Feb 12, 2013

Reflection Teacher’s Style of Mathematics and Science Teaching by Identifying Their Utterances


By : Student Teacher of In-service Training of Certification Program of Secondary Mathematics
Venue: Faculty of Mathematics and Science, Yogyakarta State University,
Day/Date: Tuesday, November 25, 2008
Supervisor: Marsigit

The utterances reflected traditional styles of teaching:
Text Book oriented, explaining the concepts, content oriented, directed teaching, delivering the concepts, delivering method, drill the problems, formal lesson plan, teacher centered, guided teaching, external evaluation (test), dominate initiation, deductive method, conclusion by the teacher, ideal teaching, stimulus-response, expository, single method, closed sentences (question), transfer of learning /teaching/knowledge, instrumental curriculum, competence-based curriculum, product oriented education, obligation, compulsory, certificate oriented, to persist value, competitive, eliminate, fix and understandable world, arrogant, authoritarian, in a hurry, short term, instantly result, persuade, coerce, unfair, closed, angry, anxiety, absolute, good-bad

The utterances reflected innovative styles of teaching:
Informal lesson plan, students’ initiation, students’ need, students centered, awareness of environment, team teaching, students’ worksheet, realistic mathematics, problem solving, multicultural approach, students’ creativity, develop the concepts, constructivist, problem posing, assessment, portfolio, facilitate students’ needs of learning, individual learning, learning in group, mathematics as social activity, Montessori method, psychological development, problem-based learning, inductive method, conclusion by the students, classroom management, cooperative learning, student’s motivation, classmate tutorial, various method, contextual teaching learning, various teaching learning resources, authentic assessment, classroom-based assessment, school-based curriculum, e-learning, ICT, discussion method, open sentences (question), inquiry teaching method, enjoyable learning, meaningful learning, empirical method, horizontal mathematics, hands-on activity, daily examples of mathematics, process-product oriented education, teaching aids, mathematics laboratory, moving class, outdoor-class teaching, education for all, life-long education, life skill, human right issues, gender issues, to revitalize the value, collaboration, relative and unknowable world, realistic, democratic, passion, communication, open, various, multiple, fallibism, omnijective.

43 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dari artikel diatas jelas sekali kelihatan bagaimana mengajar dengan cara tradisional dan mengajar dengan inovatif, diantaranya adalah dalam pengajaran tradisional berpusat pada guru, guru adalah satu-satunya sumber dalam belajar, pengajaran secara texbook, terkesan terburu-buru karena harus mencapai target, bersifat absolut dan lain-lainnya. Sementara mengejar dengan inovatif lebih kepada student centered, guru hanya fasilitator, materi dikembangkan tidak hanya mengambil apa yang ada pada buku, bersifat falibilis dan lain-lainnya. Maka yang diharapkan pendidikan pada saat ini adalah pendidikan yang lebih inovatif.

    ReplyDelete
  2. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    dari artikel di atas dipaparkan tentang gaya tradisional mengajar dan gaya inovatif pengajaran. guru dalam setiap perkembangan zamannya haruslah selalu memiliki inovatif2 dalam hal pengajaran dan komponennya meskiun tidak terlepas juga dari adanya beberapa yang penting dari gaya tradisional. tapi semua kembali pada bahasan yang akan diajarkan, dan perlu dipahami oleh setiap guru bahwa pembelajaran yang inovatif banyaklah manfaatnya seperti yang diharapkan pendidikan saat ini.

    ReplyDelete
  3. Untuk mengetahui gaya mengajar guru matematika dapat dilihat dari ungkapan-ungkapan, perkataan, pemikirannya. Seperti filsafat bahasa yang menyatakan bahwa diri sesorang dapat dilihat dari bahasanya. Karena bahasa kita dapat melihat pemikirannya, kepribadiannya. Hal inilah yang memunculkan penelitian ethnografi. Perkataan-perkataan guru matematika tersebut kemudian dapat dimasukkan ke dalam gaya mengajar tradisional atau mengajar inovatif.

    ReplyDelete
  4. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Ada banyak gaya pengajaran guru selama pembelajaran dikelas berlangsung baik gaya pengajaran tradisional ataupun gaya yang inovatif. Seperti yang dipaparkan pada tulisan ini gaya pengajaran tradisional guru masih dasarnya berpusat metode pembelajaran yang sangat menjunjung tinggi pengetahuan guru tanpa melibatkan siswa didalamnya. Sedangkan gaya inovatif pengajaran telah menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada siswa tentunya. Kesimpulan yang bisa saya ambil dari pembelajaran tradisonal diatas ialah hanya mengenai transfer pengetahuan dari guru terhadap murid. Pembelajaran inovatif tentu menjadi pusat perhatian kita untuk saat ini, dimana kita harus menggatikan pembelajaran tradisional dengannya. Effek dari pembelajaran inovatif yang baik untuk siswa ialah tentu yang dapat membangun pikiran sang siswa dari kelompok diskusi yang dibentuk selama proses pembelajaran. Dalam pembelajaran inovatif, sangat ditekankan terhadap banyak kreativitas yang dapat kita temukan dari diri siswa.

