Feb 12, 2013

Metodologi Pendidikan




Identifikasi Persoalan-persoalan Pendidikan, Pendidikan Matematika dan Pembelajaran Matematika di Sekolah.
Oleh: Mahasiswa S2 Matematika UGM kerjasama Depag RI Angkatan 2007

1. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting
2. Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika di kelas.
3. Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?
4. Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?
5. Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?
6. Bagaimana mengatur keseimbangan antara proses dan produk dalam pembelajaran matematika?
7. Bagaimana mengembangkan kegiatan asesmen dalam pembelajaran matematika?
8. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual?
9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
10. Bagaimana mempromosikan pembelajaran matematika berlandaskan kebutuhan siswa?
11. Bagaimana memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari matematika horizontal dan matematika vertikal?
12. Bagaimana mempromosikan life skill dalam pembelajaran matematika?
13. Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?
14. Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
15. Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
16. Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?
17. Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?
18. Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
19. Seberapa banyak dan penting seorang guru mempelajari filsafat pendidikan matematika?
20. Bagaimana mengembangkan skema dan struktur pembelajaran matematika?
21. Landasan dan paradigma yang bagaimana yang melatarbelakangi kegiatan matematika di kelas misalnya pada suatu satuan waktu yang sama, oleh murid yang berbeda diharapkan hasil yang sama atau hasil berbeda?
22. Bagaimana sebetulnya filsafat RPP itu?

Kontributor: Ahmad Juari, Aviv R, Edy Nur Falah, Mahfud Effendi, Mufarikhin, Muktafi, Musrifah, Nanang Yulianto, Nurul Maidah, Rosita Umani, Siti Rokhayah, Totok Prasetyono, Widiah Prihartini, Eni Suharsih, Nur Bayanah, Shulfan, Elvira, Sumiyarsih.

103 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Mendidik jauh lebih sulit daripada mengajar. Mengajar itu bagaimana seorang guru mentransfer ilmunya kepada para siswa tapi mendidik jauh dari itu, bukan hanya sekedar mentransfer ilmu. Dan untuk pendidikan sekarang ini guru lebih ditekannya agar membuat pembelajaran menyenangkan sehingga siswa tidak merasa terpaksa untuk belajar, karena kalau siswa merasa terpaksa untuk belajar maka mempunyai dampak yang buruk untuk kedepannya, yang diharapkan adalah bagaimana siswa secara sadar untuk belajar. Maka disinilah perlunya guru membuat PBM lebih menyenangkan dan lebih bermanfaat.

    ReplyDelete
  2. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Saya tertarik dengan persoalan pertama tentang “Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting”. Agar pembelajaran matematika terasa menyenangkan dan untuk menghindari kesulitan belajar matematika maka mulailah dengan motivasi bahwa matematika memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari. Beri contoh aplikasi matematika dalam menyelesaikan permasalahan sehari-hari. Hal ini akan menyadarkan siswa betapa pentingnya matematika sehingga memiliki kesadaran mempelajari matematika tanpa paksaan.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Untuk menjawab elegi ini, sangat efektif jika kita terjun langsung ke lapangan, karena pengalaman mangajarkan banyak hal dan memberi banyak insipirasi baru. Pada poin 14 Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini? yang dapat dilakukan sebagai pendidik pada pembelajaran matematika untuk anak usia dini adalah dengan cara mengajarkan matematika dengan nalar yang sedang mereka bangun sesuai dengan konteks mereka dalam kehidupan sehari-hari agar terbangun konsep dan skema yang baik, tidak langsung kepada abstrak namun kepada nyata.

    ReplyDelete
  4. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Terjadinya perubahan dalam belajar matematika itu diperlukan, seseorang yang belajar matematika tentu mengalami perubahan disetiap pembelajarannya. Artinya perubahan tersebut adalah bertambahnya ilmu yang diperoleh disetiap pembelajaran yang dilakukan. Agar pembelajaran matematika tidak membosankan maka diperlukan juga perubahan mengenai metodologi pendidikan. Metodologi berati metode atau suatu cara untuk mencapai tujuan. Dalam matematika metode diartikan sebagai suatu cara untuk mengajarkan matematika sehingga diperoleh tujuan pembelajaran matematika. Metode pembelajaran matematika yang semula diajarkan dengan pembelajaran yang berpusat pada guru, saat ini pembelajaran matematika dilakukan dengan berpusat pada siswa. Guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran. Selain itu pembelajaran juga diselingi dengan permainan atau kerja kelompok sehingga siswa mengalami/turut aktif dalam pembelajaran dan siswa juga tidak merasa bosan dalam mengikuti pembelajaran tersebut dan tercapailah tujuan pembelajaran matematika yang diinginkan.

    ReplyDelete
  5. Persoalan yang dihadapi oleh pendidikan Indonesia mungkin kompleks. Permasalahan di tempat kita mungkin berbeda dengan tempat lain. Permasalahan yang sama dengan tempat yang berbeda mungkin mempunyai solusi yang berbeda karena perbedaan sumber dayanya. Meningkatkan kualitas, mutu, dan dimensi masing-masing yang diperlukan. Peningkatan dilakukan dengan memperbanyak pengetahuan dan berdasarkan pada pengalaman yang telah lalu. Pemecahan masalah dilakukan oleh individu penggerak pendidikan. Kemampuan pemecahan masalah menjadi sangat diperlukan terhadap permasalahn pendidikan yang dihadapi.

    ReplyDelete
  6. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Metodologi pendidikan menjadikan pendidikan sebagai suatu metode yang menggunakan beberapa langkah untuk menggapai suatu tujuan. Dalam hal pendidikan matematika, metodologi diperlukan sebagai sarana untuk menggapai suatu tujuan pembelajaran matematika. Misalkan tujuan pembelajaran adalah agar siswa mampu memahami konsep pecahan, maka guru dituntut menerapkan metode tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran ini misalkan dengan menggunakan benda-benda konkret seperti kertas untuk mengantarkan siswa pada pemahaman akan konsep pecahan. Guru perlu mempertimbangkan metode-metode apa yang paling pas demi mencapai sebuah tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Saya tertarik mengomentari pertanyaan nomor 10, yaitu Bagaimana mempromosikan pembelajaran matematika berlandaskan kebutuhan siswa?
    Kita mengenal bahwa jadikanlah sholat sebagai kebutuhan bukan sebagai kewajiban, karena ketika sholat telah dianggap sebagai kebutuhan maka kita akan memiliki orientasi untuk tidak akan meninggalkan sholat karea suatu kebutuhan, dan bayangkan ketika hal tersebut kita terapkan dalam dunia pendidikan, tentu hasilnya tidak ada lagi siswa malas masuk kelas karena pelajaran matematika dan tentu siswa akan riang untuk pergi kesekolah ketika hari tersebut terdapat mata pelajaran matematika. Timbul pertanyaan bagaimana caranya? persepi, ya persepsi terhadap matematika yang harus kita rubah sejak dini, tidak hanya soal hitung-hitungan angka namun dengan sederatan permainan. Artinya kemasan matematika yang harus kita tata lebih baik lagi sehingga matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Kesulitan belajar dapat diartikan sebagai suatu kondisi dalam suatu proses belajar yang ditandai adanya hambatan-hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Menurut Hammil, et al, 1981 (dalam Subini, 2011:14) salah satu bentuk kesulitan belajar adalah berhitung. Kesulitan berhitung atau metematika (dyscalculia learning) merupakan suatu gangguan perkembangan kemampuan aritmatika atau keterampilan matematika yang jelas mempengaruhi pencapaian prestasi akademik atau mempengaruhi kehidupan sehari-hari anak. Menurut saya hal pertama yang dilakukan adalah dengan memahami psikolgis dan karakter siswa. Kemudian mencari faktor penyebab kesulitan belajar matematika anak. Faktor penyebab di sini dapat ditinjau dari 2 aspek yaitu faktor intern seperti mengenai kognitif, afektif, dan psikomotor siswa serta faktor ekstern seperti lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, dan masih banyak faktor lainnya. Setelah menemukan faktor yang mempengaruhi sehingga anak merasa kesulitan barulah guru dapat menentukan langkah selanjutnya atau menentukan solusi yang tepat.

