Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 25: Kompromi antar Pure Mathematics dgn School Mathemastics (Jawaban untuk Prof Sutarto Bgn Keempat)




Oleh Marsigit

Prof Sutarto,dan yang lain

Sangat Indah dan bermakna sangat mendalam apa yang dirumuskan oleh PMRI (Pendidikan Matematika Realistik Indonesia), yaitu adanya Horizontal Mathematics dan Vertical Mathematics.

Itulah yang dikerjakan oleh PMRI menurut saya merupakan contoh School Mathematics. Dalam pemikiran PMRI maka sejak usia dinipun, sudah bisa dikenalkan adanya Vertical Mathematics walaupun masih sangat terbatas.

Dari sini saya akan mengembangkan pemahaman atau pemikiran secara kreatif misalnya adanya Pure Horizontal Mathematics, dan Pure Vertical Mathematics. Pure Vertical Mathematics inilah yang kemudian menjadi Pure Mathematics yang sering saya sebut-sebut sebagai produk dari Logicist-Formal-Foundationalist.

Maka saya mengajukan satu lagi istilah sebagai Quasi-Mathematics, yaitu daerah yang berada diantara Pure Horizontal Mathematics dan Pure Vertical Mathematics. Dengan Quasi-Mathematics kita dapat mempertemukan Pure Mathematics dan School Mathematics.

Dalam Quasi-Mathematics itulah maka saya dapat mengatakan bahwa di SD kita perlu mengintrodusir konsep "3+4=7" sebagai benar pada umumnya. Sedangkan 3pensil +4 buku merupakan contoh persoalan yang dapat digunakan untuk mengembangkan Subjective Mathematics bagi diri siswa (tanpa memblow-up nya sebagai hal yang kontradiktif).

Demikian terimakasih

1 comment:

  1. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Matematika dapat dilihat dari dua pandangan yaitu matematika murni dan matematika sekolah. Orang-orang matematika murni berada di bawah naungan logicist-formalist-foundationalist. Sedangkan orang-orang matematika sekolah berada di bawah naungan intuitionist-fallibist-socio-constructivist. Jika obyek telaah berada di wilayah matematika murni maka matematika sekolah yang harus mengikuti. Tetapi jika obyek penelitian berada di wilayah matematika sekolah maka matematika murni yang harus mengikuti. Sehingga seolah-olah terjadi persaingan antara matematika murni dan matematika sekolah.
    Solusi dari permasalahan tersebut adalah saling pengakuan dan rasa saling menghormati, rasa saling membutuhkan dan saling mengisi, serta tidak saling menonjolkan egonya masing-masing, tidak bersifat hegemoni, proporsional sesuai dengan keahliannya masing-masing, menjalin omunikasi yang baik, serta silaturakhim dalam bidang matematika murni dan matematika sekolah. Sebagai contohnya adalah PMRI atau pembelajaran matematika realistik Indonesia. PMRI mengolaborasikan antara pendidikan matematika dan matematika murni yang akhirnya mampu memberikan manfaat pada kemajuan matematikka.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete