Feb 12, 2013

The anxiety of Mathematics Teachers and Their Problems




By Marsigit
The respondent teachers indicated that their anxieties were related closely to their problems of teaching. Furthermore, the teachers expressed that the following reflects their difficulties and expected problems in conducting teaching learning of mathematics at secondary school:
1. Some teachers do not expect to produce the text book by themselves. From the available text-books the teachers want to have criteria how to choose them appropriately.
2. Some teachers have questioned about the effectiveness of the component of innovative teaching e.g. they expressed their experiences that group discussion has not contributed quickly to the achievement on national examination.
3. There was a teacher wish to in-depth study on how to develop Lesson Plan for Team Teaching. However, some teachers acknowledged that they had not a clear the picture of the implementation of the team teaching yet.
4. Some teachers acknowledged that their styles of mathematics teaching were much influenced by their obligation to prepare their students to get high achievement on national examination.
5. Some teachers felt still to have difficulties on determining time allocation. They felt to have more time for teaching mathematics.
6. There are more teachers expected to be able to develop more practical and more effective students’ worksheet. How about their structure, their form, and the minimum requirement should be put on them.
.....to be continued........

64 comments:

  1. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Kepercayaan tidak datang dari guru ke siswa, tetapi kepercayaan harus tumbuh di dalam siswa untuk guru mereka bahwa mereka bisa menjadi lebih baik, mereka dapat tumbuh, mereka dapat mengembangkan keterampilan mereka, mendapatkan pengalaman hanya dengan menggunakan fasilitas dari siswa mereka. Jika kepercayaan telah tumbuh, maka guru dapat melakukan penelitian jenis fasilitas yang sesuai dengan siswa mereka. Jadi, ini semua adalah tentang kepercayaan.

    ReplyDelete
  2. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Berdasarkan artikel tersebut mengenai kegelisahan yang dialami oleh guru di sekolah, sebenarnya tergantung pada guru tersebut, jika ingin meningkatkan kualitas mendidiknya di dalam kelas, guru harus memperhatikan sedetail-detailnya elemen-elemen pembelajaran, yang terpenting yaitu perencanaan yang harus buat secara rinci sehingga ketika mengajar di kelas guru siap mengajar tanpa merasa gelisah.

    ReplyDelete
  3. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kecemasan yang dialami guru seringkali terjadi karena kurang matangnya perencanaan pada RPP. Hal tersebut dikarenakan kurangnya kompetensi guru dalam mengembangkan buku ajar sendiri. Guru masih mengandalkan buku yang beredar, sehingga mengakibatkan kurangnya inovasi yang diterapkan pada pembelajaran

    ReplyDelete
  4. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Hal lain yang mempengaruhi adalah perlunya mengembangkan pembelajaran student centered, yang mana menurut guru, pembelajaran tersebut justru menghambat tujuan pembelajaran, yaitu nilai UN (mengejar materi). Memang kebijakan semacam itu perlu dikaji kembali, karena seperti terjadi kontradiksi. Atau bisa juga pembelajaran student centered didesain sedemikian sehingga semua materi dapat diserap oleh siswa

    ReplyDelete
  5. Munaya Nikma Rosyada
    14301241002
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Kurang siapnya guru dalam menyusun lesson plan untuk team teaching juga menjadi salah satu faktor yang mengakibatkan kecemasan pada guru. Mengajar dapat dilakukan dengan kerjasama tim. Saat hal tersebut dapat diterapkan, pembelajaran akan jauh lebih mudah bagi guru, dan juga siswa akan dapat terfasilitasi

    ReplyDelete
  6. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Menurut saya, rasa khawatir yang muncul itu memang bersumber dari kesadaran diri akan seseorang. Terciptanya rasa khawatir dikarenakan tidak ada persiapan atau ilmu untuk mengatasi keadaan tak terduga atau kurangnya kreativitas dan daya beradaptasi pada diri seseorang juga mempengaruhi munculnya rasa khawatir. Terkadang pula rasa khawatir muncul hanya karena was-was syaitan. Maka solusi dari masalah seperti pada tulisan ini adalah dengan menambah ilmu dan mohon bantuan dan perlindungan kepada Allah.

    ReplyDelete
  7. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Beberapa permalahan dalam proses pembelajaran menimbulkan kecemasan pada guru.
    Salah satu masalah yang disebutkan adalah mengenai fokus guru terhadap ujian nasional sehingga mengesampingkan proses pembelajaran.
    Guru menilai bahwa kerja kelompok tidak efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa, terutama siswa yang akan mengikuti ujian nasional.
    Menurut saya, kerja kelompok justru dapat meningkatkan pemahaman siswa karena dalam kerja kelompok siswa dapat bertukar pengetahuan dan informasi.
    Selain itu kerja kelompok juga dapat meningkatkan rasa sosial siswa.
    Kecemasan yang dialami guru harus segera diatasi dengan cara berkonsultasi pada ahli agar para guru tdak terlalu berfkus pada ujian nasional sehingga mengabaikan aspek lain yang lebih penting.

    ReplyDelete
  8. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Banyak sekali masalah yang dialamai oleh guru. Salah satunya elah disebutkan dalam artikel ini, yaitu focus pembelajaran yang ditargetkan kepada Ujian Nasioan. Hal ini terjadi kare tolak ukur masyarakat Indonesia saat ini masih berpandangan pada hasil Ujian Nasional, bokan proses pembelajaran. Sehingga agar guru dianggap benar oleh masyarak guru dengan kecemasnya mengajar dengan pandangan seperti itu. Namun seharusnya pembelajran itu bertolak ukur terhadap pembelajran yang dapat dimaknai oleh siswa sehingga siswa mampu menyelasaikan masalah dikehidupan berbekal dari pengethuan yang telah ada.

