Feb 12, 2013

Metodologi Pendidikan




Identifikasi Persoalan-persoalan Pendidikan, Pendidikan Matematika dan Pembelajaran Matematika di Sekolah.
Oleh: Mahasiswa S2 Matematika UGM kerjasama Depag RI Angkatan 2007

1. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting
2. Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika di kelas.
3. Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?
4. Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?
5. Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?
6. Bagaimana mengatur keseimbangan antara proses dan produk dalam pembelajaran matematika?
7. Bagaimana mengembangkan kegiatan asesmen dalam pembelajaran matematika?
8. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual?
9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
10. Bagaimana mempromosikan pembelajaran matematika berlandaskan kebutuhan siswa?
11. Bagaimana memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari matematika horizontal dan matematika vertikal?
12. Bagaimana mempromosikan life skill dalam pembelajaran matematika?
13. Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?
14. Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
15. Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
16. Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?
17. Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?
18. Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
19. Seberapa banyak dan penting seorang guru mempelajari filsafat pendidikan matematika?
20. Bagaimana mengembangkan skema dan struktur pembelajaran matematika?
21. Landasan dan paradigma yang bagaimana yang melatarbelakangi kegiatan matematika di kelas misalnya pada suatu satuan waktu yang sama, oleh murid yang berbeda diharapkan hasil yang sama atau hasil berbeda?
22. Bagaimana sebetulnya filsafat RPP itu?

Kontributor: Ahmad Juari, Aviv R, Edy Nur Falah, Mahfud Effendi, Mufarikhin, Muktafi, Musrifah, Nanang Yulianto, Nurul Maidah, Rosita Umani, Siti Rokhayah, Totok Prasetyono, Widiah Prihartini, Eni Suharsih, Nur Bayanah, Shulfan, Elvira, Sumiyarsih.

57 comments:

  1. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 16 yaitu " Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?"
    Menurut saya persiapan yang penting adalah persiapan khusus. Persiapan khusus meliputi pembuatan bahan ajar dan RPP. RPP dibuat sebagai patokan skenario guru didalam kelas. Selain itu, metode yang digunakan dalam mengajar harus sesuai karakteristik anak dan dibentuk agar anak mau dan mampu untuk berpikir kritis. Hal ini dapat membuat anak menemukan konsepnya sendiri. Bahan ajar juga dibentuk sesuai dengan karakteristik anak dan dibentuk agar anak dapat menemukan konsep dibenak siswa.

    ReplyDelete
  2. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 16 yaitu " Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?"
    Menurut saya persiapan yang penting adalah persiapan khusus. Persiapan khusus meliputi pembuatan bahan ajar dan RPP. RPP dibuat sebagai patokan skenario guru didalam kelas. Selain itu, metode yang digunakan dalam mengajar harus sesuai karakteristik anak dan dibentuk agar anak mau dan mampu untuk berpikir kritis. Hal ini dapat membuat anak menemukan konsepnya sendiri. Bahan ajar juga dibentuk sesuai dengan karakteristik anak dan dibentuk agar anak dapat menemukan konsep dibenak siswa.

    ReplyDelete
  3. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  4. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Problematika dalam pembelajaran memang tidak ada habisnya. Problem untuk mereka belum tentu problem untuk kami, problem untuk kami, belum tentu problem untuk mereka , oleh karean itu perlu diskusi untuk mencari solusi yang terbaik. Dari 16 problem yang di tulisankan dalam artikel diatas, kami mencoba menanggapi problem nomor 9 yakni bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika sulit?. Hingga saat ini perseosi tentang matematika ajek dengan predikat “sulit”. Persepsi ini tidak boleh dibiarkan turun menurut sehingga menjadi mitos, Oleh karena itu untuk menghilangkan persepsi ini perlu bantuan dari guru untuk menerapkan pembelajaran matematika yang kontekstual yakni dalam proses pembelajaran siswa diajak untuk mengeksplore dan mengkomunikasikan materi pembelajaran matematika dengan pengetahuan yang telah dimiliki serta tujuan dari materi pelajaran matematika. Contohnya materi nilai uang kelas 2 SD pada kurikulum k13. Siswa akan lebih tertarik untuk belajar materi ini jika mereka diajak secara langsung untuk praktik seperti kegiatan jual beli sederhana di took ataupun pasar. Serta kekreatifan guru dalam menciptakan dan menggunakan alat peraga juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mempermudah menyampaian materi. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  5. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Motivasi belajar itu bersumber pada diri setiap siswa. ini merupakan faktor internal individu. Motivasi ini pula memberikan sumbang sih terhadap hasil belajar yang akan dicapai. Bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar? Tentu ada banyak hal dengan berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi itu sendiri. Dengan memberikan metode belajar yang sesuai serta menarik sehingga akan menarik perhatian siswa untuk lebih penasaran dengan apa yang akan diajarkan. Menghilangkan mitos tentang mata pelajaran yang dianggap sulit menajdi mata pelajaran yang mudah melalui pendekatan yang lebih dengan siswa yang merasa sulit dalam belajar. Ada juga siswa yang menganggap guru itu “galak” hal ini juga dapat menurunkan motivasi siswa dalam belajar. maka dari itu, menajdi guru yang dekat dengan siswa sehingga lebih mudah mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi siswa serta akan mudah dalam menanggulangi permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  6. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Persoalan-persoalan dalam pembelajaran matematika seakan tiada habisnya. Banyak inovasi yang dilakukan guna mengoptimalkan pembalajaran matematika. Namun inovasi pembelajaran tidak selau berjalan sesuai dengan rencana ataupun berakhir dengan baik. Banyak masalah-masalah baru yang timbul bersama dengan metode yang baru. Selain itu tuntutan dari berbagai pihak mengakibatkan pembelajaran berlangsung tidak sehat atau berjalan tidak semestinya, sehingga tujuan dari pembelajaran mulai melenceng. Tujuan pembelajaran yang awalnya supanya bisa beralih ke nilai. Sehingga berbagai cara yang awalnya dilakukan supaya siswa bisa menguasai matematika bergeser kearah bagaimana caranya agar siswa dapat nilai yang bagus. Solusi awal menurut saya adalah dengan melakukan pembelajaran yang jujur dan apa adanya, maka solusi-solusi yang lain akan menyusul dibelakangnya.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  7. Saya akan menjawab soal no 9, yaitu Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Jawaban;
    “Dalam melakukan proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu tolak ukur untuk menentukan keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar, umumnya tidak akan mungkin mau melakukan aktivitas belajar. Motivasi belajar cenderung akan meningkat secara signifikan apabila siswa mengetahui hubungan antara meteri pelajaran dengan kehidupan yang nyata. Semakin adanya relevansi materi pelajaran dengan diri sendiri serta kehidupan nyata, maka motivasi belajar siswa akan meningkat dengan sendirinya. Masalahnya, banyak siswa yang tidak mengetahui hubungan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Disinilah tugas guru mencari cara bagaimana memfasilitasi siswa yang mengalami hal tersebut, mungkin salah satunya adalah mengggunakan metode dan model pembelajaran yang tepat.

