Feb 12, 2013

The anxiety of Mathematics Teachers and Their Problems




By Marsigit
The respondent teachers indicated that their anxieties were related closely to their problems of teaching. Furthermore, the teachers expressed that the following reflects their difficulties and expected problems in conducting teaching learning of mathematics at secondary school:
1. Some teachers do not expect to produce the text book by themselves. From the available text-books the teachers want to have criteria how to choose them appropriately.
2. Some teachers have questioned about the effectiveness of the component of innovative teaching e.g. they expressed their experiences that group discussion has not contributed quickly to the achievement on national examination.
3. There was a teacher wish to in-depth study on how to develop Lesson Plan for Team Teaching. However, some teachers acknowledged that they had not a clear the picture of the implementation of the team teaching yet.
4. Some teachers acknowledged that their styles of mathematics teaching were much influenced by their obligation to prepare their students to get high achievement on national examination.
5. Some teachers felt still to have difficulties on determining time allocation. They felt to have more time for teaching mathematics.
6. There are more teachers expected to be able to develop more practical and more effective students’ worksheet. How about their structure, their form, and the minimum requirement should be put on them.
.....to be continued........

27 comments:

  1. Pramudita
    17701251021
    PEP S2 B

    Hal yang dapat saya tuliskan adalah menjadi seorang guru bukanlah hal yang mudah. Berbagai pengalaman dan kerja keras sangat diperlukan dalam rangka menjadi guru yang profesional. Seorang guru di satu sisi memiliki tujuan untuk dapat memfasilitasi siswa sebaik-baiknya namun di sisi lain seorang guru terikat dengan sistem. Tuntutan untuk menyampaikan semua materi dengan waktu yang terkadang kurang memadai serta tuntutan untuk dapat menjadikan siswa memperoleh nilai ujian nasional tinggi merupakan hal yang menjadi perhatian dan kecemasan guru. Di sisi lain guru juga dituntut untuk menciptakan pembelajaran yang inovatif, pembelajaran dengan memperhatikan semua karakter siswa. Sehingga banyak masalah dan kecemasan yang sering dialami oleh guru.

    ReplyDelete
  2. Isoka Amanah Kurnia
    17709351051
    PPs Pend. Matematika C 2017

    National examination put the hard pressure on teachers. Instead of doing best on each material, they have to focus on which subject will pops out in national exam. It also happened to most of the students, if the materials are not listed on the UN blueprints, they will not giving attention. Plus, students on the grade 8 or 12 are taking course outside the school preparing their self for UN which is a little bit interrupted the way that learning in class should be done. Teachers also find it hard to stabilizing the time needed for each subject because they forced to finish the syllabus long before the semester ends, again for UN preparation. Whether its for students or it's for some party's business, UN still being debatable until now.

    ReplyDelete
  3. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Permasalahan sebenarnya dari guru adalah tuntutan kurikulum yang mewajibkan siswa menguasai kompetensi-kompetensi yang tidak dibarengi dengan ketersediaan waktu yang sufficient. Terkadang bukan kompetensi yang dicapai justru mengejar keterselesaian materi pembelajaran. Padahal seharusnya bukan materi yang dikejar melainkan materi digunakan sebagai kendaraan dalam upaya mencapai kompetensi yang disebutkan.

    ReplyDelete
  4. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    The anxieties of mathematics teacher come from many problems. One of them is related to National Examination. Some teachers think that National Examination is the one and only goal of teaching learning process. Teachers have perceptions that their successful is determined by the result of National Examination. Thus, whatever they do is how to reach the highest score of National Examination. The impact is that the teachers feel difficulties in time management. They don’t have enough time to conduct various methods of education or cooperative learning. Instead, the teacher explain all material (teacher-centered) to focus on National Examination.

