Feb 12, 2013

Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari


Ass, alhamdulillah...saya merasa terharu karena baru saya postingkan Judulnya, tetapi sudah mendapat tanggapan yang bersemangat dengan 7 (tujuh) komen. Semoga selalu tetap terjaga semangat. Amin.

Yang terjadi dengan awal posting ini adalah ketika saya membaca komen-komen Bapak/Ibu berkaitan Incommensurability dan Siswa Menentukan Kurikulum, saya menangkap ada nuansa kebingungan atau kepanikan (dalam tanda petik) dari para Guru, dikarenakan adanya kesadaran ontologis akan makna Dunia Lain dari Pendidikan yang saya Kenalkan dari Konteks Inggris. Jadi saya sedang melihat adanya gerakan sintesis  dari Tesis Dunia Sore Hari (mungkin, Pendidikan Tradisional Indonesia) terhadap Anti-tesis Dunia Pagi Hari (mungkin contohnya, Pendidikan Progressif Inggris). Dunia masing-masing dengan konteksnya itulah yang kemudian ingin saya tulis dan saya beri judul sebagai "Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari". Jika diperhalus maka judulnya menjadi "Kicauan Burung di Pagi Hari dan Engkerikan Jengkerik di Sore Hari". Judul yang setara dapat dibuat misalnya "Embun di Pagi Hari dan Hujan di Sore Hari". Agar tidak lupa menulisnya maka saya tuliskan judulnya dulu, kemudian akan saya lanjutkan jika sudah sampai waktunya.

Berikut sintesisnya:
Pagi dan Sore adalah Dunianya masing-masing lengkap dengan strukturnya, kontennya, aturannya, sifat-sifatnya. Bahwa Kicauan Burung itu dilazimkan terjadi di Dunianya Pagi hari, sedangkan Engkerikan Jengkerik dilazimkanterjadi pada Dunianya Sore hari. Bahwa Embun di lazimkan jatuh di Pagi Hari, sedangkan Hujan dilazimkan di sore hari. Itu semua adalah kewajaran dan hukumnya Sunatullah. Maka orang Jawa mengenal istilah "Ngebun-ngebun Enjang, jejawah Sonten" artinya adalah Lumrah bahwa Embun itu di Pagi hari dan Hujan di Sore hari, untuk melazimkan bahwa Meminang seorang Gadis itu juga merupakan suatu kelaziman, yang tidak perlu diper Herankan. Kemana arah pembicaraan saya?

Pagi Hari dan Sore Hari masing-masing adalah Dua Dunia dengan segala sifatnya dan kodratnya. Dia mempunyai Persoalannya masing-masing; dia mempunyai PERTANYAANNYA masing-masing. Jika kita kiaskan Dunia Pendidikan Tradisional Kita sebagai Dunia Sore, maka akan dijumpai segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya yang BERBEDA dengan segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya Dunia Progressif Inggris di Pagi Hari. Terkadang dijumpai bahwa Persoalan dan Pertanyaan tidak mampu melampaui Dunianya karena Kodratnya. Mereka terikat oleh Paradigmanya masing-masing; sedangkan Filsafat berupaya untuk melepas belenggunya.

Persoalan dan Pertanyaan dari Kita Guru-guru penghuni Dunia Sore Pendidikan Tradisional tidak mampu keluar dari pertanyaan: Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; Bagimana memberi Appersepsi?; Bagaimana mengaktifkan siswa; Bagaimana menjelaskan materi dengan baik? Bagaimana mengajarkan materi yang sama, untuk siswa yang berbeda, dengan waktu yang sama, agar diperoleh hasil yang sama? Bagaimana agar siswa tertib mengikuti pelajaran?.....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Sore Pendidikan Tradisional, yang secara Laten dan Immanent selalu ada sebagai Ruh dan Jiwanya Dunia Sore. Paradigma itu meliputi: Transfer of knowledge; Transfer of learning; Murid sebagai Empty Vessel; External Evaluation (UN); Test Objective; External Motivation; Homogenous (Penyeragaman); Pendidikan adalah Investasi; Ilmu sebagai Struktur; Content Based Curriculum; Separated BasedCurriculum; Pendidikan bersifat tertutup..dst.

Persoalan dan Pertanyaan Guru-guru Penghuni Dunia Pagi Pendidikan Innovatif berakar dan membudaya meliputi: Bagaimana melayani kebutuhan siswa belajar?; Bagaimana mengembangkan LKS?; Bagaimana mengetahui Perbedaan Kemampuan siswa? Bagaimana menindaklanjuti keinginan siswa? Bagaimana memfasilitas agar pada waktu yang berbeda, siswa yang berbeda, dapat mempelajari matematika atai sain yang berbeda, dengan hasil yang tentunya okelah berbeda; Bagaimana mengembangkan assessment?; Bagaimana mengembangkan Portfolio siswa?;  Bagaimana mengembangkan Variasi Media, Variasi Metoda, Variasi interaksi; Bagaimana mengembangkan metode diskusi....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Pagi Pendidikan Inovatif yang secara Laten dan Immanent memang menjadi ciri khasnya Dunia Pagi.

Dengan susah payah saya berusaha menggambarkan bagaimana Sulitnya dan Pengorbanan memasuki dan berusaha beradaptasi dengan Dunia Baru yaitu dari Dunia Sore Tradisional menuju Dunia Pagi Inovatif. Diperlukan kondisi Ekstrinsik yang sangat kuat dari dalam diri berupa Niat, Semangat, Sikap, Pengetahuan, Ketrempilan dan Pengalaman agar perjalanan Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalaupun hal demikian sudah terpenuhi maka masih mengalami persoalan-persoalan dari Luar dirinya baik yang bersifat Ekstrinsik maupun Sistemik. Maka Hermenitika yaitu terjemahan dan diterjemahkan menjadi sangat penting agar seorang Guru dari Penghuni Sore Pendidikan Tradisional mampu Hijrah dengan kesopan santunan terhadap Ruang danWaktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau kita telah berusaha memasuki Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, maka kita menjumpai bahwa ternyata Nyanyian, Kicauan dan Serangga-serangga pun berbeda.

