Feb 12, 2013

Metodologi Pendidikan




Identifikasi Persoalan-persoalan Pendidikan, Pendidikan Matematika dan Pembelajaran Matematika di Sekolah.
Oleh: Mahasiswa S2 Matematika UGM kerjasama Depag RI Angkatan 2007

1. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting
2. Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika di kelas.
3. Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?
4. Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?
5. Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?
6. Bagaimana mengatur keseimbangan antara proses dan produk dalam pembelajaran matematika?
7. Bagaimana mengembangkan kegiatan asesmen dalam pembelajaran matematika?
8. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual?
9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
10. Bagaimana mempromosikan pembelajaran matematika berlandaskan kebutuhan siswa?
11. Bagaimana memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari matematika horizontal dan matematika vertikal?
12. Bagaimana mempromosikan life skill dalam pembelajaran matematika?
13. Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?
14. Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
15. Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
16. Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?
17. Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?
18. Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
19. Seberapa banyak dan penting seorang guru mempelajari filsafat pendidikan matematika?
20. Bagaimana mengembangkan skema dan struktur pembelajaran matematika?
21. Landasan dan paradigma yang bagaimana yang melatarbelakangi kegiatan matematika di kelas misalnya pada suatu satuan waktu yang sama, oleh murid yang berbeda diharapkan hasil yang sama atau hasil berbeda?
22. Bagaimana sebetulnya filsafat RPP itu?

Kontributor: Ahmad Juari, Aviv R, Edy Nur Falah, Mahfud Effendi, Mufarikhin, Muktafi, Musrifah, Nanang Yulianto, Nurul Maidah, Rosita Umani, Siti Rokhayah, Totok Prasetyono, Widiah Prihartini, Eni Suharsih, Nur Bayanah, Shulfan, Elvira, Sumiyarsih.

136 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Melanjutkan dari komentar saya sebelumnya Metode untuk meminimalkan masalah motivasi dan keyakinan diri ini sangat perlu diintegrasikan dengan kehidupan sehari-hari siswa, tidak hanya di pembelajaran matematika tetapi juga di pendidikan informal siswa. Lingkungan sekolah dan tempat tinggal siswa juga mempengaruhi aspek afektif siswa. Oleh karena itu, perlu ada tindakan yang sinergis dari guru, sekolah, orang tua dan lingkunan untuk selalu mendorong siswa belajar dengan baik.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
    Dunia anak usia dini adalah bermain. Jadi, untuk mengenalkan konsep-konsep dasar matematika seperti angka, kemudian penjumlahan dan pengurangan sederhana, maka guru bisa memanfaatkan benda-benda konkret yang sering dijumpai anak dalam kehidupan sehari-hari. Belajar matematika dapat dilakukan melalui permainan ataupun nyanyian. Intinya, janganlah memaksakan anak untuk menghafal materi pelajaran matematika. Guru sebaiknya melaksanakan pembelajaran matematika yang menyenangkan dan menggunakan benda-benda nyata yang dekat dengan kehidupan anak.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Menjawab pertanyann Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini? Maka dapat saya katakn adalah dnegan menggunakan pendekatan realistik, yang mana pada anak usia dini itu mungkin masih tamana kanak-kanak, mkaa cara membelajarkan matematika dengan mereka bisa kita bawa sambil bermain-main di luar kelas atau meneliti apaa yang bisa diteliti yang bisa berhubungan dengan matematika. Contohnya berhitung 1, 2,3, dst, maka kita bisa mengenalkan angka 1,2,3,4, dst itu dengan cara menunjukan angka 1 itu seperti apa, bisa satu buah benda. Dll

    ReplyDelete
  4. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016


    Menjawab pertanyaan yang selanjutnya Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?, cara membawa dunia matematika ke dunia anak itu sebenarnya sangat tidak mudah, kita bahwa dunia anak-anak itu aalah dunia bermain, dunia dimana mereka selalauningin bermain, dan selalauningin bertanya, sehingga kita bisa membawa dunia anak-anaka yang bermaian itu kedalam pembelajaran matematika, seperti dunia di luar sekolah, atau persgi ketempat wisata yanag mana dengan pergi seperti itu selalau mengajarkan matematika yanga da di sekitar kita.

    ReplyDelete
  5. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Peran metodologi pendidikan akan membantu guru dalam mengetahui masalah yang ada dalam dunia pendidikan serta dapat menemukan solusi atas permasalahan tersebut. Maka guru harus mengubah paradigma lama yaitu paradigma guru menjelaskan dan murid mendengarkan menjadi paradigm baru yaitu paradigma siswa aktif mengkonstruksi makna dan guru membantu. Pembelajaran berorientasi pada siswa, maka biarlah siswa yang melakukan pembelajarannya dengan guru sebagai fasilitator penuh dalam menyelesaikan tugas pada masing-masing siswa.

    ReplyDelete
  6. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Metodologi pendidikan dimaksudkan untuk membimbing guru maupun siswa untuk melaksanakan pembelajaran yang lebih baik. Salah satu diantaranya yaitu bagaimana membawa dunia matematika ke dunia nyata. Konsep dalam matematika sebaiknya dikemas dalam dunia anak, maksudnya adalah dengan masalah yang terjadi di sekitar kehidupan anak. Tidak hanya real world, tetapi haruslah bisa dipahami dan mungkin dialami oleh siswa. Kemudian bagaimana memperbaiki kesulitan siswa dalam belajar matematika. Hal ini sulit dilakukan guru karena seringkali guru juga kesulitan dalam mengidentifikasi masalah yang dihadapi siswa dalam belajar matematika. Oleh karena itu, guru selain sebagai pendidik juga seharusnya sebagai researcher di kelas sehingga dapat mengidentifikasi kesulitan belajar siswa dan memperbaikinya agar tujuan pembelajaran lebih optimal.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Metodologi dalam pembelajaran sangat penting karena merupakan upaya dalam mencapai tujuan pembelajaran. Metode merupakan cara untuk membelajarkan matematika dimana guru sebagai fasilitator dan pembelajaran berpusat pada siswa. Dengan demikian guru membimbing siswa seperlunya tidak boleh berlebihan dalam arti tepat guna, tepat cara, tepat waktu, dan tepat sasaran.

    ReplyDelete
  8. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Metodologi pendidikan merupakan hal yang penting karena mengidentifikasi permasalahan pendidikan.
    menjawab no 1, cara guru untuk mengemas pembelajaran menjadi pembelajaran yang menyenangkan menurut saya adalah dengan menyiapkan proses pembelajaran dengan baik, menggunakan metode metode pembelajaran yang menarik dan dengan media pembelajaran yang digunakan sehingga siswa dapat mengikuti secara aktif kegiatan pembelajaran

    ReplyDelete
  9. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kesulitan siswa dalam belajar ditandai dengan menurunnya hasil belajar siswa, hal yang dapat dilakukan adalah dengan meningkatkan motivasi siswa, cara untuk meningkatkan motivasi siswa menurut saya adalah dengan guru menghargai kemampuan siswa, selalu memberikan arahan dan dengan sabar menuntun siswa, melaksanakan pembelajaran berdasarkan student center sehingga siswa dapat berperan aktif dalam proses pembelajaran, memberikan reward kepada siswa sehingga siswa akan lebih tertantang.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Pembelajaran matematika terus berkembang mengikuti perkembangan jaman dan juga perkembangan siswa sebagai peserta didik. Dengan perkembangan yang ada tentu persoalan pendidikan akan bertambah dan terus berkembang pula. Guru sebagai fasilitator pendidikan dan sebagai seorang yang berhadapan langsung dengan siswa harus memahami perkembangan siswa dan terus mengupdate pengetahuannya. Inovasi perlu dilakukan agar dapat ditemukan cara yang paling efektif untuk mengatasi persoalan pendidikan yang ada.

    ReplyDelete
  11. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Untuk menjawab pertanyaan no 1. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting?
    Pertama, untuk pembelajaran matematika yang menyenangkan kita dapat menerapkan permainan dalam pembelajaran matematika, ataupun dapat menerapkan metode pembelajaran TGT (Team Game Tournament). TGT dapat didesain dalam setiap materi pembbelajaran matematika.
    Kedua, bagaimana caranya agar siswa menganggap matematika penting, maka dapat diterapkan pembelajaran matematika realistik, karena pembelajaran ini bertitik pada pembelajaran menggunakan masalah kontekstual kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  12. Ajeng Puspitasari / 14301241005
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mengidentifikasi persoalan-persoalan yang ada dalam pendidikan terutama pendidikan matematika dan pembelajaran matematika di sekolah akan membantu kita dalam bertindak, memperbaiki kekurangan-kekurangan yang ada, dan meningkatkan apa yang sudah baik.
    Salah satu pertanyaan yang saya soroti pada postingan di atas adalah pertanyaan nomor 20. Selama pengalaman saya mengikuti microteaching, mengembangkan skema pembelajaran matematika bukanlah hal yang mudah. Ya, bagaimana menyusun materi agar sesuai dengan perkembangan kognitif siswa, agar runtut, bermakna, sehingga siswa mampu memahami dengan baik terkait materi yang disampaikan. Jadi, sebagai mahasiswa, perlu disadari bahwa memang masih diperlukan banyak latihan dan belajar lagi, agar mampu menyusun skema pembelajaran yang baik.

    ReplyDelete
  13. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Pembelajaran yang menyenangkan memang tidak mudah dilakukan oleh guru. Guru harus lebih kreatif untuk merancang pembelajaran sehingga pembelajaran tersebut menjadi menyenangkan bagi siswa. Apalagi pembelajaran matematika, karena matematika bersifat abstrak. Tidak hanya batas ini saja, guru dapat membuat siswa merasa belajar matematika adalah penting dan menyenangkan. Pertama guru harus mengaitkan konsep pembelajaran hari itu dengan keadaan yang dialami siswa. Atau dengan kata lain konsep matematika bermanfaat bagi siswa dalam menghadapi masalah yang ia hadapi. Kedua, pada saat ini ada berbagai model pembelajaran yang dapat digunakan. Model-model tersebut dapat memungkinkan siswa melakukan berbagai kegiatan dan hal ini dapat membuat siswa menganggap bahwa pembalajaran matematika itu menyenangkan dan penting baginya.

    ReplyDelete
  14. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Ciri-ciri pembelajaran inovatif yaitu pembelajarannya berpusat pada siswa, media, metode, interaksi sangat bervariasi, harus bersifat konstruktivisme dan realistik, dll. Cara menciptakan pembelajaran inovatif yaitu hal-hal yang terkandung dalam pembelajarannya juga harus inovatif, misalnya guru harus membuat perangkat pembelajaran seperti RPP, LKS, dll yang inovatif, media, metode, interaksi yang digunakan juga haruslah inovatif, tidak monoton hanya itu-itu saja, siswa harus aktif mengkonstruk pengetahuannya sendiri, tidak menerima transfer ilmu dari gurunya, siswa juga tidak merasa bosan dan termotivasi dalam belajar matematika.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari berbagai identifikasi-identifikasi persoalan pendidikan tersebut memberikan pengetahuan dan inovasi kepada kita dalam pelaksanaan pembelajaran Matematika. Pertanyaan-pertanyaan di atas justru memotivasi calon guru maupun guru untuk mencari solusi mengarah pada perbaikan yang lebih baik. Guru diharapkan mampu memahami kondisi siswa.

    ReplyDelete
  16. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam kegiatan belajar mengajar kondisi anak berbeda-beda, tidak semua anak didik mampu berkonsentrasi dalam waktu yang relatif lama. Daya serap anak didik terhadap bahan yang diberikan juga bermacam-macam, ada yang cepat, sedang, dan lambat. Faktor intelektual siswa juga mempengaruhi daya serap anak didik terhadap bahan pelajaran yang diberikan oleh guru. Dengan adanya perbedaan daya serap anak didik tersebut, guru memerlukan metode-metode yang selektif. Semoga persoalan-persoalan dalam pembelajaran Matematika dapat diminimalisir. Amien.

    ReplyDelete
  17. Ada sementara orang yang berpandangan bahwa mengajar haruslah menyenangkan. Dalam arti menyenangkan bukan berarti bahwa dalam belajar terlalu sering bermainnya sehingga konsepnya tidak tersampaikan. Senang, sedih, susah, bahagia menurut saya relatif. Ada siswa yang senang jika dia merasa bisa menguasai materi. Menyenangkan menurut saya adalah bagaimana siswa terfasilitasi untuk belajar matematika, ketika belum bisa pada suatu materi atau kesulitan kemudian ada bimbingan atau bantuan ynag membuat siswa tersebut semangat kembali belajar. Menyenangkan berarti menjaga semangat dari siswa untuk belajar.

