Feb 12, 2013

Sekolah Bertaraf Internasional



Pengembangan Sekolah Menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI)


Oleh Marsigit

Ass Wr Wb

Bersama ini kami sediakan Forum untuk diskusi mengenai aspek pengembangan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional (SBI). Kami mengharap agar forum ini dapat dimanfaatkan oleh semua pihak baik Guru, Mahasiswa maupun klhalayak umum.


Khusus untuk mahasiswa S1 Pendidikan Matematika yang menempuh kuliah Pychology of Mathematics Learning saya tugaskan untuk membuat Makalah Ilmiah bertemakan aspek pengembangan SBI dengan berdasar perkuliahan, pengalaman dan karya penulis (Marsigit).

Sedangkan untuk mahasiswa S2 yang menempuh mata kuliah saya Filsafat Ilmu saya beri kesempatan untuk menulis Artikel tentang pengebangan Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) ditinjau dari aspek filsafatnya.

Adapun bagi para guru, maka Forum ini dapat digunakan untuk mengutarakan pendapat dan pertanyaan perihal aspek pengembangan sekolah menuju Sekolah Bertaraf Internasional.

Berikut saya sampaikan butir-butir pemikiran (sebagai prolog) dari hasil Supervisi Monitoring dan Evaluasi ke sekolah RSBI menuju SBI tahun 2011, sbb:

" Singkatnya agar sekolah RSBI bisa menjadi SBI harus mempunyai IKKT (Indikator Kinerja Kunci Tambahan) dari pencapaian 8 (delapan) Standar Nasional Pendidikan. Rumusnya adalah SBI = RSBI + X, dimana X adalah IKKTnya. Unsur X tidaklah dapat didefinisikan secara pasti karena hal ini tergantung konteks sekolah dan dimensi pencapaiannya. Namun dari bermacam-macam indikator tambahan yang mungkin, berikut saya sampaikan indikator tambahan yang menonjol. Perlu diingat, berdasarkan hasil supermonev yang saya lakukan, maka terdapat indikator yang seharusnya immanent dan imbeded dalam sekolah.

1. Sekolah SBI haruslah merupakan kebutuhan Daerah dan masyarakat setempat disamping sebagai program Pemerintah Pusat berdasarkan peraturan perundangan. Oleh karena itu dukungan stakeholder dan komitmen daerah sangat diperlukan, baik yang berupa kebijakan yang mendukung maupun berujud dukungan anggaran.

2. Untuk memperoleh dukungan dan komitmen stakeholder, harus terdapat interaksi yang sinergis diantara mereka; terutama sekolah harus terus melakukan sosialisasi dan komunikasi agar diperoleh pemahaman dan pengertian serta adanya rasa memiliki dari masyarakat akan perlu adanya SBI di daerahnya.

3. Sekolah SBI haruslah didukung oleh komponen-komponen yang juga bertaraf internasional. Delapan pilar Standar Pendidikan Nasional ditambah Indikator Kinerja Kunci Tambahan diharapkan memberikan panduan agar suatu RSBI mampu menuju atau menjadi SBI.

4. Tidaklah mudah mencapai IKKT. Kecenderungan secara nasional dan hasil monitoring saya di beberapa RSBI menunjukkan bahwa secara hakiki masih terdapat fakta bawaan yang bersifat tersembunyi yang menjadi kendala bagi suatu RSBI untuk bisa menjadi SBI. Fakta tersebut antara lain metode pembelajaran yang masih bersifat TRADISIONAL dengan ciri-ciri: a) teacher-centered, b) delivery-method, c) directed-teaching, d) dominasi guru (guru mendominasi inisiatif), e) guru masih menjadi satu-satunya sumber belajar, f) guru hanya menggunakan metode tunggal yaitu metode ekspositori (ceramah), g) guru tidak sabar dan merasa sangat terbebani dengan UNAS, h) guru aktif, siswa pasif, i) text-book dan UNAS oriented, dst.

