Feb 12, 2013

IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA




IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Oleh: Mahasiswa S1 Reguler Pendidikan Matematika Angkatan 2007, 2o Nopember 2008


1.Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa.
2.Bagimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika.
3.Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika?
4.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa?
5.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi?
6.Tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”?
7.Sekitar polemik bentuk soal UAN dan pengaruhnya terhadap psikologis siswa?
8.Apa yang kita ketahui tentang “Transfer of Knowledge” dan “Transfer of Value”?
9.MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknany?
10.Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas?
11.Bagaimana mengatur keseimbangan antara belajar matematika sebagai proses atau sebagai hasil?
12.Bagaimana mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan siswa belajar matematika?
13.Bagaimana mengembangkan aspek nilai budi pekerti dalam pembelajaran matematika?
14.Bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika?
15.Apakah terdapat “prejudice” dalam pembelaaran matematika dan bagaimana pengaruhnya terhadap kegiatan belajar matematika?
16.Bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam pbm matematika?
17.Bagaimana mengembangkan pembelajaran kontekstual dalam pbm matematika?
18.Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?
19.Bagaimana meningkatkan kemampuan matematika siswa?
20.Bagaimana mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta siswa menghayati bahwa matematika adalah penting?
21.Bagaimana aspek kuantitatif dan pemanfaatannya dalam pembelajaran matematikia?
22.Apa yang dapat kita ketahui tentang “managemen emosi” dan penerapannya dalam pbm matematika?
23.Bagaimana mengembangkan metode pembelajaran matematika yang dinamis dan fleksibel?
24.Bagaimana mengembangkan skenario pembelajaran matematika?
25.Bagaimana memotivasi siswa belajar matematika?
26.Bagaimana menumbuhkan apersepsi siswa dan keterlibatan siswa dalam pbm matematika?
27.Apa yang kita ketahui tentang “metapora” dan bagaimana pengaruhnya dalam pbm matematika?

Kontributor: Ratna Indrayani, Sani Merdekawati, M. Abdul Rosid, Adi Rahman, Yayu Marissyafani, Fety Herira Amasari, Tri Wijayanti, Faizin, Ajeng Desi, Ervinta Astrining Dewi, Palupi Sri Wijayanti, Hutri Prastasiwi, Trisnawati, Uki Rahmawati, Fina Hanifa, Supriyanti, Anniy Susilowatiy, Rima Aksen, Artina Tarapti, Anisa Halimatus Sa’diyah, Noviana Anggraini, Nur Hera Utami, Indrati Setyarini, Isti Nur Chasanah.
Pembimbing: Dr. Marsigit

67 comments:

  1. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Dalam postingan ini Saya ingin berpendapat mengenai bagaimana membuat siswa aktif dalam pembelajaran matematika? Pada dasarnya paradigma pendidikan sekarang memang sudah berorientasi pada student center. Artinya siswa lah yang aktif dalam membangun konsep-konsep matematika. Untuk menciptakan suasana pembelajaran yang demikian, guru sebagai sutradara dan penulis skenario harus mampu menggunakan berbagai metode pembelajaran yang inovatif seperti pembelajaran kooperatif, membuat bahan ajar sesuai dengan kebutuhan siswa dan dapat mengantarkan siswa untuk membangun konsep matematika, dan membiasakan semua itu kepada siswa agar siswa sudah termindset bahwa proses pembelajaran itu siswa yang aktif.

    ReplyDelete
  2. Yuntaman Nahari
    18709251021
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Diantara semua masalah yang telah dipaparkan di atas, masalah yang sedang merajalela saat ini adalah tentang budaya instan. Budaya instan merupakan salah satu musuh utama pendidikan. Belajar adalah berpikir, lantas bagaimana proses berpikir akan dapat berjalan jika sudah tersedia hasilnya. Manusia yang mulai dimanjakan dengan teknologi menjadi malas berpikir, malas belajar. Hal tersebut tentu akan berdampak pada psikologi belajarnya. Informasi yang didapat secara cuma-cuma tidak akan dibawa ke long term memory. Berbeda dengan informasi yang diperoleh melalui sebuah proses penemuan akan disimpan dengan baik di long term memory yang sewaktu-waktu dapat dipanggil kembali. Oleh karena itu, marilah kita manfaatkan akal pikiran yang telah Allah berikan kepada kita, jangan sia-siakan pemberian dari Allah.

    ReplyDelete
  3. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bagimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika? Motivasi belajar siswa tentunya tidak bisa dilepaskan dari proses pembelajaran di kelas. Peran guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa sangat besar. Hal yang harus dilakukan oleh guru agar siswa menjadi termotivasi baik dalam mengikuti pembelajaran atau pada saat mengerjakan soal matematika yaitu, pertama guru harus mengenali karakteristik dari setiap siswanya, melaksanakan proses pembelajaran yang menarik dan bervariasi, menghargai pekerjaan dari siswa, dan pemberian umpan balik yang menarik.

    ReplyDelete
  4. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb
    Bagaimana guru muda mengatasi mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika?
    Seseorang yang mengalami nervous berarti dia sedang dilanda kecemasan. Sedangkan kecemasan itu harus bisa dikendalikan. Ada beberapa hal yang menyebabkan kecemasan yaitu kurangnya pengalaman, kurangnya pembiasaan, kurangnya pengetahuan baik pengetahuan tentang karakter siswa maupun tentang pembelajaran matematika, dan kurangnya persiapan. Beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengatasinya yaitu dengan melakukan persiapan sebelum mengajar. Persiapan harus sudah direncanakan secara matang. Apa saja yang akan dilakukan selama di kelas dan mempersiapkan diri dengan segala yang akan terjadi di kelas. Intinya perluya persiapan, baik secara fisik amupun non fisik.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  5. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Saya tertarik untuk memberikan jawaban saya atas pertanyaan nomor 9. Budaya instant berarti cepat tanpa proses. Tentu hal ini merupakan hal yang paling ditentang dalam pendidikan karena dalam pendidikan segala sesuatu memiliki proses dan tahapan. Seorang guru yang expert dibidangnya tentu melalui banyak proses pembelajaran, latihan(training/workshop), pengalaman, dsb. Begitupun dengan siswa, jika ingin mendapatkan pemahaman yang baik akan matapelajaran yang mereka pelajari, mereka harus belajar dengan sungguh-sungguh. Saya percaya bahwa sesuatu yang instant tidak akan bertahan lama, apapun itu. Oleh karena itu, instant bukanlah ide yang baik dalam pendidikan.

