Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 24: Solusi 3+4=7 kontradiktif? (Jawaban utk Prof Sutarto Bgn Ketiga)




Oleh Marsigit

Prof Sutarto dan yang lain,

Saya telah menggambarkan secara ekstrim adanya dua pandangan yang berbeda dalam telaah persoalan pembelajaran matematika di sekolah.

Pertama, pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan kedua, pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist.

Jika OBYEK TELAAH berada diwilayahnya Pure Mathematician, maka para Mathematical Educationist lah yang harus menyesuaikan diri, mempelajari Dunianya Logicist-Formalist-Foundationalist, yaitu dengan cara melakukan Mathematical Risearch.

Tetapi jika OBYEK TELAAH berada diwilayah Mathematical Educationist, maka Pure Mathematician seharusnyalah perlu menyelami, mempelajari dan involved di dalam pengembangan Mathematical Education dalam aspek-aspeknya Intuitionist-Fallibist-Sosio-Constructivist.

Tentu saya memblow-up hal demikian bukan semata untuk menonjolkan ego masing-masing, tetapi agar pemecahan masalah yang ada benar-benar bisa bersifat Tuntas. Jika masing-masing berpegang kepada EGOnya masing-masing maka tidak akan pernah bertemu.

Solusi yang ditawarkan adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.

Posting-posting saya yang sangat banyak dan terkesan berlebihan ini adalah eksperimen-eksperimen yang sengaja saya lakukan, apakah forum indoms bisa digunakan untuk maksud-maksud tersebut.

Saya menilai beberapa tokoh dari Pure Mathematician seperti Pak Wono sangat kooperatif, penyabar dan konstruktif terhadap ide-ide saya. Dalam implementasinya, kajadiannya sebetulnya bersifat MIX yaitu sulit dipisahkan antara keduanya. Lihatlah PMRI misalnya, di sana duduk secara bersama para Pure Mathematician (Prof Sembiring, dkk) dan para Mathematical Educationist (Prof. Sutarto, dkk). Itulah sebetulnya contoh solusi yang mungkin Bapak tanyakan (ujikan) kepada saya. Hehe....

Saya mengucapkan terimakasih kepada forum indoms ini, sekaligus mohon maaf atas gangguan yang saya timbulkan melalui posting-posting saya.

Demikian semoga bermanfaat. Amin

84 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Penelitian dalam bidang matematika akan sangat membantu dalam perkembangan matematika karena dapat mengetahui hal baru dari hasil penelitian yang dilakukan. Ilmu yang ada pada matematika sangat kaya oleh karena itu membutuhkan penelitian untuk dapat mengembangkannya serta mengetahui tantangan dan menemukan solusinya. Dengan begitu pendidikan matematika dapat diajarkan kepada siswa dengan maksimal.

    ReplyDelete
  2. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pandangan antara pure-mathematics dan mathematical educationist ketika disatukan maka akan tercipta sesuatu yang indah, walaupun pada dasarnya kedua hal tersebut sangatlah berbeda dan sangat susah untuk disatukan. Keduanya hal tersebut memang berbeda sudut pandang dalam melihat matematika. Saat semua memikirkan hal yang sama dalam memikirkan bagaimana cara untuk siswa memahami matematika dengan baik.

    ReplyDelete
  3. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Merupakan hal yang kurang baik ketika para pure mathematician dan para mathematical educationist saling menunjukkan ego masing-masing karena keduanya memiliki peran dan wilayah masing-masing. salah satu jalan keluar yang digunakan untuk menghadapi ego dari kedua pihak adalah dengan adanya saling pengakuan diantara dua pihak, rasa saling menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahlianya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematikadan pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari elegi-elegi yang telah kita pahami samapai elegi yang sekaranag jelas bahwa semua elegi ini membahas tentang bagaimana suatu pendidikan itu lahir. Benar juga bahwa kedudukan antara para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist dan para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Pure Mathematics dan Educational mathematics memiliki perbedaan. Ini seperti perbedaan paham dan perbedaan pemikiran tentang matematika. Padahal keduanya dapat bersatu karena kesemuanya membicarakan tentang dunia matematika. Jika matematika murni dengan melakukan riset-riset, sedangkan pendidikan matematika dengan mengajar dalam pendidikan. Sehingga, seperti dalam artikel tersebut bahwa solusi yang dapat ditempuh adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai keahlian masing-masing, menjalin silaturahmi yang baik antara keduanya.

    ReplyDelete
  6. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dari elegi ini yang menjadi kajian bahwa obyek telaah berada pada Pure Mathematician, dan obyek telaah berada pada Mathematical Educationist dimana Pure Mathematician yang harus menyesuaikan diri adalah para peneliti matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  7. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Perbedaan di dunia pasti ada, karena dunia ini penuh dengan kontradiksi. Dalam menaungi 'Matematika' pun tidak menutup kemungkinan menimbulkan perbedaan pendapat, yaitu perbedaan pendapat antara pure-mathematician dengan pendidikan matematika. Jika keduanya saling memahami tidak akan menjadi masalah, seperti halnya PMRI (Pendekatan Matematika Realistik Indonesia). Yang berkembang adalah konsep, matematika itu konsisten, yang kontradiksi adalah media kontekstualnya, tergantung dari penerapannya. Namun pada dasarnya, konsep matematika itu konsisten. Adanya perbedaan dalam matematika mengajarkan kita untuk saling menghormati dan menempatkan diri sesuai dengan keahlian kita masing-masing. Matematika mengajarkan nilai moral. Hal ini yang juga harus kita bawa ke dunia matematika siswa. Agar siswa tidak salah dalam memaknai matematika baik secara ilmu maupun pelajaran kehidupan.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kedua pandangan yakni pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist tidak seharusnya saling bertentangan atau kontradiksi. Nmun dalam implementasinya seharusnya keduanya saling berhubungan, berkolaborasi, dan saling melengkapi. Sama halnya dengan pembelajaran matematika. Maka konsep dalam matematika itu adalah konsisten, namun dalam pemerolehannya kita harus menghormati pendapat setiap orang, misalnya setiap orang memiliki cara dan jalan yang berbeda untuk menemukan konsep itu.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dua pandangan terhadap matematika, yaitu pertama matematika abstrak yang sama dengan matematika murni. Teori atau pandangan ini diberikan oleh kaum logicist, formalism, dan foundationalism. Kedua matematika pendidikan yang merupakan pendapat dari kaum intuitionist, falibilist,socio, dan constructivist. Benar sekali bahwa siapa yang ditelaah atau dibuktikan yaitu matematika murni teorinya kaum logicist, formalism, dan foundationalism. Sehingga dapat dikatakan bahwa kaum intuitionist, falibilist,socio, dan constructivist memahami, mempelajari matematika murni yang pada akhirnya menemukan suatu kontradiksi.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pendidik matematika dan matematikawan murni memandang matematika dengan cara yang berbeda sesuai objeknya. Pendidik matematika dan matematikawan murni hendaknya saling menghormati bidang yang didalami masing-masing, sebab sebenarnya keduanya saling membutuhkan

