Feb 12, 2013

The Nature of Students Learn Mathematics




By Marsigit
Yogyakarta State University


Understanding the nature and characteristics of young adolescent development can focus effort in meeting the needs of these students.


The National Middle School Association (USA, 1995) identified the nature of students in term of their intellectual, social, physical, emotional and psychological, and moral. Young adolescent learners are curious, motivated to achieve when challenged and capable of problem-solving and complex thinking. There is an intense need to belong and be accepted by their peers while finding their own place in the world. They are engaged in forming and questioning their own identities on many levels. The students may mature at different rates and experience rapid and irregular growth, with bodily changes causing awkward and uncoordinated movements. In term of emotional and psychological aspect, they are vulnerable and self-conscious, and often experience unpredictable mood swings. While in the case of moral, they are idealistic and want to have an impact on making the world a better place.

Most of the teachers always pay much attention to the nature of student’s ability. We also need to have an answer how to facilitate poor and low-ability children in understanding, learning and schooling. Intellectual is really important to realize mental ability; while, their work depend on motivation. It seems that motivation is the crucial factor for the students to perform their ability. In general, some teachers are also aware that the character of teaching learning process is a strong factor influencing student’s ability. We need to regard the pupils as central to our concerns if our provision for all the pupils is to be appropriate and effective; some aspects of teaching for appropriateness for students might be: matching their state of knowledge, identifying and responding to their particular difficulties, extending them to develop their potential in mathematics, providing some continuity of teaching with a demonstrated interest in progress, developing an awareness of themselves as learners using the teacher as a resource, and providing regular feedback on progress (Ashley, 1988). Those who teach mathematics must take into account the great variations which exist between pupils both in their rate of learning and also in their level of attainment at any given age (Cockroft Report, 1982, para. 801).

Ernest (1995) highlighted that the nature of students learn mathematics are their efforts to construct their objective knowledge of mathematics through their interaction with others in such away that they are able to reconstruct their subjective knowledge by reflection activities. Reflection activities consists of represent their new knowledge of mathematics, publish them and examine. While Ebbutt and Straker (1995) emphasizes that the nature of students learn mathematics consists of students' motivation to learn mathematics, students' self effort or uniqueness in learning mathematics, students' capabilities in doing collaboration with their mates and learning mathematics through its various different context.

References:
........., 2009, Nature of the Students, Going to a public school, New South Wales,
Department of Education and Training. Retrieved 2009

Brown, T., 1997, Mathematics Education and Language: Interpreting Hermeneutics and
Post-Structuralism. Kluwer Academic Publisher: Dordrecht

Cockroft, H. W., 1982, Mathematics counts : Report of the Committee of Inquiry into the Teaching of Mathematics in School under the Chairmanship of Dr. W H Cockroft, London : Her Majesty's Stationery Office.

Ebbutt, S. and Straker, A., 1995, Mathematics in Primary Schools Part I: Children and Mathematics. Collins Educational Publisher Ltd.: London

Ernest, P., 1994, Mathematics, Education and Philosophy: An International Perspective. The Falmer Press: London.

Ernest, P., 2002, What Is The Philosophy Of Mathematics Education?
Paul Ernest University of Exeter, United Kingdom. Retrieved

Ernest, P., 2007, Mathematics Education Ideologies And Globalization. Retrieved

Fullan, M., 2002, Leading and Learning for the 21stC Vol 1 No. 3 - January 2002

Glenn, A., 2009, Philosophy of Teaching and Learning "Your job as a teacher is to make every single student feel like a winner”. Retrieved http://depts.washington.edu
/ctltstaf/example_portfolios/munchak/pages/87361.html>

Grouws, A. D. and Cooney, J. T., 1988, Effective Mathematics Teaching : Volume 1, Virginia : The NCTM, Inc.

Jaworski, B., 1994, Investigating Mathematics Teaching : A Constructivist Enquiry, London : The Falmer Press.

Orton, A. and Wain, G., 1994, Issues in Teaching Mathematics, London : Cassell.

