Feb 12, 2013

Problem Utama Inovasi Pembelajaran (Matematka) pada PLPG dan Sertifikasi Guru




Problem utama yang dihadapi guru dalam kegiatan PLPG dan Pendidikan Profesi Guru (Matematika) adalah Bagaimana Mengaplikasikan Perubahan Paradigma dari Pembelajaran Berpusat pada guru ke Pembelajaran Berpusat pada Siswa.


Berdasarkan pengalaman membimbing pada Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru maka kesulitan yang dialami guru umumnya pada: 1) Bagaimana melibatkan seawal mungkin para siswa dalam kegiatan belajar di kelas, 2) Bagaimana melayani kebutuhan belajar untuk seluruh siswa, 3) Bagaimana mengembangkan LKS? Para guru biasanya hanya mengembangkan satu jenis LKS dan menggunakan LKS hanya untuk memberi atau sebagai kumpulan soal.
Dalam latihan praktek pembelajaran matematika guru pada umumnya berangkat dari asumsi yang sudah biasa dipraktekkan selama bertahun-tahun sebelumnya. Tentang inovasi baru biasanya memang dirasa telah memahami dan adalah bisa dan mungkin untuk dipraktikkan. Tetapi para guru biasanya baru menyadari setelah dalam prakteknya menerima masukkan dari supervisor atau pembimbing. Yang selama ini dikira sudah melaksanakan suatu metode tertentu misalnya metode A, ternyata belum memenuhi kriteria telah melaksanakan metode A Demikian seterusnya, sehingga kegiatan PLPG jalur pendidikan profesi dirasakan sangat bermanfaat bagi guru. Selamat berjuang (Marsigit)

123 comments:

  1. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Pembelajaran bermakna (meaningfull) merupakan kata kunci dalam memberdayakan siswa. Gagasan pembelajaran bermakna pertamakali dikemukakan oleh David Ausubel (Budiningsing, 2005; Ruseffendi, 2006). Ems dkk (2005) memberi nama belajar bermakna dengan Natural Learning. Ciri-ciri belajar natural menurutnya adalah: (1) Belajar akan menjadi natural bila bermakna, (2) Siswa mempelajari bagaimana menerapkan apa yang dipelajari bagi kehidupan profesionalnya, dan (3) Siswa mengembangkan kualitas diri untuk mampu menyelesaikan masalah realitas yang kompleks.

    ReplyDelete
  2. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Inovasi pembelajaran adalah suatu hal yang sangat penting dan dapat mempengaruhi kualitas pembelajaran. Hal ini dikarenakan belajar itu merupakan aktivitas. Belajar bukanlah sesuatu yang monoton itu itu saja. Selain itu, peserta didik dalam suatu kelas juga merupakan individu yang berbeda-beda. Jadi, tidaklah tepat jika guru berasumsi bahwa semua siswa akan cocok dengan metode, media, sumber ataupun interaksi pembelajaran tertentu saja. Inovasi pembelajaran juga sangat diperlukan untuk beradaptasi dengan pembaruan ataupun perubahan. Kehadiran inovasi pembelajaran sangat diharapkan merata dapat dilakukan oleh semua guru di seluruh Indonesia dengan tujuan yang sama yaitu untuk memfasilitasi siswa membangun pengetahuannya.

    ReplyDelete
  3. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Artikel diatas saya sangatb setuju yang mana kegiatan Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru dirasa sangat bermanfaat bagi guru. Dengan adanya PLPG guru bisa mem[erbaiki llagi kekurangan yang dimilikinya dan mempunyai penegathuan yang baru. Dan dapat membuta semangat baru bagi guru dalam hal inovasi pembelajaran yang bermakna bagi siswa

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Adanya perubahan pada faktor global dan kondisi pendidikan nasional yang hanya jalan di tempat sehingga mendorong pemerintah untuk melakukan upaya-upaya perbaikan ke arah perkembangan yang lebih baik. Salah satu upaya yang ditempuh pemerintah yaitu dengan meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru melalui program sertifikasi guru yang disebut dengan Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG). Maka dengan adanya PLPG, sangatlah memberikan manfaat bagi guru dalam mengatasi setiap permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran sehingga akan ada solusi bagi guru tersebut. Dan mempelajari bagaimana cara mengajar yang baik agar tercipta pembelajaran yang inovatif dan kreatif.

    ReplyDelete
  5. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Beberapa kebijakan ditetapkan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesi, termasuk kualitas pendidikan matematika. Jika kita tinjau ulang, pelaksanaan PLPG dan pendidikan profesi memang sangat membantu guru dalam menghadapi kesulitan selama proses pembelajaran. Kesulitan tersebut diantaranya dalam mengembangkan inovasi model pembelajaran atau mengembangkan LKS yang digunakan sebagai media dalam pembelajaran. Namun, niat yang harus diluruskan adalah pelaksanaan pelatihan ini harusnya dilaksanakan dengan ikhlas dan tidak berdasarkan niat untuk mendapatkan sertifikasi guru semata sehingga pelatihannya menjadi ala kadarnya. PLPG ini harus dimaksimalkan sehingga mencapai tujuan pendidikan yang optimal.

    ReplyDelete
  6. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Hakikat dari pembelajaran matematika sekolah adalah kegiatan siswa. Peserta didik diarahkan untuk bekerja ilmiah, bersikap ilmiah dan dapat menemukan sendiri produk ilmiah yang diharapkan menggunakan metode ilmiah. Dengan menggunakan metode ilmiah (scientific methods), peserta didik dapat mengerjakan lebih dari satu pengertian. Dengan metode ilmiah, peserta didik dapat menemukan sendiri produk ilmiah yang kemudian dapat dimengerti, dihafalkan, dan dapat diaplikasikan dalam kehiupan sehari-hari. Tugas guru dalam pembelajaran matematika adalah mengarahkan, membantu, dan mendorong agar siswa mampu mempelajari matematika secara aktif dan mandiri. Guru diharapkan dapat menjadi fasilitator dan moderator. Guru menggunakan metode ilmiah bertujuan agar siswa dapat menemukan konsep, prinsip, teori, azas, aturan dan hukum-hukum matematika oleh dirinya sendiri melalui kegiatan ilmiah. Kegiatan ini dapat dilakukan secara individual (perorangan) maupun secara kelompok. Dengan menggunakan metode ilmiah siswa dilatih untuk melakukan: learning by doing, learning by process skill, learning to live together, learning to be good, learning to know and learning by experiences.

    ReplyDelete
  7. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    PLPG dan Sertifikasi Guru memang sangat membantu guru, namun masih banyak dari mereka yang merasa masih kesulitan terkait adminitrasi guru kurikulum 2013 yang sebagian besar dirasakan mereka yang sudah lanjut usia. Selain itu, banyaknya beban administrasi yang terkadang proses pembelajarannya pun menjadi terganggu. Oleh karena itu, mau tidak mau ya dijalankan meski banyak kekurangannya.

    ReplyDelete
  8. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Paradigma pendidikan di Indonesia memang pembelajaran yang berpusat pada guru, baik guru maupun siswa sudah terlalu merasa nyaman dengan pembelajaran yang berpusat pada guru. Perubahan paradigma perlu dilakukan bukan hanya pada guru tapi juga pada siswa. Guru perlu menambah wawasan tentang inovasi pendidikan yang dapat diterapkan dikelas uang dapat membuat siswa lebih mandiri dan percaya diri sehingga pembelajaran dapat berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  9. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Program PLPG sangat membantu untuk menjawab pertanyaan point 3) yaitu Bagaimana mengembangkan LKS? Banyak para guru yang masih kesulitan dalam mengembangkan LKS pembelajaran. Para guru biasanya hanya mengembangkan satu jenis LKS dan menggunakan LKS hanya untuk memberi atau sebagai kumpulan soal. Dalam latihan praktek pembelajaran matematika guru pada umumnya berangkat dari asumsi yang sudah biasa dipraktekkan selama bertahun-tahun sebelumnya. Guru biasanya memberikan LKS kepada siswa dalam bentuk LKS siap pakai yang di ambil dari internet ataupun di beli dipasaran. Sehingga ini bisa berakibat kepada kurang kesesuaiannya dengan kebutuhan yang diinginkan oleh siswa dalam proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  10. Anis Kurnia Ramadhani
    14301241020
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Permasalahan tentu dapat muncul dimana saja dan dari siapa saja. Termasuk di dalam pembelajaran pada PPLG dan Sertifikasi Guru. Telah disampaikan bahwa terdapat tiga buah masalah yang muncul, yaitu cara melibatkan siswa sejak dini dalam seluruh kegiatan pembelajaran; cara mengakomodasi seluruh kebutuhan siswa; serta cara mengembangkan LKS untuk siswa.

    Dari tiga permasalahan tersebut, dirasa permasalahan pertama (melibatkan siswa sejak dini dalam seluruh kegiatan pembelajaran) yang tergolong sulit. Ini dikarenakan baik guru, siswa, orangtua siswa, serta masyarakat sekitar sudah tergantung dan terbiasa dengan pembelajaran yang berpusat kepada guru.Dari sudut pandang masyarakat, di dalam pembelajaran yang berpusat pada siswa, masyarakat menganggap kegiatan pembelajaran hanya menyenangkan guru dikarenakan guru tidak melakukan apapun saat kegiatan pembelajaran di kelas. Sehingga, perlu diberikan kembali pemahaman kepada masyarakat, terutama kepada setiap orangtua siswa tentang pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  11. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Masalah yang dihadapi guru dalam melakukan inovasi atau perubahan paradigma pendidikan/pembelajaran yaitu, belum memahami dengan baik apa yang harus mereka lakukan dalam pembelajaran agar siswa yang aktif dan guru sebagai fasilitator. Selanjutnya, guru belum mampu memahami semua karakter siswa dan bagaimana mereka dalam pemperolehan pengetahuan. Selain itu, guru masih sulit untuk kreatif dalam merancang langkah-langkah pembelajaran dan lembar kerja yang ingin diberikan pada siswa.

    ReplyDelete
  12. Zuharoh Yastara Anjani
    14301241025
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Program sertifikasi guru dirasakan sangat penting guna meningkatkan kualitas guru. Melalui program sertifikasi, guru dapat belajar dan mengembangkan empat kompetensi yang harus dimiliki oleh guru. Keempat kompetensi tersebut yaitu kompetensi pedagogik, kompetensi sosial, kompetensi profesional, dan kompetensi kepribadian.
    Termasuk dalam hal ini, PLPG memfasilitsi guru untuk mengembangkan perangkat pembelajaran seperti LKS. LKS ini termasuk salah satu perangkat yang sangat diburuhkan dalam pembelajaran, sehingga guru sebaiknya belajar menyusun LKS dengan baik agar tepat guna dan tepat sasaran.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Guru harus mampu membuat perangkat pembelajaran yang kreatif dan inovatif. Perangkat yang dikembangkan tentu harus disesuaikan dengan jaman, ruang dan waktu. Metode yang dulu digunakan dan berhasil belum tentu pada jaman sekarang juga berhasil. Saat ini teknologi sudah amat canggih, mungkin guru bisa memanfaatkan teknologi tersebut untuk pembelajaran, membuat program atau games yang meningkatkan kesenangan siswa dalam belajar matematika. Sehingga PLPG sangat diperlukan untuk perbaikan kualitas guru.