    ReplyDelete
  11. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pure mathematician dan mathematical educationist memang memiliki dunianya masing-masing yang terkesan bertolak belakang. Namun tetap ada yang bisa menjembatani keduanya. Yaitu jika obyek telaah berada diwilayahnya pure mathematician, maka para mathematical educationist lah yang harus menyesuaikan diri, mempelajari dunianya logicist-formalist-foundationalist, yaitu dengan cara melakukan mathematical risearch. Tetapi jika obyek telaah berada di wilayah mathematical educationist, maka pure mathematician seharusnyalah perlu menyelami, mempelajari dan involved di dalam pengembangan mathematical education dalam aspek-aspeknya intuitionist-fallibist-sosio-constructivist.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Objek telaah matematika melputi pure mathematician dan mathematical educationist yang keduaanya berada pada pembelajaran matematika. pure mathematician untuk pembelajaran matematika di perguruan tinggi yang mempunyai sifat salah satunya abstrak dan mathematical educationist lebih ke pembelajaran matematika sekolah yang bersifat konkret.

    ReplyDelete
  13. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Dan sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education. Dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa-siswanya di sekolah, para pure mathematician juga harus mampu memberikan kesempatan kepada siswanya agar mampu mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Matematika murni dan matematika sekolah jelas berbeda. Matematika murni dan matematika sekolah bisa saling melengkapi, karena belajar matematika tentu tidak lepas dari ilmu matematika murninya, namun untuk mengajarkan matematika kepada siswa juga tidak lepas dari ilmu matematika sekolahnya. Dengan demikian guru hendaknya memahami dengan baik perbedaan tersebut, agar dapat menerapkannya sehingga menghasilkan pengetahuan yang optimal bagi siswa.

    ReplyDelete
  15. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pure matheamatician dan Mathematical Educationist adalah dua hal yang saling melengkapi dan saling menjalin kerjasama dalam rangka memaksimalkan keberdaaan matematika dalam ilmu pengetahuan yang tentu tidak bisa lepas dengan bidang ilmu lainnya. Karena matematika adalah ratu dan sebagai pelayan ilmu lainnya.

    ReplyDelete
  16. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Matematika sebagai ratu dan pelayan ilmu lainnya. Artinya bahwa matematika tidak bisa terlepas dengan bidang ilmu lainnya misal prinsip-prisip transformasi geometri yang digunakan dalam bidang arsitektur, persmaaan diferensial dalam bidang fisika tenatng gerak jatuh bebas, matematika dalam bidang ekonomi, dsb. Dari hal tersebut terlihat bahwa matematika tidak lepas dengan kehidupan kita dan sangat diperlukan maka dari itu matematika menjadi mata pelajaran yang penting diajarkan untuk peserta didik mulai matematika sekolah( matematika sebagai kegiatan menemukan konsep matematika) hingga matematika formal.

    ReplyDelete
  17. Kusuma Wardani D.S
    14301241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Dari matematika sebagai ilmu yang tidak bisa lepas dengan bidang ilmu lainnya dan dengan dijadikannya matematika sebagai mata pelajaran yang pening dipelajari peserta didik mulai dari matematika sekolah hingga matematika formal menunjukan bahwa pure mathematician dan mathematical educationist perlu saling bekerja sama saling melengkapi dan saling membutuhkan satu sama lain.

    ReplyDelete
  18. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan artikel di atas, apabila para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Dan sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education. Dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa-siswanya di sekolah, para pure mathematician juga harus mampu memberikan kesempatan kepada siswanya agar mampu mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  19. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Obyek Telaah Berada Diwilayahnya Pure Mathematician adalah matematika yang bergelut di bidang pendidikan. Matematika perguruan tinggi Harus Menyesuaikan Diri, Mempelajari Dunianya Logicist-Formalist-Foundationalist, Yaitu Dengan Cara Melakukan Mathematical Risearch. Mengkaji persoalan-persolan matematika dengan penelitian sehingga ditemukan solusi-solusi yang dapat dijadikan sebagai titik terang di setiap permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  20. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Adanya pandangan mengenai persoalan pembelajaran matematika di sekolah, yakni Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist. Keduanya ada untuk saling mengisi dan melengkapi, tergantung pada obyek telaahnya. Jika berada di wilayah Pure Mathematician, maka para Mathematical Educationist lah yang harus menyesuaikan diri, dan begitu pula sebaliknya.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Untuk mencari solusi dalam permasalahan memang diperlukan diskusi. Untuk memunculkan diskusi terlebih dahulu memang harus memunculkan masalah yang berada di dasar lautan ke atas permukaan. Saya setuju dengan tulisan pak Marsigit yang berusaha untuk mencari solusi atas permasalahan di pendidikan kita saat ini, khusus nya pendidikan matematika. Jadi tidak perlu ada saling mengatakan salah satu atau diri masing-masing adalah yang terbaik. Namun, yang perlu kita lakukan adalah mengevaluasi diri sendiri, cara pandang sendiri, apakah sudah sesuai dengan bingkai yang akan kita masuki.