    ReplyDelete
  5. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Artikel di atas menjelaskan tentang kegelisahan atau masalah-masalah yang dihadapi guru dalam proses pembelajaran. Permasalahan-permasalahan tersebut diantaranya guru tidak membuat buku ajar sendiri. Padahal, buku ajar ini sangat penting dalam penentuan materi yang dipelajari dalam proses belajar mengajar. Seharusnya, guru mampu menyusun buku ajar sendiri, sebab guru lah yang mengetahui kriteria atau kondisi siswanya. Kemudian dalam praktik pembelajaran, guru masih mempertanyakan akan keefektivan penggunaan pembelajaran inovatif. Mereka menganggap cara ini kurang efektif dan terkesan lambat mengingat materi yang cukup banyak dan adanya pelaksanaan Ujian Nasional. Akibatnya, kebanyakan guru masih menerapkan pembelajaran tradisional.

    ReplyDelete
  6. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Guru dituntut untuk dapat mengelola proses pembelajaran dengan baik. Keterampilan guru dalam mengembangkan RPP sangatlah diperlukan karena RPP adalah pedoman yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. Dalam proses pembelajaran, guru sebaiknya tidak hanya berorientasi kepada hasil ujian nasional saja. Guru harus tetap memperhatikan proses-proses yang harus dilalui siswa. Agar siswa benar-benar memahami dan dapat membangun konsep dengan caranya sendiri. Guru perlu memberikan kesempatan berpikir kepada siswanya.

    ReplyDelete
  7. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Saya setuju dengan kecemasan-kecemasan trsebut dan saya juga sering mengalaminya terutama nomor 5. Some teachers felt still to have difficulties on determining time allocation. They felt to have more time for teaching mathematics. Apalagi ketika pembelajaran tersebut berdasarkan student center maka akan lebih memaksimalkan keterlibatan siswa sedangkan kemampuan siswa di kelas berbeda-beda sehingga akan dimungkinkan sakan adanya alokasi waktu yang melenceng dari RPP. Dalam megatasi permaslahn tersebut guru dapat memberikan peringatan kepada siswa alokasi yangg diperlukan dan sebelum alokasi waktu tersebut habis guru mengingatkan waktu tersisa yang masih daat digunakan.

    ReplyDelete
  8. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Kekuatiran yang dirasakan guru saat ini kebanyakan berasal dari tanggungan yang dibebankan kepada guru yang berasal 2 macam hal yang sampai saat ini masih sulit bagi guru untuk mengoptimalkan keduanya. yang pertama yaitu tanggungan yang dibebankan pemerintah, dan tanggungan untuk menciptakan pembelajaran inovatif yang berasal dari guru itu sendiri. seperti yang pertama buku, guru memiliki tanggungan metode pembelajaran yang telah mereka fikirkan dan bangun dengan matang, tetapi pemerintah disini membebankan buku wajib dimana isinya mungkin tidak sejalan denagn metode rpp yang telah dibuat oleh guru.

    lalu yang nomor 5, metode yang guru buat belum dapat diefisiensikan sehingga masih memakan banyak waktu sedangkan jam yang diberikan terbatas. sedangkan yang nomor 4 berkaitan dengan masalah nomor 5, waktu yang sedikit itu masih harus dibagi dengan persiapan ujian nasional yang diselenggarakan pemerintah. sedangkan untuk masalah-masalah lainnya lebih kepada guru yang belum terlalu terbiasa menjalankan inovatif learning itu sendiri. jadi hal ini dapat diatasi dengan pembiasaan dan pelatihan-pelatihan lebih lanjut.

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  9. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Kecemasan matematika ialah hal yang sulit untuk ditaklukkan, kecemasan matematika ini tidak seperti bentuk kecemasan lainnya, seorang guru tidak bisa mengajarkan seseorang untuk sepenuhnya menghindari kecemasan jika mereka berjuang untuk memecahkan masalah. Beberapa orang percaya bahwa terlalu percaya diri dapat menyebabkan masalah juga. Beberapa hal ini mungkin dapat meminimalkan kecemasan matematika:
    1. memberikan penjelasan rasional pada siswanya mengapa mereka harus belajar matematika.
    2. menanamkan rasa percaya diri terhadap siswa.
    3. menghilangkan prasangka negatif terhadap matematika.
    4. Tanamkan rasa tanggung jawab kepada siswa kita untuk memutuskan kesuksesan mereka.

