Feb 12, 2013

Sekolah Bertaraf Internasional : Sebuah Epistemology


Oleh : Marsigit

Ass Wr Wb

Berikut saya sampaikan jawaban saya dari beberapa pertanyaan pembaca tentang aspek pengembangan SBI.

Dalam konteks Filsafat, maka aspek pengembangan SBI dapat dimasukkan ke ranah Epistemologi yang meliputi Sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan.


Dalam persepsi saya Sekolah Bertaraf Internasional, atau Sekolah Berstandar Internasional, atau World Class University, atau apapun namanya, dalam konteks ke Indonesiaan adalah suatu PROSES INTERAKSI antara DUA hal :
-Global VS Indonesia,
-Maju VS Berkembang,
-Sophisticated VS Traditional,
-Teori VS Praktek,
-Produk VS Proses,
-Pemerintah VS Masyarakat,
-Undang-Undang VS Implementasinya,
-Standard VS Non-standard,
-the Winner VS the Looser,
-the Best VS the Least,
-the Fact VS the Potentiality,
-the Idealism VS the Pragmatism,
-the Obligatory VS the Need,
-the Long Term VS the Short Term,
-Centralized VS Decentralized,
-International Value VS Local Value,
-Logic VS Action,
-Knowledge VS Experience,
-Terminal Point VS Starting Point,
-Ego VS Iklhas,
-Moving VS Steadily,
-TESIS VS ANTI-TESIS, dst.


Dengan konsep tersebut di atas maka persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh Tata Ruang dan Segment Waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif.

Unsur-unsur berkonotasi TERMINAL POINT sengaja saya letakkan dibagian kiri misalnya Internasional, Standard, the Winner, dst.

Sedangkan unsur-unsur berkonotasi STARTING POINT saya letakkan di bagian kanan, misalnya Tradisional, Local, the Loser..dst.

Kondisi psikologis unsur-unsur TERMINAL POINT tentunya berbeda dengan unsur-unsur STARTING POINT.

Dengan kata lain, tantangan pengembangan SBI ke depan adalah seberapa jauh dan bagaimana mampu segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut TERJEMAH dan DITERJEMAHKAN atau saling BERSINTESIS secara sinergis, ekstensif dan intensif.

Faktanya (bagian kanan), yang didukung EVIDENCES ternyata bahwa TIDAKLAH MUDAH melakukan hal tersebut di atas.

Kalau boleh dikatakan bahkan SANGAT SULIT DIWUJUDKAN disebabkan oleh adanya SIFAT EGO yang menonjol, menguasai dan membatasi ruang gerak unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut.

Dalam jangka waktu pendek, hal demikian kelihatan bersifat KONTRA PRODUKTIF, tetapi dalam jangka panjang (setelah mungkin ganti generasi) akan memberi harapan.

Hypothetical analyses saya menyimpulkan bahwa dalam 100 tahun, bangsa kita masih kalah dengan bangsa Jepang, Cina dan Amerika; tetapi kita akan melihat kejayaan Indonesi setelah kurun lebih dari 100 tahun (alih beberapa generasi).

Maka tantangan pengembangan SBI secara konseptual atau secara hakikinya, tidak cukup hanya menemukan anti-tesis tetapi juga MENSINTESISKAN antara TESIS dan ANTI-TESIS.

Apa yang sedang saya lakukan ini adalah kegiatan SINTESIS atas tesis-tesis dan anti tesisnya.

Ruang dan Waktu akan menjadi saksi, kemana dan sampai kapan dan sampai dimana perjalanan bangsa ini khususnya nasib pengembangan SBI.

Demikian semoga memberi kontribusi. Mohon maaf atas kurangnya.

Marsigit
Yogyakarta, 25 Desember 2011

40 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    pendidikan di Indonesia dengan adanya RSBI menimbulkan masalah baru, karena sekolah tersebut didominasi oleh masyarakat kalangan menengah ke atas, sehingga kesenjangan semakin terlihat. Hal tersebut dikarenakan, biaya pendidikan pada RSBI tidak dapat dikatakan ringan serta sekolah yang memiliki label RSBI kurang bisa mengelola seperti yang diharapkan oleh pemerintah.

