Feb 12, 2013

Artikel Populer: Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Matematika




Berikut saya sampaikan artikel saya sebagai salah satu bahan yang akan digunakan untuk menyusun Buku Pedoman Pendidikan Karakter di Universitas Negeri Yogyakarta. Hak cipta dilindungi oleh UU. Pembaca dapat mengopi untuk kepentingan kajian akademik dan dapat menggunakannya sebagai referensi sepanjang tetap mencantumkan pengarangnya. Demikian selamat membaca.


Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Matematika

Oleh Marsigit
Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA, UNY

A.Pendahuluan


Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah memunyai aspek pemahaman tentang hakikat matematika, hakikat matematika sekolah, hakikat pendidikan matematika, hakikat nilai matematika, hakikat belajar matematika, hakikat proses belajar mengajar matematika, hakikat pembudayaan matematika sekolah.

Di sisi lain, secara umum, pendidikan karakter harus mampu menjelaskan hakikat karakter, implementasi dan contoh-contohnya, menjelaskan sumber-sumber pengetahuan dan nilai-nilai dan macam-macam karakter yang harus digali dan dikembangkan, ukuran atau pembenaran kelaziman karakter dalam lingkup pribadi, kelompok, berbangsa dan secara universal.

Jika karakter dipandang sebagai nilai yang perlu digali, dikembangkan dan diimplementasikan, maka konteks ruang dan waktu serta arah pengembangannya menjadi sangat penting.

Pendidikan matematika dapat dipandang sebagai suatu keadaan atau sifat atau bahkan nilai yang bersinergis dengan pendidikan karakter. Perpaduan atau sinergi antara pendidikan karakter dan pendidikan matematika merupakan keadaan unik sebagai suatu proses pembelajaran yang dinamis yang merentang dalam ruang dan waktunya pembelajaran matematika yang berkarakter konteks ekonomi, social, politik, dan budaya bangsa.

Dengan demikian, pendidikan karakter dalam pendidikan matematika merupakan potensi sekaligus fakta yang harus menjadi bagian tidak terpisahkan bagi setiap insan pengembang pendidikan, baik pendidik, tenaga pendidik maupun pengambil kebijakan pendidikan.

Secara umum, kiranya semua sependapat bahwa tidak mudah memahami kompleksitas karakter sebagai suatu nilai atau suatu objek. Jika kita memikirkan karakter sebagai suatu objek maka secara umum apapun yang kita bicarakan, selalu berkaitan dengan dua hal pertanyaan yaitu:
Apa objek dan apa metodenya?
Apakah objek formal dan objek material pendidikan karakter itu?
Apakah objek formal dan objek material pendidikan matematika itu?
Apakah objek formal dan objek material pendidikan karakter dalam pendidikan matematika itu?
Untuk dapat menjawab semua pertanyaan itulah, kita memerlukan kajian tentang hakikat dari semua aspek yang terkandung di dalam pendidikan karakter dan pendidikan matematika.

Prinsip-prinsip dasar pengembangan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika meliputi berbagai proses yang secara hirarkhis merentang mulai dari kesadaran diri dan lingkungan, perhatian, rasa senang dan rasa membutuhkan disertai dengan harapan ingin mengetahui, memiliki dan menerapkannya, merasa perlunya memunyai sikap yang selaras dan harmoni dengan keadaan di sekitarnya, baik dalam keadaan pasif maupun aktif, serta mengembangkannya dalam bentuk tindakan dan perilaku berkarakter; merasa perlunya disertai usaha untuk mencari informasi dan pengetahuan tentang karakter dan karakter dalam matematika, yang dianggap baik, mengembangkan keterampilan menunjukan sifat, sikap dan perilaku berkarakter dalam pendidikan matematika, serta keinginan dan terwujudnya pengalaman mengembangkan hidupnya dalam bentuk aktualisasi diri berkarakter dalam pendidikan matematika, baik secara sendiri, bersama atau pun dalam jejaring sistemik.

B.Matematika dan Pendidikan Karakter


Secara material objek matematika dapat berupa benda-benda konkret, gambar atau model kubus, berwarna-warni lambang bilangan besar atau kecil, kolam berbentuk persegi, atap rumah berbentuk limas, piramida-piramida di Mesir, kuda-kuda atap rumah berbentuk segitiga siku-siku, roda berbentuk lingkaran, dan seterusnya. Secara material objek matematika itu berada di lingkungan atau sekitar kita.

Secara formal objek matematika berupa benda-benda pikir. Benda-benda pikir diperoleh dari benda konkret dengan melakukan abstraksi dan idealisasi.

Abstraksi adalah kegiatan yang hanya mengambil sifat-sifat tertentu saja untuk dipikirkan atau dipelajari.

Idealisasi adalah kegiatan yang menganggap sempurna sifat-sifat yang ada. Dari model kubus yang terbuat dari kayu jati, dengan abstraksi kita hanya mempelajari bentuk dan ukuran saja.

Dengan idealisasi kita memperoleh informasi bahwa ruas-ruas kubus berupa garis lurus yang betul-betul lurus tanpa cacat.

Secara normatif, objek-objek matematika berupa makna yang terkandung di dalam objek-objek material dan formal.

Makna-makna yang terungkap dari matematika material dan matematika formal itulah kemudian yang menghasilkan value atau nilai matematika.

Misalnya, objek matematika material berupa “bilangan 2 yang terbuat dari papan triplek yang digergaji dan kemudian diberi warna yang indah”.

Di dalam khasanah matematika material, kita dapat memikirkan bilangan 2 yang lebih besar, bilangan 2 yang lebih kecil, bilangan 2 yang berwarna merah, bilangan 2 yang berwarna biru, dan seterusnya.

Pada dimensi formal terdapat pencampuradukan antara pengertian bilangan dan angka. Tetapi, begitu kita memasuki dimensi matematika formal, semua sifat dari bilangan 2 tadi kita singkirkan, dan yang kita pikirkan sifat nilai nya saja dari 2.

Kita tidak mampu memikirkan nilai bilangan 2 jika kita tidak memiliki bilangan-bilangan yang lain. Nilai bilangan 2 adalah lebih besar dari bilangan 1, tetapi lebih kecil dari bilangan 3.

Secara normatif, makna bilangan 2 mengalami ekstensi dan intensi.

Jika diintensifkan, bilangan 2 dapat bermakna “genap”, dapat bermakna “pasangan”, dapat bermakna “bukan ganjil”, dapat bermakna “ayah dan ibu”, atau dapat bermakna “bukan satu”. Secara metafisik, bilangan 2 dapat bermakna “jarak antara dua hal” misalnya jarak antara potensi dan vitalitas, jarak antara konkret dan abstrak, jarak antara subjek dan objek, dan seterusnya.

Jika diekstensifkan, maka makna bilangan 2 dapat berupa 2 teori, 2 teorema, 2 sistem matematika, 2 variabel, 2 sistem persamaan, dan seterusnya. Dengan cara yang sama kita dapat melakukan intensi dan ekstensi untuk semua objek matematika.

Uraian di atas barulah tentang dimensi matematika dari bilangan 2 dan objek-objek matematika yang lainnya.

Jika ingin menguraikan bagaimanakah implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah, kita masih harus memikirkan pendidikan matematika, pembelajaran matematika, berpikir matematika, dan seterusnya.

Katagiri (2004) menguraikan bahwa berpikir matematika meliputi 3 aspek: pertama, sikap matematika, kedua, metode memikirkan matematika, dan ketiga, konten matematika.

Berpikir matematika juga merentang berpikir matematika pada dimensinya. Artinya, ada berpikir matematika di tingkat sekolah/material, atau perguruan tinggi/formal.

Secara umum, sikap matematika ditunjukkan oleh indikator adanya rasa senang dan ikhlas untuk mempelajari matematika, sikap yang mendukung untuk mempelajari matematika, pengetahuan yang cukup untuk mempelajari matematika, rasa ingin tahu, kemamuan untuk bertanya, untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman matematika.

Secara pragmatis, kita dapat menyatakan bahwa matematika adalah himpunan dari nilai kebenaran yang terdiri dari teorema-teorema beserta bukti-buktinya.

Sementara itu, filsafat matematika muncul ketika kita meminta pertanggungjawaban akan kebenaran matematika. Oleh karena itu, filsafat matematika merupakan pandangan yang memberikan gambaran penting dan menerangkan secara tepat bagaimanakah seseorang dapat mengerjakan matematika.

Perbedaan filsafat matematika yang dianut akan menyebabkan perbedaan praktik dan hasil pendidikan matematika. Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika merupakan implikasi dari kesadaran akan pentingnya refleksi kegiatan matematika melalui kajian matematika dan pendidikan matematika pada berbagai dimensinya.

Dengan demikian implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika mengandung makna seberapa jauh kita mampu melakukan kegiatan dalam rentang niat, sikap, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman matematika, pendidikan matematika, dan pembelajaran matematika.

Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika dapat dicapai atas dasar pemahaman tentang pengetahuan matematika yang bersifat objektif dan pelaku matematika yang bersifat subjektif di dalam usahanya untuk memperoleh justifikasi tentang kebenaran matematika melalui kreasi, formulasi, representasi, publikasi dan interaksi.

Secara eksplisit implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika mendasarkan pada :
(1) pengetahuan matematika pada berbagai dimensinya, yang meliputi hakikat, pembenaran, dan kejadiannya,
(2) objek matematika pada berbagai dimensinya yang meliputi hakikat dan asal-usulnya,
(3) penggunaan matematika formal yang meliputi efektivitasnya dalam sains, teknologi, dan ilmu lainnya, serta
(4) praktik matematika pada berbagai dimensi secara lebih umum termasuk aktivitas para matematikawan atau aktivitas matematika para siswa SD.

C.Pendidikan Matematika dan Pendidikan Karakter

Secara umum diakui bahwa isi dan metode matematika formal, karena hakikatnya, membuat matematika menjadi abstrak, umum, formal, objektif, rasional, dan teoretis. Ini adalah hakikat ilmu pengetahuan dan matematika.

Dengan pendekatan ini kaum absolutis membangun matematika formal yang dianggapnya sebagai netral dan bebas nilai (Shirley, 1986). Hal-hal yang terikat dengan implikasi sosial dan nilai-nilai yang menyertainya, secara eksplisit, dihilangkannya.

Para absolutis teguh pendiriannya dalam memandang secara objektif kenetralan matematika formal. Tetapi dalam kenyataannya, nilai-nilai yang terkandung dalam hal-hal tersebut di atas, membuat masalah-masalah tidak dapat dipecahkan. Hal ini disebabkan karena mendasarkan hal-hal yang bersifat formal saja hanya dapat menjangkau pada pembahasan bagian luar dari matematika itu sendiri.

Matematika yang dipromosikan itu sendiri secara implisit sebetulnya mengandung nilai-nilai. Abstrak adalah suatu nilai terhadap konkret, formal suatu nilai terhadap informal, objektif terhadap subjektif, pembenaran terhadap penemuan, rasionalitas terhadap intuisi, penalaran terhadap emosi, hal-hal umum terhadap hal-hal khusus, teori terhadap praktik, kerja dengan pikiran terhadap kerja dengan tangan, dan seterusnya.

Jika berkehendak menerima kritik yang ada, sebetulnya pandangan mereka tentang matematika formal yang netral dan bebas nilai juga merupakan suatu nilai yang melekat pada diri mereka dan sulit untuk dilihat.

Kaum social constructivits memandang bahwa matematika merupakan karya cipta manusia melalui kurun waktu tertentu. Semua perbedaan pengetahuan yang dihasilkan merupakan kreativitas manusia yang saling terkait dengan hakikat dan sejarahnya.

Akibatnya, matematika dipandang sebagai suatu ilmu pengetahuan yang terikat dengan budaya dan nilai penciptanya dalam konteks budayanya.

Sejarah matematika adalah sejarah pembentukannya, tidak hanya yang berhubungan dengan pengungkapan kebenaran, tetapi meliputi permasalahan yang muncul, pengertian, pernyataan, bukti dan teori yang dicipta, yang terkomunikasikan dan mengalami reformulasi oleh individu-individu atau suatu kelompok dengan berbagai kepentingannya.

Pandangan demikian memberi konsekuensi bahwa sejarah matematika perlu direvisi. Dengan demikian, pemikiran kaum social constructivist mengarah kepada kebutuhan matematika material.

Kaum absolutis berpendapat bahwa suatu penemuan belumlah merupakan matematika dan matematika modern merupakan hasil yang tak terhindarkan.

Namun, bagi kaum ‘social constructivist’ matematika modern bukanlah suatu hasil yang tak terhindarkan, melainkan merupakan evolusi hasil budaya manusia.

Joseph (1987) menunjukkan betapa banyaknya tradisi dan penelitian pengembangan matematika berangkat dari pusat peradaban dan kebudayaan manusia.

Sejarah matematika perlu menunjuk matematika, filsafat, keadaan sosial dan politik yang bagaimanakah yang telah mendorong atau menghambat perkembangan matematika.

Sebagai contoh, Henry dalam Ernest (1991: 34) mengakui bahwa calculus dicipta pada masa Descartes, tetapi dia tidak suka menyebutkannya karena ketidaksetujuannya terhadap pendekatan infinitas.

Restivo, MacKenzie dan Richards dalam Ernest (1991 : 203) menunjukkan betapa kuatnya hubungan antara matematika dengan keadaan sosial; sejarah sosial matematika lebih tergantung kepada kedudukan sosial dan kepentingan pelaku dari pada kepada objektivitas dan kriteria rasionalitasnya.

Kaum social constructivist berangkat dari premis bahwa semua pengetahuan merupakan karya cipta. Kelompok ini juga memandang bahwa semua pengetahuan memiliki landasan yang sama, yaitu ‘kesepakatan’.

Baik dalam hal asal-usul maupun pembenaran landasannya, pengetahuan manusia memiliki landasan yang merupakan kesatuan, dan oleh karena itu semua bidang ilmu pengetahuan manusia saling terikat satu dengan yang lain.