    ReplyDelete
  6. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb

    Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan nomor 25 mengenai bagaimana cara siswa agar termotivasi belajar matematika. Beberapa cara agar siswa termotivasi belajar matematika adalah guru harus bersemangat ketika mengajar matematika, guru perlu mengetahui materi apa yang tidak dipahami siswa untuk meningkatkan keinginan belajar mereka lebih banyak, mencoba menemukan pola atau cara khusus dalam mengerjakan soal matematika, memberikan contoh pengaplikasian soal matematika dalam dunia nyata, menceritakan sejarah yang terkait dengan materi yang disampaikan, dan menggunakan teknologi sebagai selingan agar pembelajaran terasa lebih menarik.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  7. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb
    Psikologi dalam belajar seperti siswa, mengajar seperti guru, serta pembelajaran seperti interaksi antara siswa dan guru sangat penting untuk diperhatikan. Proses belajar mengajar perlu memperhatikan segala aspek yang ada. Penting bagi guru mengetahui bagaimana siswa belajar, bagaimana cara mengasah kemampuannya, dan lain sebagainya. Begitupun dengan guru, harus dapat mempersiapkan diri dengan baik sebelum mengajar, karena hal ini akan berdampak pada proses interaksi yang akan terjadi. Interaksi antara guru dan murid penting untuk diperhatikan. Jika guru terlalu galak, maka dapat membuat siswa tidak berminat dengan matematika. Sudah mereka menganggap matematika sulit dan ditambah gurunya galak, maka pembelajaran di kelas tidak akan terlaksana dengan baik bahkan guru juga sudah dianggap gagal karena belum dapat merubah pandangan dari siswa.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  8. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan pertama tentang pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologi siswa.
    Menurut saya tugas dengan jumlah seperlunya akan bermanfaat bagi siswa. Karena terkadang para siswa tidak mempunyai inisiatif untuk mempelajari kembali pelajaran yang telah diberikan disekolah. Sehingga dengan adanya PR setidaknya siswa akan membuka kembali buku pelajarannya dan mengingat kembali apa yang ia dapat disekolah. Segala yang belebihan memang tidak baik dampaknya, pun begitu dengan tugas sekolah yang banyak. Tugas yang banyak menurut saya memiliki dampak bagi psikologi siswa yang sedang mengalami pertumbuhan. Karena siswa juga perlu melakukan sesuatu yang ia suka, bermain misalnya, atau melakukan hal-hal lain yang membuat terasah kreatifitasnya, membangun keyakinannya dalam beragama dengan cara mengaji pun perlu dilakukan oleh siswa bahkah hal tersebut merupakan sebuah keharusan. Jika waktu siswa dirumah hanya habis oleh tugas-tugas yang seharusnya bisa dikerjakan disekolah saja mengapa ia harus pulang kerumah, toh dirumah pun ia tetap melakukan pekerjaan sekolah.

    ReplyDelete
  9. Janu Arlinwibowo
    18701261012
    PEP 2018

    Ada satu kalimat yang menarik yaitu “Tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”. Paradigma ini adalah paradigma sekolah inklusi yang saat ini sudah mulai berjalan di berbagai wilayah. Pertanyaannya apakah guru siap? Saya rasa belum. Kenapa? Karena calon guru tidak pernah dibekali wawasan keinklusian sehingga saat ada difabel ada di dalam kelas dianggap sebagai tamu, bukan sebagai anggota tim. Lihat saja, hingga saat ini calon guru masih belum diberikan wawasan bahwa sekolah umum itu ya sekolah inklusi, dan semua lulusan harus siap. Seandainya ada penyiapan dengan mata kuliah keinklusian hanya ada pada porsi matakuliah pilihan.

    ReplyDelete
  10. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Berdasarkan beberapa pertanyaan yang tercantum pada postingan artikel di atas, saya tertarik untuk berpendapat tentang pertanyaan: "Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa"
    Menurut saya, pemberian tugas sekolah perlu dilakukan untuk menggerakkan siswa agar meningkatkan kemandirian belajar siswa sehingga bisa meningkatkan pula kemampuan berpikir kritis siswa. tetapi kadar pemberian tugas sekolah untuk siswa juga harus diperhatikan. Jangan sampai tugas yang diberikan merupakan masalah-masalah yang kompleks dan yang belum pernah diajarkan di sekolah. Apalagi jumlah masalah yang diberikan terlalu banyak untuk dikerjakan siswa sehingga justru menyita waktu istirahat siswa di rumah. Tentunya jika terjadi hal seperti itu, maka tingkat motivasi siswa akan menurun dan siswa bisa merasakan kecemasan terhadap matematika. Oleh karena itu, pemberian tugas seharusnya sangat diperhatikan dalam pemberiannya agar tidak membawa dampak yang buruk bagi siswa.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  11. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Berdasarkan beberapa pertanyaan yang tercantum pada postingan artikel di atas, saya tertarik untuk berpendapat tentang pertanyaan: "Tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”?"
    Menurut saya, hal itu sangatlah penting karena tanggung jawab guru adalah mendidik semua siswa yang ada di kelasnya tanpa terkecuali siswa yang memiliki berbagai macam tingkat pemahamannya. Seorang guru harus menganggap semua siswa di kelasnya tidak memahami materi yang akan disampaikan. Hal ini bertujuan agar guru tidka hanya terfokus hanya kepada siswa yang pandai saja. Karena sesungguhnya semua siswa pandai, hanya saja untuk mencapai kata pandai itu proses dari setiap anak berbeda-beda. Ada yang harus melalui penjelasan sekali, ada yang dua kali, ada yang tiga kali, bahkan ada yang sampai berkali-kali. Jika ada siswa yang merasa kurang paham, guru seharusnya tidak segan untuk menjelaskan ulang sampai anak tersebut paham. Bahkan guru yang baik jika pemikiran anak tidak bisa mempu berpikir menggunakan cara penjelasan A, guru harus memiliki alternatif B untuk menyiasati dalam memahamkan anak yang memang tidak bisa paham dengan cara yang A. Intinya sebagai seorang guru tidak boleh membedakan antar siswa.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  12. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Pengaruh banyak tugas dapat membuat psikologi siswa menjadi tertekan dan bahkan berakibat psikis siswa menjadi stress. Untuk menghindari hal tersebut, perlunya penguatan mental dan motivasi yang diberikan oleh guru. Pemberian motivasi bisa melalui pembelajaran yang menyenangkan dengan mengaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan atau melalui permainan sehingga siswa mengkiuti pembelajaran dengan enjoy dan menyenangkan.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    ReplyDelete
  13. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Berdasarkan beberapa pertanyaan yang tercantum pada postingan artikel di atas, saya tertarik untuk berpendapat tentang pertanyaan: "MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknany?"
    Saya sangat menyutujuinya jika musuh utama dari pendidikan adanya budaya instant. Contohnya adalah adanya budaya menggunakan cara cepat atau trik dalam menyelesaikan soal. Karena menurut saya, hal semacam itu hanya membuat anak mampu menyelesaikan soal tanpa memahami konsepnya. Jika siswa mendapatkan soal yang lebih kompleks, maka siswa akan merasa kesulitan karena tidak memahami konsepnya sehingga tidak mempu berpikir secara kritis. Penggunaan cara cepat boleh digunakan tapi dengan catatan siswa juga harus diberikan penjelasan dari mana cara cepat tersebut didapatkan sehingga konsep yang tertanam dalam benak siswa tidak akan dilupakan dan akan terus digunakan.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  14. December 8, 2018 at 10:11 PM

    Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Berdasarkan beberapa pertanyaan yang tercantum pada postingan artikel di atas, saya tertarik untuk berpendapat tentang pertanyaan: "Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas?"
    Menurut saya, dalam matematika, kreativitas sangat penting digunakan dalam memecahkan masalah matematika. Kreatifitas didefinisikan sebagai proses dalam memecahkan masalah. Hal ini sejalah dengan kemandirian belajar yang dapat membuat siswa menumbuhkan kreativitasnya sehingga bisa memecahkan masalah dengan lebih mudah. Pemecahan masalah juga penting dalam matematika karena siswa dapat memperoleh pengalaman belajar dalam pembelajaran dan pemecahan masalah dengan menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang sudah dimiliki untuk digunakan dalam memecahkan masalah dengan situasi yang baru. Oleh karena itu dibutuhkan kemampuan berpikir kritis atau kemampuan kognitif siswa agar siswa dapat memecahkan masalah matematis dengan lebih mudah lagi.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  15. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Berdasarkan beberapa pertanyaan yang tercantum pada postingan artikel di atas, saya tertarik untuk berpendapat tentang pertanyaan: "Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?"
    Menurut saya, hal tersebut bisa menjadikan motivasi bagi siswa untuk turut aktif dalam melakukan kegiatan belajar mengajar. Tapi jangan sampai hukuman dan hadiah diberikan dengan porsi yang berlebihan karena dampaknya justru akan kembali menurunkan motivasi belajar siswa. Hukuman yang diberikan seharusnya tidak terlalu sering karena siswa justru bisa merasa cemas pada akhirnya setiap menerima pemebalajaran matematika. Hadiah yang diberikan secara terus menerus juga tidak baik dampaknya karena siswa akan merasa ketergantungan dan tidak akan merasa enggan berpartisipasi dalam pembelajaran jiak tiba-tiba tidak ada hadiah yang akan diberikan. Tapi untuk hal ini masih bisa disiasati karena tidak semua hadiah harus berupa barang tetapi bisa berupa nilai.
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  16. Jefri Mailool
    PEP 18701261002

    Bagaimana menjadikan pembelajaran bermakna? agar terjadi belajar bermakna maka guru harus selalu berusaha mengetahui dan menggali konsep-konsep yang telah dimiliki peserta didik dan membantu memadukannya secara harmonis konsep-konsep tersebut dengan pengetahuan baru yang akan diajarkan.

    ReplyDelete
  17. Dini Arrum Putri
    18709251003
    S2 P Math A 2018

    Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving ? Menurut saya matematika adalah aspek yang penting dan segalnya memuat dalam kategori memecahkan masalah. Sejak sekolah dasar seharusnya siswa sudah mulai didekatkan dengan matematika sebagai pelajaran yang menyenangkan, contohnya melibatkan siswa dalam dunia sehari-hari, metode demonstrasi dibantu dengan benda-benda konkret jadi guru pun tentu sangat berperan penting dalam proses pembelajaran, guru harus inovatif dalam mengajar siswa belajar secara aktif agar siswa dapat menyelesaikan masalah sehingga ketika level nya meningkat, siswa memiliki pengalaman belajar yang menyenangkan terhadap matematika dan memudahkannya dalam menyelesaikan persoalan.

    ReplyDelete
  18. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3


    Saya tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 25 yaitu bagaimana memotivasi siswa belajar matematika? Pertama, kita harus menjadikan pembelajaran matematika menjadi hal yang menarik. Misalnya saja kita mengajar matematika untuk anak SD, maka, kita bisa melakukan role play pedagang dan penjual untuk mengajarkaan materi penjumlahan. Kedua, kita melakukan 'observasi' kondisi siswa.

    ReplyDelete
  19. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dari postingan tersebut, telah dipaparkan identifikasi masalah yang dihadapi. Salah satunya adalah banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa. Dari sudut pandang saya, siswa yang belajar di sekolah yang sekarang sekolah full day akan membuat siswa harus lebih semangat. Karena siswa di sekolah sampai sore dan juga mendapat banyak tugas, hal ini membuat siswa akan tidak fokus dengan pelajaran tetapi fokus untuk menyelesaikan tugas-tugasnya. Padahal dalam peraturan sekolah yang menerapkan system full day tidak diperkenankan untuk memberi tugas pada siswa.

    ReplyDelete
  20. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Dengan adanya beberapa pertanyaan yang tertera diatas, saya tertarik untuk menjawab pertanyaan nomor 1. Banyak tugas sekolah dapat menjadi tekanan bagi siswa karena sebagian waktu yang dimiliki siswa akan dihabiskan untuk mengerjakan tugas. Anak memiliki waktu yang terbatas untuk melakukan aktivitas sehari-harinya. Misalnya waktu bersosialisasi dengan teman sebayanya menjadi berkurang. Ia pun tidak lagi memiliki waktu istirahat yang cukup sehingga stamina tubuh menurun. Selain itu banyaknya tekanan terhadap tugas membuat pikiran siswa terbelenggu untuk menyelesaikan tugas saja. Ia tidak memiliki waktu untuk mengembangkan diri sehingga perkembangan anak cenderung melambat. Pemberian tugas yang dipaksakan akan menghentikan kreativitas dan imajinitas anak. Hal ini akan ebrdampak buruk bagi anak kedepannya, karena ia akan tertinggal dari segi kognitif dan daya berpikir kritisnya.

    ReplyDelete
  21. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Saya akan mencoba lagi untuk menjawab pertanyaan nomor 7 tentang “Sekitar polemik bentuk soal UAN dan pengaruhnya terhadap psikologis siswa?”. Ujian Nasional atau UAN merupakan ujian penentu lulus tidaknya siswa dari sekolah. Saat ini segala sesuatu tentang UAN menjadi perdebatan oleh banyak kalangan. Lucunya lagi bentuk soal UAN sudah kehilangan bentuk formalnya. Saya rasa dengan banyaknya keanehan atau soal yang tidak sesuai membuat soal UAN tidak lagi ada harganya. Terlebih semakin rumitnya soal UAN menjadi lebih demanding bagi siswa. Siswa harus extra menyiapkan mental dan keilmuan untuk menjawab soal-soal UAN. Siswa terforsir tenanganya hanya untuk bimbingan persiapan menghadapi UAN, banyak hal yang lebih penting yang seharusnya bisa dilakukan. Misalkan mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian masuk perguruan tinggi. Selain itu, bahkan beberapa siswa merasa stress sebelum melakukan ujian. Hal ini dapat mengakibatkan gangguan psikologis pada siswa, dan menurunnya minat belajar siswa.

    ReplyDelete
  22. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Saya mencoba untuk menanggapi pertanyaan nomor 10. Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas?
    Problem solving dalam matematika adalah proses dimana seorang siswa atau kelompok siswa menerima tantangan yang berhubungan dengan persoalan matematika dimana penyelesaiannya dan caranya tidak langsung bisa ditentukan dengan mudah dan penyelesaiannya memerlukan ide matematika. permasalahan yang digunakan dapat diangkat dari permasalahan kehidupan nyata yang pemecahannya memerlukan ide matematika. Strategi problem solving tidak hanya mampu mengubah gaya belajar anak dari sebagai pelajar yang pasif menjadi pelajar yang aktif dalam mengkonstruksi konsep mereka, tetapi juga, membuat pembelajaran matematika lebih berarti, masuk akal, menantang dan menyenangkan, cocok buat siswa, dan memberikan cara berfikir yang fleksibel. Karenanya problem solving matematika dapat dipandang sebagai suatu pendekatan yang penting untuk meningkatkan pemahaman matematika anak.

    ReplyDelete
  23. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Menanggapi pertanyaan nomor 10 “Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas?” Mengembangkan kegiatan problem solving merupakan salah satu tujuan dari pembelajaran matematika. Hal ini bisa dilakukan dengan pemberian masalah oleh guru atau pengajuan masalah oleh siswa. Pada saat pemberian masalah, langkah awal yang harus dilakukan guru adalah klarifikasi permasalahan. Kegiatan yang dilakukan: Guru menyajikan fenomena yang mengandung masalah yang sesuai dengan kompetensi dasar atau indikator. Bentuknya dapat berupa gambar, teks, video, fenomena riil. Kemudian siswa melakukan identifikasi terhadap fenomena yang ditampilkan guru untuk menemukan masalah dari fenomena yang ditampilkan. Dilanjutkan dengan siswa melakukan klarifikasi terhadap masalah yang ditemukan.