5. Untuk menjadi SBI maka diperlukan metode pembelajaran bertaraf internasional (tentu Standar Proses dapat menjamin kesana). Kecenderungan metode bertaraf internasional adalah pembelajaran yang berorientasi kepada siswa dengan pendekatan konstruktivisme, dengan ciri-ciri sebagai berikut: a) berorientasi kepada siswa, b) hands-on activity, c) murid secara aktif membangun pengetahuannya dengan cara berdiskusi, mempresentasikannya dan mengambil kesimpulan secara mandiri, d) guru menggunakan metode dan media yang beraneka ragam, fleksibel dan dinamis, e) pengelolaan kelas yang melayani kebutuhan belajar beraneka kemampuan siswa, f) belajar melalui kerjasama dan diskusi, g) belajar sesuai dengan konteksnya, dst

6. Masih terdapat kekeliruan persepsi secara fundamental dalam hal: pengelolaan kelas bertaraf internasional, pemanfaatan media pembelajaran, dan pengembangan sumber belajar. Hampir di setiap RSBI, pengelolaan kelas masih merupakan persoalan, tetapi sebagian guru dan sekolah ybs kurang menyadarinya. Pengelolaan kelas cenderung stagnan, tidak dinamis dan belum berbasis kepada kebutuhan belajar siswa.

7. Terdapat suatu RSBI di mana setting kelas dipatenkan sedemikian rupa sehingga semua kelas mempunyai desain huruf U untuk menata kursi-kursinya. Dari awal pelajaran hingga akhir pelajaran, setting huruf U tetap dipertahankan bahkan dari hari kehari, minggu ke minggu. Ini adalah suatu contoh kurang pahamnya sekolah dalam hal pengembangan pengelolaan kelas oleh para guru-gurunya.

8. Terdapat banyak guru RSBI yang menganggap bahwa setiap penggunaan LCD atau presentasi Power Point telah menjamin bahwa pembelajaran telah menjadi baik. Yang terjadi adalah bahwa justru sebaliknya, yaitu bahwa dengan penggunaan LCD dan presentasi Power Point bahkan semakin memantapkan karakter pembelajaran tersebut yang bersifat teachered-centered.

9. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mempunyai pengalaman mengembangkan sendiri berbagai macam sumber belajar, media, alat peraga dan Lembar Kerja Siswa. Dari beberapa sekolah bahkan RSBI masih terdapat sekolah dimana guru belum pernah membuat LKS. Mereka hanya membeli LKS dan memandang LKS hanya sebagai kumpulan soal. Hal ini sangatlah keliru. LKS bukanlah sekedar kumpulan soal, melainkan merupakan wahana bagi siswa untuk menemukan rumus, prinsip, dalil, atau kesimpulan lainnya. Keadaan demikian sedikit banyak juga karena ditentukan oleh kebijakan Kepala Sekolah.

10. Guru bertaraf internasional adalah mereka yang mampu mengomunikasikan pengalaman mengajarnya. Pengalam mengajar yang layak dikomunikasikan secara internasional adalah pengalaman mengajar sebagai KEGIATAN PENELITIAN. Dari hasil monitoring RSBI, saya belum menemukan satupun guru yang menerapkan bahwa mengajarnya sebagai kegiatan penelitian. Maka agar guru mampu menjadi guru bertaraf internasional, salah satu caranya adalah merubah paradigma dan menerapkan paradigma baru yaitu bahwa "MENGAJAR ADALAH KEGIATAN PENELITIAN".

11. Guru bertaraf internasional adalah guru yang mampu menjelaskan mengapa menggunakan metode tertentu, mengapa menggunakan media tertentu, mengapa melakukan kegiatan tertentu, dst. Artinya, guru bertaraf internasional adalah guru yang mampu berkomunikasi tentang konsep atau hakekat segala sesuatu yang berkaitan dengan kegiatan mengajarnya. Untuk mencapai hal demikian, maka guru perlu terus menerus belajar dan memperharaui pengetahuannya dengan cara membaca, mengikuti seminar dan workshop. Bacaan guru ditingkatkan menjadi sama atau lebih dengan bacaan guru-guru di luar negeri.

12. Guru bertaraf internasional adalah guru yang AKUNTABEL. Akuntabel maksudnya adalah guru mampu mempertanggungjawabkan secara ilmiah perbuatan mengajarnya baik kepada diri siswa, kepada Kepala Sekolah, kepada masyarakat, negara, maupun kepada komunitas pendidik. Wahana yang sangat baik untuk mewujudkan akuntabilitas mengajar guru adalah Lesson Study.

13. Guru bertaraf internasional adalah guru yang SUSTAINABEL. Sustainabel artinya adalah membudayakan perubahan. Wahana yang sangat baik untuk membudayakan perubahan adalah Lesson Study.

