Feb 12, 2013

Sekolah Bertaraf Internasional : Sebuah Epistemology


Oleh : Marsigit

Ass Wr Wb

Berikut saya sampaikan jawaban saya dari beberapa pertanyaan pembaca tentang aspek pengembangan SBI.

Dalam konteks Filsafat, maka aspek pengembangan SBI dapat dimasukkan ke ranah Epistemologi yang meliputi Sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan.


Dalam persepsi saya Sekolah Bertaraf Internasional, atau Sekolah Berstandar Internasional, atau World Class University, atau apapun namanya, dalam konteks ke Indonesiaan adalah suatu PROSES INTERAKSI antara DUA hal :
-Global VS Indonesia,
-Maju VS Berkembang,
-Sophisticated VS Traditional,
-Teori VS Praktek,
-Produk VS Proses,
-Pemerintah VS Masyarakat,
-Undang-Undang VS Implementasinya,
-Standard VS Non-standard,
-the Winner VS the Looser,
-the Best VS the Least,
-the Fact VS the Potentiality,
-the Idealism VS the Pragmatism,
-the Obligatory VS the Need,
-the Long Term VS the Short Term,
-Centralized VS Decentralized,
-International Value VS Local Value,
-Logic VS Action,
-Knowledge VS Experience,
-Terminal Point VS Starting Point,
-Ego VS Iklhas,
-Moving VS Steadily,
-TESIS VS ANTI-TESIS, dst.


Dengan konsep tersebut di atas maka persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh Tata Ruang dan Segment Waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif.

Unsur-unsur berkonotasi TERMINAL POINT sengaja saya letakkan dibagian kiri misalnya Internasional, Standard, the Winner, dst.

Sedangkan unsur-unsur berkonotasi STARTING POINT saya letakkan di bagian kanan, misalnya Tradisional, Local, the Loser..dst.

Kondisi psikologis unsur-unsur TERMINAL POINT tentunya berbeda dengan unsur-unsur STARTING POINT.

Dengan kata lain, tantangan pengembangan SBI ke depan adalah seberapa jauh dan bagaimana mampu segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut TERJEMAH dan DITERJEMAHKAN atau saling BERSINTESIS secara sinergis, ekstensif dan intensif.

Faktanya (bagian kanan), yang didukung EVIDENCES ternyata bahwa TIDAKLAH MUDAH melakukan hal tersebut di atas.

Kalau boleh dikatakan bahkan SANGAT SULIT DIWUJUDKAN disebabkan oleh adanya SIFAT EGO yang menonjol, menguasai dan membatasi ruang gerak unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut.

Dalam jangka waktu pendek, hal demikian kelihatan bersifat KONTRA PRODUKTIF, tetapi dalam jangka panjang (setelah mungkin ganti generasi) akan memberi harapan.

Hypothetical analyses saya menyimpulkan bahwa dalam 100 tahun, bangsa kita masih kalah dengan bangsa Jepang, Cina dan Amerika; tetapi kita akan melihat kejayaan Indonesi setelah kurun lebih dari 100 tahun (alih beberapa generasi).

Maka tantangan pengembangan SBI secara konseptual atau secara hakikinya, tidak cukup hanya menemukan anti-tesis tetapi juga MENSINTESISKAN antara TESIS dan ANTI-TESIS.

Apa yang sedang saya lakukan ini adalah kegiatan SINTESIS atas tesis-tesis dan anti tesisnya.

Ruang dan Waktu akan menjadi saksi, kemana dan sampai kapan dan sampai dimana perjalanan bangsa ini khususnya nasib pengembangan SBI.

Demikian semoga memberi kontribusi. Mohon maaf atas kurangnya.

Marsigit
Yogyakarta, 25 Desember 2011

70 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Sekolah bertaraf internasional merupakan salah satu usaha Indonesia untuk memajukan pendidikan di Indonesia sesuai dengan kemajuan pendidikan internasional saat ini. Namun usaha ini tidak langsung akan memberikan dampak yang terlihat di mata, butuh proses dengan waktu yang panjang pula. akan tetapi usaha untuk memajukan pendidikan di Indonesia ini diselewengkan oleh beberapa oknum, sehingga tidak lagi diteruskan kembali.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ruang dan waktu juga berperan dalam menentukan kemajuan sekolah bertaraf internasional. Menurut saya, sekolah yang tidak bertaraf internasional juga kemungkinan ada yang mempunyai kemampuan yang bagus dan mungkin layak dijadikan sekolah yang bertaraf internasional, hanya saja belum dimunculkan, maka dari itu kemajuan sekolah yang bertaraf internasional juga tergantung pada ruang dan waktu. Kemampuan dan kualitas sekolah yang bertaraf internasional harus benar – benar diperhatikan agar pembelajarannya memang benar – benar maksimal dan tidak hanya bagus di dalam teorinya saja tetapi juga harus dibuktikan dalam prakteknya.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pada jamannya setiap sekolah Rintisan SBI didukung untuk menuju SBI. Menurut filsafat usaha menjadi SBI itu berart proses ada-mengada-mengada yang berdasarkan dari hati-pikiran-dan kenyataan. Hati menginginkan pembelajaran yang inovatif, pikiran memikirkan bagaimana caranya, dan kenyataan saat ini adalah pembelajaran masih banyak yang tradisional. Ada pembelajaran berbasis guru saat ini. Sistem, kurikulum, guru, sekolah merupakan pengada, yang akan mengadakan Sekolah Berbasis Internasional. Dalam memperjuangkan butuh ikhtiar dan doa yang ikhlas.

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    \SBI akan menjadi sekolah yang memang SBI jika ruang dan waktunya harus lebioh jauh lagi. Bukan sekedar ruang dan waktu yang ada akan tetapi harus memiliki ruang dan waktu i+1, karena jika ruang dan waktu (i) saja maka SBI akan sama saja dengan sekolah yang lainnya. Sehingga tidak ada perbedaannya. Dalam SBI aharus memiliki keunggulan dalam sekolah itu apa yang di unggulkan oleh sekolah itu.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Epistemology yang berkaitan dengan bagaimana untuk mewujudkan sekolah bertaraf internasional? Yang kita ketahui tujuan utama penyelenggaraan Sekolah Bertaraf Internasional adalah upaya perbaikan kualitas pendidikan nasional, khususnya supaya eksistensi pendidikan nasional Indonesia diakui di mata dunia dan memiliki daya saing dengan negara-negara maju lainnya. Tentunya ada cara dan karakteristik tertentu yang harus dicapai.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    SBI merupakan salah satu upaya pencapaian pengetahuan dan pengembangan pembelajaran dalam sekolah yang ebrtaraf internasional, yaitu sebagai epistemologi. Saya sependapat bahwa persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh Tata Ruang dan Segment Waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif. Artinya bahwa SBI juga sebaiknya mengkondisikan siswa sedemikian hingga pengetahuan yang diperoleh menembus dan terikat oleh ruang dan waktu, karena perkembangan global juga bsia berubah sewaktu-waktu. Oleh karena itu, untuk mewujudkan harapan pendidikan yang baik, maka SBI bisa dioptimalkan lagi untuk perbaikan kualitas pendidikan nasional sehingga bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sekolah bertaraf internasional harus memenuhi standar nasional pendidikan dalam segala hal. Maka tidak mudah menjadi sekolah bertaraf internasional dimana segala sesuatunya harus berkualitas sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Kesiapan para pendidik terutama juga menjadi masalah serius karena untuk memenuhi standar yang ditetapkan, maka guru harus belajar untuk meningkatkan profesionalitasnya.

