Feb 12, 2013

Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari


Ass, alhamdulillah...saya merasa terharu karena baru saya postingkan Judulnya, tetapi sudah mendapat tanggapan yang bersemangat dengan 7 (tujuh) komen. Semoga selalu tetap terjaga semangat. Amin.

Yang terjadi dengan awal posting ini adalah ketika saya membaca komen-komen Bapak/Ibu berkaitan Incommensurability dan Siswa Menentukan Kurikulum, saya menangkap ada nuansa kebingungan atau kepanikan (dalam tanda petik) dari para Guru, dikarenakan adanya kesadaran ontologis akan makna Dunia Lain dari Pendidikan yang saya Kenalkan dari Konteks Inggris. Jadi saya sedang melihat adanya gerakan sintesis  dari Tesis Dunia Sore Hari (mungkin, Pendidikan Tradisional Indonesia) terhadap Anti-tesis Dunia Pagi Hari (mungkin contohnya, Pendidikan Progressif Inggris). Dunia masing-masing dengan konteksnya itulah yang kemudian ingin saya tulis dan saya beri judul sebagai "Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari". Jika diperhalus maka judulnya menjadi "Kicauan Burung di Pagi Hari dan Engkerikan Jengkerik di Sore Hari". Judul yang setara dapat dibuat misalnya "Embun di Pagi Hari dan Hujan di Sore Hari". Agar tidak lupa menulisnya maka saya tuliskan judulnya dulu, kemudian akan saya lanjutkan jika sudah sampai waktunya.

Berikut sintesisnya:
Pagi dan Sore adalah Dunianya masing-masing lengkap dengan strukturnya, kontennya, aturannya, sifat-sifatnya. Bahwa Kicauan Burung itu dilazimkan terjadi di Dunianya Pagi hari, sedangkan Engkerikan Jengkerik dilazimkanterjadi pada Dunianya Sore hari. Bahwa Embun di lazimkan jatuh di Pagi Hari, sedangkan Hujan dilazimkan di sore hari. Itu semua adalah kewajaran dan hukumnya Sunatullah. Maka orang Jawa mengenal istilah "Ngebun-ngebun Enjang, jejawah Sonten" artinya adalah Lumrah bahwa Embun itu di Pagi hari dan Hujan di Sore hari, untuk melazimkan bahwa Meminang seorang Gadis itu juga merupakan suatu kelaziman, yang tidak perlu diper Herankan. Kemana arah pembicaraan saya?

Pagi Hari dan Sore Hari masing-masing adalah Dua Dunia dengan segala sifatnya dan kodratnya. Dia mempunyai Persoalannya masing-masing; dia mempunyai PERTANYAANNYA masing-masing. Jika kita kiaskan Dunia Pendidikan Tradisional Kita sebagai Dunia Sore, maka akan dijumpai segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya yang BERBEDA dengan segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya Dunia Progressif Inggris di Pagi Hari. Terkadang dijumpai bahwa Persoalan dan Pertanyaan tidak mampu melampaui Dunianya karena Kodratnya. Mereka terikat oleh Paradigmanya masing-masing; sedangkan Filsafat berupaya untuk melepas belenggunya.

Persoalan dan Pertanyaan dari Kita Guru-guru penghuni Dunia Sore Pendidikan Tradisional tidak mampu keluar dari pertanyaan: Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; Bagimana memberi Appersepsi?; Bagaimana mengaktifkan siswa; Bagaimana menjelaskan materi dengan baik? Bagaimana mengajarkan materi yang sama, untuk siswa yang berbeda, dengan waktu yang sama, agar diperoleh hasil yang sama? Bagaimana agar siswa tertib mengikuti pelajaran?.....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Sore Pendidikan Tradisional, yang secara Laten dan Immanent selalu ada sebagai Ruh dan Jiwanya Dunia Sore. Paradigma itu meliputi: Transfer of knowledge; Transfer of learning; Murid sebagai Empty Vessel; External Evaluation (UN); Test Objective; External Motivation; Homogenous (Penyeragaman); Pendidikan adalah Investasi; Ilmu sebagai Struktur; Content Based Curriculum; Separated BasedCurriculum; Pendidikan bersifat tertutup..dst.

Persoalan dan Pertanyaan Guru-guru Penghuni Dunia Pagi Pendidikan Innovatif berakar dan membudaya meliputi: Bagaimana melayani kebutuhan siswa belajar?; Bagaimana mengembangkan LKS?; Bagaimana mengetahui Perbedaan Kemampuan siswa? Bagaimana menindaklanjuti keinginan siswa? Bagaimana memfasilitas agar pada waktu yang berbeda, siswa yang berbeda, dapat mempelajari matematika atai sain yang berbeda, dengan hasil yang tentunya okelah berbeda; Bagaimana mengembangkan assessment?; Bagaimana mengembangkan Portfolio siswa?;  Bagaimana mengembangkan Variasi Media, Variasi Metoda, Variasi interaksi; Bagaimana mengembangkan metode diskusi....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Pagi Pendidikan Inovatif yang secara Laten dan Immanent memang menjadi ciri khasnya Dunia Pagi.

Dengan susah payah saya berusaha menggambarkan bagaimana Sulitnya dan Pengorbanan memasuki dan berusaha beradaptasi dengan Dunia Baru yaitu dari Dunia Sore Tradisional menuju Dunia Pagi Inovatif. Diperlukan kondisi Ekstrinsik yang sangat kuat dari dalam diri berupa Niat, Semangat, Sikap, Pengetahuan, Ketrempilan dan Pengalaman agar perjalanan Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalaupun hal demikian sudah terpenuhi maka masih mengalami persoalan-persoalan dari Luar dirinya baik yang bersifat Ekstrinsik maupun Sistemik. Maka Hermenitika yaitu terjemahan dan diterjemahkan menjadi sangat penting agar seorang Guru dari Penghuni Sore Pendidikan Tradisional mampu Hijrah dengan kesopan santunan terhadap Ruang danWaktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau kita telah berusaha memasuki Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, maka kita menjumpai bahwa ternyata Nyanyian, Kicauan dan Serangga-serangga pun berbeda.

Itulah sekali lagi, betapa tidak mudah melakukan Inovasi Pendidikan. Secara filsafati aku menemukan bahwa Inovasi itu ternyata tidak lain tidak bukan adalah Diriku sendiri. Diriku itulah Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau di Pagi hari masih terdengar suara Jengkerik, maka gejala aneh apa yang sedang aku alami. Jika di sore hari turunlah Embun, maka gejala aneh apa lagi pula yang sedang aku alami. Sadar, sopan, dan santun terhadap Ruang dan Waktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Keterampilan dan pengalaman sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Diperlukan diri, orang lain, ekstrinsik dan sistemik, yang merupakan kesadaran bersama dan gerakan tindakan bersama untuk sampai kesana. Aku tidak bisa membayangkan jika diriku tidak menyadarinya; maka semua yang berasal dari luar diriku akan terasa sebagai beban bahkan bencana bagiku. Aku menjadi ragu-ragu apakah aku perlu bertanya perlukah aku atau bisakah aku mencegah diriku berpindah atau hijrah dari Sore menuju Pagi? Kadang-kadang aku juga bingung saat ini masih Sore atau sudah Pagi? Suara apakah itu? Apakah itu suara Jengkerik? ataukah suara Burung? Aku agak sulit membedakan karena sumber suaranya terlalu jauh dan lemah. Tetapi suara yang dekat ini walaupun keras, tetapi polanya tidak karuan, sehingga akupun sulit membedakan apakah suara Jengkerik atau suara Burung. Aku heran temanku itu, kenapa dengan lihainya bisa menirukan Kicauan Burung Cocak Rawa di Pagi hari? Walaupun demikian, bagaimanapun akau masih tetap bersyukur, karena setidaknya aku mulai bisa membedakan bahwa saatnya kini sudah mendekati Waktu Pagi. Ah..aku jadi agak malu jika ketahuan temanku, jika aku tidak mampu membedakan Sore dan Pagi bukankah itu metaforanya aku tidak mempu membedakan Tradisional dan Inovatif?