    ReplyDelete
  18. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Bagaimana pertanyaan-pertanyaan di atas bisa terjawab salah satunya pemerintah mendukung terlaksanya pendidikan yang berkualitas. pemerintah harus menyiapkan pola pelayanan kepada satuan pendidikan agar satuan pendidikan mampu mengelola semua sumber daya terkait sehingga kurikulum berjalan efektif. Hal utama yang harus dijamin pemerintah adalah tumbuhnya budaya mendidik yang profesional di kalangan pendidik. Dalam menjalankan tugas pendidikan, pendidik bukanlah perpanjangan tangan pemerintah (birokrasi) sehingga sering dipelesetkan 'guru sama dengan pejabat kelas'. Guru bukan pelaksana dari semua yang diinginkan pemerintah, melainkan sebagai agen yang aktif mendorong agar peserta didik tumbuh menjadi anak yang cerdas, intelek, dan berperilaku sebagai manusia makhluk Ilahi yang berakhlak mulia.

    ReplyDelete
  19. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Membuat anak menyukai matematika bukan hanya tanggung jawab guru disekolah tapi guru bekerja sama dengan orang tua dan keluarga untuk menumbuhkan motivasi anak dalam belajar matematika. Oleh karena itu sebelum melibatkan guru di sekolah, tidak ada salahnya melibatkan anggota keluarga lainnya untuk bersama-sama memotivasi sang anak menyukai matematika.

    ReplyDelete
  20. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Terkait dengan bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa, disini dengan pendekatan saintifik menurut saya sudah menjamin bahwa proses pembelajaran berorientasi kepada siswa, siswa mengkonstruk pengetahuannya kemudian guru sebagai fasilitator. Hanya saja waktu pelaksanaannya yang sering menjadi kendala bagi guru.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Identifikasi persoalan-persoalan dalam artikel ini, sangat bermanfaat, karena dapat membantu guru dalam menemukan permasalahan-permasalahan yang sering menghambat kegiatan pembelajaran. Selain itu juga, identifikasi membantu guru untuk menentukan langkah apa yang akan dilakukan agar permasalahan pendidikan dapat segera teratasi. Guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran akan menjadi berkualitas.

    ReplyDelete
  22. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 8, pembelajaran kontekstual dapat diselenggarakan dengan beberapa metode dan pendekatan yang tepat. Kontekstual disini dapat berarti pembelajaran berbasis masalah kontekstual. Guru memberikan suatu pancingan masalah kepada siswa sebagai awalan kegiatan mereka menemukan suatu konsep atau ilmu

    ReplyDelete
  23. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 9, pembelajaran matematika yang dialami oleh siswa terkadang dipengaruhi oleh kondisi dan keadaan sissa itu sendiri. Saat motivasi belajar siswa tinggi, mereka akan dengan senang melaksanakan pembelajaran. Hal inilah yang diharapkan oleh guru saat pembelajaran. Guru perlu menyusun kegiatan dengan menarik dan mudah diterima oleh siswa, sehingga mereka tidak merasa terbebani

    ReplyDelete
  24. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 16, guru perlu mempertimbangkan persiapan khusus dan persiapan umum dalam pembelajaran matematika. Persiapan umum meliputi kajian, teori tentang pembelajaran inovatif beserta implementasinya. Persiapan khusus pembelajaran matematika meliputi persiapan pembelajaran di kelas, berkaitan dengan analisis kurikulum dan pada akhirnya menyusun RPP

    ReplyDelete
  25. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 16, guru perlu mempertimbangkan persiapan khusus dan persiapan umum dalam pembelajaran matematika. Persiapan umum meliputi kajian, teori tentang pembelajaran inovatif beserta implementasinya. Persiapan khusus pembelajaran matematika meliputi persiapan pembelajaran di kelas, berkaitan dengan analisis kurikulum dan pada akhirnya menyusun RPP

    ReplyDelete
  26. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 15, pembelajaran yang berorientasi kepada siswa berarti siswa aktif pada pembelajaran. Guru hanya sebagai fasilitator. Siswa melaksanakan kegiatan belajarnya secara mandiri, mulai dari awal hingga mencapai kesimpulan dari suatu aktivitas tersebut. Peran media sangat terlihat disini, karena media adalah sarana yang mempermudah guru dalam pelaksanaan pembelajaran

    ReplyDelete
  27. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 13, guru dalam menyusun pembelajaran matematika harus melihat psikologi perkembangan anak, dalam hal ini adalah siswa yang akan melakukan pembelajaran. Sesuai tingkat perkembangannya, maka guru dapat menentukan metode, media, dan kegiatan yang cocok dengan mereka. Sehingga pembelajaran akan sesuai dan tepat sasaran

    ReplyDelete
  28. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menanggapi pertanyaan nomor 14, pembelajaran matematika untuk anak usia dini dapat diterapkan dengan model matematika konkrit. Konteks atau materi atau bahan yang diajarkan ke siswa adalah yang berada di sekitarnya, ataupun yang dapat dia lihat dan rasakan. Pembelajaran juga didesain semenarik mungkin dengan variasi metode yang dipilih oleh guru. Sehingga anak-anak usia dini pun dapat memahami matematika (yang sesuai dengan usianya)

    ReplyDelete
  29. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Mencoba menanggapi poin no 15 yang mungkin berelasi dengan poin 14, bahwa pembelajaran yang berorientasi kepada siswa yaitu pembelajaran yang memfasilitasi siswa dalam mengutarakan pendapatnya, pendapat tersebut saya dapatkan setelah mengikuti seminar bersama rekan Prof. Marsigit dari Thailand yaitu Prof Maitree. Dalam video yang ditayangkan beliau, siswa tampak antusias dan terfasilitasi mengutarakan pemikirannya yang berbeda-beda. Jadi, siswa merasa dihargai, karena jika ide dari anak tersebut kurang sesuai, ide tersebut tetap diterima setelah itu kesimpulannya juga diambil oleh siswa.

    ReplyDelete
  30. Kusuma Wardani D.S
    14310241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Penyelengaraan pembelajaran matematika harus membuat siswa merasakan bahwa pembelajaran matematika itu menyenangkan, nah salah satunya dengan diawali dengan adanya matematika sekolah yang mana matematika adalah suatu kegiatan/ aktivitas menemukan hubungan pola-pola konsep matematika yang sedang dipelajari.

    ReplyDelete
  31. Kusuma Wardani D.S
    14310241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Agar siswa menyandari bahwa matematika itu penting salah satunya dengan menerapkan pembelajaran kontekstual yang mana dalam pembelajaran matematika dikaitkan dengan masalah-masalah konstektual yang ada di kehidupan nyata sehingga siswa tahu tentang manfaat mempelajari matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  32. Kusuma Wardani D.S
    14310241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Pembelajaran yang berorientasi kepada siswa adalah pembelajaran yang bisa memnfasilitasi siswa-siswanya terlibat aktif dalam pembelajaran, aktif dalam kegiatan menemukan konsep yang sedang dipelajari dengan mengakaitkan pengamalaman atau pengetahuan yang telah dimiliki sebelummnya

    ReplyDelete
  33. Kusuma Wardani D.S
    14310241027
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Salah satu cara menumbuhkan motivasi belajar siswa dengan kegiatan apersepsi melalui kuis. Dengan kegiatan apersepsi diharapkan mampu mengasah kesiapan siswa sebelum pembelajaran berikutnya. Selain itu juga bisa dengan mengkaitkan pembelajaran matematika dengan masalah-masalah kontekstual yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa tahu tentang manfaat pentingnya mempelajarai matematika dan siswa menjadi termotivasi.

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Terimakasih pak marsigit, telah membagikan persoalan terkait metodologi pendidikan (matematika). Pertanyaan-pertanyaan ini sangat menarik sehingga bisa dijadikan judul penelitian. Saya tertarik dengan pertanyaan “Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?” dan “Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?”. Karena meskipun sekarang, kurikulum mewajibkan siswa belajar aktif sehingga pembelajaran berpusat kepada guru, paradigma guru dan siswa masih saja menggunakan paradigma lama. Bahkan di dalam sinetron juga (jika ada adegan dalam kelas), proses pembelajarannya masih menggunakan paradigma lama. Sehingga hal ini, mestinya menjadi perhatian kita agar dapat dibenahi.

    ReplyDelete
  35. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya kutipkan dari Wikipedia, Metodologi penelitian adalah proses atau cara ilmiah untuk mendapatkan data yang akan digunakan untuk keperluan penelitian. Metodologi juga merupakan analisis teoretis mengenai suatu cara atau metode. Penelitian merupakan suatu penyelidikan yang sistematis untuk meningkatkan sejumlah pengetahuan, juga merupakan suatu usaha yang sistematis dan terorganisasi untuk menyelidiki masalah tertentu yang memerlukan jawaban Dan dalam artikel di atas telah disebutkan berbagai identifikasi masalah dalam pembelajaran di sekolah yang dapat dijadikan objek masalah. Untuk lebih jelasnya saya akan mengomentari identifikasi tersebut pada kolom komentar selanjutnya.

    ReplyDelete
  36. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting

    Dalam masalah ini hal tersebut bias dikatak cukup sulit. Karena tergantung prasangka siswa terlebih dahulu. Jikga seduah ada maka harus memperbaikinya agar lebih baik. Jika belum munculkan kesenangan dalam matematika. Dalam pembelajaran matematika sendiri untuk matematika sekolah diharapkan pembelajaran untuk siswa yaitu siswa melakukan aktivitas untuk mencapai pengetahuan matematika yang telah direduksi sesuai dengan umurnya. Dengan adanya aktivitas maka siswa diharapkan ikut senang karena hakekat umurnya yang begitu masih muda adalah bermain juga.

    ReplyDelete
  37. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika di kelas.

    Jika dikaitkan antara filsafat dengan matematika sekolah. Mungkin kebenaranya belum terlalu terlihat. Filsafat yang terkandung dalam matematika sekolah adalah menciptakan kondisi siswa agar terus berpikir kritis tentang masalah-masalah matematika yang disajikan dengan berbagai aktivitas. Seperti itulah filsafat yang saya pikirkan dalam matematika di sekolah atau kelas.

    ReplyDelete
  38. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?

    Mungkin bisa saya katan ini masallah yang cukup sulit dijawab untuk matematika di sekolah. Karena siswa mungkin tidak dapat berfilsafat sampai sejauh itu mengenai Tuhan. Namun dalam pembelajaran matematika dapat dilakukan dengan hal-hal seperti itu. Contohnya yaitu dalam pembelajaran RME atau matematika berbasis maslah kontekstual. Sehingga siswa memahami bahwa ciptaan Tuhan merupakan objek matematika yang telah di metode matematikakan. Sehingga siswa mampu memahami bahwa matematika merupakan bagian dari dunia ciptaan Tuhan.

    ReplyDelete
  39. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014
    Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?

    Seperti yang telah saya komentarkan pada artikel yang lainnya. Bahwa guru juga memilik batasannya sendiri sebagai manusia. Namun karena tugasnya sebagai guru tak boleh malas untuk memfasilitasi siswa. Untuk memfasilitasi siswa guru dituntut untuk berpikir membuat variasi dari metode, media, alat peraga yang cukup bervariasi sehingga kebutuhan siswa terpenuhi. Singkatnya dengan cara menggunakan beragam variasi. Contohnya untuk masalah tersebut guru menyiapkan berbagai aktivitas dalam LKS yang akan dijadikan portofolio. Sehingga siswa mampu mangerjakan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

    ReplyDelete
  40. Isna Nur Hasanah Hariningrum
    14301244009
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam mempelajari sesuatu pasti ada hambatan. Begitu pula yang terjadi ketika mendalami matematika. Bagaimana matematika tersebut bisa dipahami secara maksimal tergantung oleh individu tersebut dalam menyikapi setiap hambatan, memaknai seberapa pentingnya matematika tersebut dalam keseharian, serta didukung oleh faktor penunjang lain yang memadai seperti pendidik yang berkompeten yang memiliki kemampuan untuk menentukan metode pembelajaran yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan setiap individu yang beranekaragam, menyelaraskan topik pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman serta dikemas dengan metode non konvensional, mampu untuk memberikan motivasi yang inovatif sehingga menumbuhkan paradigma baru dalam pembelajaran matematika, dan sebagainya

    ReplyDelete
  41. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Problematika-problematika yang dijabarkan disini perlu untuk didiskusikan dalam sebuah lesson study agar dapat diatasi dengan baik dan pembelajaran menjadi lebih optimal.
    Di samping hal tersebut, diskusi dalam kelas antara mahasiswa prodi pendidikan dengan dosen juga dirasa perlu untuk mengatasi problematika tersebut.
    Selain diskusi, pendidik dan calon pendidik juga harus memperluas wawasan dengan membaca buku atau referensi lain yang dapat meningkatkan pengetahuan pendidik.

