Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 7: Structuralism Mathematics




Oleh Marsigit

Structuralism mathematics
merupakan filsafat matematika yang memandang matematika lebih sebagai suatu struktur. Kita tidak asing dengan structuralism mathematics ini karena dia di support oleh logicism mathematics dan formalism mathematics.

Bukankah selama ini matematika yang dikembangkan di Perguruan Tinggi atau Matematika Murni adalah logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics. Kalau boleh saya katakan inilah TIGA PILAR the philosophy and the foundation of PURE MATHEMATICS. Sehingga ke TIGA PIILAR yang saya sebut di atas HANYALAH BARU merupakan SEPAROH DUNIANYA MATEMATIKA.

Di sisi lain,  pada general philosophy, Structuralism Philosophy bertemu dengan Filsafat Bahasa atau Filsafat Analitik. Dengan kata lain, kecenderungan filsafat dewasa ini dan pada waktu ke depan adalah filsafat bahasa dengan core atau intinya adalah Structuralism in Language.

Bukanlah suatu kebetulan bahwa pada akhirnya Wittgenstain berhasil mempertemukan antara matematika dan bahasa; artinya Matematika dapat dipandang sebagai Bahasa. Pandangan Matematika sebagai Bahasa inilah yang kemudian memperkokoh pengembangan dan implementasi logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics (tiga pilar seperti yang selama ini kita kerjakan).

Di dalam implementasi pembelajaran matematika di Perguruan Tinggi maka ke tiga pilar tersebut menampakan dirinya sebagau Pure-Formal-Axiomatics Mathematics lengkap dengan contoh-contohnya seperti Struktur-struktur Aljabar dan Struktur Geometri.

Sedangkan bagi implementasi pembelajaran matematika di sekolah maka dia akan menampakan diri sebagai ARCHITECTONIC MATHEMATICS yang emerging pada pikiran diri siswa masing-masing melalui interaksinya dengan dunia konkrit. Inilah budaya matematika yang perlu kita promosikan dan kita kembangkan bersama, agar siswa-siswa kita mampu dengan suburnya memproduksi mathematical intuition.

39 comments:

  1. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Artikel ini menyadarkan saya bahwa pada setiap tingkatannya matematika memiliki penampakan sendiri. Selama ini yang saya tau bahwa matematika suatu materi yang sangat sulit bagi siswa. Dengan ulasan ini, jika kita dapat menampakan matematika sesuai pada tingakatannya maka akan mempermudah kita didalam pembelajaran dan mencari cara agar siswa mudah melihat penampakan dari matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  2. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Matematika sebagai ilmu memiliki 3 pilar penting yakni logicism mathematics, formalism mathematics, dan structuralism mathematic. Ketiga pilar tersebut sangat penting karena dengan pilar tersebut membuktikan bahwa matematika sebagai ilmu dapat digunakan di berbagai bidang dan kalangan seperti matematika dalam pendidikan dasar, menengah, perguruan tinggi, masyarakat dan lainnya selain itu matematika dapat bersinergi dengan ilmu yang lain yakni matemtika dapat digunakan sebagai bahasa. Karena keistimewaan ini tidak salah jika matematika disebut sebagai mother of sains. Terima Kasih

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    3 pilar yang benar-benar saya baru ketahui dan itu ternyata baru separuh dunia matematika. Logika matematika, matematika formal, dan struktur matematika. Kemudian apa yang setengah lagi? Itu yang menjadi pikiran saya saat ini. Karena matematika merupakan suatu hal yang saya senangi dan gemari. Karena matematika itu seharusnya dapat diajarkan dengan mudah di tingkatan sekolah dan bukan menajdi momok yang menakutkan. Karena matematika akan lebih mudah jika diajarkan secara konkrit melalu metode RME.

    ReplyDelete
  4. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    intuisi sangat penting dikembangkan sejak dini. Selain intuisi, implementasi pembelajaran matematika adalah hal yang harus sesuai dengan psikologi anak, untuk itu ilmu matematika dibagi-bagi sesuai dengan pola pikir siswa. Pembagian tersebut agar matematika diterapkan sesuai ruang dan waktunya, sehingga intuisi pada peserta didik lebih mudah terbentuk sejak dini.

