Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 21: Mengapa 3+4=7 kontradiktif? (Bagian Kesatu)




Oleh Marsigit

Sudah saya buktikan bahwa 3+4=7 tidak berlaku untuk semua Ruang dan Waktu. Maka 3+4=7 adalah absolutely true hanya untuk Dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu yaitu dunianya para Logicist-Formalist-Foundationalist.

Padahal kita mengetahui bahwa Dunia Anak-anak SD dan SMP itu adalah Dunia yang terikat dengan Ruang dan Waktu. Oleh karena itu jika kita mengatakan 3+4=7 sebagai benar begitu saja tanpa keterangan apapun, maka kita telah bersifat MANIPULATIF. Buktinya saya tidak dapat mengatakan bahwa 3pensil + 4buku = 7buku.

Persoalan pedagogiknya adalah bagaimana guru mampu menjelaskan kajadian ini menggunakan bahasa siswa. Inilah satu kejanggalan yang bisa menjadi awal untuk mempertanyakan Validitasnya karya Logicist-Formalist-Foundationalist dalam usahanya menangani problem-problem pembelajarann matematika di sekolah.

39 comments:

  1. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Dalam menyampaikan matematika disekolah haruslah terikat dengan dunianya mereka. Karena untuk mengajarkan sesuatulah haruslah mampu untuk dicerna dan dipahami oleh siswa. Seperti penjelasan diatas bahwa untuk hasil apapun yang ditemukan dalam penyelesaian matematika, haruslah mampu dimengerti oleh siswa. Sehingga guru harus mampu menggunakan bahasa yang membuat siswa mudah mengerti dengan diikuti oleh perbedaaan beberapa contoh dan non contoh suatu konsep.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  2. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya kurang tahu apakah saya akan menyanggah atau setuju dengan elegi ini. Namun aneh saja rasanya jika kita mengatakan 3+4=7 sebagai benar begitu saja tanpa keterangan apapun, maka kita dianggap telah bersifat MANIPULATIF dengan bukti bahwa kita tidak dapat mengatakan bahwa 3pensil + 4buku = 7buku. Sepertinya itu bukan ruang dan waktu bagi dunia anak-anak. kita cukup mengenalkan angka saja kepada mereka dan pengoperasiannya tanpa melibatkan objek apakah yang ada di dalam pengoperasian tersebut. Saya sangat mengapresiasi usaha guru dalam mengajarkan dan membimbing pengetahuan dasar seperti ini. barulah ketika dewasa, mereka akan semakin tahu jikalau manfaat dan teorema matematika berlaku luas dan berbeda-beda sesuai ruang dan waktunya masing-masing. Wallahu’alam.

    ReplyDelete
  3. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Hukum kontradiksi dalam matematika harus di pelajari secara intensif dan ekstensif. Agar tidak terjadi kesalahpahaman dan perbedaan tafsir. Berdasarkan elegi diatas memberikan pelajaran bahwa 3+4=7 dianggap sebagai operasi sederhana, namun ternyata dibalik itu menyimpan makna yang belum diketahui termasuk kami. Terbebasnya ruang dan waktu dari operasi 3 + 4 =7 bukan berarti kebenarannya dapat di letakkan di berbagai ranah karena 3 buku + 4 pensil tidak sama dengan 7 buku. Oleh karena itu, hal ini merupakan tantangan bagi guru untuk menjabarkan dan menjelaskan kepada siswa tentang konsep operasi yang tepat dan benar tentunya menggunakan bahasa yang mudah di mengerti. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  4. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Ini merupakan tugas besar sebagai seorang pendidik maupun calon pendidik untuk menjelaskan kepada siswanya secara teori bukan dengan beberapa lompatan. Disini saya sudah mulai paham mengapa 3+4 = 7 disebut kontradiktif. Hal ini juga akan sesuai dengan hukum identitas jika lebih diberikan keterangan seperti 3 buku + 4 buku = 7 buku. Tetapi sungguh benar, akan menjadi kontradiktif apabila kita membebaskannya dalam waktu dan ruang secara absolut dan universal. Karena 3 buku + 4 pensil itu bukan 7 buku dan juga bukan 7 pensil. Hal ini sejalan dengan sifat aljabar jika dikaitkan dengan hukum identitas.

