Feb 12, 2013

Reflection Teacher’s Style of Mathematics and Science Teaching by Identifying Their Utterances


By : Student Teacher of In-service Training of Certification Program of Secondary Mathematics
Venue: Faculty of Mathematics and Science, Yogyakarta State University,
Day/Date: Tuesday, November 25, 2008
Supervisor: Marsigit

The utterances reflected traditional styles of teaching:
Text Book oriented, explaining the concepts, content oriented, directed teaching, delivering the concepts, delivering method, drill the problems, formal lesson plan, teacher centered, guided teaching, external evaluation (test), dominate initiation, deductive method, conclusion by the teacher, ideal teaching, stimulus-response, expository, single method, closed sentences (question), transfer of learning /teaching/knowledge, instrumental curriculum, competence-based curriculum, product oriented education, obligation, compulsory, certificate oriented, to persist value, competitive, eliminate, fix and understandable world, arrogant, authoritarian, in a hurry, short term, instantly result, persuade, coerce, unfair, closed, angry, anxiety, absolute, good-bad

The utterances reflected innovative styles of teaching:
Informal lesson plan, students’ initiation, students’ need, students centered, awareness of environment, team teaching, students’ worksheet, realistic mathematics, problem solving, multicultural approach, students’ creativity, develop the concepts, constructivist, problem posing, assessment, portfolio, facilitate students’ needs of learning, individual learning, learning in group, mathematics as social activity, Montessori method, psychological development, problem-based learning, inductive method, conclusion by the students, classroom management, cooperative learning, student’s motivation, classmate tutorial, various method, contextual teaching learning, various teaching learning resources, authentic assessment, classroom-based assessment, school-based curriculum, e-learning, ICT, discussion method, open sentences (question), inquiry teaching method, enjoyable learning, meaningful learning, empirical method, horizontal mathematics, hands-on activity, daily examples of mathematics, process-product oriented education, teaching aids, mathematics laboratory, moving class, outdoor-class teaching, education for all, life-long education, life skill, human right issues, gender issues, to revitalize the value, collaboration, relative and unknowable world, realistic, democratic, passion, communication, open, various, multiple, fallibism, omnijective.

53 comments:

  1. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Mengajar dengan cara tradisional dan mengajar dengan cara inovatif sangat ebrbeda. Mengajar dengan cara tradisional masih memusatkan pembelajaran pada guru dan lebih mengandalkan sumber belajar buku. Tetapi dalam mengajar dengan cara inovatif memusatkan pembelajaran pada siswa sehingga siswa yang harus terlibat aktif dalam pembelajaran. Selain itu juga sumber belajar yang digunakan akan semakin bervariasi karena tidak hanya menggunakan buku tetapi apa pun yang ada di sekitar dapat dijadikan sebagai bahan belajar.

    ReplyDelete
  2. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Kita sebagai calon pendidik harus mengerti tentang gaya pengajaran yang baik. Jangan sekali-kali menggunakan Metode tradisional karena kita sudah berada di abad 21. Kita harus menyadari bahwa pembelajaran inovatif yang baik untuk remaja, karena pikiran mereka telah baik mengatur. mereka membangun pikiran mereka dari kelompok bermain. pembelajaran inovatif, banyak kreativitas kita dapat menemukan, tetapi dalam tradisional, hanya transfer pengetahuan kita, dan itu ditekankan bahwa kita harus sadar tentang masalah ini.

    ReplyDelete
  3. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dari uraian diatas terlihat perbedaan yang jelas antara gaya pembelajaran tradisional dengan gaya pembelajaran inovatif. Belajar bukanlah “transfer of knowledge” tapi “bagaimana siswa membangun pengetahuannya dengan fasilitasi dari guru”. Oleh karena itu, kuranglah tepat jika guru bersifat tertutup dan tetap mempertahankan gaya pembelajaran tradisional. Guru sebaiknya memahami bahwa dalam pembelajaran matematika, siswa harus aktif melakukan penelusuran pola dan hubungan, melakukan problem solving, melakukan investigasi, bertanya, berdiskusi, dsb. Untuk memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya, guru dituntut kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran melalui penggunaan metode, media, sumber, dan interaksi pembelajaran yang bervariasi, mengembangkan RPP, LKS, bahan ajar, melakukan penelitian tindakan kelas, mengikuti pelatihan, dsb.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Model pembelajaran tradisional memiliki ciri – ciri terpusat pada guru, guru melakukan pembelajaran secara text – book (berpusat pada buku), pembelajaran terkesan kaku dan tegang. Peran guru disini sangat dominan dan kegiatan pembelajaran ini sungguh merupakan transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh guru kepada siswa. Model pembelajaran inovatif memiliki ciri – ciri terpusat pada siswa, pembelajaran matematika dengan menggunakan metode pemecahan masalah, menggunakan pendekatan matematika yang realistik, menggunakan sumber belajar dari apapun yang dapat digunakan (bukan hanya text – book), dan pembelajaran matematika adalah merupakan suatu kegiatan sehingga siswa saling dapat berinteraksi/ berdiskusi untuk dapat membangun kemampuan matematikanya. Perlahan – lahan pendidikan matematika di Indonesia sudah mulai mengalami pergeseran dari model pembelajaran yang tradisional menjadi model pembelajaran yang inovatif dengan tujuan agar pendidikan matematika dapat semakin maju dan siswa dapat semakin memperoleh pengalaman belajar dari kegiatan pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  5. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Artiekl tersebut membahas tentang pembelajaran yang tradisional dan inovatif yang mana keduanya itu sangat berbeda. Dan kita tahu bahwa pembelajarn tradisional memiliki ciri Buku teks berorientasi, menjelaskan konsep, berorientasi konten, pengajaran terarah, menyampaikan konsep, menyampaikan metode, mengebor masalah, rencana pelajaran formal, berpusat pada guru, pengajaran terpandu, evaluasi eksternal (uji), mendominasi inisiasi, metode deduktif, kesimpulan oleh Guru, pengajaran yang ideal, stimulus-respon, ekspositori, metode tunggal, kalimat tertutup (pertanyaan), transfer pembelajaran / pengajaran / pengetahuan, kurikulum instrumental, kurikulum berbasis kompetensi, edukasi berorientasi produk, kewajiban, wajib belajar, sertifikat, nilai bertahan , Kompetitif, menghilangkan, memperbaiki dan memahami dunia, sombong, otoriter, terburu-buru, jangka pendek, langsung berakibat, membujuk, memaksa, tidak adil, tertutup, marah, cemas, absolut, baik buruk

