Feb 12, 2013

Some Problems in the Effort of Promoting Innovations of Teaching Learning Practice: Reflection of Peer Teaching activities of Teachers’ Certification




By Marsigit, Yogyakarta

The identification of the problems comes from some cases: pre-service teacher training programs, teacher certification program through training,teacher certification program trough course.


The main problem is how to promote innovative teaching learning processes. The promotion means to move teacher centered of teaching to students centered. In the implementation to peer teaching, the identified problems are as follows:
1) how to involve the students from the very early of teaching learning processes, 2) how to facilitate all students with all their different characteristics, 3) how to develop students work sheet, 4) how to develop
the structure of teaching learning, 5) how to develop the schema for interaction, 6) how to develop the scheme for achieving students' competencies, 7) how to develop supporting teaching aids, 8) how to
develop teaching material, 9)and how to develop Lesson Plan?

It was indicated that the teacher has difficulty how to encourage the engagement of their students. Usually, from the start of their teaching the teachers employ greatly on their expository to introduce, to inform,
to consolidate and to explain. So from the beginning of the lesson the students are always in the passive position. The affects of the situation is then clearly to be identified that the teachers are characterized as to
dominate the initiation, to dominate the activities, end even to dominate the creativity. For the higher achievement students the teacher suggests them to wait the others; and for the lower achievement students the teacher tends to encourage them un-proportionally. The teacher develops students’ work sheet in a single form and it mostly as a collection of problems. Group discussions to be promoted are usually characterized as pseudo-group means that while the teacher let the students work in the groups, the teachers are still delivering their explanation to the whole class.

The structure of teaching is in the schema of introduction, content and closing remark. However, the teachers have not had a clear schema how to achieve students' competencies and how to develop the schema of
interaction as well. The reference for developing teaching aids and teaching material is still limited so that the teachers seemed to have difficulties to develop them. The most crucial thing is that teachers' perception not to pay seriously on Lesson Plan preparation. Most of the teachers prepare a very simple form of Lesson Plan that mostly they are expected by the supervisor, head teachers as well as the local government
of education.

Having finished doing activities of Peer Teaching, the teachers seemed to be trapped in the dilemma between the idea of good practice of teaching and practical implementation in the fields. Most of the teachers indicated that the ideas of good practice of teaching are difficult to be implemented because there are still many constraints in the field. The constraints come from the atmosphere of schooling, headmaster perceptions, supervisor perceptions, and national policy on final examination.

Thank’s

52 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam pendidikan mengajarkan matematika tentunya akan banyak mengalami kendala, baik kendala dari siswanya ataupu dari gurunya. Guru yang sudah sertifikasi ataupun yang belum sertifikasi sepertinya sama – sama memiliki kendala. Maka diperlukan solusi dalam mengatasi kendala tersebut. Untuk mengatasi kendala yang dialami guru menurut saya bisa dilakukan dengan melakukan refleksi dan peer teaching. Dari kegiatan tersebut diharapkan mampu mengevaluasi kinerja guru dan mendapat banyak masukan serta berusaha menemukan solusi dari permasalahan yang dihadapi.

    ReplyDelete
  2. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pendidikan kaum progresif, dan pendidikan versi kaum sosio konstrukstivis menggunakan pembelajaran yang sudah inovatif. Pendidikan kaum progresif dan kaum sosio kunstrukstivis bersifat humaniora.Permasalahannya adalah Indonesi sendiri pun belum bisa diesbut kaum progresif dan kaum sosio kontruktivis. Indonesi masih dalam tahap belajar menuju, sehingga ada yang sudah berhasil ada yang masih tradisional, ada pula yang nanggung dalam pembelajarannya. Karena pembelajaran tradisional sudah membudaya sehingga perlu perjuangan untuk keluar dari budaya tersebut. Indonesia adalah negara demokrasi, sebenarnya pembelajaran yang menerapkan sistem demokrasi termasuk pembelajaran inovatif, yaitu berpusat pada siswa yang menjadi rakyat.

    ReplyDelete
  3. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel ini dapat dikatakan bahwa, guru belum siap untuk menerapkan pembelajaran secara student centered. Indikasinya adalah mulai dari pertama mengajar, guru sudah memperkenalkan serta menjelaskan materi yang seolah mendikte siswanya dan menguasai kelas. Ketika dibentuk kelompok belajar pun, guru masih menerangkan materi secara rinci di depan kelas. Ada baiknya saat guru menerapkan pembelajaran berkelompok, guru tidak menjelaskan materi saat itu dan meminta murid untuk berdiskusi dalam satu kelompok. Ketika ada masalah yang tidak dapat dipecahkan dalam kelompok, guru berkeliling pada setiap kelompok dan mengajak siswa untuk mencari solusi bersama.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjawab salah satu pertanyaan how to develop the scheme for achieving students' competencies. Maka dalam bidang ilmu psikologi dikenal suatu teori mengenai struktur kognitif. Menurut Piaget pikiran manusia mempunyi struktur yang disebut dengan skema atau skemata (jamak) yang sering disebut dengan struktur kognitif. Dengan menggunakan skemata itu seseorang mengadaptasi dan mengkoordinasi lingkungan sehingga terbentuk skemata yang baru.