    ReplyDelete
  5. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEPB

    logicism mathematics, formalism mathematics dan structuralism mathematics yang disebut sebgai Tiga Pilar matematika diatas merupakan aspek yang selalu ada dalam pembelajran Matematika, baik secara keseluruhan ataupun salah satunya, dari pembelajaran matematika tingkat anak-anak (Matematika SD) hingga Matematika orang dewasa (Matematika perguruan Tinggi)

    ReplyDelete
  6. Melalui elegi ini saya mendapat pengetahuan baru mengenai pilar dalam dunia pure matematika yakni, logika matematika, matematika formal, dan struktur matematika. sementara ternyata pada pembelajaran di sekolah menampakan diri menjadi arsitektonik matematik yang mana berinteraksi dengan pikiran dari masing-masing siswa yang terhubung ke dunia kongkrit dari setiap tingkatan pemikaran dari siswa, yang mana dalam mempelajarinya harus melibatkan intuisi matematika.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Matematika yang digunakan dalam perguruan tinggi adalah matematika murni. Matematika murni tersebut terdiri dari tiga pilar salah satunya adalah strukturalism. Strukturalism memandang matematika lebih dari sekedar struktur. Matematika murni di dunia ini ternyata barulah separuhnya. Yang separuh lagi adalah diluar itu, yaitu matematika sekolah atau untuk anak-anak. Sehingga dalam implementasinya, matematika dapat diterapkan sesuai dengan ruang dan waktunya. Artinya matematika untuk anak harus disesuaikan dengan perkembangan anak, yaitu mengedepankan intuisi.

    ReplyDelete
  8. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Matematika di perguruan tinggi berbeda dengan matematika sekolah. Matematika di perguruan tinggi merupakan matematika murni dimana ia menamakkan dirinya sebagai definisi, teorema-teorema, dan aksioma-aksioma. Sedangkan matematika sekolah merupakan matematika di dunia konkrit.Karena itulah dalam pembelajaran matematika di sekolah seorang guru harus memfasilitasi siswa untuk membangun ilmunya sendiri melalui pengalaman- pengalaman. Melalui pengalaman- pengalaman inilah siswa berinteraksi dengan dunia konkrit. Siswa harus dibiarkan untuk membangun struktur pengetahuannya sendiri melalui pengalaman- pengalaman yang berkaian dengan matematika.

    ReplyDelete
  9. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Matematika memiliki banyak penyusun didalamnya dan akan berbeda saat diajarkan di perguruan tinggi dan sekolah. Ketika matematika dianggap sebagai pure mathematics, ini seperti halnya yang diajarkan pada perguruan tinggi dengan mengembangkan logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics. Disisi lain matematika merupakan Architectonic mathematics seperti yang diajarkan di sekolah, dimana siswa diharapkan dapat membudayakan matematika dengan menggunakan intuisi matematika guna menghasilkan ide/gagasan. Hal ini merupakan hal yang harus diupayakan bersama.

    ReplyDelete
  10. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Sebenar-benarnya matematika bagi peserta didik khususnya bagi mereka yang masih tergolong muda, structural mathematics atau yang sering disebut dengan matematik abstrak hanya bisa dipahami oleh kebanyakan orang dewasa walaupun tidak menutup kemungkinan ada beberapa siswa yang tergolong masih muda mampu memahaminya karena keistimewaan mereka yang khusus. Jika berbicara secara umum, maka stucturalism mathematics tidak cocok digunakan bagi mereka para peserta didik yang masih tergolong membutuhkan sesuatu yang real untuk memahami matemaytika
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  11. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pada dasarnya dalam belajar matematika tidak hanya mementingkan hasil yang didapatkan, namun lebih mementingkan proses selama pembelajaran berlangsung. Pada hakekatnya proses pembelajaran matematika adalah bagaimana menumbuhkembangkan intuisi siswa dalam bermatematika. Selanjutnya dari intuisi-intuisi tersebut dapat didiskusikan bersama dengan mengumpulkan argument siswa berdasarkan pengalaman dan pengetahuannya tentang matematika yang selanjutnya dapat disinkronkan dengan dasar teori/materi yang ada.
    Dengan demikian siswa akan mampu untuk berpikir secara kreatif dan inovatif menggunakan intuisi-intuisinya.

