Feb 12, 2013

Sekolah Bertaraf Internasional



Pengembangan Sekolah Menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)


Oleh Marsigit

Ass Wr Wb

Bersama ini kami sediakan Forum untuk diskusi mengenai aspek pengembangan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Kami mengharap agar forum ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak baik Guru, Mahasiswa maupun klhalayak umum.


Khusus untuk mahasiswa S1 Pendidikan Matematika yang menempuh kuliah Pychology of Mathematics Learning saya tugaskan untuk membuat Makalah Ilmiah bertemakan aspek pengembangan SBI dengan berdasar perkuliahan, pengalaman dan karya penulis (Marsigit).

Sedangkan untuk mahasiswa S2 yang menempuh mata kuliah saya Filsafat Ilmu saya beri kesempatan untuk menulis Artikel tentang pengebangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) ditinjau dari aspek filsafatnya.

Adapun bagi para guru, maka Forum ini dapat digunakan untuk mengutarakan pendapat dan pertanyaan perihal aspek pengembangan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional.

Berikut saya sampaikan butir-butir pemikiran (sebagai prolog) dari hasil Supervisi Monitoring dan Evaluasi ke sekolah RSBI menuju SBI tahun 2011, sbb:

" Singkatnya agar sekolah RSBI bisa menjadi SBI harus mempunyai IKKT (Indikator Kinerja Kunci Tambahan) dari pencapaian 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan. Rumusnya adalah SBI = RSBI + X, dimana X adalah IKKTnya. Unsur X tidaklah dapat didefinisikan secara pasti karena hal ini tergantung konteks sekolah dan dimensi pencapaiannya. Namun dari bermacam-macam indikator tambahan yang mungkin, berikut saya sampaikan indikator tambahan yang menonjol. Perlu diingat, berdasarkan hasil supermonev yang saya lakukan, maka terdapat indikator yang seharusnya immanent dan imbeded dalam sekolah.

1. Sekolah SBI haruslah merupakan kebutuhan Daerah dan masyarakat setempat disamping sebagai program Pemerintah Pusat berdasarkan peraturan perundangan. Oleh karena itu dukungan stakeholder dan komitmen daerah sangat diperlukan, baik yang berupa kebijakan yang mendukung maupun berujud dukungan anggaran.

2. Untuk memperoleh dukungan dan komitmen stakeholder, harus terdapat interaksi yang sinergis diantara mereka; terutama sekolah harus terus melakukan sosialisasi dan komunikasi agar diperoleh pemahaman dan pengertian serta adanya rasa memiliki dari masyarakat akan perlu adanya SBI di daerahnya.

3. Sekolah SBI haruslah didukung oleh komponen-komponen yang juga bertaraf internasional. Delapan pilar Standar Pendidikan Nasional ditambah Indikator Kinerja Kunci Tambahan diharapkan memberikan panduan agar suatu RSBI mampu menuju atau menjadi SBI.

4. Tidaklah mudah mencapai IKKT. Kecenderungan secara nasional dan hasil monitoring saya di beberapa RSBI menunjukkan bahwa secara hakiki masih terdapat fakta bawaan yang bersifat tersembunyi yang menjadi kendala bagi suatu RSBI untuk bisa menjadi SBI. Fakta tersebut antara lain metode pembelajaran yang masih bersifat TRADISIONAL dengan ciri-ciri: a) teacher-centered, b) delivery-method, c) directed-teaching, d) dominasi guru (guru mendominasi inisiatif), e) guru masih menjadi satu-satunya sumber belajar, f) guru hanya menggunakan metode tunggal yaitu metode ekspositori (ceramah), g) guru tidak sabar dan merasa sangat terbebani dengan UNAS, h) guru aktif, siswa pasif, i) text-book dan UNAS oriented, dst.

