Feb 12, 2013

Sekolah Bertaraf Internasional



Pengembangan Sekolah Menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)


Oleh Marsigit

Ass Wr Wb

Bersama ini kami sediakan Forum untuk diskusi mengenai aspek pengembangan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Kami mengharap agar forum ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak baik Guru, Mahasiswa maupun klhalayak umum.


Khusus untuk mahasiswa S1 Pendidikan Matematika yang menempuh kuliah Pychology of Mathematics Learning saya tugaskan untuk membuat Makalah Ilmiah bertemakan aspek pengembangan SBI dengan berdasar perkuliahan, pengalaman dan karya penulis (Marsigit).

Sedangkan untuk mahasiswa S2 yang menempuh mata kuliah saya Filsafat Ilmu saya beri kesempatan untuk menulis Artikel tentang pengebangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) ditinjau dari aspek filsafatnya.

Adapun bagi para guru, maka Forum ini dapat digunakan untuk mengutarakan pendapat dan pertanyaan perihal aspek pengembangan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional.

Berikut saya sampaikan butir-butir pemikiran (sebagai prolog) dari hasil Supervisi Monitoring dan Evaluasi ke sekolah RSBI menuju SBI tahun 2011, sbb:

" Singkatnya agar sekolah RSBI bisa menjadi SBI harus mempunyai IKKT (Indikator Kinerja Kunci Tambahan) dari pencapaian 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan. Rumusnya adalah SBI = RSBI + X, dimana X adalah IKKTnya. Unsur X tidaklah dapat didefinisikan secara pasti karena hal ini tergantung konteks sekolah dan dimensi pencapaiannya. Namun dari bermacam-macam indikator tambahan yang mungkin, berikut saya sampaikan indikator tambahan yang menonjol. Perlu diingat, berdasarkan hasil supermonev yang saya lakukan, maka terdapat indikator yang seharusnya immanent dan imbeded dalam sekolah.

1. Sekolah SBI haruslah merupakan kebutuhan Daerah dan masyarakat setempat disamping sebagai program Pemerintah Pusat berdasarkan peraturan perundangan. Oleh karena itu dukungan stakeholder dan komitmen daerah sangat diperlukan, baik yang berupa kebijakan yang mendukung maupun berujud dukungan anggaran.

2. Untuk memperoleh dukungan dan komitmen stakeholder, harus terdapat interaksi yang sinergis diantara mereka; terutama sekolah harus terus melakukan sosialisasi dan komunikasi agar diperoleh pemahaman dan pengertian serta adanya rasa memiliki dari masyarakat akan perlu adanya SBI di daerahnya.

3. Sekolah SBI haruslah didukung oleh komponen-komponen yang juga bertaraf internasional. Delapan pilar Standar Pendidikan Nasional ditambah Indikator Kinerja Kunci Tambahan diharapkan memberikan panduan agar suatu RSBI mampu menuju atau menjadi SBI.

4. Tidaklah mudah mencapai IKKT. Kecenderungan secara nasional dan hasil monitoring saya di beberapa RSBI menunjukkan bahwa secara hakiki masih terdapat fakta bawaan yang bersifat tersembunyi yang menjadi kendala bagi suatu RSBI untuk bisa menjadi SBI. Fakta tersebut antara lain metode pembelajaran yang masih bersifat TRADISIONAL dengan ciri-ciri: a) teacher-centered, b) delivery-method, c) directed-teaching, d) dominasi guru (guru mendominasi inisiatif), e) guru masih menjadi satu-satunya sumber belajar, f) guru hanya menggunakan metode tunggal yaitu metode ekspositori (ceramah), g) guru tidak sabar dan merasa sangat terbebani dengan UNAS, h) guru aktif, siswa pasif, i) text-book dan UNAS oriented, dst.

5. Untuk menjadi SBI maka diperlukan metode pembelajaran bertaraf internasional (tentu Standar Proses dapat menjamin kesana). Kecenderungan metode bertaraf internasional adalah pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dengan pendekatan konstruktivisme, dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) berorientasi kepada siswa, b) hands-on activity, c) murid secara aktif membangun pengetahuannya dengan cara berdiskusi, mempresentasikannya dan mengambil kesimpulan secara mandiri, d) guru menggunakan metode dan media yang beraneka ragam, fleksibel dan dinamis, e) pengelolaan kelas yang melayani kebutuhan belajar beraneka kemampuan siswa, f) belajar melalui kerjasama dan diskusi, g) belajar sesuai dengan konteksnya, dst

6. Masih terdapat kekeliruan persepsi secara fundamental dalam hal: pengelolaan kelas bertaraf internasional, pemanfaatan media pembelajaran, dan pengembangan sumber belajar. Hampir di setiap RSBI, pengelolaan kelas masih merupakan persoalan, tetapi sebagian guru dan sekolah ybs kurang menyadarinya. Pengelolaan kelas cenderung stagnan, tidak dinamis dan belum berbasis kepada kebutuhan belajar siswa.

7. Terdapat suatu RSBI di mana setting kelas dipatenkan sedemikian rupa sehingga semua kelas mempunyai desain huruf U untuk menata kursi-kursinya. Dari awal pelajaran hingga akhir pelajaran, setting huruf U tetap dipertahankan bahkan dari hari kehari, minggu ke minggu. Ini adalah suatu contoh kurang pahamnya sekolah dalam hal pengembangan pengelolaan kelas oleh para guru-gurunya.

8. Terdapat banyak guru RSBI yang menganggap bahwa setiap penggunaan LCD atau presentasi Power Point telah menjamin bahwa pembelajaran telah menjadi baik. Yang terjadi adalah bahwa justru sebaliknya, yaitu bahwa dengan penggunaan LCD dan presentasi Power Point bahkan semakin memantapkan karakter pembelajaran tersebut yang bersifat teachered-centered.

9. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mempunyai pengalaman mengembangkan sendiri berbagai macam sumber belajar, media, alat peraga dan Lembar Kerja Siswa. Dari beberapa sekolah bahkan RSBI masih terdapat sekolah dimana guru belum pernah membuat LKS. Mereka hanya membeli LKS dan memandang LKS hanya sebagai kumpulan soal. Hal ini sangatlah keliru. LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan merupakan wahana bagi siswa untuk menemukan rumus, prinsip, dalil, atau kesimpulan lainnya. Keadaan demikian sedikit banyak juga karena ditentukan oleh kebijakan Kepala Sekolah.

10. Guru bertaraf internasional adalah mereka yang mampu mengomunikasikan pengalaman mengajarnya. Pengalam mengajar yang layak dikomunikasikan secara internasional adalah pengalaman mengajar sebagai KEGIATAN PENELITIAN. Dari hasil monitoring RSBI, saya belum menemukan satupun guru yang menerapkan bahwa mengajarnya sebagai kegiatan penelitian. Maka agar guru mampu menjadi guru bertaraf internasional, salah satu caranya adalah merubah paradigma dan menerapkan paradigma baru yaitu bahwa "MENGAJAR ADALAH KEGIATAN PENELITIAN".

11. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mampu menjelaskan mengapa menggunakan metode tertentu, mengapa menggunakan media tertentu, mengapa melakukan kegiatan tertentu, dst. Artinya, guru bertaraf internasional adalah guru yang mampu berkomunikasi tentang konsep atau hakekat segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan mengajarnya. Untuk mencapai hal demikian, maka guru perlu terus menerus belajar dan memperharaui pengetahuannya dengan cara membaca, mengikuti seminar dan workshop. Bacaan guru ditingkatkan menjadi sama atau lebih dengan bacaan guru-guru di luar negeri.

12. Guru bertaraf internasional adalah guru yang AKUNTABEL. Akuntabel maksudnya adalah guru mampu mempertanggungjawabkan secara ilmiah perbuatan mengajarnya baik kepada diri siswa, kepada Kepala Sekolah, kepada masyarakat, negara, maupun kepada komunitas pendidik. Wahana yang sangat baik untuk mewujudkan akuntabilitas mengajar guru adalah Lesson Study.

13. Guru bertaraf internasional adalah guru yang SUSTAINABEL. Sustainabel artinya adalah membudayakan perubahan. Wahana yang sangat baik untuk membudayakan perubahan adalah Lesson Study.

14. Guru bertaraf internasional adalah guru yang profesional. Hakekat profesional adalah melakukan pengembangan kompetensi mengajarnya secara ilmiah berdasarkan hasil-hasil penelitian dan referensi tingkat internasional. Salah satu wahana untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah Lesson Study.

15. Kepala Sekolah bertaraf internasional juga harus mampu mengomunikasikan segala macam kebijakan, pengembangan dan manajemen sekolahnya, secara hakikinya.

16. Kepala Sekolah bertaraf internasional adalah Kepala Sekolah yang AKUNTABEL. Kepala Sekolah yang akuntabel harus mampu mempertanggungjawabkan pengembangan dan implementasi program sekolah secara ilmiah kepada negara, masyarakat baik nasional maupun internasional.

17. Kepala Sekolah bertaraf internasional adalah Kepala Sekolah yang SUSTAINABEL. Kepala Sekolah yang sustainabel adalah Kepala Sekolah yang mampu membudayakan perubahan dan mempromosikan inovasi bertaraf internasional atas segenap unsur sekolahnya.

18. Siswa bertaraf internasional adalah siswa yang mampu mengomunikasikan dunia kesiswaanya ditataran internasional dengan tetap berpegang kepada jati diri atau nilai-nilai lokal dan mempunyai pengetahuan dan ketrampilan global.

