Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 13: Apakah Matematika Kontradiktif? (Bagian Ketiga)




Oleh Marsigit

Untuk menemukan adanya kontradiksi dalam Unsur Pembentuk Sistem Matematika, kita harus memahami secara filsafat bahwa Sistem-sistem Matematika yang diciptakan dan dikembangkan oleh para Logicist-Formalist-Foundationlist dimaksudkan untuk MEMBANGUN DUNIA.

Pernyataan terakhir mungkin dirasa ANEH dan ASING. Agar kita mampu memahami Konsep Membangun Dunia seperti apa dan bagaimananya, maka kita perlu mengembangkan METODE BERPIKIR INTENSIF DAN EKSTENSIF.

Intensif artinya sedalam-dalamnya dan tidak ada yang lebih dalam (Radix); Ekstensif artinya seluar-luasnya dan tidak ada yang lebih luas lagi. Perpaduan Berpikir Intensif dan Ekstensif akan menghasilkan cara Berpikir Ontologis yaitu Berpikir Hakekat.

Jadi kita berurusan dengan Ilmu Hakekat sebagai metode untuk mengungkap Hakekat Unsur-unsur Pembentuk Sistem Matematika.

Secara hakekatnya, maka Metode Logika dan Metode Formal yang dikerjakan oleh kaum Logicist-Formalist-Foundationalist barulah mencakup SEPARO DUNIA, yaitu Dunia yang terbebas dari Ruang dan Waktu.

Sedangkan Separo Dunia lain yang belum disentuh atau belum digarap oleh kaum Logicit-Formalist-Foundationalis adalah Dunia yang terikat oleh Ruang dan Waktu.

Gabungan kedua Dunia itulah yang kemudian diperoleh Dunia Seutuhnya atau Hakekat Dunia.

Maka saya dapat menemukan dengan versi filsafat (cocok dengan pembuktian yang dilakukan oleh Godel) bahwa semua karya-karya kaum Logicits-Formalist-Foundationalist TIDAKLAH LENGKAP karena memang mereka ingin mempertahankan KEKONSISTENSIANNYA.

Mengapa tidak lengkap?

Karena hanya baru menjangkau Separo Dunia yaitu Dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu.

Lantas dimana Kontradiksinya?

Akan saya uraikan pada Bagian Keempat.

75 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    untuk memahami konsep membangun dunia, perlu mengembangkan metode berpikir intensif dan ekstensif. Intensif artinya sedalam-dalamnya dan ekstensif artinya seluas-luasnya. Perpaduan antara keduanya merupakan hakikat berpikir dalam ruang dan waktu. Oleh karena itu, diperlukan adanya analisis dan refleksi untuk memahami lebih lanjut tentang kontradiksi matematika tersebut.

    ReplyDelete
  2. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Agar mampu memahami konsep membangun dunia kita harus selalu ingat 2 hal yaitu ruang dan waktu, berpikir intensif dan ekstensif. Dalam melakukan sesuatu, kita harus dapat mengacu pada ruang dan waktu agar kita bisa menempatkan diri dengan tepat, harus berpikir intensif yaitu sungguh-sungguh dan terus menerus sampai hasil yang dicapai bisa optimal dan ekstensif yaitu menjangkau secara luas. Metode yang digunakan oleh kaum Logicist-Formalist-Foundationalist baru mencakup separuh dari dunia, separuhnya lagi adalah metode yang belum digunakan oleh mereka. Sesuai dengan teori Godel, semua karya mereka tidak lengkap karena ingin mempertahankan kekonsistenan.

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metode logika dan metode formal yang dikerjakan oleh kaum logicist-formalist-foundationalist baru mencakup dunia yang terbebas oleh ruang dan waktu. Kaum tersebut belum mampu mencakup hakekat dunia atau dunia yang sepenuhnya. Oleh karena itu, karya-karya kaum logicist-formalist-foundationalist belum lengkap karena mereka hanya ingin mempertahankan kekonsistenan dari sistem matematika yang mereka buat.

    ReplyDelete
  4. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Saya belum mengerti mengapa separo dunia yang sudah dibangun tersebut adalah dunia yang terbebas dari ruang dan waktu?
    Lalu mengapa dunia yang justru sudah terikat ruang dan waktu belum ditemukan?
    Menurut saya separo dunia yang belum dibangun adalah karena keterbatasan pemiiran manusia sehingga tidak akan bisa pengetahuan manusia melingkupi seluruh yang ada di bumi.
    Untuk itulah maka separo dunia lagi belum ditemukan.

    ReplyDelete
  5. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Muncul masalah baru lagi, yakni ternyata kaum logistics-Formalist hanya kaitannya dalam membangun matematika hanya mencakup separuh dunia dan lagi-lagi matematika hakekat yang berisi juga sebagiannya mengenai matematika kontradiktif belum juga muncul, dan pembuat artikel ini telah berhasil membuat saya semakin penasaran saja. Ternyata bidang matematika sangatlah luas dan separuh dari matematika itupun kita belum bisa menguasainya. METODE BERPIKIR INTENSIF DAN EKSTENSIF merupakan oleh pikir filsafat yang sesuai dan sangat kondusif diterapkan dalam mengkaji matematika. Matematika sebagai ilmu yang banyak substansi materinya baik yang ada dan yang mungkin ada. Hakekat unsur matematika yang abtrak, rasional, imajiner, irrasional dan sebgainya memerlukan kajian mendalam.

