Feb 12, 2013

Lesson Study dan Siswa Berkebutuhan Khusus Belajar Matematika (Telah dimuat di Bernas, 26 Agustus 2008)




Oleh: Marsigit

Kita perlu mengucapkan selamat kepada Program Studi Pendidikan Luar Biasa (PLB), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Yogyakarta yang akan menyelenggarakan Workshop dan Simposium Internasional, 23 -25 Agustus 2008.
Tema kegiatan tersebut adalah Lesson Study dalam Kaitannya dengan pembelajaran matematika dan Penjas Adapted untuk anak berkebutuhan khusus. Seperti kita ketahui bahwa salah satu Key Note Spaker yang diundang pada acara tersebut adalah Prof. Hideo Nakata Ph.D dari Center of Research and International Collaboration and Education Development (CRICED) Tsukuba Jepang. Jika kita cermati maka kiranya yang akan dibidik oleh penyelenggara adalah bagaimana memanfaatkan pendekatan Lesson Study untuk mengembangkan pembelajaran matematika dan Penjas Adapted untuk anak berkebutuhan khusus.
Seperti kita ketahui bersama bahwa Lesson Study (Jugyo Sinkekyu) sudah ratusan tahun dikembangkan di Jepang dan sekarang telah tersebar keseluruh Dunia, merupakan suatu pendekatan multi-level untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Lesson Study yang dikembangkan oleh CRICED sejak tahun 2004 paling tidak untuk 2 (dua) bidang yaitu Pendidikan Matematika dan Pendidikan Luar Biasa. Tetapi sekarang sudah mulai dicoba untuk mata pelajaran yang lain. Unsur dasar Lesson Study adalah kerja sama; baik kerja sama sesama guru, kerjasama guru dengan dosen maupun kerjasama antar instansi seperti sekolah, universitas, MGMP ataupun Dinas Pendidikan. Dengan unsur dasar ini maka Lesson Study memunyai berbagai manfaat misal: untuk meningkatkan profesionalisme guru, untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, untuk mengembangkan potensi dan melayani kebutuhan belajar siswa, untuk mengembangkan berbagai alat peraga atau alat bantu pembelajaran, dsb. Kerjasama dikembangkan dengan dilandasi keterbukaan diri guru untuk melakukan refleksi dan komunikasi proses dan hasil pembelajaran. Oleh karena itu Lesson Study dapat dipandang sebagai kegiatan perbaikan pembelajaran dari dan oleh guru. Tentu hal demikian akan berbeda dampaknya jika yang kita pikirkan selalu penataran, training atau pelatihan yang lain yang bersifat menggurui guru. Dosen dalam hal tertentu berperan sebagai eksternal observer atau sebagi nara sumber untuk pembahasan aspek-aspek pembelajaran yang muncul.
Di sisi lain kita mempunyai landasan yang cukup kuat untuk mengembangkan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Seperti yang disebut di dalam UU No. 20 tahun 2003 Sistem Pendidikan Nasional Pasal 32 ayat (1) bahwa Pendidikan Khusus merupakan pendidikan bagi peserta didik yang memiliki tingkat kesulitan dalam mengikuti proses pembelajaran karena kelainan fisik, emosional, mental, sosial dan/atau memiliki potensi kecerdasan dan bakat istimewa, ayat (2) bahwa Pendidikan layanan khusu merupakan pendidikan bagi peserta didik di daerah terpencil atau terbelakang, masyarakat adat yang terpencil, dan/atau mengalami bencana alam, bencana sosial dan tidak mampu dari segi ekonomi. Mengingat beragamnya kemampuan, potensi dan kesulitan yang dialami anak berkebutuhan khusus, maka adalah logis bahwa pengembangan pembelajarannya tentu lebih memerlukan perhatian. Dalam hubungan dengan masalah tersebut itulah kiranya Lesson Study menawarkan suatu solusi jangka menengah dan jangka panjang untuk memperoleh suatu pembelajaran matematika yang sesuai dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus.