19. Agar sekolah bisa menjadi SBI maka perlu mengembangkan JEJARING SISTEMIK mulai dari tingkat sekolah, masyarakat, daerah, nasional, ragional dan internasiona. Kerjasama internasional dan benchmarking perlu diimbangi dengan keteguhan jati diri yang kokoh dan kerampilan serta pengetahuan yang cukup. Jika tidak maka seorang Profesor dari MIT Melbourne bahkan pernah mengingatkan "HATI-HATI DENGAN BENCHMARKING, JIKA TIDAK WASPADA MAKA HABISLAH RIWAYAT SEKOLAHANMU". Ingat bahwa Dunia adalah hutan rimba yang bisa menjadi sangat kejam dan buruk walupun juga bisa menjanjikan.

20. Untuk menuju SBI maka saya menyarankan agar "terjemah dan diterjemahkanlah antar semua unsur di sekolahan, masyarakat, daerah, pemerintah pusat dan atau bahkan dunia internasional". Itulah hakekat sekolah yang hidup. SBI adalah hidup. Hidup adalah proses, berubah dan berkembang. Janganlah pernah mengatakan hanya "pernah memperoleh prestasi", tetapi katakanlah juga "insyaAllah sedang mengukir dan akan memperolah prestasi".

21. Persoalan tersembunyi lainnya yang belum tergali yang dapat menjadi kinerja tambahan adalah BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU SECARA ALAMI, HAKIKI DAN MEMBUDAYA dalam lingkung sekolah. Lesson Study merupakan salah satu jawaban untuk itu. Maka salah satu usaha agar sekolah bisa menjadi SBI adalah mengembangkan Lesson Study di lingkungan sekolah, MGMP atau daerah masing-masing.

22. SBI tidaklah mungkin dicapai secara mandiri. Kerjasama dengan universitas sangat diperlukan, karena universitas menyediakan stok nara sumber dan akses kerjasama luar negeri. SBI memerlukan expert dari universitas maupun dari luar negeri untuk mensupervisi sekolah dan praktik pembelajarannya.
...


Demikian sebahagian dari hasil monitoring saya ke RSBI. Semoga Forum ini merupakan bentuk komunikasi kongkrit dalam rangka memperolah gambaran dan solusi yang komprehensif dan mendasar mengenai penyelenggaraan Kelas atau Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Kontribusi mahasiswa dan khalayak ramai dapat ditulis dan dilihat melalui Comment yang tersedia.

Atas partisipasinya, kami menguapkan terimakasih.

Ws. Wr. Wb.

Marsigit

80 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sekolah Bertaraf Internasional menurut saya berperan dalam perkembangan pendidikan di Indonesia. Dalam perkembangannya baik sekolah yang bertaraf internasional atau pun tidak pastinya mengalami kendala. Terutama kendala dari guru. Guru pada sekolah yang bertaraf internasional kiranya mempunyai kompetensi yang bagus dan mampu berkomunikasi yang baik dengan siswanya agar sekolah mampu mengembangkan kualitasnya dengan baik dan siswa dapat belajar dengan maksimal juga. Guru juga mampu mengembangkan segala hal yang terkait dengan pembelajaran misalnya saja LKS dan media belajar yang lainnya.

    ReplyDelete
  2. Fitri Nur Hidayah
    14301241001
    S1 Pendidikan Matematika 2014 A

    Sekolah bertaraf internasional benar benar semua bukunya biingual,laboratorium juga bertaraf international. Tetapi jika berbasis international fasilitas yang dimiliki sekolah, sarana prasarana masih mencoba untuk bertaraf international.

    ReplyDelete
  3. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Tuntutan pada sekolah berstandar internasional adalah pembelajaran yang bertaraf internasional juga, yaitu pembelajaran yang inovatif, student centered, guru sebagai fasilitator. Guru yang menggapai kesempatan adalah membuat siswanya menggapai kesempatan juga. Guru harus bisa menjadi progressive educator dan public educator. Progresive Educator, pendidik adalah tidak sekedar pengajar, peserta didik tidak lagi sekedar menerima ilmu tetapi anak telah merasa membutuhkan ilmu sehingga mereka akan mengembangkan sendiri kemampuannya menjadi sesuatu yang kreatif. Public Educator, merupakan pembelajaran berbasis masalah yang ada dalam kehidupan. Matematika bukan lagi menjadi ilmu yang abstrak tetapi konkret. Apabila menjadi guru yang inovatif, maka dalam kondisi apapun, SBI ada atau SBI dihapuskan tetap akan berguna. Karena saat ini kurikulum 2013 pun jug menuntut pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  4. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika 2014
    SBI adalah sekolah atau madrasah yang sudah memenuhi standar nasional pendidikan dan diperkaya dengan mengacu pada standar pendidikan salah satu anggota OECD (Organization for Economic Development) dan atau Negara tertentu yang mempunyai keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan sehingga memiliki daya saing di forum internasional.Kurikulum SBI disusun berdasarkan standar isi dan standar kompetensi lulusan yang diperkaya dengan standar dari negara maju.

    ReplyDelete
  5. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Program SBI pada dasarnya merupakan program pemerintah yang bertujuan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas yaitu warga negara yang unggul secara intelektual, moral, kompeten dalam IPTEKS, produktif, dan memiliki komitmen yang tinggi dalam berbagai peran sosial, ekonomi dan kebudayaan, serta mampu bersaing dengan bangsa lain di era globalisasi. Untuk proses pembelajaran pada sekolah SBI menerapkan pembelajaran yang berbasis teknologi, aktif, kreatif, efektif, menyenangkan dan kontekstual dengan menggunakan bahasa pengantar bahasa inggris dan atau bahasa asing lainnya yang digunakan dalam forum internasional bagi mata pelajaran tertentu.

    ReplyDelete
  6. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Sekolah bertaraf international sekarang ini bsia menjadi sekolah yang terfavofit bagi prang tua yang ingin menyekolahkan anak-anak nya. Padahal kalau secara umum sekolah yang bisa dan bertaraf international Cuma memeiliki perbedaan dari segi bahasa. dimana pada taraf international hampir 50 % lebih menggunakan bahasa asing. Maka syarat untuk menajdi SBI adalah Sekolah SBI haruslah didukung oleh komponen-komponen yang juga bertaraf internasional. Delapan pilar Standar Pendidikan Nasional ditambah Indikator Kinerja Kunci Tambahan diharapkan memberikan panduan agar suatu RSBI mampu menuju atau menjadi SBI. Dan juga Untuk menjadi SBI maka diperlukan metode pembelajaran bertaraf internasional (tentu Standar Proses dapat menjamin kesana). Kecenderungan metode bertaraf internasional adalah pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dengan pendekatan konstruktivisme, dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) berorientasi kepada siswa, b) hands-on activity, c) murid secara aktif membangun pengetahuannya dengan cara berdiskusi, mempresentasikannya dan mengambil kesimpulan secara mandiri, d) guru menggunakan metode dan media yang beraneka ragam, fleksibel dan dinamis, e) pengelolaan kelas yang melayani kebutuhan belajar beraneka kemampuan siswa, f) belajar melalui kerjasama dan diskusi, g) belajar sesuai dengan konteksnya, dst. Itulah salah dua syaratnya yang saya kemukakan.

    ReplyDelete
  7. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ketika suatu sekolah sebagai Sekolah Bertaraf Internasional , pentinglah peran pendidik yang bertaraf Internasional juga. Jika kita kaitkan dengan artikel “the role of lesson study” , dimana lesson study adalah yang diperlukan oleh pendidik untuk meningkatkan kualitasnya. Dimana guru saling berkolaboratif dalam upaya meningkatkan proses pembelajaran. Sehingga akan dalam pembelajarannya dari mulai strategi yang digunakan, media belajar, bahan ajar akan menghasilkan siswa yang bertaraf Internasional.

    ReplyDelete
  8. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sekolah RSBI bisa menjadi sekolah SBI jika mempunyai IKKT (Indikator Kinerja Kunci Tambahan) dari pencapaian 8 standar nasional. Indikatornya meliputi: sekolah SBI haruslah merupakan kebutuhan daerah, harus terdapat interaksi yang sinergis antar stake holder pendidikan, harus didukung oleh komponen-komponen yang juga bertaraf internasional, diperlukan model bertaraf internasional, dll.

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Tertanya konflik pendididikan dan pengajaran terjadi menyeluruh di setiap jenis sekolah, termasuk di sekolah RSBI. RSBI merupakan sekolah bertaraf internasional, tetapi ini tidak menjamin bahwa mutu dan kualitasnya sudah sesuai dengan kebutuhan siswa dan mencapai tujuan pembelajaran yang optimal. Tidak sedikit guru yang salah persepsi bahwa setiap aspek dalam RSBI sudah sempurna, misalnya penggunaan LCD yang dianggap sebagai strategi yang paling efektif. Padahal, jika PPT atau media lain yang ditayangkan melalui LCD tidak mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan tidak melibatkan siswa pun, maka ini sifatnya adalah teacher-oriented. Maka, dalam RSBI perlu adanya aktivitas saling menerjemahkan antar individu dan komponen sekolah, yaitu antara guru, siswa, kepala sekolah, tenaga kependidikan dan fasilitas yang mendukung sehingga kolaborasi yang seimbang akan mencapai tujuan pembelajaran yang optimal.

    ReplyDelete
  10. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Sekolah bertaraf internasional merupakan sekolah dimana pendidikan, sarana dan prasarana dalam kegiatan belajar sesuai dengan standar nasional pendidikan. Baik itu dalam perangkat administrasi maupun profesionalnya para pengajar pendidikan. Oleh karena itu, kemampuan guru harus ditingkatkan pula dengan belajar agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.

