Feb 12, 2013

Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari


Ass, alhamdulillah...saya merasa terharu karena baru saya postingkan Judulnya, tetapi sudah mendapat tanggapan yang bersemangat dengan 7 (tujuh) komen. Semoga selalu tetap terjaga semangat. Amin.

Yang terjadi dengan awal posting ini adalah ketika saya membaca komen-komen Bapak/Ibu berkaitan Incommensurability dan Siswa Menentukan Kurikulum, saya menangkap ada nuansa kebingungan atau kepanikan (dalam tanda petik) dari para Guru, dikarenakan adanya kesadaran ontologis akan makna Dunia Lain dari Pendidikan yang saya Kenalkan dari Konteks Inggris. Jadi saya sedang melihat adanya gerakan sintesis  dari Tesis Dunia Sore Hari (mungkin, Pendidikan Tradisional Indonesia) terhadap Anti-tesis Dunia Pagi Hari (mungkin contohnya, Pendidikan Progressif Inggris). Dunia masing-masing dengan konteksnya itulah yang kemudian ingin saya tulis dan saya beri judul sebagai "Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari". Jika diperhalus maka judulnya menjadi "Kicauan Burung di Pagi Hari dan Engkerikan Jengkerik di Sore Hari". Judul yang setara dapat dibuat misalnya "Embun di Pagi Hari dan Hujan di Sore Hari". Agar tidak lupa menulisnya maka saya tuliskan judulnya dulu, kemudian akan saya lanjutkan jika sudah sampai waktunya.

Berikut sintesisnya:
Pagi dan Sore adalah Dunianya masing-masing lengkap dengan strukturnya, kontennya, aturannya, sifat-sifatnya. Bahwa Kicauan Burung itu dilazimkan terjadi di Dunianya Pagi hari, sedangkan Engkerikan Jengkerik dilazimkanterjadi pada Dunianya Sore hari. Bahwa Embun di lazimkan jatuh di Pagi Hari, sedangkan Hujan dilazimkan di sore hari. Itu semua adalah kewajaran dan hukumnya Sunatullah. Maka orang Jawa mengenal istilah "Ngebun-ngebun Enjang, jejawah Sonten" artinya adalah Lumrah bahwa Embun itu di Pagi hari dan Hujan di Sore hari, untuk melazimkan bahwa Meminang seorang Gadis itu juga merupakan suatu kelaziman, yang tidak perlu diper Herankan. Kemana arah pembicaraan saya?

Pagi Hari dan Sore Hari masing-masing adalah Dua Dunia dengan segala sifatnya dan kodratnya. Dia mempunyai Persoalannya masing-masing; dia mempunyai PERTANYAANNYA masing-masing. Jika kita kiaskan Dunia Pendidikan Tradisional Kita sebagai Dunia Sore, maka akan dijumpai segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya yang BERBEDA dengan segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya Dunia Progressif Inggris di Pagi Hari. Terkadang dijumpai bahwa Persoalan dan Pertanyaan tidak mampu melampaui Dunianya karena Kodratnya. Mereka terikat oleh Paradigmanya masing-masing; sedangkan Filsafat berupaya untuk melepas belenggunya.

Persoalan dan Pertanyaan dari Kita Guru-guru penghuni Dunia Sore Pendidikan Tradisional tidak mampu keluar dari pertanyaan: Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; Bagimana memberi Appersepsi?; Bagaimana mengaktifkan siswa; Bagaimana menjelaskan materi dengan baik? Bagaimana mengajarkan materi yang sama, untuk siswa yang berbeda, dengan waktu yang sama, agar diperoleh hasil yang sama? Bagaimana agar siswa tertib mengikuti pelajaran?.....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Sore Pendidikan Tradisional, yang secara Laten dan Immanent selalu ada sebagai Ruh dan Jiwanya Dunia Sore. Paradigma itu meliputi: Transfer of knowledge; Transfer of learning; Murid sebagai Empty Vessel; External Evaluation (UN); Test Objective; External Motivation; Homogenous (Penyeragaman); Pendidikan adalah Investasi; Ilmu sebagai Struktur; Content Based Curriculum; Separated BasedCurriculum; Pendidikan bersifat tertutup..dst.