Itulah sekali lagi, betapa tidak mudah melakukan Inovasi Pendidikan. Secara filsafati aku menemukan bahwa Inovasi itu ternyata tidak lain tidak bukan adalah Diriku sendiri. Diriku itulah Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau di Pagi hari masih terdengar suara Jengkerik, maka gejala aneh apa yang sedang aku alami. Jika di sore hari turunlah Embun, maka gejala aneh apa lagi pula yang sedang aku alami. Sadar, sopan, dan santun terhadap Ruang dan Waktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Keterampilan dan pengalaman sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Diperlukan diri, orang lain, ekstrinsik dan sistemik, yang merupakan kesadaran bersama dan gerakan tindakan bersama untuk sampai kesana. Aku tidak bisa membayangkan jika diriku tidak menyadarinya; maka semua yang berasal dari luar diriku akan terasa sebagai beban bahkan bencana bagiku. Aku menjadi ragu-ragu apakah aku perlu bertanya perlukah aku atau bisakah aku mencegah diriku berpindah atau hijrah dari Sore menuju Pagi? Kadang-kadang aku juga bingung saat ini masih Sore atau sudah Pagi? Suara apakah itu? Apakah itu suara Jengkerik? ataukah suara Burung? Aku agak sulit membedakan karena sumber suaranya terlalu jauh dan lemah. Tetapi suara yang dekat ini walaupun keras, tetapi polanya tidak karuan, sehingga akupun sulit membedakan apakah suara Jengkerik atau suara Burung. Aku heran temanku itu, kenapa dengan lihainya bisa menirukan Kicauan Burung Cocak Rawa di Pagi hari? Walaupun demikian, bagaimanapun akau masih tetap bersyukur, karena setidaknya aku mulai bisa membedakan bahwa saatnya kini sudah mendekati Waktu Pagi. Ah..aku jadi agak malu jika ketahuan temanku, jika aku tidak mampu membedakan Sore dan Pagi bukankah itu metaforanya aku tidak mempu membedakan Tradisional dan Inovatif?

Di tengah kegalauan pikirku, muncul terang Filsafatku yang menuntun diriku yang mengatakan bahwa "bukankah perpindahan Sore menuju Pagi itu juga sebuah Kelaziman yaitu Sunatullah?" Oh kalau begitu aku telah menemukan kembali simpanan Filsafatku bahwa untuk Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, aku harus mengembangkan sopan santunku terhadap Ruang dan Waktunya. Di Pagi Hari nanti seakan aku tidak sabar ingin Berkicau layaknya Burung Cocak Rawa. Kicauanku akan aku selaraskan dengan Hakekat dan Sifat-sifat Dunianya Pagi. Itulah ikhtiarku. Itulah juga ketetapanku. Aku ingin mempelajari lebih lanjut Fenomena Incommensurability dan Fenomena Siswa Menentukan Kurikulum yang diberikan contoh oleh Dosenku. Aku tidak ingin hanya mengetahui, tetapi aku ingin menghayati dan mengimplementasikan, karena aku juga telah menemukan Ontologisnya bahwa Perbedaan Individu itu ternyata juga Sunatullah.

Di dalam jatuh bangunnya perjalananku ini, untuk mengisi sisa hidupku ini, agar konon mampu menjadi seorang Guru yang Inovatif, ternyata aku menemukan fakta baru lagi, karena semua yang baru aku ungkapkan itu hanyalah sebagian kecil dari aspek Hidupku, sedangkan dalam dan di luarnya, ini dan selebihnya ternyata aku harus memohon Pertolongan dan Memanjatkan Doa ke Hadlirat Allah SWT semoga apa yang aku sadari, aku cita-citakan di Ridai dan dikabulkan.

Amin.

48 comments:

  1. Anwar Rifa’i
    PMAT C 2016 PPS
    16709251061

    Burung di pagi hari dan jangkrik di sore hari atau embun di pagi hari dan hujan di sore hari adalah filsafat yang unik. Pagi dan sore adalah dua hal yang berbeda. Mereka memiliki setiap masalah dan setiap pertanyaan. Dan filosofi ini menggambarkan sistem pendidikan saat ini. Pagi menjelaskan tentang Pendidikan Inovatif dan sore menjelaskan tentang Pendidikan Tradisional yang keduanya memiliki setiap masalah dan setiap pertanyaan juga. Pagi lebih membahas tentang keragaman dan sore lebih membahas tentang homogen. Jelas, pagi dan sore memang berbeda. Nyanyian, kicauan, dan serangga-serangga yang berbeda pula. Seorang guru bisa dan memiliki pilihan untuk move on dari sore ke pagi hari, dari tradisional ke pendidikan yang inovatif. Dan untuk mencapai itu, guru perlu kondisi ekstrinsik yang sangat kuat dari dalam berupa niat, semangat, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Akan tetapi, semua itu juga tidak cukup. Guru pun harus mampu menerjemahkan dan diterjemahkan agar seorang guru dari Penghuni Sore Pendidikan Tradisional mampu hijrah dengan kesopan-santunan terhadap Ruang dan Waktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Sekali lagi, betapa tidak mudah melakukan Inovasi Pendidikan. Secara filosofis, Bapak Marsigit menemukan bahwa inovasi adalah dirinya sendiri, inovasi adalah kita. Gerakan dari sore ke pagi hari adalah prevalensi yang disebut sunatullah. Perbedaan individu juga sunatullah. Jadi, gerakan dari Pendidikan Tradisional ke Pendidikan Inovatif juga sunatullah.