    ReplyDelete
  6. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Hakekat dunia ialah dunia yang terbatas dengan ruang dan waktu dan dunia yang tidak terbatas dengan ruang dan waktu. Akan tetapi tidaklah mudah membangun kedua dua tersebut. Siakp manusia yang merasa cepat puas itulah yang menyebabkannya. saat manusia sudah membangun separo dunia dan suda merasa puas, disini dia akan berhenti. Hidup memanglah kontradiktif. Dunia yang kontardiktif seperti layaknya matematika. Matematika yang terbatas ruang dan waktu dan matematika yang tidak terbatas ruang dan waktu. Namun kontradiktif ini lah salah satu karakter unik dari matematika

    ReplyDelete
  7. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Godel telah mengemukakan teorema ketidaklengkapannya, yaitu apabila suatu itu lengkap maka ia tidak konsisten, apabila ia konsisten maka ia tak lengkap. Teorema godel ini bisa diterapkan dimana saja, karena mengkritisi dunia. Oleh karena itu teorema ini bersifat universal. Saya setuju apabila matematika yang dikembangkan oleh para logicis-formalis-foundasionalis itu tidak lengkap. Karena pada perkembangannya ada hal yang tidak dapat dijangkau oleh matematika logicis yaitu matematika non logika.

    ReplyDelete
  8. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Berdasarkan elegi di atas dapat disimpulkan bahwa untuk memahami konsep membangun dunia diperlukan adanya mengembangkan metode berpikir intensif dan ekstensif. Intensif memiliki arti sedalam-dalamnya dan ekstensif ialah seluas-luasnya. Telah disebutkan bahwa metode logika dan metode formal yang dikerjakan oleh kaum logicist-formalist-foundationalist belum lengkap karena baru mencakup separuh dunia, yaitu dunia yang terbebas dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  9. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kaum tersebut belum mampu mencakup hakekat dunia atau dunia yang sepenuhnya. Oleh karena itu, karya-karya kaum logicist-formalist-foundationalist belum lengkap karena mereka hanya ingin mempertahankan kekonsistenan dari sistem matematika yang dibuat.

    ReplyDelete
  10. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Berpikir hakekat didapat dari perpaduan berpikir intensif dan ekstensif. Dunia adalah gabungan dari dua separo dunia. Separo dunia yang dimaksud adalah dunia yang terbebas oleh ruang dan waktu yang mana menjadi lahan garapan kaum logicist-formalist-foundationalist, sedangkan separo dunia yang lain adalah dunia yang terikat oleh ruang dan waktu yang mana belum terjamah oleh kaum logicist-formalist-foundationalist. Gabungan keduanya tersebut merupakan dunia yang seutuhnya atau hakikat dunia.

    ReplyDelete
  11. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Dalam elegi ini diuraikan bahwa matematika yang dikembangkan oleh kaum Logicist-Formalist-Foundationalist tidaklah lengkap, karena baru mencakup separo dunia yaitu dunia yang terbebas dari ruang dan waktu, sedangkan separo dunia terikat dari ruang dan waktu. Gabungan dari kedua dunia ini yang disebut dunia seutuhnya atau hakekat dunia. Untuk memahaminya diperlukan pemikiran yang intensif dan ekstensif, yaitu pemikiran yang sedalam-dalamnya dan tidak ada yang lebih dalam, dan pemikiran yang seluas-luasnya dan tidak ada yang lebih luas lagi.

    ReplyDelete
  12. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Hakekat Dunia terbagi menjadi dua, yaitu Dunia yang terbebas Ruang dan Waktu; dan Dunia yang terikat Ruang dan Waktu. Ciri-ciri dari Dunia Hakekat adalah bahwa di dalam Dunia hakekat terdapat Dua Prinsip Hakekat, yaitu Prinsip Identitas dan Prinsip Kontradiksi. Jika dia bukan Identitas, maka dia adalah Kontradiksi; dan jika dia bukan Kontradiksi maka dia adalah Identitas. Kontradiksi yang ada pada Dunia yang terbebas Ruang dan Waktu, tentu berbeda dengan Kontradiksi yang ada pada Dunia yang terikat Ruang dan Waktu.

    ReplyDelete
  13. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Matematika jika hanya berlandaskan logika dan penalaran saja hanya menjadi separuh dunia dari ilmu matematika. Matematika tersebut tidak terikat oleh ruang dan waktu. Separuh dunia yang lain adalah matematika yang terikat oleh ruang dan waktu. Itulah gunanya belajar filsafat, agar kita dapat mengetahui separuh dunia lainnya. Sehingga ketika menjadi guru atau dosen kita dapat memahami hakikat ilmu seutuhnya

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas ilmu yang bermanfaat dan menarik ini
    Melalui elegi ini saya memperoleh pengetahuan baru bahwa sistem matematika yang dibangun kaum logicist-formalist-foundationalist adalah sistem matematika yang terbebas dari ruang dan waktu. Melalui statement tersebut, saya menjadi teringat-ingat mata kuliah Filsafat Ilmu yang saya ikuti. Pada mata kuliah tersebut dijelaskan bahwa orang yang cerdas adalah orang yang mampu berpikir dan bertindak sesuai ruang dan waktunya. Oleh karena itu, adanya statement bahwa sistem matematika yang dibangun kaum logicist-formalist-foundationalist adalah terbebas dari ruang dan waktu menimbulkan pertanyaan pada diri saya, yaitu “Lantas bagaimana sistem pendidikan ini akan mencetak pembelajar yang cerdas, sedangkan sistem matematika yang dibangunnya terbebas dari ruang dan waktu?”. Akan tetapi, saya sadar bahwa pertanyaan saya tersebut terkesan menghakimi dan terlalu cepat menyimpulkan, oleh karenanya saya akan berupaya mengejar apa sebenarnya matematika meurut logicist-formalist-foundationalist melalui elegi-elegi berikutnya. Bismillah