Persoalan dan Pertanyaan Guru-guru Penghuni Dunia Pagi Pendidikan Innovatif berakar dan membudaya meliputi: Bagaimana melayani kebutuhan siswa belajar?; Bagaimana mengembangkan LKS?; Bagaimana mengetahui Perbedaan Kemampuan siswa? Bagaimana menindaklanjuti keinginan siswa? Bagaimana memfasilitas agar pada waktu yang berbeda, siswa yang berbeda, dapat mempelajari matematika atai sain yang berbeda, dengan hasil yang tentunya okelah berbeda; Bagaimana mengembangkan assessment?; Bagaimana mengembangkan Portfolio siswa?;  Bagaimana mengembangkan Variasi Media, Variasi Metoda, Variasi interaksi; Bagaimana mengembangkan metode diskusi....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Pagi Pendidikan Inovatif yang secara Laten dan Immanent memang menjadi ciri khasnya Dunia Pagi.

Dengan susah payah saya berusaha menggambarkan bagaimana Sulitnya dan Pengorbanan memasuki dan berusaha beradaptasi dengan Dunia Baru yaitu dari Dunia Sore Tradisional menuju Dunia Pagi Inovatif. Diperlukan kondisi Ekstrinsik yang sangat kuat dari dalam diri berupa Niat, Semangat, Sikap, Pengetahuan, Ketrempilan dan Pengalaman agar perjalanan Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalaupun hal demikian sudah terpenuhi maka masih mengalami persoalan-persoalan dari Luar dirinya baik yang bersifat Ekstrinsik maupun Sistemik. Maka Hermenitika yaitu terjemahan dan diterjemahkan menjadi sangat penting agar seorang Guru dari Penghuni Sore Pendidikan Tradisional mampu Hijrah dengan kesopan santunan terhadap Ruang danWaktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau kita telah berusaha memasuki Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, maka kita menjumpai bahwa ternyata Nyanyian, Kicauan dan Serangga-serangga pun berbeda.

Itulah sekali lagi, betapa tidak mudah melakukan Inovasi Pendidikan. Secara filsafati aku menemukan bahwa Inovasi itu ternyata tidak lain tidak bukan adalah Diriku sendiri. Diriku itulah Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau di Pagi hari masih terdengar suara Jengkerik, maka gejala aneh apa yang sedang aku alami. Jika di sore hari turunlah Embun, maka gejala aneh apa lagi pula yang sedang aku alami. Sadar, sopan, dan santun terhadap Ruang dan Waktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Keterampilan dan pengalaman sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Diperlukan diri, orang lain, ekstrinsik dan sistemik, yang merupakan kesadaran bersama dan gerakan tindakan bersama untuk sampai kesana. Aku tidak bisa membayangkan jika diriku tidak menyadarinya; maka semua yang berasal dari luar diriku akan terasa sebagai beban bahkan bencana bagiku. Aku menjadi ragu-ragu apakah aku perlu bertanya perlukah aku atau bisakah aku mencegah diriku berpindah atau hijrah dari Sore menuju Pagi? Kadang-kadang aku juga bingung saat ini masih Sore atau sudah Pagi? Suara apakah itu? Apakah itu suara Jengkerik? ataukah suara Burung? Aku agak sulit membedakan karena sumber suaranya terlalu jauh dan lemah. Tetapi suara yang dekat ini walaupun keras, tetapi polanya tidak karuan, sehingga akupun sulit membedakan apakah suara Jengkerik atau suara Burung. Aku heran temanku itu, kenapa dengan lihainya bisa menirukan Kicauan Burung Cocak Rawa di Pagi hari? Walaupun demikian, bagaimanapun akau masih tetap bersyukur, karena setidaknya aku mulai bisa membedakan bahwa saatnya kini sudah mendekati Waktu Pagi. Ah..aku jadi agak malu jika ketahuan temanku, jika aku tidak mampu membedakan Sore dan Pagi bukankah itu metaforanya aku tidak mempu membedakan Tradisional dan Inovatif?

Di tengah kegalauan pikirku, muncul terang Filsafatku yang menuntun diriku yang mengatakan bahwa "bukankah perpindahan Sore menuju Pagi itu juga sebuah Kelaziman yaitu Sunatullah?" Oh kalau begitu aku telah menemukan kembali simpanan Filsafatku bahwa untuk Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, aku harus mengembangkan sopan santunku terhadap Ruang dan Waktunya. Di Pagi Hari nanti seakan aku tidak sabar ingin Berkicau layaknya Burung Cocak Rawa. Kicauanku akan aku selaraskan dengan Hakekat dan Sifat-sifat Dunianya Pagi. Itulah ikhtiarku. Itulah juga ketetapanku. Aku ingin mempelajari lebih lanjut Fenomena Incommensurability dan Fenomena Siswa Menentukan Kurikulum yang diberikan contoh oleh Dosenku. Aku tidak ingin hanya mengetahui, tetapi aku ingin menghayati dan mengimplementasikan, karena aku juga telah menemukan Ontologisnya bahwa Perbedaan Individu itu ternyata juga Sunatullah.