    ReplyDelete
  5. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    ucapan dari dua kelompok yang sangat kontras antara pembelajaran tradisional dan yang inovatif.
    mereka dapat terdefinisikan sendiri oleh sifat dan karakter yang dimilikinya. sebagaimana yang kita tahu bahwa tradisional identik dengan kata buku, berpusat pada guru, hasil yang instan, tertutup, tidak adil, dll. yang mana kata-kata ini banyak yang bertolak belakang dengan kata-kata yang ada di pembelajaran inovatif.
    tapi kedua pembelajaran ini memiliki kelebihan dan kekurangan, peran gurulah yang menentukan kapan penggunaannya agar dampak kekurangannya bisa ditutupi.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Berdasarkan tulisan dapat dilihat perbedaan gaya mengajar secara tradisional dan inovatif. Jelas terlihat keunggulan dari dari salah satu gaya mengajar. Dilihat dari bahan mengajar guru, untuk yang tradisional berpatokan pada buku teks. Sedangkan untuk gaya mengajar inovatif diperlukan RPP. Untuk penggunaan buku teks tidak dikembangkan lagi, jadi materi menyesuaikan buku teks, sedangkan ada RPP pembelajaran dapat divariasikan sesuai dengan kebutuhan, materi yang ditampilkan juga berdasarkan kompetensi dasar yang telah ditetapkan.

    ReplyDelete
  7. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Artikel diatas menggambarkan perbedaan antara gaya pembelajaran tradisional dan inovatif. Sekarang ini sangat digadang-gadang pembelajaran inovatif. Dalam RPP pun seolah ditulis menggunakan berbagai metode pembelajaran yang beragam sehingga terlihat inovatif. Faktanya ketika di kelas, guru masih menggunakan gaya pembelajaran tradisional. Seperti text book, memberikan konsep, teacher centered, deduktif, guru yang membuat kesimpulan, ekspositori dan sebagainya.

    ReplyDelete
  8. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Menurut Santrock (2008), terdapat tiga aspek utama dari komunikasi dalam pembelajaran, yaitu keterampilan berbicara, mendengar dan komunikasi nonverbal. Berbicara di hadapan kelas dan di hadapan siswa harus dapat mengkomunikasikan informasi secara jelas. Kejelasan dalam berbicara penting agar pengajaran yang dilakukan oleh guru dan proses belajar yang diikuti siswa dapat berjalan responsive.Florez (1999) dalam Santrock (2008) mengemukakan bererapa strategi yang dapat digunakan oleh guru agar dapat berbicara secara jelas pada saat proses pembelajaran berlangsung. Strategi yang dimaksud oleh Florez adalah harus dilakukan dengan menggunakan tata bahasa yang benar, kosa kata yang dapat dipahami dan tepat pada perkembangan anak, melakukan penekanan pada kata-kata kunci atau dengan mengulang penjelasan, berbicara dengan tempo yang tepat, tidak menyampaikan hal-hal yang kabur, dan menggunakan perencanaan dan pemikiran logis sebagai dasar berbicara secara jelas di kelas.

    ReplyDelete
  9. Syahlan Romadon
    PM C 2016/ 16709251047

    Terdapat perbedaan yang mencolok antara sikap guru dalam pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Pada pembelajaran tradisional, guru menjelaskan konsep, berorientasi pada isi, berfokus pada guru, rencana pembelajaran yang formal, transfer pengetahuan, berfokus pada hasil, ijazah, dan lain sebagainya. Pada pembelajaran inovatif, guru menggunakan rencana pembelajaran yang informal, berfokus pada siswa, memperhatikan lingkungan, menggunakan lembar kegiatan siswa, konstruktivis, menggunakan konteks yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, pembelajaran bersifat demokratik, dsb. Saat ini Indonesia sedang berupaya untuk mengubah cara mengajar tradisional menjadi cara mengajar innovatif dengan menggunakan kurikulum 2013. Dengan perubahan ini diharapkan proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna bagi siswa.