    ReplyDelete
  22. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Antara Pure Mathematics dan Educational mathematics memiliki perbedaan. Dapat dilihat bahwa keduanya memang berjalan dalam ranah yang berbeda. Apabila para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Sehingga sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education.

    ReplyDelete
  23. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Maka akan timbul rasa saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi. Sebab pada dasarnya matematika murni dengan pendidikan matematika saling berkaitan satu sama lain. Sehingga diharapkan dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  24. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Inilah solusi oleh Pak Marsigit, adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Adanya perbedaan bukan untuk memecah belah, tetapi jadikanlah perbedaan tersebut menjadi pemersatu dan pelengkap satu sama lainnya.

    ReplyDelete
  25. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Inilah solusi oleh Pak Marsigit, adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Adanya perbedaan bukan untuk memecah belah, tetapi jadikanlah perbedaan tersebut menjadi pemersatu dan pelengkap satu sama lainnya.

    ReplyDelete
  26. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dua pandangan yang berbeda terkait dengan pembelajaran matematika: 1) pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist; dan 2) pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist. Dimana jika objek telaah di wilayahnya Pure Mathematician, maka para Mathematical Educationist lah yang harus menyesuaikan diri. Sementara jika objek telaahnya berada diwilayah Mathematical Educationist, maka Pure Mathematician seharusnyalah perlu menyelami, mempelajari dan involved di dalam pengembangan Mathematical Education dalam aspek-aspeknya Intuitionist-Fallibist-Sosio-Constructivist. Dari perbedaan ini, mengajarkan kita untuk saling mengakui kebenaran masing-masing, tidak terus-menerus mempertahankan ego sehingga membuat tidak adanya titik temu yang dapat ditemukan diantara dua buah perbedaan.

    ReplyDelete
  27. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Sesuai dengan pendapat Kant, pembelajaran matematika adalah gabungan antara a priori dan a posteriori. Kedua pandangan itu disatukan sehingga matematika dapat diajarkan pada siswa dan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari. Ketika para Pure Mathematician dan para Mathematical Educationist saling menunjukkan ego masing-masing, maka sungguh ini bukan sesuatu yang baik. Salah satu jalan keluar yang digunakan untuk menghadapi ego dari kedua pihak adalah dengan adanya saling pengakuan diantara dua pihak, rasa saling menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidikan matematika. Semoga antara Pure Mathematician dan Mathematical Educationist dapat hidup berdampingan dan saling mengisi satu sama lain.

    ReplyDelete
  28. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Matematika dapat dilihat dari dua pandangan yaitu matematika murni dan matematika pendidikan. Orang-orang matematika murni berada di bawah naungan logicist-formalist-foundationalist. Sedangkan orang-orang matematika pendidikan berada di bawah naungan intuitionist-fallibist-socio-constructivist. Jika obyek telaah berada di wilayah matematika murni maka matematika pendidikan yang harus mengikuti. Tetapi jika obyek penelitian berada di wilayah matematika pendidikan maka matematika murni yang harus mengikuti. Sehingga seolah-olah terjadi persaingan antara matematika murni dan matematika pendidikan.
    Solusi dari permasalahan tersebut adalah saling pengakuan dan rasa saling menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin omunikasi yang baik, serta silaturakhim dalam bidang matematika murni dan pendidikan matematika. Sebagai contohnya adalah PMRI atau pendidikan matematika realistik. PMRI mengolaborasikan antara pendidikan matematika dan matematika murni yang akhirnya mampu memberikan manfaat pada kemajuan matematikka.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  29. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Seorang matematikawan yang baik yang berasal dari Logicist-Formalist-Foundationalist atau Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist harus dapat menyesuaikan di mana mereka berada dalam menerapkan ilmu yang dimiliki. Ketika mereka akan menerapkan dilingkungan pure matematikawan pemikiran abstrak memang sangat dibutuhkan. Tetapi ketika berada dilingkungan pendidikan maka kebutuhan realita matematika sangat dibutuhkan. Hal tersebut dapat membantu siswa dalam lebih memahami matematika. Pure mathematics cocok dimulai dari anak SMA karena mereka telah mengkonstruksi berbagai pengetahuan yang dimiliki saat berada di SD sampai SMP. Pure mathemtics dlam tingkat SMA juga tetap harus disampaikan manfaatnya dalam kehidupan agar tidak terkesan bahwa matematika hanya rumus saja. Begitu pula pada matematika realistik harus selalu ditanamkan pada tingkat SD dan juga SMP agar mereka tidak kaget dengan mateatiika dan berfikir bahawa tidak ada maknanya.

    ReplyDelete
  30. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari elegi sebelumnya sudah disebutkan bahwa ada dua pandangan terhadap matematika yaitu pure-mathematics dan mathematical educationist. Kedua pandangan tersebut tampak sangat berbeda disatu sisi adalah lebih cenderung ke rasionalis dan sisi yang lain lebih cenderung ke empiris. Akan tetapi jika kedua pandangan tersebut bisa dipadukan (disintesiskan) maka akan tercipta suatu perpaduan yang sangat harmonis, akan dapat memberikan arah yang jelas pada pembelajaran matematika dengan baik.

    ReplyDelete
  31. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas jawaban bagian ketiga ini, sungguh bermanfaat bagi saya
    Di sinilah jawabannya. Sebelum sampai pada elegi ini, beberapa pendapat saya cenderung memihak pada satu kubu. Astaghfirulloh, betapa jahatnya saya ini, orang awam yang dengan secepat kilat mengambil keputusan. Maka saya mengucapkan terimakasih kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan kesempatan kepada saya untuk berjumpa dengan elegi ini.

    Saling memahami, tidak menonjolkan ego masing-masing. Betapa indahnya kehidupan ini.

