Feb 12, 2013

Problem Utama Inovasi Pembelajaran (Matematka) pada PLPG dan Sertifikasi Guru




Problem utama yang dihadapi guru dalam kegiatan PLPG dan Pendidikan Profesi Guru (Matematika) adalah Bagaimana Mengaplikasikan Perubahan Paradigma dari Pembelajaran Berpusat pada guru ke Pembelajaran Berpusat pada Siswa.


Berdasarkan pengalaman membimbing pada Pusat Latihan Pendidikan Guru (PLPG) dan Pendidikan Profesi Guru maka kesulitan yang dialami guru umumnya pada: 1) Bagaimana melibatkan seawal mungkin para siswa dalam kegiatan belajar di kelas, 2) Bagaimana melayani kebutuhan belajar untuk seluruh siswa, 3) Bagaimana mengembangkan LKS? Para guru biasanya hanya mengembangkan satu jenis LKS dan menggunakan LKS hanya untuk memberi atau sebagai kumpulan soal.
Dalam latihan praktek pembelajaran matematika guru pada umumnya berangkat dari asumsi yang sudah biasa dipraktekkan selama bertahun-tahun sebelumnya. Tentang inovasi baru biasanya memang dirasa telah memahami dan adalah bisa dan mungkin untuk dipraktikkan. Tetapi para guru biasanya baru menyadari setelah dalam prakteknya menerima masukkan dari supervisor atau pembimbing. Yang selama ini dikira sudah melaksanakan suatu metode tertentu misalnya metode A, ternyata belum memenuhi kriteria telah melaksanakan metode A Demikian seterusnya, sehingga kegiatan PLPG jalur pendidikan profesi dirasakan sangat bermanfaat bagi guru. Selamat berjuang (Marsigit)

28 comments:

  1. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam pembelajaran tentu akan dijumpai problem-problem, baik dari siswa, guru, lingkungan belajar, maupun dalam kegiatan pembelajaran itu sendiri. Dari problematika yang disajikan di atas dapat disimpulkan bahwa problem yang dialami yaitu bagaimana melibatkan siswa sedini mungkin dalam pembelajaran, bagaimana melayani kebutuhan siswa, dan dan bagaimana mengembangkan LKS.

    ReplyDelete
  2. Ainun Fidyana Syafitri
    14301244006
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Ketiga problematika seperti disebutkan dalam postingan di atas nampaknya memang sering dialami oleh guru saat mengajar. Berdasarkan pengalaman saat kegiatan Micro teaching dari ketiga problem tersebut adalah problem dalam mengembangkan LKS adalah yang paling sulit. Sebab LKS adalah sumber belajar dan kegiatan siswa, sehingga dalam mengembangkannya perlu mengetahui karakter dan kemampuan siswa dan bagaimana siswa berpikir serta apa yang akan diperoleh siswa dengan adanya LKS tersebut. Walaupun begitu kedua problem yang lain juga sulit karena masih terpaku pada belajar yang teacher centered.

    ReplyDelete
  3. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Membuat siswa mengerti dan memahami konsep-konsep matematika merupakan tujuan utama dari proses pembelajaran matematika. Dalam mewujudkan hal tersebut, tidak cukup hanya dengan pemberian materi secara lisan atau dengan metode ceramah saja dari seorang guru. Adanya keterlibatan siswa secara aktif merupakan hal sangat penting dalam proses pembelajaran matematika. Sehingga diperlukan perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa.

    ReplyDelete
  4. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sehingga tercetus adanya PLPG jalur pendidikan profesi sangatlah bermanfaat bagi guru guna menambah wawasan dan keterampilan dalam mengajar. Harapannya, setelah diadakan PLPG ini akan membuka jendela baru bagi kreativitas guru dalam menciptakan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan.

    ReplyDelete
  5. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Permasalahan utama yang dihadapi para guru adalah mengubah paradigma pembelajaran tradisional ke pembelajaran inovatif. Adanya PLPG dan PPG dapat dirasa bermanfaat untuk mengidentifikasi kesulitan-kesulitan para guru dalam pembelajaran matematika. Misalkan, guru yang selama ini yakin telah menggunakan metode pembelajaran A dengan benar ternyata masih terdapat kekeliruan dalam prakteknya.