42 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Ebbutt dan Straker mengatakan bahwa hakikat siswa belajar matematika adalah motivasi siswa untuk belajar matematika, keunikan siswa dalam belajar, kemampuan siswa dalam bekerja sama dengan temannya, dan kemampuan siswa dalam belajar matematika melalui beragam suasana/ keadaan. Oleh karena itu, guru harus mampu memahami karakteristik dan perkembangan masing-masing siswa agar nantinya guru dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada siswanya.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Young adolescent learners are curious, motivated to achieve when challenged and capable of problem-solving and complex thinking. Nevertheless, they are still different. Teacher should know that students have different ability, learning styles, interest, and character. So that teacher must implement a variety of learning methods, learning resources and media. Learning is not a process of transfer of knowledge. They must construct their knowledge about mathematics by themselves and they need the teacher's help to facilitate them in developing knowledge. And in the learning process is needed builds motivation by teachers for students in order to create a high spirit and enthusiasm for learning mathematics, the ability of students to learn mathematics independently, the ability of students in collaboration with their partners, and the ability of students to learn mathematics with a variety of situations and circumstances. Teacher is someone who took an important role in the development of the students.

    ReplyDelete
  3. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Berdasarkan artikel tersebut, terdapat beberapa hal yang mempengaruhi pembelajaran matematika, diantaranya adalah pentingnya motivasi, memperhatikan kemampuan siswa, serta variasi pembelajaran. Dari segi motivasi, siswa akan termotivasi jika ditantang untuk memecahkan masalah serta berpikir kompleks. Hal itu akan berhasil jika siswa mampu menyelesaikan permasalahan tersebut, karena di sisi lain, siswa yang tidak dapat mengerjakan soal tingkat tinggi boleh jadi malah akan mengalami kecemasan (anxiety). Untuk itu guru harus pandai mengarahkan siswa. Dari segi kemampuan intelektual, setiap siswa memiliki kemampuan intelektual yang berbeda-beda sehingga guru perlu memperhatikan faktor tersebut dan tidak menyamaratakan metode pembelajaran serta target mereka. Dari segi variasi pembelajaran, guru perlu melakukan variasi agar siswa tidak jenuh dengan metode pembelajaran serta disesuaikan dengan materi dan kompetensi yang diinginkan.

    ReplyDelete
  4. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    pada saat anak mengalamai masa puberitas memang dibutuhkan perhatian ekstra dari seorang guru, Para siswa dapat jatuh tempo pada tingkat yang berbeda dan mengalami pertumbuhan yang cepat dan tidak teratur, dengan perubahan tubuh menyebabkan gerakan canggung dan tidak terkoordinasi. dari segi emosional dan psikologis pun begitu, perubahan suasan ahati mereka sering saja tidak terduga. tapi itu semua alami, kita bahkan juga mengalaminya. hanya saja disini kita berusaha untuk meminimalisir dari dampak puberitas tersebut

    ReplyDelete
  5. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Sifat alami siswa berbeda – berbeda dalam hal perkembangan fisik, psikis maupun pola pikir. Ada yang mengalami pertumbuhan yang begitu cepat, ada yang terlambat, bahkan tidak teratur. Mereka dalam tahap perubahan dan belum dapat dikatakan matang pada tingkatannya.
    Terdapat pola pikir yang berbeda antara kaum muda dan senior. Kaum muda lebih idealis, ingin berbuat semaksimal mungkin dan berharap membuat yang ada disekitarnya bahkan untuk ke depannya menjadi sesuatu yang lebih baik lagi.

    ReplyDelete
  6. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Memahami sifat dan karakteristik perkembangan remaja muda dapat memfokuskan usaha dalam memenuhi kebutuhan siswa tersebut. Sebagian besar guru selalu memperhatikan sifat kemampuan siswa. Kita juga perlu mendapat jawaban bagaimana memfasilitasi anak-anak yang kurang mampu dan kurang mampu dalam memahami, belajar dan bersekolah. Intelektual sangat penting untuk mewujudkan kemampuan mental; Sementara, pekerjaan mereka bergantung pada motivasi. Tampaknya motivasi merupakan faktor penting bagi siswa untuk melakukan kemampuan mereka. Secara umum, beberapa guru juga sadar bahwa karakter proses belajar mengajar merupakan faktor kuat yang mempengaruhi kemampuan siswa. Kita perlu menganggap murid sebagai pusat perhatian kita jika ketentuan kita untuk semua murid sesuai dan efektif; Beberapa aspek pengajaran untuk kesesuaian bagi siswa mungkin: menyesuaikan pengetahuan mereka, mengidentifikasi dan merespons kesulitan khusus mereka, memperluas mereka untuk mengembangkan potensi mereka dalam matematika, memberikan beberapa kontinuitas pengajaran dengan minat yang ditunjukkan dalam kemajuan, mengembangkan kesadaran akan Diri mereka sebagai peserta didik menggunakan guru sebagai sumber daya, dan memberikan umpan balik reguler mengenai kemajuan

