Feb 12, 2013

Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari


Ass, alhamdulillah...saya merasa terharu karena baru saya postingkan Judulnya, tetapi sudah mendapat tanggapan yang bersemangat dengan 7 (tujuh) komen. Semoga selalu tetap terjaga semangat. Amin.

Yang terjadi dengan awal posting ini adalah ketika saya membaca komen-komen Bapak/Ibu berkaitan Incommensurability dan Siswa Menentukan Kurikulum, saya menangkap ada nuansa kebingungan atau kepanikan (dalam tanda petik) dari para Guru, dikarenakan adanya kesadaran ontologis akan makna Dunia Lain dari Pendidikan yang saya Kenalkan dari Konteks Inggris. Jadi saya sedang melihat adanya gerakan sintesis  dari Tesis Dunia Sore Hari (mungkin, Pendidikan Tradisional Indonesia) terhadap Anti-tesis Dunia Pagi Hari (mungkin contohnya, Pendidikan Progressif Inggris). Dunia masing-masing dengan konteksnya itulah yang kemudian ingin saya tulis dan saya beri judul sebagai "Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari". Jika diperhalus maka judulnya menjadi "Kicauan Burung di Pagi Hari dan Engkerikan Jengkerik di Sore Hari". Judul yang setara dapat dibuat misalnya "Embun di Pagi Hari dan Hujan di Sore Hari". Agar tidak lupa menulisnya maka saya tuliskan judulnya dulu, kemudian akan saya lanjutkan jika sudah sampai waktunya.

Berikut sintesisnya:
Pagi dan Sore adalah Dunianya masing-masing lengkap dengan strukturnya, kontennya, aturannya, sifat-sifatnya. Bahwa Kicauan Burung itu dilazimkan terjadi di Dunianya Pagi hari, sedangkan Engkerikan Jengkerik dilazimkanterjadi pada Dunianya Sore hari. Bahwa Embun di lazimkan jatuh di Pagi Hari, sedangkan Hujan dilazimkan di sore hari. Itu semua adalah kewajaran dan hukumnya Sunatullah. Maka orang Jawa mengenal istilah "Ngebun-ngebun Enjang, jejawah Sonten" artinya adalah Lumrah bahwa Embun itu di Pagi hari dan Hujan di Sore hari, untuk melazimkan bahwa Meminang seorang Gadis itu juga merupakan suatu kelaziman, yang tidak perlu diper Herankan. Kemana arah pembicaraan saya?

Pagi Hari dan Sore Hari masing-masing adalah Dua Dunia dengan segala sifatnya dan kodratnya. Dia mempunyai Persoalannya masing-masing; dia mempunyai PERTANYAANNYA masing-masing. Jika kita kiaskan Dunia Pendidikan Tradisional Kita sebagai Dunia Sore, maka akan dijumpai segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya yang BERBEDA dengan segala Persoalan dan Pertanyaan dari para Penghuninya Dunia Progressif Inggris di Pagi Hari. Terkadang dijumpai bahwa Persoalan dan Pertanyaan tidak mampu melampaui Dunianya karena Kodratnya. Mereka terikat oleh Paradigmanya masing-masing; sedangkan Filsafat berupaya untuk melepas belenggunya.

Persoalan dan Pertanyaan dari Kita Guru-guru penghuni Dunia Sore Pendidikan Tradisional tidak mampu keluar dari pertanyaan: Bagaimana mengajar dengan baik?; Bagaimana menyampaikan materi dengan baik?, Bagaimana memberi bekal sebanyak-benyaknya?; Bagaimana menyelesaikan kurikulum?; Bagaimana membuat siswa merasa senang belajar?; Bagaimana mencapai kelulusan maksimal?; Bagaimana memotivasi siswa?; Bagimana memberi Appersepsi?; Bagaimana mengaktifkan siswa; Bagaimana menjelaskan materi dengan baik? Bagaimana mengajarkan materi yang sama, untuk siswa yang berbeda, dengan waktu yang sama, agar diperoleh hasil yang sama? Bagaimana agar siswa tertib mengikuti pelajaran?.....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Sore Pendidikan Tradisional, yang secara Laten dan Immanent selalu ada sebagai Ruh dan Jiwanya Dunia Sore. Paradigma itu meliputi: Transfer of knowledge; Transfer of learning; Murid sebagai Empty Vessel; External Evaluation (UN); Test Objective; External Motivation; Homogenous (Penyeragaman); Pendidikan adalah Investasi; Ilmu sebagai Struktur; Content Based Curriculum; Separated BasedCurriculum; Pendidikan bersifat tertutup..dst.

