalah kontekstual yang berkaitan dengan masalah-masalah yang sering ditemui siswa dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  95. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Hendaknya seorang guru dapat mengkaitkan dengan sesuatu yang kongkret pada pembelajaran matematika pada siswa SD. Sehingga materinya akan dapat dengan mudah dipahami oleh siswa. Alasannya ialah karena siswa SD membutuhkan suatu media yang menarik dan nyata untuk menuntun pemahaman mereka terhadap konsep matematika.

    ReplyDelete
  96. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pada pembelajaran matematika, siswa harus dibiasakan untuk aktif dalam memahami dan mengembangkan konsep matematika yang tentunya dengan bimbingan guru, karena matematika yang didapatkan melalui cara sendiri akan dapat tersimpan di dalam memori otak dalam jangka waktu yang lama. Maka guru harus dapat mengarahkan dan menuntun siswa untuk lebih aktif dalam belajar dan berfikir kritis.

    ReplyDelete
  97. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Saya sangat setuju jika pembelajaran matematika di SD seharusnya dipandang sebagai aktivitas atau kegiatan manusia seperti yang dikonsepkan dalam Pendidikan Matematika Realistik. Pendidikan matematika Realistik sebagai suatu alternatif pendekatan pembelajaran matematika memandang bahwa matematika harus dikaitkan dengan kenyataan dan dekat terhadap keseharian siswa. Ini berarti mengajarkan konsep matematika di sekolah dasar harus dalam bentuk konkret karena siswa pada sekolah dasar masih berada dalam tahap konkret operasional berdasarkan Teori Perkembangan Kognitif Piaget.

    ReplyDelete
  98. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika adalah sulit?
    Langsung pada kontekstual dan tidak dimulai dari abstrak. Jika matematika dimulai dengan yang nyata (bisa dilihat dan nyata bentuknya) maka murid tersebut akan merasa matematika itu penting. Kalau dari saya pribadi, saya akan menggunakan fun teaching. Pembelajaran yang menyenangkan akan membuat peserta didik tidak merasa bosan. Pengalaman pribadi, jika saya merasa nyaman/asik dengan guru tersebut maka saya akan senang hati menerima pelajaran tersebut. Namun sebaliknya semudah apapun pelajaran tetapi jika gurunya “killer” saya menjadi kurang suka dengan pelajaran itu. Metode yang digunakan juga harus bervariasi.

    ReplyDelete
  99. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Jika kita sebagai guru SD memperhatikan tahap perkembangan berpikir siswa kita maka sesungguhnya berdasarkan teori perkembangan kognitif Piaget, siswa SD masih dalam kategori tahapan berpikir yang operasional konkrit. Artinya, siswa dapat lebih memahami hal-hal yang nyata bagi dirinya, yang dapat dibayangkan oleh mereka atau yang dapat dirasakan oleh panca indera mereka. Siswa SD belum dapat berpikir secara formal atau memahami hal-hal yang abstrak. Sehingga pembelajaran yang diharapkan dapat dilakukan guru di kelas adalah pembelajran yang sesuai dengan tahap berpikir siswa SD. Yakni menyajikan konsep atau materi matematika yang terkesan abstrak menjadi nyata atau konkrit bagi siswanya. Sehingga, materi yang disajikan dalam pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik kepadda para siswanya.

    ReplyDelete