Di tengah kegalauan pikirku, muncul terang Filsafatku yang menuntun diriku yang mengatakan bahwa "bukankah perpindahan Sore menuju Pagi itu juga sebuah Kelaziman yaitu Sunatullah?" Oh kalau begitu aku telah menemukan kembali simpanan Filsafatku bahwa untuk Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, aku harus mengembangkan sopan santunku terhadap Ruang dan Waktunya. Di Pagi Hari nanti seakan aku tidak sabar ingin Berkicau layaknya Burung Cocak Rawa. Kicauanku akan aku selaraskan dengan Hakekat dan Sifat-sifat Dunianya Pagi. Itulah ikhtiarku. Itulah juga ketetapanku. Aku ingin mempelajari lebih lanjut Fenomena Incommensurability dan Fenomena Siswa Menentukan Kurikulum yang diberikan contoh oleh Dosenku. Aku tidak ingin hanya mengetahui, tetapi aku ingin menghayati dan mengimplementasikan, karena aku juga telah menemukan Ontologisnya bahwa Perbedaan Individu itu ternyata juga Sunatullah.

Di dalam jatuh bangunnya perjalananku ini, untuk mengisi sisa hidupku ini, agar konon mampu menjadi seorang Guru yang Inovatif, ternyata aku menemukan fakta baru lagi, karena semua yang baru aku ungkapkan itu hanyalah sebagian kecil dari aspek Hidupku, sedangkan dalam dan di luarnya, ini dan selebihnya ternyata aku harus memohon Pertolongan dan Memanjatkan Doa ke Hadlirat Allah SWT semoga apa yang aku sadari, aku cita-citakan di Ridai dan dikabulkan.

Amin.

76 comments:

  1. Kunny Kunhertanti
    16709251060
    PPs Pendidikan Matematika kelas C 2016

    Pagi hari dan sore hari suatu hal yang memiliki perbedaan, namun kedua hal itu merupakan kedua hal yang selalu berdampingan. Akan memiliki waktunya sendiri-sendiri dan akan dengan sendirinya bergantian. Dalam forum ini memiliki maksud agar para guru dapat mengajar dengan inovasi dengan memperhatika materi yang harus terpenuhi. Inilah yang menjadi perhatian dari seorang guru, dan bagaimana memberikan efek positif kepada para muridnya dalam pembelajaran.

    ReplyDelete
  2. Lana Sugiarti
    16709251062
    PPs Pendidikan Matematika D 2016

    Ada banyak hal yang terjadi dalam pendidikan matematika dan tentunya ada banyak pertanyaan yang muncul. Dalam benak saya juga masih ada banyak hal yang menjadi pertanyaan tentang matematika. Namun dari semua pertanyaan tersebut perlu untuk memikirkan sekarang bagaimana mengatasi masalah dalam pendidikan matematika yang terjadi disekitar agar tidak berlarut dalam pertanyaan tapi berusaha juga untuk menemukan jawaban. Guru hendaknya mengembangkan inovasi dalam mengajar agar dapat menyegarkan kembali dalam mengajar matematika sehingga bukan merupakan suatu hal yang monoton tetapi penuh kreasi yang baru.

    ReplyDelete
  3. PUTRI RAHAYU S
    S2 PENDIDIKAN MATEMATIKA_D 2016
    16709251070

    Pada artikel ini, dunia sore diibaratkan sebagai pendidikan tradisional sedangkan dunia pagi di ibaratkan sebagai pendidikan inovatif. Untuk mengubah dunia sore menjadi dunia pagi merupakan masalah yang sulit untuk dirubah. Dunia pagi dan dunia sore memiliki pradigma masing-masing, serta memiliki masalah dan pertanyaan yang berbeda. Sering kita terjebak oleh dunia sore yang menawarkan keindahanya yaitu senja.

    ReplyDelete
  4. Annisa Hasanah
    16709251051
    PPs Pendidikan Matematika C 2016

    Benar-benar bukan hal yang mudah jika kita ingin melakukan inovasi pendidikan. salah satu hal yang bisa lakukan sebagai pengajar adalah menjadi guru yang inovatif. namun untuk menjadi guru yang inovatid pun sungguh bukan merupakan hal yang mudah. terkadang guru meras sudah menerapkan metode tertentu, namun setelah diberikan masukan oleh pembimbing ternyata metode tertentu yang telah dilaksanakannya belum sesuai dengan kriteria yang telah di tentukan. namun karena bidang pendidikan merupakan tanggung jawab para pengajar, maka hendaknya kita tidak mudah menyerah dan terus mencari cara untuk melakukan inovasi pendidikan

    ReplyDelete
  5. Ahmad Wafa Nizami
    16709251065
    PPs Pendidikan Matematika D 2016
    Kita pasti selalau bertanya tentang Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; Bagimana memberi Appersepsi?; Bagaimana mengaktifkan siswa; Bagaimana menjelaskan materi dengan baik? Bagaimana mengajarkan materi yang sama, untuk siswa yang berbeda, dengan waktu yang sama, agar diperoleh hasil yang sama? Bagaimana agar siswa tertib mengikuti pelajaran? Itu adalah suatu phenomena yang terjadi dimana elegi ini suara burung di pagi hari dan jangkri di sore hari yang memeiliki dua dunia yang berbeda. Dmana sore hari adalah dunia pengajaran tradisional. Sedangkan pagi harin adlaah kebalikannya.

    ReplyDelete
  6. Syaifulloh Bakhri
    16709251049
    S2 Pendidikan Matematika C 2016

    Assalamu’alaikum wr.wb.
    Judul yang puitis dan menarik karena dikemas dalam bahasa analog. Itulah kelebihan dari bahasa analog yang menjadikan segala sesuatunya menjadi indah. Dari elegi ini terkadang dijumpai bahwa Persoalan dan Pertanyaan tidak mampu melampaui Dunianya karena Kodratnya. Mereka terikat oleh Paradigmanya masing-masing, sedangkan Filsafat berupaya untuk melepas belenggunya. Oleh karena itu, guru harus mampu melakukan inovasi pendidikan agar sesuai dengan perkembangan zaman, faktual, konkrit, dan dapat diterima umum. Dengan adanya inovasi maka dunia pendidikan akan lebih berwarna dan bertambah banyak ilmu dan pengalaman yang akan kita gapai.

    ReplyDelete
  7. Anisa Wahyu Nur Khasanah
    14301241010
    S1 Pendidikan Matematika A 2014

    Paradigm pembelajaran konvensional meliputi transfer of knowledge, transfer of learning, siswa sebagai empty vessel, external evaluation (UN), test objective, external motivation, homogenous, pendidikan adalah inovasi, ilmu sebagai struktur, content based learning, separated based learning, pendidikan bersifat tertutup, dll. Dari pembelajaran tradisional menuju pembelajaran inovatif memerlukan niat, semangat, sikap, pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman. Serta diperlukan kedsadaran bersama untuk sampai kesana.

    ReplyDelete
  8. Heni Lilia Dewi
    16709251054
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016

    Elegi ini menggambarkan perubahan dari pagi menuju sore, sore menuju pagi lagi, dalam hal ini sunatullah. Begitulah hidup, menembus ruangd an waktu. Maka sunatullah bagi guru itu juga termasuk usahanya dalam menjadi seorang guru yang inovatif. Peralihan dari pembelajaran tradisional ke pembelajaran inovatif memerlukan gerakan jatuh bangun, artinya perlu usaha yang sangat keras dari seorang guru.

    ReplyDelete
  9. Helva Elentriana
    16709251068
    PPS Pend Matematika Kelas D 2016

    Banyak komentar dari pada guru ketika mendengar tentang incommensurability dan siswa menentukan menentuka kurikulum. Hal ini terjadi karena para guru merasa bingung sekaligus panik mengapa ada pernyatakan bahwa siswa yang menentukan kurikulu. Apa maksud dari pernyataan itu dan apa tujuannya. Hingga komentar-komentar ini, menghasilkan sintesis dari tesis-tesis yang ada. Sistesis tersebut mengenai pendidikan inovatif mulai dari pertanyaan bagaimana membuat pembelajaran menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  10. Primaningtyas Nur Arifah
    16709251042
    Pend. Matematika S2 kelas C 2016
    Assalamu’alaikum. setiap hal memiliki ruang dan waktunya sendiri. seperti halnya sore dan pagi hari, seperti jangkrik dan burung. Perubahan tentu terjadi seperti pagi yang bergerak menjadi sore, perubahan yang sudah ditakdirkan dan tak bisa diubah lagi. Perubahan yang tak terelakkan dengan objeknya sendiri-sendiri. sama halya dengan pendidikan, pendidikan juga bergerak, berubah menuju ke pendidikan yang lebih baik lagi. Dari pendidikan berpusat pada guru berubah menjadi guru yang memfasilitasi siswa. Invasi juga perlu dilakukan guru dalam mengajar, agar tak tertinggal dari jaman yang terus bergerak maju.

