Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 24: Solusi 3+4=7 kontradiktif? (Jawaban utk Prof Sutarto Bgn Ketiga)




Oleh Marsigit

Prof Sutarto dan yang lain,

Saya telah menggambarkan secara ekstrim adanya dua pandangan yang berbeda dalam telaah persoalan pembelajaran matematika di sekolah.

Pertama, pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan kedua, pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist.

Jika OBYEK TELAAH berada diwilayahnya Pure Mathematician, maka para Mathematical Educationist lah yang harus menyesuaikan diri, mempelajari Dunianya Logicist-Formalist-Foundationalist, yaitu dengan cara melakukan Mathematical Risearch.

Tetapi jika OBYEK TELAAH berada diwilayah Mathematical Educationist, maka Pure Mathematician seharusnyalah perlu menyelami, mempelajari dan involved di dalam pengembangan Mathematical Education dalam aspek-aspeknya Intuitionist-Fallibist-Sosio-Constructivist.

Tentu saya memblow-up hal demikian bukan semata untuk menonjolkan ego masing-masing, tetapi agar pemecahan masalah yang ada benar-benar bisa bersifat Tuntas. Jika masing-masing berpegang kepada EGOnya masing-masing maka tidak akan pernah bertemu.

Solusi yang ditawarkan adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.

Posting-posting saya yang sangat banyak dan terkesan berlebihan ini adalah eksperimen-eksperimen yang sengaja saya lakukan, apakah forum indoms bisa digunakan untuk maksud-maksud tersebut.

Saya menilai beberapa tokoh dari Pure Mathematician seperti Pak Wono sangat kooperatif, penyabar dan konstruktif terhadap ide-ide saya. Dalam implementasinya, kajadiannya sebetulnya bersifat MIX yaitu sulit dipisahkan antara keduanya. Lihatlah PMRI misalnya, di sana duduk secara bersama para Pure Mathematician (Prof Sembiring, dkk) dan para Mathematical Educationist (Prof. Sutarto, dkk). Itulah sebetulnya contoh solusi yang mungkin Bapak tanyakan (ujikan) kepada saya. Hehe....

Saya mengucapkan terimakasih kepada forum indoms ini, sekaligus mohon maaf atas gangguan yang saya timbulkan melalui posting-posting saya.

Demikian semoga bermanfaat. Amin

37 comments:

  1. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas elegi kali ini. Saya baru mengerti bahwa dunia ini membutuhkan Pure Mathematician dan Mathematical Educationist. Keduanya saling dibutuhkan untuk membangun dunia ini. Lebih tepat nya adalah saling melengkapi dan harus saling mengakui untuk Pure Mathematician dan Mathematical Educationist. Saya setuju dengan pendapat yang ditawarkan oleh Prof Marsigit, dimana kedua pandangan atau aliran ini harus menyesuaikan dengan objek yang ditelaah. Atau sekali lagi bisa dikatakan menyesuaikan dengan ruang dan waktunya. Segala perbedaan bukan diciptakan untuk mencari keunggulan dari masing-masing sifat dan karakteristik serta kemanfaatan, namun untuk saling melengkapi bagian-bagain yang kurang dari satu sama lain. Maka sudah saatnya kedua pandangan tersebut saling berhubungan, berkolaborasi, dan bersinergi memunculkan aliran matematika penengah yang mampu diterima oleh semua kalangan. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  2. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dibeberapa forum seminar pun sering ditanyakan apa bedanya pure mathematician dan mathematical educationist. Hal ini juga sering menjadi permasalahan ketika kita ingin mencari pekerjaan. Tidak ada yang bisa menyalahkan ternyata, karena kedua bagian ini saling melengkapi. Bukan untuk egois, tetapi harus sadar diri bagi saya. Karena pengetahuan yang didapatkan jelas keduanya sangatlah berbeda. Seperti solusi yang diberikan oleh prof marsigit, untuk menjembatani itu semua yaitu harus adanya saling menghormati dan saling mengakui satu sama lain. Seperti metode PMRI ternyata gabungan dari kedua substansi tersebut.