    ReplyDelete
  42. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Hal penting bagi seorang guru ialah perannya dalam mengidentifikasi suatu permasalahan dalam dunia pendidikan. Metodologi pendidikan akan sangat membantu para guru untuk mengetahui masalah-masalah apa yang muncul dalam dunia pendidikan dan bagaimana mencari solusinya.

    ReplyDelete
  43. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Seorang guru perlu melakukan inovasi dalam pembelajaran sehingga pembelajaran akan menjadi lebih berkualitas yaitu dengan ntuk mengkaji dan menemukan solusi dari permasalahan yang ada. Maka langkah awal yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan merubah paradigma pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  44. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Identifikasi persoalan pendidikan matematika dan pembelajaran matematika umumnya membahas tentang bagaimana praktek pembelajaran matematika di sekolah yang mempertimbangkan aspek psikologi belajar siswa, cara mengenalkan matematika kepada anak usia dini, pemahaman guru terhadap filsafat pendidikan matematika dan paradigma pembelajaran matematika pada abad 21.

    ReplyDelete
  45. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16


    Menurut Sanjaya(2009), ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh seorang guru untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, yaitu: memperjelas tujuan yang ingin dicapai, menciptakan suasana yang menyenangkan dalam belajar, menggunakan variasi metode penyajian yang menarik, memberikan pujian yang wajar setiap keberhasilan siswa, memberikan penilaian, memberi komentar terhadap hasil pekerjaan siswa dan menciptakan persaingan serta kerjasama.

    ReplyDelete
  46. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Dalam artikel ini dikemukakan mengenai permasalahan-permasalahan yang seringkali di hadappi dalam bidang pendidikan maupun pembelajaran matematika di kelas. Identifikasi yang dilakukan mengenai persoalann pendidikan dan pembelajaran matematika ini seharusnya dapat menjadi bahan pertimbangan bagi para guru matematika dalam mempersiapkan sebaik mungkin pembelajaran matematika yang akan dilakukannya. Guru tidak hanya memberikan materi pelajaran kepada siswa, tetapi guru harus juga mempertimbangkan bagaimana materi pelajaran yang akan diberikan kepada sisiwa tersebut dikemas menjadi semenarik mungkin dan sesuai dengan tahap berpikir siswanya. Sehingga siswa-siswa tersebut akan lebih mudah dan termotivasi dalam pembelajaran matematika yang dilaksanakan.

    ReplyDelete
  47. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting
    Menurut saya, Guru memegang peran utama dalam menciptakan kondisi pembelajaran yang menyenangkan, hal pertama yang harus diperhatikan guru saat memasuki kelas adalah pembawaannya. Guru haruslah terlihat fun dan membawakan materi yang tidak menjadi horror bagi siswa. Seringlah membuat lelucon dan membawakan materinya dengan pendekatan sehari-hari misalnya soal-soal berdasarkan permasalahan sehari-hari sehingga siswa sadar pentingnya matematika.

    ReplyDelete
  48. Andi Gusmaulia Eka Putri
    17709251009
    PPs PM A 2017
    Terimakasih pak, saya ingin memberikan pendapat saya terkait bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa. Menurut saya motivasi belajar utama siswa itu datangnya dari pribadi siswa itu sendiri, sedangkan guru memiliki peran penting dalam menimbulkan motivasi siswa. Motivasi belajar siswa tidaklah cukup hanya dengan memberitahukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai kepada siswa, tetapi hendaknya guru memikirkan motivasi apa yang cocok diberikan kepada siswa dan motivasi tersebut disesuaikan dengan materi yang akan dipelajari. Misalnya dengan memberikan contoh penerapan/kegunaan dari materi yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari, menjelaskan peran matematika dalam melanjutkan jenjang pendidikan, menghubungkan materi matematika yang dipelajari dengan profesi pekerjaan tertentu,dsb. Penyampaian motivasi hendaknya dilakukan dengan melalui interaksi tanya jawab guru-siswa sehingga memancing minat siswa untuk tertarik dengan materi yang akan dipelajari karena mereka menyadari bahwa penerapan matematika ada dan dekat dengan mereka.

    ReplyDelete
  49. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no.4 yaitu bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat. Dalam satu kelas terdiri dari beberapa siswa yang heterogen, dalam hal ini memiliki kemampuan berpikir yang berbeda-beda. Ada siswa yang lambat dalam berpikir, ada yang rata-rata dan ada siswa yang sangat cepat dalam berpikir. Hal ini dapat diatasi dengan melihat contoh pembelajaran di Inggris. Dalam menghadapi kemampuan siswa yang heterogen, guru sebaiknya mempersiapkan beberapa macam LKS untuk siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Tentu saja LKS yang dibuat adalah sarana yang bertujuan untuk membantu siswa aktif berpikir dalam memahami materi pembelajaran bukan hanya kumpulan soal-soal. Sehingga setiap siswa yang memiliki kemampuan berbeda akan merasa terpuaskan dengan pencapaian kemampuan yang mereka dapatkan saat pembelajaran.
    Saya akan menanggapi pertanyaan no.5 tentang bagai mana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika. Kita mengetahui bahwa pendidikan di Indonesia cenderung menerapkan paradigma pendidikan yang berpusat pada guru. Artinya guru adalah pusat dari pembelajaran di kelas, sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan dan berwenang sepenuhnya atas kegiatan yang berlangsung di kelas. Yang coba kita lakukan sebagai guru atau calon guru adalah merubah paradigma pembelajaran yang berpusat pada uru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Siswa diberi kesempatan untuk menyampaikan pemikirannya melalui kegiatan diskusi kelompok. Siswa juga diberikan kesempatan untuk mengakses sumber-sumber belajar di luar buku sekolah dan guru. Siswa diberi kesempatan untuk mengembangkan kemampuan komunikasinya melalui kegiatan presentasi dan sebagainya.

    ReplyDelete
  50. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Menyelenggarakan pembelajaran yang menyenangkan adalah dimulai dari gestur dan mimik guru ketika mulai masuk ke dalam kelas, karena murid akan senang jikalau guru yang mengajar matematika tersebut juga selalu ceria dan senang ketika bersama-sama dengan mereka di dalam kelas, selain itu guru juga harus pintar dalam memilih pendekatan, metode, dan model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa, agar siswa yang memiliki kecerdasan baik intuitif maupun reflektif bisa merasa kebutuhan masing-masing telah terpenuhi dan merasa tidak adanya perbedaan yang terlalu spesifik dalam guru memberikan layanan pembelajaran kepada mereka. Selain itu metode yang sesuai juga akan memberikan impact yaitu akan terciptanya suasan pembelajaran yang menyenangkan, sehingga selain bisa meingkatkan motivasi belajar siswa juga berimbas pada hasil belajar siswa itu sendiri.

    ReplyDelete
  51. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Kami tertarik dengan pertanyaan “Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?”
    Jelas bahwa psikologi anak dengan orang dewasa berbeda. Jika orang dewasa sudah mapu memikirkan hal yang abstrak maka anak-anak hanya bisa memikirkan yang kongkrit. Tentu saja masing-masing anak memiliki perkembangan psikologi yang berbeda-beda. Dalam pembelajaran matematika sebaiknya memperhatikan kondisi psikologis siswa, guru perlu tahu dan paham siswanya sekarang berada pada kondisi psikologis yang seperti apa, jika siswanya adalah anak SD maka pembelajaran yang digunakan hendaknay berupa aktifitas dan menggunakan objek-objek yang kongkrit, karena pada usia tersebut dunia mereka adalah dunia realitas dan kongkrit.

    ReplyDelete
  52. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Assalamu'alaikum wr wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual. Pembelajaran kontekstual adalah dengan mengarahkan siswa untuk sedemikian rupa dapat mengembangkan pemikirannya untuk melakukan kegiatan belajar yang bermakna dengan cara meminta siswa untuk bekerja sendiri dan mencari serta menemukan sendiri jawabannya, kemudian memfasilitasi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Dengan memancing reaksi siswa untuk melakukan pertanyaan-pertanyaan dengan tujuan untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu yang berkaitan dengan materi. Kemudian guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok umtuk melakukan diskusi, dan tanya jawab (questioning). Guru mendemonstrasikan ilustrasi/gambaran materi dengan model atau media yang sebenarnya (modelling). Selanjutnya guru bersama siswa melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi untuk menilai kemampuan siswa yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  53. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Assalamu'alaikum wr wb
    Saya mencoba menanggapi pertanyaan Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual. Pembelajaran kontekstual adalah dengan mengarahkan siswa untuk sedemikian rupa dapat mengembangkan pemikirannya untuk melakukan kegiatan belajar yang bermakna dengan cara meminta siswa untuk bekerja sendiri dan mencari serta menemukan sendiri jawabannya, kemudian memfasilitasi siswa untuk mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Dengan memancing reaksi siswa untuk melakukan pertanyaan-pertanyaan dengan tujuan untuk mengembangkan rasa ingin tahu siswa terhadap sesuatu yang berkaitan dengan materi. Kemudian guru membentuk kelas menjadi beberapa kelompok umtuk melakukan diskusi, dan tanya jawab (questioning). Guru mendemonstrasikan ilustrasi/gambaran materi dengan model atau media yang sebenarnya (modelling). Selanjutnya guru bersama siswa melakukan refleksi atas kegiatan yang telah dilakukan dan melakukan evaluasi untuk menilai kemampuan siswa yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  54. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Saya akan mencoba berpendapat tentang “Bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?”
    Setiap siswa memiliki ciri khas dan keunikan sendiri-sendiri dalam belajar sehingga membedakan antara siswa yang satu dengan siswa yang lain. Perbedaan tersebut pasti nyata adanya karena manusia memang diciptakan plural, penuh perbedaan. Tugas guru adalah menyikapi perbedaan tersebut dengan baik agar semua siswa dapat terfasilitasi belajar sesuai dengan kemampuan masing-masing. Upaya yang bisa dilakukan adalah dengan mengenali siswa, karakternya, kemampuan dalam belajarnya kemudian menyusun bahan ajar dan lembar kerja siswa yang disesuaikan dengan siswa. Untuk melayani kebutuhan siswa yang cepat, guru hendaknya memiliki cadangan lembar kerja agar ketika siswa cepat menyelesaikan kegiatan kemudian dapat melakukan kegiatan selanjutnya tanpa mengabaikan siswa yang lambat.

    ReplyDelete
  55. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B

    Terimakasih Prof atas postingan yang penuh manfaat ini
    Saya sepenuhnya menyetujui indentifikasi persoalan-persoalan pada pendidikan matematika di atas. Dari ke seluruh identifikasi tersebut, menurut saya mewakili semua sistem pendidikan, tidak hanya pendidikan matematika. Dari beberapa hasil identifikasi tersebut saya sangat tertari pada identifikasi nomor 3, yaitu “Bagaimana menemukan bahwa matematika adalah bagian dari dunia ciptaan Tuhan?”. Jujur, ini benar-benar pertanyaan yang sulit, bukan? Menurut saya ini sulit. benar-benar berat tanggung jawab seorang guru. Bahkan sampai saat ini, sampai komentar ini saya publish, saya masih bertanya pada beberapa teman terkait pertanyaan tersebut.

