Feb 12, 2013

Metodologi Pendidikan




Identifikasi Persoalan-persoalan Pendidikan, Pendidikan Matematika dan Pembelajaran Matematika di Sekolah.
Oleh: Mahasiswa S2 Matematika UGM kerjasama Depag RI Angkatan 2007

1. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting
2. Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika di kelas.
3. Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?
4. Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?
5. Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?
6. Bagaimana mengatur keseimbangan antara proses dan produk dalam pembelajaran matematika?
7. Bagaimana mengembangkan kegiatan asesmen dalam pembelajaran matematika?
8. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual?
9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
10. Bagaimana mempromosikan pembelajaran matematika berlandaskan kebutuhan siswa?
11. Bagaimana memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari matematika horizontal dan matematika vertikal?
12. Bagaimana mempromosikan life skill dalam pembelajaran matematika?
13. Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?
14. Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
15. Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
16. Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?
17. Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?
18. Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
19. Seberapa banyak dan penting seorang guru mempelajari filsafat pendidikan matematika?
20. Bagaimana mengembangkan skema dan struktur pembelajaran matematika?
21. Landasan dan paradigma yang bagaimana yang melatarbelakangi kegiatan matematika di kelas misalnya pada suatu satuan waktu yang sama, oleh murid yang berbeda diharapkan hasil yang sama atau hasil berbeda?
22. Bagaimana sebetulnya filsafat RPP itu?

Kontributor: Ahmad Juari, Aviv R, Edy Nur Falah, Mahfud Effendi, Mufarikhin, Muktafi, Musrifah, Nanang Yulianto, Nurul Maidah, Rosita Umani, Siti Rokhayah, Totok Prasetyono, Widiah Prihartini, Eni Suharsih, Nur Bayanah, Shulfan, Elvira, Sumiyarsih.

26 comments:

  1. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Hal penting bagi seorang guru ialah perannya dalam mengidentifikasi suatu permasalahan dalam dunia pendidikan. Metodologi pendidikan akan sangat membantu para guru untuk mengetahui masalah-masalah apa yang muncul dalam dunia pendidikan dan bagaimana mencari solusinya.

    ReplyDelete
  2. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seorang guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran akan menjadi lebih berkualitas yaitu dengan ntuk mengkaji dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Maka langkah awal yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan merubah paradigma pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  3. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Identifikasi persoalan pendidikan matematika dan pembelajaran matematika umumnya membahas tentang bagaimana praktek pembelajaran matematika di sekolah yang mempertimbangkan aspek psikologi belajar siswa, cara mengenalkan matematika kepada anak usia dini, pemahaman guru terhadap filsafat pendidikan matematika dan paradigma pembelajaran matematika pada abad 21.

    ReplyDelete
  4. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Menurut Sanjaya(2009), ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu: memperjelas tujuan yang ingin dicapai, menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, menggunakan variasi metode penyajian yang menarik, memberikan pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa, memberikan penilaian, memberi komentar terhadap hasil pekerjaan siswa dan menciptakan persaingan serta kerjasama.

    ReplyDelete
  5. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam artikel ini dikemukakan mengenai permasalahan-permasalahan yang seringkali di hadappi dalam bidang pendidikan maupun pembelajaran matematika di kelas. Identifikasi yang dilakukan mengenai persoalann pendidikan dan pembelajaran matematika ini seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para guru matematika dalam mempersiapkan sebaik mungkin pembelajaran matematika yang akan dilakukannya. Guru tidak hanya memberikan materi pelajaran kepada siswa, tetapi guru harus juga mempertimbangkan bagaimana materi pelajaran yang akan diberikan kepada sisiwa tersebut dikemas menjadi semenarik mungkin dan sesuai dengan tahap berpikir siswanya. Sehingga siswa-siswa tersebut akan lebih mudah dan termotivasi dalam pembelajaran matematika yang dilaksanakan.

    ReplyDelete
  6. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting
    Menurut saya, Guru memegang peran utama dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan, hal pertama yang harus diperhatikan guru saat memasuki kelas adalah pembawaannya. Guru haruslah terlihat fun dan membawakan materi yang tidak menjadi horror bagi siswa. Seringlah membuat lelucon dan membawakan materinya dengan pendekatan sehari-hari misalnya soal-soal berdasarkan permasalahan sehari-hari sehingga siswa sadar pentingnya matematika.

