Feb 12, 2013

Sekolah Bertaraf Internasional : Sebuah Epistemology


Oleh : Marsigit

Ass Wr Wb

Berikut saya sampaikan jawaban saya dari beberapa pertanyaan pembaca tentang aspek pengembangan SBI.

Dalam konteks Filsafat, maka aspek pengembangan SBI dapat dimasukkan ke ranah Epistemologi yang meliputi Sumber-sumber pemahaman SBI, macam aspek-aspeknya, referensi pendukung, evidences, pembenaran, metode, arah dan tujuan.


Dalam persepsi saya Sekolah Bertaraf Internasional, atau Sekolah Berstandar Internasional, atau World Class University, atau apapun namanya, dalam konteks ke Indonesiaan adalah suatu PROSES INTERAKSI antara DUA hal :
-Global VS Indonesia,
-Maju VS Berkembang,
-Sophisticated VS Traditional,
-Teori VS Praktek,
-Produk VS Proses,
-Pemerintah VS Masyarakat,
-Undang-Undang VS Implementasinya,
-Standard VS Non-standard,
-the Winner VS the Looser,
-the Best VS the Least,
-the Fact VS the Potentiality,
-the Idealism VS the Pragmatism,
-the Obligatory VS the Need,
-the Long Term VS the Short Term,
-Centralized VS Decentralized,
-International Value VS Local Value,
-Logic VS Action,
-Knowledge VS Experience,
-Terminal Point VS Starting Point,
-Ego VS Iklhas,
-Moving VS Steadily,
-TESIS VS ANTI-TESIS, dst.


Dengan konsep tersebut di atas maka persoalan pengembangan sekolah menuju SBI adalah seberapa jauh Tata Ruang dan Segment Waktu yang ada, memberikan dan mampu dimanfaatkan oleh segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut di atas untuk melakukan interaksi secara sinergis, intensif dan ekstensif.

Unsur-unsur berkonotasi TERMINAL POINT sengaja saya letakkan dibagian kiri misalnya Internasional, Standard, the Winner, dst.

Sedangkan unsur-unsur berkonotasi STARTING POINT saya letakkan di bagian kanan, misalnya Tradisional, Local, the Loser..dst.

Kondisi psikologis unsur-unsur TERMINAL POINT tentunya berbeda dengan unsur-unsur STARTING POINT.

Dengan kata lain, tantangan pengembangan SBI ke depan adalah seberapa jauh dan bagaimana mampu segenap unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut TERJEMAH dan DITERJEMAHKAN atau saling BERSINTESIS secara sinergis, ekstensif dan intensif.

Faktanya (bagian kanan), yang didukung EVIDENCES ternyata bahwa TIDAKLAH MUDAH melakukan hal tersebut di atas.

Kalau boleh dikatakan bahkan SANGAT SULIT DIWUJUDKAN disebabkan oleh adanya SIFAT EGO yang menonjol, menguasai dan membatasi ruang gerak unsur-unsur (tesis-tesis) tersebut.

Dalam jangka waktu pendek, hal demikian kelihatan bersifat KONTRA PRODUKTIF, tetapi dalam jangka panjang (setelah mungkin ganti generasi) akan memberi harapan.

Hypothetical analyses saya menyimpulkan bahwa dalam 100 tahun, bangsa kita masih kalah dengan bangsa Jepang, Cina dan Amerika; tetapi kita akan melihat kejayaan Indonesi setelah kurun lebih dari 100 tahun (alih beberapa generasi).

Maka tantangan pengembangan SBI secara konseptual atau secara hakikinya, tidak cukup hanya menemukan anti-tesis tetapi juga MENSINTESISKAN antara TESIS dan ANTI-TESIS.

Apa yang sedang saya lakukan ini adalah kegiatan SINTESIS atas tesis-tesis dan anti tesisnya.

Ruang dan Waktu akan menjadi saksi, kemana dan sampai kapan dan sampai dimana perjalanan bangsa ini khususnya nasib pengembangan SBI.