    ReplyDelete
  12. 17709251033
    Pratama Wahyu Purnama

    Tiga pilar dari Matematika murni adalah Matemaka logikism, Matematika formalism, serta Matematika Structuralism. Tiga pilar tersebut masihlah menjelaskan dari separuh dunia Matematika. Masih ada lagi separuh yang lain yang berbeda dari 3 pilar tersebut.

    ReplyDelete
  13. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Matematika Strukturalism merupakan filsafat yang memandang matematika lebih pada strukturnya. Matematika memiliki berbagi struktur ataupun susunan. Struktur matematika itu akan terlihat sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Struktur matematika dalam matematika murni dengan pendidikan matematika berbeda, matetika murni lebih cocok ditingkat universitas sedangkan pendidikan matematika lebih cocok untuk sekolah. Dalam metode mngajarkann juga berbeda, matematika murni lebih mempelajari teorema, axioma, dalam matematika murni. Sedangkan untuk pendidikan matematika lebih mengajrakan matematika yang tidak sekompleks pada matematika murni yang diajarkan kepada siswa sekolah. Pendidikan matemtaika ditnjukkan untuk siswa sekolah sehingga aplikasinya lebih mengedepankan kehidupan sehari-hari agar mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  15. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    Pendidikan Matematika A S2 UNY

    Saya tertarik untuk membahas matematika sebagai budaya. Disitulah matematika seharusnya dikembangkan dalam sekolah-sekoalh. Matematika diajarkan layaknya budaya yang ada di sekitar siswa, sehingga siswa akan mudah untuk memahami matematika karena sesuia dengan kehidupan sehari-hari.
    Elegi ini menggambarkan sebuah tugas guru ataupun pihak2 pendidikan bahwa bagaimana membudayakan matematika dalam kehidupan siswa terutama di sekolah? Tak dapat dipungkiri bahwa masih banyak siswa yang menganggap matematika itu sebagai momok dan tidak menyenangkan sehingga mereka malas untuk mempelajarinya. Guru perlu untuk membudayakan matematika pada siswa sehingga mereka menyukai matematika.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Ilmu pengetahuan menyiratkan tanggapan-tanggapan yang memberi pengetahuan baru, artinya menyiratkan tanggapan sintetik hal ini dikemukakan oleh Kant. Namun ilmu pengetahuan juga menyiratkan berbagai tanggapan yang bersifat niscaya serta umum, artinya menyiratkan berbagai tanggapan a priori. Tanggapan-tanggapan a posteriori sesungguhnya tergantung pada pengalaman yang senantiasa berubah-ubah, dan karena itu tidak mungkin bersifat niscaya maupun umum, sehingga dapat disimpulkan tanggapan-tanggapan sintetik a priori merupakan syarat bagi adanya ilmu pengetahuan.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Berdasarkan artikel di atas, matematika selain dianggap sebagai suatu struktur juga dianggap sebagai bahasa, oleh sebab itu kita mengenal adanya kemampuan komunikasi matematis yaitu kemampuan untuk menyampaikan suatu gagasan atau ide matematika kepada orang lain dan juga kemampuan untuk menerima gagasan atau ide matematika dari orang lain. Kemampuan berbahasa mempengaruhi kemampuan intuisi matematika seseorang. Mungkin dalam hal ini kemampuan berbahasa yang dimaksud adalah kemampuan untuk menterjemahkan suatu permasalahan ke dalam bahasa matematika.

    ReplyDelete
  18. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Strukturalisme matematika menganggap apa yang penting bagi teori matematika bukanlah sifat internal objek, seperti nomor, fungsi, set, atau titik, tapi bagaimana benda-benda berhubungan satu sama lain. Dalam arti, tesis adalah bahwa objek matematika (jika ada benda seperti) hanya tidak memiliki sifat intrinsik. Strukturalis tumbuh terutama dari perkembangan dalam matematika menjelang akhir abad kesembilan belas dan sampai saat ini, tetapi tidak eksklusif dalam program penyediaan dasar kategoris untuk matematika.

