Feb 12, 2013

REFLECTION ON THE TEACHING OF “THE MULTIPLICATION ALGORITM OF THE 3rd GRADE OF PRIMARY SCHOOL” THROUGH VTR




By Marsigit

OVERVIEW


Recently study in Indonesia indicated that the use of VTR (Video Tape Recorder) in the teacher training program was perceived by the teachers as good and useful. There is a higher frequency to use the VTR to promote teachers’ professional development in Japan and in developed countries; however, in Indonesia, it pops up like a jack-in-the-box.


VTR for teacher education and reform movement in Mathematics Education, specifically for developing lesson study has some benefits as: a) short summary of the lesson with emphasis on major problems in the lesson, b) components of the lesson and main events in the class, and, c) possible issues for discussion and reflection with teachers observing the lesson (Isoda, M., 2006).

Katagiri, S (2004) listed the types of mathematical thinking as mathematical attitudes, mathematical thinking related to mathematical methods, and mathematical thinking related to mathematical contents. This identification of mathematical thinking by Katagiri can be the starting point to reflect any mathematics teaching learning process at school as for to reflect the teaching of “the multiplication algoritm of the 3rd grade of primary school” by Mr. Hideyuki Muramoto; then, the VTR of this lesson will be targeted for the series of activities: observation and reflection.

Characterizing The Lesson from Lesson Plan

The preliminary characteristics of Muramoto’s teaching are stipulated in the Lesson Plan such as follows:

a. Theme : Third grade mathematics lessons that foster students’ ability to use what they learned before to solve problems and make connections in order to solve problems in new learning situations

b. Method: Teaching “the Multiplication algorithm (1)” in a way that develops students who can use what they learned before to solve problems in new learning situations by making connections.

c. Goals of the Unit: To be able to think about how to carry out the calculation of a 2-digit number x a 1-digit number by using what was previously learned about multiplication (mathematical thinking).

d. Scenario of Teaching

1) Developing teaching that help students to become aware of the connection between what they learned before and what they are learning now and use previously learned knowledge to overcome obstacles in a new situation.

2) Connections between previously learned knowledge and new learning

3) Representing a problem situation with diagrams based on the idea of “how many times as much as a unit quantity” consistently and helping students to understand the situation and solution of the problem more clearly.

4) Developing lessons that incorporate this idea and help students to use the diagram to think

Characterizing the Lesson through VTR

a. The problem of video taping
- The quality of pictures are relatively good
- The single camera made the limitation of landscaping the class
- The small caption in the screen helps to catch more the picture of the class

b. The components of the lesson
- The whole class teaching has reduced the complexity of class interaction into the simple or linear pattern of interaction between teacher and students.
- Highlighting the certain ideas from certain student has ignored the other students’ ideas.
- Highlighting the certain aspect of mathematical thinking of a certain students endanger the total management of the class.

c. Encouraging and uncovering students’ mathematical thinking
- Teacher’s effort in encouraging and uncovering students’ mathematical thinking were effective enough.
- Teacher’s effort in serving individual students has not been effective yet.
- Some of the students were able to perform mathematical thinking
- Teacher was able to achieve the goal of the lesson
- Mathematical thinking of a certain students can be a model for others.
- Different students, in the same allocation of time, did similar problems by employing different methods to cultivate the similar results.
- Students’ discussion among themselves has not emerged yet.
- Students’ involvements in classroom management were still limited.
- Teacher has effectively employed the proper teaching aids.

CONCLUSION

The conclusion of the paper highlights some problems as follows:

- The problem of the reduction of the complexity of classroom interaction into the simple or linear pattern between teacher and his students.

- The problem of landscaping the whole classroom activities

- The negative correlation between focusing a certain aspect of students thinking and reducing the variant of their learning contexts.

- The problem of the pattern for the relation for promoting individual needs and the whole classroom management.

- The problem of the gap amongst teachers’ effort (including methods and media), students’ findings and the concept/understanding/rational of the vertical way of calculating 23 times 3.

- The problem of matching the theory of the concept of mathematical thinking and the factual condition of students’ mathematical thinking.

- The problem of mathematical thinking of the lower achievement students.

- The problem of exploring intrinsic, extrinsic and systemic of mathematical thinking.