    ReplyDelete
  8. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Disini saya akan fokuskan pada pertanyaan nomor 15 yaitu bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
    Jawaban dari pertanyaan itu adalah guru dikatakan berorientasi kepada siswa ketika belajar matematika adalah dengan cara selalu memfasilitasi mereka pada saar kegiatan PBM. Hal tersebut akan membuat siswa merasa mereka di hargai. Karena pengalaman saya ketika mengajar mereka, mereka cenderung memberikan pernyataan bahwa mereka tidak suka dengan matematika karena gurunya tidak memberikan mereka kesempatan untuk paham. Kebanyakan guru hanya terfokus pada ketercapaian materi. Masih banyak guru yang mengabaikan pemahaman siswa. Hal inilah yang membuat pembelajaran tidak berorientasi pada siswa, namun berorientasi pada ketercapaian materi.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  9. Isoka Amanah Kurnia
    17709351051
    PPs Pend. Matematika C 2017

    Membangkitkan motivasi eksternal siswa oleh guru dapat dilakukan dengan berbagai cara. Proses yang terjadi setidaknya harus berhasil memancing perhatian siswa sehingga diharapkan efek nya berupa minat dan niat untuk belajar. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan tokoh yang dapat menginspirasi siswa. Cara lainnya adalah dengan menampilkan video ice breaker untuk memancing perhatian siswa. Video bisa bersifat lucu, edukasi, atau berupa perenungan agar siswa menjadi bersemangat untuk belajar. Namun dorongan motivasi eksternal juga harus dimaksimalkan oleh motivasi internal dari dalam diri siswa, karena sedahsyat apapun dorongan dari luar jika pada diri siswa tidak ada efek sama sekali maka akan percuma. Guru bisa melakukan pendekatan secara pribadi kepada siswa yang dirasa memiliki permasalahan dan membutuhkan perhatian khusus.

    ReplyDelete
  10. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pada kesempatan ini saya ingin fokus pada poin: Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
    Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena sulitnya materi pembelajaran itu sendiri, sajian materi pembelajaran, dan karena siswa yang bersangkutan. Kesulitan belajar karena materi pembelajaran yang sulit dapat diupayakan solusinya dengan memahami learning trajectory/cara berfikir materi tersebut sehingga alur berpikir siswa dapat sejalan dengan materi yang dipelajari. Kesulitan belajar ditinjau dari sajian materi pembelajaran dapat dijumpai ketika penyajian informasi berlebih sehingga membuat siswa berpikir lebih complicated yang berdampak pada kurangnya pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Mengingat bahwa informasi yang diolah terbatas pada kapasitas dan waktu penyimpanan, maka sajian info/materi sebaiknya tidak terlalu redundant.

    ReplyDelete
  11. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    matematika merupakan suatu ilmu yang sangat universal dan komprehensif di dunia ini. Bekal matematika sangatlah diperlukan oleh setiap orang karena kita tentunya pasti akan berhadapan dengan matematika. Semua mata pelajaran mempunyai matematikanya masing-masing, matematika sekolah, matematika tekhnik, matematika ekonomi, matematika sosial, semuanya mempunyai matematikanya sendiri-sendiri. Permasalahan pada matematika sekolah telah disebutkan diatas, maka sudah saatnya bagi kita, yakni para pendidik maupun para calon pendidik untuk turut serta membumikan matematika, serta memecahkan berbagai masalah-masalah dalam matematika. Oleh karenanya maka kita harus memiliki metode atau strategi yang tepat untuk mentransfer matematika kepada siswa, agar siswa merasa bahwa kita memang butuh belajar matematika untuk menunjang kehidupan sehari-hari, agar tidak mudah dibodoh-bodohi oleh orang lain, dsb.