    ReplyDelete
  2. Sumandri
    16709251072
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Wacana yang sangat bagus dengan judul yang penuh dengan analogi, mempunyai makna yang dalam apabila direnungkan dan dihayati. Pagi hari identik dengan semangat dan sore hari identik dengan kelelahan yang telah bekerja seharian. Pagi identik juga dengan optimis dan sore identik juga dengan pesimis. Maka saya setuju dengan pemaparan dari Prof diatas yang mengidentikkan kecauan burung di pagi hari dengan pendidikan yang inovatif, dan engkerikan jengkrik disore hari mengidentikkan dengan pendidikan tradisional. Analogi yang sangat bagus ketika embun turun di sore hari dan engkerikan jengkrik di pagi hari tentu hal ini menjadi hal sangat aneh, namun hal yang demikian secara berangsur-angsur dan secara bijak akan dilakukan walaupun tidak semudah yang kita bayangkan. Namun selagi ada kemauan pasti ada jalan.

    ReplyDelete
  3. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Setiap metamorfosis/perubahan/hijrah tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan membutuhkan beberapa proses. Elegi tersebut memberikan pembelajaran mengenai inovasi pendidikan. Inovasi tersebut dianalogikan dengan dunia sore tradisional menuju dunia pagi inovatif. Untuk mencapai perubahan diperlukan dukungan dari berbagai aspek baik intrinsik maupun ekstrinsik. Dalam hal ini diperlukan niat, semangat, sikap, pengetahuan, ketrempilan dan pengalaman agar perjalanan hijrah dari dunia sore pendidikan tradisional menuju dunia pagi pendidikan inovatif.

    ReplyDelete
  4. Windi Agustiar Basuki
    16709251055
    S2 Pend. Mat Kelas C – 2016

    Istilah dunia pagi jika dikaitkan dalam pendidikan ialah sebagau pendidikan yang inovatif, sedangkan yang dunia sore ialah sebagai pendidikan tradisional. Seperti halnya pada forum Tanya jawab 63 bahwa guru di Inggris ingin melakukan perubahan yaitu dengan mengetahui dahulu kemampuan masing- masing siswanya. Dalam hal ini, guru di Inggris berarti ingin berubah dari dunia sore hari menjadi pagi hari. Sebenarnya banyak guru yang sudah mencoba melakukan pendidikan yang inovatif, tetapi hanya sebatas strategi pembelajarannya. Atau dalam artian belum sampai ke memahami siswanya secara individu yang berbeda karakteristiknya. Semoga dengan adanya pandangan kurikulum di Inggriss akan membuat guru yang berada di Negara lainnya membuat inovasi yang lebih baik. Aamiin

    ReplyDelete
  5. Desy Dwi frimadani
    16709251050
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Mungkin akan sangat indah jik pembelajaran di kelas dapat terjadi seperti yang terjadi pada sekolah di London. Kurikulum dapat secara fleksibel tanpa mengurangi esensi belajar efektif. Kurikulum hakekatnya tidak memberatkan siswa namun membantu siswa dalam belajar dan memahami perbedaan karakter setiap siswa. Mungkin akan terlalu sulit jika harus diterapkan di negeri ini, mulai dari pemerintah yang ribet dan terlalu banyak tuntutan serta kompetensi guru yang sepenuhnya belum mampu membuat LKS terstruktur dan portofolio yang efektif.

    ReplyDelete
  6. Kicauan burung lebih banyak variasinya dan enak untuk didengarkan. Jangkrik yang berbunyi do sore hari mempunyau suara yang monoton. Pendidikan seharusnya penuh dengan variasi (baca inovasi), bukan pendidikan yang monoton. Pendidikan yang diisi dengan inovasi maka lebih menyenangkan untuk dinikmati seperti suara burung. Inovasi dapat membebaskan guru dan siswa untuk mengungkapkan pemikirannya. Inovasi merupakan keniscayaan dan memerlukan waktu. Guru harus sadar serta menumbuhkan sikap inovatif bagi dirinya dan siswa.

    ReplyDelete
  7. Yosepha Patricia Wua Laja
    16709251080
    S2 Pendidikan Matematika D 2016

    Judul yang setara dapat saya buat dengan judul "Matahari di Pagi Hari dan Bulan di Malam Hari". Kita tahu bahwa matahari dan bulan adalah karya Tuhan yang sungguh agung. Ia menjadikan matahari dan bulan sebagai penerang pada cakrawala untuk memisahkan pagi dan malam dimana benda-benda ini (matahari dan bulan) menjadi tanda yang menunjukan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun. Tuhan menciptakan benda-benda ini yakni lebih besar (matahari) untuk menguasai pagi/siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam.

    ReplyDelete
  8. Syahlan Romadon
    PM C 2016 / 16709251047

    Guru dunia sore terfokus pada cara mentransfer pengetahuan dengan baik dengan menganggap siswa sebagai empty vessel sedangkan guru dunia pagi terfokus pada cara memfasilitasi yang mempunyai kemampuan awal yang berbeda-beda agar dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Perbedaan persepsi ini terlihat sangat jauh berbeda. Dunia berubah setiap detiknya. Oleh karena itu para guru di Indonesia juga harus mulai berubah ke arah yang lebih baik. Saat ini di Indonesia para guru sedang dipaksa untuk berpindah dari dunia sore menuju dunia yang mendekati pagi. Sedikit demi sedikit nantinya para guru di Indonesia akan menjadi guru dunia pagi yang inovatif. Perubahan ini bukanlah hal yang mudah namun insyaallah dapat berhasil jika para guru dan educationist di Indonesia berikhtiar dengan sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  9. Supriadi / 16709251048
    Kelas C 2016 Pendidikan matematika – S2