Akibatnya, sesuai dengan pandangan kaum social constructivist, matematika tidak dapat dikembangkan jika tanpa terkait dengan pengetahuan lain, dan yang secara bersama-sama memunyai akarnya.

Dengan sendirinya matematika tidak terbebaskan dari nilai-nilai dari bidang pengetahuan yang diakui karena masing-masing terhubung olehnya.

Karena matematika terkait dengan semua pengetahuan diri manusia (subjektif), jelaslah bahwa matematika tidak bersifat netral dan bebas nilai.

Dengan demikian matematika memerlukan landasan sosial bagi perkembangannya (Davis dan Hers dalam Ernest 1991 : 277-279).

Dengan demikian hakikat mempelajari matematika adalah mempertemukan pengetahuan subjektif dan objektif matematika melalui interaksi sosial untuk menguji dan merepresentasikan pengetahuan-pengetahuan baru yang telah diperolehnya.

Di dalam usahanya untuk memperoleh atau mempelajari pengetahuan objektif matematika, siswa mungkin perlu mengembangkan prosedur, misalnya : mengikuti langkah yang dibuat orang lain, membuat langkah secara informal, menentukan langkah awal, menggunakan langkah yang telah dikembangkan, mendefinisikan langkah sehingga dapat dipahami orang lain, membandingkan berbagai langkah, dan menyesuaikan langkah.

Melalui langkah-langkah demikian, siswa akan memperoleh konsep matematika yang telah teraktualisasi dalam dirinya sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan matematikanya bersifat subjektif.

Namun, dalam beberapa hal, pengetahuan subjektif matematikanya belum tentu sesuai dengan pengetahuan objektifnya.

Untuk mengetahui apakah pengetahuan subjektif matematikanya telah sesuai dengan pengetahuan objektifnya, siswa perlu diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan publikasi.

Kegiatan publikasi matematika dalam praktiknya dapat berupa tugas-tugas yang diberikan oleh guru, pekerjaan rumah, membuat makalah, atau pun mengikuti ujian.

Interaksi sosial di antara para siswa dan guru akan dapat memberikan kegiatan kritisisasi untuk pembetulan konsep-konsep sehingga siswa akan memperoleh perbaikan konsep, dan akhirnya pengetahuan subjektif matematikanya telah sama dengan pengetahuan objektifnya.

Hubungan antara pengetahuan objektif dan pengetahuan subjektif matematika dan langkah-langkah implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika dapat diturunkan dari konsep yang diadaptasi dari Ernest.P (1991) sebagai berikut.


D.Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Matematika


Hartman (1942) menggariskan bahwa apa pun tentang objek pikir, termasuk matematika, selalu memunyai nilai meliputi empat hal: nilai dikarenakan maknanya, nilai dikarenakan tujuan atau manfaatnya, nilai dikarenakan fungsinya dan nilai dikarenakan keunikannya.

Agar dapat dilakukan usaha implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah, seyogyanya kita menggunakan dimensi matematika material atau matematika pada dimensi transisi menuju matematika formal.

1.Pendidikan Karakter dan Hakikat Matematika Sekolah


Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah dapat diawali dengan mendefinisikan hakikat matematika sekolah.

Ebbutt dan Straker (1995) mendefinisikan matematika sekolah sebagai:
(1) kegiatan matematika merupakan kegiatan penelusuran pola dan hubungan,
(2) kegiatan matematika memerlukan kreativitas, imajinasi, intuisi dan penemuan, (3) kegiatan dan hasil-hasil matematika perlu dikomunikasikan,
(4) kegiatan problem solving merupakan bagian dari kegiatan matematika,
(5) algoritma merupakan prosedur untuk memperoleh jawaban-jawaban persoalan matematika, dan
(6) interaksi sosial diperlukan dalam kegiatan matematika.

Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah dapat menekankan kepada hubungan antarmanusia dan menghargai adanya perbedaan individu baik dalam kemampuan maupun pangalaman.

Matematika dipandang sebagai kebenaran absolut dan pasti, tetapi peran individu sangat menonjol dalam pencapaiannya.

Tetapi, siswa dapat dipandang sebagai makhluk yang berkembang (progress). Oleh karena itu matematika dipandang secara lebih manusiawi yang antara lain dapat dianggap sebagai bahasa, dan kreativitas manusia.

Pendapat pribadi dihargai dan ditekankan. Siswa memunyai hak individu untuk melindungi dan mengembangkan diri dan pengalamannya sesuai dengan potensinya.

Kemampuan mengerjakan soal-soal matematika adalah bersifat individu. Teori belajar berdasarkan anggapan bahwa setiap siswa berbeda antara satu dengan lain dalam penguasaan matematika.

Siswa dianggap memunyai kesiapan mental dan kemampuan yang berbeda-beda dalam mempelajari matematika. Oleh karena itu, setiap individu memerlukan kesempatan, perlakuan, dan fasilitas yang berbeda-beda dalam mempelajari matematika.

Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika dan pembelajaran matematika berimplikasi kepada fungsi guru sebagai fasilitator sebaik-baiknya agar siswa dapat mempelajari matematika secara optimal.

Matematika dipandang bukan untuk diajarkan oleh guru, tetapi untuk dipelajari oleh siswa. Siswa ditempatkan sebagai titik pusat pembelajaran matematika.

Guru bertugas menciptakan suasana, menyediakan fasilitas, dan lainnya, sedang peranan guru lebih bersifat sebagai manajer daripada pengajar.

Pembelajaran dilakukan dalam suasana yang kondusif, yaitu suasana yang tidak begitu formal.

Siswa mengerjakan kegiatan matematika yang berbeda-beda dengan target yang berbeda-beda.

Guru memunyai tiga fungsi utama yaitu: sebagai fasilitator, sumber ajar dan pemonitor kegiatan siswa.

Dengan demikian, guru dapat mengembangkan metode pembelajaran secara bervarisasi: ceramah, diskusi, pemberian tugas, seminar, dan sebagainya. Sumber belajar atau referensi merupakan titik sentral dalam pembelajaran matematika.

Variasi sumber belajar atau referensi diperlukan termasuk buku-buku, jurnal, dan akses ke internet. Penilaian dilakukan dengan pendekatan asesmen, portofolio, atau autenthic assessment.

2.Hermenitika Implementasi Pendidikan Karakter dalam Pendidikan Matematika


Unsur dasar hermenitika implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika adalah kegiatan mengomunikasikan matematika pada berbagai dimensi.

Komunikasi dapat didefinisikan sebagai berbagai bentuk vitalitas potensi-potensi relational antara subjek-subjek, subjek-objek, objek-subjek atau objek-objek. Bentuk vitalitas memiliki makna kesadaran dan perubahan ke dalam, paralel atau keluar dari diri potensi.

Oleh karena itu salah satu sifat vitalitas adalah sifat relational dan sifat penunjukkan kepada subjek atau objek di dalam, paralel atau diluar dirinya.

Maka, terbentuklah suatu relasi yang bersifat fungsional diantara subjek-subjek atau objek-objek.

Sifat penunjukkan terhadap subjek atau objek selain dirinya disebut juga sebagai sifat determine.

Satu-satunya substansi yang tidak dapat dihilangkan dari relasi penunjukkan atau determine adalah “sifat”.

Jadi, untuk dapat memahami secara ontologis hakikat komunikasi matematika, kita harus dapat memahami sifat, bukan sebagai sifat, tetapi sifat sebagai subjek dan sifat sebagai objek.

Jika sifat-sifat sudah melekat pada subjek atau objeknya, maka kita dapat mengatakan sebagai ciri-ciri subjek atau ciri-ciri objek berdasar sifat-sifatnya.

Jadi komunikasi matematika merupakan bentuk vitalitas dari potensi korelational yang memunyai sifat-sifat penunjukkan atau determine, yaitu terkarakterisasikannya sifat-sifat yang terjunjuk berdasar sifat-sifat penunjuk.

Dimensi komunikasi ditentukan oleh sifat apakah sifat dari subjek atau objeknya memunyai sifat dengan arah ke dalam, arah paralel, atau arah ke luar.

Dimensi komunikasi juga ditentukan oleh banyaknya satuan potensi matematika yang terlibat dan ragam vitalitas yang diakibatkan.

Secara harfiah, kristalisasi dimensi komunikasi matematika memberikan makna adanya komunikasi material matematika, komunikasi formal matematika, dan komunikasi normatif matematika.

a.Pendidikan karakter melalui komunikasi material matematika


Komunikasi material matematika didominasi oleh sifat horisontal arah vitalitasnya.

Dilihat dari segi keterlibatannya, jumlah satuan potensi yang terlibat adalah bersifat minimal jika dibandingkan dengan komunikasi dari dimensi yang lainnya.

Maka, sebagian orang dapat memperoleh kesadaran bahwa komunikasi material matematika adalah komunikasi dengan dimensi paling rendah.

Sifat korelasional sejajar memiliki makna kesetaraan antara subjek atau objek komunikasi. Implikasi dari kesetaraan subjek dan objek adalah bahwa mereka memiliki posisi yang paling lemah dalam sifat penunjukannya.

b.Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Formal Matematika

Komunikasi formal matematika didominasi oleh sifat-sifat korelasional ke luar atau ke dalam dari vitalitas potensinya.

Korelasi ke luar atau ke dalam memunyai makna perbedaan antara sifat-sifat yang di luar dan sifat-sifat yang di dalam.

Korelasi antara perbedaan sifat itulah yang menentukan sifat dari subjek atau objek komunikasinya.

Implikasi dari perbedaan sifat-sifat subjek atau sifat-sifat objek memberikan penguatan adanya perbedaan sifat penunjukan.

Vitalitas dari subjek matematika dengan potensi lebih besar akan mengukuhkan dirinya tetap bertahan sebagai subjek, sedangkan vitalitas dari subjek dengan potensi lebih kecil akan menggeser peran subjek dirinya menjadi peran objek bagi subjeknya.

Intuisi two-oneness akan membantu subjek matematika untuk memahami objek matematika.

c.Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Normatif Matematika


Komunikasi normatif matematika ditandai dengan meluruhnya sifat-sifat penunjukan korelasionalitas penunjukannya pada diri subjek dan objeknya.

Namun demikian, komunikasi dikatakan memunyai dimensi yang lebih tinggi dikarenakan keterlibatan satuan-satuan potensinya lebih banyak, lebih luas, dan lebih kompleks.

Meluruhnya sifat penunjukan korelasional horisontal bukan disebabkan oleh lemahnya potensi dan vitalitas komunikasi, tetapi semata-mata dikarenakan luasnya jangkauan dan keterlibatan satuan-satuan potensi dan vitalitas baik pada diri subjek maupun objek.

Maka, pada komunikasi normatif dapat dideskripsikan sifat-sifat pada subjek dan objeknya sebagai subjek yang memunyai potensi dan vitalitas matematika yang tinggi, tetapi memunyai korelasional horisontal yang rendah.

Dapat dimengerti bahwa pada komunikasi normatif matematika, sifat-sifat korelasional ke dalam dan keluar bersifat semakin kuat. Mereka semakin kuat jika dibandingkan pada komunikasi material ataupun komunikasi formal.

Keadaannya dapat digambarkan sebagi suatu gencatan senjata atau cease fire di antara potensi dan vitalitas matematika ke dalam dan ke luarnya.

Struktur komunikasi demikian ternyata merupakan struktur komunikasi yang lebih banyak mampu menampung karakteristik subjek atau objek komunikasi matematika.

Komunikasi normatif matematika ditandai adanya sifat-sifat ideal yang abstrak dari potensi dan vitalitas subjek dan objek matematika, misalnya keadaan baik atau buruknya matematika, pantas atau tidak pantasnya matematika, seyogyanya atau tidak seyogyanya matematika, bermanfaat atau tidaknya konsep matematika, dan seterusnya.

d.Pendidikan Karakter melalui Komunikasi Spiritual Matematika


Sifat-sifat korelasional keluar dari konsep matematika menunjukkan keadaan semakin jelas dan tegasnya apakah dalam bentuk ke luar ke atas atau ke luar ke bawah.

Korelasionalitas potensi dan vitalitas matematika ke atas akan mentransformasikan bentuk komunikasi ke dimensi yang lebih atas yaitu komunikasi spiritual matematika.

Di pihak lain, korelasional potensi dan vitalitas ke bawah akan mentransformasikan bentuk komunikasi matematika ke dimensi yang lebih bawah, yaitu komunikasi formal matematika atau komunikasi material matematika.

Maka komunikasi spiritual matematika menampung semua komunikasi yang ada dan yang mungkin ada. Komunikasi ke dalam akan memberikan sifat penunjukan absolut bagi subjek dan objek matematika.

Komunikasi ke luar ke atas akan meluruhkan semua sifat subjek dan objek matematika sehingga dicapai keadaan subjek dan objek komunikasi dengan sifat tanpa sifat.

Keadaan subjek dengan sifat tanpa sifat itu adalah keadaan di mana subjek dan objek komunikasi juga meluruh ke dalam keadaan di mana subjek dan objek matematika yang tidak dapat dibedakan lagi.

Artinya, tiada subjek dan objek komunikasi matematika pada tataran metafisik dari komunikasi spiritual dapat diidentifikasi dengan menggunakan hubungan korelasional potensi dan vitalitas subjek dan objek.

Hubungan korelasional ke dalam kemudian mentransformaikans semua potensi dan vitalitas matematika ke dalam subjek absolut.

Subjek absolut merupakan subjek dengan dimensi tertinggi yang mengatasi segala subjek dan objek komunikasi sekaligus juga mengatasi semua jenis komunikasi yang ada dan yang mungkin ada.

E.Pendidikan Karakter di dalam Pengembangan dan Inovasi Pendidikan Matematika


Implementasi pendidikan karakter di dalam kaitannya dengan pengembangan dan inovasi pendidikan matematika dapat diperoleh melalui berbagai kegiatan yang mencakup semua aspek pembelajaran matematika.