    Pengertian skema menurut istilah psikologi (Chaplin, 1981) ialah:
    1. skema suatu peta kognitif yang terdiri atas sejumlah ide yang tersusun rapi;
    2. skema sebagai kerangka referensi untuk merekam berbagai peristiwa atau data;
    3. skema sebagai suatu model;
    4. skema sebagai suatu kerangka referensi yang terdiri atas respons-respons yang pernah diberikan, kemudian yang menjadi standar bagi respons-respons berikutnya.

    Dengan kata lain, apabila suatu informasi (pengetahuan) baru dikenalkan pada seseorang dan pengetahuan itu cocok dengan skema yang telah dimilikinya maka pengetahuan itu akan diadaptasi melalui proses asimilasi dan terbentuklah pengetahuan baru. Sedangkan apabila pengetahuan baru yang dikenalkan itu tidak cocok dengan struktur kognitif yang sudah ada maka akan terjadi equilibrium, sehingga pengetahuan baru itu dapat diakomodasi dan selanjutnya diasimilasikan menjadi skemata baru.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif maka sebagai guru harus mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Pengembanganya yaitu dengan pembelajaran dengan model- model atau strategi yang dapat membelajarkan peserta didik. Namun terkadang guru kesulitan untuk mendorong siswa menjadi aktif. Sehingga dibutuhkan persiapan yang matang dan diorganisasikan sebaik- baiknya apa sebenarnya tujuan pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  6. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Masalah dalam pembelajaran sangatlah beragam. Diantaranya seprti yang dibahas dalam postingan ini, bahwa struktur pengajaran ada dalam skema perkenalan, isi dan penutupan. Namun, karena guru tidak punya gambaran yang jelas skema pembelajaran dan materi yang telah dicapai siswa bagaimana, guru kesulitan membuat perkembangan interaksi dengan baik.

    ReplyDelete
  7. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Masalah yang lain yang ada adalah guru tidak menaruh perhatian pada persiapan perangkat pembelajaran. kebanyakan guru mempersiapkan perngkat pembelajaran yang sangat sederhana dan hanya mennggu dari supervisor, kepala sekolah. Hal ini sangat disayangkan karena tanpa persiapan yang baik guru tidak dapat mengajar dengan baik dan keadaan yang diinginkan malah tidak tercapai atau tidak sepenuhnya tercapai.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Upaya perubahan paradigma menuju pembelajaran matematika yang inovatif memang membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, tidak hanya menyangkut tanggungjawab guru dan siswa. Pelaksanaan peer teaching yang telah dilakukan memberikan gambaran serta evaluasi bahwa perwujudan model pembelajaran inovatif ini masih terkendala karena adanya batasan dari berbagai pihak. Seharusnya semua pihak termasuk kepala sekolah, tenaga non kependidikan dan pihak lainnya turut serta dalam menyukseskan terwujudnya pembelajaran inovatif ini.

    ReplyDelete
  9. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Peer teaching sangat membantu guru dalam menyelesaikan masalah khususnya matematika. Dengan adanya tutor sebaya ini mereka dapat saling tukar pendapat, kritik, saran, dan menjembatani guru dalam meningkatkan kemampuannya dalam matematika. Oleh karena itu, peer teaching tetap terus ditingkatkan baik dalam praktek, inovasi, kreatifitas, dan produk jikalau memungkinkan.

    ReplyDelete
  10. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Pembelajaran model peer teaching adalah metode belajar teman sebaya. Peer teaching ini sangat penting dilakukan guna mendapatkan evaluasi-evaluasi dari rekan kerja ataupun supervisior untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pendidikan sebagai upaya terorganisasi, terencana, sistimatis, untuk mentransmisikan pengetahuan dalam arti luas (sikap, moral dan nilai-nilai hidup dan kehidupan, ketrampilan, dll.) dari suatu generasi ke generasi lain. Maka peer teaching ini bertujuan ingin mencapai perubahan sikap dan perilaku tertentu dari seorang guru dalam mengajar.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Masalah yang dialami guru-guru dalam melakukan perubahan paradigma pembelajaran yaitu dari pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa. Agar suatu pembelajaran menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa, seorang guru perlu merancang kegiatan belajar untuk siswa. Mulai dari lembar kerja siswa, alat peraga yang digunakan dan lain sebagainya. Ketika guru masih bingung terhadap apa yang akan dilakukan siswa di kelas ketika pembelajaran berlangsung maka pembelajaran belum dapat berjalan dengan baik. Dan hal ini memungkinkan hanya guru yang menjelaskan materi di depan kelas. Yang demikian ini masih merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru bukan siswa.