    ReplyDelete
  6. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Kegiatan PLPG jalur pendidikan profesi sangat bermanfaat bagi guru. Dengan adanya PLPG guru diharapkan dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan guru di bidang pembelajaran.Pada PLPG juga guru bisa mempraktekkan bagaimana cara mengajar di depan para peserta lainnya sehingga dengan begitu guru tersebut dapat merefleksi apa yang telah dia lakukan saat ini apakah sudah benar atau ada yang perlu diperbaiki. Selain itu juga manfaat dari PLPG adalah menambah wawasan guru dalam membuat karya ilmiah, modul dan penelitian lainnya.

    ReplyDelete
  7. Ridwan Agung Kusuma
    13301241018
    Pend. Matematika A 2013

    Pengalaman PPL yang telah saya lakukan, saya belum bisa sepenuhnya melibatkan seluruh siswa dalam pembelajaran. Setidaknya masih ada beberapa siswa yang belum ikut terlibat dalam pembelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi bersifat terpusat pada guru, bukan pada murid. Untuk itu saya sangat setuju dengan adanya PLPG dan PPG diharapkan dapat membantu guru dalam mengatasi hal tersebut sehingga guru menjadi fasilitator bagi murid dalam mencari ilmu, bukan sebagai satu - satunya sumber belajar.

    ReplyDelete
  8. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Masalah utama dalam pembaharuan dan inovasi pembelajaran saat ini, memang salah satu faktor penyebabnya adalah ketidakmampuan dan ketidakmauan guru untuk melakukan perubahan. Mereka sseringkali masih memegang teguh pada keyakinan-keyakinan maupun paradigma-paradigma yang telah terbentuk dari hasil pengalamannya. Guru cenderung mempraktikan pembelajaran sesuai dengan apa yang pernah dialaminya sebelaumnya dan tidak jauh berbeda dengan praktik-praktik pembelajaran pada umumnya yhang seringkali dilakukan oleh para guru tanpa memperhatikan kondisi siswanya. Padahal pembelajaran seharusnya dapat memfasilitasi kemampuan setiap siswa yang tidak sama antara satu dengan lainnya.

    ReplyDelete
  9. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Setiap guru yang peduli dengan siswanya tentu memiliki harapan agar apa yang dia berikan atau aktivitas yang dia lakukan selama pembelajaran dapat berguna bagi muridnya. Hal ini, memacu guru untuk tidak sembarangan dalam mempraktikan pembelajaran bagi siswanya serta mendorong guru untuk terus dapat melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran, sehingga dengan pembelajaran yang dia lakukan dapat memaksimalkan potensi-potensi siswa yang terus berkembang.

    ReplyDelete
  10. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Mencermati fakta dilapangan, memang pada umumnya guru lebih cenderung menggunakan pembelajaran yang berpusat pada guru, bukan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Seperti yang Pak Prof. paparkan dalam artikel ini bahwa guru mengalami kesulitan bagaimana cara melibatkan seawal mungkin siswa dalam kegiatan belajar, bagaimana melayani kebutuhan belajar seluruh siswa dan bagaimana mengembangkan LKS. Dengan metode yang berpusat pada siswa, ruang gerak siswa menjadi terbatas. Meraka akan sulit untuk berkembang, berkreasi, dan tumbuh menjadi siswa yang aktif. Akan sangat sulit memang untuk mengubah kecenderungan tersebut. Hal ini dikarenakan guru telah menerapkan metode ini sejak lama. Namun, faktanya guru telah berusaha untuk mencoba menggunakan inovasi pembelajaran baru, akan tetapi belum berjalan secara optimal.
    Dengan demikian, hadirnya kegiatan PLPG dan pendidikan profesi guru ini akan sangat besar manfaatnya, tidak hanya bagi guru namun juga bagi siswa.