    ReplyDelete
  19. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Konstruksi matematika memberikan hukum-hukum umum atau prinsip-prinsip untuk menurunkan hubungan logis yang diperlukan diantaranya dan tentang semua konstruksi, khayalan atau aktual. Singkatnya, jenis penalaran yang digunakan dalam matematika memberikan aturan umum penalaran, dan berfungsi sebagai prinsip untuk membimbing penalaran kita dalam ilmu berikutnya, terutama filsafat.

    ReplyDelete
  20. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017
    Dewasa ini guru harus menyadari bahwa matematika harus ditampakkan sesuai dengan subjek yang diajar. Ketika mengajar anak SD tentu berbeda dengan mengajar anak SMA yang pikirannya telah mampu menerima sesuatu yang abstrak. Dari tulisan ini saya mengetahui bahwa penampakan matematika itu berbeda tergantung tingkatan orang yang mempelajarinya sehingga suatu kesalaha jika guru langsung menyuguhkan hal abstrak/rumus-rumus matematika agar siswa langsung bisa menyelesaikan soal.

    ReplyDelete
  21. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Terdapat tiga pilar yang membangun matematika murni atau matematika perguruan tinggi. Ketiga pilar tersebut adalah logicism mathematics, formalism mathematics, dan structuralism mathematics. Namun jangan beranggapan bahwa matematika murni sudah mencangkup keseluruhan matematika. Ternyata matematika murni itu hanyalah setengah dari matematika. Sisi yang lain dari matematika adalah matematika sekolah. Matematika sekolah ini berhubungan atau dibangun melalui pengalam konkrit. Melalui matemtika sekolah, siswa dapat membudayakan matematika sehingga dapat mengembangkan intuisi matematikanya.Terimakasih

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Strukturalisme matematika memandang bahwa objek matematika itu memiliki struktur, dan dari struktur tersebut memiliki hubungan dengan sebuah sistem eksternal objek matematika itu sendiri. Dalam hal ini, matematika dianggap sebagai bahasa. Matematika di perguruan tinggi menampakkan diri sebagai Pure-Formal-Axiomatics Mathematics lengkap dengan struktur dimana matematika yang dipelajari bersifat abstrak, sedangkan matematika di sekolah menampakkan diri sebagai architectonic mathematics dimana matematika yang dipelajari bersifat konkret.

    ReplyDelete
  23. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Cara berfikir antara siswa yang satu dengan yang lainnya tentu akan berbeda, apalagi antar jenjang yang berbeda. Sehingga, dalam pembelajaran matematika guru harus dapat menempatkan matematika sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan siswanya. Matematika pada pendidikan sekolah dasar masih bersifat kongkrit yang menghubungkannya dengan lingkungan di sekitarnya, sedangkan pada jenjang SMP dan SMA sudah mulai rumit bahkan kompleks. Untuk itu, sebagai guru harus mampu menerapkan dan memnempatkan matematika sesuai dengan kebutuhan siswa. Karena peran guru yang sebenarnya adalah sebagai fasilitator siswanya untuk mengembangkan potensi siswanya, sehingga intuisi mereka dapat terbentuk. Karena peran intuisi dalam pembelajaran matematika sengat penting

    ReplyDelete
  24. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Tiga pilar filosofis dan pondasi dari pure mathematics yaitu logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics. Seperti yang bapak katakan bahwa ketiganya baru merupakan pilar pure mathematics, lalu bagaimana dengan dengan pilar matematika sekolah?
    Prof Soedjadi mengatakan bahwa karakteristik matematika sekolah meliputi:1) matematika sekolah memiliki objek kajian yang konkret dan juga abstrak, 2) bertumpu pada kesepakatan (termasuk penekanan kepada aksioma self evident truth),3) berpola pikir deduktif dan juga induktif, 4) Konsisten dalam sistemnya (termasuk sistem yang dipilih untuk pendidikan), 5) memiliki/menggunakan simbol yang kosong dari arti dan juga telah memiliki arti tertentu, 6) memperhatikan semesta pembicaraan (bahkan juga digunakan untuk pembatasan bahan ajar matematika, sesuai kelas tertentu)

    ReplyDelete
  25. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Tiga pilar dalam matematika dapat diimplementasikan sesuai dengan tingkatan belajar siswa. Namun terlepas dari ketiga pilar tersebut, hal utama dalam mempelajaran matematika adalah bagaimana mengembangkan intuisi siswa. Untuk itu guru harus memfasilitasi siswa dengan pembelajaran yang mendukung terjadinya interaksi antara siswa dan guru, siswa dan siswa lain, serta siswa dan sumber belajar. Dengan demikian, siswa secara aktif ikut dalam pembangunan pengetahuan sehingga mendukung perkembangan intuisinya.