    ReplyDelete
  12. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Persoalan pendidikan matematika yang selama ini jadi di Indonesia jumlahnya semakin banyak dan bahkan sangat banyak. Ini akan menjadi hambatan bagi perkembangan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan langkah- langkah nyata dari seluruh komponen untuk merubah pemahaman mendasar mengenai metode pendidikan. Selama ini, kebanyakan guru kurang dapat mengembangkan kreativitasnya. Guru kesulitan dalam menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuannya yang sebenarnya dapat membantu dan mendukung dalam proses pembelajaran. Persoalan yang mendasar ini harus bisa segera diselesaikan. Salah satunya dengan penggunaan metode pendidikan yang variasi.

    ReplyDelete
  13. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Persoalan-persoalan masalah pendidikan di Indonesia seperti yang disebutkan di atas, hampir sebagian besar berkaitan dengan metodologi pendidikan. Seperti diantaranya: bagaimana membuat pembelajaran menyenangkan, bagaimana membawa matematika ke dunia anak, bagaimana pembelajaran matematika anak usia dini, dan lan sebagainya. Untuk itu metode pendidikan atau metode pembelajaran sangatlah penting. Pemilihan metode pembelajaran juga harus diterapkan sesuai karakteristik siswa di jenjangnya (TK,SD,SMP,SMA, atau SMK). Permasalahan tersebut akan terselesaikan secara gradual seiring bertambahnya jam terbang guru dalam mengajar.

    ReplyDelete
  14. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pada postingan kali ini, saya tergerak untuk mencari tau jawaban dari beberapa pertanyaan yang diberikan. Beberapa pendapat/jawaban saya terkait pertanyaan tersebut antara lain:
    8. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual?
    Untuk membuat pembelajaran matematika kontekstual bisa dengan menggunakan masalah sehari-hari untuk dijadikan masalah dalam pembelajaran. Jika siswa sudah terbiasa menemui problem tersebut maka akan lebih mudah bagi siswa untuk menyelesaikannya

    9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dapat dengan cara menceritakan kegunaan atau manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari. Karena matematika digunakan di hampir semua bidang.

    13. Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?
    Dengan mengetahui tahapan-tahapan perkembangan anak maka diharapkan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan perkembangannya, sehingga dalam memilih metode pembelajaran dapat disesuaikan, terlebih untuk mengembangkan LKS akan lebih mudah dipahami siswa jika sesuai dengan tahap perkembangannya.

    ReplyDelete
  15. 14. Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
    Pembelajaran matematika untuk anak usia dini berupa aktivitas-aktivitas. Diharapkan dari aktivitas senang-senang yang diselipkan dengan pembelajaran dapat membuat anak usia dini belajar matematika dasar seperti mengenal angka dan operasi hitung sederhana.

    15. Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
    Pembelajaran yang berorientasi pada siswa yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Siswa mendapat peran besar dalam pembelajaran, seperti menemukan rumus atau konsep. LKS yang disediakan oleh guru juga diharapkan yang membuat siswa aktif, yang berisi aktivitas atau kegiatan penemuan konsep.

    ReplyDelete
  16. Satu lagi pertanyaan yang menarik
    19. Seberapa banyak dan penting seorang guru mempelajari filsafat pendidikan matematika?
    Pentingnya mempelajari filsafat bagi seorang guru. Filsafat sendiri adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Dengan belajar filsafat, guru jadi bisa memahami siswanya dengan baik. Selain itu, Pemikiran seorang guru menjadi terbuka (open minded) terlebih belajar filsafat melalui blog ini, saya mengetahui banyak hal. Tidak hanya bagaimana menjadi guru yang baik, menyusun dan memilih pembelajaran yang tepat, tetapi saya juga banyak belajar tentang kehidupan yang menjadi modal saya bagaimana harusbersikap dengan siapapun setiap harinya.

    ReplyDelete
  17. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 18. Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
    Menurut saya untuk melakukan perbaikan kesulitan belajar anak pertama kita harus mendiagnosis dahulau kesulitan belajar matematika siswa. Kita harus tahu tanda-tanda kesulitan belajar yang dialami siswa, kemudian mencari tahu penyebabnya. Setelah kita mampu mendiagnosis kesulitaan belajar siswa, maka kita dapat merumuskan suatu remidial yang sesuai dengan diagnosis yang kita dapatkan. Remidial yang kita berikan kepada siswa adalah cara kita untuk memperbaiki kesulitan belajar siswa sehingga siswa mampu kembali mengikuti pembelajaran tanpa mengalami banyak kesulitan. Terimaksih