Demikian semoga memberi kontribusi. Mohon maaf atas kurangnya.

Marsigit
Yogyakarta, 25 Desember 2011

31 comments:

  1. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Peniadaan RSBI dan SBI sangat disayangkan. Beberapa sekolah telah berupaya keras untuk mengubah sekolahnya menjadi sekolah bertaraf internasional dengan harapan siswa siswinya dapat belajar kultur pembelajaran sekolah-sekolah di luar negeri hingga begitu maju dalam bidang pendidikan. Sekolah bertaraf internasional memang menuntut siswa mengaplikasikan bahasa internasional yaitu bahasa Inggris dalam pembelajaran, namun terkadang mayoritas orang beranggapan bahwa hal ini memberatkan siswa. Apabila kita tengok ke dalam, siswa sendiri lah yang memilih melanjutkan studi di sekolah tersebut. Jadi, mereka yang berniat menjadi bagian dari SBI/RSBI telah mengetahui konsekuensi yang harus dijalani.

    ReplyDelete
  2. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Menyabet gelar sebagai sekolah bertaraf internasional, atau bahkan menjadi sekolah percontohan yang bertaraf internasional, dapat menjadi sebuat anugerah bahkan dapat pula menjadi sebuah bencana. Anugrerha jika ia dapat dilaksanakan sesuai aturan, namun hal ini juga sangatlah sulit dilakukan karena manusia memiliki ego yang tinggi. Maka ketika ego yang tidak dapt ditahan maka, jadilah ia sebagi bencana. Maka untuk menghilangkan bencana tidaklah mudah. Sesuai dengan berbagai aspek yang harus diperhatikan sesuai dengan paparan diatas, agar sekolah tersebut mampu menjadi sekolah bertaraf internasional dengan hakekat yang sebenarnya. Tidak hanya namanya saja.

    Demikian, terimaksih.

    ReplyDelete
  3. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sekolah bertaraf internasional yang dulu digembor-gemborkan, bahkan beberapa universitas telah membuka prodi khusus seperti pendidikan matematika SBI, pendidikan fisika SBI kini isu tersebut sudah tidak terdengar lagi. Prodi-prodi bertaraf internasional yang saya sebutkan didepan mulai dihapus. Hal ini merupakan buntut dari kebijakan pendidikan Indonesia yang seringkali berubah-ubah secara cepat. Seperti tanpa ada kajian yang matang dalam merumuskannya. Padahal perubahan kebijakan seperti ini memiliki efek domino yang begitu luas. Sebut saja contohnya pada mahasiswa yang terlanjur mendaftar di prodi yang bertitle SBI. Belum selesai mereka kuliah, kebijakan sudah diubah. Pada akhirnya mereka mendapatkan pelajaran dan fasilitas yang sama dengan mereka yang kuliah di kelas non SBI, padahal biaya semesternya berbeda. Hal ini haruslah menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, agar benar-benar menyusun sebuah kebijakan dengan pertimbangan yang matang sehingga tidak mudah untuk diubah-ubah

    ReplyDelete
  4. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Berarti sitem pendidikan di Indonesia sedikit mengalami kemunduran dengan adnaya penghapusan sistem SBI. Lebih baik, pemerintah harus lebih terfokus bagaimana cara membuat para pendidik yang kompeten untuk dapat ikut berjuang dan memperjuangkan SBI di beberapa sekolah sehingga peserta didik di dalam negeri dapat memiliki daya juang yang pantas untuk ditunjukkan di dunia global. Harapannya adalah agar pemerintah dapat lebih meninjau ulang tentang kebijakan SBI untuk memungkinkan dapat diterapkan kembali di sitem pendidikan di Indonesia. Meskipun sulit untuk diwujudkan, yang penting ada niat dan usaha untuk menjadi go internasional yang berani menantang dunia pendidikan dan memiliki daya saing yang tak kalah dengan negara yang sudah maju.

