Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 16: Apakah Matematika Kontradiktif (Bagian Keenam)




Oleh Marsigit

Unsur Dasar terkecil pembentuk Sistem Matematika tidak bersifat Singular, artinya karena unsur singular tidak memberikan makna apapun. Tetapi unsur singular ini merupakan pembentuk Unsur Dasar melalui penciptaan Definisi atau Aksioma. Oleh karena itu untuk menemukan apakah matematika kontradiktif, kita mengujinya pada Unsur Dasar tersebut.

Secara filosofis Unsur Dasar pembentuk Sistem Matematika merupakan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih unsur singular. Maka Unsur Dasar Sistem Matematika merupakan suatu SIFAT satu atau lebih unsur singular yang diterangkan oleh SIFAT dari satu atau lebih unsur yang lain.

Secara bahasa relasi antar unsur singular sebagai pembentuk Unsur Dasar Pembentuk Sistem Matematika dapat dinyatakan sebagai hubungan antara SUBYEK dan PREDIKAT. Contoh Unsur-unsur Dasar X=0, Xi=1, Y pengikut X, A=A+1, X anggota R, ...dst.

Pada X=0, X sebagai Subyek dan 0 sebagai Predikat. Pada Xi=1, Xi sebagai Subyek dan 1 sebagai Predikat. Pada Y pengikut X, X sebagai Subyek dan Y sebagai Predikat. Pada A=A+1, A sebagai Subyek dan A+1 sebagai Predikat. Pada X anggota R, R sebagai Subyek dan X sebagai Predikat.

Tanda "=" secara bahasa bisa dibaca "adalah". Kalimat "Y pengikut X" secara bahasa dapat dibaca "Y adalah pengikut X". Kalimat "X anggota R" secara bahasa dapat dibaca "X adalah anggota R".

Secara bahasa maka term "adalah" itulah yang menghubungkan Subyek dan Predikat. Dalam Sistem Matematika maka "adalah" itulah term Pembentuk Relasi antar unsur-unsur singular atau Pembentuk Definisinya. Dalam filsafat, term "adalah" merupakan Pembentuk Unsur Dunia, baik Dunia yang terbebas atau yang terikat oleh Ruang dan Waktu. Lebih lanjut, term "adalah" inilah sebagai penghubung unsur-unsur dasar Pembentuk Prinsip Dunia.

Seperti yang telah saya sampaikan bahwa Hanyalah Ada Dua Prinsip atau Hukum Dasar Dunia yaitu HUKUM IDENTITAS dan HUKUM KONTRADIKSI. Hukum Identitas berbunyi "SUATU DIRI UNSUR ADALAH DIRI UNSUR ITU SENDIRI"; secara matematika dinyatakan sebagai "A=A". Semua hukum yang tidak sesuai dengan hukum identitas disebut HUKUM KONTRADIKSI.

Secara Bahasa, Hukum Identitas dapat dipahami sebagai "Predikat yang sama dengan Subyeknya dan Subyeknya yang sam dengan Predikatnya". Secara Filsafat, Hukum Identitas dapat dipahami sebagai "Predikat yang termuat dalam Subyeknya dan Subyeknya yang termuat dalam Predikatnya"; jikalau tidaklah demikian maka berarti kita telah menemukan Hukum Kontradiksinya.

Bagaimana kita menemukan Kontradiksinya?

Akan saya posting Bagian Ketujuh. Amin

51 comments:

  1. Desy Dwi Frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Ada dua prinsip dalam hidup yaitu prinsip identitas dan prinsip kontradiktif. Didalam matematika dua prinsip ini selalu berlaku. Jika matematika dipandang sebagai bahasa maka akan mudah dipahami jika semua siswa berfikir bahwa matematiika ada suatu bahasa..

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Hukum identitas jika dilambangkan dengan simbol maka A=A kalau kita baca secara bahasa maka A itu adalah pengikut dari A itu sendiri. Maka ketika A itu tidak mempunyai pengikut A maka dia akan kontradiktif.