    ReplyDelete
  18. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no 9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Menurut saya, untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dapat dilakukan salah satunya dengan mengaitkan materi pelajaran dengan sesuatu yang berkesan ataupun bermanfaat bagi siswa. Hal itu karena, saat siswa merasa materi yang dipelajari itu berhubungan dengan dirinya dan memiliki manfaat dalam kehidupan maka siswa akan tertarik untuk mempelajarinya. Oleh karena itu di awal pembelajaran guru harus memberikan apersepsi yang benar-benar sesuai dengan keadaan saat ini dan sesuai dengan pengetahuan awal siswa. Terimaksih

    ReplyDelete
  19. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting? Menurut saya jawaban dari pertanyaan ini adalah dimulai dengan gurunya, maksudnya guru yang menjadi fasilitaor utamalah yang akan membawa siswa ke pembelajaran menyenangkan itu sendiri. Caranya dengan menggunakan model, pendekatan, dan strategi yang melibatkan siswa. Saat siswa terlibat secara langsung maka akan ada pengalaman yang tersimpan di dalam siswa, guru juga bisa menggunakan games di akhir pembelajran. Selain itu agar siswa berpikir matematika itu penting maka guru memberikan motivasi aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari dan siswa juga diberikan projek untuk mengalikasikan materi yang mereka dapatkan untuk menyelesaikan permasalahan tersbeut.

    ReplyDelete
  20. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan pertama, bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting. Menurut saya pembelajaran yang melibat aktifkan siswa dalam pembangunan pengetahuan akan menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan. Di samping memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekslorasi kemampuan dan kreativitasnya, hal ini juga mendukung terjalinnya interaksi antara siswa dan guru, siswa dan temanya, serta siswa dengan sumber belajar. Banyak metode dan teori belajar yang dapat digunakan guru dalam melibat aktifkan siswa dalam pembangunan pengetahuan. Di antaranya, teori bruner yang pembelajaran penemuan, teori ausubel tentang pembelajaran bermakna, teori deines tentanf pembelajaran dengan permainan. Dengan demikian guru harus menguasai berbagai metode dan teori belajar untuk menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan. Kemudian tentang bagaimana membuat siswa merasa matematika itu penting, menurut saya tiada jalan terbaik selain melibatkan siswa dengan matematika itu sendiri. Siswa harus menyadari bahwa matematika adalah kebutuhan dan alat yang memudahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu penting bagi guru untuk memberikan contoh penerapan materi dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  21. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya juga ingin mencoba menanggapi pertanyaan terkait asesmen dalam pembelajaran matematika. Menurut saya, sebenar-benar penilaian adalah proses yang berkelanjutan. Kemampuan siswa tidak bisa diukur hanya dengan melihat hasil Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Ujian akhir sekolah. Namun penilaian itu dimulai dari keberlangsungan proses pembelajaran. Hasil dari pembelajaran tidak hanya berupa perubahan pengetahuan yang dapat dikukur dengan tes hasil belajar, namun juga perubahan sikap dan tingkah laku. Bagaimana siswa dapat menerapkan pembelajaran dalam kehidupan juga bagian dari hasil belajar.

    ReplyDelete
  22. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pertanyaan no18 terkait perbaikan kesulitan belajar matematika. Menurut saya, hal utama yang harus dilakukan dalam menangani masalah ini adalah dengan mendiagnosa kesulitan belajar tersebut. Guru perlu melihat gejala-gejala, faktor penyebab, serta merencanakan solusi dari kesulitan belajar tersebut. Untuk mendukung hal ini, sangat penting bagi guru dalam memahami karakteristik siswa. Untuk kesulitan belajar dari segi pemahaman, guru dapat mendiagnosa melalui hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal. Untuk itu, penilaian dalam bentuk essay (problem solving) efektif dalam pembelajaran siswa karena tidak hanya dapat mengukur kemampuan siswa namun juga dapat melihat kelemahan siswa.

    ReplyDelete
  23. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A
    1. Saya ingin menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara menumbuhkan motivasi belajar siswa. Perlu diketahui bahwasanya motivasi belajar terdiri dari motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal berasa dari dalam diri siswa sedangkan motivasi eksternal berasal dari luar diri siswa. Cara menumbuhkan motivasi internal adalah dengan menyugesti diri bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan. Selain itu perlu disampaikan pentingnya mempelajari suatu hal dan manfaatnya bagi kehidupan mereka. Untuk motivasi eksternal karena bersumber dari luar diri siswa maka dapat dilakukan dengan cara memberi hadiah atau pujian untuk setiap hasil capaian siswa. Hal ini menjadi penting agar siswa merasa dianggap eksistensinya.