Berbagai persoalan dan tantangan akan timbul sesuai dengan konteks ruang dan waktu dimana pembelajaran matematika itu diselenggarakan.

Berikut adalah butir-butir yang dapat digunakan sebagai bahan renungan dan kajian lebih lanjut:
1)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dalam pengembangan PBM matematika yang menekankan kepada proses?
2)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui pembelajaran matematika kooperatif learning?
3)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dalam belajar kelompok matematika?
4)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui belajar matematika di luar kelas?
5)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui permainan matematika?
6)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui variasi model pembelajaran matematika?
7)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui pemanfaatan benda-benda konkret dalam PBM matematika?
8)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dalam pembelajaran kontekstual matematika?
9)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui pemanfaatan alam sekitar dalam PBM matematika?
10)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui team teaching matematika?
11)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dengan cara mendorong inisiatif siswa dalam PBM matematika?
12)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dengan cara meningkatkan peran siswa dalam PBM matematika?
13)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui pengembangan variasi sumber belajar matematika?
14)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui pemanfaatan alat peraga matematika?
15)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter berbagai percobaan matematika?
16)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dalam perencanaan pembelajaran matematika yang inovatif?
17)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter pada diskusi matematika?
18)Bagaimanakah guru mampu memonitor aspek pendidikan karakter dalam PBM matematika?
19)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dalam lesson study pembelajaran matematika?
20)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui kegiatan presentasi siswa?
21)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui kemandirian belajar matematika?
22)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui peningkatan peran fasilitator guru?
23)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dalam kegiatan asesment matematika?
24)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui kegiatan remedial matematika?
25)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter pada kegiatan apersepsi siswa?
26)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan melalui variasi interaksi dan komunikasi matematika?
27)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui peningkatan kreativitas siswa?
28)Bagaimanakah mewujudkan portfolio pendidikan karakter dalam PBM matematika?
29)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui kegiatan konstruksi konsep-konsep matematika secara mandiri?
30)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter melalui matematika realistik?
31)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dalam kegiatan refleksi siwa?
32)Bagaimanakah mengembangkan instrument observasi pendidikan karakter dalam PBM matematika?
33)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter yang selaras dengan konsep “Education is for All?”
34)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter sesuai dengan kebutuhan belajar matematika siswa?
35)Bagaimanakah mewujudkan pendidikan karakter dalam pengembangkan LKS pembelajaran matematika?



E. Kesimpulan

Untuk dapat mengimplementasikan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika diperlukan pemahaman tentang makna karakter, karakter bangsa, matematika dan pendidikan matematika pada berbagai dimensi.

Dimensi makna karakter dalam pendidikan matematika dapat dilihat dari sisi dimensi karakter matematika, karakter pendidikan matematika yang meliputi karakter guru matematika dan karakter siswa belajar matematika, baik untuk contoh-contoh konkret maupun bentuk-bentuk idealnya.

Pengembangan karakter dalam pendidikan matematika dapat dilaksanakan dengan mengembangkan komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normative, dan komunikasi spiritual.

Dalam kaitannya dengan pengembangan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika, kita memerlukan pendekatan yang lebih cocok dengan dunia siswa belajar matematika.

Oleh karena itu, keberhasilan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika ditentukan seberapa jauh kita mampu mendefinisikan dan mengimplementasikan konsep dasar matematika sekolah.

Matematika sekolah yang cocok dengan pendidikan karakter antara lain menganggap matematika sebagai kegiatan menelusuri pola-pola, kegiatan penelitian atau investigasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan komunikasi.

Pada akhirnya, implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika diharapkan dapat berkontribusi pada keunggulan bangsa melalui inovasi pembelajran matematika yang dilakukan secara terusmenerus baik secara instrinsik, ekstrinsik, atau sistemik.

DAFTAR PUSTAKA
Ebbutt, S dan Straker, A., 1995, Children and Mathematics: A Handbook for Teacher, London: Collins Educational.
Ernest, P., 1991, The Philosophy of Mathematics Education, London: The Falmer Press.
Kant, I., 1781, “The Critic Of Pure Reason: SECTION III. Systematic Representation of all Synthetical Principles of the Pure Understanding” Translated By J. M. D. Meiklejohn, Diunduh tahun 2003
Shirley, 1986, Mathematics Ideology, London : The Falmer Press

111 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pendidikan karakter yang terdapat dalam kurikulum 2013 memang sebenarnya ingin menyentuh ranah afektif siswa. Memang hal seperti ini sangatlah penting untuk diajarkan kembali melewati kurikulum 2013, karena memang selama ini telah mengalami kemerosotan nilai moral yang sangat terlihat tidak jelas. Matematika memang sedikit banyak bisa membantu dalam usaha mengembangkan karakter para siswanya dalam bertingkah laku dengan sopan. Sehingga nantinya tidak hanya menciptakan siswa yang pandai saja, namun juga siswa yang memiliki karakter yang baik.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam pendidikan matematika, tidak hanya membutuhkan pembelajaran yang bermakna, tetapi juga membutuhkan pendidikan karakter. Pendidikan karakter diperlukan agar siswa memiliki pemahaman hakikat dari matematika agar siswa tahu apa yang ia pelajari dan memiliki sikap yang baik, bukan hanya dalam pelajaran matematika saja tetapi juga dalam aplikasi dalam kehidupan sehari – hari. Matematika juga merupakan suatu ilmu yang terkait dengan budaya maka diperlukan pendidikan karakter agar siswa mampu memahami konsep dari matematika itu dan dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari – hari.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Matematika sekolah yang cocok dengan pendidikan karakter antara lain menganggap matematika sesuai hakikat matematika sekolah Ebutt and Straker, yaitu sebagai kegiatan menelusuri pola-pola, kegiatan penelitian atau investigasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan komunikasi.”
    Jika pernyataan tersebut dikaitkan dengan Kurikulum 2013 (K13) menurut saya itu sejalan. Dalam K13 ditekankan pendidikan karakter melalui KD 1 dan KD 2. Sedangkan penanaman konsep matematika tetap dilakukan untuk siswa. Hal tersebut dilakukan melalui 5 langkah pembelajaran Saintifik yaitu mengamati, menanya, mencoba, mengasosiasi/menalar, dan mengkomunikasikan. Oleh sebab itu, meskipun masih ada pandangan kurang baik terhadap K13 tetapi hal ini sudah menjadi kebijakan pemerintah. Hal yang penting adalah memperhatikan kebutuhan siswa kita. Siswa bukan hanya membutuhkan ilmu matematika tetapi juga ilmu kehidupan melalui pendidikan karakter yang terintegrasi dalam pembelajaran matematika. Hal itu sebagai bekal nantinya dalam kehidupan bermasyarakat.

    ReplyDelete
  4. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pendidikan karakter dalam pendidikan matematika menekankan pada hubungan antarmanusia dan menghargai adanya perbedaan antar individu. Selain itu untuk mengenali pendidikan karakter dalam matematika maka perlu memahami hakikat matematika, karakter bangsa, dan juga pendidikan matematika itu sendiri. Perwujudan karakter dapat dikembangkan dengan memilih tujuan karakter yang ingin dikembangkan, misalnya komunikasi. Untuk itu pembelajaran perlu dirancang dengan pendekatan yang paling cocok dengan dunia siswa belajar matematika seperti yang dijelaskan pada artikel di atas.

    ReplyDelete
  5. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kalau berbicara masalah pendidikan karakter maka kita sering dan selalau mendengarkan kurikulum berbasis karakter atau kur 2013 dan kur seterusnya. Pendidikan karater disnsi akan didukung oleh kurikulum yang memaang dis esuiakn dengan tujuan paa yang hendak dicapai dari suatau kurikulum,a atau hasil dari kurikukum yang adkana akan memeiliki tujuan kearah mana.

    ReplyDelete
  6. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya terarik dengan bahasan pendidikan karakter ini, karna menurut saya pendidikan karakter ini penting bagi siswa sekolah, disamping tujuan peningkatan kognitif dalam pembelajaran, pendidikan karakter juga tidak boleh dikesampingkan, karena pendidikan karakter ini mendasari perilaku dari siswa, pendidikan karater baiknya dimulai sejak dini sehingga sudah menjadi terbiasa dan benteng untuk menjalani kehidupan mendatang, tanpa disadari pendidikan di indonesia sekarang ini sedang krisis pendidikan karakter, terlihat dari banyaknya penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh siswa siswa, seperti mencontek, tawuran, dll, hal ini perlu diperbaikai dan perlu ditekankan lagi pendidikan karakter di dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  7. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    pendidikan karakter penting diera globalisasi ini, dimana era ini informasi posiif dan negatif sanagt mudah diakses, dan budaya barat sudah mulai masuk di Indonesia.Dan dalam inilah suatu karakter bangsa sangat diperlukan. Apabila suatu bangsa memiliki karakter yang kuat maka generasi muda tidak akan tertindas dan begitupula dengan tata nilai. Dimana jika suatu bangsa memiliki karakter yang kuat maka tata nilai yang sejak dulu telah ada tidak akan tergerser atau bahkan terhapuskan. Namun, jika karakter yang dimiliki suatu bangsa tidak kuat, maka generasi muda dan tata nilai yang ada akan dengan mudah tertindas oleh negara-negara lain, informasi, dan budaya asing yang masuk. sehingga pendidikan karakter penting diterapkan pada proses pembelajaran yang ada disekolah.

    ReplyDelete
  8. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Pendidikan karakter sebaiknya memang dikembangkan dalam lingkup sekolah, karena bagaimanapun karakter siswa tersebut penting. Dengan bersekolah di sebuah sekolah yang sangat menekankan pendidikan karakter maka diharapkan siswa siswa menjadi pribadi yang lebih baik dan memiliki karakter yang baik. Pembentukan karakter dalam diri siswa tentunya sangat penting karena karakter anak Bangsa dapat menentukan kemana arah tujaun Bangsa ini.

    ReplyDelete
  9. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai yanga da pada diri siswa terhadap diri sendiri, dan lingkungannya yang meliputi komponen pengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut. Melalui pendidikan karakter diharapkan peserta didik mampu secara mandiri meningkatkan dan menggunakan pengetahuannya, mengkaji serta menerapkan nilai-nilai karakter dalam kehidupan sehari-hari. Dimana pendidikan karakter ini dapat terwujud jika kita integrasikan kedalam kegiatan pembelajaran pada setiap mata pelajaran.

    ReplyDelete
  10. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Pendidikan karakter di Indonesia bertujuan untuk membentuk karakter siswa menjadi lebih baik. Matematika tidak hanya dapat membentuk pengetahuan siswa, tetapi juga dapat membentuk karakter siswa. Pendidikan karakter dalam matematika dapat dilakukan melalui kegiatan menelusuri pola-pola, kegiatan penelitian atau investigasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan komunikasi.

    ReplyDelete
  11. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pendidikan karakter pada setiap mata pelajaran tentu nya berbeda. Jika pada matapelajaran PPKn pendidikan karakter tertuang dalam sikap disiplin, jujur, dan lain sebagainya, tetapi disiplin dan jujur dalam matematika tentunya berbeda. Saya sependapat bahwa pendidikan karakter yang ada dalam matematika sekolah antara lain menganggap matematika sebagai kegiatan menelusuri pola-pola, artinya sikap disiplin kita teruji dalam pembelajaran matematika, kemudian kegiatan penelitian atau investigasi yang memerlukan tanggungjawab dan kerja keras, serta kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan komunikasi.

    ReplyDelete
  12. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pendidikan karakter sangat penting dalam membentuk karakter siswa agar tidak hanya intelektual saja, namun juga berkarakter. Dalam pendidikan khususnya pendidikan matematika, pendidikan karakter diterapkan agar siswa memiliki sikap kepribadian yang baik demi masa depan yang lebih baik. Mengajar itu mudah, namun mendidik itu tidaklah mudah dibutuhkan kesabaran dan istiqomah karena heterogen.

    ReplyDelete
  13. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Seperti pandangan sosial konstruktifis Matematika merupakan aktivitas sosial. Sehingga tidak lepas dari komunitas Matematika dalam kelasnya untuk berkomunikasi. Proses komunikasi ini dapat menjadi salah satu karakter yabg dikembangkan untuk menjadi generasi yang aktif. Sehingga dapat memberikan kontribusi untuk pendidikan karakter.

    ReplyDelete
  14. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Salah satu pendidikan karakter yang ada dalam pembelajaran matematika adalah saat diskusi. Pada waktu diskusi siswa menyampaikan pendapat dirinya mendengar pendapat orang lain serta menanggapi pendapat tersebut. Saat itu siswa belajar untuk menghargai perbedaan dalam diskusi. Sehingga siswa memiliki karakter positif yakni saling menghargai. Selain itu siswa juga belajar bahwa keberagaman itu ada dari variasi pendapat dalam diskusi.

    ReplyDelete
  15. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Banyak guru masih mengalami kesulitan dalam menerapkan Pendidikan Karakter dalam Pelajaran Matematika. Pendidikan karakter memang sudah tercantum dalam KI 1 dan KI 2 dalam kurikulum pendidikan kita. Pada hakekatnya, Pendidikan karakter hanya tercipta melalui keteladanan dan pembiasaan, termasuk keteladanan dalam keluarga maupun berbagai tokoh melalui berita di berbagai media. Pendidikan sekolah hanya sebagian kecil dari proses pendidikan karakter yg sesungguhnya.

    ReplyDelete
  16. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Fungsi pendidikan karakter karakter adalah untuk mengembangkan potensi dasar seorang anak agar berhati baik, berperilaku baik, serta berpikiran yang baik. Dengan fungsi besarnya untuk memperkuat serta membangun perilaku anak bangsa yang multikultur. Selain itu pendidikan karakter juga berfungsi meningkatkan peradaban manusia dan bangsa yang baik di dalam pergaulan dunia. Pendidikan karakter dapat dilakukan bukan hanya di bangku sekolah, melainkan juga dari bergai media yang meliputi keluarga, lingkungan, pemerintahan, dunia usaha, serta media teknologi. Tujuan pendidikan karakter adalah membentuk bangsa yang tangguh, berakhlak mulia, bermoral, bertoleransi, bekerja sama atau bergotong royong.