    ReplyDelete
  11. Wahyu Berti Rahmantiwi
    PPs Pendidikan Matematika Kelas C 2016
    16709251045

    Forum ini menjelaskan makna dari dunia lain dari pendidikan tesis dunia sore hari berupa pendidikan tradisional Indonesia terhadap antitesis dunia pagi hari atau pendidikan progresif Inggris dimana siswa ikut menentukan kurikulum yang berlaku di suatu sekolah. Guru yang berada di dunia sore masih tidak dapat beranjak untuk melakukan perubahan dan inovasi ke zaman sekarang karena kemungkinan guru yang masih menggunakan metode tradisional dalam pembelajaran belum mampu mengembangkan perangkat pembelajaran dan mengemas pembelajaran menjadi menyenangkan.

    ReplyDelete
  12. Wahyu Lestari
    16709251074
    PPS P.Mat D

    Pendidikan tradisional seperti dunia sore pendidikan. Dunia sore pendidikan adalah pendidikan yang menggunakan metode tradisional dan berorientasi kepada guru. Pendidikan tradisional bergantung pada transfer pengetahuan dan menganggap siswa sebagai wadah yang kosong. Di sisi lain, dunia pagi pendidikan adalah sebuah perumpamaan untuk pendidikan yang inovatif. Dunia pagi pendidikan adalah pendidikan yang berorientasi pada siswa dan guru sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  13. Lihar Raudina Izzati
    16709251046
    P. Mat C 2016 PPs UNY

    Pembelajaran saat ini masih banyak guru yang merasa kejar-kejaran dengan kurikulum. Waktu yang tidak banyak namun kompetensi yang diharapkan banyak. Guru hanya terpaku pada meode-metode konvensional, sehingga terkadang guru memikirkan untuk mentransfer ilmunya kepada siswa dan siswa dipaksa untuk memahami hal yang sulit untuk dipahami oleh siswa. Guru yang inovatif seharusnya sudah tidak melakukan itu, guru yang inovatif seharusnya memikirkan kebutuhan siswa dan menjadi fasilitator yang baik sehingga guru mampu mempersiapkan perangkat pembelajaran yang baik pula.

    ReplyDelete
  14. Luki Slamet Purwoko
    14301241008
    S1 Pendidikan Matematika I 2014

    Sungguh elegi yang sangat bagus sesuai dengan judulnya yang bagus pula. Sore yang merupakan perumpamaan dari Pembelajaran Tradisional dan Pagi sebagai Pembelajaran Progrsif/Inovatif. Memanglah dalam merubah atau proses hijrahnya dari sore ke pagi tidaklah mudah. Dilain pihak dengan kelebihan dan kekurangan antar pagi dan sore. Maka dalam pembelajaran juga seperti itu, perlunya fase transisi. Di Indonesia sendiri sedang mengalami masa trasi ini. Janganlah buru-buru meminta hasil yang terlalu tinggi karena siswa-siswa akan terbebani akan itu. Sehingga perlulah proses untuk menjadi lebih baik.

    ReplyDelete
  15. Nama : Irna K.S.Blegur
    Nim : 16709251064
    kelas : PM D 2016(PPS)
    Suatu artikel yang sangat menarik, permasalahan yang dihadapi oleh pembelajaran tradisonal dan juga pembelajaran yang inovatif ternyata mempunyai kendalanya masing-masing. Untuk merubah pendidikan tradisional menjadi pendidikan inovatif tentu tidaklah mudah, karena disitu sangat diperlukan keterampilan, soft skill, dan pengetahuan yang bersifat inovatif dari pendidik itu sendiri, selain itu niat dan doa juga sangat berperan dalam mentransformasi pendidikan tradisional ke arah pendidikan yang inovatif. Akhir-akhir ini juga sudah banyak sekali muncul strategi dam metodemetode pembelajaran yang sangat mendukung sistem pembelajaran di kelas menjadi lebih inovatif. Sehingga diperlukan semangat baru bagi para pendidik untuk dapat mengimplementasikan hal tersebut di dalam pembelajaran sehari-hari. Sekian dan terima kasih.

    ReplyDelete
  16. Ahmad Bahauddin
    16709251058
    PPs P.Mat C 2016

    Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh.
    Dari tulisan ini saya mendapatkan bahwa, masing-masing entitas punya ruang dan waktunya sendiri. Kicauan burung terjadi di pagi hari, engkrikan jangkrik ada di sore hari. Hal ini tampaknya berlaku untuk segala macam konteks, artinya berlaku universal. Untuk dunia pendidikan matematika misalnya. Jika mengajar di SD tentunya harus menggunakan matematika sekolah, berbeda dengan mengajar di tingkat universitas tentunya harus menggunakan matematika murni. Namun kemudian yang menjadi masalah adalah, objek yang mengikuti proses belajar-mengajar tersebut tidak dapat mengerti situasi ini. Mahasiswa yang baru bertransisi dari SMA ke PT, masih terbawa suasana belajar matematika sekolah, sehingga merasakan kesulitan mengikuti matematika di perguruan tinggi. Berbeda dengan mahasiswa yang memang dari sekolah sudah terbiasa dengan matematika murni seperti anak olimpiade. Matematika perguruan tinggi bukanlah hal yang asing baginya.

    ReplyDelete
  17. Jeanete Nenabu
    PPS PMat D (1570925005(

    Dunia burung di pagi hari dan dunia jengkrik di sore hari merupakan dua dunia yang berbeda. Kedua dunia tersebut memiliki kesenjangan yang tinggi karena terjadi dalam ruang dan waktu yang berbeda dan memiliki perbedaan dalam masalah yang dihadapi. Dibutuhkan banyak kerja keras untuk dapat berpindah dari dunia jangkrik di sore hari ke dunia burung di pagi hari. Meskipun demikian, hidup merupakan proses belajar dan belajar itu tidak akan berhenti hingga akhir hayat. Maka pembelajaran dikelas senantiasa dilihat sebagai sarana untuk mengembangkan diri lebih lagi sehingga dapat keluar dari dunia jangkrik di sore hari.

    ReplyDelete
  18. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Diperlukan adanya konsep, pelaksanaan, hasil dan evaluasi guna memenuhi target dalam dunia pendidikan, karena hal tersebut tidaklah mudah. Pembelajaran sangat ditentukan keberhasilannya oleh berbagai faktor salah satunya adalah kiat masing-masing pengajar (guru) di kelas dalam meciptakan proses pembelajaran. Dari model pembelajaran yang sudah umum atau konvensional banyak ditemukan beberapa kekurangan yang menyebabkan seorang guru harus menuju ke pembelajaran yang inovatif.

    ReplyDelete
  19. Muh Ferry Irwansyah
    15709251062
    Pendidikan Matematika PPS UNY
    Kelas D
    Sekarang ini memang sudah keharusan bagi seorang guru untuk mampu menerapkan berbagai macam metode pembelajaran guna meciptakan pembelajaran inovatif. Dengan harapan proses belajar mengajar akan berjalan menyenangkan dan tidak membosankan. Akan tetapi perubahan itu tidak lah mudah, perlu penyesuaian dan butuh waktu.

    ReplyDelete
  20. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Semakin banyak waktu yang dimiliki oleh seorang guru, maka semakin banyak pula variasi pembelajaran yang akan diberikan kepada siswa, dan semakin terserap dengan sempurna materi yang diajarkan kepada siswa. Selain faktor panjang pendeknya waktu yang tersedia, pada jam-jam berapa pelajaran diberikan juga sangat berpengaruh terhadap cara mengajar guru. Tentu berbeda kondisi fisik saat pelajaran di pagi hari dan sore hari. Saat pagi hari, baik guru maupun siswa masih dalam kondisi segar. Sedangkan pada siang hari kondisi fisik mulai lelah, sehingga perlu strategi ekstra agar anak-anak tetap semangat untuk belajar dan tidak mengantuk.

    ReplyDelete
  21. ARNY HADA INDA
    16709251079
    PPS-MAT D 2016
    Beberapa siswa pada umumnya lebih konsentrasi dan fokus saat belajar di pagi hari dengan alasan masih segar sehingga mereka lebih berminat untuk belajar. Sedangkan belajar pada siang hari siswa sudah banyak yang lelah karena telah beraktifitas di pagi hari sehingga sudah kurang berminat lagi pada proses pembelajaran, bahkan ada yang cenderung mengantuk. Tapi tentunya itu tidak semua siswa, ada beberapa siswa yang tidak terpengaruh pada perbedaan waktu belajar ini. Siswa yang memiliki minat belajar rendah dibutuhkan peranan guru yang tinggi dalam menyemangati belajar Matematika. Proses pembelajaran Matematika dengan waktu belajar yang sesuai diduga tepat bagi siswa yang berminat belajar rendah. Hal tersebut, karena dalam pembelajaran Matematika dibutuhkan konsentrasi, karena itu dibutuhkan waktu yang sesuai agar proses belajar lebih bermakna.