    ReplyDelete
  7. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Pada dasarnya setiap orang memiliki karakter yang berbeda-beda begitu juga dengan siswa, masing-masing siwa memiliki karakter yang berbeda-beda. Guru hendaknya dapat mengenali karakter masing-masing siswa agar kebutuhan siswa dapat terpenuhi dengan baik salah satu aspek yang mendukung keberhasilan pembelajaran setiap mata pelajaran terutama matematika adalah pendidik harus mengenal potensi, minat, bakat, psikologis dan karakter masing-masing siswa. Pengenalan perlu dilakukan secara berkala karena siswa akan terus mengalami pertumbuhan fisik, psikis, dan moral.

    ReplyDelete
  8. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Seperti yang telah saya pelajari bahwa anak memiliki tahap perkembangannya baik psikologis maupun kognitifnya. Keduanya sangat mempengaruhi siswa dalam belajar matematika. Dengan mepelajari perkembangan siswa seorang guru jadi tahu treatment atau metode seperti apa yang tepat digunakan sesuai dengan perkembangan fisik, psikologis dan kognitifnya. Beberapa teori perkembangan siswa telah diungkapkan sebelum artikel ini seperti meneurut Vygotsky dan Piaget.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Belajar matematika pada hakikatnya adalah suatu aktivitas mental untuk memahami arti dari struktur-struktur, hubungan-hubungan, simbol-simbol, dan manipulasikan konsep-konsep yang dihasilkaan kesituasi yang nyata ,sehingga menyebabkan perubahan. Melalui pembelajaran matematika siswa diharapkan siswa dapat menata nalarnya, membentuk kepribadiannya serta dapat menerapkan matematika dalam kehidupannya sehari-hari atau dapat digunakan sesuai dengan jenjang pendidikannya masing-masing. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika, keadaan atau karakteristik siswa sangat perlu diperhatikan agar pembelajaran matematika dapat bermakna bagi siswa karena setiap siswa merupakan pribadi yang berbeda.

    ReplyDelete
  10. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Pada awal kalimat artikel ini kita tahu bahwa organisasi The National Middle School Association mengidentifikasikan hakikat siswa hubungannya dengan intelektual, sosial, fisik, emosional dan psikologis, dan moral mereka. Dalam belajar, remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Tentunya mereka juga memiliki pemikiran yang kompleks dan kemampuan untuk memecahkan masalah yang berbanding lurus dengan pertumbuhan umur mereka. Sehingga dari permasalahn ini tentunya kita sebagai guru mau tidak mau harus mampu mengetahui kemampuan dasar masing-masing anak yang diajarnya. Selain itu penting juga bagi seorang guru mampu memahami karakteristik dari para siswanya. Sehingga berbekal dari ini, guru dapat mampu memilih dan menerapkan metode pembelajaran yang sesuai diterapkan pada pembelajaran. Hal ini berarti mengindikasikan guru harus memiliki banyak refrensi metode-metode dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  11. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Kendala dalam mengajar matematika memang bukan saja terletak pada tingkat kesulitan materi, akan tetapi pada kurangnya motivasi belajar dari dalam diri siswa untuk belajar matematika. Sedangkan motivasi merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan pembelajaran.
    Motivasi belajar siswa sangat berkaitan erat dengan perasaan atau pengalaman emosioal, sehingga upaya guru untuk memotivasi siswanya dapat dilakukan dengan cara menimbulkan rasa puas atau rasa telah mencapai keberhasilan pada diri siswa.

    ReplyDelete
  12. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Motivasi merupakan salah satu hal yang mempengaruhi pembelajaran matematika. Motivasi bisa berasal dari dalam diri ataupun dari luar diri siswa, oleh karena itu guru hendaknya mampu membangkitkan motivasi siswa agar siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Guru juga harus memperhatikan perkembangan siswa sehingga mampu menyusun pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan siswa.