REFERENCE:
Isoda, M. (2006). Reflecting on Good Practices via VTR Based on a VTR of Mr.
Tanaka's lesson `How many blocks? Draft for APEC-Tsukuba Conference in
Tokyo, Jan 15-20, 2006
Marsigit, (2006), Lesson Study: Promoting Student Thinking On TheConcept Of Least
Common Multiple (LCM) Through Realistic Approach In The 4th Grade Of
Primary Mathematics Teaching, in Progress report of the APEC project: “Colaborative Studies on Innovations for Teaching and Learning Mathematics in Diferent Cultures (II) – Lesson Study focusing on Mathematical Thinking -”, Tokyo: CRICED, University of Tsukuba.
Shikgeo Katagiri (2004)., Mathematical Thinking and How to Teach It. in Progress
report of the APEC project: “Colaborative Studies on Innovations for Teaching
and Learning Mathematics in Diferent Cultures (II) – Lesson Study focusing on
Mathematical Thinking -”, Tokyo: CRICED, University of Tsukuba.

16 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Banyak masalah yang dihadapi oleh guru dan siswa di sekolah dasar. Diantaranya adalah mengurangi interaksi antara guru dan siswa yang sederhana. Guru mendapatkan masalah yang mereka tidak dapat mengatur semua aturan di kelas. Kadang-kadang, guru juga gagal membuat tempat berpusat siswa belajar. Siswa juga tidak mendapatkan kebebasan untuk mengeksplorasi potensinya.

    ReplyDelete
  2. Perekaman pembelajaran menggunakan video sangat bermanfaat untuk melihat masalah yang terjadi di kelas. Ketika guru membimbing siswa, bagaimana aktivitas siswa lainnya. Jika aktivitas siswa lainnya tenyata juga belum sesuai maka akan terlihat dalam video dan mencari solusinya. Dengan perekaman maka refleksi guru akan terasa lebih nyata dan dapat digunakan untuk perbaikan.

    ReplyDelete
  3. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dari beberapa masalah yang sering terjadi di sekolah seperti Masalah kesenjangan antara upaya guru temuan siswa dan konsep, Masalah pencocokan teori konsep pemikiran matematis dan kondisi faktual pemikiran matematis siswa., Masalah pemikiran matematis siswa berprestasi rendah, dan Masalah mengeksplorasi pemikiran matematis, ekstrinsik dan sistemik dari matematika. kita sebagai guru bisa meminimalisir hal tersebut dengan berusaha untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dengan beberapa masukan dari artikel diatas.

    ReplyDelete
  4. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Karakteristik dari ditetapkannya lesson plan adalah: (1) tema, guru memberikan tema pembelajaran apa yang akan dibahas pada hari itu, tujuannya adalah agar pembelajarannya terarah; (2) metode, pembelajaran dengan mengembangkan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa, misalkan dalam memecahkan masalah dengan situasi yang baru dengan koneksi; (3) tujuan, diperlukan tujuan agar proses pembelajaran sejalan dengan arah yang ingin dicapai; (4) scenario mengajar yang akan dilaksanakan di dalam kelas.

    ReplyDelete
  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Pembelajaran dalam kelas dapat dianalogikan dengan sebuah skenario sebuah film dimana pemeran film tersebut adalah guru dan murid-murid, dan guru sebagai sutradaranya. Dalam sebuah film memiliki sebuah skenario, dan skenario pembelajaran dapat secara singkat sebagai berikut :
    1) Guru Mengembangkan pengajaran yang membantu siswa untuk menyadari hubungan antara apa yang mereka pelajari sebelumnya dan apa yang mereka pelajari sekarang dan menggunakan pengetahuan yang telah dipelajari sebelumnya untuk mengatasi hambatan dalam situasi baru.
    2) Koneksi antara pengetahuan yang dipelajari sebelumnya dan pembelajaran baru
    3) Mewakili situasi masalah dengan diagram berdasarkan gagasan "berapa kali jumlah unit" secara konsisten dan membantu siswa memahami situasi dan penyelesaian masalahnya dengan lebih jelas.
    4) Mengembangkan pelajaran yang menggabungkan gagasan ini dan membantu siswa untuk menggunakan diagram tersebut untuk dipikirkan