    ReplyDelete
  11. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Untuk menjadi SBI, RSBI haruslah memiliki beberapa indikator yang telah disebutkan di atas. Walaupun RSBI sekarang tidak lagi marak bahkan ada beberapa RSBI yang tidak lagi menerapkan kelas rintisan berstandar internasional. Hal ini salahsatunya dikarenakan dana operasional kelas RSBI yang tidak murah dan support dari pemangku kepentingan relatif kurang. Oleh karena itu banyak yang sekolah yang tidak menerapkan RSBI.

    ReplyDelete
  12. Muhammad Nur Fariza
    14301241024
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Idealnya Pembelajaran dalam kelas RSBI harusnya menggunakan aktivitas tangan (hands on activity) secara aktif oleh siswa untuk belajar konsep tertentu. Akan tetapi berdasarkan paparan dalam tulisan di atas masih terdapat praktik pembelajaran teacher centered. Ditunjukkan dengan penggunaan powerpoint sebagai media pembelajaran yang sebenarnya adalah eskspositori sehingga dapat dikatakan Pembelajaran nya tidak inovatif.

    ReplyDelete
  13. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    SBI adalah sekolah bertaraf Internasional, konsep sekolah ini adalah SNP + X. Terdapat banyak kekeliruan dalam program ini, misalnya:
    1. Konsepnya masih lemah, program ini jelas tidak didahului dengan riset yang mendalam dan konsepnya lemah. Dengan menyatakan bahwa SBI = SNP + X, maka sebenarnya konsep SBI ini tidak memiliki bentuk dan arah yang jelas. Tidak jelas apa yang diperkuat, diperkaya, dikembangkan, diperdalam, dll tersebut.
    2. SBI = Pembohongan Publik, dengan program SBI ini Depdiknas memberikan persepsi yang keliru kepada para orang tua, siswa, dan masyarakat bahwa sekolah-sekolah yang ditunjuknya menjadi sekolah Rintisan tersebut adalah sekolah yang ‘akan’ menjadi Sekolah Bertaraf Internasional dengan berbagai kelebihannya. Padahal kemungkinan tersebut tidak akan dapat dicapai atau bahkan akan menghancurkan kualitas sekolah yang ada.
    3. Menciptakan Kesenjangan Soasial, Program SBI menjadikan sekolah yang mengikutinya menjadi eksklusif dan menciptakan kastanisasi karena hanya bisa dimasuki oleh anak-anak kalangan menengah ke atas. Tingginya pembiayaan yang dikenakan pada orang tua siswa membuat sekolah-sekolah SBI ini tidak dapat dimasuki oleh anak-anak dari kalangan bawah.
    4. Bertaraf Internasional Ujiannya Nasional?, Sedikit Lucu.. Meski menyandang nama ‘bertaraf internasional’ tapi siswanya masih harus ikut ujian nasional. Alangkah membingungkannya jika sebuah sekolah yang bertaraf INTERNASIONAL tapi kemudian masih harus mengikuti sebuah UJIAN NASIONAL!
    Demikian menurut kami, mohon maaf jika salah kata..

    ReplyDelete
  14. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Sekolah Bertaraf Internasioal memiliki indikator yaitu sekolah SBI merupakan salah satu kebutuhan Daerah dan masyarakat adat disamping sebagai program Pemerintah Pusat menurut peraturan perundangan. Untuk kepentingan dan komitmen stakeholder, harus ada interaksi yang sinergis dari mereka. Sekolah SBI didukung oleh komponen-komponen yang juga bertaraf internasional. Dan masih banyak lagi indikator dari SBI. Dengan berbagai indikator tersebut dapat kita nyatakan bahwa SBI merupakan RSBI yang memenuhi indikator yang diberikan tersebut.

    ReplyDelete
  15. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari artikel di atas dapat saya simpulkan bahwa untuk mengembangkan sekolah bertaraf internasional (SBI) maka perlu kesiapan baik dari segi sekolah, guru, kepala sekolah, maupun siswa yang harus bertaraf internasional. Kegiatan pembelajaran juga perlu disiapkan agar bertaraf internasional yang berorientasi kepada siswa. Perlu juga adanya kerja sama dengan universitas agar praktisi pembelajaran dengan taraf internasional dapat terpenuhi.

    ReplyDelete
  16. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Menurut saya sekolah bertaraf internasional hendaknya lebih mengedepankan kualitas pendidikannya yang sesuai dengan standar internasional. Fasilitas penunjang dan kemampuan berbahasa asing memang penting, tapi lebih dari itu kualitas pendidikan saya rasa lebih penting lagi. Nyatanya beberapa negara memiliki pendidikan yang maju dengan tetap mempertahankan bahasa dan budaya negaranya. Guru-guru perlu di latih untk memenuhi kebutuhan siswa dan sekolah bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Dalam pembelajaran di Sekolah bertaraf internasional pembelajarannya juga harus bertaraf internasional dengan pendekatan kontruktivisme yang berorientasi pada siswa, hand-on activity, murid membangun pengetahuan berdasarkan diskusi kelompok, mempresentasikan dan lain sebagainya. Jika terapkan pada kurikulum 2013 model pembelajarannya yang mirip dengan RSBI adalah scientifik. Dan yang paling menarik dalam wacana di atas ialah SBI menjalin hubungan dengan narasumber dan kerjasama dalam mensupervisi sekolahnya. Seandainya sekolah-sekolah di Indonesia semua bisa menjadi SBI pendidikan di Indonesia pasti akan semakin terpandang di dunia.

    ReplyDelete
  18. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Perkembangan pendidikan di dunia ini sangat pesat. Mau tidak mau negri ini harus mau untuk berkembang maju, dengan adanya sekolah bertaraf internasional ini diharapkan dapat mengimbangi pendidikan di kancah Internasional. menjadikan sekolah bertaraf internasional ini tidaklah mudah, diperlukan kesiapan yang matang dari kurikulum, guru, dan sistem pendidikan disekolah tersebut.

    ReplyDelete
  19. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Sekolah bertaraf internasional (SBI) merupakan sebuah jenjang sekolah nasional di Indonesia dengan standar mutu internasional. Proses belajar mengajar di sekolah ini menekankan pengembangan daya kreasi, inovasi, dan eksperimentasi untuk memacu ide-ide baru yang belum pernah ada dengan visi Sekolah Bertaraf Internasional adalah “Terwujudnya Insan Indonesia yang cerdas dan kompetitif secara internasional”. Adapun untuk proses pembelajaran dari sekolah berbasis SBI mempunyai berapa ciri-ciri sebagai berikut.
    1.pro-perubahan;
    2.menerapkan model pembelajaran aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan;
    3.menerapkan proses pembelajaran berbasis TIK pada semua mata pelajaran;
    4.proses pembelajaran menggunakan bahasa Inggris, khususnya mata pelajaran sains, matematika, dan teknologi;
    5.proses penilaian dengan menggunakan model penilaian sekolah unggul dari negara anggota OECD dan/atau negara maju lainnya, dan
    6. dalam penyelenggaraan SBI harus menggunakan standar manajemen intenasional

    ReplyDelete
  20. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Sekolah bertaraf Internasional adalah sekolah yang mempunyai komponen tingkat internasional. Seperti kepala sekolahnya, gurunya, fasilitasnya, sekolahnya, siswanya. Percuma saja jika sekolah dan fasilitas sekolah sudah internasional namun guru, kepala sekolah dan siswanya pun juga tidak setingkat internasional. Guru harus mampu menjadi guru yang kreatif dan inovatif dengan fasilitas sekolah yang sudah ada, kepala sekolah pun juga harus mampu menyupervisi guru-gurunya dengan baik, agar sekolah tersebut dapat menghasilkan siswa-siswa yang bertaraf Internasional juga.

    ReplyDelete
  21. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Perjalanan dan perjuangan yang harus ditempuh oleh sekolah RSBI menjadi SBI cukup banyak. Dan memang syarat-syarat tersebut jika mampu dipenuhi maka layaklah ketika sekolah tersebut menyandang sekolah dengan taraf internasional. Karena ketika nama SBI telah disandang oleh suatu sekolah maka proses pembelajaran pun harus konsisten terdapat perubahan ke arah yang lebih baik. Budaya mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa semakin ditekankan agar tujuan pendidikan yang sesungguhnya tercapai.