    Dari elegi di atas dapat kita ketahui bahwa kicauan antara burung di pagi hari dan suara jangkrik di sore hari tentu berbeda. Jika kita disuruh memilih tentu kita akan memilih mendengarkan kicauan burung di pagi hari. Itu lebih menyenangkan. Seperti itukah gambaran pendidikan di Indonesia jika kita disuruh memilih kita tentu akan memilih pendidikan yang inovatif yang memberikan kebebasan siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Peran guru di sini adalah sebagai fasilitator dan teman belajar bagi siswa. Memang tidak mudah bagi para guru untuk mencapai pendidikan inovatif, tetapi jika guru dan segenap komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan mau berusaha untuk mencapainya maka hal tersebut tercapai. Seringkali kita belum melakukannya baru melihat saja sudah beranggapan bahwa itu "sulit, aku tidak bisa melakukannya". Anggapan tersebutlah yang sebenarnya membatasi kita untuk menjadi inovatif. Dengan kata lain, kita ini seperti berada di dalam sangkar yang kita buat sendiri dan kita kesulitan keluar dari sangkar itu. Oleh karena itu, jika ada niat, usaha, kemauan dan diiringi dengan doa secara bersama-sama, dari semua komponen yang terlibat dalam pendidikan maka kita bisa mewujudkan Dunia Pendidikan yang Inovatif.

    ReplyDelete
  10. Saepul Watan
    16709251057
    S2 P.Mat Kelas C 2016

    Bismilahir rahmaanir rahiim..
    Assalamualaikum wr..wb...

    Setelah membaca elegi diatas, yang saya fahami adalah bahwa elegi tersebut membicarakan tentang pembelajaran matemtika, dimana pembelajran dengan metode tradisional diumpamakan dengan dunia sore hari yang berarti hampir mencapai waktunya untuk segera berhenti. Sedangkan pembelajaran inovatif diumpamkan sebagai dunia pagi, yaitu pembelajaran yang masih sangat baru yang berusaha melalui harinya. Begitu jauh kesenjangan antara dunia burung di pagi hari yang mengibaratkan pendidikan dengan dunia jengkerik di sore yang mengibaratkan pendidikan tradisional Indonesia. Keduanya terjadi dalam ruang dan waktu yang berbeda dan memiliki perbedaaan dalam masalah yang dihadapi. Perlu usaha, semangat dan kerja keras untuk dapat menginovasi dunia jengkrik di sore hari menuju dunia burung di pagi hari. Memang tidak mudah menggapai pembelajaran yang ideal, dengan kreativitas siswa dan potensi guru yang mampu mengembangkan metode pembelajaran yang dapat membuat pembelajaran siswa menyenangkan. Namun, akankah kita selalu berada dalam pembelajaran tradisional yang beranggapan bahwa siswa adalah tong kosong yang harus diisi sampai penuh. Guru hendaknya tidak melihat pembelajaran sebagai suatu masalah yang akan dicari solusinya tetapi berniat dan berusaha untuk kreatif menginovasi proses pembelajaran yang ada.

    ReplyDelete
  11. Rahayu Pratiwi
    16709251077
    PPS PM-D 2016

    Berangkat dari Pendidikan tradiosional menuju kepada inovasi Pendidikan tidak dalam sekejap dapat dilakukan. Mengapa? Perlu proses, pengetahuan, berbagi informasi, pengalaman dan lain sebagainya yang menjadi faktor pendukungnya. Jadi perubahan tersebut memerlukan waktu yang tidak singkat. Jadi jelaslah perbedaan dunia sore dan dunia pagi, untuk menghubungkn keduanya diperlukan faktor eksternal dan internalnya secara spesifik.

    ReplyDelete
  12. Resvita Febrima
    16709251076
    P-Mat D 2016

    berdasarkan bacaan ini saya beranggapan bahwa dunia sore merupakan dunia tradisional yang masi menggunakan metode lama dalam suatu pembelajaran, sedangankan dunia agi merupakan dunia yang dalam segi pendidikan telah mengalami inovasi yang berkembang untuk menuju pendidikan yang lebih mau lagi. sebagaimana yang kita ketahui bahwa ruang dan waktu akan senantiasa membuat perubahan.

    ReplyDelete
  13. Hajarul Masi Hanifatur Rohman
    S2 Pendidikan Matematika C 2016
    16709251052

    Bismillaah...
    Inti yang dapat saya ambil dari tulisan di atas adalah bahwa segala sesuatu itu menempati ruang dan waktunya masing-masing. Pelajaran yang dapat diperoleh adalah, kita harus tetap berusaha dan berdo’a untuk kemajuan bangsa Indonesia terutama dalam bidang pendidikan. Karena pendidikan menentukan generasi penerus bangsa. Sebelum menjadi dunia pagi hari, tentunya mereka telah melalui dunia sore hari. Dan kita sebagai dunia sore hari juga akan dapat menyongsong dunia pagi hari. Tentunya pada ruang dan waktu yang tepat. Dalam perjalanan menuju dunia pagi hari, tentunya akan melewati malam yang gelap gulita. Hal ini dianalogikan dengan rintangan atau hambatan yang akan dialami, dan menggambarkan bahwa tidaklah mudah jalan yang akan ditempuh. Dan kunci yang paling utama adalah terus berikhtiar dan berdo’a, karena hanya atas izin Allah SWT. kita dapat melewati malam yang gelap gulita dengan lancar.