5. Untuk menjadi SBI maka diperlukan metode pembelajaran bertaraf internasional (tentu Standar Proses dapat menjamin kesana). Kecenderungan metode bertaraf internasional adalah pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dengan pendekatan konstruktivisme, dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) berorientasi kepada siswa, b) hands-on activity, c) murid secara aktif membangun pengetahuannya dengan cara berdiskusi, mempresentasikannya dan mengambil kesimpulan secara mandiri, d) guru menggunakan metode dan media yang beraneka ragam, fleksibel dan dinamis, e) pengelolaan kelas yang melayani kebutuhan belajar beraneka kemampuan siswa, f) belajar melalui kerjasama dan diskusi, g) belajar sesuai dengan konteksnya, dst

6. Masih terdapat kekeliruan persepsi secara fundamental dalam hal: pengelolaan kelas bertaraf internasional, pemanfaatan media pembelajaran, dan pengembangan sumber belajar. Hampir di setiap RSBI, pengelolaan kelas masih merupakan persoalan, tetapi sebagian guru dan sekolah ybs kurang menyadarinya. Pengelolaan kelas cenderung stagnan, tidak dinamis dan belum berbasis kepada kebutuhan belajar siswa.

7. Terdapat suatu RSBI di mana setting kelas dipatenkan sedemikian rupa sehingga semua kelas mempunyai desain huruf U untuk menata kursi-kursinya. Dari awal pelajaran hingga akhir pelajaran, setting huruf U tetap dipertahankan bahkan dari hari kehari, minggu ke minggu. Ini adalah suatu contoh kurang pahamnya sekolah dalam hal pengembangan pengelolaan kelas oleh para guru-gurunya.

8. Terdapat banyak guru RSBI yang menganggap bahwa setiap penggunaan LCD atau presentasi Power Point telah menjamin bahwa pembelajaran telah menjadi baik. Yang terjadi adalah bahwa justru sebaliknya, yaitu bahwa dengan penggunaan LCD dan presentasi Power Point bahkan semakin memantapkan karakter pembelajaran tersebut yang bersifat teachered-centered.

9. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mempunyai pengalaman mengembangkan sendiri berbagai macam sumber belajar, media, alat peraga dan Lembar Kerja Siswa. Dari beberapa sekolah bahkan RSBI masih terdapat sekolah dimana guru belum pernah membuat LKS. Mereka hanya membeli LKS dan memandang LKS hanya sebagai kumpulan soal. Hal ini sangatlah keliru. LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan merupakan wahana bagi siswa untuk menemukan rumus, prinsip, dalil, atau kesimpulan lainnya. Keadaan demikian sedikit banyak juga karena ditentukan oleh kebijakan Kepala Sekolah.

10. Guru bertaraf internasional adalah mereka yang mampu mengomunikasikan pengalaman mengajarnya. Pengalam mengajar yang layak dikomunikasikan secara internasional adalah pengalaman mengajar sebagai KEGIATAN PENELITIAN. Dari hasil monitoring RSBI, saya belum menemukan satupun guru yang menerapkan bahwa mengajarnya sebagai kegiatan penelitian. Maka agar guru mampu menjadi guru bertaraf internasional, salah satu caranya adalah merubah paradigma dan menerapkan paradigma baru yaitu bahwa "MENGAJAR ADALAH KEGIATAN PENELITIAN".

11. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mampu menjelaskan mengapa menggunakan metode tertentu, mengapa menggunakan media tertentu, mengapa melakukan kegiatan tertentu, dst. Artinya, guru bertaraf internasional adalah guru yang mampu berkomunikasi tentang konsep atau hakekat segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan mengajarnya. Untuk mencapai hal demikian, maka guru perlu terus menerus belajar dan memperharaui pengetahuannya dengan cara membaca, mengikuti seminar dan workshop. Bacaan guru ditingkatkan menjadi sama atau lebih dengan bacaan guru-guru di luar negeri.

12. Guru bertaraf internasional adalah guru yang AKUNTABEL. Akuntabel maksudnya adalah guru mampu mempertanggungjawabkan secara ilmiah perbuatan mengajarnya baik kepada diri siswa, kepada Kepala Sekolah, kepada masyarakat, negara, maupun kepada komunitas pendidik. Wahana yang sangat baik untuk mewujudkan akuntabilitas mengajar guru adalah Lesson Study.

13. Guru bertaraf internasional adalah guru yang SUSTAINABEL. Sustainabel artinya adalah membudayakan perubahan. Wahana yang sangat baik untuk membudayakan perubahan adalah Lesson Study.

14. Guru bertaraf internasional adalah guru yang profesional. Hakekat profesional adalah melakukan pengembangan kompetensi mengajarnya secara ilmiah berdasarkan hasil-hasil penelitian dan referensi tingkat internasional. Salah satu wahana untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah Lesson Study.