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Sepemahaman kami tidak ada di dunia ini yang tidak terbatas. Demikian halnya dengan matematika, tentunya matematika juga memiliki keterbatasan pada ruang dan waktu tertentu. Dengan berpikir mendalam (intensif) dan luas (ekstensif), para ahli matematika tentunya berusaha untuk menembus ruang dan waktu tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk memperkuat konsistensi dari matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  16. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Untuk membangun dunia matematika harus dilakukan secara luas seluas-luasnya dan dalam sedalam-dalamnya, dengan begitu barulah bisa berpikir secara ontologis, sehingga dapat membangun dunia sesuai dengan ruang dan waktu. Sedangkan yang dikerjakan oleh kaum logicist-formalist-foundationalist yaitu metode logika dan metode formal masih terbebas dari ruang dan waktu, sehingga kaum tersebut belum bisa dikatakan membangun dunia yang seutuhnya atau baru membangun separoh dunia. Oleh karena itu, karya-karya dari kaum logicist-formalist-foundationalist belum lengkap karena mereka mempertahankan kekonsistenan dari sistem matematika yang mereka buat.

    ReplyDelete
  17. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Membaca elegi di atas, saya terkesan dengan sistem matematika yang diciptakan oleh para Logicist-Formalist-Foundationlist yang memiliki niat untuk membangaun dunia.Dan untuk membangun hal tersebut dibutuhkan dua metode yaitu metode berpikir intensif dan ekstensif.Setelah melirik pengertian dua metode tersebut, maaf jika saya tidak salah,sepertinya hal yang mustahil untuk menggapai dunia yang utuh karena lagi-lagi terbatas oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  18. Uswatun Hasanah
    17701251022
    S2 PEP B

    Membaca ulasan di atas membuat saya ingin membaca elegi lanjutannya. Setelah membaca ulasan di atas juga menimbulkan tanya di dalam benak ini. Apakah konsistensi sejatinya benar-benar terbebas dari ruang dan waktu? Apakah konsistensi antara pemikiran dan tindakan merupakan kedua hal yang berbeda? Sebelumnya, saya berpikir bahwa konsistensi tindakan seseorang akan terlihat seiring berjalannya waktu. Ini membuat saya ingin terus mencari informasi yang lain agar saya memiliki pandangan yang lebih dalam akan hal ini. Saya sendiri juga tidak menginginkan pemahaman yang hanya setengah-setengah. Saya merasa begitu semangat untuk melihat sesuatu yang lebih mendalam. Terima kasih Prof, dengan ulasan ini membuat saya tidak berhenti dan berfokus pada satu ulasan saja.

    ReplyDelete
  19. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Untuk memahami konsep membangun dunia, kita perlu mengembangkan metode untuk berpikir secara intensif dan ekstensif. Metode berpikir intensif adalah metode berpikir sedalam mungkin. Metode berpikir luas adalah metode berpikir selebar mungkin. Inti yang diraih oleh Logicist-Formalist-Foundationlist saat ini, hanya setengah dari dunia yang bebas dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Menurut saya jawaban dari blog ini adalah matematika dapat bersifat kontradiktif karena setiap konsep dari matematika akan berhubungan dengan konsep matematika lainnya. Hubungan tersebut dapat diketahui kebenarannya dengan menggunakan pembuktian. Jenis pembuktian juga beragam dapat menggunakan tautologi atau menggunakan kontradiktif. Tapi dalam membuktikan hal tersebut lebih banyak matematikawan menggunakan cara kontradiktif. Hal tersebut untuk mengetahui apakah hasil dari kontradiktif tersebut kontradiktif. Apabila kontradiktik maka kekotradiktifan tersebut dapat dikatakan terbukti, namun apabila kekontradiktifan tersebut tidak kontradiktif maka pembuktian tersebut menyatakan salah.

    ReplyDelete
  21. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Seperti yang diungkapkan dalam elegi ini, matematika yang hanya berlandaskan logika dan penalaran saja hanya menjadi separuh dunia dari ilmu matematika. Matematika tersebut tidak terikat oleh ruang dan waktu. Separuh dunia yang lain adalah matematika yang terikat oleh ruang dan waktu. Maka agar menjadi utuh, matematika merupakan gabungan dari keduanya.

    ReplyDelete
  22. Anisa Safitri
    177012510138
    PEP B

    Unsurmatematika seluruhnya bersifat konsisten dan kontradiktif, namun membentuk suatu kesatuan matematika yang utuh. seperti halnya dalam kehidupan ada salah ada benar, dan semua itu bersinergi membentuk suatu keutuhan dalam suatu sikap.begitu pulan dengan kontradiksi, adanya kontradiksi melengkapi konsistensi.

    ReplyDelete
  23. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Setelah saya membaca elegi pemberontakan pendidikan matematika 12 yang mengungkapkan bahwa matematika yang terbuka cenderung tidak konsisten dan matematika yang tertutup cenderung tidak lengkap, dalam elegi pemberontakan matematika 13 ini yang saya pahami adalah matematika bertujuan untuk membangun dunia. Jika dalam penerapannya yang digunakan hanya logika dan formal. Ternyata logika dan formal belumlah cukup untuk mebangun dunia, karena logika dan formal barulah separuh dunia yaitu dunia yang terbebas dari ruang dan waktu. Masih terdapat separuhnya lagi yaitu matematika yang sesuai dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  24. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B

    setelah membaca bagian yang ketiga, saya sudah sedikit menangkap inti dari permasalahannya. bahwa ternyata ide nya baru separo dunia, karena hanya menjangkau dunia yang terbebas ruang dan waktu. sedangkan matematika itu juga ada didalam ruang dan waktu. mungkin pada tulisan berikutnya akan bisa menjelaskan lebih lanjut.