    ReplyDelete
  22. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sekolah Berstandar Internasional kiranya bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam bersaing dengan negara lain, dan digunakan sebagai sarana perbaikan kualitas pembelajaran agar dapat mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Banyak aspek pada pelaksanaan SBI yang perlu diperhatikan sebelum dapat dijalankan, diantaranya kesiapan guru, siswa, sekolah, dan lingkungan dalam menerapkan SBI. Karena semua aspek dalam SBI pastilah mengarah ke pembelajaran inovatif. Itu berarti guru perlu mendesain pembelajaran inovatif, siswa perlu menyiapkan diri dalam belajar aktif dan mandiri, sekolah pun juga berperan untuk menyediakan fasilitas yang memadai dalam terselenggaranya pembelajaran inovatif

    ReplyDelete
  23. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pengembangan sekolah menuju SBI (Sekolah Bertaraf Internasional) merupakan pengembangan dari sekolah RSBI menuju SBI. Taraf atau standar internasional yang dimaksud yakni harus memenuhi dan mempunyai Indikator Kinerja Kunci Tambahan yang ditambah dengan pencapaian delapan Standar Nasional Pendidikan. Sekolah SBI harus dibentuk atas kebutuhan masyarakat dan di dalamnya harus didukung dengan komponen-komponen yang bertaraf internasional termasuk guru, siswa, kepala sekolah, metode pembelajaran, pengelolalan kelas yang serba bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  24. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Alangkah baiknya jika guru sekolah bertaraf nasional juga memiliki kompetensi guru sekolah bertaraf internasional seperti yang dituliskan di atas. Contohnya akuntabel dan sustainabel, bukankah guru bertaraf nasional juga perlu memiliki kompetensi tersebut? Menurut saya, semua kompetensi yang dituliskan di atas harus dimiliki juga oleh guru bertaraf nasional. Kemudian saya ingin menambahkan juga, bahwa guru bertaraf internasional haruslah memiliki wawasan nasional, sehingga meskipun mengajar sekolah bertaraf internasinal, karakter bangsa tidak akan terlupakan untuk ditanamkan ke pada siswa-siswa sekolah bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  25. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    salah satu penerapan dalam sekolah bertaraf internasional yaitu menggunakan sarana prasarana yang baik atau yang sudah canggih. kelemahannya ada terkadang beberapa guru salah memanfaatkan fasilitas tersebut. guru hanya mneggunakan fasilitas yang ada saja sehingga suasana kelas menjadi tidak aktif tau pasif

    ReplyDelete
  26. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) merupakan kelas standar nasional pendidikan yang ditujukan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta segala aspek intensitas dan kualitas layanan yang ditata secara efektif, professional untuk mencapai keunggulan mutu pendidikan baik nasional maupun internasional dengan karakteristik seperti penggunaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya sebagai bahasa pengantar secara aktif dan penggunaan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran. Banyak pemahaman yang harus diluruskan tentang SBI, karena sebagian sekolah sering Mengklaim bahwa sekolahnya telah SBI, tetapi pada kenyataannya yang dilaksanakan belum sepenuhnya merupakan SBI. Harus iluruskan pemahaman bahwa ada sekolah yang memiliki kelas Internasional, Sekolah Internasional atau Sekolah Bertaraf Internasional. Masing-masing kategori di atas jelas sangat berbeda dalam segi pelaksanaannya.

    ReplyDelete
  27. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Majelis hakim konstitusi menilai pembentukan sekolah bertaraf internasional berpotensi mengikis rasa bangga dan karakter nasional. Hal ini bertentangan dengan konstitusi yang menganjurkan pemerintah untuk semakin meningkatkan rasa bangga dan membina karater bangsa. Majelis menyatakan, siswa yang memiliki kemampuan lebih atau di atas rata-rata memang perlu diperlakukan secara berbeda. Akan tetapi, hal itu tidak berarti harus diaplikasikan dengan membentuk SBI. Pembentukan sekolah bertaraf internasional lebih menunjukkan perlakuan pemerintah yang berbeda. Sebab, nilai rata-rata yang tinggi hanya bagi siswa RSBI sedangkan sekolah biasa akan terus ketinggalan.
    Ia juga menyatakan, dengan pembentukan RSBI, pendidikan berkualitas menjadi mahal. RSBI hanya dapat dinikmati beberapa kalangan. Ini menunjukkan ketidakadilan terhadap siswa.

    ReplyDelete
  28. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Pada artikel diatas diketahui bahwa salah satu cara untuk menjadi guru yang akuntabel, sustainabel, dan profesional adalah dengan dilakukannya Lesson Study. Lesson study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Sumar Hendayana, 2009)

    ReplyDelete
  29. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Pada artikel diatas diketahui bahwa salah satu cara untuk menjadi guru yang akuntabel, sustainabel, dan profesional adalah dengan dilakukannya Lesson Study. Lesson study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Sumar Hendayana, 2009)

    ReplyDelete
  30. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) akan sangat bagus jika dapat diterapkan dengan baik di Indonesia. Akan tetapi sebelum menuju kepada SBI, ada baiknya kita menyelesaikan terlebih dahulu masalah pemerataan pendidikan di Indonesia. SBI pasti akan mulai diterapkan di sekolah-sekolah yang berada di kota besar dengan fasilitas mereka yang sebenarnya sudah memenuhi standar. Sedangkan sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil akan tersampingkan. Jangankan fasilitas seperti komputer atau proyektor, kelas untuk mereka belajar saja terkadang tidak cukup atau belum memenuhi standar ruang kelas untuk belajar. Jika SBI belum merata diterapkan di sekolah-sekolah, maka SBI juga akan mengkotak-kotakan sekolah dan menimbulkan kecemburuan kepada sekolah yang belum bertaraf Internasional. Jadi, menurut saya pemerataan kualitas sekolah-sekolah yang ada di Indonesia harus dilakukan terlebih dahulu, sehingga baik sekolah yang ada di kota maupun di desa sama kualitasnya. Jika tugas ini sudah selesai, maka kita mulai untuk merintis SBI sesuai dengan standarnya, sehingga harapannya kualitas pendidikan di Indonesia suatu saat nanti akan sejajar dengan kualitas pendidikan di negara-negara maju lainnya.

    ReplyDelete
  31. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih Prof Marsigit atas artikel yang dapat menambah informasi dasar kami mengenai seluk beluk dari adanya konsep sekolah bertaraf internasional. Untuk menuju SBI dari RSBI tidaklah mudah untuk diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat sekolah. Sekolah yang berpotensi menjadi SBI haruslah memiliki kompetensi-kompetensi yang cukup kuat agar pelaksanaannya bisa maksimal, tidak serta merta mencari ketenaran dan citra baik dari masyarakat dilingkungan sekitar sekolah. Mulai dari Kepala Sekolah, Guru, staf dan karyawan, serta siswa dan siswi dibutuhkan peran dan kesadaran bekerjasama yang ulet dan tertata agar terwujud cita-cita dan tujuan dari kurikulum sekolah yang telah ditetapkan. Hal itu tidak terlepas dari keinginan pihak komite dan petinggi sekolah untuk menciptakan alumni atau lulusan yang berkompetensi internasional yang mampu bersaing secara global untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Faktanya, tidak semua RSBI mampu melanjutkan misi nya, apalagi berkonsentrasi untuk menuju SBI. Hal itu dipicu oleh berbagai faktor yang secara langsung maupun tidak, mampu mematikan RSBI untuk melanjutkan niatan tersebut. Meski di Indonesia belum banyak sekolah internasional yang benar-benar murni dan terjamin akan menghasilkan lulusan yang berkompetensi internasional, RSBI yang sudah berjalan pun cukup untuk melatih seluruh lapisan masyarakat sekolah untuk mencapai cita-cita tersebut.

    ReplyDelete
  32. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Setelah saya membaca, masih banyak catatan dari penyelenggaraan RSBI dan SBI. Salah satunya adalah catatan untuk guru. Untuk mencapai SBI banyak tantangan yang harus dihadapi guru. Guru dituntut untuk terus menerus bergerak. Bergerak untuk maju, bergerak untuk melakukan, bergerak untuk menambah wawasan, bergerak melakukan inovasi, bergerak untuk melakukan evaluasi.

    ReplyDelete
  33. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Untuk menjadi sekolah bertaraf internasional tidaklah mudah, semua membuthkan proses dan harus memenuhi semua indikator-indikatornya. Berdasarkan pengalaman saya, sebagian bear masyarakat menganggap bahwa sekolah bertaraf internasional adalah sekolah yang biayanya mahal dan bahasa pengantarnya menggunakan bahasa inggris. Tetapi menurut saya, kedua hal tersebut bukanlah tolak ukur dari sekolah bertaraf internasional melainkan banyak hal seperti, standar kompetensi lulusan, standar isi kurikulum, standar proses (proses belajar mengajar), tenaga pendidik dan kependidikan, fasilitas pendidikan, dll.

    ReplyDelete
  34. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ulasan yang lengkap dan menarik ini
    Jalan Tuhan membawa saya bertemu dengan elegi ini di tahun 2017, yaitu ketika SBI maupun RSBI sudah dihapuskan. Mohon ijin bercerita, dahulu pada tahun kejayaan RSBI, pada tahun itu pula saya masih menempuh pendidikan sekolah menengah. Pada kala itu memanglah isu terhangat yang diperbincangan adalah sekolah RSBI, di mana sekolah RSBI menjadi sekolah yang sering dikunjungi pejabat atau peneliti dari luar negeri. RSBI terkenal dengan biaya pendidikan yang lebih tingi dibandingkan sekolah non RSBI. Akan tetapi, pada kala itu saya hanya mendengar isu tersebut tanpa melakukan peninjauan kembali. Oleh karena itu, mohon maaf jika apa yang saya ceritakan ternyata salah.

    Jika saya diijinkan berkhayal dengan waktu, misalkan saat ini tahun 2013, kala RSBI belum dihapuskan, maka pendapat saya untuk kemajuan RSBI adalah kesetujuan saya terhadap butir-butir indikator yang seharusnya immanent dan imbeded dalam sekolah. Pada poin 20, terjemah dan diterjemahkanlah antar semua unsur pembangun SBI. Entah kenapa, sejak saya belajar sedikit berkenalan dengan filsafat melalui blog powermathematics.blogspot.co.id, saya menjadi orang yang sangat peka dan sangat tertarik jika mendengar istilah terjemah dan diterjemahkanlah.