    ReplyDelete
  5. Indah Purnama Sari
    17701251035
    PEP B 2017

    Ketika saya SD, saya diajarkan bahwa 3+4=7 dengan cara penjelasan menggunakan jari tanpa ada satupun penjelasan konsep, mengapa dan bagaimana bisa. Tetapi ternyata,sekarang saya sadar bahwasannya untuk mengajarkan anak perlu memperhatikan cara berpikir anak. Selain itu, perlu mengomunikasikan konsep-konsep tersebut pada hal-hal yang bersifat konkrit agar matematika untuk anak dapat bermakna. Dan anak juga lebih memahami konsep mengapa hasilnya bisa begitu.

    ReplyDelete
  6. Dalam menyampaikan suatu defenisi, seorang pendidik/guru haruslah melihat ruang dan waktunya dimana menyampaikan matematika. jika menyampaikannya di perguruan tinggi untuk orang dewasa maka 3+4=7 merupakan dunia yang terbebas dari ruang dan waktu maka sudah menjadi jangkaunnya bagi orang dewasa, namun jika hal ini kita sampaikan kepada anak-anak siswa sekolah yang terikat pada ruang dan waktunya yang terbatas pada hal kongkrit di dunia mereka, maka penjelasannya harus sesuai dengan dimensi pemikiran mereka.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Junianto
    17709251065
    PM C

    Dari artikel singkat ini saya menjadi paham bahwa para Logicist-Formalist-Foundationalist menganggap matematika terbebas dengan ruang dan waktu. Hal ini menunjukkan bahwa hampir semua yang saya lakukan adalah hampir sama dengan paham ini. Menganggap matematika terbebas ruang dan waktu, meskpiun secara tidak langsung karena sudah menjadi kebiasaan. Maka dari itu, masih mejnadi PR bagaimana cara guru menjelaskan kepada siswa agar hal ini tidak bertentangan dan bisa diterima siswa, terutama kaitan antara matematika dan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Tahap berpikir anak-anak masih meliputi benda-benda atau hal-hal yang konkrit. Begitu pula dalam belajar matematika. Seperti contoh dalam elegi di atas, bisa saja terjadi di kehidupan nyata, memberikan contoh penjumlahan dengan benda-benda konkrit tetapi contoh yang diberikan kurang tepat 9misal menjumlahkan benda yang tidak sejenis). Maksud guru mungkin agar memudahkan siswa, namun jika tidak berhati-hati juga dapat mengacaukan konsep siswa nantinya. Karena bagaimanapun juga, tahap belajar matematika yang selanjutnya adalah matematika formal, dimana seseorang harus dapat mengabstraksi apa yang ia dapat dari pengalamannya ke dalam pikirannya. Konseptual saja tetapi tidak kontekstual akan menyulitkan anak, tetapi kontekstual saja tetapi tidak konseptual (tidak sesuai konsep) akan sama saja menyulitkan anak.