15. Kepala Sekolah bertaraf internasional juga harus mampu mengomunikasikan segala macam kebijakan, pengembangan dan manajemen sekolahnya, secara hakikinya.

16. Kepala Sekolah bertaraf internasional adalah Kepala Sekolah yang AKUNTABEL. Kepala Sekolah yang akuntabel harus mampu mempertanggungjawabkan pengembangan dan implementasi program sekolah secara ilmiah kepada negara, masyarakat baik nasional maupun internasional.

17. Kepala Sekolah bertaraf internasional adalah Kepala Sekolah yang SUSTAINABEL. Kepala Sekolah yang sustainabel adalah Kepala Sekolah yang mampu membudayakan perubahan dan mempromosikan inovasi bertaraf internasional atas segenap unsur sekolahnya.

18. Siswa bertaraf internasional adalah siswa yang mampu mengomunikasikan dunia kesiswaanya ditataran internasional dengan tetap berpegang kepada jati diri atau nilai-nilai lokal dan mempunyai pengetahuan dan ketrampilan global.

19. Agar sekolah bisa menjadi SBI maka perlu mengembangkan JEJARING SISTEMIK mulai dari tingkat sekolah, masyarakat, daerah, nasional, ragional dan internasiona. Kerjasama internasional dan benchmarking perlu diimbangi dengan keteguhan jati diri yang kokoh dan kerampilan serta pengetahuan yang cukup. Jika tidak maka seorang Profesor dari MIT Melbourne bahkan pernah mengingatkan "HATI-HATI DENGAN BENCHMARKING, JIKA TIDAK WASPADA MAKA HABISLAH RIWAYAT SEKOLAHANMU". Ingat bahwa Dunia adalah hutan rimba yang bisa menjadi sangat kejam dan buruk walupun juga bisa menjanjikan.

20. Untuk menuju SBI maka saya menyarankan agar "terjemah dan diterjemahkanlah antar semua unsur di sekolahan, masyarakat, daerah, pemerintah pusat dan atau bahkan dunia internasional". Itulah hakekat sekolah yang hidup. SBI adalah hidup. Hidup adalah proses, berubah dan berkembang. Janganlah pernah mengatakan hanya "pernah memperoleh prestasi", tetapi katakanlah juga "insyaAllah sedang mengukir dan akan memperolah prestasi".

21. Persoalan tersembunyi lainnya yang belum tergali yang dapat menjadi kinerja tambahan adalah BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU SECARA ALAMI, HAKIKI DAN MEMBUDAYA dalam lingkung sekolah. Lesson Study merupakan salah satu jawaban untuk itu. Maka salah satu usaha agar sekolah bisa menjadi SBI adalah mengembangkan Lesson Study di lingkungan sekolah, MGMP atau daerah masing-masing.

22. SBI tidaklah mungkin dicapai secara mandiri. Kerjasama dengan universitas sangat diperlukan, karena universitas menyediakan stok nara sumber dan akses kerjasama luar negeri. SBI memerlukan expert dari universitas maupun dari luar negeri untuk mensupervisi sekolah dan praktik pembelajarannya.
...


Demikian sebahagian dari hasil monitoring saya ke RSBI. Semoga Forum ini merupakan bentuk komunikasi kongkrit dalam rangka memperolah gambaran dan solusi yang komprehensif dan mendasar mengenai penyelenggaraan Kelas atau Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Kontribusi mahasiswa dan khalayak ramai dapat ditulis dan dilihat melalui Comment yang tersedia.

Atas partisipasinya, kami menguapkan terimakasih.

Ws. Wr. Wb.

Marsigit

31 comments:

  1. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Peniadaan RSBI dan SBI sangat disayangkan. Sekolah tersebut telah berupaya keras untuk mengubah sekolahnya menjadi sekolah bertaraf internasional dengan harapan siswa siswinya dapat belajar kultur pembelajaran sekolah-sekolah di luar negeri hingga begitu maju dalam bidang pendidikan. Sekolah bertaraf internasional memang menuntut siswa siswinya mengaplikasikan bahasa internasional yaitu bahasa Inggris dalam pembelajaran, namun terkadang bagi kebanyakan orang beranggapan bahwa hal ini memberatkan siswa. Apabila kita tengok ke dalam, siswa sendiri lah yang memilih bersekolah di sekolah tersebut. Jadi mereka yang berniat menjadi bagian sekolah tersebut telah mengetahui konsekuensinya.