    ReplyDelete
  8. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Munculnya sekolah bertaraf internasional diharapkan bisa menjajarkan kemampuan SDM di Indonesia dengan negara lain. Menurut saya danya sekolah RBI ini bukan berarti menjajarkan pendidikan di Indonesia dengan negara lain, karena faktanya di Indonesia sendiri didalam pelosok negri masi banyak sekolah yang belum berstandar nasional. Adanya sekolah bertaraf internasional ini tidaklah buruk karena bisa dibilang membantu menyiapkan mental siswa dalam bersaing di kancah internasional.

    ReplyDelete
  9. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Jika berbicara masalah epistimologi SBI, dan setelah melihat perbandingan dua epistimologi yang ada diatas. Maka untuk memulai, saya ingin membuat pernyataan bahwa SBI adalah program yang masih keliru. Masalahnya adalah bagaimana dengan program wajib belajar 9 tahun? Padahal pemerintah telah menetapkan wajib belajar 9 tahun sebagai programnya. Maka sebagai konsekuensinya semua pembiayaan pendidikan bagi siswa mulai dari pendidikan dasar maupun menengah harus dipenuhinya dan tidak boleh ada pungutan pada siswa. Pungutan pada orang tua siswa, meski melalui komite, adalah bertentangan dengan undang-undang SISDIKNAS itu sendiri. Pasal yang memuat aturan tentang diperbolehkannya pungutan bagi siswa sekolah bertaraf internasional Harus Diamandemen karena bertentangan satu sama lain. Program SBI jelas salah konsep, tidak sesuai dengan semangat nasionalisme, dan tidak sesuai untuk semua kalangan. Untuk itu bangsa kita hanya memerlukan SATU standar yaitu SSN (Sekolah Standar Nasional) yg bermutu tinggi dan GRATIS. Pemerintah perlu mengembangkan SSN menjadi sebuah standar pendidikan yang terbaik yang bisa dicapai oleh bangsa Indonesia. Kita tidak memerlukan LABEL ‘internasional’ untuk dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

    ReplyDelete
  10. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Aspek pengembangan Sekolah Bertaraf Internasional. Dalam konteks Filsafat, maka aspek pengembangan SBI dapat ditambahkan ke ranah Epistemologi yang meliputi Sumber-sumber pengertian SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, bukti, pembenaran, metode, arah dan tujuan. Karena sebenarnya epistimologi merupakan metode, maka jika kita membelas SBI dan epistimologinya berarti kita akan membahasa aspek apa dan bagaimana pengembangan ini dilakukan.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam postingan ini dibahas mengenai aspek pengembangan SBI yang meliputi sumber-sumber pemahanan SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan. Pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh tata ruang dan segmen wakktu yang ada memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur yang ada untuk melalukan interaksi secara sinergis, intensif, dan ekstensif. Dengan demikian, sekolah yang berkeinginan untuk mencapai SBI harus dapat melakukan kegiatan terjemah dan diterjemahkan dan mensintesiskan tesis dan anti tesis yang ada.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Menurut saya memang terdapat pro dn kontra dalam mewujudkan sekolah yang bertaraf internasional. Perkembangan jaman menuntut untuk selalu diikuti, tapi ada pula budaya yag harus senantiasa dilestarikan. Perlu ada keseimbangan anatra keduanya. Boleh saja mengikuti adat dan budaya internasional, tapi tetap harus ada filter untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan sekolah meruapakan tempat untuk membentuk pemikiran siswa, jangan sampai siswa melupakan asalnya.

    ReplyDelete
  13. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Aspek pengembangan SBI dapat dimasukan ke ranah Epistemologi yang meliputi sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan. Persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh tata ruang dan segmen waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur yang ada untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif, dan ekstensif. Tantangan SBI kedepan adalah seberapa jauh dan bagaimana unsur-unsur tersebut mampu menerjemahkan dan diterjemahkan tau saling bersintesis secara sinergis, ekstensif, dan intensif.

    ReplyDelete
  14. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam wacana bapak di atas disebutkan bahwa SBI sangat sulit diwujudkan karena disebabkan oleh ego yang menonjol, menguasai dan membatasi ruang gerak unsur-unsur tesis-tesis. Untuk dapat mewujudkan SBI diperlukan sarana dan prasrana yang memadai dan SDM yang memadai pula. Sehingga tidak hanya punya sekolah tetapi sekolah SBI harus dapat menunjukkan prestasi di nasional terlebih dahulu untuk tahapan yang lebih tinggi selanjutnya. Untuk menciptakan SBI pun tidak dapat dilakukan sediri tetapi butuh kerjasama antara guru dengan pemerintah.

    ReplyDelete
  15. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    RSBI/SBI dinilai bermasalah. Oleh karena itu, SBI sekarang dihapus. Keberadaan SBI yang mendasarkan seleksi pada intelektual dan keuangan siswa adalah bentuk tindakan penggolongan atau pembedaan perlakuan terhadap siswa berdasarkan status sosial dan status ekonomi. Ini berarti semakin tinggi standar kualitas suatu sekolah, semakin besar pula peluang sekolah itu mendapatkan dana khusus dari pemerintah ataupun dari masyarakat, serta semakin tinggi pula kesempatannya untuk menjadi sekolah yang lebih bermutu lagi. Sebaliknya, sekolah-sekolah non-RSBI/SBI justru semakin tertinggal karena tidak mendapat dukungan dana yang signifikan dari pemerintah dan ada larangan melakukan pungutan. Bukankah sekolah-sekolah terbelakang seharusnya mendapatkan dana khusus dalam jumlah besar agar dapat mengejar ketertinggalan? Ini artinya pendidikan bermutu, disadari atau tidak, hanya dapat dinikmati oleh siswa yang mempunyai uang banyak. Inilah mengapai SBI sudah dihapuskan.

    ReplyDelete
  16. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    SBI yang telah dirintis oleh pemerintah sejak lama dan sekarang telah dihapuskan menjadi evaluasi untuk berbagai pihak. Program pemerintah semestinya dibuat dengan kajian yang mendalam, dengan melihat tujuan dan niat hal tersebut dibuat. Apabila dari awal tujuan dan niat tidak kuat atau bahkan tidak tepat, akan mengganggu kelangsungan program tersebut. Tidak lepas dari langkah awal, implementasi yang ternyata dijumpai di lapangan juga menjadi hal yang diamati oleh banyak pihak. Terjadi kesenjangan antara SBI dan sekolah biasa (yang dulu bernama RSBI-non RSBI) yang semakin bertambah lebar. Menjadikan siswa yang mendapatkan fasilitas lebih adalah siswa dari kalangan berada, sedangkan hal ini bertentangan dengan konsep “education is for all”.

