Feb 12, 2013

IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA




IDENTIFIKASI MASALAH PSIKOLOGI MENGAJAR MATEMATIKA, PSIKOLOGI BELAJAR MATEMATIKA DAN PSIKOLOGI PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Oleh: Mahasiswa S1 Reguler Pendidikan Matematika Angkatan 2007, 2o Nopember 2008


1.Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa.
2.Bagimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika.
3.Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika?
4.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa?
5.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi?
6.Tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”?
7.Sekitar polemik bentuk soal UAN dan pengaruhnya terhadap psikologis siswa?
8.Apa yang kita ketahui tentang “Transfer of Knowledge” dan “Transfer of Value”?
9.MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknany?
10.Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas?
11.Bagaimana mengatur keseimbangan antara belajar matematika sebagai proses atau sebagai hasil?
12.Bagaimana mengetahui tingkat kecerdasan dan kemampuan siswa belajar matematika?
13.Bagaimana mengembangkan aspek nilai budi pekerti dalam pembelajaran matematika?
14.Bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika?
15.Apakah terdapat “prejudice” dalam pembelaaran matematika dan bagaimana pengaruhnya terhadap kegiatan belajar matematika?
16.Bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam pbm matematika?
17.Bagaimana mengembangkan pembelajaran kontekstual dalam pbm matematika?
18.Bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?
19.Bagaimana meningkatkan kemampuan matematika siswa?
20.Bagaimana mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta siswa menghayati bahwa matematika adalah penting?
21.Bagaimana aspek kuantitatif dan pemanfaatannya dalam pembelajaran matematikia?
22.Apa yang dapat kita ketahui tentang “managemen emosi” dan penerapannya dalam pbm matematika?
23.Bagaimana mengembangkan metode pembelajaran matematika yang dinamis dan fleksibel?
24.Bagaimana mengembangkan skenario pembelajaran matematika?
25.Bagaimana memotivasi siswa belajar matematika?
26.Bagaimana menumbuhkan apersepsi siswa dan keterlibatan siswa dalam pbm matematika?
27.Apa yang kita ketahui tentang “metapora” dan bagaimana pengaruhnya dalam pbm matematika?

Kontributor: Ratna Indrayani, Sani Merdekawati, M. Abdul Rosid, Adi Rahman, Yayu Marissyafani, Fety Herira Amasari, Tri Wijayanti, Faizin, Ajeng Desi, Ervinta Astrining Dewi, Palupi Sri Wijayanti, Hutri Prastasiwi, Trisnawati, Uki Rahmawati, Fina Hanifa, Supriyanti, Anniy Susilowatiy, Rima Aksen, Artina Tarapti, Anisa Halimatus Sa’diyah, Noviana Anggraini, Nur Hera Utami, Indrati Setyarini, Isti Nur Chasanah.
Pembimbing: Dr. Marsigit

101 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Sudah tidak mengherankan lagi bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit hampir semua siswa dan budaya ini seolah-olah sudah turun temurun, sehingga dalam pembelajaran banyak siswa yang mengeluhkan tentang belajar matematika, baik karena penuh dengan rumus-rumus maupun karena jawaban yang panjang, maka terkadang siswa membutuhkan jawaban yang instan. Maka menurut saya disitulah peran guru untuk mengubah mindset anak, bahwa matematika tidak hanya sekedar rumus namun mempunyai manfaat dalam kehidupan sehari-hari, dan guru juga harus bisa memberikan tujuan dari belajar matematika itu dan dampaknya dalam kehidupan sehari-hari, sehingga para siswa merasa perlu untuk belajar matematika. Maka untuk menjadi seorang guru itu diharapkan bisa mengetahui psikologi peserta didik sehingga proses pembelajaran akan berjalan efektif, menyenangkan, bermanfaat dan mempunyai daya dorong bagi siswa untuk mengetahuinya lebih dalam.

    ReplyDelete
  2. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada elegi ini saya terfokuskan pada poin ke 8 dimana adanya transfer knowledge dan transfer of value adalah dua hal yang perlu diperhatikan oleh pendidik. transfer knowledge sendiri adalah mentransfer ilmu pengetahuan dan pemahaman, sedangkan transfer of value adalah mentransfer nilai-nilai moral dan kebaikan. Setiap pendidik seharusnya mempunyai 2 tujuan ini didalam pembelajaran sehingga dalam pembelajaran dikelas tidak saja mencetak orang-orang yang pandai, tetapi juga mencetak orang-orang bermoral.

    ReplyDelete
  3. Mengajar matematika lebih ditujukkan dari sisi guru. Guru juga memiliki permasalahan dari sisi psikologinya yaitu rasa percaya diri, motivasi, cara menyampaikan dan mengolah materi, mengorganisasi siswa di kelas. Belajar matematika berarti dari sisi siswa dalam menghadapi matematika. Apakah siswa merasa cemas belajar matematika, siswa mempunyai motivasi yang rendah, rasa percaya diri. Pembelajaran matematika merupakan interaksi antara guru, siswa dan materi pelajaran serta bahan ajar. Pembelajaran yang berkualitas di dukung oleh guru yang kompeten, siswa yang mempunyai motivasi tinggi dan bahan ajar yang di buat sesuai karakteristik materi dan siswa.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam pembelajaran bermakna matematika, siswa mengkonstruk segala pengetahuannya dan mencocokan pengetahuannya dengan informasi baru yang diterimanya. Dalam pembelajaran matematikia tingkat dasar, diharapkan terjadi proses belajar bermakna dimana siswa belajar memahami apa yang sudah diperolehnya dan dikaitkan dengan keadaan lain sehingga apa yang ia pelajari akan lebih mengerti. Siswa mencoba menghubungkan fenomena baru ke dalam struktur pengetahuan mereka dalam setiap penyelesaian masalah.

    ReplyDelete
  5. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    14. Bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika?

    Menurut saya cara melibatkan siswa secara aktif adalah dengan memasukkan siswa itu sendiri kedalam matematika tersebut, tidak hanya sebagai pembelajar, yang hanya melihat, memahami, namum juga dilakukan interaksi matematika langsung dengan siswa. Artinya siswa yang mengalami sendiri, karena ketika seseorang berhubungan dengan pengalamannya maka kemampuan untuk aktif akan sangat tinggi.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Menurut saya memberikan hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika mempunyai dampak positif dan negatif tersendiri bagi siswa. Pertama dari segi dampak negatifnya, pemberian hukuman akan membuat kondisi psikologis siswa menjadi menurun khususnya bagi anak-anak dengan kemampuan rendah. Tetapi di sisi lain pemberian hukuman dan hadiah menurut pengalaman dan pengamatan saya cocok untuk diterapkan pada siswa SD khususnya pada kelas rendah. Hal tesebut membuat siswa bangga dan siswa lain termotivasi untuk belajar matematika. Dari segi hukuman, siswa yang lambat atau belum mampu menyelesaikan soal matematika diberikan hukuman, tetapi bukan hukuman yang sifatnya menciderai psikolgis siswa misalkan kata-kata kasar atau hukuman fisik tetapi diberikan hukuman misalkan paling akhir pulang. Sehingga selanjutnya siswa berpikir " besok saya tidak boleh pulang paling akhir dan saya harus pulang paling cepat".

    ReplyDelete
  7. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Seorang guru atau calon guru perlu untuk memahami psikologi mengajar matematika, psikologi belajar matematika, dan psikologi pembelajaran matematika sehingga dapat menyelesaikan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitan dalam pembelajaran yang berhubungan dengan siswa maupun cara mengajar guru. Seperti dalam mengembangkan skenario pembelajaran matematika perlu disesuaikan dengan kemampuan, kebutuhan, dan karakter dari peserta didik. Selain itu, seorang guru perlu mengetahui tujuan yang ingin di capai, pembuatan skema pencapaian kompetensi juga diperlukan. Pemilihan metode pembelajaran yang disesuaikan materi yang akan dipelajari juga merupakan hal yang penting agar pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi juga sangat diperlukan karena siswa dalam suatu kelas adalah individu yang berbeda, tidak mungkin semua siswa cocok menggunakan suatu metode pembelajaran tertentu saja. Selain itu, guru juga harus memahami bahwa belajar matematika bukanlah transfer of knowledge, tapi siswa membangun sendiri pengetahuannya. Oleh karena itu, guru harus melibatkan siswa dalam pembelajaran, belajar dengan aktivitas, belajar dengan dikaitkan dengan pengalaman siswa, dsb. Hal itu semua bertujuan agar siswa merasa senang, nyaman, dan tidak tertekan dalam mengikuti pembelajaran matematika serta dapat memfasilitasinya membangun pengetahuan matematika.