    ReplyDelete
  2. SBI merupakan suatu inovasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk memperbaiki kualitas pendidikan. Suatu hal yang baik, inovasi, kadang belum tentu dapat diterima dengan baik. Program yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas sebaiknya dikaji menggunakan istilah yang dapat diterima oleh masyarakat dan sedikit menimbulkan kecurigaan. Bahwa pendidikan harus diubah dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa menjadi suatu keniscayaan. Dari mementingkan hasil menjadi mementingkan proses. Dari siswa pasif menjadi siswa aktif. Perkembangan pengetahuan di dunia internasional tetap menjadi perhatian dan dapat diterapkan dalam kehidupan keIndonesiaan

    ReplyDelete
  3. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Dengan adanya Sekolah Bertaraf Internasional pendidikan di Indonesia diharapkan dapat maju seperti bangsa-bangsa lain di dunia. Sekolah Bertaraf Internasional tidak semata-mata pandai berbahasa Inggris. Pemangku program Sekolah Bertaraf internasional hendaknya mampu pula memberi motivasi kepada seluruh komponen yang ada pada satuan pendidikan tersebut. Sekolah bertaraf internasional sesungguhnya baik apabila mampu mensinergikan unsur-unsur pokok sekolah bertaraf internasional manfaatnya akan dirasakan dalam jangka waktu lama setelah Indonesia mungkin berganti generasi. Tentu harus ada dukungan dari berbagai aspek untuk mendukung dan mensukseskan progam Sekolah Bertaraf Internasional.

    ReplyDelete
  4. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Berdasarkan artikel ini saya memperoleh pemahaman bahwa Sekolah bertaraf internasional merupakan proses interaksi antara dua hal yang sebagaimana telah di sampaikan di atas. Proses tersebut bertujuan untuk mencapai Indonesia yang maju teritama dalam bidang pendidikannya. interaksi antara pemerintah dan masyarakat melalui sosialisasi merupakan hal yang penting agar tidak muncul kesalah pahaman dan tercipta hubungan yang saling mendukung terwujudnya Sekolah bertaraf internasional. Selain itu, interaksi antara undang-undang dan implementasinya juga menjadi hal yang penting, karena pelaksanaan sekolah bertaraf internasional akan menjadi sulit jika perencanaan dan persiapannya tidak berjalan dengan lancar dan matang.

    ReplyDelete
  5. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Hal yang sangat digencarkan oleh dunia pendidikan di Indonesia beberapa tahun yang lalu adalah menjadikan sekolah-sekolah di Indonesia menjadi sekolah bertaraf internasional. Memang bukanlah hal yang mudah untuk merealisasikannya. Saat ini sudah banyak sekolah yang berlabel SBI, namun pada kenyataannya dalam proses pembelajarannya masih kurang dari apa yang diharapkan. Sekarang label SBI dihapuskan. Akan tetapi, suatu saat nanti akan tiba waktunya sekolah di Indonesia sebagai sekolah bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Saya ingin berbagi pengalaman mengenai sekolah berstandar internasional (SBI) ini. Pada tahun 2014 saya kebetulan PPL di salah satu sekolah berstandar internasional di ibukota provinsi saya. Saya akui memang benar bahwa SBI merupakan sekolah unggulan dan menjadi favorit sebagian masyarakat. Siswa di sekolah tersebut memang memiliki banyak prestasi di tingkat provinsi, nasional dan ada beberapa yang internasional. Namun, dikarenakan sekolah favorit dan SBI maka penerimaan siswa barunya pun melalui seleksi yang kompetitif. Tidak hanya menuntut siswa memiliki kemampuan intelektual yang baik tetapi juga dengan kemampuan ekonomi menengah ke atas. Jika dilihat dari aspek belajar mengajar di dalam kelas, pada saat itu guru masih mengajar dengan metode pembelajaran yang hampir sama dengan sekolah nasional pada umumnya. Guru matematika tidak menggunakan ICT walaupun fasilitasnya sudah tersedia di setiap kelas. Bahasa pengantar juga menggunakan Bahasa Indonesia, hanya buku teks yang bilingual. Sehingga kenyataannya SBI tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Sebenarnya SBI memiliki tujuan yang sangat baik untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia, tetapi lagi lagi masalah prakteknya. Menurut saya, Indonesia untuk saat ini belum siap untuk melaksanakan sekolah bertaraf internasional. Hal ini dikarenakan Indonesia pada saat ini masih dalam tahap mencari jati diri sistem pendidikannya.