    ReplyDelete
  9. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dunia yang dipahami oleh matematikawan murni kebanyakan hanyalah matematika yang berada di dunia atas atu di pikiran mereka. Sehingga kesaklekan mereka yang memiliki ilmu matematika murni sering sekali hanya memberikan materi berdasarkan apa yang diberikan atau dipahami dari sebuah matematika abstrak
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  10. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kebenaran selalu akan dapat ditemukan dalam ruang dan waktunya sendiri karena tidak ada yang bersifat absolte. Jika sampai pada kebenaran yang absolute itulah wilayahnya keyakinan. Tapi sebelum sampai ke sana, manusia telah dibekali akal untuk menimbang. Keyakinan yang didasarkan akan kebenaran yang absolute - yang hanya domainnya Sang Khaliq, tidak akan kontradiksi jika dilakukan tepat sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  11. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    nilai 2+5=7 akan bernilai benar mutlak hanya pada dunia yang terbebas oleh ruang dan waktu. Dunianya para Logicist, Formalist, dan Foundalist. Jika telah dibawa ke dunia yang terikat oleh ruang dan waktu maka nilai 2+5 belum tentu bernilai tujuh, tergantung dengan ruang dan waktunya. Semisal 2 kucing tambah 5 anjing tidak bisa dikatakan 7 kucing atau 7 anjing. Itulah kontradiksinya matematika kalau sudah terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  12. Dalam mengajarkan pembelajaran matematika kita harus memahami subjek yang akan diajarkan, apabila subjek tersebut adalah Dunia Anak-anak SD dan SMP itu adalah Dunia yang terikat dengan Ruang dan Waktu. Sebagai seorang pendidik harus dapat menyesuaikan dengan ruang dan waktunya dalam menyampaikan materi matematika agar siswa tidak mengalami kebingungan dalam memahami materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  13. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Dunia matematika anak-anak (matematika sekolah) berbeda dengan matematika murni yang dibangun oleh para Logicist-Formalist-Foundationalist. Bagi matematika matematika murni, 3+4=7 adalah benar. Tetapi 3+4=7 adalah benar hanya untuk dunia yang terbebas oleh ruang dan waktu yaitu dunianya para Logicist-Formalist-Foundationalist. Padahal dunia anak- anak adalah dunia yang terikat dengan ruang dan waktu. Oleh karena itu kita tidak dapat begitu saja mengatakan kepada anak- anak bahwa 3+4=7 adalah benar tanpa penjelasan yang menyertainya. Sebagaimana kita tidak dapat mengatakan bahwa 3pensil + 4buku = 7buku. Karena itulah menjadi tugas seorang guru untuk membawa matematika yang terbebas dengan ruang dan waktu menjadi matematika yang terikat dengan ruang dan waktu sesuai dengan dunia anak. Maka guru harus dapat memfasilitasi anak-anak belajar matematika yang terikat ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  14. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Sebagai ilmu pasti, jawaban dari setiap pertanyaan Matematika tidaklah harus selalu mutlak hanya 1 jawaban. tetapi matematika juga haruslah dapat menyesuaikan diri, jawaban matematika tergantung ruang dan waktu. benar seperti yang dikatakan Prof.Marsigit. ketika kita membicarakan konsep penjumlahan, tentu 3+4=7 , tetapi hal ini tidak mutlak, karena kita berbicara konsep aljabar, misalnya 3x+4y, jawabannya tidak sama dengan 7.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  15. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Matematika itu bersifat manipulatif. Benar salahnya tergantung dari kita memanipulasinya. Semakin kita bekerja dalam kesederhanaan matematika, maka matematika juga akan menjadi semakin mudah dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  16. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya akan mencoba menjawab pertanyaan dalam postingann ini yaitu bagaimana guru mampu menjelaskan kajadian ini menggunakan bahasa siswa? Menurut saya dalam pembentukan konsep matematika apalagi untuk anak SD dan SMP yang masih perlu diberikan kekonkritan maka dalam menjelaskan menggunakan bahasa siswa yaitu dengan membawakan contoh real kepada siswa bahwa 3+4 tidak selalu sama dengan 7, tergantung ruang dan waktu. Guru dapat memberikan contoh barang yang ada di kelas yaitu 3 pensil siswa ditambah dengan 4 penghapus siswa tidak mungkin hasilnya adalah 7 penghapus pensil, anmun akan tetap menjadi 3 pensil dan 4 penghapus. Dengan pemberian contoh langsun seperti ini diharapkan siswa menyadari bahwa masih ada faktor runag dan waktu dalam identitas matematika.

    ReplyDelete
  17. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    3+4=7 bersifat kontradiktif karena terbebas oleh ruang dan waktu. Akan bernilai salah jika itu dipandang terikat oleh ruang dan waktu, misalkan 3 pensil + 4 buku tidak sama dengan 7 buku. Contoh lain adalah 3x4=12, hal itu tidak untuk toko fotokopi dan digital bahwa 3x4=1000 yang artinya foto 1 lembar dengan ukuran 3x4 berharga 1000 rupiah.