14. Guru bertaraf internasional adalah guru yang profesional. Hakekat profesional adalah melakukan pengembangan kompetensi mengajarnya secara ilmiah berdasarkan hasil-hasil penelitian dan referensi tingkat internasional. Salah satu wahana untuk meningkatkan profesionalisme guru adalah Lesson Study.

15. Kepala Sekolah bertaraf internasional juga harus mampu mengomunikasikan segala macam kebijakan, pengembangan dan manajemen sekolahnya, secara hakikinya.

16. Kepala Sekolah bertaraf internasional adalah Kepala Sekolah yang AKUNTABEL. Kepala Sekolah yang akuntabel harus mampu mempertanggungjawabkan pengembangan dan implementasi program sekolah secara ilmiah kepada negara, masyarakat baik nasional maupun internasional.

17. Kepala Sekolah bertaraf internasional adalah Kepala Sekolah yang SUSTAINABEL. Kepala Sekolah yang sustainabel adalah Kepala Sekolah yang mampu membudayakan perubahan dan mempromosikan inovasi bertaraf internasional atas segenap unsur sekolahnya.

18. Siswa bertaraf internasional adalah siswa yang mampu mengomunikasikan dunia kesiswaanya ditataran internasional dengan tetap berpegang kepada jati diri atau nilai-nilai lokal dan mempunyai pengetahuan dan ketrampilan global.

19. Agar sekolah bisa menjadi SBI maka perlu mengembangkan JEJARING SISTEMIK mulai dari tingkat sekolah, masyarakat, daerah, nasional, ragional dan internasiona. Kerjasama internasional dan benchmarking perlu diimbangi dengan keteguhan jati diri yang kokoh dan kerampilan serta pengetahuan yang cukup. Jika tidak maka seorang Profesor dari MIT Melbourne bahkan pernah mengingatkan "HATI-HATI DENGAN BENCHMARKING, JIKA TIDAK WASPADA MAKA HABISLAH RIWAYAT SEKOLAHANMU". Ingat bahwa Dunia adalah hutan rimba yang bisa menjadi sangat kejam dan buruk walupun juga bisa menjanjikan.

20. Untuk menuju SBI maka saya menyarankan agar "terjemah dan diterjemahkanlah antar semua unsur di sekolahan, masyarakat, daerah, pemerintah pusat dan atau bahkan dunia internasional". Itulah hakekat sekolah yang hidup. SBI adalah hidup. Hidup adalah proses, berubah dan berkembang. Janganlah pernah mengatakan hanya "pernah memperoleh prestasi", tetapi katakanlah juga "insyaAllah sedang mengukir dan akan memperolah prestasi".

21. Persoalan tersembunyi lainnya yang belum tergali yang dapat menjadi kinerja tambahan adalah BAGAIMANA MENGEMBANGKAN KEMAMPUAN GURU SECARA ALAMI, HAKIKI DAN MEMBUDAYA dalam lingkung sekolah. Lesson Study merupakan salah satu jawaban untuk itu. Maka salah satu usaha agar sekolah bisa menjadi SBI adalah mengembangkan Lesson Study di lingkungan sekolah, MGMP atau daerah masing-masing.

22. SBI tidaklah mungkin dicapai secara mandiri. Kerjasama dengan universitas sangat diperlukan, karena universitas menyediakan stok nara sumber dan akses kerjasama luar negeri. SBI memerlukan expert dari universitas maupun dari luar negeri untuk mensupervisi sekolah dan praktik pembelajarannya.
...


Demikian sebahagian dari hasil monitoring saya ke RSBI. Semoga Forum ini merupakan bentuk komunikasi kongkrit dalam rangka memperolah gambaran dan solusi yang komprehensif dan mendasar mengenai penyelenggaraan Kelas atau Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

Kontribusi mahasiswa dan khalayak ramai dapat ditulis dan dilihat melalui Comment yang tersedia.

Atas partisipasinya, kami menguapkan terimakasih.

Ws. Wr. Wb.

