Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 22: Apakah Mat Kontradiktif (Jawaban utk Prof Sutarto Bgn Kesatu)




Oleh Marsigit

Pertanyaan Prof Sutarto:

Bisakah kita menyebut matematikawan sbg kaum logicist-formalist-foundationost?
Apakah memang harus dibedakan mathematian math dan students math? Bgm menjembataninya?

Tanggapan saya (Marsigit):

Terimakasih Prof Sutarto. Untuk menjawab pertanyaan Bapak saya mengemukakan Tiga Kutub besar yaitu Mathematician, Philosopher, dan Educationist.

Bagi Mathematicians, "3+4=7" is a true statement without requiring a human mind to state the problem. Sementara the Philosophers assuming it as transcending from the context of the human mind. Dan tidak semua mathematicians would strictly agree with this.

Jika the Mathematicians just try to research maka the Philosopher try to reflect. Maka the philosophy of mathematics contains several viewpoints on this case. Sementara para Educationists sangat menaruh perhatian kepada apa yang terjadi pada diri siswa.

Pandangan tentang matematika dapat dibelah menjadi 2 (dua) saja. Pertama, memandang obyek matematika sebagai IDE dalam pikirannya (Absolutism-Idealism-Platonism); kedua memandang obyek matematika di luar pikirannya (Intuitionism-Realism-Aristotelianism).

Absolutism-Idealism-Platonism kemudian melahirkan Logicist-Formalist-Foundationlist. Sedangkan Realism-Relativism-Aristotelianism kemudian melahirkan Empiricism-Fallibism-SocioConstructivism. Yang saya sebut semua itu adalah masih dalam kategori sebagai the Philosophy yang menaungi baik Philosopher maupun Mathematician.

Matematika di Perguruan Tinggi pada umumnya adalah Pure Mathematics yang merupakan karya Logicist-Formalist-Foundationalist, khususnya adalah karya-karya Formalist Hilbert. Jadi hampir semua Matematikawan sekarang ini sebetulnya adalah kaum Hilbertianism.

Walaupun karya-karya Hilbert telah mendapat kritik dari muridnya sendiri Godel, tetapi karena the Mathematical System yang berhasil dibangun dianggap sebagai monumental, maka the followernya sangat membanggakannya seakan tidak ada matematika yang lainnya.

The Mathematical System yang dibangun oleh Logicist-Formalist-Foundationalist mempunyai sifat-sifat seperti yang disampaikan oleh saudari Kriswianti al bersifat abstrak, konsisten, ...dst. Dalam mana hal demikian telah dikritik oleh Intuitionist-Fallibist-SocioConstructivist sebagai MITOS belaka.

Bersambung..

41 comments:

  1. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Bagi seorang matematikawan bahwa semua hal dalam matematika sudah jelas dan terjawab tanpa perlu memperhatikan bagaimana asumsi-asumsi tersebut dapat diserap dan dipahami oleh seorang siswa. Jadi dalam pengertian berarti bahwa tidak memperhatikan aspek psikologi (pemikiran) siswa memahami konsep tersebut. Namun dalam pembelajaran matematika disekolah berkaitan bagaimana suatu konsep dapat dibentuk dalam pikiran sisa merupakan hal yang penting.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  2. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Saya setuju dengan pertanyaan “Apakah memang harus dibedakan mathematian math dan students math? Bgm menjembataninya?”. Kalau boleh saya ikut menanggapi pertanyaan ini, jawaban saya adalah iya. Karena, matematika siswa diberikan sesuai usia dan perkembangan otaknya. Jikalau sedari kecil sudah diajarkan matematikanya seorang atematikawan, alangkah beratnya materi dan kompetensi yang harus dikuasi siswa dari pembelajaran di sekolah. Nah, apabila Matematika di Perguruan Tinggi pada umumnya adalah Pure Mathematics yang merupakan karya Logicist-Formalist-Foundationalist, khususnya adalah karya-karya Formalist Hilbert, maka pada usia inilah siswa atau mahasiswa sudah saatnya belajar tentang matematika yang murni. Saya menjadi penasaran, apa sambungan dari elegi ini. semoga pemikiran saya tidak keliru, dan jikalau keliru, mamou diluruskan kembali ketika membaca elegi-elegi berikutnya. Amin, Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  3. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Tiga kutub besar dari matematika yakni mathematician, philosopher dan education memiliki kajiannya masing-masing. Kutub mathematician mencoba untuk meneliti, philosopher mengkaji tentang reflesi dan education mengkaji tentang pembelajaran matematika kepada siswa. Oleh karena itu dalam membahas adanya kontadiksi dalam matematika tikdak boleh disalahkan kan dalam satu isi saja. Jika boleh kami menanggapai pertanyaan nomor 2 “ Apakah memang harus dibedakan matematian math dan student math? “ menurut kami, kami setuju dengan membedakan pembejaran antara matematian math dan student math . Kedua kelompok ini memiliki karakter yang berbeda sehingga materi dan bahasa matematika juga harus di sesuaikan taraf berpikir antara matematian math dan student math. Terima Kasih