    ReplyDelete
  14. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan artikel “Problem Utama Inovasi Pembelajaran (Matematka) pada PLPG dan Sertifikasi Guru”, memang perlu dilakukan perubahan dari pendekatan pembelajaran berpusat pada guru menuju pembelajaran berpusat pada siswa. Karena sampai saat ini, pada umumnya siswa belajar bergantung pada guru. Belum ada inisiatif sendiri bahwa belajar merupakan suatu kebutuhan. Hal ini disebabkan, kebanyakan guru menggunakan metode pembelajaran yang berpusat pada guru (guru yang lebih aktif). Dalam hal ini, pembelajaran tersebut hanya membentuk siswa yang pasif, tidak berkembang, dan tidak kreatif.

    ReplyDelete
  15. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sangat setuju bahwa kegiatan Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru sangat penting guna untuk memperbaiki serta meningkatkan kualitas guru. Diharapkan, sedikit demi sedikit dilakukan adanya perubahan berorientasi pada pembelajaran yang berpusat pada siswa. Maksudnya, guru bukan sebagai penceramah melainkan sebagai fasilitator, dan menuntut adanya keterlibatan siswa dalam proses belajar mengajar. Sehingga, terbentuklah guru dan siswa yang aktif, kreatif, dan berpikir kritis. Belajar pun bukan merupakan suatu beban melainkan suatu hobby.

    ReplyDelete
  16. Woro Sophia Amirul Kusumawati
    14301241048
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kualitas guru saat ini memang masih perlu ditingkatkan. Banyak guru yang masih kesulitan dalam mengubah paradigmanya, dari pembelajaran berpusat guru menjadi pembelajaran berpusat siswa. Banyak guru yang merasa telah melibatkan siswanya namun kenyataanya belum mampu. PLPG dan PPG dinilai sangat membantu. Dengan adanya PLPG dan PPG dapat meningkatkan kualitas guru. Guru dapat belajar bagaimana membuat RPP yang benar, membuat LKS yang benar, mengolah kelas yang benar, membuat inovasi pembelajaran yang sesuai, dll.

    ReplyDelete
  17. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    PLPG dan Profesional Guru Pendidikan dapat meningkatkan kualitas guru, dapat mengubah cara mengajar di kelas, untuk menambah wawasan dan pengetahuan, dan juga dapat membuat guru lebih kreatif. Karenanya, guru harus memiliki cara yang inovatif mengajar sehingga siswa dapat dengan mudah memahami dan mereka senang bahwa pelajaran akan disampaikan lebih mudah masuk ke dalam otak mereka.

    ReplyDelete
  18. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan yang umum dihadapi di masa sekarang adalah sulitnya beradaptasi dari pembelajaran berpusat pada guru menjadi pembelajaran berpusat pada siswa. Dengan adanya PLPG dan Pendidikan Profesi Guru dapat diidentifikasi kesulitan-kesulitan tersebut. Ada beberapa kesulitan yang dihadapi seperti sulitnya melibatkan siswa dari awal mulainya pembelajaran, memfasilitasi seluruh siswa, dan bagaimana mengembangkan LKS agar sesuai dengan yang dibutuhkan siswa.

    ReplyDelete
  19. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan adanya kegiatan diatas memotivasi guru agar dapat menyadari kekurangan pada diri mereka dalam menyusun atau merancang pembelajaran. Saat hal tersebut dilakukan terus menerus, diharapkan kegiatan ini dapat bermanfaat dalam memperbaiki pembelajaran dan membuatnya menjadi lebih baik. Juga bermanfaat dalam memberikan referensi bagi guru tentang metode yang tepat digunakan.

    ReplyDelete
  20. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Salah satu kebijakan pemerintah untuk menghasilkan pengajar yang inovatif dengan melalui program PLPG, program ini memberikan pelatihan, bimbingan kepada guru tentang bagaimana mengajar yang inovatif baik itu pembuatan media belajar dan perangkat pembelajaran yang inovatif tersebut. Selain itu program ini juga memberikan keuntungan finansial bagi para guru, tujuannya adalah apabila secara finansial guru sudah memadai maka diharapkan totalitas guru dalam mengajar lebih meninggkat bahkan maksimal. Akan tetapi program PLPG saja tidak cukup untuk menghasilkan guru yang berkompetensis tetapi diperlukan program yang kontinu dalam pembinaan guru-guru tersebut.

    ReplyDelete
  21. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)


    PLPG jalur pendidikan profesi sangatlah bermanfaat bagi guru guna menambah wawasan dan keterampilan dalam mengajar. Dalam paparan di atas diuraikan berbagai permasalahan yang dialami oleh guru, akan tetapi seharusnya guru dapat menyelesaikan permasalahan tersebut melalui pendidikan profesi. Menggunakan metode pembelajaran yang berpusat kepada siswa maksudnya dengan menganggap siswa itu sebagai subyek untuk membentuk siswa yang kreatif dan memiliki keterampilan dan wawasan yang luas. Oleh sebab itu, harus segera menerapkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Karena melalui metode tersebut guru dapat mengetahui dan mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh siswa. Melalui metode tersebut siswa tidak hanya meniru apa yang diajarkan dan diberikan guru akan tetapi siswa dapat mengembangkan apa yang telah diajarkan guru.

    ReplyDelete
  22. Adelina Diah Rahmawati
    14301241029
    S1 Pendidikan Matematika A 2014
    Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap guru dalam menjalankan tugas dan kewajibannya menemui berbagai macam permasalahan selama proses pembelajaran. Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh guru adalah bagaimana cara mengubah paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa. Perlu adanya inovasi pembelajaran yang menunjang keaktifan siswa secara mandiri selama proses pembelajaran berlangsung.

    ReplyDelete
  23. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    PLPG ini merupakan suatu pelatihan bagi guru untuk mengajar, perubahan kurikulum dan perkemabangan zaman membuta kemampuan guru juga harus di upgrade, dengan mengikuti pelatihan diharapkan guru menjadi lebih inovatif lagi dalam melakukan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  24. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014



    sertifikasi guru ini masih menjadi perbincangan yang hangat, dengan adanya sertifikasi seharusnya guru dapat lebih konsisten melakukan proses pembelajaran yang sesuai, dengan pengalaman yang ada dan jam mengajar yang sudah banyak maka diharapkan guru dapat sungguh sungguh dapat mengajar, dan dengan peningkatan gaji daopt memacu guru untuk lebih inovatif lagi, bahwasanya kenaikan gaji hanyalah bonus, kesenangan hakiki seorang guru adalah ketika siswa nya dapat memahami materi dengan baik dan memiliki karakter yang baik.

    ReplyDelete
  25. Eka Novi Setiawan
    14301241044
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    PLPG sangat diperlukan pendidik, terutama untuk meningkatkan kemampuan mengelola kelas. Karena seiring dengan perkembangan iptek, media sangat melimpah yang bisa digunakan untuk membantu dalam proses pembelajaran. Tantangan terbesar dalam pendidikan saat ini adalah mengubah paradigma pendidik dari pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Diharapkan dengan pelatihan tersebut dapat mengubah paradigma pendidik saat ini yang asih terbawa dengan pembelajaran ekspositori.

    ReplyDelete
  26. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016
    Permasalahan yang dihadapi para guru merupakan masalah yang sangat mendasar. Permasalahannya adalah bagaimana cara mengubah paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dengan berjalannya waktu, tantangan guru semakin hari semakin berat. Teknologi yang semakin berkembang dengan pesat juga menjadi tuntutan tersendiri untuk guru untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi. Oleh karena itu, Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru sangat bermanfaat untuk terbentuknya suatu perubahan paradigma yang telah bertahun-tahun dipraktikkan sebagian guru pada umumnya. Dengan adanya PLPG dan PPG, guru yang mengikuti akan mendapatkan tambahan informasi mengenai inovasi sistem pembelajaran yang diberikan oleh pembimbing. Sehingga guru dapat menjawab problem diatas dengan selalu menyesuaikan keadaan jaman dengan menggantikan sistem pembelajaran tradisional yang selama ini diterapkan oleh sebagian besar guru di Indonesia menjadi pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pada umumnya guru tradisional menganggap bahwa siswa adalah obyek dari pembelajaran , sehingga guru memperlakukannya seperti tong kosong yang untuk mengisinya dengan pengetahuan guru memberi ceramah dan latihan soal. Metode seperti ini kita kenal dengan metode tradisional. Karena metode pembelajaran tradisional telah diterapkan oleh guru sejak lama maka ketika harus beralih ke metode yang inovatif memang perlu penyasuaian, masalahnya kadang guru sudah merasa menggunakan metode inovatif, padahal masih belum inovatif, masih terjadi secara sadar atau tidak guru terbawa metode pembelajaran tradisional yang telah membudaya dan menjadi kebiasaan. Hal ini terbukti dengan masih banyak guru yang menggunakan papan tulis sebagai sumber utama pembelajaran di kelas.

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Saya sangat setuju dengan adanya Pusat Latihan Pendidikan Guru dan Pendidikan Profesi guru. Diharapkan dengan adanya program tersebut para guru dapat mengembangkan dan menerapkan pembelajaran yang inovatif sehingga pembelajaran yang semula berpusat pada guru berubah menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  29. Hening Carrysa
    14301241012
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) ini sangat diperlukan untuk guru-guru di Indonesia. Telebih lagi dengan adanya perubahan kurikulum dari KTSP menjadi Kurikulum 2013. Dengan adanya PLPG ini diharapkan dapat membantu guru dalam mengembangkan kemampuannya untuk menggunakan berbagai metode pembelajaran yang dapat menfasilitasi potensi-potensi siswa yang ada.

    ReplyDelete
  30. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Terimakasih pak Marsigit. Tulisan ini bisa menjadi referensi untuk latar belakang penelitian. Dari tulisan ini saya mendapatkan: pertama, ternyata benar, selama ini guru masih sulit mengubah gaya mengajar menjadi berpusat pada siswa. Hal ini tentu menjadi hambatan bagi keterlaksanaan kurikulum saat ini. Kedua, ternyata tidak hanya paradigma nya yang bermasalah, perangkat pembelajaran juga tidak dapat diatasi sendiri oleh guru senior. Ketiga, guru masih kurang memahami dalam mengevaluasi proses pembelajaran yang telah dilaksanakan. Hal ini mungkin karena kurangnya alat untuk mengasassmen pembelajaran oleh guru. Sehingga guru kurang jeli dalam mendiagnostik pembelajaan yang telah dilaksanakan.