    ReplyDelete
  32. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Disinilah pentingnya pengakuan, adanya pengakuan menimbulkan rasa saling memiliki dan meruntuhkan ego masing-masing. Jika keduanya saling mengakui, maka baik para pure mathematician maupun mathematical educationist akan bisa saling melengkapi satu sama lain. Dan inilah sebenar-benar ilmu matematika yang utuh, mathematical educationist harus bisa mneyesuiakan diri dengan pure mathematician dan pure mathematician harus bisa menyelami dunia mathematical educationist.

    ReplyDelete
  33. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof

    Dengan penuh keterbatasan yang saya miliki di dalam mencerna tiap-tiap elegi yang ada, maaf jika tidak salah, dalam elegi ini kita dingatkan ketika berada di antara dua aliran matematika yaitu Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalis dan Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist , untuk bisa memposisikan diri kita di antara keduanya.Dengan saling menghargai dan menghormati dan membuang rasa keakuan dalam diri.Dan saya rasa ini adalah point penting yang disampaikan dalam elegi ini sebagai contoh buat kita terkhusus kepada diri saya sendiri.

    ReplyDelete
  34. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Seperti yang telah disampaikan dalam elegi pemberontakan pendidikan matematika yang lain, secara umum obyek matematika dibedakan menjadi dua. Jika obyeknya berada di dalam pikiran berarti matematika murni, sedangkan jika obyeknya berada di luar pikiran adalah matematika untuk pendidikan. Dalam elegi ini diberikan solusi untuk dapat menaungi keduanya, yaitu dengan adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik dalam bidang matematika dan pendidkan matematika. Ini dapat menjadi masukan yang perlu dipertimbangkan bagi para matematikawan yang terlibat di dalam membuat kebijakan pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  35. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Pada elegi pemberontakan pendidikan matematika 24 ini berdasarkan pemahaman saya ternyata dunia ini membutuhkan Pure Mathematician dan Mathematical Educationist. Keduanya saling dibutuhkan untuk membangun dunia ini. “Saling melengkapi” adalah hal yang bisa saya katakan untuk Pure Mathematician dan Mathematical Educationist. Karena sebenar-benar yang ada dan yang mungkin ada adalah untuk saling melengkapi. Dengan toleransi dan saling menghargai antara Pure Mathematician dan Mathematical Educationist akan tercipta suasana yang damai dalam matematika.

    ReplyDelete
  36. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B 2017

    assalamu'alaikum wr.wb

    Seperti inilah sebenarnya yang ingin saya maksudkan dari awal, saya sangat setuju, bahwa baik ilmuwan matematika, maupun math educationist dapat duduk berdampingan, saling memahami wilayah/ objek telaah, dan tidak saling menonjolkan ego masing-masing. karena keduanya berkaitan, dan saling membutuhkan.

    ReplyDelete
  37. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dari elegi-elegi sebelumnya dan elegi diatas didapat dua pandangan yaitu pure-mathematics dan mathematical educationist. Sejatinya kedua pandangan ini sangat berbeda namun disisi lain saling terkait satu sama lain. Dari elegi diatas kita bisa melihat kebesaran hati prof Marsigit dan pak Wono dalam menanggapi pendapat satu sama lain

    ReplyDelete
  38. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    3+4=7 kontradiktif ? Mencoba memahami makna judul ini. Tapi kenapa Bapak memilih angka 3 dan 4 serta 7 ? Pure mathematics dan mathematics education. Dua sisi mata uang yang menyatu. Laki-laki dan wanita, siang dan malam, dingin dan panas, keras dan lembut, tak lain adalah kehendak sang Cholik. Semakin sadar bahwa tak elok jika kita menggangap kita itu benar karena kebenaran kita hanya dari sudut pandang kita. Dari sini semakin membuka lebar pikiran saya untuk senantiasa membuka hati serta menggangap kita adalah mahluk yang belum tau apa-apa ketika menghadapi segala hal.

    ReplyDelete
  39. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Menurut saya, inilah inti dari elegi ini yakni "persoalan pembelajaran matematika dipandang dari dua sisi yakni pandangan dari para Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-Foundationalist dan pandangan dari para Mathematical Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist". Yang perlu ditekankah ialah, orang-orang yang pure matehamtics dan orang-orang yang mathematical educationist harus saling bersinergi dalam mengembangkan matematika. Diantara keduanya tidak boleh ada saling ego yang ingin mengatakan bahwa alirannyalah atau pandangannya lah yang lebih baik. Pure matehamtics hendaknya menghargai mathematical educationist begitupun sebaliknya.

    ReplyDelete
  40. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Seorang matematikawan yang baik yang berasal dari Logicist-Formalist-Foundationalist atau Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist harus dapat menyesuaikan di mana mereka berada dalam menerapkan ilmu yang dimiliki. Ketika mereka akan menerapkan dilingkungan pure matematikawan pemikiran abstrak memang sangat dibutuhkan. Tetapi ketika berada dilingkungan pendidikan makan kebutuhan realita matematika sangat dibutuhkan.seorang matematikawan juga harus paham kedua paham itu dan bisamenempatkan sesuai dengan kebutuhan yang ada . hal tersebut akan jauh lebih baik karena pengusaan ilmu yang ada. kebermanfaatan ilmu bisa disebarluaskan.

    ReplyDelete
  41. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Dalam pembelajaran matematika sendiri, ilmuwan membutuhkan keadaan yang nyata dan faktor2 pendidikan juga akan dilibatkan. Pembelajaran Matematika Realistik Indonesia mengedepankan aktivitas manusia dan matematika harus di hubungkan secara nyata terhadap konteks kehidupan sehari-hari siswa sebagai suatu sumber pengembangan dan sebagai area aplikasi melalui proses matematisasi baik horizontal maupun vertikal. Hal tersebut akan sangat bermanfaat bagi siswa karena siswa dapat mengkonstruksikan matematika yang terlihat abstrak menjadi matematika yang realistik. Hal ni juga sejalan dengan kaum Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist.
    pada massa sekarang pendidikan realistik, yang pendidikan anak berdasarkan keadaan nyata untuk dihubungkan dalam suatu pembelajaran untuk siswa dapat mengenali lingkungan sekitar dan permasalahan yang ada sehingga dengan mudahsiswa akan memecahkan permaslahanan tersebut.