Persoalan dan Pertanyaan Guru-guru Penghuni Dunia Pagi Pendidikan Innovatif berakar dan membudaya meliputi: Bagaimana melayani kebutuhan siswa belajar?; Bagaimana mengembangkan LKS?; Bagaimana mengetahui Perbedaan Kemampuan siswa? Bagaimana menindaklanjuti keinginan siswa? Bagaimana memfasilitas agar pada waktu yang berbeda, siswa yang berbeda, dapat mempelajari matematika atai sain yang berbeda, dengan hasil yang tentunya okelah berbeda; Bagaimana mengembangkan assessment?; Bagaimana mengembangkan Portfolio siswa?;  Bagaimana mengembangkan Variasi Media, Variasi Metoda, Variasi interaksi; Bagaimana mengembangkan metode diskusi....Maka semua Persoalan dan Pertanyaan yang muncul selalu berkaitan dengan Paradigma Dunia Pagi Pendidikan Inovatif yang secara Laten dan Immanent memang menjadi ciri khasnya Dunia Pagi.

Dengan susah payah saya berusaha menggambarkan bagaimana Sulitnya dan Pengorbanan memasuki dan berusaha beradaptasi dengan Dunia Baru yaitu dari Dunia Sore Tradisional menuju Dunia Pagi Inovatif. Diperlukan kondisi Ekstrinsik yang sangat kuat dari dalam diri berupa Niat, Semangat, Sikap, Pengetahuan, Ketrempilan dan Pengalaman agar perjalanan Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalaupun hal demikian sudah terpenuhi maka masih mengalami persoalan-persoalan dari Luar dirinya baik yang bersifat Ekstrinsik maupun Sistemik. Maka Hermenitika yaitu terjemahan dan diterjemahkan menjadi sangat penting agar seorang Guru dari Penghuni Sore Pendidikan Tradisional mampu Hijrah dengan kesopan santunan terhadap Ruang danWaktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau kita telah berusaha memasuki Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, maka kita menjumpai bahwa ternyata Nyanyian, Kicauan dan Serangga-serangga pun berbeda.

Itulah sekali lagi, betapa tidak mudah melakukan Inovasi Pendidikan. Secara filsafati aku menemukan bahwa Inovasi itu ternyata tidak lain tidak bukan adalah Diriku sendiri. Diriku itulah Dunia Pagi Pendidikan Inovatif. Jikalau di Pagi hari masih terdengar suara Jengkerik, maka gejala aneh apa yang sedang aku alami. Jika di sore hari turunlah Embun, maka gejala aneh apa lagi pula yang sedang aku alami. Sadar, sopan, dan santun terhadap Ruang dan Waktunya Dunia Pagi Pendidikan Inovatif sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Keterampilan dan pengalaman sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Diperlukan diri, orang lain, ekstrinsik dan sistemik, yang merupakan kesadaran bersama dan gerakan tindakan bersama untuk sampai kesana. Aku tidak bisa membayangkan jika diriku tidak menyadarinya; maka semua yang berasal dari luar diriku akan terasa sebagai beban bahkan bencana bagiku. Aku menjadi ragu-ragu apakah aku perlu bertanya perlukah aku atau bisakah aku mencegah diriku berpindah atau hijrah dari Sore menuju Pagi? Kadang-kadang aku juga bingung saat ini masih Sore atau sudah Pagi? Suara apakah itu? Apakah itu suara Jengkerik? ataukah suara Burung? Aku agak sulit membedakan karena sumber suaranya terlalu jauh dan lemah. Tetapi suara yang dekat ini walaupun keras, tetapi polanya tidak karuan, sehingga akupun sulit membedakan apakah suara Jengkerik atau suara Burung. Aku heran temanku itu, kenapa dengan lihainya bisa menirukan Kicauan Burung Cocak Rawa di Pagi hari? Walaupun demikian, bagaimanapun akau masih tetap bersyukur, karena setidaknya aku mulai bisa membedakan bahwa saatnya kini sudah mendekati Waktu Pagi. Ah..aku jadi agak malu jika ketahuan temanku, jika aku tidak mampu membedakan Sore dan Pagi bukankah itu metaforanya aku tidak mempu membedakan Tradisional dan Inovatif?

Di tengah kegalauan pikirku, muncul terang Filsafatku yang menuntun diriku yang mengatakan bahwa "bukankah perpindahan Sore menuju Pagi itu juga sebuah Kelaziman yaitu Sunatullah?" Oh kalau begitu aku telah menemukan kembali simpanan Filsafatku bahwa untuk Hijrah dari Dunia Sore Pendidikan Tradisional menuju Dunia Pagi Pendidikan Inovatif, aku harus mengembangkan sopan santunku terhadap Ruang dan Waktunya. Di Pagi Hari nanti seakan aku tidak sabar ingin Berkicau layaknya Burung Cocak Rawa. Kicauanku akan aku selaraskan dengan Hakekat dan Sifat-sifat Dunianya Pagi. Itulah ikhtiarku. Itulah juga ketetapanku. Aku ingin mempelajari lebih lanjut Fenomena Incommensurability dan Fenomena Siswa Menentukan Kurikulum yang diberikan contoh oleh Dosenku. Aku tidak ingin hanya mengetahui, tetapi aku ingin menghayati dan mengimplementasikan, karena aku juga telah menemukan Ontologisnya bahwa Perbedaan Individu itu ternyata juga Sunatullah.