    ReplyDelete
  18. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dari elegi ini dapat saya simpulkan bahwa apabila kita menyatakan 3+4=7 benar tanpa menjelaskan apa alasannya maka kita sudah bersifat manipulatif. Semuanya harus jelas dan memiliki alasan serta keterangan ruang dan waktunya. Untuk itu sebagai guru harus senantiasa memperdalam ilmu pengetahuan yang dimilikinya dan menguasai matematika secara filsafatnya juga supaya tidak terjadi kesalahan atau miskonsepsi pada siswa. Guru bertanggung jawab untuk mengatasi miskonsepsi yang dialami siswa dan sebelum melakukan hal tersebut, guru harus mengatasi miskonsepsi yang dialaminya sendiri terlebih dahulu yaitu dengan cara memperdalam lagi pengetahuannya.

    ReplyDelete
  19. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    3+4 = 7 akan bernilai benar jika tanpa melibatkan ruang dan waktu. Jika 3+4=7 dianggap benar, hal itu sebenarnya merupakan reduksi dari suatu pengetahuan, yang sebenarnya bila dibiarkan akan berbahaya. Namun penyederhanaan 3+4=7 dianggap benar ketika menjelaskan proses penjumlahan untuk anak SD adalah suatu hal yang wajar, karena anak SD belum memahami apa itu kontradiksi. Hanya saja kita perlu memancing sesuatu pada siswa agar mereka berfikir kritis, bahwa 3 kambing ditambah 4 ayam tidak bisa dijumlahkan begitu saja menjadi 7 kambing atau 7 ayam.

    ReplyDelete
  20. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    "3+4=7" adalah pernyataan yang benar jika terbebas dari ruang dan waktu. Seperti kita ketahui bahwa para siswa di sekolah terikat oleh ruang dan waktu, penyataan ini mungkin memiliki makna lain. Hal ini adalah tantangan bagi para guru atau pendidik agar dapat menyampaikan fenomena ini kepada siswa dengan bahasa mereka sendiri agar dapat langsung dan mudah dipahami.

    ReplyDelete
  21. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  22. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Tugas utama seorang guru adalah bagaimana mampu menyampaikan matematika sebagai bahasa komunikasi yang dapat diterima oleh peserta didik.
    Pada usia siswa, mereka lebih mampu memahami sesuatu yang sifatnya riil dan bermanfaat bagi hidupnya, mereka akan lebih menikmati belajar matematika dengan pembelajaran bermakna.
    Dengan pembelajaran berbasis kontekstual dan realistik, siswa tidak merasa takut lagi untuk mempelajari matematika.
    Problem-problem yang ada dalam matematika harus mampu dibawa dalam dunia siswa sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan bahasa mereka dan kreativitas yang dimiliki.

    ReplyDelete
  23. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017
    Elegi ini membuat saya mengingat betapa cukup sulitnya mengenalkan konsep operasi aljabar kepada siswa dimana siswa harus memahami konsep variabel terlebih dahulu. Seperti yang bapak contohkan 3 pensil + 4 buku = 7 buku, atau bisa jadi dijawab siswa 7 pensil dan buku, padahal operasi tersebut tidak bisa dijumlahkan karena berbeda variabel. Jika hanya berfokus pada 3+4= 7 tidak melihat konteks penggunaannya maka sepeti itulah yang akan terjadi. Di sini guru sangat berperan penting dalam mengenalkan konsep matematika kepada siswa.

    ReplyDelete
  24. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Matematika murni itu terbatas oleh ruang dan waktu tertentu. Sedangkan dunia anak yang mempelajari matematika sekolah itu terkait oleh ruang dan waktu. Maka menjadi tugas bagi guru, bagaimanan cara menyampaiakn konsep matematika yang terbebas dari ikatan ruang dan waktu, menjadi bahasa matematika yang mudah dipahamai dan dimengerti oleh siswa yang notabene masih belajar melalui pengalaman yang mereka meliki. Terimakasih

    ReplyDelete
  25. Vidiya rachmawati
    17709251019
    PM A

    1. Daya tarik dan tantangan pelajaran matematika memang terletak pada konsep-konsep yang bersifat dinamis. sebagai pengajar matematika harus mampu menguasai konsep dasar dari matematika sebelum menjelaskan suatu materi ke peserta didik khususnya peserta didik SD dan SMP yang dunianya terikat dengan Ruang dan Waktu. dalam hal ini pembelajaran secara konstektual perlu diterapkan sehingga siswa dapat membedakan ketika diberi masalah tentang penjumlahan 3 apel + 4 apel akan berbeda hasilnya dengan 3 apel + 4 mangga. Dengan demikian siswa akan belajar lebih menyenangkan dan konsep dasar materi yang diajarkan dapat masuk ke jalan pemikiran siswa.