    ReplyDelete
  42. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Perbedaan pandangan yang ada di dunia matematika ini memang akan memberikan efek panjang ke bawahnya. Sehingga perlu adanya win win solution yang bisa menjadi jembatan antara kedua pandangan ini. Saya sependapat dengan solusi yang ditawarkan oleh Prof Marsigit, dimana kedua pandangan atau aliran ini harus menyesuaikan dengan objek yang ditelaah. Atau sekali lagi bisa dikatakan menyesuaikan dengan ruang dan waktunya. Jika objek yang ditelaah berada pada wilayah pure mathematician, maka para educationis perlu menyesuaikan diri dengan dunia pure mathematician, yaitu dengan jalan melakukan riset matematika. Namun jika objek yang ditelaah berada pada wilayah mathematicial educationist, maka pure mathematicianlah yang perlu menyesuaikan diri. Solusi ini menurut saya merupakan solusi yang bisa menjadi penengah diantara perbedaan pandangan ini.

    ReplyDelete
  43. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Saya meyakini setiap orang memiliki cara pandangnya sendiri. Yang berhak menentukan apakah pandangan tersebut benar atau tidak hanya Tuhan dan orsng itu sendiri. Selebihnya kita ini hanya bisa menilainya dengan ruang dan waktu, apakah sesuai ataukah tidak.
    Adalah baik jika tiap pandangan memiliki titik temu di mana pandangan-pandangan dapat saling melengkapi. Hal ini tersampaikan dalam pemaparan bapak di atas.

    ReplyDelete
  44. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Elegi yang menarik, masih berkaitan tentang 3+4=7 apakah kontradiktif. Sebelumnya saya berterima kasih kepada Bapak yang memberikan kita pengetahuan, bahawasannya disini terjadi 2 pandangan yang berbeda. Yaitu antara Pure Mathematician dan Mathematical Educationist. Yang menurut saya ini hanya menggambarkan sebagian kecil matematika itu. sejatinya keduanya memiliki ideologinya masing-masing berkaitan dengan matematika. Namun, yang sangat indah dan menarik yaitu bagai mana kedua pandngan itu bergabung menjadi satu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat untuk banyak orang, dicontohkan dari elegi ini yaitu pengembangan PMRI di Indonesia.

    ReplyDelete
  45. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015

    Yang dimaksud kontradiksi dalam matematika itu karena matematika di dunia atau kenyataan terikat ruang dan waktu, sedangkan matematika yang ada di dalam pikiran tidak terikat ruang dan waktu maka matematika bersifat abstrak jika didalam pikiran. Oleh karena itu jika di dunia atau kenyataan matematika itu tidak konsisten atau kontradiksi karena terikat ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  46. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas postingan elegi ini. Elegi inilah yang saya tunggu-tunggu, yaitu bagaimana menyikapi antara pure mathematics dengan matematika sekolah. Dari elegi ini saya menemukan bahwa jika kita berada dalam wilayah objek telaah pure mathematics maka matematika sekolah hendaklah menyesuaikan diri dengan dunianya pure mathematics. Begitu juga sebaliknya, jika kita berada dalam wilayah objek telaah matematika sekolah, maka pure mathematics juga harus mampu menyelami dunia matematika sekolah.

    ReplyDelete
  47. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Terimakasih prof. Marsigit atas elegi kali ini. Saya baru mengerti bahwa dunia ini membutuhkan Pure Mathematician dan Mathematical Educationist. Keduanya saling dibutuhkan untuk membangun dunia ini. Lebih tepat nya adalah saling melengkapi dan harus saling mengakui untuk Pure Mathematician dan Mathematical Educationist. Saya setuju dengan pendapat yang ditawarkan oleh Prof Marsigit, dimana kedua pandangan atau aliran ini harus menyesuaikan dengan objek yang ditelaah. Atau sekali lagi bisa dikatakan menyesuaikan dengan ruang dan waktunya. Segala perbedaan bukan diciptakan untuk mencari keunggulan dari masing-masing sifat dan karakteristik serta kemanfaatan, namun untuk saling melengkapi bagian-bagain yang kurang dari satu sama lain. Maka sudah saatnya kedua pandangan tersebut saling berhubungan, berkolaborasi, dan bersinergi memunculkan aliran matematika penengah yang mampu diterima oleh semua kalangan. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  48. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dibeberapa forum seminar pun sering ditanyakan apa bedanya pure mathematician dan mathematical educationist. Hal ini juga sering menjadi permasalahan ketika kita ingin mencari pekerjaan. Tidak ada yang bisa menyalahkan ternyata, karena kedua bagian ini saling melengkapi. Bukan untuk egois, tetapi harus sadar diri bagi saya. Karena pengetahuan yang didapatkan jelas keduanya sangatlah berbeda. Seperti solusi yang diberikan oleh prof marsigit, untuk menjembatani itu semua yaitu harus adanya saling menghormati dan saling mengakui satu sama lain. Seperti metode PMRI ternyata gabungan dari kedua substansi tersebut.

