Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 21: Mengapa 3+4=7 kontradiktif? (Bagian Kesatu)




Oleh Marsigit

Sudah saya buktikan bahwa 3+4=7 tidak berlaku untuk semua Ruang dan Waktu. Maka 3+4=7 adalah absolutely true hanya untuk Dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu yaitu dunianya para Logicist-Formalist-Foundationalist.

Padahal kita mengetahui bahwa Dunia Anak-anak SD dan SMP itu adalah Dunia yang terikat dengan Ruang dan Waktu. Oleh karena itu jika kita mengatakan 3+4=7 sebagai benar begitu saja tanpa keterangan apapun, maka kita telah bersifat MANIPULATIF. Buktinya saya tidak dapat mengatakan bahwa 3pensil + 4buku = 7buku.

Persoalan pedagogiknya adalah bagaimana guru mampu menjelaskan kajadian ini menggunakan bahasa siswa. Inilah satu kejanggalan yang bisa menjadi awal untuk mempertanyakan Validitasnya karya Logicist-Formalist-Foundationalist dalam usahanya menangani problem-problem pembelajarann matematika di sekolah.

8 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya kurang setuju dengan pemaparan Prof. 3+4=7 tidak berlaku untuk semua ruang dan waktu. karena ketika 3+4 itu tidak mempunyai embel-embel (misalnya 3x+4y) maka hasilnya akan 7 dan itu menurut saya tidak dibatasi oleh ruang dan waktu karena itu simbol, Namun ketika 3+4 itu punya embel-embel misal tadi yang dipaparkan Prof. 3 pensil + 4 buku tentu tidak bisa dijumlahkan, karena sudah punya embel-embel yakni pensil dan buku. Sehingga 3+4 jauh berbeda dengan 3pensil + 4 buku.

    ReplyDelete
  2. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dalam matematika banyak hal-hal kontradiktif yang tidak disadari, Misalnya seperti pemisalan 3+4=7 dan 3pensil + 4buku yang hasilnya bukan 7 buku atau 7 pensil atau 7 buku pensil. Keterikatan dalam ruang dan waktulah yang mempengaruhinya, hal yang sering kali dilupakan

    ReplyDelete
  3. Guru mengajarkan matematika pada siswa baru separo dunia, yaitu dunia yang terbebas dari ruang dan waktu. Siswa juga harus belajar mengenal matematika yang tidak terbebas dari ruang dan waktu. Memberikan permasalahan yang mempunyai inpo yang berlebih atau masalah denganinfo yang kurang, kemudian mencari info yang dibutuhkan bukan dari buku atau masalah itu sendiri tetapi dari sumber yang lain atau realitas kehidupannya.

    ReplyDelete
  4. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    3+4=7 adalah benar untuk dunia yang terbebas oleh Ruang dan Waktu yaitu dunianya para Logicist-Formalist-Foundationalist. Dan karena Dunia Anak-anak SD dan SMP itu adalah Dunia yang terikat dengan Ruang dan Waktu maka kita perlu mengatakan 3+4=7 sebagai benar dengan sebuah keterangan atau dengan sebuah pengalaman. Kita berada didalam ruang dua dimensi yakni dimensi ruang dan waktu. Waktu sebagai dimensi menjadikan kita hanya dapat bergerak maju tidak mungkin bergerak mundur. Sehingga untuk mempelajari 3+4=7 dapat menggunakan sebuah garis bilangan yang hanya memungkinkan kita dapat bergerak maju atau mundur karena kita berada didalam dua dimensi.

    ReplyDelete
  5. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Dunia anak adalah dunia yang dibatasi atau terikat oleh ruang dan waktu. Mereka belajar matematika berawal dari konkret ke abstrak. Karena hal itulah, sebagai seorang guru, kita tidak boleh mengatakan 3+4 = 7 tanpa keterangan apapun kepada siswa SD. Hal ini bisa mengakibatkan kontradiksi dan misunderstanding. Dunia sekolah dan dunia siswa terikat dengan ruang dan waktu. Apakah 3+4=7 berlaku untuk segala situasi? Apakah 3 sepatu + 4 baju = 7 sepatu atau 7 baju?. Semua itu jelas berbeda. Oleh karena itu, penting bagi seorang guru memahami dan menerapkan tahapan belajar matematika siswa yaitu dimulai dari matematika konkret, model matematika konkret, matematika formal, dan model matematika formal.

    ReplyDelete
  6. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Menanggapi elegi tentang 3 + 4 = 7 belum tentu benar, tergantung ruang dan waktunya. Hal ini jika kita ajarkan kepada siswa SD tentu mereka akan tambah bingung dan bisa menjadikan menjauh dari matematika. Akan tetapi ketika penyampaian materi/ konsep tepat maka siswa akan betul-betul paham. Oleh karena itu, peran guru sangat membantu dalam penanaman konsep sehingga terjadi pembentukan logos dari mitos-mitos.Siswa-siswa di sekolah dasar belum mampu menjangkau hal-hal yang bersifat abstrak, sehingga guru perlu mengaitkan pembelajaran matematika ke dalam kehidupan sehari-hari yang dekat dengan siswa atau yang bersifat lebih konkret agar lebih mudah dipahami.

    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Itulah yang menjadikan matematika itu kontradiktif, karena dengan adanya kontradiktif akan dapat melahirkan ilmu baru untuk semua orang. Saya sendiri meyakini bahwa 3+4 =7 adalah kontradiksi yang terikat oleh ruang dan waktu. Ketika misalnya 3+4=7 terikat ruang dan waktu anak usia dini mungkin mereka akan menyatakan salah 3+4=7 dan mungkin saja mereka menjawab 1 karena dalam ruang dan waktunya anak usia dini baru dikenal angka 1. Untuk calon pendidik sendiri jangan mematasi ikatan ruang dan waktu siswa berkembang, yang perlu kita lakukan fasilitasi keterkaitan tersebut dengan arahan yang benar.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Sebagai ilmu pasti, jawaban dari setiap pertanyaan Matematika tidaklah harus selalu mutlak hanya 1 jawaban. tetapi matematika juga haruslah dapat menyesuaikan diri, jawaban matematika tergantung ruang dan waktu. benar seperti yang dikatakan Prof.Marsigit. ketika kita membicarakan konsep penjumlahan, tentu 3+4=7 , tetapi hal ini tidak mutlak, karena kita berbicara konsep aljabar, misalnya 3x+4y, jawabannya tidak sama dengan 7.

    ReplyDelete