    ReplyDelete
  25. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dengan belajar matematika siswa dilatih untuk berlogika dan bernalar baik di dalam melakukan manipulasi aljabar maupun di dalam membentuk sebuah konsep matematis. Sehingga, matematika sebagai bagian dari kurikulum pendidikan, memainkan peranan yang sangat strategis dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia disekolah. Termasuk di dalamnya adalah peran guru yang menjadi fasilitator dalam mengantarkan siswanya ke dalam proses pembelajaran matematika yang bersifat identitas maupun kontradiktif.

    ReplyDelete
  26. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Dari ulasan bapak diatas mengenaik matematika kontradiktif harus ditinjau dari sudut pandang filsafat. Ternyata Matematika kontradiktif hanya separuh dunia. Separunya merupakan konsistensi. Matematika kontradiktif terbebas oleh ruang dan waktu. Gabungan dari dua sudut pandang tersebut adalah dunia yang seutuhnya.

    ReplyDelete
  27. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Dari penjelasan di atas, matematika yang dicetuskan oleh kaum Logicist-Formalist-Foundationlist yang berupa logika dan penalaran saja merupakan matematika yang baru mecakup separuh dunia karena terbebas dari ruang dan waktu. Sedangkan separuh dunianya lagi ialah matematika yang terikat dengan ruang dan waktu. Menurut saya, matematika yang terikat dengan ruang dan waktu ialah matematika yang mengikuti keadaan sebenarnya di dunia nyata. Matematika inilah yang sebaiknya diajarkan kepada anak-anak. Oleh karena itu, kita butuh matematika yang terikat dengan ruang dan waktu sehingga kita mendapatkan matematika yang utuh.

    ReplyDelete
  28. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pada dasarnya ilmu itu tidak terbatas, kita tidak akan bisa untuk mempelajari semua ilmu yang ada di dunia ini. Seperti halnya mempelajari matematika. Dapat memahami matematika yang seutuhnya sangatlah sulit. Tetapi semakin umur bertambah, semakin pengalaman pun juga bertambah, maka definisi yang kita ketahui menjadi meningkat. Dari sederhana menjadi kompleks. Matematika dalam pikiran kita itu tidak terikat ruang dan waktu, sehingga dapat menghubungkan segala hal yang ada di dunia ini.

    ReplyDelete
  29. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Saya cukup bisa memahami bahwa semua kebenaran harus sesuai dengan ruang dan waktunya. Begitu juga kebenaran dalam ilmu. Teori atom Dalton adalah benar sesuai ruang dan waktunya, sebelum muncul teori baru yang menyempurnakannya dan lebih sesuai dengan ruang dan waktunya. Namun saya masih bingung, kenapa dunia yang terikat ruang dan waktunya dikatakan baru separo dunia? Dan separonya lagi adalah dunia yang terbebas ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  30. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs P.Mat A

    Tidak lah matematika kontradiksi ataupun hanya mencakup separuh dunia. Mengapa demikian karena matematika ingin memepertahankan kekonsistenannya. Berfikir intensif dan ekstensif memang baik. Hal ini bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan di dunia. Namun di sini matematika memilih tidak mencampur adukkan antar dunia yang dibatasi ruang dan waktu. Matematika memiliki peran sendiri dalam membangun dunia, yaitu melalui konsistensinya melatih siswa berfikir akan alam yang sangat luas dan banyak hal yang masih belum terjangkau manusia.

    ReplyDelete
  31. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya, Prof. Ternyata jika dikaji berdasarkan hakikatnya, matematika diciptakan untuk membangun dunia. namun dunia yang dibangun oleh matematika adalah dunia yang terbatas oleh ruang dan waktu karena matematika ingin mempertahankan kekonsistenannya. Matematika belum mampu meng-cover dunia yang tidak terikat oleh ruang dan waktu. Sehingga matematika belum dapat dikatakan membangun dunia.

    ReplyDelete
  32. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Matematika yang formal belumlah lengkap, "Karena hanya baru menjangkau Separo Dunia yaitu Dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu". Saya memahami hal ini sebagai matematika yang hanya angka saja, berisi lambang-lambang yang belum dijelaskan. Hal ini membuat matematika belum memiliki konteks, masih terlepas dari ruang dan waktu.
    Konsep yang digunakan untuk membangun dunia harus dikembangkan lebih dalam, bukan hanya sekedar lambang tanpa konteks.

    ReplyDelete
  33. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Pada bagian ketiga ini saya menemukan bahwa matematika yang dibangun oleh para Logicist, Formalist dan Foundationalist masih belum mampu mempertahankan kekonsistenan unsur-unsur pembentuk sistem matematika. Karena matematika yang digarapnya adalah yang terbebas dari ruang dan waktu. Sedangkan sebenar-benar matematika adalah yang terbebas dan yang terikat oleh ruang dan waktu sekaligus.