    ReplyDelete
  24. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Saya mencoba menjawab pertanyaan nomor 20 tentang Bagaimana mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta siswa menghayati bahwa matematika adalah penting?
    Menurut saya agar pembelajaran matematika bisa dihayati dan menyenangkan adalah kesesuaian antara model pembelajaran dan materi serta kondisi peserta didik harus bersesuaian. Artinya penerapan model pembelajar didalan kelas harus memperhatikan faktor materi matematika dan kondisi peserta didik baik psikologis dan lingkungan. Hal ini karena tidak semua materi matematika sesuai dengan model pembelajaran yang digunakan. Ada beberapa model pembelajaran yang menekankan pada apersepsi dan ada yang menekankan pada presentasi guru serta ada yang menekankan pada kerja sama kelompok. Supaya guru bisa tahu apa yang perlu diprioritaskan atau apa yang menjadi masalah dikelas maka yang menjadi obatnya adalah model pembelajaran. Hal teknis lainnya seperti kreativitas guru, alat peraga dan media pembelajaran bisa diintegrasikan dalam model pembelajaran yang dirasa cocok. Jika hal hal diatas diperhatikan maka akan tercipta pembelajaran yang bisa dihayati dan bermakna tentunya

    ReplyDelete
  25. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PPs UNY PM A 2018

    Pertanyaan nomor 9 tentang musuh utama pendidikan adalah budaya instant? Jelaskan maknanya?
    Musuh pendidikan kita yang sekarang ini nampak adalah ''copy paste''
    Copy paste adalah musuh yang sekarang sedang menjamur baik pada tingkat peserta didik maupun pendidik. Saya menyoroti perihal ''copy paste'' untuk pendidik.
    ''copy paste'' untuk pendidik menunjukkan ketidakkreatifan seorang guru dalam mendesain pembelajaran. Seperti contoh meng''copi paste'' RPP. Setiap RPP yang dibuat tentu beranjak dari kondisi kelas yang dialami oleh pendidik. Misalnya jika Guru A membuat RPP yang mana RPP tersebut menekankan pada kerja sama kelompok maka harus sesuai dengan kondisi dikelas bahwa peserta didik dikelas kurang kerja sama dalam kelompok. Jika RPP guru A di copy oleh guru B tentu akan menjadi masalah karena masalah yang dialami oleh guru B tentu berebda misalkan penguasaan materi sebelumnya yang kurang. RPP yang paling tepat seharusnya RPP yang menekankan pada presentasi guru atau pada presentasi guru.

    ReplyDelete
  26. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr wb
    Saya ingin menanggapi pertanyaan tentang bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika. Menurut saya yang bisa dilakukan oleh guru dalam melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika adalah dengan cara menyusun pembelajaran yang membuat siswa sebagai peran utama dalam pembelajaran tersebut. Salah satu contohnya bisa dengan menyuruh siswa untuk berkelompok guna membahas suatu materi pelajaran, dan kemudian setiap kelompok memaparkan hasil diskusi nya lalu ditanggapi, diberikan komentar dan saran dari kelompok lain. Begitu juga seterusnya. Kunci utamanya adalah bagaimana guru menyusun pembelajaran yang baik sesuai dengan kriteria pembelajaran yang diharapkan.

    ReplyDelete
  27. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Dalam dunia pendidikan, psikologi sangat berpengaruh dalam hasil pembelajaran. Jika siswa mengalami tekanan dalam pembelajaran, maka hasilnya tidak akan maksimal.Sebaliknya siswa membutuhkan motivasi dari orang-oranng terdekat agar hasilnya lebih optimal. Masalah psikologi juga dialami oleh guru, misalnya ketika mengalami nervous dalam mengajar. Masalah nervous ini harus segera diatasi agar guru dalam menyampaikan pembelajaran menjadi lebih tenang dan dapat menikmati proses mengajar. pun dengan anak mempunyai sifat yang berbeda satu dengan lainnya, tentu tidak bisa disamakan, sehingga disilah psikolpgiharus dipelajari sehingga guru mengerti dan memahami perilaku siswa tersebut dan tahu cara menanggapinya dengan baik. guru dan siswa yang sama-sama merasa nyaman dan senang satu sama lain akan jauh lebih optimal dalam pembelajran berlangsung. matematika ilmu yang disiplin dan pasti sehingga memotivasi siswapun tidak selalu menggunakan proses yang meatematis namun digunakan secara perseorangan dan menggunakan psikologi untuk mnegetahui perilaku siswa, sehingga memotivasi siswa pun akan lebih nyaman.

    ReplyDelete
  28. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan artikel diatas, saya ingin mencoba mengomentari permasalahan pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa. Nah menurut saya, banyaknya tugas itu sangat mempengaruhi psikologis siswa. Salah satu pengaruhnya adalah siswa menjadi benci terhadap pelajaran tersebut, karena siswa merasa trauma akan tugas yang banyak. Ingat, bahwa siswa juga manusia yang tidak hanya mempunyai tugas dari sekolah. Tugas banyak kadang, malah membuat siswa berbuat curang seperti mencontek jawaban temannya. Yang akhirnya perbuatan itu menjadi keterusan dan tidak bisa dihentikan, setiap ada tugas langsung nyontek ke temannya. Ini memang sepele, tetapi pengaruh kedepannya sangat fatal. Jadi kita sebagai guru ataupun calon guru harus peka terhadap siswa. Berilah tugas yang kira-kira siswa bisa mengerjakannya.

    ReplyDelete
  29. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan artikel diatas, saya ingin mencoba mengomentari permasalahan yang menyatakan bahwa tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”. Menurut saya pernyataan ini bisa bermakana lain, tetapi mungkin maksudnya adalah mendidik semua siswanya. Memang benar, sebagai guru harus bisa mendidik semua siswa. Tetapi tidak semua siswa bisa di didik guru. Karena setiap siswa mempunya karakter yang berbeda-beda. Sehingga mendidika siswa bukan hanya dilakukan oleh guru, tetapi orang tua ikut serta dalam melayani anaknya belajar. Karena orang tua yang peduli terhadap belajar anaknya, sangat berpengaruh pada pendidikan anaknya tersebut. Jadi memang benar guru harus bisa mendidik semuanya, tetapi semuanya itu berbatas ruang dan waktu. Ruangnya itu sekolah dan waktunya itu saat jam pelajaran.