    ReplyDelete
  17. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Era globalisasi menuntut sumber daya manusia yang berkualitas dan mampu berkompetensi secara internasional. Upaya pemerintah untuk menghasilkan pendidikan yang berkualitas, diantaranya dengan membentuk program yang disebut RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional)/ SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) sebagai jawaban atas tantangan zaman tersebut. Namun, dalam penyelengaraannya RSBI/ SBI tidaklah mudah karena harus dilakukan dan dikembangkan dengan konsep yang benar-benar matang. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengembangan sekolah menuju SBI agar tidak menjadi ketimpangan dalam dunia pendidikan sehingga dapat diperoleh pendidikan yang merata dimana hak semua warga Indonesia dapat terpenuhi untuk turut mendapatkan kesempatan mengecap pendidikan yang berkualitas. Dengan demikian, pengembangan SBI dalam konteks filsafat harus memperhatikan aspek epistemologinya.

    ReplyDelete
  18. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya setuju dengan tulisan pak Marsigit, namun saya ingin menambahkan beberapa hal. Menurut saya, Indonesia tidak perlu menjadi ekor dunia. Memang ada beberapa hal yang perlu kita ikuti, namun tidak semua hal. Contohnya yang sangat perlu untuk diikuti adalah perkembangan teknologi baik dalam bidang ekonomi, pendidikan, maupun infrastruktur. Namun dalam hal budaya, fasion, sosial, atau pandangan hidup, kita tidak perlu mengimpor hal-hal tersebut. Karena pada dasarnya, karakter bangsa Indonesia dulu sempat menjadi kebanggaan dan disegani oleh dunia. Sehingga, apabila hal ini diperhatikan, tidak perlu menunggu 100 tahun, saya optimis sebelum 100 tahun, Indonesia sudah bisa menyaingi negara-negara lain.

    ReplyDelete
  19. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari postingan tersebut saya simpulkan bahwa sekolah bertaraf internasional merupakan interaksi antara dua hal yaitu terminal point dan starting point. Unsur starting point sangat sulit dilakukan sebab masih terdapat ego yang membatasi ruang gerak. Mewujudkan sekolah bertaraf internasional tidaklah mudah sebab pembelajaran yang ada sekarang masih belum bisa menerika kemajuan unsur-unsur tersebut dan masih terpaku pada cara lama.

    ReplyDelete
  20. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Untuk melakukan kegiatan mensintesiskan antara tesis-tesis dengan anti-tesisnya, pada pelaku sintesis haruslah sadar akan tesis-tesis dan anti-tesisnya. Jika tidak sadar akan hal itu maka kegiatan sintesis tidak berjalan dengan baik. Makanya dalam kurun waktu seratus tahun pendidikan kita masih kalah dengan Jepang. Hal tersebut dikarenakan karena ketidaktahuan maupun tidak perdulinya para pensintesis. Bahkan pensintesis tidak mengetahui bahwa dia adalah pensintesis.

    ReplyDelete
  21. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Untuk melakukan kegiatan mensintesiskan antara tesis-tesis dengan anti-tesisnya, pada pelaku sintesis haruslah sadar akan tesis-tesis dan anti-tesisnya. Jika tidak sadar akan hal itu maka kegiatan sintesis tidak berjalan dengan baik. Makanya dalam kurun waktu seratus tahun pendidikan kita masih kalah dengan Jepang. Hal tersebut dikarenakan karena ketidaktahuan maupun tidak perdulinya para pensintesis. Bahkan pensintesis tidak mengetahui bahwa dia adalah pensintesis.

    ReplyDelete
  22. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Membaca artikel ini, saya teringat kejadian yang terjadi di Indonesia beberapa tahun yang lalu dimana mulai bermunculan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) maupun Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Dengan hadirnya SBI atau RSBI di Indonesia, menunjukkan adanya kemauan dan usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Sekolah Berbasis Internasional (SBI) ini bertujuan untuk menjadikan siswa Indonesia lebih berkompeten dan mampu bersaing dengan siswa dari negara lain.
    Namun, seiring berjalannya waktu banyak timbul permasalahan terkait dengan penyelenggaran SBI maupun RSBI di negeri ini. Mulai dari biaya mahal yang membuat para orang tua sedikit khawatir, penggunaan bahasa bilingual yang terkadang menyulitkan para siswa untuk memahami materi pelajaran, hingga sarana prasarana yang belum cukup mendukung penyelenggaraan SBI. Dan hingga seperti yang kita dapati sekarang ini, SBI maupun RSBI telah dihapuskan.
    Menurut saya, penghapusan SBI ini terjadi karena masih ada pihak-pihak yang belum memahami manfaat dari pengembangan SBI dan manfaat yang akan diperoleh di masa mendatang. Seperti yang Pak Prof. sampaikan bahwa dalam 100 tahun bangsa kita masih kalah dengan Jepang, Cina dan Amerika, tetapi kita akan melihat kejayaan Indonesia setelah kurun lebih dari 100 tahun.

    ReplyDelete
  23. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Terima kasih, Pak. Pada beberapa hal saya sangat sepakat dengan argumentasi bapak di atas. Kebijakan sekolah bertaraf international memang memisahkan tesis-tesis yang seharusnya bersintesa namun terdikotomi oleh standar-standar yang dipaksakan. Adanya RSBI secara tidak langsung, seperti apa yang bapak katakan, menciptakan dua kelas yang secara kualitas akan saling dipertentangkan. Saya lebih tertarik dengan pemisahan antara global (international) vs Indonesia (nasional). Pertanyaannya, apakah dengan pemisahan itu, sekolah-sekolah yang masih memegang status standar nasional akan menjadi sekolah yang subordinat (kurang diperhitungkan)? Jika demikian, bukankah hal tersebut mereduksi hakikat pendidikan tentang membawa nilai-nilai emansipatoris (kesetaraan)? Apakah dengan adanya standar international lalu kemudian hal-hal yang terkait dengan lokalitas (misal: local wisdom) dianggap sebagai entitas yang kolot? Saya sangat sepakat dengan bapak bahwa tesis-tesis yang diperlawankan sejatinya harus disintesakan menjadi suatu kesatuan utuh. Dengan catatan bahwa RSBI harus memiliki landasan filosofis yang utuh mulai dari ranah ontologi, epistemologi, sampai ke ranah aksiologinya. Wassalam!

