Feb 12, 2013

The Nature of Teaching Learning Resources




By Marsigit
Yogyakarta State University

John Munchak (2004) indicated that in order to provide lessons that are both engaging and challenging to each individual, it is necessary to know the students as people. Each individual will come to my class with their own set of abilities, motivations, attitudes, goals, and cultural background. Further he stated the following:


“Getting to know these various facets of my students will allow me to excel as a teacher because I can tap into their talents, resources, and knowledge to make the classroom more interesting, dynamic, and personal. Establishing a familiar bond and some trust between me and the students, as well as among the students themselves, contributes to a safe and caring learning environment. Learning their interests, the activities they enjoy, their academic strengths and weaknesses, their future plans and motivations informs how I will teach each individual. This personal information is important in order to differentiate learning in a classroom with students of various levels of motivation, career goals, and academic abilities. Caring for my students means I will "honor their humanity, hold them in high esteem, expect high performance from them, and use strategies to fulfill their expectations"

Related to the resources of teaching, Ernest (1991) suggested that due to the learning should be active, varied, socially engaged and self-regulating, the theory of resources has three main components :
(1)the provision of a wide variety of practical resources to facilitate the varied and active teaching approaches;
(2)the provision of authentic material, such as newspaper, official statistics, and so on for socially relevant and socially engaged study and investigation; and
(3) the facilitation of student self-regulated control and access to learning resources.


The nature of teaching learning resources can be perceived differently by different doer of teaching practice in their context of society; and they are closely related to their ideology and philosophy of education. The map created by Paul Ernest indicated how different perception of the nature of teaching learning resources as an implication of its ideology of teaching. The perception stretches from just to have chalk and paper, teaching aids, students' creativity, teachers' creativity, schools' environment, and its whole society.

References:
........., 2009, Nature of the Students, Going to a public school, New South Wales,
Department of Education and Training. Retrieved 2009

Brown, T., 1997, Mathematics Education and Language: Interpreting Hermeneutics and
Post-Structuralism. Kluwer Academic Publisher: Dordrecht

Cockroft, H. W., 1982, Mathematics counts : Report of the Committee of Inquiry into the Teaching of Mathematics in School under the Chairmanship of Dr. W H Cockroft, London : Her Majesty's Stationery Office.

Ebbutt, S. and Straker, A., 1995, Mathematics in Primary Schools Part I: Children and Mathematics. Collins Educational Publisher Ltd.: London

Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective. The Falmer Press: London.

Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?
Paul Ernest University of Exeter, United Kingdom. Retrieved

Ernest, P., 2007, Mathematics Education Ideologies And Globalization. Retrieved


Fullan, M., 2002, Leading and Learning for the 21stC Vol 1 No. 3 - January 2002

Furlong, J., 2002, Ideology and Reform in Teacher Education in England:
Some Reflections on Cochran-Smith and Fries. Retrieved

Glenn, A., 2009, Philosophy of Teaching and Learning "Your job as a teacher is to make every single student feel like a winner”. Retrieved

Grouws, A. D. and Cooney, J. T., 1988, Effective Mathematics Teaching : Volume 1, Virginia : The NCTM, Inc.

Hartman, 1945, Validity Studies Of The Hartman Profile Model, Ai, Axiometrics
International, Inc. Retrieved 2007< http://www.google.com>

Jaworski, B., 1994, Investigating Mathematics Teaching : A Constructivist Enquiry, London : The Falmer Press.

Orton, A. and Wain, G., 1994, Issues in Teaching Mathematics, London : Cassell.
Runes, D.D.,1942, Dictionary of Philosophy. Retrieved 2007

Swanson, R.A. and Holton III, E.F., 2009, Foundation of Human Resources Development
: Second Edition, Berrett-Kohler Publisher Inc.

24 comments:

  1. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Thank you for sharing this, Sir. Learning resources refer to the tools that helps students to learn. These tools have to facilitate the varied learning approaches, have to use as many as possible material from the real world so that students can easily relate. Aside of that, teacher have to realize the heterogenity of students in their classroom so that they can facilitate a social but, at the same time, personal cassroom

    ReplyDelete
  2. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    Thank you so much for the article, sir. in this first semester, we are studying Psychology of Learning Mathematics. This subject is very useful, because we (as a teacher) not only have a skill on teaching math, but we can learn about pupil's psychology of how they learn. the point is, we have to keep learning about how pupils learn. it will make us have more experiences and skill to handle the class and master the methods about how to teaching math well

    ReplyDelete
  3. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Postingan ini membawa saya pada topik-topik pembahasan tentang pendidikan multikultural. Kebanyakan oarang berpikir jika pendidikan multikultural ialah pendidikan yang menerima semua peserta didik dari semua latar belakang agama dan budaya. Akan tetapi pendidikan multikultural sesungguhnya memiliki makna lebih dalam dari itu semua. Pendidikan multikultural ialah pendidikan yang menerima seluruh peserta didika dari berbagai mcam latar belakang (agama, budaya, kemampuan intelektual, profesi orangtua, dan berbagai heterogenitas lainnya). Maka karena inilah pendidikan menjadi hal yang sangat utama untuk dibicarakan. Bagaimana pendidikan mampu memfasilitasi segala perbedaan yang dibawa oleh siswa. Adalah hal wajar bukan jika siswa pun ikut terlibat mengembangkan kurikulum pendidikan. Keberagaman siswa menuntut variasi metode pembelajaran maupun media pembelajaran. Akan tetapi, kita harus percaya bahwa media pembelajaran terbaik bukan seberapa canggih teknologi yang digunakan, akan tetapi seberapa tinggi kreativitas guru.

    ReplyDelete
  4. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Setiap individu itu “unik”. Setiap siswa itu peunya karakternya masing-masing. Pembelajaran akan dapat diterima oleh siswa jika disampaikan dengan baik oleh guru. Guru dapat menyampaikan materi dengan baik jika guru benar-benar menyadari bahwa setiap individu itu”unik” dan setiap siswa memiliki kebutuhan perlakuan yang berbeda-beda. Berdasarkan dari hal tersebut, sebelum diadakannya pembelajaran, sebaiknya guru merancangnya terlebih dahulu dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi setiap siswa. Inovasi dalam pembelajaran, pengetahuan tentang banyak model, metode dan pendekatan diperlukan untuk merancancang proses pembelajaran yang sesuai.

    ReplyDelete
  5. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Saya sependapat John Munchak di atas bahwa dalam memberikan pelajaran yang baik, menarik dan menantang untuk setiap individu, maka perlu untuk mengetahui siswa sebagai manusia. Karena pada dasarnya setiap manusia memiliki keunikannya masing-masing, memiliki kemampuan, bakat, motivasi, sikap, tujuan, dan latar belakang budaya yang berbeda satu dengan lainnya. Dengan mengetahui ataupun memahami karakteristik setiap siswa tersebut, kita bisa mempertimbangkan untuk memberikan pembelajaran yang seperti apa yang cocok untuknya. Dengan penyesuaian tersebut, maka tentu saja pembelajaran yang tercipta akan lebih menarik dan menantang baginya sekaligus memungkinkan juga guru yang menerapkan hal demikian menjadi lebih unggul dari guru yang lainnya.

    ReplyDelete
  6. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Before doing teaching activity, teachers should know better the students’ characteristics. It helps teachers to determine the right teaching method. Teachers could receive students’ information from interview to parents, academic record of previous grade, etc. Teachers should to know the students as people. Don’t give them too much homeworks and don’t give them severe punishment.

    ReplyDelete
  7. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih atas postingan tulisan ini Pak Prof. Sumber belajar merupakan sarana yang dapat membantu siswa dalam mengikuti kegiatan pembelajaran. Dari postingan diatas saya mendapatkan point berdasarkan pendapat John Munchak bahwa dalam memberikan pembelajaran yang menarik kepada siswa, hendaklah sebagai guru terlebih dahulu memahami kemampuan, motivasi, sikap, serta cara belajar mereka. Dengan kata lain hendaklah guru memahami karakteristik siswanya sehingga pembelajaran yang dilaksanakan memang sesuai dengan kebutuhan siswa. Maka jika pembelajaran telah seusia dengan kebutuhan siswa, pembelajaran yang dilaksanakan akan menarik.

    ReplyDelete
  8. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Sifat sumber belajar mengajar dirasakan berbeda oleh orang yang berbeda. Dalam praktek mengajar dalam konteks masyarakat; hal ini terkait erat dengan ideologi dan filosofi pendidikan. Peta yang dibuat oleh Paul Ernest menunjukkan persepsi bagaimana yang berbeda dari sifat sumber belajar mengajar sebagai implikasi dari ideologi mengajar.

    ReplyDelete
  9. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  10. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pada peta yang dibuat oleh Paul Ernest menunjukan adanya perbedaan presepsi mengenai sifat sumber belajar mengajar sebagai implikasi dari ideologi mengajar. Sebagai contoh presepsi membentang dari hanya saat memiliki kapur dan kertas, alat bantu pengajaran, kreativitas, guru siswa kreativitas, lingkungan sekolah hingga seluruh masyarakat.