    ReplyDelete
  31. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Problem Utama Inovasi Pembelajaran (Matematka) pada PLPG dan Sertifikasi Guru. Pembahasan yang sangat menarik untuk didiskusikan. Ya, saya sependapat bahwa program program tersebut memiliki kedudukan yang penting untuk ditingkatkan. Dari sana, guru dapat terus belajar dan terus merefleksi apa yang harus dan perlu diperbaiki dari caranya mengajar. Guru juga dapat meningkatkan inovasi dan kreatifitas melalui program tersebut.

    ReplyDelete
  32. Viani Kurniawati
    14301241051
    S1 Pendidikan Matematikasl A 2014

    Namun, dalam pelaksanaannya seperti yang telah dijelaskan dalam postingann ini adalah kesulitan yang dialami guru adalah 1) Bagaimana melibatkan seawal mungkin para siswa dalam kegiatan belajar di kelas, 2) Bagaimana melayani kebutuhan belajar untuk seluruh siswa, 3) Bagaimana mengembangkan LKS?
    Hal-hal tersebut adalah hal-hal yang juga senantiasa ditekankan oleh Prof Marsigit dalam mata kuliah microteaching maupun etnomatematika kepada kami para calon guru. Dr program plpg dan profesi guru tersebut tentu diharapkan kemampuan guru untuk memfasilitasi siswa dapat benar benar meningkat dan menjadi lebih maksimal.

    ReplyDelete
  33. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dengan adanya PLPG ini diharapkan guru dapat melawati fase perala\ihan antar kurikulum sebelumnya dengan kurikulum yang sekarang berjalan. Sehingga diharapkan guru tidak lagi kebingungan dalam penerapannya dalam sekolah nanti. Saya juga sedikir bepikir mengapa perubahan fase antar kurikulum ini masih berjalan lambat. Saya memperhatikan bahwa perubahan kurikulum ini belum secara utuh didorong antar elemen pendidikan. Dalam prakteknya guru memerlukan berbagai masukan untuk menginovasikan pembelajarannya. Sehingga mungkin dalam prakteknya sekolah dapat berkerjasama dengan berbagai universitas atau lembaga lainnya untuk saling mendukung untuk memberikan inovasinya dalam pendidikan di Indonesia.

    ReplyDelete
  34. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Mungkin hal ini juga terjadi karena guru yang terlalu monoton dalam merencanakan pembelajarannya sehingga tidak siap dalam pelaksanaan pembelajaran sesuai kurikulum baru. Misalnya guru yang tidak mengubah atau mengevaluasi rppnya setiap tahuna sehingga guru hanya menyediakan satu rpp yang monoton dan tak dievaluasi. Sehingg pendangan ini harus diubah, bahwa rpp bukan sebagai formalitas namun sebagai panduan untuk menyiapkan berbagai alternative metode untuk siswa agar lebih bervariasi.

    ReplyDelete
  35. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Salah satu kesulitan yang banyak dialami guru adalah bagaimana cara membuat siswa aktif dalam kelas. Untuk membuat guru terbiasa dengan model pembelajaran yang berpusat pada siswa maka guru perlu diberi pemahaman tentang pendekatan saintifik sebelum secara langsung menerapkannya pada lapangan. Tanpa adanya persiapan dari guru maka pembelajaran yang dimaksud tidak akan tercapai.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  36. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Dalam praktek pembelajaran guru harus mampu terus memperbaiki metode dan model pembelajaran yang digunakan. Salah satu cara agar dapat terus memperbaiki metode dan pembelajaran yang digunakan adalah dengan menerima masukan dan saran dari pengawas atau pembimbing. Sehingga sangat diperlukan komunikasi yang baik antara guru dengan pengawas atau pembimbing.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  37. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Inovasi dalam pembelajaran sangat diperlukan, karena dengan adanya inovsai siswa tidak akan bosan dengan pembelajaran yang dilakukan. Terkait dengan kurikulum 13 maka guru perlu mencari metode dan model yang sesuai dengan materi yang diajarkan karena setiap materi memiliki karakter dan kebutuhan yang berbeda dalam penyampainnnya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  38. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Rendahnya profesionalitas guru akan mengakibatkan rendahnya mutu pendidikan di Indonesia. Oleh karena itu melalui PLPG diupayakan terjadinya peningkatan kompetensinya. Namun guru-guru bersertifikasi ini memiliki kendala dalam mengembangkan keprofesiannya karena rendahnya motivasi berprestasi, keterbatasan waktu, pengetahuan yang kurang dan persepsi terhadap peraturan pemerintah yang belum tegas. Permasalahan tersebut dapat menyebabkan proses pembelajaran terhadap peserta didik tidak efektif. Peningkatan kualitas, kompetensi, dan profesionalisme guru masih harus ditingkatkan karena hingga saat ini tidak terdapat hubungan linier antara peningkatan kualifikasi dan sertifikasi profesi pendidik terhadap hasil belajar siswa.

    ReplyDelete
  39. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Salah satu sumber daya manusia yang harus dipenuhi dalam upaya peningkatan mutu pendidikan adalah keberadaan guru yang professional. Eksistensi guru didasari oleh dasar hukum yang terdapat pada Undang-undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2005 tentang guru dan dosen. Dengan demikian, tidak ada alasan apapun untuk memarjinalkan dan mengecilkan eksistensi seorang guru dalam melaksanakan tugasnya. Secara tegas dikatakan dalam UU tersebut bahwa guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Guru merupakan suatu profesi, yang berarti suatu jabatan yang memerlukan keahlian khusus sebagai guru dan tidak dapat dilakukan oleh sembarang orang di luar bidang pendidikan. Kinerja seorang guru pada sekolah ditunjukan dengan kemampuan kerja dalam merencanakan pembelajaran, melaksanakan proses pembelajaran yang bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

    ReplyDelete
  40. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran tentu akan dijumpai problem-problem, baik dari siswa, guru, lingkungan belajar, maupun dalam kegiatan pembelajaran itu sendiri. Dari problematika yang disajikan di atas dapat disimpulkan bahwa problem yang dialami yaitu bagaimana melibatkan siswa sedini mungkin dalam pembelajaran, bagaimana melayani kebutuhan siswa, dan dan bagaimana mengembangkan LKS.

    ReplyDelete
  41. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketiga problematika seperti disebutkan dalam postingan di atas nampaknya memang sering dialami oleh guru saat mengajar. Berdasarkan pengalaman saat kegiatan Micro teaching dari ketiga problem tersebut adalah problem dalam mengembangkan LKS adalah yang paling sulit. Sebab LKS adalah sumber belajar dan kegiatan siswa, sehingga dalam mengembangkannya perlu mengetahui karakter dan kemampuan siswa dan bagaimana siswa berpikir serta apa yang akan diperoleh siswa dengan adanya LKS tersebut. Walaupun begitu kedua problem yang lain juga sulit karena masih terpaku pada belajar yang teacher centered.

    ReplyDelete
  42. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Membuat siswa mengerti dan memahami konsep-konsep matematika merupakan tujuan utama dari proses pembelajaran matematika. Dalam mewujudkan hal tersebut, tidak cukup hanya dengan pemberian materi secara lisan atau dengan metode ceramah saja dari seorang guru. Adanya keterlibatan siswa secara aktif merupakan hal sangat penting dalam proses pembelajaran matematika. Sehingga diperlukan perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  43. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sehingga tercetus adanya PLPG jalur pendidikan profesi sangatlah bermanfaat bagi guru guna menambah wawasan dan keterampilan dalam mengajar. Harapannya, setelah diadakan PLPG ini akan membuka jendela baru bagi kreativitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  44. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Permasalahan utama yang dihadapi para guru adalah mengubah paradigma pembelajaran tradisional ke pembelajaran inovatif. Adanya PLPG dan PPG dapat dirasa bermanfaat untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan para guru dalam pembelajaran matematika. Misalkan, guru yang selama ini yakin telah menggunakan metode pembelajaran A dengan benar ternyata masih terdapat kekeliruan dalam prakteknya.

    ReplyDelete
  45. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Kegiatan PLPG jalur pendidikan profesi sangat bermanfaat bagi guru. Dengan adanya PLPG guru diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru di bidang pembelajaran.Pada PLPG juga guru bisa mempraktekkan bagaimana cara mengajar di depan para peserta lainnya sehingga dengan begitu guru tersebut dapat merefleksi apa yang telah dia lakukan saat ini apakah sudah benar atau ada yang perlu diperbaiki. Selain itu juga manfaat dari PLPG adalah menambah wawasan guru dalam membuat karya ilmiah, modul dan penelitian lainnya.

    ReplyDelete
  46. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Pengalaman PPL yang telah saya lakukan, saya belum bisa sepenuhnya melibatkan seluruh siswa dalam pembelajaran. Setidaknya masih ada beberapa siswa yang belum ikut terlibat dalam pembelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi bersifat terpusat pada guru, bukan pada murid. Untuk itu saya sangat setuju dengan adanya PLPG dan PPG diharapkan dapat membantu guru dalam mengatasi hal tersebut sehingga guru menjadi fasilitator bagi murid dalam mencari ilmu, bukan sebagai satu - satunya sumber belajar.

    ReplyDelete
  47. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Masalah utama dalam pembaharuan dan inovasi pembelajaran saat ini, memang salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakmampuan dan ketidakmauan guru untuk melakukan perubahan. Mereka sseringkali masih memegang teguh pada keyakinan-keyakinan maupun paradigma-paradigma yang telah terbentuk dari hasil pengalamannya. Guru cenderung mempraktikan pembelajaran sesuai dengan apa yang pernah dialaminya sebelaumnya dan tidak jauh berbeda dengan praktik-praktik pembelajaran pada umumnya yhang seringkali dilakukan oleh para guru tanpa memperhatikan kondisi siswanya. Padahal pembelajaran seharusnya dapat memfasilitasi kemampuan setiap siswa yang tidak sama antara satu dengan lainnya.

    ReplyDelete
  48. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Setiap guru yang peduli dengan siswanya tentu memiliki harapan agar apa yang dia berikan atau aktivitas yang dia lakukan selama pembelajaran dapat berguna bagi muridnya. Hal ini, memacu guru untuk tidak sembarangan dalam mempraktikan pembelajaran bagi siswanya serta mendorong guru untuk terus dapat melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran, sehingga dengan pembelajaran yang dia lakukan dapat memaksimalkan potensi-potensi siswa yang terus berkembang.