    ReplyDelete
  10. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Tujuan dari belajar adalah agar siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri dengan fasilitasi dari guru. Oleh karena itu, penting bagi seorang guru untuk merencanakan dan melaksanakan pembelajaran matematika yang menyenangkan, bermakna dan tanpa tekanan bagi siswa. Untuk pertanyaan nomor 17, bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?. Dunia matematika dan dunia anak tentu sangat berbeda. Salah satu yang dapat dilakukan yaitu guru memanfaatkan benda-benda konkret yang ada di kehidupan anak dan yang sering mereka jumpai untuk membantu mereka mempelajari matematika. Seorang guru juga harus memahami bahwa matematika untuk anak SD adalah intuisi. Mereka lebih menyukai belajar dengan aktivitas. Guru tidak bisa langsung memberikan matematika yang bersifat abstrak atau langsung memberikan definisi konsep matematika tertentu kepada mereka. Jika itu dilakukan, maka sama saja dengan membunuh intuisi siswa. Jadi jika siswa tidak menyukai matematika, bisa saja salah satu alasannya karena ia merasa matematika jauh dari kehidupannya atau tidak ada kaitan dan manfaat matematika untuk dirinya.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual? Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Saya rasa dua pertanyaan tersebut saling berkaitan. Pembelajaran matematik secara kontekstual adalah pembelajaran yang mengaitkan materi maupun soal – soal dalam konteks kehidupan nyata. Pembelajaran dimulai dengan mengenalkan beberapa benda dan hal – hal di sekitar, berlanjut dengan menghubungkannya dengan materi. Misalnya akan dipelajari bangun datar segi empat, siswa meminta siswa untuk melihat benda – benda sekitar berkaitan dengan bangun tersebut (papan tulis, pintu, jendela dinding, buku, dll). Dimulai dari hal – hal di sekitar dan melibatkan benda – benda disekitar dalam penanaman konsep matematika untuk siswa. Selain itu soal yang diberikan juga bersifat kontekstual, baik itu dari angka, kejadian, maupun hasil jawabannya.
    Dengan pembelajaran tersebut dapat menarik siswa untuk menjadi ingin tahu akan suatu hal yang baru. Siswa cenderung lebih penasaran dengan situasi dan sesuatu yang berada di sekililingnya, karena mereka merasa ilmu yang dipelajari ini memang nyata adanya.

    ReplyDelete
  12. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Menanggapi persoalan Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting. Metode pembelajaran memegang peranan penting agar persoalan tersebut terjawab. Metode pembelajaran yang digunakan sebaikanya kongkrit dan ada disekitar kehidupan kita. Sehingga salah satu metode pembelajaran yang sebaiknya digunakan adalah matematika realistik. Dimana, disini disuguhkan contoh-contoh atau persoalan terkait materi yang ada di kehidupan siswa. Sehingga siswa tak perlu membayangkannya jauh-jauh. Selain itu karena berada di sekitar siswa, ia akan merasa ternyata matematika itu memang penting.

    ReplyDelete
  13. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menjawab pertanyaan no 9 mengenai cara menumbuhkan motivasi belajar siswa. Ada beberapa cara yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa antara lain menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik, memberikan hadiah untuk siswa yang berprestasi (pujian), mengadakan persaingan di antara siswa dalam meningkatkan prestasi belajarnya, memberikan perhatian maksimal ke peserta didik, membentuk kebiasaan belajar yang baik , membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok, menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, dan menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.

    ReplyDelete
  14. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Agar dapat mencapai tujuan pembelajaran yang diinginkan maka yang harus dilakukan guru ialah salah satunya mengidentifikasi persoalan-persoalan yang ada selama proses belajar mengajar. Dasar dari pembelajaran ialah filsafat. Maka seperti seberapakah penting seorang guru mempelajari pendidikan matematika. Semua bangunan yang kokoh membutuhkan pondasi yang kuat, sama halnya dalam pendidikan. Guru harus mempelajari filsafat pendidikan sebagai dasar untuk memperoleh keseimbangan antara proses dan produk dalam pembelajaran matematika di kelas.

    ReplyDelete
  15. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Saya tertarik dengan persoalan tentang bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa, salah satunya dengan menggunakan metode pembelajaran yang menarik bagi siswa seperti yang dikemukakan oleh Dienes yaitu belajar matematika dengan bermain.Bukan hanya itu masih bnyak metode yang pastinya harus sesuai dengan usia perkembangan anak.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Bagaimana pembelajaran matematika anak usia dini?
    Hal yang perlu dilakukan dalam pembelajaran matematika pada anak usia dini adalah pengenalan bilangan dan angka terlebih dahulu, itu pun merupakan bermain sambil belajar. Setelah mengenalnya dengan baik, barulah kita perkenalkan dengan penjumlahan dan pengurangan sesuatu benda nyata. Semua ini sudah sangat baik jika ingin mengenalkan pembelajaran matematika pada anak usia dini, karena hal-hal yang mendasar ini dapat menunjang mereka untuk belajar matematika lebih lanjut di jenjang berikutnya.

    ReplyDelete
  17. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Menurut saya pribadi, dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa kita dapat melihat dari jenis motivasinya terlebih dahulu, yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ektrinsik. Hal yang sangat bisa dilakukan adalah motivasi ekstrinsik, dengan hal seperti itu, diharapkan motivasi intrinsik dari siswa pun dapat timbul dengan sendirinya. Awalnya, kita sebagai guru sebaiknya membuat pembelajaran menyenangkan dan membuat para siswanya nyaman di dalam kelas, serta membangun suasana pemebajaran yang nyaman. Dengan seperti itu, siswa pu dapat merasa senang saat belajar, dengan perasaannya yang senang dan tenang, perlahan-lahan sebagai guru bisa membuat para siswanya mengetahui betapa pentingnya pembelajaran tersebut bagi kehidupannya di masa yang akan datang. Dengan seperi itu, perlahan-lahan siswa pun dapat menimbulkan motivasi intrinsik dari dalam dirinya.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Motivasi belajar sangat penting ditumbuhkan dalam diri siswa. Pertanyaan no.9 tentang bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa dapat dilakukan dengan banyak hal. Misalnya dimulai dari pembelajaran di kelas. Pembelajaran di kelas dibuat semenarik mungkin agar siswa bersemangat mengikuti pelajaran dan termotivasi untuk belajar di kelas. Pembelajaran yang menarik bisa dilakukan misalnya dengan menggunakan metode pembelajaran yang bervariasi, media yang digunakan melibatkan aktif siswa, dan guru bersikap baik dengan siswa. Guru menghilangkan kesan menakutkan pada matematika dengan berpenampilan baik dan bersikap baik.