    ReplyDelete
  35. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami keberadaan SBI pada awalnya dilandasi dengan alasan dan tujuan yang baik, yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam literasi bahasa Inggris. Akan tetapi dalam pelaksanaannya jadi bergeser arah dan tujuannya. Dengan memiliki predikat SBI, banyak sekolah menggunakan alasan tersebut (berpredikat SBI) untuk menarik dana lebih dari orang tua/wali siswa dengan alasan mengembangkan kualitas sekolah. Tentunya apabila SBI berjalan sesuai dengan hakekatnya maka pelaksanaan SBI sangat baik untuk tetap dilanjutkan.

    ReplyDelete
  36. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Di Indonesia terdapat beberapa sekolah bertaraf Internasional yang sepertinya mulai kembali lagi menjadi sekolah nasional. Hal ini disebabkan pelaksanaannya yang tidak sesuai dengan judulnya. Sekolah RSBI contohnya. Sekolah RSBI bisa disebut sekolah percobaan yang dicoba melakukan pembelajaran bertaraf internasional. Tetapi pada kenyataanya hanya biaya sekolahnya saja yang bertaraf internasional, sedangkan kualitas pembelajarannya hampir sama denga sekolah pada umumnya. Halini yang menjadikan RSBI bukan lagi bertujuan untuk meningkatkan kualitan pendidikan, tetapi untuk pengakuan status ekonomi.
    Di Universitas Negeri Yogyakarta sendiri memiliki kelas Internasional yang diharapkan lulusannya mampu mengajar di sekolah bertaraf internasional atau bahkan bersaing di luar negeri. Tetapi yang saya pelajari di kelas internasional ini adalah hampir sama dengan kelas-kelas normal lainnya. Sedikit sekali mata kuliahyang mendukung kami sebagai mahasiswa kelas internasional agar kelak mampu menjadi pendidik yang menciptakan pembelajaran bertaraf internasional. Semoga ini menjadi masukan agar UNY bisa lebih maju lagi, khususnya dalam penyelenggaraan kelas internasional.

    ReplyDelete
  37. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ternyata untuk menuju dari RSBI ke SBI ada rumusnya, rumusnya simpel sekali, tetapi unsur dari rumus SBI tersebut sangat sulit untuk diterapkan jika dari SDM nya sendiri tidak ada kekonsistenan dan keseriusan dalam meningkatkan perubahan-perubahan yang diharapkan. Beberapa dari indikator kinerja kunci tambahan yang dipaparkan tersebut sepertinya sudah ada pada RSBI, tetapi memang masih banyak dari point tersebut yang belum diterapkan. Mungkin itu salah satu penyebab terhambatnya menuju SBI. Beberapa visi dan misi yang diusung juga sebenarnya sudah mencerminkan SBI, hanya saja mungkin penerapannya kurang maksimal dan kurang konsistensi. Selain hal itu, tentu masalah metode pembelajaran juga menjadi masalah yang fenomenal sekali, yang katanya harus menerapkan student center learning, tetapi nyatanya masih berfokus pada guru, sehingga siswa hanya sebagai pendengar dan penerima saja. Semoga dengan adanya bacaan pada blog ini, menjadi bahan rujukan bagi banyak orang, khusunya guru-guru yang harus melakukan perubahan.

    ReplyDelete
  38. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Untuk menggapai sekolah yang bertaraf internasional (SBI) tentu memiliki kriteria khusus agar bisa mencapai hal tersebut.Tidak mudah memang, hanya sekolah-sekolah tertentu yang dapat meraih gelar tersebut.Namun tidak terlepas dari beberapa indikator yang hendak dicapai sebagaimana yang disebutkan pada elegi di atas.Keadaan lingkungan sekolah, sarana dan prasarana yang memadai, guru, dan pemimpin sekolah menjadi wahana penting dalam meninjau kelayakan dalam manggapai gelar tersebut.Dijelaskan bahwa seorang guru diharapkan mampu merubah pola pembelajaran dengan tidak menggunakan pendekatan tradisional seperti metode ceramah.Siswa perlu diarahkan pada pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa itu sendiri sebagaimana seperti solusi yang diberikan pada elegi tersebut dengan pendekatan konstruktivisme di mana pendekatan ini lebih dominan mebiarkan siswanya lebih berperan aktif di dalam proses belajar mengajar.Guru juga ditekankan untuk lebih kreatif dalam mengembangkan sumber bahan ajar, seperti buku teks,LKS, RPP dan sebagainya guna menciptakan suasana belajar yang kondusif , terutama bagi guru itu sendiri dan siswa.

    ReplyDelete
  39. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Sekarang ini secara formal, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI) telah dihapuskan beberapa waktu yang lalu. RSBI dan SBI yang dipahami oleh khalayak umum ialah identik dengan bahasa yang digunakan di dalam proses pembelajaran. Kebanyakan masyarakat menganggap hal ini lah yang menjadi perbedaan utama dan sekaligus menjadi keunggulan sekolah RSBI. Namun, ternyata melalui elegi ini dapat dilihat bahwa banyak sekali hal-hal pokok yang menjadi syarat sekolah RSBI menjadi SBI.

    ReplyDelete
  40. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Menurut pandangan saya, tujuan awal pengembangan sekolah nasional menjadi sekolah bertaraf internasional sebetulnya baik, karena ingin menigkatkan kualitas pembelajaran dari segala aspek, baik mutu maupun sarana prasarana. Namun belakangan tujuan yang baik itu tercoreng oleh beberapa oknum yang memanfaatkan kata ‘taraf internasional’ untuk keuntungan pribadi hingga akhirnya program tersebut diberhentikan. Saya rasa perlu dikaji ulang secara matang apabila pemerintah ingin menjalankan suatu program agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  41. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Sepakat dengan penggunaan LCD secara full dalam proses pembelajaran menjadikan arah pembelajaran ke arah teacher-centered. Hal tersebut bisa terjadi karena siswa akan lebih difokuskan untuk mendengarkan penjelasan guru dari materi yang terpampang di proyektor. Kecuali LCD ditujukan sebagai media untuk memandu aktivitas dan kegiatan berpikir siswa. Maka di sinilah peran guru agar dapat secara bijak untuk menggunakan media-media pembelajaran dan gurulah yang lebih tahu untuk memilih media apa yang paling tepat dengan karakteristik siswanya.

    ReplyDelete
  42. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Sekolah Bertaraf Internasional merupakan Sebuah cita cita yang sangat mungkin terwujud. Terwujudnya pendidikan yang bermutu harus didukung dengan standar pendidikan yang saling berhubungan. Salah satu standar yang paling dominan adalah standar pendidik yaitu guru. Seorang pendidik senatiasa harus mengikuti perkembangan semua aspek kehidupan. Hal ini karena tantangan pendidikan saat ini tak hanya membangun kemampuan siswa melalui pembelajaran kontruktivisme, namun juga mampu membekali siswa dengan ketrampilan dan pengetahuan umum lain yang akan mereka hadapi d kehidupan masyarakat. Seorang pendidik hendaknya terus bergerak meningkatkan kemampuan perencanaan, kemampuan mengajar, dan kemampuan mengevaluasi sehingga terwujudlah sistem pendidikan yang lebih baik bahkan menuju taraf internasional.

    ReplyDelete
  43. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Saya bersekolah di sekolah RSBI untuk jenjang SMP dan SMA. Menurut sudut pandang saya, sekolah RSBI memang lebih unggul dibandingkan sekolah SSN atau sekolah daerah. Namun, dalam praktiknya bertaraf internasional hanya sebatas penggunaan bahasa inggris, fasilitas bagus, dan biaya mahal. Di Universitas Negeri Yogyakarta pun saya mengambil program sarjana di kelas internasional yang nantinya lulusannya diharapkan mampu mengajar di sekolah RSBI maupun SBI. Pada kenyataannya, kelas internasional pun sama,hanya sebatas penggunaan bahasa inggris, fasilitas bagus, dan biaya mahal.

    ReplyDelete
  44. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sejatinya semua sekolah di Indonesia diharapakan dapat menjadi sekolah yang bertaraf internasional. Bertaraf internasional disini dalam arti memilki kualitas yang memadai dalam emncetak generasi yang berkualitas. Namun MK telah mengambil keputusan untuk meniadakan RSBI ini karen pada pelaksanaannya justru dimafaatkan oleh beberapa pihak untuk merauk dana lebih dengan dalih sekolah berstamdar internasional ini.

    ReplyDelete
  45. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Tuh kan, bertaraf internasional itu bukan sekedar sarana prasarananya. Untuk apa pake LCD dan power point kalau ujung-ujungnya siswa tetap pasif? Untuk apa pakai kursi dan bangku mahal dan bagus yang disusun bentuk u kalau tak ada kegiatan hands-on oleh siswa.
    Apa yang selama ini ada di pikiran kita bahwa sekolah bertaraf internasional itu sekolahnya tinggi, temboknya kokoh, catnya baru, bagus, berac, ada LCD di kelas, bangkunya nyaman, papan tulisnya baru semua. Walaaah, memangnya sekolah yang tak pakai ac dan tak punya LCD tak boleh jadi sekolah bertaraf internasional? Sombong sekali.. lah kan balik lagi itu bukan masalah sarana prasarana.
    Apa sih tujuan SBI atau RSBI? menjadikan siswa dapat bersaing di dunia internasional kan? Untuk apa sih buang-buang uang di sarana kalau itu membuat siswa pasif dan bermental "apa-apa sudah ada jadi tak usah terlalu berusaha". Malah kita butuh sekolah yang membuat siswa bersusah payah mencari bahan pelajaran sendiri dengan keinginan sendiri, itu kan yang membuat mereka dapat bersaing si dunia internasional nantinya, karena daya juangnya tinggi. Karena itu yang perlu diperlengkapi itu ya staf pengajarnya, guru-guru dan kepala sekolahnya. Supaya semua berwawasan internasional namun tetap berkarakter bangsa. Nah, sudah cukup dah itu untuk mendidik calon-calon pemimpin masa depan yang bisa bersaing di dunia internasional.