Di dalam jatuh bangunnya perjalananku ini, untuk mengisi sisa hidupku ini, agar konon mampu menjadi seorang Guru yang Inovatif, ternyata aku menemukan fakta baru lagi, karena semua yang baru aku ungkapkan itu hanyalah sebagian kecil dari aspek Hidupku, sedangkan dalam dan di luarnya, ini dan selebihnya ternyata aku harus memohon Pertolongan dan Memanjatkan Doa ke Hadlirat Allah SWT semoga apa yang aku sadari, aku cita-citakan di Ridai dan dikabulkan.

Amin.

33 comments:

  1. Bulan Nuri
    17709251028
    PPs PM B 2017

    Elegi ini memliki judul yang sangat menarik, sama halnya dengan isinya yang sangat menarik pula. Pendidikan tradisional dianggap sebagai suara jangrik disore hari, sedngkan inovasi pembelajaran berarti nyanyian burung dipagi hari. Memang seperti dipaaprkan diatas, akan banyaknya kontradiksi yang akan dialami guru dalam upaya melakukan inovasi-inovasi baru dalam pembelajran, namun niat yang kuat, tekad yang kuat serta pantang menyerah merupakan salah satu kunsi utama yang harus dimiliki guru guna melahirkan inovasi baru dalam dunia pendidikan. Sehingga tantangan keterampilan yang harus dimilki siswa di era milenium 3 dapat tercapai.

    Demikian, terimakasih.

    ReplyDelete
  2. Nama : Rosyita Anindyarini
    NIM : 17701251031
    Kelas : PEP B S2 2017

    Persoalan dan permasalahan dari dunia sore pendidikan tradisional dan pagi pendidikan inovatif amatlah berbeda. Perbedaan itu didasari karena konsep pemikiran dan teori yang berbeda, sehingga satu dengan lainnya harusnya dapat bersinergi demi mencapai tujuan pendidikan yang seutuhnya. Yang dibutuhkan saat ini adalah proses peralihan, dari yang tradisional menjadi yang baru. Namun nyatanya, setiap proses yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah kita tidak pernah selesai, selalu hanya ujicoba, ujicoba, dan ujicoba, tanpa tahu kualitas output yang seperti apa yang dihasilkan dari proses tersebut. Terlebih semua proses di segala bidang yang sedang berkembang di negara kita bukanlah suatu proses yang sehat lagi karena tangan-tangan yang tidak bertanggung jawab dan hanya ingin memperoleh keuntungan pribadi dan menguggulkan idealisme masing-masing. Oleh karena pendidikan merupakan tanggung jawab bagi semua warga negara, maka diharapkan mereka yang sedang dalam dunia sore pendidikan tradisional berusaha menuju dunia pagi pendidikan inovatif dengan selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar selalu dimudahkan dalam menggapai segala tujuan pendidikan yang sesunghnya. Wallahu’alam bishowab.

    ReplyDelete
  3. Aristiawan
    17701251025
    S2 PEP 2017

    Pagi beserta ketentuannya adalah anti tesis dari sore beserta dengan segala ketentuannya. Kita tidak bisa mengharapkan embun menetes di sore hari dan engkerikan jengkerik terdengar dikala matahari terbit. Maka kita perlu mengedepankan sopan santun terhadap ruang dan waktunya. Waktu akan berpindah dari sore menuju pagi, pun pagi pada akhirnya juga akan menuju sore. Bila pendidikan tradisional Indonesia sekarang dikatakan dalam posisi sore hari, maka suatu saat ia pasti akan beranjak menuju pagi hari. Begitu juga dunia pagi pendidikan inovatif juga akan menuju titik sorenya. Karena hal ini adalah sebuah sunatullah atau kelaziman.

    ReplyDelete
  4. Nama : Dyah Ayu Fitriana
    NIM : 17701251028
    Kelas : PEP B S2

    Bismillah
    Pagi dan sore berarti tidak terbebas oleh ruang dan waktu. Jika di dalam itu disebutkan bahwa sore hari pendidikan tradisional dan pagi hari pendidikan inovatif. Dua hal yang berbeda dunia dengan ruang dan waktu yang berbeda. Sungguh menjadi tantangan para pendidik untuk selalu berinovasi. Hujan yang lazimnya terjadi di sore hari, bisa saja terjadi di pagi hari. Sama halnya pendidikan tradisional yang mungkin saja bisa kita terapkan lagi. Entah dengan berbagai alasan yang digunakan. Karena terpaksa? Karena sudah tidak ada inovasi? Ya itu semua jawabannya muncul dari kita sendiri untuk terhindar dari mitos dengan tujuan mencapai logos. Berusaha mengembangkan ilmu yang sudah dimiliki untuk selalu melakukan penelitian yang bermakna dan memunculkan inovasi inovasi terbaru yang sesuai dengan ruang dan waktunya.