    ReplyDelete
  13. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Pembelajaran matematika untuk siswa dapat diartikan sebagai upaya kegiatan belajar matematika yang secara sengaja dirancang supaya belajar matematika dapat berlangsung secara optimal serta mencapai tujuan pendidikan matematika.Pembelajaran matematika harus diadakan sesuai dengan tahap perkembangan siswa. Menurut Permendikbud Nomor 103 tahun 2014, pembelajaran adalah proses interaksi antar siswa dan antara siswa dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Oleh karena itu dalam pembelajaran matematika guru harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan tahap perkembangan siswa juga.

    ReplyDelete
  14. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kesuksesan suatau pembelajaran itu akan terjadi jika adanya motivasi, memperhatikan kemampuan siswa, serta variasi pembelajaran. Dengan adanya motivasi maka siswa akan dengan mudah menyerap suatau materi yang dismapaukan. Selaian itu kita juga harus memeperhatiikan kemmapauan siswa. jangan terlalau beban kognitif yng harus du=i terima siswa. sesuaikan dengan kondisis siswa tersebut itu bagaimana. Dan juga variasi dalam pembelajarn juga akan mendukung suksesnya suatau pembelajaran. Karena dengan adanay variasi belajar dan model pembelajaran yang diterapkan oleh guru akan sangat membantu.

    ReplyDelete
  15. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Ebbutt dan Straker (1995) menekankan bahwa sifat siswa belajar matematika terdiri dari motivasi belajar matematika, siswa siswa upaya diri atau keunikan dalam pembelajaran matematika, kemampuan siswa dalam melakukan kolaborasi dengan pasangan mereka dan belajar matematika melalui berbagai berbagai konteks. Berdasarkan pernyataan tersebut berarti siswa mempunyai peran penting dalam pembelajaran matematika selain guru. Dalam belajar matematika, siswa perlu dihadapkan dengan pengalaman langsung seperti menggunakan benda- benda konkret. Sehingga peran guru ialah bagaimana memfasilitasi dan memotivasi siswa akan pengetahuan dalam pembelajaran matematika berkembang.

    ReplyDelete
  16. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegiini mengugkapkan bagaimana sebenarnya siswa belajar matematika. Saya menyoroti dua pendapat dalam elegi ini, yaitu dari Ernest Ebbutt dan Straker. Saya juga sependapat dengan pendapat Ernest bahwa belajar matematika berarti usaha mereka untuk mengkonstruk pengetahuan matematika mereka sendiri melalui interaksi dengan yang lain sehingga dapat merekonstruksi pengetahuan melalui refleksi. Selain itu belajar matematika menurut Ebbutt dan Straker berarti motivasi siswa dalam belajar matematika, usaha mereka dan kemampuan siswa untuk berkolaborasi dengan teman mereka dalam konteks yang berbeda.

    ReplyDelete
  17. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Dalam pembelajaran matematika ada banyak hal yang mempengaruhi keberhasilan dalam pembelajaran matematika. Disamping kecemasan dan kesulitan siswa, pendekatan dan metode juga harus diperhatikan guru apalagi siswa yang heterogen tentunya kemampuan dan latar belakang mereka berbeda-beda pula. Oleh karena itu guru harus dapat mendiagnosis anak yang mengalami gangguan dalam belajar agar tujuan pembelajaran dapat tercapai.

    ReplyDelete
  18. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap siswa memiliki karakteristik yang berbeda-beda, baik dari segi fisik, sosial, psikologis, emosional, dan moral. Berdasarkan uraian di atas, menyebutkan bahwa siswa tergolong atau termasuk masa remaja. Pada perkembangan ini, pencapaian kemandirian dan identitas siswa sangat menonjol baik dari segi pemikiran yang semakin logis, abstrak, dan idealistis. Pada umumnya, pada masa remaja ini anak cenderung memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Mereka cenderung menyukai suatu tantangan untuk memecahkan suatu permasalahan. Selain itu, mereka juga ingin selalu mencoba atau bereksperimen sendiri, karena pada dasarnya pada masa ini anak masih berkembang, labil, dan membutuhkan perhatian khusus.