    ReplyDelete
  11. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Setiap individu akan datang ke kelas saya dengan set mereka sendiri kemampuan, motivasi, sikap, tujuan, dan latar belakang budaya. Perbedaan yang ada pada setiap anak dapat memanfaatkan bakat mereka, sumber daya, dan pengetahuan untuk membuat kelas lebih menarik, dinamis, dan pribadi. Pengadaan sumber pengajaran pun dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran, sumber tersebut dapat memfasilitasi pendekatan pengajaran yang bervariasi dan aktif, pemberian materi otentik, dan fasilitas kontrol mandiri

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  12. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan artikel tersebut, maka agar pembelajaran membekas dalam diri siswa dan menantang untuk siswa maka siswa harus dipandang sebagai manusia. Hal ini dapat dilakukan dengan memperhatikan perbedaan siswa baik dari segi kemampuan, motivasi, sikap, tujua, dan kebudayaan. Dengan pengetahuan mengenai semua itu guru bisa membuat pembelajaran menjadi menyenangkan. Mempelajari apa yang mereka sukai, aktivitas yang mereka sukai, kelebihan dan kekurangan akademik mereka, rancangan masa depan dan motivasi akan memberikan info bagaimana cara mengajar mereka. Menurut Ernest, agar terjadi pembelajaran aktif, bervariasi dan mengikat secara sosial dan self regulated learning, maka sumber belajar harus memiliki 3 komponen: (1) tersedianya sumber sumber belaja yang bervariasi untuk memfasilitiasi pendekatan pembelajaran aktif dan bervariasi, (2) adanya materi yang otentik seperti surat kabar, data statistik, dsb agar/untuk studi dan penyelidikan yang relevan dan berkaitan secara sosial, (3) adanya fasilitas yang memungkinkan siswa untuk melakukan pengaturan diri dan mengakses sumber belajar

    ReplyDelete
  13. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pengenalan karakteristik individu merupakan salah satu cara guru dapat mengidentifikasi pendekatan, model, dan straegi yang tepat untuk siswa. Saat guru mengenali karakteristik siswa tersebut diharapkan pembelajaran akan benar-benar terpusat pada siswa karena guru telah memfasilitasi kegiatan siswa. Cara untuk mengenali karakteristik siswa dapat dengan melakukan diagnosis awal seperti melakukan pre test terlebih dahulu untuk mengetahui dasar matematika yang maish kurang, selain itu dapat juga dengan melakukan diskusi pembelajaran sehingga akan nampak siswa yang aktif dan komunikatif serta perilaku siswa selama pembelajari dapat diamati.

    ReplyDelete
  14. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Menurut Paul Ernest, sumber belajar memiliki 3 komponen utama yaitu:
    (1) penyediaan berbagai sumber belajar yang praktis untuk memfasilitasi pendekatan pengajaran yang bervariasi dan aktif;
    (2) pemberian materi otentik, seperti koran, statistik resmi, dan seterusnya untuk studi dan penyelidikan sosial yang relevan dan terlibat secara sosial, dan
    (3) memfasilitasi siswa untuk belajar dan akses ke sumber belajar secara mandiri.

    ReplyDelete
  15. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya salut dengan pendapat di atas bahwa kita sebagai guru hendaknya berdedikasi penuh dalam mencerdaskan siswanya. Hal tersebut dilakukan dengan cara memfasilitasi siswa sebaik mungkin agar dapat memaksimalkan kegiatan pembelajarannya. Beberapa cara yang dilaukan ialah dengan mengenal siswanya. Artinya guru harus paham apa yang diminati oleh siswanya, aktivitas yang mereka sukai, kekuatan ademis dan kelemahan mereka, serta rencana dan motivasi mereka dalam belajar. Artinya guru berusaha memenuhi harapan siswanya tersebut sehingga siswa merasa disayang oleh guru dan merasa nyaman belajar bersama guru. Hal ini disebut juga sikap humanistik, yaitu memanusiakan maniusia. Dalam hal ini, guru memenusiakan siswanya dengan berusaha memenuhi harapan siswanya, bukan dengan mengatur siswanya seperti robot.

    ReplyDelete
  16. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan bagi siswa berarti harus mempertimbangkan segala aspek. Guru yang profesional seperti dikatakan pada artikel ini, adalah guru yang memahami bahwa setiap siswa yang hadir di kelasnya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda, baik dari segi talent, skill, future goals, careen goals, aktivitas yang disenangi, gaya belajar, dan tentunya kemampuan akademik. Namun pandangan bahwa guru matematika hanya mempedulikan kemampuan akademik dan kognitif dalam matematika harus dihapuskan karena mindset seperti itu akan menyesatkan siswa yang tidak memiliki kepercayaan yang tinggi dalam belajar matematika. Pembelajaran inovatif memberikan ruang bagi guru untuk mengeksplor setiap kelebihan dan potensi yang dimiliki siswa. Inilah salah satu alasan mengapa terlalu banyak siswa di dalam kelas menjadi tidak efisien, karena guru tidak mampu menghandle 40 siswa dengan latar belakang berbeda di dalam 2x40 menit pembelajaran di kelas sehingga banyak siswa yang merasa diabaikan dan merasa 'tidak penting' di kelas.