    ReplyDelete
  7. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    mengingat kita berasal dari salah satu negara yang berkmbang, tentu menjadikan sekolah bertaraf internasional bukan lah pekerjaan yang gampang. pada dasarnya hal itu selalu mengacu pada bagaimana kualitas pendidikan kita saat ini.
    secara epistemologi memang dalam penerapan sekolah bertaraf internasional ini akan dibagi menjadi beberapa hal seperti yang disebutkan di atas. yang mana pembagian tersebut selalu bertentangan satu sama lainnya. tapi semua itu kembali lagi pada ruang dan waktu nya seperti yang bapak bilang. hanya ruang dan waktu yang bisa menjawab bagaimanakah nanti nya pendidikan di indonesia,.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Pada artikel sebelumnya, telah dibahas tentang dunia pagi hari dan dunia sore hari. Untuk sampai kepada dunia pagi hari, maka dunia sore hari harus melewati malam yang gelap gulita. Artinya bahwa perjalanan yang ditempuh tidaklah mudah. Sebagaimana untuk mewujudkan sekolah bertaraf internasional tersebut. terdapat banyak hal yang harus dilakukan dan diwujudkan untuk mencapai pada taraf tersebut. terlebih lagi, Indonesia termasuk ke dalam dunia sore hari. Harus penuh kesabaran dan ketelatenan. Sebenarnya, yang harus dibenahi terlebih dahulu adalah sumber daya manusianya. Apakah mampu mewujudkan hal tersebut? jika yakin mampu, maka apakah sarana dan prasarananya memadai? Banyak sekali yang perlu dikaji. Namun, sangat disayangkan bahwa hal ini tidaklah tuntas. Sekolah bertaraf internasional telah dihapuskan. Karena menimbulkan berbagai problema dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sekolah Bertaraf Internanal tentu memiliki dampak positif, khusus bertaraf internasional. Mengapa? Karena dengan dibekali kemampuan berbahasa internasional dan pandangan kebudayaan di luar Indonesia. Jadi secara tidak langsung siswa yang mengikuti pembelajaran berskala internasional ini mengikuti program dan pola pikir yang merujuk tidak lagi dalam skala nasional saja. Namun semua kembali pada system di Indonesia, yaitu sang pemegang kebijakan. Dasar hokum RSBI sudah dicabut sehingga kekokohan program pendidikan ini dihapuskan.

    ReplyDelete

  10. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menjawab tantangan zaman yang berkembang seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan tekonologi, mengantarkan kita semua ke era global diberbagai bidang kehidupan tak terkecuali pendidikan. Langkah utama yang harus dipikirkan dan direalisasikan adalah bagaimana kita menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter kuat, kokoh, tahan uji serta memiliki kemampuan yang handal di bidangnya. Upaya tersebut harus ditempuh dengan merealisasikan pendidikan yang berorientasi pada bagaimana peserta didik mampu berkreasi memecahkan masalah yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, paradigma pendidikan yang mengedepankan peningkatan daya nalar, kreativitas serta berpikir kritis harus diaplikasikan dalam setiap langkah pengembangan ke depan.. Maka dalam rangka mengatasi era Global, pemerintah Indonesia memiliki kebijakan mengembangkan kualitas pendidikan agar SDM mempunyai kualitas yang tinggi.

    ReplyDelete
  11. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Semua hal dapat dipandang oleh filsafat termasuk permasalah SBI ini, menurut pandangan filsafat persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh tata ruang dan segmen waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif. Intesif sedalam-dalamnya dan ekstensif seluas-luasnya.