    ReplyDelete
  24. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    S2 Pendidikan Matematika A (PM A)

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) merupakan wujud dari Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI). Setiap sekolah memiliki hak untuk menuju ke arah tersebut. Akan tetapi, diperlukan syarat-syarat sehingga terwujudlah SBI. Beberapa aspek dalam sistem persekolahan perlu dibenahi agar SBI tercapai. Salah satu latar belakang keinginan untuk melakukan penyelenggaraan SBI ini adalah kebutuhan sumber daya manusia. Keunggulan sumber daya manusia merupakan kunci daya saing dan akan menentukan masa depan kelangsungan hidup msyarakat. Namun, fakta di lapangan tidak seperti yang ada pada teori, depdiknas, permen, dsb. Masih banyak sekali kekurangan-kekurangan yang terjadi di sekolah yang ingin mewujudkan SBI. Hal ini disebabkan karena banyak faktor, mulai dari kesiapan siswa dan guru, orang tua, fasilitas sekolah, dsb. Saya sependapat dengan Bapak, dimana mewujudkan pendidikan yang berkualitas (SBI) memang tidak mudah, tetapi inilah yang harus terus-menerus diupayakan, baik oleh pemerintah maupun oleh para pelaksana pendidikan di lapangan.

    ReplyDelete
  25. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ulasan di atas, benar-benar menjadi ilmu yang bermanfaat bagi diri saya
    Melalui ulasan di atas, saya kembali disadarkan bahwa dalam berbagai sudut kehidupan kita memanglah terikat oleh ruang dan waktu. Apa yang kita pertimbangkan dan apa yang kita lakukan harus sesuai dengan ruang dan waktunya.
    Ada lagi, dari postingan di atas kembali memberikan penyadaran kepada saya pula tentang hermeneutika kehidupan, bahwa hidup adalah terjemah dan diterjemahkan. Kemudian yang tidak kalah penting bahwa kehidupan adalah mensintesiskan tesisn-tesis dan anti tesis anti tesis. Bermula dari pokok bahasan SBI, saya menjadi sedikit bertambah tahu lebih dalam tentang apa yang saya baca selama ini. Semoga Allah memberikan kesempatan kepada saya untuk menemukan elegi seperi biasanya, yang membuat saya bingung dan tidak paham, karena lewat itulah saya menjadi belajar.

    Terkait dengan pokok bahasan di atas, SBI benar-benar menjadi isu menarik kala itu, mungkin juga saat ini masih menjadi yang menarik. SBI, dengan mengusung “internasional” sebagai nama, memanglah SBI menjadi idola masyarakat, utamanya orangtua calon siswa SBI. Akan tetapi, dengan nama yang disandang itulah harusnya sekolah-sekolah internasional semakin memacu diri, mempertanggungjawabkan apa yang menjadi ekspektasi masyarakat. SBI akan maju dan mampu berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan bangsa jika implementasi pendidikan di dalamnya terdapat kerja sama antara semua pihak.

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Jika kami melihat perencanaan dan perintisan sekolah bertaraf internasional (SBI) merupakan langkah Indonesia dalam menghadapi persaingan dunia saat ini. Tentu saja dalam pendidikan hasil dari perubahan dalam proses pendidikan tidak serta merta akan terlihat, biasanya butuh waktu lama dan panjang untuk dapat melihat dan merasakan dampaknya. SBI yang awalnya dirintis dengan alasan dan tujuan yang bagus, akan tetapi dalam prosesnya banyak terjadi kendala dan penyelewengan sehingga para pemangku kebijakan terpaksa menghentikan proyek tersebut.

    ReplyDelete
  27. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Sekolah bertaraf internasional sama ataukah beda yah Pak dengan rintisan sekolah bertaraf internasional?. Sepertinya, dari keduanya sama-sama memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia layaknya pendidikan yang sudah maju seperti di negara China dan Jepang, tetapi sepertinya sekolah yang mengusung taraf internasional itu belum sepenuhnya mengelola sekolah menuju taraf internasional. Untuk menuju sekolah bertaraf internasional sangat dianjurkan sekali untuk mengembangkan sumber dayanya, terutama sumber daya manusia, baik guru maupun siswanya. Sedangkan sumber daya yang lainnya yaitu sarana dan prasarana sekolah juga harus yang memadai layaknya sekolah internasional. Dalam hal ini dibutuhkan manajemen pendidikan untuk mengembangkan bagaimana idealnya sekolah bertaraf internasional. Sangat setuju seklai dengan kalimat ini “Ruang dan waktu akan menjadi saksinya, akan kemana dan sampai kapan dan sampai dimana perjalanan bangsa ini mengembangkan SBI ”.

    ReplyDelete
  28. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Ada banyak istilah dalam elegi ini yang mungkin harus saya pelajari lebih dalam lagi.Beberapa kosa kata baru yang saya temukan.Cukup membuat saya merasa kebingungan.Dan sepertinya saya diarahkan untuk menjemput elegi-elegi selanjutnya dalam mengkonstruksikan pemahaman hingga dapat terarah dengan baik.Melalui elegi di atas yang saya dapatkan bahwa segala sesuatunya memiliki pasangan-pasangan masing dan berkorelasi satu sama lain.Maksudnya, misalnya mengenai SBI bahwa tantanga terbesarnya dalam mengambangkan sekolah tersebut adalah seberapa jauh unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut terjemah atau diterjemahkan.Dan hal tersebut akan sulit dicapai jika cenderung memainkan rasa ego seperti yang diparkan pada elgi tersebut.

    ReplyDelete
  29. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Melihat elegi di atas bahwa untuk membuat sekolah yang berbasis internasional bukanlah hal pekara yang mudah. Banyak aspek-aspek pendukung yang perlu diperhatikan agar bisa mewujudkan kompetensi tersebut sesuai dengan sintesisnya. SBI pada dasarnya sangat bagus apabila bisa direalisasikan secara merata, karena dengan begitu bisa mempersiapkan generasi yang unggul, dimana pada saat ini untuk medapatkan sesuatu yang terbaik di bidang pendidikan harus didukung dengan kemampuan berbahasa inggris yang baik agar jalan menuju kesuksesan lebih terbuka lebar.

    ReplyDelete
  30. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Menjadi sekolah bertaraf internasional bukanlah sesuatu yang mudah untuk diwujudkan. Apalagi apabila kita mau menengok pendidikan kita sekarang ini. Untuk bisa mencapai taraf internasional terdapat permasalahan kompleks yang perlu kita selesaikan terlebih dahulu. Mulai dari sistemnya, paradigmanya, praktik pembelajarannya, kualitasnya, dan lain sebagainya. Maka hal ini bukanlah merupakan sesuatu yang mustahil tetapi tentu memerlukan proses yang panjang.

    ReplyDelete
  31. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP B (S2)

    Setelah saya membaca, sekolah bertaraf internasional dapat diwujudkan melalui interaksi. Interaksi antara titik awal dengan titik tujuan. Dalam interaksi tersebut tidak menghilangkan ciri dari Indonesia. Perubahan yang akan diwujudkan negeri ini untuk bersaing dengan negara lain di dunia ini memang bukanlah hal mudah. Yang terpenting adalah selalu berusaha untuk berangkat dari titik awal menikmati segala proses yang ada untuk menggapai titik tujuan, meskipun belum tau berapa tahun lagi bangsa ini akan sampai pada titik tujuan. Menurut saya sekolah bertaraf Internasional tidak berarti menghilangkan ciri khas bangsa Indonesia dan menggantinya dengan budaya asing, tetapi bagaimana sekolah dapat berinteraksi secara global dengan berbagai negara di dunia ini dan mampu menunjukkan eksistensinya dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  32. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Teori dan praktek dalam pelaksanaan program sekolah bertaraf internasional jangan sampai bertolak belakang. Praktek yang terjadi di lapangan harus sesuai dengan teori yang dalam hal ini adalah sebagai tujuan awal. Tetap berpegang pada teori selama pelaksanaanya agar dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  33. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) atau Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) adalah suatu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia. Tujuan SBI dan RSBI adalah menyiapkan peserta didik agar memiliki kemampuan dan daya saing bertaraf internasional. Seperti yang telah Bapak paparkan bahwa SBI sangat sulit diwujudkan dan terbukti sekarang kebijakan SBI maupun RSBI sudah dihapuskan.