    ReplyDelete
  8. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa.
    Untuk siswa yang acuh tak acuh dengan pembelajaran di sekolah ia tidak akan merasa tugas membebaninya, ia bahkan akan melupakan tugas setelah ia keluar dari kelas. Namun tidk untuk anak yang bersungguh – sungguh belajar. Jelas bukan hanya satu pelajaran saja yang ia pelajari, namun rata - rata lebih dari 10 pelajaran di bangku sekolah. Siswa akan kebingungan tugas mana yang lebih dahulu dikerjakan dan menjadi prioritas, dan tugas apa lagi berikutnya. Siswa yang merasa belum tenang saat tugas sekolah belum selesai merupakan siswa yang bertanggungjawab terhadap sekolahnya. Oleh karena itu agar tidak menjadi beban psikologi siswa pemberian tugas oleh guru hendaknya dilakukan pertimbangan sebelum diberikan kepada siswa. Misalnya pemberian tugas sekolah dapat diselesaikan oleh siswa dalam kurun waktu 30 menit.

    ReplyDelete
  9. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika?
    Berdasarkan pengalaman sewaktu saya PPL dan beberapa waktu mengajar di depan kelas dengan kurang dari 40 siswa. Pada saat saya mencapai puncak nermous, siswa dapat mencairkan suasana. Hal ini tidak terjadi begitu saja, hal ini juga karena kesan dan pandangan pertama yang baik yang telah dilakukan oleh kepada siswa yang akan diajarinya. Setelah suasana sedikit mencair, haruslah melirik sedikit demi sedkit RPP yang telah dibuat sebelum memasuki kelas. Hal ini dimaksudkan mengurangi nervous yang tak terarah. Seetelah mengikuti tahapan di RPP secara tidak langsung suasana akan menjadi cair dan nervous kemudian akan hilang dengan sendirinya.
    Jadi point penting dari berbagi pengalaman di atas adalah, RPP sangat penting, dikala lepas kendali kikarenakan nervous melanda.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Terkait masalah Bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam PBM matematika. Membuat pembelajaran bermakna adalah tantangan bagi guru yang mengajar ilmu murni (tidak seperti fisika atau biologi yang jelas ada di kehiddupan kita). Dalam hal ini matematika. Salah satu cara agar pembelajaran bermakna yaitu dengan pembelajaran kontekstual. Selain kontekstual, dalam kegiatan kelas jangan hanya guru saja yang berperan (teacher centre) tetapi siswalah yang harus berperan aktif (student centre). Sehingga siswa benar-benar merasa terlibat dan pembelajaran pun bermakna. Selanjutnya, masalah Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa. Pengalaman ketika mengajar. Banyak siswa yang mengeluhkan banyaknya tugas. Hampir semua mata pelajaran dalam sehari memberikan tugas atau PR. Para siswa merasa kelelahan. Hal ini karena jam pulang sekolah saja sudah siang, belum lagi sebagian besar mengikuti les seusai pulang sekolah atau sore hari. Ketika sampai di rumah, mereka sudah kelelahan. Pemberian tugas bukan berarti tidak baik. Boleh saja, namun harus mempertimbangkan dan berkoordinasi dengan guru lain, agar siswa tak merasa terbebani. Karena sesungguhnya pemberian tugas agar siswa belajar, bukan untuk membebani.

    ReplyDelete
  11. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjawab pertanyaan no 1 mengenai pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap psikologis siswa. Pemberian tugas merupakan salah satu strategi bagi guru untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah bagi siswa. Tetapi dengan pemberian tugas yang terlalu banyak dirasa malah akan membebani peserta didik. Bagaimana tidak, mereka sekolah paling tidak pulang jam 2, dan di rumah juga dihadapkan dengan berbagaimacam tugas yang diberikan. Lalu kapan mereka ada waktu bermain untuk sekedar melepas lelah. Dari segi psikologis mungkin mereka tertekan, dan tidak banyak peserta didik yang hanya menyontek dengan pekerjaan teman, dan saya rasa itu tidak efektif karena tidak sesuai dengan tujuan pemberian tugas.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Identifikasi Masalah Psikologi Mengajar Matematika, Psikologi belajar matematika, dan psikologi pembelajaran matematika harus dilakukan sebelum mengabdi yang sesungguhnya yaitu ketika praktek di sekolah pun seorang mahasiswa harus dapat mengidentifikasinya. Identifikasi sangat diperlukan dalam pembelajaran matematika baik untuk guru maupun siswanya. Pembelajaran yang baik, diakhiri dengan evaluasi dan penarikan kesimpulan yang dilaksanakan oleh guru bersama dengan siswanya. Sehingga siswa ikut berpartisipasi dalam proses belajar mengajar. Seorang guru juga diwajibkan dapat mengembangkan perangkat pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Saya tertarik persoalan tentang pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa, jika terlalu banyak siswa akan sering mengengluh, semangat belajarpun akan menurun, menjadi bosan dan mengakibat depresi. namun apabila tidak ada tugas siswa akan merasa santai dan ngegan untuk belajar. jadi pemberian tugas hendaknya tidak berlebihan.

    ReplyDelete
  14. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa. Saat saya menjadi seorang guru SMA, saya adalah salah satu guru yang sedikit memberikn tugas atau PR kepada siswa. Saya beranggapan jika tugas atau PR yang saya maksudkan disini lebih membebani siswa dan akan membuat siswa trauma dalam belajar, karena kondisi fisik mereka yang sudah sangat lelah dengan kepadatan jam belajar serta kegiatan di sekolahan bisa membuat mereka lelah dalam belajar dan bisa juga mengakibatkan mereka trauma dalam belajar. Saya pun beranggapan, jika siswa sudah di rumah, sudah saatnya mereka meluangkan waktu dengan keluarga sehingga bisa membuat pikiran mereka lebih rileks dan akan lebih siap untuk mengikuti pemebalajaran lagi di keesokan harinya. Selain itu, alasan untuk tidak memberikan tugas adalah, belum tentu tugas yang mereka kumpulkan adalah murni pekerjaan mereka masing-masing, sehingga itu akan membuat mereka tidak berperilaku jujur k=akan pekerjaan mereka masing-masing.

    ReplyDelete
  15. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Bagaimana melibatkan siswa secara aktif dalam pembelajaran matematika?
    Menurut saya banyak cara untuk melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran matematika, apalagi banyak contoh yang sudah diberikan untuk membuat siswa aktif dalam pembelajaran matematika di kelas. Salah satunya yang menurut saya paling sederhana adalah diskusi kelompok. Hal itu bisa membuat siswa lebih aktif melatih siswa untuk saling bertukar pendapat terhadap teman-temannya, minimal dalam kelompok tersebut.

    ReplyDelete
  16. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dari banyak hal yang telah disebutkan di atas, saya tertarik pada no.1 tentang pengaruh banyak tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa. Dalam pembelajaran di kelas pada akhirnya akan menuju pada tugas. Baik itu tugas individu atau pun kelompok. Tugas yang diberikan oleh guru kadang terasa membebani siswa karena terlampau banyak. Belum lagi ada tugas lain dari mata pelajaran yang lainnya. Dalam memberikan tugas, hendaknya dipertimbangkan juga dengan waktu pengumpulan dan jumlah soal yang diberikan agar tidak membebani siswa. Tingkat kesulitan dalam pemberian tugas juga dapat membuat siswa terbebani.

