Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 6: Apakah Matematika itu Ilmu?




Oleh Marsigit

Berikut masih sangat terkait dengan Intuisi. Pertanyaan yang sangat terkenal diajukan oleh Immanuel Kant (1781) "Apakah matematika itu ilmu?". Dia menguaraikan jawabannya dalam bukunya yang berjudul "Critic of Pure Reason".

Menurut Kant, matematika bisa menjadi Ilmu tetapi bisa tidak. Matematika akan menjadi Ilmu jika dia dibangun di atas INTUISI. Menurut Kant, hakekat Intuisi tidak lain tidak bukan adalah Ruang dan Waktu.Jadi Matematika akan menjadi Ilmu jika dibangun di dalam kerangka Ruang dan Waktu.

Oleh karena Matematika sebagai Ilmu harus dibangun di dalam Intuisi Ruang dan Waktu maka pada akhirnya Kant menyimpulkan bahwa "Matematika akan menjadi Ilmu jika dia bersifat SINTETIK A PRIORI".

Pure Logic dipandang baru sebagai A Priori saja dan belum Sintetik, karena Pure Logic memang bersifat Analitik.

Dengan demikian menurut Kant, Pure Logic belumlah merupakan Ilmu. Karena Pure Logic bukan sebagai Ilmu maka dia tidak memberikan informasi apapun kecuali tentang KONSISTENSI yang ada pada dirinya.

Demikian terimakasih.

56 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Matematika akan menjadi ilmu jika dia dibangun di atas intuisi. Sedangkan intuisi dapat muncul karena adanya pengalaman dari siswa itu sendiri. Agar dapat mewujudkan hal tersebut, maka pembelajaran dikelas sebaiknya menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa sehingga siswa dapat menemukan sendiri ilmu pengetahuannya dan dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Kant berpendapat bahwa matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi. Jadi, jika matematika tidak dibangun di atas intuisi, maka matematika tidak dapat ilmu. Kant juga berpendapat bahwa intuisi berarti ruang dan waktu, sehingga matematika akan menjadi ilmu jika dibangun dalam kerangka ruang dan waktu. Dan dapat disimpulkan bahwa "Matematika akan menjadi ilmu jika matematika bersifat Sintetik a Priori".

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dengan adanya kurikulum 2013 yang kita kenal dengan saintifik, diharapkan siswa akan mencari sendiri sehingga akan muncul intuisi dalam diri siswa. Begitu juga dengan matematika, siswa diharapkan mencari solusi dari permasalahan tersebut dan bisa diimplementasi dalam kehidupan, dengan berbekal pengalaman siswa maka akan muncul intuisi siswa yang merupakan cikal bakal ilmu, Sebagaimana Kant menyebutkan bahwa matematika itu bisa menjadi ilmu dan bisa tidak, sehingga kalau matematika itu diinginkan menjadi ilmu maka harus dibangun di atas intuisi, dan hakikat intuisi adalah ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  3. Ilmu diperoleh dari adanya sintesis antara rasio dan empiris. Suatu ilmu belum dapat dikatakn sebagai ilmu bila didasarkan hanya rasio belum dibuktikan secara empiris. Begitupun dengan pengalaman dapat hanya kebetulan bila belum disusun oleh rasio dengan sistematikanya. Sehingga matematika dapat dikatakan sebagai ilmu jika dipikirkan secara rasio dan dapat dibuktikan secara empiris yang oleh Kant disebut sebagai Sintetik a Priori.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan jurnal yang saya baca yang ditulis oleh Pak Prof mengenai intuisi matematika. Kant mengatakan bahwa matematika dapat dipandang sebagai ilmu jika dibangun diatas intuisi. Kant mengatakan bahwa konsep matematika pertama-tama diperoleh secara a priori dan pengalaman dengan intuisi penginderaan, tetapi konsep yang diperoleh tidaklah bersifat empiris melainkan bersifat murni. Proses ini merupakan langkah pertama dalam penalaran matematika, kemudia proses berikutnya dengan menggunakan intuisi akal yang memungkinkan dikonstruksikannya konsep matematika yang bersifat sintetik dalam ruang dan waktu. Intuisi-intuisi ini memegang peranan penting dalam mengkonstruksi pengetahuan matematika sekaligus intuisi-intuisi dapat menyelidiki dan menjelaskan bagaimana matematika dapat dipahami sebagai ilmu.

