Feb 12, 2013

Elegi Pemberontakan Pendidikan Matematika 23: Logicist-Formalist-Foundationalist (Jawaban utk Prof Sutarto Bgn kedua)




Oleh Marsigit

Prof Sutarto, dan yang lain

Jelaslah bahwa para Matematikawan kita di Perguruan Tinggi adalah Kaum Logicist-Formalist-Foundationalist. Hal ini bisa dilihat dari Kurikulumnya, riset dan hasil-hasilnya serta pandangan-pandangannya.

Kalau ditambah gelar untuk para matematikawan kita maka lengkapnya adalah para Absolutist-Platonist-Logicist-Formalist-Foundationalist.

Setiap gelar tersebut telah menggambarkan karakteristiknya, dan mereka hidup di Dunia yang terbebas dari Ruang dan Waktu, terbebas dari Kontradiksi, terjamin Konsistensinya, tetapi terancam kedudukannya bukan sebagai Ilmuwan.

Mereka gagal bergaul dengan generasi muda sibelajar matematika secara substansi, tetapi unggul dalam bentuk formalnya. Tetapi mereka adalah harapan bagi pengembangan pure-mathematics ke depan.

Sementara Dunianya Ruang dan Waktu dihuni oleh para Intuitionist-Realist-Aristotelianist-Empiricist-Relativist, yang bergandengan tangandengan kaum Fallibist-Socio-Constructivist.

Mereka penuh dengan Kontradiksi, tidak Konsisten, bersifat relatif, mengerjakan matematika yang belum benar dan subyektif, tetapi terjamin kedudukannya sebagai Ilmuwan Sejati.

Ketika bergaul dengan siswa sibelajar matematika mereka menjelma menjadi Para Educationist seperti Realistics Mathematicist, Contextualist, Psycho-mathematicist, Psycho-therapist.

Bersambung...

36 comments:

  1. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Cara memandang matematika dari logicist dan para intuitonist itu berbeda. Bahwa para logicits memandang matematika itu konsisten, dan terbebebas dari ruang dan waktu, serta terbebas dari kontradiksi. Sehingga matematika yang mereka yaitu itu konsisten. Sedangkan pihak yang lainnya bersifat relatif, kontradiktif dan tidak konsisten.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  2. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Memahami elegi ini dari elegi sebelumnya, merupakan hal yang berkesan bagi saya. Terlebih saya pernah menuntut ilmu s1 pendidikan matematika. Namun saya tidak cukup tau, yang dimaksud matematikawan di perguruan tinggi apakah para dosen matematika murni atau termasuk juga dosen pendidikan matematika. Apabila Matematikawan kita di Perguruan Tinggi adalah Kaum Logicist-Formalist-Foundationalist, maka mereka hidup di Dunia yang terbebas dari Ruang dan Waktu, terbebas dari Kontradiksi, terjamin Konsistensinya, tetapi terancam kedudukannya bukan sebagai Ilmuwan. Apakah kami yang menajdi mahasiswa pun juga demikian karena terlalu ingin menjadi bayang-bayang mereka? Semoga bapak bisa lebih menjelaskannya di kelas. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  3. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Dari elegi ini, saya takut akan termakan paramitos. Karena, saya menganggap diri saya terbebas dalam dari ruang dan waktu sehingga saya hanya menganggap matematika itu selalu konsisten. Tetapi dengan membaca beberapa elegi mengenai kontradiktif, membuat saya sadar bahwa yang konsisten hanyalah Allah. dan matematika itu ada yang kontradiktif. Semoga saya tetap terjaga dari perasaan sombong agar bisa memperoleh ilmu dari elegi elegi selanjutnya.

    ReplyDelete
  4. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb
    Ilmuwan (mathematican) dan siswa merupakan subyek yang berbeda. Namun keduanya sama-sama mempelajari matematika. Pandangan logicist-Formalist-Foundationalist menggambarkan matematika yang terbebas dari ruang dan waktu, terbebas dari kontradiksi, terjamin konsistensiya. Namun, tidak adanya perubahan dalam perkembangan matematika sehingga dapat terancam posisi sebagai ilmuwan. Sedangkan pndangan Fallibist-Socio-Constructivist yang terdiri dari oara educationist memiliki sifat kontradiksi dan selalu berubah, tidak konsisiten, relative. Oleh karana itu, Fallibist-Socio-Constructivist yang memiliki sifat berubah ini menyebabkan perkembangan dalam ilmunya sehingga malah dekat dengan ilmuwan. Terima Kasih.