    ReplyDelete
  17. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    .Bagimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika.? Motivasi belajar yang rendah dan keyakinan diri yang kurang dapat menjadi sumber masalah kognitif siswa, yaotu masalah dalam melibatkan diri secara aktif untuk memahami materi pembelajaran. Metode pembelajaran untuk meningkatkan motivasi dan keyakinan belajar siswa perlu dirancang melengkapi metode pembelajaran dari aspek kognitifnya. Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa antara motivasi dan keyakinan diri pun dapat saling mempengaruhi dan bahkan sulit dipisahkan. Seperti diuraikan sebelumnya, pemikiran yang positif dapat meningkatkan motivasi dan keyakinan diri dengan efektif.
    Salah satu metode yang mendorong pemikiran yang positif adalah dengan menerapkan teori growth mind. Teori ini berlawanan dengan teori fixed mind, yang cenderung mengatakan bahwa kecerdasan di bidang tertentu adalah bakat bawaan lahir (Bruning, et al, 2011). Dalam growth mind, siswa dibiasakan dengan pemahaman bahwa belajar adalah sebuah proses. Sebagai contoh, seorang siswa yang pandai matematika bukanlah karena dia memiliki kecerdasan matematis bawaan dari lahir, tetapi karena dia berusaha untuk belajar matematika dengan baik. Pemahaman seperti ini tidaklah mudah dicapai. Metode yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan mengingatkan moto-moto hidup yang tepat, seperti “You can if you think you can”, “Confidence is created within yourself”; juga dapat dilakukan dengan memberikan contoh tokoh-tokoh inspiratif yang menjadi seorang ahli di bidang tertentu karena ketekunannya selama belajar. Guru juga dapat menggunakan metode memberikan pujian berdasarkan proses pembelajaran yang dialami, bukan hasil akhir belajar. Misalnya, guru memuji dengan mengatakan “Wah, kamu telah berusaha dengan keras, lanjutkan!” daripada mengatakan “Wah, kamu memang pandai”. Daripada mengatakan “Kamu bodoh”, lebih baik guru mengatakan “Coba lagi, kamu pasti bisa”. Pemikiran yang positif mengenai manfaat matematika dapat disampaikan dengan mengenalkan sejarah matematika dan hasil-hasil teknologi yang mendasarkan pada matematika.

    ReplyDelete
  18. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjawab pertanyaan Bagaimana meningkatkan kemampuan matematika siswa? adalah cara meningkatkanya adalah dengan adanya faktor latihan yang mana dengan latihan kita akan selalu mengasah otak kita untuk berpikir, apabila otak kita selalau di asah maka otak kita juga sangat bagus apalagi untuk meningkatkan matematika siswa, yang mana dengan adanya latihan soal-soal yang berbeda dapat memepertajam mereka dalam proses pemecahan maslaaha dan meningkatkan berpikir kritis mereka.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjawab pertanya no 10 tentang Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas? Kita tahun bahwa trategi pemecahan masalah adalah langkah-langkah yang akan digunakan seseorang untuk menemukan masalah yang ada di jalan menuju tujuan seseorang. Model Pemecahan Masalah Firend "PSM" praktis diterapkan dan menggabungkan pendekatan 5WH konvensional, dengan proses penyidikan, pelaksanaan dan penilaian yang sistematis ( Firend, 2014 ). Dengan adanya langkah sebagai berikut, kita dapat mengembangkan matematika dalam kegiatan problem solving Abstraksi : memecahkan masalah dalam model sistem sebelum menerapkannya pada sistem yang sebenarnya ,Analogi : menggunakan solusi yang memecahkan masalah yang serupa , Brainstorming : (terutama di antara kelompok orang) menunjukkan sejumlah besar solusi atau gagasan dan menggabungkan dan mengembangkannya sampai solusi optimal ditemukan. Bagilah dan menaklukkan : memecahkan masalah besar yang kompleks menjadi masalah yang lebih kecil dan dapat dipecahkan Uji hipotesis : mengasumsikan penjelasan yang mungkin untuk masalah dan mencoba untuk membuktikan (atau, dalam beberapa konteks, membantah) asumsi , Pemikiran lateral : mendekati solusi secara tidak langsung dan kreatif , Analisis maksud-akhir : memilih tindakan pada setiap langkah untuk bergerak mendekati tujuan , Metode objek fokus : mensintesis karakteristik yang tampaknya tidak cocok dari objek yang berbeda menjadi sesuatu yang baru , Analisis morfologi : menilai output dan interaksi keseluruhan sistem , Bukti : coba buktikan bahwa masalahnya tidak bisa dipecahkan. Titik di mana bukti gagal akan menjadi titik awal untuk memecahkannya , Pengurangan : mengubah masalah menjadi masalah lain yang solusinya ada , Penelitian: menggunakan gagasan yang ada atau mengadaptasi solusi yang ada untuk masalah serupa Analisis penyebab akar : identifikasi penyebab suatu masalah , Percobaan-dan- kesalahan: ujilah solusi yang mungkin sampai yang benar ditemukan.

    ReplyDelete
  20. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Setiap anak memiliki potensi di dalam dirinya. Bagaimana seseorang anak sukses salah satu faktornya adalah karena kemampuannya mengembangkan potensi yang ada di dalam dirinya sejak dini. Sehingga termasuk dalam cara penyampaian materi pembelajaran oleh guru sangat berpengaruh pada pola pikir anak. Menjadi guru janganlah selalu mengajar materi memulainya dengan definisi atau rumus langsung. Buatlah matematika itu sesuatu yang konkret pada anak, sehingga mereka dapat mengkonstruk pikiran mereka seperti mengelompokkan yang contoh dan bukan contoh dari yang diberikan.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hal terpenting dalam belajar adalah motivasi. Motivasi ini mempengaruhi bagaimana siswa belajar dan menumbuhkan semangat dalam belajar. Namun, dalam pembelajaran matematika kesulitan psikologisnya salah satunya adalah menumbuhkan motivasi siswa sebelum memulai pembelajaran. Misalnya dengan memotivasi manfaat apa yang diperoleh dari mempelajari konsep matematika. Kesulitan siswa dalam belajar matematika juga harus dihadapi dan dicari solusinya sehingga siswa lebih termotivasi dalam belajar untuk prestasi belajar optimal.

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Potensi dan kemampuan yang terpendam dalam diri siswa harus diexplore agar psikologi anak terbentuk. Selain itu, membelajarkan kepada anak terlebih dahulu dengan memberikan contoh dan non contoh dalam kehidupan sehari-hari. Jadi membelajarkan jangan dimulai dari definisi namun dari relaistik contoh dan non contoh agar tercipta pembelajaran yang bermakna.

    ReplyDelete
  23. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. paradigma pendidikan di Indonesia ingin diubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Adanya kurikulum 2013 juga mendukung perubahan paradigma tersebut. Efek dari perubahan tersebut salah satunya banyak tugas (berupa PR) yang dibebankan kepada siswa. Beberapa siswa memiliki mental instan dengan mengikuti privat agar ada seseorang yang dapat membantu mereka mengerjakan tugas. Siswa juga sering kali menanyakan cara singkat dalam mengerjakan soal-soal matematika. Menurut saya harus ada kontrol yang lebih ketat lagi mengenai tugas berupa PR yang diberikan kepada siswa. Juga selalu meminta siswa mengerjakan soal-soal matematika dengan menggunakan langkah-langkah pengerjaan agar budaya instan itu dapat sedikit demi sedikit berkurang.

    ReplyDelete
  24. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    berbicara masalah (Identifikasi masalah psikologi mengajar matematika, psikologi belajar matematika dan psikologi pembelajaran matematika), maka outputnya adalah seorang guru dapat mendiagnosis apa kebutuhan dan kesulitan siswa dalam belajar matematika. Menjadi guru matematika tidaklah mudah, menguasai materi merupakan hanya syarat cukup dalam mengajarkan matematika. Maka ada syarat perlu yang harus terpenuhi untuk bisa menanamkan konsep matematika kepada siswa. Saya ingin mencoba menjawab pertanyaan pada point no 4 yaitu:
    Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa?
    Untuk menjawab pertanyaan ini, maka guru harus sepenuh hati dalam mengajarkan matematika. Sebelum memulai proses belajar, maka guru terlebih dahulu mendiagnosis kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa. Sehingga nantinya dari hasil tersebut guru dapat menentukan bagaimana langkah selanjutnya dalam mengajarkan ataupun menanamkan konsep matematika kepada siswa. Maka perlu tepat cara, tepat guna, tepat sasaran yang harus dilakukan guru dalam mengajarkan konsep matematika kepada siswa.

    ReplyDelete
  25. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya? Menurut saya jawabannya adalah iya. Guru memiliki kewajiban yaitu mendidik semua siswa-siswinya. Hak siswa adalah mendapatkan pembelajaran dari guru. Siswa memiliki hak yang sama untuk belajar. Siswa yang berkemampuan tinggi, sedang, ataupun rendah tetap harus memperoleh pengajaran dari guru. Guru tidak boleh membedakan mereka apalagi memberikan perlakuan yang menunjukkan bahwa guru membedakan mereka. Namun ketika pembelajaran berlangsung mungkin guru memberikan perlakuan yang berbeda. Seperti siswa berkemampuan tinggi dan sedang diberikan pengayaan. Sedangkan siswa yang berkemampuan rendah diberi perhatian lebih dan remidial.