    ReplyDelete
  34. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) tentu berbeda dengan sekolah yang tidak bertaraf internasional seperti yang telah dijelaskan di atas yakni ada yang namanya terminal point (merujuk kepada SBI) dan starting point (merujuk kepada sekolah yang tidak SBI). Tentu merupakan cita-cita bangsa Indonesia untuk mempunyai sekolah yang standarnya sama dengan standar sekolah internasional, tetapi bukan hal yang mudah juga untuk mencapai SBI, banyak hal yang perlu dipersiapkan demi mencapai SBI. Tetapi hal yang perlu diperhatikan ialah, jika suatu saat nanti sekolah-sekolah di Indonesia sudah bertaraf internasional, maka sekolah-sekolah tersebut tetap harus menjaga nilai-nilai asli kebudayaan Indonesia sehingga nilai-nilai budaya Indonesia tidak terkikis dengan embel-embel internasional.

    ReplyDelete
  35. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Dunia terus berubah dan berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Begitupun dengan pendidikan. Perkembangan dan inovasi merupakan hal mutlak yang harus dilakukan dalam dunia pendidikan guna menjawab tuntutan zaman. SBI merupakan salah satu cara yang ingin ditempuh pemerintah. Namun perubahan tersebut tentunya tidak dapat diraih apabila tidak ada sinergi dari semua elemen-elemen pendidikan. Maka dari itu semua harus bersinergi demi pendidikan yang lebih maju.

    ReplyDelete
  36. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Memang tak mudah memaknai kata "internasional" dalam pendidikan. Terjebak dalam "wah itu tidak nasionalis" "wah bagaimana nanti karakter bangsa?" "Wah itu terlalu muluk-muluk".. ya kalau semuanya berpikir seperti itu gimana mau maju?
    Kadang memang perlu merubah cara pandang yang masih 'kolot'.
    Memang tak semua hal dari "internasional" itu baik. Tetapi, malah kita bisa menjadikan identitas dan karakter bangsa sebagai saringan mana yang dapat diterapkan di Indonesia dan mana yang tak sesuai. Jangan dikira internasional itu hanya milik sekolah di kota. Sekolah di desa pun, jika kualitas pembelajarannya baik dapat dijadikan standar internasional. Tak perlu media pembelajaran atau sarana prasarana yang muluk-muluk, guru yang harusnya pertama dibina dan dididik menjadi pendidik yang berstandar internasional. Ya jadi pendidik yang berwawasan internasional, mengajak anak didik untuk melihat apa uang terjadi dalam dunia sekarang ini. Menjadikan kegiatan belajar mengajar bukan hanya terbatas pada materi yang diajarkan di sekolah, tetapi bagaimana para anak didik akhirnya dapat mempunyai pandangan dan karakter yang baik yang dapat membantunya bersaing di dunia internasional nantinya.

    ReplyDelete
  37. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Berbicara terkait dengan Sekolah Bertaraf Internasional, maka perlu kita membicarakan hakikat atau esensinya dalam hal ini sering disebut dengan epistemologi. Substansi dari Sekolah berstandar Internasional yaitu bagaimana sekolah itu dalam segala komponennya siap bersaing dengan kancah internasional. Bukan masalah nama atau penamaan ataupun program. Jadi menurut saya tak berlu menggunakan brand sesuatu untuk membuat sekolah itu dapat bersaing. Yang perlu diupayakan yatu langkah-langkah nyata bagaimana substansi ini benar-benar tercapai. Karena sering kali dinegri ini substansi kalah dengan brand yang kemudian menganding nilai bisnis.

    ReplyDelete
  38. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Peniadaan RSBI dan SBI sangat disayangkan. Beberapa sekolah telah berupaya keras untuk mengubah sekolahnya menjadi sekolah bertaraf internasional dengan harapan siswa siswinya dapat belajar kultur pembelajaran sekolah-sekolah di luar negeri hingga begitu maju dalam bidang pendidikan. Sekolah bertaraf internasional memang menuntut siswa mengaplikasikan bahasa internasional yaitu bahasa Inggris dalam pembelajaran, namun terkadang mayoritas orang beranggapan bahwa hal ini memberatkan siswa. Apabila kita tengok ke dalam, siswa sendiri lah yang memilih melanjutkan studi di sekolah tersebut. Jadi, mereka yang berniat menjadi bagian dari SBI/RSBI telah mengetahui konsekuensi yang harus dijalani.

    ReplyDelete
  39. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menyabet gelar sebagai sekolah bertaraf internasional, atau bahkan menjadi sekolah percontohan yang bertaraf internasional, dapat menjadi sebuat anugerah bahkan dapat pula menjadi sebuah bencana. Anugrerha jika ia dapat dilaksanakan sesuai aturan, namun hal ini juga sangatlah sulit dilakukan karena manusia memiliki ego yang tinggi. Maka ketika ego yang tidak dapt ditahan maka, jadilah ia sebagi bencana. Maka untuk menghilangkan bencana tidaklah mudah. Sesuai dengan berbagai aspek yang harus diperhatikan sesuai dengan paparan diatas, agar sekolah tersebut mampu menjadi sekolah bertaraf internasional dengan hakekat yang sebenarnya. Tidak hanya namanya saja.

    Demikian, terimaksih.

    ReplyDelete
  40. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sekolah bertaraf internasional yang dulu digembor-gemborkan, bahkan beberapa universitas telah membuka prodi khusus seperti pendidikan matematika SBI, pendidikan fisika SBI kini isu tersebut sudah tidak terdengar lagi. Prodi-prodi bertaraf internasional yang saya sebutkan didepan mulai dihapus. Hal ini merupakan buntut dari kebijakan pendidikan Indonesia yang seringkali berubah-ubah secara cepat. Seperti tanpa ada kajian yang matang dalam merumuskannya. Padahal perubahan kebijakan seperti ini memiliki efek domino yang begitu luas. Sebut saja contohnya pada mahasiswa yang terlanjur mendaftar di prodi yang bertitle SBI. Belum selesai mereka kuliah, kebijakan sudah diubah. Pada akhirnya mereka mendapatkan pelajaran dan fasilitas yang sama dengan mereka yang kuliah di kelas non SBI, padahal biaya semesternya berbeda. Hal ini haruslah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, agar benar-benar menyusun sebuah kebijakan dengan pertimbangan yang matang sehingga tidak mudah untuk diubah-ubah

    ReplyDelete
  41. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Berarti sitem pendidikan di Indonesia sedikit mengalami kemunduran dengan adnaya penghapusan sistem SBI. Lebih baik, pemerintah harus lebih terfokus bagaimana cara membuat para pendidik yang kompeten untuk dapat ikut berjuang dan memperjuangkan SBI di beberapa sekolah sehingga peserta didik di dalam negeri dapat memiliki daya juang yang pantas untuk ditunjukkan di dunia global. Harapannya adalah agar pemerintah dapat lebih meninjau ulang tentang kebijakan SBI untuk memungkinkan dapat diterapkan kembali di sitem pendidikan di Indonesia. Meskipun sulit untuk diwujudkan, yang penting ada niat dan usaha untuk menjadi go internasional yang berani menantang dunia pendidikan dan memiliki daya saing yang tak kalah dengan negara yang sudah maju.