    ReplyDelete
  9. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Selain yan disebutkan diatas, saya juga menjumpai pada saat ini kurikulum terlah direvisi namun belum ada sumber-sumber buku teks yang dikeluarkan pemerintah karena kebijakan tersebut. Sehingga dalam prakteknya guru belum bisa memberikan hasil yang tepat seperti yang diamanaatkan oleh undang-undang. Dan hasilnya seperti kebingungan guru bagaimana referensi untuk pembelaajran yang seharusnya diterapkan.

    ReplyDelete
  10. Guru masih banyak yang berorientasikan pada ujian nasional. Materi yang diberikan dalam pembelajaran akan difokuskan kepada materi ujian nasional menurut kisi-kisi yang terdahulu. Metode pembelajaran yang digunakan pun secara instan, rumus cepat dalam mengerjakan soal-soal diberikan, bahkan terkadang mengesampingkan kesempatan siswa dalam memaknai materi tersebut. Selain itu, guru cenderung sebagai pusat pembelajaran. Materi pelajaran yang dirasa terlalu padat dalam kurikulum kita dan dituntut untuk diselesaikan dalam suatu semester merupakan salah satu momok bagi guru. Ketika guru mempunyai keinginan untuk menggunakan pembelajaran inovatif ada perasaan cemas bahwa materi tidak tersampaikan. Padahal pembelajaran inovatif seharusnya bisa menghubungkan antara kemampuan siswa, penguasaan siswa nantinya terhadap materi. Artinya guru memikirkan bagaimana pikiran siswa dapat dikembangkan dan ditingkatkan sekaligus materi tersampaikan dengan baik dan benar.

    ReplyDelete
  11. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Kecemasan dalam pembejaran matematika tidak hanya berasal dari siswa, akan tetapi guru juga mengalami kecemasan dalam proses pembelajaran. Terdapat berbagai permasalahan yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  12. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Permasalahan yang menimbulkan kecemasan dari para guru misalnya permasalahan mengenai buku ajar, mengetahui bagaimana komponen pengajaran untuk menuju pembelajaran yang inovatif, mengalokasikan waktu dengan efektif. Maka seorang guru hendaknya dapat mengatasi kecemasan pada dirinya agar pembelajaran dapat terlaksana dengan baik sesuai dengan tujuan yang telah dirumuskan.

    ReplyDelete
  13. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Kecemasan bukan hanya terjadi pada siswa, guru matematika pun juga turut mengalami kecemasan. Adapun kecemasan yang dimaksud erat kaitannya dengan masalah mengajar. Adanya kendala dan kesulitan dalam mengajar matematika menjadikan guru cemas dalam bagaimana cara mengajarkan matematika kepada siswa dengan tepat. Kendala dan kesulitan dalam mengajar matematika tersebut diantaranya membuat modul pembelajaran sendiri, bagaimana melihat keefektifan pembelajaran inovatif, mengembangkan RPP, mengatur alokasi waktu pembelajaran, mengembangkan LKS.

    ReplyDelete
  14. Sehar Trihatun
    16709251043
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Permasalahan-permasalahan yang dihadapi guru matematika dalam melaksanakan pembelajaran matematika adalah mengenai alokasi waktu pembelajaran. Mereka seringkali kesulitan dalam mengatur waktu pembelajaran matematika yang dilaksanakan. Rencana pembelajaran yang telah disiapkan nyatanya kadang tidak sesuai dengan praktik pembeljaran matematika yang rilaksanakan di kelas. Sehingga guru terkesan terburu-buru dalam menyampaikan materi pelajaran, karena beban materi yang banyak dengan waktu yang terbatas, menjadi salah satu hambatann bagi guru untuk dapat mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan kreatif yang seringkali membutuhkan waktu lebih banyak daripada pembelajaran biasa.

    ReplyDelete
  15. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Secara umum, permasalahan pada dunia pendidikan sangat banyak dan kompleks serta senantiasa berkembang. Sehingga banyak hal yang bisa dipelajari, diteliti, dan didiskusikan oleh para pendidik dan pemerhati pendidikan saat ini. Sesama guru bisa saling berkolaborasi untuk menciptakan atau menyusun suatu pembelajaran yang efektif. Tentunya hal ini akan menambah wawasan, dan kompetensi guru untuk meningkatkan kapabilitasnya sebagai seorang guru.

    ReplyDelete
  16. Dimas Candra Saputra, S.Pd
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamalaikum prof,
    Membelajarkan siswa bukanlah merupakan suatu pekerjaan yang mudah. Banyak sekali aspek yang perlu diperhatikan agar dapat menciptakan pembelajaran yang baik. Beberapa masalah masing sering ditemui guru sehingga menimbulkan kecemasan pada guru. Misalnya, masalah dalam penyediaan sumber belajar, pengelolaan kelas, pengelolaan materi, perencanaan pembelaaran termasuk penyusunan RPP, pemilihan metode pembelajaran, tuntutan untuk dapat lulus UN, mengalokasikan waktu, kurangnya waktu, pemahaman tentang perbedaan karakteristik siswa dan masih banyak lagi. Mengingat perbedaan karakteristik siswa penting untuk diperhatikan, guru harus menggunakan variasi di dalam pembelajaran agar dapat memfasilitasi semua siswa. Namun, siswa di dalam kelas terlalu banyak sehingga guru yang hanya seorang diri akan kewalahan dalam memfasilitasi seluruh siswa. Salah satu upaya yang dilakukan untuk mengatasi hal ini ialah dengan melakukan kerja sama antar guru untuk menemukan solusinya.