    ReplyDelete
  10. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam bidang pendidikan, guru perlu secara terus menerus mengevaluasi kekurangan atau
    kelebihan mengajarnya supaya mendapatkan informasi bagi penyempurnaan mengajarnya; kalau
    perlu mempelajari teknik-teknik baru yang lebih menarik dan efektif (Alexander, dkk, dalam
    Bourne, 1992). Untuk itu guru perlu mendapat dorongan dan bantuan dari pihak-pihak yang
    terkait terutama Kepala Sekolah dan Penilik sekolah, agar mereka dapat mewujudkan pengajaran
    secara baik; namun perlu kiranya peran dan fungsi Kepala Sekolah, Penilik dan Pengawas
    diredefinisikan kembali agar kondisi lingkungan kependidikan lebih kondusif bagi guru dan
    siswa untuk mengembangkan dirinya. Seorang guru dapat merefleksikan gaya mengajar secara
    baik dan fleksibel jika guru yang bersangkutan menguasai cara-cara mengorganisasikan kelas,
    memanfaatkan sumber ajar, pencapaian tujuan pengajaran sesuai dengan kemampuan siswa,
    pengembangan sistem evaluasi, penanganan perbedaan individual, dan mewujudkan suatu gaya
    mengajar tertentu sesuai dengan kebutuhan. Diperlukan suatu ‘political will’ dari pemerintah
    untuk menempatkan pendidikan yang dikembalikan kepada hakekat ‘mendidik’ sesuai dengan
    hakekat ‘subjek didik’ dan hakekat ‘keilmuan’, agar pendidikan matematika tidak hanya
    dipandang sebagai sesuatu yang ‘diwajibkan’ tetapi sesuatu yang ‘dibutuhkan’ oleh sibelajar,
    agar pendidikan tidak hanya memandang subyek didik sebagai ‘investasi’ pembangunan tetapi
    sebagai subyek yang perlu ‘dikembangkan’.

    ReplyDelete
  11. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Secara umum kita dapat melihat gaya pembelajaran di kelas, yaitu pembelajaran secara tradisional dan pembelajaran inovatif. Pembelajaran tradisional mempunyai ciri antara lain: berbasis buku, berpusat pada guru, metode penyampaian materi menggunakan metode ceramah, guru bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa di sekolah. Berbeda dengan pembelajaran tradisional, pembelajaran inovatif mempunyai ciri antara lain : Student Center (berpusat pada siswa),variasi media pembelajaran (berbagai macam sumber belajar), variasi metode pembelajaran, variasi interaksi: klasikal, kelompok, individual, konstruktivisme, matematika sekolah, realistik, guru sebagai fasilitator, dll. Maka semestinya seorang guru senantiasa menuntun siswanya untuk terus membiasakan diri untuk belajar mandiri, mencari sumber belajar yang lain yang bukan hanya bersumber dari guru. Apatah lagi melihat perkembangan tehnologi sekarang sangat mendukung siswa untuk bisa belajar tidak hanya di sekolah.

    ReplyDelete
  12. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Yang pertama adalah metode yang panjang, metode tradisional hanya untuk siswa yang tidak mengubah hidup mereka. Kita harus sadar akan gaya mengajar yang baik. Pembelajaran inovatif itu bagus untuk remaja, karena pikiran mereka memiliki tatanan yang baik. Mereka membangun pikiran mereka dari kelompok bermain. Inovasi yang inovatif, banyak kreativitas yang bisa kita temukan, tapi secara tradisional, hanya pengetahuan transfer yang kita dapatkan, inilah masalah Indonesia saat ini.

    ReplyDelete
  13. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Mengajar dengan cara tradisional dan mengajar dengan cara inovatif sangat ebrbeda. Mengajar dengan cara tradisional masih memusatkan pembelajaran pada guru dan lebih mengandalkan sumber belajar buku. Tetapi dalam mengajar dengan cara inovatif memusatkan pembelajaran pada siswa sehingga siswa yang harus terlibat aktif dalam pembelajaran. Selain itu juga sumber belajar yang digunakan akan semakin bervariasi karena tidak hanya menggunakan buku tetapi apa pun yang ada di sekitar dapat dijadikan sebagai bahan belajar.

    ReplyDelete
  14. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Kita sebagai calon pendidik harus mengerti tentang gaya pengajaran yang baik. Jangan sekali-kali menggunakan Metode tradisional karena kita sudah berada di abad 21. Kita harus menyadari bahwa pembelajaran inovatif yang baik untuk remaja, karena pikiran mereka telah baik mengatur. mereka membangun pikiran mereka dari kelompok bermain. pembelajaran inovatif, banyak kreativitas kita dapat menemukan, tetapi dalam tradisional, hanya transfer pengetahuan kita, dan itu ditekankan bahwa kita harus sadar tentang masalah ini.