    ReplyDelete
  12. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari hasil peer teaching di atas kita bisa mengetahui bahwa kesulitan guru dalam mengajar adalah membuat siswa aktif dalam pembelajaran. Menjadikan siswa aktif sampai sekarang ini menjadi tantangan untuk pendidikan karena dihadapkan dengan keberagaman karakteristik siswa yang diajarnya. Mungkin salah satu cara nya adalah dengan inovasi pada model pembelajaran, beragam model pembelajaran yang menyenangkan dapat dilakukan melalui model-model pembelajaran yang banyak dikembangkan oleh ahli-ahli.

    ReplyDelete
  13. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. identifikasi permasalahn yang terjadi dalam meningkatkan inovasi pembelajaran matematika pada guru dapat dilihat dari evaluasi dengan metode peer teaching. Guru masih menggunkan metode yang berpusat pada guru, diantarana metode ekspositori dalam pembelajaran dalam kelas. Siswa terlihat pasif dan guru mendominasi pembelajaran. LKS yang digunakan juga masih cenderung berisi soal-soal saja. Guru masih bimbang menentukan metode mana yang harus diterapkan dalam kelas, apakah metode tradisional atau metode inovative.

    ReplyDelete
  14. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Peer teaching saat ini dirasa baik dampaknya untuk menyiapkan mental guru dan sarana bertukar pikiran dengan teman sebaya dalam pembelajaran. Disini guru mengajar kepada teman sejawat dan teman sejwat berinteraksi seolah olah siswa yang menjawab. Disini akan terbangun interasksi dan pengetahuan baru guru untuk menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Metode peer teaching adalah teknik menyampaikan materi ajar melalui rekan atau bantuan teman sendiri. Mulai dari pembahasan materi sampai penilaian juga dilakukan dari dan oleh siswa dalam kelompok itu sendiri (self-assessment dan peer assessment). Sedangkan untuk nilai akhirnya adalah penggabungan antara penilaian oleh guru dan teman sebaya. Pembelajaran kooperatif dengan teknik ini bisa dilaksanakan bersamaan dengan metode diskusi. Guru berfungsi sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  16. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Masalah yang terjadi dalam usaha pelaksanaan pembelajaran inovatif salah satunya adalah sulitnya guru melibatkan siswa pada awal pembelajaran. Sejak diberikan apersepsi, hendaknya siswa sudah melakukan pembelajaran secara aktif. Namun pada kenyataannya, masih dijumpai pendahuluan pembelajaran yang diisi oleh penyampaian/ekspositori dari guru, yang mana secara tidak langsung membuat siswa pasif. Akibatnya, selanjutnya guru dapat mendominasi kelas, kegiatan, dan bahkan kreatifitas siswa.

    ReplyDelete
  17. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Problem lain yang dijumpai dalam pelaksanaan pembelajaran inovatif adalah, perencanaan pembelajaran di kelas yang masih kurang jelas, bagaimana mencapai kompetensi siswa, dan bagaimana mengembangkan schema of interaction. Hal ini disebabkan karena kurangnya sumber untuk mengembangkan alat bantu dan materi pembelajaran. Hal penting lain adalah persiapan lesson plan oleh guru yang masih sederhana, belum dikembangkan sesuai ekspektasi supervisor, kepala sekolah, bahkan dinas pendidikan di daerah

    ReplyDelete
  18. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari beberapa permasalahan di komentar sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa ternyata permasalahan umum yang dijumpai adalah, guru mengalami perbedaan dalam pelatihan mengajar di kegiatan peer teaching dengan pelatihan nyata di lapangan. Idealisasi pembelajaran yang telah dibahas dalam peer teaching rupanya sulit diterapkan dalam kelas yang nyata. Hal tersebut disebabkan oleh situasi sekolah, persepsi kepala sekolah, hingga kebijakan ujian nasional

    ReplyDelete
  19. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Melalui kegiatan peer-teaching, guru dituntut untuk mengembangkan inovasi dalam praktek belajar-mengajar, dalam hal ini adalah pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran inovatif menggalakkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered) dimana guru mengembangkan desain pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa dalam mengkonstruksi pengetahuan sendiri (mengutamakan keaktifan siswa dalam proses pembelajaran) dan juga memfasilitasi siswa dengan berbagai macam karakteristik mereka. Hasil refleksi dari kegiatan peer-teaching tersebut menunjukkan bahwa dalam mengimplementasikan ide dari pembelajaran inovatif di lapangan pada nyatanya masih sulit untuk dilakukan. Hal ini dikarenakan sebagian besar guru menemui banyak kendala di lapangan yang berasal dari atmosfer sekolah, persepsi kepala sekolah, persepsi supervisor, dan kebijakan nasional pada ujian akhir.