    ReplyDelete
  34. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Ternyata kontradiksi dari sub sistem matematika dilihat dari keinginan untuk membangun dunia. Yang didasari pada berfikir intensif dan ekstensif, yang berarti berfikir sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka dari sinilah ingin dilihat akan munculnya kontradiksi dan ketidak konsistenan dalam matematika. Sungguh sangat menarik, namun juga masih sangat sulit untuk dipahami. Sehingga menurut saya inilah lasan Prof Marsigit memisahkan setiap elegi-elegi tersebut kedalam beberapa tahapan.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  35. Junianto
    17709251065
    PM C

    Saya sepakat bahwa salah satu tujuan dikembangkannya matematika adalah untuk membangun dunia. Maka dari itu, matematika merupakan salah satu dasar dari disiplin ilmu yang lain. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa matematika memang masih perlu banyak dikembangkan agar ilmunya semakin luas dan bisa menyentuh berbagai lini. Saya juga sepakat dengan pendapat Prof bahwa matematika yang ada saat ini masih separuh dunia dna belum menyeluruh. Inilah yang membedakan ilmu buatan manusia dengan ilmu dari Tuhan YME. Maka dari itu, jika ilmu matematika dikembangkan lebih jauh lagi bisa jadi kontradiksi dalam matematika akan menjadi semakin kompleks juga.

    ReplyDelete
  36. Sebagai mother of sains, matematika terus dan terus mengembangkan ilmu dan pengetahuannya. Berpikir intensif dan ekstensif merupakan merode berpikir yang perlu di kembangkan untuk menghasilkan berpikir ontologis yakni hakikat Ilmu hakikat untuk menganalisis unsur-unsur pembentuk matematika. Ternyata begitu bodohnya kami, sehingga tidak menyadari kontakdikdi matematika ternyata ada, kontraksi matematika berada dalam ranah keterikatan dengan ruang dan waktu. Selanjutnya kami masih meraba-meraba kontadiksi yang bagaimana dari unsur-unsur matematika ini sehingga mampu menghasilka sistem matematika yang baik. Terima Kasih

    ReplyDelete
  37. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Akhirnya saya menemukan jawaban dari separoh dunia selain 3 pilar tersebut, yaitu dunia yang terikat dengan ruang dan waktu. Untuk membangun dunia, kita memerlukan 2 poin ini yaitu 3 pilar yang sudah disebutkan pada elegi sebelumnya dan ruang dan waktu. Karena dimana saja kita berapa, ruang dan waktu akan selalu terikat dengan kita. Maka dari itu, sesuaikan kompetensi kita seuai dengan zamannya, dan bukan malah buta akan ruang dan waktu dengan kata lain membebaskan ruang dan waktu. Masih perlu dikembangkan lagi dan masih banyak penelitian-penelitian yang harus dilakukan dalam rangka untuak mewujudkan dunia seutuhnya.

    ReplyDelete
  38. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  39. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Terimakasih Prof dalam elegy ini saya memahami bahwasannya matematika yang hanya berlandaskan logika dan penalaran saja hanya menjadi separuh dunia dari ilmu matematika. Matematika tersebut tidak terikat oleh ruang dan waktu. Separuh dunia yang lain adalah matematika yang terikat oleh ruang dan waktu. Maka agar menjadi utuh, matematika merupakan gabungan dari keduanya

    ReplyDelete
  40. Terimakasih bapak atas pencerahnnya pada tulisan ini saya baru mengetahui bahwasanya ilmu matematika berkaitan dengan konsep membangun dunia. Seperti kata tulisan bapak bahwasanya logic dan formal itu sesungguhnya hanya separo dunia pada basis ruang dan waktu, maka kita harus mempertanyakan kemana sebagian yang lain?? Tentulah itulah bagian kontradiktif dari unsur matematika yang kita atau matematikawan murni anggap sebagai ketiadaan.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  41. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Matematika Logicist-Formalist-Foundationalist sebagaimana dikatakan diatas bahwa belum lengkap sebagai ilmu matematika karena masih mencangkup separuh dunia mencapai separuhnya lagi yaitu ruang dan waktu.
    Matematika Logicist-Formalist-Foundationalist berfokus pada mempelajari matematika yang menembus ruang dan waktu seperti definisi, aksioma, teorema, dan lain-lain. Karena semua itu dipahami dengan pemahaman yang sama kapanpun dan dimanapun.

    ReplyDelete
  42. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Kembali ditegaskan dari bagian ketiga ini bahwasanya saat matematika dianggap sebagai sistem yang konsisten dia hanya mencakup setengah dari dunia yang ada. Hal ini berkaitan dengan keberadaan lain yang terikat dengan ruang dan waktu. Oleh karena itu, dipertanyakan dimana setengah dunia yang lain, setengah dunia yang lain itulah yang terikat ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  43. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Jika dikatakan bahwa matematika sebenarnya digunakan untuk membangun dunia, sedangkan matematika formal atau matematika abstrak itu hanya membangun setengah dunia, maka setengah dunia lagi pasti dibangun oleh matematika yang tidak abstrak atau yang biasa menghubungkan dunia nyata untuk memahami matematika. Untuk itu, salah jika seorang guru hanya berkutat di matematika abstrak saja namun mengabaikan matematika yang nyata untuk memahamkan peserta didik. Seharusnya mereka juga harus mengetahui dunia mereka dan cara berfikir mereka agar guru tahu cara menerangkan matematika yang dapat dipahami oleh siswa dengan mendalam.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  44. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Matematika yang oleh matematikawan murni (kaum logicist- formalist- foundalitionalist) dipandang sebagai matematika yang konsisten dan tidak kontradiktif barulah mencakup setengah dunia. Yaitu dunia yang terbebas dari ruang dan waktu. Masih ada dunia yang terikat oleh ruang dan waktu. Dunia inilah yang belum dapat dijangkau oleh matematika yang konsisten dan tidak kontradiktif. Dunia yang terikat oleh ruang dan waktu, yaitu kenyataan. Di dunia kenyataan, matematika adalah sesuatu yang kontradiktif, inilah separuh dunia yang ditinggalkan kaum matematikawan murni.