    ReplyDelete
  46. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Substansi dari Sekolah berstandar Internasional yaitu bagaimana sekolah itu dalam segala komponennya siap bersaing dengan kancah internasional. Bukan masalah nama atau penamaan ataupun program. Jadi menurut saya tak berlu menggunakan brand sesuatu untuk membuat sekolah itu dapat bersaing. Yang perlu diupayakan yatu langkah-langkah nyata bagaimana substansi ini benar-benar tercapai. Karena sering kali di negri ini substansi kalah dengan brand yang kemudian menganding nilai bisnis.
    Sekolah bertaraf internasional meliputi semua aspek, yaitu pendidik, siswa, sistem ataupun kepala sekolah. Guru bertaraf internasional perlu disiapkan yang memenuhi syarat profesional, akuntabel, dan sustainabel. Siswanya aktif dalam pembelajaran. Kepala sekolahnya yang adil dalam memnuat kebijakan. Sehingga pada intinya untuk mencapai sekolah bertaraf internasional perlu usaha dan kerja sama antar semua pihak.

    ReplyDelete
  47. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Dalam hal ini beliau Bapak Marsigit yang bisa disebut sekolah Bertaraf Internasional berarti juga bisa World Class University. Namun demikian untuk mencapai tujuan utama tersebut ada banyak hal yang perlu dilihat seperti halnya bagaimana mengubah pandangan yang tadinya hanya tentang negara, ini berpikir secara global, kemudian juga disampaikan bagaimana keseimbangan antara logika dan penerapannya, serta bagaimana hubungan dan kaitan semua aspek aspek yang lain untuk menunjang tujuan tersebut. Kemudian juga bagaimana merubah yang tadinya pada starting point menuju terminal point.
    Dalam hal ini juga menurut saya upaya-upaya yang perlu dilakukan untuk mengubah yang tadinya pada tahap starting point menuju terminal point yaitu dengan mulai menggunakan pendekatan yang lebih inovatif dalam pelaksanaannya. Kemudian penggunaan sarana dan prasarana pendukung. Perangkat pembalajaran yang ada juga mulai diubah, sehingga mungkin pada tahap ini yaitu bahai mana yang tadinya tradisionil menjadi inovatif juga merupakan suatu langkah pertama dan utama untuk mencapai tujuan utama yaitu tujuan bertaraf internasiona yang mana dapat menciptakan siswa yang mampu bersaing secara globel. Jadi ada banyak cara yang perlu ditempuh, salah satunya seperti yang telah disampaikan.

    ReplyDelete
  48. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017

    Peniadaan RSBI dan SBI sangat disayangkan. Sekolah tersebut telah berupaya keras untuk mengubah sekolahnya menjadi sekolah bertaraf internasional dengan harapan siswa siswinya dapat belajar kultur pembelajaran sekolah-sekolah di luar negeri hingga begitu maju dalam bidang pendidikan. Sekolah bertaraf internasional memang menuntut siswa siswinya mengaplikasikan bahasa internasional yaitu bahasa Inggris dalam pembelajaran, namun terkadang bagi kebanyakan orang beranggapan bahwa hal ini memberatkan siswa. Apabila kita tengok ke dalam, siswa sendiri lah yang memilih bersekolah di sekolah tersebut. Jadi mereka yang berniat menjadi bagian sekolah tersebut telah mengetahui konsekuensinya.

    ReplyDelete
  49. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Mengingat sejarah terbentuknya sekolah bertaraf internasional dahulu yaitu salah satunya agar murid-murid yang ingin mendapatkan pendidikan dengan kualifikasi berstandar internatsional, tidak perlu jauh-jauh keluar negeri, tetapi dapat merasakannya didalam negeri. Namun semakin jauh, saat ini nsekolah bertaraf intersanional mulai kehilangan gaungnya, semakin terperosok sampai suaranya tidak terdengar lagi. Bahkan telah berganti nama, namun teap dengan esensi yang berbeda. Namun lebih dari itu semua, bahwa sesuai standar yang telah disebutkan diatas, maka sebenar-benarnya bertaraf internasional adalah mampu terjemah dan menterjemahkan sesuai ruang dan waktu, sehingga esensinyan tetap terjaga dan tidak dibumbuhi polik uang dan hal lain sebagainya.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  50. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Sekolah bertaraf internasional masih seringkali dimaknai dengan salah. Dimana asumsi yang berkembang, perbedaan antara sekolah bertaraf internasional dengan non bertaraf internasional adalah dalam hal penggunaan bahasa. Bahasa yang digunakan dalam sekolah bertaraf internasional haruslah berbahasa Inggris, sementara bagi sekolah non bertaraf internasional masih menggunakan bahasa Indonesia. Tentu pemahaman seperti ini adalah salah dan patut untuk diluruskan. Sekolah bertaraf internasional tidak sekedar menggunakan bahasa Inggris, namun lebih dari itu, metode maupun model pembelajaran, bahkan pendekatan pembelajarannya lah yang membedakan dengan sekolah yang tidak bertaraf internasional. Bila sekolah-sekolah tradisional pembelajaran masih berpusat pada guru, maka hal ini tidak berlaku pada sekolah bertaraf internasional, dimana pembelajaran berpusat pada guru. Tentu hal ini akan mempengaruhi banyak hal dibawahnya, seperti penggunaan model, metode pembelajaran, termasuk juga dalam tataran teknis seperti LKS, media pembelajaran dan sebagainya.

    ReplyDelete
  51. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Sudah beberapa tahun sistem sekolah RSBI maupun SBI sudah tidak ada lagi atau pemerintah sudah menghapuskan sistem tersebut. Ternyata begitu beratnya dan besar perjuangan sekolah untuk mencapai level yang diakui oelh tingkat international. Saya sempat mencicipi sistem RSBI itu di SMA. Dulu saya berpikir perbedaan itu hanya terletak di penggunaan bahasa yang tertuang di buku teks dan panduan guru dalam melakukan pembelajaran tetapi jauh dari sana, ada makna yang sangat besar. Di sekolah yang di akui secara international jauh lebih memiliki kualitas baik dari sekolah umum yang lain. Mungkin hal ini menjadi salah satu alasan mengapa pemerintah menghapuskan sistem tersebut, karena kompetensi guru atau pendidik yang belum sesuai dan masih banyak oknum yang berbuat nakal dengan adanya embel embel RSBI atau SBI untuk mendapatkan dana pengembangan yang lebih besar.

    ReplyDelete
  52. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Meskipun sekarang ini sekolah SBI maupun RSBI sudah ditiadakan, Nanum, hal ini masih cukup menarik untuk dibahas. Penggunaan lebel sekolah SBI dan RSBI harus di dukung berbagai hal yang juga bertaraf internasional seperti fasilitas, kompetensi guru, dan lainnya seperti uraian diatas. Sebelum disebar luaskan program SBI atau RSBI ke semua sekolah maka perlu adanya sekolah percontohan. Terima Kasih

    ReplyDelete
  53. Junianto
    PM C
    17709251065

    Saya mencoba memberikan pandangan saya terkait RSBI maupun SBI. Menurut pendapat saya penghapusan kedua sekolah ini cukup disayangkan. Menurut saya adanya RSBI bisa memacu sekolah dan semua pihak terkait untuk terus meningkatkan kualitasnya. Namun, biaya sekolah yang cukup tinggi memang terasa berat bagi siswa yang tidak mampu. Tetapi hal ini bisa disiasati dengan adanya beasiswa bagi siswa yang nilai akademiknya tinggi sehingag mereka tetap bisa bersekolah di RSBI ataupun SBI.

    ReplyDelete
  54. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Disini, pandangan saya mengenai adanya RSBI maupun SBI akan memberikan dampak yang cenderung negatif. Saya mengatakan seperti itu karena pada hakikatnya, RSBI maupun SBI itu yang saya pandangi, perbedaan yang sangat condong itu terlihat dari biaya yang bisa dikatakan tinggi. Jika sekolah itu akan menjadi RSBI, kebanyakan dari mereka ingin bahwa kualitas siswa mereka itu sesuai dengan standar internasional untukk meningkatkan kemampuan dari siswa Indonesia. Jika RSBI maupun SBI memang akan diterapkan di Indonesia, seharusnya disamaratakan. Karena jika tidak disamaratakan, maka akan ada gap antara mereka yang sekolah di RSBI maupun SBI dengan mereka yang sekolah di Non-RSBI maupun non-SBI
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  55. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Menjadi SBI (Sekolah Berstandar Internasional) bukanlah perkara yang mudah. Bukan hanya sekedar nama, lebih dari itu harus memenuhi berbagai faktor dari semua indokator yang ada (seperti: sarana dan prasarana yang tersedia, tenaga pendidikan dan kependidikan yang profesional, kurikulum yang sesuai, juga standar kompetensi lulusan, dll). Terlepas dari hal itu, saya berpikir bahwa pemerataan pendidikan lebih diperlukan untuk Indonesia.