    ReplyDelete
  42. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya cukup setuju dengan pembahasan pada artikel di atas. Menurut saya, yang paling tepat dikatakan Sekolah Bertaraf Internasional adalah ketika International Value vs Local Value. Tantangan yang dapat terlihat dari konsep tersebut adalah, apakah kita mau nilai lokal daerah kita tercampur atau tergantikan oleh nilai – nilai dari budaya barat yang biasa kita sebut dunia internasional. Karena, selain pendidikan kita bercermin dengan dunia barat, tidak dapat dipungkiri bahwa secara perlahan nilai budaya kita juga akan tercampur dengan dunia barat. Meskipun itu tidak akan terjadi secara eksplisit dan berpengaruh langsung terhadap siswa-siswi di SBI. Namun faktanya, mewujudkan iklim internasional di sekolah tidaklah mudah di lakukan. Maka pemerintah wajib berinovasi lagi, bagaimana siswa-siswa Indonesia mampu bersaing secara internasional meski sekolahnya belum berstandar Internasional seperti yang diharapkan selama ini. Itulah tantangan dalam pengembangan SBI. Secara konsep, kita tidak cukup hanya menemukan anti tesis namun juga harus mensintesiskan antara anti tesis dengan tesisnya. Jangan hanya melihat kekurangan dan kesulitan kita dalam mengembangkan SBI, namun marilah kita sama-sama mencari solusi baru yang lain yang dapat menjadi tesis dari anti tesis berupa kesulitan kita dalam mewujudkan dan mengembangkan SBI. Apa yang pemerintah dan kita semua fikirkan dan usahakan, haruslah sesuai dengan ruang dan waktunya, agar tetap relevan sesuai perkembangan jaman dan perjalanan bangsa dan dunia internasional.

    ReplyDelete
  43. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Adanya program RSBI dan SBI merupakan salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memfasilitasi bagi mereka yang memiliki kemampuan lebih. Namun, pada kenyataannya saat ini program tersebut sudah dihapuskan karena mayoritas didominasi oleh orang kalangan menengah ke atas , hal ini disebabkan karena biaya yang cukup tingi. Selain itu proses pembelajaran yang diharapkan belum bisa berjalan secara maksimal contohnya penggunaan bahasa asing dalam setiap proses pembelajaran. Kami setuju dengan pendapat diatas bahwa mengembangkan SBI tidak cukup dengan TESIS dan ANTI-TESIS , Namun lebih dari itu pemerintah harus menemukan SINTESIS dari TESIS dan ANTI-TESIS. Agar pengembangan RSBI dan SBI benar-benar sesuai taraf internasional dan tidak sekedar lebel dan untuk gengsi-gengsian. Terima Kasih

    ReplyDelete
  44. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  45. Junianto
    PM C

    Saya mencoba mencermati interaksi antara produk dan proses. Yang saya pahami dari dua hal ini adalah bahwa paradigma internasional lebih mengutamakan proses dalam belajar daripada hasil atau produk. Paradigma tradisional yang lebih mengutamakan hasil belajar daripada proses masih melekat dalam pemahaman kita. Namun, menurut saya hal ini tidak bisa digeneralisasikan karena tidak semua hal di tradisional itu buruk. Paradigma ini mneurut saya juga sedikit harus diubah, sehingga kita tidak selalu menyalahkan tradisional dan mengagungkan hal/ pembelajaran modern.

    ReplyDelete
  46. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika sebuah instansi atau sekolah ingin menerapkan RSBI atau SBI atau juga dengan nama lain menuju World Class University/School maka persiapan yang dilakukan memang harus matang namun harus diingat bahwa kegiatan juga harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah sehingga biaya yang dikeluarkan tidak akan mahal. Zaman sekarang ini, untuk menjadi murid kursus di luar negeri tidak susah, cukup dengan bantuan teknologi mereka bisa mengikuti kegiatan tersebut. oleh karena itu, jika biaya yang diberikan mahal, maka akan banyak sekali calon siswa akan memilih mengikuti kursus yang cenderung lebih murah, dengan fasilitas penunjang seperti buku yang diberikan itu bagus karena sudah diakui oleh dunia.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  47. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dengan adanya SBI tentunya menunjukkan adanya keinginan kuat akan majunya kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Dengan adanya SBI dapat menciptakan lebih banyak lulusan yang bisa bersaing secara global. Namun ketidak siapan yang memadainya akhirnya SBI dihapuskan. Indonesia perlu membenahi kualitas pendidikan mencangkup didalamnya pemerataan kualitas pendidikan dan jumlah lulusan yang mampu bersaing secara global.

    ReplyDelete
  48. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Tantangan besar bagi pendidikan Indonesia, mencari sintesis dari berbagai tesis Dan antitesis yang Ada. Tak perlu harus sekolah bertaraf international. Semua sekolah perlu memikirkan Hal ini agar tetap survive, bertahan.
    Dan yang penting, tentu agar pendidikan semakin memfasilitasi anak membangun pengetahuan mereka. Upaya Dan kerja keras perlu dilakukan terus. Salah satunya dengan mensupport guru agar menjadi peneliti Dan saling berbagi dengan guru lain. Dengan demikian semua belajar Dan semakin maju.

    ReplyDelete
  49. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dihapuskannya sekolah-sekolah SBI maupun RSBI memang sangat disayangkan. Disamping karena polemik tingginya biaya sekolah, memang dalam pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya belum mencapai kata maksimal dan tujuan yang diinginkan. Namun semuanya butuh proses dalam mengembangkan sekolah menuju SBI. Banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari guru, sekolah, hingga masyarakat pun mempunyai andil dalam hal ini. Saya sependapat dengan postingan Bapak diatas bahwa dalam mengembangkan sekolah menuju SBI adalah sinergitas antara semua elemen yang terlibat, dimana masing-masingnya saling memberi dan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  50. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Hal yang sangat digencarkan oleh dunia pendidikan di Indonesia beberapa tahun yang lalu adalah menjadikan sekolah-sekolah di Indonesia menjadi sekolah bertaraf internasional. Memang bukanlah hal yang mudah untuk merealisasikannya. Saat ini sudah banyak sekolah yang berlabel SBI, namun pada kenyataannya dalam proses pembelajarannya masih kurang dari apa yang diharapkan. Sekarang label SBI dihapuskan. Akan tetapi, suatu saat nanti akan tiba waktunya sekolah di Indonesia sebagai sekolah bertaraf internasional

    ReplyDelete
  51. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Untuk menerapkan Sekolah Bertaraf Internasional atau Sekolah Berstandar Internasional haruslah segala sesuatunya berinteraksi seperti contoh diatas, misalnya hal-hal berbau Indonesia harus berinteraksi dengan standar global, dll. SBI adalah usulan yang baik bagi sistem pendidikan Indonesia, akan tetapi haruslah disertai dengan persiapan yang matang. Jangan seperti kemarin lagi, baru berjalan beberapa saat sudah dihentikan.