    ReplyDelete
  45. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dari uraian elegi diatas dapat disimpulkan bahwa metode logika dan formal yang dikerjakan oleh kaum Logicist-Formalist-Foundationalist belum lengkap karena baru mencakup separuh dunia, yaitu dunia yang terbebas dari ruang dan Waktu. masih ada separuh dunia lain yang belum disentuh atau belum digarap oleh kaum Logicit-Formalist-Foundationalis yaitu dunia yang terikat oleh ruang dan waktu. sehingga belum memperoleh dunia seutuhnya atau hakekat dunia.

    ReplyDelete
  46. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Untuk membangun dunia kita harus mengembangkan metode intensif dan ekstensif. Intensif dan ekstensif juga memiliki perbedaan definisi tergantung dari sudut mana kita mendefinisikannya. Ada intensif dan ekstensif dalam segi bahasa, yaitu menbaca secara intensif dan membaca secara ekstensif. Jika dilihat dari sudut pandang sains, Intensif dan ekstensif berhubungan dengan termodinamika

    ReplyDelete
  47. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Dunia Matematika yang dibangun kaum Logicist-Formalist-Foundationalist "barulah mencakup separuh dunia" atau bahkan mungkin baru sepertiganya, yaitu dunia matematika dewasa. Dunia matematika anak-anak dan remaja tidak tersentuh di dalamnya. Dalam konteks membangun dunia matematika sangatlah penting memperhatikan hal tersebut. Maka dengan versi filsafat (cocok dengan pembuktian yang dilakukan oleh Godel) bahwa semua karya-karya kaum Logicits-Formalist-Foundationalist tidaklah lengkap karena memang mereka ingin mempertahankan kekonsistenannya.

    ReplyDelete
  48. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Para logicist dan formalis mengembangkan sistem matematika untuk membangun dunia. Mereka membangun dunia. Mereka membangun dunia membangunkan sistem matematika yang terbebas dari ruang dan waktu. Untuk memahaminya diperlukan pemikiran yang intensif dan ekstensif, yaitu pemikiran yang sedalam dalamnya serta pemikiran yang seluas luasnya.

    ReplyDelete
  49. Dunia yang dibangun oleh para formalist dan logicist adalah dunia yang belum seutuhnya, karena dunia mereka adalah dunia yang terbebas dari ruang dan waktu. Untuk benar-benar membangun dunia maka harus membuat dunia yang terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  50. Dunia yang dibangun oleh para formalist dan logicist adalah dunia yang belum seutuhnya, karena dunia mereka adalah dunia yang terbebas dari ruang dan waktu. Untuk benar-benar membangun dunia maka harus membuat dunia yang terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  51. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dari uraian di atas dapat disimpulkn bahwa dalam mencapai kekonsitenan matematika masih dapat ditemukan separoh dunia yanitu ruang dan waktu, yang belum di analisis oleh matematikawan. Penambahan ruang dan waktu pada kekonsistenan matematika ni membuat pertanyaan terjawab saat mengyatakan satu tidak sama dengan satu yang selama ini masih dianggap sebgaai identitas, namun dengan memperhatikan ruang dan waktu hal ini dapat menjadi kontradiksi.

    ReplyDelete
  52. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Seperti yang dikatakan dalam elegi sebelumnya, bahwa telah ditemukan unsur2 pembentuk sistem matematika bersifat kontradiktif. Untuk membuktikan hal ini, kita perlu mengembangkan berpikir intensif dn ekstensif. Berpikir intensif yang dimaksud dalam elegi ini adalah yang paling adalam (tidak ada yang lebih dalam), sedangkan ekstensif adalah yang paling luas (tidak ada yang lebih luas). Pemikiran itu menghasilkan berpikir hakekat. Hal yang masih disentuh oleh mereka adalah dunia yang terbebas oleh ruang dan waktu, mereka belu menyentuh dunia yang terikat ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  53. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya setuju bahwa keyakinan pada kaum Formalist-Logicist-Foundamentalist barulah mencakup separo dunia, yaitu dunia yang terbebas atau tidak terikat dari ruang dan waktu. Sementara masih ada separo dunia yang lain yaitu yang terikat atau tidak terbebas dari ruang dan waktu. Para Formalist-Logicist-Foundamentalist menggunakan matematika sebagai definisi, aksioma, asumsi dengan tidak melibatkan ruang dan waktu. Padahal konsistensi akan menjadi terganggu atau berubah-ubah ketika dilibatkannya ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  54. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Untuk memahami konsep membangun dunia, kita perlu mengembangkan metode untuk berpikir secara insentife dan ekstensif. Metode berpikir insentife ialah metode untuk berfikir sedalam mungkin atau sedalam-dalamnya. Sedangkan berpikir ekstensif ialah metode berpikir secara luas. Menjangkau separuh dari dunia ialah dunia yang terbebas dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  55. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017
    Tujuan dari matematikawan membangun sistem matematika adalah untuk membangun dunia, namun ternyata itu hanyalah separuh bagian dari membangun dunia tersebut. dari elegi ini dapat kita ketahui bahwa untuk membangun dunia kita harus berpikir secara mendalam dan luas, mungkin dapat saya artikan bahwa kita harus mampu berpikir kritis jangan hanya menerima apa yang ada/ disuguhkan. Elegi ini mengkritisi bahwa matematikawan harus menyadari bahwa kekonsistenan yang mereka bangun tidak terikat oleh ruang dan waktu. Jika dikaitkan dengan ruang dan waktu ternyata sistem matematika yang mereka buat itu adalah kontradiksi.