    ReplyDelete
  10. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017

    Berkaitan dengan banyak guru yang mengalami kesulitan dalam membagi waktu terutama ketika mengajar pembelajaran matematika, saya juga merasa bahwa belajar matematika lebih membutuhkan waktu yang banyak dibandingkan mempelajari ilmu yang sifatnya tidak ada hitung-hitungannya. Menurut saya, sejak awal tahun pembelajaran guru hendaknya sudah menyusun strategi yang baik agar waktu selama satu tahun pelajaran tidak ada yang terbuang sia-sia. Seiring dengan berjalannya waktu, tentu ada kendala-kendala yang berkaitan dengan kurangnya waktu maka guru harus menentukan alternatif cara agar semua materi yang sudah ditentukan pemerintah dalam silabus dapat disampaikan kepada siswa agar tidak ada yang tertinggal, karena di tingkat atau kelas berikutnya siswa membutuhkan materi tersebut sebagai pengetahuan awal untuk materi berikutnya yang pada hakikatnya materi dalam pembelajaran matematika sangat berkaitan satu dengan yang lainnya.

    ReplyDelete
  11. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Sebaiknya guru menggunakan metode mengajar yang lebih inovatif dan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Sehingga terjadinya persoalan-persoalan dalam pembelajaran dapat diminimalisir.
    Dalam pembelajaran, guru sebaiknya tidak terfokus pada hasil ujian yang baik. Tetapi pada pembelajaran yang baik, yang dapat membuat peserta didik paham terhadap materi yang dipelajari, dan setidaknya peserta didik tidak akan lupa setelah ujian nasional berlalu. Dan membekali peserta didik dengan ilmu untuk menempuh masa depan yang cerah

    ReplyDelete
  12. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. sebagai pengajar dan mahasiswa pendidikan matematika saya juga mengalami kecemasan sebelum mengajar. Apalagi jika diharuskan mengajar materi-materi yang kurang saya pahami. Saya mengatasinya dengan mempersiapkan sebaik mungkin segala materi dan kemungkinan pertanyaan-pertanyaan yang mungkin diajukan siswa. Dengan persiapan yang baik, kecemasan sebelum proses belajar mengajar dapat sedikit berkurang. Menurut saya pengalaman mengajar juga berperan dalam mengurangi kecemasan selain persiapan mengajar

    ReplyDelete
  13. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Setelah saya membaca artikel di atas tentang beberapa permasalahan yang dihadapi guru, saya juga merasa pernah dan sedang mengalami hal tersebut. terutama dengan poin no.4 yaitu bahwa gaya mengajar guru dipengaruhi oleh kewajiban dalam mempersiapkan siswanya mengahadapi Ujian Nasional. Berbagai teori belajar mengajar tela saya pelajari. Idelanya agar pembelajaran matematika itu bermakna bagi siswa maka harus diterapkan berbagai treatmen dan sebagainya. Namun, pada kenyataannya seorang guru memiliki beban yaitu harus menyiapkan siswanya menghadapi UN matematika yang notabene bersifat penilaian instan. Sehingga pada akhirnya hanya mengajarakna dengan satu metode, yaitu metode ceramah dan memaksa siswa yang belum paham materi agar menghafal. Saya sebut penilaian instan karena yang dinilai hanya sebagian kecil poin atau materi yang tela dipelejari siswa selama ini. Selain itu, bentuk soal pilihan ganda sangat membuka kemungkinan menghasilkan jawaban atau penilaian siswa yang tidak sesungguhnya.

    ReplyDelete
  14. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Kecemasan guru akan masalah pengajaran mereka merupakan hal yang tidak bisa dihindari. Beberapa guru masih merasa cemas akan pembelarajan mereka yang menjadi penentu dalam ujian nasional. Tidak hanya itu, pengalokasian waktu dalam pemebalajran, guru juga masih kesulitan dalam managemen waktu.