    ReplyDelete
  19. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Melanjutkan dari komentar saya sebelumnya Metode untuk meminimalkan masalah motivasi dan keyakinan diri ini sangat perlu diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari siswa, tidak hanya di pembelajaran matematika tetapi juga di pendidikan informal siswa. Lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa juga mempengaruhi aspek afektif siswa. Oleh karena itu, perlu ada tindakan yang sinergis dari guru, sekolah, orang tua dan lingkunan untuk selalu mendorong siswa belajar dengan baik.

    ReplyDelete
  20. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
    Dunia anak usia dini adalah bermain. Jadi, untuk mengenalkan konsep-konsep dasar matematika seperti angka, kemudian penjumlahan dan pengurangan sederhana, maka guru bisa memanfaatkan benda-benda konkret yang sering dijumpai anak dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika dapat dilakukan melalui permainan ataupun nyanyian. Intinya, janganlah memaksakan anak untuk menghafal materi pelajaran matematika. Guru sebaiknya melaksanakan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan menggunakan benda-benda nyata yang dekat dengan kehidupan anak.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjawab pertanyann Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini? Maka dapat saya katakn adalah dnegan menggunakan pendekatan realistik, yang mana pada anak usia dini itu mungkin masih tamana kanak-kanak, mkaa cara membelajarkan matematika dengan mereka bisa kita bawa sambil bermain-main di luar kelas atau meneliti apaa yang bisa diteliti yang bisa berhubungan dengan matematika. Contohnya berhitung 1, 2,3, dst, maka kita bisa mengenalkan angka 1,2,3,4, dst itu dengan cara menunjukan angka 1 itu seperti apa, bisa satu buah benda. Dll

    ReplyDelete
  22. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016


    Menjawab pertanyaan yang selanjutnya Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?, cara membawa dunia matematika ke dunia anak itu sebenarnya sangat tidak mudah, kita bahwa dunia anak-anak itu aalah dunia bermain, dunia dimana mereka selalauningin bermain, dan selalauningin bertanya, sehingga kita bisa membawa dunia anak-anaka yang bermaian itu kedalam pembelajaran matematika, seperti dunia di luar sekolah, atau persgi ketempat wisata yanag mana dengan pergi seperti itu selalau mengajarkan matematika yanga da di sekitar kita.

    ReplyDelete
  23. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Peran metodologi pendidikan akan membantu guru dalam mengetahui masalah yang ada dalam dunia pendidikan serta dapat menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Maka guru harus mengubah paradigma lama yaitu paradigma guru menjelaskan dan murid mendengarkan menjadi paradigm baru yaitu paradigma siswa aktif mengkonstruksi makna dan guru membantu. Pembelajaran berorientasi pada siswa, maka biarlah siswa yang melakukan pembelajarannya dengan guru sebagai fasilitator penuh dalam menyelesaikan tugas pada masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  24. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Metodologi pendidikan dimaksudkan untuk membimbing guru maupun siswa untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih baik. Salah satu diantaranya yaitu bagaimana membawa dunia matematika ke dunia nyata. Konsep dalam matematika sebaiknya dikemas dalam dunia anak, maksudnya adalah dengan masalah yang terjadi di sekitar kehidupan anak. Tidak hanya real world, tetapi haruslah bisa dipahami dan mungkin dialami oleh siswa. Kemudian bagaimana memperbaiki kesulitan siswa dalam belajar matematika. Hal ini sulit dilakukan guru karena seringkali guru juga kesulitan dalam mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa dalam belajar matematika. Oleh karena itu, guru selain sebagai pendidik juga seharusnya sebagai researcher di kelas sehingga dapat mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan memperbaikinya agar tujuan pembelajaran lebih optimal.

    ReplyDelete
  25. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Metodologi dalam pembelajaran sangat penting karena merupakan upaya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Metode merupakan cara untuk membelajarkan matematika dimana guru sebagai fasilitator dan pembelajaran berpusat pada siswa. Dengan demikian guru membimbing siswa seperlunya tidak boleh berlebihan dalam arti tepat guna, tepat cara, tepat waktu, dan tepat sasaran.

    ReplyDelete
  26. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metodologi pendidikan merupakan hal yang penting karena mengidentifikasi permasalahan pendidikan.
    menjawab no 1, cara guru untuk mengemas pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan menurut saya adalah dengan menyiapkan proses pembelajaran dengan baik, menggunakan metode metode pembelajaran yang menarik dan dengan media pembelajaran yang digunakan sehingga siswa dapat mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran

    ReplyDelete
  27. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesulitan siswa dalam belajar ditandai dengan menurunnya hasil belajar siswa, hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan motivasi siswa, cara untuk meningkatkan motivasi siswa menurut saya adalah dengan guru menghargai kemampuan siswa, selalu memberikan arahan dan dengan sabar menuntun siswa, melaksanakan pembelajaran berdasarkan student center sehingga siswa dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran, memberikan reward kepada siswa sehingga siswa akan lebih tertantang.

    ReplyDelete
  28. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pembelajaran matematika terus berkembang mengikuti perkembangan jaman dan juga perkembangan siswa sebagai peserta didik. Dengan perkembangan yang ada tentu persoalan pendidikan akan bertambah dan terus berkembang pula. Guru sebagai fasilitator pendidikan dan sebagai seorang yang berhadapan langsung dengan siswa harus memahami perkembangan siswa dan terus mengupdate pengetahuannya. Inovasi perlu dilakukan agar dapat ditemukan cara yang paling efektif untuk mengatasi persoalan pendidikan yang ada.