    ReplyDelete
  6. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini menggambarkan gaya belajar guru matematika dan ilmu pengetahuan alam dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswanya. Perbandingan antara gaya mengajar yang tradisional dengan gaya mengajar yang inovasi. Pembelajaran tradisional, guru memandang siswa sebagai obyek pembelajaran sehingga guru selalu mentransferkan pengetahuannya pada siswa. Guru menganggap siswa seperti bejana kosong yang harus diisi dengan pengetahuan. Akibatnya siswa menjadi pembelajar yang pasif. Selain itu, para siswa belajar karena sebuah kewajiban, bukan kesadaran akan kebutuhan siswa sendiri. Berbanding terbalik dengan pembelajaran inovatif, para siswa membangun dan mengembangkan pengetahuan siswa sendiri sehingga siswa berkembang menjadi pembelajar yang aktif dan kreatif. Peran guru adalah sebagai fasilitator. Para siswa menyadari kebutuhan mereka untuk belajar, bukan karena sebuah kewajiban.

    ReplyDelete
  7. Terdapat banyak perbedaan dalam gaya mengajar yang digunakan oleh guru. Istilah atau ungkapan yang digunakan pun beragam sesuai dengan pemikiran guru masing-masing. Namun, pada dasarnya semua istilah tersebut dapat direduksi dalam dua kelompok besar gaya mengajar, tradisional dan inovatif. Namun, pembelajaran tersebut belum tentu buruk. Tidak selamanya metode mengajar ceramah itu buruk, dan tidak selamanya metode pengajaran inovasi itu baik. Meskipun kurikulum sekarang menuntut untuk melakukan variasi metode mengajar yang dilakukan, namun jika tidak efektif semuanya sama saja. Semuanya tergantung persiapan guru dan siswa serta orang tua murid.Jika semuanya bekerja sama dengan baik, niscaya pembelajaran bermakna tersebut dapat tercapai.

    ReplyDelete
  8. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Tulisan ini berisi tentang ungkapan-ungkapan atau kosakata berkaitan dengan gaya mengajar guru matematika dalam proses pembelajaran. Ungkapan ini berisi tentang dua hal yang sangat penting dan berlawanan satu-sama lain yaitu antara ungkapan-ungkapan atau istilah-istilah dalam pembelajaran tradisional dengan istilah dalam pembelajaran yang inovatif. Dalam bahasa sekarang yang berlaku yaitu antara “student center” dengan “teacher center”.

    ReplyDelete
  9. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menunjukkan kontras antara refleksi style mengajar yang dilakukan oleh guru pada pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Dua refleksi yang saling berlawanan, jika pada pembelajaran tradisional bersifat teacher oriented, sedangkan pada pembelajaran inovatif bersifat student-centered. Upaya perbaikan memang perlu dilakukan untuk mencapai pembelajaran yang inovatif. Untuk itu, refleksi ini ebrtujuan sebagai tolak ukur dan panduan bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran inovatif, diantaranya yaitu dengan menciptakan pembelajaran yang student-centered, diskusi grup, peemuan konsep, matematika realistik, konstruktivisme, kreativitas siswa, mengajukan masalah, portofolio dan lain sebagainya yang disebutkan dalam elegi ini.