    ReplyDelete
  17. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017

    Assalamualaikum wr.wb
    Begitu banyak problematika dalam dunia pendidikan kita, khususnya dalam proses belajar mengajar. Salah satu contoh yang menjadi masalah adalah kecemasan Guru dalam mengajar. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya kecemasan tersebut, yaitu : penguasaan bahan, pengelolaan kelas, pengalaman. Guru yang memiliki sedikit pengalaman atau belum sama sekali memiliki pengalaman mengajar sebelumnya kemungkinan besar memiliki kecemasan yang tinggi dalam mengajar. Begitupun juga dengan penguasaan bahaan dan pengelolaan kelas. Seorang guru dituntut untuk dapat menguasai disiplin ilmu yang digelutinya. Guru juga diharuskan memiliki skill dalam pengelolaan kelas, bagaimana guru menyampaikan materi atau bahan ajar, bagaimana mentransfer ilmu yang dimiliki agar siswa dapat memahami materi yang diajarkan.

    ReplyDelete
  18. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    one of the disadvantages of our educational system is the over-concentration of our attention to the results of national examinations. Learning at school no longer aims to develop the learning process. National exam results become the main target of students and even teachers.

    ReplyDelete
  19. Latifah Pertamawati
    S2 PM B
    17709251026

    Bismillaah..
    Anxiety. The majority of people or researcher usually explore students' anxiety rather than the teachers'. I agree with the statement that teachers' anxiety is worth to be noticed more, it is even much greater than those in the students. There are always teachers who are nervous before teaching mathematics.Is it called anxiety? Yes, but, the term 'anxiety' here is more related to the responsibilities of the teacher that 'perhaps' burdened her, or the targets given by the government and school that are not easy to reach. It is quite hard for teachers if they do not have the capability of doing those efficiently. As a teacher, we need to keep learning, sharing with each other and developing our capabilities in teaching. I think, sharing is the best for us, teachers, so that we can always cope smoothly with those responsibilities, and reaching the government and school's targets without getting too stressed out and anxious.

    ReplyDelete
  20. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Memiliki perasaan cemas di dalam diri seseorang merupakan hal wajar apalagi sebagai seorang pendidik. Karena dengan adanya perasaan tersebut maka sesorang akan berusaha mencari solusi untuk mengatasi, mengurangi, bahkan menghilangkan perasaan kecemasan tersebut. Beberapa kegiatan yang dapat mengatasi permasalahan tersebut adalah dengan cara banyak membaca, belajar, serta mengikuti pelatihan-pelatihan yang dapat meningkatkan komptensi pedagogik sebagai pendidik. Karena apabila perasaan tersebut selalu tertanam di dalam diri, maka akan memberikan impact yang kurang baik tidak hanya bagi siswa tetapi juga berdampak negative terhadap proses belajar mengajar yang akan dilaksanakan sehingga tujuan pembelajaran yang ingin dicapai tidak akan dapat terlaksana dengan optimal.

    ReplyDelete
  21. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B 2017

    assalamu'alaikum wr wb

    few weeks ago I attend a seminar about Research on Mathematical Thinking based on Realistic Mathematical Education. The speaker talked about his research, he showed pictures and video of the activities in the class. we saw the teaching method of the math teacher in his country. the teacher let the students to be active and finding the solution by themselves. it was about division. then come up a question from one of the audience, shouldn't the teacher be worried about the time limit? and the speaker answered that the problem is on the curriculum, if they put too many subjects, of course then there will be less time to study math and they need to be
    worried about the time limit.

    ReplyDelete
  22. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Mulai beberapa tahun yang lalu UN bukan menjadi satu-satunya syarat kelulusan namun masih ada ujian sekolah dan nilai rapot. Dengan adanya kebijakan ini maka guru tidak lahi cemas dalam mengajar karena terlalu fokus terhadap UN yang biasanya mengesampingkan proses pembelajaran. Maksudnya guru lebih memilih sistem drill soal karena dianggap leih efektif dari pada menggunakan metode kerja kelompok yang terkesan tidak efektif dan membuang waktu, padahal kerja kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa dalam pembelajaran selain itu siswa dapat meningkatkan rasa sosial dan kerjasama.

    ReplyDelete
  23. Anisa Safitri
    17701251038
    PEP B

    Beberapa permalahan dalam proses pembelajaran menimbulkan kecemasan pada guru.Salah satu masalah yang disebutkan adalah mengenai fokus guru terhadap ujian nasional sehingga mengesampingkan proses pembelajaran.Guru menilai bahwa kerja kelompok tidak efektif untuk meningkatkan pemahaman siswa, terutama siswa yang akan mengikuti ujian nasional.Menurut saya, kerja kelompok justru dapat meningkatkan pemahaman siswa karena dalam kerja kelompok siswa dapat bertukar pengetahuan dan informasi.Selain itu kerja kelompok juga dapat meningkatkan rasa sosial siswa.Kecemasan yang dialami guru harus segera diatasi dengan cara berkonsultasi pada ahli agar para guru tdak terlalu berfkus pada ujian nasional sehingga mengabaikan aspek lain yang lebih penting. pembelajaran kelompok yang seharusnya dibiasaan dari kecil akan lebih mudah penerapan dalam kelas dari pada satu atau dua kalibaru dilaksanakan sehingga kelompok dan pembelajaran berbasis kelompok akan sangat berguna untuk mentransfer teman satu ke yang lain tentang pengetahuan yang diperolehnya itu sehingga pendapat yang kelompok tidak akan mampu mengejar materi siswa adalah pernyataan yang harus dikaji ulang terlebih dahulu. karena secara tutor sebayajauh lebih meningkatkan pemahaman materi kepada siswa.