    ReplyDelete
  5. Arina Husna Zaini
    PEP S2 B
    17701251024
    Assalamualaikum Wr.Wb

    Terima kasih Prof. Analogi ini benar-benar indah dan menarik. Penggambaran dua system pendidikan yang memiliki struktur masing-masing. Jangkrik sore hari merupakan gambaran pendidikan tradisional yang masih fokus dalam permasalahan pokok pendidikan seperti bagaimana mengajar? Bagaimana menyampaikan materi dengan baik? . Sedangkan dunia pagi merupakan gambaran pendidikan inovatif yang lebih fokus pada inovasi dan budaya seperti meliputi bagaimana melayani kebutuhan siswa belajar? Bagaimana mengembangkan LKS?. Ia diharapkan permasalahn dalam system tradisional dapat segera terselaikan dan bergerak menuju arah pendidikan inovasi. Terima Kasih

    ReplyDelete
  6. Terimakasih bapak atas sharing ilmunya yang dapat mencerahkan kembali pemikiran para pendidik dan memberi kami semangat sebagai seorang guru untuk segera move on dari pembelajaran tradisional biasa ke pembelajaran yang lebih inovatif, pembelajaran yang lebih bermanfaat bagi semua siswa, pembelajaran yang bisa lebih bermakna bagi siswa, semoga kita semua bisa menjadi guru yang terbaik.


    Nama : Frenti Ambaranti
    NIM : 17709251034
    Kelas : S2 Pendidikan Matematika B

    ReplyDelete
  7. Junianto
    PM C
    17709251065

    Analogi yang disampaikan Prof dalam artikel ini cukup sederhana tetapi sampai kepada permasalahan yang terjadi. Persoalan dalam dunia pendidikan memang tak akan pernah selesai karena pendidikan juga sangat dinamis. Yang jadi permsalahan adalah kebiajakan pemerintah yang terkesan menjadikan pendidikan sebgai proyek. Maka dari itu, sudah seharusnya pendidikan memang ditempatkan sebagaiman mestinya sehingga tujuan pendidikan nasional bisa tercapai.

    ReplyDelete
  8. Arung Mega Ratna
    17709251049
    PPs PMC 2017


    Dua kutub yang ada di dunia pendidikan adalah pendidikan tradisional dan pendidikan inovatif. Keduanya merupakan dua sistem yang jelas sangat berbeda. Menginginkan perubahan dari arah tradisional menuju pada pendidikan yang inovatif adalah satu perubahan yang diidam-idamkan pada saat ini. Namun sayangnya perubahan dari tradisional menuju ke inovatif bukanlah menjadi perkara mudah. Menyadari bahwa pendidikan inovatif dibutuhkan saat sekarang adalah modal utama untuk perubahan ini, selanjutnya bijak terhadap ruang dan waktu adalah solusi yang akan membawa perlahan jalan tradisional menuju ke inovatif. Dalam upaya kita menciptakan pendidikan yang inovatif, semoga mendapatkan ridho-Nya. Amin.

    ReplyDelete
  9. Nama : Mirza Ibdaur Rozien
    NIM : 17709251064
    Kelas : Pascasarjana Pendidikan Matematika C

    BISMILLAHIRROHMANIRROHIM
    Perubahan mindset dari seorang guru untuk menjadi yang lebih baik memang harus harus selalu dilakukan. Salah satunya adalah dengan memberikan pelatihan inovasi bagi mereka para guru, khususnya guru yang bisa dikatakan berumur guna merubah kebiasaan mereka yang masih tergolong memberikan pembelajaran tradisional menjadi pembelajaran inovatif. Hal ini akan membantu guru yang tidak inovatif akan menjadi mengerti arti bahwa menjadi seorang guru itu tugasnya juga memberikan inovasi dalam pembelajaran mereka.
    TAMMA BIHAMDILLAH

    ReplyDelete
  10. Ulivia Isnawati Kusuma
    17709251015
    PPs Pend Mat A 2017

    Pembelajaran yang berhasil adalah ketika pembelajaran itu dapat memfasilitasi kemampuan siswa agar dapat berkembang sesuai dengan kemampuan mereka. Sehingga pembelajaran yang baik itu bukan pembelajaran yang monoton saja metodenya, tetapi selalu melakukan inovasi dalam pembelajaran. Tentu saja siswa juga akan lebih senang dan tidak bosan ketika pembelajaran yang dilakukan tidak itu-itu saja, tetapi disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan.