    ReplyDelete
  17. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Untuk memberikan pelajaran yang menarik dan menantang bagi setiap individu, perlu untuk memahami siswa sebagai seorang individu. Ernest mengemukakan bahwa pembelajaran harus aktif, bervariasi, terlibat secara sosial dan mengatur sendiri, untuk itu perlu disiapkan sumber belajar yang baik. Sifat sumber belajar mengajar dapat dirasakan berbeda oleh pendidik yang berbeda dalam konteks masyarakat mereka; Dan mereka terkait erat dengan ideologi dan filosofi pendidikan mereka.

    ReplyDelete
  18. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Dalam merencanakan pembelajaran guru sangat perlu mengenal karakteristik siswanya terlebih dahulu, karena yang akan melakukan pembelajaran adalah siswa. Setelah mengenali karakteristik siswa dan kebutuhannya lah maka guru akan mampu merancang pembelajaran inovatif seperti pendapat Paul Ernest.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  19. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Sifat dari pembelajaran dalam kelas adalha harus aktif, bervariasi, terlibat secara sosial dan mengatus sendiri. dengn demikina terdapat tiga komponen utama dalam sumber daya yaitu penyedia berbagai macam sumber praktis unutk memfasilitasi pendekatan pengajaran yang bervariasi dan aktif, penyediaan materi otentik, seperti surat kabar, statistik resmi, dan sebagainya untuk studi dan investigasi sosial yang relevan dan terlibat secara sosial, dan fasilitasi kontrol mandiri siswa dan akses terhadap sumber belajar.

    ReplyDelete
  20. Manusia memililiki karakteristik yang berbeda. Siswa merupakan manusia. Manusia memiliki kemampuan, motivasi, sikap, tujuaan, latarbelakang budaya, dll yang berbeda. Yang kesemuanya akan mempengaruhi cara siswa dalam belajar. Pembelajaran dengan menggunakan sumber belajar yang bermacam-macam maka akan memicu pembelajaran yang aktif, bervariasi dan manfaat lainnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  21. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dalam proses pembelajaran guru harus mampu memahami setiap karakteristik yang ada pada diri siswa baik secara intelektual, verbal, maupun kemampuan dalam berkomunikasi dengan sesama siswa, guru, ataupun matematika itu sendiri. Maka dari guru harus memilih pendekatan yang tepat dalam pembelajaran agar mampu mengeksplor segala kompetensi yang dimiliki oleh siswa. Guru yang hebat adalah guru yang mampu membuat skema pembelajaran yang dapat membantu siswa menggunakan ide-ide kreatif mereka dalam memecahkan suatu permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  22. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PMC

    Mempelajari karakteristik masing-masing siswa secara individu dalam proses pembelajaran merupakan salah satu hal penting. Dengan mengenal karakteristik siswa guru dapat mengembangkan pembelajaran yang dapat memfasilitasi berbagai karakteristik tersebut. Seorang guru perlu menyadari bahwa siswa juga manusia yang memiliki perbedaan minat, bakat, latar belakang yang berbeda-beda. Meskipun mempelajari individu siswa bukanlah hal mudah. Apalagi dengan jumlah siswa dalam satu kelas yang seringkali berkisar antara 30-40 siswa. Meskipun begitu guru perlu untuk terus berusaha mengenal siswa sehingga antara guru dan siswa terdapat rasa saling menghargai dan mengerti.

    ReplyDelete
  23. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    Pend. Matematika S2 Kelas C

    Hal yang harus diperhatikan dalam sebuah proses belajar mengajar adalah hakikat sumber belajar mengajar. Yang menurut Ernest, ada 3 komponen utama sebagai basisnya, yaitu seperti yang terpublikasi sebagai teorinya berikut ini; the provision of a wide variety of practical resources to facilitate the varied and active teaching approaches; the provision of authentic material, such as newspaper, official statistics, and so on for socially relevant and socially engaged study and investigation; and the facilitation of student self-regulated control and access to learning resources. Sumber yang mencakup fasilitas pembelajaran yang aktif dan bervariasi, sumber autentik,dan sumber untuk perkembangan siswa per individu

    ReplyDelete
  24. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Mengenal ragam karakteristik yang dimiliki siswa merupakan hal yang cukup krusial dalam proses pembelajaran. Dengan mengetahui karakter siswa baik dari segi prilaku maupun dari kecerdasan maka dapat membantu guru agar lebih mudah untuk mencapai tujuan dari pembelajaran yang diharapkan. Guru lebih mudah mengetahui sisi atau aspek apa saja yang masih kurang terlaksana sehingga dapat menghambat perkembangan kognitif maupun afektif siswa dalam kegiatan belajar mengajar.

    ReplyDelete