    ReplyDelete
  5. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Menurut saya matematika itu ilmu. Sedanghkan menurut Kant, matematika bisa menjadi Ilmu tetapi bisa tidak. Matematika akan menjadi Ilmu jika dia dibangun di atas intuisi. Menurut Kant sendiri, hakekat Intuisi tidak lain tidak bukan adalah ruang dan waktu.Jadi Matematika akan menjadi Ilmu jika dibangun di dalam kerangka ruang dan waktu. Dengan begitu diharap guru dapat membantu siswa untuk mengembangkan intuisi dengan cara membiasakan siswa untuk berinteraksi dalam lingkungan sekitar saat proses pembelajaran berlangsung. sehingga matematika yang kita ajarkan nantinya akan berada dalam kerangka ruang dan waktu siswa.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari uraian elegi di atas tentang matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi yang berkaitan erat dengan ruang dan waktu. Selain itu menurut hemat saya bahwa matematika itu sebagai konsep pengetahuan yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Namun matematika tidak lepas dari peranan intuisi karena intuisi ini sebagai sarana berfikir.

    ReplyDelete
  7. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Menurut Kant, matematika bisa menjadi Ilmu tetapi bisa tidak. Matematika akan menjadi Ilmu jika dia dibangun di atas INTUISI. Intuisi adalah kemampuan memberikan ide atau gagasan baru berdasarkan pada pengalaman-pengalaman yang telah dilalui dan dihubungkan dengan kejadian yang sedang dialami. Karena dasarnya adalah pengalaman, maka intuisi itu erat kaitannya dengan ruang dan waktu. Intuisi dalam matematika dapat memunculkan ide atau gagasan selama proses riset, yaitu pada saat pengamatan dan menuju sebuah kesimpulan.

    ReplyDelete
  8. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Matematika bisa disebut ilmu jika dibangun dari ruang dan waktu. suatu angka yang terletak di depan rumah tak dapat dikatakan sebuah angka, namun sebagai identitas rumah. Namun 35 untuk banyaknya sepatu di rumah adalah jumlah dari keseluruhan sepatu. Jelas terlihat dimana kita dapat memandang matematika berdasarkan ruang dan waktu. Begitu juga untuk matematika yang dapat disebut ilmu.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Diungkapkan alasan mengapa matematika adalah ilmu yaitu:
    - Dibangun atas intuisi. Sudah diungkapkan pada elegi sebelumnya bahwa intuisi adalah bagian dari matematika bahkan merupakan budaya bermatematika.
    - Terikat ruang dan waktu. Pada matematika aplikatif bukan matematika murni, tergantung ruang dan waktu.
    - Bersifat sintetik a priori. Karena terikat oleh ruang dan waktu, maka matematika akan bersifat sintetik apriori.
    Maksud dari sintetik a priori tersebut dijelaskan oleh Prof. Marsigit dalam makalah/paper yang berjudul Peran Intuisi dalam Matematika Menurut Immanuel Kant, sebagai berikut
    “Jika kita menyebut “I” sebagai bilangan asli dan hanya sampai pada penyebutan itu, maka kita tidak memperoleh konsep baru selain dari yang telah disebutkan tersebut dan tentunya hal itu bersifat analitik. Tetapi jika kita memikirkan penjumlahan 4 + 3 = 7, secara intuisi, 4 dan 3 adalah konsep-konsep yang berbeda dan 7 adalah konsep yang lain pula. Jadi 4 + 4 telah menghasilkan konsep yang baru yaitu 7. Hal inilah yang dimaksud dengan matematika bersifat sintetik”.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Menurut Immanuel Kant, matematika akan menjadi ilmu jika dia dibangun di atas intuisi. Intuisi memiliki pengertian ruang dan waktu. Intuisi dapat dikembangkan melalui pengalaman (experience) matematika. Untuk mengembangkan intuisi siswa, mereka harus membangun sendiri pengetahuannya melalui penelusuran pola atau hubungan, investigasi, problem solving, dan komunikasi. Selain itu, guru juga harus memperhatikan bahwa siswa tidak bisa langsung diperkenalkan definisi suatu konsep matematika yang abstrak, pembelajaran sebaiknya diawali dengan tahap konkret.

    Matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di dalam kerangka ruang dan waktu. Kant menyatakan pula bahwa matematika akan menjadi ilmu jika dia bersifat SINTETIK A PRIORI, maksud dari sintetik a priori adalah perpaduan antara analitik a priori (logika atau penalaran) dan sintetik a posteriori (pengamatan terhadap fenomena matematika atau pengalaman). Karena pada hakekatnya matematika itu harus ada berdasarkan logika dan pengalaman.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    hubungan antara matematika dengan ruang dan waktu tentu tidak dapat terpisahkan. sebagaimana halnya hakikat, akan bernilai benar jika sesuai dengan ruang dan waktunya. matematika disinipun harus lah begitu. matematika dapat dikatakan sebagai ilmu yang pasti dengan didukung oleh empiristis nya. dan dapat dikatan tidak ilmu dengan intuisinya. memang intuisi disini tidak dapat dibuktikan secara eksplisit, namun terbentuknya intuisi berdasarkan pengalaman yang dimiliki.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi dalam kerangka ruang dan waktu. Semua ilmu akan dapat dikembangkan jika didasarkan oleh intuisi yang kuat. Bahkan ada yang menyebutkan jika matematika merupakan ratu atau pelayan dari berbagai ilmu dikarenakan matematika memiliki dasar dari ilmu yang lain. Mulai dari pengertian maupun perhitungannya. Matematika mempunyai beberapa definisi, aksioma, teorema, lemma dan lain sebagainya yang dapat dikatakan bahwa matematika merupakan suatu ilmu.

