Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 9: School Mathematics




Oleh Marsigit

Ebbutt and Straker (1995) mendefinisikan SCHOOL MATHEMATICS, yang kemudian disebut saja sebagai Hakekat Matematika Sekolah sebagai berikut:
1. Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan
2. Matematika adalah kegiatan problem solving
3. Matematika adalah kegiatan investigasi
4. Matematika adalah komunikasi


Itulah hakekat matematika yang selama ini di pandang sebagai alternatif agar matematika di sekolah tampak lebih ramah dan menyenangkan bagi diri siswa.

9 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Berdasarkan artikel, jelas bahwa matematika sekolah cocok untuk diterapkan pada pelajar muda. Hal ini karena hakikat matematika sekolah dipandang sebagai alternatif bahwa matematika sekolah tampaknya lebih ramah dan menyenangkan bagi siswa. Matematika sekolah juga berbeda dengan matematika formal karena matematika formal hanya untuk tingkat universitas, sehingga matematika formal akan menjadi sia-sia dan tidak berarti bagi siswa SD. Itu sebabnya orang dewasa atau guru tidak bisa mengajar matematika formal untuk siswa SD.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dengan wacana diatas, dan saya yakin kalau hal itu bisa diterapkan guru dalam pembelajaran matematika maka matematika itu akan menjadi pelajaran yang disenangi oleh siswa. Namun kenyataan dilapangan jauh berbeda dengan hakikat matematika itu sendiri, sehingga menyebabkan matematika menjadi pelajaran yang menakutkan, membosankan dan tidak mempunyai manfaat.

    ReplyDelete
  3. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Dari elegi ini, hakekat matematika sekolah menurut Ebbut lebih menekankan atau memperhatikan pada segi psikologis siswa. Dimana matematika sekolah memang seharusnya menyenangkan agar dapat menarik minat siswa terhadap matematika dan tidak membuat siswa takut terhadap matematika.

    ReplyDelete
  4. Matematika sekolah diajarkan disetiap jenjang pendidikan. Matematika mempunyai manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Pendapat Straker tentang matematika sekolah dapat dijadikan pedoman dalam mengajar matematika di sekolah. Ada standar lain atau pedoman lain yang juga dapat digunakan untuk pembelajarn di sekolah misal NCTM. Atau kita juga dapat membuat standar atau pedoman sendiri dengan memilih atau menambah yang disesuaikan dengan karaktersitik siswa dan manusia Indonesia. Semoga ada ahli Indonesia atau lembaga Matematika atau MGMP matematika yang dapat membuat standar dan pedoman Matematika untuk Indonesia.

    ReplyDelete
  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam pelaksanaan pembelajaran matematika di sekolah harus memperhatikan ruang lingkup matematika sekolah, yang dilihat dari segi penyajian, pola pikir, semesta pembicaraan dan tingkat keabstrakan. Penyajian matematika sekolah tidak harus diawali dengan teorema maupun definisi, tetapi haruslah disesuaikan dengan perkembangan intelektual siswa. Misalkan ketika menyajikan topik teori peluang tentang kejadia, ruang sampel, kejadian bebas dan lain-lain tidak langsung kepada definisi atau teorema tetapi melalui pendekatan konkret atau induktif dengan melakukan percobaan sederhana misalnya melantunkan dadu yang dapat dilakukan sebagai awal pembelajaran. Pola Pikir matematika sekolah dapat menggunakan pola pikir deduktif maupun pola pikir induktif. Hal ini harus disesuaikan dengan topik bahasan dan tingkat intelektual siswa. Sebagai kriteria umum, biasanya di SD menggunakan pendekatan induktif lebih dulu karena hal ini lebih memungkinkan siswa menangkap pengertian yang dimaksud sedangkan untuk siswa SMP dan SMA lebih menekankan pola pikir deduktif. Selanjutnya semesta pembicaraan matematika sekolah perlu memperhatikan tingkat perkembangan intelektual siswa, maka matematika yang disajikan dalam jenjang pendidikan juga menyesuaikan dalam kekompleksan semestanya. Semakin meningkat tahap perkembangan intelektual siswa, maka semesta matematikanya semakin diperluas. Contohnya operasi bilangan bulat pada Kurikulum 2004 di SD dibatasi pada operasi penjumlahan dan pengurangan saja. Operasi yang berlaku pada bilangan bulat lainnya seperti perkalian, pembagian dan perpangkatan tidak diberikan. Tingkat keabstrakan matematika sekolah juga harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan intelektual siswa. Di SD dimungkinkan untuk “mengkonkretkan” objek-objek matematika agar siswa lebih memahami pelajaran. Namun, semakin tinggi jenjang sekolah, tingkat keabstrakan objek semakin diperjelas. Contohnya dalam pembelajaran bilangan di SD, siswa tidak langsung diperkenalkan simbol “2” ataupun “3” beserta sifat urutannya, tetapi dimulai dengan menggunakan benda-benda konkret dan menyuguhkan sifat urutan/relasi sebagai sifat “lebih banyak” atau “lebih kurang”.