    ReplyDelete
  5. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya cukup setuju dengan pembahasan pada artikel di atas. Menurut saya, yang paling tepat dikatakan Sekolah Bertaraf Internasional adalah ketika International Value vs Local Value. Tantangan yang dapat terlihat dari konsep tersebut adalah, apakah kita mau nilai lokal daerah kita tercampur atau tergantikan oleh nilai – nilai dari budaya barat yang biasa kita sebut dunia internasional. Karena, selain pendidikan kita bercermin dengan dunia barat, tidak dapat dipungkiri bahwa secara perlahan nilai budaya kita juga akan tercampur dengan dunia barat. Meskipun itu tidak akan terjadi secara eksplisit dan berpengaruh langsung terhadap siswa-siswi di SBI. Namun faktanya, mewujudkan iklim internasional di sekolah tidaklah mudah di lakukan. Maka pemerintah wajib berinovasi lagi, bagaimana siswa-siswa Indonesia mampu bersaing secara internasional meski sekolahnya belum berstandar Internasional seperti yang diharapkan selama ini. Itulah tantangan dalam pengembangan SBI. Secara konsep, kita tidak cukup hanya menemukan anti tesis namun juga harus mensintesiskan antara anti tesis dengan tesisnya. Jangan hanya melihat kekurangan dan kesulitan kita dalam mengembangkan SBI, namun marilah kita sama-sama mencari solusi baru yang lain yang dapat menjadi tesis dari anti tesis berupa kesulitan kita dalam mewujudkan dan mengembangkan SBI. Apa yang pemerintah dan kita semua fikirkan dan usahakan, haruslah sesuai dengan ruang dan waktunya, agar tetap relevan sesuai perkembangan jaman dan perjalanan bangsa dan dunia internasional.

    ReplyDelete
  6. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Adanya program RSBI dan SBI merupakan salah satu usaha pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan memfasilitasi bagi mereka yang memiliki kemampuan lebih. Namun, pada kenyataannya saat ini program tersebut sudah dihapuskan karena mayoritas didominasi oleh orang kalangan menengah ke atas , hal ini disebabkan karena biaya yang cukup tingi. Selain itu proses pembelajaran yang diharapkan belum bisa berjalan secara maksimal contohnya penggunaan bahasa asing dalam setiap proses pembelajaran. Kami setuju dengan pendapat diatas bahwa mengembangkan SBI tidak cukup dengan TESIS dan ANTI-TESIS , Namun lebih dari itu pemerintah harus menemukan SINTESIS dari TESIS dan ANTI-TESIS. Agar pengembangan RSBI dan SBI benar-benar sesuai taraf internasional dan tidak sekedar lebel dan untuk gengsi-gengsian. Terima Kasih

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Junianto
    PM C

    Saya mencoba mencermati interaksi antara produk dan proses. Yang saya pahami dari dua hal ini adalah bahwa paradigma internasional lebih mengutamakan proses dalam belajar daripada hasil atau produk. Paradigma tradisional yang lebih mengutamakan hasil belajar daripada proses masih melekat dalam pemahaman kita. Namun, menurut saya hal ini tidak bisa digeneralisasikan karena tidak semua hal di tradisional itu buruk. Paradigma ini mneurut saya juga sedikit harus diubah, sehingga kita tidak selalu menyalahkan tradisional dan mengagungkan hal/ pembelajaran modern.

    ReplyDelete
  9. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika sebuah instansi atau sekolah ingin menerapkan RSBI atau SBI atau juga dengan nama lain menuju World Class University/School maka persiapan yang dilakukan memang harus matang namun harus diingat bahwa kegiatan juga harus didukung sepenuhnya oleh pemerintah sehingga biaya yang dikeluarkan tidak akan mahal. Zaman sekarang ini, untuk menjadi murid kursus di luar negeri tidak susah, cukup dengan bantuan teknologi mereka bisa mengikuti kegiatan tersebut. oleh karena itu, jika biaya yang diberikan mahal, maka akan banyak sekali calon siswa akan memilih mengikuti kursus yang cenderung lebih murah, dengan fasilitas penunjang seperti buku yang diberikan itu bagus karena sudah diakui oleh dunia.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  10. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dengan adanya SBI tentunya menunjukkan adanya keinginan kuat akan majunya kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Dengan adanya SBI dapat menciptakan lebih banyak lulusan yang bisa bersaing secara global. Namun ketidak siapan yang memadainya akhirnya SBI dihapuskan. Indonesia perlu membenahi kualitas pendidikan mencangkup didalamnya pemerataan kualitas pendidikan dan jumlah lulusan yang mampu bersaing secara global.