    ReplyDelete
  49. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Kami terkesan tentang penjelasan Prof. tentang hubungan harmonis antara pure mathematician dan Mathematical education. Terima kasih Prof kami mencoba memahami bahwa adanya kedua bagian ini bukan untuk dipertentangkan, namun untuk saling melengkapi dan menguatkan. Sebagai subyek yang belajar setiap individu harus juga memahami karena sesungguhnya keharmonisan hubungan keduanya juga disukung dari kesadaran para individu pembelajar. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  50. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Perbedaan pandangan antara matematikawan murni dengan math educationist bukanlah suatu hal yang harus dipermasalahkan. Keduanya saling membutuhkan bukan malah saling meninggikan ego dan merasa dirinyalah yang paling penting. Keduanya harus sama-sama menurunkan ego agar tidak terjadi permasalahan yang berkelanjutan, karena pada hakikatnya keduanya ada keterkaitan dan jika keduanya berjalan beriringan maka akan timbul suatu keharmonisan yang akan semakin mengembangkan dunia matematika murni dan dunia pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  51. Dalam perbaikan persoalan kurikulum dalam pembelajaran alangkah baiknya jika terjadi perpaduan antara dua dimensi keilmuan yaitu para pure mathematician dan mathematical educationist, kerjasama yang sinergis antara keduanya, menurunkan sedikt ego dari masing-masing pihak, mendengarkan pendapat, membuka pikiran atas dimensi yang lain, agar tercapainnya tujuan pendidikan dalam pembelajaran untuk generasi selanjutnya.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  52. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya sependapat dengan pandangan Prof bahwa kaum Logicist-Formalist-Foundationalist dan kaum Intuitionist-Fallibist-Sosio-Constructivist sudah sepantasnya berdamai. Kedua kaum ini sebenarnya memiliki kompentensi dan kemampuan sesuai bidangnya masing-masing. Maka dari itu, jika kedua kamu ini saling menghargai dan fokus pada ranah ilmunya masing-masing maka matematika akan semakin diterima masyarakat luas.

    ReplyDelete
  53. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Perbedaan pandangan antara matematikawan murni dengan math educationist bukanlah suatu hal yang harus dipermasalahkan. Keduanya saling membutuhkan bukan malah saling meninggikan ego dan merasa dirinyalah yang paling penting. Keduanya harus sama-sama menurunkan ego agar tidak terjadi permasalahan yang berkelanjutan, karena pada hakikatnya keduanya ada keterkaitan dan jika keduanya berjalan beriringan maka akan timbul suatu keharmonisan yang akan semakin mengembangkan dunia matematika murni dan dunia pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  54. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Sebenarnya tidak ada pemisah atau tidak ada alasan untuk mendikotomikan antara matematikawan murni dan matematikawan pendidik. Keduanya saling berhubungan dan saling membutuhkan. Matematikawan pendidik atau matematika sekolah adalah mengkontekstualkan matematika murni yang abstrak dan penuh dengan analitikal konsep. Matematika sekolah akan menuntun pemahaman konsep matematika berangkat dari hal-hal yang kongkrit dalam pengalaman anak. Setelah itu barulah diarahkan pada matematika murni yang analitis. Seperti yang Pak Prof sampaikan mengenai fenomena iceberg, dimana matematika pendidik berangkat dari dasar (hal-hal nyata, pengalaman) menuju ke matematika abstrak (murni).

    ReplyDelete
  55. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Sangat sepakat dengan solusi yang ditawarkan antara lain adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika. Mengakui keberagaman yang timbul pada pola pikir manusia adalah sikap yang bijak. Hanya perlu dipikirkan bagaimana saja harusnya kita menghadapinya tanpa harus memunculkan masalah yang akan menghambat. Dan perlulah kita ingat kembali bahwasanya setiap hal memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Mensiasati kekurangan yang ada itulah tugas kita. Tidak ada yang sempurna selain Yang Maha Esa.

    ReplyDelete
  56. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Matematika sekolah bagi anak-anak yang dewasa, sebenarnya masih cocok jika diterapkan matematika murni karena intuisi mereka sudah mulai dibentuk sejak mereka dini dengan pemahaman matematika yang menurut teorinya cukup untuk memahaminya. Namun, jika matematika bagi peserta didik yang masih tergolong dasar, pure mathematics tidak cocok diterapkan. Karena sebenarnya mereka belajar matematika untuk membentuk intuisi mereka atau mempertajamkan intuisi mereka sehingga jika langsung memberikan pure mathematics masih belum cocok. Pure mathematics sebenarnyamembutuhkan intuisi yang sudah semakin tajam untuk memahaminya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  57. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Tidak ada pure mathematecian yang akan sempurna, demikian juga tidak ada mathematician educationalist yang tidak akan berhasil. Kata kuncinya adalah saling menghormati, menghargai dan berlomba-lomba dalam kebaikan. Berlomba dalam kebaikan bukanlah bermakna akan saling menjatuhkan, mengalahkan, namun dalam perspektif kebaikan adalah saling memberikan dukungan, masukan dan mengoptimalisasikan kemampuan.

    ReplyDelete
  58. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033
    Pendidikan Matematika B

    Dunia Matematika dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu matematika murni dan matematika pendidikan. Matematika murni merupakan matematika yang terbebas dari ruang dan waktu sedangkan matematika pendidikan adalah matematika yang terikat oleh ruang dan waktu. Kolaborasi keduanya akan menciptakan Dunia Matematika yang utuh.

    ReplyDelete
  59. Matematika murni dan matematika pendidikan saling melengkapi. Ketika ada penelitian dengan basis matematika murni, maka matematika pendidikan mengikutinya. Ketika ada penelitian dengan basis matematika pendidikan, maka matematika murni pun mengikutinya. Keduanya jangan dipisahkan unutk membentuk dunia Matematika seutuhnya.

    ReplyDelete
  60. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Matematika sekolah dengan matematika murni memiliki objek kajian yang berbeda dengan luas cakupan yang berbeda pula. Dalam elegi elegi ini adalah kumpulan diskusi beliau Bapak Marsigit dengan ahli matematika-matematika lainnya. Pure Mathematics dan Educational mathematics seharusnya bersama – sama mencari solusi yang tepat dan menguntungkan bagi siswa dan masa depannya.

    ReplyDelete
  61. Saya sependapat dengan bapak solusi yang benar adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.

    ReplyDelete
  62. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Baik matematika murni milik kaum Logicist-Formalist-Foundationalist dan matematika sekolah milik kaum Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist, keduanya sama- sama memiliki peranan penting. Tanpa matematika sekolah siswa akan kesulitan dan takut dengan matematika. Dan tanpa matematika murni, banyak hal yang mungkin tidak akan berkembang. Maka baik matematika murni dan matematika sekolah harus saling menghormati. Keduanya harus saling bahu membahu untuk membangun pure- mathematics dan generasi matematika di masa mendatang.