    ReplyDelete
  3. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kami terkesan tentang penjelasan Prof. tentang hubungan harmonis antara pure mathematician dan Mathematical education. Terima kasih Prof kami mencoba memahami bahwa adanya kedua bagian ini bukan untuk dipertentangkan, namun untuk saling melengkapi dan menguatkan. Sebagai subyek yang belajar setiap individu harus juga memahami karena sesungguhnya keharmonisan hubungan keduanya juga disukung dari kesadaran para individu pembelajar. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  4. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Perbedaan pandangan antara matematikawan murni dengan math educationist bukanlah suatu hal yang harus dipermasalahkan. Keduanya saling membutuhkan bukan malah saling meninggikan ego dan merasa dirinyalah yang paling penting. Keduanya harus sama-sama menurunkan ego agar tidak terjadi permasalahan yang berkelanjutan, karena pada hakikatnya keduanya ada keterkaitan dan jika keduanya berjalan beriringan maka akan timbul suatu keharmonisan yang akan semakin mengembangkan dunia matematika murni dan dunia pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  5. Dalam perbaikan persoalan kurikulum dalam pembelajaran alangkah baiknya jika terjadi perpaduan antara dua dimensi keilmuan yaitu para pure mathematician dan mathematical educationist, kerjasama yang sinergis antara keduanya, menurunkan sedikt ego dari masing-masing pihak, mendengarkan pendapat, membuka pikiran atas dimensi yang lain, agar tercapainnya tujuan pendidikan dalam pembelajaran untuk generasi selanjutnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  6. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya sependapat dengan pandangan Prof bahwa kaum Logicist-Formalist-Foundationalist dan kaum Intuitionist-Fallibist-Sosio-Constructivist sudah sepantasnya berdamai. Kedua kaum ini sebenarnya memiliki kompentensi dan kemampuan sesuai bidangnya masing-masing. Maka dari itu, jika kedua kamu ini saling menghargai dan fokus pada ranah ilmunya masing-masing maka matematika akan semakin diterima masyarakat luas.

    ReplyDelete
  7. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Perbedaan pandangan antara matematikawan murni dengan math educationist bukanlah suatu hal yang harus dipermasalahkan. Keduanya saling membutuhkan bukan malah saling meninggikan ego dan merasa dirinyalah yang paling penting. Keduanya harus sama-sama menurunkan ego agar tidak terjadi permasalahan yang berkelanjutan, karena pada hakikatnya keduanya ada keterkaitan dan jika keduanya berjalan beriringan maka akan timbul suatu keharmonisan yang akan semakin mengembangkan dunia matematika murni dan dunia pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  8. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Sebenarnya tidak ada pemisah atau tidak ada alasan untuk mendikotomikan antara matematikawan murni dan matematikawan pendidik. Keduanya saling berhubungan dan saling membutuhkan. Matematikawan pendidik atau matematika sekolah adalah mengkontekstualkan matematika murni yang abstrak dan penuh dengan analitikal konsep. Matematika sekolah akan menuntun pemahaman konsep matematika berangkat dari hal-hal yang kongkrit dalam pengalaman anak. Setelah itu barulah diarahkan pada matematika murni yang analitis. Seperti yang Pak Prof sampaikan mengenai fenomena iceberg, dimana matematika pendidik berangkat dari dasar (hal-hal nyata, pengalaman) menuju ke matematika abstrak (murni).

    ReplyDelete
  9. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sangat sepakat dengan solusi yang ditawarkan antara lain adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika. Mengakui keberagaman yang timbul pada pola pikir manusia adalah sikap yang bijak. Hanya perlu dipikirkan bagaimana saja harusnya kita menghadapinya tanpa harus memunculkan masalah yang akan menghambat. Dan perlulah kita ingat kembali bahwasanya setiap hal memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mensiasati kekurangan yang ada itulah tugas kita. Tidak ada yang sempurna selain Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  10. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Matematika sekolah bagi anak-anak yang dewasa, sebenarnya masih cocok jika diterapkan matematika murni karena intuisi mereka sudah mulai dibentuk sejak mereka dini dengan pemahaman matematika yang menurut teorinya cukup untuk memahaminya. Namun, jika matematika bagi peserta didik yang masih tergolong dasar, pure mathematics tidak cocok diterapkan. Karena sebenarnya mereka belajar matematika untuk membentuk intuisi mereka atau mempertajamkan intuisi mereka sehingga jika langsung memberikan pure mathematics masih belum cocok. Pure mathematics sebenarnyamembutuhkan intuisi yang sudah semakin tajam untuk memahaminya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  11. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Tidak ada pure mathematecian yang akan sempurna, demikian juga tidak ada mathematician educationalist yang tidak akan berhasil. Kata kuncinya adalah saling menghormati, menghargai dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Berlomba dalam kebaikan bukanlah bermakna akan saling menjatuhkan, mengalahkan, namun dalam perspektif kebaikan adalah saling memberikan dukungan, masukan dan mengoptimalisasikan kemampuan.