    ReplyDelete
  14. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Dunia pagi dan sore mempunyai karakteristik yang berbeda. Keduanya bisa diasumsikan bahwa di pagi hari itu adanya kicauan burung, sedangkan sore itu adanya suara jengkrik. Hal itu juga yang seharusnya terjadi di dunia pendidikan. Namun faktanya pendidikan tradisional kita diibaratkan sebagai dunia sore. Guru penghuni sore hari menganut dunia pendidikan tradisional di sore hari,yakni tidak mampu mengimplementasikan pengajaran yang baik, penyelesaian kurikulum, mengaktifkan siswa, pemberian motivasi & apresiasi dan lain-lain. Ketidakmampuan melakukan hal tersebut, menyebabkan pendidikan bersifat tertutup. Pendidikan yang baik adalah pendidikan yang para pengajarnya menjadi penhuni dunia pendidikan inovatif. Hal itu berakar dan membudaya tentang bagaimana peran seorang guru dalam melayani kebutuhan siswab belajar, mengembangkan kurikulum, mengembangkan assessment, mengembangkan Portfolio siswa, mengembangkan Variasi Media, Variasi Metoda, Variasi interaksi serta mengembangkan metode diskusi. Sehingga dapat digambarkan bahwa dunia pagi berkaitan dengan paradigm pendidikan yang inovatif. Untuk merubah paradigm menjadi pendidikan yang inovatif memang tidak mudah. Ada beberapa hal yang utama yang harus ada dalam diri, yaitu Niat, Semangat, Sikap, Pengetahuan, Ketrempilan dan Pengalaman agar terjadi perjalanan dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Inovatif akan terjadi jika kita memulainya bahwa inovasi itu dari diri sendiri

    ReplyDelete
  15. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca elegi diatas, yang saya pahami adalah bahwa elegi tersebut membicarakan tentnag pembelajaran matemtika, dimana pembelajran dengna metode tradisional diumpamakan dengan dunia sore hari yang berarti hampir mencapai waktunya untuk segera berhenti. Sedangkan pembelajaran inovatif diumpamkan sebagai dunia pagi, yaitu pembelajaran yang masih sangat baru yang berusaha melalui harinya.

    ReplyDelete
  16. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  17. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Setelah membaca elegi diatas, yang saya pahami adalah bahwa elegi tersebut membicarakan tentnag pembelajaran matemtika, dimana pembelajran dengna metode tradisional diumpamakan dengan dunia sore hari yang berarti hampir mencapai waktunya untuk segera berhenti. Sedangkan pembelajaran inovatif diumpamkan sebagai dunia pagi, yaitu pembelajaran yang masih sangat baru yang berusaha melalui harinya.

    ReplyDelete
  18. Dessy Rasihen
    16709251063
    S2 P.MAT D

    Disini diceritakan bahwa terkadang tidak dapat dibedakan apakah yang sedang dialami dunia sore atau dunia pagi. Seperti pada percobaan penerapan pembelajaran inovatif, terkadang kita telah berusaha membuat pembelajaran yang kita pandang inovatif, namun pada pelaksanaanya kita tidak bisa terlepas dari bayang-bayang pembelajaran tradisional. Sehingga kita bingung untuk membedakan apakah hal seperti ini sudah dikatakan sebagai pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  19. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pagi hari dan sore hari suatu hal yang memiliki perbedaan, namun kedua hal itu merupakan kedua hal yang selalu berdampingan. Akan memiliki waktunya sendiri-sendiri dan akan dengan sendirinya bergantian. Dalam forum ini memiliki maksud agar para guru dapat mengajar dengan inovasi dengan memperhatika materi yang harus terpenuhi. Inilah yang menjadi perhatian dari seorang guru, dan bagaimana memberikan efek positif kepada para muridnya dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  20. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ada banyak hal yang terjadi dalam pendidikan matematika dan tentunya ada banyak pertanyaan yang muncul. Dalam benak saya juga masih ada banyak hal yang menjadi pertanyaan tentang matematika. Namun dari semua pertanyaan tersebut perlu untuk memikirkan sekarang bagaimana mengatasi masalah dalam pendidikan matematika yang terjadi disekitar agar tidak berlarut dalam pertanyaan tapi berusaha juga untuk menemukan jawaban. Guru hendaknya mengembangkan inovasi dalam mengajar agar dapat menyegarkan kembali dalam mengajar matematika sehingga bukan merupakan suatu hal yang monoton tetapi penuh kreasi yang baru.

    ReplyDelete
  21. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pada artikel ini, dunia sore diibaratkan sebagai pendidikan tradisional sedangkan dunia pagi di ibaratkan sebagai pendidikan inovatif. Untuk mengubah dunia sore menjadi dunia pagi merupakan masalah yang sulit untuk dirubah. Dunia pagi dan dunia sore memiliki pradigma masing-masing, serta memiliki masalah dan pertanyaan yang berbeda. Sering kita terjebak oleh dunia sore yang menawarkan keindahanya yaitu senja.

    ReplyDelete
  22. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Benar-benar bukan hal yang mudah jika kita ingin melakukan inovasi pendidikan. salah satu hal yang bisa lakukan sebagai pengajar adalah menjadi guru yang inovatif. namun untuk menjadi guru yang inovatid pun sungguh bukan merupakan hal yang mudah. terkadang guru meras sudah menerapkan metode tertentu, namun setelah diberikan masukan oleh pembimbing ternyata metode tertentu yang telah dilaksanakannya belum sesuai dengan kriteria yang telah di tentukan. namun karena bidang pendidikan merupakan tanggung jawab para pengajar, maka hendaknya kita tidak mudah menyerah dan terus mencari cara untuk melakukan inovasi pendidikan

    ReplyDelete
  23. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016
    Kita pasti selalau bertanya tentang Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; Bagimana memberi Appersepsi?; Bagaimana mengaktifkan siswa; Bagaimana menjelaskan materi dengan baik? Bagaimana mengajarkan materi yang sama, untuk siswa yang berbeda, dengan waktu yang sama, agar diperoleh hasil yang sama? Bagaimana agar siswa tertib mengikuti pelajaran? Itu adalah suatu phenomena yang terjadi dimana elegi ini suara burung di pagi hari dan jangkri di sore hari yang memeiliki dua dunia yang berbeda. Dmana sore hari adalah dunia pengajaran tradisional. Sedangkan pagi harin adlaah kebalikannya.

