Feb 12, 2013

Some Problems in the Effort of Promoting Innovations of Teaching Learning Practice: Reflection of Peer Teaching activities of Teachers’ Certification




By Marsigit, Yogyakarta

The identification of the problems comes from some cases: pre-service teacher training programs, teacher certification program through training,teacher certification program trough course.


The main problem is how to promote innovative teaching learning processes. The promotion means to move teacher centered of teaching to students centered. In the implementation to peer teaching, the identified problems are as follows:
1) how to involve the students from the very early of teaching learning processes, 2) how to facilitate all students with all their different characteristics, 3) how to develop students work sheet, 4) how to develop
the structure of teaching learning, 5) how to develop the schema for interaction, 6) how to develop the scheme for achieving students' competencies, 7) how to develop supporting teaching aids, 8) how to
develop teaching material, 9)and how to develop Lesson Plan?

It was indicated that the teacher has difficulty how to encourage the engagement of their students. Usually, from the start of their teaching the teachers employ greatly on their expository to introduce, to inform,
to consolidate and to explain. So from the beginning of the lesson the students are always in the passive position. The affects of the situation is then clearly to be identified that the teachers are characterized as to
dominate the initiation, to dominate the activities, end even to dominate the creativity. For the higher achievement students the teacher suggests them to wait the others; and for the lower achievement students the teacher tends to encourage them un-proportionally. The teacher develops students’ work sheet in a single form and it mostly as a collection of problems. Group discussions to be promoted are usually characterized as pseudo-group means that while the teacher let the students work in the groups, the teachers are still delivering their explanation to the whole class.

The structure of teaching is in the schema of introduction, content and closing remark. However, the teachers have not had a clear schema how to achieve students' competencies and how to develop the schema of
interaction as well. The reference for developing teaching aids and teaching material is still limited so that the teachers seemed to have difficulties to develop them. The most crucial thing is that teachers' perception not to pay seriously on Lesson Plan preparation. Most of the teachers prepare a very simple form of Lesson Plan that mostly they are expected by the supervisor, head teachers as well as the local government
of education.

Having finished doing activities of Peer Teaching, the teachers seemed to be trapped in the dilemma between the idea of good practice of teaching and practical implementation in the fields. Most of the teachers indicated that the ideas of good practice of teaching are difficult to be implemented because there are still many constraints in the field. The constraints come from the atmosphere of schooling, headmaster perceptions, supervisor perceptions, and national policy on final examination.

Thank’s

39 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    pentingnya guru dalam membuat rencana belajar sebelum proses pembelajaran berlangsung tapi ada kendala yang dialami salahsatunya kurangnya referensi membuat rencana belajar kuran baik dan sederhana. Dari sini guru menyadari bahwa pada kenyataannya proses belajar mengajar yang baik itu susah diimplementasikan di lapangan.

    ReplyDelete
  2. Guru mempunyai pemahaman dan pengetahuan tentang bagaimana mengajar yang baik dan berkualitas dalam tataran ide. Ide tentang pembelajaran yang baik kadang mengahadapi kesulitan atau tantangan dalam hal penerapannya atau implemetasinya. Misal guru membuat pengelompokan berdasarkan perbedaan kemampuan intelektual yang diambil dari nilai ulangan sebelumnya. Dalam penerapannya anak yang dianggap punya kemampuan dengan nilai tinggi ternyata sama tidak bisanya dengan anggota lain. Ketika berganti materi maka yang lebih memahami adalah siswa yang tadinya nilainya rendah. Siswa yang dianggap punya kemampuan tidak menunjukkan semangat untuk belajar, dan banyak lagi hal-hal yang tidak terduga muncul dan tidak sesuai dengan skenario pembelajaran.

    ReplyDelete
  3. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    baik bagi guru yang masil melaksanakan PPL, maupun guru yang sudah sertifikasi selalu mengalami masalah dengan pembelajaran, yaitu mengubah pembelajaran yang berpusat dari guru menjadi berpusat pada siswa,.
    para guru belum memiliki skema yang jelas bagaimana mencapai kompetensi siswa dan bagaimana mengembangkan skema.
    Sebagian besar guru menunjukkan bahwa gagasan praktik pengajaran yang baik sulit dilakukan karena masih banyak kendala di lapangan. Kendala tersebut berasal dari atmosfer sekolah, persepsi kepala sekolah, persepsi supervisor, dan kebijakan nasional pada ujian akhir. inilah yang mejadi permasalahan utama kita bersama.

