Feb 12, 2013

The anxiety of Mathematics Teachers and Their Problems




By Marsigit
The respondent teachers indicated that their anxieties were related closely to their problems of teaching. Furthermore, the teachers expressed that the following reflects their difficulties and expected problems in conducting teaching learning of mathematics at secondary school:
1. Some teachers do not expect to produce the text book by themselves. From the available text-books the teachers want to have criteria how to choose them appropriately.
2. Some teachers have questioned about the effectiveness of the component of innovative teaching e.g. they expressed their experiences that group discussion has not contributed quickly to the achievement on national examination.
3. There was a teacher wish to in-depth study on how to develop Lesson Plan for Team Teaching. However, some teachers acknowledged that they had not a clear the picture of the implementation of the team teaching yet.
4. Some teachers acknowledged that their styles of mathematics teaching were much influenced by their obligation to prepare their students to get high achievement on national examination.
5. Some teachers felt still to have difficulties on determining time allocation. They felt to have more time for teaching mathematics.
6. There are more teachers expected to be able to develop more practical and more effective students’ worksheet. How about their structure, their form, and the minimum requirement should be put on them.
.....to be continued........

53 comments:

  1. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Saya setuju dengan beberapa pendapat guru bahwa gaya guru mengajar dipengaruhi oleh kewajiban mereka untuk mempersiapkan ujian nasional. Memang kenyataan itulah yang terjadi dilapangan, guru banyak lebih fokus menyampaikan materi yang berhubungan dengan ujian nasional sehingga pembelajaran tidak terbuka. Malahan terkadang adanya oknum kepala sekolah yang menuntut pembelajaran mengacu pada ujian nasional, karena kalau ujian nasional siswanya rendah menjadikan sekolah tersebut hilang popularitas, dengan demikian guru-guru lebih banyak mengejar terget diatas rata-rata nanti ujian nasional sekolah tersebut.

    ReplyDelete
  2. Kecemasan juga terjadi pada guru matematika dalam melakukan pembelajaran. Bahwa guru-guru kurang percaya diri untuk membuat bahan ajar yang sesuai dengan gayanya mengajar atau karakteristik dari siswa yang dihadapinya. Guru lebih memilih buku yang dijual di toko walaupun kadang materi yang ada dalam buku tersebut lebih bersifat mekanistis ada contoh kemudian latihan belum memberikan pemahaman. Sehingga pembelajaran guru di kelas menjadi motonon atau berpusat pada guru. Permasalahan ini harus dicari pemecahannya yaitu ada keinginan dari dalam diri guru untuk membuat diktat atau modul atau buku yang sesuai dengan pemikirannya. Dengan demikian kualitas pembelajaran akan sesuai dengan keinginan guru, sesuai dengan perencanaan guru.

    ReplyDelete
  3. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Tulisan ini membahas tentang beberapa masalah-masalah yang dihadapi guru yang membuat para guru merasa cemas. Kecemasan-kecemasan ini terkait dengan masalah-masalah yang dihadapi dalam mengajar. Banyak kendala yang dihadapi oleh para guru yang mengakibatkan mpara guru merasa cemas dalam mengajar seperti, para guru tidak mengharapkan menghasilkan buku atau modul pribadi, cemas dalam memilih metode pembelajaran yang tepat, cemas dalam menyusun rencana pembelajara, cemas dalam memberikan penilaian dan lain sebagainya. Semoga dengan bekerja sambil berdoa segala perasaan kecemasan ini dapat segera memudar.

    ReplyDelete
  4. Ardeniyansah
    16709251053
    S2 Pend. Matematika Kelas C_2016

    Assalamualaikum wr. . wb.
    Kecemasan matematika adalah hal yang sulit untuk ditaklukkan karena tidak seperti bentuk kecemasan lainnya, seorang guru tidak bisa mengajarkan seseorang untuk sepenuhnya menghindari kecemasan jika mereka berjuang untuk memecahkan masalah dalam pembelajaran mereka selalu dibayang-bayangi tuntutan Ujian Nasional yang mengharuskan siswanya mendapatkan hasil yang memaskan serta dapat lulus dan diterima di sekaloah yang favorit dijenjang yang lebih tinggi. Sehingga terjadi kesulitan bagi seorang guru untuk mengembangkan materi, mengadakan diskusi-diskusi kelompok, dan inovasi-inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  5. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi di atas, Some teachers felt still to have difficulties on determining time allocation. They felt to have more time for teaching mathematics. Salah satu kecemasan yang dihadapi guru matematika adalah mengenai alokasi waktu. Di satu sisi guru ingin menerapkan pembelajaran yang sifatnya berpusat kepada siswa tetapi memerlukan waktu yang banyak, tetapi di sisi lain mengingat banyaknya materi yang harus dicapai dalam satu semester. Hal ini tentunya akan mempengaruhi pelaksanaan pembelajaran dan pencapaian pembelajaran yang akan dituju. Oleh karena itu perlu persiapan yang yang matang dari guru sebelum melaksanakan pembelajaran agar menerapkan metode yang tepat bagi siswa dan sesuai dengan waktu yang tersedia sehingga apa yang menjadi tujuan dari pembelajaran dapat tercapai dengan baik. maka dari itu manajemen kelas juga sangat penting dalam proses pembelajaran sehingga waktu dapat digunakan seefesien mungkin.