    ReplyDelete
  49. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Mencermati fakta dilapangan, memang pada umumnya guru lebih cenderung menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru, bukan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Seperti yang Pak Prof. paparkan dalam artikel ini bahwa guru mengalami kesulitan bagaimana cara melibatkan seawal mungkin siswa dalam kegiatan belajar, bagaimana melayani kebutuhan belajar seluruh siswa dan bagaimana mengembangkan LKS. Dengan metode yang berpusat pada siswa, ruang gerak siswa menjadi terbatas. Meraka akan sulit untuk berkembang, berkreasi, dan tumbuh menjadi siswa yang aktif. Akan sangat sulit memang untuk mengubah kecenderungan tersebut. Hal ini dikarenakan guru telah menerapkan metode ini sejak lama. Namun, faktanya guru telah berusaha untuk mencoba menggunakan inovasi pembelajaran baru, akan tetapi belum berjalan secara optimal.
    Dengan demikian, hadirnya kegiatan PLPG dan pendidikan profesi guru ini akan sangat besar manfaatnya, tidak hanya bagi guru namun juga bagi siswa.

    ReplyDelete
  50. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menanggapi poin pertama yaitu bagaimana melibatkan seawal mungkin para siswa dalam kegiatan belajar di kelas. Menurut saya terlibatnya siswa dalam kegiatan belajar di kelas bukan mulai dari guru masuk kelas lalu mempmin doa. Menurut saya mulai dari persiapan pembelajaran siswa sudah harus dilibatkan di dalamnya. Contohnya jika pertemuan yang akan datang guru telah merencanakan untuk dilakukan diskusi kelompok maka guru wajib memberi tahu kepada siswa gara siswa dapat mempersiapkan diri sebelumnya. Persiapan yang dapat dilakukan siswa berupa persiapan pembentukan kelompok, persiapan materi, persiapan alat dan bahan (jika diperlukan) dan yang paling penting persiapan pikiran dalam melaksanakan diskusi. Dengan begitu siswa terlibat dalam pembelajaran seawal mungkin bahkan sebelum kegiatan belajar di kelas dimulai.
    Selanjutnya saya akan menanggapi poin ketiga tentang bagaimana mengembangkan LKS. Dalam menghadapi kemampuan siswa yang heterogen, guru sebaiknya mempersiapkan beberapa macam LKS untuk siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Tentu saja LKS yang dibuat adalah sarana yang bertujuan untuk membantu siswa aktif berpikir dalam memahami materi pembelajaran bukan hanya kumpulan soal-soal. Sehingga setiap siswa yang memiliki kemampuan berbeda akan merasa terpuaskan dengan pencapaian kemampuan yang mereka dapatkan saat pembelajaran. Selain itu diperlukannya komunikasi yang baik antar siswa maupun antara guru dan siswa terutama dalam menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Sehingga guru bukanlah satu-satunya sumber belajar di kelas melainkan siswa dapat menyampaikan pemikirannya. Tentu saja LKS yang baik adalah LKS Yyng bervariasi.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  51. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya setuju dengan masalah yang pada umumnya ditemui oleh guru dalam melakukan inovasi pembelajaran seperti yang Bapak tuliskan di atas. Selain tiga poin masalah di atas, menurut saya masih ada beberapa masalah lagi yang sering ditemui guru dalam melaksanakan inovasi pembelajaran. Masalah yang lain tsb diantaranya, kesibukan guru sehingga tidak mempunyai waktu untuk membuat media pembelajaran seperti alat peraga dan LKS sehingga siswa masih belajar seperti biasa (teacher-centered) dan pengetahuan guru yang terbatas dalam membuat alat peraga matematika yang sebenarnya sangat bagus untuk inovasi pembelajaran matematika. Jadi, baiknya masalah-masalah tersebut diminimalisir agar inovasi pembelajaran dapat dilakukan dengan baik. Contohnya, untuk meminimalisir masalah yang pertama yakni "bagaimana melibatkan siswa seawal mungkin dalam kegiatan belajar di kelas?", dapat dilakukan mulai dari apersepsi. Berdasarkan tulisan yang ada di blog ini juga, apersepsi sebenarnya bukan dilakukan oleh guru, tetapi dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru, misalnya dengan memberikan soal ataupun tanya jawab. Apersepsi merupakan tahapan awal dalam pembelajaran. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan apersepi, maka guru sudah berusaha untuk melibatkan siswa seawal mungkin dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  52. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Di dalam proses pembelajaran tentunya yang menjadi faktor sukses tidaknya pembelajaran tersebut bukan hanya datang dari pihak guru, tetapi pihak siswa juga turut andil. Misalnya saja, sorang guru ingin menerapkan pembelajaran saintifik, menurut pengalaman saya, pembelajaran saintifik dapat berjalan dengan baik, bila sang siswa sudah mempunyai dasar atas materi yang akan di ajarkan. Siswa bisa mengajukan pertanyaan apabila dia telah sedikit memahami masalah. Nah di Indonesia bagian timur itu, banyak siswa yang tidak menguasai konsep dasar selain itu ditambah pula infra struktur yang belum memadai untuk mengakses informasi, sehingga disini dibutuhkan metode pembelajaran yang dinamis sesuai dibutuhkan oleh para siswa. Ada kalanya pada materi awal guru bisa menjadi sumber informasi terlebih dahulu, kemudian pada materi selanjutnya barulah guru menjadi fasilitator ketika siswa sudah menguasai konsep dasarnya.

    ReplyDelete
  53. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam rangka mengubah model pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa adalah dengan cara melibatkan siswa seawal mungkin dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Saat apersepsi guru melibatkan siswa untuk berfikir flashback mengenai materi apa yang telah dipelajari serta berfikir future mengenai apa kegunaan materi yang akan mereka pelajari. Biarkanlah para siswa saling mengutarakan pendapatnya di dalam kelas. Pembelajaran yang berpusat pada siswa juga dapat dilakukan dengan memberikan LKS. LKS akan membantu siswa untuk menemukan konsep secara mandiri dan mengerjakan latihan-latihan soal secara hirarkis. Dengan adanya LKS, siswa akan saling berdiskusi, sehingga akan mengurangi ceramah yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  54. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dalam praktek dengan kurikulum 2013 ini sebenarnya pun masih ada guru yang masih menggunakan paradigma lama. Oknum guru tersebut memahami pendekatan saintifik hanya secara harfiah 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengkomunikasikan. Pada prakteknya, mengamati: siswa mengamati dan memperhatika guru menjelaskan materi; menanya: siswa menanyakan hal-hal yang belum jelas dari penjelasan tersebut; mengumpulkan informasi: siswa mengumpulkan dan mencatat informasi yang disampaikan guru; mengasosiasi: siswa berpikir memanfaatkan informasi yang didapat dari guru untuk menyelesaikan soal; mengkomunikasikan: siswa menyampaikan hasil pekerjaannya. Jika dilihat memang memenuhi kriteria 5M secara harfiah, tetapi sesungguhnya jauh dari hakekar pendekatan saintifik itu sendiri.

    ReplyDelete
  55. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B
    Terimakasih Prof atas pemaparannya
    Ilmu baru lagi ku dapatkan. Luar biasa, ini berdasarkan keadaan senyatanya. Pada postingan ini dipaparkan problem utama inovasi pembelajaran (matematika) pada PPLG dan sertifikasi guru yang meliputi kesulitan guru dalam melibatkan siswa seawall mungkin, cara melayani kebutuhan belajar seluruh siswa, cara mengembangkan LKS. Bahkan sebelum pada penjabaran poin demi poin tersebut, pada postingan di atas disebutkan terlebih dahulu bahwa problem utama yang dihadapi guru dalam kegiatan PLPG dan pendidikan profesi guru (matematika) adalah bagaimana mengaplikasikan perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa. Saya memiliki sisi kesetujuan terkait hal ini. Meskipun saya bukanlah guru (secara formal), beberapa kali saya memiliki pengalaman menjumpai guru yang membangun pembelajaran teacher center learning. Tidak bermaksut untuk menghakimi, saya melihat fenomena ini terjadi pada beberapa guru senior, sedangkan beberapa guru “baru” yang saya temui sudah mulai mengaplikasikan pembelajaran berpusat pada siswa. Oleh karena itu, tanpa mengurangi rasa hormat, saya ingin bertanya kepada Prof Marsigit, apakah yang saya jumpai itu mencerminkan keadaan sesungguhnya atau tidak? Saya takut, itu hanya temuan kasus kecil yang meracuni pikiran saya yang dengan semena-mena melakukan generalisasi. Terimakasih

    ReplyDelete
  56. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Melakukan perubahan bukanlah hal yang mudah. Semua itu membutuhkan pengalaman untuk dapat terbiasa dalam suatu perubahan. Terkadang seseorang telah merasa berubah tetapi ternyata perubahan itu belum lah nampak menurut orang lain.
    Tentang perubahan pembelajaran dari berpusat kepada guru menjadi berpusat pada siswa bukanlah hal mudah. Banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pelatihan dan refleksi guru sangat pula diperlukan untuk mengetahui sejauh mana usaha guru untuk mencapai pembelajaran berpusat pada siswa dan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran guna meningkatkan dan memperbaiki kualitas pembelajaran agar dapat mencapai inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  57. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Banyak sekali problem yang dialami guru saat melaksanakan kewajiban menjalankan tugasnya sebagai guru. Tantangan-tantangan tersebut semakin berkembangnya zaman, semakin berat. Karena harus disesuaikan dengan keadaan. Seperti jaman sekarang yang sangat berkembang adalah teknologi. Mau tidak mau guru harus memikirkan bagaimana memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk implementasi dalam proses pembelajaran, dengan tidak lupa menerapkan paradigma yang utama yaitu pembelajaran berpusat pada siswa, bukan lagi berpusat pada guru.

    ReplyDelete
  58. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof.
    Ini akan menjadi bahan pembelajaran juga buat saya pribadi
    .Masalah –masalah yang dipaparkan di atas seringkali dihadapi oleh guru.Terkait dalam mengembangkan perangkat pembelajaran misalnya LKS.Mungkin secara teori dikatakan telah memahami namun ketika dilibatkan dalam dunia praktek akan terasa sedikit sulit.Dengan adanya kegiatan PLPG dapat mengisi kekurangan –kekurangan guru di dalam proses belajar mengajar serta menambah pengetahuan dan pengalaman baru guna menunjang kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  59. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Inovasi pembelajaran matematika telah dipandang perlu oleh sebagian besar guru. Banyak guru yang telah menyadari hal tersebut. Namun dalam kenyataannya, masih sedikit guru yang sudah mengembangkan inovasi pembelajaran. Pembelajaran yang lebih sering dilakukan adalah pembelajaran tradisional. Sebagian guru masih senang menggunakan metode pembelajaran yang telah terbiasa dilakukan secara bertahun-tahun sehingga muncul anggapan bahwa sulit untuk melakukan inovasi. Memang tidak mudah untuk mengubah kebiasaan lama. Namun, perubahan paradigm dari pembelajaran yang berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa merupakan hal penting yang perlu segera direalisasikan. Berbagai masalah yang muncul tentu memiliki solusi yang dapat digunakan untuk mengatasinya. Untuk mendapatkan solusi, para pendidik dapat menerapkan lesson study. Lesson study merupakan kegiatan sekelompok guru untuk mengkaji pembelajaran. Kegiatan ini merupakan wahana bagi guru untuk saling berdiskusi dalam mengatasi berbagai permasalahan di kelas.