    ReplyDelete
  15. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dari uraian diatas terlihat perbedaan yang jelas antara gaya pembelajaran tradisional dengan gaya pembelajaran inovatif. Belajar bukanlah “transfer of knowledge” tapi “bagaimana siswa membangun pengetahuannya dengan fasilitasi dari guru”. Oleh karena itu, kuranglah tepat jika guru bersifat tertutup dan tetap mempertahankan gaya pembelajaran tradisional. Guru sebaiknya memahami bahwa dalam pembelajaran matematika, siswa harus aktif melakukan penelusuran pola dan hubungan, melakukan problem solving, melakukan investigasi, bertanya, berdiskusi, dsb. Untuk memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya, guru dituntut kreatif dan inovatif dalam mengelola pembelajaran melalui penggunaan metode, media, sumber, dan interaksi pembelajaran yang bervariasi, mengembangkan RPP, LKS, bahan ajar, melakukan penelitian tindakan kelas, mengikuti pelatihan, dsb.

    ReplyDelete
  16. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Model pembelajaran tradisional memiliki ciri – ciri terpusat pada guru, guru melakukan pembelajaran secara text – book (berpusat pada buku), pembelajaran terkesan kaku dan tegang. Peran guru disini sangat dominan dan kegiatan pembelajaran ini sungguh merupakan transfer ilmu pengetahuan yang dilakukan oleh guru kepada siswa. Model pembelajaran inovatif memiliki ciri – ciri terpusat pada siswa, pembelajaran matematika dengan menggunakan metode pemecahan masalah, menggunakan pendekatan matematika yang realistik, menggunakan sumber belajar dari apapun yang dapat digunakan (bukan hanya text – book), dan pembelajaran matematika adalah merupakan suatu kegiatan sehingga siswa saling dapat berinteraksi/ berdiskusi untuk dapat membangun kemampuan matematikanya. Perlahan – lahan pendidikan matematika di Indonesia sudah mulai mengalami pergeseran dari model pembelajaran yang tradisional menjadi model pembelajaran yang inovatif dengan tujuan agar pendidikan matematika dapat semakin maju dan siswa dapat semakin memperoleh pengalaman belajar dari kegiatan pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  17. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Artiekl tersebut membahas tentang pembelajaran yang tradisional dan inovatif yang mana keduanya itu sangat berbeda. Dan kita tahu bahwa pembelajarn tradisional memiliki ciri Buku teks berorientasi, menjelaskan konsep, berorientasi konten, pengajaran terarah, menyampaikan konsep, menyampaikan metode, mengebor masalah, rencana pelajaran formal, berpusat pada guru, pengajaran terpandu, evaluasi eksternal (uji), mendominasi inisiasi, metode deduktif, kesimpulan oleh Guru, pengajaran yang ideal, stimulus-respon, ekspositori, metode tunggal, kalimat tertutup (pertanyaan), transfer pembelajaran / pengajaran / pengetahuan, kurikulum instrumental, kurikulum berbasis kompetensi, edukasi berorientasi produk, kewajiban, wajib belajar, sertifikat, nilai bertahan , Kompetitif, menghilangkan, memperbaiki dan memahami dunia, sombong, otoriter, terburu-buru, jangka pendek, langsung berakibat, membujuk, memaksa, tidak adil, tertutup, marah, cemas, absolut, baik buruk

    ReplyDelete
  18. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Elegi ini menggambarkan gaya belajar guru matematika dan ilmu pengetahuan alam dalam menyampaikan pembelajaran kepada siswanya. Perbandingan antara gaya mengajar yang tradisional dengan gaya mengajar yang inovasi. Pembelajaran tradisional, guru memandang siswa sebagai obyek pembelajaran sehingga guru selalu mentransferkan pengetahuannya pada siswa. Guru menganggap siswa seperti bejana kosong yang harus diisi dengan pengetahuan. Akibatnya siswa menjadi pembelajar yang pasif. Selain itu, para siswa belajar karena sebuah kewajiban, bukan kesadaran akan kebutuhan siswa sendiri. Berbanding terbalik dengan pembelajaran inovatif, para siswa membangun dan mengembangkan pengetahuan siswa sendiri sehingga siswa berkembang menjadi pembelajar yang aktif dan kreatif. Peran guru adalah sebagai fasilitator. Para siswa menyadari kebutuhan mereka untuk belajar, bukan karena sebuah kewajiban.

    ReplyDelete
  19. Terdapat banyak perbedaan dalam gaya mengajar yang digunakan oleh guru. Istilah atau ungkapan yang digunakan pun beragam sesuai dengan pemikiran guru masing-masing. Namun, pada dasarnya semua istilah tersebut dapat direduksi dalam dua kelompok besar gaya mengajar, tradisional dan inovatif. Namun, pembelajaran tersebut belum tentu buruk. Tidak selamanya metode mengajar ceramah itu buruk, dan tidak selamanya metode pengajaran inovasi itu baik. Meskipun kurikulum sekarang menuntut untuk melakukan variasi metode mengajar yang dilakukan, namun jika tidak efektif semuanya sama saja. Semuanya tergantung persiapan guru dan siswa serta orang tua murid.Jika semuanya bekerja sama dengan baik, niscaya pembelajaran bermakna tersebut dapat tercapai.