    ReplyDelete
  52. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Sebagai upaya mengembangkan sekolah-sekolah agar bertaraf internasional maka setiap unsur untuk mewujudkan SBI harus saling terjemah dan diterjemahkan atau saling bersintesis secara sinergis, ekstensif dan intensif. Unsur-unsur tersebut baik pemerintah, guru, siswa, orang tua, sekolah, dan msyarajat. Pemerintah sebagai salah satu unsurnya tidak boleh hanya mau membuat kebijakan, tidak bisa hanya menterjemahkan. Pemerintah juga harus mau diterjemahkan oleh masyarakat, pemerintah harus mau mendengar aspirasi masyarakat. Guru juga harus mau terjemah dan diterjemahkan bersama siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  53. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Menurut saya kebijakan yang dilakukan pemerintah pasti telah menajalani berbagai kajian dan uji. Jadi SBI dan RSBI juga merupakan produk yang tidak sembarangan dikeluarka oleh pemerintah. Namun yang menjadi masalahnya adalah teori dan praktek yang masih memiliki perbedaan yang sangat jauh sekali. Masih banyak yang menganggap sekolah yang menerapkan SBI dan RSBI adalah sekolah yang mahal dan perbedaanya hany menggunakan bahasa Inggris, namun bukan hanya sekedar itu apabila dirunut dari tujuan SBI atau RSBI yang mendidik siswa sesuai identitas kebangsaan dan dapat membawa identitas itu ke dunia internasional (Madya, 2009)

    ReplyDelete
  54. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Sekolah Bertaraf Internasional atau SBI merupakan sekolah yang dapat dikatakan sebagai sekolah unggulan dan menjadi favorit bagi sebagian masyarakat. Namun, sayangnya dengan adanya sekolah bertaraf internasional tersebut menuntut siswa yang bersekolah di sana selain memiliki kemampuan intelektual yang baik tetapi juga dengan kemampuan ekonomi kelas menengah ke atas. Selain itu, bagi sekolah yang masih RSBI atau Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional, pengelolaan terhadap materi dan metode penyampaian materi pelajaran kepada siswa juga hampir sama dengan sekolah nasional pada umumnya. Dari metode mengajarnya juga masih tradisional di mana guru yang menjadi pusat pembelajaran dan bahasa pengantarnya juga masih menggunakan bahasa Indonesia, hampir sama dengan sekolah nasional pada umumnya, perbedaannya hanya adanya label sekolah yang bertaraf internasional. Hal ini sangat disayangkan, seharusnya dengan adanya sekolah yang mendapat label RSBI maupun SBI mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan sekolah di luar negeri.

    ReplyDelete
  55. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menguraikan sedikit pendapat saya tentang bagaimana membangun sekolah bertaraf internasional dari sudut pandang filsafat. Sebelum memasuki epistemologinya, kita harus memahami ontologinya terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud sekolah bertaraf internasional. Menurut saya skolah bertara internasiona itu bukan serta merta tarifnya seperti di luar negeri yang maha, atau gurunya yang berbahas inggris dalam mengajar, atau pergaulan siswanya yang ke’bule-bule’an. Menurut saya, sekolah bertaraf internasiona dilihat dari kualitas kegiatan belajar mengajarnya. Yakni sekolah yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswanya, guru yang mampu melaksanakan pembelajaran inovatif, serta siswa yang berpikir kritis serta mampu menyesuaikan diri dengan baik. Dengan demikian tela jelas bahwa cara untuk membangun sekolah bertafar internasional ialah peninbkatan sistem sekolahnya, peningkatan wawasan dan kinerja guru, serta pembiasaan bagi siswanya untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  56. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pelaksanaan SBI sebenarnya tidak serta merta menganggap sistem pendidikan di Indonesia salah secara keseluruhan. Kita perlu melihat keterbatasan dari segi sarana, siswa dan persiapan yang belum maksimal. Adanya integrasi dari kurikulum luar negeri seperti Cambridge dan lainnya bukan berarti kita harus mengimplementasikannya 100% dan meninggalkan kurikulum Indonesia. Walau bagaimanapun perubahan secara tiba-tiba akan membuat siswa kebingugan. Sesungguhnya, guru lebih bingung karena memiliki tanggung jawab yang tidak sedikit di pundaknya. Pertama-tama, guru harus memahami betul isi kurikulum. Isi kurikulum yang disusun untuk diajarkan di negara X belum tentu cocok untuk diterapkan di negara Y, karena kegaragaman karakter negara tentulah berbeda.

    ReplyDelete
  57. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Menurut saya memang terdapat pro dn kontra dalam mewujudkan sekolah yang bertaraf internasional. Perkembangan jaman menuntut untuk selalu diikuti, tapi ada pula budaya yag harus senantiasa dilestarikan. Perlu ada keseimbangan anatra keduanya. Boleh saja mengikuti adat dan budaya internasional, tapi tetap harus ada filter untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan sekolah meruapakan tempat untuk membentuk pemikiran siswa, jangan sampai siswa melupakan asalnya.

    ReplyDelete
  58. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu harapan dengan diadakannya sekolah bertaraf internasional adalah agar pendidikan kita mampu bersaing secara internasional. Indonesia merupakan Negara yang memiliki wilayah yang luas, namun masih tergolong negara yang tertinggal dalam hal dunia pendidikan. Dengan diadakannya SBI ini maka diharapkan sistem pendidikan kita menjadi lebih baik. Namun pada kenyataannya sekarang ini banyak sekolah yang awalnya merupakan sekolah rintisan bertaraf internasional yang tidak lagi menggunakan predikat tersebut dikarenakan ketidak sesuaian antara predikat dan kegiatan belajar mengajar yang masih sama dengan sekolah sekolah lain yang bertaraf nasional.

    ReplyDelete
  59. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berdasarkan indikator di atas tampaknya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang pernah kita jalankan belum berjalan sepenuhnya sesuai dengan sistem yang seharusnya. Inovasi tiadalah artinya jika tidak dibaluti dengan sistem yang benar dan belum berjalan dengan efektif. Maka penghapusan terhadap sekolah RSBI/SBI menurut saya adalah langkah yang tepat sembari kita terus memikirkan perbaikan terhadap program yang sebelumnya berjalan. Mempertahankan sistem pendidikan yang sebenarnya kita sendiri belum siap hanya akan akan membawa kerugiakan terutama secara material.