    ReplyDelete
  12. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Tujuan SBI memang sangat baik yaitu menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dalam bidang kependidikan,mengarahkan para peserta didik agar dapat lebih berkompeten dan tidak kalah dengan SDM dari luar negeri, yang akhirnya dapat menciptakan SDM dari dalam negeri yang berkualitas. Namun dalam prakteknya SBI masih terlalu berat dibebankan kepada sekolah-sekolah di Indonesia dengan berbagai macam alasan. Ada yang beralasan pengantar bahasa bilingual membuat para siswa sulit menerima materi, dan ada yang beralasan kurangnya penguasaan terhadap alat peraga yang modern. Oleh karena itu bangsa Indonesia seharusnya bekerja lebih keras lagi dalam mewujudkan adanya SBI, yang juga harus didukung oleh pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan kependidikan di indonesia. Karena apabila dijalankan dengan sebenar-benarnya dan sungguh-sungguh, dengan adanya SBI nantinya akan dapat memajukan bangsa Indonesia dalam jangka waktu yang lama.

    ReplyDelete
  13. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Tujuan dari sekolah bertaraf internasional adalah untuk memenuhi kebutuhan global. Artinya sekolah bertaraf internasional tidak hanya standar sekolah pada umumnya di Indonesia tetapi juga harus memenuhi standar sekolah negara yang pendidikannya sudah maju. Dalam hal ini seluruh perangkat pendidikan yang ada di sekolah tersebut dituntut mempunyai keunggulan yang lebih dibandingkan dengan sekolah pada umumnya yang di Indonesia. Namun demikian, banyak yang menilai realisasi sekolah bertaraf internasional oleh pemerintah terkesan terburu-buru. Ini tampak dari munculnya berbagai masalah manajemen tatkala kecepatan sekolah-sekolah dalam melakukan perubahan (mengadopsi silabus pembelajaran dan penilaian asing) masih belum diimbangi dengan upaya yang sistematis untuk memperkuat dan meningkatkan mutu sumber daya kependidikan (kepala sekolah, guru, dan manajemen), membangun sistem kontrol dan akuntabilitas atas seluruh kegiatan akademis dan administrasi keuangan sekolah. Akibatnya, pertumbuhan SBI yang begitu cepat itu malah menimbulkan masalah, kontraproduktif, dan kehilangan arah. Dengan hilangnya pesan perubahan, yang sebelumnya tercermin dari perubahan manajemen sekolah yang menjadi lebih transparan, akuntabel, dan partisipatif, program SBI ini malah hanya membawa kecemasan baru di masyarakat. Semestinya Depdiknas terlebih dulu melakukan pemetaan, pengkajian ulang dan persiapan dari segala sisi sebelum menggulirkan program tersebut, sehingga keresahan tak menjalar di masyarakat.

    ReplyDelete
  14. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam konteks filsafat, aspek pengembangan sekolah internasional (SBI) dapat masuk ke ranah epistemologi yang meliputi pemahaman sumber SBI, memilah aspek, referensi pendukung, bukti, pembenaran, metode, arahan dan tujuannya.
    Sekolah Standar Internasional atau Sekolah Bertaraf Internasional atau World Class University dalam konteks Indonesia adalah proses interaksi antara dua hal: Global VS Indonesia, Forward VS Growing, Praktik VS Tradisional, Teori VS, Proses VS Produk, Komunitas VS Pemerintah, Act VS Implementasi, Standar VS Non-standar, Pemenang VS The Looser, VS Terbaik yang Paling Sedikit, Fakta vs. Potensialitas, Idealisme VS Pragmatisme, keharusan VS Kebutuhan, Jangka Panjang vs Jangka Pendek, Terpusat vs Terdesentralisasi, Nilai vs Internasional, Nilai Lokal, Logika VS Aksi, Pengetahuan vs. Pengalaman, Point Terminal VS Titik Awal, VS egoisme yang tulus, Memindahkan VS dengan Steady, ANTI THESIS VS THESIS, dan sebagainya.