    ReplyDelete
  24. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kecemasan matematika sering terjadi pada diri peserta didik. Sebagian besar kecemasan ini terjadi karena kurangnya pertimbangan gaya belajar yang berbeda pada setiap siswa. Saat ini, matematika harus dipandang secara positif untuk mengurangi kecemasan matematika. Oleh karena itu, guru harus memeriksa kembali metode pengajaran tradisional yang sering tidak cocok dengan gaya belajar siswa. Pelajaran harus disajikan dalam berbagai cara. Misalnya, konsep baru dapat diajarkan melalui bermain akting, kelompok koperasi, alat bantu visual, kegiatan nyata dan teknologi. Sehingga setelah siswa melihat matematika menyenangkan, mereka akan menikmatinya, dan matematika yang menyenangkan bisa tetap tertanam pada diri sepanjang hidup mereka.

    ReplyDelete
  25. Charina Ulfa
    17709251039
    PPs Pendidikan Matematika B 2017

    Assalamu'alaikum wr wb.
    Kecemasan matematika guru dan masalahnya dapat berasal dari dalam diri guru, lingkungan guru, siswa, dan materi matematika yang diajarkan tersebut. Terkadang kecemasan tersebut hadir karena ketidaksiapan guru dalam mengajar matematika sehingga guru mengalami kesulitan dalam mengajar matematika. kecemasan guru dapat pula berasal dari sekolah yang menuntut sebuah nilai matematika dari siswa harus tinggi, sementara siswa sendiri tidak bisa mengejar ketinggalan materi yang disebabkan batasan waktu yang diberikan. Terkadang kecemasan guru juga berasal dari ketidakmampuan siswa dalam mengejar ketinggalannya dengan teman lainnya, guru juga harus berpikir keras bagaimana semua siswa harus mencapai tujuan pembelajaran matematika di kelas.

    ReplyDelete
  26. Auliaul Fitrah Samsuddin
    17709251013
    PPs P.Mat A 2017

    Thank you for sharing this, Sir. I think teachers can relate with the anxieties written above. i personally feel confused with applying innovative teaching and learning as well as being conscious of the subject target and time allocation. Sometimes if we want to create a learning atmosphere where students can construct and explore their knowledge we need much time and we are limited by the time in one meeting.

    ReplyDelete
  27. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Pengelolaan kelas merupakan keterampilan guru untuk membuat kondisi belajar yang optimal. Kemudian pengelolaan kelas juga menjadi sarana untuk mengatasi masalah tingkah laku siswa yang kompleks, sehingga guru harus berusaha mempertahankan kondisi kelas yang sedemikian rupa sehingga anak didik dapat mencapai tujuan pengajaran secara efektif dan efisien. Sebagai pendidik, guru diharapkan memiliki pengetahuan yang luas tentang disiplin ilmu yang harus dikuasai agar dapat ditransfer kepada siswa. Dalam hal ini, guru harus menguasai materi yang akan diajarkan, menguasai penggunaan strategi dan metode yang akan digunakan untuk menyampaikan bahan ajar. Karena kurang siapnya guru dalam mengajar dapat menjadi faktor yang mempengaruhi kecemasan guru dalam mengajar.

    ReplyDelete
  28. Rahma Hayati
    17709251016
    Pascasarjana PM A 2017

    Assalamualaikum wr.wb

    Permasalahan di dunia pendidikan memang tidak akan habis jika dibahas satu persatu. Termasuk salah satunya adalah permasalahan dalam proses belajar mengajar. Masalah yang sering dihadapi oleh guru adalah kecemasan terhadap pengajaran yang mereka laksanakan di dalam kelas. Kecemasan ini hadir dikarenakan kesulitan dan masalah yang hadir dalam melaksanakan pembelajaran matematika, seperti yang telah dijelaskan dalam postingan ini. Namun sebenarnya sudah terlihat adanya usaha guru dalam mengatasi permasalahan ini seperti keinginan untuk mendalami bagaimana mengembangkan RPP, tetapi memang beberapa guru belum mempunyai gambaran yang jelas tentang hal ini. Maka, untuk mengatasi hal ini diperlukan kerjasama antar guru untuk menemukan solusi yang terbaik.

    ReplyDelete
  29. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Terimakasih banyak Bapak atas postingannya. Postingan ini memberikan informasi kepada kami tentang apa saja kecemasan yang dialami oleh guru dalam proses pemeblajaran. Tidak hanya siswa yang dapat mengalami kecemasan dalam proses belajar mengajar, guru pun dapat mengalami kecemasan dalam proses belajar mengajar. Kecemasan-kecemasan tersebut seperti buku teks yang ia pegang tidak sesuai dengan keinginannya, menurutnya pembelajaran berkelompok tidak terlalu meberi dampak positif, belum paham mengenai cara menyusun RPP atau merencanakan pengajaran, dituntut agar anak-anak memiliki nilai UN yangt inggi sehingga berdampak pada gaya mengajar guru, merasa kekurangan waktu, dan terbatas dalam mengembangkan LKS. Dengan demikian, penyebab-penyebab kecemasan ini harus diminimalisasikan karena sikap guru nantinya juga akan berdampak pada sikap siswa yang guru ajarkan.