    ReplyDelete
  17. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pendidikan karakter juga membentuk bangsa mempunyai jiwa patriotik atau suka menolong sesama, berkembang dengan dinamis, berorientasi pada ilmu pengetahuan serta teknologi, beriman dan bertakwa pada Tuhan yang Maha Esa. Secara umum untuk mewujudkan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui pendidikan formal, non formal, dan informal. Saling melengkapi dan mempercayai dan diatur dalam peraturan dan undang-undang. Pendidikan formal dilaksanakan secara berjenjang dan pendidikan tersebut mencakup pada pendidikan umum, kejuruan, akademik, profesi, evokasi keagamaan dan khusus. Dalam pelaksanaan pendidikan karakter dapat dilakukan melalui jenjang pendidikan yang diimplementasikan pada kurikulum di tingkat satuan pendidikan yang memuat pelajaran normatif, adaptif, produktif, muatan lokal, dan pengembangan diri.

    ReplyDelete
  18. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Istilah karakter dihubungkan dan dipertukarkan dengan istilah etika, ahlak, dan atau nilai dan berkaitan dengan kekuatan moral, berkonotasi positif, bukan netral. Pendidikan karakter memiliki tujuan membentuk bangsa yang tangguh, kompetitif, berakhlak mulia, bermoral, bertoleran, bergotong royong, berjiwa patriotik, berkembang dinamis, berorientasi ilmu pengetahuan dan teknologi yang semuanya dijiwai oleh iman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa berdasarkan Pancasila.
    Kemudian bagaimana pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika. Matematika merupakan pengetahuan yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi manusia sehari-hari. Sehingga matematka juga dapat diarahkan pada pendidikan karakter.

    ReplyDelete
  19. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Artikel di atas sangat bermanfaat khususnya bagi kita sebagai calon guru yang akan mendidik siswa. Penanaman pendidikan karakter bagi generasi bangsa khususnya siswa atau mahasiswa memang penting dilakukan. Karena melalui pendidikan karakter inilah diharapkan mampu memecahkan krisis moral yang melanda di negara kita. Krisis moral tersebut antara lain meningkatnya pergaulan bebas, kebiasaan menyontek, kejahatan terhadap teman, kekerasan anak-anak dan remaja, budaya korupsi, penyalahgunaan obat-obatan, pornografi, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  20. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pendidikan karakter merupakan suatu usaha untuk menanamkan nilai-nilai atau sikap yang baik bagi peserta didik, sehingga diharapkan siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai tersebut dalam tingkah laku sehari-hari. Nilai-nilai tersebut diantaranya nilai religius, jujur, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat/komunikatif, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan tanggung jawab. Guru hendaknya menanamkan pendidikan karakter ini dengan cara menerapkan nilai-nilai tersebut dalam sikap dan perilaku secara terus-menerus, sehingga membentuk suatu kebiasaan. Dari kebiasaan tersebut akan tertanam karakter khusus bagi setiap individu siswa.

    ReplyDelete
  21. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Apakah matematika juga terdapat penanaman pendidikan karakter? Pendidikan karakter biasanya identik dengan pelajaran pendidikan kewarganegaraan. Namun, sebenarnya pada seluruh mata pelajaran pasti terselip atau memiliki pendidikan karakter, termasuk pendidikan matematika. Sesuai artikel di atas, pengembangan karakter dalam pendidikan matematika dapat dilaksanakan dengan mengembangkan komunikasi material, formal, normatif, dan spiritual. Sebagai guru, hendaknya mampu melakukan pendekatan dengan dunia siswa belajar matematika. Semoga dengan pengembangan pendidikan karakter ini mampu mempersiapkan generasi yang berkualitas dan kaya akan nilai-nilai karakter. Amin.

    ReplyDelete
  22. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. terimakasih Prof. Marsigit atas artikel yang diberikan. Dari artikel tersebut saya merefleksi bahwa karakter merupakan hal yang penting dalam menentukan jati diri bangsa. Karakter perlu ditanamkan dalam peendidikan di sekolah dalam semua jenjang dan semua mata pelajaran termasuk matematika. Pendidikan karakter merupakah salah satu langkah untuk mejaga jati diri bangsa dari pengaruh modernisasi. Guru berperan penting dalam menanmkan karakter yang baik kepada siswa dengan inovasi-inovasi yang dikembangkannya.

    ReplyDelete
  23. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Pendidikan Matematika dapat dipandang sebagai nilai yang bersinergis dengan pendidikan karakter, jika pendidikan karakter dipandang sebagai nilai. Prinsip dasar pengembangan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika meliputi proses yang secara hirarkis dari kesadaran diri dan lingkungan, perhatian, rasa senang, dan rasa membutuhkan; perlunya mencari informasi tentang karakter dan karakter dalam matematika, mengembangkan keterampilan yang menunjukan sifat, sikap, dan perilaku berkarakter dalam pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  24. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Secara formal, objek matematika berupa benda pikir yang diperoleh dari benda konkret dengan melakukan abstraksi (kegiatan mengambil sifat-sifat tertentu untuk dipelajari) dan idealisasi (kegiatan menganggap sempurna sifat sifat yang ada). Sedangkan secara normative, objek matematika berupa makna yang terkandung dalam objek formal dan material yang akan menghasilkan nilai matematika. Berpikir matematika meliputi 3 aspek yaitu sikap matematika, metode memikirkan matematika, dan konten matematika. Implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika yaitu melakukan kegiatan dengan niat, sikap, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman matematika.

    ReplyDelete
  25. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Implementasi pendidikan karakter di sekolah menekankan kepada hubungan antar manusia dan menghargai adanya perbedaan setiap individu, sedangkan implementasi dalam pendidikan matematika dan pembelajaran matematika lebih ke fungsi guru sebagai fasilitator. Guru bertugas menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, menyediakan fasilitas serta sumber ajar dan pemonitoran siswa.

    ReplyDelete
  26. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pendidikan dalam awal jaman sampai kahir jaman agar dapat tersampaikan perlu adanya diterjemahkan dan menterjemahkan. Hermenitika inplementasi pendidikan karakter matematika adalah kegiatan komunikasi matematika di berbagai dimensi. Kemampuan komunikasi matematika sangat penting dalam proses pembelajaran, karena melalui komunikasi matematika ide dan gagasan yanga ada dibenak siswa dapat dituangkan dalam komunikasi baik berupa simbol maupun dalam soal kontekstual yang dapat memorganisasi dan memperkuat cara berpikir matematisasi siswa.

    ReplyDelete
  27. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam lingkup pembelajaran matematika, banyak nilai-nilai pendidikan karakter (mengacu pada 18 nilai karakter yang ditetapkan pemerintah) yang dapat diterapkan kepada peserta didik. Di dalam proses pembelajaran matematika, menerapkan nilai kedisiplinan, kejujuran, kreatifitas, rasa ingin tahu, kerja keras dan tanggung jawab. Dimana dengan penerapan pendidikan karakter tersebut diharapkan menjadi insan bertakwa, mandiri dan cendekia.

    ReplyDelete
  28. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    pendidikan karakter itu penting bagi generasi muda Indonesia, karena pengetahuan (kognitive) tidak akan bermanfaat jika karakternya belum baik, pembelajaran matematika dikelas juga memiliki isi tentang pendidikan karakter, misalnya dapat proses diskusi atau dalam proses pembalajaran siswa diajaran untuk berperilaku baik sesuai dengan aturanya, beberapa nilai pendidikan karakter adalah kejujuran , rasa ingin tahu, pantang menyerah, displin, dll.

    ReplyDelete
  29. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    pendidikan karakter mencakup 18 nilai nilai secara umum, contohnya mandiri, bertanggung jawab,jujur, dll. hal itu bisa dilatih disela sela proses pembelajaran matematika, seiring perkemabangan zaman dimana arus globalisasi mulai mengikis budaya bangsa, saat ini Indonesia sedanng mengalami krisis karakter bangsa, dimana mulai tergerus oleh budaya barat, sehingga tetap perlu adanya pendidikan karakter itu, walaupun tidak secara langsung dalam pembelajaran khusus namun dapat diselipkan dalam pembelajran umum lainnya.

    ReplyDelete
  30. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pendidikan karakter atau pendidikan moral itu merupakan bagian terpenting dalam membangun jati diri sebuah bangsa. Permasalahan-permasalahan moral yang dihadapi bangsa ini masih sangat kompleks dimulai dari para pemimpin hingga masyarakat seluruhnya. Pendidikan karakter itu sendiri merupakan proses pembentukan karakter yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, spiritualitas dan kepribadian seseorang. Oleh karena itu pendidikan karakter sangat sekarang ini diterapkan dalam proses pembelajaran salah satunya yaitu pmata pelajaran matematika. Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah memunyai aspek pemahaman tentang hakikat matematika, hakikat matematika sekolah, hakikat pendidikan matematika, hakikat nilai matematika, hakikat belajar matematika, hakikat proses belajar mengajar matematika, hakikat pembudayaan matematika sekolah.

    ReplyDelete
  31. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Memang tidaklah mudah untuk memberikan siswa pendidikan karakter. Namun pendidikan karakter juga penting untuk pendidikan matematika. Pendidikan karakter adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter kepada siswa. Lembaga pendidikan sebagai wadah resmi pembinaan generasi muda diharapkan dapat meningkatkan peranannya dalam pembentukan kepribadian atau karakter siswa. Dalam kurikulum 2013 pendidikan karakter sudah masuk dalam penilaian kompetensi inti, yaitu berada di KI 1 dan KI 2.

    ReplyDelete
  32. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan Marsigit (2013), secara material, objek matematika berupa benda konkret, seperti model kubus, atap rumah berbentuk limas, roda berbentuk lingkaran, dan seterusnya. Sedangkan secara formal, objek matematika berupa benda-benda pikir. Benda-benda pikir ini diperoleh dari benda konkret yang melalui abstraksi dan idealisasi. Abstraksi adalah kegiatan mengambil sifat-sifat tertentu untuk dipelajari, sedangkan idealisasi berarti kegiatan menganggap sempurna sifat-sifat yang ada. Sedangkan secara normatif, objek matematika berupa makna yang terkandung dalam objek material dan formal

    ReplyDelete
  33. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Seorang yang belajar matematika akan memiliki sikap matematika yang baik. Sikap ini ditunjukkan oleh indikator adanya rasa senang dan ikhlas dalam mempelajari matematika, mendukung pembelajaran matematika, memiliki pengetahuan yang cukup, rasa ingin tahu yang tinggi, dan kemauan untuk bertanya untuk memperoleh keterampilan dan pengalaman matematika

    ReplyDelete
  34. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada pembelajaran inovatif, siswa menjadi pusat pembelajaran. Guru menjadi fasilitator, sumber ajar, dan pemonitor kegiatan siswa. Sebagai fasilitator, guru memberikan kegiatan matematika yang berbeda dengan target yang berbeda-beda. Guru sebagai sumber ajar berarti guru mengembangkan metode pembelajaran yang bervariasi, dimana hal ini merupakan titik sentral dalam pembelajaran matematika. Guru sebagai pemonitor melaksanakan penilaian dengan pendekatan asesmen, portofolio, atau aunthetic assessment

    ReplyDelete
  35. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pengembangan karakter akan terjadi dengan mengembangkan komunikasi material, formal, normatif, dan spiritual. Dalam penerapannya di pendidikan matematika, diperlukan pendekatan yang cocok dengan siswa, yaitu penggunaan matematika sekolah yang hakikatnya adalah : matematika sebgaai kegiatan mencari pola, investigasi, pemecahan masalah, dan kegiatan komunikasi. Diharapkan, dengan implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika dapat berkontribusi dalam bentuk pembelajaran yang inovatif dan terus menerus

    ReplyDelete
  36. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Intuisi berperan penting dalam pendidikan matematika.
    Intuisi dapat memunculkan ide-ide atau konsep-konsep belajar matematika yang sesuai dengan pemahaman diri.
    Intuisi akan memunculkan ide-ide dan konsep-konsep dari apa yang mungkin ada dalam pembelajaran matematika

    ReplyDelete
  37. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pendidikan karakter sangatlah diperlukan untuk pembentukan sikap dan mental anak. Efek dari pendidikan karakter tidaklah bisa dilihat secara instan, namun hal itu akan terlihat dalam beberapa tahun mendatang setelah siswa tersebut lulus dari jenjang pendidikan formal. Bangsa ini memang sebaiknya jangan hanya mencetak orang-orang yang unggul dalam bidang kognitif, tetapi juga harus mempunyai karakter yang kuat dalam membangun bangsa ini, bangsa ini tidak butuh orang yang pandai namun berkarakter bururk, misalnya orang yang pandai dalam bidang tertentu yang menggunakan kepandaiaannya untuk menguras habis kekayaan bangsa ini. Orang tersebut pandai secara kognitif namun tidaklah berkarakter.Karakter yang dimaksud disini adalah karakter yang bersifat positif dalam masyarakat. Oleh karena itu Pendidikan karakter harusnya selalu diaplikasikan dalam setiap kurikulum. Dengan adanya pendidikan karakter diharapkan pendidikan akan lebih membawa peserta didik yang memiliki karakter dan budi pekerti mulia bukan hanya kademik saja. Karena ralitasnya banyak anak pintar di negeri ini namun dengan kepintarannya membuatnya tidak berkarakter dalam besikap, sehingga cenderung memojokkan temannya bahkan guru pun dianggap remeh olehnya. Maka dengan adanya pendidikan karakter ini diharapkan siswa memilki keseimbangan antara kognitif kecerdasan yang dimilikinya serta sikap yang baik sesama.