    ReplyDelete
  4. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pandangan orang dengan berbeda dimensi akan berbeda pandangan pula terhadap suatu hal. Seperti halnya pandangan kita terhadap matematika. Pola pikir setiap manusia akan berkembang sesuai dengan usia. Dari TK hingga ke Perguruan Tinggi mencoba untuk menimba ilmu matematika. Disini akan terlihat jelas bagaimana pembelajaran itu dilakukan dengan sebaik-baiknya. Mulai dari hal nyata dalam menjelaskan matematika di kelas SD, hingga pure mathematics di tingkat Perguruan Tinggi. Hal ini sudah disesuaikan dengan pola pikir dan daya tangkap kita akan suatu hal. Hal sekecil ini perlu mendapatkan kritikan agar lebih menjadi perhatian bagi pemerintah dalam emnentukan suatu kebijakan dalam dunia pendidikan.

    ReplyDelete
  5. Terimakasih bapak karena telah berbagi penjelasannya mengenai pertanyaan yang diajukan oleh bapak Prof Sutarto. Seperti yang bapak tulis bahwa matematika dapat dipandang menjadi dua yaitu sebagai ide atau objek di luar pemikirannya. Sebagai pendidik haruslah memahami pemisahan antara matematika dari system logic-formalis-fondationalis dengan matematika sekolah.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  6. Junianto
    PM C
    17709251065

    Dari artikel ini saya mulai paham perbedaan antara mathematicians dan philosopher. Mathematicians mencoba untuk melakukan riset, sedangkan seorang philosopher mencoba untuk merefleksikan. Kemudian d sisi lain ada seorang Educationist yang lebih berfokus kepada apa yang terjadi dalam pikiran siswa. Dalam pandangan saya pribadi, ketiga ilmuwan ini memang sudah seharusnya saling bekerja sama demi tetap terjaganya matematika sebagai ilmu yang pantas untuk dipelajari. Selain itu, adanya riset-riset juga akan meningkatkan pengetahuan kita tentang matematika.

    ReplyDelete
  7. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  8. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Matematika di perguruan tingggi atau matematika bagi orang dewasa sifatnya abstrak dan mengedepankan pada kemampuan berpikir tingkat tinggi, sedangkan matematika di sekolah atau matematika untuk anak-anak menuntut kekonkretan dan kelogisan atas matematika itu sendiri. Educationist harus memahami bagaimana psikologis siswa dalam mempelajariilmu matematika yang setiap tahap perkembangan siswa memiliki psikologis yang berbeda-beda. Kemudian matematika menurut filsuf mengedepankan pemikiran manusia terhadap matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  9. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Matematika yang ada pada mathematian math dan students math memiliki perbedaan yang jelas terlihat. Pada mathematian math berkembang sistem Pure Mathematics yang merupakan karya Logicist-Formalist-Foundationalist dimana disana dijelaskan bahwa matematika memiliki sifat konsisten salah satunya. Konsisten atau disebut tidak kontradiktif merupakan salah satu sifat yang sangat sulit untuk didapatkan penjelasan dan buktinya. Sehingga jangan sampai matematika yang sangat bermanfaat ini hanya dianggap sebagai mitos saja yang tidak dapat dijelaskan kebenaran sifatnya.