    ReplyDelete
  15. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Sekolah bertaraf internasional merupakan salah satu usaha Indonesia untuk memajukan pendidikan di Indonesia sesuai dengan kemajuan pendidikan internasional saat ini. Namun usaha ini tidak langsung akan memberikan dampak yang terlihat di mata, butuh proses dengan waktu yang panjang pula. akan tetapi usaha untuk memajukan pendidikan di Indonesia ini diselewengkan oleh beberapa oknum, sehingga tidak lagi diteruskan kembali.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ruang dan waktu juga berperan dalam menentukan kemajuan sekolah bertaraf internasional. Menurut saya, sekolah yang tidak bertaraf internasional juga kemungkinan ada yang mempunyai kemampuan yang bagus dan mungkin layak dijadikan sekolah yang bertaraf internasional, hanya saja belum dimunculkan, maka dari itu kemajuan sekolah yang bertaraf internasional juga tergantung pada ruang dan waktu. Kemampuan dan kualitas sekolah yang bertaraf internasional harus benar – benar diperhatikan agar pembelajarannya memang benar – benar maksimal dan tidak hanya bagus di dalam teorinya saja tetapi juga harus dibuktikan dalam prakteknya.

    ReplyDelete
  17. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pada jamannya setiap sekolah Rintisan SBI didukung untuk menuju SBI. Menurut filsafat usaha menjadi SBI itu berart proses ada-mengada-mengada yang berdasarkan dari hati-pikiran-dan kenyataan. Hati menginginkan pembelajaran yang inovatif, pikiran memikirkan bagaimana caranya, dan kenyataan saat ini adalah pembelajaran masih banyak yang tradisional. Ada pembelajaran berbasis guru saat ini. Sistem, kurikulum, guru, sekolah merupakan pengada, yang akan mengadakan Sekolah Berbasis Internasional. Dalam memperjuangkan butuh ikhtiar dan doa yang ikhlas.

    ReplyDelete
  18. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    \SBI akan menjadi sekolah yang memang SBI jika ruang dan waktunya harus lebioh jauh lagi. Bukan sekedar ruang dan waktu yang ada akan tetapi harus memiliki ruang dan waktu i+1, karena jika ruang dan waktu (i) saja maka SBI akan sama saja dengan sekolah yang lainnya. Sehingga tidak ada perbedaannya. Dalam SBI aharus memiliki keunggulan dalam sekolah itu apa yang di unggulkan oleh sekolah itu.

    ReplyDelete
  19. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Epistemology yang berkaitan dengan bagaimana untuk mewujudkan sekolah bertaraf internasional? Yang kita ketahui tujuan utama penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional adalah upaya perbaikan kualitas pendidikan nasional, khususnya supaya eksistensi pendidikan nasional Indonesia diakui di mata dunia dan memiliki daya saing dengan negara-negara maju lainnya. Tentunya ada cara dan karakteristik tertentu yang harus dicapai.

    ReplyDelete
  20. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    SBI merupakan salah satu upaya pencapaian pengetahuan dan pengembangan pembelajaran dalam sekolah yang ebrtaraf internasional, yaitu sebagai epistemologi. Saya sependapat bahwa persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh Tata Ruang dan Segment Waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif. Artinya bahwa SBI juga sebaiknya mengkondisikan siswa sedemikian hingga pengetahuan yang diperoleh menembus dan terikat oleh ruang dan waktu, karena perkembangan global juga bsia berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, untuk mewujudkan harapan pendidikan yang baik, maka SBI bisa dioptimalkan lagi untuk perbaikan kualitas pendidikan nasional sehingga bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya.

    ReplyDelete
  21. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sekolah bertaraf internasional harus memenuhi standar nasional pendidikan dalam segala hal. Maka tidak mudah menjadi sekolah bertaraf internasional dimana segala sesuatunya harus berkualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kesiapan para pendidik terutama juga menjadi masalah serius karena untuk memenuhi standar yang ditetapkan, maka guru harus belajar untuk meningkatkan profesionalitasnya.