    ReplyDelete
  30. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
    Berdasarkan artikel diatas, saya ingin mencoba mengomentari permasalahan yang menanyakan Bagaimana meningkatkan kemampuan matematika siswa?. Nah menurut saya, pertanyaan ini merupakan pertanyaan yang sering dilakukan oleh para penelitian pendidikan matematika. Namun disini saya akan mencoba menjawab sebisa saya. Untuk meningkatkan kemampuan matematika siswa, salah satunya sering diberi soal-soal dari yang mudah ke soal-soal yang sulit. Karena dengan sering diberikan soal, maka siswa dalam mengabstrasikan kemampuan matematikanya akan menjadi meningkat, malahan akan nyangkut yang cukup lama pada kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  31. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Banyak berbagai pertanyaan yang mengambarkan macam permasalahan mengenai psikologi mengajar matematika yang telah diuraikan di atas. Salah satu permasalahan yang ada yaitu musuh utama pendidikan adalah budaya instant. Zaman yang semakin modern dikarenakan bertambah canggihnya teknologi menyebabkan siswa mulai malas dalam berpikir. Semua tugas yang diberikan guru diperoleh dari teknologi yang bernama google dan hanya copy paste. Hal ini menjadi dampak kebiasaan buruk bagi pendidikan yang akan datang. Dimana perlu diberikan evaluasi terhadap budaya instant ini dan diberikan solusi terbaik, misalnya dengan pelatihan penggunaan internet untuk pembelajaran sehingga anak pun terlatih bahwa sumber-sumber belajar sangat banyak dan melimpah diinternet dan digunakan sebaik-baiknya untuk menambah wawasan dan mengembangkan kreativitasnya.

    ReplyDelete
  32. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan keempat tentang bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latar belakang siswa.
    Melayani kebutuhan belajar siswa dapat dilakukan guru dengan cara membuat LKS yang beraneka ragam disesuaikan dengan kemampuan siswa. Hindari penggunaan LKS tunggal, karena seluruh siswa didalam kelas berbeda-beda kondisi dan latar belakang nya. Jika guru hanya membuat LKS satu macam dan permasalahan yang ada di LKS tersebut semisal masuk dalam kategori yang mudah, maka LKS tersebut mungkin dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa yang mempunyai kemampuan yang rendah, namun LKS tersebut tidak mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa yang mempunyai kemampuan tinggi. Maka diperlukan kesadaran dari guru bahwa setiap murid memiliki latar belakang yang berbeda. Maka tugas guru ada memahami setiap perbedaan yang dimilki siswa dan memberikan solusi yang terbaik sesuai dengan porsinya masing-masing. Dan yang terpenting juga adalah jangan pernah membandingkan siswa, apalagi membandingkan antara siswa yang pandai dan kurang pandai.

    ReplyDelete
  33. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Mencoba menjawab pertanyaan kelima tentang bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi.
    Dalam hal melayani kebutuhan belajar siswa, LKS yang baik dapat menjadi solusinya. Dan untuk siswa yang berprestasi tinggi hendaknya diberikan LKS dengan tingkat kesulitan dan kompleksitas yang tinggi sesuai dengan kemampuannya. Karena jika siswa berkemampuan tinggi diminta mengerjakan LKS dengan tingkat kesulitan yang mampu ia atasi dengan mudah maka LKS tersebut tidak mampu memuaskan kebutuhan belajar siswa tersebut dengan baik. Dan hal tersebut mungkin dapat membuat siswa berkemampuan tinggi tidak bersemngat dalam belajar karena menganggap pelajaran yang diberikan gurunya sangat mudah dan kurang menantang. Hal tersebutlah yang juga harus disadari guru bahwa kebutuhan belajar siswa berbeda maka harus diberikan perlakuan yang berbeda pula. Dan usahakan membuat LKS tidak hanya satu disetiap tingkatan kemampuannya. Untuk mengantisipasi jika siswa dengan kemampuan tinggi tersebut menyelesaikan LKS sebelum jam pelajaran berakhir.

    ReplyDelete
  34. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan ke enambelas tentang bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam proses belajar mengajar matematika.
    Ausubel membedakan antara belajar bermakna dan belajar menghapal. Sebuah proses belajar mengajar yang dilakukan dengan tidak bermakna terkadang hanya bertahan sementara dalam benak siswa, pembelajaran seperti itu seperti sebuah hapalan. Seiring berjalannya waktu sebuah hapalan pasti akan memudar keberadaannya dalam ingatan. Berbeda dengan proses belajar mengajar yang dilakukan dengan bermakna biasanya akan bertahan jauh lebih lama dibandingkan dengan belajar menghapal. Belajar bermakna merupakan suatu proses dikaitkannya informasi baru pada konsep-konsep relevan yang terdapat dalam struktur kognitif siswa. Oleh sebab itu mengapa pembelajaran bermakna lebih baik dibandingkan dengan belajar menghapal. Mengembangkan pembelajaran yang bermakna dapat dilakukan dengan cara yang menyenangkan, yaitu bisa dengan cara menerapkan unsur permainan, praktik, atau melakuakan percobaan sederhana. Intinya berikan siswa sebanyak mungkin pengalaman belajar sendiri agar pembelajaran menjadi lebih bermakna. Karena terkadang sesuatu yang ditemukan sendiri oleh siswa kemudian ia memiliki kebanggaan terhadap dirinya sendiri karena mampu melakukannya, biasanya hal tersebut akan diingat dan disimpan serta sangat membekas dalam benak anak.

    ReplyDelete
  35. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan terkait tentang bagaimana memotivasi siswa belajar matematika.
    Pada bagian pendahuluan dalam RPP guru dituntut untuk membuat motivasi yang dapat membuat siswa merasa tertarik belajar matematika. Pembuatan motivasi tersebut bukanlah sebuah proses yang mudah, diperlukan keahlian seorang guru agar siswa merasa terpanggil untuk belajar matematika. Tempatkan siswa dalam keadaan terdesak dan mengharuskan siswa untuk menggunakan atau menerapkan matematika dalam sebuah permasalahan. Dimana permasalahan tersebut hanya siswa tersebut yang dapat membantu menyelesaikannya, gunakanlah kata-kata yang dapat membangkitkan harga diri siswa sebagai seorang siswa berpendidikan yang dianggap pasti mampu melakukananya. Dengan sedikit menyentil harga diri siswa maka tidak menutup kemungkinan siswa tersebut akan merasa tertantang dan menjadi lebih bersemangat dalam belajar. tentunya tidaklah mudah membuat sebuah konteks cerita yang dapat membangkitkan motivasi siswa, namun seiring berjalannya waktu dan jika guru mencobanya terus menerus maka tidak menutup kemungkinan juga suatu saat nanti guru akan terbiasa membuat sebuah motivasi handal yang mampu menarik perhatian siswa. Jika senantiasa meminta siswa untuk terus mencoba dan mencoba, maka apakah sang guru sendiri enggan untuk mencobanya? Mencoba membuat motivasi yang baik dan ampuh.

    ReplyDelete
  36. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan terkait bagaimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika.
    Disinilah peran guru sesungguhnya, tidak hanya berlaku sebagai fasilitator dalam kegiatan belajar anak namun juga berperan sebagai motivator siswa sekaligus. Menjadi seorang motivator tentunya juga bukan sebuah hal yang mudah, namun yang perlu diperhatikan pula adalah bagaimana seorang guru mengelola keikhlasannya. Guru yang ikhlas menuntun siswanya untuk belajar dan memperoleh pengetahuan baru secara tidak langsung dapat mempermudah anak dalam menerima tuntunan tersebut. Ucapakan kalimat-kalimat positif penyemangat yang dapat meningkatkan cara percaya diri siswa, bahwa matematika hanyalah sebuah ilmu yang pasti juga bisa ia taklukkan. Jangan justru meremehkan dan membandingkan siswa tersebut dengan siswa yang lebihpandai, karna hal tersebut hanya akan semakin menurunkan motivasi dan kepercayaan diri siswa. Jika siswa gagal, bantulah ia, raih tangannya, tuntun ia untuk memperbaiki semuanya sembari mengatakan kata-kata positif dan semangat. Hal tersebut jauh lebih berguna, dari pada hanya mencaci dan menghukum siswa, karena terkadang hukuman justru malah tidak mendidik anak menjadi lebih baik. Dan tugas seorang guru lah menjadi fasilitator sekaligus motivator bagi siswa-siswanya.