    ReplyDelete
  60. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berdasarkan indikator di atas tampaknya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang pernah kita jalankan belum berjalan sepenuhnya sesuai dengan sistem yang seharusnya. Inovasi tiadalah artinya jika tidak dibaluti dengan sistem yang benar dan belum berjalan dengan efektif. Maka penghapusan terhadap sekolah RSBI/SBI menurut saya adalah langkah yang tepat sembari kita terus memikirkan perbaikan terhadap program yang sebelumnya berjalan. Mempertahankan sistem pendidikan yang sebenarnya kita sendiri belum siap hanya akan akan membawa kerugiakan terutama secara material.

    ReplyDelete
  61. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Adanya RSBI dan SBI pada awalnya adalah agar sekolah berusaha terus meningkatkan kualitas pendidikannya, karena hal itu pun akan berdampak pada meningkatnya kualitas pendidikan Indonesia. Akan tetapi RSBI dan SBI pada prakteknya dulu sebelum dihapuskan, hanya menjadi sekolah mewah, sekolah yang walau anak itu memiliki kemampuan belajar yang tinggi tidak akan masuk jika tidak memiliki uang. Hal ini akhirnya hanya menjadi kesenjangan sosial saja, RSBI dan SBI pun tidak dapat melaksanakan perannya yang sesungguhnya, sebagi tempat siswa menuntut ilmu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  62. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pengembangan SBI memerlukan berbagai banyak sumber acuan, perlu mengetahui macam-macam aspeknya, refensi pendukungnya, metode, arah dan lainnya. Semua pihak perlu unutk mengetahui hal ini sehingga mampu memahami apa saja yang diperlukn untuk mengembangkan SBI.

    ReplyDelete
  63. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Sekolah Bertaraf Internasional merupakan salah satu usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. SBI dibentuk menurut saya alasannya karena tuntutan global yang makin hari perkembangan semakin mengingkat selain itu perkembangan teknologi juga mengharuskan kita untuk mampu bersaing dengan dunia luar, tidak hanya dalam bidang kreatifitas, sosialisasi namun dalam bidang pendidikanpun kita diharuskan mampu untuk bersaing dengan dunia luar. Namun, sejauh ini perkembangan yang diberikan oleh SBI kurang terdengar dampak positif-nya, dan banyak tokoh yang mengatakan terdapat kesenjangan antara SBI dengan sekolah lainnya. Maka SBI direvisi ulang dan sepengetahuan saya sekarang dihapuskan.

    ReplyDelete
  64. Jika benar-benar ingin membangun sekolah yang bertaraf internasional, berarti kita harus terlebih dahulu melakukan persiapan-persiapan yang matang agar menjadi sekolah bertaraf iternasional, mulai dari paradigma, system pembelajran, system birokrasi dalam sekolah, dan cara guru dalam mengajar.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  65. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    SBI marupakan salah satu program yang menurut saya cukup bagus untuk menghasilkan para siswa yang berkompetensi. Maksudnya siswa yang memiliki keterampilan yang mencerminkan kebiasaan dalam berfikir dan bertindak yang sifatnya berkembang atau dinamis serta berkelanjutan secara terus-menerus agar dapat meraih apa yang diharapkan ketika memasuki dunia kerja. Namun jika bisa SBI tidak hanya ada dikota besar tetapi juga bisa merambah ke dalam kota-kota kecil yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  66. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    RSBI dan SBI sekarang sudah ditiadakan oleh pemerintah. Sebagaimana dengan kelas akselerasi atau kelas imersi yang juga sudah ditiadakan. Penghapusan ini, menurut sepengetahuan saya disebabkan oleh praktek-praktek penyelenggaraan RSBI dan SBI yang membuat sekolah lain terasa tidak memiliki 'value' yang lebih. Selain karena masalah keuangan, pemerintah ingin adanya pemerataan sehingga tidak ada kesenjangan antar satu sekolah dengan sekolah lain dalam suatu wilayah. Menurut saya, hal ini sangat disayangkan, karena dengan dihapuskannya RSBI dan SBI, seolah-olah jerih payah yang sudah diupayakan oleh sekolah-sekolah tersebut menjadi tidak dihargai. Namun demikian, kita harus mengakui bahwa, apalah arti dari sebuah label. Menurut saya, apapun kebijakan pemerintah, baik itu pemerintah pusat atau daerah, kita sebagai warga yang baik sebaiknya mendukung kebijakan tersebut. Apapun labelnya, sebagai bagian dari masyarakat, sebaiknya kita melakukan hal yang terbaik tanpa mengharap suatu penghargaan yang lebih, atau berlebihan.

    ReplyDelete
  67. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mengenai sentralisasi dan desentralisasi pendidikan, pada hakikatnya pendidikan di indonesia masih berada di antara keduanya. Adanya kebijakan berupa KTSP yang memberikan kebebasan pada sekolah untuk mengatur dan memanage kehidupan sekolah masing-masing merupakan salah satu kebijakan yang lebih menjuruskan ke desentralisasi pendiidkan, namun adanya UN yang dilaksanakan secara nasional dan berpusat menjadikan konsepsi tersebut kabur. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  68. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Inovasi pendidikan dan sistem dalam sekolah yang merupakan salah satu syarat diselenggarakannya sekolah bertaraf internasional juga masih sulit untuk diimplementasikan secara nyata. Banyak sekolah yang telah mengajukan diri sebagai sekolah bertaraf internaionla namun pada segi sarana dan prasarana masih kurang. Hal ini menunjukkan bahwa secara kualitas sebenarnya banyak sekolah yang masih belum siap namun telah maju mencalonkan dirinya. Namun konsepsi sekolah bertaraf internasional pada akhirnya dihapuskan, walaupun sebenarnya adanya sekolah bertaraf internasional menjadi salah satu batu pijakan agar pendidikan di Inonesia dapat menjadi yang lebih baik sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  69. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Bentuk Sekolah Bertaraf Internasional menjadi salah satu langkah dalam usaha memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Meskipun masih terdapat banyak pro dan kontra, saya lebih mencermatinya kearah yang positif. Kita memandang sistem pendidikan di luar lebih baik dan memang menghasilkan siswa yang berkompeten. Berangkat dari impian menciptakan pendidikan baik dan menghasilkan siswa berkualitas inilah salah satu tujuan dibentuknya sekolah bertaraf internasional yang menyerap budaya luar dalam sistem pendidikan di sini. Namun tentunya masih terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam hal kualitas SDM dan sumber sarana prasarana. Dalam hal ini, perlu ditingkatkan lagi bagaimana menciptakan sekolah bertaraf internasional yang tidak hanya meniru budaya luar, lebih kepada menyesuaikan dengan budaya lokal dibarengi dengan perbaikan di segala aspek sehingga sekolah bertaraf internasional benar-benar menciptakan lulusan terbaik.

    ReplyDelete