Di dalam jatuh bangunnya perjalananku ini, untuk mengisi sisa hidupku ini, agar konon mampu menjadi seorang Guru yang Inovatif, ternyata aku menemukan fakta baru lagi, karena semua yang baru aku ungkapkan itu hanyalah sebagian kecil dari aspek Hidupku, sedangkan dalam dan di luarnya, ini dan selebihnya ternyata aku harus memohon Pertolongan dan Memanjatkan Doa ke Hadlirat Allah SWT semoga apa yang aku sadari, aku cita-citakan di Ridai dan dikabulkan.

Amin.

34 comments:

  1. Muh. Fachrullah Amal
    18709251036
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Proses menuju dunia sore Pendidikan Tradisional ke dunia pagi Pendidikan Inovatif tidaklah mudah, karena banyak hal yang dapat mempengaruhi dalam persoalan tersebut seperti kemungkinan munculnya pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggaduhkan pikiran. Nah, untuk melakukan proses hijrah dari dunia sore ke dunia pagi diperlukan kondisi ektstrinsik yang kuat dari dalam diri seperti niat yang tulus, semangat, sikap, pengetahuan, keterampilan serta pengalaman-pengalaman kehidupan. Ternyata proses hijrah dari guru tradisional ke guru inovatif hanyalah sebagian kecil ketika melihat hanya keinginan yang kuat, melainkan semuanya itu adalah berkat pertolongan Allah Ta’ala dan Ridho-Nya. Semoga kita sebagai guru terus mampu untuk melakukan berbagai inovasi dalam pembelajaran matematika.

    ReplyDelete
  2. Agnes Teresa Panjaitan
    S2 Pendidikan Matematika A 2018
    18709251013

    Menurut saya Perumpaan yang digunakan pada tulisan diatas adalah perumpaan yang tepat dalam menggambarkan kondisi dan situasi dunia pendidikan saat ini. Pagi dan sore( pendidikan inovatif dan pendidikan pendidikan tradisional tentu merupakan dua kondisi yang berbeda, dan satu hal penting yang perlu diperhatikan oleh guru/ peran penting dalam dunia pendidikan, harus mampu membedakan keadaan pagi dan sore. Sehingga ketika situasi menunjukkan keadaan "pagi" guru tidak merasa kebingungan dalam menghadapinya.

    ReplyDelete
  3. Fany Isti Bigo
    18709251020
    PM A PPs UNY 2018

    Terdapat kesenjangan antara dunia pagi hari dan dunia sore hari. Untuk berubah dari satu dunia ke dunia yang lain perlu usaha, semangat dan kerja keras untuk dapat menginovasi dunia jengkrik di sore hari menuju dunia burung di pagi hari. Memang tidak mudah menggapai pembelajaran yang ideal, dengan kreativitas siswa dan potensi guru yang mampu mengembangkan metode pembelajaran yang dapat membuat pembelajaran siswa menyenangkan. Namun, akankah kita selalu berada dalam pembelajaran tradisional yang beranggapan bahwa siswa adalah tong kosong yang harus diisi sampai penuh. Guru hendaknya tidak melihat pembelajaran sebagai suatu masalah yang akan dicari solusinya tetapi berniat dan berusaha untuk kreatif menginovasi proses pembelajaran yang ada.

    ReplyDelete
  4. Aan Andriani
    18709251030
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb
    Dunia sore dalam pembelajaran dianggap sebagai pembelajaran tradisional. Sedagkan dunia pagi dalam pembelajaran dianggap sebagai pembelajaran yang inovatif. perpindahan sore menuju pagi merupakan sebuah kelaziman. Perlu adanya perubahan yang lebih baik dalam sistem pembelajaran ini. Namun jangan lupa juga, dalam melakukan perubahan tentu harus adanya pertimbangan-pertimbangan untuk memutuskan apa perubahan itu benar-benar baik atau tidak. Peran pengalaman disini tentu penting juga untuk melihat bagian mana dalam pembelajaran tradisional yang harus dirubah agar dapat menciptakan inovasi-inovasi yang terbaru. Jangan hanya berdasarkan keinginan tanpa adanya sebuah pertimbangan.
    Wassalamualaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  5. Cahya Mar'a Saliha Sumantri
    18709251034
    S2 Pendidikan Matematika B

    Assalamualaikum wr.wb.
    Perbandingan atau persamaan atau malah kombinasi antara burung di pagi hari dan Jengkrik di sore hari berkenaan tentang pembelajaran masa dulu dan masa kini. Tidak ada yang salah dengan pembelajarannya, tetapi hanya memperbaikinya menjadi lebih baik dan lebih mengikuti jaman yang semakin berkembang tidak hanya dari sumber manusianya tetapi juga dari teknologi. Pembelajaran jaman dulu yang selalu berkesan lebih ke arah ceramah, mendengarkan dan duduk meskipun tidak semuanya seperti itu dibandingkan dengan pembelajaran jaman sekarang yang banyak sekali metode-metode pengajaran yang akan lebih mengajak siswa ikut aktif dan peran guru akan menjadi pendamping bukan memimpin di depan kelas. Bagai burung dan jengkrik yang kesannya berlawanan tetapi haruslah tetaplah berkawan meskipun jengkring menjadi sasaran burung untuk dimangsa. Pembelajaran jaman dulu juga jangan termakan oleh pembelajaran jaman sekarang, hanya ditambahkan saja komposisinya agar lebih matang.