    ReplyDelete
  30. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPS P.Mat A

    Kecemasan dan problematika yang dialami guru matematika sampai saat ini memang masih banyak terjadi. Tidak sedikit guru yang mulai berinovasi dalam kegiatan pembelajaran. Namun memang, inovasi tersebut tidaklah bisa dilakukan secara instan. Meskipun adanya inovasi dalam pembelajaran, orientasi pembelajaran saat ini yaitu kemampuan mengerjakan soal dalam Ujian Nasional (UN). Tidak heran jika UN dijadikan sebagai orientasi, karena sebagian besar menganggap bahwa keberhasilan pendidikan yang dilaksanakan pemerintah dapat tercermin dari nilai UN siswa. Inilah yang sampai saat ini menjadi tantangan bagi guru untuk melaksanakan pembelajaran yang dapat mengeksplorasi kemampuan siswa.

    ReplyDelete
  31. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb

    Terkadang munculnya kekhawatiran karena diciptakan oleh guru itu sendiri.Menyukai yang instan tanpa harus berproses.Kemudian lebih meprioritaskan pada penilaian bukan pada kepemahaman anak.Secara tak sadar guru telah menciptakan kecemasan bagi dirinya sendiri.Kebanyakan untuk mensukseskan ujian nasional seorang guru dapat menyingkatkan waktunya untuk melakukan sistim kebut semalam dengan belajar memecahkan soal-soal yang ada.Menurut saya ini , kesannya seperti ingin mendahului sesuatu yang belum terjadi.Dan itu mustahil terjadi karena matematika sifatnya jangka panjang dan membutuhkan proses yang lama.

    ReplyDelete
  32. Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Hal yang dapat saya tuliskan adalah menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Berbagai pengalaman dan kerja keras sangat diperlukan dalam rangka menjadi guru yang profesional. Seorang guru di satu sisi memiliki tujuan untuk dapat memfasilitasi siswa sebaik-baiknya namun di sisi lain seorang guru terikat dengan sistem. Tuntutan untuk menyampaikan semua materi dengan waktu yang terkadang kurang memadai serta tuntutan untuk dapat menjadikan siswa memperoleh nilai ujian nasional tinggi merupakan hal yang menjadi perhatian dan kecemasan guru. Di sisi lain guru juga dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, pembelajaran dengan memperhatikan semua karakter siswa. Sehingga banyak masalah dan kecemasan yang sering dialami oleh guru.

    ReplyDelete
  33. Isoka Amanah Kurnia
    17709351051
    PPs Pend. Matematika C 2017

    National examination put the hard pressure on teachers. Instead of doing best on each material, they have to focus on which subject will pops out in national exam. It also happened to most of the students, if the materials are not listed on the UN blueprints, they will not giving attention. Plus, students on the grade 8 or 12 are taking course outside the school preparing their self for UN which is a little bit interrupted the way that learning in class should be done. Teachers also find it hard to stabilizing the time needed for each subject because they forced to finish the syllabus long before the semester ends, again for UN preparation. Whether its for students or it's for some party's business, UN still being debatable until now.

    ReplyDelete
  34. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Permasalahan sebenarnya dari guru adalah tuntutan kurikulum yang mewajibkan siswa menguasai kompetensi-kompetensi yang tidak dibarengi dengan ketersediaan waktu yang sufficient. Terkadang bukan kompetensi yang dicapai justru mengejar keterselesaian materi pembelajaran. Padahal seharusnya bukan materi yang dikejar melainkan materi digunakan sebagai kendaraan dalam upaya mencapai kompetensi yang disebutkan.

    ReplyDelete
  35. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    The anxieties of mathematics teacher come from many problems. One of them is related to National Examination. Some teachers think that National Examination is the one and only goal of teaching learning process. Teachers have perceptions that their successful is determined by the result of National Examination. Thus, whatever they do is how to reach the highest score of National Examination. The impact is that the teachers feel difficulties in time management. They don’t have enough time to conduct various methods of education or cooperative learning. Instead, the teacher explain all material (teacher-centered) to focus on National Examination.

    ReplyDelete
  36. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Artikel di atas menjelaskan tentang kegelisahan atau masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran. Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya guru tidak membuat buku ajar sendiri. Padahal, buku ajar ini sangat penting dalam penentuan materi yang dipelajari dalam proses belajar mengajar. Seharusnya, guru mampu menyusun buku ajar sendiri, sebab guru lah yang mengetahui kriteria atau kondisi siswanya. Kemudian dalam praktik pembelajaran, guru masih mempertanyakan akan keefektivan penggunaan pembelajaran inovatif. Mereka menganggap cara ini kurang efektif dan terkesan lambat mengingat materi yang cukup banyak dan adanya pelaksanaan Ujian Nasional. Akibatnya, kebanyakan guru masih menerapkan pembelajaran tradisional.

    ReplyDelete
  37. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Guru dituntut untuk dapat mengelola proses pembelajaran dengan baik. Keterampilan guru dalam mengembangkan RPP sangatlah diperlukan karena RPP adalah pedoman yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, guru sebaiknya tidak hanya berorientasi kepada hasil ujian nasional saja. Guru harus tetap memperhatikan proses-proses yang harus dilalui siswa. Agar siswa benar-benar memahami dan dapat membangun konsep dengan caranya sendiri. Guru perlu memberikan kesempatan berpikir kepada siswanya.

    ReplyDelete
  38. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya setuju dengan kecemasan-kecemasan trsebut dan saya juga sering mengalaminya terutama nomor 5. Some teachers felt still to have difficulties on determining time allocation. They felt to have more time for teaching mathematics. Apalagi ketika pembelajaran tersebut berdasarkan student center maka akan lebih memaksimalkan keterlibatan siswa sedangkan kemampuan siswa di kelas berbeda-beda sehingga akan dimungkinkan sakan adanya alokasi waktu yang melenceng dari RPP. Dalam megatasi permaslahn tersebut guru dapat memberikan peringatan kepada siswa alokasi yangg diperlukan dan sebelum alokasi waktu tersebut habis guru mengingatkan waktu tersisa yang masih daat digunakan.