    ReplyDelete
  26. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    2. Sebaiknya setelah guru selesai mengajar anak – anaknya ilmu yang didapatkan langsung dapat dibawa ke dunianya sehingga tidak bertentangan dengan kehidupan nyata, sehingga ia tertarik untuk mempelajarinya, tetapi kalau hanya sekedar mengetahui dan mendapat nilai matematika yang tinggi, pada umumnya anak akan merasa bosan dan malas.

    ReplyDelete
  27. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    3. Tugas utama seorang guru adalah bagaimana mampu menyampaiakan matematika sebagai bahasa komunikasi yang dapat diterima oleh peserta didik. Pada usia siswa, mereka lebih mampu memahami sesuatu yang sifatnya riil dan bermanfaat bagi hidupnya, mereka akan lebih menikmati belajar matematika dengan pembelajaran bermakna. Dengan pembelajaran berbasis kontekstual dan realistik, siswa tidak merasa takut lagi untuk mempelajari matematika. Masalah-masalah yang ada dalam matematika harus mampu dibawa dalam dunia siswa sehingga siswa mampu menyelesaikan masalah tersebut dengan bahasa mereka dan kreativitas yang dimiliki.

    ReplyDelete
  28. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Dunia anak adalah dunia yang dibatasi atau terikat oleh ruang dan waktu. Karena hal itulah, jadi sebagai seorang guru, kita tidak boleh mengatakan 2+3 = 5 tanpa keterangan apapun. Apakah 2 buku + 3 pensil = 5 buku atau 5 pensil? Di sini jelas bahwa pengajaran di masa kecil juga terikat oleh ruang dan waktu. Oleh karena itu, matematika adalah kontradiksi atau tidak konsisten tergantung pada ruang dan waktu

    ReplyDelete
  29. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dari elegi ini dapat kita ambil hikmah bahwa segala sesuatu tergantung konteksnya. Maka kebenaran akan semua yang ada dan yang mungkin ada terikat dengan ruang dan waktu. Ini sama hal nya bila kita menyebutkan saat ini adalah siang hari. Hal ini benar bagi kita namun bagi orang yang berada di luar negeri seperti di Amerika hal ini salah karena di sana malam. Jadi semuanya tergantung ruang dan waktu.
    Maka dalam pendidikan, diperlukan kreativitas guru dalam memberikan pemahaman kepada siswa sehingga terhindar hal yang manipulatif.

    ReplyDelete

  30. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Sampai disini saya malah menjadi bingung dengna ruang dan waktu matematika sekolah. Memang 3+4=7 adalah absolut pada dunianya para logicist-formalist-foundalist yaitu dunia yang terbebas ruang dan waktu. Tetapi sampai pada pernyataan 3 buku ditambah 4 pensil memang tidak bisa kita katakan sebagai 7 pensil. Hal seperti ini ketika dulu saya pelajari disekolah adalah karena memang kedua sesuatu yang berbeda. Sering terjadi kesalahan konsep bahwa perbedaan itulah yang disebut dengan variabel. Namun, sekarang saya jadi baru berpikir, jika konsep variabel yang benar misalnya adalah banyaknya pensil, lalu pensil itu sendiri dipandang sebagai apa di matemtika. Sampai di sini saya sudah sedikit paham dengan kontradiksi matemtika apabila dibawa pada dunia hakekat, namun saya masih sedikit bingung kontradiksi di dunia matematika sekolah, sepertinya semoga dapat saya pahami pada artikel selanjutnya.