    ReplyDelete
  10. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Saya disini mencoba menjawab juga pertanyaan dari prof Sutarto berdasarkan pemahaman saya dari belajar dengan prof marsigi, namun saya meminta maaf dahulu kepada prof jika pemahaman yang saya ambil terlalu dangkal bahkan tidak nyambung. Namun jika berbicara bahwa filsafat itu adalah diri saya sendiri, maka saya akan memberikan apa yang ada dalam pemikiran saya. Menurut saya, matematikawan seperti apa dulu disini. Menurut saya, matematikawan juga terbagi menjadi dua yaitu matematikawan pendidikan dan matematikawan murni. Jika memang matematikawan pendidikan itu mereka selalu mengerti kebutuhan dari peserta didik, maka tidak bisa dibilang bahwa mereka merupakan kamu logicist-formalist-foundationalist. Karena mereka tidak saklek mengatakan sesuatu itu berdasarkan apa yang ada di pikiran mereka namun juga mengaitkannya dengan pemahaman siswa yang masih butuh sesuatu yang nyata untuk merepresentasikannya.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  11. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Terdapat perbedaan yang mencolok antara pendidikan matematika untuk SD atau SMP dengan pendidikan matematika di Universitas. Matematika dipandang sebagai obyek yang berada dalam pikiran boleh jadi bisa dipelajari di perguruan tinggi, karena akan menjadi pure matematic, sedang matematika sebagai obyek di luar pikiran, dalam permasalahan sehari-hari, sebagai pengalaman akan sangat mungkin diajarkan di sekolah bahkan diSD atau SMP dengan catatan bahwa matematika disampaikan dengan bahasa yang bisa dipahami oleh siswa.

    ReplyDelete
  12. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C
    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh

    Dengan membaca elegi ini saya dapat mengetahui perbedaan Mathematician, Philosopher, dan Educationist. Matematika pada perguruan tinggi memang harus dibedakan dengan matematika pada tingkat SD, SMP, dan SMA. Matematika di perguruan tinggi lebih bersifat pure mathematics.

    ReplyDelete
  13. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Pandangan matematika dapat dibagi menjadi 2 yaitu memandang obyek matematika ide dalam pikirannya (Absolutism-Idealism-Platonism) dan memandang obyek matematika di luar pikirannya (Intuitionism-Realism-Aristotelianism). Pengetahuan yang didapat selama perkuliahan yang bersifat abstrak dan komplikasi tidak cocok apabila diterapkan oleh siswa SD, SMP, SMA yang masih membutuhkan matematika realistik.

    ReplyDelete
  14. kaum logicist formalist dan foundationalist adalah kaum yang memandang tentang ilmu matematika berada didalam pikiran, rasio atau pengalaman. Matematikawan dapat disebut sebagai kaum logicst formalist dan foundationalist karena matematikawan memandang bahwa matematika adalah ilmu yang berasal dari ide atau didalam pikiran. Misalnya matematika murni yang dipelajari diperguruan tinggi.

    ReplyDelete
  15. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Matematika murni berbeda dengan matematika sekolah. Matematika murni memandang obyek matematika sebagai IDE dalam pikirannya (Absolutism-Idealism-Platonism). Sedangkan matematika sekolah memandang obyek matematika di luar pikirannya (Intuitionism-Realism-Aristotelianism). Sebagai seorang calon guru kita harus belajar tentang bagaimana anak berpikir yaitu i matematika dimana objek matematika di luar pikiran karena matematika dengan objek di luar pikiran inilah matematika sekolah. Anak- anak mulai belajar matematika dari objek- objek nyata yang ada di sekitarnya.

