Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 7: Structuralism Mathematics




Oleh Marsigit

Structuralism mathematics
merupakan filsafat matematika yang memandang matematika lebih sebagai suatu struktur. Kita tidak asing dengan structuralism mathematics ini karena dia di support oleh logicism mathematics dan formalism mathematics.

Bukankah selama ini matematika yang dikembangkan di Perguruan Tinggi atau Matematika Murni adalah logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics. Kalau boleh saya katakan inilah TIGA PILAR the philosophy and the foundation of PURE MATHEMATICS. Sehingga ke TIGA PIILAR yang saya sebut di atas HANYALAH BARU merupakan SEPAROH DUNIANYA MATEMATIKA.

Di sisi lain,  pada general philosophy, Structuralism Philosophy bertemu dengan Filsafat Bahasa atau Filsafat Analitik. Dengan kata lain, kecenderungan filsafat dewasa ini dan pada waktu ke depan adalah filsafat bahasa dengan core atau intinya adalah Structuralism in Language.

Bukanlah suatu kebetulan bahwa pada akhirnya Wittgenstain berhasil mempertemukan antara matematika dan bahasa; artinya Matematika dapat dipandang sebagai Bahasa. Pandangan Matematika sebagai Bahasa inilah yang kemudian memperkokoh pengembangan dan implementasi logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics (tiga pilar seperti yang selama ini kita kerjakan).

Di dalam implementasi pembelajaran matematika di Perguruan Tinggi maka ke tiga pilar tersebut menampakan dirinya sebagau Pure-Formal-Axiomatics Mathematics lengkap dengan contoh-contohnya seperti Struktur-struktur Aljabar dan Struktur Geometri.

Sedangkan bagi implementasi pembelajaran matematika di sekolah maka dia akan menampakan diri sebagai ARCHITECTONIC MATHEMATICS yang emerging pada pikiran diri siswa masing-masing melalui interaksinya dengan dunia konkrit. Inilah budaya matematika yang perlu kita promosikan dan kita kembangkan bersama, agar siswa-siswa kita mampu dengan suburnya memproduksi mathematical intuition.

9 comments:

  1. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Yang menjadi pilar penting dalam pendidikan matematika diantaranya Logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics. Pilar-pilar inilah yang menjadi pandangan matematika sebuah struktur. Namun jika dipandang sebagai bahasa maka implementasi disekolah akan berdampak baik bagi siswa. Hal tersebut dikarenakan akan meningkatkan intuisi matematika siswa karena dalam pembelajarannya akan berinteraksi dengan dunia konkret.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Matematika itu adalah suatu ilmu yang terstruktur, formal dan logis. Sebagaimana yang disampaikan Prof di atas bahwa Structuralism mathematics, logicism mathematics dan formalism mathematics adalah TIGA PILAR the philosophy and the foundation of PURE MATHEMATICS. Dalam perkembangannya matematika tidak hanya terbatas dalam hal angka-angka namun matematika sudah meenjadi bahasa yang dalam implementasinya tegantung kepada pemakai.

    ReplyDelete
  3. Matematika yang dikembangkan dan dipelajari diperguruan tinggi berdasarkan tiga pilar yaitu matematika logis, formal dan terstruktur. Mungkin memang benar matematika seperti itu, bahwa matematika harus dibuat secara formal, dengan struktur yang jelas dan logis. Dalam hal ini maka materi matematika disusun untuk pengetahuan matematika sendiri. Matematika di perguruan tinggi, dipelajari oleh sedikit mahasiswa dari manusia yang ada di dunia sedangkan matematika sekolah dipelajari oleh setiap manusia yang sekolah. Bagi sebagian orang maka pengetahuan yang dipelajari harus mempunyai kepraktisan atau kegunaan dalam kehidupan sehari-harinya. Matematika harus dikaitkan dengan kehidupan sehari-harinya. Untuk itu di perguruan tinggi materi matematika yang dipelajari bersifat logis, formal, dan struktur tetapi bagi mahasiswa yang dipersiapkan mengajar di sekolah juga harus dibekali materi matematika dan cara mengajar matematika di sekolah yang menghubungkan materi tersebut dengan kehidupan sehari-hari atau penerapan kongkritnya.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Berdasarkan sumber wikipedia, strukturalisme merupakan metodologi yang unsur budaya manusia harus dipahami dalam hal hubungan mereka dengan yang lebih besar, sistem secara menyeluruh atau umum. Strukturalisme memandang matematika sebagai suatu ilmu yang terstruktur sehingga sistematis. Terstruktur dan sistematis ini dapat membantu siswa memiliki penalaran untuk menyelesaikan soal-soal matematika, sehingga dalam menyelesaikan soal matematika perlu solusi yang terstruktur dan sistematis agar solusi itu dapat dipahami bukan hanya oleh orang matematika tapi dapat dipahami juga oleh awam.