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Katagiri (2004) menerangkan bahwa nilai-nilai atau value dapat ditemukan ketika siswa memelajari matematika yaitu yang berupa nilai berpikir matematika yang meliputi sikap matematika, metode matematika dan konten matematika. Sikap matematika (mathematical attitude) misalnya rasa ingin tahu, rasa ingin bertanya, rasa ingin berdiskusi tentang matematika, menyadari adanya persoalan matematika, berusaha menjawab pertanyaan matematika, kemampuan menggunakan data yang telah tersedia, membuat catatan-catatan, menemukan alternative jawaban, menggunakan sumber belajar matematika, menilai kemajuan diri dan berpikir reflektif. Nilai-nilai yang melekat pada metode matematika (mathematical method) meliputi berpikir induksi, berpikir analogi, berpikir 10
    deduksi, berpikir integratif dan komprehensif, berpikir ideal, berpikir secara mendalam, berpikir spesifik, menggunakan simbol-simbol matematika, menulis bilangan, menggambar bangun-bangun geometri dan mencari kesimpulan. Nilai-nilai yang berkaitan dengan konten matematika meliputi kesadaran adanya klasifikasi atau kategori, adanya unsur-unsur atau elemen, adanya ukuran-ukuran, adanya hubungan-hubungan, adanya aturan-aturan, prinsip atau rumus, adanya operasi-operasi matematika, mencari model dari matematika konkret, mencari model dari bentuk formal, dan menggali makna konsep matematika.

    ReplyDelete
  7. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Mengenai perkalian (multiplication) sering dijumpai bahwa siswa sedikit memahami konsep perkalian. Kebanyakan diantaranya hanya menghafal. Budaya ini terlihat dari sistem drill perkalian yang diterapkan. Kemudian jawab cepat perkalian. Sehingga menuntut siswa untuk menghapal. Kemudian adanya perkalian menggunakan jarimatika. Dimana siswa sudah keenakan menggunakan jarimatika dengan hasil yang benar tanpa memahami konsep sesungguhnya. Hal ini perlu mendapat perhatian, karena perkalian merupakan ilmu matematika yang paling dasar dan akan digunakan terus menerus dalam pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu mengajarkan konsep yang benar pada anak kecil yaitu dengan menggunakan VTR seperti yang diungkapkan pada elegi di atas.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Selama ini media pembelajarn yang banyak digunakan adalah alat peraga. Tetapi seiring dengan berkembangnya kemajuan teknologi, media pembelajaran dengan alat peraga tersebut kurang menarik perhatian dan minat siswa. Untuk itu diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat lebih menarik perhatian dan minat siswa tanpa mengurangi fungsi media pembelajaran secara umum. Pemilihan media pembelajaran menggunakan Video Tape Recorder (VTR) sebenarnya bukan merupakan hal yang baru. VTR masih tetap digunakan sampai saat ini karena VTR dapat digunakan di berbagai tempat baik di sekolah maupun di rumah, bahkan dapat disiarkan di TV dan internet. Kelebihan lainnya adalah VTR dapat diputar berulang kali sehingga informasi atau pengetahuan dapat dipahami secara lebih baik.

    ReplyDelete
  9. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Menarik sekali artikel ini, kita bisa menambah wawasan kita dan menambah refrensi pembelajaran-pembelajaran sehingga menjadikan pembelajaran yang inovatif. Dari sini membahas tentang VTR merupakan salah satu sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan VTR ini juga bisa menunjang dalam sistem pembelajaran inovatif. Namun kita tahu bahwa suatu pembelajaran merupakan permasalahan yang sangat kompleks sehingga semua sumber, metode, strategi, dan pendekatan tak semuanya mempunyai kelebihan dan terus menerus kita pakai. Termasuk VTR ini, terdapat masalah terbatasnya landscaping di dalam seluruh kelas, terbatasnya interaksi antara guru dan siswa, guru menjadi kurang mampu untuk melayani kebutuhan siswa, dll. Setidaknya dari masalah ini dapat sedikit terselesaikan jika guru harus profesional dalam melayani siswa, sehingga dapat memenuhi sumber belajar siswanya.

    ReplyDelete
  10. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Seorang guru harus mengembangkan pemikiran matematis siswa. Karena pemikiran matematis adalah tujuan penting dari sekolah, pemikiran matematis penting sebagai cara belajar matematika, dan pemikiran matematis penting untuk pengajaran matematika. Dan untuk mengembangkan itu seorang guru bisa menggunakan berbagai media, misalnya VTR. Oleh media itu siswa bisa melihat video dan belajar dari video tersebut.