    ReplyDelete
  7. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Terimakasih pak, saya ingin memberikan pendapat saya terkait bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa. Menurut saya motivasi belajar utama siswa itu datangnya dari pribadi siswa itu sendiri, sedangkan guru memiliki peran penting dalam menimbulkan motivasi siswa. Motivasi belajar siswa tidaklah cukup hanya dengan memberitahukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai kepada siswa, tetapi hendaknya guru memikirkan motivasi apa yang cocok diberikan kepada siswa dan motivasi tersebut disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari. Misalnya dengan memberikan contoh penerapan/kegunaan dari materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, menjelaskan peran matematika dalam melanjutkan jenjang pendidikan, menghubungkan materi matematika yang dipelajari dengan profesi pekerjaan tertentu,dsb. Penyampaian motivasi hendaknya dilakukan dengan melalui interaksi tanya jawab guru-siswa sehingga memancing minat siswa untuk tertarik dengan materi yang akan dipelajari karena mereka menyadari bahwa penerapan matematika ada dan dekat dengan mereka.

    ReplyDelete
  8. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no.4 yaitu bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat. Dalam satu kelas terdiri dari beberapa siswa yang heterogen, dalam hal ini memiliki kemampuan berpikir yang berbeda-beda. Ada siswa yang lambat dalam berpikir, ada yang rata-rata dan ada siswa yang sangat cepat dalam berpikir. Hal ini dapat diatasi dengan melihat contoh pembelajaran di Inggris. Dalam menghadapi kemampuan siswa yang heterogen, guru sebaiknya mempersiapkan beberapa macam LKS untuk siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Tentu saja LKS yang dibuat adalah sarana yang bertujuan untuk membantu siswa aktif berpikir dalam memahami materi pembelajaran bukan hanya kumpulan soal-soal. Sehingga setiap siswa yang memiliki kemampuan berbeda akan merasa terpuaskan dengan pencapaian kemampuan yang mereka dapatkan saat pembelajaran.
    Saya akan menanggapi pertanyaan no.5 tentang bagai mana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika. Kita mengetahui bahwa pendidikan di Indonesia cenderung menerapkan paradigma pendidikan yang berpusat pada guru. Artinya guru adalah pusat dari pembelajaran di kelas, sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan dan berwenang sepenuhnya atas kegiatan yang berlangsung di kelas. Yang coba kita lakukan sebagai guru atau calon guru adalah merubah paradigma pembelajaran yang berpusat pada uru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pemikirannya melalui kegiatan diskusi kelompok. Siswa juga diberikan kesempatan untuk mengakses sumber-sumber belajar di luar buku sekolah dan guru. Siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya melalui kegiatan presentasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  9. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Menyelenggarakan pembelajaran yang menyenangkan adalah dimulai dari gestur dan mimik guru ketika mulai masuk ke dalam kelas, karena murid akan senang jikalau guru yang mengajar matematika tersebut juga selalu ceria dan senang ketika bersama-sama dengan mereka di dalam kelas, selain itu guru juga harus pintar dalam memilih pendekatan, metode, dan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, agar siswa yang memiliki kecerdasan baik intuitif maupun reflektif bisa merasa kebutuhan masing-masing telah terpenuhi dan merasa tidak adanya perbedaan yang terlalu spesifik dalam guru memberikan layanan pembelajaran kepada mereka. Selain itu metode yang sesuai juga akan memberikan impact yaitu akan terciptanya suasan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga selain bisa meingkatkan motivasi belajar siswa juga berimbas pada hasil belajar siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  10. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami tertarik dengan pertanyaan “Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?”
    Jelas bahwa psikologi anak dengan orang dewasa berbeda. Jika orang dewasa sudah mapu memikirkan hal yang abstrak maka anak-anak hanya bisa memikirkan yang kongkrit. Tentu saja masing-masing anak memiliki perkembangan psikologi yang berbeda-beda. Dalam pembelajaran matematika sebaiknya memperhatikan kondisi psikologis siswa, guru perlu tahu dan paham siswanya sekarang berada pada kondisi psikologis yang seperti apa, jika siswanya adalah anak SD maka pembelajaran yang digunakan hendaknay berupa aktifitas dan menggunakan objek-objek yang kongkrit, karena pada usia tersebut dunia mereka adalah dunia realitas dan kongkrit.