    ReplyDelete
  38. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika agar dapat berjalan sukses perlu mematangkan makna dan konsep dasar matematika sekolah. Matematika sekolah memainkan peran penting pada hakikat dari pendidikan matematika itu sendiri. Dalam hal ini pula, adanya integrasi yang sinergis antara pendidikan karakter dengan tubuh filosofis pendidikan matematika bertujuan untuk mencapai perwujudan sumber daya manusia yang unggul secara material dan spiritual.

    ReplyDelete
  39. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Setelah membaca tulisan ini, saya mendapatkan bahwa untuk melakukan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika, maka yang menjadi fokus utama adalah proses pembelajarannya, kemudian baru materi pembelajarannya, baru kepada yang lainnya. Proses pembelajaran yang komunikatif, selain dapat membangun pengetahuan mengenai matematika, juga dapat membangun karakter. Karena dalam dimensi komunikasi, terdapat aspek-aspek nilai, norma, pikiran, dan pengetahuan. Aspek nilai dan norma inilah yang menjadi proses pembelajaran pendidikan karakter, sedangkan aspek pikiran dan pengetahuan meliputi pendidikan matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  40. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    pendidikan karakter sangat penting ditanamkan kepada siswa apalagi saat siswa tersebut masih menginjak usia anak kecil atau se usia SD. pada usia tersebut penanaman pendidikan karakter sangat tepat dan bisa ditanamkan melalui pembelajaran matematika di kelas. ini menjadi catatan untuk guru agar tidak meremehkan ketika mengajar anak seusia SD.

    ReplyDelete
  41. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pendidikan karakter itu sendiri merupakan proses pembentukan karakter yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, spiritualitas, dan kepribadian seseorang. Oleh sebab itu, pendidikan karakter atau pendidikan moral itu merupakan bagian penting dalam membangun jati diri sebuah bangsa. Karena karakter adalah bagian dari proses mengambil keputusan, maka kemampuan anak untuk menalar permasalahan dan berpikir dengan logis ikut menentukan keputusan yang ia ambil. Memisahkan pendidikan karakter, atau menganggap pendidikan karakter lebih penting daripada pendidikan intelektual menjadi tidak tepat. Tokoh pendidikan nasional Indonesia, Ki Hajar Dewantara menekankan tentang pentingnya keseimbangan cipta, karsa dan karya dalam pendidikan. Jika salah satu diutamakan, sementara yang lain dikesampingkan, kita akan melihat orang-orang dewasa yang kehilangan kemanusiaannya.

    ReplyDelete
  42. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pendidikan saat ini telah melupakan pentingnya watak, karakter, atau akhlak mulia sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945 serta UU no.20 tahun 2003 yang menjadi dasar acuan pendidikan nasional. Suatu proses pendidikan dapat dikatakan berhasil apabila terdapat perubahan dalam perilaku, sebab terbangunnya sebuah perilaku merupakan cerminan dari keberhasilan pendidikan. Akibat dari lemahnya perhatian instansi pendidikan terhadap nilai moral, menjadikan peserta didik berperilaku diluar dari yang diharapkan. Sebagai contoh, meningkatnya pergaulan bebas, maraknya angka kekerasan anak-anak dan remaja, kebiasaan menyontek, tawuran dan sebagainya. Pendidikan karekter ini berangkat dari kegelisahan yang dirasakan seluruh masyarakat Indonesia terhadap moral generasi penerus bangsa yang rusak. Output dari lembaga-lembaga pendidikan yang semakin parah. Sehingga pemerintah serta seluruh komponen masyarakat memiliki tanggung jawab besar terhadap kondisi ini. Dari sekian banyak opsi yang dinilai mampu untuk memperbaiki keadaan ini, ranah pendidikan adalah posisi yang paling strategis untuk melakukan perubahan dalam pembinaan karakter bangsa.

    ReplyDelete
  43. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika merupakanilmu universal yang mendasari perkembangan modern, mempunyai peran penting dalam berbagai disiplin ilmu dan memajukan daya pikir manusia. Untuk menguasai dan menciptakan teknologi di masa depan diperlukan penguasaan matematika yang kuat sejak dini.Karakter utama untuk pelajaran matematika meliputi berpikir logis, kritis, kerja keras, keingintahuan, kemandirian, percaya diri. Integrasi pendidikan karakter secara terintegrasididalamprosespembelajaran matematika dilaksanakan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran

    ReplyDelete
  44. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Pendidikan karakter adalah salah satu tuntutan dalam pelaksanakan kurikulum 2013. Akan tetapi sebenarnya pendidikan karakter bukan hanya sekedar tuntutan, pendidikan karakter lebih dari itu. Pendidikan karakter akan melahirkan generasi penerus harapan bangsa yang berkepribadian baik yakni cerdas spiritual, emosional, dan intelektualnya. Matematika adalah salah satu pelajaran di sekolah yang berpotensi untuk disisipkan nilai-nilai pendidikan karakter. Contohnya, siswa harus teliti dalam belajar matematika agar mendapatkan hasil perhitungan yang benar. Selain itu siswa juga tidak boleh mudah menyerah ketika tidak dapat mengerjakan soal-soal matematika, harus rajin mencoba, karena jika siswa menyerah maka ia tidak akan mendapatkan penyelesaiannya. Jadi, pendidikan karakter di pembelajaran matematika secara umum dapat melatih siswa untuk teliti, jujur, pantang menyerah, menghargai orang lain, mandiri, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Jika siswa dapat menerapkan karakter-karakter ini di kehidupan sehari-harinya, makan tentu akan sangat berdampak baik bagi kehidupannya sendiri dan orang-orang di sekitarnya.

    ReplyDelete
  45. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B 2017

    Setelah membaca tulisan yang cukup kompleks dan panjang ini, saya menjadi lebih tahu bahwa ilmu matematika dapat diterapkan dalam berbagai aspek kehidupan. Hal tersebut tidak hanya memiliki output pada angka saja namun dapat hidup dalam diri dan kehidupan. Saya juga menjadi tahu dari pendidikan karakter dalam pendidikan matematika dapat melihat bagaimana hubungan ke atas dan ke bawah. Ini yang berarti bahwa hubungan dengan Tuhan ataupun sesama makhluk ciptaan-Nya. Saya dapat melihat sisi keunikan dari ilmu matematika itu melalui ulasan ini. Ulasan ini juga dapat menepis pikiran seseorang yang menganggap bahwa matematika itu sulit dan tidak menarik.

    ReplyDelete
  46. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Bismillah.
    Terimakasih Prof Marsigit atas ulasan yang cukup lengkap dalam artikel kali ini. Pendidikan karakter amatlah penting ditanamkan pada anak sejak dini. Berbagai bidang dan aspek kehidupan dapat dimaknai dan diambil hikmahnya oleh siswa yang secara langsung maupun tidak, itu akan membangun sifat kepribadian dan karakter dasar siswa. Pembelajaran matematika yang begitu kompleks dan terkadang dikenal dengan sifat abstrak nya, tak luput juga berpengaruh akan hal itu. Segala bidang kehidupan, sangat membutuhkan peran matematika. Pendidikan matematika dipandang memiliki sifat yang sinergis dengan pendidikan karakter. Perpaduan yang dinamis itu terjadi hingga menembus ruang dan waktu dan telah ada sejak dari jaman purba hingga detik ini. Meski sebagian kesadaran siswa akan pentingnya matematika dalam hidup kurang optimal, namun seiring berjalannya waktu ia akan memiliki sikap dan karakter-karakter matematika yang secara tidak sadar ia serap dari kegiatan nya berpendidikan matematika. Sikap ikhlas dan senang untuk mempelajari matematika, rasa ingin tahu, berani bertanya, dan sabar serta ulet dalam memecahkan suatu permasalahan merupakan beberapa indikator mendasar dari sikap matematika. Karakter-karakter dasar itu akan menjadi alat diri untuk menghadapi badai yang lebih dahsyat dalam kehidupan yang begitu keras. Itulah mengapa amatlah penting pendidikan karakter bagi siswa dimanapun ia berada tergantung kondisi dan situasi kehidupan siswa. Siswa dianggap memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, kesiapan mental, jasmani, dan rohani serta kemampuan yang berbeda-beda. Oleh karena itu tiap siswa memerlukan kesempatan, cara dan perlakuan, serta fasilitas yang berbeda-beda dalam mendapatkan pendidikan dan pelajaran matematika. Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika dapat mencakup pengembangan komunikasi material, formal, normatif, dan spiritual antara siswa dengan sebaya, siswa dengan guru, dan atau siswa dengan matematika itu sendiri. Pada akhirnya, kesuksesan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika dapat dilihat dari seberapa jauh siswa mampu mendefinisikan dan melakukan Transfer atau penerapan konsep dasar ilmu matematika yang ia miliki ke dalam dunia nyata dengan situasi yang beragam. Yang kemudian, dengan karakter-karakter yang ia miliki, akan ia bawa dan pegang teguh hingga dewasa untuk menyelesaikan problem yang lebih kompleks dalam kehidupannya.

    ReplyDelete
  47. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Apabila ingin implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah, maka guru harus memikirkan pendidikan matematika, pembelajaran matematika, berpikir matematika, dan seterusnya. Dalam kurikulum 2013 tidak hanya aspek pengetahuan saja yang diterapkan dalam proses pembelajaran, tetapi aspek sikap yang mencerminkan karakter merupakan salah satu hal yang wajib ada dalam proses dan evaluasi pembelajaran. Sikap yang diterapkan dalam proses pembelajaran dapat menjadi pendidikan karakter yang akan bermanfaat kepada insan yang dihasilkan dalam pendidikan. Artinya tidak hanya insan yang memiliki kecerdasan dalam hal pengetahuan tetapi insan yang memiliki kecerdasan pengetahuan dan sikap yang akan lebih bermanfaat untuk kehidupan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara. Apabila keduanya seimbang maka proses pendidikan tidak hanya mengenai pengetahuan saja. Tetapi bagaimana menciptakan karakter bagi siswa, karena pada era globalisasi ini karakter diperlukan untuk menyeimbangkan pengetahuan yang dimiliki siswanya.

    ReplyDelete
  48. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima kasih atas postingan bapak di atas, memang dalam dunia pendidikan kita saat ini dibutuhkan terobosan yang membawa kita pada pendidikan yang sesungguhnya. Salah satunya adalah pendidikan karakter, dengan adanya pendidikan karakter diharapkan dapat mendorong terbentuknya masyarakat Indonesia yang memiliki karakter dan kepribadian yang mumpuni. Pendidikan karakter ini membutuhkan dorongan dari masyarakat dan pemerintah, dan menyadari bahwa kita harus bekerja sama dalam mewujudkan hal tersebut.

    ReplyDelete
  49. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami sebenarnya pendidikan karakter sudah mulai di munculkan saat penerapan kurikulum KBK, kemudian lebih ditekankan lagi pada kurikulum 2013 dan lebih ditegaskan kembala pada kurikulum 2013 revisi 2016. Pendidikan karakter pada kurikulum saat ini ada pada aspek afektif (sikap) dimana terdapat pula aspek spiritual dan aspek sosial. Diharapkan dalam proses pembelajaran terkandung pula proses pengembangan dan penguatan karakter positif siswa, sehingga diharapkan nantinya mampu mencetak generasi-generasi muda yang berpendidikan tinggi serta berkarakter yang baik dan positif.

    ReplyDelete
  50. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya tertarik pada bagian E tentang butir-butir yang dapat digunakan sebagai bahan renungan dan kajian labih lanjut. Saya akan menanggapi butir ke.12 tentang bagaimana mewujudkan pendidikan karekter dengan cara meningkatkan peran siswa dalam PBM Matematika. Cara meningkatkan peran siswa dalam PBM Matematika adalah melibatkan siswa sedini mungkin dalam pembelajaran tersebut. Sebaiknya dalam persiapan pebelajaran juga melibatkan siswa. Contohnya ketika diskusi siswa diberi kesempatan menyiapkan materi yang akan dibahas dan sebagainya.
    Kemudian saya akan menanggapi no.35 tentang bagaimana mewujudkan pendidikan karakter dalam pengembangan LKSS pembelajaran matematika. Dalam menghadapi kemampuan siswa yang heterogen, guru sebaiknya mempersiapkan beberapa macam LKS untuk siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Tentu saja LKS yang dibuat adalah sarana yang bertujuan untuk membantu siswa aktif berpikir dalam memahami materi pembelajaran bukan hanya kumpulan soal-soal. Sehingga setiap siswa yang memiliki kemampuan berbeda akan merasa terpuaskan dengan pencapaian kemampuan yang mereka dapatkan saat pembelajaran tentu saja LKS yang digunakan harus bervariasi.

    ReplyDelete
  51. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb
    Pendidikan karakter saat ini mempunyai peranan yang cukup signifikan di dalam pendidikan di Indonesia. Pendidikan karakter tidak hanya baik diterapkan dalam pembelajaran matematika tetapi juga baik jika diterapkan untuk mata pelajaran yang lainnya. Dengan zaman yang penuh dengan kemajuan teknologi informasi dan komunikasi serta dengan mudahnya pengaruh barat masuk ke Indonesia maka pendidikan karakter dapat berfungsi sebagai perisai untuk membentengi dan menyaring masuknya pengaruh budaya asing yang dapat merusak mental serta pola pikir para siswa dan remaja yang ada di negara ini. Sehingga saya sangat setuju apabila setiap mata pelajaran di sekolah disisipkan indikator-indikator pendidikan karakter yang umumnya biasanya terdapat di dalam mata pelajaran PKn dan pendidikan Agama Islam.