    ReplyDelete
  13. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Menurut Kant, matematika sebagai ilmu adalah mungkin jika konsep matematika dikontruksi berdasarkan intuisi keruangan dan waktu. Kontruksi konsep matematika berdasar intuisi ruang dan waktu akan menghasilkan matematika sebagai ilmu yang bersifat “sintetik a priori”. Oleh Kant, metode sintetik dilawankan dengan metode analitik dan konsep “a priori” dilawankan dengan “a posteriori”. Jika matematika dikembangkan hanya dengan metode “analitik” maka tidak akan dihasilkan (dikontruksi) konsep baru, dan yang demikian akan menyebabkan matematika hanya bersifat sebagai ilmu fiksi.
    Menurut Kant, matematika tidak dikembangkan hanya dengan konsep “a posteriori” sebab jika demikian matematika akan bersifat empiris. Namun datadata empiris yang diperoleh dari pengalaman penginderaan diperlukan untuk menggali konsep-konsep matematika yang bersifat “a priori”. Disinilah uniknya peran dari teori Kant, yang berusaha memberi solusi (jalan tengah) dari pertentangan ekstrim antara kaum rasionalis dan kaum empiris dalam membangun landasan matematika. Menurut Kant, intuisi menjadi inti dan kunci bagi pemahaman dan konstruksi matematika.

    ReplyDelete
  14. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi yang disampaikan di atas saya dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam matematika diperlukan adanya intuisi, dibangun dalam kerangka ruang dan waktu, bersifat sintetik a priori, dan memerlukan adanya konsistensi. Matematika merupakan ilmu jika semua hal tersebut dapat dipenuhi. Matematika dalam perkembangannya memerlukan adanya keterlibatan intuisi agar dapat dipelajari lebih dalam lagi. Setiap orang mempunyai intuisi, dan intuisi yag setiap orang bangun dalam dirinya akan menentukan bagaimana orang tersebut memperoleh ilmunya. Harapannya semoga guru mampu mengarahkan siswa membangun intuisi dan minat terhadap matematika agar dapat mempelajari matematika dengan baik dan dengan gembira.

    ReplyDelete
  15. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pertanyaan mengenai matematika itu apakah ilmu atau bukan dijawab oleh Immanuel Kant, matematika dapat menjadi ilmu jika dibangun di atas ruang dan waktu. Hal itu bisa terjadi tergantung ruang dan waktunya, dan matematika bisa menjadi ilmu jika bersifat sintetik a priori, namun selama ini masih dipandang sebagai a priori saja belum sintetik, sehingga matematika belumlah menjadi sebuah ilmu.

    ReplyDelete
  16. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Matematika akan menjadi ilmu apabila dilandasi atau didasari dengan intuisi. Intuisi memiliki pengertian ruang dan waktu. Dalam perjalanannya, intuisi dapat diperoleh setelah pengalaman matematika dimana pengalaman tersebut merupakan akumulasi dari keterampilan matematika yang diperoleh melalui pengetahuan matematika dan didukung oleh metode, sikap, dan motivasi dari dalam siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  17. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kalau ada sebuah pertanaya yang menanyakan apakah matematika itu suatu ilmu, maka saya dapat katakan bahwa matematika itu adalah ilmu karena adanya matematika itu dilatar belakangi oleh beberapa hal yang didalam filsafat itu. Sehingga saya setuju dengan pernyataan kant bahwa matematika bisa menjadi Ilmu tetapi bisa tidak. Matematika akan menjadi Ilmu jika dia dibangun di atas INTUISI. Menurut Kant, hakekat Intuisi tidak lain tidak bukan adalah Ruang dan Waktu.Jadi Matematika akan menjadi Ilmu jika dibangun di dalam kerangka Ruang dan Waktu.

    ReplyDelete
  18. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk menjawab “apakah matematika sebagi ilmu?”, menurut Imanuell Kant dalam bukunya, beliau menyebutkan bahwa matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di dalam intuisi ruang dan waktu atau bersifat sintetika priori. Pure logic dipandang sebagai a priori saja belum termasuk sintetik karena bersifat analitik. Karena pure logic belum merupakan ilmu sehingga hanya memberi informasi tentang konsistensi akan dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  19. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Matematika dapat dikatakan sebagai ilmu jika dibangun atas intuisi karena sumber pengetahuan sejati ialah rasio. karena Hakekat intuisi berada pada ruang dan waktu. Sehingga dapat dikatakan bahwa matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi dalam kerangka ruang dan waktu. Matematika perlu dibangun berdasarkan intuisi maka bersifat sintetik apriori.