    ReplyDelete
  3. Ratih Eka Safitri
    16709251059
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Memang matematika jika dilihat dari unsur terkecil pembentuknya identik dengan identitas dimana prediket yang termuat dalam subjeknya dan begitu juga sebaliknya, matematika yang kita kenal didunia pendidikan menganut hukum identitas, dan hukum identitas dapat berasal dari hukum kontradiksi yang ditemukan identitasnya.

    ReplyDelete
  4. Hukum identitas yang menyatakan “Suatu diri unsur adalah diri unsur itu sendiri” dalam matematika ditulis “A=A” memang sulit untuk dipahami dan tidak akan ada di bumi atau dunia. Ketika mengatakan “saya adalah saya” mungkin kita merasa benar, tetapi saya tidak mungkin saya karena saya tidak terbebas dari ruang dan waktu saya yang ditulis di depan berbeda dengan saya yang ada dibelakang, saya yang disebut lebih dahulu berbeda dengan saya yang disebut belakangan. Maka hukum identitas akan terancam kebermanfaatannya di dunia. Tidak akan ditemukan hukum identitas di dunia.

    ReplyDelete

  5. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Ketika kita sudah berpikir tentang hakekat maka kita dapat menerapkan hakekat tersebut dalam dunia khususnya dunia pendidikan. Untuk mendapatkan hakikat ini diperlukan prinsip identitas dan prinsip kontradiksi. Hukum Identitas dapat dipahami sebagai "Predikat yang sama dengan Subyeknya dan Subyeknya yang sama dengan Predikatnya". Secara Filsafat, Hukum Identitas dapat dipahami sebagai "Predikat yang termuat dalam Subyeknya dan Subyeknya yang termuat dalam Predikatnya"; jikalau tidaklah demikian maka berarti kita telah menemukan Hukum Kontradiksinya. Misalnya dalam matematika, suatu bilangan dikali identitas 1 hasilnya bilangan itu sendiri, ini menunjukan subyek yang sama dengan predikatnya.


    ReplyDelete
  6. Sylviyani Hardiarti
    16709251069
    S2 Pendidikan Matematika Kelas D 2016

    Segala yang ada dan yang mungkin ada dalam hidup ini terikat dengan hukum identitas atau hukum kontradiksi. Begitu juga matematika. Matematika yang masih berada di dalam pikiran manusia, belum diucapkan atau ditulis berlaku hukum identitas, A = A. Sedangkan segala matematika yang telah diucapkan atau ditulis berlaku hukum kontradiksi, A ≠ A. Hukum Identitas berbunyi "SUATU DIRI UNSUR ADALAH DIRI UNSUR ITU SENDIRI"; secara matematika dinyatakan sebagai "A=A". Semua hukum yang tidak sesuai dengan hukum identitas disebut HUKUM KONTRADIKSI.

    ReplyDelete
  7. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Hukum identitas berlaku untuk aku=aku, 1=1, x=x, dll. Namun juga telah dijelaskan pada pertemuan perkuliahan bahwa secara prinsip hakekat yang terikat ruang dan waktu, maka aku tidak akan sama dengan aku. Begitu pula dengan 1 tidak akan sama dengan 1, dan seterusnya. Seperti yang pernah dijelaskan oleh Bapak bahwasannya ketika diriku menyebut aku, maka aku yang sekarang tidak sama dengan aku yang sedetik akan datang. Hal tersebut tak lain karena kita terikat pada ruang dan waktu. Namun ketika tidak terikat dengan waktu maka hukum identitas ini berlaku selamanya.

    ReplyDelete
  8. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Dari elegi ini, kami memperoleh pengetahuan baru bahwa ternyata unsur dasar pembentuk definisi dan aksioma dari matematika adalah unsur singular. Unsur-unsur singular yang terhubung akan membentuk sebuah kalimat yang mencakup subyek dan predikat. kemudian dari kalimat-kalimat tersebut akan berkembang lagi menjadi definisi-definisi dan aksioma-aksioma. Pada hakekatnya, ada Dua Prinsip atau Hukum Dasar Dunia yaitu HUKUM IDENTITAS dan HUKUM KONTRADIKSI. Hukum Identitas berbunyi "SUATU DIRI UNSUR ADALAH DIRI UNSUR ITU SENDIRI"; secara matematika dinyatakan sebagai "A=A". Semua hukum yang tidak sesuai dengan hukum identitas disebut HUKUM KONTRADIKSI.