    ReplyDelete
  10. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif memiliki banyak perbedaan dari berbagai segi. Pembelajaran tradisional dimana guru sebagai pusatnya dan masih bersifat klasik, sedangkan pembelajaran inovatif berpusat pada siswa, serta mengeksplore seluas-luasnya terhadap keratifitas dan inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga siswa kaya akan pengalaman dan tercipta pembelajaran yang bermakna. Hal ini merupakan tantangan bagi siswa maupun guru, sehingga akan meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran kompensional/tradisional merupakam pembelajarn di mana guru yang menjelaskan materi kepada siswa. Pembelajaran tersebut juga merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru. Siswanya bersifat pasif karena tidak diberikan kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam kelas ketika pembelajaran berlangsung.
    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran dimana guru tidak terlalu banyak menjelaskan materi tetapi menjadi fasilitator yang merancang pembelajaran sedemikian rupa agar siswa yang aktif melakukan kegiatan pembelajaran. Tentu kreativitas guru sangat diperlukan untuk merancang pembelajaran yang demikian. Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  12. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. artikel diatas menjelaskan perbedaan gaya mengajar guru terkait dengan gaya bicara guru. Gaya mnegajar di bedakan menjadi dua jenis, secar tradisional dan secara inovative. Gaya mengajar guru tradisional cenderung terpaku pada buku paket, lebih senang menjelaskan kepada siswa, terburu-buru, terlalu otoriter.sedangkan gaya bicara guru inovative lebih cenderung memancing inisiatif siswa, peka terhadap lingkungan, menghargai kreativitas siswa, lebih memotivasi siswa dan lainnya. Saya cenderung lebih menyukai gaya mengajar guru inovative.

    ReplyDelete
  13. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menurut Djamarah (1996), metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran.Pembelajaran konvensional ini pembelajaran berpusat pada guru . Saat ini masih banyak guru yang menggunakan pembelajaran konvensional dikarenakan lebih efisien tidak membutuhkan waktu banyak dalam pembelajaran dan maeri dapat tersampaikan dengan tepat. Namun pembelajaran ini dirasa kurang bermakna pada materi-materi tertentu karena guru akan mesama ratakan kemampuan semua siswa.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Artikel ini bercerita tentang perbedaan guru yang mengajar dengan gaya pembelajaran tradisional dengan gaya pembelajaran yang inovatif. Guru tradisional hanya terpaku pada metode-metode konvensional, sehingga terkadang guru hanya mentransfer ilmunya kepada siswa dan siswa dipaksa untuk memahami hal yang sulit untuk dipahami oleh siswa. Guru yang inovatif seharusnya sudah tidak melakukan itu, guru yang inovatif seharusnya memikirkan kebutuhan siswa dan menjadi fasilitator yang baik sehingga guru mampu mempersiapkan perangkat pembelajaran yang baik pula.

    ReplyDelete
  15. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada postingan diatas, disebutkan beberapa ungkapan yang mencerminkan pembelajaran tradisional dan inovatif. Pembelajaran tradisional masih berorientasi pada buku teks, berpusat pada guru, deduktif, dan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi. Dari awal pembelajaran, guru sangat mendominasi kelas, sehingga yang terjadi adalah transfer pengetahuan, bukan malah siswa yang mengkonstruk pengetahuannya sendiri

    ReplyDelete
  16. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang inovatif ditandai dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa, penggunaan LKS, variasi metode, variasi media, dan menerapkan konsep pendidikan untuk semua, dan berlangsung sepanjang hayat. Pada pembelajaran inovatif, siswa secara aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan rencana guru dan pada akhirnya siswa dapat belajar secara menyenangkan dan bermakna

    ReplyDelete
  17. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Gaya mengajar guru identik dengan sikap atau cara bertindak atau melakukan, pengertian ini memberi kesan merupakan cara-cara bertindak guru meliputi elemen, seperti: "mental, spiritual, dan tindakan fisik"; "berbicara, mendengarkan, menanggapi", "suara, gerakan, pergerakan"; "memfasilitasi, mendorong"; menggunakan "mata yang terlatih untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi", dan "keterbukaan pertanyaan" (Grasha, 1996). Gaya mengajar guru apakah termasuk gaya mengajar yang tradisional atau inovatif dapat dilihat dengan mengidentifikasi gaya bicaranya (teacher’s utterance).

    ReplyDelete
  18. Seiring dengan perkembangan, pembelajaran dapat dibedakan menjadi pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif (progresif). Pada pembelajaran tradisional, peran guru lebih kepada sebagai pelaksana kurikulum, guru mendominasi dalam pembelajaran matematika (taecher centered). Sedangkan dalam pembelajaran inovatif, guru sebagai pengembang kurikulum, guru berperan sedemikian sehingga agar dapat melayani, memfasilitasi dan membantu kebutuhan belajar. Dalam pembelajaran inovatif, siswa diberi kesempatan dalam menyampaikan idenya dan mengkonstruksi pengetahuannya dengan kecepatan, kesiapan, kemampuannya masing-masing. Siswa sebagai subyek dari pembelajaran yang memahami, menyelidiki dan mengkonstruksi pengetahunnya sendiri.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini, pembelajaran disekolah masih berorientasi pada buku. Sehingga ketika pergantian ke kurikulum 2013 yang masih belum tersedia teks book nya, guru menjadi kesulitan. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi, karena pembelajaran yang inovatif tidak berbasis teks book. Kemudian penggunaan ICT dalam pembelajaran matematika sangat kurang, karena keterbatasan media pembelajaran tersedia yang ramah dengan wawasan teknologi pengajar. Sedangkan guru sendiri kebanyakan tidak memiliki kompetensi dalam pengembangan media pembelajaran, sehingga pembelajaran yang inovatif sulit untuk dilaksanakan.