    ReplyDelete
  56. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Identifikasi-identifikasi persoalan pendidikan di atas bisa dijadikan pengetahuan bagi kita untuk melaksanakan pembelajaran khususnya matematika. Dengan adanya berbagai macam persoalan tersebut, kita sebagai calon guru atau bahkan calon dosen memotivasi untuk memcahkan solusinya sehingga untuk kedepannya bisa membawa perbaikan yang lebih baik lagi. Adanya berbagai persolan tersebut sudah saatnya bagi guru untuk menerapkan pembelajaran yang inovatif dan membangkitkan semangat siswa untuk belajar, sehingga mampu mengurangi kesulitan-kesulitan yang dialami siswa selama proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  57. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Persoalan-persoalan yang teridentifikasi di dalam bacaan di atas menarik untuk dikajii lebih jauh. Akan lebih baik bila dalam menjawab persoalan tersebut dilakukan melalui kegiatan penelitian yang sistematis dan didasarkan pada bukti yang empiris. Sebelum penelitian dapat dilakukan, kita juga dapat menjawabnya berdasarkan pengalaman dari kita sendiri maupun pengalaman orang lain. Selain itu persoalan tersebut juga dapat dijawab berdasarkan pada teori-teori yang telah ada. Menurut Ebbut dan Straker untuk membawa dunia matematika ke dunia digunakan matematika sekolah, yaitu matematika adalah kegiatan mencari pola dan hubungan, matematika adalah kegiatan kreatif, melibatkan imaginasi intuisi dan penemuan, matematika adalah proses pemecahan masalah, dan matematika adalah mengkomunikasikan informasi dan ide. Salah satu pembelajaran yang dapat diterapkan ialah PMRI, pembelajaran ini memandang bahwa matematika merupakan aktifitas manusia sehingga siswa melalui konteks benda-benda konkrit mengkonstruksi sendiri matematika secara formal. Salah satu tipe model realistik adalah ide gunung es (iceberg) yang meliputi empat tingkatan aktivitas, yakni (1) orientasi lingkungan secara matematis, (2) model material, (3) pembuatan pondasi (building stone) dan (4) matematika formal.

    ReplyDelete
  58. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Terima ksih atas postingannya, Prof. memang begitu banyak hal-hal yang menjadi masalah dalam pendidikan kita terutama dalam pembelajaran khususnya pembelajaran matematika di sekolah. Berdasarkan identifikasi persoalan-persoalan pendidikan, ada baiknya diteliti lebih mendalam mengenai hal tersebut. Selain mendidik dan mengajar, guru bisa berperan sebagai peneliti. Dari peran tersebut guru bisa memperbaiki mutu pmbelajaran yang akhirnya dapat meningkatkan mutu pendidikan Hal ini memberikan suatu gambaran bahwa sebagai peneliti, guru juga harus memahami teori tentang kurikulum sesuai dengan tugasnya sebagai pengembang kurikulum melalui peningkatan mutu pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  59. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr. wb.
    saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 8.
    yaitu " Bagaimana cara menyelenggarakan pembelajaran secara kontekstual?"
    Menyelenggarakan pemebelajaran matematika secara kontekstual dengan memberikan contoh-contoh dan non-contoh serta motivasi diawal pembelajaran untuk memahami materi matematika dengan mengaitkannya dengan lingkungan dan konteks kehidupan siswa sehari-hari. Sehingga siswa akan mudah memahami dan menyukai materi yang akan diajarkan tersebut.
    pada kegiatan inti dari kegiatan pembelajaran kontekstual, setiap soal haruslah dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  60. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan nomor 17, tentang Bagaimana membawa dunia matematika ke dunia anak?. Anak-anak memiliki sifat pemahaman yang holistik dan kongkret. Dimana anak anak lebih dominan dalam menggunakan potensi visual,verbal dan psikomotoriknya untuk menerima informasi. Media pembelajaran dapat menjadi solusi bagi pembelajaran matematika untuk anak. Walaupun terkadang guru banyak yang mengeluhkan keterbatasan media pembelajaran, sesungguhnya hal tersebut bukan terletak pada masalah media pembelajaran, namun lebih kepada kreativitas dan inovasi guru.

    ReplyDelete
  61. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Terima kasih atas postingannya prof. Sebagai seorang pendidik, kita tidak hanya dituntut untuk mengajar namun juga harus mengetahui masalah-masalah yang sedang dihadapi oleh siswa, guru serta semua pihak di bidang pendidikan. Dengan itu, diharapkan guru dapat memberikan kontribusi khususnya mengubah paradigma lama menjadi paradigma baru dalam dunia pendidikan. Beberapa hal yang dapat kita lakukan adalah misalnya dengan menganalisis atau merefleksi kurikulum yang sedang digunakan sehingga mampu menghasilkan perangkat pembelajaran yang baik dan tepat sasaran. Kita juga dapat terus mengupdate wawasan kita mengenai metode atau strategi belajar baru yang inovatif.

    ReplyDelete
  62. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya akan mencoba menjawab pertnyaan nomor 5 yaitu Bagaimana mempromosikan paradigma baru pendidikan matematika?Problematika pendidikan tidak bisa hanya dipendam saja oleh pendidik sendri namun bisa dikemukakan didepan umum masalah yang dialami untuk mendapatkan solusi terbaik. Dalam megatasi probematika pendidikan, dibutuhkan diskusi antar pendidik, mahasiswa, dan lembaga terkat. Selain itu, pendidikan yang terus berkembang membuat dalam mengatasi problematika pun tidak sama dengan zaman dahulu. Oleh karena itu, pendidik dan calon pendidik harus memperluas wawasan dengan membaca buku atau referensi lain yang dapat meningkatkan pengetahuan pendidik

    ReplyDelete
  63. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    dalam pendidikan sendiri terdapat maslah yang memnag harus diselesaiakan. Problematika-problematika yang dijabarkan disini perlu untuk didiskusikan dalam sebuah lesson study agar dapat diatasi dengan baik dan pembelajaran menjadi lebih optimal.Di samping hal tersebut, diskusi dalam kelas antara mahasiswa prodi pendidikan dengan dosen juga dirasa perlu untuk mengatasi problematika tersebut. Selain diskusi, pendidik dan calon pendidik juga harus memperluas wawasan dengan membaca buku atau referensi lain yang dapat meningkatkan pengetahuan pendidik. diskusi dapat juga mendapatkan solusi karena dalam diskusi pun dianalisis jalan yang tepat untuk menyelesaiakn permasalahan yang ada. Dlam masalah menumbuhkan motivasi belajar siswa juga merupakan sebuah tantangan yang harus dijawab oleh semua pihak baik guru maupun keluarga senidir. karen motivasi itu bukan serta merta didapatkan dari sekolah saja tetapi juga dari lingkungan keluarga. motivasi belajr siswa merupakan syarat untuk belajar, karena tanpa motivasi ilmu pengethuan yang baru akan susah untuk diserap, maotivasi disi terdapat beberapa faktor yang isa berasal dari diri sendiri mau dari luas diri sendiri sehingga menciptakan lingkungan yang baik untuk belajar pun menjadi salah satu carauntuk meningkatkan atau menumbuhkan mptivasi belajar siswa.

    ReplyDelete
  64. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb.

    Saya tertarik ingin membahas mengenai point "Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?". Yang mana belajar matematika untuk anak usia dini sangat berguna bagi perkembangan kecerdasan logika matematika pada anak. Dari pengalaman KKN yang pernah saya lihat dan saya terapkan bahwa tahap pertama untuk mengenalkan matematika pada anak yaitu melalui konsep angka. Angka adalah hal yang sangat mendasar dalam matematika. Untuk mengenalkan konsep angka pada anak usia dini dapat dimulai dengan memperkenalkan angka secara berurutan, setelah itu dapat dihubungakn dengan jumlah barang-barang yang ada disekitar mereka yang sesuai dengan angka-angka yang sudah mereka ketahui, sehingga dengan itu anak usia dini dapat lebih mudah memahami konsep angka.

    ReplyDelete
  65. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Salah satu cara untuk membangkitkan motivasi belajar siswa adalah memilih metode pembelajaran yang tepat dikelas. Selain itu, guru harus membuat pembelajaran matematika yang menyenangkan yakni dengan membuat suasana belajar dimana siswa dapat bermain sambil belajar matematika. Karena pada saat ini telah banyak metode-metode pembalajaran matematika yang dapat membuat materi matematika menjadi sebuah permainan dalam belajar matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  66. Junianto
    PM C
    17709251065

    Persoalan dunia pendidikan dan pembelajaran sangatlah kopleks. Beberapa pertanyaan yang disajikan menjadi salah satu indikator bahwa persoalan-persoalan di dunia pendidikan akan terus berkembang. Hal ini seiring dengan adanya perkembangan iptek di era global. Sebenarnya ini merupakan tugas seluruh elemen di bidang pendidikan bukan hanya tugas guru saja. Saya mencoba menanggapi persoalan pada no 1. Siswa harus mengetahui apa manfaat matematika dalam kehidupan mereka. Ini menjadi salah satu cara agar siswa mengetahui pentingnya matematika. Untuk itu perlu adanya penerapan matematika dalam konteks kehiduan siswa sehari-hari.

    ReplyDelete
  67. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Terima kasih Pak Prof. atas rangkuman persoalan-persoalan pembelajaran matematika di sekolah dalam postingan ini. Saya akan mencoba menangggapi permasalahan bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini. Menurut saya, dalam pengenalan matematika untuk anak usia dini hendaklah disesuaikan dengan perkembangan mental anak. Pada masa ini kegiatan belajar matematika diberikan secara bertahap mulai dari dari hal-hal yang bersifat konkrit ke abstrak, mudah ke sukar, dan sederhana menuju hal yang lebih kompleks. Dengan demikian, anak mampu membangun pengalaman atau persepsinya sendiri mengenai matematika sehingga akan terlatih berpikir secara intuitif dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  68. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Selanjutnya saya akan menanggapi permasalahan bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika. Menurut saya, perkembangan psikologi antara anak-anak dan orang dewasa sangatlah berbeda. Bagi orang dewasa ia telah mampu memahami pembelajaran matematika yang bersifat abstrak sedangkan bagi anak-anak dalam memahami pembelajaran matematika baru mampu mengenal hal yang bersifat konkret. Maka, dalam pembelajaran matematika hendaklah memperhatikan bagaimana kondisi psikologi siswa.

    ReplyDelete
  69. Kartika Kirana
    17701251039
    S2 PEP B

    Rupanya ini Juga koleksi permasalahan dalam pbelajaran Matematika.
    Saya tertarik untuk nomor 17. Bagaimana membawa Matematika dalam kehidupan sehari hari... Saya kira Kita bisa berpikirnya sebaliknya. Sebab kehidupan sehari hari ini sudah merupakan Matematika Juga. Maka Kita bisa berpikirnya... Bagaimana menyadari bahwa Kita Bermatematika dalam kehidupan sehari-hari. Banyak sekali ya... Bagaimana Kita membagi waktu Kita dalam sehari, merencanakan keuangan Kita, berapa untuk makan,berapa untuk transportasi dll agar cukup, menata barang secara efisien dalam tas jiks hendak bepergian, memperkirakan bahan masakan, dst... Semua itu Tak semua menyadari bahwa sedang Bermatematika.
    Jika Ada yang berminat, bisa membaca buku berjudul Bermatematika sambil Bermain karya Rose Griffith. Saya banyak belajar tentang matematika dalam keseharian, terutama untuk anak SD, dari buku itu.

    ReplyDelete
  70. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Saya mencoba mengomentari pertanyaan keempat. Untuk memfasilitasi siswa yang cepat dan siswa yang lambat guru bisa memberikan lks yang berbeda. Siswa yang lambat cenderung masuk pada kategori siswa reflektif, siswa bisa paham jika skema belajar urut, sehingga dalam lks materi maupun contoh soal diberikan secara urut, tingkat kesukaran soal pun bertahap dari mudah hingga tinggi. Sedangkan untuk siswa cepat yang berkategori siswa intuitif, maka lks bisa ditambahkan soal tantangan. Dengan banyak tipe lks bagi tipe kecerdasan yang berbeda, maka semua siswa akan terfasilitasi oleh guru.

    ReplyDelete
  71. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Masalah-masalah tak akan pernah habisnya. Begitu juga maslaah-masalah yang ada di dunia pendidikan. Menurut saya, salah satu masalah dalam proses pembelajarn di kelas ialah bagaimana mengajar siswa dengan kemampuan dan latar belakang yang berbeda-beda agar setiap siswa bisa tercover untuk belajar dengan baik sesuai dengan passionnya. Masalah lain seperti tidak sesuainya materi dengan proses belajar yang sedang berlangsung. Hal-hal tersebut tentu akan menganggu proses belajar siswa. Sehingga, diperlukannyalah penelitian atau tindak lanjut untuk mengurangi masalah-masalah ini.