    ReplyDelete
  11. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Assalamu'alaikum wr wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual. Pembelajaran kontekstual adalah dengan mengarahkan siswa untuk sedemikian rupa dapat mengembangkan pemikirannya untuk melakukan kegiatan belajar yang bermakna dengan cara meminta siswa untuk bekerja sendiri dan mencari serta menemukan sendiri jawabannya, kemudian memfasilitasi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Dengan memancing reaksi siswa untuk melakukan pertanyaan-pertanyaan dengan tujuan untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu yang berkaitan dengan materi. Kemudian guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok umtuk melakukan diskusi, dan tanya jawab (questioning). Guru mendemonstrasikan ilustrasi/gambaran materi dengan model atau media yang sebenarnya (modelling). Selanjutnya guru bersama siswa melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi untuk menilai kemampuan siswa yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  12. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Assalamu'alaikum wr wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual. Pembelajaran kontekstual adalah dengan mengarahkan siswa untuk sedemikian rupa dapat mengembangkan pemikirannya untuk melakukan kegiatan belajar yang bermakna dengan cara meminta siswa untuk bekerja sendiri dan mencari serta menemukan sendiri jawabannya, kemudian memfasilitasi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Dengan memancing reaksi siswa untuk melakukan pertanyaan-pertanyaan dengan tujuan untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu yang berkaitan dengan materi. Kemudian guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok umtuk melakukan diskusi, dan tanya jawab (questioning). Guru mendemonstrasikan ilustrasi/gambaran materi dengan model atau media yang sebenarnya (modelling). Selanjutnya guru bersama siswa melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi untuk menilai kemampuan siswa yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  13. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya akan mencoba berpendapat tentang “Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?”
    Setiap siswa memiliki ciri khas dan keunikan sendiri-sendiri dalam belajar sehingga membedakan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Perbedaan tersebut pasti nyata adanya karena manusia memang diciptakan plural, penuh perbedaan. Tugas guru adalah menyikapi perbedaan tersebut dengan baik agar semua siswa dapat terfasilitasi belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali siswa, karakternya, kemampuan dalam belajarnya kemudian menyusun bahan ajar dan lembar kerja siswa yang disesuaikan dengan siswa. Untuk melayani kebutuhan siswa yang cepat, guru hendaknya memiliki cadangan lembar kerja agar ketika siswa cepat menyelesaikan kegiatan kemudian dapat melakukan kegiatan selanjutnya tanpa mengabaikan siswa yang lambat.

    ReplyDelete
  14. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas postingan yang penuh manfaat ini
    Saya sepenuhnya menyetujui indentifikasi persoalan-persoalan pada pendidikan matematika di atas. Dari ke seluruh identifikasi tersebut, menurut saya mewakili semua sistem pendidikan, tidak hanya pendidikan matematika. Dari beberapa hasil identifikasi tersebut saya sangat tertari pada identifikasi nomor 3, yaitu “Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?”. Jujur, ini benar-benar pertanyaan yang sulit, bukan? Menurut saya ini sulit. benar-benar berat tanggung jawab seorang guru. Bahkan sampai saat ini, sampai komentar ini saya publish, saya masih bertanya pada beberapa teman terkait pertanyaan tersebut.