    ReplyDelete
  2. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mengingat sejarah terbentuknya sekolah bertaraf internasional dahulu yaitu salah satunya agar murid-murid yang ingin mendapatkan pendidikan dengan kualifikasi berstandar internatsional, tidak perlu jauh-jauh keluar negeri, tetapi dapat merasakannya didalam negeri. Namun semakin jauh, saat ini nsekolah bertaraf intersanional mulai kehilangan gaungnya, semakin terperosok sampai suaranya tidak terdengar lagi. Bahkan telah berganti nama, namun teap dengan esensi yang berbeda. Namun lebih dari itu semua, bahwa sesuai standar yang telah disebutkan diatas, maka sebenar-benarnya bertaraf internasional adalah mampu terjemah dan menterjemahkan sesuai ruang dan waktu, sehingga esensinyan tetap terjaga dan tidak dibumbuhi polik uang dan hal lain sebagainya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  3. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sekolah bertaraf internasional masih seringkali dimaknai dengan salah. Dimana asumsi yang berkembang, perbedaan antara sekolah bertaraf internasional dengan non bertaraf internasional adalah dalam hal penggunaan bahasa. Bahasa yang digunakan dalam sekolah bertaraf internasional haruslah berbahasa Inggris, sementara bagi sekolah non bertaraf internasional masih menggunakan bahasa Indonesia. Tentu pemahaman seperti ini adalah salah dan patut untuk diluruskan. Sekolah bertaraf internasional tidak sekedar menggunakan bahasa Inggris, namun lebih dari itu, metode maupun model pembelajaran, bahkan pendekatan pembelajarannya lah yang membedakan dengan sekolah yang tidak bertaraf internasional. Bila sekolah-sekolah tradisional pembelajaran masih berpusat pada guru, maka hal ini tidak berlaku pada sekolah bertaraf internasional, dimana pembelajaran berpusat pada guru. Tentu hal ini akan mempengaruhi banyak hal dibawahnya, seperti penggunaan model, metode pembelajaran, termasuk juga dalam tataran teknis seperti LKS, media pembelajaran dan sebagainya.

    ReplyDelete
  4. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sudah beberapa tahun sistem sekolah RSBI maupun SBI sudah tidak ada lagi atau pemerintah sudah menghapuskan sistem tersebut. Ternyata begitu beratnya dan besar perjuangan sekolah untuk mencapai level yang diakui oelh tingkat international. Saya sempat mencicipi sistem RSBI itu di SMA. Dulu saya berpikir perbedaan itu hanya terletak di penggunaan bahasa yang tertuang di buku teks dan panduan guru dalam melakukan pembelajaran tetapi jauh dari sana, ada makna yang sangat besar. Di sekolah yang di akui secara international jauh lebih memiliki kualitas baik dari sekolah umum yang lain. Mungkin hal ini menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah menghapuskan sistem tersebut, karena kompetensi guru atau pendidik yang belum sesuai dan masih banyak oknum yang berbuat nakal dengan adanya embel embel RSBI atau SBI untuk mendapatkan dana pengembangan yang lebih besar.

    ReplyDelete
  5. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Meskipun sekarang ini sekolah SBI maupun RSBI sudah ditiadakan, Nanum, hal ini masih cukup menarik untuk dibahas. Penggunaan lebel sekolah SBI dan RSBI harus di dukung berbagai hal yang juga bertaraf internasional seperti fasilitas, kompetensi guru, dan lainnya seperti uraian diatas. Sebelum disebar luaskan program SBI atau RSBI ke semua sekolah maka perlu adanya sekolah percontohan. Terima Kasih

    ReplyDelete
  6. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya mencoba memberikan pandangan saya terkait RSBI maupun SBI. Menurut pendapat saya penghapusan kedua sekolah ini cukup disayangkan. Menurut saya adanya RSBI bisa memacu sekolah dan semua pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitasnya. Namun, biaya sekolah yang cukup tinggi memang terasa berat bagi siswa yang tidak mampu. Tetapi hal ini bisa disiasati dengan adanya beasiswa bagi siswa yang nilai akademiknya tinggi sehingag mereka tetap bisa bersekolah di RSBI ataupun SBI.