    ReplyDelete
  26. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    9.MUSUH UTAMA PENDIDIKAN ADALAH BUDAYA INSTANT? Jelaskan maknany?
    Budaya instan dalam pendidikan yang dimaksud adalah ingin mendapatkan sesuatu secara cepat tanpa harus berusaha secara sungguh-sungguh, tetapi usahanya adalah dengan cara pintas. Cara pintas yang dimaksud dalam pendidikan ada beberapa macam, di antaranya dalam pembelajaran matematika adalah cara cepat atau trik dalam penyelesaian masalah matematika dan juga mencontek saat ujian. Namun ingat bahwa hal trik cepat hanya 'sekilas' sangat menarik, karena trik atau cara cepat hanya berlaku untuk soal-soal khusus saja bahkan hanya satu tipe saja untuk satu trik. Menurut Skemp, jika siswa dalam pembelajaran tidak berdasar pada pemahaman, atau materi-materi yang secara keseluruhan tidak dapat dipahami, tetapi hanya merupakan rangkaian aturan tanpa arti, hal tersebut disebut pencemoohan terhadap siswa atau penghinaan terhadap kecerdasan. Istilah "pencemoohan" berarti merugikan suatu organisme. Akan lebih bermakna jika kita memahami cara penyelesaian matematika (bukan cara singkat). Budaya instan kedua adalah mencontek, merupakan hal yang tidak dibenarkan dalam agama.

    ReplyDelete
  27. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Setiap siswa mempunyai cara sendiri dalam memahami matematika. Ada yang mempunyai intuisi ada yang tidak. Siswa yang mempunyai intuisi akan lebih cepat memecahkan masalah matematika. Guru harus memahami karakter yang dimiliki masing-masing siswanya sehingga guru harus menggunakan metode mengajar yang bervariasi agar pembelajaran tidak monoton dan semua siswa mempunyai kesempatan untuk menggunakan kemampuannya dalam memecahkan masalah matematika.

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari berbagai pertanyaan dan pernyataan di atas, ternyata mengajar, belajar, dan pembelajaran Matematika itu mempengaruhi kondisi psikologi siswa dan guru. Dari segi siswa, tak jarang mereka mengalami kesulitan belajar. Kesulitan tersebut tidak selalu disebabkan oleh kecerdasan siswa yang rendah, namun dapat berasal dari faktor fisiologi, psikologi, maupun lingkungan belajar. Kesulitan atau hambatan yang dialami siswa akan mempengaruhi prestasi belajar.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Oleh karena itu, guru sebagai pendidik dituntut untuk bertanggungjawab atas perkembangan peserta didik, termasuk dalam hal psikologi seluruh siswa. Sesuai dengan pernyataan nomor tujuh di atas, yaitu tanggung jawab guru adalah mendidik semuanya “Education for All”. Salah satu upaya yang bisa dilakukan dengan memberikan motivasi belajar. Bagi guru, mengetahui motivasi belajar dari siswa sangat diperlukan guna memelihara dan meningkatkan semangat belajar siswa. Bagi siswa, motivasi belajar dapat menumbuhkan semangat belajar sehingga siswa terdorong untuk melakukan perbuatan belajar. Siswa melakukan aktivitas belajar dengan senang sesuai dengan kesadaran dari dalam diri siswa itu sendiri. Jadi, pendekatan psikologi antara guru dengan siswa memang diperlukan.

    ReplyDelete
  30. Berbagai macam metode, pendekatan, model untuk pembelajaran matematika beserta teorinya. Satu diantaranya adalah pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan pemberian masalah yang open ended. Dalam aktivitas pemecahan masalah (problem solving), kemampuan berpikir kreatif sangat berperan dalam mengidentifikasi masalah, mengeksplorasi berbagai metode, dan mengeksplorasi alternatif solusi. Berdasarkan beberapa referensi yang saya baca, aktivitas pemecahan masalah dengan pendekatan open ended dapat mengembangkan kreativitas siswa dalam matematika. Karena pemberian masalah yang open ended dapat memberikan siswa sumber pengalaman yang kaya dalam menafsirkan masalah dan mungkin menurunkan solusi berbeda yang diperoleh dengan penafsiran yang berbeda.

    ReplyDelete
  31. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Memberikan tugas memang bagus, namun memberikan tugas yang berlebihan akan membuat siswa tertekan. Karena Siswa juga memerlukan waktu istirahat dan siswa juga perlu mempersiapkan pelajaran berikutnya. Pemberian tugas yang berlebihan mungkin hanya sia-sia untuk siswa. Pemberian tugas yang baik adalah memberikan tugas yang sewajarnya namun sangat bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  32. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika sangat diperlukan saat ini. Rata-rata siswa sekarang mudah putus asa mengerjakan permasalah bertentang dengan matematika yang dinilai cukup sulit. Hal itu dikarenakan belum terlatihnya siswa untuk berpikir kritis, menalar, dan berpikir kreatif sejak dini. Pembelajaran yang menyulitkan siswa juga akan mempengaruhi motivasi siswa dalam mengerjakan matematika. Sehingga guru juga diharapkan mampu membuat inovasi pembelajaran yang sesuai, menyenangkan, kreatif, dan menantang untuk siswa.

    ReplyDelete
  33. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Pendidikan yang hakekatnya bukan untuk menekan siswa, sehingga dalam pembelajaran guru berusaha untuk mengemas pembelajaran dengan inovatif dan menyenangkan agar siswa tidak tertekan baik dari psikologis maupun fisiologi, sebagian siswa memiliki kesulitan dalam memperlajari matematika dalam hal ini peran guru sangat berpengaruh bagi siswa, sehingga sejatinya guru dapat membimbing dan menuntun siswa agar tidak merasa tertekan dengan pelajaran yang ada.

    ReplyDelete
  34. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    saya sependapat dengan no 9, bahwa musuh terbesar pendidikan adalah budaya instan, hal ini bisa terjadi pada proses pembelajaran, tolak ukur keberhailan pendidikan sebetulnya bukan dari nilai akhir nya saja , namun yang terpenting adalah prosesnya, jika guru memberikan rumus rumus secara instan memang itu membutuhkan waktu yang sangat cepat namun sesungguhnya itu membunuh kratifitas dan pemikiran siswa, seharusnya pemikiran siswa perlu dilatih bukan untuk diberi secara instan, jika hal itu terjadi maka ilmu yang dimiliki siswa juga hanya instan dna tidak bertahan lama, pemahaman siswa juga tidak maksimal, untuk mengatasi itu dibutuhkan konsep pembelajaran dimana siswa diberi kesempatan untuk mengkonstruk pengetahuannya sendiri, guru tidak boleh menjajah kemerdekaan dan kebebasan siswa dalam berpikir.

    ReplyDelete
  35. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    pembelajaran adalah proses dimana guru membantu siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri bukan guru mentransfer ilmu secara langsung. pembelajaran dikatakan bermakna adalah ketika siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, dalam memfasilitasi siswa dalam hal itu guru dapat memberikan permasalahan kontekstual, permasalahan kontekstual adalah permasalahan yang ada di kehidupan sehari hari, dengan kontekstual tersebut siswa akan lebih mudah memahami materi.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    identifikasi masalah psikologi di atas dalam pembelajaran matematika, sebenarnya dalam pembelajaran matematika terdapat memepengaruhi psikologis siswanya. Banyaknya tugas, kurangnya motivasi belajar, dan gugup ketika disuruh menyampaikan pendapat dapat menganggu konsentrasi siswa dalam belajar metematika. Oleh karena itu, guru harus mampu menciptakan kondisi belajar yang nyaman dan menyenangkan sebagai pendidik siswanya karena guru bertugas sebagai “education for all”.

    ReplyDelete
  37. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Siswanya sebagai empty vessel artinya mereka belum memiliki pengetahuan apapun, sehingga dalam pelaksanaan pembelajaran guru melakukan transfer of knowledge saja, tidak disertai transfer of value. Siswa hanya mengerti hasil (output) bukan tanpa mengerti proses menemukan hasil tersebut. pembelajaran matematika adalah pertama, sampai sekarang pelajaran matematika di sekolah masih dianggap merupakan pelajaran yang menakutkan bagi banyak siswa karena bagi banyak siswa pelajaran matematika terasa sukar dan tidak menarik. Sekalipun dalam banyak kesempatan sering dikatakan bahwa matematika merupakan ilmu yang sangat berguna bagi kehidupan manusia. Ada beberapa cara menumbuhkan motivasi belajar siswa dalam mengerjakan matematika, yaitu: (1) Pernyataan penghargaaan secara verbal, (2) menimbulkan rasa ingin tahu, (3) memunculkan sesuatu yang tidak diduga oleh siswa, (4) menggunakan simulasi dan permainan, (5)mengurangi akibat yang tidak menyenangkan dan keterlibatan siswa dalam kegiatan belajar.