    ReplyDelete
  5. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Dalam elegi ini sepertinya terdapat dua sisi matematika yang berbeda. Ada matematikawan murni dan ada matematikanya educationist. Matematikawan murni lebih mengedepankan logis, formal, dan formalis, sedangkan educationist mengedepankan prinsik realistik, kontekstual. Prinsip-prinsip yang dipegang oleh keduanya tidak ada yang salah, karena keduanya memiliki kontribusi dalam pengembangan ilmu-ilmu matematika selanjutnya.

    ReplyDelete
  6. Terimakasih karena berbagi pejelasannya kepada Prof Sutarto kepada kami, seorang pendidik yang baik yang sering bergaul dengan siswa sekolah sudah seharusnya mengiktui alur pemikiran mereka, masuk ke dalam ruang dan waktu mereka, jika pendidik atau guru mampu untuk membangun hubungan dengan generasi muda, maka mereka akan dapat menjadi generasi matematikawan generasi penerus selanjutnya yang masuk menjadi limuwan kaum logic-formalis-fondationalis.

    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Junianto
    17709251065
    PM C

    Salah satu ciri matematika kaum Logicist-Formalist-Foundationalist adalah bahwa matematika terbebas oelh ruang dan waktu. Di perguruan tinggi memang tidka bisa dipungkiri adanya hal ini, karena memang pure mathematics sebagian besar bersifat demikian. Maka dari itu, jika kaum ini terjun mengajar anak-anak sebagai educationist maka ditakutkan akan terjadi gap yang mengakibatkan siswa sekolah dasar dan menengah menjadi tidak paham karena mereka masih membawa pure mathematics. Maka dari itu, perlu adanya keseimbangan antara keduanya dan disesuaikan dengan peran masing-masing ilmuwan.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dalam dunia school math dibutuhkan matematika yang menjelma menjadi Para Educationist seperti Realistics Mathematicist, Contextualist, Psycho-mathematicist, Psycho-therapist. Yang kedepannya mampu membawa matematika dalam diri siswa, sehingga mampu mengembangkan intuisi dan gagasan/ide yang bagus untuk kemajuan ilmu ini. Berupaya menjadi yang demikian tidak ada salahnya juga.

    ReplyDelete
  9. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Pada elegi ini, saya lebih ingin memberikan jawaban yang saya pahami dari soal nomer dua dari prof sutarto yaitu apakah memang harus dibedakan matematsian math dan student math? Disini, menurut saya membedakan keduanya itu tidak harus, namun yang dibedakan disini hanyalah perlakuannya yang diberikan. Jika kita berbicara, nantinya murid yang belajar matematika juga bisa menjadi matematikawan murni yang bermadzhab Logicist-formalist-foundationalist. Jadi, perbedaan antar personal itu sesungguhnya tidaklah diperlukan, namun hanya perbedaan dalam memberikan perlakuan yang ada.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  10. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Kaum Logicist-Formalist-Foundationalis yang notabene para Absolutist-Platonist-Logicist-Formalist-Foundationalist.yang hidup di Dunia yang terbebas dari Ruang dan Waktu, terbebas dari Kontradiksi, terjamin Konsistensinya, harus tetap saling berkomunikasi dengan kaum Intuitionist-Realist-Aristotelianist-Empiricist-Relativist, dan kaum Fallibist-Socio-Constructivist yang penuh dengan Kontradiksi, tidak Konsisten, bersifat relatif, mengerjakan matematika yang belum benar dan subyektif. Semuanya itu agar matematika dapat terus berjalan dengan baik.

    ReplyDelete
  11. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Jadi menurut saya matematika sekolah yang dianut para edicationalist seperti Realistics Mathematicist, Contextualist, Psycho-mathematicist, Psycho-therapist berada di antara dua kelompok. Educationalist berada diantara kelompok 1 (Kaum Logicist-Formalist-Foundationalist) dan Kelompok 2 (Intuitionist-Realist-Aristotelianist-Empiricist-Relativist). Educationalist menjadi jembatan antara matematika murni (abstrak) dan matematika kongkret (pengalaman).

