Feb 12, 2013

Metodologi Pendidikan




Identifikasi Persoalan-persoalan Pendidikan, Pendidikan Matematika dan Pembelajaran Matematika di Sekolah.
Oleh: Mahasiswa S2 Matematika UGM kerjasama Depag RI Angkatan 2007

1. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting
2. Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika di kelas.
3. Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?
4. Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?
5. Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?
6. Bagaimana mengatur keseimbangan antara proses dan produk dalam pembelajaran matematika?
7. Bagaimana mengembangkan kegiatan asesmen dalam pembelajaran matematika?
8. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual?
9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
10. Bagaimana mempromosikan pembelajaran matematika berlandaskan kebutuhan siswa?
11. Bagaimana memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari matematika horizontal dan matematika vertikal?
12. Bagaimana mempromosikan life skill dalam pembelajaran matematika?
13. Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?
14. Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
15. Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
16. Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?
17. Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?
18. Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
19. Seberapa banyak dan penting seorang guru mempelajari filsafat pendidikan matematika?
20. Bagaimana mengembangkan skema dan struktur pembelajaran matematika?
21. Landasan dan paradigma yang bagaimana yang melatarbelakangi kegiatan matematika di kelas misalnya pada suatu satuan waktu yang sama, oleh murid yang berbeda diharapkan hasil yang sama atau hasil berbeda?
22. Bagaimana sebetulnya filsafat RPP itu?

Kontributor: Ahmad Juari, Aviv R, Edy Nur Falah, Mahfud Effendi, Mufarikhin, Muktafi, Musrifah, Nanang Yulianto, Nurul Maidah, Rosita Umani, Siti Rokhayah, Totok Prasetyono, Widiah Prihartini, Eni Suharsih, Nur Bayanah, Shulfan, Elvira, Sumiyarsih.

11 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Mendidik jauh lebih sulit daripada mengajar. Mengajar itu bagaimana seorang guru mentransfer ilmunya kepada para siswa tapi mendidik jauh dari itu, bukan hanya sekedar mentransfer ilmu. Dan untuk pendidikan sekarang ini guru lebih ditekannya agar membuat pembelajaran menyenangkan sehingga siswa tidak merasa terpaksa untuk belajar, karena kalau siswa merasa terpaksa untuk belajar maka mempunyai dampak yang buruk untuk kedepannya, yang diharapkan adalah bagaimana siswa secara sadar untuk belajar. Maka disinilah perlunya guru membuat PBM lebih menyenangkan dan lebih bermanfaat.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Saya tertarik dengan persoalan pertama tentang “Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting”. Agar pembelajaran matematika terasa menyenangkan dan untuk menghindari kesulitan belajar matematika maka mulailah dengan motivasi bahwa matematika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Beri contoh aplikasi matematika dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Hal ini akan menyadarkan siswa betapa pentingnya matematika sehingga memiliki kesadaran mempelajari matematika tanpa paksaan.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Untuk menjawab elegi ini, sangat efektif jika kita terjun langsung ke lapangan, karena pengalaman mangajarkan banyak hal dan memberi banyak insipirasi baru. Pada poin 14 Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini? yang dapat dilakukan sebagai pendidik pada pembelajaran matematika untuk anak usia dini adalah dengan cara mengajarkan matematika dengan nalar yang sedang mereka bangun sesuai dengan konteks mereka dalam kehidupan sehari-hari agar terbangun konsep dan skema yang baik, tidak langsung kepada abstrak namun kepada nyata.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Terjadinya perubahan dalam belajar matematika itu diperlukan, seseorang yang belajar matematika tentu mengalami perubahan disetiap pembelajarannya. Artinya perubahan tersebut adalah bertambahnya ilmu yang diperoleh disetiap pembelajaran yang dilakukan. Agar pembelajaran matematika tidak membosankan maka diperlukan juga perubahan mengenai metodologi pendidikan. Metodologi berati metode atau suatu cara untuk mencapai tujuan. Dalam matematika metode diartikan sebagai suatu cara untuk mengajarkan matematika sehingga diperoleh tujuan pembelajaran matematika. Metode pembelajaran matematika yang semula diajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru, saat ini pembelajaran matematika dilakukan dengan berpusat pada siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Selain itu pembelajaran juga diselingi dengan permainan atau kerja kelompok sehingga siswa mengalami/turut aktif dalam pembelajaran dan siswa juga tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran tersebut dan tercapailah tujuan pembelajaran matematika yang diinginkan.

    ReplyDelete
  5. Persoalan yang dihadapi oleh pendidikan Indonesia mungkin kompleks. Permasalahan di tempat kita mungkin berbeda dengan tempat lain. Permasalahan yang sama dengan tempat yang berbeda mungkin mempunyai solusi yang berbeda karena perbedaan sumber dayanya. Meningkatkan kualitas, mutu, dan dimensi masing-masing yang diperlukan. Peningkatan dilakukan dengan memperbanyak pengetahuan dan berdasarkan pada pengalaman yang telah lalu. Pemecahan masalah dilakukan oleh individu penggerak pendidikan. Kemampuan pemecahan masalah menjadi sangat diperlukan terhadap permasalahn pendidikan yang dihadapi.