    ReplyDelete
  6. Luthfannisa Afif Nabila
    18709251031
    S2 Pendidikan Matematika B 2018
    Assalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh.
    Luar biasa antusiasme para pembaca, baru membaca judulnya saja banyak yang berkomentar, apalagi ditambah dengan isinya. Dari judulnya saja saya sebagai pembaca juga mengaku tertarik “Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari”, suatu analogi yang tepat ukuran. Kita tahu bahwa di pagi hari burung berkicau dengan merdunya dan di sore hari jengkerik mengerik dengan riangnya. Sesungguhnya lebih tepatnya jengkerik itu mengerik di malam hari, tapi tidak apa-apa, sore hari dekat dengan malam hari, 11 12. Tidak masalah, itu hanya analogi. Intinya adalah burung di pagi hari itu sebuah ibarat dari Pendidikan inovatif dan jengkerik di sore hari itu sebuah ibarat dari Pendidikan tradisional. Dua hal yang berbeda. Seperti kita ketahui bersama bahwa pendidikan tradisional dan pendidikan inovatif memiliki persoalannya masing-masing dan dewasa ini guru dituntut untuk hijrah dari pendidikan tradisional menuju pendidikan inovatif. Tidak mudah memang. Namun pepatah mengatakan “Bisa karena terbiasa”. Untuk melakukan perubahan, perlu persiapan dan perbekalan yang matang. Secara filsafat, inovasi itu ternyata tidak lain tidak bukan adalah diri guru itu sendiri. Jadi, untuk berubah itu tergantung bagaimana guru itu melakukan inovasi. Dan ditambah diperlukan kesadaran bersama dan gerakan tindakan bersama untuk bisa sampai kesana.
    Wassalamu'alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh

    ReplyDelete
  7. Eka Puspita Sari
    18709251035
    S2 PM B 2018

    Sewaktu membaca judulnya, awalnya saya berpikir Bapak akan membahas tentang pernikahan atau lebih tepatnya proses lamaran dalam adat jawa yang pernah Bapak katakan dikelas. Namun ternyata salah, mungkin ini yang dinamakan satu kata berjuta makna.
    Burung dipagi hari jangkrik disore hari merupakan sebuah kiasan untuk dunia pendidikan tradisioanal dan modern. Untuk menuju pagi kita harus melewati gelapnya malam terlebih dahulu dan mungkin derasnya hujan juga akan menemani perjalanan menuju pagi. Begitu pula dunia pendidikan, untuk menuju dunia pendidikan pagi/modern kita harus menembus kegelapan terlebih dahulu, karena mustahil mencapai pagi tanpa malam. Dan menuju perubahan memang harus dimulai dari diri sendiri terlebih dahulu, jika kita mampu merubah diri menjadi guru yang lebih baik lagi misalnya semoga orang lain atau guru-guru lain berpikiran yang sama hingga tercapailah dunia pendidikan Indonesia yang lebih pagi. Aamiin

    ReplyDelete
  8. Nani Maryani
    18709251008
    S2 Pendidikan Matematika (A) 2018
    Assalamu'alaikum Wr.Wb


    Artikel ini membahas mengenai perbedaan sore (pendidikan tradisional) dengan dunia pagi (pendidikan inovatif). Pada dunia sore atau tradisional, guru hanya berfokus kepada bagaimana mengajar dengan baik, bagaimana menyampaikan materi dengan baik, bagaimana caranya menyelesaikan kurikulum dll, semua hanya kepada bagaimana guru tersebut selesai melakukan tugasnya. Sedangkan pada dunia pagi atau inovatif, seorang guru dituntut untuk bagaimana melayani kebutuhan siswa, mengembangakan alat peraga dan LKS, mengembangkan variasi media, metode, serta interaksi dll, yang semuanya berfokus kepada action untuk membuat dunia pendidikan menjadi lebih baik.