    ReplyDelete
  39. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Kekuatiran yang dirasakan guru saat ini kebanyakan berasal dari tanggungan yang dibebankan kepada guru yang berasal 2 macam hal yang sampai saat ini masih sulit bagi guru untuk mengoptimalkan keduanya. yang pertama yaitu tanggungan yang dibebankan pemerintah, dan tanggungan untuk menciptakan pembelajaran inovatif yang berasal dari guru itu sendiri. seperti yang pertama buku, guru memiliki tanggungan metode pembelajaran yang telah mereka fikirkan dan bangun dengan matang, tetapi pemerintah disini membebankan buku wajib dimana isinya mungkin tidak sejalan denagn metode rpp yang telah dibuat oleh guru.

    lalu yang nomor 5, metode yang guru buat belum dapat diefisiensikan sehingga masih memakan banyak waktu sedangkan jam yang diberikan terbatas. sedangkan yang nomor 4 berkaitan dengan masalah nomor 5, waktu yang sedikit itu masih harus dibagi dengan persiapan ujian nasional yang diselenggarakan pemerintah. sedangkan untuk masalah-masalah lainnya lebih kepada guru yang belum terlalu terbiasa menjalankan inovatif learning itu sendiri. jadi hal ini dapat diatasi dengan pembiasaan dan pelatihan-pelatihan lebih lanjut.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  40. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kecemasan matematika ialah hal yang sulit untuk ditaklukkan, kecemasan matematika ini tidak seperti bentuk kecemasan lainnya, seorang guru tidak bisa mengajarkan seseorang untuk sepenuhnya menghindari kecemasan jika mereka berjuang untuk memecahkan masalah. Beberapa orang percaya bahwa terlalu percaya diri dapat menyebabkan masalah juga. Beberapa hal ini mungkin dapat meminimalkan kecemasan matematika:
    1. memberikan penjelasan rasional pada siswanya mengapa mereka harus belajar matematika.
    2. menanamkan rasa percaya diri terhadap siswa.
    3. menghilangkan prasangka negatif terhadap matematika.
    4. Tanamkan rasa tanggung jawab kepada siswa kita untuk memutuskan kesuksesan mereka.

    ReplyDelete
  41. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Berkaitan dengan banyak guru yang mengalami kesulitan dalam membagi waktu terutama ketika mengajar pembelajaran matematika, saya juga merasa bahwa belajar matematika lebih membutuhkan waktu yang banyak dibandingkan mempelajari ilmu yang sifatnya tidak ada hitung-hitungannya. Menurut saya, sejak awal tahun pembelajaran guru hendaknya sudah menyusun strategi yang baik agar waktu selama satu tahun pelajaran tidak ada yang terbuang sia-sia. Seiring dengan berjalannya waktu, tentu ada kendala-kendala yang berkaitan dengan kurangnya waktu maka guru harus menentukan alternatif cara agar semua materi yang sudah ditentukan pemerintah dalam silabus dapat disampaikan kepada siswa agar tidak ada yang tertinggal, karena di tingkat atau kelas berikutnya siswa membutuhkan materi tersebut sebagai pengetahuan awal untuk materi berikutnya yang pada hakikatnya materi dalam pembelajaran matematika sangat berkaitan satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  42. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Sebaiknya guru menggunakan metode mengajar yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga terjadinya persoalan-persoalan dalam pembelajaran dapat diminimalisir.
    Dalam pembelajaran, guru sebaiknya tidak terfokus pada hasil ujian yang baik. Tetapi pada pembelajaran yang baik, yang dapat membuat peserta didik paham terhadap materi yang dipelajari, dan setidaknya peserta didik tidak akan lupa setelah ujian nasional berlalu. Dan membekali peserta didik dengan ilmu untuk menempuh masa depan yang cerah

    ReplyDelete
  43. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PPs Pendidikan Matematika C

    Menjadi guru tidaklah mudah. Seringkali seorang guru dihadapkan pada berbagai hal yang menyebabkan guru merasa khawatir. Saah satunya adalah terkait UN. Disatu sisi seorang guru ingin agar dapat melakukan pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan bagi siswa. Tetapi disisi lain seorang guru memiliki kewajiban agar siswanya dapat lulus UN dengan nilai yang baik. Maka guru harus berusaha untuk mewujudkan kedua hal tersebut. Meskipun ini bukanlah hal mudah tetapi guru harus tetap berusaha agar tidak mengesampingkan satu hal untuk hal lainnya.

    ReplyDelete
  44. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. sebagai pengajar dan mahasiswa pendidikan matematika saya juga mengalami kecemasan sebelum mengajar. Apalagi jika diharuskan mengajar materi-materi yang kurang saya pahami. Saya mengatasinya dengan mempersiapkan sebaik mungkin segala materi dan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan siswa. Dengan persiapan yang baik, kecemasan sebelum proses belajar mengajar dapat sedikit berkurang. Menurut saya pengalaman mengajar juga berperan dalam mengurangi kecemasan selain persiapan mengajar

    ReplyDelete
  45. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Setelah saya membaca artikel di atas tentang beberapa permasalahan yang dihadapi guru, saya juga merasa pernah dan sedang mengalami hal tersebut. terutama dengan poin no.4 yaitu bahwa gaya mengajar guru dipengaruhi oleh kewajiban dalam mempersiapkan siswanya mengahadapi Ujian Nasional. Berbagai teori belajar mengajar tela saya pelajari. Idelanya agar pembelajaran matematika itu bermakna bagi siswa maka harus diterapkan berbagai treatmen dan sebagainya. Namun, pada kenyataannya seorang guru memiliki beban yaitu harus menyiapkan siswanya menghadapi UN matematika yang notabene bersifat penilaian instan. Sehingga pada akhirnya hanya mengajarakna dengan satu metode, yaitu metode ceramah dan memaksa siswa yang belum paham materi agar menghafal. Saya sebut penilaian instan karena yang dinilai hanya sebagian kecil poin atau materi yang tela dipelejari siswa selama ini. Selain itu, bentuk soal pilihan ganda sangat membuka kemungkinan menghasilkan jawaban atau penilaian siswa yang tidak sesungguhnya.