    ReplyDelete
  12. Pratama Wahyu Purnama
    17709251033

    Dunia matematika para logicist, formalist, foundalist itu berbeda dengan dunia matematikanya para realist, intuist. Dunia matematika para logicist dan teman temannya merupakan dunia pure math dimana itu sangat berguna untuk masa depan matematika. Namun dunia tersebut tidak cocok untuk pembelajar matematika muda dimana mereka lebih membutuhkan dunia yang realist, serta tidak konsisten. Dunia yang disukai pembelajar muda adalah dunia yang terikat oleh ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  13. Nur Dwi Laili K
    17709251059
    PMC

    Matematika murni dan matematika sekolah merupakan dua hal yang sama-sama penting. Matematika murni yaitu matematika milik kaum Absolutist-Platonist-Logicist-Formalist-Foundationalist merupakan harapan untuk pengembangan pure- mathematics kedepannya. Sedangkan kaum Intuitionist-Realist-Aristotelianist-Empiricist-Relativist yang bergandengan tangan dengan kaum Fallibist-Socio-Constructivist merupakan harapan untuk membangun generasi yang dekat dengan matematika. Maka kita harus menyadari peran masing-masing agar jangan sampai terbalik dalam menggunakan matematika murni dan matematika sekolah.

    ReplyDelete
  14. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Absolutist-Platonist-Logicist-Formalist-Foundationalist lebih unggul dalam bentuk formal matematika tetapi gagal bergaul dengan generasi muda si belajar matematika secara substansi. Sedangkan Educationist lebih unggul dalam bergaul dengan generasi muda yang belajar matematika secara substansi tetapi gagal dalam bentuk formal matematika. Sebagai calon pendidik hendaknya memahami karakteristik dari peserta didik sehingga bisa menentukan model pembelajaran, strategi pembelajaran dan mengerti apa yang dibutuhkan perserta didik.

    ReplyDelete
  15. Pada pembelajaran di sekolah perlu kontradiktif untuk membuktikan suatu kebenaran akan suatu hal. Matematika sekolah yang didalamnya sangat diperhatikan mengenai proses dan prosedural pembelajaran untuk minat dan pemahaman siswa dengan melibatkan realis (nyata) atau pengalaman dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  16. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Dalam menerjemahkan matematika sebagai Logicist-Formalist-Foundationalist atau Intuitionist-Realist-Aristotelianist-Empiricist-Relativist disesuaikan dengan tingkatan pendidikannya. Saat ingin menjadi kawan dari siswa sebaiknya guru menggunakan Intuitionist-Realist-Aristotelianist-Empiricist-Relativist karena hal ini memang yang cocok dengan siswa. Namun saat siswa dihadapkan pada Logicist-Formalist-Foundationalist, mereka akan sulit untuk berkawn dengan gurunya apalagi dengan matematika. Mereka akan terus menganggap matematika pelajaran yang sulit, karena memang Logicist-Formalist-Foundationalist tidak sesuai dengan matematika sekolah.

    ReplyDelete
  17. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Elegi ini menggambarkan bahwa kaum Absolutist-Platonist-Logicist-Formalist-Foundationalist yang hidup di dunia yang terbebas dari Ruang dan Waktu, terbebas dari Kontradiksi, terjamin Konsistensinya, tetapi terancam kedudukannya bukan sebagai Ilmuwan. Mereka tidak setuju bahwa matematika juga terikat oleh ruang dan waktu. Matematika bukanlah ilmu yang mutlak atau pun idela seperti pandangan mereka.

    ReplyDelete
  18. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Ditingkat Universitas kami memberikan julukan sebagai Logicist-Formalist-Foundationalist. Meraka adalah para ahli dalam matematika murni. Mereka cenderung lebih bebas dengan hal yang berkaitan mengenai ruang dan waktu,konsisten,menghindari kontradiksi, tetapi mengancam posisi sebagai seorang ilmuwan. Sementara matematikawan Intuitionist-realis-Aristotelianist-empiricists-Relativist, mereka penuh dengan kontradiksi,inkosistensi namun mereka adalah ilmuwan yang sebenarnya.

    ReplyDelete
  19. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Dari elegi ini diketahui bahwa Kaum Logicist-Formalist_Foundationalist gagal bergaul dengan generasi muda secara substansi, akan tetapi mereka unggul dalam bentuk formalnya, dan mereka adalah harapan untuk pengembangan pure mathematics kedepan. Untuk kaum Intuitionist-Realist-Aristotelianist-Empiricist-Relativist, ruang dan waktunya penuh dengan kontradiksi, tidak konsisten, bersifat relatif, mengerjakan matematika yang belum benar dan subyektif, tetap terjamin kedudukannya sebagai ilmuwan sejati. mereka menerapkan matematika realistik kepada siswa

    ReplyDelete
  20. Devi Nofriyanti
    17709251041
    PPS P.Mat B 2017
    Dari pengalaman yang saya punya terkadang orang yang berasal dari jurusan ilmu murni menggampangkan ilmu pendidikan. Mereka berpikir bahwa mengajar itu mudah karena yang terpenting adalah menguasai materi. Sehingga ilmu pendidikan dianggap sebelah mata, padalah ini crucial. Seperti yang bapak gambarkan di elegi ini bahwasanya orang yang tidak paham seharusnya tidak ikut-ikutan mnegambil kebijakan. Allah telah menjelaskan di dalam Al-quran bahwa pekerjaan yang tidak dipegang oleh ahlinya akan menimbulkan kerusakan. Saya berdoa semoga pemimpin-pemimpin seperti itu cepat sadar diri.