    ReplyDelete
  63. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  64. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dari postingan ini hal yang dpaat saya refleksikan adalah bahwa perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam berpikir. Karena hal tersebutlah yang menjadikan dunia ini dapatberkembang sampai sekarang. Karena adanya perbedaan-perbedaan yang masing-maisng unsur saling memberikan bukti untuk mendukung pendapatnya. Namun hal yang patut diingat adalah bagaimana menanggapi perbedaan pendapat tersebut agar tidak ada kekacauan, yatu dengan saling menghargai pendapat orang lain. Kita tidak bisa membuat semu orang setuju dengan pendapat kita karena diri kita sendiri juga kadang tidak setuju dengan pendapat orang lain. Sikap toleransi dan tetap menjalin silaturahmilah yang dapat mendinginkan perbedaan pendapat tersebut.

    ReplyDelete
  65. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Dalam elegi ini dijelaskan bahwa ada dua pandangan dalam pembelajarana matematika yaitu Pure Mathematician di bawah naungan Logicist-Formalist-FoundationalistMathematical dan Educationist di bawah naungan Intuitionist-Fallibist-Socio-Constructivist. Walaupun terdapat perbedaan pandangan, alangkah baik jika keduanya saling menghormati, saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturakhim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.

    ReplyDelete
  66. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Setiap orang memiliki pendapat tersendiri mengenai matematika. Terkadang hal itu juga membuat masalah antara matematikawan murni dan matematika pendidik. Untuk memcahkan masalah kita tidak harus menggunakan ego kita, karena hal tersebut membuat masalah akan semakin buruk. Saat seorang matematikawan murni dalam matematika pendidik harus mampu dan mau terlibat dalam pengembangan matematika yang menekankan intuisi, demikian pula dengan matematikawan pendidik harus memiliki ruang atau pemahaman mengenai matematika murni. Sehingga keduanya harus seimbang.

    ReplyDelete
  67. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Matematika dapat dilihat dari dua pandangan yaitu matematika murni dan matematika pendidikan. Orang-orang matematika murni berada di bawah naungan logicist-formalist-foundationalist. Sedangkan orang-orang matematika pendidikan berada di bawah naungan intuitionist-fallibist-socio-constructivist. Jika obyek telaah berada di wilayah matematika murni maka matematika pendidikan yang harus mengikuti. Tetapi jika obyek penelitian berada di wilayah matematika pendidikan maka matematika murni yang harus mengikuti. Sehingga seolah-olah terjadi persaingan antara matematika murni dan matematika pendidikan.

    ReplyDelete
  68. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017
    Ilmu murni dan ilmu pendidikan merupakan 2 ilmu yang berbeda namun memiliki irisan. Menurut saya mereka saling menopang namun yang satu jangan sampai melewati batas untuk mencampuri urusan ilmu lain. Solusi terbaik adalah dengan mengkomunikasikan segala sesuatunya. Bekerja dengan profesional dan sesuai bidang.

    ReplyDelete
  69. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Pure Mathematics dan Educational mathematics seharusnya bersama – sama mencari solusi yang tepat dan menguntungkan bagi siswa dan masa depannya. Saya setuju dengan bapak solusi yang benar adalah adanya saling pengakuan dan rasa menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin komunikasi yang baik serta silaturahim dalam bidang matematika dan pendidkan matematika.Menjalin kerjasama untuk membawa pembelajaran matematika menjadi suatu pembelajaran yang bermakna dengan menggabungkan unsur matematika murni dan penerapannya. Semoga permasalahan matematika di Indonesia terselesaikan.

    ReplyDelete
  70. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Apabila para Mathematical Educationist menelaah objek yang berada di lingkup pure mathematic, maka mereka harus mampu melakukan mathematical research. Dan sebaliknya, apabila para pure mathematician menelaah objek yang berada di lingkup mathematical educationist, maka mereka harus mampu mempelajari pengembangan mathematical education. Dalam kegiatan pembelajaran bersama siswa-siswanya di sekolah, para pure mathematician juga harus mampu memberikan kesempatan kepada siswanya agar mampu mengkonstruksi pemahaman mereka sendiri.

    ReplyDelete
  71. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Dua pandangan yang berbeda sebetulnya justru membuat kita jadi berfikir bagaimana mencari penyelesaian dan jalan tengah antara dua pandangan para logisis, Formalis dan fundasionalis dan pandangan para educationis. Yang langsung terjun dalam dunia pendidikan adalah para tenaga pendidik maka seharusnya para tenaga pendidik diberi kebebasan untuk mengelola pembelajaran di sekolah dan seharusnya para logisis, Formalis dan fundasionalis memberi dukungan dan kebebasan sepenuhnya. Jadi keduanya dapat bekerja sama dan saling melengkapi. Sehingga di harapkan dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika menjadi lebih baik dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  72. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Adanya dua pandangan yang berbeda sebetulnya justru membuat kita jadi berpikir bagaimana mencari penyelesaian dan jalan tengah antara dua pandangan para logicist, Formalis dan faoundationalist dan pandangan para educationist. Yang langsung terjun dalam dunia pendidikan adalah para educationist maka seharusnya para educationist diberi kebebasan untuk mengelola pembelajaran di sekolah dan seharusnya para logicist, Formalis dan faoundationalist memberi dukungan dan kebebasan sepenuhnya. Jadi keduanya dapat saling mendkung, bekerja sama, serta saling melengkapi. Sehingga di harapkan dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika menjadi lebih baik dimasa yang akan datang

    ReplyDelete
  73. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Antara pure mathematics dan matematika sekolah memiliki pandangan dan prinsip yang berbeda. Keduanya tidak ada yang salah namun keduanya benar sesuai dengan konteks dan tujuan masing-masing. Pada dasarnya ilmu terikat ruang dan waktu. Maka perbedaan yang ada adalah bentuk kekayaan pemikiran manusia. Tiada hal terbaik terhadap perbedaan selain saling menghormati dan tetap menjalin komunikasi serta terus merajut silaturakhim.