    ReplyDelete
  4. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Mengikutsertakan siswa aktif dalam pembelajaran tidaklah mudah. Diperlukan pendekatan dan menanmkan prinsip tidak mengapa jikalau salah, sekarang saatnya belajar dan harus menemukan kesalahan untuk menjadi benar. Siswa merasa takut salah. Hal ini mendorong siswa untuk diam, mencari aman. Padahal jika dibuat di dalam kelompok kecil untuk berdiskusi antar kelompok, tentu mereka akan aktif dan mengungkapkan pendapat mereka tentang bahan yang sedang didiskusikan. Semua masalah tersebut dapat diatasi, walaupun tidak secara instan, membutuhkan waktu yang lama untuk mengatasi tuntas masalah – masalah yang ada.

    ReplyDelete
  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Struktur pengajaran ada dalam skema pengantar, isi dan penutup. Skema ini dapat menjadi skenario guru dalam sebuah pembelajaran. Skenario pembelajaran adalah skenario yang dibuat dengan sengaja oleh seorang guru dalam proses komnikasi-interaktif dengan siswa dengan menggunakan sumber belajar untuk mencapai tujuan pendidikan Skenario awal dapat dilakukan dengan menyiapkan kondisi siswa untuk siap belajar, mengucap salam, Guru menyampaikan tema dan tujuan pembelajaran, memberikan appersepsi, mengajukan pertanyaan.

    ReplyDelete
  6. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Apabila kita membicarakan mengenai pendidikan itu sama saja kita membicarakan masa depan bangsa dan Negara Indonesia. Baik secara langsung maupun tidak langsung pendidikan memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap perkembangan dan kemajuan negara. Indonesia telah mengalami permasalahan pendidikan yang kompleks, mulai dari sistem pendidikan nasional, fasilitas, pendidik, peserta didik, sistematika pembelajaran, dan rendahmya kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Dalam hal ini masalah yang paling utama adalah bagaimana mempromosikan pembelajaran yang inovatif dengan melakukan perubahan menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  7. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Seorang guru dapat merefleksikan gaya mengajar secara baik dan fleksibel dengan memanfaatkan value matematika jika guru yang bersangkutan menguasai cara-cara mengorganisasikan kelas, memanfaatkan sumber ajar, pencapaian tujuan pengajaran sesuai dengan kemampuan siswa, pengembangan sistem evaluasi, penanganan perbedaan individual, dan mewujudkan suatu gaya mengajar tertentu sesuai dengan kebutuhan. Untuk memeroleh pilar-pilar dalam rangkan membangun karakter bangsa melalui matematika dan pendidikan matematika, maka diperlukan tekad dan usaha oleh semua segmen untuk menempatkan Pendidikan Matematika yang dikembalikan kepada hakekat ‘mendidik’ sesuai dengan hakekat ‘subjek didik’ dan hakekat ‘keilmuan’. Pendidikan Matematika janganlah dipandang sebagai sesuatu yang ‘diwajibkan’ tetapi sesuatu yang ‘dibutuhkan’ oleh sibelajar. Secara makro maka Pendidikan Matematika janganlah terlalu memandang bahwa subyek didik sebagai ‘investasi’ pembangunan tetapi hendaklan sebagai subyek yang memang memerlukan untuk pengembangan diri.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Adanya peer teaching juga dapat mengetahui/mengidentifikasi permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh guru. Terlebih guru yang berada pada masa transisi, yaitu dari konsep pendidikan yang lama ke konsep yang baru. Guru-guru lama biasanya akan susah beradaptasi, karena bertahun-tahun mereka menerapkan cara mengajar sebagaimana yang mereka lakukan. Ketika ada perubahan, akan sangat sulit untuk menyesuaikan. Meskipun dari pemerintah mengadakan beberapa fasilitas untuk melatih guru-guru tersebut, akan tetapi dalam praktiknya mereka merasa kesulitan. Bagaimana cara memposisikan diri sebagai fasilitator, bagaimana mengubah suasana pembelajaran menjadi student center, bagaimana cara membuat aktif, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dapat kita ketahui bahwa peer teaching merupakan strategi pembelajaran yang cocok untuk pembelajaran orang dewasa(andragogy) dan self-direction. Peer teaching di Indonesia lebih dikenal dengan istilah tutor sebaya. Tutor sebaya tidak hanya diterapkan pada siswa tetapi juga cocok terapkan bagi guru. Peer teaching yang diterapkan pada guru bisa berfungsi sebagai sarana evaluasi penggunaan metode pembelajaran. Di samping itu peer teaching juga dapat berfungsi sebagai bahan masukan atau saling sharing bagi sesama guru tentang pengalaman pelaksanaan pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  10. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam pendidikan mengajarkan matematika tentunya akan banyak mengalami kendala, baik kendala dari siswanya ataupu dari gurunya. Guru yang sudah sertifikasi ataupun yang belum sertifikasi sepertinya sama – sama memiliki kendala. Maka diperlukan solusi dalam mengatasi kendala tersebut. Untuk mengatasi kendala yang dialami guru menurut saya bisa dilakukan dengan melakukan refleksi dan peer teaching. Dari kegiatan tersebut diharapkan mampu mengevaluasi kinerja guru dan mendapat banyak masukan serta berusaha menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi.