    ReplyDelete
  11. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Tantangan besar bagi pendidikan Indonesia, mencari sintesis dari berbagai tesis Dan antitesis yang Ada. Tak perlu harus sekolah bertaraf international. Semua sekolah perlu memikirkan Hal ini agar tetap survive, bertahan.
    Dan yang penting, tentu agar pendidikan semakin memfasilitasi anak membangun pengetahuan mereka. Upaya Dan kerja keras perlu dilakukan terus. Salah satunya dengan mensupport guru agar menjadi peneliti Dan saling berbagi dengan guru lain. Dengan demikian semua belajar Dan semakin maju.

    ReplyDelete
  12. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Dihapuskannya sekolah-sekolah SBI maupun RSBI memang sangat disayangkan. Disamping karena polemik tingginya biaya sekolah, memang dalam pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya belum mencapai kata maksimal dan tujuan yang diinginkan. Namun semuanya butuh proses dalam mengembangkan sekolah menuju SBI. Banyak hal yang harus dipersiapkan, mulai dari guru, sekolah, hingga masyarakat pun mempunyai andil dalam hal ini. Saya sependapat dengan postingan Bapak diatas bahwa dalam mengembangkan sekolah menuju SBI adalah sinergitas antara semua elemen yang terlibat, dimana masing-masingnya saling memberi dan saling melengkapi.

    ReplyDelete
  13. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Hal yang sangat digencarkan oleh dunia pendidikan di Indonesia beberapa tahun yang lalu adalah menjadikan sekolah-sekolah di Indonesia menjadi sekolah bertaraf internasional. Memang bukanlah hal yang mudah untuk merealisasikannya. Saat ini sudah banyak sekolah yang berlabel SBI, namun pada kenyataannya dalam proses pembelajarannya masih kurang dari apa yang diharapkan. Sekarang label SBI dihapuskan. Akan tetapi, suatu saat nanti akan tiba waktunya sekolah di Indonesia sebagai sekolah bertaraf internasional

    ReplyDelete
  14. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Untuk menerapkan Sekolah Bertaraf Internasional atau Sekolah Berstandar Internasional haruslah segala sesuatunya berinteraksi seperti contoh diatas, misalnya hal-hal berbau Indonesia harus berinteraksi dengan standar global, dll. SBI adalah usulan yang baik bagi sistem pendidikan Indonesia, akan tetapi haruslah disertai dengan persiapan yang matang. Jangan seperti kemarin lagi, baru berjalan beberapa saat sudah dihentikan.

    ReplyDelete
  15. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Sebagai upaya mengembangkan sekolah-sekolah agar bertaraf internasional maka setiap unsur untuk mewujudkan SBI harus saling terjemah dan diterjemahkan atau saling bersintesis secara sinergis, ekstensif dan intensif. Unsur-unsur tersebut baik pemerintah, guru, siswa, orang tua, sekolah, dan msyarajat. Pemerintah sebagai salah satu unsurnya tidak boleh hanya mau membuat kebijakan, tidak bisa hanya menterjemahkan. Pemerintah juga harus mau diterjemahkan oleh masyarakat, pemerintah harus mau mendengar aspirasi masyarakat. Guru juga harus mau terjemah dan diterjemahkan bersama siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  16. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Menurut saya kebijakan yang dilakukan pemerintah pasti telah menajalani berbagai kajian dan uji. Jadi SBI dan RSBI juga merupakan produk yang tidak sembarangan dikeluarka oleh pemerintah. Namun yang menjadi masalahnya adalah teori dan praktek yang masih memiliki perbedaan yang sangat jauh sekali. Masih banyak yang menganggap sekolah yang menerapkan SBI dan RSBI adalah sekolah yang mahal dan perbedaanya hany menggunakan bahasa Inggris, namun bukan hanya sekedar itu apabila dirunut dari tujuan SBI atau RSBI yang mendidik siswa sesuai identitas kebangsaan dan dapat membawa identitas itu ke dunia internasional (Madya, 2009)