    ReplyDelete
  9. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Manusia merupakan makhluk sosial, artinya tidak mampu hidup sendiri tanpa bantuan orang lain. Begitu juga dengan matematika, unsur dasar sistem matematika merupakan suatu sifat satu atau lebih unsur singular yang diterangkan oleh sifat dari satu atau lebih unsur yang lain. Seperti yang telah diuraikan dalam elegi-elegi sebelumnya. Dalam matematika juga diperlukan adanya bahasa. Hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam mengartikan simbol atau lambang tertentu. Jadi, dapat disimpulkan bahwa ada dua prinsip atau hukum dasar dunia, yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  10. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah.....
    Untuk menyelidiki apakah matematika itu kontradiktif, maka kita dapat menyelidikinya dengan melihat unsur dasar pembentuk sistem matematika yang bersifat singular. Matematika mempunyai unsur-unsur yang dapat disebut pula sebagai subjek dan predikat. Karena matematika formal itu bersifat identitas, maka akan diperoleh bahwa subjek sama dengan predikatnya, misal x=1 dimana x menjadi subjek dan 1 adalah predikatnya. Akan tetapi, jika kita mengingat kembali definisi dari identitas adalah suatu diri unsur adalah diri unsur itu sendiri, seperti A=A. Sedangkan jika tidak demikian, maka bersifat kontradiksi, seperti contoh sebelumnya x=1 itu sudah berlaku kontradiktif karena menyalahi aturan dari sifat identitas.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Di dalam kehidupan dikenal dengan istilah identitas dan kontradiktif. Istilah tersebut ternyata dapat dipersempit ke ilmu matematika. Dalam matematika identitas dapat berlaku hampir semua operasi hitung, seperti, penjumlahan, perkalian, pengurangan,matriks dan lain sebagainya.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    sebagaimana artikel sebelumnya menyatakan bahwa Hukum Dasar Dunia yaitu HUKUM IDENTITAS dan HUKUM KONTRADIKSI. dalam artikel ini dijelaskan bahwa Hukum Identitas berbunyi "SUATU DIRI UNSUR ADALAH DIRI UNSUR ITU SENDIRI". dan semua hukum yang tidak sesuai dengan hukum identitas disebut HUKUM KONTRADIKSI. maka kita harus menemukan dimana letak kontradiksi tersebut, yanga mana akan kita ketahui di bahasan selanjutnya.

    ReplyDelete
  13. Loviga Denny Pratama
    16709251075
    S2 P.Mat D

    Dalam elegi pemberontakan pendidikan matematika kali ini menekankan dua hukum yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi. Dalam elegi pemberontakan ini memang lebih sering membicarakan kedua hukum ini, dan sekarang saya memahami bahwa dalam hukum identitas merupakan “SUATU DIRI UNSUR ADALAH DIRI UNSUR ITU SENDIRI" dan secara matematika dinyatakan sebagai "A=A". Kita contohkan misalkan bahwa X=0 padahal jika menurut hukum identitas, X=X dan bukan merupakan X=0. Dari pernyataan inilah ditemukan kontradiksi. Sehingga dapat dikatakan bahwa jika tidak sesuai dengan hukum identitas maka akan dikatakan masuk ke hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Contoh hukum identitas dalam matematika dapat dinyatakan dengan A = A. Semua hukum yang tidak sesuai dengan ini maka disebut hukum kontradiksi. Menurut saya A = A itu benar dan sama jika ada dalam pikiran kita saja, tetapi begitu dituliskan maka akan menjadi salah, karena A disebelah kiri itu tidak sama dengan A di sebelah kanan. Jadi jika A = A dalam hukum Identitas di matematika ini ditulis maka menjadi kontradiksi. Sekarang masalahnya bagaimana kita menjelaskan kepada siswa tentang hal ini.Inilah tugas guru sebagai pelaku dalam dunia pendidikan untuk bisa menjelaskan, memperbincangkan dan membahasakan ini agar dapat diterima siswa.