    Wassalamu'alaikum Wr.Wb

    ReplyDelete
  9. Rindang Maaris Aadzaar
    18709251024
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
    Untuk bisa menjadi guru yang inovatif memang tidak mudah. Segala sesuatu harus dilakukan disertai dengan pengorbanan. Untuk bisa mempersiapkan segala sesuatu tidak bisa dengan waktu yang singkat dan butuh rencana yang matang. Tetapi guru harus mampu mengatasinya demi dapat memberikan inspirasi dan motivasi bagi siswa untuk melakukan pemeblajaran. Segala sesuatu yang dilakukan pasti akan memberikan dampak yang positif bagi pembelajaran
    Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ReplyDelete
  10. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Pembahasan filsafat ilmu sangat penting karena akan mendorong manusia untuk lebih kreatif dan inovatif. Filsafat ilmu memberikan spirit bagi perkembangan dan kemajuan ilmu dan sekaligus nilai-nilai moral yang terkandung pada setiap ilmu baik pada tataran ontologis, epistemologis maupun aksiologi. Ini pula yang melatarbelakangi alasan mengapa seorang guru termasuk guru matematika penting untuk mengetahui filsafat. Pada forum tanya jawab 65 dikatakan bahwa sebenar-benar Hakekat Sarana dan Prasarana pembelajaran adalah KREATIVITAS GURU".). Dalam proses belajar mengajar, memang tidak bisa ditampik bahwa kreativitas guru merupakan salah satu unsur penting dalam keberlangsungan dan kebermaknaan suatu pembelajaran. Meskipun sarana dan prasarana untuk kegiatan pembelajaran sangat kurang tetapi dengan adanya kreativitas guru setidaknya dapat mengurangi keterbatasan pembelajaran tersebut.

    ReplyDelete
  11. Herlingga Putuwita Nanmumpuni
    18709251033
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Inovasi dan kreativitas berbeda wilayah, domain yang sama, tetapi memiliki batasan yang tegas. Seperti bagan diatas, dapat dilihat bahwa proses kreatif merupakan langkah pertama menuju inovasi yang tentunya terdiri dari beberapa tahap. Kreatifitas berkaitan dengan produksi kebaruan dan ide yang bermanfaat, sedangkan inovasi berkaitan dengan produksi atau adopsi ide yang bermanfaat dan implementasinya.

    ReplyDelete
  12. Bayuk Nusantara Kr.J.T
    18701261006
    PEP S3

    Saya ingin menggarisbawahi kalimat berikut:
    "Pendidikan Inovatif sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Keterampilan dan pengalaman sangat perlu tetapi ternyata belum cukup. Diperlukan diri, orang lain, ekstrinsik dan sistemik, yang merupakan kesadaran bersama dan gerakan tindakan bersama untuk sampai kesana. Aku tidak bisa membayangkan jika diriku tidak menyadarinya; maka semua yang berasal dari luar diriku akan terasa sebagai beban bahkan bencana bagiku. "
    Dari kalimat di atas, dapat disimpulkan bahwa inovasi tidak bisa hanya berasal dari intrinsik saja tetapi juga perlu dari ekstrinsik.

    ReplyDelete
  13. Anggoro Yugo Pamungkas
    18709251026
    S2 Pend.Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Berdasarkan artikel diatas, menganalogikan kondisi pendidikan yang tradisional sebagai dunia pagi dan kondisi pendidikan yang inovatif sebagai dunia sore. Nah, yang ingin saya tanyakan dunia siang dan dunia malam itu ada atau tidak? :D . Antara dunia pagi dan sore itu merupakan kondisi yang berbeda, memang benar bahwa pendidikan yang tradisional dan pendidikan yang inovatif itu suatu yang berbeda, namun suatu saat pendidikan yang inovatif akan mengalami menjadi tradisonal, hal itu karena waktu terus berputar. Sekarang akan menjadi kenangan di masa depan, sama halnya pendidikan, pasti ada inovaai-inovasi yang lebih baik dari pendidikan yang inovatif sekarang. Mungkin dulu pendidikan yang tradisional itu dikatakan pendidikan yang inovatif pada zamannya, tetapi sekarang tidak. Itulah waktu, waktu terus berputar.

    ReplyDelete
  14. Sintha Sih Dewanti
    18701261013
    PPs S3 PEP UNY

    Di akhir artikel ini dituliskan bahwa “Untuk mampumenjadi seorang Guru yang Inovatif, ternyata aku menemukan fakta baru lagi, karena semua yang baru aku ungkapkan itu hanyalah sebagian kecil dari aspek Hidupku, sedangkan dalam dan di luarnya, ini dan selebihnya ternyata aku harus memohon Pertolongan dan Memanjatkan Doa ke Hadlirat Allah SWT”. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa begitu beratnya menjadi guru yang inovatif. Pengoptimalan hasil pembelajaran memang menjadi problematika yang tiada hentinya dibahas. Sebenarnya semua ini dipengaruhi sumber daya manusia (pendidik dan peserta didik).