    ReplyDelete
  52. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Mengimplemantasikan pendidikan karakter di dalam pendidikan metamatika adalah hal yang penting.Memang diakui bahwa banyak siswa yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.Tapi di lain hal terkadang pendidikan karakternya kurang menonjol.Karena matematika dekat dengan kehidupan nyata dan berbaur dengan lingkungan sosial.Hal yang perlu menjadi penilainya adalah bagaimana seorang siswa menjalin komunikasi dengan gurunya, temannnya, maupun lingkungan sekitarnya.Terkait sikap siswa di dalam matematika juga dapat dilihat bagaiamana siswa merasa senang, ikhlas, dan memiliki rasa ingin tahu yang tinggi terhadap matematika.Jika siswa tersebut berada dalam sikap yang dicontohkan berarti ia telah menunjukkan sikap yang baik di dalam pembelajaran matematika,

    ReplyDelete
  53. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Karakter merupakan sifat yang mempengaruhi pikiran, perilaku, budi pekerti, dan tabiat yang dimiliki oleh makhluk hidup. Dengan demikian, karakter merupakan suatu yang penting karena berdampak pada banyak hal. Karakter dapat dan harus dikembangkan melalui pendidikan, tidak terkecuali di dalam pendidikan matematika. Meski demikian, implementasi pendidikan karakter harus memperhatikan berbagai aspek. Menurut bacaan tersebut, implementasi pendidikan karakter harus memahami makna karakter, karakter yang sesuai dengan bangsa, dan lain sebagainya beserta dimensinya. Dalam pendidikan matematika, keberhasilan pendidikan karakter ditentukan seberapa jauh kita mampu mendefinisikan dan mengimplementasikan konsep dasar matematika sekolah.

    ReplyDelete
  54. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Mewujudkan pendidikan karakter dalam pembelajaran melalui pemanfaatan alam sekitar dalam proses belajar matematika adalah dengan cara menanamkan sikap mengahargai lingkungan dan nilai-nilai kehidupan. Dengan belajar matematika, pendidikan karakter yang dapat ditanamkan sejak dini contohnya adalah melakukan reboisasi, jumlah seberapa banyak yang diambil maka sejumlah itulah yang harus ditanam kembali atau lebih baik jika lebih dari banyaknya semula agar tidak terjadi minus. Bisa juga dengan contoh kasus lain misalnya untuk membiasakan menabung, pengeluaran harus kurang dari jumlah pemasukan agar tidak terjadi defisit dan ada surplus untuk ditabung.

    ReplyDelete
  55. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Pendidikan karakter yang dapat diajarkan melalui diskusi matematika adalah karakter menghargai pendapat orang lain dan keberanian untuk menyampaikan ide secara jelas agar ide tersebut dapat dengan mudah diterima orang lain. Sepertinya karakter yang paling dominan dalam pembelajaran melalui diskusi adalah skill komunikasinya. Substansi kemampuan komunikasi melalui diskusi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  56. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Pendidikan karakter dibutuhkan dalam pembelajaran untuk memberdayakan moral dan akhlak mulia peserta didik. Pendidikan karakter dapat guru ajarkan melalui berbagai mata pelajaran di sekolah, termasuk matematika. Matematika mempunyai objek material yang berhubungan langsung dengan benda-benda nyata peserta didik sehingga aplikasi matematika merupakan aplikasi yang sering digunakan peserta didik di keseharian. Matematika dapat mengajarkan peserta didik untuk pantang menyerah, bekerja keras, dan disiplin melalui pemecahan persoalan matematika. Selain itu sikap teliti, cermat, dan kritis pun dikembangkan melalui perhitungan matematika.

    ReplyDelete
  57. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Pendidikan karakter sudah mulai dicanangkan dan dimasukkan ke dalam proses pembelajaran melalui RPP berkarakter sejak beberapa tahun yang lalu, sebagai wujud kepedulian bahwa betapa pentingnya karakter itu dibangun dan harus dimiliki oleh setiap manusia. Adanya pendidikan karakter juga sebagai bentuk kekhawatiran terhadap dunia anak sekarang (“kid jaman now”). Banyaknya insan berilmu tanpa karakter dalam dirinya sehingga dapat merugikan dirinya sendiri maupun orang lain. Dalam pendidikan matematika disebutkan di dalam artikel di atas bahwa pendidikan karakter diimplementasikan dengan mengembangkan komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normatif, dan komunikasi spiritual.

    ReplyDelete
  58. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Pendidikan di Indonesia saat ini cenderung lebih mengedepankan penguasaan aspek keilmuan dan kecerdasan, namun mengabaikan pendidikan karakter. Pengetahuan tentang kaidah moral yang didapatkan dalam pendidikan moral atau etika di sekolah-sekolah saat ini semakin ditinggalkan. Sebagian orang mulai tidak memperhatikan lagi bahwa pendidikan tersebut berdampak pada perilaku seseorang. Padahal pendidikan diharapkan mampu menghadirkan generasi yang berkarakter kuat, karena manusia sesungguhnya dapat dididik , dan harus sejak dini. Meski manusia memiliki karakter bawaan, tidak berarti karakter itu tak dapat diubah.

    ReplyDelete
  59. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Secara umum pendidikan karakter dalam pendidikan matematika memiliki makna yaitu bagaimana mengintergrasikan pembelajaran matematika yang mengajarkan pula karakter-karakter bangsa. Sedangkan karakter apa saja yang ditumbuhkan yaitu karakter yang ada pada pancasila. Dimana karakter yang mengembangkan ketaqwaan sesuai dengan sila pertama, dll. Kemudian ada pula karakter untuk mengkomunikasikan. Jadi pembelajaran matematika bukan hanya tentang mempelajari konsep matematika saja namun juga karakter positif. Ini merupakan tugas guru untuk selanjutnya merencanakannya melalui RPP dan LKS yang dibuatnya.

    ReplyDelete
  60. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B
    Untuk mengimplementasikan pendidikan karakter dalam proses pmebelajaran matematika dibutuhkan kesiapan yang ekstra bagi seorang guru, sehingga benar-benar terbentuk suatu pendidikan karakter yang sesuai. Pada implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika, seorang guru harus benar-benar menjadi seorang fasilitator yang memfasilitasi belajar siswa. Sehingga posisi matematika bukan lagi mata pelajaran yang harus diajarkan oleh guru, melainkan sebagai pelajaran yang harus dipelajari siswa. Maka dari itu, sumber-sumber belajar yang digunakan sebaiknya tidak hanya satu atau dua buku saja untuk memperkaya pengetahun siswa. Selain itu juga guru harus pintar-pintar dalam mengembangkan metode, teknik, maupun pendekatan pembelajarna yang digunakan.

    ReplyDelete
  61. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Perkembangan Pendidikan di era global menawarkan dan mengkonsepkan integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran. Berdasarkan artikel diatas penerapan pendidikan karakter membutuhkan persiapan yang matang. Di mulai dari penghayatan tentang pemahaman apa itu karakter dan berbagai karakter yang perlu ditanamkan kepada siswa. Pemahaman ini perlu ditanamkan kepada berbagai pihak yakni guru, siswa serta pihak-pihak yang terkait. Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika memberikan tantangan kepada guru matematika untuk membawakan pelajaran matematika yang kontekstual dan mengandung nilai-nilai sosial sehingga pelajaran matematika tidak sekedar pelajaran yang monoton berupa angka dan konsep rumus dan formula namun lebih dari itu melalui pelajaran matematika mampu membangun karakter siswa. Terima Kasih

    ReplyDelete
  62. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika dapat terwujud jika mampu memahami aspek-aspek, hakekat matematika, serta hakikar karakter itu sendiri. Dalam memahami pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika yaitu melalui usaha untuk menerapkan kemampuan matematis dalam kehidupan sehari-hari yang menumbuhkan tingkah laku yang baik. Meliputi kemampuan komunikasi matematis, pemahaman konsep, kemampuan pemecahan masalah serta berbagai kemampuan lainnya yang dapat membantu siswa untuk semakin baik dalam berinteraksi antar sesama.

    Demikian, terimaksih.

    ReplyDelete
  63. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Matematika adalah salah satu mata pelajaran yang diajarkan di sekolah sehingga integrasi nilai-nilai karakter dalam pendidikan di Indonesia juga mencakup pengintegrasian pendidikan karakter dalam pembelajaran Matematika itu sendiri. salah satu nilai yang perlu diperhatikan adalah bahwa siswa merupakan makhluk sosial yang kemudian dengan Matematika, dan pelajaran lain, mampu meningkatkan sosialisai serta interaksinya dengan orang-orang disekitarnya sesuai dengan hakikat matematika sekolah oleh Ebbutt dan Straker

    ReplyDelete
  64. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Setiap mata pelajaran yang diajarkan pada peserta didik tentu memuat nilai-nilai positif yang bertujuan untuk membangun karakter yang positif bagi peserta didik. Salah satunya adalah pada mata pelajaran matematika. Sebagai salah satu cabang dari ilmu eksak, matematika dikenal sebagai pelajaran dengan dimensi ilmu pasti, misalnya 1+1=2 (dalam dunia identitas). Karakter ilmu matematika yang demikian harusnya menghasilkan siswa yang memiliki karakter jujur, apa adanya, tidak manipulasi, tidak korupsi, tidak berbohong, taat pada aturan dan sebagainya

    ReplyDelete
  65. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pendidikan karakter sedini mungkin harus diajarkan kepada peserta didik. Tidak ada mata pelajaran khusus dalam mendidik karakter, tetapi dengan pembelajaran pada setiap mata pelajaran yang berpegang dengan karakter akan sangat memperbaiki atau mendidik karakter siswa. seperti halnya mengajarkan proses operasi matematika yang bersifat positif dan negatif. Masih banyak dari beberapa pendidik yang menggunakna istilah utang dan bayar dalam menjelaskan kepada siswa. contohnya -3 + 5 = ... (dibaca hutang 3 dibayar 5 berarti sisa uangnya 2 dan hutangnya lunas). Menrut saya ini salah satu contoh saja yang tidak bisa diterapkan dalam mendidik karakter siswa. masih perlu pembenahan dan cerminan diri sebagai pendidik.

    ReplyDelete
  66. Terimakasih bapak karena telah berbagi ilmu pengetahuannya tentang pendidikan karakter dan juga refrensi yang diberikan diatas bisa menjadi bahan bacaan yang bagus untuk para mahasiswa seperti saya. Dalam setiap aspek mata pelajaran memang sudah selayaknya terdapat muatan pendidikan karakter. Karena bangsa yang kuat adalah bangsa yang rakyatnya memiliki moral dan karakter yang baik. Bahkan di Negara maju seperti Korea Selatan terdapat mata pelajaran yang dikhususkan yaitu “pelajaran moral” yang bertujuan untuk membentuk karakter siswa-siswanya.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  67. Sebagai seorang guru yang baik, alangkah baiknya jika mempelajari secara mendalam mengenai pendidikan karakter, bagaimana cara menerapkannya dan menghubungkannya dengan pendidikan matematika dalam keseharian pembelajaran. Karena untuk menjadikan siswa sebagai manusia yang sukses, tidaklah cukup hanya sukses prestasi nya dibidang kognitif saja, tetapi perlu juga siswa untuk memilkik karakter yang baik guna menghadapi dunia luar setelah mereka dewasa nanti.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  68. Junianto
    PM C

    Artikel ini sejalan dengan yang sering digemakan oleh UNY tentang pendidikan karakter. Kemudian berkaitan juga dengan disiplin ilmu yang saya tekuni yaitu pendidikan matematika ternyata juga bisa dikaitkan dengan pendidikan karakter. Dari artikel ini saya menjadi paham bahwa matematika sekolah bisa dijadikan salahsatu sarana pendidikan karakter. Seperti dalam Ebbut and Straker yang mangatakan bahwa matematika sebagai kegiatan menelusuri pola-pola, kegiatan penelitian atau investigasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan komunikasi. Inilah yang bisa dijadikan saran pendidikan karakter siswa.

    ReplyDelete
  69. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Suatu sekolah jika ingin menerapkan pemahaman mengenai pendidikan karakter bagi siswa, seharunya mereka lebih dahulu menjelaskan dan meyakinkan bahwa guru-guru yang ada di lingkungan sekolah tersbut mengerti apa itu pendidikan karakter. Karena, disini jika seorang guru saja tidak memahami apa itu pendidikan karakter secara mendalam, maka pendidikan karakter tidak akan bisa diterapkan pada proses pembelajaran secara umum maupun pembelajaran karakter dalam matampelajaran matematika.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  70. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pendidikan saat ini bukan hanya ditekankan pada pencapaian kecerdasan intelektual peserta didik tetapi juga kecerdasan emosional. Ternyata kehidupan sekarang menuntut sumber daya manusianya untuk bisa cakap dalam hal ilmu dan berinteraksi dengan sesamanya. Semua itu dapat dicapai melalui pendidikan karakter. Begitu pula dalam pembelajaran matematika, pendidikan karakter dapat diterapkan dengan cara mengubah pembelajaran matematika menjadi lebih bermakna bukan hanya sekedar menghafalkan rumus-rumus, namun juga dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  71. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dalam kurikulum 2013 guru dituntut untuk melakukan/melaksanakan/menerapkan pendidikan karakter pada peserta didik. Sebenarnya bukan berarti pendidikan karakter tidak diterapkan pada kurilukum sebelumnya. Namun mungkin lebih tepatnya pada kurikulum sebelumnya pendidikan karakter dilakukan tanpa adanya perencanaan terlebih dahulu, dan pada kurikulum 2013 pendidikan karakter dilakukan berdasarkan perencanaan sebelumnya. Terkait dengan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika dilakukan dengan menyisipkannya dalam pembelajaran matematika itu sendiri. Misal: saat peserta didik diberikan soal-soal (tanggung jawab, pantang menyerah, jujur, mandiri, teliti), berdikusi kelompok (dapat menghargai pendapat orang lain), dll.

    ReplyDelete
  72. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Pendidikan karakter menjadi satu kajian penting yang harus dipahami dan diimplementasikan pada setiap unsur kehidupan, salah staunya ialah pendidikan. Saya setuju dengan pernyataan di atas yang menyebutkan bahwa tidak mudah memahami kompleksitas "karakter" sebagai suatu "objek" atau "nilai". Oleh karena itu dibutuhkan pola analisis yang kuat untuk menemukan benang merah terntang "karakter" itu sendiri. Salah satu jalan dalam memahami keberadaan dan kebermanfaatan karakter ialah menggunakan metode kehidupan, yaitu hermeneutika, terjemah dan diterjemahkan. Melalui hermeneutika inilah kita akan mampu mengkomunikasikan pembelajaran (pendidikan) pada berbagai dimensi, salah satunya pendidikan matematika. Artikel di atas kembali menyadarkan diri saya betapa pentingnya memahami dan menghayati hermeneutika kehidupan.