    ReplyDelete
  20. Untuk melaksanakan pembelajaran salah satu yang dilakukan guru dengan membuat LKS. Dalam kenyataan yang terjadi di lapangan, kecenderungan LKS disusun dengan satu macam. Membuat LKS yang seragam mungkin lebih memudahkan guru dalam membuatnya. Guru kurang memperhatikan perbedaan individual siswa (gaya belajarnya, kemampuannya, atau karakternya). Hal ini mungkin disebabkan karena di Indonesia, jumlah siswa di kelas yang besar, materi pembelajaran dalam kurikulum yang dirasa cukup banyak atau bahkan kurangnya pemahaman guru pentingnya dalam memperhatikan perbedaan individual siswa. Pembuatan LKS yang berbeda ini merupakan suatu upaya untuk melayani kebutuhan belajar siswa yang berbeda sehingga guru sebagai manager kelas dapat memfasilitasi siswa dalam mengkonstruk pengetahuannya sesuai kemampuannnya. Guru dapat memulai dengan membuat dua dan seterusnya. Dengan berjalannya waktu, jika guru rajin membuat LKS maka LKSnya akan semakin banyak dan guru tinggal memilih LKS yang sesuai dengan karakter siswa.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Daya kreativitas dan inovasi secara alamiah telah dimiliki oleh setiap orang. Namun tumbuh dan berkembangnya pada setiap orang ini akan berbeda tergantung dari kesempatan masing-masing untuk mengembangkannya. Pengembangan atau tumbuhnya dengan subur kreativitas dan inovasi pada setiap orang atau sehubungan dengan pekerjaan guru adalah dengan adanya latihan yang berkesinambungan. Sekali lagi menjadikan Lesson Study berperan penting dalam inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  22. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Masalah utama yang harus diperhatikan ketika menginginkan proses belajar mengajar inovatif ialah bagaimana guru dapat mengubah mindset siswa pengajaran tidak lagi berpusat pada guru tetapi pembelajaran berpusat pada siswa. Adapun identifikasi masalah yang dialami guru dalam pembelajaran di atas menunjukkan bahwa guru merasa kesulitan untuk memotivasi siswa untuk dapat melakukan diskusi di dalam kelas. Hal ini yang akan membuat guru mendominasi pembelajaran, mendominasi kratifitas, dan paling penting guru tidak memberikan ruang siswa untuk dapat mengembangkan kemampuan yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  23. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Permasalahan yang dapat teridentifikasi saat peer-teaching dapat melihat bahwa guru memiliki kesulitan bagaimana mendorong keterlibatan siswa. Sehingga dengan seperti itu dapat memberikan pembelajaran bagi para guru agar pembelajaran dapat dipusatkan pada siswa dengan baik dan membuat siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri dengan bantuan gurunya.

    ReplyDelete
  24. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Metode Peer Teaching adalah seseorang atau beberapa orang peserta didik yang ditunjuk oleh guru sebagai pembantu guru dalam melakukan bimbingan terhadap kawan sekelas. Dengan demikian, seseorang peserta didik lebih mudah menerima keterangan yang diberikan oleh kawan yang lain karena tidak adanya rasa enggan atau malu bertanya. Proses belajar tidak harus berasal dari guru, peserta didik bisa saling mengajar dengan peserta didik yang lainnya, Sehingga tujuan kebermaknaan pembelajaran matematika dapat tercapai. Berkaitan dengan mata pelajaran matematika tersebut diperlukan metode Peer Teaching yang akan mendorong peserta didik untuk mengatur dan menguraikan apa yang telah mereka pelajari di samping untuk menjelaskan materi kepada yang lainnya. Selain itu, peer Teaching dapat mempertinggi ikatan sosial pada diri peserta didik dalam kegiatan belajar. Teknik ini juga merupakan cara efektif untuk meningkatkan pencapaian akademik bagi tutor dan tutee, bermanfaat untuk pemecahan masalah, dan juga efektif dalam membantu mengembangkan kreatifitas, eksperimentasi, kemampuan memecahkan masalah, dan mempelajari konsep yang mendalam.

    ReplyDelete
  25. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    peer teaching adalah suatu proses agar seseorang menjadi lebih kompeten, melalui suatu latihan yang minimal dan dengan sebuah bimbingan guru untuk membantu satu orang siswa atau lebih pada tingkatan yang sama agar memiliki sebuah kompetensi atau konsep. Definisi tersebut memiliki suatu pemahaman bahwa peer teaching tersebut tidak hanya berlaku dalam pembelajaran orang dewasa saja tetapi berlaku pula dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah. Artinya, ketika terjadi kegiatan peer teaching di sekolah para siswa dapat diperankan sebagai guru untuk memberikan pemahaman tentang materi pelajaran kepada teman-temannya. Dengan kata lain, kegiatan peer teaching di sekolah dapat diartikan sama dengan kegiatan tutor sebaya. Baik dalam kelompok-kelompok kecil maupun dalam kelompok skala besar.