    ReplyDelete
  72. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Ketika membaca judul dari ulasan yang bapak tulis ini, yang terpikir dalam benak saya adalah ilmu tentang suatu cara melakukan sesuat dalam bidang pendidikan. Namun ternyata banyak disajikan pertanyaan-pertanyaan terkait dengan permasalahan dalam pembelajaran matematika. Jika berbicara tentang permaalahan yang dihadapi bisa jadi tidak akan ada habisnya. Karena masalah ada karena adanya manusia. Saya mencoba memberikan komentar terkait dengan pentingnya pembelajaran matematika yang berpusat pada siswa. Perubahan paradigma ini tentu dipandang secara positif bagi para pratikan pendidikan. Mengapa penting? Tidak sedikit teori perkembangan kognitif yang membuktikan bahwa siswa akan lebih memahami suatu materi ketika ia melalui atau mengalaminya sendiri. Inilah pentingnya suatu aktivitas bagi siswa di dalam pembelajaran matematika. Sehingga peran guru hanyalah sebagai fasilitator saja.

    ReplyDelete
  73. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 16 yaitu " Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?"
    Menurut saya persiapan yang penting adalah persiapan khusus. Persiapan khusus meliputi pembuatan bahan ajar dan RPP. RPP dibuat sebagai patokan skenario guru didalam kelas. Selain itu, metode yang digunakan dalam mengajar harus sesuai karakteristik anak dan dibentuk agar anak mau dan mampu untuk berpikir kritis. Hal ini dapat membuat anak menemukan konsepnya sendiri. Bahan ajar juga dibentuk sesuai dengan karakteristik anak dan dibentuk agar anak dapat menemukan konsep dibenak siswa.

    ReplyDelete
  74. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 16 yaitu " Bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?"
    Menurut saya persiapan yang penting adalah persiapan khusus. Persiapan khusus meliputi pembuatan bahan ajar dan RPP. RPP dibuat sebagai patokan skenario guru didalam kelas. Selain itu, metode yang digunakan dalam mengajar harus sesuai karakteristik anak dan dibentuk agar anak mau dan mampu untuk berpikir kritis. Hal ini dapat membuat anak menemukan konsepnya sendiri. Bahan ajar juga dibentuk sesuai dengan karakteristik anak dan dibentuk agar anak dapat menemukan konsep dibenak siswa.

    ReplyDelete
  75. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  76. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Problematika dalam pembelajaran memang tidak ada habisnya. Problem untuk mereka belum tentu problem untuk kami, problem untuk kami, belum tentu problem untuk mereka , oleh karean itu perlu diskusi untuk mencari solusi yang terbaik. Dari 16 problem yang di tulisankan dalam artikel diatas, kami mencoba menanggapi problem nomor 9 yakni bagaimana menghilangkan persepsi bahwa matematika sulit?. Hingga saat ini perseosi tentang matematika ajek dengan predikat “sulit”. Persepsi ini tidak boleh dibiarkan turun menurut sehingga menjadi mitos, Oleh karena itu untuk menghilangkan persepsi ini perlu bantuan dari guru untuk menerapkan pembelajaran matematika yang kontekstual yakni dalam proses pembelajaran siswa diajak untuk mengeksplore dan mengkomunikasikan materi pembelajaran matematika dengan pengetahuan yang telah dimiliki serta tujuan dari materi pelajaran matematika. Contohnya materi nilai uang kelas 2 SD pada kurikulum k13. Siswa akan lebih tertarik untuk belajar materi ini jika mereka diajak secara langsung untuk praktik seperti kegiatan jual beli sederhana di took ataupun pasar. Serta kekreatifan guru dalam menciptakan dan menggunakan alat peraga juga bisa menjadi salah satu solusi untuk mempermudah menyampaian materi. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  77. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Motivasi belajar itu bersumber pada diri setiap siswa. ini merupakan faktor internal individu. Motivasi ini pula memberikan sumbang sih terhadap hasil belajar yang akan dicapai. Bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar? Tentu ada banyak hal dengan berbagai faktor yang mempengaruhi motivasi itu sendiri. Dengan memberikan metode belajar yang sesuai serta menarik sehingga akan menarik perhatian siswa untuk lebih penasaran dengan apa yang akan diajarkan. Menghilangkan mitos tentang mata pelajaran yang dianggap sulit menajdi mata pelajaran yang mudah melalui pendekatan yang lebih dengan siswa yang merasa sulit dalam belajar. Ada juga siswa yang menganggap guru itu “galak” hal ini juga dapat menurunkan motivasi siswa dalam belajar. maka dari itu, menajdi guru yang dekat dengan siswa sehingga lebih mudah mengidentifikasi kesulitan yang dihadapi siswa serta akan mudah dalam menanggulangi permasalahan tersebut.

    ReplyDelete
  78. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Persoalan-persoalan dalam pembelajaran matematika seakan tiada habisnya. Banyak inovasi yang dilakukan guna mengoptimalkan pembalajaran matematika. Namun inovasi pembelajaran tidak selau berjalan sesuai dengan rencana ataupun berakhir dengan baik. Banyak masalah-masalah baru yang timbul bersama dengan metode yang baru. Selain itu tuntutan dari berbagai pihak mengakibatkan pembelajaran berlangsung tidak sehat atau berjalan tidak semestinya, sehingga tujuan dari pembelajaran mulai melenceng. Tujuan pembelajaran yang awalnya supanya bisa beralih ke nilai. Sehingga berbagai cara yang awalnya dilakukan supaya siswa bisa menguasai matematika bergeser kearah bagaimana caranya agar siswa dapat nilai yang bagus. Solusi awal menurut saya adalah dengan melakukan pembelajaran yang jujur dan apa adanya, maka solusi-solusi yang lain akan menyusul dibelakangnya.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  79. Saya akan menjawab soal no 9, yaitu Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Jawaban;
    “Dalam melakukan proses pembelajaran, motivasi merupakan salah satu tolak ukur untuk menentukan keberhasilan siswa dalam pembelajaran. Siswa yang tidak memiliki motivasi belajar, umumnya tidak akan mungkin mau melakukan aktivitas belajar. Motivasi belajar cenderung akan meningkat secara signifikan apabila siswa mengetahui hubungan antara meteri pelajaran dengan kehidupan yang nyata. Semakin adanya relevansi materi pelajaran dengan diri sendiri serta kehidupan nyata, maka motivasi belajar siswa akan meningkat dengan sendirinya. Masalahnya, banyak siswa yang tidak mengetahui hubungan antara materi pelajaran dengan kehidupan nyata. Disinilah tugas guru mencari cara bagaimana memfasilitasi siswa yang mengalami hal tersebut, mungkin salah satunya adalah mengggunakan metode dan model pembelajaran yang tepat.

    ReplyDelete
  80. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Disini saya akan fokuskan pada pertanyaan nomor 15 yaitu bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
    Jawaban dari pertanyaan itu adalah guru dikatakan berorientasi kepada siswa ketika belajar matematika adalah dengan cara selalu memfasilitasi mereka pada saar kegiatan PBM. Hal tersebut akan membuat siswa merasa mereka di hargai. Karena pengalaman saya ketika mengajar mereka, mereka cenderung memberikan pernyataan bahwa mereka tidak suka dengan matematika karena gurunya tidak memberikan mereka kesempatan untuk paham. Kebanyakan guru hanya terfokus pada ketercapaian materi. Masih banyak guru yang mengabaikan pemahaman siswa. Hal inilah yang membuat pembelajaran tidak berorientasi pada siswa, namun berorientasi pada ketercapaian materi.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  81. Isoka Amanah Kurnia
    17709351051
    PPs Pend. Matematika C 2017

    Membangkitkan motivasi eksternal siswa oleh guru dapat dilakukan dengan berbagai cara. Proses yang terjadi setidaknya harus berhasil memancing perhatian siswa sehingga diharapkan efek nya berupa minat dan niat untuk belajar. Salah satu caranya adalah dengan menghadirkan tokoh yang dapat menginspirasi siswa. Cara lainnya adalah dengan menampilkan video ice breaker untuk memancing perhatian siswa. Video bisa bersifat lucu, edukasi, atau berupa perenungan agar siswa menjadi bersemangat untuk belajar. Namun dorongan motivasi eksternal juga harus dimaksimalkan oleh motivasi internal dari dalam diri siswa, karena sedahsyat apapun dorongan dari luar jika pada diri siswa tidak ada efek sama sekali maka akan percuma. Guru bisa melakukan pendekatan secara pribadi kepada siswa yang dirasa memiliki permasalahan dan membutuhkan perhatian khusus.

    ReplyDelete
  82. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Pada kesempatan ini saya ingin fokus pada poin: Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
    Kesulitan belajar siswa dapat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain karena sulitnya materi pembelajaran itu sendiri, sajian materi pembelajaran, dan karena siswa yang bersangkutan. Kesulitan belajar karena materi pembelajaran yang sulit dapat diupayakan solusinya dengan memahami learning trajectory/cara berfikir materi tersebut sehingga alur berpikir siswa dapat sejalan dengan materi yang dipelajari. Kesulitan belajar ditinjau dari sajian materi pembelajaran dapat dijumpai ketika penyajian informasi berlebih sehingga membuat siswa berpikir lebih complicated yang berdampak pada kurangnya pemahaman siswa terhadap materi tersebut. Mengingat bahwa informasi yang diolah terbatas pada kapasitas dan waktu penyimpanan, maka sajian info/materi sebaiknya tidak terlalu redundant.

    ReplyDelete
  83. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    matematika merupakan suatu ilmu yang sangat universal dan komprehensif di dunia ini. Bekal matematika sangatlah diperlukan oleh setiap orang karena kita tentunya pasti akan berhadapan dengan matematika. Semua mata pelajaran mempunyai matematikanya masing-masing, matematika sekolah, matematika tekhnik, matematika ekonomi, matematika sosial, semuanya mempunyai matematikanya sendiri-sendiri. Permasalahan pada matematika sekolah telah disebutkan diatas, maka sudah saatnya bagi kita, yakni para pendidik maupun para calon pendidik untuk turut serta membumikan matematika, serta memecahkan berbagai masalah-masalah dalam matematika. Oleh karenanya maka kita harus memiliki metode atau strategi yang tepat untuk mentransfer matematika kepada siswa, agar siswa merasa bahwa kita memang butuh belajar matematika untuk menunjang kehidupan sehari-hari, agar tidak mudah dibodoh-bodohi oleh orang lain, dsb.

    ReplyDelete
  84. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Persoalan pendidikan matematika yang selama ini jadi di Indonesia jumlahnya semakin banyak dan bahkan sangat banyak. Ini akan menjadi hambatan bagi perkembangan pendidikan. Oleh karena itu, diperlukan langkah- langkah nyata dari seluruh komponen untuk merubah pemahaman mendasar mengenai metode pendidikan. Selama ini, kebanyakan guru kurang dapat mengembangkan kreativitasnya. Guru kesulitan dalam menerapkan dan mengembangkan ilmu pengetahuannya yang sebenarnya dapat membantu dan mendukung dalam proses pembelajaran. Persoalan yang mendasar ini harus bisa segera diselesaikan. Salah satunya dengan penggunaan metode pendidikan yang variasi.

    ReplyDelete
  85. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Persoalan-persoalan masalah pendidikan di Indonesia seperti yang disebutkan di atas, hampir sebagian besar berkaitan dengan metodologi pendidikan. Seperti diantaranya: bagaimana membuat pembelajaran menyenangkan, bagaimana membawa matematika ke dunia anak, bagaimana pembelajaran matematika anak usia dini, dan lan sebagainya. Untuk itu metode pendidikan atau metode pembelajaran sangatlah penting. Pemilihan metode pembelajaran juga harus diterapkan sesuai karakteristik siswa di jenjangnya (TK,SD,SMP,SMA, atau SMK). Permasalahan tersebut akan terselesaikan secara gradual seiring bertambahnya jam terbang guru dalam mengajar.

