Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 24: Solusi 3+4=7 kontradiktif? (Jawaban utk Prof Sutarto Bgn Ketiga)




Oleh Marsigit

Prof Sutarto dan yang lain,

Saya telah menggambarkan secara ekstrim adanya dua pandangan yang berbeda dalam telaah persoalan pembelajaran matematika di sekolah.

Pertama, pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan kedua, pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist.

Jika OBYEK TELAAH berada diwilayahnya Pure Mathematician, maka para Mathematical Educationist lah yang harus menyesuaikan diri, mempelajari Dunianya Logicist-Formalist-Foundationalist, yaitu dengan cara melakukan Mathematical Risearch.

Tetapi jika OBYEK TELAAH berada diwilayah Mathematical Educationist, maka Pure Mathematician seharusnyalah perlu menyelami, mempelajari dan involved di dalam pengembangan Mathematical Education dalam aspek-aspeknya Intuitionist-Fallibist-Sosio-Constructivist.

Tentu saya memblow-up hal demikian bukan semata untuk menonjolkan ego masing-masing, tetapi agar pemecahan masalah yang ada benar-benar bisa bersifat Tuntas. Jika masing-masing berpegang kepada EGOnya masing-masing maka tidak akan pernah bertemu.

Solusi yang ditawarkan adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.

Posting-posting saya yang sangat banyak dan terkesan berlebihan ini adalah eksperimen-eksperimen yang sengaja saya lakukan, apakah forum indoms bisa digunakan untuk maksud-maksud tersebut.

Saya menilai beberapa tokoh dari Pure Mathematician seperti Pak Wono sangat kooperatif, penyabar dan konstruktif terhadap ide-ide saya. Dalam implementasinya, kajadiannya sebetulnya bersifat MIX yaitu sulit dipisahkan antara keduanya. Lihatlah PMRI misalnya, di sana duduk secara bersama para Pure Mathematician (Prof Sembiring, dkk) dan para Mathematical Educationist (Prof. Sutarto, dkk). Itulah sebetulnya contoh solusi yang mungkin Bapak tanyakan (ujikan) kepada saya. Hehe....

Saya mengucapkan terimakasih kepada forum indoms ini, sekaligus mohon maaf atas gangguan yang saya timbulkan melalui posting-posting saya.

Demikian semoga bermanfaat. Amin

46 comments:

  1. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menurut saya Pure Mathematicians dan Mathematical Educationist dapat hidup berdampingan saling melengkapi dengan mencapai satu tujuan yang sama yaitu untuk mencerdaskan anak bangsa. Elegi ini menunjukkan realita nyata yang sering ditemui dikehidupan kita yang semestinya bisa menjadi indah jika dapat dikomunikasikan dengan baik menuju pada ketercapain tujuan bersama yaitu mencerdaskan anak bangsa. Karena perdebatan tidak selamanya indah, menurunkan ego terkadang menjadi solusi dalam permasalahan.

    ReplyDelete
  2. Adanya dua kubu matematika bukan untuk saling tarik menarik atau malah berperang, tetapi bahwa ada semesta pembicaraan yang harus dicari solusinya yaitu pendidikan matematika. Bahwa pure matematika mempunyai efek yang kurang baik yang ingin dikomunikasikan oleh para pendidik. Jadi matematika tidak hanya mementingkan materi matematika yang abstrak dan deduktif dan absolut, tetapi bagaimana siswa dapat memahami matematika secara utuh dari segi realitas adan abstrak.

    ReplyDelete
  3. Jika kita perhatikan dengan seksama pastilah berbeda cara berpikir para Pure Mathematician dengan para Mathematical Educationist dalam menyelesaikan suatu permasalahan matematika. Solusi yang diberikan oleh para Mathematical Educationist lebih mengarah ke hal-hal atau cara yang konkret agar mudah dipahami oleh siswa. Sedangkan solusi yang diberikan oleh para Pure Mathematician lebih bersifat abstrak dan akan sulit untuk dipahami siswa. Para Pure Mathematician dan para Mathematical Educationist harus saling berunding untuk menemukan solusi yang tepat baik secara pandang orang-orang Mathematical Educationist maupun secara pandang orang-orang Pure Mathematician sehingga tidak menimbulkan kontadiksi dan siswa pun tetap mudah dalam memahaminya.