    ReplyDelete
  29. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk menjawab pertanyaan no 1. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting?
    Pertama, untuk pembelajaran matematika yang menyenangkan kita dapat menerapkan permainan dalam pembelajaran matematika, ataupun dapat menerapkan metode pembelajaran TGT (Team Game Tournament). TGT dapat didesain dalam setiap materi pembbelajaran matematika.
    Kedua, bagaimana caranya agar siswa menganggap matematika penting, maka dapat diterapkan pembelajaran matematika realistik, karena pembelajaran ini bertitik pada pembelajaran menggunakan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  30. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mengidentifikasi persoalan-persoalan yang ada dalam pendidikan terutama pendidikan matematika dan pembelajaran matematika di sekolah akan membantu kita dalam bertindak, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, dan meningkatkan apa yang sudah baik.
    Salah satu pertanyaan yang saya soroti pada postingan di atas adalah pertanyaan nomor 20. Selama pengalaman saya mengikuti microteaching, mengembangkan skema pembelajaran matematika bukanlah hal yang mudah. Ya, bagaimana menyusun materi agar sesuai dengan perkembangan kognitif siswa, agar runtut, bermakna, sehingga siswa mampu memahami dengan baik terkait materi yang disampaikan. Jadi, sebagai mahasiswa, perlu disadari bahwa memang masih diperlukan banyak latihan dan belajar lagi, agar mampu menyusun skema pembelajaran yang baik.

    ReplyDelete
  31. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran yang menyenangkan memang tidak mudah dilakukan oleh guru. Guru harus lebih kreatif untuk merancang pembelajaran sehingga pembelajaran tersebut menjadi menyenangkan bagi siswa. Apalagi pembelajaran matematika, karena matematika bersifat abstrak. Tidak hanya batas ini saja, guru dapat membuat siswa merasa belajar matematika adalah penting dan menyenangkan. Pertama guru harus mengaitkan konsep pembelajaran hari itu dengan keadaan yang dialami siswa. Atau dengan kata lain konsep matematika bermanfaat bagi siswa dalam menghadapi masalah yang ia hadapi. Kedua, pada saat ini ada berbagai model pembelajaran yang dapat digunakan. Model-model tersebut dapat memungkinkan siswa melakukan berbagai kegiatan dan hal ini dapat membuat siswa menganggap bahwa pembalajaran matematika itu menyenangkan dan penting baginya.

    ReplyDelete
  32. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Ciri-ciri pembelajaran inovatif yaitu pembelajarannya berpusat pada siswa, media, metode, interaksi sangat bervariasi, harus bersifat konstruktivisme dan realistik, dll. Cara menciptakan pembelajaran inovatif yaitu hal-hal yang terkandung dalam pembelajarannya juga harus inovatif, misalnya guru harus membuat perangkat pembelajaran seperti RPP, LKS, dll yang inovatif, media, metode, interaksi yang digunakan juga haruslah inovatif, tidak monoton hanya itu-itu saja, siswa harus aktif mengkonstruk pengetahuannya sendiri, tidak menerima transfer ilmu dari gurunya, siswa juga tidak merasa bosan dan termotivasi dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari berbagai identifikasi-identifikasi persoalan pendidikan tersebut memberikan pengetahuan dan inovasi kepada kita dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika. Pertanyaan-pertanyaan di atas justru memotivasi calon guru maupun guru untuk mencari solusi mengarah pada perbaikan yang lebih baik. Guru diharapkan mampu memahami kondisi siswa.

    ReplyDelete
  34. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kegiatan belajar mengajar kondisi anak berbeda-beda, tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama. Daya serap anak didik terhadap bahan yang diberikan juga bermacam-macam, ada yang cepat, sedang, dan lambat. Faktor intelektual siswa juga mempengaruhi daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Dengan adanya perbedaan daya serap anak didik tersebut, guru memerlukan metode-metode yang selektif. Semoga persoalan-persoalan dalam pembelajaran Matematika dapat diminimalisir. Amien.

    ReplyDelete
  35. Ada sementara orang yang berpandangan bahwa mengajar haruslah menyenangkan. Dalam arti menyenangkan bukan berarti bahwa dalam belajar terlalu sering bermainnya sehingga konsepnya tidak tersampaikan. Senang, sedih, susah, bahagia menurut saya relatif. Ada siswa yang senang jika dia merasa bisa menguasai materi. Menyenangkan menurut saya adalah bagaimana siswa terfasilitasi untuk belajar matematika, ketika belum bisa pada suatu materi atau kesulitan kemudian ada bimbingan atau bantuan ynag membuat siswa tersebut semangat kembali belajar. Menyenangkan berarti menjaga semangat dari siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  36. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Bagaimana pertanyaan-pertanyaan di atas bisa terjawab salah satunya pemerintah mendukung terlaksanya pendidikan yang berkualitas. pemerintah harus menyiapkan pola pelayanan kepada satuan pendidikan agar satuan pendidikan mampu mengelola semua sumber daya terkait sehingga kurikulum berjalan efektif. Hal utama yang harus dijamin pemerintah adalah tumbuhnya budaya mendidik yang profesional di kalangan pendidik. Dalam menjalankan tugas pendidikan, pendidik bukanlah perpanjangan tangan pemerintah (birokrasi) sehingga sering dipelesetkan 'guru sama dengan pejabat kelas'. Guru bukan pelaksana dari semua yang diinginkan pemerintah, melainkan sebagai agen yang aktif mendorong agar peserta didik tumbuh menjadi anak yang cerdas, intelek, dan berperilaku sebagai manusia makhluk Ilahi yang berakhlak mulia.

    ReplyDelete
  37. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Membuat anak menyukai matematika bukan hanya tanggung jawab guru disekolah tapi guru bekerja sama dengan orang tua dan keluarga untuk menumbuhkan motivasi anak dalam belajar matematika. Oleh karena itu sebelum melibatkan guru di sekolah, tidak ada salahnya melibatkan anggota keluarga lainnya untuk bersama-sama memotivasi sang anak menyukai matematika.

    ReplyDelete
  38. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terkait dengan bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa, disini dengan pendekatan saintifik menurut saya sudah menjamin bahwa proses pembelajaran berorientasi kepada siswa, siswa mengkonstruk pengetahuannya kemudian guru sebagai fasilitator. Hanya saja waktu pelaksanaannya yang sering menjadi kendala bagi guru.

    ReplyDelete
  39. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Identifikasi persoalan-persoalan dalam artikel ini, sangat bermanfaat, karena dapat membantu guru dalam menemukan permasalahan-permasalahan yang sering menghambat kegiatan pembelajaran. Selain itu juga, identifikasi membantu guru untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan agar permasalahan pendidikan dapat segera teratasi. Guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran akan menjadi berkualitas.