    ReplyDelete
  46. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kecemasan guru akan masalah pengajaran mereka merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Beberapa guru masih merasa cemas akan pembelarajan mereka yang menjadi penentu dalam ujian nasional. Tidak hanya itu, pengalokasian waktu dalam pemebalajran, guru juga masih kesulitan dalam managemen waktu.

    ReplyDelete
  47. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dari artikel di atas, dapat dilihat bahwa beberapa guru mengalami masalah tentang bagaimana memilih textbook yang tepat bagi peserta didik. Mereka tidak memiliki kriteria yang benar untuk memilihnya. Lalu, terdapat guru yang bertanya mengenai efektivitas pembelajaran inovatif. Sebagai contoh, metode diskusi kelompok yang telah mereka gunakan tidak berdampak secara cepat terhadap persiapan ujian nasional.

    ReplyDelete
  48. Sebagai tambahan, mereka berharap proses pembelajaran dapat membantu siswa untuk mendapat nilai yang memuaskan dalam ujian nasional, tidak untuk penerapan sehari-hari. Lalu, mereka juga menemukan bahwa sesungguhnya waktu yang dibutuhkan siswa untuk belajar matematika adalah sangat panjang karena banyaknya materi yang harus dipelajari.
    Yang terakhir disebutkan adalah guru masih bingung mengenai standar minimal yang harus dipenuhi untuk pengembangan LKS, saya pikir, karena guru adalah satu-satunya yang mengetahui kondisi siswanya, maka guru lah yang memberi standar sendiri dalam pengembangan LKSnya.

    ReplyDelete
  49. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Berbagai kecemasan yang tertuliskan diatas sering kali dialami oleh guru. Dengan adanya solusi bagi kecemasang guru diatas dimungkinkan dapat menciptakan suasana belajar yang efektif dan efesien serta nyaman bagi siswa maupun guru. Oleh karena itu, guru juga perlu diberikan waktu untuk melakukan kegiatan evaluasi melalui berbagai program contohnya peer teaching guna mendiskusikan berbagai kecemasan dan masalahnya. Terima Kasih

    ReplyDelete
  50. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kecemasan dan masalah guru yang dipaparkan pada artikel di atas memang seringkali terjadi dalam dunia pendidikan. Masih banyak yang harus diperbaiki dalam pendidikan di Indonesia, seperti kebijakan-kebijakannya dan kompetensi guru. Guru sebagai pendidik masa depan bangsa memerlukan kemampuan-kemampuan yang mumpuni untuk menjadi guru profesional dan berkualitas.

    ReplyDelete
  51. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melihat isi dari postingan ini menggambarkan kepada kita bahwa menjadi guru bukan hal yang mudah, mereka tidak akan lepas dari kecemasan. Kecemasan guru muncul sebagai akibat dari masalah-masalah pembelajaran yang mereka temui. Kecemaan itu muncul ketika guru menemui kondisi yang tidak ia harapkan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  52. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Problematika pembelajaran matematika dapat menimbulkan kecemasan pada guru, salah satunya adalah guru yang terlalu fokus terhadap UAN sehingga mengesampingkan proses pembelajaran. Sehingga pembelajaran yang dilakukan hanya berfokus pada hasil, bukan proses pembelajaraan itu sendiri. Menghasilkan siswa yang fokus terhadap haisl juga, tanpa mementingkan proses menyebabkan benyak terjadi kecurangan di dalam UN.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  53. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Banyak guru yang menganggap penggunaan metode kerja kelompok merupakan hal yang tidak efektif dan membuang waktu, padahal kerja kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa dan meningkatkan rasa sosial siswa. Dimana lagi tempat siswa dapat melatih kemampuan bekerja sama dan diskusi dan berpikir kritisnya jika tidak di dalam kerja kelompok.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  54. Seorang guru bukan berarti tidak memiliki kecemasan dalam menghadapi kegiatan pembelajaran di kelas. Terutama guru yang mata pelajarannya termasuk dalam ujian nasional. Mereka akan memiliki kecemasan yang lebih parah. Hal ini dikarenakan adanya tekanan terhadap nilai siswa pada saat ujian nasional tersebut. Adanya beban yang sangat dirasakan guru, sehingga guru merasakan kecemasan tersebut.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  55. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dari artikel tersebut, bisa dilihat masih banyak guru yang menghadapi masalah. Beberapa dari mereka menemukan masalah dalam memilih buku teks yang sesuai untuk siswa mereka. Mereka tidak memiliki kriteria yang tepat untuk memilihnya. Lalu, ada beberapa guru yang bertanya tentang keefektifan pembelajaran inovatif. Misalnya, metode kelompok disscusion yang telah mereka gunakan tidak memberi efek segera pada persiapan ujian nasional. Selain itu, mereka menemukan bahwa dalam pelaksanaan proses pembelajaran, mereka melakukannya dengan harapan agar siswa mendapat nilai bagus dalam ujian nasional, tidak untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, mereka juga menemukan bahwa waktu bagi siswa untuk benar-benar belajar matematika cukup lama, karena ada banyak materi yang harus mereka pelajari. Yang terakhir disebutkan adalah para guru masih bingung dengan standar minimum yang harus dipenuhi dalam mengembangkan lembar kerja siswa.