    'Aynun Fitri
    14301241016
    Pendidikan Matematika 2014 A

    ReplyDelete
  4. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Perbedaan menjadikan manusia memahami arti hidup. Dalam menanggapi perbedaan, yang terpenting adalah bagaimana kita me-manage perbedaan itu hingga dapat ditemukan titik temu yang mampu menjembati perbedaan tersebut. Begitu juga dengan adanya dua pandangan yang berbeda antara pure mathematics dan educational mathematics dalam telaah persoalan pembelajaran matematika di sekolah. Pure Mathematics dan Educational mathematics seharusnya bersama-sama mencari solusi yang tepat dan menguntungkan bagi siswa dan masa depannya. Saya setuju jika solusinya adalah dengan adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.

    ReplyDelete
  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Para kaum pure mathematics jika ingin membelajarkan matematika maka mereka perlu meninggalkan diri mereka yang terbebas dari ruang dan waktu, mereka perlu terikat dari kontradiksi, atau dengan kalimat lain adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dengan pendidkan matematika.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2


    Dari elegi ini dan elegi-elegi sebelumnya yang terkait dengan ini, sudah jelas bahwa dalam hal dunia pendidikan, khususnya matematika kedudukan antara para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist dan para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist sangatlah penting. Keduanya harus saling duduk berdampingan, saling menurunkan ego, saling menghormati, saling mengisi agar tercipta dunia yang sutuhnya atau hakekat matematika yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  7. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Sesungguhnya antara pure mathematics dan school mathematics tidak dapat dipisahkan secara semena-mena. Keduanya saling berhubungan dan saling membutuhkan. School mathematics membutuhkan pure mathematics sebagai bahan ajarnya. Sedangkan pure mathematics membutuhkan school mathematics agar ilmunya dipahami awalnya bagi siswa sekolah dan kelak untuk calon peneliti/matematikawan di perguruan tinggi.

    ReplyDelete
  8. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dengan adanya banyak perbedaan paham, pendapat dan pandangan tentang matematika. Seperti misalkan pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist. Maka jalan paling baik untuk menyelesaikannya adalah dengan musyawarah dan diskusi. Diskusi yang dilakukan dibarengi dengan prinsip saling menghormati agar terwujud hasil yang maksimal tanpa ego masing-masing. Misalkan contohnya seperti, PMRI yang merupakan hasil diskusi dari matematikawan pure mahematics dan matemtikawan school mathematics. Hal ini membawa banyak manfaat, karena PMRI yang diterapkan disekolah membawa siswa untuk melihat bahwa matematika itu secara nyata dan realistik. Selain itu mereka juga belajar mengontruksi pengetahuannya seperti matematikawan pure mathematics.

    ReplyDelete
  9. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    perbedaan dalam pemahaman memang kerap terjadi. hal ini menandakan bahwa kita bebas dengan dunia pikir kita sendiri. matematika itu bagi saya universal, dan hal tersebut membuat matematika mampu dibagi kedalam banyak klasifikasi tapi itu tergantung pada objek kajiannya, atau yang disebut dengan objek telaah. semoga dengan perbedaan yang ada membuat kita makin kaya akan referensi ilmu.

    ReplyDelete
  10. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Ini seperti perbedaan paham dan perbedaan pemikiran tentang matematika. Padahal keduanya dapat bersatu karena kesemuanya membicarakan tentang dunia matematika. Dengan adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidikan matematika maka dunia matematika akan utuh dan baik bidang matematika maupun pendidikan matematika akan berkembangan serta mampu mengatasi persoalan di bidang pendidikan matematika di Indonesia. Karena seharusnya semua bidang itu harus di pegang oleh ahlinya masing-masing dan terjadi sinergi antar para ahli demi membangun masa depan bangsa.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Matematika Indonesia akan hebat dan kuat jika saling ada pengakuan dan rasa menghormati antara Mathematical Educationist dan Pure Mathematician, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika. Dengan begitu pencapaian tujuan matematika akan semakin dekat, ini juga memberikan pengertian kepada kita jika memiliki posisi tertentu untuk dapat menyadari posisi tersebut dan tahu harus bagaimana dengan posisi tersebut.