    ReplyDelete
  22. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Munculnya sekolah bertaraf internasional diharapkan bisa menjajarkan kemampuan SDM di Indonesia dengan negara lain. Menurut saya danya sekolah RBI ini bukan berarti menjajarkan pendidikan di Indonesia dengan negara lain, karena faktanya di Indonesia sendiri didalam pelosok negri masi banyak sekolah yang belum berstandar nasional. Adanya sekolah bertaraf internasional ini tidaklah buruk karena bisa dibilang membantu menyiapkan mental siswa dalam bersaing di kancah internasional.

    ReplyDelete
  23. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Jika berbicara masalah epistimologi SBI, dan setelah melihat perbandingan dua epistimologi yang ada diatas. Maka untuk memulai, saya ingin membuat pernyataan bahwa SBI adalah program yang masih keliru. Masalahnya adalah bagaimana dengan program wajib belajar 9 tahun? Padahal pemerintah telah menetapkan wajib belajar 9 tahun sebagai programnya. Maka sebagai konsekuensinya semua pembiayaan pendidikan bagi siswa mulai dari pendidikan dasar maupun menengah harus dipenuhinya dan tidak boleh ada pungutan pada siswa. Pungutan pada orang tua siswa, meski melalui komite, adalah bertentangan dengan undang-undang SISDIKNAS itu sendiri. Pasal yang memuat aturan tentang diperbolehkannya pungutan bagi siswa sekolah bertaraf internasional Harus Diamandemen karena bertentangan satu sama lain. Program SBI jelas salah konsep, tidak sesuai dengan semangat nasionalisme, dan tidak sesuai untuk semua kalangan. Untuk itu bangsa kita hanya memerlukan SATU standar yaitu SSN (Sekolah Standar Nasional) yg bermutu tinggi dan GRATIS. Pemerintah perlu mengembangkan SSN menjadi sebuah standar pendidikan yang terbaik yang bisa dicapai oleh bangsa Indonesia. Kita tidak memerlukan LABEL ‘internasional’ untuk dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

    ReplyDelete
  24. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aspek pengembangan Sekolah Bertaraf Internasional. Dalam konteks Filsafat, maka aspek pengembangan SBI dapat ditambahkan ke ranah Epistemologi yang meliputi Sumber-sumber pengertian SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, bukti, pembenaran, metode, arah dan tujuan. Karena sebenarnya epistimologi merupakan metode, maka jika kita membelas SBI dan epistimologinya berarti kita akan membahasa aspek apa dan bagaimana pengembangan ini dilakukan.

    ReplyDelete
  25. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam postingan ini dibahas mengenai aspek pengembangan SBI yang meliputi sumber-sumber pemahanan SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan. Pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh tata ruang dan segmen wakktu yang ada memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur yang ada untuk melalukan interaksi secara sinergis, intensif, dan ekstensif. Dengan demikian, sekolah yang berkeinginan untuk mencapai SBI harus dapat melakukan kegiatan terjemah dan diterjemahkan dan mensintesiskan tesis dan anti tesis yang ada.

    ReplyDelete
  26. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Menurut saya memang terdapat pro dn kontra dalam mewujudkan sekolah yang bertaraf internasional. Perkembangan jaman menuntut untuk selalu diikuti, tapi ada pula budaya yag harus senantiasa dilestarikan. Perlu ada keseimbangan anatra keduanya. Boleh saja mengikuti adat dan budaya internasional, tapi tetap harus ada filter untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan sekolah meruapakan tempat untuk membentuk pemikiran siswa, jangan sampai siswa melupakan asalnya.

    ReplyDelete
  27. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Aspek pengembangan SBI dapat dimasukan ke ranah Epistemologi yang meliputi sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan. Persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh tata ruang dan segmen waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur yang ada untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif, dan ekstensif. Tantangan SBI kedepan adalah seberapa jauh dan bagaimana unsur-unsur tersebut mampu menerjemahkan dan diterjemahkan tau saling bersintesis secara sinergis, ekstensif, dan intensif.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam wacana bapak di atas disebutkan bahwa SBI sangat sulit diwujudkan karena disebabkan oleh ego yang menonjol, menguasai dan membatasi ruang gerak unsur-unsur tesis-tesis. Untuk dapat mewujudkan SBI diperlukan sarana dan prasrana yang memadai dan SDM yang memadai pula. Sehingga tidak hanya punya sekolah tetapi sekolah SBI harus dapat menunjukkan prestasi di nasional terlebih dahulu untuk tahapan yang lebih tinggi selanjutnya. Untuk menciptakan SBI pun tidak dapat dilakukan sediri tetapi butuh kerjasama antara guru dengan pemerintah.