    ReplyDelete
  19. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya setuju dengan pendapat Ebutt and Straker (1995) yang menyatakan bahwa hakikat belajar matematika terdiri dari motivasi, kemandirian, kerja sama, serta kontekstual. Karena keempat komponen tersebut sangat penting dalam proses pembelajaran yang mana diharapan mampu berkolaborasi dan saling bersinergi. Dalam hal ini perlu adanya pantauan dari guru. Guru hendaknya mampu membaca atau memahami karakteristik siswa yang berbeda tersebut. Tak lupa, peran guru sebagai motivator juga sangat berpengaruh terhadap jalannya pembelajaran. Oleh karena itu, dibutuhkan pondasi komunikasi yang baik antara guru dengan siswa.

    ReplyDelete
  20. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Memang sebagian guru saat saat ini hanya memperhatikan pada kemampuan yang dimiliki siswa tanpa memikirkan apakah siswa tersebut termiotivasi untuk belajar atau tidak. Padahal yang sangat perlu diperhatikan adalah bagaimana memotivasi siswa, motivasi adalah faktor penting bagi siswa untuk melakukan pengembangan kemampuan mereka. Sebagian guru sebenarnya menyadari bahwa cara mengajar menjadi faktor kuat yang mempengaruhi kemampuan siswa, semakin baik cara mengajar maka akan semakin baik penerimaan pelajaran oleh siswa.

    ReplyDelete
  21. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Di dalam kelas mungkin saja ada murid bersifat pemula dan expert. Seorang harus mampu memenuhi keduanya dalam belajar. Namun sebelumnya guru harus mengetahui terlebih dahulu apa saja yng mengpengaruhi sifat pemula dan expert tersebut. Hal yang paling mempengaruhi adalah sering atau tidaknya melakukan latihan. Siswa menjadi expert karena terlatih dan sebaliknya siswa pemula karena kurang sering dalam berlatih. Tugas guru adalah memberikan remidial dan latihan kepada siswa pemula sesuai dengan kemampuan mereka. Dan kepada siswa expert guru memberikan soal pengayaan dengan tingkat lebih sulit. Siswa expert cenderung lebih mampu menggununakan kemampuan penalaran dan pemecahan masalahnya.

    ReplyDelete
  22. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Mendiagnosis kebutuhan dan karakteristik siswa merupakan bagian yang sangat penting sebelum siswa dan gurur belajar di kelas. Apa yang menjadi karakteristik masing-masing siswa harus diketahui oeh guru. Apa yang menjadi kesulitan siswa dalam belajar harus diketahui oleh guru. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan siswa di kelas juga harus diketahui oleh guru. Bukan masalah kongnitif siswa saja yang harus dianalisis oleh guru, melainkan bagian-bagian psigologis dari siswa juga menjadi penting dalam mengetahui kebutuhan-kebutuhan siswa dalam belajar. Apa yang menjadi kebutuhan tiap-tiap tingkatan kelas siswa harus diketahui oleh guru. Karakteristik tiap siswa itu berbeda-beda. Menjadi guru matematika tidaklah mudah, menguasai materi merupakan hanya syarat cukup dalam mengajarkan matematika. Maka ada syarat perlu yang harus terpenuhi untuk bisa menanamkan konsep. Syarat perlu disini adalah guru harus sepenuh hati dalam mengajarkan matematika. Sebelum memulai proses belajar, maka guru terlebih dahulu mendiagnosis kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  23. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Mendiagnosis kebutuhan dan karakteristik siswa merupakan bagian yang sangat penting sebelum siswa dan gurur belajar di kelas. Apa yang menjadi karakteristik masing-masing siswa harus diketahui oeh guru. Apa yang menjadi kesulitan siswa dalam belajar harus diketahui oleh guru. Sehingga apa yang menjadi kebutuhan siswa di kelas juga harus diketahui oleh guru. Bukan masalah kongnitif siswa saja yang harus dianalisis oleh guru, melainkan bagian-bagian psigologis dari siswa juga menjadi penting dalam mengetahui kebutuhan-kebutuhan siswa dalam belajar. Apa yang menjadi kebutuhan tiap-tiap tingkatan kelas siswa harus diketahui oleh guru. Karakteristik tiap siswa itu berbeda-beda. Menjadi guru matematika tidaklah mudah, menguasai materi merupakan hanya syarat cukup dalam mengajarkan matematika. Maka ada syarat perlu yang harus terpenuhi untuk bisa menanamkan konsep. Syarat perlu disini adalah guru harus sepenuh hati dalam mengajarkan matematika. Sebelum memulai proses belajar, maka guru terlebih dahulu mendiagnosis kondisi dan kebutuhan masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  24. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Siswa belajar karena mereka penasaran, termotivasi saat ditantang dan kerana siswa mampu pemecahan masalah dan berpikir kompleks. Sebagian besar guru selalu memperhatikan kemampuan siswa. Perlu juga diperhatikan bagaimana memfasilitasi anak-anak yang kurang mampu dalam memahami, belajar dan bersekolah. Ernest mengemukakan bahwa siswa belajar matematika adalah usaha siswa untuk membangun pengetahuan obyektif matematika melalui interaksi mereka dengan orang lain sedemikian rupa sehingga siswa dapat merekonstruksi pengetahuan subyektif mereka melalui aktivitas refleksi.