    ReplyDelete
  11. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pendidikan kaum progresif, dan pendidikan versi kaum sosio konstrukstivis menggunakan pembelajaran yang sudah inovatif. Pendidikan kaum progresif dan kaum sosio kunstrukstivis bersifat humaniora.Permasalahannya adalah Indonesi sendiri pun belum bisa diesbut kaum progresif dan kaum sosio kontruktivis. Indonesi masih dalam tahap belajar menuju, sehingga ada yang sudah berhasil ada yang masih tradisional, ada pula yang nanggung dalam pembelajarannya. Karena pembelajaran tradisional sudah membudaya sehingga perlu perjuangan untuk keluar dari budaya tersebut. Indonesia adalah negara demokrasi, sebenarnya pembelajaran yang menerapkan sistem demokrasi termasuk pembelajaran inovatif, yaitu berpusat pada siswa yang menjadi rakyat.

    ReplyDelete
  12. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini dapat dikatakan bahwa, guru belum siap untuk menerapkan pembelajaran secara student centered. Indikasinya adalah mulai dari pertama mengajar, guru sudah memperkenalkan serta menjelaskan materi yang seolah mendikte siswanya dan menguasai kelas. Ketika dibentuk kelompok belajar pun, guru masih menerangkan materi secara rinci di depan kelas. Ada baiknya saat guru menerapkan pembelajaran berkelompok, guru tidak menjelaskan materi saat itu dan meminta murid untuk berdiskusi dalam satu kelompok. Ketika ada masalah yang tidak dapat dipecahkan dalam kelompok, guru berkeliling pada setiap kelompok dan mengajak siswa untuk mencari solusi bersama.

    ReplyDelete
  13. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjawab salah satu pertanyaan how to develop the scheme for achieving students' competencies. Maka dalam bidang ilmu psikologi dikenal suatu teori mengenai struktur kognitif. Menurut Piaget pikiran manusia mempunyi struktur yang disebut dengan skema atau skemata (jamak) yang sering disebut dengan struktur kognitif. Dengan menggunakan skemata itu seseorang mengadaptasi dan mengkoordinasi lingkungan sehingga terbentuk skemata yang baru.

    Pengertian skema menurut istilah psikologi (Chaplin, 1981) ialah:
    1. skema suatu peta kognitif yang terdiri atas sejumlah ide yang tersusun rapi;
    2. skema sebagai kerangka referensi untuk merekam berbagai peristiwa atau data;
    3. skema sebagai suatu model;
    4. skema sebagai suatu kerangka referensi yang terdiri atas respons-respons yang pernah diberikan, kemudian yang menjadi standar bagi respons-respons berikutnya.