    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Matematika sekolah dirancang agar siswa menjadi aktif, kreatif dan senang dalam mempelajari matematika. Sedangkan jika matematika formal yang diberikan kepada siswa, hal tersebut akan menyebabkan banyak siswa yang merasa tertekan dan frustasi saat belajar matematika. Oleh karena itu guru harus mengubah cara pandang mereka tentang matematika yang seharusnya di ajarkan di sekolah. Matematika yang ramah dan menyenangkan bagi siswa. Sesuai dengan definisi matematika sekolah, yaitu matematika merupakan kegiatan. Oleh karena itu, pembelajaran matematika seharusnya di rancang sebagai kegiatan-kegiatan yang melibatkan siswa dan menstimulasi siswa untuk lebih aktif, kreatif, senang dan antusias dalam mengikuti pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  7. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dari keempat poin diatas tentunya memiliki hubungan yang saling keterkaitan antara poin yang satu dengan yang lainnya. Keempat poin tersebut tentu sebuah proses menuju pembelajaran yang inovatif. Matematika sebagai pola merupakan sebagai penelitian pola dari struktur, perubahan dan ruang.
    Di lain sisi kadang kala kegiatan problem solving menjadi momok menakutkan untuk siswa belajar matematika, karena kegiatan problem solving kadang kala tidak dikemas dalam kegiatan yang menyenangkan sehingga cenderung dihindari oleh siswa. Oleh karena itu untuk menjalani hakekat matematika ini adalah suatu tantangan buat saya sendiri sebagai calon pendidik dimasa yang akan datang.

    ReplyDelete
  8. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dunia anak merupakan masa pengenalan yang penuh dengan kegembiraan tanpa beban pemikiran yang mendalam. Dan dunia anak ini adalah dunia yang realistik maka semestinya matematika disajikan dengan penuh kegembiraan dan realistik dalam pembelajarannya di sekolah. Karena begitu pentingnya matematika dalam kehidupan manusia. Matematika sekolah khususnya bagi anak tentunya dikemas dan disesuaikan dengan perkembangan anak. Salah satu hakekat matematika sekolah adalah Matematika adalah kegiatan problem solving. Dalam hal ini tentunya guru harus menyediakan lingkungan belajar matematika yang merangsang timbulnya persoalan matematika, membantu siswa memecahhkan persoalan, matematika menggunakan caranya sendiri, membantu siswa mengetahui informasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan matematika, mendorong siswa untuk berpikir logis, konsisten, sistematis dan mengembangkan sistem dokumentasi/catatan, mengembangkan kemampuan dan ketrampilan untuk memecahkan persoalan, membantu siswa mengetahui bagaimana dan kapan menggunakan berbagai alat peraga/media pendidikan matematika seperti : jangka, kalkulator, dll.

    ReplyDelete
  9. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dalam tulisan ini, hakekat Matematika Sekolah sebagai berikut: 1. Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubungan, 2. Matematika adalah kegiatan problem solving, 3. Matematika adalah kegiatan investigasi, 4. Matematika adalah komunikasi. Matematika adalah kegiatan penelusuran pola atau hubngan yang artinya bahwa matemtika itu mencari hubungan antara suatu kejadian dengan kejadian lain, menghubungkan konsep dengna konsep lain atau bahkan menghubungkan konsep matemtika dengan kehidupan sehari-hari. Matematika adalah kediatan problem solving yang artinya adalah matemtika itu suatu kegiatan memecahkan masalah dengan menggunakan ilmu atau konsep yang telah dimiliki. Dan untuk point ketiga dan keempat dapat dijadikan sebagai asas pragrmatis dari matematika yaitu melakukan investigasi untuk menyelesaikan masalah dan selanjutnya akan terjalin komunikasi di dalamnya, baik itu antara guru dengan siswa, siswa dengan guru, siswa dengan siswa ataupun siswa dengan orang lain disekitarnya.

    ReplyDelete