    ReplyDelete
  20. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hal-hal yang mencerminkan gaya pengajaran tradisional adalah: Buku teks berorientasi, menjelaskan konsep, berorientasi konten, pengajaran terarah, menyampaikan konsep, menyampaikan metode, evaluasi eksternal (uji), mendominasi inisiasi, metode deduktif, kesimpulan oleh Guru, dan masih banyak lagi.

    Sedangkan yang mencerminkan gaya pengajaran inovatif adalah: Rencana pembelajaran informal, inisiasi siswa, kebutuhan siswa, siswa terpusat, kesadaran akan lingkungan, pengajaran tim, lembar kerja siswa, matematika realistis, pemecahan masalah, pendekatan multikultural, kreativitas siswa, pengembangan konsep, konstruktivis, problem posing, penilaian, Portofolio, memfasilitasi kebutuhan belajar siswa, dan masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pada sistem pembelajaran tradisional, sumber pembelajaran masih terbatas pada informasi yang diberikan oleh guru ditambah sedikit dari buku. Sedangkan sumber belajar lainnya belum mendapatkan perhatian, sehingga aktivitas belajar siswa kurang berkembang. Pada pembelajaran tradisonal menggunakan cara isolated work, di mana cara para siswa dalam belajar adalah dengan belajar sendiri-sendiri atau bersifat individual. Sehingga tak ada tukar informasi antara mereka. Para siswa belajar secara individual sehingga mereka hanya bergantung pada kemampuan mereka masing-masing. Siswa yang memiliki kemampuan yang tinggi akan egois dan menggunakan kemampunnya sendiri untuk kepentingannya sendiri tanpa mempedulikan temannya. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan yang kurang akan kesulitan. Dalam hal ini, guru tidak memiliki usaha untuk memberi pekerjaan yang sifatnya kelompok karena penilaian kelompok mungkin dirasa kurang adil. Sehingga tugas yang diberikan oleh guru adalah tugas yang sifatnya adalah individual. Perubahan yang terjadi pada pembelajaran modern adalah mengutamakan kerjasama. Collaborative work adalah suatu pembelajaran di mana siswanya dituntut untuk memecahkan suatu permasalahan dengan cara kerja sama (kolaborasi). Hal paling mudah yang dapat guru terapkan dalam kelas adalah diskusi. Jadi di sini siswa dibagi menjadi grup atau minimal satu kelompok dua orang. Lalu mereka diberi sebuah permasalahan dan pemecahannya harus dikerjakan secara kelompok. Cara belajar ini cukup efektif bila setiap anggota kelompok dapat menyumbangkan atau beraspirasi dalam memecahkan masalah. Jadi di sini guru harus pintar dan terampil dalam mengawasi siswa-siswanya dalam melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif maupun diskusi. Agar apa yang mereka peroleh dari hasil belajar mereka adalah benar-benar dari hasil mereka bertukar pikiran. Bukan hanya dari satu atau beberapa siswa saja. Di sini juga dituntut agar siswa yang biasanya kurang pede dan minder serta pendiam dapat mengemukakan pendapatnya dalam forum kerja sama.

    ReplyDelete
  22. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pada pembelajaran tradisional berorientasi pada guru atau disebut dengan Teacher Centered. Di sini proses pembelajaran tergantung pada guru. Guru bertugas mengajar dan memberi pengetahuan kepada para siswa, sedangkan siswa hanya mendengarkan saja. Jadi, siswa bersifat pasif karena yang penting bagi siswa adalah mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru. Siswa dianggap tidak memiliki pengetahuan lain selain yang diajarkan oleh guru. Guru di sini dianggap yang “paling pintar” dan menganggap siswa-siswanya ini tidak tahu apa-apa bila tidak mendapatkan pelajaran dari gurunya karena guru sebagai satu-satunya sumber pembelajaran. Siswa hampir tidak memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan keinginannya. Dalam pembelajaran modern ini telah mengalami pergeseran, yang mulanya berpusat pada guru menjadi berpusatkan pada siswa (Student Centered). Hal ini siswa berfungsi sebagai subjek dalam pembelajaran. Pada pembelajaran modern ini siswa memiliki kesempatan yang terbuka untuk melakukan kreativitas dan mengembangkan potensinya melalui aktivitas secara langsung sesuai dengan minat dan keinginannya. Namun, di sini bukan berarti guru hanya pasif dan tidak melakukan apapun. Guru lebih berfungsi membekali kemampuan siswa dalam menyeleksi informasi yang dibutuhkan. Pengajar dan siswa sama-sama aktif, siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan dan pengajar sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan para siswanya agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih tearah.