    ReplyDelete
  7. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Disini, pandangan saya mengenai adanya RSBI maupun SBI akan memberikan dampak yang cenderung negatif. Saya mengatakan seperti itu karena pada hakikatnya, RSBI maupun SBI itu yang saya pandangi, perbedaan yang sangat condong itu terlihat dari biaya yang bisa dikatakan tinggi. Jika sekolah itu akan menjadi RSBI, kebanyakan dari mereka ingin bahwa kualitas siswa mereka itu sesuai dengan standar internasional untukk meningkatkan kemampuan dari siswa Indonesia. Jika RSBI maupun SBI memang akan diterapkan di Indonesia, seharusnya disamaratakan. Karena jika tidak disamaratakan, maka akan ada gap antara mereka yang sekolah di RSBI maupun SBI dengan mereka yang sekolah di Non-RSBI maupun non-SBI
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  8. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Menjadi SBI (Sekolah Berstandar Internasional) bukanlah perkara yang mudah. Bukan hanya sekedar nama, lebih dari itu harus memenuhi berbagai faktor dari semua indokator yang ada (seperti: sarana dan prasarana yang tersedia, tenaga pendidikan dan kependidikan yang profesional, kurikulum yang sesuai, juga standar kompetensi lulusan, dll). Terlepas dari hal itu, saya berpikir bahwa pemerataan pendidikan lebih diperlukan untuk Indonesia.

    ReplyDelete
  9. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya tertarik menanggapi mengenai 'mengajar adalah penelitian'. Jika saat ini 'guru adalah peneliti', maka memang perlu diubah Juga pola pikir tentang mengajar. 'mengajar adalah penelitian' Akan mendukung 'guru adalah peneliti'.
    Mengenai benchmarking, ya Saya diingatkan untuk senantiasa berhati hati. Harus Ada usaha Dan kerja keras di belakang benchmarking it, jika Tak hendak terpuruk Dan kehilangan kepercayaan.
    Jati diri harus dipegang teguh. Visi Dan misi diperjuangkan dalam keseharian di sekolah. Dihidupi warga komunitas sekolah. Rasa bangga terhadap kekhasan sekolah perlu dipupuk, dengan upaya upaya nyata. Upaya yang perlahan tapi pasti.

    ReplyDelete
  10. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Pembahasan SBI maupun RSBI ini tetap menarik hingga saat ini meskipun keberadaannya sekarang telah dihapuskan. Memang dalam mengembangkan sekolah dari RSBI menuju SBI bukan suatu hal yang mudah. Banyak pertimbangan dan persiapan yang dibutuhkan. SBI bukan hanya sekolah yang penyampaian materinya menggunakan Bahasa Inggris, SBI bukan hanya sekolah yang mempunyai fasilitas lebih baik dibanding dengan sekolah-sekolah lain. Bukan. Yang semestinya lebih jauh mendapatkan perhatian adalah dalam pelaksanaan pembelajarannya, bahwa untuk menjadi SBI, sekolah harus menerapkan metode pembelajaran bertaraf international dimana pembelajaran berlangsung secara “student center”. Dan indikator lainnya yang juga penting untuk dipersiapkan.
    Maka menurut saya, cukup disayangkan memang adanya penghapusan sekolah-sekolah SBI dan RSBI ini. Karena melalui SBI dan RSBI ini merupakan salah satu jalan untuk perbaikan dan peningkatan pendidikan di Indonesia. Memang saat ini belum mampu mencapai yang semestinya, akan tetapi semuanya butuh proses untuk menuju ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  11. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saat ini, RSBI sudah tidak diberlakukan lagi. Padahal tujuan adanya SBI itu bagus dapat mengikuti perkembangan zaman. Memang untuk menjadi SBI perlu usaha yang lebih besar dan perlu mengembangkan inovasi lagi agar paling tidak masuk standar internasional. Agar sekolah bisa menjadi sekolah berstandar Internasional maka harus memenuhi persyaratan yang diatur dalam peraturan pemerintah (PP).

    ReplyDelete
  12. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dikenal sebagai sekolah dengan biaya yang mahal sehingga tidak semua anak memiliki kesempatan untuk bersekolah disana. Padahal semua siswa berhak untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Maka penting untuk melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia. Maka para calon- calon guru pun juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi guru- guru bertaraf internasional. Karena itulah seorang guru dan calon guru harus terus belajar dan berinovasi agar dapat mejadi seorang guru yang bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  13. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Saat ini RSBI telah dihapus. Sebenarnya RSBI dihapus tidak berpengaruh pada kualitas siswa dan guru yang dihasilkan mengingat prestasi siswa relatif sama saat RSBI masih ada dan saat dihapuskan. Intinya, penghapusan RSBI itu semata-mata agar tidak ada kesenjangan pendidikan dengan sekolah non RSBI.