    ReplyDelete
  56. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mengenai limit waktu yang ada di dalam sistem pendidikan kita, banyak dan bahkan sebagian besar guru mengalami kesulitan karenanya. Namun banyak penelitian mengenai hal tersebut yang menyarankan guru untuk memilih materi-materi yang esensial dan meninggalkan lainnya sebai lahan siswa untuk eksplorasi sendiri. Namun jika kita telaah lebih dalam tentu sistem seperti itu kurang efisien dan kurang efektif, terlebih bagi siswa yang terbiasa disuapi oleh gurunya, sehingga perlu adanya kajian mengenai hal ini lebih dalam, WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  57. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Miskonsepsi yang dialami oleh siswa salah satunya disebabkan karena miskonsepsi yang masih diderita oleh guru sehingga guru kurang menguasai materi pembelajaran. Hal ini mengindikasikan kurangnya kompetensi yang dimiliki guru, dari hal ini perlu kiranya digalakkan lagi peningkatan kompetensi guru di sekolah melalui pelatihan atau workshop yang diselenggarakan, dari pemerintah ada kegiatan PPG yang salah satunya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi guru namun pada pelaksanaannya kegiatan ini masih terbats, baik waktu, materi, kesempatan dan sebagainya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  58. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    RPP merupakan salah satu senjata bagi guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Keterampilan guru dalam mengembangkan RPP sangatlah diperlukan karena RPP adalah acuan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. RPP haris dirancang dengan berorientasi pada proses, atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada siswa. Sehingga penilaian tidak hanya pada nilai akhir, tetapi juga proses pembelajaran. Guru harus memperhatikan proses mengkonstruksi pengetahuan yang dilalui siswa.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  59. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan komentar saya sebelumnya, agar siswa benar-benar memahami dan dapat membangun konsep dengan caranya sendiri, guru sebaiknya memberikan kesempatan berpikir kepada siswa. Rasa percaya diri seorang guru dalam menggunakan bahan ajar sangat diperlukan. Guru hendaknya mau membuat dan mengembangkan bahan ajar untuk digunakan dalam proses pembelajaran karena gurulah yang mengetahui apa yang dibutuhkan oleh para siswanya. Sehingga dengan membuat dan mengembangkan bahan ajar sendiri siswa akan lebih mudah dalam memahami dan mempelajari matematika.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  60. Alvi Khoirunnisak
    15301241012
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Kecemasan matematika adalah hal sangat perlu untuk dihilangkan. Karena kecemasan matematika dapat berakibat pada prestasi siswa. Terlebih jika guru yang memiliki kecemasan matematika. Karena guru merupakan faktor lingkungan paling berperan dalam penanganan maupaun penyebab kecemasan matematika. Maka seorang guru perlu menyiptakan strategi pembelajaran yang efektif agar dapat mengurangi kecemasan matematika

    ReplyDelete
  61. Hanifah Prisma Sindarus
    15301244013
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Uraian di atas menjelaskan tentang kecemasan dan permasalahan yang dihadapi guru matematika dalam proses pembelajaran. Salah satunya termasuk buku ajar. Dalam, kurikulum 2013 buku ajar yang digunakan sering kali mengalami perubahan/revisi. Menurut saya, revisi buku ajar yang terjadi terlalu sering membuat guru merasa bingung. Karena buku ajar yang digunakan belum terlalu dikaji secara dalam oleh guru. Selain itu pada kurikulum 2013, menggunakan pendekatan saintifik. Untuk mengatur alokasi waktu dengan menggunakan pendekatan saintifik juga saya bukanlah hal yang mudah. Terimakasih.

    ReplyDelete
  62. Norma Galih Sumadi
    15301241038
    S1 Pendidikan Matematika I 2015

    Menjadi seorang guru tentunya menimbulkan beban moral dan kecemasan tersendiri. Dari beberapa guru yang saya temui juga mengakui menemui kesulitan terkait pembagian waktu agar semua materi dapat tersampaikan. Selain itu, guru juga dibebani untuk menyiapkan siswa dalam menghadapi ujian nasional, sehingga seringkali keterbatasan waktu yang ada memaksa para guru untuk melaksanakan pembelajaran dengan metode ‘drill’ atau latihan soal dengan harapan siswa dapat menguasai tipe-tipe soal yang diprediksi akan keluar pada ujian nasional. Hal tersebut tentunya menjadi dilema tersendiri karena dengan begitu siswa kehilangan kesempatannya untuk lebih mendalami konsep-konsep matematika yang ada.

    ReplyDelete
  63. Alman Kresna Aji
    15301241022
    S1 Pendidikan Matematika 2015
    Pada dasarnya, kecemasan seorang guru dalam pembelajaran bisa terjadi karena kurangnya jam terbang guru dalam melaksanakan pembelajaran. Selain itu, faktor yang lain adalah kurang siapnya guru dalam merencanakan proses pembelajaran. Oleh karena itu, kematangan RPP sangat berpengaruh. RPP yang matang akan mempersiapkan arahan-arahan yang bisa dilaksanakan oleh guru dalam melaksanakan proses pendidikan sehingga dengan adanya RPP yang matang kecemasan seorang guru dapat diminimalisisr. Faktor lain yang sekiranya membuat guru merasa cemas yaitu dikarenakan guru belum menguasai secara baik materi yang akan diajarkan sehingga guru merasa cemas terkait apa yang harus dia lakukan di depan kelas.

    ReplyDelete