Sementara itu Ebutt and Straker (1995) mendefinisikan matematika sekolah termasuk untuk anak berkebutuhan khusus bukan semata-mata sebagai suatu ilmu an-sich tetapi lebih sebagai kreativitas dan kegiatan sosial yang memberi kesempatan kepada anak berkebutuhan khusus untuk mencari pola-pola atau hubungan antar satu konsep dengan konsep yang lain, melakukan kegiatan investigasi sesuai dengan kemampuan masing-masing anak, mencoba menyelesaikan permasalahan matematika, dan mengomunikasikan hasil-hasilnya kepada teman atau guru baik secara lisan maupun tertulis. Beberapa permasalahan belajar matematika bagi anak berkebutuhan khusus seperti juga terjadi jika mempelajari materi yang lainnya berkisar pada pemanfaatan dan mengolah informasi matematika, menggunakan informasi yang berkaitan dengan matematika, mengingat beberapa pengertian atau prosedur matematika, mencari hubungan dan menggunakan matematika. Masalah lain yang berkaitan dengan kendala fisik atau yang lainnya, dapat berasal dari kemungkinan mereka tidak dapat membaca dengan baik, tidak mengerti arti atau maksud lambang atau simbol matematika, tidak dapat berkonsentrai atau fokus dan tidak dapat mengendalikan diri. Untuk itu Torey Hayden (2004) menyarankan agar guru perlu berfokus pada hal-hal inti, menggunakan langkah dan strategi yang sederhana dan jelas, selalu memberi dan merencanakan bantuan baik secara lisan, tertulis atau visual, pembelajaran berdasar konteks yang ada dan mengaitkan dengan benda konkrit, melakukan pengulangan-pengulangan, serta melayani kebutuhan penunjang belajar di kelas dengan segera.
Jika kemudian guru melakukan atau melaksanakan apa yang disarankan oleh Torey Hayden tersebut tentu dapat mengajukan sebuah pertanyaan apakah memang demikianlah solusinya? Tiadalah suatu solusi yang lainnya atau sebetulnya bagaimanakan perlakuan pedagogik yang lebih tepat untuk suatu kegiatan belajar tertentu dari anak berkebutuhan khusus? Di sinilah peran sebuah Lesson Study, suatu peran jika kita menganggap bahwa Lesson Study juga merupakan kegiatan penelitian (research) pendidikan. Lesson Study sebagai suatu penelitian akan memberi kesempatan bagi guru untuk mendiskusikan persiapan pembelajaran, mengimplementasikan dan sekaligus merefleksikan. Guru atau kelompok guru dalam MGMP dapat sepakat melakukan observasi pembelajaran dari seorang guru yang dipilih sebagai guru model. Kegiatan observasi bermanfaat untuk mencatat segala aspek pembelajaran dengan maksud untuk memperoleh manfaat untuk perbaikan pembelajaran berikutnya. Oleh karena itu hasil-hasil Lesson Study dapat bermanfaat untuk perbaikan kurikulum (KTSP) dan silabusnya, buku teks pelajaran, serta sumber-sumber pembelajaran yang lainnya.
Berdasarkan studi diberbagai negara Jepang, Australia, Thailand, maka Lesson Study pelaksanaan Lesson Study dapat bervariasi. Jika yang dikehendaki adalah perbaikan pembelajaran beserta persiapan (RPP) serta pemahaman kurikulum, maka Lesson Study dapat dilakukan oleh seorang guru dengan bekerja sama dengan guru yang lain dan mengundang seorang dosen sebagai nara sumber. Lesson Study demikian sering disebut sebagai School-Based Lesson Study. Tetapi jika dikehendaki untk mengembangkan komunikasi antar guru dalam atau antar MGMP atau sekolah lain dan juga Universitas, maka dapat dilaksanakan Cross-School Lesson Study. Lesson Study yang lebih luas cakupannya baik tingkat kabupaten, propinsi atau satu negara disebut Cross-District Lesson Study. Dewasa ini telah dikembangkan kerjasama internasional untuk pelaksanaan Lesson Study pada berbagai negara secara serempak. Criced (Tsukuba, Jepang) bekerjasama dengan CRME (Khon Kaen, Thailand) dengan sponsor negara-negara yang tergabung di dalam APEC, menyelenggarakan Konferensi Internasional 2 (dua) kali dalam satu tahun untuk merepresentasikan hasil-hasil Lesson Study di bidang pembelajaran matematika untuk negara-negara APEC.
Dengan akan diselenggarakannya Workshop dan Simposium Internasional, 23 -25 Agustus 2008 oleh Jurusan PLB, FIP UNY, tentang Lesson Study Lesson Study dalam kaitannya dengan pembelajaran matematika dan Penjas Adapted untuk anak berkebutuhan khusus maka diharapkan layanan pendidikan matematika dan juga bidang lainnya untuk anak berkebutuhan khusus dapat dikembangkan secara inovatif sesuai dengan tuntutan profesionalitas pendidikan. Selamat buat Prodi PLB atas langkah besarnya menyelenggarakan ivent internasional. Semoga sukses. Amien. (Penulis adalah Peneliti Ahli tentang Lesson Study untuk negara-negara APEC dan Dosen Jurusan Pendidikan Matematika, FMIPA, UNY)