    ReplyDelete
  12. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033
    Pendidikan Matematika B

    Dunia Matematika dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu matematika murni dan matematika pendidikan. Matematika murni merupakan matematika yang terbebas dari ruang dan waktu sedangkan matematika pendidikan adalah matematika yang terikat oleh ruang dan waktu. Kolaborasi keduanya akan menciptakan Dunia Matematika yang utuh.

    ReplyDelete
  13. Matematika murni dan matematika pendidikan saling melengkapi. Ketika ada penelitian dengan basis matematika murni, maka matematika pendidikan mengikutinya. Ketika ada penelitian dengan basis matematika pendidikan, maka matematika murni pun mengikutinya. Keduanya jangan dipisahkan unutk membentuk dunia Matematika seutuhnya.

    ReplyDelete
  14. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Matematika sekolah dengan matematika murni memiliki objek kajian yang berbeda dengan luas cakupan yang berbeda pula. Dalam elegi elegi ini adalah kumpulan diskusi beliau Bapak Marsigit dengan ahli matematika-matematika lainnya. Pure Mathematics dan Educational mathematics seharusnya bersama – sama mencari solusi yang tepat dan menguntungkan bagi siswa dan masa depannya.

    ReplyDelete
  15. Saya sependapat dengan bapak solusi yang benar adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.

    ReplyDelete
  16. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Baik matematika murni milik kaum Logicist-Formalist-Foundationalist dan matematika sekolah milik kaum Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist, keduanya sama- sama memiliki peranan penting. Tanpa matematika sekolah siswa akan kesulitan dan takut dengan matematika. Dan tanpa matematika murni, banyak hal yang mungkin tidak akan berkembang. Maka baik matematika murni dan matematika sekolah harus saling menghormati. Keduanya harus saling bahu membahu untuk membangun pure- mathematics dan generasi matematika di masa mendatang.

    ReplyDelete
  17. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  18. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dari postingan ini hal yang dpaat saya refleksikan adalah bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam berpikir. Karena hal tersebutlah yang menjadikan dunia ini dapatberkembang sampai sekarang. Karena adanya perbedaan-perbedaan yang masing-maisng unsur saling memberikan bukti untuk mendukung pendapatnya. Namun hal yang patut diingat adalah bagaimana menanggapi perbedaan pendapat tersebut agar tidak ada kekacauan, yatu dengan saling menghargai pendapat orang lain. Kita tidak bisa membuat semu orang setuju dengan pendapat kita karena diri kita sendiri juga kadang tidak setuju dengan pendapat orang lain. Sikap toleransi dan tetap menjalin silaturahmilah yang dapat mendinginkan perbedaan pendapat tersebut.

    ReplyDelete
  19. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dalam elegi ini dijelaskan bahwa ada dua pandangan dalam pembelajarana matematika yaitu Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-FoundationalistMathematical dan Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist. Walaupun terdapat perbedaan pandangan, alangkah baik jika keduanya saling menghormati, saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.

    ReplyDelete
  20. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Setiap orang memiliki pendapat tersendiri mengenai matematika. Terkadang hal itu juga membuat masalah antara matematikawan murni dan matematika pendidik. Untuk memcahkan masalah kita tidak harus menggunakan ego kita, karena hal tersebut membuat masalah akan semakin buruk. Saat seorang matematikawan murni dalam matematika pendidik harus mampu dan mau terlibat dalam pengembangan matematika yang menekankan intuisi, demikian pula dengan matematikawan pendidik harus memiliki ruang atau pemahaman mengenai matematika murni. Sehingga keduanya harus seimbang.