    Dengan kata lain, apabila suatu informasi (pengetahuan) baru dikenalkan pada seseorang dan pengetahuan itu cocok dengan skema yang telah dimilikinya maka pengetahuan itu akan diadaptasi melalui proses asimilasi dan terbentuklah pengetahuan baru. Sedangkan apabila pengetahuan baru yang dikenalkan itu tidak cocok dengan struktur kognitif yang sudah ada maka akan terjadi equilibrium, sehingga pengetahuan baru itu dapat diakomodasi dan selanjutnya diasimilasikan menjadi skemata baru.

    ReplyDelete
  14. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif maka sebagai guru harus mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pengembanganya yaitu dengan pembelajaran dengan model- model atau strategi yang dapat membelajarkan peserta didik. Namun terkadang guru kesulitan untuk mendorong siswa menjadi aktif. Sehingga dibutuhkan persiapan yang matang dan diorganisasikan sebaik- baiknya apa sebenarnya tujuan pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  15. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Masalah dalam pembelajaran sangatlah beragam. Diantaranya seprti yang dibahas dalam postingan ini, bahwa struktur pengajaran ada dalam skema perkenalan, isi dan penutupan. Namun, karena guru tidak punya gambaran yang jelas skema pembelajaran dan materi yang telah dicapai siswa bagaimana, guru kesulitan membuat perkembangan interaksi dengan baik.

    ReplyDelete
  16. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Masalah yang lain yang ada adalah guru tidak menaruh perhatian pada persiapan perangkat pembelajaran. kebanyakan guru mempersiapkan perngkat pembelajaran yang sangat sederhana dan hanya mennggu dari supervisor, kepala sekolah. Hal ini sangat disayangkan karena tanpa persiapan yang baik guru tidak dapat mengajar dengan baik dan keadaan yang diinginkan malah tidak tercapai atau tidak sepenuhnya tercapai.

    ReplyDelete
  17. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Upaya perubahan paradigma menuju pembelajaran matematika yang inovatif memang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya menyangkut tanggungjawab guru dan siswa. Pelaksanaan peer teaching yang telah dilakukan memberikan gambaran serta evaluasi bahwa perwujudan model pembelajaran inovatif ini masih terkendala karena adanya batasan dari berbagai pihak. Seharusnya semua pihak termasuk kepala sekolah, tenaga non kependidikan dan pihak lainnya turut serta dalam menyukseskan terwujudnya pembelajaran inovatif ini.

    ReplyDelete
  18. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Peer teaching sangat membantu guru dalam menyelesaikan masalah khususnya matematika. Dengan adanya tutor sebaya ini mereka dapat saling tukar pendapat, kritik, saran, dan menjembatani guru dalam meningkatkan kemampuannya dalam matematika. Oleh karena itu, peer teaching tetap terus ditingkatkan baik dalam praktek, inovasi, kreatifitas, dan produk jikalau memungkinkan.

    ReplyDelete
  19. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pembelajaran model peer teaching adalah metode belajar teman sebaya. Peer teaching ini sangat penting dilakukan guna mendapatkan evaluasi-evaluasi dari rekan kerja ataupun supervisior untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendidikan sebagai upaya terorganisasi, terencana, sistimatis, untuk mentransmisikan pengetahuan dalam arti luas (sikap, moral dan nilai-nilai hidup dan kehidupan, ketrampilan, dll.) dari suatu generasi ke generasi lain. Maka peer teaching ini bertujuan ingin mencapai perubahan sikap dan perilaku tertentu dari seorang guru dalam mengajar.

    ReplyDelete
  20. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Masalah yang dialami guru-guru dalam melakukan perubahan paradigma pembelajaran yaitu dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa. Agar suatu pembelajaran menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa, seorang guru perlu merancang kegiatan belajar untuk siswa. Mulai dari lembar kerja siswa, alat peraga yang digunakan dan lain sebagainya. Ketika guru masih bingung terhadap apa yang akan dilakukan siswa di kelas ketika pembelajaran berlangsung maka pembelajaran belum dapat berjalan dengan baik. Dan hal ini memungkinkan hanya guru yang menjelaskan materi di depan kelas. Yang demikian ini masih merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru bukan siswa.