    ReplyDelete
  6. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Alokasi waktu yang menjadi salah satu masalah yang masih sulit diatasi oleh guru. Mengapa demikian? Materi yang harus diajarkan kepada siswa begitu banyak, subbab yang harus diajarkan sangat banyak, pengenalanan, penanaman konsep, serta penyelesaian dari contohh – contoh soal harus diberikan oleh guru. Oleh karena itu untuk mengatasi hal tersebut dalam satu pertemuan guru membuat seintensif mungkin mengaitkan suatu konsep dengan konsep lain, agar materi yangharus dipelajari tidak terpisah dengan materi yang terkait dengan materi tersebut, dan memaksimalkan waktu yang ada.

    ReplyDelete
  7. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Kekuatiran yang dirasakan guru saat ini kebanyakan berasal dari tanggungan yang dibebankan kepada guru yang berasal 2 macam hal yang sampai saat ini masih sulit bagi guru untuk mengoptimalkan keduanya. yang pertama yaitu tanggungan yang dibebankan pemerintah, dan tanggungan untuk menciptakan pembelajaran inovatif yang berasal dari guru itu sendiri. seperti yang pertama buku, guru memiliki tanggungan metode pembelajaran yang telah mereka fikirkan dan bangun dengan matang, tetapi pemerintah disini membebankan buku wajib dimana isinya mungkin tidak sejalan denagn metode rpp yang telah dibuat oleh guru.

    ReplyDelete
  8. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    untuk nomor 5, metode yang guru buat belum dapat diefisiensikan sehingga masih memakan banyak waktu sedangkan jam yang diberikan terbatas. sedangkan yang nomor 4 berkaitan dengan masalah nomor 5, waktu yang sedikit itu masih harus dibagi dengan persiapan ujian nasional yang diselenggarakan pemerintah. Sedangkan untuk masalah-masalah lainnya lebih kepada guru yang belum terlalu terbiasa menjalankan inovatif learning itu sendiri. jadi hal ini dapat diatasi dengan pembiasaan dan pelatihan-pelatihan lebih lanjut.

    ReplyDelete
  9. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah....
    Menjadi seorang guru haruslah iklas. Jika ia melakukannya dengan ikhlas, maka segala yang dilaksanannya akan terasa mudah. Untuk menjadi guru yang baik ia harus ada dan mengada. Untuk ada dan mengada ia harus ikhtiar. salah satu bentuk ihktiar yaitu dengan terus melakukan inovasi dan pengembangan di bidang pendidikan. Untuk melakukannya diperlukan keikhlasan. Nah yang dikhawatirkan disini adalah problem atau masalah yang dikeluhkan oleh para guru adalah ikhtiar untuk melakukan inovasi agar mereka dapat menjadi guru yang baik. Yang dikeluhkan seperti yang telah diungkapkan diatas yaitu tidak membuat buku, enggan menggunakan pembelajaran inovatif, pembuatan RPP, tidak ikhlas dan sebaginya. Semoga para calon guru kelak berikhtiar untuk menghindari probelm ini.

    ReplyDelete
  10. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    saya ingin menanggapi perihal yang nomor 3, bahwasanya memang masih adanya guru yang belum memahami apa itu RPP sehingga mereka tidak punya panduan dalam memberikan pembelajaran. bagaiamana cara mengefektifkan waktu dan agar tercapainya semua kompetensi bukan menjadi tuuan utamanya dalam pembelajaran yang ditempuh dalam satu semester.

    ReplyDelete
  11. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    dalam pembelajaran gaya mengajar guru mempengaruhi bagaimana hasil belajar siswa, karena hal ini berkaitan erat dengan proses pentrasferan ilmu dari guru ke siswa. jika gaya mengajar guru tidak sesuai dengan gaya belajar siswa, tentu hal ini berdampak pada banyaknya siswa yang belum mengerti dengan apa yang dipelajari. dan juga guru belum mampu untuk mengembangkan lembar kerja siswa yang akan berfungsi sebagai referensi lainnya dalam belajar selain daripada guru itu sendiri.