    ReplyDelete
  15. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Untuk dapat membuktikan sesuatu yang besar haruslah dimulai dari dasar yang kecil terlebih dahulu. Penggunaan bahasa dalam matematika sangat diperlukan salah satunya untuk membaca simbol yang ada dalam matematika. Dalam matematika terdapat hukum identitas dan hukum kontradiksi. Dimana hukum identitas menyatakan bahwa Unsur suatu benda merupakan unsur itu sendiri, dan dalam matematika juga tidak mau hanya demikian tetapi ada hukum kontradiksi didalam suatu diri unsur masih ada unsur yang lain dan bukan hanya dirinya sendiri.

    ReplyDelete
  16. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Matematika tersusun dari hubungan yang terdapat dalam bagian-bagian kecil yang bersifat singular. Dari unsur-unsur dalam bagian kecil itu maka akan terbentuk menjadi sistem matematika. Pembentukan tanda “=” memenuhi hukum identitas. Dan ketika tidak bisa disampaikan diluar hukum identitas maka akan disebut sebagai kontradiksi.

    ReplyDelete
  17. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Dunia matematika memuat dua hukum, yaitu hukum identitas dan hukum kontradiktif. Hal tersebut tidak hanya ditemukan dalam ilmu matematika saja tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Sampai saat ini contoh yang diberikan dari unsur pembentuk matematika dengan menggunakan tanda '=' berarti masih menunjukkan suatu identitas kan? Jika kita harus melihat prinsip di dunia bahwa yang merupakan kontradiksi adalah yang bukan identitas. Lalu bagaimana bisa relasi '=' tersebut menjadi kontradiksi. Hal ini menunjukkan bahwa sesungguhnya filsafat adalah ilmu yang tak pernah terpikirkan oleh kebanyakan manusia.

    ReplyDelete
  18. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Adanya dua hukum dalam matematika yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi membawa pada kesimpulan bahwa jika tidak sesuai dengan hukum identitas berarti disebut hukum kontradiksi. Dari hal ini yang dapat saya pahami bahwa dalam segala hal termasuk matematika ada batasan yang termasuk ruang dan waktu dan yang bebas dari ruang dan waktu. Maka tentang kontradiksi atau identitas tergantung pembicaraannya pada ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  19. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Kita akan menguji pada unsur dasar untuk menguji apakah matematika itu kontradiktif atau tidak. Unsur dasar sistem matematika merupakan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih unsur singular. Dapat pula dinyatakan sebagai hubungan antara SUBYEK dan PREDIKAT. Contohnya pada x=0, maka x sebagai subyek dan 0 sebagai predikat.

    ReplyDelete
  20. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Dalam hukum identitas dapat dilihat bahwa x=x yang berarti sesuatu adalah sesuatu itu dan bukan hal yang lain. Bapak Marsigit akan membuktikan bahwa matematika itu kontradiksi dari hal ini. Keseluruhan pembuktiannya akan berangsur-angsur dituliskan dalam posting selanjutnya.

    ReplyDelete
  21. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Kontadiktif dalam matematika itu sangat diperlukan karena dengan adanay kontradiktif maka segala sesuatu yanag ada di dalam teorema itu bisa di buktikan. Matematika yang bersifat kontradiksi, baik dari awal penemuannya karena didalamnya berasal dari hal yang material seperti batasan angka sampai 10, nama kalkulus, + , - dan lainnya. Kontradiksinya yaitu ada ditemukan matematika murni yang jauh dari persinggungan benda-benda material. Begitu pula halnya dengan berhingga dan tak berhingga dan penggunaan bilangan imajiner dalam matematika. Hal tersebut kontradiksi dengan kenyataan yang ada. Bagaimana menenerapkan tak hingga dan imajiner sedangkan kita tidak mengetahui apakah itu dan benarkah itu ada. Sehingga itu dinamakan sebuah hayalan yang sangat kontradiksi dengan kenyataan.