    ReplyDelete
  22. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Bukan hal yang mudah untuk merubah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Butuh Niat, Semangat, Sikap yang kuat dan Pengetahuan, Keterampilan dan Pengalaman banyak untuk melakukan itu semua. Dan setiap perubahan tentu akan memerlukan proses yang cukup lama. Berdoa dan mintalah pertolongan kepada Allah agar memudahkan langkah kita untuk menjadi yang lebih baik lagi. Karena tanpa pertolongan dari Allah, maka kita bukan apa-apa.

    ReplyDelete
  23. Elli Susilawati
    16709251073
    Pmat D pps16

    Bukan hal yang mudah untuk merubah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Butuh Niat, Semangat, Sikap yang kuat dan Pengetahuan, Keterampilan dan Pengalaman banyak untuk melakukan itu semua. Dan setiap perubahan tentu akan memerlukan proses yang cukup lama. Berdoa dan mintalah pertolongan kepada Allah agar memudahkan langkah kita untuk menjadi yang lebih baik lagi. Karena tanpa pertolongan dari Allah, maka kita bukan apa-apa.

    ReplyDelete
  24. Tri Wulaningrum
    17701251032
    PEP S2 B/ 2017

    Terimakasih Bapak Marsigit. Postingan ini menurunkan keegoisan saya pada komentar saya sebelumnya (Terkait postingan "Bagaimana Siswa Bisa Menentukan Kurikulum". Hal ini dikarenakan saya telah menangkap bahwa semuanya adalah proses. Proses adalah proses, di mana terjadi peralihan, mungkin dari tradisional menuju inovatif. Pada proses itulah "mungkin lagi" akan ada sedikit konflik antara si"lama" dan si "baru" dalam mempertahankan keberadaannya. Di balik itu semua, saya melihat bahwa tidak ada proses yang selesai. Begitu juga dalam proses pendidikan. Pendidikan di Indonesia akan menuju pada keadaan yang lebih baik jika melalui proses yang sehat. Di mana semua pihak memahami keberadaannya, lantas masing-masing menghargai proses tersebut dengan slaing menurunkan idealisme masing-masing. Terimakasih

    ReplyDelete
  25. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Memang sulit mengubah paradigma pembelajaran di Indonesia. Mungkin amat sangat sulit untuk mengadaptasi gaya pendidikan di negara maju untuk diterapkan di Indonesia, karena paradigma itu sendiri terlalu mendarah daging. Jangankan mengubah kiblat pendidikan, mengubah kurikulum saja sulitnya minta ampun. Saya masih menemui 80% guru di lapangan masih menggunakan metode ekspositori, padahal sudah banyak inovasi dan strategi yang digalakkan oleh pemerintah. Alasannya karena metode itu 'lebih simpel, lebih gampang'. Jika tren baru tidak pernah dicoba maka mustahil kicauan burung di pagi hari akan bergema di Indonesia. Berapa dekade lagi kita akan terjebak di dunia jangkrik di sore hari?

    ReplyDelete
  26. Nama : Kartika Pramudita
    Nim : 17701251021
    Kelas : PEP B (S2)

    Terimakasih Pak
    Salah satu yang menentukan majunya suatu bangsa adalah pendidikan dan kualitas SDM. Dalam rangka mencapai kemajuan Indonesia maka pendidikan yang ada juga harus terus berkembang. Beberapa faktor yang turut serta dalam pendidikan adalah kurikulum, guru,dan siswa. Masih banyak guru yang beranggapan bahwa pembelajaran merupakan kegiatan transfer pengetahuan, dari guru ke siswa. Seolah-olah guru adalah yang paling tahu, terkadang adapula yang justru menekan kreativitas siswa untuk memunculkan ide. Ketika siswa memiliki ide yang berbeda dengan guru maka guru memarahinya. Maka perlunya saling menyadarkan kepada pihak yang terlibat dalam pembelajaran untuk mengerti tentang hakikat pembelajaran. Selain itu, perlu memulai untuk berinovasi dalam pembelajaran. Meskipun sulit, harus selalu ikhtiar dan berdoa semoga Allah SWT selalu menyadarkan kita akan pemikiran dan perbuatan yang tidak tepat.

    ReplyDelete
  27. Gamarina Isti R
    17790251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Menjadi seorang guru yang inovatif dapat dilakukan dengan menemukan fakta baru, karena semua yang baru merupakan ungkapkan kecil dari aspek hidup, sedangkan dalam dan di luarnya, dan selebihnya harus memohon pertolongan Tuhan. Perubahan paradigma pendidikan disesuaikan dengan perkembangan jaman dan kurikulum yang sedang berlaku dalam proses pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 ini tidak bisa guru mengandalkan teacher center dan proses pembelajaran yang tradisional. Tetapi sekarang lebih ke student center sedangkan guru hanya sebagai fasilitator, untuk mengembangkan inovasi, kreatif, dan sikap siswa. Pembelajaran yang student center akan membuat pembelajaran lebih bermakna bagi siswa. Siswa akan lebih memahami konsep dengan mudah karena konsep saling terkait yang dengan keterkaitan itu akan menjadukan konsep dapat digunakan untuk konsep lainnya.

    ReplyDelete
  28. Angga Kristiyajati
    17709251001
    Pps UNY P.Mat A 2017

    Terima kasih Banyak Pak Prof. Marsigit.

    Pagi dan sore adalah suatu hal yang sangat berbeda akan tetapi senantiasa berdekatan. Pada pagi hari matahari ada di timur dan pada sore hari matahari ada di barat, akan tetapi tak akan ada sore jika tak ada pagi, dan tak akan ada pagi apabila tak ada sore. Dari forum tersebut tampak bahwa mengkorelasikan antara bagaimana guru berinovasi dalam pembelajaran, dan bagaimana setiap materi sudah terpenuhi dalam pembelajaran. Hal tersebut merupakan permasalahan kompleks yang harus diselesaikan oleh guru. Guru harus mampu memcahkan masalah tersebut dengan memikirkan bahwa langkah-langkah pembelajaran yang dilaksanakan harus berdampak positif pada siswa sehingga siswa mampu meningkatkan kompetensinya secara optimal.

    ReplyDelete
  29. Sofi Saifiyah
    17701251033
    S2 PEP B

    Berbicara bagaimana lazimnya sesuatu adalah sebuah tema yang bisa dijadikan sebuah penelitian, khususnya penelitian dalam bidang pendidikan. Yang tujuannya tidak lain dan tidak bukan tentu untuk memajukan dan mengembangkan pendidikan Indonesia lebih baik lagi. Pendidikan Inovatif diibaratkan kicauan burung di pagi hari, sedangkan pendidikan Tradisional diibaratkan jengkerikan di sore hari. Jika kita disuruh memilih diantara kicauan burung dan jengkerikan pasti lebih memilih kicauan burung di pagi hari yang suaranya lembut. Begitupun dengan pendidikan tradisional dan pendidikan inovatif, pasti setiap guru jika disuruh memilih akan memilih pendidikan yang inovatif. Dengan pendidikan inovatif, dapat memberikan kebebasan siswa dalam membangun pengetahuannya sehingga mereka dapat mengembangkan potensinya masing-masing. Untuk merubah dari pendidikan tradisional ke pendidikan inovatif tentu tidak lah mudah dan cepat, karena keduanya memiliki paradigmanya masing-masing. Tetpai jika bukan dari kita yang mau merubah, siapa lagi yang akan merubah? Ataukah kita ingin dirubah? Itulah sebenar-benar pilihan, “berubah” ataukah “diubah”.

    ReplyDelete
  30. Nama: Hendrawansyah
    NIM: 17701251030
    S2 PEP 2017 Kelas B

    Assalamualaikum wr wb.