    ReplyDelete
  24. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Judul yang puitis dan menarik karena dikemas dalam bahasa analog. Itulah kelebihan dari bahasa analog yang menjadikan segala sesuatunya menjadi indah. Dari elegi ini terkadang dijumpai bahwa Persoalan dan Pertanyaan tidak mampu melampaui Dunianya karena Kodratnya. Mereka terikat oleh Paradigmanya masing-masing, sedangkan Filsafat berupaya untuk melepas belenggunya. Oleh karena itu, guru harus mampu melakukan inovasi pendidikan agar sesuai dengan perkembangan zaman, faktual, konkrit, dan dapat diterima umum. Dengan adanya inovasi maka dunia pendidikan akan lebih berwarna dan bertambah banyak ilmu dan pengalaman yang akan kita gapai.

    ReplyDelete
  25. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Paradigm pembelajaran konvensional meliputi transfer of knowledge, transfer of learning, siswa sebagai empty vessel, external evaluation (UN), test objective, external motivation, homogenous, pendidikan adalah inovasi, ilmu sebagai struktur, content based learning, separated based learning, pendidikan bersifat tertutup, dll. Dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif memerlukan niat, semangat, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Serta diperlukan kedsadaran bersama untuk sampai kesana.

    ReplyDelete
  26. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menggambarkan perubahan dari pagi menuju sore, sore menuju pagi lagi, dalam hal ini sunatullah. Begitulah hidup, menembus ruangd an waktu. Maka sunatullah bagi guru itu juga termasuk usahanya dalam menjadi seorang guru yang inovatif. Peralihan dari pembelajaran tradisional ke pembelajaran inovatif memerlukan gerakan jatuh bangun, artinya perlu usaha yang sangat keras dari seorang guru.

    ReplyDelete
  27. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Banyak komentar dari pada guru ketika mendengar tentang incommensurability dan siswa menentukan menentuka kurikulum. Hal ini terjadi karena para guru merasa bingung sekaligus panik mengapa ada pernyatakan bahwa siswa yang menentukan kurikulu. Apa maksud dari pernyataan itu dan apa tujuannya. Hingga komentar-komentar ini, menghasilkan sintesis dari tesis-tesis yang ada. Sistesis tersebut mengenai pendidikan inovatif mulai dari pertanyaan bagaimana membuat pembelajaran menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  28. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. setiap hal memiliki ruang dan waktunya sendiri. seperti halnya sore dan pagi hari, seperti jangkrik dan burung. Perubahan tentu terjadi seperti pagi yang bergerak menjadi sore, perubahan yang sudah ditakdirkan dan tak bisa diubah lagi. Perubahan yang tak terelakkan dengan objeknya sendiri-sendiri. sama halya dengan pendidikan, pendidikan juga bergerak, berubah menuju ke pendidikan yang lebih baik lagi. Dari pendidikan berpusat pada guru berubah menjadi guru yang memfasilitasi siswa. Invasi juga perlu dilakukan guru dalam mengajar, agar tak tertinggal dari jaman yang terus bergerak maju.

    ReplyDelete
  29. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Forum ini menjelaskan makna dari dunia lain dari pendidikan tesis dunia sore hari berupa pendidikan tradisional Indonesia terhadap antitesis dunia pagi hari atau pendidikan progresif Inggris dimana siswa ikut menentukan kurikulum yang berlaku di suatu sekolah. Guru yang berada di dunia sore masih tidak dapat beranjak untuk melakukan perubahan dan inovasi ke zaman sekarang karena kemungkinan guru yang masih menggunakan metode tradisional dalam pembelajaran belum mampu mengembangkan perangkat pembelajaran dan mengemas pembelajaran menjadi menyenangkan.

    ReplyDelete
  30. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Pendidikan tradisional seperti dunia sore pendidikan. Dunia sore pendidikan adalah pendidikan yang menggunakan metode tradisional dan berorientasi kepada guru. Pendidikan tradisional bergantung pada transfer pengetahuan dan menganggap siswa sebagai wadah yang kosong. Di sisi lain, dunia pagi pendidikan adalah sebuah perumpamaan untuk pendidikan yang inovatif. Dunia pagi pendidikan adalah pendidikan yang berorientasi pada siswa dan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  31. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pembelajaran saat ini masih banyak guru yang merasa kejar-kejaran dengan kurikulum. Waktu yang tidak banyak namun kompetensi yang diharapkan banyak. Guru hanya terpaku pada meode-metode konvensional, sehingga terkadang guru memikirkan untuk mentransfer ilmunya kepada siswa dan siswa dipaksa untuk memahami hal yang sulit untuk dipahami oleh siswa. Guru yang inovatif seharusnya sudah tidak melakukan itu, guru yang inovatif seharusnya memikirkan kebutuhan siswa dan menjadi fasilitator yang baik sehingga guru mampu mempersiapkan perangkat pembelajaran yang baik pula.