    ReplyDelete
  56. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Saya tertarik menanggapi mengenai 'mengajar adalah penelitian'. Jika saat ini 'guru adalah peneliti', maka memang perlu diubah Juga pola pikir tentang mengajar. 'mengajar adalah penelitian' Akan mendukung 'guru adalah peneliti'.
    Mengenai benchmarking, ya Saya diingatkan untuk senantiasa berhati hati. Harus Ada usaha Dan kerja keras di belakang benchmarking it, jika Tak hendak terpuruk Dan kehilangan kepercayaan.
    Jati diri harus dipegang teguh. Visi Dan misi diperjuangkan dalam keseharian di sekolah. Dihidupi warga komunitas sekolah. Rasa bangga terhadap kekhasan sekolah perlu dipupuk, dengan upaya upaya nyata. Upaya yang perlahan tapi pasti.

    ReplyDelete
  57. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Pembahasan SBI maupun RSBI ini tetap menarik hingga saat ini meskipun keberadaannya sekarang telah dihapuskan. Memang dalam mengembangkan sekolah dari RSBI menuju SBI bukan suatu hal yang mudah. Banyak pertimbangan dan persiapan yang dibutuhkan. SBI bukan hanya sekolah yang penyampaian materinya menggunakan Bahasa Inggris, SBI bukan hanya sekolah yang mempunyai fasilitas lebih baik dibanding dengan sekolah-sekolah lain. Bukan. Yang semestinya lebih jauh mendapatkan perhatian adalah dalam pelaksanaan pembelajarannya, bahwa untuk menjadi SBI, sekolah harus menerapkan metode pembelajaran bertaraf international dimana pembelajaran berlangsung secara “student center”. Dan indikator lainnya yang juga penting untuk dipersiapkan.
    Maka menurut saya, cukup disayangkan memang adanya penghapusan sekolah-sekolah SBI dan RSBI ini. Karena melalui SBI dan RSBI ini merupakan salah satu jalan untuk perbaikan dan peningkatan pendidikan di Indonesia. Memang saat ini belum mampu mencapai yang semestinya, akan tetapi semuanya butuh proses untuk menuju ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  58. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Saat ini, RSBI sudah tidak diberlakukan lagi. Padahal tujuan adanya SBI itu bagus dapat mengikuti perkembangan zaman. Memang untuk menjadi SBI perlu usaha yang lebih besar dan perlu mengembangkan inovasi lagi agar paling tidak masuk standar internasional. Agar sekolah bisa menjadi sekolah berstandar Internasional maka harus memenuhi persyaratan yang diatur dalam peraturan pemerintah (PP).

    ReplyDelete
  59. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dikenal sebagai sekolah dengan biaya yang mahal sehingga tidak semua anak memiliki kesempatan untuk bersekolah disana. Padahal semua siswa berhak untuk mendapatkan pendidikan terbaik. Maka penting untuk melakukan pemerataan pendidikan di Indonesia. Maka para calon- calon guru pun juga harus mempersiapkan diri untuk menjadi guru- guru bertaraf internasional. Karena itulah seorang guru dan calon guru harus terus belajar dan berinovasi agar dapat mejadi seorang guru yang bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  60. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Saat ini RSBI telah dihapus. Sebenarnya RSBI dihapus tidak berpengaruh pada kualitas siswa dan guru yang dihasilkan mengingat prestasi siswa relatif sama saat RSBI masih ada dan saat dihapuskan. Intinya, penghapusan RSBI itu semata-mata agar tidak ada kesenjangan pendidikan dengan sekolah non RSBI.

    ReplyDelete
  61. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Sebelum RSBI dan SBI ditiadakan memang terdapat beberapa kenadala dalam pelaksanaannya, hal yang akan saya soroti dan menjadi faktor utama adalah kesiapan guru dan siswa dalam menggunakan bahasa. Seperti yang kita ketahui bahwa komunikasi merupakan hal yang utama dalam proses pembelajaran, namun karena masih terbatasnya kemampuan guru, apalagi guru yang memiliki kesulitan dalam bahasa Inggris, akan membuat kegiatan belajar menjadi tidak semestinya. Mungkin saja karena keterbatasan bahasa tersebut guru tidak mampu mencapai tujuan pembelajaran karena sibuk mencari kata-kata yang sesuai untuk diucapkan. Selain itu kemungkinan besar siswa akan semakin pasif karena siswa juga sulit untuk berkomunikasi dengan bahasa Inggis. Namun apabila guru dan siswa terus berusaha hal ini akan menjadi positif karena siswa dan guru akan semakin lancar speaking dan peambahan kosakata.

    ReplyDelete
  62. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Tujuan SBI memang sangat baik yaitu menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang lebih baik dalam bidang kependidikan,mengarahkan para peserta didik agar dapat lebih berkompeten dan tidak kalah dengan SDM dari luar negeri, yang akhirnya dapat menciptakan SDM dari dalam negeri yang berkualitas. Namun dalam prakteknya SBI masih terlalu berat dibebankan kepada sekolah-sekolah di Indonesia dengan berbagai macam alasan. Ada yang beralasan pengantar bahasa bilingual membuat para siswa sulit menerima materi, dan ada yang beralasan kurangnya penguasaan terhadap alat peraga yang modern. Oleh karena itu bangsa Indonesia seharusnya bekerja lebih keras lagi dalam mewujudkan adanya SBI, yang juga harus didukung oleh pihak-pihak terkait yang berkaitan dengan kependidikan di indonesia. Karena apabila dijalankan dengan sebenar-benarnya dan sungguh-sungguh, dengan adanya SBI nantinya akan dapat memajukan bangsa Indonesia dalam jangka waktu yang lama.

    ReplyDelete
  63. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Perjalanan dan perjuangan yang harus ditempuh oleh sekolah RSBI menjadi SBI cukup banyak. Dan memang syarat-syarat tersebut jika mampu dipenuhi maka layaklah ketika sekolah tersebut menyandang sekolah dengan taraf internasional. Karena ketika nama SBI telah disandang oleh suatu sekolah maka proses pembelajaran pun harus konsisten terdapat perubahan ke arah yang lebih baik. Budaya mengajar yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa semakin ditekankan agar tujuan pendidikan yang sesungguhnya tercapai

    ReplyDelete
  64. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Sekolah bertaraf internasional diharapkan mampu menjadi sekolah yang nantinya akan bersaing di kancah internasional. Dalam hal ini yang paling menonjol dalam SBI adalah penggunaan bahasa inggris pada pembelajaran, mulai dari guru mengajar, siswa berkomunikasi, hingga kepada sumber belajar yaitu buku ajar yang bilingual. Meskipun mereka mengikuti serangkaian kegiatan yang semuanya berbahasa inggris namun ternyata kurikulumnya masih sama dengan kurikulum Nasional. Hal ini yang sangat disayangkan, ditambah lagi mereka tetap mengikuti ujian nasional seperti sekolah pada umumnya yang menggunakan bahasa indonesia.

    ReplyDelete
  65. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Sejak awal kemunculan SBI sudah menimbulkan pro dan kontra di dalam lingkup internal sekolah, dinas pendidikan, hingga kementrian pendidikan dan kebudayaan. Saya sedikit mengutip apa yang pernah saya dengar di dalah sebuah seminar, bahwa dalam perkembangannya ternyada SBI menjadi proyek oleh oknum yang tidak bertanggung jawab sehingga menjadikan SBI sebagai celah-celah korupsi bagi segelintir pihak. Tujuan murni SBI yang jika dilihat sangatlah menarik dan baik menjadi rusak dan ternodai akibat kurangnya pengawasan dan penertiban yang jelas oleh pihak berwenang. Dilihat dari segi sosial, adanya status SBI juga menimbulkan kesenjangan di antara sekolah-sekolah karena sekolah menjadi tidak fokus menjalankan kewajiban karena ambisi untuk mendapatkan SBI. Efeknya sangat baik jika ditinjau dari ketersediaan guru yang mahir bilingual semakin bertambah dan diintegrasikannya kurikulum dari luar negeri sehingga siswa lebih kaya akan pengetahuan dan mendapatkan pengalaman belajar yang berbeda. Namun peniadaan program SBI menunjukkan bahwa tidak ada progres yang signifikan dan hanya membuang dana saja.

    ReplyDelete
  66. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Menurut saya sekolah bertaraf internasional hendaknya lebih mengedepankan kualitas pendidikannya yang sesuai dengan standar internasional. Fasilitas penunjang dan kemampuan berbahasa asing memang penting, tapi lebih dari itu kualitas pendidikan saya rasa lebih penting lagi. Nyatanya beberapa negara memiliki pendidikan yang maju dengan tetap mempertahankan bahasa dan budaya negaranya. Guru-guru perlu di latih untk memenuhi kebutuhan siswa dan sekolah bertaraf internasional.

    ReplyDelete
  67. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) dimaksudkan agar masyarakat Indonesia yang tertarik sekolah di luar negeri dapat difasilitasi dengan sekolah SBI dalam negeri. Namun sistem yang berjalan belumlah mampu menempatkan sekolah RSBI/SBI sesuai dengan taraf pendidikan Internasional. Sekolah RSBI/SBI pada umumnya sudah menggunakan buku dalam bahasa Inggris namun sistem lainnya secara umum belum memiliki perbedaan khusus dengan sekolah regular. Oleh karena itu penghapusan sementara RSBI/SBI adalah jalan terbaik sembari adanya evaluasi dan perbaikan.

    ReplyDelete
  68. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Untuk mencapai tingkat sekolah bertaraf internasional seperti yang dipaparkan dalam artikel ini merupakan tugas yang berat. Semua perangkat pendidikannya haruslah benar-benar professional, mulai dari guru, kepala sekolah bahkan sarana dan prasarananya pun harus lebih mumpuni daripada sekolah yang lain. Akan tetapi karena hal-hal itu pula yang membuat SBI hanya menjadi sekolah mahal, sekolah bagi anak-anak yang ber uang, dan berkuasa.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  69. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Tuntutan menjadi sekolah SBI tidaklah sedikit. Banyak tuntutan unutk sekolah baik untuk pihak guru, pihak kepala sekolah. Dari pihak guru, guru perlu mengembangkan pengalamannya dengan berbagai macam sumber belajar, mengkomunikasikan pengalamannya melalui forum ilmiah, menjelaskan mengapa menggunakan metode tertentu pada penelitian tertentu juga.