    ReplyDelete
  38. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan bagaimana mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta siswa menghayati bahwa matematika adalah penting, yaitu dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik sesuai dengan materi yang diajarkan, kebanyakan guru jarang menggunakan media yang menarik bahkan jarang menggunakan media, guru langsung mengajarkan materi kepada siswa secara ekspositori tanpa media, sehingga siswa tidak mendapat kebermaknaan dari belajar matematika tersebut, psikologis siswa menjadi terbebani karena tanpa ada media konkrit untuk memahami materinya. Sehingga arti pentingnya matematika tidak sampai kepada siswa.

    ReplyDelete
  39. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terkait dengan memotivasi belajar siswa, dilakukan dengan cara menyajikan permasalahan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga kebermaknaan dari pembelajaran matematika tersebut sampai kepada siswa, terlebih ketika pembelajaran tersebut disajikan dalam metode “metapora”, siswa akan lebih memaknai hakikat belajar, mengembangkan kesadaran siswa untuk mengerjakan tugas semaksimal mungkin dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  40. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan menggunakan pendekatan saintifik, siswa aktif dalam membentuk pengetahuannya, karena dalam tahapan saintifk, seluruhnya merupakan eksplorasi siswa, guru hanya memfasilitasi siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran yang diharapkan guru. Psikologis siswa akan baik jika siswa ikut andil dalam menemukan suatu konsep, dengan pendekatan saintifik ini, saya rasa sangat baik bagi siswa dibandingkan dengan pembelajaran ynag konvensional, siswa terlalu pasif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  41. Jeanete Nenabu
    PPS Pmat D (15709251004)

    Bagaimana mengembangkan matematika sebagai kegiatan problem solving di kelas?
    Problem solving dalam matematika adalah proses dimana seorang siswa atau kelompok siswa menerima tantangan yang berhubungan dengan persoalan matematika dimana penyelesaiannya dan caranya tidak langsung bisa ditentukan dengan mudah dan penyelesaiannya memerlukan ide matematika. permasalahan yang digunakan dapat diangkat dari permasalahan kehidupan nyata yang pemecahannya memerlukan ide matematika. Strategi problem solving tidak hanya mampu mengubah gaya belajar anak dari sebagai pelajar yang pasif menjadi pelajar yang aktif dalam mengkonstruksi konsep mereka, tetapi juga, membuat pembelajaran matematika lebih berarti, masuk akal, menantang dan menyenangkan, cocok buat siswa, dan memberikan cara berfikir yang fleksibel. Karenanya problem solving matematika dapat dipandang sebagai suatu pendekatan yang penting untuk meningkatkan pemahaman matematika anak.

    ReplyDelete
  42. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mencoba menjawab no 9, menurut saya musuh utama adalah budaya instant yang dimaksud, misalkan dalam pembelajaran matematika adalah tidak adanya mengkonstruksi pengetahuan. Siswa langsung mendapat rumus yang diberikan langsung oleh guru, lalu rumus tersebut digunakan untuk mengerjakan LKS yang berupa kumpulan soal. Jadi, budaya instant nya yaitu siswa selalu menghafal rumus tanpa mengetahui darimana rumus tersebut didapatkan.

    ReplyDelete
  43. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan no 17, pembelajaran kontekstual dapat diselenggarakan dengan beberapa metode dan pendekatan yang tepat. Kontekstual disini dapat berarti pembelajaran berbasis masalah kontekstual. Guru memberikan suatu pancingan masalah kepada siswa sebagai awalan kegiatan mereka menemukan suatu konsep atau ilmu

    ReplyDelete
  44. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomor 10, model yang tepat untuk mengembangkan kegiatan problem solving di dalam kelas adalah saintifik. Guru sejak penyusunan RPP membuat kegiatan siswa sesuai dengan sintaks pendekatan saintifik. Disanalah kegiatan problem solving dapat terjadi

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomor 16. Pembelajaran bermakna adalah ketika siswa mampu mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, dan pada pembelajarannya guru hanya sebagai fasilitator, dan siswa lah yang melaksanakan pembelajaran secara aktif dan mandiri. Pembelajaran bermakna juga berarti pembelajaran yang berulang, dan melekat pada diri seorang siswa

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomor 14, siswa akan aktif dalam pembelajaran jika guru membuat pembelajaran yang kegiatannya dilakukan oleh siswa. Hal ini dapat disusun saat penyusunan RPP dan LKS sebelum pembelajaran. Dengan menggunakan metode dan model pembelajaran yang bertipe siswa aktif, guru dapat memberi fasilitas siswa agar mampu belajar aktif dan mandiri

    ReplyDelete
  47. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomor 2, pembelajaran diawali dengan motivasi dari guru. Motivasi yang disampaikan dapat berupa tujuan mempelajari suatu matematika, bisa juga memberikan gambaran kepada siswa pentingnya mempelajari matematika tersebut dalam kehidupan sehari-harinya. Maka dari situlah siswa belajar dengan mengetahui untuk apa mereka belajar, dan mereka dapat bersungguh-sungguh dalam belajar. Paparan diatas juga dapat sekaligus menjawab pertanyaan 25. Guru dapat memberikan motivasinya di awal pembelajaran, juga menyemangati siswa di tengah-tengah pembelajaran.

    ReplyDelete
  48. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mencoba menjawab pertanyaan nomor 18, reward diberikan guru sesuai pencapaian siswa. Saat siswa mampu mengikuti pembelajaran dengan baik, guru dapat memberikan hadiah dengan tujuan agar siswa semakin terpacu untuk lebih baik. Sedangkan hukuman diberikan guru saat siswa memang benar-benar bermasalah. Namun bukan berarti hukuman yang membuat siswa tidak lagi bersemangat, namun pilih hukuman yang dapat memperbaiki siswa

    ReplyDelete
  49. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam tulisan ini, saya tertarik dengan masalah psikologi yang pertama, yaitu “Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa”. Hal ini perlu untuk dilakukan peninjauan. Pemberian tugas ada porsinya sendiri, tidak terlalu banyak juga tidak terlalu sedikit. Sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  50. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Saya tertarik untuk mengomentari pertanyaan: 1. Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa.

    Dalam ilmu psikologi pendidikan, sesorang dalam belajar tidak akan menyerap seluruh materi dalam sekali waktu. M\Sehingga perlulah tugas untuk membantu hal tersebut. Namun dilain pihak pemberian tugas yang terlulu banyak akan membebani kerja otak siswa. Selai ini juga membebani kognitif siswa. Sehingga pikiran siswa akan terlalu banyak materi didalamnya atau over load. Sehingga dalam memberikan tugas kepada siswa maka harus disesuaikan dengan sisanya. Namun jangan berpikir karena hal itu guru membuat sedikit tugas, namun guru tetap harus menyediakan stok tegas yang bervariasi macamnya untuk memfasilitsi kebutuhan siswa dengan kemampuan berpikir diatas rata-rata.

    ReplyDelete
  51. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Saya tertarik untuk mengomentari pertanyaan: 2.Bagimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika.

    Salah satu tugas guru adalah memotivasi siswa untuk lebih siap dan memunculkan rasa ingin tahu siswa. Hal itu diperlukan, sehingga dalam mempelajari suatu materi siswa tidak terpaksa untuk mepelajarinya. Namun terdorong dari dirinya untuk mempelajari materi tersebut. Daklam menumbuhkan motivasi siswa ini salah satu caranya dengan meberikan sedikit cerita tentang materi yang akan dipelajari dan kegunaannya dikehidupan sehari-hari sehingga muncullah bibit-bibit motivasi muncul dalam diri siswa.

    ReplyDelete
  52. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Saya tertarik untuk mengomentari pertanyaan: 3. Bagaimana seorang guru muda (novice) mengatasi nervous ketika menyelenggarakan pembelajaran matematika?

    Rencana saya agar tidak gerogi dan sukses dalam praktik mengajar di Kelas adalah dengan mempersiapkan RPP dan bahan ajar yang matang serta mengevaluasi diri dari hasil praktik sebelumnya agar terjadi peningkatan lebih baik.Serta sebelum praktik tarik nafas dan mengucapkan basmallah.

    ReplyDelete
  53. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Saya tertarik untuk mengomentari pertanyaan : 4.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika yang beraneka ragam termasuk kondisi dan latarbelakang siswa?