    ReplyDelete
  12. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPS Pendidikan Matematika C 2016

    Ternyata kecemasan itu tak hanya terjadi dalam diri siswa, namun juga terjadi pada guru. Hal ini mngkin akan mempengaruhi kelancaran transfer ilmu kepada siswa,seperti pada siswa juga bahwa kecemasan itu baik untuk motivasi, namun jika kecemasannya berlebihan, akan berpengaruh buruk ke depannya.

    ReplyDelete
  13. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dari artikel di atas kita tahu bahwa masih ada beberapa guru di Indonesia yang lebih mementingkan ego mereka sehingga sangat jarang yang mau mengorbankan sedikit saja tenaga untuk berfikir mengenai masa depan anak dengan memenuhi kebutuhan mereka. Keadaan guru seperti inilah yang sangat memprihatinkan apalagi terjadi di negara kita ini. Pemerintah dalam melakukan penilaian dengan melakukan Ujian Nasional. Menurut saya Ujian Nasional jika di pandang sebagai kekurangannya, hasil dari ujian tersebut tidak menentukan kualitas sebenarnya suatu siswa. kemudian muncul pertanyaan bahwa mengapa guru selalu menganggap bahwa ujian nasional adalah penentu segala nasib anak didik ? Dari sini guru seharusnya memikirkan bahwa memenuhi kebutuhan siswa dan melayani mereka adalah prioritas utama. Sehingga solusi dari permasalahan ini, guru harus siap dengan metode pembelajaran yang inovatif yang dikehendaki siswa supaya mereka lebih mudah belajar serta mendapat apa yang mereka inginkan.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dalam memfasilitasi kegiatan pembelajaran peserta didik pada aspekaspek pelajaran matematika, guru seringkali mendapat kesulitan dalam memfasilitasi peserta didik mengkonstruksi pengetahuan pada salah satu aspek atau pada sub aspek mata pelajaran matematika. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal yang mungkin terjadi misalnya perbedaa individu peserta didik, kemampuan guru matematika dalam melakukan variasi model pem belajaran, Kemampuan guru dalam memilih/ memodifikasi alat peraga pembelajaran, keterampilan guru dalam menggunakan media pembelajaran, keterbatasan sumber belajar, dan terbatasnya dukungan lingkungan peserta didik. Untuk mengatasi kesulitan-kesulitan dalam mewujudkan tujuan mata pelajaran matematika maupun dalam membelajarkan peserta didik pada aspek-aspek matematika, sebenarnya guru matematika memiliki banyak cara untuk mengatasi kesulitan tersebut yang apabila pelaksanaannya ditulis dapat digolongkan sebagai karya tulis ilmiah. Diantara cara guru matematika untuk mengatasi kesulitan-kesulitan tersebut adalah pembuatan/modifkasi alat peraga pembelajaran matematika, pembuatan modul/diktat pembelajaran matematika, penerapan model
    model pembelajaran, berdiskusi dengan teman sejawat baik di unit sekolah maupun pada forum MGMP Matematika, mengikuti dan mengimplementasikan hasil Seminar atau yang sejenisnya tentang pendidikan matematika, mengikuti dan mengimplementasikan hasil pelatihan-pelatihan Continuing Professional Development dan pelatihan-pelaihan lain.

    ReplyDelete
  15. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Permasalahan yang ada dalam pendidikan matematika memang sangat banyak dan beranekaragam. Seperti yang disampaikan diatas juga bahwa guru – guru mengajar kebanyakan hanya fokus pada pelajaran atau materi tertentu yang akan digunakan dalam ujian nasional. Mereka mengajar sesuai yang ada akan digunakan pada saat ujian nasional. Akibatnya mungkin siswa akan lemah pada beberapa materi tertentu yang tidak termasuk dalam materi yang diujikan dalam ujian nasional. Perlu adanya pertemuan dan diskusi guru agar hal tersebut dapat diatasi dan dicari solusi terbaik dari permasalahan lain yang mungkin dihadapi baik itu permasalahan dari guru maupun dari siswanya.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Permasalahan yang ada di dalam dunia pendidikan memang sangatlah banyak, sehingga banyak sekai hal-hal yang bisa didiskusikan oleh para pendidik. Sesama pendidik sebaiknya saling membantu satu sama lain, sehingga permasalahan yang ada bisa terpecahkan dengan baik. Selain itu para guru bisa menambah ilmu mereka dengan pengalaman yang dimiliki oleh teman kerjanya atau dengan menambah dari pengalamannya karena bisa memecahkan masalah tersebut.