    ReplyDelete
  31. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Memandang matematika dengan filsafat maka objeknya adalah sesuatu yang ada dan mungkin ada. Objek pikir tersebut kemudian tidak dapat menjadi mutlak ketika dia terikat dari ruang dan waktu. dari contoh yang 3+4=7 benar jika dia terbebas dari ruang dan waktu, namun 3+4≠7 jika terikat dalam ruang dan waktu. Itu dikatakan kontradiktif. Jika dilihat dari tahap berpikir, pikiran anak-anak tidak bisa disamakan dengan pikiran orang dewasa. Pikiran anak yang terikat pada ruang dan waktu tidak bisa begitu saja menerima bahwa 3+4=7. Sesuai dengan isi elegi diatas, bahwa 3+4=7 bisa saja menjadi kontradiktif jika dipikirkan oleh anak-anak.

    ReplyDelete
  32. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. matematika sekolah yang dipelajari siswa bergantung pada ruang dan waktu. Matematika yang bergantung pada ruang dan waktu merupakan matematika yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Matematika harus dapat dipahami siswa, harus dapat dirasakan keberadaannya oleh siswa. Sebab maematika merupakan ilmu tetang pemecahan masalah, yang tentu masalah itu harus dialami siswa.

    ReplyDelete
  33. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini diceritakan bahwa 3 + 4 =7 yang masih dipelajari di sekolah SD dan SMP merupakan matematika yang masih terikat oleh ruang dan waktu. Karena dalam pembelajaran, 3 + 4 = 7 tidak sama dengan 7 ketika 3 dan 4 merupakan koefisin dari suatu variabel. Maka disinilah yang disebut sebagai kontradiktif.

    ReplyDelete
  34. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Guru yang baik harus dapat menjelaskan berbagai kejadian dalam matematika dalam bahasa siswa. Selain itu, matematika murni sangat sukar untuk diimplementasikan di pembelajaran matematika di sekolah. Karena dunia matematika murni adalah dunia yang terbebas dari ruang dan waktu, maka matematika murni akan benar selama tidak ada batas ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  35. Muhammad Sabri
    1770125034
    S2 PEP B

    Menjelaskan kajian secara Logicist-Formalist-Foundationalist menggunakan bahasa siswa menjadi tantangan terbesar yang sering dialami guru. oleh karena itu, mathematics Logicist-Formalist-Foundationalist masih sulit diterapkan dalam matematika sekolah.

    ReplyDelete
  36. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    sebagai seorang guru tidak boleh mengatakan 3pensil + 4buku = 7buku. Karena penjumlahan hanya dilakukan pada suku-suku yang sejenis saja. Sesuatu yang tidak sejenis itu tidak bisa dijumlahkan seperti ilustrasi tersebut Dengan begitu sebagai calon guru kita perlu berhati-hati dalam menjelaskan Matematika kepada para murid agar kita tidak menimbulkan suatu kesalahan.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  37. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Saya tertarik dengan kalimat "tanpa keterangan apapun". Matematika sekolah itu tidak dapat dijelaskan seperti matematika murni. Karena melihat contoh yang disampaikan pada postingan ini terlihat bahwa 3+4 belum tentu hasilnya 7 apabila tidak disertai dengan keterangan. 3+4 akan bernilai benar apabila diberi keterangan apa yang akan kita jumlahkan tersebut. Tantangan guru untuk dapat menjelaskan matematika agar siswa memahami apa yang dimaksud dengan matematika. Guru harus mampu masuk ke dunia siswa, sehingga apa yang disampaikan guru mengenai matematika terasa dekat dengan siswa.

    ReplyDelete
  38. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Konsepsi kesalahpahaman siswa mengenai penjumlahan "3 buku + 4 bolpen = 7 bolpen" memang rantan dilakukan oleh siswa, hal inisering kali disebabkan karena guru salah dalam memberikan appersepsi dalam pembelajaran aljabar atau guru memberikan konsepsi atau permisalah aljabar dengan tidak tepat sehingga mengundang terjadinya miskonsepsi siswa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  39. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Dunia ini dipenuhi oleh hal-hal kontradiktif yang sering kali tidak terpikirkan oleh banyak orang termasuk saya. begitu juga dalam matematika. Misalnya seperti pengandaian 3+4=7 dan 3pinsil+4buku yang hasilnya bukan 7 buku atau 7 pinsil atau 7 buku pinsil. Keterikatan dalam ruang dan waktulah yang mempengaruhinya, hal yang sering kali dilupakan.

    ReplyDelete