    ReplyDelete
  16. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Matematika sekolah yang signifikan adalah pandangan yang kedua. Anak yang masih belum mengetahui konsep dan dan memiliki pemahaman tentang matematis alangkah baiknya bila diberikan kesempatan untuk membangun sendiri pengetahuannya, dan tugas guru membantu siswa supaya mampu meningkatkan kreativitas berpikirnya. Bagaimana menghubungkan pengalamannya yang diperoleh sebelumnya sehingga menemukan pengalaman atau ide yang baru.

    ReplyDelete
  17. Selain itu, matematika juga dipandang sebagai ide dan intuisi. Sebagai ide, matematika ada di dalam fikiran seseorang. Namun sebagai intuuisi matematika berada di bawah alam sadar manusia. Dari perihal ini pun kita dapat menyimpulkan adanya kontradiksi dari kedua pandangan tersebut. Meski demikian, intuitif dan gagasan ini selalu berjalan berdampingan dalam matematika.

    ReplyDelete
  18. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Menurut saya semua oang baik matematika murni maupun matematika pendidikan dapat disebut matematikawan. Karena menurut wikipedia, matematikawan adalah seseorang yang bidang studi dan penelitiannya dalam bidang matematika. Namun yang berbeda adalah di mana matematikawan itu berada. Berdasarkan pemahaman saya apabila matematikawan disebut dengan logicist-formalist-foundationost maka matematikawan tersbebut adalah matematikawan murni. Sedangkan untuk mateatikawan yang lebih cocok untk sekolah adalah Empiricism-Fallibism-SocioConstructivism, matematikawan ini cocok dalam sekolahan karena mereka masih dapat memahami dan memaknai matematika berdaarkan kondisi real empirisnya.

    ReplyDelete
  19. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Elegi ini menjelaskan terdapat Tiga Kutub besar yaitu Mathematician, Philosopher, dan Educationist. Menurut Matematikawan 3+4=7 benar tanpa memperhatikan pikiran manusia. Sedangkan menurut filosofis 3+4=7 benar berdasarkan apa yang dipikirkan oleh manusia, artinya tergantung konteksnya. Sementara para Educationists sangat menaruh perhatian kepada apa yang terjadi pada diri siswa.

    ReplyDelete
  20. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Ada perbedaan anntara seorang ahli matematika,filsuf dan juga pendidik. Matematikawan hanya mencoba melakukan penelitian, lalu filsuf mencoba untuk mencerminkan seperti apa matematika itu sedangkan untuk pendidik adalah yang memberikan banyak perhatian kepada para siswa mengenai matematika. Matematika sebagai logicist-formalist-foundationost adalah matematikawan yang memandang matematika sebagai ide dalam pikiran(logika). Matematikawan juga memiliki sifat yang abstrak,dan juga konsisten.

    ReplyDelete
  21. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Pandangan tentang matematika dapat dibelah menjadi 2. Pertama, memandang obyek matematika sebagai IDE dalam pikirannya (Absolutism-Idealism-Platonism); kedua memandang obyek matematika di luar pikirannya (Intuitionism-Realism-Aristotelianism).
    Absolutism-Idealism-Platonism kemudian melahirkan Logicist-Formalist-Foundationlist. Sedangkan Realism-Relativism-Aristotelianism kemudian melahirkan Empiricism-Fallibism-SocioConstructivism. Yang saya sebut semua itu adalah masih dalam kategori sebagai the Philosophy yang menaungi baik Philosopher maupun Mathematician.