    ReplyDelete
  11. Rahma Dewi Indrayanti
    17709251038
    PPS Pendidikan Matematika Kelas B

    Sebagai seorang guru, seharusnya dapat selalu berinovasi dalam cara mengajar. Inovasi disini tentunya disesuaikan dengan kondisi siswa, kondisi lingkungan, ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran, info terkini, dan tentunya disesuaikan dengan tujuan pembelajaran yang ada (sesuai dengan standar kompetensi dan kompetensi dasar pada kurikulum yang berlaku), dan lain-lain hal yang bersesuaian. Dengan demikian guru lebih dapat memberikan pembelajaran yang bermakna kepada peserta didik. Kebermaknaan dalam pembelajaran sangat diperlukan oleh peserta didik, dengan hal itu peserta didik lebih dapat menyerap pembelaran yang saling berkaitan.

    ReplyDelete
  12. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  13. Mariana Ramelan
    17709251056
    S2 Pend. Matematika C 2017

    Melihat judul “Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari” saya langsung tertarik membacanya. Ternyata isinya juga sangat menarik. Pagi dan Sore merupakan kiasan dalam menggambarkan dua dunia yang memiliki perbedaan terkait sifatnya, kodratnya, persoalan-persoalan yang terjadi dll. Berbicara dunia pendidikan, setiap waktu entah pagi maupun sore bahkan malam, Guru dituntut untuk memikirkan Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; dan Bagaimana-bagaimana yang lainnya... Pertanyaan tersebut menurut saya sangat berat. Berbagai cara menurut saya guru pasti telah berusaha keras mengajarkan sebagaimana mestinya dan sebaik-baiknya untuk siswanya. Terkait hasil kita tidak bisa menentukan, yang jelas kita sebgai guru teruslah berusaha menjadi guru yang kreatif dan inovatif sehingga mampu menjawab smeua pertanyaan tersebut. Dan yang terpenting adalah selalu memoohon Ridho Allah SWT.

    ReplyDelete
  14. Dewi Thufaila
    17709251054
    Pendidikan Matematika Pascasarjana C 2017

    Assalamualaikum.wr.wb

    Perubahan para digma pendidikan disesuaikan dengan perkembangan jaman dan kurikulum yang sedang berlaku dalam proses pembelajaran. Pada Kurikulum 2013 ini tidak bisa guru mengandalkan teacher center dan proses pembelajaran yang tradisional. Tetapi sekarang lebih ke student center sedangkan guru hanya sebagai fasilitator, untuk mengembangkan inovasi, kreatif, dan sikap siswa

    Wassalamualaikum.wr.wb

    ReplyDelete
  15. Firman Indra Pamungkas
    17709251048
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Assalamualaikum Warohmatullah Wabarokatuh
    Guru dunia sore terfokus pada cara mentransfer pengetahuan dengan baik dengan menganggap siswa sebagai empty vessel sedangkan guru dunia pagi terfokus pada cara memfasilitasi yang mempunyai kemampuan awal yang berbeda-beda agar dapat mengkonstruksi pengetahuannya sendiri. Perbedaan persepsi ini terlihat sangat jauh berbeda. Dunia berubah setiap detiknya. Oleh karena itu para guru di Indonesia juga harus mulai berubah ke arah yang lebih baik. Saat ini di Indonesia para guru sedang dipaksa untuk berpindah dari dunia sore menuju dunia yang mendekati pagi. Sedikit demi sedikit nantinya para guru di Indonesia akan menjadi guru dunia pagi yang inovatif. Perubahan ini bukanlah hal yang mudah namun insyaallah dapat berhasil jika para guru dan educationist di Indonesia berikhtiar dengan sungguh-sungguh.

    ReplyDelete
  16. Latifah Fitriasari
    17709251055
    PPs PM C

    Dari artikel diatas, saya berpikir bahwa Kicauan antara burung di pagi hari dan suara jangkrik di sore hari tentu berbeda. Jika kita diberikan pilihan untuk mendengar tentu kita akan memilih mendengarkan kicauan burung di pagi hari bukan? Itu lebih mengasyikan dan juga mententramkan. Seperti itukah gambaran pendidikan di indonesia jika kita disuruh memilih kita tentu akan memilih pendidikan yang inovatif yang memberikan kebebasan siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Membiarkan siswa untuk berekplorasi untuk menemukan sesuatu yang baru. Siswa diberi keleluasaan menentukan sendiri pembelajaran seperti apa yang diinginkan dan peran guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete
  17. Gamarina Isti R
    17709251036
    Pendidkan Matematika Kelas B (Pascasarjana)