    ReplyDelete
  17. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Kecemasan dan permasalahan guru matematika. Kecemasan guru matematika kebanyakan adalah tentang bagaimana mereka mengajar. Masalah-masalah yang sering dihadapi guru dalam proses pembelajaran matematika adalah guru perlu melakukan inovasi dan menggunakan model-model pembelajaran mutakhir, namun guru dituntut pula untuk mempersiapkan siswa agar memperoleh hasil yang tinggi dalam ujian nasional. Selain itu, problematika ditambah dengan alokasi waktu pembelajaran yang kurang untuk mencapai targetan yang menjadi tuntutan. Terdapat harapan oleh guru untuk memperdalam studi tentang bagaimana megembangkan pembuatan RPP dan team teaching. Beberapa guru mengakui bahwa cara mengajar yang dilakukannya adalah lebih mengarah pada tujuan keberhasilan pencapaian nilai ketika Ujian Nasional. Beberapa guru masih kesulitan untuk menentukan alokasi waktu ketika mengajar. Serta ada lebih banyak harapan untuk para guru dapat mengembangkan lembar kerja siswa yang lebih praktis dan lebih efektif.

    ReplyDelete
  18. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Education problems in Indonesia are very much. One of them, the anxiety of mathematics teachers and their problems. Some teachers do not expect to produce textbook by themselves. I think that It is a big problem in our education because teacher should be innovative and creatif to develop textbook. Producing interesting and innovative textbook is very important and is a guide for teacher. Textbook has a great contribution to the success of learning process. But in fact, some teachers do not expect to produce textbook by themselves. In learning process, teacher has an important role to facilitate students constructing their knowledge. Teacher should be innovative and creatif to produce student work sheet, use variety of methods, resources, interactions and media of learning, etc.

    ReplyDelete
  19. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Dalam artikel diatas dapat saya pahami bahwa ternyata guru juga memepunyai masalah selain siswa. beberapa guru mungkin masih belum ahli dalam hal menyusun buku teks. Padahal itu adalah salah satu keterampilan seorang guru yang harius dimiliki bagaimana menyususn materi yang cocok untuk siswa nya sendiri. Dan juga kurang percaya diri guru saat ppembelajaran juga salah satu maslaah yang dihadapi guru.

    ReplyDelete
  20. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Permasalahan yang menimbulkan kecemasan dari para guru misalnya pada materi yaitu kesusaian luasnya materi dengan waktu. Karena keterbatasan waktu, kadang banyak materi yang belum dapat terselesaikan. Guru seharusnya merencanakan alternatif- alternatif pembelajaran untuk mengatasi hal- hal yang akan terjadi diluar dugaan sehingga guru tidak akan mudah cemas dan pembelajaran akan terlaksana dengan baik.

    ReplyDelete
  21. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    Pascasarjana Pendidikan Matematika 2016/ Kelas C

    Pada artikel di atas saya dapat menyimpulkan bahwa terdapat kecemasan seorang guru ketika mengajar dan salah satunya mengenai penyusunan buku teks untuk siswa. Sebagai seorang guru seharusnya kemampuan untuk menyusun buku teks harus dimiliki oleh setiap guru sehingga dapat menentukan materi pembelajaran yang sesuai untuk siswa dengan gaya mengajar dari guru tersebut sehingga lebih terjalin interaksi yang lebih nyaman antara guru dan siswa dalam proses belajar mengajar.

    ReplyDelete
  22. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Kecemasan dalam masalah matematika merupakan hal yang wajar karena sebenar-benarnya hidup ya pasti ada masalah, serta dengan adanya kecemasan maka usaha kita akan meningkat untuk mengatasinya. Tidak selamanya kecemasan itu buruk, di sisi lain kecemasan yang dapat kita sikapi dengan baik akan menimbulkan hasil yang maksimal.

    ReplyDelete
  23. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. sebagai pengajar dan mahasiswa pendidikan matematika saya juga mengalami kecemasan sebelum mengajar. Apalagi jika diharuskan mengajar materi-materi yang kurang saya pahami. Saya mengatasinya dengan mempersiapkan sebaik mungkin segala materi dan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan siswa. Dengan persiapan yang baik, kecemasan sebelum proses belajar mengajar dapat sedikit berkurang. Menurut saya pengalaman mengajar juga berperan dalam mengurangi kecemasan selain persiapan mengajar.