    ReplyDelete
  32. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sungguh elegi yang sangat bagus sesuai dengan judulnya yang bagus pula. Sore yang merupakan perumpamaan dari Pembelajaran Tradisional dan Pagi sebagai Pembelajaran Progrsif/Inovatif. Memanglah dalam merubah atau proses hijrahnya dari sore ke pagi tidaklah mudah. Dilain pihak dengan kelebihan dan kekurangan antar pagi dan sore. Maka dalam pembelajaran juga seperti itu, perlunya fase transisi. Di Indonesia sendiri sedang mengalami masa trasi ini. Janganlah buru-buru meminta hasil yang terlalu tinggi karena siswa-siswa akan terbebani akan itu. Sehingga perlulah proses untuk menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  33. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Suatu artikel yang sangat menarik, permasalahan yang dihadapi oleh pembelajaran tradisonal dan juga pembelajaran yang inovatif ternyata mempunyai kendalanya masing-masing. Untuk merubah pendidikan tradisional menjadi pendidikan inovatif tentu tidaklah mudah, karena disitu sangat diperlukan keterampilan, soft skill, dan pengetahuan yang bersifat inovatif dari pendidik itu sendiri, selain itu niat dan doa juga sangat berperan dalam mentransformasi pendidikan tradisional ke arah pendidikan yang inovatif. Akhir-akhir ini juga sudah banyak sekali muncul strategi dam metodemetode pembelajaran yang sangat mendukung sistem pembelajaran di kelas menjadi lebih inovatif. Sehingga diperlukan semangat baru bagi para pendidik untuk dapat mengimplementasikan hal tersebut di dalam pembelajaran sehari-hari. Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  34. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari tulisan ini saya mendapatkan bahwa, masing-masing entitas punya ruang dan waktunya sendiri. Kicauan burung terjadi di pagi hari, engkrikan jangkrik ada di sore hari. Hal ini tampaknya berlaku untuk segala macam konteks, artinya berlaku universal. Untuk dunia pendidikan matematika misalnya. Jika mengajar di SD tentunya harus menggunakan matematika sekolah, berbeda dengan mengajar di tingkat universitas tentunya harus menggunakan matematika murni. Namun kemudian yang menjadi masalah adalah, objek yang mengikuti proses belajar-mengajar tersebut tidak dapat mengerti situasi ini. Mahasiswa yang baru bertransisi dari SMA ke PT, masih terbawa suasana belajar matematika sekolah, sehingga merasakan kesulitan mengikuti matematika di perguruan tinggi. Berbeda dengan mahasiswa yang memang dari sekolah sudah terbiasa dengan matematika murni seperti anak olimpiade. Matematika perguruan tinggi bukanlah hal yang asing baginya.

    ReplyDelete
  35. Fatmawati
    16709251071
    PM.D 2016
    Perubahan bukanlah sesuatu hal yang mudah untuk dilakukan. Ketika kita berniat dan bertekad untuk berubah maka kita harus sanggup beradaptasi dengan keadaan yang baru dan harus sanggup menerima setiap resiko yang ada. Begitu pula yang terjadi dalam dunia pendidikan. Ketika seorang guru memutuskan untuk menjadi guru yang inovatif maka guru tersebut harus berusaha dan harus menanggung semua resiko bagaimana mampu memberikan yang terbaik bagi siswa nya. Dan seperti itulah guru seharusnya.

    ReplyDelete
  36. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Dalam menggapai perubahan maka guru harus menyesuikan dirinya dalam ruang dan waktunya. Karena pada masa ini guru berperan sebagai fasilitator dan sisw sebagai pusatnya serta sumber belajar dapat dipelajari dimana saja dan kapan saja. Maka guru harus pintar-pintar dalam menanam bibtnya. Karena siswa juga harus mengalami perubahan juga, sehingga guru sebagai fasilitator menjadi katalisator dengan cara menerapkan berbagai variasi agasi siswa nyaman dalam merekonstruksi pengetahuannya guna mencapai pembelajran yang inovatif.

    ReplyDelete
  37. Assalamu’alaikum wr wb
    Dwi Kawuryani
    14301241049 (S1 Pendidikan Matematika I 2014)
    Sebuah perubahan dalam tujuan menuju lebih baik perlu dilakukan, terkait dengan proses pembelajaran maka sangat diperlukan sebuah inovasi dalam proses pembelajaran. Inovasi yang dilakukan oleh guru akan sangat berpengaruh pada berlangsungnya proses belajar mengajar. Dalam melakukan perubahan hendaknya para guru tikda hentinya melakukan pengamatan terhadap lingkungan sekitar sehingga perubahan yang dilakukannya sesuai dengan perkembangan zaman dan kebutuhan siswanya.
    Terima kasih.
    Wassalamu’alaikum wr wb

    ReplyDelete
  38. Cendekia Ad Dien
    16709251044
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Perubahan pendidikan dari pendidikan tradisional menuju pendidikan inovatif ibarat perubahan dari sore menuju pagi yang mana merupakan suatu sunnatullah. Tidaklah mudah sebenarnya melakukan inovasi pembelajaran yakni mengubah paradigma pendidikan tradisional ke paradigma pendidikan inovatif. Secara khusus, ini menjadi tantangan bagi guru yang sudah terbiasa melakukan pembelajaran secara konvensional atau tradisional dimana guru hanya melakukan transfer of knowledge dan minim dalam memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat aktif dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  39. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Elegi di atas menjadi bahan renungan bagi sayatentang proses pembelajaran khususnya pembelajaran Matematika. Dalam kehidupan di sekolah, sering terjadi anak didik itu diperlakukan sebagai objek didik, yang seolah-olah dapat dibentuk sekehendak pendidik (sombong) dan dianggap mempunyai kemampuan yang sama. Pada umumnya, guru hanya menyuapi sekian banyak siswa pada waktu yang sama, dengan makanan pengetahuan yang telah diolah dan dimasak oleh guru itu sendiri. Dalam hal ini, kebanyakan anak tinggal menelannya saja tanpa protes bahwa makanannya itu pahit, manis, atau basi sekalipun. Hal inilah perlakuan guru yang salah yang masih bersifat tradisional (tidak adil, tidak konsisten, arogan, dan sombong).
    Oleh karena itu, diperlukan adanya perubahan dari pembelajaran tradisional menuju perubahan inovatif. Pada paradigma tradisional pembelajaran Matematika di sekolah cenderung ditekankan pada penyampaian pengetahuan dan materi yang banyak, serta terdapat tuntutan waktu untuk menyelesaikan materi pembelajaran tersebut dengan cepat. Guru tidak mempedulikan apakah siswa tersebut benar-benar mendalami atau paham terhadap materi yang dipelajari. Sedangkan pembelajaran inovatif lebih menekankan pada siswa yang aktif dan kreatif.