    ReplyDelete
  15. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Identifikasi-identifikasi persoalan pendidikan di atas bisa dijadikan pengetahuan bagi kita untuk melaksanakan pembelajaran khususnya matematika. Dengan adanya berbagai macam persoalan tersebut, kita sebagai calon guru atau bahkan calon dosen memotivasi untuk memcahkan solusinya sehingga untuk kedepannya bisa membawa perbaikan yang lebih baik lagi. Adanya berbagai persolan tersebut sudah saatnya bagi guru untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif dan membangkitkan semangat siswa untuk belajar, sehingga mampu mengurangi kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  16. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Persoalan-persoalan yang teridentifikasi di dalam bacaan di atas menarik untuk dikajii lebih jauh. Akan lebih baik bila dalam menjawab persoalan tersebut dilakukan melalui kegiatan penelitian yang sistematis dan didasarkan pada bukti yang empiris. Sebelum penelitian dapat dilakukan, kita juga dapat menjawabnya berdasarkan pengalaman dari kita sendiri maupun pengalaman orang lain. Selain itu persoalan tersebut juga dapat dijawab berdasarkan pada teori-teori yang telah ada. Menurut Ebbut dan Straker untuk membawa dunia matematika ke dunia digunakan matematika sekolah, yaitu matematika adalah kegiatan mencari pola dan hubungan, matematika adalah kegiatan kreatif, melibatkan imaginasi intuisi dan penemuan, matematika adalah proses pemecahan masalah, dan matematika adalah mengkomunikasikan informasi dan ide. Salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan ialah PMRI, pembelajaran ini memandang bahwa matematika merupakan aktifitas manusia sehingga siswa melalui konteks benda-benda konkrit mengkonstruksi sendiri matematika secara formal. Salah satu tipe model realistik adalah ide gunung es (iceberg) yang meliputi empat tingkatan aktivitas, yakni (1) orientasi lingkungan secara matematis, (2) model material, (3) pembuatan pondasi (building stone) dan (4) matematika formal.

    ReplyDelete
  17. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima ksih atas postingannya, Prof. memang begitu banyak hal-hal yang menjadi masalah dalam pendidikan kita terutama dalam pembelajaran khususnya pembelajaran matematika di sekolah. Berdasarkan identifikasi persoalan-persoalan pendidikan, ada baiknya diteliti lebih mendalam mengenai hal tersebut. Selain mendidik dan mengajar, guru bisa berperan sebagai peneliti. Dari peran tersebut guru bisa memperbaiki mutu pmbelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan Hal ini memberikan suatu gambaran bahwa sebagai peneliti, guru juga harus memahami teori tentang kurikulum sesuai dengan tugasnya sebagai pengembang kurikulum melalui peningkatan mutu pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  18. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  19. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr. wb.
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 8.
    yaitu " Bagaimana cara menyelenggarakan pembelajaran secara kontekstual?"
    Menyelenggarakan pemebelajaran matematika secara kontekstual dengan memberikan contoh-contoh dan non-contoh serta motivasi diawal pembelajaran untuk memahami materi matematika dengan mengaitkannya dengan lingkungan dan konteks kehidupan siswa sehari-hari. Sehingga siswa akan mudah memahami dan menyukai materi yang akan diajarkan tersebut.
    pada kegiatan inti dari kegiatan pembelajaran kontekstual, setiap soal haruslah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  20. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan nomor 17, tentang Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?. Anak-anak memiliki sifat pemahaman yang holistik dan kongkret. Dimana anak anak lebih dominan dalam menggunakan potensi visual,verbal dan psikomotoriknya untuk menerima informasi. Media pembelajaran dapat menjadi solusi bagi pembelajaran matematika untuk anak. Walaupun terkadang guru banyak yang mengeluhkan keterbatasan media pembelajaran, sesungguhnya hal tersebut bukan terletak pada masalah media pembelajaran, namun lebih kepada kreativitas dan inovasi guru.

    ReplyDelete
  21. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya prof. Sebagai seorang pendidik, kita tidak hanya dituntut untuk mengajar namun juga harus mengetahui masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa, guru serta semua pihak di bidang pendidikan. Dengan itu, diharapkan guru dapat memberikan kontribusi khususnya mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru dalam dunia pendidikan. Beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah misalnya dengan menganalisis atau merefleksi kurikulum yang sedang digunakan sehingga mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik dan tepat sasaran. Kita juga dapat terus mengupdate wawasan kita mengenai metode atau strategi belajar baru yang inovatif.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya akan mencoba menjawab pertnyaan nomor 5 yaitu Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?Problematika pendidikan tidak bisa hanya dipendam saja oleh pendidik sendri namun bisa dikemukakan didepan umum masalah yang dialami untuk mendapatkan solusi terbaik. Dalam megatasi probematika pendidikan, dibutuhkan diskusi antar pendidik, mahasiswa, dan lembaga terkat. Selain itu, pendidikan yang terus berkembang membuat dalam mengatasi problematika pun tidak sama dengan zaman dahulu. Oleh karena itu, pendidik dan calon pendidik harus memperluas wawasan dengan membaca buku atau referensi lain yang dapat meningkatkan pengetahuan pendidik