    ReplyDelete
  29. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    RSBI/SBI dinilai bermasalah. Oleh karena itu, SBI sekarang dihapus. Keberadaan SBI yang mendasarkan seleksi pada intelektual dan keuangan siswa adalah bentuk tindakan penggolongan atau pembedaan perlakuan terhadap siswa berdasarkan status sosial dan status ekonomi. Ini berarti semakin tinggi standar kualitas suatu sekolah, semakin besar pula peluang sekolah itu mendapatkan dana khusus dari pemerintah ataupun dari masyarakat, serta semakin tinggi pula kesempatannya untuk menjadi sekolah yang lebih bermutu lagi. Sebaliknya, sekolah-sekolah non-RSBI/SBI justru semakin tertinggal karena tidak mendapat dukungan dana yang signifikan dari pemerintah dan ada larangan melakukan pungutan. Bukankah sekolah-sekolah terbelakang seharusnya mendapatkan dana khusus dalam jumlah besar agar dapat mengejar ketertinggalan? Ini artinya pendidikan bermutu, disadari atau tidak, hanya dapat dinikmati oleh siswa yang mempunyai uang banyak. Inilah mengapai SBI sudah dihapuskan.

    ReplyDelete
  30. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    SBI yang telah dirintis oleh pemerintah sejak lama dan sekarang telah dihapuskan menjadi evaluasi untuk berbagai pihak. Program pemerintah semestinya dibuat dengan kajian yang mendalam, dengan melihat tujuan dan niat hal tersebut dibuat. Apabila dari awal tujuan dan niat tidak kuat atau bahkan tidak tepat, akan mengganggu kelangsungan program tersebut. Tidak lepas dari langkah awal, implementasi yang ternyata dijumpai di lapangan juga menjadi hal yang diamati oleh banyak pihak. Terjadi kesenjangan antara SBI dan sekolah biasa (yang dulu bernama RSBI-non RSBI) yang semakin bertambah lebar. Menjadikan siswa yang mendapatkan fasilitas lebih adalah siswa dari kalangan berada, sedangkan hal ini bertentangan dengan konsep “education is for all”.

    ReplyDelete
  31. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  32. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Era globalisasi menuntut sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetensi secara internasional. Upaya pemerintah untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas, diantaranya dengan membentuk program yang disebut RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional)/ SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) sebagai jawaban atas tantangan zaman tersebut. Namun, dalam penyelengaraannya RSBI/ SBI tidaklah mudah karena harus dilakukan dan dikembangkan dengan konsep yang benar-benar matang. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan sekolah menuju SBI agar tidak menjadi ketimpangan dalam dunia pendidikan sehingga dapat diperoleh pendidikan yang merata dimana hak semua warga Indonesia dapat terpenuhi untuk turut mendapatkan kesempatan mengecap pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian, pengembangan SBI dalam konteks filsafat harus memperhatikan aspek epistemologinya.

    ReplyDelete
  33. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya setuju dengan tulisan pak Marsigit, namun saya ingin menambahkan beberapa hal. Menurut saya, Indonesia tidak perlu menjadi ekor dunia. Memang ada beberapa hal yang perlu kita ikuti, namun tidak semua hal. Contohnya yang sangat perlu untuk diikuti adalah perkembangan teknologi baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun infrastruktur. Namun dalam hal budaya, fasion, sosial, atau pandangan hidup, kita tidak perlu mengimpor hal-hal tersebut. Karena pada dasarnya, karakter bangsa Indonesia dulu sempat menjadi kebanggaan dan disegani oleh dunia. Sehingga, apabila hal ini diperhatikan, tidak perlu menunggu 100 tahun, saya optimis sebelum 100 tahun, Indonesia sudah bisa menyaingi negara-negara lain.