    ReplyDelete
  60. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan postingan bapak di atas, saya sempat berfikir bahwa, guru yang mengikuti kegiatan PLPG dan Pendidikan Profesi Guru saja sudah kesulitan mengubah paradigma pembelajaran “teachers center” menjadi “students center”, bagaimana dengan guru yang tidak mengikuti kegiatan tersebut?? Menurut saya sebaiknya pelatihan peningkatan kualtas guru perlu diberlakukan secara merata, bukan hanya yang sudah menjadi guru maupun kepada calon guru.

    ReplyDelete
  61. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    PLPG merupakan langkah strategis dalam pengembangan profesionalitas guru dalam pembelajaran di kelas. Namun, terkadang PLPG banyak menyimpang dari konsep idealnya dikarenakan beberapa faktor seperti; guru banyak yang belum mengenal IT dan prosesnya yang dapat dikatakan singkat. Saya memiliki bayangan bahwa selain PLPG guru harus mampu mengembangkan kompetensi profesionalitasnya melalui komunitas sesame guru. Pandangan saya tersebut berdasarkan asumsi kepada PLPG yang lebih dekat dengan konsep ‘pengajaran’ dari dosen, untuk dapat mengembangkan pofesionalitas guru secara alamiah perlu adanya wadah komunitas tempat guru berbagi pengalaman pofesionalitasnya kepada sesame guru, hal tersebut saya rasa akan dapat mendukung program PLPG ke depannya.

    ReplyDelete
  62. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    PLPG atau PPG merupakan tahapan yang sangat baik bagi para calon guru atau guru dalam mempersiapkan diri menjadi pendidik yang berkualitas dan profesional. kadang kala memang selama bertahun-tahun guru merasa bahwa metode yang dirapkan selamam ini telah memenuhi kriteria, karena belum mendapatkan masukan dari orang-orang sekitar yang lebih ahli di bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  63. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Media dalam pembelaharan dapat membantu siswa dalam memahami pembelajran yang akan diajarkan. Pada kurikulum 2013 ini yang lebih mengedepanan partisiopasi siswa dalam pembelajaran, maka Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang tepat digunakan dalam Kurkulum 2013. Tentu saja LKS pada Kurikulum 2013 berbeda dengan LKS jaman dahulu yang tenatng ringkasan dan soal saja. Namun dalam LKS Kurikulum 2013 lebih menekankan aktivitas siswa dalam melaksanakan mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mengkomunikasi agar LKS bukan hanya sebagai kumpulan soal dan benar membantu siswa dalam memaknai suatu pelajaran.

    ReplyDelete
  64. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B
    dalam pembelejaran dibutuhkan media pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang menunjang siswa dalam menemukan pengetahuan baru untuk mengembangan sikap mandiri dan inovasi siswa, salah satunya dengan menggunakan LKS yang sesuai dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. LKS yang digunakan dalam kurkulum 2013 adalah LKS yang menekankan aktivitas siswa dalam melaksanakan 5M. Aktivitas 5M yang dimaksud antara lain mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mengkomunikasi. Aktivitas ini harus terlihat jelas dalam LKS yang dibuat oleh guru. Di dalam LKS harus dijelaskan mana aktivitas mengamati, menanya mengumpulkan data, mengasosiasi da mengkomunikasi,sehingga dengan penggunaak metode tersebut didalam pembelajaran dalam kelas akan memberikan pengalaman yangmengesankan kepada siswa.Paradigma berpikir bahwa LKS hanyalah kumpulan soal seharusnya dirubah sejak saat ini karena LKS merupakan media yang menuntun siswa menuju pemahaman suatu konsep, bukan merupakan kumpulan soal-soal.

    ReplyDelete
  65. Dewi Saputri
    17701251936
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Memanglah tidak mudah untuk mengubah suatu perebuhan dalam proses pembelajaran, apa lagi yang diubah pembelajran yang berpusat kepada siswa, yang mana pembelajaran yang berpusat pada guru sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya. Memanglah butuh proses, akan tetapi seiring berjalannya proses maka pembelajaran yang berpusat pada guru bisa saja terlaksana apalagi zaman sudah semakin berkembang, pemikiran-pemikiran yang inovatif memanglah harus segera digerakkan.

    ReplyDelete
  66. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Proses pengembangan LKS merupakan hal cukup sulit dilakukan jika guru kurang kreatif dan masih ada rasa malas untuk berkreasi di dalam menulis. Apalagi pada K13 saat ini yang menuntut guru hanya sebagai fasilitator. Maka salah satu hal yang dapat membantu guru dalam pembelajaran ada dengan cara membuat LKS kontekstual dan jika perlu membuat jurnal harian matematika kepada siswa agar rasa ingin tahu mereka lebih meningkat.

    ReplyDelete
  67. Aristiawan
    17701251025
    PEP 2017 B

    Dalam kurikulum apapun, peran guru selalu penting. Perannya tidak bisa digantikan oleh pihak lain. Misalnya meskipun pembelajaran sekarang dipusatkan pada siswa, atau student centered learning, guru tetap memiliki peranan penting dalam membuat alur pembelajaran sehingga pembelajaran benar-benar bisa berpusat pada siswa. Oleh karena itu, berbagai macam program yang diadakan pemerintah perlu mendapat perhatian dari berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas guru.

    ReplyDelete
  68. Hari Pratikno
    17709251032
    Pendidikan Matematika S2 (Kelas B)

    Dengan menggunakan beberapa LKS yang disesuaikan dengan jenis kecerdasan siswa, diharapkan guru bisa memfasilitasi semua dengan beragam tipe kecerdasan. Untuk membuat LKS yang bermacam-macam memang dibutuhkan waktu yang lama dan ide yang kreatif dari guru. Namun dengan semangat perubahan dan demi memfasilitasi siswa supaya berkembang maka hal itu akan bisa terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  69. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Seperti yang kita ketahui bersama program PLPG adalah program dimana seorang guru melengkapi dirinya menjadi seorang yang Profesional. Dengan tujuan agar pendidik dapat memfasilitasi siswa dan tujuan pendidika dapa tercapai dengan baik. Namun demikian ternyata dalam plpg terdapat permasalahan. Menjadi pendidik haruslah sejak dini mengajak siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Bagaimana pendidik mengubah pandangan yang awalnya yaitu berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, yang artinya menjadi guru yang inovatif. Guru yang inivatif yaitu yang menggunakan berbagai metode dan juga menggunakan berbagai media. Semoga kedapannya plpg ini dapat terus meningkatkan profesionalitas guru.

    ReplyDelete
  70. Junianto
    17709251065
    PM C

    Saya sangat sepakat dengan pendapat Bapak terkait dengan masalah dalam inovasi pembelajaran matematika. Masalah utamanya adalah bagaimana merubah paradigm yang sudah turun temurun yaitu pembelajaran yang berpusat pada guru diganti dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Dari masalah ini dapat diturunkan ke dalam masalah lain, misalnya bagaimana cara efektif untuk melibatkan siswa secara penuh dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  71. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Seiring perkembangan ilmu pengetahuan, terjadi perubahan orientasi pula pada pendidikan. Paradigma pembelajaran berpusat pada guru berubah menjadi berpusat pada siswa. adanya perubahan tersebut mungkin bisa menjadi titik balik perubahan sistem pendidikan di Indonesia. Namun pada kenyataannya memang tidak mudah untuk dilakukan. Masih banyak terjadi hal-hal dimana guru mendominasi kegiatan pembelajaran. Proses pembelajaran berlangsung sebatas transfer ilmu pengetahuan dar guru kepada siswa. Seperti pada permasalah yang ditulis Bapak di atas, upaya pemerintah memang terus dilakukan untuk memperbaiki sistem pendidikan dari sudut pandang guru atau pendidik yaitu melalui PLPG dan PPG. Guru yang telah memiliki pengalaman mengajar, ketika mengikuti program tersebut tentu akan memberikan banyak inspirasi dalam perbaikan cara mengajarnya. Salah satunya tentang inovasi yang digunakan dalam kegiatan belajar.

    ReplyDelete
  72. Riandika Ratnasari
    17709251043
    PPs PM B

    Pendidika Profesi Guru dan PLPG dilaksanakan agar guru dapat mendidik siswa dengan baik dan menerapkan metode yang tepat berdasarkan karakteristik anak. Pelatihan ini bertujuan untuk memaksimalkam pelaksanaan metode belajar dan guru dapat menggunakan metode pembelajaran berdasarkan karakteristik siswanya. Hal ini bertujuan untuk memunculkan inovasi metode pembelajaran yang tepat. Selain itu, untuk mengubah cara pandang atau manfaat LKS yang sebelumnya hanya digunakan sebagai kumpulan soal menjadi benar-benar lembar kerja siswa. Sebaiknya pelatihan seperti ini tidak hanya diberikan kepada profesi guru namun sejak mahasiswa berada pada prodi pendidikan matematika agar mereka lebih siap lagi dalam mendidik anak menjadi lebih baik dan dapat menanamkan konsep matematika dibenak siswa agar matematika sudah tidak lagi menjadi momok bagi mereka.

    ReplyDelete
  73. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb


    Menjadi guru buka berarti berhenti belajar, PLPG ataupun PPG merupakan wadah bagi guru untuk mengembangkan kopetensinya. Seperti dijelaskan dalam elegi diatas memang dalam pelaksanaan PLPG maupun PPG tidak lepas dari berbagai hambatan. Oleh karena itu untuk mengatasi hambatan-hambatan tersebut, guru harus memiliki niat yang tinggi untuk berperan aktif dalam pembangunan pendidikan negeri, bersikap kreatif dan mampu melakukan inovasi-inovasi seperti pembuatan LKS, Selain itu dukungan dari pihak sekolah juga penting , salah satunya yakni dnegan memfasilitas berbagai kebutuhan siswnya. Terima kasi

    ReplyDelete
  74. Nama : Syaiful Anwar
    NIM : 17709251044
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr. wb.