    ReplyDelete
  17. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Sekolah Bertaraf Internasional atau SBI merupakan sekolah yang dapat dikatakan sebagai sekolah unggulan dan menjadi favorit bagi sebagian masyarakat. Namun, sayangnya dengan adanya sekolah bertaraf internasional tersebut menuntut siswa yang bersekolah di sana selain memiliki kemampuan intelektual yang baik tetapi juga dengan kemampuan ekonomi kelas menengah ke atas. Selain itu, bagi sekolah yang masih RSBI atau Sekolah Rintisan Bertaraf Internasional, pengelolaan terhadap materi dan metode penyampaian materi pelajaran kepada siswa juga hampir sama dengan sekolah nasional pada umumnya. Dari metode mengajarnya juga masih tradisional di mana guru yang menjadi pusat pembelajaran dan bahasa pengantarnya juga masih menggunakan bahasa Indonesia, hampir sama dengan sekolah nasional pada umumnya, perbedaannya hanya adanya label sekolah yang bertaraf internasional. Hal ini sangat disayangkan, seharusnya dengan adanya sekolah yang mendapat label RSBI maupun SBI mampu meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia agar dapat bersaing dengan sekolah di luar negeri.

    ReplyDelete
  18. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menguraikan sedikit pendapat saya tentang bagaimana membangun sekolah bertaraf internasional dari sudut pandang filsafat. Sebelum memasuki epistemologinya, kita harus memahami ontologinya terlebih dahulu tentang apa yang dimaksud sekolah bertaraf internasional. Menurut saya skolah bertara internasiona itu bukan serta merta tarifnya seperti di luar negeri yang maha, atau gurunya yang berbahas inggris dalam mengajar, atau pergaulan siswanya yang ke’bule-bule’an. Menurut saya, sekolah bertaraf internasiona dilihat dari kualitas kegiatan belajar mengajarnya. Yakni sekolah yang mampu mengakomodasi kebutuhan belajar siswanya, guru yang mampu melaksanakan pembelajaran inovatif, serta siswa yang berpikir kritis serta mampu menyesuaikan diri dengan baik. Dengan demikian tela jelas bahwa cara untuk membangun sekolah bertafar internasional ialah peninbkatan sistem sekolahnya, peningkatan wawasan dan kinerja guru, serta pembiasaan bagi siswanya untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  19. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pelaksanaan SBI sebenarnya tidak serta merta menganggap sistem pendidikan di Indonesia salah secara keseluruhan. Kita perlu melihat keterbatasan dari segi sarana, siswa dan persiapan yang belum maksimal. Adanya integrasi dari kurikulum luar negeri seperti Cambridge dan lainnya bukan berarti kita harus mengimplementasikannya 100% dan meninggalkan kurikulum Indonesia. Walau bagaimanapun perubahan secara tiba-tiba akan membuat siswa kebingugan. Sesungguhnya, guru lebih bingung karena memiliki tanggung jawab yang tidak sedikit di pundaknya. Pertama-tama, guru harus memahami betul isi kurikulum. Isi kurikulum yang disusun untuk diajarkan di negara X belum tentu cocok untuk diterapkan di negara Y, karena kegaragaman karakter negara tentulah berbeda.

    ReplyDelete
  20. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Menurut saya memang terdapat pro dn kontra dalam mewujudkan sekolah yang bertaraf internasional. Perkembangan jaman menuntut untuk selalu diikuti, tapi ada pula budaya yag harus senantiasa dilestarikan. Perlu ada keseimbangan anatra keduanya. Boleh saja mengikuti adat dan budaya internasional, tapi tetap harus ada filter untuk menjaga kelestarian budaya Indonesia. Hal ini dikarenakan sekolah meruapakan tempat untuk membentuk pemikiran siswa, jangan sampai siswa melupakan asalnya.