    ReplyDelete
  20. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Tulisan ini berisi tentang ungkapan-ungkapan atau kosakata berkaitan dengan gaya mengajar guru matematika dalam proses pembelajaran. Ungkapan ini berisi tentang dua hal yang sangat penting dan berlawanan satu-sama lain yaitu antara ungkapan-ungkapan atau istilah-istilah dalam pembelajaran tradisional dengan istilah dalam pembelajaran yang inovatif. Dalam bahasa sekarang yang berlaku yaitu antara “student center” dengan “teacher center”.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menunjukkan kontras antara refleksi style mengajar yang dilakukan oleh guru pada pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif. Dua refleksi yang saling berlawanan, jika pada pembelajaran tradisional bersifat teacher oriented, sedangkan pada pembelajaran inovatif bersifat student-centered. Upaya perbaikan memang perlu dilakukan untuk mencapai pembelajaran yang inovatif. Untuk itu, refleksi ini ebrtujuan sebagai tolak ukur dan panduan bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran inovatif, diantaranya yaitu dengan menciptakan pembelajaran yang student-centered, diskusi grup, peemuan konsep, matematika realistik, konstruktivisme, kreativitas siswa, mengajukan masalah, portofolio dan lain sebagainya yang disebutkan dalam elegi ini.

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif memiliki banyak perbedaan dari berbagai segi. Pembelajaran tradisional dimana guru sebagai pusatnya dan masih bersifat klasik, sedangkan pembelajaran inovatif berpusat pada siswa, serta mengeksplore seluas-luasnya terhadap keratifitas dan inovasi dalam pembelajaran matematika, sehingga siswa kaya akan pengalaman dan tercipta pembelajaran yang bermakna. Hal ini merupakan tantangan bagi siswa maupun guru, sehingga akan meningkatkan kompetensinya sesuai dengan kompetensi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai.

    ReplyDelete
  23. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran kompensional/tradisional merupakam pembelajarn di mana guru yang menjelaskan materi kepada siswa. Pembelajaran tersebut juga merupakan pembelajaran yang berpusat pada guru. Siswanya bersifat pasif karena tidak diberikan kesempatan untuk melakukan berbagai kegiatan di dalam kelas ketika pembelajaran berlangsung.
    Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran dimana guru tidak terlalu banyak menjelaskan materi tetapi menjadi fasilitator yang merancang pembelajaran sedemikian rupa agar siswa yang aktif melakukan kegiatan pembelajaran. Tentu kreativitas guru sangat diperlukan untuk merancang pembelajaran yang demikian. Pembelajaran inovatif merupakan pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  24. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. artikel diatas menjelaskan perbedaan gaya mengajar guru terkait dengan gaya bicara guru. Gaya mnegajar di bedakan menjadi dua jenis, secar tradisional dan secara inovative. Gaya mengajar guru tradisional cenderung terpaku pada buku paket, lebih senang menjelaskan kepada siswa, terburu-buru, terlalu otoriter.sedangkan gaya bicara guru inovative lebih cenderung memancing inisiatif siswa, peka terhadap lingkungan, menghargai kreativitas siswa, lebih memotivasi siswa dan lainnya. Saya cenderung lebih menyukai gaya mengajar guru inovative.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Menurut Djamarah (1996), metode pembelajaran konvensional adalah metode pembelajaran tradisional atau disebut juga dengan metode ceramah, karena sejak dulu metode ini telah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dengan anak didik dalam proses belajar dan pembelajaran.Pembelajaran konvensional ini pembelajaran berpusat pada guru . Saat ini masih banyak guru yang menggunakan pembelajaran konvensional dikarenakan lebih efisien tidak membutuhkan waktu banyak dalam pembelajaran dan maeri dapat tersampaikan dengan tepat. Namun pembelajaran ini dirasa kurang bermakna pada materi-materi tertentu karena guru akan mesama ratakan kemampuan semua siswa.

    ReplyDelete
  26. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Artikel ini bercerita tentang perbedaan guru yang mengajar dengan gaya pembelajaran tradisional dengan gaya pembelajaran yang inovatif. Guru tradisional hanya terpaku pada metode-metode konvensional, sehingga terkadang guru hanya mentransfer ilmunya kepada siswa dan siswa dipaksa untuk memahami hal yang sulit untuk dipahami oleh siswa. Guru yang inovatif seharusnya sudah tidak melakukan itu, guru yang inovatif seharusnya memikirkan kebutuhan siswa dan menjadi fasilitator yang baik sehingga guru mampu mempersiapkan perangkat pembelajaran yang baik pula.