    ReplyDelete
  12. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dua pandangan yang berbeda sebetulnya justru membuat kita jadi berfikir bagaimana mencari penyelesaian dan jalan tengah antara dua pandangan para logicist, Formalis dan faoundationalist dan pandangan para educationist. Yang langsung terjun dalam dunia pendidikan adalah para educationist maka seharusnya para educationist diberi kebebasan untuk mengelola pembelajaran di sekolah dan seharusnya para logicist, Formalis dan faoundationalist memberi dukungan dan kebebasan sepenuhnya. Jadi keduanya dapat bekerja sama dan saling melengkapi. Sehingga di harapkan dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  13. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada elegi kali pemberontakan matematika kali ini menekankan pada OBYEK TELAAH Mathematical Educationist dan Pure Mathematics. Dimana saya mendapatkan pemahaman apabila para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Dan sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education. Hal ini jika diimplikasikan dalam sebuah kegiatan pembelajaran di sekolah, siswa diberikan kesempatan untuk dapat mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri. Inilah yang seharusnya dilakukan oleh pure mathematician.

    ReplyDelete
  14. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca seluruh artikel tentang matematika kontradiktif, saya menyadari bahwa matematika itu sangat luas, dan bukan sekedar operasi bilangan-bilangan saja, tetapi juga tentang hakekat matematika itu sendiri. Oleh karena itu, untuk menjadi matematikawan yang sebenar-benarnya, kita harus mempalajari hakekat matematika denga sedalam-dalamnya dan dengan seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  15. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Tentu saja, dengan adanya banyak perbedaan paham, pendapat dan pandangan tentang matematika, jalan paling baik untuk menyelesaikannya adalah dengan musyawarah dan diskusi. Diskusi yang dilakukan dibarengi dengan prinsip saling menghormati agar terwujud hasil yang maksimal tanpa ego masing-masing.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Penelitian dalam bidang matematika akan sangat membantu dalam perkembangan matematika karena dapat mengetahui hal baru dari hasil penelitian yang dilakukan. Ilmu yang ada pada matematika sangat kaya oleh karena itu membutuhkan penelitian untuk dapat mengembangkannya serta mengetahui tantangan dan menemukan solusinya. Dengan begitu pendidikan matematika dapat diajarkan kepada siswa dengan maksimal.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pandangan antara pure-mathematics dan mathematical educationist ketika disatukan maka akan tercipta sesuatu yang indah, walaupun pada dasarnya kedua hal tersebut sangatlah berbeda dan sangat susah untuk disatukan. Keduanya hal tersebut memang berbeda sudut pandang dalam melihat matematika. Saat semua memikirkan hal yang sama dalam memikirkan bagaimana cara untuk siswa memahami matematika dengan baik.

    ReplyDelete
  18. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Merupakan hal yang kurang baik ketika para pure mathematician dan para mathematical educationist saling menunjukkan ego masing-masing karena keduanya memiliki peran dan wilayah masing-masing. salah satu jalan keluar yang digunakan untuk menghadapi ego dari kedua pihak adalah dengan adanya saling pengakuan diantara dua pihak, rasa saling menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahlianya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematikadan pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi-elegi yang telah kita pahami samapai elegi yang sekaranag jelas bahwa semua elegi ini membahas tentang bagaimana suatu pendidikan itu lahir. Benar juga bahwa kedudukan antara para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist dan para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist

    ReplyDelete
  20. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pure Mathematics dan Educational mathematics memiliki perbedaan. Ini seperti perbedaan paham dan perbedaan pemikiran tentang matematika. Padahal keduanya dapat bersatu karena kesemuanya membicarakan tentang dunia matematika. Jika matematika murni dengan melakukan riset-riset, sedangkan pendidikan matematika dengan mengajar dalam pendidikan. Sehingga, seperti dalam artikel tersebut bahwa solusi yang dapat ditempuh adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai keahlian masing-masing, menjalin silaturahmi yang baik antara keduanya.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi ini yang menjadi kajian bahwa obyek telaah berada pada Pure Mathematician, dan obyek telaah berada pada Mathematical Educationist dimana Pure Mathematician yang harus menyesuaikan diri adalah para peneliti matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  22. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Perbedaan di dunia pasti ada, karena dunia ini penuh dengan kontradiksi. Dalam menaungi 'Matematika' pun tidak menutup kemungkinan menimbulkan perbedaan pendapat, yaitu perbedaan pendapat antara pure-mathematician dengan pendidikan matematika. Jika keduanya saling memahami tidak akan menjadi masalah, seperti halnya PMRI (Pendekatan Matematika Realistik Indonesia). Yang berkembang adalah konsep, matematika itu konsisten, yang kontradiksi adalah media kontekstualnya, tergantung dari penerapannya. Namun pada dasarnya, konsep matematika itu konsisten. Adanya perbedaan dalam matematika mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menempatkan diri sesuai dengan keahlian kita masing-masing. Matematika mengajarkan nilai moral. Hal ini yang juga harus kita bawa ke dunia matematika siswa. Agar siswa tidak salah dalam memaknai matematika baik secara ilmu maupun pelajaran kehidupan.

    ReplyDelete
  23. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kedua pandangan yakni pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist tidak seharusnya saling bertentangan atau kontradiksi. Nmun dalam implementasinya seharusnya keduanya saling berhubungan, berkolaborasi, dan saling melengkapi. Sama halnya dengan pembelajaran matematika. Maka konsep dalam matematika itu adalah konsisten, namun dalam pemerolehannya kita harus menghormati pendapat setiap orang, misalnya setiap orang memiliki cara dan jalan yang berbeda untuk menemukan konsep itu.

    ReplyDelete
  24. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dua pandangan terhadap matematika, yaitu pertama matematika abstrak yang sama dengan matematika murni. Teori atau pandangan ini diberikan oleh kaum logicist, formalism, dan foundationalism. Kedua matematika pendidikan yang merupakan pendapat dari kaum intuitionist, falibilist,socio, dan constructivist. Benar sekali bahwa siapa yang ditelaah atau dibuktikan yaitu matematika murni teorinya kaum logicist, formalism, dan foundationalism. Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum intuitionist, falibilist,socio, dan constructivist memahami, mempelajari matematika murni yang pada akhirnya menemukan suatu kontradiksi.

    ReplyDelete
  25. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pendidik matematika dan matematikawan murni memandang matematika dengan cara yang berbeda sesuai objeknya. Pendidik matematika dan matematikawan murni hendaknya saling menghormati bidang yang didalami masing-masing, sebab sebenarnya keduanya saling membutuhkan

    ReplyDelete
  26. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pure mathematician dan mathematical educationist memang memiliki dunianya masing-masing yang terkesan bertolak belakang. Namun tetap ada yang bisa menjembatani keduanya. Yaitu jika obyek telaah berada diwilayahnya pure mathematician, maka para mathematical educationist lah yang harus menyesuaikan diri, mempelajari dunianya logicist-formalist-foundationalist, yaitu dengan cara melakukan mathematical risearch. Tetapi jika obyek telaah berada di wilayah mathematical educationist, maka pure mathematician seharusnyalah perlu menyelami, mempelajari dan involved di dalam pengembangan mathematical education dalam aspek-aspeknya intuitionist-fallibist-sosio-constructivist.

    ReplyDelete
  27. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Objek telaah matematika melputi pure mathematician dan mathematical educationist yang keduaanya berada pada pembelajaran matematika. pure mathematician untuk pembelajaran matematika di perguruan tinggi yang mempunyai sifat salah satunya abstrak dan mathematical educationist lebih ke pembelajaran matematika sekolah yang bersifat konkret.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Dan sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education. Dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa-siswanya di sekolah, para pure mathematician juga harus mampu memberikan kesempatan kepada siswanya agar mampu mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  29. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika murni dan matematika sekolah jelas berbeda. Matematika murni dan matematika sekolah bisa saling melengkapi, karena belajar matematika tentu tidak lepas dari ilmu matematika murninya, namun untuk mengajarkan matematika kepada siswa juga tidak lepas dari ilmu matematika sekolahnya. Dengan demikian guru hendaknya memahami dengan baik perbedaan tersebut, agar dapat menerapkannya sehingga menghasilkan pengetahuan yang optimal bagi siswa.