    ReplyDelete
  24. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P mat A

    2. Selanjutnya untuk pertanyaan mengenai cara mengatasi kesulitan belajar siswa akan dibahas pada komentar berikut ini. Kesulitan belajar pada dasarnya disebabkan oleh beberapa hal yaitu bisa jadi materi yang memang sulit dipelajari, cara guru dalam menyampaikan materi sulit dipahami, atau dari diri siswa sendiri yang sulit untuk memproses informasi atau materi. Apabila kesulitan belajar bersumber dari materi yang memang sulit dipahami, maka guru memiliki peran penting untuk mengorganisir materi dan menyampaikannya dengan lebih sederhana tanpa mengubah isi materi tersebut. Bisa jadi dibuat ke dalam beberapa bagian, tidak sekaligus. Selanjutnya mengenai cara penyampaian guru yang sulit dipahami, ini menjadi PR bagi kita semua bahwa guru sebaiknya terbuka atas masukan dan saran baik itu dari siswa maupun sesama guru, sehingga diharapkan pembelajaran selanjutnya lebih baik lagi. Banyak-banyak sharing kepada sesama guru dan membaca terkait metode pembelajaran dan psikologi belajar anak. Yang terakhir mengenai kemampuan siswa memahami materi tentunya hal ini kembali kepada siswa masing-masing bahwa belajar itu proses jadi siswa diharapkan mampu mengulang-ulang pelajaran di luar kelas.

    ReplyDelete
  25. 3. Terkait desain pembelajaran matematika di kelas yaitu pengembangan skema pembelajaran matematika, maka guru perlu mengaitkan kompetensi pra-syarat yang harus dimiliki siswa dengan kompetensi baru yang akan dipelajari siswa. Sebelum masuk ke kompetensi baru alangkah baiknya guru melakukan apersepsi atau kegiatan menyamakan pandangan mengenai kompetensi baru tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisir berbagai persepsi yang muncul di benak siswa sehingga pembelajaran lebih terarah kepada kompetensi yang akan dicapai. Dengan demikian diharapkan siswa tidak mengalami kesulitan untuk mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan awal yang sudah mereka peroleh.

    ReplyDelete
  26. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Menyelenggarakan pembelajaran matematika yang kontekstual adalah dengan cara membangun pemahaman konsep matematika siswa melalui benda-benda konkret di lingkungan sekitar maupun melalui aktivitas siswa yang berkaitan dengan konsep-konsep matematika sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkontruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dilaksakan dengan memberikan penglaman bermakna kepada siswa atau learning by doing.

    ReplyDelete
  27. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Dari postingan diatas ini sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah-masalah dalam pendidikan, terutama dalam pendidikan matematika. Kita bisa membuat sebuat metodologi dalam diskusi tentang isu-isu pendidikan. Masalah berasal dari kata 'bagaimana' untuk mendapatkan sebuah solusi. Terima kasih, hal ini sangat membantu.

    ReplyDelete
  28. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 9 tentang bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa. Motivasi berasal dari dalam maupun luar diri siswa. salah satu faktor eksternal yang mempengaruhinya adalah guru, bagaimana cara guru mengajarkan pelajaran kepada siswa. strategi, metode maupun pendekatan pembelajaran yang kreatif dan menyenagkan bagi siswa akan menumbuhkan motivasi dalam belajar siswa. namun semenarik apapun strategi, metode maupun pendekatan pembelajaran yang digunakan guru, jika tidak ada motivasi dari dalam diri siswa maka semua hal tadi adalah usaha yang sia-sia. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian lebih dari guru untuk memhami bagaimana perbedaan karakter siswanya yang berbeda-beda pula, yaitu dengan adanya dialog antara guru dan siswa bisa dijadikan sebagai alternative untuk guru agar lebih dekat dengan siswanya.

    ReplyDelete
  29. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Terkait dengan pertanyaan nomor 13 tentang bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika, adalah guru bisa menyesuaikan alur belajar yang tepat sesuai dengan perkembangan anak. Dengan membuat proses belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa sesuai psikologinya akan menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga pembelajaran matematika yang dianggap sulit dan abstrak bagi siswa akan lebih mudah dipahami oleh siswa. salah satunya adalah dengan menerapkan pendekatan realistic matematika. Dengan menghadirkan contoh-contoh konkret yang sering dijumpai siswa akan lebih tertanam dalam proses berpikir mereka.

    ReplyDelete
  30. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Selanjutnya mencoba menanggapi pertanyaan no. 11 Bagaimana memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari matematika horizontal dan matematika vertikal? Berdasarkan gambar di atas, hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan garis melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, sedangkan melingkar artinya pembelajaran tersebut dapat diulang namun hanya saja berbeda ruang dan waktunya. Hermeneutika dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan gunung es, dimana dalam pendekatan ini merupakan matematika realistiknya. Dalam hal ini digambarkan dengan matematika horizontal dan matematika vertikal. Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan pengalaman dan cara mereka sendiri, dimana mereka masih belum mengenal simbol-simbol formal dalam matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  31. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Mencoba menjawab pertanyaan pertama. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting. kita perlu menyadari bahwa masa anak-anak merupakan masa-masa bagi mereka untuk bermain dan bersenang-senang. Matematika bagi anak-anak hendaknya menyesuaikan dengan psikologi anak di masa itu. Matematika harus tampil sebagai ilmu konkrit, bukan datang sebagai ilmu abstrak yang berisi rumus, identitas, teorema dan sebagainya. Matematika harus datang sebagai ilmu konkrit, misalnya penjumlahan kelereng dengan kelereng. Memecahkan permasalahan pembagian 1 kue besar berbentuk segiempat yang harus dibagi ke 6 orang dengan porsi yang sama besar.