    Terimakasih banyak Pak prof
    Ungkapan perasaann seorang yang ingin hijrah dari dunia sore pendidikan tradisional menuju dunia pagi inovatif.Namun menimbulkan banyak persepsi dan pertanyaan-pertanyaan yang belum rampung untuk dapat diterima begitu saja.Pertentantangan yang diibaratkan dengan nyanyian-nyanyian dan kicauan burung. Maaf jikalau tidak salah,Itulah sekelumit kata yang bisa saya gambarkan dari elgi tersebut.
    Birbicara tentang pendidikan tidak terlepas dari ragam persolaan dan pertanyaan yang selalu melingkupi. Untuk mengatasi biduk persoalannya maka perlu adanya inovasi baru dari dunia pendidikan.Tertuju pada dunia pagi inovatif sebagaimana yang disebutkan .Ini akan menjadi pilihan yang terbaik buat guru karena melihat kemajuan zaman yang kian hari kian berkembang.

    ReplyDelete
  31. Alfiramita Hertanti
    17709251008
    S2- Pendidikan Matematika kelas A 2017
    Assalmualalikum wr.wb
    Judulnya artikel ini sangat menarik, Prof. pendidikan kita masih terbelenggu dengan paradigma lamai, yaitu pembelajaran berpusat para guru. Sebagian besar guru-guru di indonesia menganggap bahwa pembelajaran dikatakan sukses jika dalam kelas anak-anak mengikuti pelajaran dengan tenang, tidak ribut, diam memperhatikan, dan lain-lain. Paradigma tersebut harus diubah dimana, pembelajaran harus berpusat pada siswa, dengan demikian diharapkan dapat mendorong siswa untuk terlibat secara aktif dalam membangun pengetahuan, sikap dan perilaku sehingga mereka akan memperoleh pemahaman yang mendalam dan pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas belajar siswa.

    ReplyDelete
  32. Dewi Saputri
    17701251036
    PEP B S2

    Assalamu'alaikum Wr. Wb

    Pendidikan di Indonesia memanglah masih belum dikatakan pendidikan yang inovatif. Adanaya kendala-kendala yang dihadapi untuk mencapai pendidikan yang inovatif adalah inovasi dalam pembuatan kurikulum, terkadang adanya penolakan dari sekelompok tertentu atas hasil inovasi yang dihasilkan, kurang adanya hubungan sosial dan publikasi yang dilkukan. Untuk itu agar perubahan pendidikan dapat berubah dengan baik mungkin dapat melibatkan guru, siswa, orang tua siswa serta administrator agar perubahan dapat berhasil dengan baik. Akan tetapi, berdo'a dan berikhtiarlah ynag sangat penting dalam mendasari perubahan tersebut.

    ReplyDelete
  33. Dimas Candra SAputra, S.Pd.
    PPs PMA 2017
    17709251005

    Assalamualaikum prof,
    "Bukankah perpindahan Sore menuju Pagi itu juga sebuah Kelaziman yaitu Sunatullah?" Dari kalimat tersebut dapat dipahami bahwa perpindahan pendidikan yang tradisional menuju inovatif sebenarnya telah menjadi ketetapan dan tak bisa ditawar lagi. Namun, inovasi tidak cukup hanya dengan sadar, sopan dan santun terhadap ruang dan waktu serta pengalaman. Inovasi perlu dilakukan melalui kerjasama dengan guru-guru lain dan dalam jejaring sistemik. Maka diperlukan kesadaran bersama untuk melakukan inovasi pembelajaran demi meningkatkan kualitas pendidikan. Inovasi yang dimaksud ialah yang benar-benar inovasi sesuai dengan hakekat dan sifat-sifatnya. Maka yang pertama ialah memahami hakekat serta sifatnya, kemudian memahami hakekat-hakekat lain yang berkaitan dengan inovasi, kemudian mengimplementasikannya secara bersama-sama, dan juga merefleksikan secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  34. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Dunia bersifat dinamis, begitu pula terhadap kurikulum yang merupakan bagian dari sistem pendidikan. Untuk menghadapi perubahan tersebut tidak lain dan tidak bukan hanya dapat dilakukan dengan belajar dari berbagai aspek pendukung proses belajar mengajar di sekolah. Belajar untuk memahami berbagai macam pendekatan, belajar dalam mengembangkan perangkat pembelajaran dan belajar dalam memberikan self assessment yang tepat. Selain itu juga harus aktif dalam mengikuti berbagai macam pelatihan kurikulum salah satu yang paling sering di adakan adalah MGMP, dengan begitu kita dapat menyongsong guru yang kreatif dan inovatif.

    ReplyDelete
  35. Shelly Lubis
    17709251040
    S2 P.mat B 2017

    Assalamu'alaikum wr.wb

    sebelumnya saya ingin mengucapkan "aamiin ya rabbal 'alamin"
    Perjalanan hijrah dari dunia pendidikan tradisional ke dunia pendidikan innovatif memang tidaklah mudah. walaupun secara teori dan logika sudah di rumuskan, direncanakan, di praktekkan, tapi kenyataannya proses yang terjadi membutuhkan waktu yang tidak singkat. disinilah diperlukan peran dari setiap elemen. jika hanya kita sendirian yang berjuang, dan yang lain berpangku tangan menunggu hasilnya, maka perubahan tersebut hanya akan menjadi angan-angan. peran guru menjadi kunci disini karena mereka yang terjun langsung dan berhadapan langsung dengan siswa.

    ReplyDelete
  36. Luthfi Nur Azizah
    17709251002
    PPs PM A

    Suara burung pagi hari dan jengkerik sore hari. Kepekaan melihat keadaan maupun fenomena yang Bapak miliki sungguh membuat saya mulai berpikir. Dari tulisan ini pikiran saya semakin terbuka akan keadaan dunia pendidikan di Indonesia. Bahkan Bapak dengan berani menggambarkannya dengan judul pada tulisan ini, sungguh dapat mengusik tatanan yang ada. Suara burung di pagi hari menggambarkan pendidikan yang telah berinovasi dengan segala standar yang ada, hal ini saya analogikan jika suara burung di pagi hari merupakan suara yang indah, berirama, dan disukai banyak orang serta menandakan akan munculnya mentari yang akan membawa cahaya di dunia.
    Di sisi lain pendidikan yang yang masih bersifat transfer ilmu, teacher Center, orientasi UN, waktu dan kebutuhan yang berbeda-beda namun hasil harus sama digambarkan dengan suara jengkerik yaitu suara yang menandai akan hilangnya cahaya atau datangnya malam. Waktu yang akan membuat manusia mengalami kesulitan karena tanpa cahaya kita tak mampu menggunakan indera penglihatan kita.

    ReplyDelete
  37. Pangestika Nur Afnia
    PEP B- S2
    17701251037

    Jika keadaan dan kondisi pendidikan Indonesian disesuaikan dengan analogi tulisan diatas, Indonesia digolongkan dalam dunia sore pendidikan tradisional. Dunia sore yang identik dengan suara jangkrik, tetesan air hujan, dan terbenamnya matahari. Tetapi pergantian sore menjadi pagi merupakan sunatullah suatu proses yang terjadi. Jika dunia sore pendidikan tradisional Indonesia berbenah diri dan melakukan inovasi, maka dunia pagi pendidikan inovatif akan tercapai.

    ReplyDelete
  38. Maghfirah
    17709251007
    S2 Pendidikan Matematika A 2017

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Menyelaraskan antara bagaimana guru berinovasi dalam pembelajaran, dan bagaimana setiap materi dan tuntutan sudah terpenuhi dalam pembelajaran memang meruakan permasalahn yang banyak dijumpai oleh guru. Hampir disetiap seminar dan talkshow mengenai guru inovatif pertanyaan ini pasti selalu terdengar. Guru harus menemukan cara yang cerdasa dan efisien dalam memenuhi kedua tuntutan ini.

    ReplyDelete
  39. Nama : Habibullah
    NIM : 17709251030
    Kelas : PM B (S2)

    Assalamualaikum wr.wb

    Kurikulum merupakan komponen yang cukup krusial di dalam sistem pendidikan. Dengan adanya kurikulum segala pelaku pendidikan mempunyai acuan yang jelas untuk melaksanakan prose belajar mengajar di sekolah khususnya di dalam kelas. Dengan adanya kurikulum dan perubahannya guru juga mempunyai landasan dalam melakukan inovasi pembelajaran yang dapat meningkatkan daya kreatifitas guru maupun siswa.