    ReplyDelete
  30. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pure matheamatician dan Mathematical Educationist adalah dua hal yang saling melengkapi dan saling menjalin kerjasama dalam rangka memaksimalkan keberdaaan matematika dalam ilmu pengetahuan yang tentu tidak bisa lepas dengan bidang ilmu lainnya. Karena matematika adalah ratu dan sebagai pelayan ilmu lainnya.

    ReplyDelete
  31. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Matematika sebagai ratu dan pelayan ilmu lainnya. Artinya bahwa matematika tidak bisa terlepas dengan bidang ilmu lainnya misal prinsip-prisip transformasi geometri yang digunakan dalam bidang arsitektur, persmaaan diferensial dalam bidang fisika tenatng gerak jatuh bebas, matematika dalam bidang ekonomi, dsb. Dari hal tersebut terlihat bahwa matematika tidak lepas dengan kehidupan kita dan sangat diperlukan maka dari itu matematika menjadi mata pelajaran yang penting diajarkan untuk peserta didik mulai matematika sekolah( matematika sebagai kegiatan menemukan konsep matematika) hingga matematika formal.

    ReplyDelete
  32. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari matematika sebagai ilmu yang tidak bisa lepas dengan bidang ilmu lainnya dan dengan dijadikannya matematika sebagai mata pelajaran yang pening dipelajari peserta didik mulai dari matematika sekolah hingga matematika formal menunjukan bahwa pure mathematician dan mathematical educationist perlu saling bekerja sama saling melengkapi dan saling membutuhkan satu sama lain.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan artikel di atas, apabila para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Dan sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education. Dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa-siswanya di sekolah, para pure mathematician juga harus mampu memberikan kesempatan kepada siswanya agar mampu mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  34. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Obyek Telaah Berada Diwilayahnya Pure Mathematician adalah matematika yang bergelut di bidang pendidikan. Matematika perguruan tinggi Harus Menyesuaikan Diri, Mempelajari Dunianya Logicist-Formalist-Foundationalist, Yaitu Dengan Cara Melakukan Mathematical Risearch. Mengkaji persoalan-persolan matematika dengan penelitian sehingga ditemukan solusi-solusi yang dapat dijadikan sebagai titik terang di setiap permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  35. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Adanya pandangan mengenai persoalan pembelajaran matematika di sekolah, yakni Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist. Keduanya ada untuk saling mengisi dan melengkapi, tergantung pada obyek telaahnya. Jika berada di wilayah Pure Mathematician, maka para Mathematical Educationist lah yang harus menyesuaikan diri, dan begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  36. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Untuk mencari solusi dalam permasalahan memang diperlukan diskusi. Untuk memunculkan diskusi terlebih dahulu memang harus memunculkan masalah yang berada di dasar lautan ke atas permukaan. Saya setuju dengan tulisan pak Marsigit yang berusaha untuk mencari solusi atas permasalahan di pendidikan kita saat ini, khusus nya pendidikan matematika. Jadi tidak perlu ada saling mengatakan salah satu atau diri masing-masing adalah yang terbaik. Namun, yang perlu kita lakukan adalah mengevaluasi diri sendiri, cara pandang sendiri, apakah sudah sesuai dengan bingkai yang akan kita masuki.

    ReplyDelete
  37. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Saya sangat setuju dengan bapak bahwa pure mathematician dengan para educationist harus saling menghormati, saling mengisi, serta tidak menonjolkan egonya masing-masing karena pada dasarnya pure mathematics dengan matematika sekolah memiliki hubungan yang erat. Alangkah indahnya jika kedua kaum dapat mengembangkan matematika dan pendidikan matematika daengan baik dan rukun sesuai dengan ranahnya masing-masing.