    ReplyDelete
  32. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Identifikasi persoalan pendidikan matematika dan pembelajaran matematika umumnya membahas tentang bagaimana praktek pembelajaran matematika di sekolah yang mempertimbangkan aspek psikologi belajar siswa, cara mengenalkan matematika kepada anak usia dini, pemahaman guru terhadap filsafat pendidikan matematika dan paradigma pembelajaran matematika pada abad 21.

    ReplyDelete

  33. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya akan mencoba menanggapai pertanyaan nomor 13 yaitu bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika. Sesuai dengan teori perkembangan kognitif anak menurut jean piaget. Perkembangan kognitif anak memiliki empat tahapan. Kemampuan-kemampuan anak pada kategori tahapan-tahapan tersebut dapat kita manfaatkan untuk memilih metode yang sesuai dengan karakteristika anak. Sehingga anak akan mudah dalam mempelajari konsep karena sesuai dengna kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, pemilihan metode yang sesuai dengan psikologi anak mampu memberikan motivasi anak untuk mempelajari matematika. Karena metode yang tepat akan memberikan ketertarikan pada anak sesuai dengan usianya.

    ReplyDelete
  34. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ada berbagai macam penelitian yang menelusuri bagaimana menangani anak-anak dengan kesulitan belajar. Betapa pun hebatnya teori, metode dan cara yang dapat dilakukan, semua usaha itu haruslah di barengi dengan ke-ikhlasan. Yakin lah bahwa keikhlasan akan berbuah kesuksesan.InshaAllah
    Sekian, terima kasih.

    ReplyDelete
  35. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Salah satu permasalahan alam pendiikan matematika adalah bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika yang menyenangkan sehingga membuat siswa merasa bahwa matematika adalah penting. Sebagai upaya untuk mengatasi hal ini, guru dapat mengembangkan pembelajaran yang berbasis aktivitas sehingga siswa tidak akan merasa jenuh dan menganggap matematika hanya rumus-rumus. Selain itu guru dapat mengaikan matematika dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa menganggap matematika itu penting.

    ReplyDelete
  36. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menanggapi pertanyaan nomor 9, yaitu tentang bagaiman menumbuhkan motivasi belajar siswa. Terkait dengan motivasi, banyak faktor yang mempengaruhi motivasi yaitu dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan. Untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa maka kita juga hendaknya melihat lingkungan sekitar, apakah lingkungan dimana siswa berada mendukung siswa untuk belajar, karena lingkungan sangat mempengaruhi motivasinya. Selain itu yang dapat menumbuhkan motivasi yang pertama adalah sikap orang tua, yang kedua bagaimana sikap dan peran guru dalam kelas. Meskipun lingkungannya tidak mendukung, namun jika orang tua dan guru memberikan perhatian dan juga motivasi, maka siswa akan termotivasi.

    ReplyDelete
  37. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pembelajaran matematika terus berkembang mengikuti perkembangan jaman dan juga perkembangan siswa sebagai peserta didik. Dengan perkembangan yang ada tentu persoalan pendidikan akan bertambah dan terus berkembang pula. Guru sebagai fasilitator pendidikan dan sebagai seorang yang berhadapan langsung dengan siswa harus memahami perkembangan siswa dan terus mengupdate pengetahuannya. Inovasi perlu dilakukan agar dapat ditemukan cara yang paling efektif untuk mengatasi persoalan pendidikan yang ada.

    ReplyDelete
  38. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Masalah pendidikan di Indonesia meliputi banyak hal, masalah dalam tataran sekolah yaang terdiri dari guru dan murid. Guru perlu menyelengarakan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa nya serta menanamkan bahwa matematika tersebut merupakan mata pelajaranyang penting. Dan masih yang banyak masalah yang muncul yang harus dihadapai dan diselesaikan oleh guru.

    ReplyDelete
  39. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.7 tentang bagaimana mengembangkan kegiatan assessment dalam pembelajaran matematika. Menurut saya assessment atau penilaian yang baik terhadap siswa harus akuntabel dan sustainabel. Akuntabel artinya penilaian berdasarkan data empirik, yaitu ada bukti nyata. Artinya dalam menilai siswa berdasarkan nilai dan portofolio pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Jika hanya dinilai melalui nilai ulangan atau nilai ujian, bisa jadi itu belum merepresentasikan kemmapuan siswa yang sesungguhnya. Oleh karena itu perlu adanya portofolio pelaksanaan kegiatan yang dapat berupa kliping tugas atau hasil karya siswa serta dapat berupa deskripsi dari guru terhadap siskap siswa setiap kegiatan pembelajaran.

    Sedangkan sustainable ialah penilaian secara berkelanjutan dari awal kegiatan pembelajaran hingga akhir kegiatan pembelajaran. Biasanya guru hanya menilai siswa di ahir pembelajaran dengan menerapkan ulangan harian, mid semester dan akhir semester. Sustainable artinya seorang guru menilai sikap, keaktifan, kemampuan serta prestasi siswa sehari-hari selama proses pembelajaran. Guru membuat catatan tentang masing-masing siswa atau tentang siswa yang menonjol (dalam hal positif maupun negatif) pada setiap pertemuan di kelas. Dengan begitu, jika ada perbaikan atau peningkatan mutu dapat dilaukan setiap hari tanpa menunggu materi berakhir.