    ReplyDelete
  40. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 8, pembelajaran kontekstual dapat diselenggarakan dengan beberapa metode dan pendekatan yang tepat. Kontekstual disini dapat berarti pembelajaran berbasis masalah kontekstual. Guru memberikan suatu pancingan masalah kepada siswa sebagai awalan kegiatan mereka menemukan suatu konsep atau ilmu

    ReplyDelete
  41. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 9, pembelajaran matematika yang dialami oleh siswa terkadang dipengaruhi oleh kondisi dan keadaan sissa itu sendiri. Saat motivasi belajar siswa tinggi, mereka akan dengan senang melaksanakan pembelajaran. Hal inilah yang diharapkan oleh guru saat pembelajaran. Guru perlu menyusun kegiatan dengan menarik dan mudah diterima oleh siswa, sehingga mereka tidak merasa terbebani

    ReplyDelete
  42. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 16, guru perlu mempertimbangkan persiapan khusus dan persiapan umum dalam pembelajaran matematika. Persiapan umum meliputi kajian, teori tentang pembelajaran inovatif beserta implementasinya. Persiapan khusus pembelajaran matematika meliputi persiapan pembelajaran di kelas, berkaitan dengan analisis kurikulum dan pada akhirnya menyusun RPP

    ReplyDelete
  43. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 16, guru perlu mempertimbangkan persiapan khusus dan persiapan umum dalam pembelajaran matematika. Persiapan umum meliputi kajian, teori tentang pembelajaran inovatif beserta implementasinya. Persiapan khusus pembelajaran matematika meliputi persiapan pembelajaran di kelas, berkaitan dengan analisis kurikulum dan pada akhirnya menyusun RPP

    ReplyDelete
  44. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 15, pembelajaran yang berorientasi kepada siswa berarti siswa aktif pada pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator. Siswa melaksanakan kegiatan belajarnya secara mandiri, mulai dari awal hingga mencapai kesimpulan dari suatu aktivitas tersebut. Peran media sangat terlihat disini, karena media adalah sarana yang mempermudah guru dalam pelaksanaan pembelajaran

    ReplyDelete
  45. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 13, guru dalam menyusun pembelajaran matematika harus melihat psikologi perkembangan anak, dalam hal ini adalah siswa yang akan melakukan pembelajaran. Sesuai tingkat perkembangannya, maka guru dapat menentukan metode, media, dan kegiatan yang cocok dengan mereka. Sehingga pembelajaran akan sesuai dan tepat sasaran

    ReplyDelete
  46. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 14, pembelajaran matematika untuk anak usia dini dapat diterapkan dengan model matematika konkrit. Konteks atau materi atau bahan yang diajarkan ke siswa adalah yang berada di sekitarnya, ataupun yang dapat dia lihat dan rasakan. Pembelajaran juga didesain semenarik mungkin dengan variasi metode yang dipilih oleh guru. Sehingga anak-anak usia dini pun dapat memahami matematika (yang sesuai dengan usianya)

    ReplyDelete
  47. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mencoba menanggapi poin no 15 yang mungkin berelasi dengan poin 14, bahwa pembelajaran yang berorientasi kepada siswa yaitu pembelajaran yang memfasilitasi siswa dalam mengutarakan pendapatnya, pendapat tersebut saya dapatkan setelah mengikuti seminar bersama rekan Prof. Marsigit dari Thailand yaitu Prof Maitree. Dalam video yang ditayangkan beliau, siswa tampak antusias dan terfasilitasi mengutarakan pemikirannya yang berbeda-beda. Jadi, siswa merasa dihargai, karena jika ide dari anak tersebut kurang sesuai, ide tersebut tetap diterima setelah itu kesimpulannya juga diambil oleh siswa.

    ReplyDelete
  48. Kusuma Wardani D.S
    14310241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Penyelengaraan pembelajaran matematika harus membuat siswa merasakan bahwa pembelajaran matematika itu menyenangkan, nah salah satunya dengan diawali dengan adanya matematika sekolah yang mana matematika adalah suatu kegiatan/ aktivitas menemukan hubungan pola-pola konsep matematika yang sedang dipelajari.

    ReplyDelete
  49. Kusuma Wardani D.S
    14310241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Agar siswa menyandari bahwa matematika itu penting salah satunya dengan menerapkan pembelajaran kontekstual yang mana dalam pembelajaran matematika dikaitkan dengan masalah-masalah konstektual yang ada di kehidupan nyata sehingga siswa tahu tentang manfaat mempelajari matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  50. Kusuma Wardani D.S
    14310241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran yang berorientasi kepada siswa adalah pembelajaran yang bisa memnfasilitasi siswa-siswanya terlibat aktif dalam pembelajaran, aktif dalam kegiatan menemukan konsep yang sedang dipelajari dengan mengakaitkan pengamalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki sebelummnya

    ReplyDelete
  51. Kusuma Wardani D.S
    14310241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Salah satu cara menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan apersepsi melalui kuis. Dengan kegiatan apersepsi diharapkan mampu mengasah kesiapan siswa sebelum pembelajaran berikutnya. Selain itu juga bisa dengan mengkaitkan pembelajaran matematika dengan masalah-masalah kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa tahu tentang manfaat pentingnya mempelajarai matematika dan siswa menjadi termotivasi.

    ReplyDelete
  52. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Terimakasih pak marsigit, telah membagikan persoalan terkait metodologi pendidikan (matematika). Pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik sehingga bisa dijadikan judul penelitian. Saya tertarik dengan pertanyaan “Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?” dan “Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?”. Karena meskipun sekarang, kurikulum mewajibkan siswa belajar aktif sehingga pembelajaran berpusat kepada guru, paradigma guru dan siswa masih saja menggunakan paradigma lama. Bahkan di dalam sinetron juga (jika ada adegan dalam kelas), proses pembelajarannya masih menggunakan paradigma lama. Sehingga hal ini, mestinya menjadi perhatian kita agar dapat dibenahi.

    ReplyDelete
  53. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya kutipkan dari Wikipedia, Metodologi penelitian adalah proses atau cara ilmiah untuk mendapatkan data yang akan digunakan untuk keperluan penelitian. Metodologi juga merupakan analisis teoretis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban Dan dalam artikel di atas telah disebutkan berbagai identifikasi masalah dalam pembelajaran di sekolah yang dapat dijadikan objek masalah. Untuk lebih jelasnya saya akan mengomentari identifikasi tersebut pada kolom komentar selanjutnya.

    ReplyDelete
  54. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting

    Dalam masalah ini hal tersebut bias dikatak cukup sulit. Karena tergantung prasangka siswa terlebih dahulu. Jikga seduah ada maka harus memperbaikinya agar lebih baik. Jika belum munculkan kesenangan dalam matematika. Dalam pembelajaran matematika sendiri untuk matematika sekolah diharapkan pembelajaran untuk siswa yaitu siswa melakukan aktivitas untuk mencapai pengetahuan matematika yang telah direduksi sesuai dengan umurnya. Dengan adanya aktivitas maka siswa diharapkan ikut senang karena hakekat umurnya yang begitu masih muda adalah bermain juga.

    ReplyDelete
  55. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika di kelas.

    Jika dikaitkan antara filsafat dengan matematika sekolah. Mungkin kebenaranya belum terlalu terlihat. Filsafat yang terkandung dalam matematika sekolah adalah menciptakan kondisi siswa agar terus berpikir kritis tentang masalah-masalah matematika yang disajikan dengan berbagai aktivitas. Seperti itulah filsafat yang saya pikirkan dalam matematika di sekolah atau kelas.

    ReplyDelete
  56. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?

    Mungkin bisa saya katan ini masallah yang cukup sulit dijawab untuk matematika di sekolah. Karena siswa mungkin tidak dapat berfilsafat sampai sejauh itu mengenai Tuhan. Namun dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan hal-hal seperti itu. Contohnya yaitu dalam pembelajaran RME atau matematika berbasis maslah kontekstual. Sehingga siswa memahami bahwa ciptaan Tuhan merupakan objek matematika yang telah di metode matematikakan. Sehingga siswa mampu memahami bahwa matematika merupakan bagian dari dunia ciptaan Tuhan.