    ReplyDelete
  22. Menurut saya untuk matematika sekolah yang signifikan adalah pandangan yang kedua, anak yang masih belum mengetahui konsep dan dan memiliki pemahaman tentang matematis alangkah baiknya bila diberikan kesempatan untuk membangun sendiri pengetahuannya, dan tugas guru membantu siswa supaya mampu meningkatkan kreativitas berpikirnya, bagaimana menghubungkan pengalamannya yang diperoleh sebelumnya sehingga menemukan pengalaman atau ide yang baru.

    ReplyDelete
  23. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017
    Matematika itu berbeda tergantung ruang dan waktunya. Jika ilmuwan menganggap matematika itu sebagai ilmu yang konsisten maka memang benar seperti itulah adalanya bagi ilmuwan. Berbeda halnya dengan matematika di benak siswa yang harus dekat dengan kehidupannya yang penggunaannya tergantung konteksnya. Dari elegi ini saya, hal yang dapat saya ambil adalah sebagai guru/calon guru hendaknya kita jangan mengagungkan matematika murni kemudian diberikan begitu saja kepada siswa (misalnya guru memberikan rumus dan latihan soal kepada siswa agar mampu menggunakan rumus tersebut) tanpa memberikan kesempatan kepada mereka untuk menyelesaikan masalah dan melakukan aktivitas matematika.

    ReplyDelete
  24. Septi Yana Wulandari
    17709251031
    S2 Pend. Matematika B

    Bagi matematikawan konsep mateamtika itu sudah pasti dan konsisten. Mareka tidak memikirkan bagaimana siswa yang masih belajar dari sesuatu yang konkrit harus memamahi konsep matematika yang abstrak. Para matematikawan ini, tidak perduli dengan psikologis siswa dalam membangun konsep matematika di benaknya. Oleh karena itu, memang harus dibedakan antara matematika murni dengan matematika sekolah. Hal itu karena, sulit bagi siswa untuk langsung membangun konsep dari suatu yang abstrak. Terimaksih

    ReplyDelete
  25. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Kecemasan akan perbedaan cara pandang para matematikawan, filsuf, dan tenaga pendidik semakin dirasa setelah matematika dihadapkan pada pembelajar matematika, apakah matematika ini dianggap sebagai mitos belaka atau sebagai logos seperti yang diharapkan, jika sistem matematika yang dibangun oleh Logicist-Formalist-Foundationalist tidak bisa diusik oleh siapapun rasanya matematika akan semakin ditinggalkan yang tertinggal hanya puing-puing mitos.

    ReplyDelete
  26. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Berdasarkan elegi tersebut dapat disimpulkan bahwa seseorang tidak bisa sekaligus menjadi matematikawan, filsuf, dan tenaga pendidik. Ada kalanya seseorang menjadi matematikawan yaitu apabila berbicara mengenai matematika perguruan tinggi, misalnya. Dan untuk matematika sekolah, maka proses pemahaman konsep matematika sebaiknya dikomunikasikan dengan "bahasa matematika" yang lebih mudah oelh para tenaga pendidik sedangkan para filsuf berperan sebagai pemikir yang menengahi pemikiran matematikawan dan pendidik matematika.

    ReplyDelete
  27. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Saya setuju bahwa matematika perguruan tinggi menggunakan pure mathematics seperti yang dilakukan kaum Logicist-Formalist-Foundamentalist. Mereka tidak lagi mempertimbangkan kebenaran dari 3+4=7., prinsip identitas maupun kontradiksi. Mereka menganggap matematika itu konsisten dan ilmu yang pasti. Banyak matematikawan yang tidak lain tergolong dalam Kaum Logicist-Formalist-Foundamentalist, yang selalu memandang matematika terbebas dari ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  28. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Pandangan tentang matematika dapat dibedakan menjadi dua. Pertama, memandang obyek matematika sebagai ide dalam pikirannya (Absolutism-Idealism-Platonism); kedua memandang obyek matematika di luar pikirannya (Intuitionism-Realism-Aristotelianism). Dan hal lain yang harus diperhatikan adalah para siswa sebagai pembelajar di sekolah, sehingga semua pihak harus menekan ego masing-masing dan menyesuaikan dengan kebutuhan dan keadaan siswa.