    Pembelajran inovatif memang pembelajaran yang sesuai dengan kondisi kurikumum di Indonesia saat ini, pembelajran inovatif dapat membuat siswa lebih mengedepakan kerja kerasm ras ingin tahu yang tinggi dan berkreatif. Hal inilah yang diperlukan untuk menjalani kehidupan abad 21. Selain itu pembelajaran inovatif memiliki dampak long term memory karena isswa terlibat secara langsung dalam pembelajran yang mengakibatkan siswa memiliki pengalaman secara langsung dalam pembelajaran tersebut sehingga dengan pengalaman tersbeut siswa akan lebih mudah mengingat pembelajaran yang dilakukan.

    ReplyDelete
  18. Ilma Rizki Nur Afifah
    17709251020
    P. Mat A S2 UNY

    Pagi hari dan sore hari diibaratkan dari metode pembelajaran inovatif dan tradisional. Setiap metode yang digunakan memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing. Guru perlu untuk mengetahui metode mana yang cocok diterapkan di kelas dengan memperhatikan materi yang diajarkan, kondisi siswa, dan kondisi kelas.

    ReplyDelete
  19. Yusrina Wardani
    17709251057
    PPs PMAT C 2017
    Baru memulai membaca judulnya saja saya yakin pembaca sudah tertarik untuk membaca lebih jauh mengenai isi artikel ini. Ternyata judul tersebut adalah sebagai kiasan bahwa pembelajaran tradisional adalah jengkerik di sore hari dan pembelajaran inovatif adalah burung di pagi hari. Peralihan di antara keduanya membutuhkan suatu proses dan dalam menjalankan proses itu guru harus menyelaraskannya dengan ruang dan waktu. Perubahan adalah suatu kelaziman. Setiap manusia, hewan, dan tumbuhan tentu akan mengalami perubahan seiring dengan ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  20. Irham Baskoro
    17709251004
    S2|Pendidikan Matematika A 2017|UNY

    Dalam postingan di atas pagi hari diibaratkan dunia pendidikan yang progresif, sementara sore hari diibaratkan seperti dunia pendidikan yang tradisional. Seperti dalam kodrat Tuhan , bahwa pagi dan sore tidak mungkin bisa bertemu. Namun ada gejala-gejala alam yang terjadi pada sore hari dapat terjadi di pagi hari, begitupun sebaliknya. Contohnya bahwa tidak selamanya pagi hari itu terang dan sore hari mulai gelap, bisa saja pagi itu mendung gelap dan hujan deras, namun sore hari sudah reda dan sinar matahari terlihat terang. Begitu juga dengan kondisi kita memandang pagi dan sore tidak selalu sama. Pendidikan yang tradisional dan progresif tidak bisa dipandang sebagai kejadian yang terpisah begitu saja, keduanya dapat menjadi suatu metode pembelajaran yang dapat saling melengkapi dan saling bergantian untuk diterapkan tergantung situasi, kondisi, dan karaktersitik peserta didik.

    ReplyDelete
  21. Muh Wildanul Firdaus
    17709251047
    Pendidikan matematika S2 kls C

    Kicauan antara burung di pagi hari dan suara jangkrik di sore hari tentu berbeda. Jika kita disuruh mendengar tentu kita akan memilih mendengarkan kicauan burung di pagi hari bukan? Itu lebih mengasyikkan. Seperti itukah gambaran pendidikan di Indonesia jika kita disuruh memilih kita tentu akan memilih pendidikan yang inovatif yang memberikan kebebasan siswa untuk mengembangkan segala potensi yang dimilikinya. Membiarkan siswa untuk bereksplorasi untuk menemukan sesuatu yang baru. Siswa diberi keleluasaan menentukan sendiri pembelajaran seperti apa yang diinginkan dan peran guru hanya sebagai fasilitator.

    ReplyDelete

  22. Kholifatun Nur Rokhmah
    17709251011
    Pend. Matematika A 2017

    Setelah membaca elegi diatas, yang saya pahami adalah bahwa elegi tersebut membicarakan tentang pembelajaran matemtika, dimana pembelajran dengan metode tradisional diumpamakan dengan dunia sore hari yang berarti hampir mencapai waktunya untuk segera berhenti. Sedangkan pembelajaran inovatif diumpamakan sebagai dunia pagi, yaitu pembelajaran yang masih sangat baru yang berusaha melalui harinya. Disini diceritakan bahwa terkadang tidak dapat dibedakan apakah yang sedang dialami dunia sore atau dunia pagi. Seperti pada percobaan penerapan pembelajaran inovatif, terkadang kita telah berusaha membuat pembelajaran yang kita pandang inovatif, namun pada pelaksanaanya kita tidak bisa terlepas dari bayang-bayang pembelajaran tradisional. Sehingga kita bingung untuk membedakan apakah hal seperti ini sudah dikatakan sebagai pembelajaran inovatif.