11 comments:

  1. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Beragamnya kemampuan, potensi dan kesulitan yang dialami anak berkebutuhan khusus maka diperlukan perhatian yang lebih maka guru harus melakukan pengembangan pembelajaran untuk anak-anak berkebutuhan khusus. Dengan demikian perlunya lesson study dapat digunakan untuk memperoleh pembelajaran matematika yang sesuai dengan karakteristik anak berkebutuhan khusus agar siswa dapat mencari pola atau hubungan antar konsep, guru melakukan kegiatan investigasi sesuai kemampuan siswa, mencoba menyelesaikan permasalahan matematika dan dapat mengkomunikasikan hasil pekerjaanya kepada orang lain secara lisan maupun tertulis. Dengan demikian guru yang mengajar siswa berkebutuhan khusus diperlukan ekstra pengetahuan dan kesabaran dalam melayani siswa di dalam kelas.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Untuk mendapatkan pendidikan adalah hak semua warga negara, tanpa pandang SARA, maupun bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Maka untuk memberikan pendidikan kepada mereka yang berkebutuhan khusus maka diperlukan keahlian khusus. Maka untuk mendapatkan keahlian khusus bagi pengajar maupun calon pengajar untuk siswa yang berkebutuhan khusus maka memang harus diadakan lesson study sebagai wahana untuk saling bertukar informasi. Sehingga siswa yang berkebutuhan khusus ini dapat secara maksimal menimba ilmu dengan pengajar-pengajar yang handal dan berpengalaman baik secara teori maupun praktek.

    ReplyDelete
  3. Lesson Study dikembangkan oleh bangsa jepang untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusianya melalui sekolah dan pendidikan. Lesson Study dikembangkan untuk semua pendidikan untuk yang normal atau berkebutuhan khusus dari tingkat dasar sampai tinggi. Jepang telah mempunyai konsensus bahwa peningkatan pendidikan dilakukan melalui kegiatan Lesson Study. Indonesia selama ini selalu meniru atau mengadopsi pendidikan yang dilakukan oleh negara-negara yang telah maju. Pendidikan Indonesia akhirnya akan dibawa sesuai dengan kebiajakan pemerintah yang orangnya telah mengenyam pendidikan di suatu negera tertentu. jika pemerintahnya berganti akhirnya sistem pendidikannya berganti. Indonesia belum mempunyai sistem pendidikan yang sesuai dengan jati diri bangsanya. Mudah mudahan dari pembelajaran ke negara-negara maju dapat diciptakan pendidikan yang benar-benar untuk meningkatkan mutu dan kualitas sumber daya manusia Indonnesia. Bukan sistem pendidikan yang diimpor berdasarkan kerjasama dan bantuan finansial di dalamnya.

    ReplyDelete
  4. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Lesson Study dapat dilakukan oleh seorang guru dengan bekerja sama dengan guru yang lain dan mengundang seorang dosen sebagai nara sumber. Lesson Study demikian sering disebut sebagai School-Based Lesson Study. Lesson study tidak hanya memperhatikan pembelajaran untuk satu kali pertemuan atau satu pokok bahasan saja, melainkan bagaimana membelajarkan satu unit materi pokok dan bahkan bidang studi, dan juga memperhatikan perkembangan siswa dalam jangka panjang.