    ReplyDelete
  40. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan nomor 19. Menurut saya sangat penting dan harus sebanyak-banyaknya hingga takterhingga untuk belajar filsafat pendidikan matematika. Karena dalam mempelajarinya kita akan memahami banyak sekali pandangan-pandangan mengenai ilmu itu sendiri. Bagaimana sebenarnya matematika itu, ternyata kita tersadarkan bahwa matematika itu ada matematika abstrak atau untuk orang dewasa dan untuk anak-anak atau matematika sekolah misalnya. Kemudian kita akan mengetahui pula filsafat suatu pandangan bahwa salah itu ada benarnya yaitu ketika siswa belajar, maka disini kita tersadarkan lagi. Bahwa sejatinya ketika belajar filsafat pendidikan matematika itu kita diajari untuk paham dan mengertiakan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  41. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    untuk menyelenggarakanpembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting yaitu dengan mengajak dan mengikut sertakan melibatkan siswa dalam pembelajaran. Misal dengan aktifitas menemukan, membuktikan, memecahkan masalah, menemukan sendiri dll ini akan menjadikan siswa lebih dianggap ada sehingga menyenangkan bagi siswa. Menggunakan metode/pendekatan/model yang beraneka ragam. Menggunaka media yang inovatif. Serta mengkaitan pembelajaran dengan kehidupan siswa sehari-hari sehingga siswa akan lebih merasa bahwa ini penting untuk diri mereka.

    ReplyDelete
  42. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 12 tentang bagaimana mempromosikan life skill dalam pembelajaran matematika?. Menurut saya dengan pembelajaran matematika yang mengembangkan kemampuan-kemampuan berpikir, penalaran dan problem solving dapat membantu life skill siswa nantinya. Dengan melatih kemampuan-kemampuan itu dalam pembelajaran matematika, siswa akan terbiasa berpikir seperti itu sehingga ketika terjun ke dunia pekerjaan mereka sudah terbiasa.

    ReplyDelete
  43. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Untuk pertanyaan no 16 tentang bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?, guru harus menyiapkan perangkat-perangkat pembelajaran seperti RPP, LKS dan media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam proses pembuatan RPP dan LKS, guru harus mempertimbangkan banyak hal, seperti kesesuaian materi, karakteristik siswa dan model pembelajaran yang digunakan. Media pembelajaran yang digunakan sebaiknya bervariasi atau menggunakan multimedia agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  44. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 9 terkait bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?. Motivasi adalah keadaan internal yang mendorong seseorang untuk bertindak dalam mencapai suatu tujuan. Memang bukanlah hal yang mudah untuk menumbuhkan motivasi, apalagi jika dari dalam diri siswa itu tidak mau berusaha. Dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa, faktor internal dan faktor eksternal sangat berpengaruh. Pemberian reward atau punishmant dapat berpengaruh. Guru juga dapat memberi feedback dalam pembelajaran atau melakukan diskusi untuk menumbuhkan motivasi siswa.

    ReplyDelete
  45. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Untuk pertanyaan mengenai “Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?”. Menurut saya, pembelajaran yang berorientasi kepada siswa adalah pembelajaran yang membuat siswa sebagai actor belajar, siswa tidak dianggap tong kosong yang hanya akan menerima pengetahuan yang diberikan oleh gurunya. Di dalam pbmnya guru harus memberikan kesempatan siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri, memberikan kesempatan siswanya berbicara, mengeluarkan pendapat, diskusi, presentasi dan sebagainya. Guru tidak boleh menutupi kesempatan siswa-siswanya tersebut, guru hanya sebatas fasilitator yang menyediakan tangga bagi siswa untuk menuju pengetahuannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  46. Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan cara untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa ada 2 yaitu motivasi eksternal dan internal. Belajar yang baik adalah ketika siswa belajar didasari oleh motivasi internal. Namun karena banyak faktor-faktor dan persepsi lain, maka siswa pun tidak memiliki motivasi internal untuk belajar suatu mapel. Sehingga satu-satunya cara adalah dengan memberikan motivasi ekternal, guru harus mampu menumbuhkan motivasi belajar siswanya. Hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menciptakan pbm yang menyenangkan, yang kontekstual, sesuai dengan yang diketahui siswa, kemudian memberikan penguatan misalanya pujian-pujian yang bermakna, penghargaan, feedback.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  47. Sungguh pertanyaan yang menarik dari mahasiswa-mahasiswa s2 matematika UGM. Namun jika seandanyinya mereka berpengalaman dalam dunia pindidikan, melihat ke lapangan fakta-fakta yang terjadi dalam lingkungan belajar, maka mereka mampu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentang pendidikan matematika, namun mungkin karena mahasiswa s2 tersebut kurang berpengalaman dalam lapangan melihat bagaimana proses pembelajaran terjadi, maka pertanyaan seperti itu muncul.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  48. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam mengatasi probematika pendidikan, dibutuhkan diskusi antar pendidik, mahasiswa, dan lembaga terkait. Selain itu, pendidikan yang terus berkembang membuat dalam mengatasi problematika pun tidak sama dengan zaman dahulu. Pendidik dan calon pendidik harus memperluas wawasan dengan membaca buku atau referensi lain yang dapat meningkatkan pengetahuan pendidik
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  49. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    menenggapi pertanyaan nomor 1, Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting?