    ReplyDelete
  26. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Identifikasi masalah pendidikan matematika timbul dari beberapa kasus seperti program pelatihan guru pra-jabatan, program sertifikasi guru melalui pelatihan, program sertifikasi guru melalui kursus, serta bagaimana mempromosikan proses belajar mengajar yang inovatif.Pengajaran yang inovatif memang dibutuhkan dalam proses pembelajaran pada kurikulum 2013. Proses pembelajaran yang sebelumnya Teacher Center menjadikan pendidik akan mengalami kesulitan dalam menerapkan pembelajaran inovatif. Tetapi hal tersebut bukanlah alasan yang tepat, apalagi dengan dampak positif dari pembelajran inovatif seperti siswa akan lebih kreatif, bebas menyampaikan pendapat, mengembangkan aspek pengetahuan dan sikap. Oleh karena itu guru harus mengubah paradigma yang sebelumnya dengan menambah referensi mengajar, mengikuti pelatihan, dan selalu mencoba hal-hal yang baru agar pembeajaran inovatif dapat terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  27. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dunia pendidikan adalah dunia yang senantiasa berkembang. Sehinggan dalam pembelajaran matematika pun, baik saat ini maupun saat yang mendatang akan senantiasa membutuhkan inovasi-inovasi dari berbagai profesi yang terlibat di dalamnya terutama guru. Saat ini paradigma pembelajaran di sekolah sudah dituntut untuk berubah dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Siswa tidak hanya sekedar terlibat dalam proses pembelajaran, melainkan siswa harus terlibat secara aktif dalam pembelajaran. Sehingga dalam proses pembelajaran hendaknya berupa aktifitas atau kegiatan yang dilakukan oleh siswa yang difasilitasi dan dibimbing oleh guru, yang dengannya siswa akan memperoleh pengalaman empiris yang dapat membantu mereka dalam membangun pemahamannya sendiri.

    ReplyDelete
  28. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Perubahan paradigma dari pembelajaran tardisional menuju pembelajaran inovatif sebenarnya telah disadari oleh sebagian guru. Namun, pada kenyataannya pembelajaran inovatif tidak mudah untuk diimplementasikan. Seperti yang dinyatakan dalam bacaan di atas, guru-guru mengalami dilema dalam mengimplementasikannya. Hal itu disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak hanya dari kemampuan guru saja, tetapi juga dari berbagai situasi yang ada di sekolah hingga pada kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan secara menyeluruh dalam pendidikan agar pembelajaran dapat benar-benar membelajarkan siswa.

    ReplyDelete
  29. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Inovasi pembelajaran dilakukan oleh guru dimulai dari kegiatan perencanaannya, pelaksanaannya, dan evaluasinya. Di tahap perencanaan, pemilihan media pembelajaran disesuaikan dengan karakteristik yang dimiliki siswanya dan menyiapkan lembar kerja yang tepat yang berisi bahan diskusi untuk digunakan siswa, merumuskan skema pembelajaran mulai dari kegiatan membuka sampai menutup pembelajaran, dan merumuskan skema interaksi antara guru dengan siswa juga siswa dengan siswa.

    ReplyDelete
  30. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Perkembangan zaman akan mempengaruhi perkembangan pendidikan. Hal ini bisa dilihat dari inovasi pembelajaran yang pada saat ini sedang berubah menuju arah yang lebih baik. Perkembangan tersebut tentu tidaklah instan, karena ada banyak faktor yang mempengaruhinya. Sebagai bahan dalam mempersiapkan kegiatan pembelajaran, tentu guru akan menyusun rencana kegiatan pembelajaran. Menurut pandangan saya, penyusunan rencana kegiatan pembelajaran tersebut menjadi wajib untuk memenuhi tugas formalnya saja sebagai guru. Akan tetapi, maksud daripada kewajiban menyusun tersebut adalah untuk mempersiapkan kegiatan pembelajaran yang nantinya akan disampaikan kepada siswa, mulai dari kegiatan awal sampai pada kegiatan penilaiannya. Sehingga, untuk mewujudkan pembelajaran yang bermakna maka sebagai guru, perlu menggunakan metode-metode yang inovatif yang dipersiapkan melalui rencana kegiatan pembelajaran yang jelas.

    ReplyDelete
  31. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif merupakan hal yang sangat dianjurkan dalam proses pendidikan. Pembelajaran inovatif yang dimaksud disini ialah proses pembelajaran yang mengubah teacher centered menjadi student centered. Akan tetapi, terdapat beberapa hambatan yang ditemui dalam melaksanakan proses pembelajaran yang inovatif ini. Hambatan-hambatan tersebut seperti bagaimana melibatkan siswa sejak awal proses belajar mengajar, bagaimana memfasilitasi semua siswa dengan segala karakteristiknya yang berbeda, bagaimana mengembangkan lembar kerja siswa yang baik, dan lain-lainnya. Oleh karena itu, memerlukan usaha yang lebih agar hambatan-hambatan ini dapat diminimalisir sehingga proses pembelajaran inovatif bukan hanya sekedar harapan saja melainkan dapat terealisasi dengan baik.