    ReplyDelete
  22. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Jika A= A maka berlakulah hukum identitas. Jika hukum yang tidak sesuai dengan itu maka berlakulah hukum kontradiksi. Sehingga apakah benar A=A? tergantung ruang dan waktunya. Untuk memperoleh pengetahuan benar kita harus menggali pengetahuan, berpikir dan tidak hanya memandang segala sesuatu dari satu sisi. Apabila kita mencoba mengerti akan makna dari elegi ini, mungkin kita akan mengetahui bahwa bahasa matematika sebenarnya sama seperti bahasa ataupun kalimat yang biasa kita gunakan sehari-hari, yang membedakan ialah bagaimana cara kita menyampaikannya.

    ReplyDelete
  23. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Pokok penting dalam elegi ini bawa unsur dasar pembentuk Sistem Matematika merupakan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih unsur singular. Maka Unsur Dasar Sistem Matematika merupakan suatu SIFAT satu atau lebih unsur singular yang diterangkan oleh SIFAT dari satu atau lebih unsur yang lain. Hal ini menegaskan bahwa subyek dan predikat memiliki hubungan dimana keduanya saling melengkapi yang saling termuat dalam keduanya.

    ReplyDelete
  24. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Unsur dasar pembentuk system matematika merupakan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih unsur singular. Matematika kontradiktif diuji pada unsuur dasar tersebut. Unsur singular tidak memberikan makna apapun. Terdapat dua prinsip atau hokum dasar dunia yaitu hokum identitas dan hokum kontradiksi. Semua hokum yang tidak sesuai dengan hokum identitas disebut hokum kontradiksi.

    ReplyDelete
  25. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Relasi merupakan unsur dasar pembentuk matematika. Misalnya relasi persamaan. A=A jika dibawa ke dunia hakikat tanda "=" berarti adalah. Inilah yang dimaksud identitasnya. Dalam hal ini Y pengikut X berarti bahwa Y adalah pengikut dari X. X sebagai subyeknya dan Y adalah sebagai obyeknya. Predikat yang termuat dalam Subyeknya dan Subyeknya yang termuat dalam Predikatnya merupakan identitas yang dimaksud. Jika tidak demikian, maka inilah sebenar-benar kontradiksi, yaitu bukan identitas. Lalu bagaimana cara menemukan kontradiksi itu yang harus kita pahami bersama.

    ReplyDelete
  26. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Dari sumber di atas diketahui bahwa unsur dasar terkecil pembentuk sistem matematika. Unsur dasar tersebut tidak bersifat singuler. Karena ketika unsur dasarnya singuler maka tidak akan memberikan makna apapun. Tetapi unsur singular merupakan pembentuk aksioma dan definisi. Pada pernyataan ini terdapat kontradiksi. Di sini lebih meyakinkan kita bahwa unsur sistem pembentuk matemaika juga berlaku kontradiksi.

    ReplyDelete
  27. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. Terdapat unsur dasar pembentuk matematika. dari artikel di atas di sebutkan bahwa unsur dasar pembentuk matematika merupakan suatu sifat satu atau lebih unsur singular yang diterangkan oleh sifat dari satu atau lebih unsur yang lain. Terdapat relasi antara satu unsur dengan unsur yang lain.

    ReplyDelete
  28. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Contoh mengenai X=0 padahal jika menurut hukum identitas, X=X (bukan X=0). Dari situ dapat ditemukan hukum kontradiksinya, karena pada dasarnya semua yang tidak sesuai dengan hukum identitas adalah hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  29. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Secara bahasa relasi antar unsur singular sebagai pembentuk unsur dasar pembentuk sistem matematika dapat dinyatakan sebagai hubungan antara subyek dan predikat. Misalnya A = A+1 jika A = 4, maka A = 4 + 1, padahal A = 4, jelas bahwa hal ini kontradiksi, A tidak sama dengan A. Secara bahasa, hukum identitas dapat dipahami sebagai predikatnya sama dengan subyeknya dan subyeknya sama dengan predikatnya. Jika tidak maka itulah yang disebut kontradiksi.