    ReplyDelete
  20. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi di dalam kerangka ruang dan waktu. Hal ini terkait dengan matematika menjadi ilmu jika bersifat sisntetik a priori di dalam intuisi ruang dan waktu. Sedangkan pure logic belum bersifat ilmu karena masih bersifat analitik dimana belum ada konsistensinya.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika dikatakan sebagai ilmu jika dibangun atas intuisi. Saya sependapat dengan pernyataan ini karena pengetahuan manusia termasuk science itu dibangun berdasarkan intuisi. Menurut Kant, intuisi dalam matematika berarti sintetik a priori. A priori ini diperoleh berdasarkan pengalaman siswa, sehingga siswa dapat menduga dan membentuk suatu intuisi dalam pemikirannya. Baru kemudian pure logic (sintetik) bekerja. Dalam mensintesis juga membutuhkan intuisi. Jadi, perpaduan keduanya akan menjadikan intuisi yang baik dalam matematika.

    ReplyDelete
  22. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Ilmu adalah sesuatu yang ingin dipahami. Dikenal dengan ilmu pengetahuan yaitu pemahaman yang harus dikonstruk/dibangun oleh seseorang. Matematika akan disebut ilmu jika ia dapat dikonstruk oleh seseorang. Dimana salah satu cata mengkonstruk ilmu adalah dengan intuisi. Dengan intuisi seseorang dapat memikirkan tentang ruang dan waktu. Matematika adalah ilmu, namun ilmu yang bersifat bagaimanakah matematika itu. Matematika berifat sintetik apriori yang dapat diperoleh melalui akal atau logika.

    ReplyDelete
  23. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. dari artikel d atas saya merefleksi bahwa matematika itu merupakan ilmu sesuai dengan ruang dan waktunya. matematika itu merupakan ilmu yang dibangun berdasarkan intuisi. Pada pembelajaran matematika di sekolah, siswa mengasah intuisi dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang dapat menambah pengalaman matematika siswa. Semakin banyak pengalaman siswa maka semakin terasah intuisi matematika siswa.

    ReplyDelete
  24. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seperti elegi-elegi sebelumnya telah dijelaskan bahwa intuisi dalam proses pembelajaran memiliki peran yang penting. Elegi di atas memberikan pengetahuan baru mengenai matematika sebagai ilmu atau bukan. Sesuai pernyataan Kant bahwa matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi yang pada hakikatya adalah ruang dan waktu. Dari pernyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa perlu adanya pengembangan intuisi. Intuisi tersebut dapat diperoleh dari pengalaman siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  25. Pony Salimah NurkhaffahMay 28, 2017 at 11:55 AM

    Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pengetahuan baru yang paling menarik dari elegi di atas adalah mengnai pernyataan Kant bahwa “Matematika akan menjadi ilmu jika dia bersifat SINTETIK A PRIORI”. Maksudnya matematika akan menjadi ilmu apabila merupakan gabungan atau perpaduan antara pikiran dengan pengalaman. Pikiran tersebut disebut a priori yang bersifat analitik, sedangkan pengalaman disebut a posteriori yang bersifat sintetik. Jadi, gabungan antara pikiran dan pengalaman ini lah yang pada akhirnya disebut SINTETIK A PRIORI. Oleh karena itu, guru hendaknya memposisikan matematika sebagai kreativitas siswa yang membutukan intuisi sehingga mereka mampu membangun konsep dan ide-ide sendiri.

    ReplyDelete
  26. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Mamatematika adalah ilmu jika matematika dibangun di atas intuisi. Intuisi dibangun berdasarkan pengalaman yang dilalui oleh siswa. Semakin banyak pengalaman yang dilakukan siswa maka semakin meningkat pula kemampuan intuisi siswa. Jika kemampuan intuisi siswa disitulah matematika berfungsi sebagai ilmu. Oleh karena itu, untuk menjadikan matematika adalah ilmu bagi siswa, guru harus meningkatkan kemampuan intuisi siswa dengan melibatkan siswa ke dalam pengalaman-pengalaman belajar.