    ReplyDelete
  21. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Salah satu harapan dengan diadakannya sekolah bertaraf internasional adalah agar pendidikan kita mampu bersaing secara internasional. Indonesia merupakan Negara yang memiliki wilayah yang luas, namun masih tergolong negara yang tertinggal dalam hal dunia pendidikan. Dengan diadakannya SBI ini maka diharapkan sistem pendidikan kita menjadi lebih baik. Namun pada kenyataannya sekarang ini banyak sekolah yang awalnya merupakan sekolah rintisan bertaraf internasional yang tidak lagi menggunakan predikat tersebut dikarenakan ketidak sesuaian antara predikat dan kegiatan belajar mengajar yang masih sama dengan sekolah sekolah lain yang bertaraf nasional.

    ReplyDelete
  22. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berdasarkan indikator di atas tampaknya Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) yang pernah kita jalankan belum berjalan sepenuhnya sesuai dengan sistem yang seharusnya. Inovasi tiadalah artinya jika tidak dibaluti dengan sistem yang benar dan belum berjalan dengan efektif. Maka penghapusan terhadap sekolah RSBI/SBI menurut saya adalah langkah yang tepat sembari kita terus memikirkan perbaikan terhadap program yang sebelumnya berjalan. Mempertahankan sistem pendidikan yang sebenarnya kita sendiri belum siap hanya akan akan membawa kerugiakan terutama secara material.

    ReplyDelete
  23. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Adanya RSBI dan SBI pada awalnya adalah agar sekolah berusaha terus meningkatkan kualitas pendidikannya, karena hal itu pun akan berdampak pada meningkatnya kualitas pendidikan Indonesia. Akan tetapi RSBI dan SBI pada prakteknya dulu sebelum dihapuskan, hanya menjadi sekolah mewah, sekolah yang walau anak itu memiliki kemampuan belajar yang tinggi tidak akan masuk jika tidak memiliki uang. Hal ini akhirnya hanya menjadi kesenjangan sosial saja, RSBI dan SBI pun tidak dapat melaksanakan perannya yang sesungguhnya, sebagi tempat siswa menuntut ilmu.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  24. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pengembangan SBI memerlukan berbagai banyak sumber acuan, perlu mengetahui macam-macam aspeknya, refensi pendukungnya, metode, arah dan lainnya. Semua pihak perlu unutk mengetahui hal ini sehingga mampu memahami apa saja yang diperlukn untuk mengembangkan SBI.

    ReplyDelete
  25. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Sekolah Bertaraf Internasional merupakan salah satu usaha yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. SBI dibentuk menurut saya alasannya karena tuntutan global yang makin hari perkembangan semakin mengingkat selain itu perkembangan teknologi juga mengharuskan kita untuk mampu bersaing dengan dunia luar, tidak hanya dalam bidang kreatifitas, sosialisasi namun dalam bidang pendidikanpun kita diharuskan mampu untuk bersaing dengan dunia luar. Namun, sejauh ini perkembangan yang diberikan oleh SBI kurang terdengar dampak positif-nya, dan banyak tokoh yang mengatakan terdapat kesenjangan antara SBI dengan sekolah lainnya. Maka SBI direvisi ulang dan sepengetahuan saya sekarang dihapuskan.

    ReplyDelete
  26. Jika benar-benar ingin membangun sekolah yang bertaraf internasional, berarti kita harus terlebih dahulu melakukan persiapan-persiapan yang matang agar menjadi sekolah bertaraf iternasional, mulai dari paradigma, system pembelajran, system birokrasi dalam sekolah, dan cara guru dalam mengajar.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  27. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    SBI marupakan salah satu program yang menurut saya cukup bagus untuk menghasilkan para siswa yang berkompetensi. Maksudnya siswa yang memiliki keterampilan yang mencerminkan kebiasaan dalam berfikir dan bertindak yang sifatnya berkembang atau dinamis serta berkelanjutan secara terus-menerus agar dapat meraih apa yang diharapkan ketika memasuki dunia kerja. Namun jika bisa SBI tidak hanya ada dikota besar tetapi juga bisa merambah ke dalam kota-kota kecil yang ada di Indonesia.