    ReplyDelete
  57. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?

    Seperti yang telah saya komentarkan pada artikel yang lainnya. Bahwa guru juga memilik batasannya sendiri sebagai manusia. Namun karena tugasnya sebagai guru tak boleh malas untuk memfasilitasi siswa. Untuk memfasilitasi siswa guru dituntut untuk berpikir membuat variasi dari metode, media, alat peraga yang cukup bervariasi sehingga kebutuhan siswa terpenuhi. Singkatnya dengan cara menggunakan beragam variasi. Contohnya untuk masalah tersebut guru menyiapkan berbagai aktivitas dalam LKS yang akan dijadikan portofolio. Sehingga siswa mampu mangerjakan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

    ReplyDelete
  58. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam mempelajari sesuatu pasti ada hambatan. Begitu pula yang terjadi ketika mendalami matematika. Bagaimana matematika tersebut bisa dipahami secara maksimal tergantung oleh individu tersebut dalam menyikapi setiap hambatan, memaknai seberapa pentingnya matematika tersebut dalam keseharian, serta didukung oleh faktor penunjang lain yang memadai seperti pendidik yang berkompeten yang memiliki kemampuan untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap individu yang beranekaragam, menyelaraskan topik pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman serta dikemas dengan metode non konvensional, mampu untuk memberikan motivasi yang inovatif sehingga menumbuhkan paradigma baru dalam pembelajaran matematika, dan sebagainya

    ReplyDelete
  59. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Problematika-problematika yang dijabarkan disini perlu untuk didiskusikan dalam sebuah lesson study agar dapat diatasi dengan baik dan pembelajaran menjadi lebih optimal.
    Di samping hal tersebut, diskusi dalam kelas antara mahasiswa prodi pendidikan dengan dosen juga dirasa perlu untuk mengatasi problematika tersebut.
    Selain diskusi, pendidik dan calon pendidik juga harus memperluas wawasan dengan membaca buku atau referensi lain yang dapat meningkatkan pengetahuan pendidik.

    ReplyDelete
  60. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Cara mengajar atau lebih dikenal sebagai metode pembelajaran, menyangkut cara guru memberikan pengalaman belajar siswa sehingga kemampuannya dapat berkembang, dan belajar dapat berjalan secara efisien serta bermakna bagi siswa. Pendekatan dan metode yang dipilih guru dalam memberikan suatu materi pelajaran sangat menentukan terhadap keberhasilan proses pembelajaran. Tidak pernah ada satu pendekatan dan metode yang cocok untuk semua materi pelajaran, dan pada umumnya untuk merealisasikan satu pendekatan dalam mencapai tujuan digunakan multi metode. Metode dibedakan dari pendekatan ; metode lebih menekankan pada pelaksanaan kegiatan, sedangkan pendekatan ditekankan pada perencanaannya.

    ReplyDelete
  61. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Problematika-problematika yang dijabarkan disini perlu untuk didiskusikan dalam sebuah lesson study agar dapat diatasi dengan baik dan pembelajaran menjadi lebih optimal. Di samping hal tersebut, diskusi dalam kelas antara mahasiswa prodi pendidikan dengan dosen juga dirasa perlu untuk mengatasi problematika tersebut. Terlepas dari itu semua, tetaplah sumber terbaik adalah dengan membaca referensi yang relevan untuk menambah wawasan lagi.

    ReplyDelete
  62. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk membuat pembelajaran matematika menjadi menyenangkan serta siswa yakin bahwa matematika itu adalah hal yang penting adalah dengan membuat matematika menjadi salah satu kebutuhan siswa. Karena ketika siswa merasa butuh matematika siswa akan memiliki keinginan untuk belajar dan memiliki matematika.

    ReplyDelete
  63. Dwi Kawuryani
    14301241049 (Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam tulisan tersebut saya tertarik dengan pertanyaan bagaimana seharusnya pembelajaran Matematika di anak usia dini. Anak usia dini belajar Matematika melalui aktivitas, aktivitas yang dimaksud adalah kegiatan yang membuat siswa dapat mengeksplorasi pengetahuan secara langsung.

    ReplyDelete
  64. Nita Lathifah Islamiyah
    14301244011
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Saya tertarik dengan persoalan nomor 1 tentang Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting. Menururt saya, sebagai seorang guru haruslah memberikan motivasi di awal pembelajaran. Motivasi tersebut dikemas sedemikian hingga siswa tidak merasa kesulitan di awal.

    ReplyDelete
  65. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam identifikasi diatas saya menyoroti tentang pertanyaan pertama yaitu bagaimana membuat matematika menyenangkan bagi siswa dan membuat siswa sadar mereka membutuhkan matematika. Pembelajaran matematika
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  66. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Untuk menumbuhkan motivasi siswa terhadap belajar matematika, dilakukan dengan cara pendekatan kontekstual, jika pembelajaran dilakukan secara kontekstual dan dengan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari maka siswa akan bersyukur dan mengetahui ternyata matematika itu sangat bermanfaat bagi kehidupan sehingga mendorong siswa untuk menyukai dan mempelajari matematika.

    ReplyDelete
  67. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menenggapi pertanyaan nomor 1, Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting?

    Salah satu cara agar siswa memahami pentingnya matematika adalah dengan menunjukkan kepada siswa betapa dekat matemamtika dengan kehidupan sehari-hari siswa. Caranya adalah dengan menghubungkan materi pelajaran matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti yang terjadi bila pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan kontekstual atau dengan pendekatan matematika realistik. Kedua pendekatan tersebut juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyelenggarakan pembelajaran matematika yang menyenangkan karena kedua pembelajaran tersebut lebih ramah dengan siswa. Matematika perlu dipandang sebagai kegiatan agar siswa dapat melakukan berbagai aktivitas matematika dan mendapatkan pengalaman melakukan aktivitas matematika. Dengan begitu, matematika akan dipandang lebih menyenangkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  68. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menenggapi pertanyaan nomor 2, Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika?

    Mempelajari filsafat pendidikan matematika bagi seorang guru adalah suatu keharusan. Mengapa? Dengan mempelajari filsafat pendidikan matematika maa guru akan mempelajari lebih dalam hakekat komponen pendidikan matematika yang mana nantinya akan mempengaruhi pandangan guru mengenai pembelajaran matematika. Filsafat pendidikan matematika yang dianut guru, secara tidak langsung akan terlihat dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

    ReplyDelete
  69. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menenggapi pertanyaan nomor 4, bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?

    Cara memfaslitiasi siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda dapat dilakukan dengan mengembangkan LKS yang sesuai dengan kemampuan matematika mereka, dimana LKS bagi siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, maupun rendah tidaklah sama. Guru dapat membuat LKS untuk siswa berkemampuan tinggi dengan lebih sedikit bimbingan dari daripada LKS untuk sisiwa berkemampuan sedang dan rendah, serta LKS untuk siswa berkemampuan rendah memiliki lebih banyak petunjuk atau bimbingan dari pada LKS untuk siswa berkemampuan tinggi dan sedang.