    ReplyDelete
  27. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Kebanyakan ahli sepakat bahwa suatu pengetahuan disebut ilmu apabila lahir dari suatu kegiatan ilmiah. Kegiatan ilmiah bertumpu pada metode ilmiah, yang langkah-langkah utamanya membuat hipotesis, mengumpulkan data, melakukan percobaan (untuk menguji hipotesis), dan membuat kesimpulan. Apabila kita berketetapan suatu ilmu harus lahir dari metode ilmiah, maka matematika bukanlah ilmu. Tetapi keuniversalan kebenaran matematika menjadikannya lebih “tinggi” dari produk ilmiah yang mana pun juga, matematika menjadi ratunya ilmu sebab ia lebih penting dari logika (pendapat Bertrand Russel) dan menjadi pelayan ilmu sebab dengan matematika maka ilmu dapat berkembang jauh bahkan melebihi perkiraan manusia.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D
    Melalui intuisi yang akurat, matematika dapat dikembangkan dan digunakan dalam menjalani kehidupan disegala bidang. Kenapa harus dikembangkan, karena matematika dapat digunakan dalam menyelesaikan setiap persoalan hidup.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Yang dapat saya pahami dari artikel diatas adalah bahwa matematika dapat menjadi ilmu jika dibangun diatas intuisi. intuisi hakekatnya adalah ruang dan waktu. Dengan demikian matematika dapat dikatakan sebagai ilmu jika matematika berada dalam kerangka ruang dan waktu. Dan apabila matematika tidak dalam kerangka ruang dan waktu maka matematika bukanlah sebuah ilmu.

    ReplyDelete
  30. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi. Sedangkan, intuisi adalah ruang dan waktu. Atau bisa kita sebut, matematika merupakan ilmu jika bersifat sintetik a priori. Maka dari itu, matematika akan menjadi ilmu apabila memang bersifat konsisten di dalamnya

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Boleh-boleh saja mengatakan matematika itu ilmu atau bukan. Namun perlu kita sadari bahwa matematika entah diciptakan atau ditemukan, ada untuk kita pelajari karena dapat melatih cara menyelesaikan masalah, juga dapat untuk membentuk karakter yang konsisten dan jujur. Sehingga matematika bisa diartikan sebagai macam-macam. Karena matematika bisa berangkat dari intuisi maupun non intuisi.

    ReplyDelete
  32. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Matematika akan menajdi ilmu jika di bangundiatas intuisi, intuisi dapat dibuktikan kebenrannya melalui penelitian dan intuisi muncul berdasarkan pengalaman yang pernah dilalui, sehingga dalam melakukan proses pembelajran siswa perlu dibekali pengalaman yang sebanyak banyak nya agar intuisi siswa dapat terlatih.

    ReplyDelete
  33. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Matematik akan menjadi ilmu apabila dibangun diatas intuisi di dalam kerangka ruang dan waktu.
    Apakah ada contoh hal yang tidak mempunyai kerangka ruang dan waktu?
    Kemudian apakah yang dimaksud dengan pure logic disini?

    ReplyDelete
  34. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Apakah metematika itu ilmu? Sebagian besar dari kita pasti menduganya ‘iya’. Akan tetapi ternyata matematika bisa dipandang sebagai ilmu tetapi juga bisa tidak. Menurut pendapat Immanuel kant, matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi. Sedangkan intuisi berkaitan erat dengan koemapuan logika pikir dan pengetahuan kita. Sedangkan matematika, akan menjadi sebatas pengetahuan jika kita hanya tau simbol, rumus dan diketahui formalnya saja, dan akan berkembang menjadi ilmu jika kita dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari kita.

    ReplyDelete
  35. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Memandang matematika sebagai ilmu sudah semstinya ditanamkan sejak anak mulai mengenal matematika, sehingga tidak terbentuk mindset bahwa matematika abstrak, sulit dipahami dan symbol-simbolnya tidak bermakna. Dengan demikian, pengalaman anak yang dimiliki hingga tumbuh dewasa untuk membangun intuisi dan logika juga akan kuat. Mereka telah menerapkan dalam kehidupan dan memandang matematika sebagai suatu ilmu. Sehingga intuisi tersebut dapat menjadi penghubung antara mtematika dan ilmu.