    ReplyDelete
  21. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Matematika dapat dilihat dari dua pandangan yaitu matematika murni dan matematika pendidikan. Orang-orang matematika murni berada di bawah naungan logicist-formalist-foundationalist. Sedangkan orang-orang matematika pendidikan berada di bawah naungan intuitionist-fallibist-socio-constructivist. Jika obyek telaah berada di wilayah matematika murni maka matematika pendidikan yang harus mengikuti. Tetapi jika obyek penelitian berada di wilayah matematika pendidikan maka matematika murni yang harus mengikuti. Sehingga seolah-olah terjadi persaingan antara matematika murni dan matematika pendidikan.

    ReplyDelete
  22. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017
    Ilmu murni dan ilmu pendidikan merupakan 2 ilmu yang berbeda namun memiliki irisan. Menurut saya mereka saling menopang namun yang satu jangan sampai melewati batas untuk mencampuri urusan ilmu lain. Solusi terbaik adalah dengan mengkomunikasikan segala sesuatunya. Bekerja dengan profesional dan sesuai bidang.

    ReplyDelete
  23. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Pure Mathematics dan Educational mathematics seharusnya bersama – sama mencari solusi yang tepat dan menguntungkan bagi siswa dan masa depannya. Saya setuju dengan bapak solusi yang benar adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.Menjalin kerjasama untuk membawa pembelajaran matematika menjadi suatu pembelajaran yang bermakna dengan menggabungkan unsur matematika murni dan penerapannya. Semoga permasalahan matematika di Indonesia terselesaikan.

    ReplyDelete
  24. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Apabila para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Dan sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education. Dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa-siswanya di sekolah, para pure mathematician juga harus mampu memberikan kesempatan kepada siswanya agar mampu mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  25. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Dua pandangan yang berbeda sebetulnya justru membuat kita jadi berfikir bagaimana mencari penyelesaian dan jalan tengah antara dua pandangan para logisis, Formalis dan fundasionalis dan pandangan para educationis. Yang langsung terjun dalam dunia pendidikan adalah para tenaga pendidik maka seharusnya para tenaga pendidik diberi kebebasan untuk mengelola pembelajaran di sekolah dan seharusnya para logisis, Formalis dan fundasionalis memberi dukungan dan kebebasan sepenuhnya. Jadi keduanya dapat bekerja sama dan saling melengkapi. Sehingga di harapkan dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  26. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Adanya dua pandangan yang berbeda sebetulnya justru membuat kita jadi berpikir bagaimana mencari penyelesaian dan jalan tengah antara dua pandangan para logicist, Formalis dan faoundationalist dan pandangan para educationist. Yang langsung terjun dalam dunia pendidikan adalah para educationist maka seharusnya para educationist diberi kebebasan untuk mengelola pembelajaran di sekolah dan seharusnya para logicist, Formalis dan faoundationalist memberi dukungan dan kebebasan sepenuhnya. Jadi keduanya dapat saling mendkung, bekerja sama, serta saling melengkapi. Sehingga di harapkan dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika menjadi lebih baik dimasa yang akan datang

    ReplyDelete
  27. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Antara pure mathematics dan matematika sekolah memiliki pandangan dan prinsip yang berbeda. Keduanya tidak ada yang salah namun keduanya benar sesuai dengan konteks dan tujuan masing-masing. Pada dasarnya ilmu terikat ruang dan waktu. Maka perbedaan yang ada adalah bentuk kekayaan pemikiran manusia. Tiada hal terbaik terhadap perbedaan selain saling menghormati dan tetap menjalin komunikasi serta terus merajut silaturakhim.

    ReplyDelete

  28. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Tentu saja, dengan adanya banyak perbedaan paham, pendapat dan pandangan tentang matematika, jalan paling baik untuk menyelesaikannya adalah dengan musyawarah dan diskusi. Diskusi yang dilakukan dibarengi dengan prinsip saling menghormati agar terwujud hasil yang maksimal tanpa ego masing-masing. Saya mendapat pengetahuan baru bahwa ternyata PMRI adalah hasil diskusi dari matematikawan pure mahematics dan matemtikawan school mathematics. Hal ini membawa banyak manfaat, karena PMRI yang diterapkan disekolah membawa siswa untuk melihat bahwa matematika itu secara nyata dan realistik. Selain itu mereka juga belajar mengontruksi pengetahuannya seperti matematikawan pure mathematics.