    ReplyDelete
  25. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ernest (1995) highlighted that the nature of students learn mathematics are their efforts to construct their objective knowledge of mathematics through their interaction with others in such away that they are able to reconstruct their subjective knowledge by reflection activities. dari kalimat ini dijelaskan bahwa pengetahuan subyektif dibangun oleh oleh refleksi aktivitas.

    ReplyDelete
  26. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Seorang guru harus mampu memahami karakteristik siswanya, karena siswa mempunyai cara belajarnya masing. Guru bisa mengambil teori belajar Piaget dan Vygotsky dimana misal siswa SD itu belum bisa melakukan operasi formal, harus dengan hal-hal yang konkret terlebih dahulu sehingga konsep mudah untuk diserap oleh siswa. Lalu Vygotsky dimana siswa dibiarkan melakukan hal yang dia bisa yang disebut dengan zone of proximal development, tetapi juga tidak lepas dari guru yang disebut dengan scaffolding yaitu guru memberikan bantuan penuh kepada siswa dalam tahap-tahap awal pembelajaran yang kemudian berangsur-angsur dikurangi dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengambil alih tanggung jawab semakin besar segera setelah ia dapat melakukannya.

    ReplyDelete
  27. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Pada hakikatnya, belajar matematika merupakan suatu proses seseorang dalam memahami arti dan hubungan–hubungan serta simbol-simbol dan logika kemudian diterapkannya ke dalam kehidupan nyata. Hakikat siswa belajar matematika adalah usaha siswa untuk mengkonstruksi pengetahuan matematika yang objektif melalui interaksi dengan siswa lain sehingga mampu merekonstruksi pengetahuan subjektif melalui aktivitas refleksi. Dengan kata lain, siswa belajar matematika sebagai proses memperoleh pengetahuan baru dengan membangun dari pengalaman/pengetahuan siswa sehingga belajar matematika dapat menjadi lebih bermakna.

    ReplyDelete
  28. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sifat siswa belajar matematika dilihat dari keinginan dan usahanya dalam mengkonstruksi pengetahuan matematikanya dengan teman sebaya ataupun di dalam kelas. Maka dari itu guru perlu memfasilitasi kegiatan siswa dalam belajar, supaya mereka mendapatkan pengalaman hidup dalam rangka mendapatkan atau mengkonstruksi pengetahuan matematikanya.

    ReplyDelete
  29. Selasa, 6 Juni 2017
    EKA RETNO SARI (14301241013)
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya sangat sependapat apabila motivasi begitu mempengaruhi siswa entah itu tentang proses maupun hasil belajar. Tak hanya muncul dari diri sendiri, saya rasa motivasi siswa dapat dipengaruhi oleh dunia luar salah satunya dari guru. Seperti yang saya pelajari dari kuliah umum bersama Mr. Maitree beberapa waktu lalu, perkataan dan tanggapan yang diberikan oleh guru atas apa yang dilakukan siswa sangat mempengaruhi internal siswa tersebut. Maka dari itu guru sebaik mungkin mengontrol apa yang hendak diucapkan kepada siswanya. Sangat disayangkan apabila siswa menjadi down dikarenakan perkataan dari gurunya.