    ReplyDelete
  15. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 pmat c 207

    Dari artikel di atas, dapat dilihat bahwa beberapa guru mengalami masalah tentang bagaimana memilih textbook yang tepat bagi peserta didik. Mereka tidak memiliki kriteria yang benar untuk memilihnya. Lalu, terdapat guru yang bertanya mengenai efektivitas pembelajaran inovatif. Sebagai contoh, metode diskusi kelompok yang telah mereka gunakan tidak berdampak secara cepat terhadap persiapan ujian nasional.

    ReplyDelete
  16. Sebagai tambahan, mereka berharap proses pembelajaran dapat membantu siswa untuk mendapat nilai yang memuaskan dalam ujian nasional, tidak untuk penerapan sehari-hari. Lalu, mereka juga menemukan bahwa sesungguhnya waktu yang dibutuhkan siswa untuk belajar matematika adalah sangat panjang karena banyaknya materi yang harus dipelajari.
    Yang terakhir disebutkan adalah guru masih bingung mengenai standar minimal yang harus dipenuhi untuk pengembangan LKS, saya pikir, karena guru adalah satu-satunya yang mengetahui kondisi siswanya, maka guru lah yang memberi standar sendiri dalam pengembangan LKSnya.

    ReplyDelete
  17. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Berbagai kecemasan yang tertuliskan diatas sering kali dialami oleh guru. Dengan adanya solusi bagi kecemasang guru diatas dimungkinkan dapat menciptakan suasana belajar yang efektif dan efesien serta nyaman bagi siswa maupun guru. Oleh karena itu, guru juga perlu diberikan waktu untuk melakukan kegiatan evaluasi melalui berbagai program contohnya peer teaching guna mendiskusikan berbagai kecemasan dan masalahnya. Terima Kasih

    ReplyDelete
  18. Metia Novianti
    17709251021
    PPs P.Mat A

    Kecemasan dan masalah guru yang dipaparkan pada artikel di atas memang seringkali terjadi dalam dunia pendidikan. Masih banyak yang harus diperbaiki dalam pendidikan di Indonesia, seperti kebijakan-kebijakannya dan kompetensi guru. Guru sebagai pendidik masa depan bangsa memerlukan kemampuan-kemampuan yang mumpuni untuk menjadi guru profesional dan berkualitas.

    ReplyDelete
  19. Ramayanti Agustianingsih
    17709251045
    PPs PMat C 2017

    Assalamualaikum, wr.wb.
    Melihat isi dari postingan ini menggambarkan kepada kita bahwa menjadi guru bukan hal yang mudah, mereka tidak akan lepas dari kecemasan. Kecemasan guru muncul sebagai akibat dari masalah-masalah pembelajaran yang mereka temui. Kecemaan itu muncul ketika guru menemui kondisi yang tidak ia harapkan.
    Wassalamualaikum, wr.wb.

    ReplyDelete
  20. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Problematika pembelajaran matematika dapat menimbulkan kecemasan pada guru, salah satunya adalah guru yang terlalu fokus terhadap UAN sehingga mengesampingkan proses pembelajaran. Sehingga pembelajaran yang dilakukan hanya berfokus pada hasil, bukan proses pembelajaraan itu sendiri. Menghasilkan siswa yang fokus terhadap haisl juga, tanpa mementingkan proses menyebabkan benyak terjadi kecurangan di dalam UN.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  21. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Banyak guru yang menganggap penggunaan metode kerja kelompok merupakan hal yang tidak efektif dan membuang waktu, padahal kerja kelompok dapat meningkatkan pemahaman siswa dan meningkatkan rasa sosial siswa. Dimana lagi tempat siswa dapat melatih kemampuan bekerja sama dan diskusi dan berpikir kritisnya jika tidak di dalam kerja kelompok.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  22. Seorang guru bukan berarti tidak memiliki kecemasan dalam menghadapi kegiatan pembelajaran di kelas. Terutama guru yang mata pelajarannya termasuk dalam ujian nasional. Mereka akan memiliki kecemasan yang lebih parah. Hal ini dikarenakan adanya tekanan terhadap nilai siswa pada saat ujian nasional tersebut. Adanya beban yang sangat dirasakan guru, sehingga guru merasakan kecemasan tersebut.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  23. Rahmi Puspita Arum
    17709251018
    PPs P.Mat A UNY 2017