    ReplyDelete
  21. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Peserta didik merupakan agen utama pengembang ilmu matematika di waktu yang akan datang. Peserta didik memiliki kemampuan yang terkadang di luar dugaan kita sebagai seorang guru dimana kemampuan tersebut terkadang tidak selalu sama dengan pikiran para matematikawan yang sudah dituliskan dalam buku-buku. Sebagai guru, kita bisa memfasilitasi peserta didik agar bisa membangun dan mengembangkan apa yang ada dipikirannya sesuai dengan dunia mereka sehingga keterkaitan ruang dan waktu mengikuti perkembangan tersebut.

    ReplyDelete
  22. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Pengalaman belajar matematika (Mathematics Experience) yang akan membawa pesera didik menjadi ilmuwan ataupun para pendidik matematika.
    Jika pure mathematics tidak dikomunikasikan ke dalam bahasa pesera didik dan tidak disampaikan secara riil dan kontekstual maka selamanya matematika akan dianggap sesuatu yang membebani oleh pesera didik. Matematika dalah bahasa, dimana setiap orang bisa mempelajarinya. Melalui komunikasi yang membangun, maka matematika akan menjadi pelajaran yang menyenangkan bagi pesera didik.

    ReplyDelete
  23. Vidiya Rachmawati
    17709251019
    PM A

    Jika seorang matematikawan mempunyai gelar para Absolutis-Platonis-Logisis-Formalis-Foundationalis maka berarti seorang ilmuwan hanya cerdas bagi dirinya sendiri. Hal tersebut berarti tidaklah akan lebih seorang ilmuwan dalam memiliki ilmunya, padahal seharusnya amalkan ilmu sebanyak-banyaknya walaupun hanya seayat yang kau miliki". Hal demikian dikandung maksud setiap orang wajib memiliki peserta didik sebagai pengamal ilmu-ilmunya atau teman seperjuangan yang dapat saling mengisi atau membangun ilmu-ilmu tersebut serta para guru yang berfungsi untuk memfasilitasi ilmu dan pengetahuan.

    ReplyDelete
  24. Ilania Eka Andari
    17709251050
    S2 PMat C 2017

    Meskipun siswa lebih cenderung ke arah ke Logicist-formalist-fondasionalist, tetapi sebagai calon pendidik kita harus merubahnya ke arah realistics Mathematics, kontekstualis, Psycho-mathematics, Psycho-therapist agar matematika yang dapat diterima dengan mudah oleh siswa. Itulah tantangan yang dapat dikatakan untuk berat seorang pendidik

    ReplyDelete
  25. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Melirik pendidikan Indonesia, banyak guru yang juga bagian dari Kaum Logicist-Formalist-Foundationalist sehingga gagal bergaul dengan siswanya. Guru yang seperti ini tidak mempertimbangkan perbedaan pola pikir siswanya. Mereka mengajar seakan tingkat pemikiran siswa dan guru sama. Seakan hanya menggugurkan kewajiban, materi pembelajaran disampai secara sepihak tanpa adanya interaksi positif antara guru dan subyek didik. Maka tidak heran apabila siswa gagal memperoleh pemahaman.

    ReplyDelete

  26. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Pure mathematics adalah matematika formal yang dipelajari pada perguruan tinggi.Banyak ahal abstrak yang kita temui pada pure mathematics. Oleh karena itu pure mathematics tidak akan bisa bergaul dengan siswa yang memperlajari substansi dari matematika dan muncullah school mathematics yang yang disesuaikan dengan ruang dan waktu siswa. School mathematics sendiri seiring dengan perkembangan kognitif anak, maka akan menuju pure mathemtics yaitu pada tingkat perguruan tinggi. School mathematics membawa siswa melihat matematika yang kongkrit, kemudian secara perlahan diajarkan untuk mengenal matematika yang abstrak.