    ReplyDelete
  24. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Beberapa kecemasan guru matematika lainnya yaitu guru matematika adalah guru yang paling menyeramkan bagi siswa karena merupakan efect dari sulitnya pelajaran matematika bagi siswa. Untuk mengatasi ini maka guru perlu melakukan peer teaching sebagaimana paparkan tulisan sebelumnya. PLPG, MGMP bisa menjadi solusi untuk masalah ini. Maka perlu dilakukan penelitian-penelitian kaitannya untuk mencari solusi dari permasalahan yang ada. Tujuan dari penelitian ini pada hakekatnya adalah agar mendapatkan inovasi-inovasi baru dalam dunia pendidikan. Inovasi-inovasi ini tentunya memiliki dampak untuk bagaimana perbaikan pendidikan, khususnya dalam pelajaran matematika. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai pedoman dan refrensi dalam mengajarkan matematika disekolah.

    ReplyDelete
  25. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Kecemasan lain yang dirasakan oleh guru matematika mungkin saja terkait penguasaan materinya yang kurang. Kemudian takut siswa tidak tertarik mengikuti pembelajaran yang dilakukan karena kurang menyenangkan bagi mereka. Hal ini berkaitan dengan kekreatifan guru dalam merancang pembelajaran mulai dari kegiatan apersepsi hingga penyimpulan materi. Selain itu, kecemasan terhadap materi matematika yang banyak padahal waktu UAS sebentar lagi. Guru juga merasa cemas, ketika tidak ada siswanya yang berhasil ketika ujian. Ia cemas karena merasa mungkin pembelajaran yang ia lakukan masih belum menarik minat siswanya.

    ReplyDelete
  26. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Beberapa permasalahan atau kegelisahan yang dihadapi oleh guru mengenai pembelajaran seperti yang dipaparkan pada artikel, menurut saya kuncinya ada pada keinginan guru itu sendiri. Kebanyakan kegelisahan guru adalah mengenai inovasi pembelajaran dan persiapannya terkait dengan paradigma baru pendidikan yaitu berorientasi pada siswa (student centered). Inovasi pembelajaran dapat dilaksanakan dengn baik jika guru memahami betul karakter siswa, peka mengenai kekurangan pada pembelajaran sebelumnya seingga berusaha memperbaiki pada perencanaan berikutnya, selain berusaha untuk selalu memperbaiki dan membuat variasi, guru harus bisa menyiapkan materi sendir. Menyiapkan materi sendiri seperti text book, yang dimaksudkan adalah sesuai dengan materi pokok pembelajaran hanya dikembangkan sesuai karakteristik siswa. Membuat siswa agar bisa mengkonstruksi sendiri pengetahuannya bukanlah perkara yang mudah, mengingat perbedaan kebutuhan siswa. Oleh karena itu, kuncinya adalah kemauan guru itu sendiri. Jika guru ingin dan mau, maka guru akan berusaha secara maksimal untuk selalu membuat inovasi pembelajaran.

    ReplyDelete
  27. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Artikel di atas menjelaskan tentang kegelisahan atau masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran. Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya guru tidak membuat buku ajar sendiri. Padahal, buku ajar ini sangat penting dalam penentuan materi yang dipelajari dalam proses belajar mengajar. Seharusnya, guru mampu menyusun buku ajar sendiri, sebab guru lah yang mengetahui kriteria atau kondisi siswanya. Kemudian dalam praktik pembelajaran, guru masih mempertanyakan akan keefektivan penggunaan pembelajaran inovatif. Mereka menganggap cara ini kurang efektif dan terkesan lambat mengingat materi yang cukup banyak dan adanya pelaksanaan Ujian Nasional. Akibatnya, kebanyakan guru masih menerapkan pembelajaran tradisional.

    ReplyDelete
  28. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan lain yaitu guru yang belum mampu mengembangkan Lesson Plan. Kebanyakan, guru mengajar lebih menekankan pada usaha mempersiapkan siswa agar memperolah hasil yang tinggi dalam Ujian Nasional. Sebagian besar, orang menjadikan Ujian Nasional ini sebagai tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran. Namun, menurut saya Ujian Nasional ini tidak mutlak menentukan kualitas siswa sesungguhnya.

    ReplyDelete
  29. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tak jarang, guru pun merasa kesulitan dalam mengatur waktu. Hal ini mengingat bahwa banyaknya materi yang dipelajari siswa, sedangkan jam KBM matematika di sekolah terbatas. Oleh karena itu, sebaiknya guru mampu mengembangkan Lesson Plan dengan membuat buku ajar sendiri dan mampu mengatur waktu agar proses pembelajaran lebih efektif.