    ReplyDelete
  56. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Berdasarkan artikel di atas dapat disimpulkan bahwa metode formal dan metode logika yang digarap kaum logicis-formalis belum mencakup hakikat dunia. Dengan kata lain, metode logika dan metode formal mencakup ruang dan waktu yang terhingga akan tetapi ada metode lain yang juga mencakup ruang dan waktu yang tak terhingga dan hanya diketahui oleh Sang Pemilik ruang dan waktu. Apabila hal tersebut kita implikasikan dalam dunia pendidikan matematika maka akan sama caranya. Metode logika dan metode formal bagi matematika sekolah ibarat dua hal berbeda yaitu yang satu berkaitan dengan intuisi dan yang lain berkaitan dengan pengalaman peserta didik akan tetapi memiliki tujuan yang sama yaitu perkembangan kecerdasan.

    ReplyDelete
  57. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Matematika murni yang memiliki pilar logicism mathematics, formalism mathematics, dan structuralism mathematics, belumlah menjadi ilmu yang lengkap. Hal itu karena, mereka masih terbebas dari ruang dan waktu. Matematika akan menjadi ilmu yang lengkap jika dikaitkan dengan pelengkapnya yaitu ruang dan waktu. Selama ini kekonsistenan yang dipertahankan oleh matematikawan belum terbantahkan, karena mereka tidak menyentuk ranah ruang dan waktu yang didalamnya terdapat kontradiksi. Terimakasih

    ReplyDelete
  58. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Berpikir ada 2 metode yaitu metode berpikir intensif dan ekstensif. Metode berpikir intensif adalah metode berpikir yang sedalam-dalamnya, sehingga tidak ada metode berpikir lain yang mampu berpikir lebih dalam selain menggunakan metode ini. Sedangkan metode berpikir ekstensif adalah metode berpikir yang seluas-luasnya, sehingga tidak ada metode berpikir lain yang dapat digunakan untuk berpikir luas melebihi metode ini. Untuk membentuk dunia yang utuh dibutuhkannya elemen-elemen yang terpengaruh ruang dan waktu serta elemen yang tidak terpengaruh ruang dan waktu. Jika kedua elemen ini dapat digabung secara baik maka akan terbentuk dunia yang utuh.

    ReplyDelete
  59. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Matematika dianggap kontradiktif karena terbebas oleh ruang dan waktu. Padahal para Logicist-Formalist-Foundationlist ingin membangun dunia melalui matematika. Dunia ini sangat luas, tidak mungkin dunia ini bisa terbebas oleh ruang dan waktu. Jadi disinilah letak kontradiksinya matematika yang dibentuk oleh para Logicist-Formalist-Foundationlist

    ReplyDelete
  60. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Segala perkembangan ilmu pengetahuan adalah dalam rangka membangun dunia. Perkembangan yang ada diperoleh dari pemikiran yang intensif dan ekstensif. Maka sebenar-benar ilmu diperoleh dari perpaduan keduannya. Dan sebenar-benar ilmu diperoleh dengan melibatkan dunia seutuhnya. Maka apa yang dikerjakan kaum Logicist-Formalist-Foundationalist belumlah lengkap karena belum menyentuh dunia seutuhnya.

    ReplyDelete
  61. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017


    Untuk mengetahui apakah matematika itu bersifat kontradiktif atau tidak, maka matematika harus dipandang dengan filsafat. Kemudian filsafat akan mencari hakekat matematika yang sebenarnya dengan cara dipelajari dengan sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya. Maka ternyata ditemukan bahwa kekonsistenan matemtika adalah karena dia tidak terikat raung dan waktu. Pandangan-pandangan filsafat terhadap matematika ternyata menemukan bahwa matematika yang konsisten itu ternyata baru separuh dunia matematika. Yang menjadi pertanyaan sekarang adalah lalu bagaimana atau seperti apakah separuh matematika yang lain?

    ReplyDelete
  62. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Yang dapat saya pahami dari elegi ini adalah bahwa pure mathematics tidaklah lengkap karena mereka mempertahankan kekonsistenannya karena hanya menjangkau dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu. Untuk dunia yang terikat ruang dan waktu mereka belum menjangkaunya. Oleh karena itu matematika bersifat kontradiktif. 2+5 akan sama dengan 7 jika kita tidak terikat ruang dan waktu namun 2+5 akan sama dengan 7 jika kita tidak terikat ruang dan waktu, itulah salah satu contoh matematika bersifat kontradiktif. Sifat identitas terjadi jika subjek=predikat sedangkan sifat kontradiksi terjadi jika subjek tidak sama dengan predikatnya

    ReplyDelete
  63. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Ternyata di mana kontradiksinya belum juga diuraikan pada bagian ini. Sungguh bacaan yang membuat penasaran karena selama ini matematika dikenal sebagai ilmu yang konsisten dan tidak kontradiktif satu dengan lainnya. Separo dunia yang diambil olej fomalist logicst, dan foundationalist menggambarkan bahwa jika ingin mencari kontradiksi di dalam matematika maka harus dipandang secara hakikatnya dengan berpikir sedalam-dalamnya (intensif) dan seluas-luasnya (ekstensif)

    ReplyDelete
  64. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari artikel di atas saya merefleksi bahwa matematika memiliki unsur-unsur pembentuk yang saling berhubungan membentuk sistem matematika. hubungan yang dimiliki unsur pembentuk matematika terbagi dua, saling konsisten dan saling kontradiksi.