    ReplyDelete
  40. Pony Salimah Nurkhaffah
    14301241006
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Guru juga harus peka dan tanggap terhadap perubahan-perubahan, pembaharuan serta ilmu pengetahuan dan teknologi yang terus berkembang sejalan dengan tuntutan kebutuhan dan perkembangan zaman.
    Akan tetapi, perubahan tersebut tidaklah mudah, karena menyangkut kebiasaan atau budaya yang telah lama digunakan. Untuk memperoleh pembelajaran inovatif, diperlukan perubahan yang sangat mendasar baik berupa pemahaman, pengalaman, pengetahuan, niat, dan sikap. Guru berfungsi untuk melayani dan memfasilitasi. Selebihnya, siswa lah yang menjadi subjek utama pembelajaran, sehingga timbul kesadaran dari diri sendiri untuk belajar dan dapat berkembang.

    ReplyDelete
  41. Ari Dhamayanti
    14301241045
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Pagi dan sore adalah hal yang berbeda namun terdapat siklus yang membuat sore dapat bertemu dengan pagi. Perjalanan dari sore menuju pagi mengibaratkan bahwa pembelajaran tradisional dapat diubah menjadi pembelajaran inovatif. Namun selama perjalanan itu perlu memersiapkan banyak hal. persiapan secara fisik, kesiapan mental, namun juga persiapan secara psikis, kemampuan dan pengetahuan yang dimiliki.

    ReplyDelete
  42. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (1570925005(

    Dunia burung di pagi hari dan dunia jengkrik di sore hari merupakan dua dunia yang berbeda. Kedua dunia tersebut memiliki kesenjangan yang tinggi karena terjadi dalam ruang dan waktu yang berbeda dan memiliki perbedaan dalam masalah yang dihadapi. Dibutuhkan banyak kerja keras untuk dapat berpindah dari dunia jangkrik di sore hari ke dunia burung di pagi hari. Meskipun demikian, hidup merupakan proses belajar dan belajar itu tidak akan berhenti hingga akhir hayat. Maka pembelajaran dikelas senantiasa dilihat sebagai sarana untuk mengembangkan diri lebih lagi sehingga dapat keluar dari dunia jangkrik di sore hari.

    ReplyDelete
  43. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Diperlukan adanya konsep, pelaksanaan, hasil dan evaluasi guna memenuhi target dalam dunia pendidikan, karena hal tersebut tidaklah mudah. Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar (guru) di kelas dalam meciptakan proses pembelajaran. Dari model pembelajaran yang sudah umum atau konvensional banyak ditemukan beberapa kekurangan yang menyebabkan seorang guru harus menuju ke pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  44. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sekarang ini memang sudah keharusan bagi seorang guru untuk mampu menerapkan berbagai macam metode pembelajaran guna meciptakan pembelajaran inovatif. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan. Akan tetapi perubahan itu tidak lah mudah, perlu penyesuaian dan butuh waktu.

    ReplyDelete
  45. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh seorang guru, maka semakin banyak pula variasi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa, dan semakin terserap dengan sempurna materi yang diajarkan kepada siswa. Selain faktor panjang pendeknya waktu yang tersedia, pada jam-jam berapa pelajaran diberikan juga sangat berpengaruh terhadap cara mengajar guru. Tentu berbeda kondisi fisik saat pelajaran di pagi hari dan sore hari. Saat pagi hari, baik guru maupun siswa masih dalam kondisi segar. Sedangkan pada siang hari kondisi fisik mulai lelah, sehingga perlu strategi ekstra agar anak-anak tetap semangat untuk belajar dan tidak mengantuk.

    ReplyDelete
  46. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Beberapa siswa pada umumnya lebih konsentrasi dan fokus saat belajar di pagi hari dengan alasan masih segar sehingga mereka lebih berminat untuk belajar. Sedangkan belajar pada siang hari siswa sudah banyak yang lelah karena telah beraktifitas di pagi hari sehingga sudah kurang berminat lagi pada proses pembelajaran, bahkan ada yang cenderung mengantuk. Tapi tentunya itu tidak semua siswa, ada beberapa siswa yang tidak terpengaruh pada perbedaan waktu belajar ini. Siswa yang memiliki minat belajar rendah dibutuhkan peranan guru yang tinggi dalam menyemangati belajar Matematika. Proses pembelajaran Matematika dengan waktu belajar yang sesuai diduga tepat bagi siswa yang berminat belajar rendah. Hal tersebut, karena dalam pembelajaran Matematika dibutuhkan konsentrasi, karena itu dibutuhkan waktu yang sesuai agar proses belajar lebih bermakna.

    ReplyDelete
  47. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Bukan hal yang mudah untuk merubah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Butuh Niat, Semangat, Sikap yang kuat dan Pengetahuan, Keterampilan dan Pengalaman banyak untuk melakukan itu semua. Dan setiap perubahan tentu akan memerlukan proses yang cukup lama. Berdoa dan mintalah pertolongan kepada Allah agar memudahkan langkah kita untuk menjadi yang lebih baik lagi. Karena tanpa pertolongan dari Allah, maka kita bukan apa-apa.

    ReplyDelete
  48. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Bukan hal yang mudah untuk merubah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Butuh Niat, Semangat, Sikap yang kuat dan Pengetahuan, Keterampilan dan Pengalaman banyak untuk melakukan itu semua. Dan setiap perubahan tentu akan memerlukan proses yang cukup lama. Berdoa dan mintalah pertolongan kepada Allah agar memudahkan langkah kita untuk menjadi yang lebih baik lagi. Karena tanpa pertolongan dari Allah, maka kita bukan apa-apa.

    ReplyDelete