    ReplyDelete
  14. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Sebelum RSBI dan SBI ditiadakan memang terdapat beberapa kenadala dalam pelaksanaannya, hal yang akan saya soroti dan menjadi faktor utama adalah kesiapan guru dan siswa dalam menggunakan bahasa. Seperti yang kita ketahui bahwa komunikasi merupakan hal yang utama dalam proses pembelajaran, namun karena masih terbatasnya kemampuan guru, apalagi guru yang memiliki kesulitan dalam bahasa Inggris, akan membuat kegiatan belajar menjadi tidak semestinya. Mungkin saja karena keterbatasan bahasa tersebut guru tidak mampu mencapai tujuan pembelajaran karena sibuk mencari kata-kata yang sesuai untuk diucapkan. Selain itu kemungkinan besar siswa akan semakin pasif karena siswa juga sulit untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggis. Namun apabila guru dan siswa terus berusaha hal ini akan menjadi positif karena siswa dan guru akan semakin lancar speaking dan peambahan kosakata.

    ReplyDelete
  15. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Tujuan SBI memang sangat baik yaitu menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dalam bidang kependidikan,mengarahkan para peserta didik agar dapat lebih berkompeten dan tidak kalah dengan SDM dari luar negeri, yang akhirnya dapat menciptakan SDM dari dalam negeri yang berkualitas. Namun dalam prakteknya SBI masih terlalu berat dibebankan kepada sekolah-sekolah di Indonesia dengan berbagai macam alasan. Ada yang beralasan pengantar bahasa bilingual membuat para siswa sulit menerima materi, dan ada yang beralasan kurangnya penguasaan terhadap alat peraga yang modern. Oleh karena itu bangsa Indonesia seharusnya bekerja lebih keras lagi dalam mewujudkan adanya SBI, yang juga harus didukung oleh pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan kependidikan di indonesia. Karena apabila dijalankan dengan sebenar-benarnya dan sungguh-sungguh, dengan adanya SBI nantinya akan dapat memajukan bangsa Indonesia dalam jangka waktu yang lama.

    ReplyDelete
  16. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Perjalanan dan perjuangan yang harus ditempuh oleh sekolah RSBI menjadi SBI cukup banyak. Dan memang syarat-syarat tersebut jika mampu dipenuhi maka layaklah ketika sekolah tersebut menyandang sekolah dengan taraf internasional. Karena ketika nama SBI telah disandang oleh suatu sekolah maka proses pembelajaran pun harus konsisten terdapat perubahan ke arah yang lebih baik. Budaya mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa semakin ditekankan agar tujuan pendidikan yang sesungguhnya tercapai

    ReplyDelete
  17. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sekolah bertaraf internasional diharapkan mampu menjadi sekolah yang nantinya akan bersaing di kancah internasional. Dalam hal ini yang paling menonjol dalam SBI adalah penggunaan bahasa inggris pada pembelajaran, mulai dari guru mengajar, siswa berkomunikasi, hingga kepada sumber belajar yaitu buku ajar yang bilingual. Meskipun mereka mengikuti serangkaian kegiatan yang semuanya berbahasa inggris namun ternyata kurikulumnya masih sama dengan kurikulum Nasional. Hal ini yang sangat disayangkan, ditambah lagi mereka tetap mengikuti ujian nasional seperti sekolah pada umumnya yang menggunakan bahasa indonesia.