    ReplyDelete
  30. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Tidak hanya siswa yang mengalami kecemasan. Guru pun juga mengalami kecemasan. Guru cemas karena takut tidak bisa mencapai standar yang ditetapkan pemerintah dan pihak sekolah. Kecemasan tersebut bisa membuat guru memaksa siswa untuk menerima konsep tanpa memahami konsep tersebut, guru hanya mentransfer ilmu yang dipunya olehnya kepada siswa dan siswa tidak berkesempatan mengkonstruksi pengetahuannya sendiri.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Artikel di atas menjelaskan tentang kegelisahan atau masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran. Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya guru tidak membuat buku ajar sendiri. Padahal, buku ajar ini sangat penting dalam penentuan materi yang dipelajari dalam proses belajar mengajar. Seharusnya, guru mampu menyusun buku ajar sendiri, sebab guru lah yang mengetahui kriteria atau kondisi siswanya. Kemudian dalam praktik pembelajaran, guru masih mempertanyakan akan keefektivan penggunaan pembelajaran inovatif. Mereka menganggap cara ini kurang efektif dan terkesan lambat mengingat materi yang cukup banyak dan adanya pelaksanaan Ujian Nasional. Akibatnya, kebanyakan guru masih menerapkan pembelajaran tradisional.

    ReplyDelete
  32. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Permasalahan lain yaitu guru yang belum mampu mengembangkan Lesson Plan. Kebanyakan, guru mengajar lebih menekankan pada usaha mempersiapkan siswa agar memperolah hasil yang tinggi dalam Ujian Nasional. Sebagian besar, orang menjadikan Ujian Nasional ini sebagai tolok ukur keberhasilan proses pembelajaran. Namun, menurut saya Ujian Nasional ini tidak mutlak menentukan kualitas siswa sesungguhnya.

    ReplyDelete
  33. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Tak jarang, guru pun merasa kesulitan dalam mengatur waktu. Hal ini mengingat bahwa banyaknya materi yang dipelajari siswa, sedangkan jam KBM matematika di sekolah terbatas. Oleh karena itu, sebaiknya guru mampu mengembangkan Lesson Plan dengan membuat buku ajar sendiri dan mampu mengatur waktu agar proses pembelajaran lebih efektif.

    ReplyDelete
  34. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Kepercayaan tidak datang dari guru ke siswa, tetapi kepercayaan harus tumbuh di dalam siswa untuk guru mereka bahwa mereka bisa menjadi lebih baik, mereka dapat tumbuh, mereka dapat mengembangkan keterampilan mereka, mendapatkan pengalaman hanya dengan menggunakan fasilitas dari siswa mereka. Jika kepercayaan telah tumbuh, maka guru dapat melakukan penelitian jenis fasilitas yang sesuai dengan siswa mereka. Jadi, ini semua adalah tentang kepercayaan.

    ReplyDelete
  35. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan artikel tersebut mengenai kegelisahan yang dialami oleh guru di sekolah, sebenarnya tergantung pada guru tersebut, jika ingin meningkatkan kualitas mendidiknya di dalam kelas, guru harus memperhatikan sedetail-detailnya elemen-elemen pembelajaran, yang terpenting yaitu perencanaan yang harus buat secara rinci sehingga ketika mengajar di kelas guru siap mengajar tanpa merasa gelisah.

    ReplyDelete
  36. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kecemasan yang dialami guru seringkali terjadi karena kurang matangnya perencanaan pada RPP. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kompetensi guru dalam mengembangkan buku ajar sendiri. Guru masih mengandalkan buku yang beredar, sehingga mengakibatkan kurangnya inovasi yang diterapkan pada pembelajaran

    ReplyDelete
  37. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal lain yang mempengaruhi adalah perlunya mengembangkan pembelajaran student centered, yang mana menurut guru, pembelajaran tersebut justru menghambat tujuan pembelajaran, yaitu nilai UN (mengejar materi). Memang kebijakan semacam itu perlu dikaji kembali, karena seperti terjadi kontradiksi. Atau bisa juga pembelajaran student centered didesain sedemikian sehingga semua materi dapat diserap oleh siswa

    ReplyDelete
  38. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurang siapnya guru dalam menyusun lesson plan untuk team teaching juga menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan kecemasan pada guru. Mengajar dapat dilakukan dengan kerjasama tim. Saat hal tersebut dapat diterapkan, pembelajaran akan jauh lebih mudah bagi guru, dan juga siswa akan dapat terfasilitasi

    ReplyDelete
  39. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut saya, rasa khawatir yang muncul itu memang bersumber dari kesadaran diri akan seseorang. Terciptanya rasa khawatir dikarenakan tidak ada persiapan atau ilmu untuk mengatasi keadaan tak terduga atau kurangnya kreativitas dan daya beradaptasi pada diri seseorang juga mempengaruhi munculnya rasa khawatir. Terkadang pula rasa khawatir muncul hanya karena was-was syaitan. Maka solusi dari masalah seperti pada tulisan ini adalah dengan menambah ilmu dan mohon bantuan dan perlindungan kepada Allah.