    ReplyDelete
  36. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Matematika memanglah memiliki dua sisi yang berbeda. Disisi yang lain sebagai ilmu dan disisi yang lain hanya sebatas pengetahuan. Berbeda dengan pengetahuan, ilmu merupakan pengetahuan khusus tentang apa penyebab sesuatu dan mengapa. Ada persyaratan ilmiah sesuatu dapat disebut sebagai ilmu. Sifat ilmiah sebagai persyaratan ilmu banyak terpengaruh paradigma ilmu-ilmu alam yang telah ada lebih dahulu. Syarat suatu pengetahuan dikatakan ilmu adalah sebagai berikut
    1. Objektif. Ilmu harus memiliki objek kajian yang terdiri dari satu golongan masalah yang sama sifat hakikatnya, tampak dari luar maupun bentuknya dari dalam. Objeknya dapat bersifat ada, atau mungkin ada karena masih harus diuji keberadaannya. Dalam mengkaji objek, yang dicari adalah kebenaran, yakni persesuaian antara tahu dengan objek, sehingga disebut kebenaran objektif; bukan subjektif berdasarkan subjek peneliti atau subjek penunjang penelitian.
    2. Metodis adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk meminimalisasi kemungkinan terjadinya penyimpangan dalam mencari kebenaran. Konsekuensinya, harus ada cara tertentu untuk menjamin kepastian kebenaran. Metodis berasal dari bahasa Yunani “Metodos” yang berarti: cara, jalan. Secara umum metodis berarti metode tertentu yang digunakan dan umumnya merujuk pada metode ilmiah.
    3. Sistematis. Dalam perjalanannya mencoba mengetahui dan menjelaskan suatu objek, ilmu harus terurai dan terumuskan dalam hubungan yang teratur dan logis sehingga membentuk suatu sistem yang berarti secara utuh, menyeluruh, terpadu , dan mampu menjelaskan rangkaian sebab akibat menyangkut objeknya. Pengetahuan yang tersusun secara sistematis dalam rangkaian sebab akibat merupakan syarat ilmu yang ketiga.
    4. Universal. Kebenaran yang hendak dicapai adalah kebenaran universal yang bersifat umum (tidak bersifat tertentu). Contoh: semua segitiga bersudut 180º. Karenanya universal merupakan syarat ilmu yang keempat. Belakangan ilmu-ilmu sosial menyadari kadar ke-umum-an (universal) yang dikandungnya berbeda dengan ilmu-ilmu alam mengingat objeknya adalah tindakan manusia. Karena itu untuk mencapai tingkat universalitas dalam ilmu-ilmu sosial, harus tersedia konteks dan tertentu pula.
    Terkait dengan matematika yang diragukan sebagai ilmu dikarenakan objeknya yang abstrak, metodenya berubah sesuai dengan objek pembicaraan, sistematis pun dalam matematika juga dikondisikan sesuai apa yang akan digali, sesuai dengan yang diketahui dan sebagainya. universal, dimana pandangan orang awam matematika berlaku universal hanya sebagian saja dari substansinya padahal di sisi yang lain matematika dapat dibuktikan secara universal.

    ReplyDelete
  37. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Matematika dapat dikatakan sebagai ilmu jika dibangun atau dilandasi dengan adanya intuisi. Intuisi memiliki pengertian ruang dan waktu. Dalam perjalanannya, intuisi lahir setelah pengalaman matematika. Oleh karena itu seorang guru dituntut untuk mengembangkan intuisi yang dimiliki siswa melalui pengalaman belajar siswa, maka dalam proses pembelajarannya guru sebaiknya dapat membudayakan matematika

    ReplyDelete
  38. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Berdasarkan Kant, matematika disebut dengna ilmu apabila dibangun diatas intuisi di dalam kerangka ruang dan waktu. selanjutnya yang menjadi pertanyaan saya, Apakah ada contoh hal yang tidak mempunyai kerangka ruang dan waktu sehingga sesuatu hal tersebut bukanlah ilmu? akan tetapi, yang terpenting nantinya mampu menjadi guru yang dapat meningktakan kemampuan atau ketreampilan berpikir memecahkan masalah dengan intuisinya.

    ReplyDelete
  39. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Menurut Immanuel Kant pemahaman maupun konstruksi matematika diperoleh dengan cara terlebih dulu menemukan intuisi murni pada akal atau pikiran kita. Matematika yang bersifat sintetik a priori dapat dikonstruksi melalui 3 tahap intuisi yaitu intuisi penginderaan, intuisi akal, dan intuisi budi. Intuisi penginderaan terkait dengan obyek matematika yang dapat dicerap sebagai unsur a posteriori. Intuisi akal mensintetiskan hasil intuisi penginderan ke dalam intuisi ruang dan waktu. Dengan intuisi budi rasio kita dihadapkan pada putusan-putusan argumentasi matematika. Matematika merupakan suatu penalaran yang berifat mengkonstruksi konsep-konsep secara synthetic a priori dalam konsep ruang dan waktu. Intuisi keruangan dan waktu secara umum yang pada akhirnya dianggap mendasari matematika, Oleh karena itu, Kant berpendapat bahwa matematika dibangun di atas intuisi murni yaitu intuisi ruang dan waktu dimana konsep-konsep matematika dapat dikonstruksi secara sintetis. Intuisi murni tersebut merupakan landasan dari semua penalaran dan keputusan matematika. Jika tidak berlandaskan intuisi murni maka penalaran tersebut tidaklah mungkin. Matematika sebagai ilmu adalah mungkin jika kita mampu menemukan intuisi murni sebagai landasannya; dan matematika yang telah dikonstruksinya bersifat sintetik a priori.
    Intuisi, memegang peranan yang sangat penting untuk mengkonstruksi matematika sekaligus menyelidiki dan menjelaskan bagaimana matematika dipahami dalam bentuk geometri atau arithmetika. Pemahaman matematika secara transenden melalui intuisi murni dalam ruang dan waktu inilah yang menyebabkan matematika adalah mungkin sebagai ilmu.