    ReplyDelete
  5. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Lesson Study merupakan suatu upaya pembinaan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilakukan secara kolaboratif oleh para guru secara berkelanjutan guru akan dibekali dan dilatih untuk menjadi pendidik yang profesional. Lesson Study dapat digunakan dalam proses pembelajaran bagi siswa yang berkebutuhan khusus karena dengan Lesson Study tersebut dapat mengembangkan pembelajaran dan memperbaiki kualitas pembelajaran yang selama ini diterapkan untuk siswa yang berkebutuhan khusus.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Sesuai yang telah dibahas sebelumnya Lesson study adalah merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran yang dilaksanakan secara kolaboratif dan berkelanjutan oleh sekelompok guru. Tujuan utama Lesson Study yaitu untuk : (1) memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar; (2) memperoleh hasil-hasil tertentu yang bermanfaat bagi para guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran; (3) meningkatkan pembelajaran secara sistematis melalui inkuiri kolaboratif. (4) membangun sebuah pengetahuan pedagogis, di mana seorang guru dapat menimbah pengetahuan dari guru lainnya.

    ReplyDelete
  7. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Lesson study dapat dilakukan untuk mata pelajaran apa pun di pendidikan formal hingga pendidikan luar biasa. Matematika sangat dibutuhkan bagi anak berkebutuhan khusus. Karena dalam kehidupan sehari – hari banyak menggunakan matematika dalam bentuk sederhana. Oleh karena itu guru berperan sangat penting dalam pembelajaran. Untuk menciptakan guru yang berkualitas diperlukan inovasi dan evaluasi. Cara yang paling efektif yang ditempuh adalah melalui lesson study, tanpa menggurui namun dengan cara berbagi informasi dan pengalaman dari guru oleh guru. Tujuannya yang dicapai hanyalah satu, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa dan melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut pendapat saya, Aktivitas Lesson Study sangatlah bermanfaat demi kemajuan pendidikan di Indonesia. Lesson study yang telah banyak dijalankan bagi siswa-siswa di sekolah umum ini sangatlah penting juga dilaksanakan bagi siswa-siswi berkebutuhan khusus. Karena penting bagi mereka untuk merasakan program yang sama dengan sekolah umum selama hal itu memberikan manfaat bagi kemajuan pendidikan di negara kita.

    ReplyDelete
  9. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Lesson Study ini terdiri dari tiga tahap, Plan, Do, and See. Plan adalah tahap dimana guru bekerja dalam grup dan membuat RPP, dimana mereka merencanakan jenis pembelajaran, metode, strategi, dan apa-apa saja yang dibutuhkan untuk melaksanakan Lesson study tersebut. Do adalah tahap ketika mereka melaksanakan Lesson Study tersebut, dengan satu guru berperan sebagai guru model dan guru lainnya berperan sebagai guru bantu. Sedangkan tahap terakhir adalah See, ini adalah tahap refleksi, tahap dimana mereka mengulas kembali dan mendiskusikan hal-hal yang merupakan kelebihan dan kekurangan mereka agar menjadi catatan untuk dapat meningkatkan lagi kinerja mereka di masa depan.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Lesson study bagi guru mengajar siswa berkebutuhan khusus memang perlu. Hal ini agar terdapat suatu forum yang membahas lebih fokus apa-apa saya yang dibutuhkan dan strategi yang tepat untuk mengajar para siswa berkebutuhan khusus, khususnya dalam pelajaran matematika. Jangankan siswa berkebutuhan khusus, bagi siswa normal tanpa suatu kurang apapun untuk menerapkan pembelajaran yang baik bagi mereka tetap dibutuhkan lesson study, terlebih bagi siswa berkebutuhan khusus ini. Dalam matematika, perlu dipikirkan metode mengajar seperi apa yang digunakan, media pembelajran, menjelaskan berbagai simbol matematika dan sebagainya.

    ReplyDelete
  11. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika 2014

    Lesson study merupakan suatu pedenkatan multi level untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Unsur dasar lesson study adalah kerja sama, baik kerja sama sesame guru, guru dengan dosen, maupun antar instansi pendidikan. Lesson study memiliki berbagai manfaat seperti dapat meningkatkan profesionalisme guru, dapat meningkatkan kualitas pembelajaran, dapat mengembangkan potensi dan memfasilitasi belajar, dsb.

    ReplyDelete