    ReplyDelete
  40. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Beberapa permalahan dalam proses pembelajaran menimbulkan kecemasan pada guru.
    Salah satu masalah yang disebutkan adalah mengenai fokus guru terhadap ujian nasional sehingga mengesampingkan proses pembelajaran.
    Guru menilai bahwa kerja kelompok tidak efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa, terutama siswa yang akan mengikuti ujian nasional.
    Menurut saya, kerja kelompok justru dapat meningkatkan pemahaman siswa karena dalam kerja kelompok siswa dapat bertukar pengetahuan dan informasi.
    Selain itu kerja kelompok juga dapat meningkatkan rasa sosial siswa.
    Kecemasan yang dialami guru harus segera diatasi dengan cara berkonsultasi pada ahli agar para guru tdak terlalu berfkus pada ujian nasional sehingga mengabaikan aspek lain yang lebih penting.

    ReplyDelete
  41. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak sekali masalah yang dialamai oleh guru. Salah satunya elah disebutkan dalam artikel ini, yaitu focus pembelajaran yang ditargetkan kepada Ujian Nasioan. Hal ini terjadi kare tolak ukur masyarakat Indonesia saat ini masih berpandangan pada hasil Ujian Nasional, bokan proses pembelajaran. Sehingga agar guru dianggap benar oleh masyarak guru dengan kecemasnya mengajar dengan pandangan seperti itu. Namun seharusnya pembelajran itu bertolak ukur terhadap pembelajran yang dapat dimaknai oleh siswa sehingga siswa mampu menyelasaikan masalah dikehidupan berbekal dari pengethuan yang telah ada.

    ReplyDelete
  42. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Selain yan disebutkan diatas, saya juga menjumpai pada saat ini kurikulum terlah direvisi namun belum ada sumber-sumber buku teks yang dikeluarkan pemerintah karena kebijakan tersebut. Sehingga dalam prakteknya guru belum bisa memberikan hasil yang tepat seperti yang diamanaatkan oleh undang-undang. Dan hasilnya seperti kebingungan guru bagaimana referensi untuk pembelaajran yang seharusnya diterapkan.

    ReplyDelete
  43. Guru masih banyak yang berorientasikan pada ujian nasional. Materi yang diberikan dalam pembelajaran akan difokuskan kepada materi ujian nasional menurut kisi-kisi yang terdahulu. Metode pembelajaran yang digunakan pun secara instan, rumus cepat dalam mengerjakan soal-soal diberikan, bahkan terkadang mengesampingkan kesempatan siswa dalam memaknai materi tersebut. Selain itu, guru cenderung sebagai pusat pembelajaran. Materi pelajaran yang dirasa terlalu padat dalam kurikulum kita dan dituntut untuk diselesaikan dalam suatu semester merupakan salah satu momok bagi guru. Ketika guru mempunyai keinginan untuk menggunakan pembelajaran inovatif ada perasaan cemas bahwa materi tidak tersampaikan. Padahal pembelajaran inovatif seharusnya bisa menghubungkan antara kemampuan siswa, penguasaan siswa nantinya terhadap materi. Artinya guru memikirkan bagaimana pikiran siswa dapat dikembangkan dan ditingkatkan sekaligus materi tersampaikan dengan baik dan benar.

    ReplyDelete
  44. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Guru matematika masih merasa kesulitan dalam mengajarkan materi-materi matematika, tidak selamanya karena guru kurang menguasai materinya. Tetapi karena waktu yang disediakan untuk mengajar tidak cukup untuk membuat seluruh siswa memahami materi yang diajarkan. Selain itu, motivasi untuk belajar dari dalam diri siswa yang sangat kurang juga menjadi penyebab kesulitan guru.

    ReplyDelete
  45. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Sangat kompleks permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru. Sering kita temui salah satunya adalah kegelisahan atau kecemasan yang dialami guru ketika melaksanakan pebelajaran. Sejatinya hal itu terjadi karena pemikiran dari guru itu sendiri. Atau bisa terjadi karena kurangnya persiapan guru dalam perencanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Untuk menjadi guru yang profesional perlu adanya kesiapan yang prima, mulai dari RPP, LKS, juga elemen-elemen yang lainnya. dengan begitu terciptakan pembelajaran dengan hasil yang optimal.