    Dari artikel di atas terdapat 3 kesulitan yang dialami oleh guru, yaitu 1) Bagaimana melibatkan seawal mungkin para siswa dalam kegiatan belajar di kelas, 2) Bagaimana melayani kebutuhan belajar untuk seluruh siswa, 3) Bagaimana mengembangkan LKS? Para guru biasanya hanya mengembangkan satu jenis LKS dan menggunakan LKS hanya untuk memberi atau sebagai kumpulan soal. Pembelajaran yang saya alami sewaktu sekolah dasar hingga sekolah menengah masih dapat dikategorikan berpusat kepada guru. Ini bukanlah persoalan mudah dalam mengubah pola yang sudah ada, membutuhkan proses yang panjang dan waktu yang lama, tinggal kita mau berubah atau tidak. Dalam pembelajaran yang sudah saya alami, kebanyakan guru memberikan pengajaran yang menyenangkan dan sangat berkesan, tetapi saya sadari sekarang ternyata masih ada sebagian konsep yang sebenarnya kurang mendalam. Penggunaan LKS yang baik bukanlah sebatas dari kumpulan soal-soal, namun sebagai suport/penunjang guna meningkatkan pembelajaran.

    Wassalumalaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  75. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    PLPG merupakan program yang diakan oleh pemerintah dalam membimbing para calon pendidik untuk lebih siap terjun di dunia pendidikan. Seperti pada tahun ini, sudah dilakukan seleksi PPG bersubsidi. Pelatihan seperti ini sudah jelas digunakan untuk menjawab masalah-masalah yang sering dihadapi guru dan akan lebih memebrikan pengetahuan lebih berinovasi dan kreatif. Dengan adanya pelatihan seperti ini, para pendidik maupun calon pendidik diharapkan tidak hanya mengikuti saja, tetapi bisa menerapkan dalam dunia pendidikan yang sebenarnya. Bagimana cara menggunakan metode pembelajaran yang sesuai dan membuat peserta didik aktif, membuat LKS yang inovatif sehingga dapat meningkatkan hasil belajar siswa, dan bisa menjawab masalah-masalah yang dihadapi siswa dalam belajar.

    ReplyDelete
  76. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Dalam masalah yang diberikan oleh prof di atas, saya lebih ke memberikan alternatif solusi yaitu dengan cara memberikan pelatihan ke murid dengan proses yang lama serta peserta yang sedikit. Jadi, untuk memunculkan student centered dalam pembelajaran, kita tidak hanya melatih guru bagaimana cara membuat metode teacher centered. Namun, kita juga harus mulai melatih siswa di luar jam sekolah. Awalnya per kelas kita ambil masing-masing maksimal 7 orang. Di situ, kita menyediakan fasilitator untuk melatih siswa menjadi kritis. Jika per kelas ada 7 orang, maka nanti secara bertahap akan menyebar ke siswa lain. namun, kunci utamanya adalah benar-benar melatih semaksimal mungkin untuk mendapatkan hasil yang diinginkan.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  77. Isoka Amanah Kurnia
    17709351051
    PPs Pend. Matematika C 2017

    Merubah paradigma memang bukan sesuatu yang mudah dilakukan. Paradigma yang telah melekat untuk sekian lamanya pasti akan sulit diganti dalam waktu yang singkat. Diperlukan proses yang juga membutuhkan keterlibatan dari berbagai pihak mulai dari pemerintah, tenaga kependidikan, guru, siswa, dah seluruh stakeholder. Guru yang memiliki kebiasaan mengajar dengan metode ceramah dan siswa yang sudah memiliki mindset tentang belajar yang seluruhnya dijelaskan oleh guru, secara bersama-sama harus mulai meninggalkan paradigma tersebut. Namun strategi, model, dan metode yang serta merta diubah juga pasti menimbulkan kebingungan siswa. Tak hanya siswa , guru juga kewalahan menyusun perangkat karena baru mempelajari model atau metode yang akan diterapkan. Adanya PLPG memberi ksempatan pada guru khususnya guru yang mengajar di daerah 3T agar mendapatkan informasi dan pengetahuan yang sama dengan guru yang berada di kota. Guru dapat mengembangkan keterampilan membuat LKS sesuai dengan model dan metode yang diterapkan.

    ReplyDelete
  78. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  79. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Menghadapi permasalahan pendidikan khususnya pada pembelajaran matematika tentulah dibutuhkan solusi yang mampu menyelesaikannya. Karena hal tersebut tidak akan dibiarkan begitu saja, kegiatan PLPG jalur pendidikan profesi merupakan salah satu solusi yang sedang dilaksanakan akhir-akhir ini. Keberadaan program ini sangatlah membantu untuk seorang yang sudah maupun akan berprofesi sebagai guru. Hal ini dimaksudkan guna meningkatkan kemampuan guru sebagai fasilitator pendidikan. Semoga kedepannya program ini diminati dan dapat diikuti oleh calon dan/guru sehingga memberikan manfaat yang besar nantinya.

    ReplyDelete
  80. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Dalam proses pembelajaran di sekolah, masih banyak guru yang menggunakan metode tradisional. Metode ini merupakan metode lama dan telah membudaya. Di sini yang lebih aktif dan mendominasi adalah gurunya sedangkan siswa kurang dilibatkan dalam proses pembelajaran. Namun hingga saat ini metode tradisional masih saja diterapkan. Kebanyakan guru tidak menyadari kalau metode yang mereka terapkan tersebut kurang tepat, kurang inovatif, dan kurang menfasilitasi siswa dalam mengembangkan pengetahuannya. Oleh karena itu kegiatan PLPG jalur pendidikan profesi sangat bermanfaat bagi guru karena kegiatan PLPG tersebut dapat dijadikan sarana untuk mengidentifikasi apakah suatu metode yang diterapkan oleh guru dalam proses pembelajarannya memenuhi kriteria atau tidak.

    ReplyDelete
  81. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Masalah klasik yang kerap melanda guru dalam mengajar adalah sulitnya mengakomodasi kebutuhan semua siswa yang beragam. Karaktersitik serta kemampuan siswa yang berbeda-beda tentu menjadi masalah yang krusial. Tetapi disisi lain, situasi ini memberikan peluang bagi guru untuk menerapkan model pembelajaran kooperatif, dimana siswa berkemampuan baik dan kurang dilibatkan dalam satu kelompok. Siswa dapat saling berbagi, sharing pengetahuan, atau saling mengajari satu sama lain.

    ReplyDelete
  82. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Banyak problematika yang dihadapi para guru maupun praktikan pendidikan mengenai bagaimana mengaktifkan peran siswa dalam pembelajaran sejak awal pembelajaran. Hal ini dapat dimulai dari tahapan apersepsi. Banyak guru yang masih menggunakan apersepsi tradisional, yaitu hanya formalitas bertanya mengenai materi sebelumnya, ataupun hanya menunjuk beberapa siswa saja untuk mengecek prior knowledge siswa. Untuk dapat mengaktifkan peran siswa sejak awal pembelajaran, maka diperlukannya apersepsi yang melibatkan seluruh siswa, membangkitkan memori seluruh siswa tentang prior knowledge.

    ReplyDelete
  83. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Berdasarkan postingan tersebut hal yang menjadi problem utama dalam inovasi pembelajaran menurut saya adalah kemauan guru dalam melakukan inovasi tersebut, maksudnya adalah berbagai inovasi pembelajaran yang telah ada tidak akan pernah bermanfaat kepada siswa ketika gurunya sendiri tidak mau melakukan untuk menerapkan inovasi tersebut, guru-guru masih terkukung untuk menggunakan paradigmanya untuk menggunakan model pembelajran yang telah selama ini mereka nyaman menggunakannya. Selain keinginan guru, hal lain yang menjadi masalah adalah minimnya pelatihan untuk guru dalam menerapkan inovasi belajar. Bisa saja mereka ingin melakukan inovasi pembelajaran namun dikarenakan guru tudak mengetahui caranya akhirnya dia mnggunakan cara yang biasa saja.

    ReplyDelete
  84. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    PLPG dan sertifikasi guru bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru. Melalui program ini diharapkan guru dapat lebih kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran agar mampu memfasilitasi berbagai karakteristik siswa. Namun dalam perjalannya itu bukanlah hal yang mudah. Mengubah suatu kebiasaan itu tidak seperti membalikkan telapak tengan. Misalanya guru yang telah bertahun-tahun melakukann metode ceramah akan kesulitan dan tidak nyaman jika harus menggunakan metode baru seperti diskusi kelompok. Untuk itu disini diperlukan peran dosen pembimbing untuk membantu guru meningkatkan kompetensinya dan berubah menjadi yang lebih baik. Terimakasih

    ReplyDelete
  85. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Sangat sulit memang mengubah kecenderungan yang telah dijalani selama bertahun-tahun lamanya. mengubah fokus atau pusat yang berawal berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa tidaklah mudah. telah bertahun-tahun lamanya guru mengajar dengan metode yang sama, belum lagi pengalaman mereka bersekolah dulu yang masih menggunakan metode tersebut. hal ini sulit dikarenakan kurangnya pengalaman guru akan metode pembelajaran yang berfokus pada siswa tersebut. Selain itu, kesalahan pengertian akan adanya LKS pun merupakan sesuatu hal yang harus segera dibenahi. Dulunya guru biasa menggunakan LKS hanya untuk memberikan soal-soal kepada siswa, padahal LKS bukanlah hanya sekedar kumpulan soal semata, tetapi juga materi yang dapat membantu siswa untuk membangun konsep. Ketidak jelasan guru terhadap adanya LKS membuat salah satu media pembelajaran yang sangat berguna ini pun menjadi tidak dapat termanfaatkan dengan baik.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  86. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  87. Junianto
    PM C
    17709251065

    Masalah-masalah dalam dunia pendidikan tentu akan semain kompleks dan luas. Sehingga memang diperlukan kreativitas semua elemen terkait untuk memecahkan persoalan yang ada. Kompleksitas masalah tentu ada solusi yang tepat dalam memecahkannya, namun bukanlah hal mudah untuk menemukan solusinya. Ditambah lagi, terkadang bukan karena belum ditemukan solusinya, tetapi karena faktor kepentingan segelintir orang maka solusi tidak segera direalisasaikan. Inilah yang menjadi problem bisa juga dalam sistem pendidikan Indonesia.