    ReplyDelete
  29. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Dengan membaca elegi-elegi terkait matematika kontradiksi membuat saya lebih memahami bahwa kebenaran ilmu pengetahuan terikat oleh ruang dan waktu. Matematika terbagi atas tiga kutub yaitu matematikawan, filsafat matematika, dan pendidikan matematika , dan ketiga memiliki sudut pandang masing-masing. Kebenaran pada satu kutub tidak menjamin kebenaran pada kutub yang lainnya. Matematikawan mengakui matematika secara formal. Filsafat matematika memperhatikan kesamaan obyek pikir, sedangkan pendidikan matematika dengan mempertimbangkan pola pikir anak dan memulai dengan hal yang konkrit.

    ReplyDelete

  30. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Sepaham saya setelah mencoba sekitar 20an artikel tentang matematika kontradiktif, sampai saat ini di dalam pikiran saya adalah matematika kontradiktif sesuai dengan pandangan yang digunakan terhadap matematika itu sendiri. Selain itu juga kita anggap sebagai apakah matematika itu, matematika yang merupakan ide pada pikiran kita atau matematika yang merupakan diluar pikiran kita. Matematika di dalam pikiran kita dapat kita tentukan kaan dia akan kontradiktif dan kapan dia bisa absolut sesuai dengan pengalaman dan pengetahuan kita tentang matematika. Sedangkan matematika yang ada di luar pikiran kita tentunya adalah matematika yang kita lihat atau kita pandang, makah dia adalah matematika yang kontradiktif karena terikat oleh ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  31. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Pure mathematic dan mathematic education sama-sama mempelajari matematika namun terdapat perbedaan yang mendasar antara keduanya. Sebagian besar matematikawan murni meneliti, meneliti dan meneliti, dan kegiatan para Educationists adalah memperhatikan apa yang terjadi pada diri siswa. Dari kedua jenis matematika ini dapat dijembatani dengan filsafat. Dengan melibatkan olah pikir maka penerapan matematika menjadi lebih efektif diajarkan kepada anak sekolah dengan melibatkan kedua unsur matematika.

    ReplyDelete
  32. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. Terdapat tiga peran yang dapat digunakan untuk memandang matematika, yaitu sebagai matematikawan, filsuf, dan pendidik. Masing-masing memnadang matematika dari sudut pandnag yang berbeda. Kaum absolutism-Idealism-Platonism memandang obyek matematika sebagai ide dalam pikirannya. Pemikiran kaum Absolutism-Idealism-Platonism kemudian melahirkan Logicist-Formalist-Foundationlist. Matmatika di perguruan tinggi merupakan matematika Logicist-Formalist-Foundationlist. Sehingga bisa dikatakan orang yang mempelajari matematika di perguruan tinggi merupakan Logicist-Formalist-Foundationlist

    ReplyDelete
  33. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Berdasarkan artikel di atas maka dapat saya simpulkan bahwa pandangan tentang matematika dapat dibelah menjadi dua yaitu memandang matematika sebagai ide di dalam pikirannya serta memandang obyek matematika di luar pikirannya. Jika objek matematika berada di dalam pikiran kita maka tantangannya adalah bagaimana cara kita membuat orang lain paham apa yang ada di dalam pikiran kita tersebut sedangkan jika objek matematika berada di luar pikiran kita maka tantangannya adalah bagaimana cara kita membuat diri kita memahami objek tersebut.

    ReplyDelete
  34. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Dalam elegi ini menjelaskan bhwa terdapat tiga padangan untuk melihat matematika. bisa dilihat dari pandangan matematikawan, filsuf, dan orang pendidikan. Matematikawan berusaha untuk meneliti, filsafat matematika berusaha untuk menangkap titik pandang dalam kasus ini sedangkan orang pendidikan akan mememperhatikan apa yang terjadi pada diri siswa.