    Dari artikel tersebut, bisa dilihat masih banyak guru yang menghadapi masalah. Beberapa dari mereka menemukan masalah dalam memilih buku teks yang sesuai untuk siswa mereka. Mereka tidak memiliki kriteria yang tepat untuk memilihnya. Lalu, ada beberapa guru yang bertanya tentang keefektifan pembelajaran inovatif. Misalnya, metode kelompok disscusion yang telah mereka gunakan tidak memberi efek segera pada persiapan ujian nasional. Selain itu, mereka menemukan bahwa dalam pelaksanaan proses pembelajaran, mereka melakukannya dengan harapan agar siswa mendapat nilai bagus dalam ujian nasional, tidak untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari. Kemudian, mereka juga menemukan bahwa waktu bagi siswa untuk benar-benar belajar matematika cukup lama, karena ada banyak materi yang harus mereka pelajari. Yang terakhir disebutkan adalah para guru masih bingung dengan standar minimum yang harus dipenuhi dalam mengembangkan lembar kerja siswa.

    ReplyDelete
  24. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Mengenai limit waktu yang ada di dalam sistem pendidikan kita, banyak dan bahkan sebagian besar guru mengalami kesulitan karenanya. Namun banyak penelitian mengenai hal tersebut yang menyarankan guru untuk memilih materi-materi yang esensial dan meninggalkan lainnya sebai lahan siswa untuk eksplorasi sendiri. Namun jika kita telaah lebih dalam tentu sistem seperti itu kurang efisien dan kurang efektif, terlebih bagi siswa yang terbiasa disuapi oleh gurunya, sehingga perlu adanya kajian mengenai hal ini lebih dalam, WAllahu a'lam

    ReplyDelete
  25. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Miskonsepsi yang dialami oleh siswa salah satunya disebabkan karena miskonsepsi yang masih diderita oleh guru sehingga guru kurang menguasai materi pembelajaran. Hal ini mengindikasikan kurangnya kompetensi yang dimiliki guru, dari hal ini perlu kiranya digalakkan lagi peningkatan kompetensi guru di sekolah melalui pelatihan atau workshop yang diselenggarakan, dari pemerintah ada kegiatan PPG yang salah satunya ditujukan untuk meningkatkan kemampuan atau kompetensi guru namun pada pelaksanaannya kegiatan ini masih terbats, baik waktu, materi, kesempatan dan sebagainya. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  26. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    RPP merupakan salah satu senjata bagi guru sebelum melaksanakan pembelajaran. Keterampilan guru dalam mengembangkan RPP sangatlah diperlukan karena RPP adalah acuan yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pembelajaran. RPP haris dirancang dengan berorientasi pada proses, atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada siswa. Sehingga penilaian tidak hanya pada nilai akhir, tetapi juga proses pembelajaran. Guru harus memperhatikan proses mengkonstruksi pengetahuan yang dilalui siswa.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete
  27. Nurika Mitahuljannah
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C
    17709251060
    Assalamu'alaikum wr. wb.
    Melanjutkan komentar saya sebelumnya, agar siswa benar-benar memahami dan dapat membangun konsep dengan caranya sendiri, guru sebaiknya memberikan kesempatan berpikir kepada siswa. Rasa percaya diri seorang guru dalam menggunakan bahan ajar sangat diperlukan. Guru hendaknya mau membuat dan mengembangkan bahan ajar untuk digunakan dalam proses pembelajaran karena gurulah yang mengetahui apa yang dibutuhkan oleh para siswanya. Sehingga dengan membuat dan mengembangkan bahan ajar sendiri siswa akan lebih mudah dalam memahami dan mempelajari matematika.
    Wassalamu'alaikum wr. wb.

    ReplyDelete