    ReplyDelete
  18. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sejak awal kemunculan SBI sudah menimbulkan pro dan kontra di dalam lingkup internal sekolah, dinas pendidikan, hingga kementrian pendidikan dan kebudayaan. Saya sedikit mengutip apa yang pernah saya dengar di dalah sebuah seminar, bahwa dalam perkembangannya ternyada SBI menjadi proyek oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga menjadikan SBI sebagai celah-celah korupsi bagi segelintir pihak. Tujuan murni SBI yang jika dilihat sangatlah menarik dan baik menjadi rusak dan ternodai akibat kurangnya pengawasan dan penertiban yang jelas oleh pihak berwenang. Dilihat dari segi sosial, adanya status SBI juga menimbulkan kesenjangan di antara sekolah-sekolah karena sekolah menjadi tidak fokus menjalankan kewajiban karena ambisi untuk mendapatkan SBI. Efeknya sangat baik jika ditinjau dari ketersediaan guru yang mahir bilingual semakin bertambah dan diintegrasikannya kurikulum dari luar negeri sehingga siswa lebih kaya akan pengetahuan dan mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Namun peniadaan program SBI menunjukkan bahwa tidak ada progres yang signifikan dan hanya membuang dana saja.

    ReplyDelete
  19. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Menurut saya sekolah bertaraf internasional hendaknya lebih mengedepankan kualitas pendidikannya yang sesuai dengan standar internasional. Fasilitas penunjang dan kemampuan berbahasa asing memang penting, tapi lebih dari itu kualitas pendidikan saya rasa lebih penting lagi. Nyatanya beberapa negara memiliki pendidikan yang maju dengan tetap mempertahankan bahasa dan budaya negaranya. Guru-guru perlu di latih untk memenuhi kebutuhan siswa dan sekolah bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  20. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dimaksudkan agar masyarakat Indonesia yang tertarik sekolah di luar negeri dapat difasilitasi dengan sekolah SBI dalam negeri. Namun sistem yang berjalan belumlah mampu menempatkan sekolah RSBI/SBI sesuai dengan taraf pendidikan Internasional. Sekolah RSBI/SBI pada umumnya sudah menggunakan buku dalam bahasa Inggris namun sistem lainnya secara umum belum memiliki perbedaan khusus dengan sekolah regular. Oleh karena itu penghapusan sementara RSBI/SBI adalah jalan terbaik sembari adanya evaluasi dan perbaikan.

    ReplyDelete
  21. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Untuk mencapai tingkat sekolah bertaraf internasional seperti yang dipaparkan dalam artikel ini merupakan tugas yang berat. Semua perangkat pendidikannya haruslah benar-benar professional, mulai dari guru, kepala sekolah bahkan sarana dan prasarananya pun harus lebih mumpuni daripada sekolah yang lain. Akan tetapi karena hal-hal itu pula yang membuat SBI hanya menjadi sekolah mahal, sekolah bagi anak-anak yang ber uang, dan berkuasa.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  22. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Tuntutan menjadi sekolah SBI tidaklah sedikit. Banyak tuntutan unutk sekolah baik untuk pihak guru, pihak kepala sekolah. Dari pihak guru, guru perlu mengembangkan pengalamannya dengan berbagai macam sumber belajar, mengkomunikasikan pengalamannya melalui forum ilmiah, menjelaskan mengapa menggunakan metode tertentu pada penelitian tertentu juga.

    ReplyDelete
  23. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Sekolah yang ingin menjadi Sekolah Bertaraf Internasional tidak mudah, diperlukan banyak usaha meningkatkan kualitas pendidikan sekolah tersebut. Peningkatan kualitas bukan hanya pada sistem pengajaran ataupun pada sisi sarana prasarananya saja, melainkan lebih luas dari itu. Semua unsur yang ada pada sekolah tersebut harus ditingkatkan. Dari kualitas siswa, guru, kepala sekolah, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  24. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Setelah membaca artikel ini, sekarang saya mengerti mengapa sekolah internasional (SBI) dibubarkan. Menurut artikel di atas, untuk menjadi sekolah SBI harus memenuhi beberapa indikator, seperti yang disebutkan. Namun, ternyata ada beberapa indikator yang tidak dipenuhi oleh sekolah yang telah menyandang gelar SBI.
    Yang pertama adalah Sekolah SBI harus didukung oleh komponen standar internasional. Salah satu komponennya adalah bahasa yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Sekolah SBI harus menggunakan bahasa Inggris (bahasa internasional) dalam kegiatan sekolah, namun nyatanya, dalam proses belajar, mereka tetap menggunakan bahasa Indonesia. Meski bahasa hanya digunakan sebagai selingan, namun sudah mengubah esensi kelas internasional itu sendiri. Jika masih ingin menggunakan bahasa indonesia, mengapa tidak hanya membentuk kelas bilingual bukan kelas internasional?