    ReplyDelete
  73. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Pendidikan karakter dapat diajarkan lewat pembelajaran matematika. Jadi jangan dikira matematika hanya menjelaskan rumus-rumus, luas, keliling, angka, simbol-simbol semata. Namun makna atau hakikat dibalik pembelajaran matematika sesungguhnya dapat membentuk karakter siswa. Karakter siswa yang dapat dibentuk atau diperkuat antara lain siswa akan memiliki kemampuan berfikir kritis, kerja keras, kerja sama, dan bersikap jujur. Ketika siswa berusaha menyelesaikan suatu persoalan, disitu ada nilai kerja keras. Ketika siswa mempelajari substansi materi, disitu ada nilai kejujuran. Ketika siswa berkelompok saling berdiskusi menyelesaikan persoalan matematika, disitu ada nilai kerjasama.

    ReplyDelete
  74. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas postingan artikel ini. Dari tulisan ini saya memahami bahwa dalam pelaksanaan pendidikan tidak hanya mementingkan pemahaman atau kecerdasan intelektual siswa saja, melainkan juga membentuk karakter siswa atau juga dikenal sebagai pendidikan karakter. Untuk dapat mengimplementasikan pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika diperlukan pemahaman yang mendalam bagi guru tentang pendidikan matematika pada berbagai dimensi. Selain itu juga diperlukan kesiapan guru sebagai fasilitator bagi siswa dalam pelaksanaan pembelajaran matematika, sehingga mampu membentuk siswa yang berkarakter.
    Maka dalam pelaksanaannya, pembelajaran matematika dilaksanakan dengan pendekatan “student center”, dimana siswa ikut dilibatkan selama proses pembelajaran dengan mengikuti kegiatan menelusuri pola-pola, kegiatan penelitian atau investigasi, kegiatan pemecahan masalah dan kegiatan komunikasi.

    ReplyDelete
  75. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Pendidikan karekater adalah program yang saat ini sedang sangat digencarkan. Pendidikan karakter bertujuan untun mnciptakan gerenasi penerus bangsa yang berilmu dan berakhlak mulia.Peran guru disini sangatlah penting untuk melaksanakan pendidikan karekater. Bukanlah hal yang mudah bagi guru untk menanamkan pendidikan karakter kepada anak didiknya. Banyak guru di inonesia yang karakternya sendiri saja masih dipertanyakan

    ReplyDelete
  76. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Seperti halnya dunia ini, matematika pun berkembang dan selalu berubah seiring majunya zaman. karena matematika itu terkait dengan kehidupan kita. maka matematika pun ikut berkembang seiring berkembangnya kehidupan manusia. untuk dapat ikut serta mengikuti perkembangan matematika yang selalu berubah-ubah, penelitian dilakukan untuk dapat melihat dan menganalisa hal-hal baru dan berbeda apa saja yang ada disekitar kita. pada dasarnya manusia itu tidak pernah akan bisa untuk menciptakan sesuatu hal yang benar-benar sempurna, maka penelitian ini harus selalu dilakukan bukan untuk menyempurnakan, tetapi untuk terus memperbaiki dan memajukan kualitas pendidikan yang telah ada.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  77. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Keberhasilan pendidikan karakter dalam pendidikan matematika ditentukan seberapa jauh kita mampu mendefinisikan dan mengimplementasikan konsep dasar matematika sekolah. Matematika sekolah yang cocok dengan pendidikan karakter antara lain menganggap matematika sebagai kegiatan menelusuri pola-pola, kegiatan penelitian atau investigasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan komunikasi.

    ReplyDelete
  78. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Pendidikan karakter merupakan hal penting dalam pembelajaran. Dalam penerapannya, pendidikan karakter dalam matematika di sekolah dapat menekankan kepada hubungan antarmanusia dan menghargai adanya perbedaan individu baik dalam kemampuan maupun pangalaman. Implikasinya guru harus menjadi fasilitator dalam pembelajaran matematika agar siswa dapat belajar secara optimal. Guru harus dapat menempatkan siswa sebagai pusat pembelajaran. Guru harus dapat memfasilitasi perbedaan kemampuan setiap siswa dengan terus melakukan inovasi pembelajaran. Dan guru harus benar-benar memahami bagaimana hakekat matematika di sekolah.

    ReplyDelete
  79. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Dalam kurikulum 2013 tidak hanya aspek pengetahuan saja yang diterapkan dalam proses pembelajaran, tetapi aspek sikap yang mencerminkan karakter merupakan salah satu hal yang wajib ada dalam proses dan evaluasi pembelajaran. Sikap yang diterapkan dalam proses pembelajaran dapat menjadi pendidikan karakter yang akan bermanfaat kepada insan yang dihasilkan dalam pendidikan. Artinya tidak hanya insan yang memiliki kecerdasan dalam hal pengetahuan tetapi insan yang memiliki kecerdasan pengetahuan dan sikap yang akan lebih bermanfaat untuk kehidupan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  80. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pendidikan matematika bisa dipandang sebagai sebuah keadaan ataupun sifat atau bahkan nilai yang bersinergis dengan pendidikan karakter. Perpaduan atau sinergi antara pendidikan karakter dan pendidikan matematika merupakan keadaan unik sebagai suatu proses pembelajaran yang dinamis yang merentang dalam ruang dan waktunya pembelajaran matematika yang berkarakter konteks ekonomi, social, politik, dan budaya bangsa. Membangun karakter siswa dilakukan mulai dari yang paling bawah yaitu pada jenjang usia dini. Pada saat jenjang ini diharap pondasi yang dibangun harus sekuat mungkin agar bisa menopang bangunan yang selanjutnya dan tidak mudah hancur karena terkena arus globalisasi. Pendidikan karakter tidak hanya diterapkan pada mata pelajaran agama, kewarganaraan, ilmu sosial akan tetapi pada semua mata pelajaran termasuk matematika. Dengan begitu pendidikan matematika dan pendidikan karakter dapat bersinergi dalam mengembangkan pendidikan yang bermoral.

    ReplyDelete
  81. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Matematika tidak semata-mata hanya mengenai konsep, rumus, dan materi saja. Dalam pembelajaran matematika, siswa juga dapat memperbaiki karakter yang ada pada dirinya, diantaranya jujur, kreatif, tanggung jawab, teliti, dan lain-lain.

    ReplyDelete
  82. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pendidikan karakter memang salah satu kompetensi bagian dari kurikulum 2013. Sebenranya menurut saya matematika telah melakukan pendidikan karakter sebelum adanya kurikulum 2013, namun masih belum menyadarinya. Contohnya saja sifat mandiri, kerjasama, bertanggung jawab,percaya diri telah ada dalam pembelajaran matematika di mana siswa juga akan memiliki karakter rasa ingin tahu yang tinggi untuk mengungkapkan masalahnya dengn tidak mudah menyerah. Siswa juga harus bertanggung jawab dengan apa yang diterimanya hal ini bersinambungan dengan bagaimana siswa mendapatkan rumus matematika tersebut, dan yang sering dilakukan para siswa adalah bekerja sama dalam diskusi untuk mendpatkan jawaban dari pertanyan-pertanyaan.

    ReplyDelete
  83. Pendidikan karakter adalah salah satu sangat penting untuk dilaksanakan. Pendidikan karakter ini diharapkan dapat membantu menanggulangi karakter-karakter siswa yang buruk sehingga tercipta generasi muda yang tidak hanya berkwalitas secara intelektual namun berkwalitas juga secara kepribadian dan karakter. Pendidikan karakter sekarang ini sedang dipadu-padankan dengan berbagai mata pelajaran salah satunya dalam pembelajaran matematika. Pendidikan karakter dalam pendidikan matematika merupakan potensi sekaligus fakta yang harus menjadi bagian tidak terpisahkan bagi setiap insan pengembang pendidikan, baik pendidik, tenaga pendidik maupun pengambil kebijakan pendidikan. Dapat dikatakan juga bahwa implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika mengandung makna seberapa jauh kita mampu melakukan kegiatan dalam rentang niat, sikap, pengetahuan, keterampilan dan pengalaman matematika, pendidikan matematika, dan pembelajaran matematika. Implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran matematika dapat dicapai atas dasar pemahaman bahwa pengetahuan matematika bersifat objektif sedangkan pelaku matematika bersifat subjektif.

    ReplyDelete
  84. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C


    Pendidikan karakter mulai diintegrasikan kedalam proses pembelajaran melalu RPP berkarakter sejak beberapa tahun yang lalu, sebagai wujud kepedulian bahwa betapa pentingnya karakter itu dibangun sejak dini di dalam diri siswa. Pendidikan karakter diperkenalkan sebagai bentuk kekhawatiran terhadap banyaknya insan berilmu tanpa karakter dalam dirinya sehingga dapat merugikan dirinya sendiri dan orang lain. Dalam pendidikan matematika pendidikan karakter itu diimplementasikan dengan mengembangkan komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normatif, dan komunikasi spiritual sehingga tidak hanya ilmu tanpa arah yang didapatkan siswa. Karakter-karakter seharusnya tidak hanya berupa ucapak melainkan bukti nyata perubahan perilaku siswa.

    ReplyDelete
  85. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. terimakasih Prof. Marsigit atas artikel yang diberikan. Dari artikel tersebut saya merefleksi bahwa karakter merupakan hal yang penting dalam menentukan jati diri bangsa. Karakter perlu ditanamkan dalam peendidikan di sekolah dalam semua jenjang dan semua mata pelajaran termasuk matematika. Pendidikan karakter merupakah salah satu langkah untuk mejaga jati diri bangsa dari pengaruh modernisasi. Guru berperan penting dalam menanmkan karakter yang baik kepada siswa dengan inovasi-inovasi yang dikembangkannya.

    ReplyDelete
  86. identifikasi permasalahn yang terjadi dalam meningkatkan inovasi pembelajaran matematika pada guru dapat dilihat dari evaluasi dengan metode peer teaching. Guru masih menggunkan metode yang berpusat pada guru, diantarana metode ekspositori dalam pembelajaran dalam kelas. Siswa terlihat pasif dan guru mendominasi pembelajaran. LKS yang digunakan juga masih cenderung berisi soal-soal saja. Guru masih bimbang menentukan metode mana yang harus diterapkan dalam kelas, apakah metode tradisional atau metode inovative.

    ReplyDelete
  87. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Pendidikan merupakan akar dari kehidupan, pendidikan merupakan kebutuhan. Dapat dikatakan bahwa pendidikan adalah kahidupan. Pendidikan adalah sesuatu yang independen, terbatas dari misi politik yang berkedok ingin membangun pendidikan namun pada kenyataannya hanya menumpang nama demi melancarkan misi buruknya. Hawa nafsu duniawi oknum tertentu membuat mereka menghalalkan segala cara untuk memenuhi nafsunya. Maraknya kasus korupsi misalnya, menjadikan koruptor tersebut merampas apa saja didekatnya. Tak peduli itu uang ataupun barang. Maka dari itu pendidikan berkarakter tentu menjadi suatu keharusan. Agar tak hanya pandai dalam kognitif saja, namun mempunyai karakter yang baik. Karakter yang mampu membangun indonesia menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  88. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pendidikan karakter terus digalakkan pada sistem pendidikan Indonesia. Hal ini mengingat tujuan pendidikan tidak hanya terkait penguasan materi namun juga pembangunan karakter terhadap generasi bangsa. Globalisasi yang bergulir menjadi ancaman rusaknya karakter bangsa. Oleh karena itu pendidikan merupakan jalan penumbuhan karakter generasi muda. Pendidikan karakter diimplementasikan melalui pengembangan komunikasi material, komunikasi formal, komunikasi normatif, dan komunikasi spiritual. Diharapkan dengan jalan tersebut, generasi bangsa kita tumbuh menjadi genarasi cendekia, kreatif, mandiri, dan taqwa sera berjati diri bangsa Indonesia.

    ReplyDelete
  89. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Pendidikan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan Indonesia. Melalui artikel ini kita diberikan gambaran bagaimana hubungan pendidikan karakter dengan pendidikan matematika.Dan ternyata melalui pembelajaran matematika pendidikan karakter pun dapat ditanamkan yaitu komunikasi material, formal, normative, dan spiritual.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  90. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pendidikan karakter jika dapat diimpliksiakan dalam pendidikan matematika maka dapat membuat siswa seklaigus beljar untuk membangun karakternya. Hal ini sangat dibutuhkan oleh siswa karena penanaman karakter perlu dilakukan dengan dukungan dari bebagai pihak.

    ReplyDelete
  91. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasrjana

    Karakter merupakan identitas seseorang. Alasan pendidikan karakter dimasukkan di dalam kurikulum pendidikan Indonesia menurut saya karena dengan berkembangnya teknologi dan teknologi tersebut tidak dapat kita tak acuhkan implementasinya dalam hidup kita maka agar karakter bangsa tetap melekat pada diri anak-anak penerus bangsa, kiranya sangatlah perlu pendidikan karakter pada kurikulum Indonesia. Karakter itu menurut saya suatu kebiasaan maka dengan mengimplentasikannya di dalam belajar, siswa akan terbiasa memiliki karakter yang diinginkan di manapun dan melakukan apapun siswa akan berkarakter yang diinginkan.

    ReplyDelete
  92. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 2017

    Pendidikan berdasarkan karakter bertujuan untuk membangun masyarakat Indonesia yang memiliki karakter, sehingga hal buruk dan negatif dapat di minimalisir, diantisipasi, dan dihilangkan. Salah satu upaya implementasi pendidikan karakter yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan menerapkan dan memasukkan nilai-nilai PPK (penguatan pendidikan karakter) ke dalam proses pembelajaran. Dalam mewujudkan hal tersebut, dibutuhkan adanya kerja sama oleh pemerintah, masyarakat, guru, dan orang tua. Guru adalah bagian yang bertugas untuk membangun karakter siswa di sekolah, di mana guru itu sendiri juga harus selalu meningkatkan kualitas mendidiknya. Untuk itu, perlu bagi para guru untuk mengerti dan mengamalkan konsep dasar atau hakikat matematika sekolah.