    ReplyDelete
  15. Septia Ayu Pratiwi
    18709251029
    S2 Pendidikan Matematika 2018

    Sebelum membaca uraian dalam forum Tanya jawab diatas saya beranggapan bahwa artikel diatas akan membahas tentang sastra tentang kicauan burung dan engkringan jangkrik. Tetapi setelah membaca narasinya saya memahami bahwa judul diatas hanyalah sebuah perumpaan. Setelah menelusuri maksudnya, saya rasa perumpamaan tersebut digunakan untuk menggambarkan keadaaan pendidikan saat ini. Pagi dan Sore digambarkan sebagai pendidikan inovasi dan pendidikan tradisional. Diumpamakan bahwa pagi adalah dimana pelaku pendidikan kita sedang asyik-asyiknya melakukan perubahan atau pembaharuan system pendidikan. Sedangkan pada sore hari kembali pada pendidikan tradisional. Dua keadaan tersebut memang sangat jelas berbeda. Pagi merupakan dimana orang sedang gencar-gencarnya beraktivitas, sedangkan sore-malam adalah waktu istirahat dari berbagai aktivitas. Saya menafsirkan bahwa engkringan jangkrik di sore hari merupakan pendidikan tradisional sebagai dikembalikannua pendidikan di sekolah kepada pendidikan di keluarga. Pendidikan keluarga merupakan pendidikan tradisional namun menyesuaikan dengan arah perkembangan zaman. Masih menganut tradisi namun disesuaikan dengan kebutuhan anak. Guru dan orang tua merupakan elemen terpenting dalam pendidikan anak, sehingga guru serta orang tua harus siap menghadapi situasi di pagi hari dan malam hari.

    ReplyDelete
  16. Endah Kusrini
    18709251015
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Berubah memanglah tidak mudah. Perlu niat, tekad, dan komitmen bersama untuk dapat melakukan perubahan. Apalagi perubahan paradigm dari paradigm pembelajaran tradisional menuju paradigm pembelajaran inovatif. Perubahan paradigm tersebut tentu tidaklah mudah karena terkait dengan berbagai aspek pendidikan. Merubah paradigm pendidikan bukan hanya merubah bagaimana cara guru mengajar di dalam kelas, tetapi meliputi bagaimana merubah system, dan yang lebih berat lagi adalah bagaimana merubah pemikiran dan pandangan yang sudah sejak dulu kala tertanam kuat.

    ReplyDelete
  17. Deden Hidayat
    18709251032
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Pendidikan di pagi hari dan sore hari merupakan sebuah perumpamaan untuk pendidikan inovatif dan tradisional. Pagi untuk pendidikan inovatif dan sore untuk pendidikan tradisional. Pada pendidikan tradisional guru disibukkan dengan bagaimana mengajarkan suatu materi dengan baik, bagaimana memahamkan siswa dalam pembelajaran, dan lainnya. Sedangkan pada pendidikan inovatif, seorang guru dituntut untuk menemukan sebuah cara bagaimana melayani siswa dengan baik dan mengembangkan bahan ajar dan media pembelajaran yang mampu memfasilitasi siswa. Apa yang dilakukan guru tersebut tidak lain untuk memajukan dunia pendidikan menjadi pendidikan yang lebih berkualitas.

    ReplyDelete
  18. Amalia Nur Rachman
    18709251042
    S2 Pendidikan Matematika B UNY 2018

    Yang dimaksud dengan dunia sore dalam pendidikan adalah pendidikan tradisional dan dunia pagi adalah pendidikan inovatif. Perubahan dari dunia sore menuju dunia pagi merupakan sebuah keniscayaan. Guru harus mengubah pandangannya dari paradigma pendidikan tradisional ke paradigma pendidikan inovatif. Diperlukan kemauan dan tekad yang kuat untuk bisa mengubah paradigma tersebut secara nyata. Perubahan harus dilakukan untuk mengatasi segala kelemahan yang muncul dalam dunia pendidikan matematika.

    ReplyDelete
  19. Rosi Anista
    18709251040
    S2 Pendidikan Matematika B

    Perumpamaan tentang dunia sore dan dunia pagi adalah hal yang tepat. Dunia pagi yang diumpamakan dengan pendidikan inovatif dianggap sebagai sesuatu yang baru dan masih segar dalam dunia pendidikan. Sehingga diharapkan pendidikan tradisional sebelumnya yang mungkin kurang menarik, setelah adanya pendidikan inovatif diharapkan pembelajaran akan lebih menyenangkan dan manambah semangat belajar bagi siswa.

    ReplyDelete
  20. Erma Zelfiana Surni
    18709251009
    S2. P.Matematika A 2018

    Assalamualaikum Wr. Wb
    Memang untuk berubah dari guru yang terbiasa dengan pembelajaran tradisional menjadi guru yang harus membiasakan pembelajaran inovatif tidaklah mudah. Tidak hanya sekedar kesadaran yang harus dimiliki tapi juga kekuatan dan kegigihan dalam membiasakan perubahan yang begitu asing. Bisa dibayangkan bagaimana guru harus menghadapi perubahan dari yang terbiasa dengan pembelajaran langsung tanpa media kemudian harus membiasakan diri melakukan pembelajaran intraktif menggunakan IT sementara mengenal ITpun belum terlalu paham terlebih lagi belum mengikuti pelatihannya. Maka seharusnya perubahan itu bukanlah perubahan yang semata-mata datangnya hanya dari guru melainkan perubahan yang butuh hubungan sistemik yang baik, kerjasama yang baik dari berbagai pihak dalam menyongsong perubahan itu.