    Memang guru juga memilik batasannya sendiri sebagai manusia. Namun karena tugasnya sebagai guru tak boleh malas untuk memfasilitasi siswa. Untuk memfasilitasi siswa guru dituntut untuk berpikir membuat variasi dari metode, media, alat peraga yang cukup bervariasi sehingga kebutuhan siswa terpenuhi.

    ReplyDelete
  54. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Saya tertarik untuk mengomentari pertanyaan: 5.Bagaimana melayani kebutuhan belajar matematika dari siswa yang berprestasi tinggi?

    Untuk memfasilitasi siswa yang berprestasi tinggi sama halyang dengan memfasilitasi siswa yang secara umum dengan memberikan berbagai variasi metode, media, alat peraga dan lainnya. Namun dalam hal in guru lebih memfasilitasi agar siswa yang berprestasi tinggi in untuk merekonstruksi sendiri pengetahuannya. Sehingga secara mandiri belajar dan melakukan aktivitas yang telah disiapkan. Yang kemungkinan akan lebih banyak menghabiskan banyak aktivitas dari pada siswa lainya. Sehingga seperti yang telah saya jelaskan guru masih tetap harus menyediakan variasi-variasi yng bermacam-macam adanya.

    ReplyDelete
  55. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    dalam dunia pendidikan, psikologi sangat berpengaruh dalam hasil pembelajaran.
    Jika siswa mengalami tekanan dalam pembelajaran, maka hasilnya tidak akan maksimal.
    Sebaliknya siswa membutuhkan motivasi dari orang-oranng terdekat agar hasilnya lebih optimal.
    Masalah psikologi juga dialami oleh guru, misalnya ketika mengalami nervous dalam mengajar.
    Masalah nervous ini harus segera diatasi agar guru dalam menyampaikan pembelajaran menjadi lebih tenang dan dapat menikmati proses mengajar.

    ReplyDelete
  56. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Peran Guru sangatlah penting dalam berpartisipasi mengatasi masalah pada siswa. Seorang guru matematika juga harus mampu mengubah paradigma dan mindset siswa bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit, matematika adalah pelajaran yang mengerikan ditambah guru matematika banyak yang galak-galak. Guru matematika dituntut untuk dapat memfasilitasi siswa secara kreatif dan inovativ agar siswa dapat memahami pelajaran matematika tersebut, sehingga ketika siswa sudah memahami matematika dengan baik, maka sedikit demi sedikit mindset siswa mengenai matematika akan berubah. Dalam hal itu diperlukan berbagai macam metode pembelajaran diseesuaikan dengan materi yang akan diajarkan sehingga siswa dapat mengangkap dan memahami pelajaran matematika dengan mudah.

    ReplyDelete
  57. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sebagian besar siswa merasa Matematika merupakan pelajaran yang menakutkan sehingga banyak siswa yang tidak menyukainya. Dalam konteks ini maka diperlukan psikologi. Psikologi yang dibutuhkan dalam konteks ini adalah psikologi pendidikan matematika. Psikologi pendidikan matematika adalah ilmu yang mempelajari gejala jiwa siswa khususnya dalam pembelajaran matematika. Anggapan yang bermacam – macam mengenai matematika memunculkan banyak gejala jiwa pada diri masing – masing siswa. Gejala jiwa inilah yang perlu diidentifikasi agar guru mampu membangun Psikologi Pendidikan Matematika.

    ReplyDelete
  58. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Sangat tidak mudah seorang guru membangun psikologi pendidikan Matematika karena seorang harus memahami bagaimana karakteristik siswanya. Membangun psikologi pendidikan Matematika adalah salah satu langkah penting agar dapat memahami dunia siswa belajar Matematika. Psikologi pendidikan Matematika akan mampu memahami gejala - gejala siswa ketika belajar Matematika. Setiap siswa mempunyai dunianya masing – masing. Dunia Pendidikan Matematikanya masing – masing yang membuat mereka berbeda satu sama lain. Hendaknya sebagai seorang guru, mampu memahami mereka satu per satu dan membagi perhatiannya kepada semua sama rata.

    ReplyDelete
  59. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Psikologi dalam proses belajar mengajar adalah hal yang sangat penting. Psikologi seseorang akan sangat berpengaruh pada berlangsungnya proses belajarnya dan juga berpengaruh pada hasil belajarnya, oleh karena itu keadaan psikologi seseorang harus dijaga agar tidak mengganggu proses belajarnya. Kenyataannya pembelajaran yang berlangsung disekolah-sekolah saat ini lebih mengutamakan pemahaman dan pengetahuan disbanding dengan psikologi siswa. Siswa dihadapkan dengan materi-materi yang abstrak bagi mereka. Disinilah peran guru untuk membangun pembelajaran yang menarik bagi siswa sehingga psikologi siswa selama belajar tetap terjaga dan tidak terguncang.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  60. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam identifikasi masalah tersebut, saya tertarik untuk menjawab soal nomer 1, yaitu pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa. Banyaknya tugas sekolah akan memberatkan siswa, siswa akan berorientasi pada selesainya tugas sekolah tersebut dan mengesampingkan pemahaman mereka tentang materi yang berkaitan dengan tuas tersebut. Akibatnya merekan hanya akan mendapat tekanan untuk menyelesaikan tugas sekolah tersebut dan tidak mendapat pengetahuan baru yang ada dalam materi tersebut. Hal seperti ini jika dilakukan secara terus menerus akan menggangu psikologis siswa, dalam benak siswa akan terbentuk pikiran bahwa sekolah adalah tempat dimana mereka harus menyelesaikan tugas yang amat banyak dan merasa tertekan.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  61. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam dunia pendidikan, psikologi sangat berpengaruh dalam hasil pembelajaran. Pendidikan dan psikologi sangat erat kaitannya dimana jika siswa mengalami tekanan dalam pembelajaran, maka hasilnya tidak akan maksimal. Masalah psikologi juga dialami oleh guru, misalnya ketika mengalami nervous dalam mengajar. Masalah nervous ini harus segera diatasi agar guru dalam menyampaikan pembelajaran menjadi lebih tenang dan dapat menikmati proses mengajar. Sehingga didapatkan hasil yang optimal dalam pembelajaran baik untuk guru maupun siswanya.

    ReplyDelete
  62. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam identifikasi masalah tersebut terdapat identifikasi tentang bagaimana menumbuhkan apersepsi siswa dan mengikutsertakan siswa dalam kegiatan PBM. Apersepsi bertujuan agar siswa mampu memanggil kembali pengetahuan yang telah dia miliki, siswa harus mampu mengingat sendiri tentang materi yang sebelumnya telah ia pelajari. Untuk membuat siswa mengingat sendiri materi tersebut maka siswa perlu diberi stimulus yang dapat membuat dia ingat dengan pengetahuan sebelumnya. Salah satu cara yang dapat digunakan adalah dengan memberi kuiz kepada siswa. Dengan diberikannya kuiz maka siswa akan memanggil pengetahuannya kembali secara mandiri dan tidak diberikan lagi oleh guru pengajar.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  63. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Salah satu identifikasi yang disebutkan diatas adalah bagaimana membuat siswa aktif dalam PBM. Untuk membuat siswa aktif dalam PBM maka diperlukan pembelajaran yang berpusat pada siswa, dimana guru hanya bertindak sebagai fasilitator bagi siswa dalam belajar. Guru tidak memberi pengetahuan secara langsung, namun guru merancang pembelajaran agar siswa dapat mencari tahu secara langsung dan mandiri. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk dapat membangun pembelajaran yang berpusat pada siswa adalah dengan menggunakan pendekatan saintifik. Dengan pendekatan saintifik maka siswa akan memiliki kesempatan untuk mencari tahu sendiri pengetahuan yang akan dia kontruksi.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  64. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari identifikasi permasalahan nomor 1 mengenai Pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologis siswa,saya sepakat dengan pernyataan tersebut. Karena dengan semakin banyaknya tugas-tugas yang diberikan guru kepada siswa makan akan semakin cepat membuat siswa semakin jenuh.

    ReplyDelete
  65. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Saya tertarik mengomentari pertanyaan: 25.Bagaimana memotivasi siswa belajar matematika?

    Salah satu tugas guru adalah memotivasi siswa untuk lebih siap dan memunculkan rasa ingin tahu siswa. Hal itu diperlukan, sehingga dalam mempelajari suatu materi siswa tidak terpaksa untuk mepelajarinya. Namun terdorong dari dirinya untuk mempelajari materi tersebut. Dalam menumbuhkan motivasi siswa ini salah satu caranya dengan memberikan sedikit cerita tentang materi yang akan dipelajari dan kegunaannya dikehidupan sehari-hari sehingga muncullah bibit-bibit motivasi muncul dalam diri siswa.