    ReplyDelete
  86. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Pada postingan kali ini, saya tergerak untuk mencari tau jawaban dari beberapa pertanyaan yang diberikan. Beberapa pendapat/jawaban saya terkait pertanyaan tersebut antara lain:
    8. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara kontekstual?
    Untuk membuat pembelajaran matematika kontekstual bisa dengan menggunakan masalah sehari-hari untuk dijadikan masalah dalam pembelajaran. Jika siswa sudah terbiasa menemui problem tersebut maka akan lebih mudah bagi siswa untuk menyelesaikannya

    9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dapat dengan cara menceritakan kegunaan atau manfaat matematika dalam kehidupan sehari-hari. Karena matematika digunakan di hampir semua bidang.

    13. Bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika?
    Dengan mengetahui tahapan-tahapan perkembangan anak maka diharapkan pembelajaran yang dilaksanakan sesuai dengan perkembangannya, sehingga dalam memilih metode pembelajaran dapat disesuaikan, terlebih untuk mengembangkan LKS akan lebih mudah dipahami siswa jika sesuai dengan tahap perkembangannya.

    ReplyDelete
  87. 14. Bagaimana pembelajaran matematika untuk anak usia dini?
    Pembelajaran matematika untuk anak usia dini berupa aktivitas-aktivitas. Diharapkan dari aktivitas senang-senang yang diselipkan dengan pembelajaran dapat membuat anak usia dini belajar matematika dasar seperti mengenal angka dan operasi hitung sederhana.

    15. Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?
    Pembelajaran yang berorientasi pada siswa yaitu pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif. Siswa mendapat peran besar dalam pembelajaran, seperti menemukan rumus atau konsep. LKS yang disediakan oleh guru juga diharapkan yang membuat siswa aktif, yang berisi aktivitas atau kegiatan penemuan konsep.

    ReplyDelete
  88. Satu lagi pertanyaan yang menarik
    19. Seberapa banyak dan penting seorang guru mempelajari filsafat pendidikan matematika?
    Pentingnya mempelajari filsafat bagi seorang guru. Filsafat sendiri adalah menerjemahkan dan diterjemahkan. Dengan belajar filsafat, guru jadi bisa memahami siswanya dengan baik. Selain itu, Pemikiran seorang guru menjadi terbuka (open minded) terlebih belajar filsafat melalui blog ini, saya mengetahui banyak hal. Tidak hanya bagaimana menjadi guru yang baik, menyusun dan memilih pembelajaran yang tepat, tetapi saya juga banyak belajar tentang kehidupan yang menjadi modal saya bagaimana harusbersikap dengan siapapun setiap harinya.

    ReplyDelete
  89. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan nomor 18. Bagaimana melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika?
    Menurut saya untuk melakukan perbaikan kesulitan belajar anak pertama kita harus mendiagnosis dahulau kesulitan belajar matematika siswa. Kita harus tahu tanda-tanda kesulitan belajar yang dialami siswa, kemudian mencari tahu penyebabnya. Setelah kita mampu mendiagnosis kesulitaan belajar siswa, maka kita dapat merumuskan suatu remidial yang sesuai dengan diagnosis yang kita dapatkan. Remidial yang kita berikan kepada siswa adalah cara kita untuk memperbaiki kesulitan belajar siswa sehingga siswa mampu kembali mengikuti pembelajaran tanpa mengalami banyak kesulitan. Terimaksih

    ReplyDelete
  90. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Saya akan mencoba menanggapi pertanyaan no 9. Bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?
    Menurut saya, untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dapat dilakukan salah satunya dengan mengaitkan materi pelajaran dengan sesuatu yang berkesan ataupun bermanfaat bagi siswa. Hal itu karena, saat siswa merasa materi yang dipelajari itu berhubungan dengan dirinya dan memiliki manfaat dalam kehidupan maka siswa akan tertarik untuk mempelajarinya. Oleh karena itu di awal pembelajaran guru harus memberikan apersepsi yang benar-benar sesuai dengan keadaan saat ini dan sesuai dengan pengetahuan awal siswa. Terimaksih

    ReplyDelete
  91. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan nomor 1 yaitu Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting? Menurut saya jawaban dari pertanyaan ini adalah dimulai dengan gurunya, maksudnya guru yang menjadi fasilitaor utamalah yang akan membawa siswa ke pembelajaran menyenangkan itu sendiri. Caranya dengan menggunakan model, pendekatan, dan strategi yang melibatkan siswa. Saat siswa terlibat secara langsung maka akan ada pengalaman yang tersimpan di dalam siswa, guru juga bisa menggunakan games di akhir pembelajran. Selain itu agar siswa berpikir matematika itu penting maka guru memberikan motivasi aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari dan siswa juga diberikan projek untuk mengalikasikan materi yang mereka dapatkan untuk menyelesaikan permasalahan tersbeut.

    ReplyDelete
  92. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya mencoba menanggapi pertanyaan pertama, bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting. Menurut saya pembelajaran yang melibat aktifkan siswa dalam pembangunan pengetahuan akan menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan. Di samping memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengekslorasi kemampuan dan kreativitasnya, hal ini juga mendukung terjalinnya interaksi antara siswa dan guru, siswa dan temanya, serta siswa dengan sumber belajar. Banyak metode dan teori belajar yang dapat digunakan guru dalam melibat aktifkan siswa dalam pembangunan pengetahuan. Di antaranya, teori bruner yang pembelajaran penemuan, teori ausubel tentang pembelajaran bermakna, teori deines tentanf pembelajaran dengan permainan. Dengan demikian guru harus menguasai berbagai metode dan teori belajar untuk menghasilkan pembelajaran yang menyenangkan. Kemudian tentang bagaimana membuat siswa merasa matematika itu penting, menurut saya tiada jalan terbaik selain melibatkan siswa dengan matematika itu sendiri. Siswa harus menyadari bahwa matematika adalah kebutuhan dan alat yang memudahkan persoalan dalam kehidupan sehari-hari. Untuk itu penting bagi guru untuk memberikan contoh penerapan materi dalam kehidupan.

    ReplyDelete
  93. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Saya juga ingin mencoba menanggapi pertanyaan terkait asesmen dalam pembelajaran matematika. Menurut saya, sebenar-benar penilaian adalah proses yang berkelanjutan. Kemampuan siswa tidak bisa diukur hanya dengan melihat hasil Ulangan Harian, Ulangan Tengah Semester, dan Ujian akhir sekolah. Namun penilaian itu dimulai dari keberlangsungan proses pembelajaran. Hasil dari pembelajaran tidak hanya berupa perubahan pengetahuan yang dapat dikukur dengan tes hasil belajar, namun juga perubahan sikap dan tingkah laku. Bagaimana siswa dapat menerapkan pembelajaran dalam kehidupan juga bagian dari hasil belajar.

    ReplyDelete
  94. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Pertanyaan no18 terkait perbaikan kesulitan belajar matematika. Menurut saya, hal utama yang harus dilakukan dalam menangani masalah ini adalah dengan mendiagnosa kesulitan belajar tersebut. Guru perlu melihat gejala-gejala, faktor penyebab, serta merencanakan solusi dari kesulitan belajar tersebut. Untuk mendukung hal ini, sangat penting bagi guru dalam memahami karakteristik siswa. Untuk kesulitan belajar dari segi pemahaman, guru dapat mendiagnosa melalui hasil pekerjaan siswa dalam menyelesaikan soal. Untuk itu, penilaian dalam bentuk essay (problem solving) efektif dalam pembelajaran siswa karena tidak hanya dapat mengukur kemampuan siswa namun juga dapat melihat kelemahan siswa.

    ReplyDelete
  95. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P Mat A
    1. Saya ingin menjawab pertanyaan tentang bagaimana cara menumbuhkan motivasi belajar siswa. Perlu diketahui bahwasanya motivasi belajar terdiri dari motivasi internal dan motivasi eksternal. Motivasi internal berasa dari dalam diri siswa sedangkan motivasi eksternal berasal dari luar diri siswa. Cara menumbuhkan motivasi internal adalah dengan menyugesti diri bahwa setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk mencapai hasil belajar yang diharapkan. Selain itu perlu disampaikan pentingnya mempelajari suatu hal dan manfaatnya bagi kehidupan mereka. Untuk motivasi eksternal karena bersumber dari luar diri siswa maka dapat dilakukan dengan cara memberi hadiah atau pujian untuk setiap hasil capaian siswa. Hal ini menjadi penting agar siswa merasa dianggap eksistensinya.

    ReplyDelete
  96. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    P mat A

    2. Selanjutnya untuk pertanyaan mengenai cara mengatasi kesulitan belajar siswa akan dibahas pada komentar berikut ini. Kesulitan belajar pada dasarnya disebabkan oleh beberapa hal yaitu bisa jadi materi yang memang sulit dipelajari, cara guru dalam menyampaikan materi sulit dipahami, atau dari diri siswa sendiri yang sulit untuk memproses informasi atau materi. Apabila kesulitan belajar bersumber dari materi yang memang sulit dipahami, maka guru memiliki peran penting untuk mengorganisir materi dan menyampaikannya dengan lebih sederhana tanpa mengubah isi materi tersebut. Bisa jadi dibuat ke dalam beberapa bagian, tidak sekaligus. Selanjutnya mengenai cara penyampaian guru yang sulit dipahami, ini menjadi PR bagi kita semua bahwa guru sebaiknya terbuka atas masukan dan saran baik itu dari siswa maupun sesama guru, sehingga diharapkan pembelajaran selanjutnya lebih baik lagi. Banyak-banyak sharing kepada sesama guru dan membaca terkait metode pembelajaran dan psikologi belajar anak. Yang terakhir mengenai kemampuan siswa memahami materi tentunya hal ini kembali kepada siswa masing-masing bahwa belajar itu proses jadi siswa diharapkan mampu mengulang-ulang pelajaran di luar kelas.

    ReplyDelete
  97. 3. Terkait desain pembelajaran matematika di kelas yaitu pengembangan skema pembelajaran matematika, maka guru perlu mengaitkan kompetensi pra-syarat yang harus dimiliki siswa dengan kompetensi baru yang akan dipelajari siswa. Sebelum masuk ke kompetensi baru alangkah baiknya guru melakukan apersepsi atau kegiatan menyamakan pandangan mengenai kompetensi baru tersebut. Hal ini perlu dilakukan untuk meminimalisir berbagai persepsi yang muncul di benak siswa sehingga pembelajaran lebih terarah kepada kompetensi yang akan dicapai. Dengan demikian diharapkan siswa tidak mengalami kesulitan untuk mengaitkan pengetahuan baru dengan pengetahuan awal yang sudah mereka peroleh.

    ReplyDelete
  98. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Menyelenggarakan pembelajaran matematika yang kontekstual adalah dengan cara membangun pemahaman konsep matematika siswa melalui benda-benda konkret di lingkungan sekitar maupun melalui aktivitas siswa yang berkaitan dengan konsep-konsep matematika sehingga siswa memiliki pengetahuan/keterampilan yang dinamis dan fleksibel untuk mengkontruksi sendiri secara aktif pemahamannya. Pembelajaran kontekstual adalah pembelajaran yang dilaksakan dengan memberikan penglaman bermakna kepada siswa atau learning by doing.

    ReplyDelete
  99. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C


    Dari postingan diatas ini sangat membantu dalam mengidentifikasi masalah-masalah dalam pendidikan, terutama dalam pendidikan matematika. Kita bisa membuat sebuat metodologi dalam diskusi tentang isu-isu pendidikan. Masalah berasal dari kata 'bagaimana' untuk mendapatkan sebuah solusi. Terima kasih, hal ini sangat membantu.

    ReplyDelete
  100. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Menanggapi pertanyaan nomor 9 tentang bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa. Motivasi berasal dari dalam maupun luar diri siswa. salah satu faktor eksternal yang mempengaruhinya adalah guru, bagaimana cara guru mengajarkan pelajaran kepada siswa. strategi, metode maupun pendekatan pembelajaran yang kreatif dan menyenagkan bagi siswa akan menumbuhkan motivasi dalam belajar siswa. namun semenarik apapun strategi, metode maupun pendekatan pembelajaran yang digunakan guru, jika tidak ada motivasi dari dalam diri siswa maka semua hal tadi adalah usaha yang sia-sia. Oleh karena itu dibutuhkan perhatian lebih dari guru untuk memhami bagaimana perbedaan karakter siswanya yang berbeda-beda pula, yaitu dengan adanya dialog antara guru dan siswa bisa dijadikan sebagai alternative untuk guru agar lebih dekat dengan siswanya.