    ReplyDelete
  40. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Secara filsafat memanang sesuatu merupakan seuatu yang lain itu pasti muncuk benar atau salah. Begitu pula matematika sebagai imu. Seperti yang telah dipaparkan oleh Bapak Marsigit diatas, tenatnag pendapat kant tersebut. Matematika bisa dipandang ilmu dan bukan ilmu. Matematika itu ilmu juka dilandaskan atas intuisi. Sedangkan matematika itu muncul karena manusia rasa ingin tahunya atas pikirannya sendiri. Sehingga matematika berada di dunia abstrak pikiran manusia itu. Sehingga matematika dapat bertumbuh kembang dalam para matematikawan dan menyebarkannya ke seluruh dunia ini.

    ReplyDelete
  41. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Lebih lanjutnya lagi matematika sebagai ilmu jika bersifat sintetik a priori. Secara khusus matematika itu dari analitik dan sintetik. Matematika untuk memperkokoh adanya objek matematika formal, maka mereka membuktikan keberadaan dirinya secara analitik dan dapat mengembangkannya dirinya secara analitik pula. Dan matematika pula secara sintetik, mensitentiskan dirinya dengan cara dari objek nyata di dunia ini sehingga dapat menjadi kebenaran dirinya atas sintetis dari objek nyata dunia ini dan mengembangkan dirinya dari a priorinya menjadi pengetahuan yang baru.

    ReplyDelete
  42. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Menurut Kant, ilmu merupakan tanggapan yang memberi pengetahuan baru. Sehingga matematika akan menjadi ilmu jika bersifat sintetik a priori. Sintetik berarti pernyataan atau berita pengetahuan yang kebenarannya diketahui dalam hubungannya dengan beberapa intuisi sedangkan apriori berarti cara memperoleh pengetahuan tanpa memanfaatkan suatu (atau beberapa)pengalaman khusus sehingga matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi, tidak membutuhkan definisi. Menurut saya inilah yang membedakan matematika sebagai ilmu dengan pure mathematic karena pure mathematics diawali oleh definisi yang berarti adanya foundasi sedangkan matematika sebagai ilmu merupakan intuisi.

    ReplyDelete
  43. Dwi Kawuryani
    S1 Pend.Mat I 2014
    14301241049
    Kaitan tulisan tersebut dengan Pendidikan Matematika adalah Matematika didefinisikan sebagai aktivitas yang dilakukan oleh siswa. Siswa yang beraktivitas Matematika akan memiliki pengalaman dan kompetensi Matematika sehingga akan membangun budaya Matematika. Budaya, pengalaman serta kompetensi yang telah dibangun akan membentuj intuisi seperti yang telah dijelaskan pada elegi pemberontakan Pendidikan Matematika sebelumnya. Intuisi yang telah terbangun ini kemudian akan menjadi dasar pembelajaran Matematika, yang kemudian menurut Kant maka Matematika akan menjadi ilmu.

    ReplyDelete
  44. Fatmawati
    18709251071
    PM.D 2016
    Berdasarkan tulisan di atas kita mendapatkan sebuah pengetahuan baru dari salah seorang filsuf yaitu I.Kant. Menurut I.Kant matematika adalah ilmu tapi sekaligus bukan, jadi matematika bisa disebut sebagai ilmu bisa juga tidak. Matematika dikatakan sebagai sebuah ilmu jika dapat dibangun atas intuisinya, dibangun pada ruang dan waktunya. Orang yang paling cerdas adalah yang mampu menempatkan sesuatu sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  45. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut Kant, matematika dapat menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi. Seperti yang telah kita ketahui, intuisi dapat muncul karena adanya pengalaman (experience). Oleh karena itu agar matematika dapat menjadi ilmu, maka dalam kegiatan pembelajarannya guru bertanggung jawab untuk membudayakan matematika. Namun tidak hanya guru saja yang memiliki tanggung jawab tersebut. Orang tua (masyarakat), sekolah, maupun pihak lainnya juga memiliki tanggung jawab untuk membudayakan matematika. Matematika sebagai ilmu selain dapat memberikan informasi/ pengetahuan, juga dapat memberikan pengalaman dan keterampilan pada siswa.

    ReplyDelete
  46. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan elegi di atas, matematika dapat disebut sebagai ilmu jika dibangun melalui intuisi, atau dibangun dalam kerangka ruang dan waktu. Oleh karena itu siswa juga bisa mendapatkan ilmu matematika jika siswa dapat mengonstruk pengetahuan yang ia peroleh melalui kegiatan /aktivitas atau pengalaman siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  47. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Intuisi menjadi dasar bagi kedudukan matematika, disebutkan di atas bahwa matematika sebagai ilmu apabila dibangun berdasarkan intuisi, maka proses pembelajaran yang bermakna yang dapat memberikan pengalaman bagi siswa menjadi inti utama agar tercapai hakikat bahwa matematika merupakan ilmu.