    ReplyDelete
  66. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menanggapi pertanyaan nomor 2, bagaimana menumbuhkan mental atau motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika?
    Salah satu cara agar siswa memiliki mental dan motivasi yang kuat agar siswa mampu mengerjakan matematika adalah dengan memberikan pengalaman sukses kepada siswa. misalnya, guru sudah tahu bahwa jawaban siswa benar, kemudian guru tersebut meminta siswa untuk menjelaskan di depan kelas. Ketika siswa berhasil melaksanakannya, maka kepercayaan diri, mental serta motivasi siswa dalam mengerjakan matematika akan meningkat.

    ReplyDelete
  67. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menanggapi pertanyaan nomor 9, Musuh utama matematika adalah budaya instan? Jelaskan maknanya.
    Tujuan pembelajaran matematika tidak hanya pada hasil belajar matematika namun juga untuk mengembangkan kemampuan berpikir siswa. Ketika siswa diajarkan untuk menggunakan budaya instan, maka tujuan itu tidak akan tercapai. Budaya instan hanya akan memberikan hasil akhir yang baik sementara tujuan penting lainnya tidak tercapai

    ReplyDelete
  68. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menanggapi pertanyaan nomor 16, Bagaimana mengembangkan pembelajaran bermakna dalam pbm matematika?
    Pembelajaran matematikan akan bermakna ketika materi pembelajaran saat ini dihubungkan dengan materi pembelajaran sebelumnya, tidak sepotong-sepotong. Pembelajaran akan bermakna jika siswa mengkonstruksi pengetahuannya sendiri, bukan hanya hafalana atau pengetahuan yang diberikan oleh guru. Selain itu, ketika siswa mengetahui bahwa materi pemebelajaran matematika dengan kehidupan sehari-harinya, maka pembelajaran akan terasa lebih bermakna.

    ReplyDelete
  69. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  70. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menanggapi pertanyaan nomor 17.bagaimana mengembangkan pembelajaran kontekstual dalam pbm matematia?
    Pembelajaran kontekstual adalah suatu cara yang ditempuh guru dalam proses pembelajaran dengan menghubungkan materi pelajaran dengan konteks kehidupan sehari-hari. Dengan menghubungkan materi pelajaran dengan kehidupan sehari-hari siswa, maka siswa akan mendapatkan makna dari belajarnya. Sehingga pembelajaran kontekstual dapat dikembangkan dengan menghubungkan materi yang dipelajari siswa dengan kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  71. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menanggapi pertanyaan nomor 18. bagaimana kedudukan dan fungsi hukuman dan hadiah dalam pembelajaran matematika?
    Hukuman dapat digunakan untuk memberikan efek jera kepada siswa, sedangkan hadiah dapat digunakan sebagai bentuk apresiasi atas kesuksesan siswa. Namun, penggunaan hukuman dan hadiah ini tidak boleh berlebihan, terutama hukuman. Hukuman yang diberikan guru tidak boleh dalam bentuk kekerasan, hukuman yang diberikan bisa dilakukan dalam bentuk tugas atau pengurangan nilai sehingga memberikan efek yang positif kepada siswa.

    ReplyDelete
  72. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan pengalaman yang saya alami sendiri, bahwa masalah psikologis ketika menjadi siswa dan saat menjadi calon guru tidaklah mudah diatasi. Sebagai siswa dulu saya sering merasa tertekan ketika memiliki banyak tugas dan dihadapkan oleh ujian – ujian yang sringkali datang bersamaan. Namun setelah saya belajar di perkuliahan sebenarnya itu bisa diatasi oleh siswa sendiri atau oleh guru yang membuat pembelajaran menjadi lebih menyenangkan bagi siswa. Dan masalah psikologis yang saya alami ketika bersiap – siap menjadi guru adalah bagaimana saya melayani siswa ketika di kelas. Hal ini sebenarnya bisa dilatih agar terbiasa, dan kadang ketika mendapat pertanyaan dari siswa kadang dapat membuat saya menjadi goyah ketika sedang simulasi mengajar. Hal itu juga sebenarnya bisa dilatih dengan memperbanyak bacaan dan referensi.

    ReplyDelete
  73. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika

    Kembali Prof Marsigit menyajikan identifikasi masalah psikologi mengajar matematika,psikologi belajar matematika dan psikologi pembelajaran matematika. Dari sini seharusnya pembaca baik guru maupun calon guru sadar bahwa ada banyak sekali PR, tugas yang haarus diemban, yang harus dipikirkan dan kemudian diselesaikan. buka. sekedar mengajar namun harus memperhatikan masalah masalah apa saja yang butuh dibenahi agar pembelaharan semakin baik dan baik lagi tentunya.

    ReplyDelete
  74. Fatmawati
    18709251071
    PM.D 2016
    memang banyak sekali permasalahan pendidikan jika ditinjau dari psikologis siswa. saya akan mengomentari permasalahan ke 9 yaitu, musuh utama pendidikan adalah budaya instan. pendidikan jika dimaknai sebagai upaya yang dilakukan untuk menuju perubahan yang lebih baik, maka semua yang dilakukan selalu memerlukan proses. inti dari pendidikan yang diselenggarakan adalah, bagaimana subyek pendidikan dapat berproses secara natural, runtut, dan sesuai dengan aturan untuk mencapai tujuan pendidikan. 'proses' ini lah yang terkadang memerlukan waktu yang tidak sebentar. sedangkan di sisi lain, budaya instan telah sedikit tertanam pada masyarakat kita. semua serba ringkas, cepat, langsung jadi, tanpa memperdulikan proses perjalanannya. tentunya ini menjadi musuh besar bagi pendidikan dalam menjalakan prosesnya.

    ReplyDelete
  75. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana mengembangkan skenario pembelajaran matematika. Dalam mengembangkan skenario pembelajaran matematika atau mungkin sering disebut RPP atau lesson plan, guru harus memperhatikan kapasitas yang dimiliki siswa itu sendiri. Pastikan muatan yang diberikan dalam pembelajaran itu dapat dimakanai siswa dengan baik. Selain itu guru tidak perlu banyak mengambil bagian, karena pembelajaran berpusat pada siswa. Jangan lupa untuk menyisipkan apersepsi, karena apersepsi akan ikut andil dalam menentukan keberhaasilan pembelajaran.

    ReplyDelete
  76. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana menumbuhkan apersepsi siswa dan keterlibatan siswa dalam pbm matematika?

    Pertanyaan yang jawabannya senantiasa disampaikan dan ditekankan pada mata kuliah microteaching. Untuk menumbuhkan apersepsi jangan gunakan metode ekspositori. Biarkan siswa melakukan apersepsi oleh dirinya sendiri. Dengan begitu siswa akan menjadi lebih dalam mengikuti proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  77. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Siswa dengan beban tugas yang banyak akan tidak fokus belajar dan secara psikologis akan berbeda beban antara ada tugas dan tidak maupun antara tugas banyak dan tugas ringan.

    ReplyDelete
  78. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk menumbuhkan mental dan motivasi yang kuat dalam belajar matemtika maka siswa perlu tahu fungsi matematika dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  79. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk mengatasi grogi bagi guru muda, maka guru harus memiliki konsep dan perencanaan pembelajaran yang matang serta memiliki media yang baik agar perhatian dan fokus siswa tidak hanya pada guru.

    ReplyDelete
  80. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk mengatasi dan memfasilitasi kebutuhan matematika dengan latarbelakang siswa yang berbeda-beda, maka guru dapat menggunakan pendekatan masalah yang ditemukan oleh siswa dan dengan menggunakan LKS yang beraneka macam.

    ReplyDelete
  81. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk melayani kebutuhan matematika siswa yang memiliki kemampuan tinggi, maka gur harus menyediakan LKS dengan metode pembelajaran penemuan sehingga kemampuan siswa akan terasah.

    ReplyDelete
  82. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Aspek budi pekerti dalam matematika dapat disisipkan dalam proses pembelajaran. Bagaimana siswa menghormati guru, menghargai pendapat teman, dan bagaimana bekerjasama dalam kelompok, serta berdiskusi siswa dan guru.

    ReplyDelete
  83. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Guru harus percaya terhadap siswa untuk membiarkan siswa menemukan matematika mereka, hal tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi siswa.