    ReplyDelete
  21. Yoga Prasetya
    18709251011
    S2 Pendidikan Matematika UNY 2018 A
    Perubahan dunia pendidikan tradisional menjadi dunia pendidikan inovatif merupakan perubahan yang sangat diinginkan oleh pemerintah. Dalam merubah pendidikan tidak semudah membalikkan telapak tangan. Dimana semua metode, kurikulum, materi, media dan strategi juga mengalami perubahan. Perubahan tersebut harus sesuai dengan standar pendidikan yang telah disetujui dari semua pihak, baik itu pemerintah, tenaga pendidik dan pihak yang lain. Sehingga perubahan yang dilakukan tidak mengalami kontradiksi terlalu dalam dan tujuan yang akan dicapai akan terwujud.

    ReplyDelete
  22. Fabri Hidayatullah
    18709251028
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    "Bukankah perpindahan Sore menuju Pagi itu juga sebuah Kelaziman yaitu Sunatullah?" Dari kalimat tersebut dapat dipahami bahwa perpindahan pendidikan yang tradisional menuju inovatif sebenarnya telah menjadi ketetapan dan tak bisa ditawar lagi. Namun, inovasi tidak cukup hanya dengan sadar, sopan dan santun terhadap ruang dan waktu serta pengalaman. Inovasi perlu dilakukan melalui kerjasama dengan guru-guru lain dan dalam jejaring sistemik. Maka diperlukan kesadaran bersama untuk melakukan inovasi pembelajaran demi meningkatkan kualitas pendidikan. Inovasi yang dimaksud ialah yang benar-benar inovasi sesuai dengan hakekat dan sifat-sifatnya. Maka yang pertama ialah memahami hakekat serta sifatnya, kemudian memahami hakekat-hakekat lain yang berkaitan dengan inovasi, kemudian mengimplementasikannya secara bersama-sama, dan juga merefleksikan secara bersama-sama.

    ReplyDelete
  23. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  24. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dalam postingan tersebut, terdapat pesan untuk guru. Seorang guru harus menjadi seorang ang berinovasi dalam segala bidang. Berinovasi tersebut memunculkan ide baru, yang merupakan bukan fakta baru untuk seorang guru. Berinovasi untuk siswa-siswanya agar menjadi siswa-siswa yang dapat memajukan bangsa dan negara. Tetapi seorang guru adalah hanya seorang manusia biasa yang membutuhkan pertolongan untuk mewujudkan hal yang besar tersebut.

    ReplyDelete
  25. Atin Argianti
    18709251001
    PPs PM A 2018
    Dalam postingan tersebut, terdapat pesan untuk guru. Seorang guru harus menjadi seorang ang berinovasi dalam segala bidang. Berinovasi tersebut memunculkan ide baru, yang merupakan bukan fakta baru untuk seorang guru. Berinovasi untuk siswa-siswanya agar menjadi siswa-siswa yang dapat memajukan bangsa dan negara. Tetapi seorang guru adalah hanya seorang manusia biasa yang membutuhkan pertolongan untuk mewujudkan hal yang besar tersebut.

    ReplyDelete
  26. Ibrohim Aji Kusuma
    18709251018
    S2 PMA 2018

    Dunia pendidikan selalu berkembang sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu, diperlukan inovasi-inovasi untuk mengembangkan pendidikan Indoneskan ruang dan waktu.ia ke arah yang lebih baik lagi. Di sisi lain, inovasi yang dibuat haruslah mempertibnagkna segala hal. Sederhananya, inovasi harus selalu meperhat. Jangan karena ingin menciptakan pendidikan yang inovatif maka kita melanggar dimensi ruang dan waktu.

    ReplyDelete
  27. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Pembelajaran tradisional di ibaratkan dunia sore sedangkan pembelajaran inovatif di ibaratkan sebagai dunia pagi. Rotasi bumi yang menyebabkan perubahan waktu adalah sebuah hal pasti terjadi. Ketika sore dapat berubah pagi. Dalam pembelajaran juga diharapkan pembelajaran juga berubah pada pembelajaran yang lebih inovatif. Berubah dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. terimakasih

    ReplyDelete
  28. Nur Afni
    18709251027
    S2 Pendidikan Matematika B 2018

    Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.
    Pembelajaran tradisional di ibaratkan dunia sore sedangkan pembelajaran inovatif di ibaratkan sebagai dunia pagi. Rotasi bumi yang menyebabkan perubahan waktu adalah sebuah hal pasti terjadi. Ketika sore dapat berubah pagi. Dalam pembelajaran juga diharapkan pembelajaran juga berubah pada pembelajaran yang lebih inovatif. Berubah dari berpusat pada guru menjadi berpusat pada siswa. terimakasih (Forum Tanya Jawab 64 : Burung di Pagi Hari, Jengkerik di Sore Hari

    ReplyDelete
  29. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Dari dunia sore konvensional menuju dunia pagi yang inovatif. artinya dari keadaan waktu yang lampau menuju ke waktu yang baru, sesuatu yang baru dari sebelumnya. Dalam dunia pendidikan perlunya sesuatu yang baru, sebagaimana tuntutn zaman yang semakin maju dan terus berkembang. Sehingga seorang guru perlunya melakukan inovasi-inovasi dan perbaikan dalam pembelajaran, agar lahirnya penerus bangsa yang mampu bersaing diabad 21 ini.