    ReplyDelete
  25. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Yang kedua adalah menjadi SBI yang membutuhkan metode pembelajaran internasional. Kecenderungan metode standar internasional berorientasi pada pembelajaran siswa dengan pendekatan konstruktivis. Namun nyatanya, siswa sekolah SBI masih pasif dalam menerima pelajaran / materi. Mereka sepertinya menjadi pendengar setia bagi guru yang memberi materi ke kelas. Jarang (atau bahkan untuk mengatakan hampir tidak ada) ada guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk secara aktif membangun pengetahuan dengan membahas, menyajikan dan menarik kesimpulan secara independen. Memang, banyak guru meminta siswa untuk berdiskusi dan kemudian mempresentasikan hasilnya di depan kelas, namun menurut saya diskusi cenderung membahas buku teks.
    Ada banyak indikator lain yang tidak terpenuhi oleh sekolah SBI, seperti masalah pengembangan fasilitas, kemampuan bahasa Inggris (baik pelajar maupun guru), dll.

    ReplyDelete
  26. Menginginkan perubahan menjadi lebih baik itulah tujuan dari setiap perubahan dalam system sekolah. Sekolah bertaraf internasional, diharapkan dapat menjadi tonggak dalam mengubah pola belajar anak, sehingga sejajar dengan anak-anak lain di luar negeri.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  27. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya jadi teringat almamater SMA saya dulu yang merupakan sekolah RSBI. Saya menjadi siswa RSBI angkatan pertama disana. Memang terdapat perbedaan antara sekolah biasa dan RSBI, sebagai siswa saya merasa lebih difasilitasi. Saat ini sudan tidak ada lagi kategori sekolah RSBI, hanya ada sekolah swasta yang berlabel internasional.

    ReplyDelete
  28. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    RSBI menjadi trending dalam bidang pendidikan beberapa tahun yang lalu. Almamater saya, yang merupakan RSBI kabupaten tempat saya tinggal, adalah salah satunya. Dari sudut pandang siswa dan orang awam, salah satu ciri RSBI adalah bahwa pembelajaran menggunakan bahasa inggris. Bukan hanya di kelas imersi, melainkan kelas reguler pun diwajibkan mampu menggunakan bahasa inggris. Menurut saya, RSBI tentu saja lebih dari sekedar 'pengguanaan bahasa inggris di kelas. RSBI memiliki beberapa manfaat dan keunggulan lain. Disamping mendorong sekolah-sekolah untuk memperbaiki fasilitasnya secara continu, RSBI membuat guru-guru menjadi lebih aktif dalam memperluas ilmu. Salah satu anggota keluarga saya adalah tenaga pendidik di salah satu RSBI tersebut kala itu, dan tentunya hal ini membuat saya menjadi tau upaya-upaya yang dilakukan sekolah untuk 'terus' meningkatkan kualistasnya. Misalnya, pemberian kursus bahasa inggris dan kursus TIK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi guru menjadi guru yang lebih profesional.

    ReplyDelete
  29. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Konsepsi sekolah bertaraf internasional merupakan gagasan agar pendidikan di indonesia dapat go internasional yang harapannya dapat meningkatkan outcomes pendidikan. Naumn pada kenyataannya sekolah bertaraf internasional memiliki problematika tersendiri, diantaranya ialah faktor manajemen yang masih belum tertata, sumber daya yang berkualitas serta kemampuan bahasa bagi staf pengajar dan staf kependidikan yang masih kurang juga menyisakan problematika tersendiri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  30. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Tidak mudah memang dalam menjalankan sebuah sekolah bertaraf internasional. Dimana terdapat perbedaan iklim yang cukup signifikan antara kebudayaan Indonesia dengan negara-negara maju di luar sana. Upaya menyerap bentuk sekolah bertaraf internasional ini jika dikaji lebih dalam maka diharapkan akan menghasilkan siswa yang mampu membangun pengetahuannya sendiri. Dalam filsafat, dikenal sebagai aliran Constructivism. Keadaan ini tentu sedikit berbeda dengan kenyataan di lapangan , bahwa siswa masih kesulitan membangun pengetahuannya sendiri. Sehingga, perlu adanya peran guru dalam menumbuh kembangkan kemampuan pemahanan anak yang dibangun oleh siswa sendiri.

    ReplyDelete
  31. Mantab nih tapi apa sudah diterapkan ya?

    ReplyDelete