    ReplyDelete
  5. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 7: Strukturalisme Matematika. Kegiatan pembelajaran matematika disekolah berlangsung secara berbeda-beda tergantung pada dimensi ruang dan waktunya. Pembelajaran matematika yang dilaksanakan di perguruan tinggi adalah logicism mathematics, formalism mathematics, dan structuralism mathematics. Dapat dimaknai bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika di perguruan tinggi lebih bersifat abstrak sehingga membutuhkan tingkat pemikiran yang lebih tinggi. Sedangkan pembelajaran matematika yang ada di sekolah adalah architectonic mathematics yang dapat dimaknai sebagai suatu ilmu yang diperoleh melalui interaksi dengan dunia yang nyata.dari paparan diatas kita bisa menyimpulkan terdapat perbedaan yang signifikan antara matematika dalam berbagai tingkatan sehingga nantinya kita dapat memilih tingkatan mana mana yang baik untuk berikan jika kita berada dalam lingkungan pengajaran dengan tingkatan siswa tertentu, dan diharapkan dengan sesuai nya tingkatan matematika itu kita dapat meningkatkan mathematical intuition dalam diri anak didik kita.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Ada tiga pilar utama yang dikembangkan untuk membangun matematika khususnya matematika murni, yaitu logicism mathematics-formalism mathematics-structuralism mathematics. Namun hal ini tidak cocok diterapkan dalam pembelajaran anak. karena ketiga pilar tersebut bertolak belakang dengan karakter dunia anak yang lebih mengarah kepada dunia konkret. Untuk membangun ketiga pilar tersebut dalam diri anak, kita harus memandang matematika sebagai bahasa. Dalam matematika terdapat banyak simbol-simbol yang merupakan penjabaran yang berkaitan dengan ide, konsep, gagasan. Dengan menggunakan simbol-simbol inilah konsep-konsep dalam matematika akan mudah disampaikan kepada anak yang kemudian dikaitkan ke dalam dunia nyata atau pengalaman-pengalaman anak. Dengan demikian juga membangun ketiga pilar dalam matematika juga mengembangkan intuisi anak dalam bermatematika. Dan kita telah mengetahui bahwa intuisi anak sangat tinggi dan lebih ke hal-hal yang realistik.

    ReplyDelete
  7. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Strukturalis memandang bahwa matematika bukanlah tentang beberapa himpunan tertentu dari objek abstrak melainkan matematika adalah ilmu tentang pola struktur, dan benda-benda tertentu yang relevan dengan matematika sejauh mereka memenuhi beberapa pola atau struktur. Strukturalis memandang bahwa matematika adalah suatu subyek atau bidang studi yang harus dipelajari dan dikuasai siswa. Hal ini menunjukan kecenderungan tentang pemahaman matematika yang lebih formal, terstruktur, dan axiomatic deduktif. Operasi dalam sistem matematika merupakan bagian utama dari aktivitas matematika atau bisa dikatakan pembelajaran matematika lebih ke arah formal. Intuisi matematika perlu dikembangkan sejak dini, sehingga pembelajaran yang disiapkan pun harus mampu menyesuaikan dengan psikologi siswa. Dalam penyampaian ilmu matemtika pun, matematika telah dibagi-bagi menjadi beberapa bagian seperti yang telah disebutkan pada artikel di atas. Pembagian matematika tersebut agar matematika yang dipelajari sesuai dengan usia anak, sehingga intuisi mereka juga mudah terbangun.

    ReplyDelete
  8. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bahasa merupakan bagian dari aspek yang mengarah kepada spiritual. Sebuah bahasa membuat makna. Bahasa menentukan identitas kita, menentukan bagaimana kita bertata karma dan lain sebagainya. Begitu juga di dalam matematika. Matematika dapat dipandang sebagai Bahasa. Melalui bahasa kita dapat menafsirkan konsep, definisi, aturan dan implementasi dari matematika.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Sesungghunya matematika dan bahasa memiliki kaitan yang erat. Sehingga matematika dan bahasa baiknya diintegrasikan dalam pembelajaran, seperti yang telah diterapkan dalam K-2013 SD. Untuk memahami matematika atau menerjemahkan simbol-simbol diperlukan kemampuan bahasa yang baik. Sehingga terdapat sinergi ynag harmonis di antara keduanya. Jika seorang siswa mampu menjalankan prosedur matematika dengan baik, namun tidak fasih dalam segi berbahasa matematika maka ia akan mendapat kesulitan jika mengahadapi persoalan matematika di kehidupan nyata.

    ReplyDelete