    ReplyDelete

  26. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Intuisi matematika perlu dikembangkan sejak dini, sehingga pembelajaran yang disiapkan pun harus mampu menyesuaikan dengan psikologi siswa. Dalam penyampaian ilmu matemtika pun, matematika telah dibagi-bagi menjadi beberapa bagian seperti yang telah disebutkan pada artikel di atas. Pembagian matematika tersebut agar matematika yang dipelajari sesuai dengan usia anak, sehingga intuisi mereka juga mudah terbangun. Matematika yang dipandang sebagi bahasa membuat sisw ajuga harus mempelajari simbol-simbol matematika dan merepresentasikannya dengna tepat. Maka penyampaian materi matematika yang sesuai dengna perkembangan kognitif anak merupakan hal yang penting.

    ReplyDelete
  27. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Matematika sebagai suatu struktur menempatkan matematika ke dalam banyak sekali impelementasi dan posisi di berbagai bidang ilmu pengetahuan. Matematika perguruan tinggi sudah merupakan matematika pada tingkatan abstrak, sehingga sluruh objek matematika hanya dapat dibayangkan dalam pikiran. Sementara semakin ke bawah, matematika berwujud semakin konkret sehingga siswa pada sekolah dasar memerlukan objek nyata karena sulit bagi mereka untuk membayangkan objek yang abstrak.

    ReplyDelete
  28. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. tiga pilar dan fondasi dari matematika murni ialah logisisme matematika, formalisme matematika, dan strukturalisme matematika. strukturalisme berpusat pada deskripsi keadaan aktual objek melalui penyelidikan tentang sifat-sifat yang terkait dengan suatu hal.[7] Ciri-ciri itu bisa dilihat dari beberapa hal; hierarki, komponen atau unsur-unsur, terdapat metode, model teoritis yang jelas dan distingsi yang jelas.

    ReplyDelete
  29. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini saya mengetahui bahwa terdapat tiga pilar dari filsafat dan mateamtika murni yang selama dipelajari di perguruan tinggi dan tiga pilat tersebut hanya setengahnya saja dari dunia mateamtika. Pda siswa sekolah, matematika perlu dikenalkan melalui interkasi matematika dengan dunia konkrit, sehingga dapat menumbuhkan intusis matematika siswa.

    ReplyDelete
  30. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Structuralisme matematika merupakan salah satu dari tiga pilar utama dalam matematika murni. Pada kenyataannya matematika seperti gunung, semakin tinggi maka semakin abstrak, dan semakin kebawah akan semakin konkret. Karena anak-anak masih berada di kaki gunung, maka sebaiknya harus dibiasakan dalam menghadirkan contoh-contoh konkret tersebut, agar kemampuan intuisi mereka sejalan dengan tingkat berpikirnya. Melalui pengalaman dan keadaan nyata lingkungannya objek matematika yang abstrak tadi dapat mulai dikenal anak secara perlahan, sehingga pada akhirnya mereka bisa memahami struktur matematika