    ReplyDelete
  35. Muhammad Sabri
    17701251034
    S2 PEP B

    Pada umumnya seseorang berpendapat sesuai dengan latar belakang keilmuan yang ia miliki. maka perbedaan pendapat tidak bisa dihondari dalam diskusi. pada postingan diatas terlihat bagaimana pandangan matematikawan, filsuf, dan orang pendidikan tentang matematika. Matematikawan berusaha untuk meneliti, filsafat matematika berusaha untuk menangkap titik pandang dalam kasus ini sedangkan orang pendidikan akan mememperhatikan apa yang terjadi pada proses pembelajaran matematika itu sendiri.

    ReplyDelete
  36. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Pandangan tentang matematika dapat dibedakan menjadi 2 (dua) saja. Pertama, memandang obyek matematika sebagai IDE dalam pikirannya (Absolutism-Idealism-Platonism); kedua memandang obyek matematika di luar pikirannya (Intuitionism-Realism-Aristotelianism). Absolutism-Idealism-Platonism kemudian melahirkan Logicist-Formalist-Foundationlist.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  37. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Realism-Relativism-Aristotelianism kemudian melahirkan Empiricism-Fallibism-SocioConstructivism. Matematika di Perguruan Tinggi pada umumnya adalah Pure Mathematics yang merupakan karya Logicist-Formalist-Foundationalist, khususnya adalah karya-karya Formalist Hilbert.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  38. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Terimakasih pak atas penjelasannya mengenai istilah-istilah mengenai peran orang-orang dalam matematika. Setelah dibaca dengan seksama memang benar peran yang terdapat dalam pengetahuan matematika itu terdiri dari iga kutup, yaitu dari kutup matematikawan artinya yang memiliki pemahaman bahwa matematika itu bersifat identitas, mencari kebenaran tanpa memperhitungkan kontradiksi dalam matematika. Yang kedua kutup filsuf yaitu orang-orang yang mampu untuk merefleksikan matematika baik dari segi material, identitas maupun kontradiksi, sedangkan kutup yang terakhir yaitu kutup para pendidik, matematika yang dijelaskan para pendidik ini yaitu pendidikan yang dekat dengan pendidik. Matematika yang sesuai dengan kehidupan sehari-hari siswa.

    ReplyDelete
  39. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Tidak semua ahli matematika menghayati dan tertarik untuk mempelajari filsafat.Sehingga banyak matematikawan yang kurang menghayati pengetahuannya dan secara leksikal memberikannya pada siswa.banyak kasus siswa tidak memahami apa yang guru katakan karena bahasa yang digunakan terlalu tinggi dan matematika yang diberikan terlalu abstrak. WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  40. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Pemahaman dan penghayatan siswa mengenai suatu hal tidak dapat dilakukan secara global. Berbeda dengan orang dewasa, mereka mungkin saja dapat mengkonstruksi pemahaman mereka mengenai matematika jika hanya diberikan teorma, definisi dan sebagainya. Namun hal yang demikian itu tidak berlaku bagi siswa, jika siswa diberikan perlakukan yang demikian itu, pembelajaran matematika akan mengabur dan siswa tidak akan memahami matematika atau memahami hanya sebatas konsep yang dipelajarinya. Padahal jika dirunut pembelajaran matematika ditujukan agar siswa dapat berpikir matematis. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  41. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Peran guru sebagai educationist sangat penting karena memegang pengaruh yang besar terhadap perkembangan dan pemahaman siswa. Membangun pemahaman siswa tentang konsep matematika tidaklah mudah. Apalagi matematika masih banyak ditakuti oleh sebagian siswa. Penumbuhan minat merupakan hal terpenting yang sebaiknya dilakukan oleh guru agar paling tidak siswa "suka" terhadap matematika. Harapannya, jika siswa sudah suka, maka akan semangat belajar matematika.

    ReplyDelete