    Salah satu cara agar siswa memahami pentingnya matematika adalah dengan menunjukkan kepada siswa betapa dekat matemamtika dengan kehidupan sehari-hari siswa. Caranya adalah dengan menghubungkan materi pelajaran matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti yang terjadi bila pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan kontekstual atau dengan pendekatan matematika realistik. Kedua pendekatan tersebut juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyelenggarakan pembelajaran matematika yang menyenangkan karena kedua pembelajaran tersebut lebih ramah dengan siswa. Matematika perlu dipandang sebagai kegiatan agar siswa dapat melakukan berbagai aktivitas matematika dan mendapatkan pengalaman melakukan aktivitas matematika. Dengan begitu, matematika akan dipandang lebih menyenangkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  50. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    menenggapi pertanyaan nomor 2, Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika?

    Mempelajari filsafat pendidikan matematika bagi seorang guru adalah suatu keharusan. Mengapa? Dengan mempelajari filsafat pendidikan matematika maa guru akan mempelajari lebih dalam hakekat komponen pendidikan matematika yang mana nantinya akan mempengaruhi pandangan guru mengenai pembelajaran matematika. Filsafat pendidikan matematika yang dianut guru, secara tidak langsung akan terlihat dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

    ReplyDelete
  51. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    menenggapi pertanyaan nomor 4, bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?

    Cara memfaslitiasi siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda dapat dilakukan dengan mengembangkan LKS yang sesuai dengan kemampuan matematika mereka, dimana LKS bagi siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, maupun rendah tidaklah sama. Guru dapat membuat LKS untuk siswa berkemampuan tinggi dengan lebih sedikit bimbingan dari daripada LKS untuk sisiwa berkemampuan sedang dan rendah, serta LKS untuk siswa berkemampuan rendah memiliki lebih banyak petunjuk atau bimbingan dari pada LKS untuk siswa berkemampuan tinggi dan sedang

    ReplyDelete
  52. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting salah satunya dapat dilakukan dengan meningkatkn kebermaknaan pembelajaran. Pembelajaran yang kurang bermakna menyebabkan pengetahuan siswa mengenai apa yang dipelajarinya menjadi kurang holistik, sehingga siswa hanya mengertio bahwa apa yang mereka pelajari di kelas tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  53. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    MEngenai konsep pembelajaran matematika untuk anak usia dini secara lebih rinci dipelajari oleh mahasiswa dengan disiplin ilmu pendidikan dasar, namun merupakan suatu kewajiban pula bagi mahasiswa matematika untuk menguasainya pula. Pendidikan bagi anak usia dini merupakan landasan bagi pembelajaran matematika selnjutnya. Tagihan-tagihan kemampuan yang harus dimiliki siswa SD jika tidak dipenuhi pada akhirnya akan merugikan siswa dan merugikan guru di jenjang selanjutnya. Sehingga pembelajaran matematika SD harus tuntas dan bermakna. Mengejar kebermaknaan pembelajaran salah satunya dapat dilakukan dengan pembelajaran kontekstual. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  54. Melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika dapat dilakukan dengan memberikan scaffolding dengan porsi lebih besar dan memberikan kegiatan penambahan jam belajar siswa mengenai materi yang diperlukan siswa serta dapat pula dilakukan dengan mempertajam keterampilan siswa mengerjakan soal dengan memberikan suplementer tugas. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  55. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Menyelenggarakan pendidikan matematika yang menyenangkan itu menurut saya yaitu dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh sendiri pengetahuannya baik dengan cara pengamatan, diskusi maupun melalui referensi-referensi yang banyak. Artinya memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan dirinya sendiri tanpa adanya kekangan dari orang lain, namun tentunya masih dalam ruang lingkup yang sesuai dengan apa yang sedang di pelajari. Siswa bebas dalam mencari pengetahuannya mengenai matematika yang sedang dipelajari namun mereka tetap diberikan arahan agar tidak salah dalam menterjemahkan pengetahuan yang dia peroleh tersebut.

    ReplyDelete
  56. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Metodologi menjadi salah satu faktor utama penentuan sukses tidaknya pembelajaran yang dilakukan. Metodologi berisi metode, pendekatan pembelajaran yang merupakan alur materi yang akan disampaikan. Hal itu sangatlah penting mengingat metode adalah pengantar materi dapat sampai kepada siswa, sebagai perantara. Guru disana sebagai pembuat konsep dan fasilitator, bagaimana metode itu dirancang sangat bergantung pada guru. Pembelajaran yang baik adalah ketika siswa dapat terlibat aktif dalam penemuan konsep, sehingga siswa dapat memahami langsung materi dan tentunya menghindari kebosanan dalam diri siswa.

    ReplyDelete
  57. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Persoalan dalam pendidikan matematika sangat banyak dan tidak ada habisnya jika kita jeli memahami. Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut, sangat efektif jika kita terjun langsung ke lapangan, karena pengalaman mangajarkan banyak hal dan memberi banyak insipirasi baru.

    ReplyDelete