    ReplyDelete
  30. Surya Shofiyana Sukarman
    18709251017
    S2 Pendidikan Matematika A 2018

    Perubahan tidak terjaddi begitu saja, tapi ada usaha keras dan doa yang terus-menerus. Begitu pula perubahan dalam dunia pendidikan yang ada di Indonesia. Memang, tidak mudah bagi para guru untuk mencapai pendidikan inovatif seperti yang ada dinegara maju, seperti Jepang, Inggris, Australia, dll, tetapi jika guru dan segenap komponen yang terlibat dalam dunia pendidikan, baik itu pemerintah, penentu kebijakan, guru, siswa, dll. mau berusaha untuk mencapainya maka insyaAllah pendidikan di Indonesia juga bisa maju dan mampu bersaing di kancah internasional.

    ReplyDelete
  31. Aizza Zakkiyatul Fathin
    18709251014
    Pps Pendidikan Matematika A

    Perubahan, hijrah, berpindah merupakan sesuatu yang mudah diucapkan namun sulit dilaksanakan. Pendidikan tradisional di Indonesia kini memang sudah mulai berubah menuju pendidikan inovatif. Segala aspek dalam pendidikan sedang mengusahakan untuk mencapai pendidikan yang lebih berkualitas. Namun, perubahan itu pastilah banyak sekali masalah yang timbul. Maka dari itu segala pihak yang terlibat dalam perubahan ini harus saling bekerja sama secara sinergi, selalu berikhtiar, dan berdoa untuk mewujudkannya.

    ReplyDelete
  32. Kartianom
    18701261001
    S3 PEP 2018

    Forum tanya jawab di atas merupakan lanjutan dari elegi Bapak sebelumnya tentang bagaimana siswa bisa menentukan kurikulum. Dari elegi Bapak sebelumnya terlihat jelas perbedaan yang menonjol antara sistem pendidikan di London dengan di Indonesia. Pertanyaannya sekarnag bagaiman bila Indonesia melakukan inovasi menuju ke arah seperti sistem pendidikan di London. Tentunya itu merupakan hal yang tidak mudah. Banyak sekali aspek yang menentukan dalam melakukan inovasi tersebut. Namun sbeelum kita ke arah sana, terlebih dahulu kita harusnya melakukan inovasi terhadap diri sendiri. Meningkatkan kemampuan kita sebagai pengajar profesional. Dengan harapan kualitas pendidikan Indonesia akan terus maju melalui peningkatan kualitas sumber daya pengajar.

    ReplyDelete
  33. M. IKhsan Ghozali
    19701261003
    PEP S3 2019

    Assalamu'alaikum wr.wb.
    Kehidupan manusia erat dengan kontradiksi. sebagaimana tulisan di atas, dan kisa sebelumnya dalam "Forum Tanya Jawab 63", menunjukkan adanya perbedaan mencolok antara pembelajaran di dunia barat (London) dan pembelajaran di dunia timur (Indonesia). Meskipun sudah banyak dilakukan pengembangan dalam dunia pendidikan nasional untuk mengejar ketertinggalan, namun nampaknya masih membutuhkan waktu lebih lama serta upaya tambahan yang lebih efektif dan efisien. Meski begitu, optimisme mesti terus dipeliharan dan ditingkatkan sebab beberapa hasil pendidikan yang dikembangkan sudah menunjukkan hasilnya yang mampu bersaing dengan dunia barat. Untuk itu, dibutujkan kesadaran bersama dan kerja sama semua pihak secara sinergis.
    Demikian yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf dan terima kasih.
    Wassalamu'alaikum wr.wb.

    ReplyDelete
  34. Lovie Adikayanti
    19709251068
    S2 Pendidikan Matematika D
    Assalamualaikum wr.wb
    Metode pendidikan tradisional dan inovatif memiliki dunia yang berbeda dan masalah yang berbeda pula. Melakukan inovasi pendidikan juga bukan hal yang mudah, diperlukan niat, semangat, sikap, pengetahuan, ketrampilan, dan pengalaman. Akan tetapi inovasi pendidikan harus dilakukan karena perbedaan individu itu adalah hal yang wajar. Dan seorang guru harus mampu mengembangkan pembelajaran yang dapat memfasilitasi setiap perbedaan pada masing-masing siswa tersebut. Oleh karena itu penting adanya inovasi pendidikan, karena pendidikan tradisional masih belum bisa memfasilitasi perbedaan karakteristik belajar siswa.

    ReplyDelete