    ReplyDelete
  23. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    dalam pendidikan sendiri terdapat maslah yang memnag harus diselesaiakan. Problematika-problematika yang dijabarkan disini perlu untuk didiskusikan dalam sebuah lesson study agar dapat diatasi dengan baik dan pembelajaran menjadi lebih optimal.Di samping hal tersebut, diskusi dalam kelas antara mahasiswa prodi pendidikan dengan dosen juga dirasa perlu untuk mengatasi problematika tersebut. Selain diskusi, pendidik dan calon pendidik juga harus memperluas wawasan dengan membaca buku atau referensi lain yang dapat meningkatkan pengetahuan pendidik. diskusi dapat juga mendapatkan solusi karena dalam diskusi pun dianalisis jalan yang tepat untuk menyelesaiakn permasalahan yang ada. Dlam masalah menumbuhkan motivasi belajar siswa juga merupakan sebuah tantangan yang harus dijawab oleh semua pihak baik guru maupun keluarga senidir. karen motivasi itu bukan serta merta didapatkan dari sekolah saja tetapi juga dari lingkungan keluarga. motivasi belajr siswa merupakan syarat untuk belajar, karena tanpa motivasi ilmu pengethuan yang baru akan susah untuk diserap, maotivasi disi terdapat beberapa faktor yang isa berasal dari diri sendiri mau dari luas diri sendiri sehingga menciptakan lingkungan yang baik untuk belajar pun menjadi salah satu carauntuk meningkatkan atau menumbuhkan mptivasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  24. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Saya tertarik ingin membahas mengenai point "Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?". Yang mana belajar matematika untuk anak usia dini sangat berguna bagi perkembangan kecerdasan logika matematika pada anak. Dari pengalaman KKN yang pernah saya lihat dan saya terapkan bahwa tahap pertama untuk mengenalkan matematika pada anak yaitu melalui konsep angka. Angka adalah hal yang sangat mendasar dalam matematika. Untuk mengenalkan konsep angka pada anak usia dini dapat dimulai dengan memperkenalkan angka secara berurutan, setelah itu dapat dihubungakn dengan jumlah barang-barang yang ada disekitar mereka yang sesuai dengan angka-angka yang sudah mereka ketahui, sehingga dengan itu anak usia dini dapat lebih mudah memahami konsep angka.

    ReplyDelete
  25. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Salah satu cara untuk membangkitkan motivasi belajar siswa adalah memilih metode pembelajaran yang tepat dikelas. Selain itu, guru harus membuat pembelajaran matematika yang menyenangkan yakni dengan membuat suasana belajar dimana siswa dapat bermain sambil belajar matematika. Karena pada saat ini telah banyak metode-metode pembalajaran matematika yang dapat membuat materi matematika menjadi sebuah permainan dalam belajar matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  26. Junianto
    PM C
    17709251065

    Persoalan dunia pendidikan dan pembelajaran sangatlah kopleks. Beberapa pertanyaan yang disajikan menjadi salah satu indikator bahwa persoalan-persoalan di dunia pendidikan akan terus berkembang. Hal ini seiring dengan adanya perkembangan iptek di era global. Sebenarnya ini merupakan tugas seluruh elemen di bidang pendidikan bukan hanya tugas guru saja. Saya mencoba menanggapi persoalan pada no 1. Siswa harus mengetahui apa manfaat matematika dalam kehidupan mereka. Ini menjadi salah satu cara agar siswa mengetahui pentingnya matematika. Untuk itu perlu adanya penerapan matematika dalam konteks kehiduan siswa sehari-hari.

    ReplyDelete