    ReplyDelete
  11. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Saya akan menanggapi poin pertama yaitu bagaimana melibatkan seawal mungkin para siswa dalam kegiatan belajar di kelas. Menurut saya terlibatnya siswa dalam kegiatan belajar di kelas bukan mulai dari guru masuk kelas lalu mempmin doa. Menurut saya mulai dari persiapan pembelajaran siswa sudah harus dilibatkan di dalamnya. Contohnya jika pertemuan yang akan datang guru telah merencanakan untuk dilakukan diskusi kelompok maka guru wajib memberi tahu kepada siswa gara siswa dapat mempersiapkan diri sebelumnya. Persiapan yang dapat dilakukan siswa berupa persiapan pembentukan kelompok, persiapan materi, persiapan alat dan bahan (jika diperlukan) dan yang paling penting persiapan pikiran dalam melaksanakan diskusi. Dengan begitu siswa terlibat dalam pembelajaran seawal mungkin bahkan sebelum kegiatan belajar di kelas dimulai.
    Selanjutnya saya akan menanggapi poin ketiga tentang bagaimana mengembangkan LKS. Dalam menghadapi kemampuan siswa yang heterogen, guru sebaiknya mempersiapkan beberapa macam LKS untuk siswa yang memiliki kemampuan berbeda. Tentu saja LKS yang dibuat adalah sarana yang bertujuan untuk membantu siswa aktif berpikir dalam memahami materi pembelajaran bukan hanya kumpulan soal-soal. Sehingga setiap siswa yang memiliki kemampuan berbeda akan merasa terpuaskan dengan pencapaian kemampuan yang mereka dapatkan saat pembelajaran. Selain itu diperlukannya komunikasi yang baik antar siswa maupun antara guru dan siswa terutama dalam menyimpulkan kegiatan pembelajaran. Sehingga guru bukanlah satu-satunya sumber belajar di kelas melainkan siswa dapat menyampaikan pemikirannya. Tentu saja LKS yang baik adalah LKS Yyng bervariasi.

    Wasalamu'alaikum wr wb.

    ReplyDelete
  12. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Saya setuju dengan masalah yang pada umumnya ditemui oleh guru dalam melakukan inovasi pembelajaran seperti yang Bapak tuliskan di atas. Selain tiga poin masalah di atas, menurut saya masih ada beberapa masalah lagi yang sering ditemui guru dalam melaksanakan inovasi pembelajaran. Masalah yang lain tsb diantaranya, kesibukan guru sehingga tidak mempunyai waktu untuk membuat media pembelajaran seperti alat peraga dan LKS sehingga siswa masih belajar seperti biasa (teacher-centered) dan pengetahuan guru yang terbatas dalam membuat alat peraga matematika yang sebenarnya sangat bagus untuk inovasi pembelajaran matematika. Jadi, baiknya masalah-masalah tersebut diminimalisir agar inovasi pembelajaran dapat dilakukan dengan baik. Contohnya, untuk meminimalisir masalah yang pertama yakni "bagaimana melibatkan siswa seawal mungkin dalam kegiatan belajar di kelas?", dapat dilakukan mulai dari apersepsi. Berdasarkan tulisan yang ada di blog ini juga, apersepsi sebenarnya bukan dilakukan oleh guru, tetapi dilakukan oleh siswa dengan bimbingan guru, misalnya dengan memberikan soal ataupun tanya jawab. Apersepsi merupakan tahapan awal dalam pembelajaran. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan apersepi, maka guru sudah berusaha untuk melibatkan siswa seawal mungkin dalam kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  13. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh.
    Di dalam proses pembelajaran tentunya yang menjadi faktor sukses tidaknya pembelajaran tersebut bukan hanya datang dari pihak guru, tetapi pihak siswa juga turut andil. Misalnya saja, sorang guru ingin menerapkan pembelajaran saintifik, menurut pengalaman saya, pembelajaran saintifik dapat berjalan dengan baik, bila sang siswa sudah mempunyai dasar atas materi yang akan di ajarkan. Siswa bisa mengajukan pertanyaan apabila dia telah sedikit memahami masalah. Nah di Indonesia bagian timur itu, banyak siswa yang tidak menguasai konsep dasar selain itu ditambah pula infra struktur yang belum memadai untuk mengakses informasi, sehingga disini dibutuhkan metode pembelajaran yang dinamis sesuai dibutuhkan oleh para siswa. Ada kalanya pada materi awal guru bisa menjadi sumber informasi terlebih dahulu, kemudian pada materi selanjutnya barulah guru menjadi fasilitator ketika siswa sudah menguasai konsep dasarnya.