    ReplyDelete
  32. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Untuk hijrah dari pembelajaran berpusat kepada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa menurut saya bukanlah hal mudah. Hal tersebut karena pembelajaran berpusat pada guru sudah menjalar sampai ke akar-akar pendidikan bangsa ini. Namun, kenyataan tersebut bukanlah menjadi penghalang untuk memiliki semangat melakukan inovasi. Justru semua itu menunjukkan kepada kita bahwa perlunya untuk berusaha melakukan perbaikan-perbaikan dalam pembelajaran di kelas. Perbaikan tersebut ternyata meliputi banyak hal mulai dari mempersiapkan lembar kegiatan siswa, rencana dalam pembelajaran yang lebih matang, inovasi dalam metode pembelajaran sehingga siswa lebih aktif. Semua itu perlu diubah.
    Pihak yang mengetahui dan terlibat dalam pendidikan memiliki tanggung jawab untuk dapat bangkit dan bekerja keras bersama-sama dalam rangka menuju inovasi pembelajaran yang sesuai untuk siswa. Memfasilitasi semua siswa dengan keunikan dan kemampuannya masing-masing. Memberikan pelayanan kepada semua siswa dalam rangka memfasilitasi siswa untuk merekonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  33. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Thank you for sharing this, Sir. i spotted that if we want to promote learning become innovative teaching learning process, we have to position the students as the center or the subject of our discussion. for example we have to start asking 'how can i facilitate students to learn?' instead of 'how can i teach my students?'. And we have to start this student-centered idea from the earliest as possible.

    ReplyDelete
  34. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Reflection and evaluation of teacher certification should always be done. That's because the quality of competence that is mastered by the teacher as teaching capital must be so payed that the form of professional teacher certificate recognition really produces the output of professional and expert teachers in their field. Basically, learning consists of 3 schemes of introduction, content, and cover. But teachers do not yet have clear content on each of these schemes. Although much has been learned from the long peer teaching process to obtain certification of professional teachers, the fact is that teachers are still difficult to apply inovtaif instruction that has been planned because of various inhibiting factors. After peer-teaching activities, the teacher always dilemma how to implement the teaching theory he has learned in the field. It is normal, because no one can control and manage the whole person, especially when it comes to students in the school.

    ReplyDelete
  35. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Reflection and evaluation of teacher certification should always be done. That's because the quality of competence that is mastered by the teacher as teaching capital must be so payed that the form of professional teacher certificate recognition really produces the output of professional and expert teachers in their field. Basically, learning consists of 3 schemes of introduction, content, and cover. But teachers do not yet have clear content on each of these schemes. Although much has been learned from the long peer teaching process to obtain certification of professional teachers, the fact is that teachers are still difficult to apply inovtaif instruction that has been planned because of various inhibiting factors. After peer-teaching activities, the teacher always dilemma how to implement the teaching theory he has learned in the field. It is normal, because no one can control and manage the whole person, especially when it comes to students in the school.

    ReplyDelete
  36. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Artikel ini mengingatkan saya pada peta pendidikan yang dikembangkan oleh Paul Ernest. Indonesia saat ini masih mencari bentuk. Artikel ini memperkuat keadaan saat ini jika di Indonesia ini pendidikan masih cenderung condong pada pendidikan formal, yaitu evaluasi dilakukan secara eksternal melalui UN. Penilaian berbasis portofolio belum menjadi hal yang diimplementasikan secara baik dan benar dalam pendidikan saat ini.
    Akan tetapi, kita juga harus membuka mata, bahwa tidak semua implementasi pendidikan di Indonesia belum baik, ada sebagaian di antaranya yang menurut saya sedang dalam tahap merintis atau mencoba lebih baik. Mari kita sama-sama menjadi agen pengubah menuju pendidikan yang lebih baik dan "pener". Bismillah

    ReplyDelete
  37. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Artikel ini mengingatkan saya pada peta pendidikan yang dikembangkan oleh Paul Ernest. Indonesia saat ini masih mencari bentuk. Artikel ini memperkuat keadaan saat ini jika di Indonesia ini pendidikan masih cenderung condong pada pendidikan formal, yaitu evaluasi dilakukan secara eksternal melalui UN. Penilaian berbasis portofolio belum menjadi hal yang diimplementasikan secara baik dan benar dalam pendidikan saat ini.
    Akan tetapi, kita juga harus membuka mata, bahwa tidak semua implementasi pendidikan di Indonesia belum baik, ada sebagaian di antaranya yang menurut saya sedang dalam tahap merintis atau mencoba lebih baik. Mari kita sama-sama menjadi agen pengubah menuju pendidikan yang lebih baik dan "pener". Bismillah

    ReplyDelete
  38. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    It is too difficult for teachers to accommodate all students with various and different characteristics. Perhaps one of the methods is cooperative learning. In initial lesson, Teachers make some small groups of students. Each group consists of 4-5 students with different capability. The teacher can use pretest score to place and categorize them. The students share their arguments each other in their small group. After that, they have to present their discussion result in front of the class.
    Teachers also build lesson plan as complete as posiible. They have to write all the steps of the activities to guide the learning process. Lesson plan is not exclusively for supervisor only, but the most important is to manage the learning process.