    ReplyDelete
  21. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari hasil peer teaching di atas kita bisa mengetahui bahwa kesulitan guru dalam mengajar adalah membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Menjadikan siswa aktif sampai sekarang ini menjadi tantangan untuk pendidikan karena dihadapkan dengan keberagaman karakteristik siswa yang diajarnya. Mungkin salah satu cara nya adalah dengan inovasi pada model pembelajaran, beragam model pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan melalui model-model pembelajaran yang banyak dikembangkan oleh ahli-ahli.

    ReplyDelete
  22. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. identifikasi permasalahn yang terjadi dalam meningkatkan inovasi pembelajaran matematika pada guru dapat dilihat dari evaluasi dengan metode peer teaching. Guru masih menggunkan metode yang berpusat pada guru, diantarana metode ekspositori dalam pembelajaran dalam kelas. Siswa terlihat pasif dan guru mendominasi pembelajaran. LKS yang digunakan juga masih cenderung berisi soal-soal saja. Guru masih bimbang menentukan metode mana yang harus diterapkan dalam kelas, apakah metode tradisional atau metode inovative.

    ReplyDelete
  23. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Peer teaching saat ini dirasa baik dampaknya untuk menyiapkan mental guru dan sarana bertukar pikiran dengan teman sebaya dalam pembelajaran. Disini guru mengajar kepada teman sejawat dan teman sejwat berinteraksi seolah olah siswa yang menjawab. Disini akan terbangun interasksi dan pengetahuan baru guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  24. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Metode peer teaching adalah teknik menyampaikan materi ajar melalui rekan atau bantuan teman sendiri. Mulai dari pembahasan materi sampai penilaian juga dilakukan dari dan oleh siswa dalam kelompok itu sendiri (self-assessment dan peer assessment). Sedangkan untuk nilai akhirnya adalah penggabungan antara penilaian oleh guru dan teman sebaya. Pembelajaran kooperatif dengan teknik ini bisa dilaksanakan bersamaan dengan metode diskusi. Guru berfungsi sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  25. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Masalah yang terjadi dalam usaha pelaksanaan pembelajaran inovatif salah satunya adalah sulitnya guru melibatkan siswa pada awal pembelajaran. Sejak diberikan apersepsi, hendaknya siswa sudah melakukan pembelajaran secara aktif. Namun pada kenyataannya, masih dijumpai pendahuluan pembelajaran yang diisi oleh penyampaian/ekspositori dari guru, yang mana secara tidak langsung membuat siswa pasif. Akibatnya, selanjutnya guru dapat mendominasi kelas, kegiatan, dan bahkan kreatifitas siswa.

    ReplyDelete
  26. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Problem lain yang dijumpai dalam pelaksanaan pembelajaran inovatif adalah, perencanaan pembelajaran di kelas yang masih kurang jelas, bagaimana mencapai kompetensi siswa, dan bagaimana mengembangkan schema of interaction. Hal ini disebabkan karena kurangnya sumber untuk mengembangkan alat bantu dan materi pembelajaran. Hal penting lain adalah persiapan lesson plan oleh guru yang masih sederhana, belum dikembangkan sesuai ekspektasi supervisor, kepala sekolah, bahkan dinas pendidikan di daerah

    ReplyDelete
  27. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari beberapa permasalahan di komentar sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa ternyata permasalahan umum yang dijumpai adalah, guru mengalami perbedaan dalam pelatihan mengajar di kegiatan peer teaching dengan pelatihan nyata di lapangan. Idealisasi pembelajaran yang telah dibahas dalam peer teaching rupanya sulit diterapkan dalam kelas yang nyata. Hal tersebut disebabkan oleh situasi sekolah, persepsi kepala sekolah, hingga kebijakan ujian nasional