Marsigit

20 comments:

  1. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    salah satu penerapan dalam sekolah bertaraf internasional yaitu menggunakan sarana prasarana yang baik atau yang sudah canggih. kelemahannya ada terkadang beberapa guru salah memanfaatkan fasilitas tersebut. guru hanya mneggunakan fasilitas yang ada saja sehingga suasana kelas menjadi tidak aktif tau pasif

    ReplyDelete
  2. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) merupakan kelas standar nasional pendidikan yang ditujukan dengan penyelenggaraan pendidikan beserta segala aspek intensitas dan kualitas layanan yang ditata secara efektif, professional untuk mencapai keunggulan mutu pendidikan baik nasional maupun internasional dengan karakteristik seperti penggunaan bahasa Inggris atau bahasa asing lainnya sebagai bahasa pengantar secara aktif dan penggunaan ICT (Information and Communication Technology) dalam pembelajaran. Banyak pemahaman yang harus diluruskan tentang SBI, karena sebagian sekolah sering Mengklaim bahwa sekolahnya telah SBI, tetapi pada kenyataannya yang dilaksanakan belum sepenuhnya merupakan SBI. Harus iluruskan pemahaman bahwa ada sekolah yang memiliki kelas Internasional, Sekolah Internasional atau Sekolah Bertaraf Internasional. Masing-masing kategori di atas jelas sangat berbeda dalam segi pelaksanaannya.

    ReplyDelete
  3. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Majelis hakim konstitusi menilai pembentukan sekolah bertaraf internasional berpotensi mengikis rasa bangga dan karakter nasional. Hal ini bertentangan dengan konstitusi yang menganjurkan pemerintah untuk semakin meningkatkan rasa bangga dan membina karater bangsa. Majelis menyatakan, siswa yang memiliki kemampuan lebih atau di atas rata-rata memang perlu diperlakukan secara berbeda. Akan tetapi, hal itu tidak berarti harus diaplikasikan dengan membentuk SBI. Pembentukan sekolah bertaraf internasional lebih menunjukkan perlakuan pemerintah yang berbeda. Sebab, nilai rata-rata yang tinggi hanya bagi siswa RSBI sedangkan sekolah biasa akan terus ketinggalan.
    Ia juga menyatakan, dengan pembentukan RSBI, pendidikan berkualitas menjadi mahal. RSBI hanya dapat dinikmati beberapa kalangan. Ini menunjukkan ketidakadilan terhadap siswa.

    ReplyDelete
  4. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Pada artikel diatas diketahui bahwa salah satu cara untuk menjadi guru yang akuntabel, sustainabel, dan profesional adalah dengan dilakukannya Lesson Study. Lesson study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Sumar Hendayana, 2009)

    ReplyDelete
  5. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Pada artikel diatas diketahui bahwa salah satu cara untuk menjadi guru yang akuntabel, sustainabel, dan profesional adalah dengan dilakukannya Lesson Study. Lesson study adalah model pembinaan (pelatihan) profesi pendidik melalui pengkajian pembelajaran secara kolaboratif dan berkelanjutan berlandaskan prinsip-prinsip kolegialitas dan mutual learning untuk membangun komunitas belajar (Sumar Hendayana, 2009)

    ReplyDelete
  6. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Sekolah Bertaraf Internasional (SBI) akan sangat bagus jika dapat diterapkan dengan baik di Indonesia. Akan tetapi sebelum menuju kepada SBI, ada baiknya kita menyelesaikan terlebih dahulu masalah pemerataan pendidikan di Indonesia. SBI pasti akan mulai diterapkan di sekolah-sekolah yang berada di kota besar dengan fasilitas mereka yang sebenarnya sudah memenuhi standar. Sedangkan sekolah-sekolah yang berada di daerah terpencil akan tersampingkan. Jangankan fasilitas seperti komputer atau proyektor, kelas untuk mereka belajar saja terkadang tidak cukup atau belum memenuhi standar ruang kelas untuk belajar. Jika SBI belum merata diterapkan di sekolah-sekolah, maka SBI juga akan mengkotak-kotakan sekolah dan menimbulkan kecemburuan kepada sekolah yang belum bertaraf Internasional. Jadi, menurut saya pemerataan kualitas sekolah-sekolah yang ada di Indonesia harus dilakukan terlebih dahulu, sehingga baik sekolah yang ada di kota maupun di desa sama kualitasnya. Jika tugas ini sudah selesai, maka kita mulai untuk merintis SBI sesuai dengan standarnya, sehingga harapannya kualitas pendidikan di Indonesia suatu saat nanti akan sejajar dengan kualitas pendidikan di negara-negara maju lainnya.