    ReplyDelete
  39. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Beralihnya pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat kepada siswa sangat tidak mudah. Pemberian motivasi agar siswa mau secara aktif berdiskusi di dalam kelas menjadi titik awal beralihnya pembelajaran berpusat pada siswa. Ketika siswa sudah sadar betapa pentingnya diskusi di dalam kelas maka pembelajaran berpusat pada siswa dapat berlangsung dengan lebih baik. Kuncinya adalah guru mengurangi egonya (tidak mendominasi selama pembelajaran berlangsung), memberikan waktu pada siswa untuk melakukan diskusi, memberikan ruang pada siswa untuk mengembangkan idenya/kemampuanya, memberikan pengalaman belajar yang baik pada siswa, namun pada setiap akhir pembelajaran guru tetap harus memberikan penguatan/klarifikasi pada setiap materi yang diberikan pada pertemuan tersebut.

    ReplyDelete
  40. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Ketika mengubah pelaksanaan pembelajaran yang semula adalah “teacher center” menjadi pembelajaran dengan pendekatan “student center”, bukan tidak mungkin akan menimbulkan kesulitan-kesulitan. Seperti yang terdapat dalam tulisan diatas, terdapat berbagai kesulitan yang ditemui oleh guru seperti bagaimana mendorong keterlibatan siswa dalam pembelajaran serta bagaimana cara mengembangkan lembar kerja siswa sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan kognitif siswa. Selain kesulitan tersebut yang lebih kepada teknis pembelajaran dengan siswa, juga terdapat hambatan yang berasal dari luar yang juga menyulitkan guru untuk melaksanakan pembelajaran inovatif, yaitu seperti tuntutan atau kebijakan UN, persepsi kepala sekolah dan kebijakan-kebijakan lainnya.

    ReplyDelete
  41. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pembelajaran Inovatif yang seharusnya mulai digalakkan saat ini rupanya belum bisa dijalankan secara maksimal. Guru masih banyak menjumpai kesulitan untuk menerapkan bahkan pembelajaran inovatif itu sendiri karena budaya yang ada masih menerapkan sekolah ekspositori yang semuanya tinggal disuapin oleh guru

    ReplyDelete
  42. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dalam hal ini bisa dikatakan bahwa, guru belum siap untuk menerapkan pembelajaran secara student centered. Indikasinya ialah mulai dari pertama mengajar, guru sudah memperkenalkan serta menjelaskan mengenai materi yang seolah mendikte siswanya dan menguasai kelas.Saat dibentuk kelompok belajar pun, guru masih menerangkan materi secara rinci di depan kelas. Ada baiknya saat guru menerapkan pembelajaran berkelompok, guru berkeliling pada setiap kelompok dan mengajak siswa untuk mencari solusi bersama. Menurut pendapat saya disini, Guru masih perlu membuat rencana belajar sebelum proses pembelajaran berlangsung. Namun, karena kurangnya referensi membuat rencana belajar kuran baik dan sederhana. Akirnya para guru menyadari bahwa pada kenyataannya proses belajar mengajar yang baik itu susah diimplementasikan di lapangan.

    ReplyDelete
  43. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya pernah mendengan suatu kalimat bahwa jika kita ingin mengubah suatu aturan, maka kita harus menjadi pengubah aturan. Sebagai seorang guru memang dia tidaklah berdiri sendiri masih adanya keterlibatan dengan komite sekoah, keala sekolah, teman kerja, bahkan orang tua siswa dalam sekala kecil. Masih juga ada kepala dinas pendidikan serta mentri pendidikan, dan semua orang-orang it berpengaruh kepada guru. Dan hal inilah yang menjadi keterbatasan dari seornag gur dalam kreatif. Hal yang paling tampakmadalah anggaran yang sedikit untuk mengembangkan media atau pun fasilitas mendukung, padahal beberapa kegiatan belajar membutuhkan peralatan dan media tersbeut untuk mendemonstrasikan konsep dan materi. Sehingga guru akhirnya mengajar seadanya.

    ReplyDelete
  44. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Permasalahan yang dapat teridentifikasi saat peer-teaching dapat melihat bahwa guru memiliki kesulitan bagaimana mendorong keterlibatan siswa. Sehingga dengan seperti itu dapat memberikan pembelajaran bagi para guru agar pembelajaran dapat dipusatkan pada siswa dengan baik dan membuat siswa untuk berperan aktif dalam pembelajaran. Sehingga siswa dapat menyusun pengetahuannya sendiri dengan bantuan gurunya.