    ReplyDelete
  30. Selasa, 6 Juni 2017
    EKA RETNO SARI (14301241013)
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Begitu banyak fenomena yang terjadi di sekitar kita yang ternyata terjadi layaknya kuda lumping yang kesurupan, tak mudah dijelaskan tapi cukup mengusik kehidupan. Beberapa hal terkadang diabaikan atau dijadikan hal yang biasa dan menyalahkan perubahan jaman. Beberapa yang merupakan salah malah dianggap remeh atau dijadikan bahan guyonan. Semoga segalanya kembali pada keadaan yang semestinya.

    ReplyDelete
  31. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Saya setuju dengan pendapat Ernest yang mengatakan bahwa alamiah siswa belajar matematika diartikan sebagai usaha siswa dalam membangun pengetahuan objektifnya mengenai matematika melalui interaksi dengan orang lain, dalam upaya membangun ulang pengetahuan subjektifnya terhadap matematika. Proses mengubah pengetahuan subjektif tersebut tidak akan terjadi apabila tidak ada pengutaraan pendapat. Hal ini menjadikan unjuk kerja atau presentasi menjadi penting dalam proses pembelajaran yang membangun.

    ReplyDelete
  32. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Salah satu hal penting yang harus menjadi perhatian seorang guru adalah bagaimana siswa belajar matematika. Hal tersebut perlu guru cari tahu, karena setiap siswa memiliki intelektualnya masing-masing, memiliki motivasi nya masing-masing, sehingga akan berpengaruh terhadap cara siswa belajar matematika. Cara siswa belajar matematika, menurut Ernest (1995) dapat dilihat dari bagaimana siswa mengkonstruk pengetahuan, bagaimana mereka saling bekerja sama untuk mendapatkan pengetahuan baru, bagaimana mereka merefleksikan pembelajaran, serta bagaimana mereka mengkomunikasikan dan mengaplikasikannya. Sednagkan Ebbutt and Straker (1995) menekankan bahwa siswa belajar matematika itu dilihat dari motivasi belajar siswa, kemandirian dan keunikan siswa dalam belajar, kemampuan siswa dalam bekerja sama dan juga kemampuan siswa belajar matematika dari berbagai konteks yang berbeda.

    ReplyDelete
  33. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Menurut Ernest (1995) sifat siswa belajar matematika adalah upaya mereka untuk membangun pengetahuan tujuan mereka matematika melalui interaksi mereka dengan orang lain sedemikian rupa sehingga mereka mampu merekonstruksi pengetahuan subjektif mereka dengan kegiatan refleksi. Sementara menurut Ebbutt dan Straker (1995) sifat siswa belajar matematika terdiri dari motivasi belajar matematika, usaha mandiri siswa siswa atau keunikan dalam belajar matematika, kemampuan siswa dalam melakukan kerjasama dengan pasangan mereka dan belajar matematika yang berbeda konteks.

    ReplyDelete
  34. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Adanya motivasi menjadi faktor penting yang dapat menentukan keberhasilan belajar bagi siswa untuk mengeksplor kemampuan mereka. Siswa yang termotivasi untuk belajar akan menggunakan proses kognitif yang lebih tinggi dalam mempelajari materi pelajaran, sehingga siswa itu akan menyerap materi dengan lebih baik. Motivasi bias ini dapat berasal atau datang dari dalam diri siswa sendiri maupun dari lingkungan sekitar.

    ReplyDelete
  35. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Munculnya motivasi belajar yang timbul dari diri siswa sayangnya berbeda-beda, ada yang tinggi dan rendah. Oleh karena itu adanya peranan motivasi dalam proses pembelajaran perlu dipahami oleh seorang guru agar dapat melakukan berbagai bentuk tindakan atau bantuan kepada siswa. Motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas.

    ReplyDelete
  36. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika kepada siswa yaitu mengkonstruk penegtahuan siswa untuk memahami konsep matematika secara mandiri, guru sebagai fasilitator, guru melaukan “scaffolding” atu membimbing siswa apabila siswa menemukan suatu permasalahan namun tetap memberi bantuan yang merupakan suatu petunjuk sesuai dengan karakteristik siswa, maka dari itu penting bagi guru mengkaji karakteritik siswa di kelas.