    ReplyDelete
  14. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam rangka mengubah model pembelajaran dari yang berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa adalah dengan cara melibatkan siswa seawal mungkin dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Saat apersepsi guru melibatkan siswa untuk berfikir flashback mengenai materi apa yang telah dipelajari serta berfikir future mengenai apa kegunaan materi yang akan mereka pelajari. Biarkanlah para siswa saling mengutarakan pendapatnya di dalam kelas. Pembelajaran yang berpusat pada siswa juga dapat dilakukan dengan memberikan LKS. LKS akan membantu siswa untuk menemukan konsep secara mandiri dan mengerjakan latihan-latihan soal secara hirarkis. Dengan adanya LKS, siswa akan saling berdiskusi, sehingga akan mengurangi ceramah yang diberikan oleh guru.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Dalam praktek dengan kurikulum 2013 ini sebenarnya pun masih ada guru yang masih menggunakan paradigma lama. Oknum guru tersebut memahami pendekatan saintifik hanya secara harfiah 5M yaitu Mengamati, Menanya, Mengumpulkan Informasi, Mengasosiasi dan Mengkomunikasikan. Pada prakteknya, mengamati: siswa mengamati dan memperhatika guru menjelaskan materi; menanya: siswa menanyakan hal-hal yang belum jelas dari penjelasan tersebut; mengumpulkan informasi: siswa mengumpulkan dan mencatat informasi yang disampaikan guru; mengasosiasi: siswa berpikir memanfaatkan informasi yang didapat dari guru untuk menyelesaikan soal; mengkomunikasikan: siswa menyampaikan hasil pekerjaannya. Jika dilihat memang memenuhi kriteria 5M secara harfiah, tetapi sesungguhnya jauh dari hakekar pendekatan saintifik itu sendiri.

    ReplyDelete
  16. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B
    Terimakasih Prof atas pemaparannya
    Ilmu baru lagi ku dapatkan. Luar biasa, ini berdasarkan keadaan senyatanya. Pada postingan ini dipaparkan problem utama inovasi pembelajaran (matematika) pada PPLG dan sertifikasi guru yang meliputi kesulitan guru dalam melibatkan siswa seawall mungkin, cara melayani kebutuhan belajar seluruh siswa, cara mengembangkan LKS. Bahkan sebelum pada penjabaran poin demi poin tersebut, pada postingan di atas disebutkan terlebih dahulu bahwa problem utama yang dihadapi guru dalam kegiatan PLPG dan pendidikan profesi guru (matematika) adalah bagaimana mengaplikasikan perubahan paradigma dari pembelajaran berpusat pada guru ke pembelajaran berpusat pada siswa. Saya memiliki sisi kesetujuan terkait hal ini. Meskipun saya bukanlah guru (secara formal), beberapa kali saya memiliki pengalaman menjumpai guru yang membangun pembelajaran teacher center learning. Tidak bermaksut untuk menghakimi, saya melihat fenomena ini terjadi pada beberapa guru senior, sedangkan beberapa guru “baru” yang saya temui sudah mulai mengaplikasikan pembelajaran berpusat pada siswa. Oleh karena itu, tanpa mengurangi rasa hormat, saya ingin bertanya kepada Prof Marsigit, apakah yang saya jumpai itu mencerminkan keadaan sesungguhnya atau tidak? Saya takut, itu hanya temuan kasus kecil yang meracuni pikiran saya yang dengan semena-mena melakukan generalisasi. Terimakasih