    ReplyDelete
  31. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Matematika dapat membuat siswa berlatih untuk menyampaikan pemikirannya kepada orang lain. Bahasa yang digunakn untuk komunikasi melatih siswa merepresentasikan angka dalam materi menjadi bahasa matematika yang mudah dipahami agar siswa dapat melihat suatu permasalahan dari sudut pandang matematika.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Structuralism mathematics merupakan filsafat matematika yang memandang matematika lebih sebagai suatu struktur. Selama ini matematika yang dikembangkan di perguruan tinggi adalah logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics yaitu disebut tiga pilar the philosophy and the foundation of pure mathematics. Menurut Wittgenstain matematika dapat dipandang sebagai bahasa.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terimakasih pak atas ilmunya mengenai pilar pada dasar pembentukan matematika murni di atas. Matematika murni yang dikembangkan di perguruan tinggi ternyata berdasarkan tiga pilar dasar pembentukkan matematika yaitu, logika, formalisme, dan struktur matematika. Matematika perguruan tinggi dan matematika sekolah atau matematika formal mungkin berbeda. Matematika sekolah mengeutamakan siswa paham dan mengerti dalam pengimplementasiannya dalam kehidupan sehari-hari. Matematika sekolah terbentuk berdasarkan sesuatu yang kongkrit, sesuatu yang ada di sekitar lingkungannya, bukan dimulai dari sesuatu yang abstrak seperti matematika murni. Sehingga, tidak pas apabila menjelaskan matematika kepada anak-anak dengan menerapkan tiga pilar pada pembentukkan matematika murni.

    ReplyDelete
  34. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Hakikat matematika salah satunya ialah matematika sebagi struktur. Matematika hadair salah satunya dilatarbelakangi oelh bebrapa hal dalam kehidupan yang memeiliki struktur dan pola tertentu. Misal dalam konsep bilangan, hal tersebut berawal dari kesulitan orang-orang zaman dulu untuk mengatur dan mengarahkan serta mengawasi ternaknya, sehingga muncullah konsep bilangan. COntoh lain ialah batik ayang telah membudaya pada saat ini memiliki tingkat simetrisitas yang tinggi dan pola yang unik. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  35. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Dalam kehidupan dikenal pula konsep fraktal. Fraktal ini merupakan suatu bentuk yang memiliki konsistensi luar biasa dan memiliki pola yang sama saat salah satu bagiannya dipotong atau dihilangkan. Fraktal ini merupakan konsep populer mengenai matematika sebagai pola dan hubungan. Fraktal pada saat ini telah digunakan sebagai objek penelitin oleh banyak peneliti yang hasilnya mengatakan bahwa matematika ialah sesuatu yang luar biasa dan patut dipertahankan dan dipelajari lebih dalam. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  36. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Matematika itu sulit, abstrak, rumit, lain sebagainya. Wajar saja jika itu terpatri pada siswa. Kenapa? Ya karena pembelajaran matematika yang banyak diterapkan adalah matematika yang berprinsip pada tiga pilar tersebut. Kalau kata Prof. Marsigit, matematika orang dewasa. Sehingga matematika orang dewasa diterapkan pada siswa usia sekolah. Ramahkan mata pelajaran matematika pada siswa jika demikian? Bayangkan saja jika baju orang usia 30 tahun dikenakan pada anak berusia 10 tahun? Hasilnya akan tidak bagus, begitu pula pada ata pelajaran matematika.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  37. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Matematika pada siswa seharusnya matematika kongkrit, berkaitan dengan dunia siswa sehingga mudah dipahami. Kalaupun ada meteri yang abstrak, materi prasyarat kongkrit yang ada hubungannya dengan materi abstrak tersebut harus benar-benar dipahami terlebih dahulu oleh siswa. Sehingga siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami materi yang abstrak. Lagi-lagiintuisi matematika dibutukan dalam proses membudayakan matematika seperti ini.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  38. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics merupakan pilar penting dalam pembelajaran matematika. Ketiga pilar tadi merupakan pandangan matematika sebagai sebuah struktur. Namun jika dipandang sebagai bahasa, maka implementasi atau penerapannya di sekolah akan lebih berdampak baik bagi siswa. Hal ini karena dapat meningkatkan intuisi matematika siswa karena dalam pembelajarannya akan menerapkan interaksi dengan dunia konkret. jadi selain adanya pemberian soal abstrak, interaksi dengan dunia konkret pun penting dalam mengasah intuisi matematika siswa.

    ReplyDelete
  39. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Salah satu cara memunculkan intuisi matematika siswa adalah dengan mengaitkan pembelajaran matematika yang abstrak dengan kehidupan nyata atau sehari-hari. Maka berkembang di Indonesia pembelajaran matematika realistik. Dengan mengaitkan dengan dunia nyata maka akan memunculkan pengalaman-pengalaman siswa yang melekat kuat pada dirinya, sehingga bisa memunculkan intuisi matematika.

    ReplyDelete