    ReplyDelete
  88. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Setiap siswa memiliki keunikan masing-masing. Siswa yang satu dengan siswa yang lainnya memiliki kecepatan memahami yang berbeda-beda, keunggulan dan kelemahan yang berbeda-beda, minat yang berbeda, kreativitas yang berbeda-beda, dan lain sebagainya. Guru dituntut untuk dapat mengcover semua itu agar dapat melayani kebutuhan belajar seluruh siswa. Guru harus berupaya semaksimal mungkin agar dapat menjadi fasilitator bagi para siswanya dalam rangka mengkonstruksi matematikanya. Untuk itu, guru harus meningkatkan kreativitasnya untuk melaksanakan pembelajaran yang menyenangkan dan bermakna. Salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan melaksanakan lesson study. Dengan lesson study, para guru bisa saling bertukar ilmu serta pengalaman mengajar. Selain itu, guru juga harus membaca berbagai sumber-sumber yang sesuai dengan perkembangan jaman.

    ReplyDelete
  89. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Permasalahan yang sering dihadapi oleh beberapa guru ialah mengenai bagaimana cara mengubah paradigma dari pembelajaran yang berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa. Selain itu masih ada masalah lain yang dihadapi oleh guru-guru saat mengikuti PLPG dan Pendidikan Profesi Guru (Matematika). Dengan berjalannya waktu, tantangan guru semakin hari semakin berat. Teknologi yang semakin berkembang dengan pesat juga menjadi tuntutan tersendiri untuk guru untuk selalu mengikuti perkembangan teknologi. Hal ini bertujuan agar guru dapat menjawab problem diatas dengan selalu menyesuaikan keadaan jaman.

    ReplyDelete
  90. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Meskipun kurikulum berganti namun pemahaman akan pembelajaran sebagai proses menstransfer ilmu masih tertanam pada sebagian besar guru Indonesia. Hal yang sulit bagi guru untuk melakukan perubahan, apalagi guru tersebut sudah merasa nyaman dan enggan untuk berinovasi. Hal ini menyebabkan pembelajaran yang berlangsung masih teacher center belumlah student cender sebagaimana mestinya. Jika masalah ini terus berlanjut maka harapan kurikulum abad 21 yaitu 4C (communication, collaborative, critical thinking, and creativity) akan semakin sulit tercapai.

    ReplyDelete
  91. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Beberapa minggu lalu saja membaca sebuah jurnal yang membahas metode pembelajaran yang lebih disukai guru matematika Turkey beserta alasannya. Dari data yang dikumpulkan dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran matematika yang disukai guru adalah metode demonstrasi dan tanya jawab. Alasan yang dikemukan bukanlah menyangkut kesesuai materi atau alasan lain yang mendukung, melainkan hanya karena metode ini tidak membutuhkan persiapaan. Maka hal yang tidak jauh berbeda, sepertinya juga terjadi di Indonesia. Tidak sedikit guru yang mempertahankan metode-metode tradisional karena metode ini sudah biasa dilakukan sehingga tidak perlu persiapan dalam pembelajaran. Tentu hal ini memperlihatkan kegagalan lahirnya inovasi dalam pembelajaran adalah karena guru yang kurang siap dan enggan melakukan perubahan.

    ReplyDelete
  92. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Berbicara tentang sumber belajar, Yang teringat cerita yang pernah bapak sampaikan di kelas. Bahwa pada seminar, guru Indonesia bertanya bagaimana cara menyiapkan media/sumber belajar di tengah tuntutan kurikulum. Maka saya rasa di sinilah titik kelemahan guru bangsa kita. Mereka (termasuk saya) belum menyadari bahwa sebenar-benar media dan sumber belajar adalah kreativitasnya sendiri. Hal ini menyebabkan dominan LKS yang digunakan di sekolah-sekolah adalah pembelian hasil karya orang lain. Alasan utama yang selalu dikemukan adalah kurangnya waktu dalam mempersiapkannya. Menurut saya, ini kembali lagi pada kemauan dan profesional dari masing-masing guru karena sebenar-benar sumber belajar yang tepat adalah yang dikembangkan guru berdasarkan karakteristik siswa.

    ReplyDelete

  93. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Paradigma belajar matematika yang terlanjur menjadi pengalaman guru adalah belajar yang terpusat pada guru hingga LKS yang dikembangkanpun hanya menjadi sebuah kumpulan soal dan bukan merupakan kegiata. Dalam era sekarang ini, tujuan dari pendidikan adalah menyiapkan siswanya mampu bertahan hidup di masa depan, maka dalam pembelajaran matematikapun harus memiliki unsur kegiatan yang memberikan keterampilan hidup seperti mengkontruksi ilmu pengetahuan sendiri dan menghidupkan kebudayaan berpikir kritis. Hal ini dapat diwujudkan dengan mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa, namun ternyata kita juga dihadapkan pada kendala-kendalan yang dialami guru. Kegiatan pelatihan seperti ini akan sangat membantu guru untuk mengatasi kendala-kendala tersebut.

    ReplyDelete
  94. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Saya berpendapat bahwa program ini sangat penting bagi perubahan metode dalam kegiatan pembelajaran. Harapannya, setelah diadakan PLPG ini akan membuka jendela baru bagi kreativitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan sehingga dapat menjadikan belajar selezat makan coklat. Merubah pendekatan yang digunakan dari yang semula siswa sebagai obyek menjadi siswa sebagai subyek. Komunikasi dilakukan secara dua arah, jadi, guru tidak selamanya menerangkan sepihak, memberi contoh soal, dan menyuruh siswanya mengerjakan paket-paket soal, tetapi sedari awal pembelajaran dimulai, guru sudah melibatkan siswa melalui apersepsi. Pembelajaran tidak melulu dengan buku tulis dan buku paket, tapi sesekali guru menginovasikannya menjadi permainan, diselingi bernyanyi atau bercerita yang masih berkaitan dengan pembelajaran yang sedang berlangsung.

    ReplyDelete
  95. Salmaini Safitri Syam
    17709251012
    PPs PM A

    PLPG dan Pendidikan Profesi Guru merupakan program dari pemerintah untuk guru mata pelajaran (dalam hal ini matematika) yang bertujuan mengaplikasikan perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa. dengan adanya pelatihan yang diberikan kepada guru diharapkan guru dapat lebih memamhami apa kegiatan yang dirancang dalam RPP yang masih perlu dikoreksi agar berorientasi kepada siswa dan komponen apa yang harus dikembangkan di dalam LKS oleh guru. Jadi dengan adanya kegiatan demikian diharapkan dapat mengubah paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa

    ReplyDelete
  96. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Paradigma pendidikan di Indonesia memang pembelajaran yang berpusat pada guru, baik guru maupun siswa sudah terlalu merasa nyaman dengan pembelajaran yang berpusat pada guru. Perubahan paradigma perlu dilakukan bukan hanya pada guru tapi juga pada siswa. Guru perlu menambah wawasan tentang inovasi pendidikan yang dapat diterapkan dikelas uang dapat membuat siswa lebih mandiri dan percaya diri sehingga pembelajaran dapat berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  97. Nur Dwi Laili Kurniawati
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    PLPG merupakan salah satu sarana belajar bagi seorang guru untuk meningkatkan kemampuan mengajar. Karena seorang guru harus terus meningkatkan kemampuan mengajarnya agar menjadi guru yang professional. Meskipun memang sulit untuk mengubah suatu metode yang telah berkembang di dunia pendidikan saat ini, tetapi apabila kita terus berusaha tidak mustahil untuk memperbaiki metode pengajaran lebih efektif sesuai dengan keadaan siswa dan perkembangan zaman saat ini.

    ReplyDelete
  98. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pembelajaran matematika memerlukan inovasi pembelajaran yang menarik untuk para siswa. Guru harus memusatkan kegiatan pembelarajan kepada siswa. Namun dalam penerapannya guru masih menggunakan pembeleajran yang itdak berpusat kepada siswa. Siswa akan lebih memahami matematika jika siswa mampu membangun pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  99. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Tujuan utama proses pembelajaran adalah memfasilitasi peserta didik mengerti dan memahami materi pelajaran sehingga peserta didik dapat menerapkannya dalam berbagai aspek atau pun memanfaatkannya dalam berbagai hal. Upaya yang dapat dilakukan untuk mewujudkan tujuan tersebut, tidak cukup hanya dengan pemberian materi secara lisan dari seorang guru saja. Namun, keterlibatan siswa secara aktif adalah sangat penting keberadaannya. Oleh karena itu, perlu adanya perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada peserta didik. Akan tetapi, muncul masalah baru. Sebuah perubahan itu tidak ada yang langsung terjadi secara instan. Karena perubahan adalah sebuah proses.

    ReplyDelete
  100. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    PLPG dan PPG adalah program yang sangat bermanfaat untuk mendukung kemajuan pendidikan di Indonesia karena program tersebut bertujuan untuk mengubah paradigma pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa. Jika program tersebut dijalankan terus menerus, maka guru akan lebih mudah dalam memperbaiki pembelajarannya dan pendidikan di Indonesia akan berkembang menjadi lebih baik dari waktu ke waktu

    ReplyDelete
  101. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Transisi pembelajaran yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa memang memerlukan proses. Mereka sudah terbiasa dengan pembelajaran yang hanya menggunakan metode yang itu-itu saja dan komunikasi pembelajaran di kelas hanya satu arah. Guru-guru harus dibiasakan dan harus memahami betul bagaiman pembelajaran yang berpusat pada siswa. Oleh sebab itu, kegiatan-kegiatan yang membantu guru untuk lebih memahaminya perlu ditingkatkan dan dikembangkan, seperti PLPG.