    ReplyDelete
  17. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Melakukan perubahan bukanlah hal yang mudah. Semua itu membutuhkan pengalaman untuk dapat terbiasa dalam suatu perubahan. Terkadang seseorang telah merasa berubah tetapi ternyata perubahan itu belum lah nampak menurut orang lain.
    Tentang perubahan pembelajaran dari berpusat kepada guru menjadi berpusat pada siswa bukanlah hal mudah. Banyak hal yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Pelatihan dan refleksi guru sangat pula diperlukan untuk mengetahui sejauh mana usaha guru untuk mencapai pembelajaran berpusat pada siswa dan untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran guna meningkatkan dan memperbaiki kualitas pembelajaran agar dapat mencapai inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  18. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Banyak sekali problem yang dialami guru saat melaksanakan kewajiban menjalankan tugasnya sebagai guru. Tantangan-tantangan tersebut semakin berkembangnya zaman, semakin berat. Karena harus disesuaikan dengan keadaan. Seperti jaman sekarang yang sangat berkembang adalah teknologi. Mau tidak mau guru harus memikirkan bagaimana memanfaatkan teknologi sebaik mungkin untuk implementasi dalam proses pembelajaran, dengan tidak lupa menerapkan paradigma yang utama yaitu pembelajaran berpusat pada siswa, bukan lagi berpusat pada guru.

    ReplyDelete
  19. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof.
    Ini akan menjadi bahan pembelajaran juga buat saya pribadi
    .Masalah –masalah yang dipaparkan di atas seringkali dihadapi oleh guru.Terkait dalam mengembangkan perangkat pembelajaran misalnya LKS.Mungkin secara teori dikatakan telah memahami namun ketika dilibatkan dalam dunia praktek akan terasa sedikit sulit.Dengan adanya kegiatan PLPG dapat mengisi kekurangan –kekurangan guru di dalam proses belajar mengajar serta menambah pengetahuan dan pengalaman baru guna menunjang kegiatan pembelajaran.

    ReplyDelete
  20. Dimas Candra Saputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    Inovasi pembelajaran matematika telah dipandang perlu oleh sebagian besar guru. Banyak guru yang telah menyadari hal tersebut. Namun dalam kenyataannya, masih sedikit guru yang sudah mengembangkan inovasi pembelajaran. Pembelajaran yang lebih sering dilakukan adalah pembelajaran tradisional. Sebagian guru masih senang menggunakan metode pembelajaran yang telah terbiasa dilakukan secara bertahun-tahun sehingga muncul anggapan bahwa sulit untuk melakukan inovasi. Memang tidak mudah untuk mengubah kebiasaan lama. Namun, perubahan paradigm dari pembelajaran yang berpusat pada guru ke pembelajaran yang berpusat pada siswa merupakan hal penting yang perlu segera direalisasikan. Berbagai masalah yang muncul tentu memiliki solusi yang dapat digunakan untuk mengatasinya. Untuk mendapatkan solusi, para pendidik dapat menerapkan lesson study. Lesson study merupakan kegiatan sekelompok guru untuk mengkaji pembelajaran. Kegiatan ini merupakan wahana bagi guru untuk saling berdiskusi dalam mengatasi berbagai permasalahan di kelas.

    ReplyDelete
  21. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Berdasarkan postingan bapak di atas, saya sempat berfikir bahwa, guru yang mengikuti kegiatan PLPG dan Pendidikan Profesi Guru saja sudah kesulitan mengubah paradigma pembelajaran “teachers center” menjadi “students center”, bagaimana dengan guru yang tidak mengikuti kegiatan tersebut?? Menurut saya sebaiknya pelatihan peningkatan kualtas guru perlu diberlakukan secara merata, bukan hanya yang sudah menjadi guru maupun kepada calon guru.

    ReplyDelete
  22. I Nyoman Indhi Wiradika
    17701251023
    PEP B

    PLPG merupakan langkah strategis dalam pengembangan profesionalitas guru dalam pembelajaran di kelas. Namun, terkadang PLPG banyak menyimpang dari konsep idealnya dikarenakan beberapa faktor seperti; guru banyak yang belum mengenal IT dan prosesnya yang dapat dikatakan singkat. Saya memiliki bayangan bahwa selain PLPG guru harus mampu mengembangkan kompetensi profesionalitasnya melalui komunitas sesame guru. Pandangan saya tersebut berdasarkan asumsi kepada PLPG yang lebih dekat dengan konsep ‘pengajaran’ dari dosen, untuk dapat mengembangkan pofesionalitas guru secara alamiah perlu adanya wadah komunitas tempat guru berbagi pengalaman pofesionalitasnya kepada sesame guru, hal tersebut saya rasa akan dapat mendukung program PLPG ke depannya.