    ReplyDelete
  46. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Menurut saya masalah yang dialami oleh guru tidak hanya berasal dari dalam dii guru, tetapi juga berasal dari metode yang digunakan. Seperti yang tertera pada poin dua bahwa guru merasa diskusi kelompok tidak sesuai untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam mengerjakan soal ujian. Sebagai guru pandai – pandailah dalam memilih metide yang digunkan agar sesuai dengan tujuan yang akan dicapai.

    ReplyDelete
  47. Fatmawati
    18709251071
    PM.D 2016
    Tulisan diatas menyebutkan beberapa kecemasan atau kegelisahan yang dialami oleh seorang guru. Salah satunya adalah dilema antara pembelajaran dengan teacher centered atau student centered. Terkadang pembelajaran dengan student centered menjadi tidak terlalu efektif jika guru tidak dapat mengendalikan siswa nya sehingga pembelajaran pun tidak berjalan optimal. Oleh karena itu harus diseimbangkan dan disesuaikan porsi guru dan porsi siswa dalam proses pembelajaran, supaya siswa dapat aktif dan guru dapat mengefektifkan proses pembelajaran.

    ReplyDelete
  48. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Kecemasan pada saat pembelajaran tidak hanya terjadi atau dialami oleh murid saja, tetapi guru juga merasakan kecemasan dalam pembelajaran yang terlihat guru yang tidak mengembangkan buku teks sendiri akan kesulitan dalam memilih kriteria pengajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa, beberapa guru beranggapan bahwa dengan diskusi kelompok tidak akan meningkatkan hasil UN, kurangnya sosialisasi pengembangan RPP, beberapa guru mengakui bahwa gaya pengajaran matematika banyak dipengaruhi oleh kewajiban untuk meraih prestasi tinggi dalam ujian nasional, dan beberapa guru merasa masih kesulitan menentukan alokasi waktu dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  49. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kebanyakan pembelajaran yang ada masih berorientasi pada hasil nilai siswa, karena memang diIndonesia masih berdasarkan nilai ujian UN sebgai landasan siswa dikatakan lulus atau tidak, walaupun sekarang sudah di kompilasi dengan nilai raport namun untuk siswa SMP nilai UN masih digunakan untuk acuan mendaftar SMA , sehingga siswa guru dan sekolah masih terfokus pada bagaimana caranya siswa agar mendapatkan nilai bagus dan terkadang menyampingkan proses yang ada, sehingga masih banyak kecurangan kecurangan yang dilakukan siswa , guru atau sekolah agar siswa nya mendapatkan nilai bagus dan mendongkrak nilai sekolah, sungguh ini kegiatan yang tidak bagus, karena seharunya dalam belajar yang diperhatikan tidak hanya nilai, namun proses nya juga, karan proses itu penting agar siswa dapat memahami materi

    ReplyDelete
  50. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kecemasan dalam pembejaran matematika tidak hanya berasal dari siswa, akan tetapi guru juga mengalami kecemasan dalam proses pembelajaran. Terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  51. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Permasalahan yang menimbulkan kecemasan dari para guru misalnya permasalahan mengenai buku ajar, mengetahui bagaimana komponen pengajaran untuk menuju pembelajaran yang inovatif, mengalokasikan waktu dengan efektif. Maka seorang guru hendaknya dapat mengatasi kecemasan pada dirinya agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

    ReplyDelete
  52. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kecemasan bukan hanya terjadi pada siswa, guru matematika pun juga turut mengalami kecemasan. Adapun kecemasan yang dimaksud erat kaitannya dengan masalah mengajar. Adanya kendala dan kesulitan dalam mengajar matematika menjadikan guru cemas dalam bagaimana cara mengajarkan matematika kepada siswa dengan tepat. Kendala dan kesulitan dalam mengajar matematika tersebut diantaranya membuat modul pembelajaran sendiri, bagaimana melihat keefektifan pembelajaran inovatif, mengembangkan RPP, mengatur alokasi waktu pembelajaran, mengembangkan LKS.

    ReplyDelete
  53. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru matematika dalam melaksanakan pembelajaran matematika adalah mengenai alokasi waktu pembelajaran. Mereka seringkali kesulitan dalam mengatur waktu pembelajaran matematika yang dilaksanakan. Rencana pembelajaran yang telah disiapkan nyatanya kadang tidak sesuai dengan praktik pembeljaran matematika yang rilaksanakan di kelas. Sehingga guru terkesan terburu-buru dalam menyampaikan materi pelajaran, karena beban materi yang banyak dengan waktu yang terbatas, menjadi salah satu hambatann bagi guru untuk dapat mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang seringkali membutuhkan waktu lebih banyak daripada pembelajaran biasa.

    ReplyDelete