    ReplyDelete
  30. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Unsur dasar pembentuk sistem matematika itu sifatnya memberikan makna. Melalui unsur dasar tersebut dapat digunakan untuk membuktikan apakah matematika itu kontradiktif atau tidak. Secara filosofis, unsur dasar pembentuk sistem matematika merupakan hubungan dari dua atau lebih unsur singular (unsur yang tidak memiliki makna). Secara bahasa, unsur dasar pembentuk sistem matematika adalah hubungan atara subyek dan predikat. Contoh unsur dasar : X=0, di sini X sebagai subyek dan 0 sebagai predikat, sedangkan tanda = dapat dibaca adalah. Jadi secara bahasa, X=0 dapat dibaca X adalah 0. Secara bahasa, adalah merupakan penghubung antara subyek dan predikat. Dalam sistem matematika, adalah merupakan pembentuk definisi. Sedangkan secara filsafat, adalah merupakan penghubung unsur-unsur dasar pembentuk prinsip dunia.

    ReplyDelete
  31. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam dunia seutuhnya hanya ada 2 prinsip, yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi. Dalam artikel di atas telah disebutkan mengenai hukum identitas yang berbunyi “SUATU DIRI UNSUR ADALAH DIRI UNSUR ITU SENDIRI" dan secara matematika dinyatakan sebagai "A=A". Sebelumnya telah dicontohkan mengenai X=0 padahal jika menurut hukum identitas, X=X (bukan X=0). Dari situ dapat ditemukan hukum kontradiksinya, karena pada dasarnya semua yang tidak sesuai dengan hukum identitas adalah hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  32. Taufan Adi Pradana
    13301241059
    Pendidikan Matematika A 2013

    Assalamualaikum.wr.wb
    Segala sesuatu unsur matematika berhubungan satu dengan yang lain.
    Apabila unsur itu berdiri sendiri maka unsur tersebut tidak bermakna.
    Penghubung dalam unsur matematika contohnya "adalah".
    Kata adalah dapat menghubungkan dua suku matematika yang semula tidak bermakna apa-apa menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  33. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)

    Di dunia ini hanya ada 2 unsur utama yaitu kontadiksi dan identitas. Unsur kontradiksi yakni segala sesuatu yang kita temui seperti tesis dan antitasis, besar kecil, pria wanita, susah senang, dan sebagainya. sedangkan yang bersifat identitas adalah Sang Pencipta dimana hanya ada satu yaitu Tuhan yang Maha Esa dimana sifat-sifatnya sesuai dengan wujudnya.

    ReplyDelete
  34. Umy Maysyaroh
    14301241014
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Dalam dunia matematika kita berkutat pada 2 hukum yakni hukum identitas dan kontradiksi. Hukum tersebut menjadi modal dasar kita dalam membuktikan suatu teorema atau menyelesaikn suatu permasalahan matematika. Jika identitas berlaku maka itu bukanlah kontradiktif, dan sebaliknya jik kontradiktif beraku, maka itu bukan identitas. Dengan menggunakan hukum identitas kita membuktikan suatu subjek yang sama dengan dirinya sendiri, sedangkan kontradiksi kita menggunkan contoh yang salah atau ingkaran dari suatu pernyataan untuk diolah hingga menemukan suatu kontradiksi.

    ReplyDelete
  35. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dalam matematika logicis-formalis-foundalis, A=A+1 adalah kontradiksi. Karena seperti dalam tulisan ini, tanda sama dengan atau ‘=’ menunjukkan hubungan dari subjek dan predikatnya. Jika A dihubungkan dengan A+1 menggunakan ‘=’, maka kontradiksinya adalah A bernilai A+1 dalam waktu yang bersamaan.