    ReplyDelete
  37. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Permasalahan pendidikan dapat muncul dari sudut pandang guru, siswa maupun dalam pembelajaran. Diperlukan kesadaran dari berbagai pihak baik guru, siswa atau orang orang yang terkait guna peningkatan pendidikan menuju arah lebih baik. Tidak hanya kesadaran namun juga dibutuhkan dukungan dari berbgai pihak dalam mengatasi segala permasalahan juga dibekali dengan teori ataupun segala faktor pendukungnya.

    ReplyDelete
  38. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Terkait dengan masalah pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa. menurut saya tugas yang diberikan oleh guru di sekolah kepada siswa adalah hal yang baik, karena dengan tugas tersebut seorang siswa akan mencoba mengulangi atau mengingat kembali mengenai materi yang sudah dipelajarinya. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan dalam memberikan tugas pada seorang siswa seperti tugas yang diberikan tidak terlalu banyak dan tugas tersebut mampu membuat seorang siswa berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan cara seperti itu, maka tugas yang diberikan kepada seorang anak tidak lagi menjadi sebuah beban, melainkan bisa menjadikan penyemangat siswa dalam memahami sebuah materi.

    ReplyDelete
  39. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Saya tertarik untuk memberikan pendapat pada pertanyaan nomor 5. Jika dikaitkan dengan pembelajaran matematika, budaya instan pada diri siswa merupakan kebiasaan siswa untuk menggunakan cara-cara instan dibandingkan melalui proses yang semestinya ketika belajar matematika. Berdasarkan pengalaman saya sendiri selama mengajar, kebanyakan siswa lebih menyukai cara-cara instan dari pada memahami konsep matematika. Siswa cenderung enggan melalui proses belajar yang mereka anggap tidak praktis. Padahal kebiasaan tersebut sangat berbahaya bagi siswa. Jika siswa terbiasa menggunakan cara-cara instan, maka siswa akan kesulitan untuk mempelajari materi berikutnya yang membutuhkan pemahaman konsep pada materi yang bersangkutan. Hal ini akan terjadi demikian seterusnya. Terlebih lagi, dengan budaya instan ini, siswa tidak akan memperoleh cara-cara berfikir di dalam pembelajaran matematika, apalagi menerapkannya di dalam kehidupan. Padahal hal itu merupakan tujuan akhir dari pembalajaran matematika.

    ReplyDelete
  40. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika? Perasaan nervous merupakan suatu hal yang wajar bagi seorang guru muda. Nervous sendiri terjadi karena ketidaksiapan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Padahal seorang guru yang baik harus sudah menguasai kompetensi-kompetensi untuk menjadi seorang guru profesional. Oleh karena itu, menurut saya untuk mengatasi perasaan nervous seorang guru muda dapat dilakukan dengan merencanakan pembelajaran semaksimal dan sebaik mungkin.

    ReplyDelete
  41. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Menanggapi pertanyaan nomor 4 mengenai bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa? Seperti yang kita ketahui bahwa sudah pasti karakteristik siswa di kelas beraneka ragam. Keberagaman tersebut menjadi sebuah tantangan tersendiri bagi seorang guru untuk mampu memfasilitasi seluruh siswa tersebut. Hal yang harus dilakukan oleh seorang guru untuk melayani kebutuhan siswa yang beraneka ragam tersebut yaitu dengan cara memahami gaya belajar siswa. setelah seorang guru dapat memahami gaya belajar siswa, maka guru dapat mengetahui dan menentukan mengenai strategi atau metode terbaik untuk membelajarkan siswa-siswa tersebut.

    ReplyDelete
  42. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi? Seorang guru tentunya harus dapat melayani kebutuhan/tuntutan siswa dalam belajar matematika. Namun pastinya dalam suatu kelas terdiri dari siswa yang berprestasi tinggi maupun siswa yang berprestasi rendah. Untuk melayani siswa yang berprestasi tinggi seorang guru bisa menggunakan metode pembelajaran yang variatif, tata tertib dan disiplin yang ketat, melakukan program pengayaan, serta seorang guru diharapkan mampu mengelola kelas tersebut dengan maksimal.

    ReplyDelete
  43. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Sekitar polemik bentuk soal UAN dan pengaruhnya terhadap psikologis siswa? Tujuan diadakannya ujian nasional adalah tidak lain untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. Ujian nasional merupakan ujian yang harus dilalui oleh siswa untuk menentukan lulus atau tidaknya seorang siswa. Adanya ujian nasional tentunya berpengaruh kepada psikologis seorang siswa. Pengaruh tersebut bisa berbentuk pengaruh positif maupun negatif. Pengaruh positinya yaitu seorang siswa akan berusaha mengelola atau mengatur waktu belajarnya secara efektif dan efisien, meningkatkan produktivitas belajarnya, dan memotivasi diri siswa untuk berhasil dalam ujian nasional. Sedangkan pengaruh negatif dari adanya ujian nasional yaitu siswa tidak bersungguh-sungguh dalam mempelajari suatu materi yang tidak ada kaitannya dengan ujian nasional dan bisa menumbuhkan rasa khawatir, gelisah dan panik didalam diri siswa.

    ReplyDelete
  44. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Menanggapi pertanyaan mengenai bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika? Pembelajaran matematika bukan lagi sebagai suatu proses transfer of knowledge dari guru ke siswa. melainkan pembelajaran matematika harus mampu melibatkan siswa aktif dalam membangun pengetahuannya. Cara yang dapat digunakan agar siswa aktif dalam pembelajaran yaitu seorang guru bisa menerapkan proses diskusi. Diskusi akan membuat siswa aktif baik dalam kelompok maupun kelas. Melalui diskusi diharapkan para siswa bisa bertukar pikiran satu dengan yang lainnya. Tugas guru dalam proses diskusi tersebut yaitu sebagai fasilitator dan pendamping siswa dalam menemukan sebuah konsep yang dipelajari.

    ReplyDelete
  45. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika? Menurut saya adanya hukuman atau hadiah dalam pembelajaran matematika merupakan suatu hal yang positif. Sebuah hadiah bisa digunakan seorang guru untuk meningkatkan motivasi siswa dalam pembelajaran. Misalnya guru akan memberikan hadiah bagi siswa yang bisa mencapai nilai 100 pada saat ujian, hal itu bisa menjadi motivasi siswa dalam meningkatkan proses belajarnya. Sedangkan hukuman biasa dikonotasikan merupakan sesuatu yang negatif. Namun hukuman disini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan yang dimiliki oleh siswa dalam memahami suatu konsep. Hukuman yang diberikan kepada siswa bisa berupa disuruh mengerjakan beberapa soal dengan disertai caranya.