    ReplyDelete
  48. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Menurut sumber yang saya baca, Kant berpendapat bahwa matematika dibangun di atas intuisi murni yaitu intuisi ruang dan waktu dimana konsep-konsep matematika dapat dikonstruksi secara sintetis. Intuisi murni merupakan landasan dari semua penalaran dan keputusan matematika. Jika tidak berlandaskan intuisi murni maka penalaran tersebut tidaklah mungkin.

    ReplyDelete
  49. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya sepakat dengan pendapat dari Kant bahwa hakekat Intuisi tidak lain tidak bukan adalah Ruang dan Waktu.Jadi Matematika akan menjadi Ilmu jika dibangun di dalam kerangka Ruang dan Waktu.
    dan menurut saya matematika itu adalah suatu ilmu. bahkan matematika merupakan ilmu dari semua ilmu pengetahuan yang ada.

    ReplyDelete
  50. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari elegi ini saya memperoleh ilmy baru bahwasanya Matematika dikatakan sebagai ilmu jika dan hanya jika ia dibangun diatas intuisi. Sedangkan menurut Kant, intusi terkait dengan ruang dan waktu. Maka matematika dikatakan ilmu jika ia dibangun atas kerangka ruang dan waktu. Dan ya, matematika menjadi ratunya ilmu. karena hampir semua ilmu berangkat dan menggunakan matematika.

    ReplyDelete
  51. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    menurut Kant "matematika itu akan menjadi ilmu jika dibangun diatas intuisi, intuisi sendiri didapatlkan melalui pengalaman pengalaman yang ada, dengan adanya pengalaman pengalaman tersebut siswa akan memmiliki lebih mengenai prior knowledge dan kemampuan dasar siswa juga akan mumpuni, untuk itu memberikan pengalaman yang sebanyak banyak kepada siswa itu menjadi hal yang penting, jangan memberikan sesuatu yang instan kepada siswa karena hal itu akan menjerumuskan siswa.

    ReplyDelete
  52. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Bila matematika dibangun di atas intuisi maka dapat dikatakan bahwa matematika merupakan ilmu. Maka seorang guru hendaknya dapat memfasilitasi siswa untuk mengembangkan intuisinya.

    ReplyDelete
  53. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Menurut Immanuel Kant, matematika akan menjadi ilmu jika bersifat sintetik a priori. A priori adalah logika atau pikiran sedangkan sintetik adalah pengalaman-pengalaman. Maksudnya ialah ilmu itu terdiri dari dua unsur, yaitu pikiran dan pengalaman. Oleh karena itu, matematika perlu dibangun berdasarkan intuisi dan bersifat sintetik a priori.

    ReplyDelete
  54. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Matematika sebagai ilmu harus dibangun dalam intuisi ruang dan waktu. Dengan lain, Kant menyimpulkan bahwa matematika sebagai ilmu harus bersifat sintetik a priori. Adapun, matematika masih belum bisa dikatakan sebagai ilmu jika dibangun atas pure logic. Oleh karena itu, matematika yang semestinya diajarkan kepada siswa adalah yang menganut pada paham bahwa matematika bersifat sintetik a priori. Dengan demikian, terciptalah pembelajaran matematika yang lebih humanis (memperhatikan psikologi belajar siswa) dan berorientasi pada student-centered (siswalah yang membangun konsep matematika itu sendiri).

    ReplyDelete
  55. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)
    Dari sebuah pertanyaan apakah matematika itu imu? Immanuel Kant menjawab bahwa matematika bisa menjadi Ilmu tetapi juga bisa tidak menjadi ilmu. Matematika akan menjadi Ilmu jika matematika dibangun di atas intuisi. Menurutnya, intuisi adalah ruang dan waktu. Sehingga dapat dikatakan bahwa matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi dalam kerangka ruang dan waktu. Kant menyimpulkan bahwa "Matematika akan menjadi Ilmu jika dia bersifat SINTETIK A PRIORI". Sementara itu, matematika dikatakan bukan ilmu ketika matematika dibangun dengan Pure Logic. Karena Pure Logic dipandang sebagai A Priori saja dan bersifat Analitik. Dengan demikian menurut Kant, Pure Logic belumlah merupakan Ilmu. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan bahwa matematika itu ilmu dan juga dapat dikatakan bukan ilmu.

    ReplyDelete
  56. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Matematika akan menjadi ilmu jika dibangun di atas intuisi dalam ruang dan waktu. Intuisi akan muncul/berkembang sesuai dengan pengalaman yang telah diperoleh siswa. Sehingga dalam pembelajaran matematika seorang guru hendaknya mengutamakan pengalaman-pengalaman yang telah diperoleh siswa (pembelajaran yang terpusat pada siswa). Karena intuisi berkembang dari budaya dan kompetensi, maka pembelajaran yang menekankan pada pengalaman siswa bermatematika perlu diperhatikan sehingga siswa dapat membangun pengetahuannya dengan lebih baik dan kompleks.

    ReplyDelete