    ReplyDelete
  40. Rigia Tirza Hardini
    17701251026
    S2 PEP B

    Lucu memang.. terkadang manusia memandang apa yang sudah ada itu paling benar dan tak mau memandang yang lain lagi. Istilahnya "tak mau pindah ke lain hati". Ckckckk Lah kalau ada yang lebih baik kenapa menolak to? Sudah terlalu nyaman?
    Mengubah pandangan seseorang memang yak mudah. Beralih dari yang biasa menjadi yang luar biasa.
    Pandangan guru memang menjadi luar biasa penting, karena gurulah yang memegang pembelajaran sepenuhnya. Kunci utama ada pada guru. Maka guru adalah orang pertama yang harus diajak untuk melihat perubahan sebagai sesuatu yang perlu dilakukan.

    ReplyDelete
  41. Gina Sasmita Pratama
    17709251003
    S2 P.Mat A 2017

    Bergantinya waktu dari pagi ke sore hari merupakan sebuah keniscayaan, mungkinkah perubahan pendidikan dari tradisional ke inovatif berupa keniscayaan pula? Menurut saya iya, bukan hal yang tidak mungkin untuk mengubah pendidikan yang tradisional menuju pendidikan yang inovatif. Akan tetapi, butuh proses, usaha, dan waktu untuk beranjak dari pendidikan tradisional menuju pendidikan inovatif. Jika dilihat sekarang, Indonesia sudah mulai melakukan usaha-usahanya demi berada pada suasana pagi (pendidikan inovatif). Oleh karena itu kita yang bergerak di bidang pendidikan seyogyanya mendukung langkah-langkah menuju pendidikan inovatif.

    ReplyDelete
  42. Trisylia Ida Pramesti
    17709251010
    S2 Pendidikan Matematika Kelas A 2017
    FILSAFAT ILMU

    Inilah bagaimana pentingnya mempelajari filsafat pendidikan matematika. Karena kita akan dihadapkan pada kenyataan yang ada pada hidup kita yang kemudian diterapkan dalam pembelajaran matematika. Dari bacaan diatas disampaikan secara halus bagaimana analogi antara pagi hari dan sore hari dengan pembelajaran inovativ dan tradisional. Sangat halus dan bermakna. Sebagaimana sunatullahnya bahwa ketika sekarang sore maka esok akan berganti pagi hari. Begitu halnya dengan tradisional pembelajaran yang kemudian beralih menjadi pembelajaran yang inovativ. Kesadaran seperti ini haruslah dimiliki oleh seorang guru dan calon guru. Dan menunjukkan pentingnnya belajar ilmu filsafat pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  43. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Elegi ini memliki judul yang sangat menarik, sama halnya dengan isinya yang sangat menarik pula. Pendidikan tradisional dianggap sebagai suara jangrik disore hari, sedngkan inovasi pembelajaran berarti nyanyian burung dipagi hari. Memang seperti dipaaprkan diatas, akan banyaknya kontradiksi yang akan dialami guru dalam upaya melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajran, namun niat yang kuat, tekad yang kuat serta pantang menyerah merupakan salah satu kunsi utama yang harus dimiliki guru guna melahirkan inovasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga tantangan keterampilan yang harus dimilki siswa di era milenium 3 dapat tercapai.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  44. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Persoalan dan permasalahan dari dunia sore pendidikan tradisional dan pagi pendidikan inovatif amatlah berbeda. Perbedaan itu didasari karena konsep pemikiran dan teori yang berbeda, sehingga satu dengan lainnya harusnya dapat bersinergi demi mencapai tujuan pendidikan yang seutuhnya. Yang dibutuhkan saat ini adalah proses peralihan, dari yang tradisional menjadi yang baru. Namun nyatanya, setiap proses yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah kita tidak pernah selesai, selalu hanya ujicoba, ujicoba, dan ujicoba, tanpa tahu kualitas output yang seperti apa yang dihasilkan dari proses tersebut. Terlebih semua proses di segala bidang yang sedang berkembang di negara kita bukanlah suatu proses yang sehat lagi karena tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin memperoleh keuntungan pribadi dan menguggulkan idealisme masing-masing. Oleh karena pendidikan merupakan tanggung jawab bagi semua warga negara, maka diharapkan mereka yang sedang dalam dunia sore pendidikan tradisional berusaha menuju dunia pagi pendidikan inovatif dengan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dimudahkan dalam menggapai segala tujuan pendidikan yang sesunghnya. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  45. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Pagi beserta ketentuannya adalah anti tesis dari sore beserta dengan segala ketentuannya. Kita tidak bisa mengharapkan embun menetes di sore hari dan engkerikan jengkerik terdengar dikala matahari terbit. Maka kita perlu mengedepankan sopan santun terhadap ruang dan waktunya. Waktu akan berpindah dari sore menuju pagi, pun pagi pada akhirnya juga akan menuju sore. Bila pendidikan tradisional Indonesia sekarang dikatakan dalam posisi sore hari, maka suatu saat ia pasti akan beranjak menuju pagi hari. Begitu juga dunia pagi pendidikan inovatif juga akan menuju titik sorenya. Karena hal ini adalah sebuah sunatullah atau kelaziman.

    ReplyDelete
  46. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pagi dan sore berarti tidak terbebas oleh ruang dan waktu. Jika di dalam itu disebutkan bahwa sore hari pendidikan tradisional dan pagi hari pendidikan inovatif. Dua hal yang berbeda dunia dengan ruang dan waktu yang berbeda. Sungguh menjadi tantangan para pendidik untuk selalu berinovasi. Hujan yang lazimnya terjadi di sore hari, bisa saja terjadi di pagi hari. Sama halnya pendidikan tradisional yang mungkin saja bisa kita terapkan lagi. Entah dengan berbagai alasan yang digunakan. Karena terpaksa? Karena sudah tidak ada inovasi? Ya itu semua jawabannya muncul dari kita sendiri untuk terhindar dari mitos dengan tujuan mencapai logos. Berusaha mengembangkan ilmu yang sudah dimiliki untuk selalu melakukan penelitian yang bermakna dan memunculkan inovasi inovasi terbaru yang sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  47. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Terima kasih Prof. Analogi ini benar-benar indah dan menarik. Penggambaran dua system pendidikan yang memiliki struktur masing-masing. Jangkrik sore hari merupakan gambaran pendidikan tradisional yang masih fokus dalam permasalahan pokok pendidikan seperti bagaimana mengajar? Bagaimana menyampaikan materi dengan baik? . Sedangkan dunia pagi merupakan gambaran pendidikan inovatif yang lebih fokus pada inovasi dan budaya seperti meliputi bagaimana melayani kebutuhan siswa belajar? Bagaimana mengembangkan LKS?. Ia diharapkan permasalahn dalam system tradisional dapat segera terselaikan dan bergerak menuju arah pendidikan inovasi. Terima Kasih

    ReplyDelete
  48. Terimakasih bapak atas sharing ilmunya yang dapat mencerahkan kembali pemikiran para pendidik dan memberi kami semangat sebagai seorang guru untuk segera move on dari pembelajaran tradisional biasa ke pembelajaran yang lebih inovatif, pembelajaran yang lebih bermanfaat bagi semua siswa, pembelajaran yang bisa lebih bermakna bagi siswa, semoga kita semua bisa menjadi guru yang terbaik.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  49. Junianto
    PM C
    17709251065

    Analogi yang disampaikan Prof dalam artikel ini cukup sederhana tetapi sampai kepada permasalahan yang terjadi. Persoalan dalam dunia pendidikan memang tak akan pernah selesai karena pendidikan juga sangat dinamis. Yang jadi permsalahan adalah kebiajakan pemerintah yang terkesan menjadikan pendidikan sebgai proyek. Maka dari itu, sudah seharusnya pendidikan memang ditempatkan sebagaiman mestinya sehingga tujuan pendidikan nasional bisa tercapai.

    ReplyDelete
  50. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dua kutub yang ada di dunia pendidikan adalah pendidikan tradisional dan pendidikan inovatif. Keduanya merupakan dua sistem yang jelas sangat berbeda. Menginginkan perubahan dari arah tradisional menuju pada pendidikan yang inovatif adalah satu perubahan yang diidam-idamkan pada saat ini. Namun sayangnya perubahan dari tradisional menuju ke inovatif bukanlah menjadi perkara mudah. Menyadari bahwa pendidikan inovatif dibutuhkan saat sekarang adalah modal utama untuk perubahan ini, selanjutnya bijak terhadap ruang dan waktu adalah solusi yang akan membawa perlahan jalan tradisional menuju ke inovatif. Dalam upaya kita menciptakan pendidikan yang inovatif, semoga mendapatkan ridho-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  51. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Perubahan mindset dari seorang guru untuk menjadi yang lebih baik memang harus harus selalu dilakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan inovasi bagi mereka para guru, khususnya guru yang bisa dikatakan berumur guna merubah kebiasaan mereka yang masih tergolong memberikan pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif. Hal ini akan membantu guru yang tidak inovatif akan menjadi mengerti arti bahwa menjadi seorang guru itu tugasnya juga memberikan inovasi dalam pembelajaran mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  52. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pembelajaran yang berhasil adalah ketika pembelajaran itu dapat memfasilitasi kemampuan siswa agar dapat berkembang sesuai dengan kemampuan mereka. Sehingga pembelajaran yang baik itu bukan pembelajaran yang monoton saja metodenya, tetapi selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. Tentu saja siswa juga akan lebih senang dan tidak bosan ketika pembelajaran yang dilakukan tidak itu-itu saja, tetapi disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan.