    ReplyDelete
  29. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas

    Sepertinya memang benar bahwa telaah kurikulum seharusnya bukan menjadi wewenang matematika murni. Saat ini di Indonesia, kurikulum dipegang oleh ahli dari universitas yang non-pendidikan, artinya kurikulum matematika disusun dan dirancang oleh ahli matematika murni. Ini membuat kurikulum di negara kita hanya berorientasi pada logika dan ketercapaian materi, bukan pada kebutuhan dan karakter siswa Indonesia. Seharusnya dalam kajian pendidikan, math education harusnya menyumbang peran terbesar karena sepanjag karirnya telah mempelajari psikologi siswa, sedangkan pure math hanya berkutat pada ilmu matematika murni.

    ReplyDelete
  30. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidik matematika dan matematikawan murni memandang matematika dengan cara yang berbeda sesuai objeknya. Pendidik matematika dan matematikawan murni hendaknya saling menghormati bidang yang didalami masing-masing, sebab sebenarnya keduanya saling membutuhkan.

    ReplyDelete
  31. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Saya sangat setuju dengan bapak bahwa pure mathematician dengan para educationist harus saling menghormati, saling mengisi, serta tidak menonjolkan egonya masing-masing karena pada dasarnya pure mathematics dengan matematika sekolah memiliki hubungan yang erat. Alangkah indahnya jika kedua kaum dapat mengembangkan matematika dan pendidikan matematika daengan baik dan rukun sesuai dengan ranahnya masing-masing.

    ReplyDelete
  32. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    dalam elegi ini diperoleh pemahaman bahwa pure mathematics dan mathematicsschool perlu saling mengakui, menghormati, membutuhkan dan saling mengisi serta tidak menonjolkan egonya masing masing. Dengan demikian akan terjalin hubungan yang harmonis antar keduanya. Kedua jenis math tersebut memang akan membuthkan untuk saling menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  33. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pure mathematic dan mathematic edcation semestinya saling mengisi, karena menurut saya pribadi mathematic education dikatakan baik jika bisa meningkatkan pure mathematic siswa, sesuai dengan jalan pikiran mereka masing-masing. ketika siswa mampu membangun pure mathematicnya maka secara tidak langsung mathematic education mereka akan meningkat.

    ReplyDelete
  34. Wisiniarti
    1779251037
    PM B Pascasarjana

    Matematika murni dan matematika sekolah memang sama-sama bertujuan untuk membangun matematika, namun pada ranah yang berbeda. Matematika murni berdasarkan logika formal sedangkan matematika sekolah itu berdasarkan sosial intuisi yang mana mengedepankan pengalaman secara langsung dalam membangun matematika. Matematika murni memang ada kemungkinan dapat diterapkan pada siswa sekolah namun akan memaksakan apa yang seharusnya siswa belum mampu untuk pikirkan. Maka sebagai seorang guru kita harus benar-benar memahami kebutuhan siswa dalam pengetahuan matematika itu seperti apa jangan sampai memberikan treatment yang memaksakan siswa.

    ReplyDelete
  35. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Orang-orang matematika murni dan orang-orang matematika pendiidkan merupakan dua kubu yang berbeda, sehingg agar dapat memahami satu konteks bahaan secara komprehensf dan harmonis, terlebih dahulu masoing-masing harus menyadari posisinya ada dimana dan memahami posisi mana atau konsepsi mana yang akan dituju. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  36. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kita harus memperhatikan semesta pembicaraan yang sedang dipakai agar dapat bersinergi dengan lawan bicara dan dapat berdiskusi dengan sebenar-benarnya. Misal dalam pembelajaran matematika, bagi matematika sekolah atau dalam hal ini siswa, lingkaran ialah cincin, roda, uang koin dan sebagainya. Kemudian dri benda-benda tersebut ditelaah unsur-unsurnya. Namun menurut matematuikawan murnia, lingkaran ialah tempat kedudukan yang sama dari suatu titik tertentu. Berangkat dari definisi tersebut, matematikawan menurunkan unsur-unsur, teori dan sebagainya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  37. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Antara Pure Mathematicians dan Mathematical Educationist bisa hidup berdampingan dengan satu tujuan yang sama. Mencerdaskan anak bangsa. Bukankah jika saling memahami dan menurunkan ego maka segala berbedaan akan terasa tak perlu diperdebatkan? Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika ini menunjukkan realita nyata yang kita jumpai dalam kehidupan sekitar yang semestinya dapat menjadi indah jika dapat saling berkomunikasi dengan baik.

    ReplyDelete