    ReplyDelete
  27. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas

    Dari elegi ini terlihat jarak besar yang muncul antara matematika murni dan pendidikan matematika. Bahkan ruang dan waktu antara keduanya jelas kontradiksi. Matematika murni menghuni dunia yang terbebas dari ruang dan waktu sedangkan pendidikan matematika menghuni dunia ruang dan waktu. Hal inilah yang menyebabkan tidak adanya titik temu antara keduanya, dikarenakan keduanya berjalan pada lintasan yang berbeda namun sama-sama berada pada lintasan matematika.

    ReplyDelete
  28. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. dari elegi diatas saya merefleksi bahwa orang yang mempelajari matematika di perguruan tinggi merupakan Logicist-Formalist-Foundationlist, atau lebih jelasnya matematikawan merupakan para Absolutist-Platonist-Logicist-Formalist-Foundationalist. Para sarjana terbebas dari ruang dan waktu, sarjana tersebut merupakan masa depan pure mathematics. Sendangkan jika sarjana berinteraksi dengan para siswa pembelajar matematika maka ia berubah menjadi pendidik.

    ReplyDelete
  29. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Di perguruan tinggi mahasiswa pendidikan matematika dididik untuk menjadi calon guru yang baik namun di sisi lain, seorang calon guru matematika harus menguasai matematika juga, tidak hanya ilmu kependidikan sehingga selain belajar menjadi educationist juga belajar mengenai pure mathematics. yang terpenting baik pure mathematician maupun pendidik matematika terus mengembangkan kompetensinya sesuai dengan ranahnya masing-masing.

    ReplyDelete
  30. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Pada elegi ini ditegaskan bahwa para ilmuan merpuakan kaum logicist-Formalist-Foundationalist. Para ilmuan gagal bergaul dengan generasi muda karena mereka tidak menggunakan pendekatan yang seharusnya digunakan untuk generasi muda. Mereka terpaku dengan pendekatan yang dilakukan kepada sesama ilmuwan. Maka tak ayal banyak generasi muda yang tidak menyukai matematika karena ke abstrakannya.

    ReplyDelete
  31. Muhammad Sabri
    17701251
    S2 PEP B

    Matematika perguruan tinggi membentuk dua tipe sarjana matematika, ada yang menjadi pendidik matematika, yaitu lulusan dari perguruan tinggi keguruan dan ada yang menjadi matematikawan murni, yaitu lulusan perguruan tinggi non keguruan. namun kondisi perguruan tinggi di indonesia baik keguruan dan non keguruan, cendrung mengahsikan matematikawan Logicist-Formalist-Foundationalist. yang semestinya itu dihasilkan dari perguruan tinggi non keguruan atau matematika murni.

    ReplyDelete
  32. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    Mathematicians in university can we give the title as Logicist-Formalist-Foundationalist. They are experts in pure mathematics. They tend to be free of space and time, consistent, avoid the contradiction, but threatened his position as a scientist. While Intuitionist-Realist-Aristotelianist-empiricists-Relativist mathematicians, they are full of contradictions, inconsistencies, but they are a true scientist. They are very concerned about how the students in learning.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  33. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb
    While Intuitionist-Realist-Aristotelianist-empiricists-Relativist mathematicians, they are full of contradictions, inconsistencies, but they are a true scientist. They are very concerned about how the students in learning. Because in their view it was students who learn mathematics and they are just as helpers, mentors, facilitators, and much more. Their success is their students who learn in meaningful learning.
    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  34. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pendidik yang baik itu selain yang inovatif juga yang dekat dengan siswa. Memang dibenarkan pendidik yang baik itu pendidik yang memahami pengetahuan dengan baik, namun apabila teori mengenai materi baik namun tidak dekat dengan siswa maka ilmunya sia-sia saja, karena siswa tidak dapat menerima apa yang dijelaskan oleh gurunya.Guru yang dekat dengan siswa itu maksudnya adalah guru yang mengetahui kebutuhan belajar siswa itu apa.

    ReplyDelete
  35. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Membaca elegi ini memberikan tanda tanya besar dan mengisihkan rauang bagi kita untuk mempelajari lagi mengenai istiah-istilah dalam filsafat. Tanpa pemahaman bahasa kita tidak akan sampai pada pemahaman isi. Sehingga seorang guru harus mengusahakan penyampaian matematika dengan bahasa yang baik, yang mudah dipelajari dan mudah dipahami oleh siswa. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  36. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Pada postingan sebelumnya telah dibahas bahwa pure mathematics tidak bisa dijalankan di sekolah. Para pure mathematicians yang terbebas dari ruang dan waktu tentu berbeda dengan peran guru sebagai seorang mathematical educationist. Sehingga menurut saya tidak masalah jika tetap ada pure mathematicians selama tidak memasuki zona matematika sekolah.

    ReplyDelete