    ReplyDelete
  36. Hyldha Wafda Mufida
    14301241026
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Kerbermaknaan matematika dikarenakan matematika adala ilmu yang tidak dapat dipisahkan atau berhubungan dengan unsur-unsur lain. Artinya jika matematika itu berdiri sendiri mengakibatkan mtematika menjadi ilmu yang tidak bermaknabermakna. Sebagi conoth, Penghubung dalam unsur matematika contohnya "adalah", atau "=". Penghubung tersebut dapat menghubungkan dua suku matematika yang semula tidak bermakna apa-apa menjadi bermakna.

    ReplyDelete
  37. ORIZA DEVI FEBRINA
    14301241019
    S1 Pendidikan Matematika I 2014


    Dalam matematika terdapat dua hokum melanjutkan elegi sebelum ini yaitu hokum identitas dan hokum kontradiksi, hokum identitas berbunyi bahwa “SUATU DIRI UNSUR ADALAH DIRI ITU SENDIRI” secara matematika dinyatakan dalam “A=A” hokum yang tidak termasuk identitas maka itu adalah hokum kontradiksi.

    ReplyDelete
  38. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam komentar ini, saya ingin menanggapai masalah tentang filosofis unsur dasar pembentuk sistem matematika merupakan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih unsur singular. Dalam matematika “3+4=7” merupakan bahasa matematika namun dalam kenyataan sehari hari dapat dibahasakan bahasa matematis tersebut. Namun dalam kebenaran bahasa matematis dibandingkan bahasa sehari-hari dapat bersifat kontradiksi. Karena tidak selalu bahasa mathematis itu benar didalam bahasa sehari-hari. Seperti contohnya dalam tulisan bapak Marsigit yang berkaitan “3+4=7” kontradiktif.

    ReplyDelete
  39. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Secara filosofis unsur dasar pembentuk sistem matematika merupakan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih unsur singular. Terdapat dua hubungan yaitu identitas dan kontradiktif. Identitas terjadi jika subjek sama dengan predikat sedangkan kontradiktif terjadi jika subjek tidak sama dengan predikat.

    ReplyDelete
  40. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Perlu disadari bahwa subyek dan predikat adalah dua hal yang berbeda. Secara bahasa dapat ditemukan hukum kontradiksinya bahwa Hukum kontradiksi dapat dipahami sebagai Predikat yang tidak sama dengan Subyeknya dan Subyeknya yang tidak sama dengan Predikatnya. Secara Filsafat, Hukum kontradiksi dapat dipahami sebagai Predikat yang tidak termuat dalam Subyeknya dan Subyeknya yang tidak termuat dalam Predikatnya.

    ReplyDelete
  41. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Matematika yang dijelaskan dalam tulsian tersebut menjadi salah satu contoh matematika sebagai bahasa. Jiaks setiap siswa dapat melakukan komunikasi matematis dengan baik pastilah dia akan mudah memahami dan meggunakan matematika.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  42. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Pada elegi diatas dijelaskan kembali bahwa unsur-unsur matematika akan bermakna jika memiliki relasi dengan unsur lain atau jika dikaitkan dengan unsur lain. Hal itu yang merupakan maksud bahwa sifat dasar sistem matematika bukanlah singular, sehingga dia tidak bisa berdiri sendiri.

    ReplyDelete
  43. Ujang Herlan Permana
    14301249001
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap cabang ilmu yang ada tentu memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya, matematika membutuhkan bahasa untuk menyampaikan materinya, sehingga identitas dari matematika tersebut tercapai, ketika terjadi ketimpangan antara cabang ilmu tersebut dimana tidak sesuai dengan identitasnya maka terjadilah suatu kontradiksi, maka terdapat dua prinsip hukum dasar yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  44. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dari elegi di atas disimpulkan bahwa ada dua prinsip yang berlaku yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi. Maksudnya hukum identitas adalah subyek sama dengan predikatnya dan untuk hukum kontradiksi subyek berbeda dengan predikatnya atau lebih mudah dipahami jika predikat tidak sama dengan subyeknya

    ReplyDelete
  45. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Unsur dasar terkecil pembentuk sistem matematika tidak bersifat singular, karena unsur singular tidak memberikan makna apapun. Tetapi unsur singular ini merupakan pembentuk unsur dasar melalui penciptaan definisi atau aksioma. Unsur dasar pembentuk sistem matematika merupakan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih unsur singular.