    ReplyDelete
  23. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.Mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    PLPG atau PPG merupakan tahapan yang sangat baik bagi para calon guru atau guru dalam mempersiapkan diri menjadi pendidik yang berkualitas dan profesional. kadang kala memang selama bertahun-tahun guru merasa bahwa metode yang dirapkan selamam ini telah memenuhi kriteria, karena belum mendapatkan masukan dari orang-orang sekitar yang lebih ahli di bidang pendidikan.

    ReplyDelete
  24. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Media dalam pembelaharan dapat membantu siswa dalam memahami pembelajran yang akan diajarkan. Pada kurikulum 2013 ini yang lebih mengedepanan partisiopasi siswa dalam pembelajaran, maka Lembar Kegiatan Siswa (LKS) merupakan salah satu perangkat pembelajaran yang tepat digunakan dalam Kurkulum 2013. Tentu saja LKS pada Kurikulum 2013 berbeda dengan LKS jaman dahulu yang tenatng ringkasan dan soal saja. Namun dalam LKS Kurikulum 2013 lebih menekankan aktivitas siswa dalam melaksanakan mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mengkomunikasi agar LKS bukan hanya sebagai kumpulan soal dan benar membantu siswa dalam memaknai suatu pelajaran.

    ReplyDelete
  25. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B
    dalam pembelejaran dibutuhkan media pembelajaran dan perangkat pembelajaran yang menunjang siswa dalam menemukan pengetahuan baru untuk mengembangan sikap mandiri dan inovasi siswa, salah satunya dengan menggunakan LKS yang sesuai dengan pembelajaran yang berpusat pada siswa. LKS yang digunakan dalam kurkulum 2013 adalah LKS yang menekankan aktivitas siswa dalam melaksanakan 5M. Aktivitas 5M yang dimaksud antara lain mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi dan mengkomunikasi. Aktivitas ini harus terlihat jelas dalam LKS yang dibuat oleh guru. Di dalam LKS harus dijelaskan mana aktivitas mengamati, menanya mengumpulkan data, mengasosiasi da mengkomunikasi,sehingga dengan penggunaak metode tersebut didalam pembelajaran dalam kelas akan memberikan pengalaman yangmengesankan kepada siswa.Paradigma berpikir bahwa LKS hanyalah kumpulan soal seharusnya dirubah sejak saat ini karena LKS merupakan media yang menuntun siswa menuju pemahaman suatu konsep, bukan merupakan kumpulan soal-soal.

    ReplyDelete
  26. Dewi Saputri
    17701251936
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Memanglah tidak mudah untuk mengubah suatu perebuhan dalam proses pembelajaran, apa lagi yang diubah pembelajran yang berpusat kepada siswa, yang mana pembelajaran yang berpusat pada guru sudah dilakukan bertahun-tahun lamanya. Memanglah butuh proses, akan tetapi seiring berjalannya proses maka pembelajaran yang berpusat pada guru bisa saja terlaksana apalagi zaman sudah semakin berkembang, pemikiran-pemikiran yang inovatif memanglah harus segera digerakkan.

    ReplyDelete
  27. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Proses pengembangan LKS merupakan hal cukup sulit dilakukan jika guru kurang kreatif dan masih ada rasa malas untuk berkreasi di dalam menulis. Apalagi pada K13 saat ini yang menuntut guru hanya sebagai fasilitator. Maka salah satu hal yang dapat membantu guru dalam pembelajaran ada dengan cara membuat LKS kontekstual dan jika perlu membuat jurnal harian matematika kepada siswa agar rasa ingin tahu mereka lebih meningkat.

    ReplyDelete