    ReplyDelete
  27. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada postingan diatas, disebutkan beberapa ungkapan yang mencerminkan pembelajaran tradisional dan inovatif. Pembelajaran tradisional masih berorientasi pada buku teks, berpusat pada guru, deduktif, dan menggunakan kurikulum berbasis kompetensi. Dari awal pembelajaran, guru sangat mendominasi kelas, sehingga yang terjadi adalah transfer pengetahuan, bukan malah siswa yang mengkonstruk pengetahuannya sendiri

    ReplyDelete
  28. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran yang inovatif ditandai dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa, penggunaan LKS, variasi metode, variasi media, dan menerapkan konsep pendidikan untuk semua, dan berlangsung sepanjang hayat. Pada pembelajaran inovatif, siswa secara aktif melaksanakan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan rencana guru dan pada akhirnya siswa dapat belajar secara menyenangkan dan bermakna

    ReplyDelete
  29. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Gaya mengajar guru identik dengan sikap atau cara bertindak atau melakukan, pengertian ini memberi kesan merupakan cara-cara bertindak guru meliputi elemen, seperti: "mental, spiritual, dan tindakan fisik"; "berbicara, mendengarkan, menanggapi", "suara, gerakan, pergerakan"; "memfasilitasi, mendorong"; menggunakan "mata yang terlatih untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi", dan "keterbukaan pertanyaan" (Grasha, 1996). Gaya mengajar guru apakah termasuk gaya mengajar yang tradisional atau inovatif dapat dilihat dengan mengidentifikasi gaya bicaranya (teacher’s utterance).

    ReplyDelete
  30. Seiring dengan perkembangan, pembelajaran dapat dibedakan menjadi pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif (progresif). Pada pembelajaran tradisional, peran guru lebih kepada sebagai pelaksana kurikulum, guru mendominasi dalam pembelajaran matematika (taecher centered). Sedangkan dalam pembelajaran inovatif, guru sebagai pengembang kurikulum, guru berperan sedemikian sehingga agar dapat melayani, memfasilitasi dan membantu kebutuhan belajar. Dalam pembelajaran inovatif, siswa diberi kesempatan dalam menyampaikan idenya dan mengkonstruksi pengetahuannya dengan kecepatan, kesiapan, kemampuannya masing-masing. Siswa sebagai subyek dari pembelajaran yang memahami, menyelidiki dan mengkonstruksi pengetahunnya sendiri.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Tidak dapat dipungkiri bahwa sampai saat ini, pembelajaran disekolah masih berorientasi pada buku. Sehingga ketika pergantian ke kurikulum 2013 yang masih belum tersedia teks book nya, guru menjadi kesulitan. Seharusnya hal ini tidak perlu terjadi, karena pembelajaran yang inovatif tidak berbasis teks book. Kemudian penggunaan ICT dalam pembelajaran matematika sangat kurang, karena keterbatasan media pembelajaran tersedia yang ramah dengan wawasan teknologi pengajar. Sedangkan guru sendiri kebanyakan tidak memiliki kompetensi dalam pengembangan media pembelajaran, sehingga pembelajaran yang inovatif sulit untuk dilaksanakan.

    ReplyDelete
  32. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Apa yang disebutkan diatas merupakan beberapa kata yang menggambarkan antara guru tradisional dan guru inovatif. Di antara keduanya tidak ada yang paling benar dan tidak ada yang selalu salah, setiap masing-masing nya memiliki kelebihan dan kekurangan. Guru yang berkompeten adalah guru yang mampu mengkolaborasikan antara tradisional dan inovatif, sehingga akan tercipta sebuah pembelajaran yang baik. yang terpenting, guru mampu untuk membawa siswa pada posisi belajar, mendampingi siswa membangun pengetahuannya, dan memperlakukan siswa sesuai dengan perkembangan diri siswa masig-masing.

    ReplyDelete
  33. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Penerapan kurikulum 2013 seyogyanya diharapkan menggunakan pembelajaran yang inovatif dalam pembelajaran di kelas, karena dengan jenis pembelajaran ini, fokus proses belajar akan berpusat pada siswa dan siswa dapat berpikir untuk dapat membangun pengetahuannya sendiri. Selain itu pembelajaran inovatif mengajarkan kesadaran lingkungan, pengajaran tim, worksheet, matematika realistik, pemecahan masalah, pendekatan multikultural, siswa siswa kreativitas, mengembangkan konsep, konstruktivis, memfasilitasi kebutuhan siswa belajar, pembelajaran individual, belajar dalam kelompok, matematika sebagai kegiatan sosial, perkembangan psikologis, pembelajaran berbasis masalah, metode induktif, kesimpulan oleh siswa, manajemen kelas, pembelajaran kooperatif, motivasi siswa dan masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  34. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran Tradisional adalah preses pembelajaran yang berpusatkan pada guru dan bersifat satu arah atau dengan cara ceramah. Sehingga menyebabkan siswa akan bosan dalam pembelajaran. Namun masih banyak dijumpai sekolah-sekolah yang melakukan pembelajaran seperti ini. Sedangkan pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat kepada siswa, dan guru berperan sebagai fasilitator. Sehingga guru harus menyiapkan berbagai variasi metode, model, media, alat peraga, dan sebagainya demi menunjang kemampuan berpikir siswa. Sehingga siswa mampu merkonstruksi sendiri pengetahuannya dengan aktivitas yang telah direncanakan oleh guru yang beragam adanya.