    ReplyDelete
  28. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Melalui kegiatan peer-teaching, guru dituntut untuk mengembangkan inovasi dalam praktek belajar-mengajar, dalam hal ini adalah pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran inovatif menggalakkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dimana guru mengembangkan desain pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan sendiri (mengutamakan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran) dan juga memfasilitasi siswa dengan berbagai macam karakteristik mereka. Hasil refleksi dari kegiatan peer-teaching tersebut menunjukkan bahwa dalam mengimplementasikan ide dari pembelajaran inovatif di lapangan pada nyatanya masih sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sebagian besar guru menemui banyak kendala di lapangan yang berasal dari atmosfer sekolah, persepsi kepala sekolah, persepsi supervisor, dan kebijakan nasional pada ujian akhir.

    ReplyDelete
  29. Untuk melaksanakan pembelajaran salah satu yang dilakukan guru dengan membuat LKS. Dalam kenyataan yang terjadi di lapangan, kecenderungan LKS disusun dengan satu macam. Membuat LKS yang seragam mungkin lebih memudahkan guru dalam membuatnya. Guru kurang memperhatikan perbedaan individual siswa (gaya belajarnya, kemampuannya, atau karakternya). Hal ini mungkin disebabkan karena di Indonesia, jumlah siswa di kelas yang besar, materi pembelajaran dalam kurikulum yang dirasa cukup banyak atau bahkan kurangnya pemahaman guru pentingnya dalam memperhatikan perbedaan individual siswa. Pembuatan LKS yang berbeda ini merupakan suatu upaya untuk melayani kebutuhan belajar siswa yang berbeda sehingga guru sebagai manager kelas dapat memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sesuai kemampuannnya. Guru dapat memulai dengan membuat dua dan seterusnya. Dengan berjalannya waktu, jika guru rajin membuat LKS maka LKSnya akan semakin banyak dan guru tinggal memilih LKS yang sesuai dengan karakter siswa.

    ReplyDelete
  30. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Daya kreativitas dan inovasi secara alamiah telah dimiliki oleh setiap orang. Namun tumbuh dan berkembangnya pada setiap orang ini akan berbeda tergantung dari kesempatan masing-masing untuk mengembangkannya. Pengembangan atau tumbuhnya dengan subur kreativitas dan inovasi pada setiap orang atau sehubungan dengan pekerjaan guru adalah dengan adanya latihan yang berkesinambungan. Sekali lagi menjadikan Lesson Study berperan penting dalam inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  31. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Ideal dan realita merupakan dua hal yang susah untuk diselaraskan. Hal tersebut terjadi juga dalam proses pembelajaran. Terkadang guru mengetahui bahwa idealnya pembelajaran seperti ini tetapi yang terjadi atau realitanya menjadi seperti itu. Menjadi sebuah dilema bagi guru between the idea of good practice of teaching dan practical implementation di dalam kelas. Hal tersebut merupakan salah satu perhatian penting kita sebagai guru, mana yang harus kita pilih atau bagaimana kita menyikapi hal tersebut.

    ReplyDelete
  32. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sudah menjadi tugaas guru sebagai motivator. Karena pembeajran pada saat ini sudah sewajarnya siswa untuk membangun sendiri pengetahuannya sendiri. Namun siswa memiliki keterbatasaany sendiri dan juga peraturan tentang pendidikan mengatu materi yang harus dituntaskan sisw dalam setiap jenjangnya maka guru harus menyiapkan motivasi yang banyak untuk membuat rasa ingin tahu siswa terdorong sehingga tidak ada unsur pemaksaan dalam pembelajaran agar siswa membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  33. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Inovasi pembelajaran merupakan upaya dasar dalam memperbaiki aspek-aspek pembelajaran dalam praktiknya. Proses belajar mengajar yang inovatif ditandai dengan pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Akan tetapi guru memiliki kesulitan bagaimana mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Biasanya dari awal mengajar guru selalu memaparkan, menginformasikan dan menjelaskan secara langsung kepada siswa. Jadi dari awal pelajaran siswa selalu dalam posisi pasif. Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran tradisional sudah membudaya dan tidak mudah untuk mengubahnya menjadi pembelajaran yang inovatif (berpusat kepada siswa).