    ReplyDelete
  28. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    RSBI dan SBI sekarang sudah ditiadakan oleh pemerintah. Sebagaimana dengan kelas akselerasi atau kelas imersi yang juga sudah ditiadakan. Penghapusan ini, menurut sepengetahuan saya disebabkan oleh praktek-praktek penyelenggaraan RSBI dan SBI yang membuat sekolah lain terasa tidak memiliki 'value' yang lebih. Selain karena masalah keuangan, pemerintah ingin adanya pemerataan sehingga tidak ada kesenjangan antar satu sekolah dengan sekolah lain dalam suatu wilayah. Menurut saya, hal ini sangat disayangkan, karena dengan dihapuskannya RSBI dan SBI, seolah-olah jerih payah yang sudah diupayakan oleh sekolah-sekolah tersebut menjadi tidak dihargai. Namun demikian, kita harus mengakui bahwa, apalah arti dari sebuah label. Menurut saya, apapun kebijakan pemerintah, baik itu pemerintah pusat atau daerah, kita sebagai warga yang baik sebaiknya mendukung kebijakan tersebut. Apapun labelnya, sebagai bagian dari masyarakat, sebaiknya kita melakukan hal yang terbaik tanpa mengharap suatu penghargaan yang lebih, atau berlebihan.

    ReplyDelete
  29. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mengenai sentralisasi dan desentralisasi pendidikan, pada hakikatnya pendidikan di indonesia masih berada di antara keduanya. Adanya kebijakan berupa KTSP yang memberikan kebebasan pada sekolah untuk mengatur dan memanage kehidupan sekolah masing-masing merupakan salah satu kebijakan yang lebih menjuruskan ke desentralisasi pendiidkan, namun adanya UN yang dilaksanakan secara nasional dan berpusat menjadikan konsepsi tersebut kabur. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  30. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Inovasi pendidikan dan sistem dalam sekolah yang merupakan salah satu syarat diselenggarakannya sekolah bertaraf internasional juga masih sulit untuk diimplementasikan secara nyata. Banyak sekolah yang telah mengajukan diri sebagai sekolah bertaraf internaionla namun pada segi sarana dan prasarana masih kurang. Hal ini menunjukkan bahwa secara kualitas sebenarnya banyak sekolah yang masih belum siap namun telah maju mencalonkan dirinya. Namun konsepsi sekolah bertaraf internasional pada akhirnya dihapuskan, walaupun sebenarnya adanya sekolah bertaraf internasional menjadi salah satu batu pijakan agar pendidikan di Inonesia dapat menjadi yang lebih baik sesuai dengan standar yang berlaku secara internasional. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  31. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Bentuk Sekolah Bertaraf Internasional menjadi salah satu langkah dalam usaha memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Meskipun masih terdapat banyak pro dan kontra, saya lebih mencermatinya kearah yang positif. Kita memandang sistem pendidikan di luar lebih baik dan memang menghasilkan siswa yang berkompeten. Berangkat dari impian menciptakan pendidikan baik dan menghasilkan siswa berkualitas inilah salah satu tujuan dibentuknya sekolah bertaraf internasional yang menyerap budaya luar dalam sistem pendidikan di sini. Namun tentunya masih terdapat perbedaan yang cukup signifikan dalam hal kualitas SDM dan sumber sarana prasarana. Dalam hal ini, perlu ditingkatkan lagi bagaimana menciptakan sekolah bertaraf internasional yang tidak hanya meniru budaya luar, lebih kepada menyesuaikan dengan budaya lokal dibarengi dengan perbaikan di segala aspek sehingga sekolah bertaraf internasional benar-benar menciptakan lulusan terbaik.

    ReplyDelete