    ReplyDelete
  23. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Pada umumnya pembelajaran di sekolah terbagi menjadi dua, yaitu pembelajaran tradisonal dan pembelajaran inovatif. Pembelajaran tradisional mempunyai ciri antara lain: berbasis buku, berpusat pada guru, metode penyampaian materi menggunakan metode ceramah, guru bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa di sekolah. Sedangkan pembelajaran inovatif mempunyai ciri antara lain: Student Center (berpusat pada siswa),variasi media pembelajaran (berbagai macam sumber belajar), variasi metode pembelajaran, variasi interaksi: klasikal, kelompok, individual, konstruktivisme, matematika sekolah, realistik, guru sebagai fasilitator, dan sebagainya

    ReplyDelete
  24. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Pada umumnya pembelajaran di sekolah terbagi menjadi dua, yaitu pembelajaran tradisonal dan pembelajaran inovatif. Pembelajaran tradisional mempunyai ciri antara lain: berbasis buku, berpusat pada guru, metode penyampaian materi menggunakan metode ceramah, guru bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa di sekolah. Sedangkan pembelajaran inovatif mempunyai ciri antara lain: Student Center (berpusat pada siswa),variasi media pembelajaran (berbagai macam sumber belajar), variasi metode pembelajaran, variasi interaksi: klasikal, kelompok, individual, konstruktivisme, matematika sekolah, realistik, guru sebagai fasilitator, dan sebagainya

    ReplyDelete
  25. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)


    Dalam kurikulum 2013, gaya guru matematika saat mengajar lebih berorientasi pada pengajaran yang inovatif, student center, mengembangkan konsep, matematika realistik, memfasilitasi kebutuha siswa, berbasis pemecahan masalah, dan memotivasi siswa. Pendidik harus meninggalkan gaya mengajar yang berpusat pada guru, guru menjelaskan konsep. Metode deduktif dan tunggal, dan mentransfer ilmu, agar dihasilkan siswa yang tidak hanya bisa mengerjakan soal tetapi paham, memiliki kreatifitas, inovasi, yang akan berguna dalam kehidupannya. Melalui proses pendidikan terssebut siswa akan terbiasa dalam berpikir kreatif dan inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman dan era zaman yang menuntut siswa lebih kreatif lagi agar tidak tertinggal dari yang lain.

    ReplyDelete
  26. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dari penjelasan di atas kami melihat bahwa ada perbedaan yang jelas antara gaya pembelajaran tradisional dan gaya pembelajaran inovatif. Dari keduanya kami bisa untuk merenung dan berefleksi, selama ini kami sudah seperti apa dalam menjalani profesi sebagai guru/pendidik. Saat ini guru untuk dituntut inovatis dan senantiasa meningkatkan kualitas pembelajarannya hal ini diperlukan demi optimalnya proses pembelajaran yang akan dilaksanakan.

    ReplyDelete
  27. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Terdapat banyak perbedaan yang sangat bertolak belakang antara pembelajaran tradisional dengan pembelajaran inovatif. Inilah yang menjadi salah satu penyebab sulitnya mengubah paradigma guru dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif. Namun, kita harus yakin bahwa perubahan itu bukanlah sesuatu yang tidak bisa dicapai. Selama para pendidik mau terus menerus belajar, mengembangkan potensinya, dan mengembangkan pembelajaran melalui penelitian, maka pembelajaran inovatif akan dapat diwujudkan. Tentu saja pengembangan ini tidak cukup hanya dari guru saja, melainkan meliputi berbagai aspek lain seperti kurikulum, lingkungan, sarana dan prasarana, dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  28. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih banyak Bapak atas postingannya. Postingan di atas memaparkan bahwa gaya belajar seorang guru dapat dilihat dari apa yang ia lakukan. Terdapat dua gaya belajar yang dijelaskan pada postingan di atas, yaitu gaya belajar tradisional dan gaya belajar inovatif. Terdapat perbedaan yang cukup signifikan antara gaya belajar tradisional dan gaya belajar inovatif. Gaya belajar tradisional diantaranya berpusat pada guru, menyampaikan konsep, guru mendominasi proses pembelajaran, metode tunggal, berorientasi pada penghargaan, otoriter, dan lain-lain. Sedangkan gaya belajar inovatif berpusat pada siswa, terdapat LKS, pemecahan masalah, pembelajaran kooperatif dan lain-lain. Seyogyannyalah guru zaman sekarang menunjukan bahwa ia termasuk guru yang mempunyai ciri pembelajaran inovatif yangmana sesuai dengan kebutuhan zaman sekarang.

    ReplyDelete
  29. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Dari ulasan di atas terlihat perbedaan yang mendasar antara traditional styles dan innovative styles dalam pembelajaran. Hal yang baik mungkin berasal dari hal yang belum baik. Sama halnya dengan paradigma pendidikan saat ini. Jika kita terus melihat ke atas, tentu saja akan semakin merasa jauh dari angan-angan akan pendidikan yang lebih baik lagi. Namun ketika sedikit demi sedikit kita tengok ke bawah, ke pendidikan yang sudah atau sedang berlangsung kemudian kita evaluasi apa yang masih masih kurang maka secara tidak langsung paradigma lama yang kurang inovatif akan ditinggalkan.

    ReplyDelete
  30. Kartika Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Dalam membedakan antara gaya pengajaran tradisional dan gaya pengajaran inovatif dapat ditentukan dengan istilah-istilah yang digunakan. Hal-hal yang mencerminkan gaya pengajaran tradisional diantaranya yaitu : berpusat pada guru, berorientasi pada buku teks, otoriter, jangka pendek, dan lain-lain. Sedangkan hal yang mencerminkan pengajaran inovatif diantaranya adalah : berpusat pada siswa, kebutuhan siswa, kesimpulan oleh siswa, rencana pembelajaran informal, dan lain-lain. Setelah membaca postingan tersebut memberikan pengetahuan dan rambu-rambu dalam melakukan pembelajaran agar pembelajaran yang dilakukan merupakan pengajaran yang inovatif guna menggapai inovasi pengajaran.