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Namun kemajuan zaman, ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membuat cara berpikir berbeda pada seorang guru yaitu mengharuskan seorang guru dapat menciptakan pembelajaran yang inovatif dan berpusat kepada siswa, banyak terdapat model atau metode pembelajaran yang dapat mendorong terciptanya inovasi pembelajaran. Apabila model pembelajaran digunakan dengan tepat, maka tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete
  35. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan adanya peer teaching, antar guru dapat saling memberikan masukan dan ide agar pembelajaran menjadi lebih baik. Pembelajaran yang baik yaitu pembelajaran yang menerapkan pembelajaran yang inovatif, penggunaan media yang interaktif dan menarik menjadi ciri khas suatu pemebelajaran yang inovatif, terlebih pada pembelajaran yang inovatif memberikan kebebasan siswa untuk mengkonstruk pengetahuannnya secara mandiri. Maka dari itu diharapkan guru dapat meningkatkan kualitas LKS nya agar sistematis dan dapat mudah dipahami sehingga tercapai suatu pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Masalah utama yang harus diperhatikan ketika menginginkan proses belajar mengajar inovatif ialah bagaimana guru dapat mengubah mindset siswa pengajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi pembelajaran berpusat pada siswa. Adapun identifikasi masalah yang dialami guru dalam pembelajaran di atas menunjukkan bahwa guru merasa kesulitan untuk memotivasi siswa untuk dapat melakukan diskusi di dalam kelas. Hal ini yang akan membuat guru mendominasi pembelajaran, mendominasi kratifitas, dan paling penting guru tidak memberikan ruang siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  37. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Permasalahan yang dapat teridentifikasi saat peer-teaching dapat melihat bahwa guru memiliki kesulitan bagaimana mendorong keterlibatan siswa. Sehingga dengan seperti itu dapat memberikan pembelajaran bagi para guru agar pembelajaran dapat dipusatkan pada siswa dengan baik dan membuat siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri dengan bantuan gurunya.

    ReplyDelete
  38. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Metode Peer Teaching adalah seseorang atau beberapa orang peserta didik yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas. Dengan demikian, seseorang peserta didik lebih mudah menerima keterangan yang diberikan oleh kawan yang lain karena tidak adanya rasa enggan atau malu bertanya. Proses belajar tidak harus berasal dari guru, peserta didik bisa saling mengajar dengan peserta didik yang lainnya, Sehingga tujuan kebermaknaan pembelajaran matematika dapat tercapai. Berkaitan dengan mata pelajaran matematika tersebut diperlukan metode Peer Teaching yang akan mendorong peserta didik untuk mengatur dan menguraikan apa yang telah mereka pelajari di samping untuk menjelaskan materi kepada yang lainnya. Selain itu, peer Teaching dapat mempertinggi ikatan sosial pada diri peserta didik dalam kegiatan belajar. Teknik ini juga merupakan cara efektif untuk meningkatkan pencapaian akademik bagi tutor dan tutee, bermanfaat untuk pemecahan masalah, dan juga efektif dalam membantu mengembangkan kreatifitas, eksperimentasi, kemampuan memecahkan masalah, dan mempelajari konsep yang mendalam.

    ReplyDelete
  39. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    peer teaching adalah suatu proses agar seseorang menjadi lebih kompeten, melalui suatu latihan yang minimal dan dengan sebuah bimbingan guru untuk membantu satu orang siswa atau lebih pada tingkatan yang sama agar memiliki sebuah kompetensi atau konsep. Definisi tersebut memiliki suatu pemahaman bahwa peer teaching tersebut tidak hanya berlaku dalam pembelajaran orang dewasa saja tetapi berlaku pula dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Artinya, ketika terjadi kegiatan peer teaching di sekolah para siswa dapat diperankan sebagai guru untuk memberikan pemahaman tentang materi pelajaran kepada teman-temannya. Dengan kata lain, kegiatan peer teaching di sekolah dapat diartikan sama dengan kegiatan tutor sebaya. Baik dalam kelompok-kelompok kecil maupun dalam kelompok skala besar.

    ReplyDelete