    ReplyDelete
  45. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Lesson Plan atau biasa kita menyebutnya dengan RPP, merupakan bagaian yang tidak dapat dipisahkan dalam proses pembelajaran. Setiap guru diharapkan mempersiapkan RPP, sebaik mungkin dan sedetail mungkin. Hal itu karena, RPP menjadi pedoman guru dalam proses pembelajaran. Melalui RPP ini, pembelajaran yang dilakukan guru akan menjadi terarah sehingga dapat mencapai tujuan pembelajran yanga diinginkan . Terimakash

    ReplyDelete
  46. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  47. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,


    Guru mengalami masala dalam mempromosikan proses belajar mengajar yang inovatif. Artinya terdapat kesulitan guru dalam mendorong siswa mereka agar aktif dalam proses pembelajaran. Hal ini sulit dilakukan karena siswa telah terbiasa dengan cara belajar pasif. Yakni duduk dan mendengarkan penjelasan guru dari awal hingga akhir. Bagi siswa yang baru masuk sekolah dasar. Mungkin akan mudah membiasakan mereka untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran. Namun bagi siswa yang sudah terlanjur memiliki budaya belajar pasif, mungkin akan membutuhkan waktu lama untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran serta membangun pengetahuannya sendiri. Saya tertarik dengan pertanyaan kedua yaitu bagaimana memfasilitasi semua siswa dengan segala karakteristiknya. Menurut saya, cara yang tepat ialah dengan menerapkan metode pembelajaran yang berfasriatif serta menggunakan berbagai media pembelajaran yang bermacam-macam. Sehingga mampu memenuhi kebutuhan siswa yang beragam.

    ReplyDelete
  48. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Guru kesulitan mengamati setiap detail aktivitas di dalam pembelajaran karena pada waktu yang bersamaan guru adalah pelaku atau fasilitator pmbelajaran sehingga fokus guru sangat besar kepada siswa. Ketika mengajar di kelas, guru tidak bisa mengaharapkan feedback mengenai cara mengajarnya berdasarkan apa yang ditanyakan kepada siswa. Peer teaching adalah salah satu langkah untuk merefleksikan pembelajaran yang dilakukan karena bisa mendapatkan feedback dari teman sejawat. Peer teaching memiliki banyak fungsi baik secara pribadi maupun kelompok karena peer teaching merupakan wadah sharing dan saling memperbaiki diri demi profesionalisme guru.

    ReplyDelete
  49. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Artikel ini memberikan gambaran kepada kita kendala-kendala yang sering di alami oleh guru dalam pbmnya. Saya sependapat sekali dengan kendala guru yang masih sering mengalami kesulitan untuk memfasilitasi siswanya yang memiliki beragam kemampuan untuk belajar. Karena hal itu pula pernah saya alami ketika PPL. Menurut teori-teori belajar yang ada dalam pbm guru perlu membentuk kelompok yang heterogen, saya sudah melakukannya namun saya merasa hasilnya belum maksimal. Siswa yang berkemampuan tinggi yang mengerjakan diskusi sedangkan siswa yang lain hanya mengikutinnya saja.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  50. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Beberapa masalah yang merupakan akibat dari penerapan pembelajaran inovatif adlaah bagaimana mempromosikan proses belajar yang inovatif. Guru masih perlu banyak belajar bagaimana penerapan proses belajar inovatif yang efektif dan efisien.

    ReplyDelete
  51. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PMC

    Salah satu utama dalam upaya mengembangkan pembelajaran yang inovatif adalah kesulitan guru dalam mengaktifkan siswa. Terkadang ketika guru suda berupaya untuk mengktifkan siswa, siswa yang sudah terbiasa pasif juga tidak akan dengan mudah berubah menjadi aktif. Hal ini bisa jadi karena kurangnya motivasi dalam diri siswa atau karena kurangnya kepercayaan diri siswa. Karena itulah guru perlu terus berupaya untuk mengaktifkan siswa melalui kegiatan pembelajaran yang melibatkan siswa. Meskipun bukanlah hal mudah untuk mengembangkan pembelajaran seprti itu. Guru perlu mendesain pembelajaran berbasis aktivitas yang membuat siswa untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  52. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    Pendidikan Matematika I 2015

    Artikel di atas memberikan informasi mengenai kendala yang dialami guru dalam mengajar. Saya sependapat karena saya merasakan pula kesulitan yang tertulis pada artikel ini, tentang bagaimana cara mengembangkan RPP, cara mengembangkan LKS, cara agar siswa dapat belajar sesuai dengan tujuan pembelajaran dll.. Semoga dengan adanya artikel ini guru dan calon pendidik dapat mengintensifkan fokus belajarnya pada hal-hal diatas untuk mengantisipasi kendala tersebut

    ReplyDelete