    ReplyDelete
  23. Nama: Dian Andarwati
    NIM: 17709251063
    Kelas: Pendidikan Matematika (S2) Kelas C

    Assalamu’alaikum. setiap hal memiliki ruang dan waktunya sendiri. seperti halnya sore dan pagi hari, seperti jangkrik dan burung. Perubahan tentu terjadi seperti pagi yang bergerak menjadi sore, perubahan yang sudah ditakdirkan dan tak bisa diubah lagi. Perubahan yang tak terelakkan dengan objeknya sendiri-sendiri. sama halya dengan pendidikan, pendidikan juga bergerak, berubah menuju ke pendidikan yang lebih baik lagi. Dari pendidikan berpusat pada guru berubah menjadi guru yang memfasilitasi siswa. Invasi juga perlu dilakukan guru dalam mengajar, agar tak tertinggal dari jaman yang terus bergerak maju.

    ReplyDelete
  24. Isoka Amanah Kurnia
    17709251051
    PPs Pendidikan Matematika 2017 Kelas C

    Memang sulit mengubah paradigma pembelajaran di Indonesia. Mungkin amat sangat sulit untuk mengadaptasi gaya pendidikan di negara maju untuk diterapkan di Indonesia, karena paradigma itu sendiri terlalu mendarah daging. Jangankan mengubah kiblat pendidikan, mengubah kurikulum saja sulitnya minta ampun. Saya masih menemui 80% guru di lapangan masih menggunakan metode ekspositori, padahal sudah banyak inovasi dan strategi yang digalakkan oleh pemerintah. Alasannya karena metode itu 'lebih simpel, lebih gampang'. Jika tren baru tidak pernah dicoba maka mustahil kicauan burung di pagi hari akan bergema di Indonesia. Berapa dekade lagi kita akan terjebak di dunia jangkrik di sore hari?

    ReplyDelete
  25. Putri Solekhah
    17709251006
    S2 Pend. Matematika A

    Assalamu'alaikum wr wb,

    Dunia pagi dan sore hari dalam artikel ini dimaksudkan untuk menunjuk dunia pendidikan matematika tradisional di Indonesia dan dunia pendidikan matematika inovatif di Inggris. Permisalan pagi dan sore hari digunakan karena keduanya memiliki ciri khasnya masing-maing, baik itu unsur pembentuk maupun sifat-sifat serta auranya yang berbeda. Begitu pula dengan pendidikan di Indonesia dan di Inggris, memiliki perbedaan unsur-unsur dan pertanyaan yang muncul di keduanya. Jika dalam pendidikan matematika di Indonesia pertanyaan yang muncul ialah bagaimana guru mentransfer ilmu ke siswa, maka pertanyaan yang muncul di dalam pendidikan matematika Inggirs ialah bagaimana guru memfasilitasi siswa dalam membengun pengetahuan matematikanya sendiri. tentu jawaban yang dikejar oleh keduanya juga merujuk pada pertanyaan yang ada. Sehingga dapat disimpulkan bahwa kurang majunya sistem pendidikan di Indonesia berasal dari paradigm guru atau tenaga pengajarnya itu sendiri dalam memandang suatu masalah pendidikan.

    ReplyDelete
  26. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Melirik pendidikan bangsa kita, nampaknya kicauan burung di pagi hari masih sangat kalah dengan engkrikan jengkrik di sore hari meskipun jumlah burungnyapun telah ditingkatkan. Inovasi terhadap pendidikan seolah hal yang begitu sulit untuk menjalar dalam sistem pendidikan yang telah bergulir. Hal utama penyebab ini tentu sebagian guru yang masih tertutup terhadap perubahan. Mereka masih bertahan dengan pembelajaran tradisional yang memberikan kenyamanan karena tidak membutuhkan persiapan yang banyak. Hal ini bila terus dibiarkan tentu pergerakan terhadap pendidikan kita akan sangat lamban bahkan terhambat. Maka diperlukan kesadaran guru untuk dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan yang ada.