    ReplyDelete
  35. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Metode pembelajaran tradisional memang telah membudaya di Indonesia. Adanya kurikulum 2013 mewajibkan guru untuk tidak lagi menggunakan metode pembelajaran tradisional, namun guru mampu menciptakan pembelajaran yang inovatif. Pembelajaran yang inovatif akan menjadikan siswa sebagai pusat pembelajaran dan guru sebagai fasilitator. Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya agar dapat membangun konsep matematikanya sendiri.

    ReplyDelete
  36. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Dalam pembelajaran inovatif dapat menumbuhkan kreatifitas siswa, tetapi dalam pembelajaran tradisional hanya transfer pengetahuan dari guru ke siswa yang akan berdampak pada pasifnya siswa. Jadi dengan merefleksi metode pembelajaran tradisional dan pembelajaran inovatif seorang guru dapat mengetahui bagaimana seharusnya sistem pembelajaran yang dilakukan yang sesuai dengan kurikulum dan tujuan yang telah dirumuskan.

    ReplyDelete
  37. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mengidentifikasi gaya mengajar guru yang terkait dengan ucapan biasannya terjadi bagi guru tradisional, pembelajaran yang tradisional merupakan pembeljaaran dimana guru aktif memberikan penjelasan kepada siswa di depan kelas, sehingga diperlukan kemampuan komunikasi yang baik, namun pembelajaran tersebut tidak dianjurkan, berbeda dengan pembelajaran yang inovatif, dimana guru memfasilitasi siswa untuk mengkonstruk pengetahuannya, kemampuan komunikasi yang terlihat yaitu bagaimana guru dapat menanggapi pertanyaan siswa, memberikan stimulus kepada siswa dengn bahasa yang baik dan dapat dimengerti oleh siswa.

    ReplyDelete
  38. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Pembelajaran yang didominasi oleh guru akan mengarah ke pembelajaran tradisional. Pembelajaran tradisional lebih membuat guru terpaku dengan satu sumber buku teks yang disediakan tanpa ingin mengembangkan perangkat pembelajaran yang disesuaikan dengan latar belakang dan kemampuan siswa, guru terkesan memaksakan siswa untuk mampu menghafal apa yang disampaikan, dan hanya terjadi penyampaian materi atau transfer knowledge satu arah yang berasal dari guru ke siswa tanpa adanya interaksi antara siswa dengan siswa. Sedangkan pembelajaran inovatif lebih menekankan kesadaran siswa dalam belajar, problem posing, guru memfasilitasi kebutuhan belajat siswa, dan pembelajaran yang terjadi dua arah yaitu pembelajaran antara siswa dan guru.

    ReplyDelete
  39. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Hal-hal yang mencerminkan gaya pengajaran tradisional adalah: Buku teks berorientasi, menjelaskan konsep, berorientasi konten, pengajaran terarah, menyampaikan konsep, menyampaikan metode, evaluasi eksternal (uji), mendominasi inisiasi, metode deduktif, kesimpulan oleh Guru, dan masih banyak lagi.

    Sedangkan yang mencerminkan gaya pengajaran inovatif adalah: Rencana pembelajaran informal, inisiasi siswa, kebutuhan siswa, siswa terpusat, kesadaran akan lingkungan, pengajaran tim, lembar kerja siswa, matematika realistis, pemecahan masalah, pendekatan multikultural, kreativitas siswa, pengembangan konsep, konstruktivis, problem posing, penilaian, Portofolio, memfasilitasi kebutuhan belajar siswa, dan masih banyak lagi.