    ReplyDelete
  53. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Sebagai seorang guru, seharusnya dapat selalu berinovasi dalam cara mengajar. Inovasi disini tentunya disesuaikan dengan kondisi siswa, kondisi lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, info terkini, dan tentunya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ada (sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada kurikulum yang berlaku), dan lain-lain hal yang bersesuaian. Dengan demikian guru lebih dapat memberikan pembelajaran yang bermakna kepada peserta didik. Kebermaknaan dalam pembelajaran sangat diperlukan oleh peserta didik, dengan hal itu peserta didik lebih dapat menyerap pembelaran yang saling berkaitan.

    ReplyDelete
  54. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  55. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Melihat judul “Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari” saya langsung tertarik membacanya. Ternyata isinya juga sangat menarik. Pagi dan Sore merupakan kiasan dalam menggambarkan dua dunia yang memiliki perbedaan terkait sifatnya, kodratnya, persoalan-persoalan yang terjadi dll. Berbicara dunia pendidikan, setiap waktu entah pagi maupun sore bahkan malam, Guru dituntut untuk memikirkan Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; dan Bagaimana-bagaimana yang lainnya... Pertanyaan tersebut menurut saya sangat berat. Berbagai cara menurut saya guru pasti telah berusaha keras mengajarkan sebagaimana mestinya dan sebaik-baiknya untuk siswanya. Terkait hasil kita tidak bisa menentukan, yang jelas kita sebgai guru teruslah berusaha menjadi guru yang kreatif dan inovatif sehingga mampu menjawab smeua pertanyaan tersebut. Dan yang terpenting adalah selalu memoohon Ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  56. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Perubahan para digma pendidikan disesuaikan dengan perkembangan jaman dan kurikulum yang sedang berlaku dalam proses pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 ini tidak bisa guru mengandalkan teacher center dan proses pembelajaran yang tradisional. Tetapi sekarang lebih ke student center sedangkan guru hanya sebagai fasilitator, untuk mengembangkan inovasi, kreatif, dan sikap siswa

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  57. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Guru dunia sore terfokus pada cara mentransfer pengetahuan dengan baik dengan menganggap siswa sebagai empty vessel sedangkan guru dunia pagi terfokus pada cara memfasilitasi yang mempunyai kemampuan awal yang berbeda-beda agar dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Perbedaan persepsi ini terlihat sangat jauh berbeda. Dunia berubah setiap detiknya. Oleh karena itu para guru di Indonesia juga harus mulai berubah ke arah yang lebih baik. Saat ini di Indonesia para guru sedang dipaksa untuk berpindah dari dunia sore menuju dunia yang mendekati pagi. Sedikit demi sedikit nantinya para guru di Indonesia akan menjadi guru dunia pagi yang inovatif. Perubahan ini bukanlah hal yang mudah namun insyaallah dapat berhasil jika para guru dan educationist di Indonesia berikhtiar dengan sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  58. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dari artikel diatas, saya berpikir bahwa Kicauan antara burung di pagi hari dan suara jangkrik di sore hari tentu berbeda. Jika kita diberikan pilihan untuk mendengar tentu kita akan memilih mendengarkan kicauan burung di pagi hari bukan? Itu lebih mengasyikan dan juga mententramkan. Seperti itukah gambaran pendidikan di indonesia jika kita disuruh memilih kita tentu akan memilih pendidikan yang inovatif yang memberikan kebebasan siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Membiarkan siswa untuk berekplorasi untuk menemukan sesuatu yang baru. Siswa diberi keleluasaan menentukan sendiri pembelajaran seperti apa yang diinginkan dan peran guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  59. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pembelajran inovatif memang pembelajaran yang sesuai dengan kondisi kurikumum di Indonesia saat ini, pembelajran inovatif dapat membuat siswa lebih mengedepakan kerja kerasm ras ingin tahu yang tinggi dan berkreatif. Hal inilah yang diperlukan untuk menjalani kehidupan abad 21. Selain itu pembelajaran inovatif memiliki dampak long term memory karena isswa terlibat secara langsung dalam pembelajran yang mengakibatkan siswa memiliki pengalaman secara langsung dalam pembelajaran tersebut sehingga dengan pengalaman tersbeut siswa akan lebih mudah mengingat pembelajaran yang dilakukan.

    ReplyDelete
  60. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Pagi hari dan sore hari diibaratkan dari metode pembelajaran inovatif dan tradisional. Setiap metode yang digunakan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Guru perlu untuk mengetahui metode mana yang cocok diterapkan di kelas dengan memperhatikan materi yang diajarkan, kondisi siswa, dan kondisi kelas.

    ReplyDelete
  61. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Baru memulai membaca judulnya saja saya yakin pembaca sudah tertarik untuk membaca lebih jauh mengenai isi artikel ini. Ternyata judul tersebut adalah sebagai kiasan bahwa pembelajaran tradisional adalah jengkerik di sore hari dan pembelajaran inovatif adalah burung di pagi hari. Peralihan di antara keduanya membutuhkan suatu proses dan dalam menjalankan proses itu guru harus menyelaraskannya dengan ruang dan waktu. Perubahan adalah suatu kelaziman. Setiap manusia, hewan, dan tumbuhan tentu akan mengalami perubahan seiring dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  62. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam postingan di atas pagi hari diibaratkan dunia pendidikan yang progresif, sementara sore hari diibaratkan seperti dunia pendidikan yang tradisional. Seperti dalam kodrat Tuhan , bahwa pagi dan sore tidak mungkin bisa bertemu. Namun ada gejala-gejala alam yang terjadi pada sore hari dapat terjadi di pagi hari, begitupun sebaliknya. Contohnya bahwa tidak selamanya pagi hari itu terang dan sore hari mulai gelap, bisa saja pagi itu mendung gelap dan hujan deras, namun sore hari sudah reda dan sinar matahari terlihat terang. Begitu juga dengan kondisi kita memandang pagi dan sore tidak selalu sama. Pendidikan yang tradisional dan progresif tidak bisa dipandang sebagai kejadian yang terpisah begitu saja, keduanya dapat menjadi suatu metode pembelajaran yang dapat saling melengkapi dan saling bergantian untuk diterapkan tergantung situasi, kondisi, dan karaktersitik peserta didik.

    ReplyDelete
  63. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Kicauan antara burung di pagi hari dan suara jangkrik di sore hari tentu berbeda. Jika kita disuruh mendengar tentu kita akan memilih mendengarkan kicauan burung di pagi hari bukan? Itu lebih mengasyikkan. Seperti itukah gambaran pendidikan di Indonesia jika kita disuruh memilih kita tentu akan memilih pendidikan yang inovatif yang memberikan kebebasan siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Membiarkan siswa untuk bereksplorasi untuk menemukan sesuatu yang baru. Siswa diberi keleluasaan menentukan sendiri pembelajaran seperti apa yang diinginkan dan peran guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete

  64. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi diatas, yang saya pahami adalah bahwa elegi tersebut membicarakan tentang pembelajaran matemtika, dimana pembelajran dengan metode tradisional diumpamakan dengan dunia sore hari yang berarti hampir mencapai waktunya untuk segera berhenti. Sedangkan pembelajaran inovatif diumpamakan sebagai dunia pagi, yaitu pembelajaran yang masih sangat baru yang berusaha melalui harinya. Disini diceritakan bahwa terkadang tidak dapat dibedakan apakah yang sedang dialami dunia sore atau dunia pagi. Seperti pada percobaan penerapan pembelajaran inovatif, terkadang kita telah berusaha membuat pembelajaran yang kita pandang inovatif, namun pada pelaksanaanya kita tidak bisa terlepas dari bayang-bayang pembelajaran tradisional. Sehingga kita bingung untuk membedakan apakah hal seperti ini sudah dikatakan sebagai pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  65. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. setiap hal memiliki ruang dan waktunya sendiri. seperti halnya sore dan pagi hari, seperti jangkrik dan burung. Perubahan tentu terjadi seperti pagi yang bergerak menjadi sore, perubahan yang sudah ditakdirkan dan tak bisa diubah lagi. Perubahan yang tak terelakkan dengan objeknya sendiri-sendiri. sama halya dengan pendidikan, pendidikan juga bergerak, berubah menuju ke pendidikan yang lebih baik lagi. Dari pendidikan berpusat pada guru berubah menjadi guru yang memfasilitasi siswa. Invasi juga perlu dilakukan guru dalam mengajar, agar tak tertinggal dari jaman yang terus bergerak maju.