    ReplyDelete
  70. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menenggapi pertanyaan nomor 7, bagaimana mengembangkan kegiatan assessment dalam pembelajaran matematika?

    Assessment/penilaian yang dilakukan oleh guru sebaiknya adalah penilaian yang otentik, dimana penilaian tersebut tidak hanya terfokus pada hasil namun juga pada proses pembelajaran. Jadi penilaian dilakukan secara menyeluruh. Penilaian tersebut meliputi penilaian aktivitas, diskusi, presentasi, LKS, serta ulangan.

    ReplyDelete
  71. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    menenggapi pertanyaan nomor 13, Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?
    Dalam pembelajaran matematika, kita dapat memanfaatkan teori-teori psikologi yang ada. salah satunya teori psikologi yang dikembangkan oleh Piaget. Menurut Piaget terdapat 4 tahap perkembangan kognitif individu, yaitu tahap sensorimotor, tahah pra-operasional, tahap operasional-konkret, dan tahap operasional-formal. Pada masing-masing tahap, individu memiliki karakteristik yang berbeda, memiliki kemampuan yang berbeda pada tiap tahap. Oleh karena itu, pada pembelajaran matemtika, tidaklah tepat ketika mengajar siswa SD dengan matematika formal padahal tahap perkembangan kognitif mereka msih berada pada level pra-operasional sampai operasional-konkret

    ReplyDelete
  72. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pertanyaan-pertanyaan yang ada di artikel di atas merupakan identifikasi permasalahan dalam pembelajaran. Identifikasi tersebut dapat membantu guru dalam menemukan permasalahan-permasalahan yang sering menghambat kegiatan pembelajaran. Selain itu, dengan adanya identifikasi persoalan pendidikan itu, maka guru juga dapat mencari solusi agar masalah-masalah yang ada dapat segera teratasi.
    Seperti yang telah kita ketahui bersama, sekarang ini masih banyak anak-anak yang merasa kesulitan dalam belajar matematika. Ada banyak faktor yang menyebabkan anak mengalami kesulitan dalam belajar. Oleh karena itu, identifikasi persoalan-persoalan pendidikan sangat diperlukan agar guru dapat mengetahui penyebab anak-anak kesulitan dalam belajar matematika. Dengan demikian, setelah adanya identifikasi tersebut guru dapat memperbaharui metode pembelajaran yang ia gunakan sehingga kegiatan pembelajaran, khususnya pembelajaran matematika dapat berjalan lancar.

    ReplyDelete
  73. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kegiatan peniaian merupakan salah satu bagian dalam pembelajaran matematika. Namun jangan buat penilaian merupakan tujuan akhir dari suatu pembelajaran. Karena jika itu terjadi maka siswa akan berorientasi pad penilaian bukan pada proses belajar. Sehingga, menurut saya alangkah lebih baik ketika guru melakukan penilaian dalam proses pembeljaran bukan pada akhir pembelaran. Sehingga siswa akan benar – benar belajar.

    ReplyDelete
  74. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam postingan yang berjudul metodologi pendidikan ini, Prof Marsigit menampilkan banyak sekali pertanyaan yang dapat dijadikan bahan diskusi dan bertukar pikiran guru maupun calon guru.

    Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting. Pertanyaan yang menarik namun seringkali dianggap susah begitu saja. Persepsi bahwa siswa menganggap matematika sebagai momok membuat para guru pun menganggap membuat matematika menyenangkan bagi siswa itu sulit. Padahal dengan pengetahhuan dan kreatifitas guru hal tersebut dapat dicapai melalui LKS dengan kegiatan yang bervariasi, sehingga siswa tertantang dan tidak bosan. Selain dapat manarik perhatian siswa, LKS juga dapat meningkatkan kemampuan pemahaman konsep siswa karena merek mengkonstruk sendiri pengetahuannya.

    ReplyDelete
  75. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?

    Akan menjadi diskusi yang menarik ketika membahas mengenai pembelajaran dengan memperhatikan psikologi anak atau siswa. Misalnya saja dr teori bruner ada fase enaktif ikonik simbolik. kemudian menurut piaget terdapat fase sensori motorik, pra operasional, operasional konkrit dan operasional formal. Intinya dalam melakukan pembelajaran , guru harus memperhatikan ada di posisi mana saat ini peserta didik yang sedang diampu. Guru mungkin harus mengembangkan atau menyusun Hypothetical learning trajectory agar ilmu yang diterima atau fasilitas yang diberikan sesuai dengan frekuensi kemampuan siswa. Dengan begitu siswa juga akan lebih mengerti dan memahami.

    ReplyDelete
  76. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?

    Inilah hakikat yang seharusnya sudah dipahami seluruh guru di kurikulun 2013 saat ini. Bukann sekedar tau, bukan sekedar paham, namun segera menyesuaikan diri. Bukan tidak bisa, hanya belum membiasakan. Seringkali siswa dijadikan alasan belum dilaksanakannya pembelajaran yang berorientasi pada siswa. Pembelajaran yang berorientasi pada siswa itu adalah pembelajaran dari siswa, oleh siswa, dan untuk siswa. Sehingga tidak ada lagi guru yang diktaktor tidak ada lagi guru yang memaksa, semua tergantung siswa, guru hanyalah sebagai faislitaor dan sebagai pengawas agar jalannya pembelajaran tetap pada jalur yang benar.

    ReplyDelete
  77. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014


    Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?

    Tentu saja caranya lagi dan lagi dengan mengubah cara belajar. Matematika bukanlah kumpulan rumus kumpulan angka, namun matematika adalah sebuah masalah sehari-hari dan pemecahannya. Belajar melalui pemecahan masalah beljar melalui konteks, belajar melalui kegiatan tentu hal hal twrsebut akan mengurangi kesulitan belajar matematika

    ReplyDelete
  78. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Salah satu cara untuk menyelenggarakan matematika secara kontekstual adalah dengan mengaitkan matematika ke dalam masalah di kehidupan sehari – hari siswa. Bahkan lebih baik ketika itu berkaitan dengan pengalaman siswa langsung. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah Matematika Realistik atau pendekatan kontesktual.