    ReplyDelete
  31. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Traditional style of teaching is indeed much different from the innovative teaching style. Differences characteristic and characteristics of both pengajarn, of course depart from the different purposes of teaching. Often, teachers with traditional teaching are unaware that their way of teaching will plunge students into their shadows without being able to think critically and creatively. Yet if teachers are more aware and willing to apply innovative teaching styles, there will certainly be more benefits gained for students and teachers themselves. Students will be able to think realistically, openly with information, understand concepts very well, and be able to compete more readily and healthily. I hope that every teacher who teaches in this contemporary era is able to put themselves as an innovative teacher and the way of teaching can be more creative and relevant to the development of world science so that the output of the students produced is really qualified and ready to plunge into the real world.

    ReplyDelete
  32. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    That article shows the difference between traditional and innovative styles of teaching. Traditional style is related to teacher centered such as directed teaching, teacher delivering the concepts, teacher delivering method, and even teacher make a conclusion. Innovative style is related to student-centered that emphasize on students work-sheet, students creativity, etc. I suggest that the teachers should conduct innovative styles of teaching, because it will increase creativity not only for teachers but also for students. But the teachers should pay more attention on their time management.

    ReplyDelete
  33. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Pembelajaran tradisional. Pembelajaran modern. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Dengan pembelajaran tradisional siswa kurang aktif, siswa memperoleh pembelajaran hanya dari guru sehingga siswa kurang berkembang, jika gurunya otoriter maka akan lebih berdampak negatif pada siswa. Namun, bukan berarti pembelajaran tradisional tidak ada kelebihannya, pembelajaran tradisional akan lebih dapat menghemat waktu dan materi yang diajarkan akan lebih banyak kapasitasnya sehingga siswa mendapat semua materi yang ditetapkan oleh kurikulum. Sedangkan dengan pembelajaran modern siswa dapat lebih aktif selama pembelajaran berlangsung, karena pembelajaran berpusat pada siswa, selain itu sumber belajar tidak hanya ada pada guru, siswa didorong untuk lebih kreatif. Kekurangannya, dibutuhkan banyak persiapan dan waktu dalam pembelajaran, sehingga tak jarang guru kekurangan waktu untuk menyampaikan materi yang telah ditetapkan pada kurikulum. Dengan demikian pembelajaran modern sangatlah bagus digunakan, tentunya dibarengi dengan inovasi-inovasi baru dari guru, dan menurut saya untuk beberapa materi pembelajaran tradisional masih sangat relevan digunakan.

    ReplyDelete
  34. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Gaya pengajaran guru matematika dan sains dapat dilihat dari pengucapannya. Artikel di atas mengidentifikasinya menjadi dua jenis yakni gaya pengajaran tradisional dan gaya pengajaran inovatif. Pada gaya pengajaran tradisional, pembelajaran lebih berpusat kepada guru, dimana guru sebagai faktor dominan dalam menginisiasi pembelajaran. Sedangkan pada gaya pengajaran inovatif, pembelajaran lebih berpusat pada siswa, siswa dituntut aktif sementara guru hanya sebagai fasilitator yang mengarahkan pembelajaran siswa.

    ReplyDelete
  35. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Thank you for sharing this article Sir. From this article we know there are two types of teaching style in mathematics, traditional styles and innovative styles. Traditional styles is related to teacher centered. For exampel directed learning, transfering of knowledge, dominate initiation and conclusion by the teachers. In the other hand, innovative styles is related to student centered, such as team teaching, realistics mathematics, problem based learning, develop to the concept, and conclusion by the students. So, as a teacher we should to implement innovative learning so that we can build students' knowledge in understanding mathematics.

    ReplyDelete
  36. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pada artikel ini diungkapkan mengenai bagaimana pembelajaran menggunakan cara tradisional dan inovatif. Dimana yang tradsional masih berorientasikan pada buku teks/ modul, konsep masih harus dijelaskan, kesimpulan juga dari guru.
    Yang inovatif RPPnya Informal, berdasarkan kebutuhan, student center, berwawasan lingkungan, team teaching,' matematika realistik, pemecahan masalah, pendekatan multikultural, mengembangkan konsep, konstruktivis, problem posing, penilaian dengan portofolio, memfasilitasi kebutuhan siswa belajar, pembelajaran individual, belajar dalam kelompok, matematika sebagai kegiatan sosial, metode Montessori, perkembangan psikologis, serta menjunjung kreativitas siswa.

    ReplyDelete
  37. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Pada metode tradisional berlaku bagi siswa yang tidak mengubah hidup mereka. Sehingga kita harus sadar tentang gaya pengajaran yang baik. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang baik untuk remaja, karena pikiran mereka telah cukup bisa diatur. Mereka dapat membangun pikiran mereka dari kelompok bermain. Dari pembelajaran inovatif, kita dapat banak menemukan kreatifitas, tetapi pada metode tradisional, hanya transfer pengetahuan kita sengan metode di masa lalu,ini termasuk salah satu masalah yang di hadapai di Indonesia saat ini, dan kita harus sadar mengenai hal ini.