    ReplyDelete
  46. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Semua sistem matematika sebenarnya terdiri dari subjek dan predikat yang antara keduanya direlasikan dengan tanda “=” yang berarti adalah. Ini berarti bahwa matematika itu kontradiksi. Matematika dapat kita katakan identitas apabila predikat yang termuat dalam subyeknya dan subyeknya yang termuat dalam predikatnya.

    ReplyDelete
  47. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Hanya terdapat prinsip identitas dan prinsip kontradiksi yang menjadi prinsip atau hukum dasar dunia. Prinsip identitas yang dipahami adalah didefinisikan secara bahasa dan filsafat jika tidak didefinisikan demikian maka kita dapat menemukan kontradiksinya.

    ReplyDelete
  48. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Unsur dasar pembentuk matematika merupakan hubungan relasi atau hubungan sifat antara dua atau lebih unsur singular. Untuk menemukan bahwa apakah matematika itu bersifat kontradiktif, kita perlu mengujinya pada unsur dasar pembentuk sistem matematika. Terdapat dua hukum dasar di dunia ini yaitu hukum identitas dan hukum kontradiksi. Dalam matematika hukum identitas ditulis A=A. Dan semua hukum yang tidak sesuai dengan hukum identitas disebut hukum kontradiksi.

    ReplyDelete
  49. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (15709251004)

    Takdirnya isi tidak sama dengan wadah. Walaupun wadah sekaligus sebagai isi dan isi sekaligus sebagai wadah.Dalam filsafat Jawa ada istilah “ngono yo ngono ning ojo ngono”. “ngono” yang diucapkan di awal berperan sebagai wadah dan “ngono” yang diucapkan di akhir berperan sebagai isi. Jadi WADAH tak akan pernah sama dengan ISI.Itulah yang dinamakan kontradiksi dalam filsafat. Tanpa adanya kontradiksi maka tak ada makna kehidupan. Jadi hidup manusia memang suatu kontradiksi.Oleh karena itu manusia selalu diwarnai oleh kontradiksi-kontradiksi hidupnya.Pengetahuan kita bersifat kontradiktif, pertarungan antara tesis dan antesis menjadi sintesis pengetahuan baru.Kita sebagai ilmuan harus siap melakukan sintesis-sintesis antara pengetahuan lama dan baru. Kita dipersilakan memperbesar kontradiksi kita, namun jangan sampai kontradiksi tersebut turun di hati kita. Karena jika turun ke hati maka akan berurusan dengan syaitan.Maka satu-satunya cara hanya Tuhan yang mampu menghilangkan keraguan dengan berdoa karena hanya Tuhan yang tak mengenal kontradiksi.

    ReplyDelete
  50. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Secara Filsafat, Hukum Identitas dapat dipahami sebagai "Predikat yang termuat dalam Subyeknya dan Subyeknya yang termuat dalam Predikatnya"; jikalau tidaklah demikian maka berarti kita telah menemukan Hukum Kontradiksinya.Maka tidak ada yang sama dengan diriku melainkan diriku sendiri. Itulah identitas. Namun berbeda dengan identitas matematika secara logis, karena melihat value dari sisi kiri dan kanan saja tidak melihat secara intensif dan ekstensif.

    ReplyDelete
  51. Dengan hukum identitas maka matematika mungkin tidak akan berkembang. Tetapi karena adanya hukum Kontradiksi maka pengetahuan menjadi berkembang. Hukum identitas membuat sistem yang konsisten dan koheren, karena itu menjadi tidak lengkap. Dengan kontradiksi maka akan menjadi lengkap tetapi kehilangan konsistensinya. Selama matematika digunakan di dunia maka matematika akan bersifat kontradiksi.

    ReplyDelete