    ReplyDelete
  93. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Pendidikan karakter berhubungan dengan bagaimana memberikan sebuah pembelajaran yang selain siswa dapat memiliki ilmu matematika, siswa hendaknya juga memiliki sikap yang sesuai dalam proses pembelajaran, dan dalam kehidupannya lebih jauh. Pendidikan karakter adalah suatu upaya untuk menanamkan karakter luhur bangsa, apa yang membedakan kita dengan bangsa lain, tanpa menjadi bangsa yang tertinggal dari bangsa lain. Tanpa adanya pendidikan karakter, saya tidak tau apa yang akan terjadi kepada para peserta didik kita. Mungkin mereka menjadi tidak terarah, tidak terarah dalam berpikir dan bertindak (dalam pembelajaran maupun diluar pembelajaran), atau mungkin tidak tahu etika, tidak tahu etika dalam berpikir dan bertindak. Oleh karena itu sebagai guru, sebaiknya kita senantiasa memasukkan nilai-nilai luhur dalam pembelajaran matematika. Tanamkan sikap terpuji, terpuji sebagai pembelajar matematika dan terpuji sebagai anggota masyarakat.

    ReplyDelete
  94. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Banyak konsep dalam matematika yang dipertanyakan secara karakter. Contohnya saat SD, anak diajari untuk meminjam saat mengurangkan 72 dengan 28, 2 tidak bisa dikurangkan dengan 8, maka siswa dikenalkan dengan konsep meminjam. Namun pertanyaan yang selanjutnya muncul ialah bagaimana karakter siswa yang diarahkan untuk meminjam seperti itu tanpa diajarkan untuk mengembalikan? maka kita dapat menyiasatinya dengan menjumlahkan dua bilangan yang sama agar lebih mudah untuk mengurangkan tanpa meminjam dan mengajarkan perilaku adil. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  95. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Tidak mudah dalam mendefinisikan apalagi menerapkan konsep dasar matematika sekolah dalam rangka mensukseskan pendidikan karakter di dalam ranah pendidikan matematika. Hal ini dikarenakan tidak semua guru bersinergi maksimal demi terciptakannya pendidikan matematika yang berlandaskan pendidikan karakter, karena matematika di sekolah masih belum menganggap matematika sebagai kegiatan menelusuri pola-pola, kegiatan penelitian atau investigasi, kegiatan pemecahan masalah, dan kegiatan komunikasi.

    ReplyDelete
  96. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Matematika berasal dari sekitar sungai nil yang hidup mengelompok dan bertani, kemudian diawali dengan konsep pengukuran dengan tali, kemudian berkembang menjadi mengenal berbagai macam bentuk. Sampai pada akhirnya dapat membangun piramida yang merupakan penerapan dari bangun segitiga. Filsuf matematika yang berkembang saat itu adalah phytagoras, plato, Aristoteles, Leibniz dan Kant. Plato beranggapan bahwa yang penting dalam matematika adalah pemikiran yang dapat membedakan tampilan dari realita yang sebenar-benarnya. Sedangkan phytagoras memandang sebagai fenomena yang tampak berbeda dapat memiliki representative matematika yang identik.

    ReplyDelete
  97. Eka Cahya Sari Putra
    17706261010
    Pendidikan Dasar S3

    Pemahaman mengenai pendidikan karakter dalam matematika menjadi sebuah keharusan bagi seorang guru agar mampu memosisikan dirinya dan anak didik sebagaimana mestinya. Guru memahami bahwa setiap anak memiliki karakteristik yang berbeda dan guru harus mampu menjadi fasilitator terhadap perbedaan tersebut sehingga guru mampu memilih metode yang tepat untuk diterapkan dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  98. Eka Susanti
    15301241006
    Pendidikan Matematika I 2015

    Saya setuju mengenai opini yang ada dalam tulisan ini. Guru haruslah mengimplementasikan nilai-nilai yang ada dalam pembelajaran matematika bukan sekadar menrasfer ilmu yang dimiliki. Dengan begitu, siswa tidak akan merasa sia-sia dalam belajar sehingga pembelajaran akan terasa bermakna.
    Beberapa sikap yang dapat diasah saat belajar matematika adalah sikap jujur, teliti, dan pantang menyerah.

    ReplyDelete
  99. Wawan
    17703261038
    S3 Ilmu Pendidikan-Pendidikan Matematika

    Ada banyak aspek karakter yang dapat dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Seorang guru matematika hendaknya tidak hanya fokus pada kajian terkait ilmu matematika saja, namun juga harus ikut bertanggungjawab dalam pengembangan nilai-nilai karakter peserta didik. Lebih-lebih kondisi saat ini, dimana masalah moral menjadi sorotan yang utama dalam sistem pendidikan di Indonesia. Terkait dengan hal ini, Guru perlu mengemas sebuah pembelajaran matematika dengan memperhatikan pengembangan karakter peserta didik baik dalam berbagai aspek seperti aspek moral, sosial maupun psikologisnya. Guru dapat mengembangkan berbagai sikap positif tersebut dengan berbagai cara seperti 1) mempersiapkan peserta didik untuk secara psikologis mengikuti pembelajaran dengan baik, 2) mengimplementasikan model pembelajaran yang dapat mengembangkan nilai-nilai karakter,dan 3) Mengkaitkan ilmu matematika dengan bidang lain seperti sosial dan agama.

    ReplyDelete
  100. Eka Susanti
    15301241006
    Pendidikan Matematika I 2015

    Matematika haruslah dapat dijiwai siswa. Bukan hanya sebatas perhitungan namun siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai karakter yang ada di matematika. Contohnya saja perilaku jujur, sistematis, dan teliti. Guru hendaknya mampu menyelaraskan antara meningkatkan kompetensi pengetahuan dan karakter siswa.

    ReplyDelete
  101. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Tujuan dari pendidikan karakter yaitu untuk meningkatkan mutu penyelenggaraan dan hasil pendidikan di sekolah yang mengarah pada pencapaian pembentukan karakter dan akhlak mulia peserta didik secara terpadu, utuh, dan seimbang sesuai dengan SKL (Standar Kompetensi Lulusan). Dengan adanya pendidikan karakter, diharapkan peserta didik mampu secara mandiri untuk meningkatkan pengetahuan, mengkaji dan menginternalisasi nilai-nilai karakter dan akhlak mulia sehingga tampak pada perilaku sehari-hari. Pendidikan karakter yang dapat dikembangkan dalam matematika akan membentuk kedisiplinan bagi peserta didik, baik disiplin dalam mengerjakan tugas-tugas matematika, disiplin dalam belajar di rumah, memiliki penalaran yang tinggi dalam memecahkan permasalahan matematika, cinta terhadap ilmu matematika karena dari rasa cinta tersebut akan membuat percaya diri dan terus berjuang untuk mendapatkannya. Jika pendidikan karakter ini terus diterapkan secara sistematis dan berkelanjutan, anak akan menjadi cerdas emosinya sebagai bekal untuk mempersiapkan masa depan karena akan lebih mudah menghadapi segala tantangan hidup, termasuk tantangan untuk berhasil secara akademis.

    ReplyDelete
  102. Siti Nur Fatimah
    15301241045
    S1 Pendidikan Matematika A 2015

    Sebagai seorang guru memang seharusnya tidak hanya fokus pada aspek kognitifnya saja tetapi guru juga harus memerhatikan pengembangan nilai-nilai karakter pada siswa. Seperti halnya dalam pembelajaran matematika, guru tidak hanya mengajarkan ilmu hitung menghitung, tetapi lebih dari itu guru dapat mengimplementasikan nilai-nilai karakter dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  103. Rosmiyati Putri UtamiMay 13, 2018 at 9:58 PM

    Rosmiyati Putri Utami
    15301241031
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam pembelajaran matematika tidak hanya mementingkan aspek kognitif nya saja tapi juga mementingkan aspek afektif, disini lah guru memiliki salah satu peranan penting dalam pembelajaran. Aspek afektif yang dimaksud di sini adalah penanaman pendidikan karakter untuk siswa, yang dapat berupa sikap percaya diri, rasa ingin tahu, dan kerja sama.

    ReplyDelete
  104. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Dalam kurikulum 2013, penilaian tidak hanya dilakukan dari aspek kognitif saja, tetapi juga dari aspek afektif. Dari membava uraian di atas saya dapat lebih mengetahui bagaimana implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika. Dengan implementasi pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika ini diharapkan dapat berkonstribusi baik bagi sistem pendidikan Indonesia ke depannya. Terimakasih.

    ReplyDelete
  105. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Saya setuju dengan tanggapan yang disampaikan oleh mba Rahma Hayati di kolom komentar atas. Bahwa dalam pelaksanaan pendidiakn, tidah hanya mementingkan pengetahuan akademis atau intelektual saja. Tetapi juga untuk menjadikan siswa menjadi siswa yang berkarakter baik. Pendidikan dapat dimasukkan dalam proses pembelajaran secar terseirat, misal : ketika siswa-siswa dibagi menjadi beberapa kelompok untuk berdiskusi, tanpa disadari mereka sedang melakukan pendidikan karakter. Bagaimana etika dalam mengemukakan pendapat, bagaimana menghargai pendapat orang lain, dan masih banyak lagi

    ReplyDelete
  106. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dalam abad ke 21 ini tidak hanya dibutuhkan orang-orang dengan kemampuan kognitif yang tinggi namun juga harus dilengkapi dengan karakter yang baik. Hal tersebut sejalan dengan hasil penelitian yang mengungkapkan bahwa IQ hanya menyumbang sekitar 20% terhadap kesuksesan seseorang, sisanya ditentukan oleh karakter serta kecerdasan emosional yang dimilikinya. Dengan demikan, dapat dilihat bahwa penanaman pendidikan karakter dalam pembelajaran matematika memiliki peranan yang penting dalam mempersiapkan seseorang agar dapat mencapai kesuksesan.

    ReplyDelete
  107. Yuni Pratiwi
    15301241005
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendidikan karakter atau pendidikan moral itu merupakan bagian terpenting dalam membangun jati diri sebuah bangsa. Permasalahan-permasalahan moral yang dihadapi bangsa ini masih sangat kompleks dimulai dari para pemimpin hingga masyarakatnya. Pendidikan karakter itu sendiri merupakan proses pembentukan karakter yang memberikan dampak positif terhadap perkembangan emosional, spiritualitas dan kepribadian seseorang. Oleh karena itu pendidikan karakter perlu diterapkan dalam proses pembelajaran sala satunya yaitu mapel matematika. Implementasi pendidikan karakter dalam pendidikan matematika di sekolah mempunyai aspek pemahaman tentang hakikat matematika, hakikat matematika sekolah, hakikat pendidikan matematika, hakikat nilai matematika, hakikat belajar matematika, hakikat proses belajar mengajar matematika, hakikat pembudayaan matematika sekolah.

    ReplyDelete
  108. Muhammad Labib Hidayaturrohman
    15301241023
    Pendidikan Matematika I 2015

    Terimakasih pak atas ilmu yang telah bapak berikan. Menurut saya pendidikan karakter semakin penting dari waktu ke waktu karena melihat kondisi sekarang yang nilai karakter bangsa mulai runtuh. Ditambah lagi dengan berkembangnya teknologi dengan pesat yang menyebabkan masyarakat mulai acuh dengan lingkungan sekitar dan hanya fokus terhadap gadget atau dunia maya. Oleh karena itu penting bagi kita sebagai calon pendidik untuk benar benar memfasilitasi siswa agar mampu menumbuhkan karakter karakter baik menuju Indonesia emas. Terimakasih

    ReplyDelete
  109. ♥ ♠ ♦ ♣ LEGENDAQQ.NET ♥ ♠ ♦ ♣
    Kami Hadirkan Permainan Baru 100% FAIR PLAY Dari Legendaqq.Net. :) 1 ID Untuk 8 Games :
    - Domino99
    - BandarQ
    - Poker
    - AduQ
    - Capsa Susun
    - Bandar Poker
    - Sakong Online
    - Bandar 66

    Nikmati Bonus-Bonus Menarik Yang Bisa Anda Dapatkan Di Situs Kami LegendaQQ.Net. info Situs Resmi, Aman Dan Terpercaya ^^ Keunggulan LegendaQQ.Net :
    - Tingkat Persentase Kemenangan Yang Besar
    - Kartu Anda Akan Lebih Bagus
    - Bonus TurnOver Atau Cashback Di Bagikan Setiap 5 Hari
    - Bonus Referral Dan Extra Refferal Seumur Hidup
    - Minimal Deposit & Withdraw Hanya 20.000,-
    - Tidak Ada Batas Untuk Melakukan Withdraw/Penarikan Dana
    - Pelayanan Yang Ramah Dan Memuaskan
    - Dengan Server Poker-V Yang Besar Beserta Ribuan pemain Di Seluruh Indonesia,
    - LegendaQQ.Net Pasti Selalu Ramai Selama 24 Jam Setiap Harinya.
    - Permainan Menyenangkan Dengan Dilayani Oleh CS cantik, Sopan, Dan Ramah.

    Fasilitas BANK yang di sediakan :
    - BCA
    - Mandiri
    - BNI
    - BRI
    - Danamon

    Tunggu Apa Lagi Guyss..
    Let's Join With Us At LegendaQQ.Net ^^
    Untuk info lebih jelas silahkan hubungi CS kami :
    - BBM : 2AE190C9
    - Facebook : LegendaqqPoker

    Link Alternatif :
    - www.legendaqq(dot)net
    - www.legendapelangi(dot)com
    NB : untuk login android / iphone tidak menggunakan www dan spasi ya boss ^_^

    ReplyDelete