    ReplyDelete
  38. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Terdapat perbedaan yang mencolok antara sikap guru dalam pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Pada pembelajaran tradisional, guru menjelaskan konsep, berorientasi pada isi, berfokus pada guru, rencana pembelajaran yang formal, transfer pengetahuan, berfokus pada hasil, ijazah, dan lain sebagainya. Pada pembelajaran inovatif, guru menggunakan rencana pembelajaran yang informal, berfokus pada siswa, memperhatikan lingkungan, menggunakan lembar kegiatan siswa, konstruktivis, menggunakan konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, pembelajaran bersifat demokratik, dsb. Saat ini Indonesia sedang berupaya untuk mengubah cara mengajar tradisional menjadi cara mengajar innovatif dengan menggunakan kurikulum 2013. Dengan perubahan ini diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  39. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Pada metode pengajaran tradisional lebih cenderung ke objectoriented seperti buku, text book, konsep, dan lain-lain, sedangkan pada metode pengajaran inovatif cenderung ke subject oriented (subjeknya adalah siswa), tentang bagaimana siswa berpikir, bagaimana siwa menemukan, bagaimana siswa memecahkan masalah, dan lain-lain. Pembelajaran yang inovatif masih dikembangkan sampai saat ini tujuannya adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

    ReplyDelete
  40. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Uraian di atas menyampaikan ciri-ciri daru pembalajaran yang tradisional dengan pembelajaran yang inovatif. Dari uraian tersebut tampak bahwa pegungkapan ciri-ciri pembelajaran inovatif lebih banyak dari pada pengungkapan pada pembelajaran matematika tradisional. Hal ini mengindikasikan bahwa sangat banyak cara yang dapat dilakukan oleh guru untuk melaksanakan pembelajaran yang inovatif. Ciri- ciri di atas juga dapat dijadikan acuan bagi seorang guru di mana posisi dia yang sebenarnya. Apakah pada pembelajaran yang tradisional atau sudah pada ppmbelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  41. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  42. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dari artikel di atas, kita dapat mengetahui gaya pengajaran tradisional dan gaya pengajaran inovatif. Dalam gaya pengajaran tradisional mempunyai ciri-ciri yaitu terpatok pada buku, menjelaskan konsep, pengajaran diarahkan, memberikan konsep, rencana pembelajaran formal, guru berpusat, pengajaran dipandu, evaluasi eksternal, mendominasi inisiasi, metode deduktif, kesimpulan oleh guru, pengajaran yang ideal, stimulus-respon, ekspositori, metode tunggal, kalimat tertutup (pertanyaan), transfer belajar, kurikulum berbasis kompetensi, pendidikan berorientasi pada produk, kewajiban, wajib, sertifikat berorientasi, kompetitif, dll. Sedangkan ciri-ciri gaya pembelajaran yang inovatif yaitu siswa terpusat, kesadaran lingkungan, tim pengajar,' worksheet, matematika realistik, pemecahan masalah, pendekatan multikultural, siswa siswa kreativitas, mengembangkan konsep, konstruktivis, problem possing, penilaian portofolio, memfasilitasi kebutuhan siswa belajar, pembelajaran individu, belajar dalam kelompok, matematika sebagai aktivitas sosial, metode Montessori, perkembangan psikologis, pembelajaran berbasis masalah, metode induktif, kesimpulan oleh siswa, , motivasi siswa, tutupr sebaya, berbagai metode, dll.

    ReplyDelete
  43. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Ada beberapa kriteria yang menggambarkan pembelajaran enganc ara tradisional maupun denagan cara inovatif. Pembelajaran dengan cara tradisional biasnya pembelajarannya masih berpusat pada guru, guru berfungsi sebagai pentransfer ilmu kepada murid-muridnya, guru menginginkan selalu didengarkan oleh siswa dan guru menggunakan satu macam metode saja untuk mengajar seluruh siswa. Kemudian untuk pembelajaran inovatuf biasanya pembelajaran sudah berpusat pada siswa, siswa aktif, Guru mendisain beberapa metode pembelajaran ataupun perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan adanya keberagaman siswa dan guru bertindak sebgai fasilitator dan motivator. TErimakasih

    ReplyDelete
  44. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Di Indonesia, metode pembelajaran tradisional memang telah membudaya. Padahal pada kurikulum 2013 guru seharusnya tidak lagi menggunakan metode pembelajaran tradisional, namun guru diharapkan mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran yang inovatif akan menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran dan guru sebagai fasilitator sehingga proses pembelajaran menjadi bermakna. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya agar dapat membangun konsep matematikanya sendiri. Selain itu dengan pembelajaran inovatif dapat menumbuhkan kreatifitas siswa.

    ReplyDelete
  45. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Berdasarkan list yang Bapak sajikan dalam artikel ini bisa kita lihat bahwa dalam inovative learning terdapat kata psikologi belajar, yang berarti dalam perkembangan dunia pendidikan keberadaan PME mulai diperhatikan. Pembelajaran tak lagi dinilai hanya dari kemampuan kognitif atau dari nilai ujian saja, melainkan perkembangan psikomotor dan juga jiwa siswa. Dalam pembelajaran inovatif juga lebih menekankan problem solving skills dan penggunaan teknologi.