    ReplyDelete
  38. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Sebagaimana yang disebuutkan pada tulisan di atas, bahwa terdapat dua pandangan terhadap matematika dalam pembelajaran yaitu pertama pandangan pure mathematics dan kedua adalah pandangan mathematical educationist. Ideal nya atau harapannya bahwa dua pandangan tersebut dapat bekerja sama, dapat saling kooperatif untuk menghasilkan sebuah karya yang bermanfaat bagi dunia pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  39. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Begitulah hakekat dari ilmu. Janganlah mempertentangkan ilmu yang saling bertolak belakaran atau mempertanyakan kekonsistenannya. Dalam matematika seperti yang dicuplikan bawpak Marsigit, dalm menyikapi masalah ini perlulah rasa saling menghormati dan dapat bejalan beriringan tanpa menyombongkan ilmunya, karena pada hakekatnya ilmu sendiri mempunyai kekurangan dan kelebihan. Dan dengan jalan beriringan ini diharapkan dapat memperluas matematika msebagai ilmu.

    ReplyDelete
  40. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pure Mathematician dan Mathematical Educationist, keduanya memiliki sudut pandang yang berbeda terhadap persoalan pembelajaran matematika di sekolah. Pure Mathematician lebih kepada logicst-formalist-foundationalis sementara Mathematical Educationalist lebih kepada intuitionist-fallibilist-socioconstrucivist. Melihat adanya perbedaaan tersebut, seharusnya keduanya saling menghargai dan bekerja sama untuk mewujudkan satu tujuan yang sama dalam upaya perbaikan penanaman dan pembangunan konsep matematika siswa dengan benar serta membentuk persepsi positif siswa terhadap matematika.

    ReplyDelete
  41. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Antara Pure Mathematics dan Educational mathematics memiliki perbedaan. Dapat dilihat bahwa keduanya memang berjalan dalam ranah yang berbeda. Apabila para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Sehingga sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education.

    ReplyDelete
  42. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Maka akan timbul rasa saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi. Sebab pada dasarnya matematika murni dengan pendidikan matematika saling berkaitan satu sama lain. Sehingga diharapkan dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  43. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Inilah solusi oleh Pak Marsigit, adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Adanya perbedaan bukan untuk memecah belah, tetapi jadikanlah perbedaan tersebut menjadi pemersatu dan pelengkap satu sama lainnya.

    ReplyDelete
  44. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Inilah solusi oleh Pak Marsigit, adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Adanya perbedaan bukan untuk memecah belah, tetapi jadikanlah perbedaan tersebut menjadi pemersatu dan pelengkap satu sama lainnya.

    ReplyDelete
  45. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dua pandangan yang berbeda terkait dengan pembelajaran matematika: 1) pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan 2) pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist. Dimana jika objek telaah di wilayahnya Pure Mathematician, maka para Mathematical Educationist lah yang harus menyesuaikan diri. Sementara jika objek telaahnya berada diwilayah Mathematical Educationist, maka Pure Mathematician seharusnyalah perlu menyelami, mempelajari dan involved di dalam pengembangan Mathematical Education dalam aspek-aspeknya Intuitionist-Fallibist-Sosio-Constructivist. Dari perbedaan ini, mengajarkan kita untuk saling mengakui kebenaran masing-masing, tidak terus-menerus mempertahankan ego sehingga membuat tidak adanya titik temu yang dapat ditemukan diantara dua buah perbedaan.

    ReplyDelete
  46. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sesuai dengan pendapat Kant, pembelajaran matematika adalah gabungan antara a priori dan a posteriori. Kedua pandangan itu disatukan sehingga matematika dapat diajarkan pada siswa dan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Ketika para Pure Mathematician dan para Mathematical Educationist saling menunjukkan ego masing-masing, maka sungguh ini bukan sesuatu yang baik. Salah satu jalan keluar yang digunakan untuk menghadapi ego dari kedua pihak adalah dengan adanya saling pengakuan diantara dua pihak, rasa saling menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Semoga antara Pure Mathematician dan Mathematical Educationist dapat hidup berdampingan dan saling mengisi satu sama lain.

    ReplyDelete