    ReplyDelete
  7. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Assalamualaikum wr.wb.
    Terimakasih Prof Marsigit atas artikel yang dapat menambah informasi dasar kami mengenai seluk beluk dari adanya konsep sekolah bertaraf internasional. Untuk menuju SBI dari RSBI tidaklah mudah untuk diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat sekolah. Sekolah yang berpotensi menjadi SBI haruslah memiliki kompetensi-kompetensi yang cukup kuat agar pelaksanaannya bisa maksimal, tidak serta merta mencari ketenaran dan citra baik dari masyarakat dilingkungan sekitar sekolah. Mulai dari Kepala Sekolah, Guru, staf dan karyawan, serta siswa dan siswi dibutuhkan peran dan kesadaran bekerjasama yang ulet dan tertata agar terwujud cita-cita dan tujuan dari kurikulum sekolah yang telah ditetapkan. Hal itu tidak terlepas dari keinginan pihak komite dan petinggi sekolah untuk menciptakan alumni atau lulusan yang berkompetensi internasional yang mampu bersaing secara global untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Faktanya, tidak semua RSBI mampu melanjutkan misi nya, apalagi berkonsentrasi untuk menuju SBI. Hal itu dipicu oleh berbagai faktor yang secara langsung maupun tidak, mampu mematikan RSBI untuk melanjutkan niatan tersebut. Meski di Indonesia belum banyak sekolah internasional yang benar-benar murni dan terjamin akan menghasilkan lulusan yang berkompetensi internasional, RSBI yang sudah berjalan pun cukup untuk melatih seluruh lapisan masyarakat sekolah untuk mencapai cita-cita tersebut.

    ReplyDelete
  8. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Setelah saya membaca, masih banyak catatan dari penyelenggaraan RSBI dan SBI. Salah satunya adalah catatan untuk guru. Untuk mencapai SBI banyak tantangan yang harus dihadapi guru. Guru dituntut untuk terus menerus bergerak. Bergerak untuk maju, bergerak untuk melakukan, bergerak untuk menambah wawasan, bergerak melakukan inovasi, bergerak untuk melakukan evaluasi.

    ReplyDelete
  9. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Untuk menjadi sekolah bertaraf internasional tidaklah mudah, semua membuthkan proses dan harus memenuhi semua indikator-indikatornya. Berdasarkan pengalaman saya, sebagian bear masyarakat menganggap bahwa sekolah bertaraf internasional adalah sekolah yang biayanya mahal dan bahasa pengantarnya menggunakan bahasa inggris. Tetapi menurut saya, kedua hal tersebut bukanlah tolak ukur dari sekolah bertaraf internasional melainkan banyak hal seperti, standar kompetensi lulusan, standar isi kurikulum, standar proses (proses belajar mengajar), tenaga pendidik dan kependidikan, fasilitas pendidikan, dll.

    ReplyDelete
  10. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ulasan yang lengkap dan menarik ini
    Jalan Tuhan membawa saya bertemu dengan elegi ini di tahun 2017, yaitu ketika SBI maupun RSBI sudah dihapuskan. Mohon ijin bercerita, dahulu pada tahun kejayaan RSBI, pada tahun itu pula saya masih menempuh pendidikan sekolah menengah. Pada kala itu memanglah isu terhangat yang diperbincangan adalah sekolah RSBI, di mana sekolah RSBI menjadi sekolah yang sering dikunjungi pejabat atau peneliti dari luar negeri. RSBI terkenal dengan biaya pendidikan yang lebih tingi dibandingkan sekolah non RSBI. Akan tetapi, pada kala itu saya hanya mendengar isu tersebut tanpa melakukan peninjauan kembali. Oleh karena itu, mohon maaf jika apa yang saya ceritakan ternyata salah.

    Jika saya diijinkan berkhayal dengan waktu, misalkan saat ini tahun 2013, kala RSBI belum dihapuskan, maka pendapat saya untuk kemajuan RSBI adalah kesetujuan saya terhadap butir-butir indikator yang seharusnya immanent dan imbeded dalam sekolah. Pada poin 20, terjemah dan diterjemahkanlah antar semua unsur pembangun SBI. Entah kenapa, sejak saya belajar sedikit berkenalan dengan filsafat melalui blog powermathematics.blogspot.co.id, saya menjadi orang yang sangat peka dan sangat tertarik jika mendengar istilah terjemah dan diterjemahkanlah.