    ReplyDelete
  70. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Sekolah yang ingin menjadi Sekolah Bertaraf Internasional tidak mudah, diperlukan banyak usaha meningkatkan kualitas pendidikan sekolah tersebut. Peningkatan kualitas bukan hanya pada sistem pengajaran ataupun pada sisi sarana prasarananya saja, melainkan lebih luas dari itu. Semua unsur yang ada pada sekolah tersebut harus ditingkatkan. Dari kualitas siswa, guru, kepala sekolah, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  71. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Setelah membaca artikel ini, sekarang saya mengerti mengapa sekolah internasional (SBI) dibubarkan. Menurut artikel di atas, untuk menjadi sekolah SBI harus memenuhi beberapa indikator, seperti yang disebutkan. Namun, ternyata ada beberapa indikator yang tidak dipenuhi oleh sekolah yang telah menyandang gelar SBI.
    Yang pertama adalah Sekolah SBI harus didukung oleh komponen standar internasional. Salah satu komponennya adalah bahasa yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Sekolah SBI harus menggunakan bahasa Inggris (bahasa internasional) dalam kegiatan sekolah, namun nyatanya, dalam proses belajar, mereka tetap menggunakan bahasa Indonesia. Meski bahasa hanya digunakan sebagai selingan, namun sudah mengubah esensi kelas internasional itu sendiri. Jika masih ingin menggunakan bahasa indonesia, mengapa tidak hanya membentuk kelas bilingual bukan kelas internasional?

    ReplyDelete
  72. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 Pmat C 2017

    Yang kedua adalah menjadi SBI yang membutuhkan metode pembelajaran internasional. Kecenderungan metode standar internasional berorientasi pada pembelajaran siswa dengan pendekatan konstruktivis. Namun nyatanya, siswa sekolah SBI masih pasif dalam menerima pelajaran / materi. Mereka sepertinya menjadi pendengar setia bagi guru yang memberi materi ke kelas. Jarang (atau bahkan untuk mengatakan hampir tidak ada) ada guru yang memberi kesempatan kepada siswa untuk secara aktif membangun pengetahuan dengan membahas, menyajikan dan menarik kesimpulan secara independen. Memang, banyak guru meminta siswa untuk berdiskusi dan kemudian mempresentasikan hasilnya di depan kelas, namun menurut saya diskusi cenderung membahas buku teks.
    Ada banyak indikator lain yang tidak terpenuhi oleh sekolah SBI, seperti masalah pengembangan fasilitas, kemampuan bahasa Inggris (baik pelajar maupun guru), dll.

    ReplyDelete
  73. Menginginkan perubahan menjadi lebih baik itulah tujuan dari setiap perubahan dalam system sekolah. Sekolah bertaraf internasional, diharapkan dapat menjadi tonggak dalam mengubah pola belajar anak, sehingga sejajar dengan anak-anak lain di luar negeri.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  74. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017

    Saya jadi teringat almamater SMA saya dulu yang merupakan sekolah RSBI. Saya menjadi siswa RSBI angkatan pertama disana. Memang terdapat perbedaan antara sekolah biasa dan RSBI, sebagai siswa saya merasa lebih difasilitasi. Saat ini sudan tidak ada lagi kategori sekolah RSBI, hanya ada sekolah swasta yang berlabel internasional.

    ReplyDelete
  75. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    RSBI menjadi trending dalam bidang pendidikan beberapa tahun yang lalu. Almamater saya, yang merupakan RSBI kabupaten tempat saya tinggal, adalah salah satunya. Dari sudut pandang siswa dan orang awam, salah satu ciri RSBI adalah bahwa pembelajaran menggunakan bahasa inggris. Bukan hanya di kelas imersi, melainkan kelas reguler pun diwajibkan mampu menggunakan bahasa inggris. Menurut saya, RSBI tentu saja lebih dari sekedar 'pengguanaan bahasa inggris di kelas. RSBI memiliki beberapa manfaat dan keunggulan lain. Disamping mendorong sekolah-sekolah untuk memperbaiki fasilitasnya secara continu, RSBI membuat guru-guru menjadi lebih aktif dalam memperluas ilmu. Salah satu anggota keluarga saya adalah tenaga pendidik di salah satu RSBI tersebut kala itu, dan tentunya hal ini membuat saya menjadi tau upaya-upaya yang dilakukan sekolah untuk 'terus' meningkatkan kualistasnya. Misalnya, pemberian kursus bahasa inggris dan kursus TIK merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi guru menjadi guru yang lebih profesional.

    ReplyDelete
  76. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Konsepsi sekolah bertaraf internasional merupakan gagasan agar pendidikan di indonesia dapat go internasional yang harapannya dapat meningkatkan outcomes pendidikan. Naumn pada kenyataannya sekolah bertaraf internasional memiliki problematika tersendiri, diantaranya ialah faktor manajemen yang masih belum tertata, sumber daya yang berkualitas serta kemampuan bahasa bagi staf pengajar dan staf kependidikan yang masih kurang juga menyisakan problematika tersendiri. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  77. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Tidak mudah memang dalam menjalankan sebuah sekolah bertaraf internasional. Dimana terdapat perbedaan iklim yang cukup signifikan antara kebudayaan Indonesia dengan negara-negara maju di luar sana. Upaya menyerap bentuk sekolah bertaraf internasional ini jika dikaji lebih dalam maka diharapkan akan menghasilkan siswa yang mampu membangun pengetahuannya sendiri. Dalam filsafat, dikenal sebagai aliran Constructivism. Keadaan ini tentu sedikit berbeda dengan kenyataan di lapangan , bahwa siswa masih kesulitan membangun pengetahuannya sendiri. Sehingga, perlu adanya peran guru dalam menumbuh kembangkan kemampuan pemahanan anak yang dibangun oleh siswa sendiri.

    ReplyDelete
  78. Mantab nih tapi apa sudah diterapkan ya?

    ReplyDelete
  79. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Pendidikan yang baik adalah adanya peningkatan kualitas hidup masyarakat sebagai produk pendidikan yang ditandai dengan penguasaan ilmu pendidikan dan teknologi serta peningkatan kualitas keterampilan. Pendidikan sebagai pilar penting dan syarat mutlak dalam usaha mencerdaskan bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan. Maka dari itu setiap masyarakat berhak mendapat pendidikan yang baik dan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya, demi untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan umat manusia.
    Sekolah berstandar internasional merupakan sekolah yang sudah memenuhi standar nasional pendidikan meliputi standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian. Kedelapan aspek SNP ini diperkuat, diperkaya, dikembangkan, diperdalam, dan diperluas melalui adabtasi atau adobsi standar pendidikan dari salah satu anggota OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) dan/atau negara maju lain yang memiliki keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan, serta diyakini telah mempunyai reputasi mutu yang diakui secara internasional. Kedelapan SNP tersebut juga disebut sebagai Indikator Kinerja Kunci Minimal (IKKM). Sementara standar pendidikan dari negara anggota OECD disebut sebagai unsur X atau Indikator Kinerja Kunci Tambahan (IKKT), yang isinya merupakan pengayaan, pendalaman, penguatan dan perluasan dari delapan unsur pendidikan tersebut. dengan pengertian tersebut, SBI dapat diformulasikan sebagai berikut : SBI = SNP + X. Sehingga, keluaran SBI diharapkan mampu memberi jaminan bahwa baik dalam penyelenggaraan maupun hasil-hasil pendidikannya berkualitas dalam berbagai aspek. Selanjutnya mempunyai jaminan pengakuan internasional yang dibuktikan dengan sertifikat dan akreditasi berpredikat baik dari salah satu OECD (Organization for Economic Cooperation and Development) dan/atau negara maju lainnya yang memiliki keunggulan tertentu dalam bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  80. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Saya jadi teringat, munculnya istilah RSBI dan SBI booming sekitar tahun 2010an. Saat di mana saya masuk SMP. SMP saya sempat mencicipi program baru ini, di mana pembelajaran di sekolah disesuaikan dengan taraf internasional. Buku yang digunakanpun juga billingual, separuh berbahasa Indonesia, separuhnya berbahasa Inggris.
    Menurut saya, program seperti ini kurang efektif. Jikalau memang ingin diterapkan di Indonesia, membutuhkan persiapan yang sangat banyak. Seperti contoh, pemakaian buku yang bersifat billingual tadi. Banyak guru-guru sekolah yang kemampuan bahasa Inggrisnya masih perlu pelatihan. Sehingga, meskipun bukunya telah bersifat bilingual, tetapi bahaasa yang digunakan dalam pembelajaran tetaplah 100% bahasa Indonesia. Menurut saya, hal tersebut hanya membuang-buang anggaran untuk membeli buku bilinguan yang harganya lebih mahal dari pasa buku biasa.
    Sebenarnya rogram SBI ini baik sekali agar siswa dapat mengikuti perkembangan dunia pendidikan internasional. Namun, program ini betul-betul harus disiapkan dari berbagai aspek, baik guru, sarana, dan prasarana.
    Namun saat ini, program SBI sudah tidak diberlakukan lagi.

    ReplyDelete