    ReplyDelete
  37. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Sifat siswa dibedakan dalam hal intelektual, sosial, fisik, emosional dan psikologis, dan moral. Siswa yang mempunyai rasa ingin tahu tinggi cenderung memiliki motivasi yang besar dalam hidupnya dan mereka mempunyai kemampuan untuk memcahkan masalah karena menggunakan pemikiran kritis yang mereka punyai. Dalam beberapa sikap di atas peran guru sangat dibutuhkan dalam pembelajaran dan sikap-sikap tersebut juga saling berhubungan satu dengan lainnya. Dukungan moral yang diberikan oleh guru maupun orang tua akan memberikan pengetahuan baru yang akan membantu siswa dalam mengembangkan pemahaman intelektualnya.

    ReplyDelete
  38. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pengertian sifat dan karakteristik perkembangan remaja muda dapat memfokuskan usaha dalam memenuhi kebutuhan siswa tersebut. Ernest (1995) menyoroti bahwa sifat siswa belajar matematika adalah usaha mereka untuk membangun pengetahuan obyektif matematika mereka melalui interaksi mereka dengan orang lain sedemikian rupa sehingga mereka dapat merekonstruksi pengetahuan subyektif mereka melalui aktivitas refleksi. Aktivitas refleksi terdiri dari pengetahuan baru mereka tentang matematika, mempublikasikan dan memeriksa. Sedangkan Ebbutt dan Straker (1995) menekankan bahwa sifat belajar matematika siswa terdiri dari motivasi belajar matematika, usaha mandiri siswa atau keunikan dalam pembelajaran matematika, kemampuan siswa dalam melakukan kolaborasi dengan pasangan dan pembelajaran matematika melalui berbagai perbedaannya. konteks.

    ReplyDelete
  39. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Siswa mempelajari matematika secara bermakna jika siswa itu sendiri yang mengkonstruk pemahamannya dalam bermatematika. Berdasarkan pengalaman dan intuisinya, siswa lebih merasakan langsung manfaat dari matematika itu. Dengan demikian, matematika yang baik bagi siswa adalah pelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik.

    ReplyDelete
  40. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Siswa mempelajari matematika secara bermakna jika siswa itu sendiri yang mengkonstruk pemahamannya dalam bermatematika. Berdasarkan pengalaman dan intuisinya, siswa lebih merasakan langsung manfaat dari matematika itu. Dengan demikian, matematika yang baik bagi siswa adalah pelajaran matematika dengan menggunakan pendekatan konstruktivistik.

    ReplyDelete
  41. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Siswa adalah objek dari sistem pembeajaran, yang menjadi pertimbangan pula. Tentu dalam kelas ada beberapa siswa bisa belasan atau bahkan puluhan. Dari puluhan siswa itu pasti memiliki karakter yang berbeda-beda tidak bisa kita pukul ratakan semua siswa itu sama. Mengenal karakter siswa adalah sangat berguna bagi kita yang mengajar karena akan sangat membantu dalam proses transfer of knowledge. Ada siswa yang pendiam, usil, bandel, diam-diam tetapi bandel pun ada. Agar lebih mempermudah kita dalam penyampaian dan kita bisa menjadi guru yang disegani oleh para siswa kita harus mengenal karakter siswa tersebut, agar lebih mudah mengendalikannya.

    ReplyDelete
  42. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Ketika anak – anak memasuki masa remaja konsep diri mereka mengalami perkembangan yang sangat kompleks dan melibatkan sejumlah aspek dalam diri mereka. Karakteristik anak remaja bisa dilihat dalam beberapa aspek, yaitu dari pertumbuhan fisik, perkembangan seksual, cara berfikir kausalitas, emosi yang meluap-luap, perkembangan sosial, perkembangan moral dan perkembangan kepribadian. Dalam hal ini peran orang tua sangatlah penting dalam kehidupan remaja karena antara hubungan dengan oang tua memberikan pemenuhan akan kebutuhan – kebutuhan yang berbeda dalam perkembangan remaja. Orangtua menjadi sumber penting yang mengarahkan dan menyetujui dalam pembentukan tata nilai dan tujuan – tujuan masa depan. Guru sebagai orang tua kedua bagi siswa di sekolah juga mempunyai peranan yang sama penting dengan orang tua, dalam masa perkembangan remaja guru harus memberikan arahan – arahan tentang apa yang terjadi dalam diri remaja, guru pun harus memberikan contoh yang baik karena dalam masa perkembangannya, siswa cenderung meniru apa yang mereka lihat sehari – hari.

    ReplyDelete