    ReplyDelete
  46. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Menanggapi persoalan mengenai bagaimana meningkatkan kemampuan matematika siswa? Tugas seorang guru di dalam pembelajaran adalah untuk mamfasilitasi siswa dalam meningkatkan kemampuan matematikanya. Untuk dapat mewujudkan hal tersebut, hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang guru adalah menghadirkan pembelajaran yang menyenangkan. Pembelajaran yang menyenangkan akan menumbuhkan motivasi dalam diri siswa dalam mengikuti proses pembelajaran. Kedua, guru harus memilih suatu strategi atau metode yang sesuai dengan karakteristik siswa di kelas. Kemudian yang ketiga, seorang guru harus mampu menghadirkan pembelajaran yang aktif, dimana pembelajaran tersebut akan membawa siswa membangun pengetahuan yang dimilikinya.

    ReplyDelete
  47. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa?. Pemberian tugas memang bagus untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal matematika, namun berkaitan dengan masalah psikologi, terlalu banyaknya tugas yang dibebankan kepada siswa maka akan mebuat siswa stress sehingga akan mempengaruhi mental dan fisik siswa, yang kemudian akan menimbulkan persepsi anak bahwa pembelajaran matematika adalah pelajaran yans sulit.

    ReplyDelete
  48. Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas? Mengembangkan matematika sebagai kegiatan pemecahan masalah dapat dilakukan dengan soal-soal yang bervariasi dan non rutin. Serta yang perlu diperhatikan adalah syarat atau aturan yang jelas dari proses pemecahan masalah. Kemudian didukung oleh model atau strategi pembelajaran yang sesuai seperti problem based learning misalnya. Atau dengan scafolding. Dimana harus diperhatikan pemberian nama, abstraksi, dan embodying. terimakasih

    ReplyDelete
  49. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Bagaimana guru muda mengatasi mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika? Gugup adalah hal yang biasa terjadi ketika seseorang belum mempunyai pengalaman yang cukup untuk menyelengarakan pembelajaran matematika. Namun gugup tesebut dapat dihilangkan atau diminimalisir dengan percaya pada kemampuan diri dan dukung oleh persiapan umum dan khusus yang maksimal. Serta berdoa kepada Tuhan yang maha esa untuk diberikan kelancaran dan kemudahan dalam meyelenggarakan proses pembelajaran matematika. terimakasih

    ReplyDelete
  50. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?. Setiap guru sebelum melaksanakan pembelajaran dikelas akan melakukan persiapan terlebih dahulu dengan tujuan agar pembelajaran dikelas dapat berjalan dengan baik dan tertib. Dalam pendidikan, patuh ataupun ingkar terhadapa peraturan dan tata tertib adalah hadiah dan hukuman. Hadaiah dapat diberikan kepada siswa yang berpretasi, hadiah diberikan agar dapat membangkitkan motivasi sang anak. Sedangkan Hukuman diberikan agar anak berhenti melakukan pelanggaran yang menyalahi aturan ataupun tata tertib yang ada. Namun yang perlu diperhatikan oleh seorang guru bahwa tidak semua pelanggaran memerlukan hukuman.

    ReplyDelete
  51. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika? Ketika seorang guru muda memasuki lingkungan sekolah merupakan hal yang beru bagi guru muda tersebut, sehingga guru muda butuh beradaptasi dengan lingkungan pembelajaran. Dengan menjadi teman bagi siswa dapat mengurangi kegugupan saat mengajar. Bercanda di sela-sela pembelajaran, bertanya tentang sesuatu yang sedang trend di kalangan siswa-siswanya juga dapat mengurangi kegugupan. Selain itu, faktor kesiapan juga mempengaruhi penyemapaian materi guru, sehingga harus mempersipkan segala yang diperlukan, mulai dari persaiapan materi, sampai menyusun bahasa/ cara menyampaiakn materi agra lebih mudah dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  52. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Cara yang yang bisa dilakukan untuk menjadikan siswa aktif dikelas yaitu dengan pembelajaran student-centre, dimana siswa sendiri yang aktif membangun pengetahuannya, metode pembelajaran yang menarik juga turut andil dalam mempengaruhi keaktifan siswa dalam kelas.Pa da pembelajaran yang bersifat student-cetre tugas guru hanya sebagai pengarah, pembimbing dan pengawas, kesulurahn aktivitas ada pada siswa.

    ReplyDelete
  53. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Bagaimana memotivasi siswa belajar matematika? Tidak dapat dipungkiri bahwa dalam belajar matematika, kita tidak hanya bisa mengandalkan aspek pikiran saja untuk mempelajari atau memahami suatu pelajaran, aspek psikologi juga sangat berperan penting dalam kesuksesan pembelajaran, salah satunya motivasi belajar. Selain metode pembelajaran yang menyenangkan, guru juga dapat mengaitkan pembelajaran yang berhubungan dengan kehidupan sehari-hari, sehingga siswa merasakan manfaat dari belajar matematika sehingga menumbuhkan motivasi siswa. Dengan menceritakan kisah sukses para ilmuwan dunia pada sela-sela pembelajaran juga dapat menumbuhkan motivasi bagi siswa.

    ReplyDelete
  54. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam pbm matematika?. Pembelajaran bermakna atau yang disebut juga meaningful learning merupakan suatu proses mengkaitkan informasi atau materi baru dengan konsep-konsep yang telah ada dalam struktur kognitifnya. Suatu pembelajaran dikatakan bermakna jika siswa mampu memahami konsep dan mengaitkan apa yang dipelajari dengan permasalahan yang terjadi pada kehidupan nyata. Karena belajar matematika tidak semata-mata hanya sekedar menggunakan rumus, akan tetapi apa makna dari formula matematika tersebut.

    ReplyDelete
  55. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Musuh utama pendidikan adalah budaya instant. Budaya instant biasa diajar guru ketika detik-detik menjelang Ujian Nasional. Para guru biasanya memberika trik atau cara cepat tanpa menguatkan konsep terlebih dahulu, padahal pemahaman konsep berupakan kunci untuk dapat meyelesaikan setiap permasalahan yang ada. Pembelajaran seperti tersebut menekankan anak hanya untuk mencapai hasil daripada proses. Padahal pembelajaran yang baik adalah pembelajaran yang menilai pada proses bukan hasilnya.

    ReplyDelete
  56. Dita Aldila Krisma
    18709251012
    PPs Pendidikan Matematika A 2018

    Beberapa hal yang bisa dilakukan ketika menjadi guru baru mengatasi nervous menyelenggarakan pembelajarn : menyiapkan materi pembalajaran dengan baik, menguasai materi, berlatih dulu sebelum mengajar maka lama-lama akan terbiasa, mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi ketika mengajar, memanajemen waktu pembelajaran, berdiskusi dengan guru yang lebih berpengalaman, memahami kondisi kelas, merefleksi diri setelah pembelajaran

    ReplyDelete
  57. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam pbm matematika? Pembelajaran yang bermakna dalam pbm matematika adalah pembelajaran yang memberikan banyak pengalaman belajar bagi siswa. Agar siswa dapat memperoleh pembelajaran yang memberikan banyak pengalaman belajar maka guru harus menjadi pihak yang kreatif dan inovatif dalam memilih dan menerapkan berbagai model pembelajaran dalam pembelajaran di kelas. Hal ini salah satu langkah agar siswa memperoleh pembelajaran yang bermakna. Selain itu pembelajaran yang bermakna juga merupakan pembelajaran yang mampu menanamkan konsep dan pemahaman bagi siswa melalui proses abstraksi sendiri di dalam benak siswa tersebut.