    ReplyDelete
  34. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Sekolah bertaraf internasional (SBI) merupakan sebuah jenjang sekolah nasional di Indonesia dengan standar mutu internasional. Proses belajar mengajar di sekolah ini menekankan pengembangan daya kreasi, inovasi, dan eksperimentasi untuk memacu ide-ide baru yang belum pernah ada. Berdasarkan pengertian tersebut bahwa SBI bukanlah sekedar sekolah billingual tetapi perubahan menuju SBI bukanlah perubahan yang mudah, banyak hal yang harus diubah dan diadaptasi lagi.

    ReplyDelete
  35. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saat ini memanglah sekolah bertaraf internasional tidak ada gaungnya lagi. Namun secara inplisit kurikulum sekarang mengembangkan sekolah bertaraf internasional. Bukan sebutannya lagi yang digaungkan namun sifat-sifat yang didalamnya. Sehingga pikiran siswa sesuai dengan perkembangan secara internasional namun dengan karakter Indonesia yang tetap melekat. Sehingga dalam penerapannya mungkin akan cukup lama mendapatkan hasinya. Namun tetap tunggulah dan rancang proses yang matang sehingga pembelajaran yang lebih baik terus terjalin.

    ReplyDelete
  36. Dwi Kawuryani
    S1 Pend.Mat I 2014
    14301241049
    Sekolah bertaraf international merupakan salah satu usaha bangsa Indonesia untuk meningkatkan mutu Pendidikan, Karena dengan adanya sekolah bertaraf international mencerminkan Pendidikan yang bertaraf international. Namun sekolah bertaraf international menjadi tempat bagi siswa yang berasal dari kalangan atas, sehingga menjadi seperti pemisahan kasta, kasta atas dan kasta bawah. Bahkan dalam praktek nya ada sekolah biasa yang lebih bagus dari sekolah bertaraf international.

    ReplyDelete
  37. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Rintisan Sekolah Bertaraf International diadakan guna untuk meningkatkan kualita pendidikan negara Indoneisa agar dapat bersaing dengan negara lain, dimana pembelajarannya berstandar kualitas pendidikan secara internasional. Namun maslah yang terjadi di lapangan adalah RSBI hanya dapat dikenyam oleh siswa yang kalangan atas, karena biaya masuk dan sekolah di RSBI sangat mahal.

    ReplyDelete
  38. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari postingan tersebut saya simpulkan bahwa sekolah bertaraf internasional merupakan interaksi antara dua hal yaitu terminal point dan starting point. Unsur starting point sangat sulit dilakukan sebab masih terdapat ego yang membatasi ruang gerak. Mewujudkan sekolah bertaraf internasional tidaklah mudah sebab pembelajaran yang ada sekarang masih belum bisa menerika kemajuan unsur-unsur tersebut dan masih terpaku pada cara lama.

    ReplyDelete
  39. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Untuk melakukan kegiatan mensintesiskan antara tesis-tesis dengan anti-tesisnya, pada pelaku sintesis haruslah sadar akan tesis-tesis dan anti-tesisnya. Jika tidak sadar akan hal itu maka kegiatan sintesis tidak berjalan dengan baik. Makanya dalam kurun waktu seratus tahun pendidikan kita masih kalah dengan Jepang. Hal tersebut dikarenakan karena ketidaktahuan maupun tidak perdulinya para pensintesis. Bahkan pensintesis tidak mengetahui bahwa dia adalah pensintesis.

    ReplyDelete
  40. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Untuk melakukan kegiatan mensintesiskan antara tesis-tesis dengan anti-tesisnya, pada pelaku sintesis haruslah sadar akan tesis-tesis dan anti-tesisnya. Jika tidak sadar akan hal itu maka kegiatan sintesis tidak berjalan dengan baik. Makanya dalam kurun waktu seratus tahun pendidikan kita masih kalah dengan Jepang. Hal tersebut dikarenakan karena ketidaktahuan maupun tidak perdulinya para pensintesis. Bahkan pensintesis tidak mengetahui bahwa dia adalah pensintesis.

    ReplyDelete