    ReplyDelete
  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Metodologi pendidikan menjadikan pendidikan sebagai suatu metode yang menggunakan beberapa langkah untuk menggapai suatu tujuan. Dalam hal pendidikan matematika, metodologi diperlukan sebagai sarana untuk menggapai suatu tujuan pembelajaran matematika. Misalkan tujuan pembelajaran adalah agar siswa mampu memahami konsep pecahan, maka guru dituntut menerapkan metode tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran ini misalkan dengan menggunakan benda-benda konkret seperti kertas untuk mengantarkan siswa pada pemahaman akan konsep pecahan. Guru perlu mempertimbangkan metode-metode apa yang paling pas demi mencapai sebuah tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Saya tertarik mengomentari pertanyaan nomor 10, yaitu Bagaimana mempromosikan pembelajaran matematika berlandaskan kebutuhan siswa?
    Kita mengenal bahwa jadikanlah sholat sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban, karena ketika sholat telah dianggap sebagai kebutuhan maka kita akan memiliki orientasi untuk tidak akan meninggalkan sholat karea suatu kebutuhan, dan bayangkan ketika hal tersebut kita terapkan dalam dunia pendidikan, tentu hasilnya tidak ada lagi siswa malas masuk kelas karena pelajaran matematika dan tentu siswa akan riang untuk pergi kesekolah ketika hari tersebut terdapat mata pelajaran matematika. Timbul pertanyaan bagaimana caranya? persepi, ya persepsi terhadap matematika yang harus kita rubah sejak dini, tidak hanya soal hitung-hitungan angka namun dengan sederatan permainan. Artinya kemasan matematika yang harus kita tata lebih baik lagi sehingga matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Menurut Hammil, et al, 1981 (dalam Subini, 2011:14) salah satu bentuk kesulitan belajar adalah berhitung. Kesulitan berhitung atau metematika (dyscalculia learning) merupakan suatu gangguan perkembangan kemampuan aritmatika atau keterampilan matematika yang jelas mempengaruhi pencapaian prestasi akademik atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak. Menurut saya hal pertama yang dilakukan adalah dengan memahami psikolgis dan karakter siswa. Kemudian mencari faktor penyebab kesulitan belajar matematika anak. Faktor penyebab di sini dapat ditinjau dari 2 aspek yaitu faktor intern seperti mengenai kognitif, afektif, dan psikomotor siswa serta faktor ekstern seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan masih banyak faktor lainnya. Setelah menemukan faktor yang mempengaruhi sehingga anak merasa kesulitan barulah guru dapat menentukan langkah selanjutnya atau menentukan solusi yang tepat.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tujuan dari belajar adalah agar siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri dengan fasilitasi dari guru. Oleh karena itu, penting bagi seorang guru untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran matematika yang menyenangkan, bermakna dan tanpa tekanan bagi siswa. Untuk pertanyaan nomor 17, bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?. Dunia matematika dan dunia anak tentu sangat berbeda. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu guru memanfaatkan benda-benda konkret yang ada di kehidupan anak dan yang sering mereka jumpai untuk membantu mereka mempelajari matematika. Seorang guru juga harus memahami bahwa matematika untuk anak SD adalah intuisi. Mereka lebih menyukai belajar dengan aktivitas. Guru tidak bisa langsung memberikan matematika yang bersifat abstrak atau langsung memberikan definisi konsep matematika tertentu kepada mereka. Jika itu dilakukan, maka sama saja dengan membunuh intuisi siswa. Jadi jika siswa tidak menyukai matematika, bisa saja salah satu alasannya karena ia merasa matematika jauh dari kehidupannya atau tidak ada kaitan dan manfaat matematika untuk dirinya.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual? Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Saya rasa dua pertanyaan tersebut saling berkaitan. Pembelajaran matematik secara kontekstual adalah pembelajaran yang mengaitkan materi maupun soal – soal dalam konteks kehidupan nyata. Pembelajaran dimulai dengan mengenalkan beberapa benda dan hal – hal di sekitar, berlanjut dengan menghubungkannya dengan materi. Misalnya akan dipelajari bangun datar segi empat, siswa meminta siswa untuk melihat benda – benda sekitar berkaitan dengan bangun tersebut (papan tulis, pintu, jendela dinding, buku, dll). Dimulai dari hal – hal di sekitar dan melibatkan benda – benda disekitar dalam penanaman konsep matematika untuk siswa. Selain itu soal yang diberikan juga bersifat kontekstual, baik itu dari angka, kejadian, maupun hasil jawabannya.
    Dengan pembelajaran tersebut dapat menarik siswa untuk menjadi ingin tahu akan suatu hal yang baru. Siswa cenderung lebih penasaran dengan situasi dan sesuatu yang berada di sekililingnya, karena mereka merasa ilmu yang dipelajari ini memang nyata adanya.

    ReplyDelete