    ReplyDelete
  27. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Persoalan dan pertanyaan yang muncul dari guru pemegang dunia sore tidak akan penah habisnya jika pergerakan dan perubahan tidak dilakukan. Seyogyanya pertanyaan-pertanyaan tersebut akan terjawab seiring dengan adanya pengalaman dan inovasi terhadap pembelajaran. Metode-metode pembelajaran terus berkembang, hasil penelitian terkait pembaharuan sistem pendidikan terus meningkat maka sangat disayangkan jika perkembangan yang ada tidak dijadikan landasan dalam melakukan inovasi pembelajaran. Guru perlu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait perkembangan yang ada serta perlahan mengadopsi pembaharuan tersebut untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

    ReplyDelete
  28. Novita Ayu Dewanti
    17709251053
    S2 PMat C 2017

    Bismillah
    Perbedaan pendekatan pendidikan merupakan sunatullah, seperti hal nya perbedaan pagi dan sore. Dengan adanya perbedaan menunttu kita untuk saling memahai satu dan lainnya. Dengan adanya pemahaman yang berbeda membuat kita saling memahami satu dengan lainnya serta saling melengkapi.

    ReplyDelete
  29. Elsa Susanti
    17709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2017 Kelas B

    Keefektifan pembelajaran akan dirasakan apabila pembelajaran dijalankan berdasarkan pemahaman guru terkait karakteristik dan pola pikir siswa. Seyogyanya tiadalah yang paling memahami perubahan apa yang perlu dilaukan dalam proses pembelajaran selain guru itu sendiri. Karena kekurangan dan permasalahan pembelajaran seutuhnya hanya dipahami oleh guru. Guru tidak hanya dituntut akan pemahaman tersebut namun juga dituntut untuk melakukan inovasi dalam mengatasi permasalahan yang ada. Segala kebutuhan siswa baik akan teknik pembelajaran maupun sumber belajar yang sebenar-benar harus lahir dari kreativitas guru dan kesadaran guru untuk pentingnya melakukan perubahan.

    ReplyDelete
  30. Wisniarti
    17709251037
    PM B Pascasarjana

    Pelajaran yang dapat diambil dalam postingan ini yaitu proses dalam memperbaiki diri itu bukanlah sesuatu yang instan dan langsung. Namun terdapat banyak sekali proses yang dilakukan. Begitupla ketika memperbaiki pendidikan tradisional menuju pendidikan inovatif. Tidak jarang mengalami kebimbangan dan kebingungan. Kebingungan untuk memulai dari mana, kebingungan apakah sistem pendidikan yang baru ini sesuai apa tidak dengan pembelajaran berikutnya. Akan tetapi apabila pembaharuan itu dilakukan karena penelitian langsung atau dari subjek yang mengalami langsung, diharapkan pembelajaran yang inovatif itu akan dapat diterima dengan perlahan oleh pelaku pendidikan.

    ReplyDelete
  31. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C


    Kita harus memperhatikan semesta pembicaraan saat terlibat dalam situasi apapun. Hal ini penting karena suatu peraturan menganai konsep penting yang tengah diperbincangkan erat kaitannya dengan semesta pembicaraan, sehingga saat kita berbicara mengenai menu makanan di pagi hari dan di sore hari tentu saja berbeda. begitu pula konsep lainnya, ada dimana dan kapan merupakan hal yang harus kita perhatikan demi terciptanya harmoni dalam kehidupan. wallahu a'lam

    ReplyDelete
  32. Fitri Ni'matul Maslahah
    17709251058
    PPs PM C

    Sama halnya dalam penelitian, subyek penelitian acap kali memberikan jawaban yang berbeda bergantung situasinya. Jika seorang responden ditanya motivasi belajar pada mata pelajaran di jam pertama bisa saja ia jawab baik, karena hari masih pagi dan pikiran masih fresh. Namun jawaban lainnya bisa saja keluar dari siswa jika ditanya di jam akhir, hal ini tentu akan mengakibatkan jawabandari pertanyaan penelitian menjadi bias, sehingga kita harus melakukan triangulasi data guna mendapatkan data yang benar-benar mewakili situasi di lapangan. Wallahu a'lam

    ReplyDelete
  33. Atik Rodiawati
    17709251025
    S2 Pendidikan Matematika B 2017

    Mengubah sesuatu memang tidak mudah. Apalagi merubah hal fundamental yang sudah sejak lama berakar di Indonesia, seperti halnya mengubah kurikulum yang lebih menguntungkan ke siswa. Guru akan lebih ekstra belajar dan mengubah banyak hal dalam gaya belajar, media dan penilaian terhadap siswanya. Ini tentu akan memberatkan guru dan sekolah. Padahal hal ini berdampak baik pada kemajuan siswa dan secara tidak langsung akan meningkatkan profesionalisme guru. Jangan khawatir terhadap perubahan apalagi perubahan ke arah yang lebih baik.

    ReplyDelete