    ReplyDelete
  65. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Sampai pada bagian ketiga ini saya belum menemukan kontradiksi dalam unsur pembentuk sistem matematika. Saya hanya menangkap bahwa sistem matematika yang dikembangkan dan dibangun oleh para tokoh terdahulu bertujuan untuk membangun sebua dunia yaitu dunia matematika. Di dalam filsafat memang dikatakan bahwa setiap benda bahkan setiap hal memiliki dunianya sendiri, termasuk matematika. Dunia matematika artinya deskripsi atau konten matematika itu sangat luas dan banyak sekai sampai tidak sanggup untuk diungkapkan atau dituliskan. Yang dapat diungkapkan atau dituliskan selama ini sesungguhnya matematika yang ada di pikiran saja, artinya matematika itu ialah benda pikir atau tidak ada fisiknya.

    ReplyDelete
  66. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pagai bagian ini dikatakan bahwa matematika ditujukan untuk membangun dunia. Membangun dunia dengan cara mengembangkan metode berpikir intensif dan ekstensif. Kedua metode ini akanmenghasilkan cara berpikir hakekat. Namun berpikir hakekat ini masih mencakup separuh dunia yaitu dunia yang terbebas dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  67. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Separuh dunia yang sudah dibangun tersebut adalah dunia yang terbebas dari ruang dan waktu.
    Dalam menemukan kontradiksi Unsur Pembentuk Sistem Matematika, harus dipahami sistem-sistem Matematika yang diciptakan untuk membangun dunia. Caranya dengan berpikir intensif (sedalam-dalamnya) dan ekstensif (seluar-luasnya).

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  68. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Menurut hakekatnya, Metode Logika dan Metode Formal baru mencakup Dunia yang terbebas dari Ruang dan Waktu. Sedangkan Dunia yang terikat oleh Ruang dan Waktu belum disentuh pada hal gabungan keduanya adalah Dunia Seutuhnya atau Hakekat Dunia.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  69. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Seperti komentar saya sebelumnya bahwa untuk dapat melihat sesuatu ketidakcocokkan dengan apa yang selama ini telah tertanam dalam pemikiran kita itu adalah dengan cara keluar dari keadaan dimana kita sudah terbiasa dengan kebenaran tersebut. Sama halnya yang disampaikan oleh prof bahwa untuk dapat mengetahui alasan kenapa bisa matematika dikatakan kontradiktif itu harus melihat atau berpikir secara intrinsik dan ekstrinsik artinya kita harus melampaui kebiasaan yang biasa kita lakukan, yaitu dengan melihat sedalam-dalamnya serta seluas-luasnya mengenai matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  70. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Ketidakkonsistenan akan menimbulkan keraguan dalam benak seseorang yang mau berpikir, sedangkan keraguan akan mendorong orang yag mau berusaha untuk menjernihkan keraguannya tersebut dengan melalui proses terjemah menerjemahkan dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  71. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Jika mendengar kata-kata mendengar dunia, sepertinya yang dilakukan adalah suatu revolusioner yang sangat besar. Perlu perjuangan keras untuk dapat mencapainya. Akan tetapi, jika kita ingin membangun dunia, kita harus memahami terlebih dahulu dunia itu bagaimana baik secara intensi maupun ekstensi. Penjelasan keduanya sudah ada pada tulisan di atas. Sehingga dunia yang akan kita bangun benar-benar dapat berdiri kokoh. Meskipun gempa terjadi, ia tetap berdiri tegak.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  72. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Lalu apa jadinya jika dunia yang kita bangun tidak memiliki pondasi yang kokoh untuk menopangnya? Maka ketika terdapat gempa, dunia tersebut akan mudah roboh. Kalaupun tidak roboh, pasti akan banyak retakan yang membuat dunia ini rapuh. kaum Logicist-Formalist-Foundationalist menilai diri mereka telah membuat pondasi yang kokoh untuk membangun dunia, namun ada bahan pondasi yang tidak mereka ikutsertakan. Sehingga mereka harus ekstra hati-hati ketika gempa terjadi.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  73. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dalam Ilmu Hakekat sebagai metode untuk mengungkap Hakekat Unsur-unsur Pembentuk Sistem Matematika, adanya batasan antara ruang dan waktu yang menyebabkan pembuktian bahwa matematika bersifat konsisten itu salah. Salah tafsir ini karena masih banyak orang yang belum memahami batasan ruang dan waktu sehingga hanya sebagian saja yang dibuktikan dan tidak dapat dikatakan sebagai hakekat matematika sepenuhnya.

    ReplyDelete
  74. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Untuk membangun dunia maka harus ada dua sifat obyek pikir yaitu sifat obyek pikir di dalam pikiran dan sifat obyek pikir di luar pikiran. Selama ini logist formalist hanya menggunakan sifat yang pertama sehingga baru membangun separuh dunia. sifat obyek pikir di dalam pikiran tidak terikat ruang dan waktu, padahal pada kenyataannya diperlukan juga yang terikat oleh ruang dan waktu. Selain menggunakan dua sifat tersebut, maka dalam membangun dunia bisa memakai metode ekstensif dan intensif yaitu dengan jangkauan luas menyeluruh dan yang mendasar.

    ReplyDelete