    ReplyDelete
  11. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami keberadaan SBI pada awalnya dilandasi dengan alasan dan tujuan yang baik, yaitu meningkatkan kemampuan siswa dalam literasi bahasa Inggris. Akan tetapi dalam pelaksanaannya jadi bergeser arah dan tujuannya. Dengan memiliki predikat SBI, banyak sekolah menggunakan alasan tersebut (berpredikat SBI) untuk menarik dana lebih dari orang tua/wali siswa dengan alasan mengembangkan kualitas sekolah. Tentunya apabila SBI berjalan sesuai dengan hakekatnya maka pelaksanaan SBI sangat baik untuk tetap dilanjutkan.

    ReplyDelete
  12. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Di Indonesia terdapat beberapa sekolah bertaraf Internasional yang sepertinya mulai kembali lagi menjadi sekolah nasional. Hal ini disebabkan pelaksanaannya yang tidak sesuai dengan judulnya. Sekolah RSBI contohnya. Sekolah RSBI bisa disebut sekolah percobaan yang dicoba melakukan pembelajaran bertaraf internasional. Tetapi pada kenyataanya hanya biaya sekolahnya saja yang bertaraf internasional, sedangkan kualitas pembelajarannya hampir sama denga sekolah pada umumnya. Halini yang menjadikan RSBI bukan lagi bertujuan untuk meningkatkan kualitan pendidikan, tetapi untuk pengakuan status ekonomi.
    Di Universitas Negeri Yogyakarta sendiri memiliki kelas Internasional yang diharapkan lulusannya mampu mengajar di sekolah bertaraf internasional atau bahkan bersaing di luar negeri. Tetapi yang saya pelajari di kelas internasional ini adalah hampir sama dengan kelas-kelas normal lainnya. Sedikit sekali mata kuliahyang mendukung kami sebagai mahasiswa kelas internasional agar kelak mampu menjadi pendidik yang menciptakan pembelajaran bertaraf internasional. Semoga ini menjadi masukan agar UNY bisa lebih maju lagi, khususnya dalam penyelenggaraan kelas internasional.

    ReplyDelete
  13. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Ternyata untuk menuju dari RSBI ke SBI ada rumusnya, rumusnya simpel sekali, tetapi unsur dari rumus SBI tersebut sangat sulit untuk diterapkan jika dari SDM nya sendiri tidak ada kekonsistenan dan keseriusan dalam meningkatkan perubahan-perubahan yang diharapkan. Beberapa dari indikator kinerja kunci tambahan yang dipaparkan tersebut sepertinya sudah ada pada RSBI, tetapi memang masih banyak dari point tersebut yang belum diterapkan. Mungkin itu salah satu penyebab terhambatnya menuju SBI. Beberapa visi dan misi yang diusung juga sebenarnya sudah mencerminkan SBI, hanya saja mungkin penerapannya kurang maksimal dan kurang konsistensi. Selain hal itu, tentu masalah metode pembelajaran juga menjadi masalah yang fenomenal sekali, yang katanya harus menerapkan student center learning, tetapi nyatanya masih berfokus pada guru, sehingga siswa hanya sebagai pendengar dan penerima saja. Semoga dengan adanya bacaan pada blog ini, menjadi bahan rujukan bagi banyak orang, khusunya guru-guru yang harus melakukan perubahan.

    ReplyDelete
  14. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Untuk menggapai sekolah yang bertaraf internasional (SBI) tentu memiliki kriteria khusus agar bisa mencapai hal tersebut.Tidak mudah memang, hanya sekolah-sekolah tertentu yang dapat meraih gelar tersebut.Namun tidak terlepas dari beberapa indikator yang hendak dicapai sebagaimana yang disebutkan pada elegi di atas.Keadaan lingkungan sekolah, sarana dan prasarana yang memadai, guru, dan pemimpin sekolah menjadi wahana penting dalam meninjau kelayakan dalam manggapai gelar tersebut.Dijelaskan bahwa seorang guru diharapkan mampu merubah pola pembelajaran dengan tidak menggunakan pendekatan tradisional seperti metode ceramah.Siswa perlu diarahkan pada pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa itu sendiri sebagaimana seperti solusi yang diberikan pada elegi tersebut dengan pendekatan konstruktivisme di mana pendekatan ini lebih dominan mebiarkan siswanya lebih berperan aktif di dalam proses belajar mengajar.Guru juga ditekankan untuk lebih kreatif dalam mengembangkan sumber bahan ajar, seperti buku teks,LKS, RPP dan sebagainya guna menciptakan suasana belajar yang kondusif , terutama bagi guru itu sendiri dan siswa.