    ReplyDelete
  66. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Memang sulit mengubah paradigma pembelajaran di Indonesia. Mungkin amat sangat sulit untuk mengadaptasi gaya pendidikan di negara maju untuk diterapkan di Indonesia, karena paradigma itu sendiri terlalu mendarah daging. Jangankan mengubah kiblat pendidikan, mengubah kurikulum saja sulitnya minta ampun. Saya masih menemui 80% guru di lapangan masih menggunakan metode ekspositori, padahal sudah banyak inovasi dan strategi yang digalakkan oleh pemerintah. Alasannya karena metode itu 'lebih simpel, lebih gampang'. Jika tren baru tidak pernah dicoba maka mustahil kicauan burung di pagi hari akan bergema di Indonesia. Berapa dekade lagi kita akan terjebak di dunia jangkrik di sore hari?

    ReplyDelete
  67. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dunia pagi dan sore hari dalam artikel ini dimaksudkan untuk menunjuk dunia pendidikan matematika tradisional di Indonesia dan dunia pendidikan matematika inovatif di Inggris. Permisalan pagi dan sore hari digunakan karena keduanya memiliki ciri khasnya masing-maing, baik itu unsur pembentuk maupun sifat-sifat serta auranya yang berbeda. Begitu pula dengan pendidikan di Indonesia dan di Inggris, memiliki perbedaan unsur-unsur dan pertanyaan yang muncul di keduanya. Jika dalam pendidikan matematika di Indonesia pertanyaan yang muncul ialah bagaimana guru mentransfer ilmu ke siswa, maka pertanyaan yang muncul di dalam pendidikan matematika Inggirs ialah bagaimana guru memfasilitasi siswa dalam membengun pengetahuan matematikanya sendiri. tentu jawaban yang dikejar oleh keduanya juga merujuk pada pertanyaan yang ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kurang majunya sistem pendidikan di Indonesia berasal dari paradigm guru atau tenaga pengajarnya itu sendiri dalam memandang suatu masalah pendidikan.

    ReplyDelete
  68. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Melirik pendidikan bangsa kita, nampaknya kicauan burung di pagi hari masih sangat kalah dengan engkrikan jengkrik di sore hari meskipun jumlah burungnyapun telah ditingkatkan. Inovasi terhadap pendidikan seolah hal yang begitu sulit untuk menjalar dalam sistem pendidikan yang telah bergulir. Hal utama penyebab ini tentu sebagian guru yang masih tertutup terhadap perubahan. Mereka masih bertahan dengan pembelajaran tradisional yang memberikan kenyamanan karena tidak membutuhkan persiapan yang banyak. Hal ini bila terus dibiarkan tentu pergerakan terhadap pendidikan kita akan sangat lamban bahkan terhambat. Maka diperlukan kesadaran guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada.

    ReplyDelete
  69. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Persoalan dan pertanyaan yang muncul dari guru pemegang dunia sore tidak akan penah habisnya jika pergerakan dan perubahan tidak dilakukan. Seyogyanya pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab seiring dengan adanya pengalaman dan inovasi terhadap pembelajaran. Metode-metode pembelajaran terus berkembang, hasil penelitian terkait pembaharuan sistem pendidikan terus meningkat maka sangat disayangkan jika perkembangan yang ada tidak dijadikan landasan dalam melakukan inovasi pembelajaran. Guru perlu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait perkembangan yang ada serta perlahan mengadopsi pembaharuan tersebut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

    ReplyDelete
  70. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Perbedaan pendekatan pendidikan merupakan sunatullah, seperti hal nya perbedaan pagi dan sore. Dengan adanya perbedaan menunttu kita untuk saling memahai satu dan lainnya. Dengan adanya pemahaman yang berbeda membuat kita saling memahami satu dengan lainnya serta saling melengkapi.

    ReplyDelete
  71. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Keefektifan pembelajaran akan dirasakan apabila pembelajaran dijalankan berdasarkan pemahaman guru terkait karakteristik dan pola pikir siswa. Seyogyanya tiadalah yang paling memahami perubahan apa yang perlu dilaukan dalam proses pembelajaran selain guru itu sendiri. Karena kekurangan dan permasalahan pembelajaran seutuhnya hanya dipahami oleh guru. Guru tidak hanya dituntut akan pemahaman tersebut namun juga dituntut untuk melakukan inovasi dalam mengatasi permasalahan yang ada. Segala kebutuhan siswa baik akan teknik pembelajaran maupun sumber belajar yang sebenar-benar harus lahir dari kreativitas guru dan kesadaran guru untuk pentingnya melakukan perubahan.

    ReplyDelete
  72. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pelajaran yang dapat diambil dalam postingan ini yaitu proses dalam memperbaiki diri itu bukanlah sesuatu yang instan dan langsung. Namun terdapat banyak sekali proses yang dilakukan. Begitupla ketika memperbaiki pendidikan tradisional menuju pendidikan inovatif. Tidak jarang mengalami kebimbangan dan kebingungan. Kebingungan untuk memulai dari mana, kebingungan apakah sistem pendidikan yang baru ini sesuai apa tidak dengan pembelajaran berikutnya. Akan tetapi apabila pembaharuan itu dilakukan karena penelitian langsung atau dari subjek yang mengalami langsung, diharapkan pembelajaran yang inovatif itu akan dapat diterima dengan perlahan oleh pelaku pendidikan.

    ReplyDelete
  73. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C


    Kita harus memperhatikan semesta pembicaraan saat terlibat dalam situasi apapun. Hal ini penting karena suatu peraturan menganai konsep penting yang tengah diperbincangkan erat kaitannya dengan semesta pembicaraan, sehingga saat kita berbicara mengenai menu makanan di pagi hari dan di sore hari tentu saja berbeda. begitu pula konsep lainnya, ada dimana dan kapan merupakan hal yang harus kita perhatikan demi terciptanya harmoni dalam kehidupan. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  74. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sama halnya dalam penelitian, subyek penelitian acap kali memberikan jawaban yang berbeda bergantung situasinya. Jika seorang responden ditanya motivasi belajar pada mata pelajaran di jam pertama bisa saja ia jawab baik, karena hari masih pagi dan pikiran masih fresh. Namun jawaban lainnya bisa saja keluar dari siswa jika ditanya di jam akhir, hal ini tentu akan mengakibatkan jawabandari pertanyaan penelitian menjadi bias, sehingga kita harus melakukan triangulasi data guna mendapatkan data yang benar-benar mewakili situasi di lapangan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  75. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Mengubah sesuatu memang tidak mudah. Apalagi merubah hal fundamental yang sudah sejak lama berakar di Indonesia, seperti halnya mengubah kurikulum yang lebih menguntungkan ke siswa. Guru akan lebih ekstra belajar dan mengubah banyak hal dalam gaya belajar, media dan penilaian terhadap siswanya. Ini tentu akan memberatkan guru dan sekolah. Padahal hal ini berdampak baik pada kemajuan siswa dan secara tidak langsung akan meningkatkan profesionalisme guru. Jangan khawatir terhadap perubahan apalagi perubahan ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete
  76. Tri Wahyu Nurjanah
    15301241010
    S-1 Pendidikan Matematika A 2015

    Hijrah merupakan strategi untuk melakukan suatu prubahan kearah yang lebih baik. Hakikatnya ialah berpindah dari lingkungan masyarakat yang kurang baik menuju ke lingkungan baru yang lebih baik. Hal tersebut sesuai dengan elegi di atas, yaitu untuk melakukan hijrah dari yang awalnya pendidikan tradisional menuju ke pendidikan yang inovatif, kita perlu dan wajib memahami ruang dan waktunya agar mampu menjadi guru yang inovatif sehingga mampu menemukan fakta baru dan tidak lupa diiringi dengan doa dan memohon pertolongan Allah SWT.

    ReplyDelete