    ReplyDelete
  58. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Dalam psikologi belajar matematika saya mengenal bahwa kesulitan belajar siswa atau beban belajar siswa disebabkan oleh beberapa hal di antaranya karena dari kompleksnya materi matematika itu sendiri dan juga dari segi penyajian materi tersebut. Matematika memiliki tingkat kesulitan yang berbeda-beda di tiap materi. Siswa yang memiliki kemampuan matematika yang lemah tentunya akan lebih kesulitan dalam mempelajari materi matematika yang memiliki tingkatan yang lebih sulit. Sehingga guru perlu pintar-pintar dalam menyajikan materi tersebut. Namun jangan sampai materi yang disajikan oleh guru malah menambah kesulitan siswa dalam belajar karena susah dipahami.

    ReplyDelete
  59. Diana Prastiwi
    18709251004
    S2 P. Mat A 2018

    Guru penting sekali mengetahui tentang psikologi belajar matematika siswa. Jika siswa mengalami tekanan dalam pembelajaran, maka hasilnya tidak akan maksimal.Sebaliknya siswa membutuhkan motivasi dari orang-oranng terdekat agar hasilnya lebih optimal. Masalah psikologi juga dialami oleh guru, misalnya ketika mengalami nervous dalam mengajar. Masalah nervous ini harus segera diatasi agar guru dalam menyampaikan pembelajaran menjadi lebih tenang dan dapat menikmati proses mengajar. pun dengan anak mempunyai sifat yang berbeda satu dengan lainnya, tentu tidak bisa disamakan, sehingga disilah psikolpgiharus dipelajari sehingga guru mengerti dan memahami perilaku siswa tersebut dan tahu cara menanggapinya dengan baik. guru dan siswa yang sama-sama merasa nyaman dan senang satu sama lain akan jauh lebih optimal dalam pembelajran berlangsung. matematika ilmu yang disiplin dan pasti sehingga memotivasi siswapun tidak selalu menggunakan proses yang meatematis namun digunakan secara perseorangan dan menggunakan psikologi untuk mnegetahui perilaku siswa, sehingga memotivasi siswa pun akan lebih nyaman.

    ReplyDelete
  60. Mira Amalia Yudhanti
    19701251014
    S2 PEP A

    Seorang guru atau calon guru perlu untuk memahami psikologi dalam pembelajaran matematika sehingga dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada dalam pembelajaran yang berhubungan dengan siswa maupun cara mengajar guru. Seperti dalam mengembangkan scenario pembelajaran matematika perlu disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan, dan karakter dari peserta didik. Selain itu, dalam mengembangkan suatu scenario pembelajran kita perlu mengetahui tujuan yang ingin di capai, pembuatan skema pencapaian kompetensi juga diperlukan. Pemilihan metode pembelajaran yang tepat juga merupakan hal yang penting agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan.

    ReplyDelete
  61. Dini Senjaningrum
    19709251067
    Pendidikan Matematika D 2019
    Saya akan mencoba memberikan sedikit pendapat saya tentang pertanyaan nomor 4 yaitu bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa?
    Dalam sebuah kelas, terdapat berbagai jenis karakteristik dan kemampuan anak yang berbeda. Akan tetapi setiap anak memiliki hak yang sama untuk belajar. Di sini guru adalah fasilitator untuk setiap anak dalam pembelajaran. Agar tujuan pembelajaran dapat tersampaikan secara maksimal maka guru perlu melakukan pendekatan-pendekatan yang sesuai karkteristik siswa. Pendekatan tidak hanya dapat di lakukan pada saat pembelajaran saja, akan tetapi pendekatan dapat dilakukan di luar pembelajaran.

    ReplyDelete
  62. Vera Yuli Erviana
    NIM 19706261005
    S3 Pendidikan Dasar 2019

    Assalamualaikum Wr. Wb.
    Pada pembelajaran, peserta didik memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Guru harus memahami psikologi belajar matematika anak. Didalam pembelajaran akan dapat masalah-masalah yang menghambat proses pembelajaran. Diharapkan guru dapat mengatasi masalah tersebut.

    ReplyDelete
  63. Assalamu'alaykum wr wb
    Dwi Kawuryani
    19709251061
    Pendidikan Matematika S2 D
    Dari beberapa pertanyaan diatas saya mencoba membahas nomor 18). Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?
    Hukuman dan hadiah adalah ciri dari proses pembelajaran behavioristik. Dalam proses pembelajarannya sendiri, siswa akan diberi hadiah jika mereka berhasil melakukna perintah dari pengajar dan siswa akan diberi hukuman apabila tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik. Dengan adanya hadiah dan hukuman bagi siswa maka siswa akan tau bahwa mengerjakan tugas dengan baik adalah mutlak harus dia kerjakan atau dia akan mendapatkan hukuman. Hal ini akan mengubah perilaku siswa, dan sesuai dengan definisi belajar menurut aliran behavioristik bahwa siswa dikatakan telah belajar apabila ada perubahan tingkah laku pada diri siswa.
    Wassalamu'alaikum wr wb

    ReplyDelete
  64. Dini Senjaningrum
    19709251067
    Pendidikan Matematika D 2019

    Dari pertanyaan yang sudah di jabarkan di atas, sata tertarik pada pertanyaan no. 18 terkait Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?
    Dari hukuman dan hadiah keduanya bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar siswa. Hukuman bertujuan untuk mengubah dan memotivasi peserta didik, sehingga peserta didik berlomba lomba untuk menjauhi hukuman. Hadiah merupakan bentuk motivasi sebagai penghargaan atas perilaku yang sesuai. Pemberian hadiah ini bertujuan untuk memberikan penguatan (reinforcement) terhadap perilaku yang baik. Sehingga akan memotivasi peserta didik dalam proses pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  65. Assalamu'alaikum wr.wb
    Novi Indriyani Kones
    19701251002
    S2 PEP A 2019

    Dari pertanyaan ke-2, salah satu jawabannya adalah menumbuhkan motivasi siswa itu berasal dari keinginan siswa itu sendiri tetapi sebagai guru kita harus mampu memberikana dorongan positif dengan perilaku, cara mengajar yang mengasyikan dan tertanam dalam benak siswa. Dalam konteks kelas, konsep dari motivasi siswa adalah digunakan untuk menjelaskan ketertarikan siswa dan intensitas keberadaanya dalam pembelajaran yang mungkin dan tidak mungkin diinginkan oleh guru mereka. Motivasi siswa merupakan refleksi dari dorongan dan tujuan mereka berusaha keras untuk mencapai dan berakar pada pengalaman subjek, khususnya mereka terhubung dengan keterlibatan mereka dalam pembelajaran dan alasan mereka melakukan suatu hal.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete
  66. Assalamu'alaikum wr.wb
    Novi Indriyani Kones
    19701251002
    S2 PEP A 2019

    Dari pertanyaan ke-13, salah satu jawabannya adalah nilai budi berkaitan dengan moral. Dalam pembahasan filsafat moral, secara garis besar ada dua macam teori etika yaitu teleologis dan deontologis. Etika teologis merupakan etika yang menentukan baik buruknya suatu tindakan dari baik buruknya akibat yang menjadi tujuannya. Sementara itu, etika deontologis merupakan sistem etika yang tidak ditentukan oleh konsekuensi-konsekuensi tetapi hanya kewajiban semata. Dengan kata lain, deontologis berpandangan bahwa moralitas suatu tindakan melekat pada tindakan itu sendiri.

    Terimakasih
    Wassalamu'alaikum wr.wb

    ReplyDelete