    ReplyDelete
  15. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum Prof,
    Sekarang ini secara formal, Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) dan sekolah bertaraf internasional (SBI) telah dihapuskan beberapa waktu yang lalu. RSBI dan SBI yang dipahami oleh khalayak umum ialah identik dengan bahasa yang digunakan di dalam proses pembelajaran. Kebanyakan masyarakat menganggap hal ini lah yang menjadi perbedaan utama dan sekaligus menjadi keunggulan sekolah RSBI. Namun, ternyata melalui elegi ini dapat dilihat bahwa banyak sekali hal-hal pokok yang menjadi syarat sekolah RSBI menjadi SBI.

    ReplyDelete
  16. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Menurut pandangan saya, tujuan awal pengembangan sekolah nasional menjadi sekolah bertaraf internasional sebetulnya baik, karena ingin menigkatkan kualitas pembelajaran dari segala aspek, baik mutu maupun sarana prasarana. Namun belakangan tujuan yang baik itu tercoreng oleh beberapa oknum yang memanfaatkan kata ‘taraf internasional’ untuk keuntungan pribadi hingga akhirnya program tersebut diberhentikan. Saya rasa perlu dikaji ulang secara matang apabila pemerintah ingin menjalankan suatu program agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  17. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Sepakat dengan penggunaan LCD secara full dalam proses pembelajaran menjadikan arah pembelajaran ke arah teacher-centered. Hal tersebut bisa terjadi karena siswa akan lebih difokuskan untuk mendengarkan penjelasan guru dari materi yang terpampang di proyektor. Kecuali LCD ditujukan sebagai media untuk memandu aktivitas dan kegiatan berpikir siswa. Maka di sinilah peran guru agar dapat secara bijak untuk menggunakan media-media pembelajaran dan gurulah yang lebih tahu untuk memilih media apa yang paling tepat dengan karakteristik siswanya.

    ReplyDelete
  18. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Sekolah Bertaraf Internasional merupakan Sebuah cita cita yang sangat mungkin terwujud. Terwujudnya pendidikan yang bermutu harus didukung dengan standar pendidikan yang saling berhubungan. Salah satu standar yang paling dominan adalah standar pendidik yaitu guru. Seorang pendidik senatiasa harus mengikuti perkembangan semua aspek kehidupan. Hal ini karena tantangan pendidikan saat ini tak hanya membangun kemampuan siswa melalui pembelajaran kontruktivisme, namun juga mampu membekali siswa dengan ketrampilan dan pengetahuan umum lain yang akan mereka hadapi d kehidupan masyarakat. Seorang pendidik hendaknya terus bergerak meningkatkan kemampuan perencanaan, kemampuan mengajar, dan kemampuan mengevaluasi sehingga terwujudlah sistem pendidikan yang lebih baik bahkan menuju taraf internasional.

    ReplyDelete
  19. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Saya bersekolah di sekolah RSBI untuk jenjang SMP dan SMA. Menurut sudut pandang saya, sekolah RSBI memang lebih unggul dibandingkan sekolah SSN atau sekolah daerah. Namun, dalam praktiknya bertaraf internasional hanya sebatas penggunaan bahasa inggris, fasilitas bagus, dan biaya mahal. Di Universitas Negeri Yogyakarta pun saya mengambil program sarjana di kelas internasional yang nantinya lulusannya diharapkan mampu mengajar di sekolah RSBI maupun SBI. Pada kenyataannya, kelas internasional pun sama,hanya sebatas penggunaan bahasa inggris, fasilitas bagus, dan biaya mahal.

    ReplyDelete
  20. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Sejatinya semua sekolah di Indonesia diharapakan dapat menjadi sekolah yang bertaraf internasional. Bertaraf internasional disini dalam arti memilki kualitas yang memadai dalam emncetak generasi yang berkualitas. Namun MK telah mengambil keputusan untuk meniadakan RSBI ini karen pada pelaksanaannya justru dimafaatkan oleh beberapa pihak untuk merauk dana lebih dengan dalih sekolah berstamdar internasional ini.

    ReplyDelete