    ReplyDelete
  101. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Terkait dengan pertanyaan nomor 13 tentang bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika, adalah guru bisa menyesuaikan alur belajar yang tepat sesuai dengan perkembangan anak. Dengan membuat proses belajar yang menyenangkan dan menarik bagi siswa sesuai psikologinya akan menciptakan suasana belajar yang kondusif sehingga pembelajaran matematika yang dianggap sulit dan abstrak bagi siswa akan lebih mudah dipahami oleh siswa. salah satunya adalah dengan menerapkan pendekatan realistic matematika. Dengan menghadirkan contoh-contoh konkret yang sering dijumpai siswa akan lebih tertanam dalam proses berpikir mereka.

    ReplyDelete
  102. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    Selanjutnya mencoba menanggapi pertanyaan no. 11 Bagaimana memberi kesempatan kepada siswa untuk mempelajari matematika horizontal dan matematika vertikal? Berdasarkan gambar di atas, hermenetika pembelajaran matematika terdiri dari dua unsur yaitu garis lurus dan garis melingkar. Garis lurus menggambarkan bahwa pembelajaran akan terus berjalan, sedangkan melingkar artinya pembelajaran tersebut dapat diulang namun hanya saja berbeda ruang dan waktunya. Hermeneutika dalam pembelajaran matematika menggunakan pendekatan gunung es, dimana dalam pendekatan ini merupakan matematika realistiknya. Dalam hal ini digambarkan dengan matematika horizontal dan matematika vertikal. Dalam matematika horizontal, siswa mengerjakan soal matematika yang berkaitan dengan dunia nyata berdasarkan pengalaman dan cara mereka sendiri, dimana mereka masih belum mengenal simbol-simbol formal dalam matematika. Sedangkan matematika vertikal adalah saat mereka telah dapat menggunakan simbol-simbol matematika dalam menyelesaikan setiap permasalahan matematika.

    ReplyDelete
  103. Aristiawan
    17701251025
    PEP B 2017

    Mencoba menjawab pertanyaan pertama. Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting. kita perlu menyadari bahwa masa anak-anak merupakan masa-masa bagi mereka untuk bermain dan bersenang-senang. Matematika bagi anak-anak hendaknya menyesuaikan dengan psikologi anak di masa itu. Matematika harus tampil sebagai ilmu konkrit, bukan datang sebagai ilmu abstrak yang berisi rumus, identitas, teorema dan sebagainya. Matematika harus datang sebagai ilmu konkrit, misalnya penjumlahan kelereng dengan kelereng. Memecahkan permasalahan pembagian 1 kue besar berbentuk segiempat yang harus dibagi ke 6 orang dengan porsi yang sama besar.

    ReplyDelete
  104. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C


    Identifikasi persoalan pendidikan matematika dan pembelajaran matematika umumnya membahas tentang bagaimana praktek pembelajaran matematika di sekolah yang mempertimbangkan aspek psikologi belajar siswa, cara mengenalkan matematika kepada anak usia dini, pemahaman guru terhadap filsafat pendidikan matematika dan paradigma pembelajaran matematika pada abad 21.

    ReplyDelete

  105. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Saya akan mencoba menanggapai pertanyaan nomor 13 yaitu bagaimana memanfaatkan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika. Sesuai dengan teori perkembangan kognitif anak menurut jean piaget. Perkembangan kognitif anak memiliki empat tahapan. Kemampuan-kemampuan anak pada kategori tahapan-tahapan tersebut dapat kita manfaatkan untuk memilih metode yang sesuai dengan karakteristika anak. Sehingga anak akan mudah dalam mempelajari konsep karena sesuai dengna kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, pemilihan metode yang sesuai dengan psikologi anak mampu memberikan motivasi anak untuk mempelajari matematika. Karena metode yang tepat akan memberikan ketertarikan pada anak sesuai dengan usianya.

    ReplyDelete
  106. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Ada berbagai macam penelitian yang menelusuri bagaimana menangani anak-anak dengan kesulitan belajar. Betapa pun hebatnya teori, metode dan cara yang dapat dilakukan, semua usaha itu haruslah di barengi dengan ke-ikhlasan. Yakin lah bahwa keikhlasan akan berbuah kesuksesan.InshaAllah
    Sekian, terima kasih.

    ReplyDelete
  107. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Salah satu permasalahan alam pendiikan matematika adalah bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika yang menyenangkan sehingga membuat siswa merasa bahwa matematika adalah penting. Sebagai upaya untuk mengatasi hal ini, guru dapat mengembangkan pembelajaran yang berbasis aktivitas sehingga siswa tidak akan merasa jenuh dan menganggap matematika hanya rumus-rumus. Selain itu guru dapat mengaikan matematika dengan kehidupan sehari-hari sehingga siswa menganggap matematika itu penting.

    ReplyDelete
  108. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Menanggapi pertanyaan nomor 9, yaitu tentang bagaiman menumbuhkan motivasi belajar siswa. Terkait dengan motivasi, banyak faktor yang mempengaruhi motivasi yaitu dari dalam diri sendiri maupun dari lingkungan. Untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa maka kita juga hendaknya melihat lingkungan sekitar, apakah lingkungan dimana siswa berada mendukung siswa untuk belajar, karena lingkungan sangat mempengaruhi motivasinya. Selain itu yang dapat menumbuhkan motivasi yang pertama adalah sikap orang tua, yang kedua bagaimana sikap dan peran guru dalam kelas. Meskipun lingkungannya tidak mendukung, namun jika orang tua dan guru memberikan perhatian dan juga motivasi, maka siswa akan termotivasi.

    ReplyDelete
  109. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Pembelajaran matematika terus berkembang mengikuti perkembangan jaman dan juga perkembangan siswa sebagai peserta didik. Dengan perkembangan yang ada tentu persoalan pendidikan akan bertambah dan terus berkembang pula. Guru sebagai fasilitator pendidikan dan sebagai seorang yang berhadapan langsung dengan siswa harus memahami perkembangan siswa dan terus mengupdate pengetahuannya. Inovasi perlu dilakukan agar dapat ditemukan cara yang paling efektif untuk mengatasi persoalan pendidikan yang ada.

    ReplyDelete
  110. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Masalah pendidikan di Indonesia meliputi banyak hal, masalah dalam tataran sekolah yaang terdiri dari guru dan murid. Guru perlu menyelengarakan pembelajaran yang menyenangkan untuk siswa nya serta menanamkan bahwa matematika tersebut merupakan mata pelajaranyang penting. Dan masih yang banyak masalah yang muncul yang harus dihadapai dan diselesaikan oleh guru.

    ReplyDelete
  111. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no.7 tentang bagaimana mengembangkan kegiatan assessment dalam pembelajaran matematika. Menurut saya assessment atau penilaian yang baik terhadap siswa harus akuntabel dan sustainabel. Akuntabel artinya penilaian berdasarkan data empirik, yaitu ada bukti nyata. Artinya dalam menilai siswa berdasarkan nilai dan portofolio pelaksanaan kegiatan pembelajaran. Jika hanya dinilai melalui nilai ulangan atau nilai ujian, bisa jadi itu belum merepresentasikan kemmapuan siswa yang sesungguhnya. Oleh karena itu perlu adanya portofolio pelaksanaan kegiatan yang dapat berupa kliping tugas atau hasil karya siswa serta dapat berupa deskripsi dari guru terhadap siskap siswa setiap kegiatan pembelajaran.

    Sedangkan sustainable ialah penilaian secara berkelanjutan dari awal kegiatan pembelajaran hingga akhir kegiatan pembelajaran. Biasanya guru hanya menilai siswa di ahir pembelajaran dengan menerapkan ulangan harian, mid semester dan akhir semester. Sustainable artinya seorang guru menilai sikap, keaktifan, kemampuan serta prestasi siswa sehari-hari selama proses pembelajaran. Guru membuat catatan tentang masing-masing siswa atau tentang siswa yang menonjol (dalam hal positif maupun negatif) pada setiap pertemuan di kelas. Dengan begitu, jika ada perbaikan atau peningkatan mutu dapat dilaukan setiap hari tanpa menunggu materi berakhir.

    ReplyDelete
  112. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Saya tertarik untuk menanggapi pertanyaan nomor 19. Menurut saya sangat penting dan harus sebanyak-banyaknya hingga takterhingga untuk belajar filsafat pendidikan matematika. Karena dalam mempelajarinya kita akan memahami banyak sekali pandangan-pandangan mengenai ilmu itu sendiri. Bagaimana sebenarnya matematika itu, ternyata kita tersadarkan bahwa matematika itu ada matematika abstrak atau untuk orang dewasa dan untuk anak-anak atau matematika sekolah misalnya. Kemudian kita akan mengetahui pula filsafat suatu pandangan bahwa salah itu ada benarnya yaitu ketika siswa belajar, maka disini kita tersadarkan lagi. Bahwa sejatinya ketika belajar filsafat pendidikan matematika itu kita diajari untuk paham dan mengertiakan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  113. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    untuk menyelenggarakanpembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting yaitu dengan mengajak dan mengikut sertakan melibatkan siswa dalam pembelajaran. Misal dengan aktifitas menemukan, membuktikan, memecahkan masalah, menemukan sendiri dll ini akan menjadikan siswa lebih dianggap ada sehingga menyenangkan bagi siswa. Menggunakan metode/pendekatan/model yang beraneka ragam. Menggunaka media yang inovatif. Serta mengkaitan pembelajaran dengan kehidupan siswa sehari-hari sehingga siswa akan lebih merasa bahwa ini penting untuk diri mereka.

    ReplyDelete
  114. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 12 tentang bagaimana mempromosikan life skill dalam pembelajaran matematika?. Menurut saya dengan pembelajaran matematika yang mengembangkan kemampuan-kemampuan berpikir, penalaran dan problem solving dapat membantu life skill siswa nantinya. Dengan melatih kemampuan-kemampuan itu dalam pembelajaran matematika, siswa akan terbiasa berpikir seperti itu sehingga ketika terjun ke dunia pekerjaan mereka sudah terbiasa.

    ReplyDelete
  115. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Untuk pertanyaan no 16 tentang bagaimana melakukan persiapan pembelajaran matematika secara baik?, guru harus menyiapkan perangkat-perangkat pembelajaran seperti RPP, LKS dan media pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa. Dalam proses pembuatan RPP dan LKS, guru harus mempertimbangkan banyak hal, seperti kesesuaian materi, karakteristik siswa dan model pembelajaran yang digunakan. Media pembelajaran yang digunakan sebaiknya bervariasi atau menggunakan multimedia agar siswa lebih mudah memahami materi pembelajaran.

    ReplyDelete
  116. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan no 9 terkait bagaimana menumbuhkan motivasi belajar siswa?. Motivasi adalah keadaan internal yang mendorong seseorang untuk bertindak dalam mencapai suatu tujuan. Memang bukanlah hal yang mudah untuk menumbuhkan motivasi, apalagi jika dari dalam diri siswa itu tidak mau berusaha. Dalam menumbuhkan motivasi belajar siswa, faktor internal dan faktor eksternal sangat berpengaruh. Pemberian reward atau punishmant dapat berpengaruh. Guru juga dapat memberi feedback dalam pembelajaran atau melakukan diskusi untuk menumbuhkan motivasi siswa.