    ReplyDelete
  46. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sangat menarik menelaah pendapat tentang refleksi gaya atau ciri pembelajarn trdisiona dan inovatif. Dari semua poin yang say abaca, terdapat satu kesimpulan yang menarik bagi saya ialah dalam gaya pembelajaran tradisional menekankan bahwa kegiatan pembelajaran ditentukan dan dikendalikan oleh guru. Termasuk pola pikir siswa juga dikendalikan oleh guru. namun, pada kegiatan pembelajarn inovatif lebih menekankan pada peran siswa dalam kegiatannya membangun pengetauan matematikanya sendiri. Saya melihat masih banyak pembelajaran di Indonesia masih bersifat tradisional, bahkan setelah bertahun-tahun isu pembelajaran inovatif didengungkan. Hal tersebut disebabkan oleh dua hal, yaitu paradigm guru di Indonesia yang masih tertuju pada pembelajaran tradisiona, serta rendahnya kemauan dan kemampuan dalam menerapkan pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  47. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. artikel diatas menjelaskan perbedaan gaya mengajar guru terkait dengan gaya bicara guru. Gaya mnegajar di bedakan menjadi dua jenis, secar tradisional dan secara inovative. Gaya mengajar guru tradisional cenderung terpaku pada buku paket, lebih senang menjelaskan kepada siswa, terburu-buru, terlalu otoriter.sedangkan gaya bicara guru inovative lebih cenderung memancing inisiatif siswa, peka terhadap lingkungan, menghargai kreativitas siswa, lebih memotivasi siswa dan lainnya. Saya cenderung lebih menyukai gaya mengajar guru inovative.

    ReplyDelete
  48. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Gaya mengajar seorang guru ajan terlihat dari gaya ucapan yang dilakuakn dalam kelas. Gaya mengajar tersebut akan merefleksikan gaya mengajar yang tradisional dan inovatif. Kedua gaya belajar tersebut akan saling membutuhkan. Pembelajaran matematika inovatif merupakan pembelajaran yang berusaha mengkonstruksi pemahaman siswa, sedangkan pembelajaran matematika tradisional berusaha untuk mentransfer ilmu yang dimiliki guru.

    ReplyDelete
  49. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Artikel ini memberikan gambaran secara jelas bagaimana perbedaan antara pembelajaran matematika tradisional dan pembelajaran matematika inovatif. Setelah mengetahui perbedaannya maka kita pun harus mampu mengimplentasikannya dalam pbm di kelas. Oleh karena itu terima kasih Bapak atas ilmu yang telah dibagikan ini.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  50. Arina Husna Zaini
    PEP S2
    17701251024
    Pada artikel disampaikan mengenai ciri-ciri apa sajakah yang termasuk pembelajaran tradisional dan pembelajaran progresif. Pengetahuan tentang ciri-ciri pembelajajran tradisional akan bermanfaat bagi kami dan guru pada khsusnya untuk mengahindari berbagai pembelajaran dengan teknik tradisional.Sedangkan memahami tentang ciri-ciri pembelajaran progresif dapat menjadikannya bekal untuk mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan tepat bagi siswa dikelas. Terima Kasih

    ReplyDelete
  51. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs PMAT C

    Bahasa seorang guru mencerminkan bagaimana gaya pengajaannya. Seringkali seorang guru sudah merasa melaksanakan pembelajaran yang inovatif dilihat dari rencana pembelajaran yang dibuat guru. Tetapi dalam pelaksanaanya guru seringkali tidak menyadari bahwa pembelajaran yang dilakukan masihlah tradisional. Salah satu upaya untuk menilai gaya pengajaran yang dilakukan guru adalah dengan lesson study. Lesson study membantu guru untuk merefleksikan proses pembelajaran yang telah dilakukannya sehingga guru dapat mengetahui apakah pembelajaran yang dilakukannya sudah inovatif atau masihi tradisional.

    ReplyDelete
  52. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pembelajaran inovatif yang sudah bergeser menjadi kewajiban bahkan masih banyak guru yang tidak menjalankannya. Dengan postinga di atas kita akan menjadi lebih tertata dalam menentukan pembelajaran yang akan digunakan, dengan mengece unsur-unsur yang harus kita perhatikan dan kita laksanakan dalam kegiatan pembelajaran. Inovasi pembelajaran dapat kita lakukan sedikit demi sedikit, tidak harus secara serempak, salah satunya bisa koita gunakan media inovatif terlebih dahulu seperti menggunakan alat peraga dan sebagainya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  53. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pendidikan saat ini berusaha mengubah paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat kepada siswa. Hal ini dimaksudkan agar siswa mempunyai kelonggaran untuk mengeksplorasi ide-ide kreatif mereka dalam menemukan maupun memecahkan masalah yang diberikan dalam proses pembelajaran. Untuk memfasilitasi hal tersebut guru harus pintar dan cerdas dalam memilihi metode maupun pendekatan pembelajaran agar tujuan pembelajaran yang diharapkan dapat tercapai.

    ReplyDelete