    ReplyDelete
  11. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam program pelatihan guru diperlukan adanya sarana untuk dapat membantu guru dalam memahami hal yang disampaikan. Salah satunya menggunakan VTR. VTR ini menurut penjelasan di atas dapat membantu guru dalam mempromosikan pengembangan profesional guru terutama di Jepang. Dalam pembelajaran matematika memang diperlukan juga media untuk membantu siswa dalam memahami materi. Termasuk juga dapat menggunakan VTR. VTR akan membantu dalam diskusi dan refleksi guru dan siswa dari pembelajaran yang berlangsung sehingga suasana pembelajaran dirasa lebih hidup.

    ReplyDelete
  12. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Video Tape Recorder merupakan media yang bisa membantu memfasilitasi, dalam hal ini memfasilitasi para guru mempelajari pendidikan di negara maju. Aplikasinya dalam konsep matematika dapat dipelajari melalui berbagai tahapan, dengan tahapan yang dianalogikan dengan tahapan perkembangan intelektual Piaget. Pembelajaran di negara maju dalam beberapa hal sudah sesuai dengan prinsip aturan di Inonesia, seperti hal berikut ini. Menurut Standar Isi untuk satuan pendidikan menengah SMA, mata pelajaran matematika di SMA bertujuan agar siswa memiliki kemampuan sebagai berikut:
    1) memahami konsep matematika, menjelaskan keterkaitan antar konsep dan mengaplikasikan konsep atau algoritma, secara luwes, akurat, efisien, dan tepat, dalam pemecahan masalah,
    2) menggunakan penalaran pada pola dan sifat, melakukan manipulasi matematika dalam membuat generalisasi, menyusun bukti, atau menjelaskan gagasan dan pernyataan matematika,
    3) memecahkan masalah yang meliputi kemampuan memahami masalah, merancang model matematika, menyelesaikan model dan menafsir solusi yang diperoleh,
    4) mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah,
    5) memiliki sikap menghargai kegunaan matematika dalam kehidupan, yaitu memiliki rasa ingin tahu, perhatian, dan minat dalam memelajari matematika, serta sikap ulet dan percaya diri dalam pemecahan masalah.

    ReplyDelete
  13. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  14. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    VTR merupakan salah satu sumber belajar yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Penggunaan VTR ini juga bisa menunjang dalam sistem pembelajaran inovatif. Adapun manfaat VTR menurut Isoda, M (2006) sebagai berikut :
    “VTR (Video Tape Recorder) for teacher education and reform movement in Mathematics Education, specifically for developing lesson study has some benefits as: a) short summary of the lesson with emphasis on major problems in the lesson, b) components of the lesson and main events in the class, and, c) possible issues for discussion and reflection with teachers observing the lesson”

    Dengan melakukan observasi dan analisis pada VTR tentang pembelajaran matematika, dimana telah direkam seorang guru yang telah melaksanakan pembelajaran matematika, maka guru lainnya dapat menguji dan mencari alternatif pengembangan bagi diperolehnya konsep atau ide tentang benda-benda konkret dan obyek-obyek lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran matematika
    dalam membangun keterkaitan matematika melalui interaksi sosial.

    ReplyDelete
  15. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Pemilihan media pembelajaran menggunakan Video Tape Recorder (VTR) sebenarnya bukan merupakan hal yang baru. VTR masih tetap digunakan sampai saat ini karena VTR dapat digunakan di berbagai tempat baik di sekolah maupun di rumah, bahkan dapat disiarkan di TV dan internet. Kelebihan lainnya adalah VTR dapat diputar berulang kali sehingga informasi atau pengetahuan dapat dipahami secara lebih baik. Selain itu, melalui pembelajaran menggunakan VTR, guru memperoleh kesempatan untuk menguji benda-benda konkret dan obyek-obyek lingkungan sekitar dapat digunakan sebagai konteks pembelajaran matematika dalam membangun keterkaitan matematika melalui interaksi sosial. Walaupun begitu, VTR juga memiliki kelemahan, misalnya: terbatasnya sudut pandang, tidak semua aspek mampu terekam, kualitas gambar, momen pengambilan gambar yang tidak tepat, dll.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Masalah akan kita temui dimana saja. Bahkan disekolah dasar pun banayak kita temuai suatau permasalahan mulai dari guru dampai ke sisswanya. Kita tahu pembentukan konsep dari matematika abstrak itu dimulai dari SD. Dan dimana pada tingkatan anak sd pembelajaran matematika juga harus memerlukan realnya. Sehingga matematika realistik akan menjadi suatu pendekatan yang cocok untuk mereka.

    ReplyDelete