    ReplyDelete
  79. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pembelajaran matematika bisa bersifat horisontal maupun vertikal. Matematika horisontal adalah ketika siswa belajar matematika dari kehidupan sehari hari. Ketika siswa menstransformasikan masalah dalam kehidupan sehari – hari menjadi bahasa matematika itu maka itulah matematika horisontal. Sedangkan ketika siswa menstransformasikan bahasa matematika itu menjadi matematika formal atau simbol – simbol matematika, maka itulah yang disebut dengan matematika horisntal. Hal itu bisa dilakukan dalam proses pembelajaran matematika dikelas atau diluar kelas yang bisa langsung berkaitan dengan kehidupan sehari - hari

    ReplyDelete
  80. Fatmawati
    18709251071
    PM.D 2016
    Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting? hal ini mungkin dapat diusahakan dengan cara guru dapat masuk ke dunia siswa. guru dapat menyesuaikan pola pikir dan aktifitas apa yang disenangi siswa untuk membelajarkan matematika. jika hal itu sudah terjadi, mungkin siswa akan merasa senang dan merasa tidak dibebani dengan belajar matematika. untuk menanamkan bahwa belajar matematika itu penting, bisa diusahakan dengan sering menyampaikan manfaat belajar matematika pada saat pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  81. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Memebelajarkan matematika yang menyenangkan dan agar matematika dianggap penting adalah dnegan mengenalkan matematika dari objek-ojek konkrit sehingga siswa merasa bahwa matematika dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  82. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk melayani siswa yang cepat dan lamabt, guru harus memiliki LKS yang berbeda yang memperhatikan kebutuhan siswa.

    ReplyDelete
  83. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Agar proses dan produk dapat seimbang maka kegiatan pembelajaran dikelas harus tetap dikontrol tanpa menghilangkan kesempatan siswa untuk berkembang menemukan dan membangun pengetahuan .

    ReplyDelete
  84. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Kegiatan penilaian matematika dapat dilakukan selama pembelajran berlangsung bagaimana keterlibatan siswa dalam kelas, peran siswa saat berdiskusi, bagaiamana siswa menemukan ide, bagaimana siswa mengomunikasikan di kelas, serta penilaian hasil dengan tes.

    ReplyDelete
  85. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pembelajaran matematika kontekstual dapat dilakukan dengan membangun matemtaika dari kehidupan sehari-hari atau dari kebudayaan yang ada.

    ReplyDelete
  86. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Motivasi belajar siswa akan tumbuh jika siswa merasa bahwa pembelajaran di kelas ada kaitannya dengan kehidupan di luar kelas sehingga merek atidak merasa pembelajaran matematika di kelas tidak berguna.

    ReplyDelete
  87. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Pembelajaran matematika yang berorientasi pada siswa adalah pemebelajran matematika yang melibatkan siswa dalam segala proses penemuan sampai matematika formal dan matematika dapat digunakan untuk mencari solusi masalah nyata kehidupan.

    ReplyDelete
  88. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Untuk memberi kesempatan siswa mempelajari matematika horisontal, guru dapat memberika permasalahan terbuka yang aka diselesaikan siswa di rumah. Di kelas, guru dapat membangun pengetahuan matematika vertikal siswa.

    ReplyDelete
  89. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Persiapan pembelajaran matematika dilakukan dengan apersepsi. Harus dipastikan bahwa semua siswa memahami materi sebelumnya agar dapat mengaitkan dengan pembelajaran berikutnya.

    ReplyDelete
  90. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Melakukan perbaikan kesulitan belajar dengan mengontrol kegiatan pembangunan pengetahuan siswa. Guru dapat melakukan pendampingan dalam proses konstruksi pengetahuan.

    ReplyDelete
  91. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Skema pembelajaran matematika : apersepsi – materi saat ini – materi berikutnya.

    ReplyDelete
  92. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Setiap siswa memiliki kemampuan kognitif yang berbeda-beda. Guru tidak dapat memaksakan hasil yang sama untuk setiap siswa. Sehingga jika capaian maisng-masing siswa berbeda maka anggap sebagai kemakluman.

    ReplyDelete
  93. Rizka Azizatul Latifah
    14301241039
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Elegi ini sangat menarik. Teori kadang tidak sesuai dengan kenyataan. Maka diperlukan implementasi dan penelitian untuk mengetahui metodologi yang cocok untuk murid

    ReplyDelete
  94. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    menanggapi no 14, pendidikan bagi anak usia dini tidak beranjak dari definisi. akan tetapi beranjak dari benda kongkret. karena pada pendidikan dasar bahkan anak usia dini, mereka belum mengkonstruksi pengetahuan. akan tetapi masih berupa mempelajari pengalaman yang telah dialami.

    ReplyDelete
  95. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi petanyaan nomor 1. Untuk menyelenggarakan pembelajaran matematika menyenangkan tentu hal pertama yang harus dilakukan oleh guru adalah membangkitkan mood siswa. Apabila pembelajaran diawali dengan mood yang baik, maka pembelajaran akan menyenangkan bagi siswa.

    ReplyDelete
  96. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 9. Guru dapat menumbuhkan motivasi siswa melalui banyak hal. Misalnya dengan memberi reward ketika siswa menjawab atau berpendapat. Dengan menyampaikan “pentingnya” matematika dalam kehidupan sehari-hari.

    ReplyDelete
  97. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 14. Pembelajaran matematika untuk anak usia dini tentu dengan model yang konkret.

    ReplyDelete
  98. Azizah Pusparini
    14301244012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 15. Pembelajaran yang berorientasi pada siswa artinya kegiatan pembelajaran menekankan pada aktivitas siswa. Siswa mengkonstruk pengetahuannya sendiri. Guru memberi penguatan konsep siswa.

    ReplyDelete
  99. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Hal penting bagi seorang guru ialah perannya dalam mengidentifikasi suatu permasalahan dalam dunia pendidikan. Metodologi pendidikan akan sangat membantu para guru untuk mengetahui masalah-masalah apa yang muncul dalam dunia pendidikan dan bagaimana mencari solusinya.

    ReplyDelete
  100. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seorang guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran akan menjadi lebih berkualitas yaitu dengan ntuk mengkaji dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Maka langkah awal yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan merubah paradigma pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  101. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Identifikasi persoalan pendidikan matematika dan pembelajaran matematika umumnya membahas tentang bagaimana praktek pembelajaran matematika di sekolah yang mempertimbangkan aspek psikologi belajar siswa, cara mengenalkan matematika kepada anak usia dini, pemahaman guru terhadap filsafat pendidikan matematika dan paradigma pembelajaran matematika pada abad 21.

    ReplyDelete
  102. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Menurut Sanjaya(2009), ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu: memperjelas tujuan yang ingin dicapai, menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, menggunakan variasi metode penyajian yang menarik, memberikan pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa, memberikan penilaian, memberi komentar terhadap hasil pekerjaan siswa dan menciptakan persaingan serta kerjasama.

    ReplyDelete
  103. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam artikel ini dikemukakan mengenai permasalahan-permasalahan yang seringkali di hadappi dalam bidang pendidikan maupun pembelajaran matematika di kelas. Identifikasi yang dilakukan mengenai persoalann pendidikan dan pembelajaran matematika ini seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para guru matematika dalam mempersiapkan sebaik mungkin pembelajaran matematika yang akan dilakukannya. Guru tidak hanya memberikan materi pelajaran kepada siswa, tetapi guru harus juga mempertimbangkan bagaimana materi pelajaran yang akan diberikan kepada sisiwa tersebut dikemas menjadi semenarik mungkin dan sesuai dengan tahap berpikir siswanya. Sehingga siswa-siswa tersebut akan lebih mudah dan termotivasi dalam pembelajaran matematika yang dilaksanakan.

    ReplyDelete