    ReplyDelete
  40. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pada sistem pembelajaran tradisional, sumber pembelajaran masih terbatas pada informasi yang diberikan oleh guru ditambah sedikit dari buku. Sedangkan sumber belajar lainnya belum mendapatkan perhatian, sehingga aktivitas belajar siswa kurang berkembang. Pada pembelajaran tradisonal menggunakan cara isolated work, di mana cara para siswa dalam belajar adalah dengan belajar sendiri-sendiri atau bersifat individual. Sehingga tak ada tukar informasi antara mereka. Para siswa belajar secara individual sehingga mereka hanya bergantung pada kemampuan mereka masing-masing. Siswa yang memiliki kemampuan yang tinggi akan egois dan menggunakan kemampunnya sendiri untuk kepentingannya sendiri tanpa mempedulikan temannya. Sedangkan siswa yang memiliki kemampuan yang kurang akan kesulitan. Dalam hal ini, guru tidak memiliki usaha untuk memberi pekerjaan yang sifatnya kelompok karena penilaian kelompok mungkin dirasa kurang adil. Sehingga tugas yang diberikan oleh guru adalah tugas yang sifatnya adalah individual. Perubahan yang terjadi pada pembelajaran modern adalah mengutamakan kerjasama. Collaborative work adalah suatu pembelajaran di mana siswanya dituntut untuk memecahkan suatu permasalahan dengan cara kerja sama (kolaborasi). Hal paling mudah yang dapat guru terapkan dalam kelas adalah diskusi. Jadi di sini siswa dibagi menjadi grup atau minimal satu kelompok dua orang. Lalu mereka diberi sebuah permasalahan dan pemecahannya harus dikerjakan secara kelompok. Cara belajar ini cukup efektif bila setiap anggota kelompok dapat menyumbangkan atau beraspirasi dalam memecahkan masalah. Jadi di sini guru harus pintar dan terampil dalam mengawasi siswa-siswanya dalam melakukan kegiatan pembelajaran kooperatif maupun diskusi. Agar apa yang mereka peroleh dari hasil belajar mereka adalah benar-benar dari hasil mereka bertukar pikiran. Bukan hanya dari satu atau beberapa siswa saja. Di sini juga dituntut agar siswa yang biasanya kurang pede dan minder serta pendiam dapat mengemukakan pendapatnya dalam forum kerja sama.

    ReplyDelete
  41. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Pada pembelajaran tradisional berorientasi pada guru atau disebut dengan Teacher Centered. Di sini proses pembelajaran tergantung pada guru. Guru bertugas mengajar dan memberi pengetahuan kepada para siswa, sedangkan siswa hanya mendengarkan saja. Jadi, siswa bersifat pasif karena yang penting bagi siswa adalah mendengarkan apa yang dijelaskan oleh guru. Siswa dianggap tidak memiliki pengetahuan lain selain yang diajarkan oleh guru. Guru di sini dianggap yang “paling pintar” dan menganggap siswa-siswanya ini tidak tahu apa-apa bila tidak mendapatkan pelajaran dari gurunya karena guru sebagai satu-satunya sumber pembelajaran. Siswa hampir tidak memiliki kesempatan untuk melakukan aktivitas sesuai dengan minat dan keinginannya. Dalam pembelajaran modern ini telah mengalami pergeseran, yang mulanya berpusat pada guru menjadi berpusatkan pada siswa (Student Centered). Hal ini siswa berfungsi sebagai subjek dalam pembelajaran. Pada pembelajaran modern ini siswa memiliki kesempatan yang terbuka untuk melakukan kreativitas dan mengembangkan potensinya melalui aktivitas secara langsung sesuai dengan minat dan keinginannya. Namun, di sini bukan berarti guru hanya pasif dan tidak melakukan apapun. Guru lebih berfungsi membekali kemampuan siswa dalam menyeleksi informasi yang dibutuhkan. Pengajar dan siswa sama-sama aktif, siswa aktif mengkonstruksi pengetahuan dan pengajar sebagai fasilitator yang membimbing dan mengarahkan para siswanya agar kegiatan belajar mengajar menjadi lebih tearah.

    ReplyDelete
  42. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Pada umumnya pembelajaran di sekolah terbagi menjadi dua, yaitu pembelajaran tradisonal dan pembelajaran inovatif. Pembelajaran tradisional mempunyai ciri antara lain: berbasis buku, berpusat pada guru, metode penyampaian materi menggunakan metode ceramah, guru bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa di sekolah. Sedangkan pembelajaran inovatif mempunyai ciri antara lain: Student Center (berpusat pada siswa),variasi media pembelajaran (berbagai macam sumber belajar), variasi metode pembelajaran, variasi interaksi: klasikal, kelompok, individual, konstruktivisme, matematika sekolah, realistik, guru sebagai fasilitator, dan sebagainya

    ReplyDelete
  43. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Pada umumnya pembelajaran di sekolah terbagi menjadi dua, yaitu pembelajaran tradisonal dan pembelajaran inovatif. Pembelajaran tradisional mempunyai ciri antara lain: berbasis buku, berpusat pada guru, metode penyampaian materi menggunakan metode ceramah, guru bertindak sebagai satu-satunya sumber belajar bagi siswa di sekolah. Sedangkan pembelajaran inovatif mempunyai ciri antara lain: Student Center (berpusat pada siswa),variasi media pembelajaran (berbagai macam sumber belajar), variasi metode pembelajaran, variasi interaksi: klasikal, kelompok, individual, konstruktivisme, matematika sekolah, realistik, guru sebagai fasilitator, dan sebagainya

    ReplyDelete