    ReplyDelete

  74. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Tentu saja, dengan adanya banyak perbedaan paham, pendapat dan pandangan tentang matematika, jalan paling baik untuk menyelesaikannya adalah dengan musyawarah dan diskusi. Diskusi yang dilakukan dibarengi dengan prinsip saling menghormati agar terwujud hasil yang maksimal tanpa ego masing-masing. Saya mendapat pengetahuan baru bahwa ternyata PMRI adalah hasil diskusi dari matematikawan pure mahematics dan matemtikawan school mathematics. Hal ini membawa banyak manfaat, karena PMRI yang diterapkan disekolah membawa siswa untuk melihat bahwa matematika itu secara nyata dan realistik. Selain itu mereka juga belajar mengontruksi pengetahuannya seperti matematikawan pure mathematics.

    ReplyDelete
  75. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas

    Sepertinya memang benar bahwa telaah kurikulum seharusnya bukan menjadi wewenang matematika murni. Saat ini di Indonesia, kurikulum dipegang oleh ahli dari universitas yang non-pendidikan, artinya kurikulum matematika disusun dan dirancang oleh ahli matematika murni. Ini membuat kurikulum di negara kita hanya berorientasi pada logika dan ketercapaian materi, bukan pada kebutuhan dan karakter siswa Indonesia. Seharusnya dalam kajian pendidikan, math education harusnya menyumbang peran terbesar karena sepanjag karirnya telah mempelajari psikologi siswa, sedangkan pure math hanya berkutat pada ilmu matematika murni.

    ReplyDelete
  76. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pendidik matematika dan matematikawan murni memandang matematika dengan cara yang berbeda sesuai objeknya. Pendidik matematika dan matematikawan murni hendaknya saling menghormati bidang yang didalami masing-masing, sebab sebenarnya keduanya saling membutuhkan.

    ReplyDelete
  77. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Saya sangat setuju dengan bapak bahwa pure mathematician dengan para educationist harus saling menghormati, saling mengisi, serta tidak menonjolkan egonya masing-masing karena pada dasarnya pure mathematics dengan matematika sekolah memiliki hubungan yang erat. Alangkah indahnya jika kedua kaum dapat mengembangkan matematika dan pendidikan matematika daengan baik dan rukun sesuai dengan ranahnya masing-masing.

    ReplyDelete
  78. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    dalam elegi ini diperoleh pemahaman bahwa pure mathematics dan mathematicsschool perlu saling mengakui, menghormati, membutuhkan dan saling mengisi serta tidak menonjolkan egonya masing masing. Dengan demikian akan terjalin hubungan yang harmonis antar keduanya. Kedua jenis math tersebut memang akan membuthkan untuk saling menerjemahkan dan diterjemahkan.

    ReplyDelete
  79. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pure mathematic dan mathematic edcation semestinya saling mengisi, karena menurut saya pribadi mathematic education dikatakan baik jika bisa meningkatkan pure mathematic siswa, sesuai dengan jalan pikiran mereka masing-masing. ketika siswa mampu membangun pure mathematicnya maka secara tidak langsung mathematic education mereka akan meningkat.

    ReplyDelete
  80. Wisiniarti
    1779251037
    PM B Pascasarjana

    Matematika murni dan matematika sekolah memang sama-sama bertujuan untuk membangun matematika, namun pada ranah yang berbeda. Matematika murni berdasarkan logika formal sedangkan matematika sekolah itu berdasarkan sosial intuisi yang mana mengedepankan pengalaman secara langsung dalam membangun matematika. Matematika murni memang ada kemungkinan dapat diterapkan pada siswa sekolah namun akan memaksakan apa yang seharusnya siswa belum mampu untuk pikirkan. Maka sebagai seorang guru kita harus benar-benar memahami kebutuhan siswa dalam pengetahuan matematika itu seperti apa jangan sampai memberikan treatment yang memaksakan siswa.

    ReplyDelete
  81. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Orang-orang matematika murni dan orang-orang matematika pendiidkan merupakan dua kubu yang berbeda, sehingg agar dapat memahami satu konteks bahaan secara komprehensf dan harmonis, terlebih dahulu masoing-masing harus menyadari posisinya ada dimana dan memahami posisi mana atau konsepsi mana yang akan dituju. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  82. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Kita harus memperhatikan semesta pembicaraan yang sedang dipakai agar dapat bersinergi dengan lawan bicara dan dapat berdiskusi dengan sebenar-benarnya. Misal dalam pembelajaran matematika, bagi matematika sekolah atau dalam hal ini siswa, lingkaran ialah cincin, roda, uang koin dan sebagainya. Kemudian dri benda-benda tersebut ditelaah unsur-unsurnya. Namun menurut matematuikawan murnia, lingkaran ialah tempat kedudukan yang sama dari suatu titik tertentu. Berangkat dari definisi tersebut, matematikawan menurunkan unsur-unsur, teori dan sebagainya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  83. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Antara Pure Mathematicians dan Mathematical Educationist bisa hidup berdampingan dengan satu tujuan yang sama. Mencerdaskan anak bangsa. Bukankah jika saling memahami dan menurunkan ego maka segala berbedaan akan terasa tak perlu diperdebatkan? Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika ini menunjukkan realita nyata yang kita jumpai dalam kehidupan sekitar yang semestinya dapat menjadi indah jika dapat saling berkomunikasi dengan baik.

    ReplyDelete
  84. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Antara pure mathematics dan educational mathematics harus secara beriringan mampu mecari solusi yang tepat dan menguntungkan bagi masa depan anak. Saya sependapat dengan Prof, dengan adanya rasa saling mengakui dan menghormati, membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni dan proporsional sesuai dengan keahlian masing-masing, menjalin komunikasi dan silaturahmi yang baik dalam bidang matematika dan pendidikan matematika merupakan solusi yang benar untuk dapat membawa pembelajaran matematika menjadi suatu pembelajaran yang bermakna dengan menggabungkan unsur murni serta penerapannya. Semoga pure mathematics dan educational mathematics mampu memberi kekuatan untuk mewujudkan sehingga permasalahan matematika di Indonesia dapat terselesaikan.

    ReplyDelete