    ReplyDelete
  117. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Untuk pertanyaan mengenai “Bagaimana pembelajaran matematika yang berorientasi kepada siswa?”. Menurut saya, pembelajaran yang berorientasi kepada siswa adalah pembelajaran yang membuat siswa sebagai actor belajar, siswa tidak dianggap tong kosong yang hanya akan menerima pengetahuan yang diberikan oleh gurunya. Di dalam pbmnya guru harus memberikan kesempatan siswa untuk membangun pengetahuannya sendiri, memberikan kesempatan siswanya berbicara, mengeluarkan pendapat, diskusi, presentasi dan sebagainya. Guru tidak boleh menutupi kesempatan siswa-siswanya tersebut, guru hanya sebatas fasilitator yang menyediakan tangga bagi siswa untuk menuju pengetahuannya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  118. Assalamualaikum, wr.wb.
    Saya ingin mencoba menanggapi pertanyaan yang berkaitan dengan cara untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa. Motivasi belajar siswa ada 2 yaitu motivasi eksternal dan internal. Belajar yang baik adalah ketika siswa belajar didasari oleh motivasi internal. Namun karena banyak faktor-faktor dan persepsi lain, maka siswa pun tidak memiliki motivasi internal untuk belajar suatu mapel. Sehingga satu-satunya cara adalah dengan memberikan motivasi ekternal, guru harus mampu menumbuhkan motivasi belajar siswanya. Hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah dengan menciptakan pbm yang menyenangkan, yang kontekstual, sesuai dengan yang diketahui siswa, kemudian memberikan penguatan misalanya pujian-pujian yang bermakna, penghargaan, feedback.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  119. Sungguh pertanyaan yang menarik dari mahasiswa-mahasiswa s2 matematika UGM. Namun jika seandanyinya mereka berpengalaman dalam dunia pindidikan, melihat ke lapangan fakta-fakta yang terjadi dalam lingkungan belajar, maka mereka mampu untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas tentang pendidikan matematika, namun mungkin karena mahasiswa s2 tersebut kurang berpengalaman dalam lapangan melihat bagaimana proses pembelajaran terjadi, maka pertanyaan seperti itu muncul.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  120. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Dalam mengatasi probematika pendidikan, dibutuhkan diskusi antar pendidik, mahasiswa, dan lembaga terkait. Selain itu, pendidikan yang terus berkembang membuat dalam mengatasi problematika pun tidak sama dengan zaman dahulu. Pendidik dan calon pendidik harus memperluas wawasan dengan membaca buku atau referensi lain yang dapat meningkatkan pengetahuan pendidik
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  121. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    menenggapi pertanyaan nomor 1, Bagaimana menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting?

    Salah satu cara agar siswa memahami pentingnya matematika adalah dengan menunjukkan kepada siswa betapa dekat matemamtika dengan kehidupan sehari-hari siswa. Caranya adalah dengan menghubungkan materi pelajaran matematika dengan kehidupan sehari-hari siswa, seperti yang terjadi bila pembelajaran dilaksanakan dengan pendekatan kontekstual atau dengan pendekatan matematika realistik. Kedua pendekatan tersebut juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk menyelenggarakan pembelajaran matematika yang menyenangkan karena kedua pembelajaran tersebut lebih ramah dengan siswa. Matematika perlu dipandang sebagai kegiatan agar siswa dapat melakukan berbagai aktivitas matematika dan mendapatkan pengalaman melakukan aktivitas matematika. Dengan begitu, matematika akan dipandang lebih menyenangkan oleh siswa.

    ReplyDelete
  122. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    menenggapi pertanyaan nomor 2, Sejauh mana filsafat matematika dan filsafat pendidikan matematika relevan terhadap pembelajaran matematika?

    Mempelajari filsafat pendidikan matematika bagi seorang guru adalah suatu keharusan. Mengapa? Dengan mempelajari filsafat pendidikan matematika maa guru akan mempelajari lebih dalam hakekat komponen pendidikan matematika yang mana nantinya akan mempengaruhi pandangan guru mengenai pembelajaran matematika. Filsafat pendidikan matematika yang dianut guru, secara tidak langsung akan terlihat dalam proses pembelajaran yang dilakukan oleh guru.

    ReplyDelete
  123. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    menenggapi pertanyaan nomor 4, bagaimana melayani kebutuhan berbagai macam kebutuhan belajar matematika siswa, termasuk siswa yang cepat dan siswa yang lambat?

    Cara memfaslitiasi siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda dapat dilakukan dengan mengembangkan LKS yang sesuai dengan kemampuan matematika mereka, dimana LKS bagi siswa yang memiliki kemampuan tinggi, sedang, maupun rendah tidaklah sama. Guru dapat membuat LKS untuk siswa berkemampuan tinggi dengan lebih sedikit bimbingan dari daripada LKS untuk sisiwa berkemampuan sedang dan rendah, serta LKS untuk siswa berkemampuan rendah memiliki lebih banyak petunjuk atau bimbingan dari pada LKS untuk siswa berkemampuan tinggi dan sedang

    ReplyDelete
  124. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Menyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting salah satunya dapat dilakukan dengan meningkatkn kebermaknaan pembelajaran. Pembelajaran yang kurang bermakna menyebabkan pengetahuan siswa mengenai apa yang dipelajarinya menjadi kurang holistik, sehingga siswa hanya mengertio bahwa apa yang mereka pelajari di kelas tidak ada hubungannya dengan kehidupan mereka. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  125. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    MEngenai konsep pembelajaran matematika untuk anak usia dini secara lebih rinci dipelajari oleh mahasiswa dengan disiplin ilmu pendidikan dasar, namun merupakan suatu kewajiban pula bagi mahasiswa matematika untuk menguasainya pula. Pendidikan bagi anak usia dini merupakan landasan bagi pembelajaran matematika selnjutnya. Tagihan-tagihan kemampuan yang harus dimiliki siswa SD jika tidak dipenuhi pada akhirnya akan merugikan siswa dan merugikan guru di jenjang selanjutnya. Sehingga pembelajaran matematika SD harus tuntas dan bermakna. Mengejar kebermaknaan pembelajaran salah satunya dapat dilakukan dengan pembelajaran kontekstual. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  126. Melakukan perbaikan kesulitan belajar matematika dapat dilakukan dengan memberikan scaffolding dengan porsi lebih besar dan memberikan kegiatan penambahan jam belajar siswa mengenai materi yang diperlukan siswa serta dapat pula dilakukan dengan mempertajam keterampilan siswa mengerjakan soal dengan memberikan suplementer tugas. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  127. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Menyelenggarakan pendidikan matematika yang menyenangkan itu menurut saya yaitu dengan cara memberikan kesempatan kepada siswa untuk memperoleh sendiri pengetahuannya baik dengan cara pengamatan, diskusi maupun melalui referensi-referensi yang banyak. Artinya memberikan kebebasan kepada siswa untuk mengembangkan dirinya sendiri tanpa adanya kekangan dari orang lain, namun tentunya masih dalam ruang lingkup yang sesuai dengan apa yang sedang di pelajari. Siswa bebas dalam mencari pengetahuannya mengenai matematika yang sedang dipelajari namun mereka tetap diberikan arahan agar tidak salah dalam menterjemahkan pengetahuan yang dia peroleh tersebut.

    ReplyDelete
  128. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Metodologi menjadi salah satu faktor utama penentuan sukses tidaknya pembelajaran yang dilakukan. Metodologi berisi metode, pendekatan pembelajaran yang merupakan alur materi yang akan disampaikan. Hal itu sangatlah penting mengingat metode adalah pengantar materi dapat sampai kepada siswa, sebagai perantara. Guru disana sebagai pembuat konsep dan fasilitator, bagaimana metode itu dirancang sangat bergantung pada guru. Pembelajaran yang baik adalah ketika siswa dapat terlibat aktif dalam penemuan konsep, sehingga siswa dapat memahami langsung materi dan tentunya menghindari kebosanan dalam diri siswa.

    ReplyDelete
  129. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Persoalan dalam pendidikan matematika sangat banyak dan tidak ada habisnya jika kita jeli memahami. Untuk mengidentifikasi persoalan tersebut, sangat efektif jika kita terjun langsung ke lapangan, karena pengalaman mangajarkan banyak hal dan memberi banyak insipirasi baru.

    ReplyDelete
  130. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1-Pendidikan Matematika

    Metodologi berasal dari bahasa Yunani methodos yang berarti cara, dan logos yang berarti ilmu. Berarti metodologi pendidikan behubungan dengan cara, metode yang digunakan dalam mencapai tujuan pembelajaran ataupun tujuan pendidikan. Metodologi pendidikan pentig dalam pemebalajaran karena berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran, bagaimana guru mengajar, siswa belajar, hal-hal yang menunjang dalam pembelajaran.
    Menyelenggarakn pembelajaran matematika secra kontekstual salahsatunya dapat dilakukan dengan pembelajaran berbasi etnometematika dengan siswa belajar melalui kebudayaan lokal yang akrab dengan kehidupan sekitarnya. Pemanfaatan psikologi perkembangan anak dalam pembelajaran matematika contohnya adalah pada anak-anak usia dini atau dunia anak yang identik masih suga bermain-main maka pembelajaran matematika dapat menggunakan metode permainan sehingga pembelajaran menjadi menyenangkan bagi anak.

    ReplyDelete
  131. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Dari identifikasi persoalan-persoalan pendidikan, pendidikan matematika dan pembelajaran matematika di sekolah. Saya tertarik dengan poin ke-16. Bagaimana melakukan pembelajaran matematika secara baik. Untuk melakukan pembelajaran matematika secara baik, dilakukan dengan menyusun RPP dan membuat LKS. LKS yang dibuat dapat memfasilitasi siswa untuk memahami kompetensi yang akan diajarkan. RPP disusun untuk mengarahkan kegiatan pembelajaran siswa dalam upaya mencapai kompetensi dasar. RPP yang disusun juga disesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai, penjabaran indikator dilakukan secara tepat, pemilihan metode/pendekatan juga disesuaikan dengan kompetensi yang akan dicapai.

    ReplyDelete
  132. Alfiani Indah P S
    15301241027
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Untuk mengembangkan kegiatan asesmen/penilaian dalam pembelajaran matematika, kegiatan dilakukan secara formatif pada materi tertentu dan sumatif untuk semua materi dalam masa yang berlaku. Soal-soal yang disusun ini merupakan cerminan dari indikator Pencapaian Kompetensi yang ingim dicapai melalui proses pembelajaran. Butir penilaian pada soal Matematika lebih baik adalah soal esay dimana kita dapat mengetahui cara siswa menyelesaikan masalah dan kesalahan apa yang terjadi dalam proses penyelesaian masalah tersebut. Perlu diingat bahwa instrumen penilaian dalam bentuk essay, yang baik adalah dengan membuat rubrik penskoran. Kesalah yang ditemukan ini akan diperbaiki dalam program remediak yang dilakukan secara klasikal maupun individual. Selain itu, partisipasi siswa di kelas juga perlu dipertimbangkan dalam menilai siswa.

    ReplyDelete
  133. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Terima kasih pak atas identidikasi permasalahan diatas. Identifikasi permasalahan tersebut memunculkan gambaran terkait apa saja yang perlu diperhatikan dalam mempersiapkan metode pembelajaran. walaupun setiap metode itu tidak dapat digunakan dalam setiap pembelajaran, akan tetapi dengan identifikasi permasalahan tersebut, calon pendidik menjadi mengetahui terkait apa saja yang sekiranya perlu diperhatikan dalam mempersiapkan metode yang akan digunakannya

    ReplyDelete
  134. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Terima kasih pak atas identifikasinya mengenai persoalan-persoalan pendidikan, pendidikan Matematika dan pembelajaran Matematika di sekolah. Sekiranya pemberian sosialisasi terkait persoalan-persoalan tersebut perlu dilakukan agar guru-guru dapat mengetahui dan lebih memahami persoalan yang dihadapi dalam dunia pendidikan khususnya pendidikan matematika. Dengan mengetahui permasalahan yang terjadi , diharapkan guru dapat lebih tanggap dalam mempersiapkan antisipasi yang tepat untuk menangani permasalahan-permasalahan tersebut. Selain itu, inisiatif dari guru sendiri juga diperlukan untuk menambah wawasannya terkait strategi, metode serta model pembelajaran yang tepat agar permasalahan yang ada dapat diminimalisir.

    ReplyDelete
  135. Malidha Amelia
    S1 Pendidikan Matematika A 2015
    15301241016

    Terimakasih prof, atas artikelnya. Mengenai poin no 1 tentang bagaiman amenyelenggarakan pembelajaran matematika secara menyenangkan dan siswa merasa bahwa matematika adalah penting yaitu dengan cara membuat pembelajaran yang menarik dengan metode yang tepat. Selain itu dengan menempatkan pembelajaran yang berpusat kepada siswa maka akan mengakibatkan siswa merasa ikut berkontribusi dalam meperoleh konsep yang dipelajari. Selain itu dengan mengaitkan pembelajaran dengan permasalahan sehari-hari juga akan membuat siswa merasa bahwa matematika merupakan hal yang penting.

    ReplyDelete