    ReplyDelete
  102. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melalui postingan ini kita menjadi mengetahui 3 kesulitan besar yang dialami guru dalam melakukan pembelajaran inovatif. Pembelajaran inovatif adalah pembelajaran yang berpusat pada siswa, yang memberikan kesempatan pada siswa-siswa dengan beragam karakteristik tersebut agar mampu belajar sesuai dengan potensinya masing-masing. Sehingga dalam pembelajarannya guru perlu melakukan variasi agar terfasilitasi semua kebutuhan belajar siswa-siswanya.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  103. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    LKS merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang digunakan dalam Kurkulum 2013. LKS yang digunakan harus menekankan aktivitas siswa dalam melaksanakan 5M (mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mengkomunikasi) agar LKS bukan hanya sebagai kumpulan soal.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  104. Dengan adanya kegiatan PLPG dan PPG diharapkan bahwa guru-guru tersebut setelah selesai mengikuti kegiatan tersebut dapat menjadikan pembelajaran matematika lebih bermakna, pembelajaran dengan menggunakan strategi yang membuat siswa dapat membangun pengetahuan mereka, meningkatkan kreatifitas, dan pembelajran yang lebih menarik bagi siswa.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  105. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C


    PPG merupakan salah satu upaya yang dilakukanoleh pemerintah untuk memperoleh pendidik yang berkualitas baik secara materi, spiritual, pedagodik, profesional bahkan sosialnya. Adapun kendala dalam kegiatan ini ialah penyelenggaraannya yang masih terbatas dengan seleksi ketat, padahal agar menjadi guru yang berkualitas di mata hukum dan masyarakat harus melalui program ini terlebih dahulu. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  106. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Program sertifikasi menghadirkan problematika tersendiri dalam dunia pendidikan di Indonesia yang salah satunya ialah tuntutan banyak jam mengajar yang harus dipenuhi oleh guru menjadikan fokus guru berkurang khususnya bagi guru-guru yang kekurangan jam mengajar di sekolahnya sehingga harus mencari tambahan jam dan sebagainya. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  107. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Semut di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tak tampak. Mungkin begitulah kira-kira ungkapan yang dapat menggambarkan guru yang merasa telah melakukan inovasi tetapi padahal sebenarnya belum. Untuk melakukan perubahan paradigma dari pembelajaran matematika yang berpusat pada guru menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa memang bukan perkara yang mudah. Tak semua guru dapat langsung mempraktikkan perubahan tersebut. Banyak kebingungan yang masih mereka rasakan. Sehingga akan lebih baik apabila sebelum melakukan perubahan paradigma tersebut, guru diberi kesempatan untuk meng”upgrade” kemampuan dan keterampilannya untuk melaksanakan proses pembelajaran yang berpusat pada siswa.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  108. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Merubah paradigma pembelajaran yang berpusat pada guru menjadi pembelajaran yang berpusat pada siswa itu memang tidaklah mudah. Hal ini dikarenakan sudah tertanam sejak dulu bahwasahnya mengajarkan matematika itu harus dari bimbingan guru, jika tidak maka siswa tidak akan optimal dalam memahami suatu materi. Selain itu, kesulitan itu datang juga dari materi matematika yang dianggap sangat abstrak sehingga timbul paradigma bahwa siswa tidak akan mampu untuk mengerjakan sendiri. Dan alasan yang terakhir yaitu dari siswa sendiri yang belum siap untuk menari pengetahuan sendiri.

    ReplyDelete
  109. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Inovasi seringkali menuntut untuk adanya perubahan pada sesuatu. Begitu juga dengan inovasi dalam pembelajaran matematika. Guru dituntut untuk mengubah banyak hal, mulai dari cara mengajar (yang tadinya berpusat pada guru), mengubah media pembelajaran (yang semakn memanfaatkan teknologi digital), mengubah cara pandang tentang kebutuhan siswa dan lain-lain. Adanya PLPG dan Sertifikasi Guru ini diharapkan dapat meningkatkan performa guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Bukan sekedar syarat untuk meningkatkan penghasilan saja.

    ReplyDelete
  110. Ibnu Rafi
    14301241053
    S1 Pendidikan Matematika Kelas I 2014

    Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru merupakan suatu usaha yang sebainya dimanfaatkan oleh guru untuk mengembangkan kemampuan didaktis dan pedagosisnya. Akhirnya diharapkan guru dapat meningkatkan profesionalitasnya dan kualitas pembelajaran di kelas sedemikian sehingga paradigma pembelajaran berpusat pada siswa dapat tercapai.

    ReplyDelete
  111. Alfiani Indah P. S.
    15301241027
    Pendidikan Matematika I 2015- S1

    Dengan adanya Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG), diharapkan kompetensi guru dalam mengajar dapat berkembang. Pengetahuan dan kompetensi guru dalam membuat LKS, menentukan metode yang cocok, menyusun langkah-langkah pembelajaran yang berpusat kepada siswa dapat meningkat sehingga pembelajaran di kelas juga semakin berkualitas dan bermakna.

    ReplyDelete
  112. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Untuk merubah paradigma pembelajaran dari teacher oriented menjadi student oriented memang diperlukan waktu yang cukup lama dan perbaikan serta pengarahan yang dilakukan secara terus-menerus. Disinilah peran Pusat Pelatihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru (PPG) dalam menyiapkan pendidik Indonesia agar dapat melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Melalui PLPG dan PPG diharapkan guru dapat meningkatkan kompetensinya baik dalam hal penyusunan perangkat pembelajaran serta pelaksanaan pembelajaran itu sendiri.

    ReplyDelete
  113. Rina Anggraeni
    15301241043
    S1 Pend. Matematika A 2015

    Mengaplikasikan perubahan paradigma pendidikan dari pembelajaran yang berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa memang sulit pada awalnya karena dari dulu pembelajaran itu ya apa yang disampaikan oleh guru dan siswa hanya menerima dan memahaminya saja. Perubahan tersebut tentunya tidak dapat berhasil secara langsung karena perlu waktu dalam menjadikan pembelajaran yang berpusat pada siswa terutama faktor guru. Guru harus bisa menciptakan kelas yang pembelajarannya berpusat pada siswa dan hal itu dapat berhasil jika guru memiliki kemampuan serta pengetahuan yang baik tentang bagaimana menciptakan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Jadi, dengan adanya kegiatan PLPG dan PPG dapat membantu guru dalam menciptakan kelas yang pembelajarannya berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  114. Yolanda Lourenzia Tanikwele
    15301241033
    S1- Pendidikan matematika A 2015

    Benar bahwasannya masuih sulit untuk mengaplikasikan perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa. hal ini karenakan pembelajaran sejak dulu berpusat kepada guru sehingga hanya terjadi transfering of knowledge dan dikarenakan guru sudah terbiasa dan nyaman menggunkan metode yang konvensional ini.oleh karena itu, Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru perlu terus mendukung dan membimbing pendiddik calon pendidik untuk belajar mengaplikasikan perubahan tersebut, sehingga seiring berjalannya waktu pendidikan dapat berkembang, maju dan guru berperan sebagai fasilitator dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  115. Raudhah Nur Pratiwi (15301244009)
    S1- Pend. Matematika A 2015

    Kesulitan-kesulitan yang dipaparkan di atas masih sering saya alami dalam praktik micoteaching. Bagaimana agar pembelajaran betul-betul student centered. Bagaimana menyusun LKS yang dapat memfasilitasi siswa untuk mengeksplorasi rasa ingin tahunya. Bagaimana guru dapat melayani kebutuhan siswa yang berbeda-beda secara adil?
    Kesulitan-kesulitan tersebut saya rasa dapat diatasi dengan cara terus berlatih dan semangat dalam mengembangkan potensi, keahlian, dan keterampilan yang dimiliki agar jauh lebih baik lagi.Salah satunya melalui PLPG. Harapannya, melalui PLPG ataupun PPG guru dapat mengembangkan kemampuannya agar kelak dapat menghadirkan pembelajaran yang inovatif di kelas.

    ReplyDelete
  116. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015
    Perubahan paradigma pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa, saya rasa membutuhkan proses yang cukup panjang. Karena pembelajaran yang berpusat pada guru sudah terlalu lama diterapkan dalam sistem pendidikan di Indonesia. Diharapkan, dengan adanya PLPG ini dapat meningkatkan kualitas dan profesionalisme para guru. Selain itu, dengan adanya PLPG juga diharapkan mencetak para guru-guru kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  117. Finda Ayu Annisa
    15301241024
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada peserta didik adalah perubahan yang sulit. Karena pembelajaran yang berpusat di guru sudah terlalu lama diterapkan di Indonesia. Oleh karena itu, PLPG dan PPG harus dapat membimbing calon pendidik untuk membuat perubahan paradigma pembelajaran. Dengan mengikuti PLPG dan PPG diharapkan guru dapat mengembangkan kemampuannya dalam mengajar dan diharapkan guru dapat terus berkembang untuk terus kreatif dan inovatif dalam pembelajaran.
    Terimakasih

    ReplyDelete
  118. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Adanya pusat latihan guru atau PLPG adalah salah satu hal yang penting. Hal ini untuk mempersiapkan dan lebih mematangkan calon-calon pendidik supaya bisa melaksanakan proses pembelajaran dengan maksimal. Selain itu, dengan adanya pelatihan-pelatihan, guru bisa memiliki pengalaman yang lebih dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang sering muncul dalam proses pembelajaran. Karena, pasti setiap pendidik itu memiliki kesulitan dalam proses pembelajaran apalagi calon-calon pendidik yang masih minim jam terbang. Sehingga, demi meminimalisir kesalahan pendidik, dan memaksimalkan kemampuan siswa, pendidik harus senantiasa belajar dan terus belajar. Dengan demikian guru bisa mengikuti perubahan-perubahan serta pengembangan pendidikan setiap tahunnya.

    ReplyDelete
  119. Eka Susanti
    NIM. 15301241006
    S1-Pendidikan Matematika I 2015

    Saya akan menanggapi artikel diatas mengenai kesulitan guru. Pada poin ketiga dituliskan bahwa guru kurang mengembangkan LKS. Hal ini sangat sesuai, karena menurut saya guru masih terpacu pada drill soal daripada penanaman konsep. Akibatnya guru masih menggunakan LKS yang berisi kumpulan soal dan bukan LKS yang mengembangkan pengetahuan siswa. Hal ini juga terlihat dari pembelajaran yang berorientasi pada guru.

    ReplyDelete
  120. Monica Ansella
    15301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Dari artikel ini informasi pertama yang saya peroleh adalah ternyata guru pun masih mengalami kesulitan yang saya dan teman-teman hadapi dalam pelaksanaan pembelajaran mikro. Belajar dari pengalaman pembelajaran mikro, kami menemui permasalahan yang bisa dikatakan sama persis dengan apa yang telah dituliskan dalam artikel ini, padahal murid yang kami hadapi belum murid yang sesugguhnya dan jumlahnya masih tergolong sangat sedikit. Bahkan setelah satu semester kami belajar bersama, saya rasa kesulitan tersebut belum dapat lepas dari diri saya. Inilah mungkin yang mendasari munculnya PLPG ataupun PPG, yaitu untuk membangun lebih banyak lagi pengalaman sekaligus pemberian kesempatan untuk mendapatkan evaluasi praktik mengajar. Artikel ini menyadarkan saya bahwa perjalanan saya untuk dapat menjadi guru yang baik masih sangat panjang. Butuh niat, doa, dan usaha yang kuat untuk dapat mencapai titik tersebut.

    ReplyDelete
  121. Okta Islamiati
    15301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2105

    Dalam artikel ini saya menangkap bahwa masalah utama dalam pembelajaran adalah inovasi. Krativitas dan inovasi pendidik berperan penting dalam pembelajaran. Inovasi dan kreativitas yang dimiliki pendidik tergantung dari jam terbang yang dimiliki, artinya kedua hal tersbut sangat bergantung dari pengalaman pendidik. Oleh karena itu, selain teori, pendidik juga perlu sering terjun ke lapangan agar inovasi dalam mengajar dan membuat media pembelajaran lebih bervariasi. Sehingga siswa tidak hanya diberikan soal-soal untuk mengetes kemampuan mereka.

    ReplyDelete