    ReplyDelete
  84. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Hukuman dapat mempengaruhi aspek psikologis siswa menjadi buruk namun hadiah akan menumbuhkan motivasi siswa untuk selalu melakukan yang terbaik.

    ReplyDelete
  85. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sekat antara matemtika dengan kehidupan nyata sering menjadi penyebab kurangnya siswa termotivasi, selain itu guru yang langsung memberikan matemtika formal akan membuat siswa merasa sulit menerima matemtika. Siswa harusnya terlibat langsung dalam peroses memformalkan matematika dari benda konkret ke dalam bentuk yang formal.

    ReplyDelete
  86. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menanggapi poin no 3, berdasarkan pengalaman saya cara mengatasi rasa malu saat berlatih mengajar pada mikroteaching adalah anggap siswa sebagai subjek pembelajaran, jadi semua kegiatan berpusat pada siswa sehingga peran guru menjadi fasilitator dapat mengurangi rasa malu.

    ReplyDelete
  87. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 3, jujur sebagai calon pendidik pasti meraskan nervous ketika mengajar karena baru pertama kali mengajar. Untuk mengatasinya kita dapat menanamkan pada diri kita bahwa siswa merupakan subjek. Dan kita merupakan fasilitator.

    ReplyDelete
  88. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pernyataan nomor 1. Banyaknya tugas sekolah sangat berpengaruh pada psikologis siswa. Banyaknya tugas ini dapat menyebabkan cognitive overload pada siswa yang dapat berakibat tugas-tugas tersebut tidak diselesaikan secara maksimal oleh siswa.

    ReplyDelete
  89. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 16. Pembelajaran yang bermakna dapat dikembangkan melalui pemebelajaran yang menekankan kepada aktivitas siswa. Dengan kata lain pembelajaran berpusat pada siswa. Disini siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri sehingga pengetahuannya semakin melekat pada diri siswa dikarenakan siswa mengalami proses memperoleh pengetahuan tersebut.

    ReplyDelete
  90. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 14. Untuk melibatkan siswa aktif dalam pembelajaran dapat dilakukan dengan membuat lembar kegiatan siswa di mana mengharuskan siswa untuk aktif, misalnya kegiatan pertama dilakukan dengan perintah “I spy”.

    ReplyDelete
  91. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam pembelajaran selain aspek kognitif yang ditingkatkan namun perlu di perhatikan juga aspek psikologi siswa, jangan sampai pembelajaran yang seharusnya dilakukan untuk mencerdaskan generasi muda namun malah menjadi boomerang buat siswa karena pembelajaran dan tugas tugas yang ada dirasa memberatkan untuk siswa, sehingga perlu adanya perencanaan yang matang dalam melakukan proses pembelajaran, boleh focus belajar namun siswa juga harus diberi refreshing dalam pembelajaran, berkaca pada pendidikan di luar negri yang cenderung sangat bebas dalam aktivitas nya namun tetap tertata dan dapat mencapai tujuan pembelajaran

    ReplyDelete
  92. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menurut saya mengenai identifikasi nomor 11 tentang bagaimana mengatur keseimbangan antara belajar matematika sebagai proses atau sebagai hasil adalah antara proses dan hasil sebagai seorang guru harus menyeimbangkan kedua hal tersebut. jangan sampai guru menilai siswa berat sebalah, hanya dari hasil atau hanya dari proses.

    ReplyDelete
  93. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dari 25 identifikasi masalah tersebut salah satu yang menarik perhatian saya yaitu pengaruh banyaknya tugas sekolah terhadap kondisi psikologi siswa. Tidak dipungkiri bahwa tujuan guru memberikan tugas kepada siswa adalah supaya ketika siswa di rumah siswa akan belajar dengan mengerjakan tugas tersebut. Namun sering kali guru memberi tugas dengan porsi yang besar sehingga siswa merasa terbebani, atau mungkin walaupun tugas yang diberikan dalam jumlah kecil siswa tetap merasa terbebani. Siswa yang merasa terbebani akan tidak baik bagi kondisi psikologi siswa. Maka dari itu guru perlu cermat ketika memberikan siswa tugas.

    ReplyDelete
  94. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Identifikasi masalah nomor 20 tentang bagaimana mengembangkan pembelajaran matematika yang menarik dan menyenangkan serta siswa menghayati bahwa matematika adalah penting. Matematika sering dianggap sebagai momok bagi siswa, merupakan sebuah tantangan bagi guru untuk menyajikan kegiatan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan menarik sehingga siswa lebih menghayati dalam pembelajaran dan menganggap bahwa matematika itu penting.

    ReplyDelete
  95. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Identifikasi masalah nomor 16 sangat menarik. Belajar bermakna akan lebih tertanam dalam benak siswa sebab siswa mengetahui betul keterkaitan antar kompetensi yang dipelajarinya dengan apa yang pernah dipelajarinya dahulu. Siswa menghubungkan antar kegiatan pembelajaran dan mengonstruk pengetahuannya sendiri. Belajar bermakna sangat perlu untuk dikembangkan.

    ReplyDelete
  96. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Siswa adalah manusia yang sedang mengembangkan diri secara utuh. Sebagai seorang guru perlu memiliki pengetahuan tentang psikologi pembelajaran atau pendidikan, guna untuk mengetahui kemampuan yang telah dimiliki peserta didik, bagai mana proses berpikirnya, dan mampu menciptakan proses pembelajaran sesuai dengan kondisi dan tujuan yang diharapkan.

    ReplyDelete
  97. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Pada pembicaraan mengenai pembelajaran matematika di sekolah, jika terlepas dari psikologi pembelajaran yang mendasarinya, maka bukan lagi disebut dengan pembelajaran. Hai ini dikarenakan, proses pembelajaran adalah pembentukan diri siswa untuk menuju pada pembangunan manusia seutuhnya.

    ReplyDelete
  98. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berkenaan dengan bagaimana cara memotivasi siswa belajar matematika pada identifikasi masalah no. 25, tidaklah mudah untuk menumbuhkan motivasi dari luar dan dalam diri siswa. Terlebih jika mindset atau persepsi siswa terhadap matematika cenderung ke arah negatif seperti matematika itu sulit, abstrak, guru matematika itu killer, maka akan lebih berat tugas guru untuk mendorong motivasi siswa dalam belajar matematika. Oleh karena itu, sebelum memotivasi siswa alangkah baiknya untuk terlebih dahulu mengubah persepsi negatif siswa terhadap matematika, selanjutnya menekankan pentingnya peran matematika dalam kehidupan nyata.

    ReplyDelete
  99. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut sumber yang saya baca, Transfer of knowledge adalah mentransfer ilmu pengetahuan dan pemahaman, sedangkan transfer of value adalah mentransfer nilai-nilai moral dan kebaikan. Setiap pengajar seharusnya mempunyai 2 tujuan ini didalam pembelajaran sehingga output yang dihasilkan tidak saja mencetak orang-orang yang pandai, tetapi juga mencetak orang-orang bermoral.

    ReplyDelete
  100. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Menurut sumber yang saya baca, Transfer of knowledge adalah mentransfer ilmu pengetahuan dan pemahaman, sedangkan transfer of value adalah mentransfer nilai-nilai moral dan kebaikan. Setiap pengajar seharusnya mempunyai 2 tujuan ini didalam pembelajaran sehingga output yang dihasilkan tidak saja mencetak orang-orang yang pandai, tetapi juga mencetak orang-orang bermoral.

    ReplyDelete
  101. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Salah satu persoalan yang diangkat dalam artikel ini adalah, musuh utama pendidikan adalah budaya instan, Apa itu budaya instan? Dalam hal pembelajaran matematika budaya instan dapat dilihat dari banyaknya siswa yang selalu ingin menggunakan rumus-rumus instan dalam mengerjakan permasalahan-permasalahan matematika. Para siswa tidak mempedulikan bagaimana makna yang sebenarnya yang terkandung dalam konsep mateamtika tersebut. Tak heran apabila ketika siswa dihadapkan kepada soal matematika yang berbeda, mereka tidak mampu untuk mengerjakannya. Siswa yang menggunakan rumus-rumus instan dalam menyelesaikan persoalan matematika akan cenderung menghafal rumus-rumus serta bentuk-bentuk soal yang dapat dikerjakan dengan rumus-rumus instan tersebut. Padahal tujuan yang diharapkan adalah siswa ddapat memahami konsep-konsep matematika tersebut serta memiliki kompetensi matematika yang baik yang dapat berguna baginya tidak hanya dalam perssoalan matematika tetapi juga dalam permasalahan kehidupan-sehari-hari yang mereka jumpai.

    ReplyDelete